Paroki Maria Bunda Karmel-Tomang


AUDIO INJIL                            Home  About Us  Profile Wilayah IV  FX 1  FX II  FX III  Bintang Timur  Laurensius  OMK  Program Wil IV  Email
Online Nutrition Degree - Courses & Training
Online Nutrition Degree

Home

About Us

Profile Wilayah IV

Lingkungan FX 1

Lingkungan FX 2

Lingkungan FX 3

Lingkungan Bintang Timur

Lingkungan Laurensius

OMK Wilayah IV

Program Wilayah IV

Jadwal Koor Wil. IV

Warta Lingkungan Wil.IV

Email

Paroki MBK

Jadwal Misa paroki MBK

Audio INJIL

Benarkah kata "Gereja Katolik" tertulis dalam Alkitab?

Catechism Of The Catholic Church

Katekismus Gereja Katolik

Code Of Canon Law

Evangelii Nuntiandi

Bull of Indiction of the Great Jubilee of the Year 2000 "Incarnationis Mysterium"

Apostolic Letter 'Tertio Millennio Adveniente' of the Holy Father John Paul II

History

Prayer for the third year of preparation 1999

Prayer for the second year of preparation 1998

Prayer for the first year of preparation 1997

Homily of Cardinal Etchegaray for the Jubilee of the Franciscan Family (April 9, 2000)

Apakah Katolik Sudah Selamat?

Memakai Nama Katolik

Kanon Katolik

Goa Maria di Indonesia

PEMILIHAN PENGURUS LINGKUNGAN   FX 1,2,3

Beberapa waktu lalu, di lingkungan-lingkungan di wilayah IV, FX1,2,3 telah melakukan pemilihan pengurus lingkungan periode 2009-2012, dimulai dari lingkungan FX 1, kemudia FX 2, dan FX 3, sampai dengan berita ini dibuat belum dilakukan pemilihan pengurus untuk lingkungan Bintang Timur dan Laurensius

foto diatas, adalah suasana pada saat pemungutan suara, dimana dilakukan dengan cara sbb :

1. setiap KK mewakili 1 suara, dimana ada beberapa Kepala Keluarga yang tidak bisa datang mengirimkan nama yang akan dicalonkan. untuk dipilih

2. dari beberapa nama yang dicalonkan, disepakai 3 nama teratas terpilih, yang dicalonkan, dipilih kembali, untuk diajukan sebagai Ketua Lingkungan (FX-2) suara terbanyak pertama, kemudian Wakil ketua lingkungan sura terbanyak kedua dan bendahara. (dilakukan dengan 2x putaran)

3. Umat FX2, mempercayakan kepengurusan ketua Lingkungan kepada ibu Maria (pemilihan secara demokratis). dan juga warga FX1 masih mempercayakan ketua lingkungan dijabat oleh Bp. Budi.

=======================================

Usulan Vandel FX 1,2,3

 sejarah Santo Fransiskus Xaverius, santo pelindung lingkungan FX1,2,3 - Wilayah IV, Gereja Maria Bunda Karmel, Paroki Tomang

Santo Fransiskus Xaverius, Pengaku Iman

Francesco de Yassu Javier lahir di istana Xavier di Navarra, bagian utara Spanyol pada tanggal 7 April 1506. Orangtuanya seorang bangsawan kaya raya. Pendidikan dasarnya berlangsung di Navarra dan kemudian dilanjutkan di Universitas Paris pada usia 19/20 tahun. Di Paris ia selalu bergaul dengan orang-orang terpelajar dan terkemuka. Salah seorang teman pergaulan dan sahabatnya ialah Ignasius Loyola. Ignasius mempunyai pengaruh besar terhadap jalan hidup Fransiskus di kemudian hari sebagai seorang misionaris besar dalam sejarah Gereja. Pertanyaan dasar yang membuka lembaran hidupnya yang baru ialah: "Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia, namun kehilangan jiwanya?" Pertanyaan ini sungguh mempengaruhi sikapnya yang mengilhami jalan hidupnya sehingga ia berani mengabdikan seluruh hidupnya sebagai seorang Abdi Allah bagi penyebaran Injil dan pembangunan Kerajaan Allah di dunia.

Bersama Ignasius Loyola dan lima rekannya yang lain, termasuk Petrus Faber, Fransiskus mengikrarkan kaulnya pada tanggal 15 Agustus 1534 di gereja Montmatre. Upacara pengikraran kaul ini menandai awal berdirinya Serikat Yesus yang secara resmi direstui oleh Paus Paulus III (1534-1549) pada tahun 1540. Selain kaul kemiskinan dan kemurnian hidup, mereka juga berjanji untuk membantu Paus dalam usaha memberantas berbagai ajaran sesat dan menyebarluaskan iman Kristen. Fransiskus ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 24 Juni 1537. Setahun kemudian, ia berangkat ke Roma dan bersama Ignasius, ia menyelesaikan berbagai urusan yang berkaitan dengan pendirian Serikat Yesus dan misinya.

Pada tanggal 16 Maret 1540, Xaverius meninggalkan rekan-rekannya di Roma dan berangkat ke Portugal untuk memenuhi undangan Raja Yohanes III, yang meminta imam-imam Yesuit untuk mewartakan Injil di wilayah jajahan Portugis di India. Bersama dua rekannya dari Portugis, Fransiskus memulai perjalanan yang sulit itu pada tanggal 7 April 1541. Mereka tiba di Goa, India pada tanggal 6 Mei 1542 dan mulai berkarya di India Selatan dan Sri Langka.

Karyanya di Goa diberkati dengan keberhasilan yang gemilang. Dengan cara pewartaannya yang menarik dan kesalehan hidupnya, ia berhasil menawan hati banyak orang dan mempermandikan mereka menjadi pengikut-pengikut Kristus. Ia dengan berani membela orang-orang pribumi yang menderita karena tingkah penguasa sebangsa maupun penguasa kolonial yang korup sambil mengajari mereka ajaran-ajaran Kristen yang mengutamakan cinta kasih. Dalam sebuah suratnya kepada Ignasius pada tanggal15 Januari 1544, ia menulis: "Lenganku sering terasa sangat letih dan sakit karena membaptis begitu banyak orang dan mengajari mereka kewajiban-kewajiban iman Kristiani dalam bahasa mereka." Pada tahun berikutnya, sekitar tanggal 27 Januari, ia mengabarkan lagi ke Roma bahwa ia sudah mempermandikan kurang-lebih 10.000 orang dalam waktu satu bulan. Diceritakannya pula tentang kecintaan mereka padanya karena perbuatan-perbuatan baik dan ajaib yang dilakukannya di tengah-tengah mereka.

Selama tiga tahun (1542-1545), Fransiskus Xaverius mewartakan Injil di pantai Barat India. Semua perbuatannya yang agung itu terdengar juga hingga ke Malaka. Oleh karena itu, pada musim semi tahun 1545, ia tiba di Malaka dan mewartakan Injil di sana. Selama berada di sana ia memanfaatkan waktunya untuk membina akhlak dan hidup perkawinan penduduk Malaka yang sangat merosot karena kekayaan yang berlimpahruah. Ia rajin berkotbah dan mengajar orang-orang yang sudah lama tidak memperhatikan kebutuhan rohaninya. Demi keberhasilan karyanya ia dengan tekun mempelajari bahasa Melayu dan menerjemahkan ajaran-ajaran Kristen dan doa-doa dalam bahasa Melayu.

Awal tahun 1546, ia berlayar dengan kapal dagang ke gugusan kepulauan di Indonesia bagian timur, terutama di Maluku. Ia mencatat: "Para pelaut menyita seluruh waktuku dari pagi hingga malam: terus menerus mendengarkan pengakuan dosa, mengunjungi orang sakit, memberikan sakramen-sakramen dan penghiburan rohani kepada mereka yang akan meninggal dan sering pula berkotbah. Selama masa puasa saya kerjakan itu . . . Pulau Ambon banyak penduduknya, di antaranya tujuh desa yang beragama Kristen. Begitu tiba, saya mengunjungi desa-desa itu dan memberikan Sakramen Permandian kepada anak-anak yang belum menerimanya. Kira-kira 390 mil dari situ terdapat suatu negeri, Pantai Moro namanya. Konon, di sana banyak orang Kristen yang sama sekali belum mendapatkan pelajaran agama. Saya akan pergi ke sana secepatnya. Saya menulis laporan ini supaya kamu tahu, betapa kamu dibutuhkan di sini. Memang saya sadar, bahwa kamu diperlukan di India juga, tetapi pulau-pulau ini sangat membutuhkan pertolongan yang lebih besar lagi." Fransiskus mempermandikan kira-kira 1000 orang Ambon dan mempersiapkan kedatangan imam-imam baru. Lalu ia menuju ke Ternate pada bulan Juli 1546.

Setiap pagi Fransiskus berkotbah kepada saudagar-saudagar Portugis, yang seluruh pikirannya dijejali dengan urusan-urusan perdagangan rempah-rempah dan wanita. Malam hari ia mengumpulkan orang-orang berbahasa Melayu, melatih mereka baik-baik untuk mengerti dan menghafalkan doa-doa serta menyanyikan cerita-cerita Kitab Suci. Tentang hasil jerih-payahnya, ia meriulis: "Syukur kepada Allah! Di Ternate ini sudah menjadi kebiasaan, anak lelaki di jalan-jalan dan anak perempuan di rumah, para buruh di perkebunan dan nelayan-nelayan di laut, siang-malam menyanyikan lagu-lagu suci, bukan lagi nyanyian-nyanyian kotor. Mereka senang menyanyikan lagu Aku Percaya, Bapa Kami, Salam Maria, Sepuluh Perintah Allah, Perbuatan-perbuatan Belaskasih, Pengakuan Dosa Umum serta banyak lagu dan doa sejenis. Mereka itu, baik yang baru bertobat maupun yang masih kafir, menyanyi dalam bahasa mereka sendiri. Syukur kepada Allah bahwa saya dengan cepat disukai, baik oleh orang Portugis di pulau ini maupun oleh orang pribumi yang beragama Kristen dan yang bukan!" Setelah Fransiskus mengatur kedatangan pengganti-penggantinya, ia kembali ke Malaka untuk selanjutnya pergi ke Jepang.

Tentang rencana kerasulannya di Jepang ia menulis kepada Ignasius: "Iman kita harus diwartakan kepada orang-orang Jepang, sebab mereka mempunyai hasrat dan kerinduan yang besar untuk mendengarkan warta Injil dan menjadi Kristen." Pada tanggal 14 Juni 1549, Fransiskus berlayar ke Jepang ditemani oleh Pater Cosmas de Torres, Bruder Juan Fernandez, Anger, seorang Jepang yang sudah bertobat dan dua orang lainnya. Mereka tiba di Kagoshima, Kyushu pada tanggal 15 Agustus 1549. Mula-mula mereka berusaha mempelajari bahasa Jepang dan menerjemahkan ajaran-ajaran Kristen ke dalam bahasa daerah setempat. Dari Kagoshima, pada bulan Agustus 1550 Fransiskus bersama kawan-kawannya berlayar ke Honshu, pulau terbesar dari gugusan kepulauan Jepang. Orang-orang Jepang menyambut baik mereka dan sangat antusias mendengarkan pewartaan Injil. Mereka tertarik sekali dengan ajaran-ajaran Kristen yang disampaikan dengan penuh rasa hormat dan keberanian.

Satu setengah tahun di Jepang penuh dengan kerja keras. Kecemburuan dan perlawanan dari rahib-rahib Budha sangat gencar namun semuanya dapat diatasi. Pada tahun 1552 Xaverius didesak untuk kembali ke India guna menyelesaikan masalah-masalah administratif yang timbul selama ia tidak ada. Pater Torres dan Bruder Fernandez menetap di Jepang untuk melanjutkan karya misi di sana.
Setelah menyelesaikan masalah-masalah Yesuit di India, Xaverius mengalihkan perhatiannya ke Tiongkok, sebuah negara besar yang pada waktu itu tertutup bagi orang-orang asing. Pada bulan April 1552, ia berlayar menuju Cina dengan sebuah kapal Portugis dan didaratkan di pulau Sanchian, di depan muara sungai Chukiang. Di sana ia menunggu jemputan perahu yang bersedia menyelundupkannya ke daratan Tiongkok. Tetapi ia tiba-tiba jatuh sakit dan dalam waktu dua minggu ia menghembuskan nafas terakhir di sebuah gubug, ditemani hanya oleh seorang pemuda Tionghoa yang telah menemani dia dari Goa. Fransiskus meninggal dunia di Sanchian pada tanggal 3 Desember 1552.

Fransiskus Xaverius adalah seorang sahabat bagi semua orang. Ia sangat energik dan menarik, rendah hati dan penuh pengabdian. Sebagai seorang pendekar karya misi, ia mendirikan pusat-pusat katekumenat dan sekolah-sekolah, dan berusaha mendidik imam-imam pribumi di setiap tempat yang ia kunjungi. Demi keberhasilan karyanya ia dengan tekun mempelajari bahasa daerah.

Pastor Ludwig, sejarawan Gereja yang terkenal, menjuluki Fransiskus Xaverius sebagai seorang "Misionaris Perintis Agama Salib" di Asia dan misionaris terbesar semenjak Santo Paulus. Dengan semangat heroiknya, ia mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa Asia sambil tetap mengingatkan Gereja akan panggilannya untuk mewartakan Sabda Allah kepada semua bangsa. Pada tahun 1622 ia dinyatakan 'kudus' oleh Paus Gregorius XV (1621-1623). Karena teladan hidupnya, Paus Pius X (1903-1914) mengangkat dia sebagai pelindung utama karya misi.

sumber 

=======================================


berita sebelumnya


Alkitab Interlinear
Ekaristi.org
K I T A B


:-


Ringkasan 21 Konsili

Konsili Nicaea - 325 A.D.

Konsili Constantinople 1 - 381 A.D.

Konsili Ephesus - 431 A.D.

Konsili Chalderon - 451 A.D

Konsili Constantinople 2 - 553 A.D.

Konsili Constantinople 3 - 680-681 A.D.

Konsili Nicaea 2 - 787 A.D.

Konsili Constantinople 4 - 869-870 A.D

Konsili Lateran 1 - 1123 A.D

Konsili Lateran 2 - 1139 A.D

Konsili Lateran 3 - 1179 A.D

Konsili Lateran 4 - 1215

Konsili Lyons 1 - 1245 A.D.

Konsili Lyons  2 - 1274

Konsili Vienne 1311-1312 A.D

Konsili Constance 1414 - 18

Konsili Florence - 1431-35

Konsili Lateran 5 - 1512-17 A.D

Konsili Trent 1545-1563

Konsili Vatican I - 1869-1870

Konsili Vatican II - 1962-1965


Dokumen Konsili Vatican II

Dei Verbum

Lumen Gentium

Sacrosanctum Concilium

Gaudium Et Spes

Gravissimum Educationis

Nostra Aetate

Dignitatis Humanae

Ad Gentes

Presbyterorum Ordinis

Apostolicam Actuositatem

Optatam Totius

Perfectae Caritas

Christus Dominus

Unitatis Redintegratio

Orientalium Ecclesiarium

Inter Mirifica