Fokus Kampus‎ > ‎

Kegiatan Mahasiswa


Gerakan Mahasiswa Di Indonesia

diposkan pada tanggal 13 Agt 2010 07.33 oleh baak unikarta   [ diperbarui13 Agt 2010 07.40 ]

Gerakan mahasiswa di Indonesia adalah kegiatan kemahasiswaan yang ada di dalam maupun di luar perguruan tinggi yang dilakukan untuk meningkatkan kecakapan, intelektualitas dan kemampuan kepemimpinan para aktivis yang terlibat di dalamnya.

Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, gerakan mahasiswa seringkali menjadi cikal bakal perjuangan nasional, seperti yang tampak dalam lembaran sejarah bangsa.


Sejarah

1908

Boedi Oetomo, merupakan wadah perjuangan yang pertama kali memiliki struktur pengorganisasian modern. Didirikan di Jakarta, 20 Mei 1908 oleh pemuda-pelajar-mahasiswa dari lembaga pendidikan STOVIA, wadah ini merupakan refleksi sikap kritis dan keresahan intelektual terlepas dari primordialisme Jawa yang ditampilkannya.

Pada konggres yang pertama di Yogyakarta, tanggal 5 Oktober 1908 menetapkan tujuan perkumpulan : Kemajuan yang selaras buat negeri dan bangsa, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan dagang, teknik dan industri, serta kebudayaan.

Dalam 5 tahun permulaan BU sebagai perkumpulan, tempat keinginan-keinginan bergerak maju dapat dikeluarkan, tempat kebaktian terhadap bangsa dinyatakan, mempunyai kedudukan monopoli dan oleh karena itu BU maju pesat, tercatat akhir tahun 1909 telah mempunyai 40 cabang dengan lk.10.000 anggota.

Disamping itu, para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Belanda, salah satunya Mohammad Hatta yang saat itu sedang belajar di Nederland Handelshogeschool di Rotterdammendirikan Indische Vereeninging yang kemudian berubah nama menjadi Indonesische Vereeninging tahun 1922, disesuaikan dengan perkembangan dari pusat kegiatan diskusi menjadi wadah yang berorientasi politik dengan jelas. Dan terakhir untuk lebih mempertegas identitas nasionalisme yang diperjuangkan, organisasi ini kembali berganti nama baru menjadiPerhimpunan Indonesia, tahun 1925.

Berdirinya Indische Vereeninging dan organisasi-organisasi lain,seperti: Indische Partij yang melontarkan propaganda kemerdekaan Indonesia, Sarekat Islam, dan Muhammadiyah yang beraliran nasionalis demokratis dengan dasar agama, Indische Sociaal Democratische Vereeninging (ISDV) yang berhaluan Marxisme, menambah jumlah haluan dan cita-cita terutama ke arah politik. Hal ini di satu sisi membantu perjuangan rakyat Indonesia, tetapi di sisi lain sangat melemahkan BU karena banyak orang kemudian memandang BU terlalu lembek oleh karena hanya menuju "kemajuan yang selaras" dan terlalu sempit keanggotaannya (hanya untuk daerah yang berkebudayaan Jawa) meninggalkan BU. Oleh karena cita-cita dan pemandangan umum berubah ke arah politik, BU juga akhirnya terpaksa terjun ke lapangan politik.

Kehadiran Boedi Oetomo,Indische Vereeninging, dll pada masa itu merupakan suatu episode sejarah yang menandai munculnya sebuah angkatan pembaharu dengan kaum terpelajar dan mahasiswa sebagai aktor terdepannya, yang pertama dalam sejarah Indonesia : generasi 1908, dengan misi utamanya menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan hak-hak kemanusiaan dikalangan rakyat Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan, dan mendorong semangat rakyat melalui penerangan-penerangan pendidikan yang mereka berikan, untuk berjuang membebaskan diri dari penindasan kolonialisme.

1928

Pada pertengahan 1923, serombongan mahasiswa yang bergabung dalam Indonesische Vereeninging (nantinya berubah menjadi Perhimpunan Indonesia) kembali ke tanah air. Kecewa dengan perkembangan kekuatan-kekuatan perjuangan di Indonesia, dan melihat situasi politik yang di hadapi, mereka membentuk kelompok studi yang dikenal amat berpengaruh, karena keaktifannya dalam diskursus kebangsaan saat itu. Pertama, adalah Kelompok Studi Indonesia (Indonesische Studie-club) yang dibentuk di Surabaya pada tanggal 29 Oktober1924 oleh Soetomo. Kedua, Kelompok Studi Umum (Algemeene Studie-club) direalisasikan oleh para nasionalis dan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik di Bandung yang dimotori olehSoekarno pada tanggal 11 Juli 1925.

Diinspirasi oleh pembentukan Kelompok Studi Surabaya dan Bandung, menyusul kemudian Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), prototipe organisasi yang menghimpun seluruh elemen gerakan mahasiswa yang bersifat kebangsaan tahun 1926, Kelompok Studi St. Bellarmius yang menjadi wadah mahasiswa Katolik, Cristelijke Studenten Vereninging (CSV) bagi mahasiswa Kristen, dan Studenten Islam Studie-club (SIS) bagi mahasiswa Islam pada tahun 1930-an.

Dari kebangkitan kaum terpelajar, mahasiswa, intelektual, dan aktivis pemuda itulah, munculnya generasi baru pemuda Indonesia yang memunculkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda dicetuskan melalui Konggres Pemuda II yang berlangsung di Jakarta pada 26-28 Oktober 1928, dimotori oleh PPPI.

1945

Dalam perkembangan berikutnya, dari dinamika pergerakan nasional yang ditandai dengan kehadiran kelompok-kelompok studi, dan akibat pengaruh sikap penguasa Belanda yang menjadi Liberal, muncul kebutuhan baru untuk menjadi partai politik, terutama dengan tujuan memperoleh basis massa yang luas. Kelompok Studi Indonesia berubah menjadi Partai Bangsa Indonesia (PBI), sedangkan Kelompok Studi Umum menjadi Perserikatan Nasional Indonesia (PNI).

Secara umum kondisi pendidikan maupun kehidupan politik pada zaman pemerintahan Jepang jauh lebih represif dibandingkan dengan kolonial Belanda, antara lain dengan melakukan pelarangan terhadap segala kegiatan yang berbau politik; dan hal ini ditindak lanjuti dengan membubarkan segala organisasi pelajar dan mahasiswa, termasuk partai politik, serta insiden kecil di Sekolah Tinggi Kedokteran Jakarta yang mengakibatkan mahasiswa dipecat dan dipenjarakan.

Praktis, akibat kondisi yang vacuum tersebut, maka mahasiswa kebanyakan akhirnya memilih untuk lebih mengarahkan kegiatan dengan berkumpul dan berdiskusi, bersama para pemuda lainnya terutama di asrama-asrama. Tiga asrama yang terkenal dalam sejarah, berperan besar dalam melahirkan sejumlah tokoh, adalah Asrama Menteng Raya, Asrama Cikini, dan Asrama Kebon Sirih. Tokoh-tokoh inilah yang nantinya menjadi cikal bakal generasi 1945, yang menentukan kehidupan bangsa.

Salah satu peran angkatan muda 1945 yang bersejarah, dalam kasus gerakan kelompok bawah tanah yang antara lain dipimpin oleh Chairul Saleh dan Soekarni saat itu, yang terpaksa menculik dan mendesak Soekarno dan Hatta agar secepatnya memproklamirkan kemerdekaan, peristiwa ini dikenal kemudian dengan peristiwa Rengasdengklok.

1966

Sejak kemerdekaan, muncul kebutuhan akan aliansi antara kelompok-kelompok mahasiswa, diantaranya Perserikatan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PPMI), yang dibentuk melalui Kongres Mahasiswa yang pertama di Malang tahun 1947.

Selanjutnya, dalam masa Demokrasi Liberal (1950-1959), seiring dengan penerapan sistem kepartaian yang majemuk saat itu, organisasi mahasiswa ekstra kampus kebanyakan merupakan organisasi dibawah partai-partai politik. Misalnya, PMKRI Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia dengan Partai Katholik,Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dekat dengan PNI, Concentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) dekat dengan PKI, Gerakan Mahasiswa Sosialis Indonesia (Gemsos) dengan PSI, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berafiliasi dengan Partai NU, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan Masyumi, dan lain-lain.

Diantara organisasi mahasiswa pada masa itu, CGMI lebih menonjol setelah PKI tampil sebagai salah satu partai kuat hasil Pemilu 1955. CGMI secara berani menjalankan politik konfrontasi dengan organisasi mahasiswa lainnya, bahkan lebih jauh berusaha mempengaruhi PPMI, kenyataan ini menyebabkan perseteruan sengit antara CGMI dengan HMI dan, terutama dipicu karena banyaknya jabatan kepengurusan dalam PPMI yang direbut dan diduduki oleh CGMI dan juga GMNI-khususnya setelah Konggres V tahun 1961.

Mahasiswa membentuk Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) tanggal 25 Oktober 1966 yang merupakan hasil kesepakatan sejumlah organisasi yang berhasil dipertemukan oleh Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pendidikan (PTIP) Mayjen dr. Syarief Thayeb, yakni PMKRI, HMI,PMII,Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Sekretariat Bersama Organisasi-organisasi Lokal (SOMAL), Mahasiswa Pancasila (Mapancas), dan Ikatan Pers Mahasiswa (IPMI). Tujuan pendiriannya, terutama agar para aktivis mahasiswa dalam melancarkan perlawanan terhadap PKI menjadi lebih terkoordinasi dan memiliki kepemimpinan.

Munculnya KAMI diikuti berbagai aksi lainnya, seperti Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI), dan lain-lain.

Pada tahun 1965 dan 1966, pemuda dan mahasiswa Indonesia banyak terlibat dalam perjuangan yang ikut mendirikan Orde Baru. Gerakan ini dikenal dengan istilah Angkatan '66, yang menjadi awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara nasional, sementara sebelumnya gerakan-gerakan mahasiswa masih bersifat kedaerahan. Tokoh-tokoh mahasiswa saat itu adalah mereka yang kemudian berada pada lingkar kekuasaan Orde Baru, di antaranya Cosmas Batubara (Eks Ketua Presidium KAMI Pusat), Sofyan Wanandi, Yusuf Wanandi ketiganya dari PMKRI,Akbar Tanjung dari HMI dll. Angkatan '66 mengangkat isu Komunis sebagai bahaya laten negara. Gerakan ini berhasil membangun kepercayaan masyarakat untuk mendukung mahasiswa menentang Komunis yang ditukangi oleh PKI (Partai Komunis Indonesia). Setelah Orde Lama berakhir, aktivis Angkatan '66 pun mendapat hadiah yaitu dengan banyak yang duduk di kursi DPR/MPR serta diangkat dalam kabibet pemerintahan Orde Baru. di masa ini ada salah satu tokoh yang sangat idealis,yang sampai sekarang menjadi panutan bagi mahasiswa-mahasiswa yang idealis setelah masanya,dia adalah seorang aktivis yang tidak peduli mau dimusuhi atau didekati yang penting pandangan idealisnya tercurahkan untuk bangsa ini,dia adealah soe hok gie

1974

Realitas berbeda yang dihadapi antara gerakan mahasiswa 1966 dan 1974, adalah bahwa jika generasi 1966 memiliki hubungan yang erat dengan kekuatan militer, untuk generasi 1974 yang dialami adalah konfrontasi dengan militer.

Sebelum gerakan mahasiswa 1974 meledak, bahkan sebelum menginjak awal 1970-an, sebenarnya para mahasiswa telah melancarkan berbagai kritik dan koreksi terhadap praktek kekuasaan rezim Orde Baru, seperti:
Golput yang menentang pelaksanaan pemilu pertama di masa Orde Baru pada 1972 karena Golkar dinilai curang.
Gerakan menentang pembangunan Taman Mini Indonesia Indah pada 1972 yang menggusur banyak rakyat kecil yang tinggal di lokasi tersebut.

Diawali dengan reaksi terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), aksi protes lainnya yang paling mengemuka disuarakan mahasiswa adalah tuntutan pemberantasan korupsi. Lahirlah, selanjutnya apa yang disebut gerakan "Mahasiswa Menggugat" yang dimotori Arif Budiman yang progaram utamanya adalah aksi pengecaman terhadap kenaikan BBM, dan korupsi.

Menyusul aksi-aksi lain dalam skala yang lebih luas, pada 1970 pemuda dan mahasiswa kemudian mengambil inisiatif dengan membentuk Komite Anti Korupsi (KAK) yang diketuai olehWilopo. Terbentuknya KAK ini dapat dilihat merupakan reaksi kekecewaan mahasiswa terhadap tim-tim khusus yang disponsori pemerintah, mulai dari Tim Pemberantasan Korupsi (TPK), Task Force UI sampai Komisi Empat.

Berbagai borok pembangunan dan demoralisasi perilaku kekuasaan rezim Orde Baru terus mencuat. Menjelang Pemilu 1971, pemerintah Orde Baru telah melakukan berbagai cara dalam bentuk rekayasa politik, untuk mempertahankan dan memapankan status quo dengan mengkooptasi kekuatan-kekuatan politik masyarakat antara lain melalui bentuk perundang-undangan. Misalnya, melalui undang-undang yang mengatur tentang pemilu, partai politik, dan MPR/DPR/DPRD.

Muncul berbagai pernyataan sikap ketidakpercayaan dari kalangan masyarakat maupun mahasiswa terhadap sembilan partai politik dan Golongan Karya sebagai pembawa aspirasi rakyat. Sebagai bentuk protes akibat kekecewaan, mereka mendorang munculnya Deklarasi Golongan Putih (Golput) pada tanggal 28 Mei 1971 yang dimotori oleh Arif Budiman, Adnan Buyung Nasution, Asmara Nababan.

Dalam tahun 1972, mahasiswa juga telah melancarkan berbagai protes terhadap pemborosan anggaran negara yang digunakan untuk proyek-proyek eksklusif yang dinilai tidak mendesak dalam pembangunan,misalnya terhadap proyek pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di saat Indonesia haus akan bantuan luar negeri.

Protes terus berlanjut. Tahun 1972, dengan isu harga beras naik, berikutnya tahun 1973 selalu diwarnai dengan isu korupsi sampai dengan meletusnya demonstrasi memprotes PM Jepang Kakuei Tanaka yang datang ke Indonesia dan peristiwa Malari pada 15 Januari 1974. Gerakan mahasiswa di Jakarta meneriakan isu "ganyang korupsi" sebagai salah satu tuntutan "Tritura Baru" disamping dua tuntutan lainnya Bubarkan Asisten Pribadi dan Turunkan Harga; sebuah versi terakhir Tritura yang muncul setelah versi koran Mahasiswa Indonesia di Bandung sebelumnya. Gerakan ini berbuntut dihapuskannya jabatan Asisten Pribadi Presiden.

1978

Setelah peristiwa Malari, hingga tahun 1975 dan 1976, berita tentang aksi protes mahasiswa nyaris sepi. Mahasiswa disibukkan dengan berbagai kegiatan kampus disamping kuliah sebagain kegiatan rutin, dihiasi dengan aktivitas kerja sosial, Kuliah Kerja Nyata (KKN), Dies Natalis, acara penerimaan mahasiswa baru, dan wisuda sarjana. Meskipun disana-sini aksi protes kecil tetap ada.

Menjelang dan terutama saat-saat antara sebelum dan setelah Pemilu 1977, barulah muncul kembali pergolakan mahasiswa yang berskala masif. Berbagai masalah penyimpangan politik diangkat sebagai isu, misalnya soal pemilu mulai dari pelaksanaan kampanye, sampai penusukan tanda gambar, pola rekruitmen anggota legislatif, pemilihan gubernur dan bupati di daerah-daerah, strategi dan hakekat pembangunan, sampai dengan tema-tema kecil lainnya yang bersifat lokal. Gerakan ini juga mengkritik strategi pembangunan dan kepemimpinan nasional.

Awalnya, pemerintah berusaha untuk melakukan pendekatan terhadap mahasiswa, maka pada tanggal 24 Juli 1977 dibentuklah Tim Dialog Pemerintah yang akan berkampanye di berbagai perguruan tinggi. Namun demikian, upaya tim ini ditolak oleh mahasiswa. Pada periode ini terjadinya pendudukan militer atas kampus-kampus karena mahasiswa dianggap telah melakukan pembangkangan politik, penyebab lain adalah karena gerakan mahasiswa 1978 lebih banyak berkonsentrasi dalam melakukan aksi diwilayah kampus. Karena gerakan mahasiswa tidak terpancing keluar kampus untuk menghindari peristiwa tahun 1974, maka akhirnya mereka diserbu militer dengan cara yang brutal. Hal ini kemudian diikuti oleh dihapuskannya Dewan Mahasiswa dan diterapkannya kebijakan NKK/BKK di seluruh Indonesia.

Soeharto terpilih untuk ketiga kalinya dan tuntutan mahasiswa pun tidak membuahkan hasil. Meski demikian, perjuangan gerakan mahasiswa 1978 telah meletakkan sebuah dasar sejarah, yakni tumbuhnya keberanian mahasiswa untuk menyatakan sikap terbuka untuk menggugat bahkan menolak kepemimpinan nasional.
[sunting]Era NKK/BKK

Setelah gerakan mahasiswa 1978, praktis tidak ada gerakan besar yang dilakukan mahasiswa selama beberapa tahun akibat diberlakukannya konsep Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) oleh pemerintah secara paksa.

Kebijakan NKK dilaksanakan berdasarkan SK No.0156/U/1978 sesaat setelah Dooed Yusuf dilantik tahun 1979. Konsep ini mencoba mengarahkan mahasiswa hanya menuju pada jalur kegiatan akademik, dan menjauhkan dari aktivitas politik karena dinilai secara nyata dapat membahayakan posisi rezim. Menyusul pemberlakuan konsep NKK, pemerintah dalam hal iniPangkopkamtib Soedomo melakukan pembekuan atas lembaga Dewan Mahasiswa, sebagai gantinya pemerintah membentuk struktur keorganisasian baru yang disebut BKK. Berdasarkan SK menteri P&K No.037/U/1979 kebijakan ini membahas tentang Bentuk Susunan Lembaga Organisasi Kemahasiswaan di Lingkungan Perguruan Tinggi, dan dimantapkan dengan penjelasan teknis melalui Instruksi Dirjen Pendidikan Tinggi tahun 1978 tentang pokok-pokok pelaksanaan penataan kembali lembaga kemahasiswaan di Perguruan Tinggi.

Kebijakan BKK itu secara implisif sebenarnya melarang dihidupkannya kembali Dewan Mahasiswa, dan hanya mengijinkan pembentukan organisasi mahasiswa tingkat fakultas (Senat Mahasiswa Fakultas-SMF) dan Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (BPMF). Namun hal yang terpenting dari SK ini terutama pemberian wewenang kekuasaan kepada rektor dan pembantu rektor untuk menentukan kegiatan mahasiswa, yang menurutnya sebagai wujud tanggung jawab pembentukan, pengarahan, dan pengembangan lembaga kemahasiswaan.

Dengan konsep NKK/BKK ini, maka peranan yang dimainkan organisasi intra dan ekstra kampus dalam melakukan kerjasama dan transaksi komunikasi politik menjadi lumpuh. Ditambah dengan munculnya UU No.8/1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan maka politik praktis semakin tidak diminati oleh mahasiswa, karena sebagian Ormas bahkan menjadi alat pemerintah atau golongan politik tertentu. Kondisi ini menimbulkan generasi kampus yang apatis, sementara posisi rezim semakin kuat.

Sebagai alternatif terhadap suasana birokratis dan apolitis wadah intra kampus, di awal-awal tahun 80-an muncul kelompok-kelompok studi yang dianggap mungkin tidak tersentuh kekuasaan refresif penguasa. Dalam perkembangannya eksistensi kelompok ini mulai digeser oleh kehadiran wadah-wadah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tumbuh subur pula sebagai alternatif gerakan mahasiswa. Jalur perjuangan lain ditempuh oleh para aktivis mahasiswa dengan memakai kendaraan lain untuk menghindari sikap represif pemerintah, yaitu dengan meleburkan diri dan aktif di Organisasi kemahasiswaan ekstra kampus seperti HMI (himpunan mahasiswa islam), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), GMNI(Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia), GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) atau yang lebih dikenal dengankelompok Cipayung. Mereka juga membentuk kelompok-kelompok diskusi dan pers mahasiswa.

Beberapa kasus lokal yang disuarakan LSM dan komite aksi mahasiswa antara lain: kasus tanah waduk Kedung Ombo, Kacapiring, korupsi di Bapindo, penghapusan perjudian melalui Porkas/TSSB/SDSB.

1990

Memasuki awal tahun 1990-an, di bawah Mendikbud Fuad Hasan kebijakan NKK/BKK dicabut dan sebagai gantinya keluar Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan (PUOK). Melalui PUOK ini ditetapkan bahwa organisasi kemahasiswaan intra kampus yang diakui adalah Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT), yang didalamnya terdiri dari Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Dikalangan mahasiswa secara kelembagaan dan personal terjadi pro kontra, menamggapi SK tersebut. Oleh mereka yang menerima, diakui konsep ini memiliki sejumlah kelemahan namun dipercaya dapat menjadi basis konsolidasi kekuatan gerakan mahasiswa. Argumen mahasiswa yang menolak mengatakan, bahwa konsep SMPT tidak lain hanya semacam hiden agenda untuk menarik mahasiswa ke kampus dan memotong kemungkinan aliansi mahasiswa dengan kekuatan di luar kampus.

Dalam perkembangan kemudian, banyak timbul kekecewaan di berbagai perguruan tinggi karena kegagalan konsep ini. Mahasiswa menuntut organisasi kampus yang mandiri, bebas dari pengaruh korporatisasi negara termasuk birokrasi kampus. Sehingga, tidaklah mengherankan bila akhirnya berdiri Dewan Mahasiswa di UGM tahun 1994 yang kemudian diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di tanah air sebagai landasan bagi pendirian model organisasi kemahasiswaan alternatif yang independen.

Dengan dihidupkannya model-model kelembagaan yang lebih independen, meski tidak persis serupa dengan Dewan Mahasiswa yang pernah berjaya sebelumnya upaya perjuangan mahasiswa untuk membangun kemandirian melalui SMPT, menjadi awal kebangkitan kembali mahasiswa ditahun 1990-an.

Gerakan yang menuntut kebebasan berpendapat dalam bentuk kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik di dalam kampus pada 1987 - 1990 sehingga akhirnya demonstrasi bisa dilakukan mahasiswa di dalam kampus perguruan tinggi. Saat itu demonstrasi di luar kampus termasuk menyampaikan aspirasi dengan longmarch ke DPR/DPRD tetap terlarang.

1998

Gerakan 1998 menuntut reformasi dan dihapuskannya "KKN" (korupsi, kolusi dan nepotisme) pada 1997-1998, lewat pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa, akhirnya memaksa Presiden Soeharto melepaskan jabatannya. Berbagai tindakan represif yang menewaskan aktivis mahasiswa dilakukan pemerintah untuk meredam gerakan ini di antaranya:Peristiwa Cimanggis, Peristiwa Gejayan, Tragedi Trisakti, Tragedi Semanggi I dan II , Tragedi Lampung. Gerakan ini terus berlanjut hingga pemilu 1999.

SAMBUTAN REKTOR UNIVERSITAS KUTAI KARTANEGARA

diposkan pada tanggal 3 Agt 2010 00.48 oleh baak unikarta   [ diperbarui16 Okt 2010 14.14 ]

SAMBUTAN REKTOR

UNIVERSITAS KUTAI KARTANEGARA

Disampaikan dalam acara Pelepasan Mahasiswa KKN Angkatan XII Tahun 2010 Universitas Kutai Kartanegara, di Tenggarong, Selasa, 20 Juli 2010.


Kepada Yang Terhormat :

  • Ibu Bupati Kutai Kartanegara;
  • Bapak/Ibu Pejabat Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara;
  • Kepala Bapemas dan Pemdes Kabupaten Kutai Kartanegara;
  • Bapak Camat Sebulu dan Camat Samboja, beserta Bapak/Ibu Lurah/Kepala Desa di Kecamatan Sebulu dan Kecamatan Samboja;
  • Para Dekan dan Pembantu Dekan di lingkungan Universitas Kutai Kartanegara;
  • Para Kepala Biro/Unit/Lembaga di lingkungan Universitas Kutai Kartanegara;
  • Bapak/Ibu Dosen Supervisor / Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Universitas Kutai Kartanegara Angkatan XII Tahun 2010;
  • Panitia Pelaksana KKN Universitas Kutai Kartanegara Angkatan XII Tahun 2010;
  • Para Dosen di lingkungan Universita Kutai Kartanegara; dan
  • Para Mahasiswa Peserta KKN Universitas Kutai Kartanegara Angkatan XII Tahun 2010, yang berbahagia.

Assalaamu’laikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillah. Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini kita dapat berhadir di tempat ini guna mengikuti salah satu rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Angkatan XII Tahun 2010. Dalam kesempatan ini terlebih dahulu saya menyampaikan ucapan selamat kepada Panitia Pelaksana KKN Unikarta Angkatan XII Tahun 2010 yang telah bekerja optimal dalam menyukseskan kegiatan ini. Semoga apa yang telah dilakukan mendapatkan ganjaran di sisi Allah SWT., Amin.

Sholawat dan Salam semoga senantiasa tercurah ke haribaan junjungan kita Nabi Muhammad SAW., karena suri teladan beliaulah yang selalu menuntun kita semua agar senantiasa berada di  jalan kebaikan. Semoga, keberkahan selalu dilimpahkan bagi kita semua, terkhusus bagi daerah kita tercinta Kabupaten Kutai Kartanegara.

Bapak, Ibu, Hadirin yang saya hormati,

Kegiatan KKN di Unikarta adalah salah satu program wajib dalam setiap tahun akademik bagi para mahasiswa, sebelum masa purna mereka mengikuti kegiatan akademik dan dinyatakan lulus sebagai sarjana (S-1). Kegiatan KKN ini menjadi mata kuliah wajib, khususnya di beberapa fakultas, seperti : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Hukum (FAHUM), dan Fakultas Pertanian (FAPERTA). Sedangkan, di beberapa fakultas lainnya menjadi mata kuliah pilihan, seperti di Fakultas Ekonomi (FEKON) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Adapun pada Fakultas Teknik (FATEK), mata kuliah pengabdian masyarakat menjadi mata kuliah praktek profesi (berupa : ekskursi/praktek lapangan).

Di antara keragaman implementasi misi Tri Dharma Perguruan Tinggi (yang di dalamnya, mencakup : Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat) oleh institusi dan civitas akademika Unikarta ini, saya kira, kegiatan pengabdian masyarakat seperti KKN ini tetap menjadi pilihan yang baik untuk mewujudkan sinergitas antara masyarakat kampus dan masyarakat warga negara. Karena sifat dari kegiatan KKN ini adalah menerapkan ilmu pengetahuan teoretik (applying of knowledge and science) yang telah diterima mahasiswa selama menempuh studi di bangku perkuliahan dan memberikannya kepada masyarakat sebagai wahana pengetahuan praktis (transfering of knowledge).

Oleh karena itu, sangat besar harapan saya kepada berbagai pihak yang berkompeten untuk turut membantu pelaksanaan kegiatan KKN Unikarta ini sehingga benar-benar menjadi media pembelajaran praktis kepada para mahasiswa kami. Khususnya kepada Bapak Camat Samboja dan Camat Sebulu beserta Bapak/Ibu Lurah dan Kepala Desa yang wilayahnya menjadi lokasi mahasiswa KKN Unikarta. Arahan dan bimbingan dari Bapak dan Ibu sekalian kepada para mahasiswa kami sangat kami harapkan.

Terlebih kepada Bapak/Ibu Dosen Supervisor/Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Unikarta Angkatan XII Tahun 2010, tugas yang diemban oleh Bapak dan Ibu Dosen dalam membimbing, mengarahkan, memberi nasehat dan memberikan penilaian kepada para mahasiswa peserta KKN Unikarta Angkatan XII Tahun 2010 ini agar dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Sehingga, pada akhir pelaksanaan kegiatan KKN nanti, harapan sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Saudari Ketua Panitia Pelaksana KKN Unikarta, seperti : meningkatkan kesadaran diri (self-awareness) terhadap realitas kehidupan bermasyarakat, meningkatkan tanggungjawab pribadi dan sosial (personal and social responsibility) terhadap pelbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat; dan, meningkatkan kesadaran diri terhadap peran sosial (self-awareness of social role) dan perannya selaku akademisi (self-awareness of academician role) yang akan hidup berdampingan di tengah-tengah lingkungan kemasyarakatan, benar-benar dapat diwujudkan.

Bapak, Ibu, Hadirin yang saya hormati,

Visi Unikarta, sebagaimana tertuang dalam Statuta Unikarta Tahun 2007, yakni : “Menjadikan Unikarta pada tahun 2015 sebagai salah satu pusat pengembangan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (Centre of Human Resource Development) menuju masyarakat berketrampilan (Skill Based Society) yang profesional, kompetitif, mandiri dan bermoral, bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan dan kemaslahatan diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan umat manusia (kemanusiaan)” adalah arah kebijakan strategis yang tengah ditempuh oleh komponen civitas akademika. Oleh karena itu, ke depan pencapaian kerja Unikarta sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di daerah  adalah mengawal terwujudnya visi itu melalui proses : perencanaan matang, pengarahan program yang terorganisir, serta menggerakkan segenap lapisan civitas akademika agar berkemauan dan berkemampuan untuk memberikan pengabdian yang terbaik di dalam membangun dan meningkatkan peran institusi di tengah-tengah masyarakat.

Dalam upaya tersebut saat ini Unikarta tengah bekerja keras menumbuhkembangkan karakter good university governance yang menjunjung tinggi aspek keberadilan, sikap akuntabilitas, responsibilitas dan transparansi. Selain itu, Unikarta saat ini tengah mengkaji pelbagai persoalan yang berkaitan dengan aspek relevansi dan kualitas proses pembelajaran mahasiswa di perguruan tinggi pada setiap program studi. Dan perlu saya sampaikan dalam kesempatan ini kepada Ibu Bupati Kutai Kartanegara bahwa beberapa program studi di Unikarta saat ini telah mengantongi status akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Seperti : FAPERTA dengan Program Studi Agroteknologi dan Agrobisnis, masing-masing dengan predikat B, FEKON dengan Program Studi Manajemen, dengan predikat C, dan FISIP dengan Program Studi Ilmu Administrasi Negara dengan predikat B. Sedangkan,  FKIP dengan Program Studi Bahasa Inggris dan Teknologi Pendidikan, FAI dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam, FAHUM dengan Program Studi Ilmu Hukum, serta FATEK dengan Program Studi Geologi (S-1) dan Pertambangan (D-3), keseluruhannya sedang dalam tahap pengusulan ke BAN-PT. Mudah-mudahan pada tahun ini atau tahun 2011 nanti, semuanya dapat diakreditasi dengan predikat minimal C.

Bapak, Ibu, Hadirin yang saya hormati,

Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui visi GERBANG RAJA saya anggap cocok dengan berbagai upaya yang tengah dirintis oleh Unikarta di bidang pendidikan tinggi. Salah satu misi yang telah digagas dan tengah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara saat ini melalui kepemimpinan Ibu Rita Widyasari, S.Sos., MM., seperti : “Menumbuhkan kualitas dan daya saing menuju Sumber Daya Manusia (Human Resource) yang unggul, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa”, patut untuk didukung oleh semua komponen yang berkompeten di bidang pendidikan, terlebih praktisi dunia pendidikan tinggi. Mengapa?. Karena, melalui keterlibatan aktif semua pihak di dalam mengawal dan menjalankan grand strategy ini dapat menjadi parameter bagi pengembangan daerah kita ini sehingga SDM-nya menjadi lebih baik, lebih kompetitif dan lebih mumpuni tentunya di dalam menata perkembangan pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Namun, ada satu hal yang perlu diajukan di sini, yaitu, perlu adanya kesepahaman dan komitmen bersama untuk mewujudkan semua itu demi kemaslahatan masa depan daerah kita tercinta.

Oleh karena itu, kepada Ibu Rita Widyasari, S.Sos., MM., selaku Bupati Kutai Kartanegara, saya mengajak, mari kita bersama-sama, antara pihak pemerintah dan pihak masyarakat perguruan tinggi, mewujudkan perbaikan kualitas dan mutu SDM di daerah ini.

Hadirin yang saya hormati,

Sebelum saya mengakhiri kata sambutan ini, saya berpesan kepada seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan KKN Angkatan XII Tahun 2010 kali ini. Dan terkhusus kepada peserta KKN Unikarta saya pesankan agar benar-benar melaksanakan tugas pengabdian masyarakatnya dalam kegiatan KKN ini. Tunjukkan bahwa sebagai mahasiswa di daerah, anda semua benar-benar mampu memberikan yang terbaik bagi daerah anda yang tercinta ini.

Terkhusus kepada yang terhormat :

1.  Bupati Kutai Kartanegara, Ibu Rita Widyasari, S.Sos., MM., saya  atas nama seluruh komponen civitas akademika mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas perkenan Ibu dalam memberikan dukungan penuh terhadap  pelaksanaan kegiatan KKN Unikarta.

2.  Bapak Kepala Bapemas dan Pemdes Kutai Kartanegara yang telah membantu proses pelaksanaan KKN Unikarta.

3.  Bapak Camat Sebulu dan Bapak Camat Samboja beserta para Lurah dan Kepala Desa yang telah bersedia menerima kehadiran mahasiswa Unikarta peserta KKN di wilayah masing-masing.

4.  Dan kepada seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan KKN Unikarta ini, kami dari pihak kampus menghargai seluruh usaha yang diberikan guna kesuksesan proses pembelajaran kepada para mahasiswa kami. Semoga bantuan Bapak/Ibu/Saudara/i sekalian mendapat ganjaran yang setimpal dari Allah SWT.

Akhirnya, dengan penuh harapan, saya meminta Ibu Bupati Kutai Kartanegara, nantinya dapat melepas secara resmi keberangkatan mahasiswa dan mahasiswi kami untuk melaksanakan tugas pengabdian masyarakat mereka.

Wallahul Muwafiq Wal Hadi Ila Sabilil Haq

Wabillahittaufiq Wal Hidayah

Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tenggarong, 20 Juli 2010.

UNIVERSITAS KUTAI KARTANEGARA

R E K T O R,

Ttd.

Prof. DR. Ir. H. M. ASWIN, MM.

LAPORAN KETUA PANITIA PELAKSANA

diposkan pada tanggal 3 Agt 2010 00.43 oleh baak unikarta   [ diperbarui16 Okt 2010 14.16 ]

LAPORAN KETUA PANITIA PELAKSANA
KULIAH KERJA NYATA (KKN) ANGKATAN XII TAHUN 2010
UNIVERSITAS KUTAI KARTANEGARA

Disampaikan dalam acara Pembukaan Kegiatan Santiaji
KKN Angkatan XII Tahun 2010 Universitas Kutai Kartanegara, di Tenggarong, 16 Juli 2010.

Oleh :


Aini, S.Sos., M.Si.


Kepada Yang Terhormat :

  • Kepala BAPEMAS dan PEMDES Kabupaten Kutai Kartanegara.
  • Kepala Kepolisian Resort Kutai Kartanegara.
  • Camat Kecamatan Samboja atau yang mewakili.
  • Camat Kecamatan Sebulu atau yang mewakili.
  • Ketua Yayasan Kutai Kartanegara.
  • Rektor Universitas Kutai Kartanegara.
  • Para Pembantu Rektor Universitas Kutai Kartanegara.
  • Kepala LPPM Universitas Kutai Kartanegara.
  • Para Dekan dan Pembantu Dekan di lingkungan Universitas Kutai Kartanegara.
  • Para Kepala Biro dan Unit di lingkungan Universitas Kutai Kartanegara.
  • Tim Supervisor / Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Universitas Kutai Kartanegara Angkatan XII Tahun 2010.
  • Panitia Pelaksana KKN Universitas Kutai Kartanegara Angkatan XII Tahun 2010.
  • Para Dosen di lingkungan Universita Kutai Kartanegara.
  • Para Mahasiswa Peserta KKN Universitas Kutai Kartanegara Angkatan XII Tahun 2010.

Assalaamu’laikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Salam Sejahtera Untuk Kita Semua.

Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini kita dapat melaksanakan kegiatan Santiaji Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Angkatan XII Tahun 2010. Dalam kesempatan ini kami selaku panitia pelaksana menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja sepenuh hati dalam menyukseskan agenda akademik tahunan di lingkungan Unikarta ini. Semoga melalui kegiatan ini akan semakin memantapkan peran strategis Unikarta di masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Bapak, Ibu, dan Hadirin yang kami hormati,

Kegiatan Santiaji yang dilaksanakan pada hari ini adalah salah satu upaya untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa Unikarta  peserta KKN Angkatan XII Tahun 2010 untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di lokasi kegiatan yang telah ditentukan oleh panitia pelaksana selama satu bulan penuh ke depan. Melalui kegiatan Santiaji ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan secara teoretis kepada mahasiswa peserta KKN Unikarta tentang berbagai hal yang berkenaan dengan pelaksanaan kegiatan, baik kegiatan yang menjadi program kelompok maupun kegiatan yang menjadi program individu.


Bapak, Ibu, dan Hadirin yang kami hormati,

Secara umum Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada para mahasiswa untuk hidup di tengah-tengah masyarakat di luar kampus dan secara langsung terlibat dalam upaya mengidentifikasi serta menemukan solusi-solusi yang kreatif terhadap berbagai permasalahan pembangunan yang dihadapi oleh masyarakat. Bentuk pendidikan semacam ini termasuk dalam term : pembelajaran langsung (direct study) dan pembelajaran terlibat (involved study), yang keduanya dapat dikategorikan ke dalam jenis pembelajaran melalui tindakan (learning by doing).

Adapun mengenai dasar acuan pelaksanaan KKN, antara lain :

  1. Undang-Undang Dasar 1945.
  2. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi.
  5. Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0339/U/1994 tentang Pokok Penyelenggaraan Perguruan Tinggi.
  6. Statuta Universitas Kutai Kartanegara Tahun 2007.
  7. Pedoman Peraturan Akademik (PPA) Unikarta tahun 2001.
  8. SK Rektor Nomor : UKT-005/R-3/SK/V/2010 tentang Panitia Pelaksana KKN Unikarta Angkatan XII Tahun 2010

Melalui dasar acuan di atas, maka kegiatan KKN pada dasarnya dimaksudkan untuk memberikan pengalaman praktis kepada para mahasiswa serta bertujuan untuk mengimplementasikan salah satu misi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni : Pengabdian Masyarakat. Melalui kegiatan KKN inilah maka akan menampakkan keterlibatan civitas akademika dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya keterlibatan di dalam mengawal pelaksanaan pembangunan yang semakin giat di daerah.

Selain itu, yang tidak kalah penting dalam pelaksanaan kegiatan KKN di perguruan tinggi adalah adanya upaya untuk meningkatkan relevansi penyelenggaraan pendidikan tinggi dengan perkembangan kebutuhan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Sehingga, bagi perguruan tinggi yang melaksanakan kegiatan KKN di lingkungannya akan memberikan akses positif ke masyarakat terhadap program pendidikan tinggi yang dilaksanakan. Sedangkan implikasinya kepada para mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi itu adalah semakin meningkatnya persepsi yang positif dari mahasiswa tentang relevansi antara kurikulum yang diselenggarakan dalam perkuliahan di dalam kampus dengan realitas kehidupan bermasyarakat, yang akan dihadapi kelak setelah para mahasiswa menyandang gelar kesarjanaan.

Bapak, Ibu, dan Hadirin yang saya hormati,

Adapun dalam pelaksanaan kegiatan KKN Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Angkatan XII Tahun 2010 ini Panitia Pelaksana KKN telah bersepakat bahwa kegiatan KKN Angkatan XII Tahun 2010 ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan isi dan relevansi program studi pendidikan tinggi yang diselenggarakan di masing-masing fakultas, sehingga meskipun substansinya kegiatan KKN ini diselenggarakan dalam bentuk kegiatan KKN Reguler (dengan program kerja yang bersifat umum dan situasional di masyarakat) namun pada prinsipnya, dalam segi pembelajaran praktis kepada para mahasiswa peserta KKN, tetap mengacu kepada kekhasan masing-masing fakultas berdasarkan program studi yang diikuti oleh para mahasiswa.

Implikasi yang diharapkan oleh Panitia Pelaksana KKN dari situasi tersebut akan menuntut kreatifitas mahasiswa peserta KKN dalam menerapkan wawasan, pengalaman dan ilmu pengetahuan teoritis yang telah dimiliki selama mengikuti kegiatan akademik/perkuliahan di dalam kampus. Selanjutnya, dengan selesainya para mahasiswa mengikuti kegiatan KKN, haruslah tertanam di dalam diri mereka berbagai wawasan, pemahaman dan pengalaman yang baru, antara lain :

  1. Meningkatnya kesadaran diri (self-awareness) terhadap realitas kehidupan bermasyarakat;
  2. Meningkatnya tanggungjawab pribadi dan sosial (personal and social responsibility) terhadap pelbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat; serta
  3. Meningkatnya kesadaran diri akan peran sosial (self-awareness of social role) dan perannya selaku akademisi (self-awareness of academician role) yang akan hidup berdampingan di tengah-tengah lingkungan kemasyarakatan.

Bapak, Ibu, dan Hadirin yang saya hormati,

Dalam kegiatan KKN Unikarta Angkatan XII tahun 2010 tahun ini peserta, menurut data terakhir pendaftaran mahasiswa peserta KKN Unikarta tercatat peserta KKN Unikarta Angkatan XII Tahun 2010 ini sebanyak 386 orang mahasiswa yang berasal dari 5 fakultas di lingkungan Unikarta, yakni : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebanyak 171 orang mahasiswa, Fakultas Agama Islam (FAI) sebanyak 118 orang mahasiswa, Fakultas Hukum (FAHUM) sebanyak 69 orang mahasiswa, Fakultas Pertanian (FAPERTA) sebanyak 27 orang mahasiswa, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebanyak 1 orang mahasiswa.

Kegiatan KKN Unikarta pada tahun 2010 ini akan difokuskan ke 2 kecamatan dan di 25 lokasi (kelurahan/desa) di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kedua kecamatan itu adalah :

  1. Kecamatan Sebulu, meliputi :
    1. Desa Sebulu Ilir
    2. Desa Sebulu Modern
    3. Desa Segihan
    4. Desa Giri Agung
    5. Desa Manunggal Jaya
    6. Desa Sumber Sari
    7. Desa Selerong
    8. Desa Sanggulan
    9. Desa Senoni
  1. Kecamatan Samboja, meliputi :
    1. Kelurahan Sungai Merdeka
    2. Kelurahan Tani Bakti
    3. Kelurahan Salok Api Laut
    4. Kelurahan Ambarawang Darat
    5. Kelurahan Margomulyo
    6. Desa Karya Jaya
    7. Kelurahan Tanjung Harapan
    8. Kelurahan Wonotirto
    9. Kelurahan Sungai Seluang
    10. Desa Bukit Raya
    11. Desa Rawa Jaya
    12. Kelurahan Samboja Kuala
    13. Kelurahan Handil Baru
    14. Kelurahan Muara Sembilang
    15. Kelurahan Bukit Merdeka
    16. Kelurahan Karya Merdeka

Bapak, Ibu, dan Hadirin yang saya hormati,

Sebelum kami akhiri laporan ini, kami selaku Panitia Pelaksana KKN Unikarta Angkatan XII Tahun 2010 memohon kerjasama dari seluruh pihak selama berlangsungnya rangkaian kegiatan KKN pada tahun ini.

Pepetah mengatakan : “Berat Sama Dijinjing, Ringan Sama Dipikul” artinya jika semua pekerjaan di dunia ini dijadikan amanah bersama dalam lingkaran kebutuhan yang sama maka akan tumbuhlah kebaikan-kebaikan di dalam pekerjaan itu untuk kemaslahatan bersama pula.

Akhirnya, atas nama Panitia Pelaksana KKN Unikarta Angkatan XII Tahun 2010 kami mengucapkan permohonan maaf sebelum dan sesudahnya jika dalam rangkaian kegiatan KKN pada tahun ini mengalami banyak kekurangan dan kelemahan.

Billahittaufiq Wal Hidayah,

Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

PANITIA PELAKSANA KKN ANGKATAN XII TAHUN 2010

UNIVERSITAS KUTAI KARTANEGARA

K E T U A,

Ttd.

A I N I, S.Sos., M.Si.

Kegiatan KKN Unikarta 2010

diposkan pada tanggal 3 Agt 2010 00.41 oleh baak unikarta   [ diperbarui16 Okt 2010 14.19 ]

Kegiatan KKN Unikarta 2010

Dengan Hormat

Dengan ini disampaikan kepada seluruh mahasiswa Peserta KKN Unikarta Angkatan XII Tahun 2010 bahwa pelaksanaan kegiatan KKN Unikarta Angkatan XII Tahun 2010 akan segera dilaksanakan untuk jadwal dapat dilihat pada lampiran di bawah ini.

JADWAL KEGIATAN KKN UNIKARTATAHUN 2010

SUSUNAN ACARA SANTIAJI_Oke

Hormat kami,

Panitia KKN

1-4 of 4

Comments