sejarah singkat Yonif 202/Tajimalela



                                ARTI   DAN    LAMBANG / TUNGGUL TAJIMALELA

Berikut 
Asal nama Tajimalela diambil dari seorang Raja bernama Guru Aji yang memerintahkan dengan Adil dan Bijaksana, konon menurut cerita berasal dari penjelmaan dari Sang Hyang bertapa di Matahari, Raja guru memiliki seorang Putra bernama Aji Putih yang menjadi Raja di Tembong Agung dan berkedudukan di Sumedang Larang. 
Raja ini memiliki keturunan bernama Prabu Tuntang Buana dan bergelar Resi Cakra Buana.  Gelar Resi Cakra Buana diperoleh karena ia menuntut ilmu dengan bertapa disebuah puncak gunung di Cakrawala yang tinggi yaitu gunung Tembong dan sekarang dikenal dengan nama gunung Lingga di daerah Sumedang, Jawa Barat. 
 
            Karena ketabahan dan kekuatan mentalnya yang tinggi, Prabu Tuntang Buana berhasil memperoleh ilmu dengan 33 macam kesaktian dan disebut dengan nama  TAJIMALELA  Karena memiliki ilmu Tajimalela inilah Sang Prabu Tuntang Buana diangkat menjadi Raja menggantikan ayahnya dan memerintah dengan adil dan Bijaksana .
a. 
         taji   Adalah  Sejenis senjata sakti berbentuk Taji.
b. 
         MALELA   Adalah  Jurus-jurus keampuhan
 
            Seni 
TAJIMALELA  adalah Senjata Sakti yang memiliki jurus-jurus keampuhan yang berarti memiliki / memiliki sifat-sifat kepahlawanan, berani menghadapi segala bentuk ancaman, hambatan dan tantangan. 
Lambang / Tunggul Tajimalela
.
 
            a.           Bentuk.                       
   Tunggul Batalyon Infanteri 202/Tajimalela berbentuk 4 (empat) persegi panjang yang terbuat dari bahan beludru warna hijau tua / rumput dengan jumbai kuning emas dari benang sutra, pada bagian muka sebelah kanan dilukiskan Pataka Kodam Jaya dan pada bagian muka sebelah kiri dilukiskan Tunggul Batalyon Infanteri 202/Tajimalela, dengan susunan sebagai berikut:
 
1) 
         Bintang bersudutkapur       Yang memiliki arti bahwa setiap Prajurit Batalyon Infanteri 202/Tajimalela adalah Prajurit yang bersendikan Pancasila dan bagian dari Angkatan darat selaku Bhayangkari Negara dan bangsa yang memiliki cita-cita luhur dalam mengamankan, mempertahankan dan mengamalkan sifat kepahlawanan ..
 
2)
         Lambang Hati.                       Melambangkan bahwa Prajurit Batalyon Infanteri 202/Tajimalela adalah Prajurit yang memiliki postur gagah dan keberanian dalam membela kebenaran.   
 
3)
         Padi dan Kapas.       Padi berjumlah 17 butir dan bunga kapas berjumlah 8 buah mengartikan kesuburan dan kemakmuran yang melambangkan bahwa Prajurit batalyon Infanteri 202/Tajimalela sebagai Prajurit Sapta Marga dengan dijiwai Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang rela dan ikhlas dalam mendarma bhaktikan dirinya sebagai Bhayangkari negara dan bangsa.
 
4)
         Tameng / Perisai.        Tameng / Perisai hijau bergaris pinggir kuning emas melambangkan bahwa Prajurit Batalyon Infanteri 202/Tajimalela memiliki keuletan dan kemampuan yang tangguh menghadapi segala bentuk hambatan, tantangan dan ancaman dari manapun datangnya.
           
 
b.
         Ajaran Yonif 202/Tajimalela.
 
            hing ngarsa wusana Yudha "Yang memiliki arti" Bahwa Prajurit-Prajurit Yonif 202/Tajimalela berada digaris depan setiap Selalu memenangkan pertempuran menyelesaikan murah ". 
 
c.
         Motto Yonif 202/Tajimalela.
 

            Ksatria WASPADA BIJAKSANA "yang memiliki arti bahwa" Setiap Prajurit Yonif 202/Tajimalela dalam pelaksanaan tugas selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Patriotisme kepahlawanan, antisipatif dan berjuang demi menegakkan kebenaran ".