BP4Kgorut
Updated Apr 8, 2013, 10:14 PM
WEBSITE RESMI BP4K GORONTALO UTARA : Memuat Profil,Data Penting untuk Penyuluh dan semua kegiatan yang dilaksanakan oleh BP4K Gorontalo Utara,baik dibidang Pertanian, Perikanan dan Kehutanan dengan tujuan untuk membina dan mendidik para Penyuluh agar selalu siap terjun dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai Penyuluh (Kepala Badan Ir.Hi.RAMLIN TANAIYO, M.Si)
Use template

SEJARAH BP4K Gorontalo Utara

SEJARAH TERBENTUKNYA BP4K
KAB. GORONTALO UTARA



                              

1PENDAHULUAN

 

 

1.1.        Latar Belakang

Kabupaten Gorontalo Utara merupakan bagian dari Provinsi Gorontalo yang terbentuk berdasarkan UU NO 11 Tahun 2007 yang ditandai oleh peresmian dan pelantikan Pejabat Bupati oleh Menteri Dalam Negeri Interim serta amanat UU NO. 32 Tahun 2004 tentang “ Pemerintah Daerah”. Sebagai Daerah Mekaran baru, Kabupaten Gorontalo Utara dihadapkan dengan persoalan antara lain masih kurangnya sarana dan prasarana pemerintahan maupun penunjang kegiatan ekonomi masyarakat khususnya sektor pertanian yang berdampak juga pada tidak maksimalnya penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat khususnya pada sektor pertanian.

Namun pada akhir tahun 2008 terpilihlah Bupati Definitf, yang berarti pula awal perubahan dan pengembangan daerah secara optimal. Untuk bidang Pertanian yang ada di Kabupaten Gorontalo Utara, pada kenyataannya masih tertinggal dengan Kabupaten lain, Mengingat Kabupaten Gorontalo Utara menjadi Kabupaten termuda di Provinsi Gorontalo. Untuk mengejar ketertinggalan tersebut Pemerintah Daerah terus berupaya berbenah diri dan merancang berbagai program. Diantaranya program pembangunan di Bidang Pertanian, Perikanan dan Kehutanan yang sangat didukung dengan kekayaan Sumber Daya Alam dan sumber Daya Manusia yang ada namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh karena kurangnya modal dan sarana prasarana pendukung.

Dalam penyelenggaraan pembangunan secara berkelanjutan, seiring dengan gaung reformasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara dalam mendorong percepatan pembangunan daerah adalah merupakan bagian dari public policy sekaligus sebagai implementasi terhadap penciptaan kemandirian daerah dalam pemerintahan desentralisasi yang berlandaskan pada prinsif Good Govermence, antara lain adanya penerapan transparansi, akuntabilitas, supremasi hukum, efisiensi, pelayanan prima dan peningkatan partisipasi yang lebih holistic.

Dalam mendukung kegiatan Pemerintahan telah ditetapkan Visi Pemerintah  Kabupaten Gorontalo Utara yang digunakan dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran dari seluruh komponen masyarakat  yang juga sebagai payung dalam mengawali pelaksanaan otonomi daerah secara menyeluruh dan bertangung jawab di Kabupaten Gorontalo Utara yakni Terwujudnya Pemerintahan Kabupaten Gorontalo Utara yang Cerdas dan Berkinerja Tinggi Bersandar pada Moral Agama Menuju Pemerintahan Daerah Defenitif dalam Bingkai NKRI”.

Pertumbuhan pembangunan di segala bidang yang amat pesat utamanya industri, pemukiman dan tata ruang wilayah tentu saja sangat berpengaruh terhadap pembangunan pertanian dan Kehutanan sebagai penyeimbang terhadap alih fungsi lahan pertanian ke lahan bukan pertanian seperti pemukiman dan industri. Pengalihan fungsi lahan tidak saja berdampak pada kurangnya lahan pertanian atau rusaknya ekosistem penyanggah daerah perkotaan tetapi juga berdampak pada menurunnya produksi tanaman kehutanan yang berbanding terbalik dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk dan kebutuhan pangannya. Hal ini menyebabkan adanya ketergantungan Indonesia terhadap bahan pangan impor untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Produksi bahan pangan tentu saja dapat diimbangi dengan perluasan lahan pertanian di beberapa daerah yang masih memiliki lahan marginal yang tidak diusahakan. Dengan mengoptimalkan lahan yang selama ini tidak diusahakan, produksi bahan pangan tentu saja dapat ditingkatkan. Akan tetapi, upaya untuk memeperluas lahan pertanian masih terhambat oleh ketersediaan air, infrastruktur pertanian, sumber daya manusia yang terampil dan sosial ekonomi masyarakat. Mengingat potensi lahan yang tersedia di Kabupaten Gorontalo Utara cukup luas maka, sangat dimungkinkan mengadakan perluasan areal tanaman pangan dengan menambah luas baku lahan, melalui perluasan sawah dan pembukaan lahan kering yang didukung dengan ketersediaan air (irigasi) yang cukup. Kegiatan perluasan areal sawah dan pencetakan sawah baru tentu saja harus ditunjang dengan sarana pengairan yang baik demi keberhasilan kegiatan tersebut sebab pembangunan pertanian terutama dalam proses produksi tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan penyediaan air yang harus diberikan dalam jumlah, waktu dan mutu yang tepat.

Sebagai daerah baru, tentu saja jaringan irigasi desa dan jaringan irigasi usahatani yang ada belum memenuhi syarat standar jaringan irigasi desa dan jaringan irigasi usahatani yang baik. Masih banyak kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki. Melihat kondisi ini, pemerintah daerah berupaya mengembangkan berbagai program pertanian utamanya yang berkaitan dengan pengelolaan air baik lahan basah maupun lahan kering, disamping itu juga Sumber daya lahan yang ada di Kabupaten Gorontalo Utara sangat potensial untuk pengembangan pertanian dalam rangka meningkatkan produksi pertanian serta  pembangunan ekonomi Daerah.

Ditinjau dari Georafis Kabupaten Gorontalo Utara terletak di pesisir pantai utara Propinsi Gorontalo yang memiliki 52 Pulau, dan dua diantaranya berpenduduk yaitu Pulau Ponelo dan Dudepo. Dengan demikian masih ada 50 pulau yang belum di kelola.dengan baik, disamping itu pula Kabupaten Gorontalo Utara memilikii berbagai aneka ragam potensi sumberdaya alam yang bisa dikembangkan salah satu diantarnya adalah potensi perikanan yang meliputi perikanan laut dan perikanan budidaya. Pembangunan disektor perikanan masih dititik beratkan pada pemanfaatan potensi sumberdaya alam serta peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang mampu mengangkat tingkat kesejahteraan rakyat, sekaligus memberikan konstribusi dalam pembangunan daerah khususnya  dikabupaten Gorontalo Utara. 

Berdasarkan hal diatas, maka dengan ini disampaikan proposal sebagai lampiran permohonan bantuan Dana Alokasi Khusus Sektor Pertanian, , Perikanan dan Kehutanan kepada  Menteri Pertanian, Menteri Perikanan, Menteri Kehutanan dan Menteri Keuangan di Jakarta, kiranya beroleh restu, dengan tujuan mulia untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat.

 

1.2.    Kondisi Saat Ini dan Permasalahan

Sebagai daerah mekaran baru, Kabupaten Gorontalo Utara dihadapkan dengan berbagai persoalan antara lain:

1.       Masih banyaknya lahan yang belum terolah, dimana hal ini mampu menjadi penunjang kegiatan ekonomi masyarakat khususnya sektor pertanian yang berdampak juga pada tidak maksimalnya penyelenggaraan  pemerintahan. Pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat pada sektor pertanian terdiri di dalamnya sub sektor pertanian tanaman pangan, perkebunan dan peternakan. masih kurangnya sarana dan prasarana pemerintahan maupun penunjang kegiatan ekonomi masyarakat khususnya sektor pertanian yang berdampak juga pada tidak maksimalnya penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat pada sektor pertanian.

2.       Prasarana Perikanan tangkap masih kurang dibandingkan luas wilayah yang ada di Kabupatan Gorontalo Utara terutama penyedian tempat pelelangan ikan, Pabrik es dan ketersedian BBM untuk nelayan. Sebagian besar nelayanan di Kabupupaten Gorontalo Utara hanya menggunakan sarana penangkapan ikan yang operasinya hanya berada di sekitar 4 mil laut sehingga kalah bersaing dengan nelayan-nelayan dari luar daerah Pulau-pulau kecil di kawasan pesisir belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal (Konservasi pengembangan usaha dan pariwisata. Nelayan dan pembudidaya ikan sulit mengakses permodalan dari pihak Bank ini disebabkan nelayan tersebut tidak memiliki anggunan. Lemahnya kelembangaan ditingkat nelayan dan pembudidayaan ikan, sekaligus kurangnya petugas perikanan yang ada dilapangan yang Khusus melakukan pembinaan.  Kurangnya akses untuk melakukan pengembangan industri pada sektor kelautan dan perikanan. Kurangnya sarana dan prasarana penunjang sektor kelautan dan perikanan. Rendahnya pengetahuan masyarakat khususnya masyarakat nelayan dalam mengelola dan memelihara sumber-sumber kelautan dan perikanan.

3.       Kurangnya sarana dan prasarana penunjang sektor kehutanan untuk kegiatan lapangan. Rendahnya pengetahuan masyarakat khususnya masyarakat sekitar kawasan hutan dalam mengelola dan memelihara sumberdaya kehutanan. Meningkatnya ilegal loging yang disebabkan oleh kurangnya pengawasan dan pengendalian dilapangan oleh pihak-pihak yang terkait. Kurangnya data potensi sumberdaya hutan. 

 

1.3    Tujuan

1. Meningkatkan produktifitas daerah melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi sektor  pertanian, perikanan dan kehutanan

2.   Meningkatkan investasi dalam pemenuhan sarana dan prasarana sektor pertanian, perikanan dan kehutanan.

3.      Meningkatkan sumberdaya manusia.

 

1.4    Sasaran

1. Peningkatan taraf hidup masyarakat melalui pengembangan industri dibidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

2.   Optimalisasi pengelolaan hasil-hasil sumberdaya alam melalui penyediaan sarana dan prasarana.

3.     Peningkatkan kualitas produksi pertanian, perikanan dan kehutanan melalui pengembangan sumberdaya manusia khususnya masyarakat petani, nelayan/pembudidaya.

 

II.  DESKRIPSI WILAYAH

 

 

1.1.    Kondisi Geografis

          Kabupaten Gorontalo Utara terletak di Wilayah Pesisir Pantai Utara Provinsi Gorontalo. Adapun  luas wilayah Kabupaten  Gorontalo  Utara adalah : 1676,15 Km2. atau 12,94% dari luas wilayah  Propinsi  Gorontalo dengan posisi geografis pada  00 30’ -  10 02’ Lu  dan 1210 59’ – 1230 02’ BT.  Panjang  garis  pantai  320  Km yang menjadi garis pantai terpanjang di Provinsi Gorontalo yang berhadapan dengan  Samudra Pasifik (Sumber: Dinas Kelautan &  Perikanan Kabupaten Gorontalo Utara, Oktober 2008).

          Secara Administratif  terbagi atas 6 kecamatan dan 56 desa:

a. Kecamatan Atinggola.              c.  Kecamatan Anggrek.

b. Kecamatan Gentuma Raya        d. Kecamatan Sumalata. dan

e. Kecamatan Kwandang.             f. Kecamatan  Tolinggula   

          Wilayah Kabupaten Gorontalo Utara sebagian besar perbukitan rendah dan dataran tinggi, dan tersebar pada ketingian 0 – 1800 M diatas permukaan laut  serta keadaan Tofografi didomonasi oleh kemiringan 150 – 400 (60%-70%). Kondisi dan struktur utama geologi adalah patahan yang berpotensi menimbulkan gerakan tektonik, menyebabkan rawan bencana alam seperti, gempa bumi, gerak tanah, erosi, abrasi, gelombang pasang, pendangkalan dan banjir. 

 

1.2.  Batas Wilayah      

          Adapun batas-batas  Wilayah Kabupaten Gorontalo Utara adalah :

a.    Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Sulawesi.

b.    Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara;

c.    Sebelah Selatan berbatasan dengan  Kabupaten Bone Bolango,  Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, Kabupaten  Pohuwato; dan

d.   Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah.

 

1.3.  Topografi wilayah. 

      0   s/d  25              Meter  DPL 0,94    %  dari luas wilayah

      26  s/d 100             Meter  DPL 25,28  %  dari luas wilayah

101        s/d 500         Meter  DPL 23,97  %  dari luas wilayah

501 s/d 1000          Meter  DPL 0,94   %   dari luas wilayah

diatas 1000             Meter  DPL 37,16  %  dari luas wilayah

1.4.   Kondisi Iklim

        Wilayah  Gorontalo Utara mempunyai iklim yang relatif lebih basah yakni iklim C1 dan C2, dengan 5 sampai 6 bulan basah per tahun, berdasarkan klasifikasi Oldeman dan Darmiyati. Suhu rata-rata pada siang hari  berkisar antara 30,9 – 34,00C dan pada malam hari berkisar antara 20,8 – 24,40C. Sementara kelembaban udara relatif tinggi dengan rata-rata 83%.  Suhu maksimum dan minimum  rata-rata adalah 31,80C dan 23,00C. Curah hujan rata-rata bulanan minimum adalah 32,78 mm yang terjadi pada bulan September dan maksimum yang terjadi pada bulan  Mei  curah hujan mencapai 130,43 mm. Curah hujan tahunan rata-rata adalah 937 mm sampai 1.673 mm, dengan jumlah hari hujan adalah sebanyak 16 hari. Keadaan angin yang tercatat pada Stasiun Meteorologi Bandara Udara Djalaludin Gorontalo umumnya merata di setiap bulannya, yaitu berkisar antara 1 hingga 19 Knots (RTRW Gorontalo Utara,2008).

 

Tabel . 1. Luas Wilayah

No

Kecamatan

Luas (Km²)

Jumlah Desa

1

Atinggola

16.733

7

2

Kwandang

33.19

13

3

Anggrek

17.492

10

4

Sumalata

13.893

10

5

Tolinggula

12.082

11

6

Gentuma Raya

 

5

T o t a l

1.676,15

56

Sumber Data : Bappeda Kab. Gorontalo Utara Tahun 2009

 

1.5.   Kondisi Sosial Ekonomi

Kondisi sosial ekonomi daerah dipengeruhi oleh sumberdaya manusia, dimana keadaan jumlah penduduk Kabupaten Gorontalo Utara sangat mempengaruhi pola struktur ekonomi masyarakat hal ini dapat dilihat dari data sebagai berikut. Pertumbuhan ekonomi sebesar :7.21% dari 7,17%  tahun 2007

PDRB perkapita atas dasar harga berlaku: Rp.3.166.525.-jumlah penduduk 100.194   jiwa jumlah rumah tangga miskin 11.778 rtm (33,19%)  dari 49,21% tahun 2007. jumlah pengangguran    11.124 (11,21%)

a.     Pendidikan indikatornya sebagai berikut:

*   Apk SD   108,00 %

*   Apk SLTP  95,04 %

*   Apk SLTA  56,99 %

*   Apm SD 100 %

*   Apm SLTP 74,90 %

*   Apm SLTA 47,85 %

b.  Kesehatan adalah sebagai berikut:

*         Angka harapan hidup      :  70 tahun

*         Angka kematian bayi       :  7,41 per 1000 kelahiran hidup

*         Angka kematian balita     :  1,97 per 1000 kelahiran hidup

*         Angka kematian ibu        :  56,10 per 100.000 kelahiran hidup

*         Gizi buruk balita              :  25 orang.

disamping itu indikator lainnya adalah peningkatan human development indeks (hdi) kab.Gorontalo Utara  menjadi 66,37 poin dari 64.10 poin tahun 2007. Berdasarkan indikator di atas masih terdapat sektor yang perlu penanganan khusus utamanya sektor pendidikan, kesehatan,dan pengembangan ekonomi masyarakat terutama pada sector pertanian, perikanan dan kehutanan dengan sasaran masyarakat miskin di sekitar kawasan hutan, pesisir pantai yang tingkat perekonomianya rendah. tiga faktor tersebut sebagai tolok sebagai salah satu tolak ukur keberhasilan untuk meningkatkan indeks dan pembangunan manusia (ipm) serta perekonomian masyrakat dikabupaten Gorontalo Utara.

Sementara Angka Kerja Tahun 2008 sejumlah 5.277 jiwa, dimana kesempatan kerja sebesar 80.43% dan unemployment sebesar 10.98%. Sarana transportasi  darat dan pelabuhan laut yang memberi akses besar terhadap pembangunan dan pengembangan wilayah Propinsi Gorontalo terletak di Kabupaten Gorontalo Utara. Kondisi sosial ekonomi relatif menunjukan keseimbangan dilihat dari laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Gorontalo rata-rata sebesar 2,17% dibandingkan dengan laju pertumbuhan ekonomi rata-rata 4.92% selama kurung 2 tahun terakhir. Dilihat dari pengelolaan Keuangan APBD Kabupaten Gorontalo Utara dari tahun 2008-2009 adalah .

*      Komposisi APBD  2008 sebagai berikut, total pendapatan

Rp. 162.416.442.434,

*   Pendapatan asli daerah               Rp.2.323.970.342.

*   Dana alokasi umum                     Rp.102.026.649.000.

*   Dana alokasi khusus                    Rp.11.896.000.000.

*   Lain-lain pendapatan yang sah     Rp.32.309.067.589.

*   Belanja tidak langsung sebesar     Rp.  61.636.698.082 atau 52,63% dan

*   Belanja langsung sebesar             Rp. 82.881.924.431 atau 45,88%

*   Pembiayaan daerah sebesar         Rp. 2.000.000.000 atau 1,5%.berdasarkan total investasi yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dalam bentuk program dan kegiatan di Kabupaten Gorontalo Utara sepanjang tahun 2008 menimbulkan multi player effect disegala sendi kehidupan masyarakat. indikasinya terlihat jelas pada  sektor ekonomi,. seperti kita ketahui bersama APBD Kabupaten Gorontalo Utara ta.2009 berjumlah Rp. 295.936.856.850. atau mengalami kenaikan sebesar 52,11% dibandingkan tahun 2008 yang hanya

Rp. 154.209.047.071 adapun strukur  APBD ta. 2009 yaitu:

*         Pendapatan Asli Daerah (PAD)           :        Rp.  2.500.000.000,-

*         Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak         :    Rp.  12.951.322.867,-

*         Dana Alokasi Umum (DAU)           :    Rp. 173.273.070.000,-

*        Dana Alokasi Khusus (Dak)           :    Rp.   50.415.000.000 ,-

*        Dana hibah dan bagi hasil            :    Rp.   14.690.000.000,-

dana percepatan pembangunan     :    Rp.   37.445.078.000,-

*         Bencana alam                              :    Rp.   10.000.000.000,-

*         Dana stimulus fiskal                     :

*         Air bersih                                    :    Rp.  8.000.000.000,-

*         Pasar tradisional anggrek             :    Rp.  1.000.000.000,-

sehingga  jumlah total  belanja sebesar Rp. 310.274.470.867,-

anggaran tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Gorontalo Utara dengan komposisi pembiayaan sebagai berikut :

-  Belanja Langsung              Rp.  213.770.247.506    (70%)

-  Belanja Tidak Langsung      Rp.    82.166.609.344   (30%)


 

III.  PROFIL BP4K

KABUPATEN  GORONTALO UTARA

 

1.1  Pertanian, Tanaman Pangan dan Perkebunan

          Secara keluasan luas lahan pertanian yang termasuk luas areal produksi padi (panel) sebesar 6,918.0 ha pada tahun 2008 luas areal produksi tanam jagung (panen) sebesar 12,128.0 Ha dengan produksi mencapai 37,600 Ton dan pada tahun 2008 luas areal produksi (panen) kacang-kacangan mencapai 925.0 Ha dengan produksi mencapai 3,740.0 Ton luas areal lahan persawahan mencapai 4690 Ha. Dalam rangka mendukung program permerintah Provinsi Gorontalo Utara untuk mencapai target produksi 1 juta Ton jagung, pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menargetkan penambahan luas areal jagung pada lahan tidur atau lahan-lahan yang belum tergarap.

          Lahan pertanian sebagian besar digunakan oleh masyarakat untuk dimanfaatkan sebagai sawah dan ladang dengan tanaman utama padi, jagung, kedelei kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar. Sedangkan lahan perkebunan beberapa komoditi yang cocok dan sudah dikembangkan di Kabupaten Gorontalo Utara yakni, kelapa dengan luas areal 1.152,4 ha dengan jumlah produksi 324.00 ton, cengkeh luas areal 471.77 ha dengan jumlah produksi 129.03 ton, pala luas areal 18.00 ha , jambu mente,  luas areal 341.42 ha dengan jumlah produksi 2,096.00 kakao luas areal 800.36 ha dengan jumlah produksi 27.23 ton, kopi luas areal 119.10 dengan jumlah produksi 8.18 ton, vanilli 40.10 ha jumlah produksi 12.65, aren luas areal 93,55 ha jumlah produksi 467.00 ton.

1.2  Perikanan dan Kelautan

          Sesuai dengan karakteristik secara geografis Kabupaten Gorontalo Utara memiliki luas, produksi dan nilai perikanan darat  yaitu tambak pada Kab. Kwandang sebesar 246,2 ha dan Kab. Anggrek sebesar 65,5 ha. Luas, produksi nilai perikanan laut  untuk produksi tangkap sebesar 7,151 ton, rumput laut luas 225 ha dengan produksi sebesar 2,040 ton. Perikanan darat budidaya tambak luas 312 ha dengan jumlah produksi 120 ton. Produksi dan nilai perikanan laut melalui TPI untuk wilayah Kec. Kwandang sebesar 308,089 ton

Sesuai dengan sasaran jangka panjang dan pendek, sector laut dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan masyarakat dan peningkatan kesejatraan dengan budidaya dan penangkapan ikan dengan tetap memperhatikan potensi lestari tangkapan.

Produksi Perikanan laut yang dijual di TPI menurut jenis ikan yaitu ikan layang dengan jumlah produksi 98,271 ton, ikan bawal jumlah produksi 0,325 ton, ikan kembung jumlah produksi 107,697 ton, ikan selar 61,281 ton, ikan tembang jumlah produksi 116,946, ikan sardin 112,660, ikan teri jumlah produksi 116,978 ton, ikan tongkol jumlah produksi 134,946 ton, ikan lencam jumlah produksi 0,199, ikan tenggiri jumlah produksi jumlah produksi 11,169 ton, ikan tetengkek jumlah produksi 2,620 ton, ikan kuwe jumlah produksi 31,576 ton, ikan petek jumlah produksi 32,544 ton, ikan tuna jumlah produksi 14,952, ikan kakap jumlah produksi 4,721 ton, ikan baronang jumlah produksi 2,210, ikan belanak 1,770 ton, ikan kerapu jumlah produksi 7,789 ton, ikan cumi-cumi jumlah produksi 0,481 ton, ikan cakalang jumlah produksi 32,050 ton, gurita jumlah produksi 1,526 ton, layur jumlah produksi 0,855 ton, pisang-pisang jumlah produksi 0,915 ton, lemak jumlah produksi 0,190 ton, ikan ekor kuning jumlah produksi 0,073 ton, julung-julung jumlah produksi 0,640, rumput laut jumlah produksi 26,600 ton, alu-alu jumlah produksi 0,165 ton, pari jumlah produksi 0,035 ton dan belaso jumlah produksi 272,190 ton.

1.3  Kehutanan

          Sebagai salah satu sumber daya yang memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, kawasan hutan di Kabupaten Gorontalo Utara dengan luas ± 102.118 Ha yang terdiri dari hutan lindung (16,93 Ha), Hutan Produksi tetap (16,177 Ha), Hutan Produksi terbatas (55,323 Ha), Hutan Produksi Konversi (5,36 Ha) dan Hutan Bakau (2,79 Ha), Hutan Konservasi (5,529 Ha), Areal Penggunaan Lain (69,669 Ha).

Luas Lahan Kritis di Kabupaten Gorontalo Utara pada masing-masing wilayah Kecamatan di Kabupaten Gorontalo Utara berbeda-beda dari keadaan potensial kritis sampai dengan keadaan sangat kritis untuk daerah luar kawasan hutan Kabupaten Gorontalo Utara 71.040 Ha dan dalam kawasan hutan Kabupaten Gorontalo Utara 100.823 Ha, total keseluruhan 171.863 Ha. Gambaran Lahan Kritis di Kabupaten Gorontalo Utara dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

 

DATA LAHAN KRITIS KABUPATEN GORONTALO UTARA

NO

KABUPATEN/

KECAMATAN

LUAR KAWASAN HUTAN

DALAM KAWASAN HUTAN

TOTAL

 

 

TK

PK

AK

K

SK

JUMLAH

TK

PK

AK

K

SK

JUMLAH

 

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

 

ANGGREK

12

-

2.931

1.194

6.573

10.710

520

7.280

560

3.880

2.598

14.838

25.548

 

ATINGGOLA

156

-

2.333

11.505

-

13.994

-

5.784

15.657

509

375

22.325

36.319

 

KWANDANG

-

-

6.172

9.676

-

15.848

493

843

8.785

3.836

1.503

15.460

31.308

 

SUMALATA

-

-

4.849

12.048

-

16.897

-

22.394

5.858

727

830

29.809

46.706

 

TOLINGGULA

535

-

4.076

8.980

-

13.591

12

16.166

1.544

380

289

18.391

31.982

 

JUMLAH TOTAL

703

-

20.361

43.403

6.573

71.040

1.025

52.467

32.404

9.332

5.595

100.823

171.863

Sumber data: Penyusunan data spasial Lahan Kritis Tahun 2004 BP DAS Bone Bolango Propinsi Gorontalo

KETERANGAN:

                        TK = Tidak Kritis   

                        PK = Potensial Kritis

                        AK = Agak Kritis

                        K   = Kritis

                        SK = Sangat Kirtis 

          Sebagai suatu prospek dalam mengangkat investasi khususnya dibidang kehutanan yang sangat prospektif, dimana pengembangan hutan tanaman industry pada areal tertentu terutama untuk pengembangan kayu jati, di samping itu terdapat juga peluang potensial untuk industry yang  berkaitan dengan pengolahan hasil hutan (industry furniture berbahan kayu, rotan, industry damar). Budidaya lebah madu dan lain-lain.

          Dalam memaksimalkan bentuk dari pada pengolahan dan pemanfaatan hasil hutan sangat perlu diperhatikan kelestarian dan ekologi hutan, dimana untuk pengembangan hutan produksi harus diikuti dengan model penanaman kembali agar tidak terjadi deforesterisasi sehingga kelangsungan produksi tetap terjaga dan tidak mengakibatkan kerusakan lingkungan.

          Penanaman hutan tanaman industry dan hutan jati (tectone Grandis) akan menjadi perhatian utama, selain itu juga ditanam jenis-jenis pohon yang mempunyai kemampuan menahan erosi dan penyedia air.

 

III.  CAKUPAN RENCANA

 

Dengan pertimbangan arah kebijakan sesuai dengan RKPD Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2010 memiliki beberapa arahan yang menjadi fokus pendanaan program Kegiatan yang meliputi :

*        Peningkatan Kesejahteraan Petani

*        Rehabilitasi Hutan dan Lahan

*        Peningkatan Kesadaran dan Penegakan Hukum dalam Pemberdayaan SDL

Prorgram Peningkatan Kesejahteraan Petani dengan permohonan bantuan Pos Badan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) di Kabupaten Gorontalo Utara sebanyak 5 (lima) unit  mencakup lima daerah pemekaran, untuk pos desa  terdapat 56 desa, masing-masing satu pos dua desa dengan target pada tahun 2011 dapat terpenuhinya kebutuhan pos penyuluhan untuk sarana dan prasarana penyuluh demi kelancarannya kegiatan dilapangan. 

Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan untuk kegiatan sarana dan prasarana yaitu pengadaan kenderaan roda dua, demplot, Laptop dan GPS. Untuk Program sarana dan prasarana perikanan yaitu pengadaan Komputer dan LCD.

Data jumlah penyuluh Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Gorontalo Utara dapat dilihat pada tabel berikut ini :

No

Penyuluh BP4K (PNS/Non PNS)

Satuan

Volume

Ket

1

2

3

4

5

1.

Bidang Pertanian

I5

orang

PNS

2.

Bidang Perikanan

3

orang

PNS

3.

Bidang Kehutanan

10

orang

PNS

4.

PTT (penyuluh)

15

orang

Non PNS

Sumber data : BP4K  Kabupaten Gorontalo Utara