Tempat Wisata Bersejarah

1. Museum Balla Lompoa
        Bangunandibawah bernama Balla Lompoa yang dalam bahasa Makassar berarti rumah besar. Balla Lompoa adalah istana raja Gowa, meski sebenarnya bukan istana asli karena bangunan ini dibangun pada tahun 1936 di akhir masa kerajaan Gowa. Adalah raja Gowa ke  XXXV I Mangimangi Daeng Matutu Karaeng Bonto Nompo Sultan Muhammad Tahur Muhibuddin Tuminanga ri Sungguminasa yang membangun istana itu di jantung kota Sungguminasa, sekitar 8 km sebelah Selatan kota Makassar. Balla Lompoa yang berdiri tegak di pusat kota Sungguminasa menjadi satu-satunya sisa kejayaan kerajaan Gowa yang bisa dilihat sekarang. Balla Lompoa berbentuk rumah panggung dari kayu. Di bagian depan ada teras yang berisi beragam pakaian adat suku Makassar beserta beberapa buku yang menceritakan sejarah dan budaya Makassar.

Image result for istana tamalate gowa

2. Istana Tamalate

        Di samping Museum Balla Lompoa terdapat sebuah bangunan kayu besar, yaitu Istana Tamalate. Istana Tamalate adalah istana pertama Kerajaan Gowa sebelum kota raja dipindahkan ke dalam Benteng Somba Opu. Istana Tamalate ini adalah replika dari istana asli yang sudah punah terkubur masa.
Berbeda dengan Museum Balla Lompoa, Istana Tamalate ini tampaknya tidak bisa dimasuki karena terkunci rapat dan sepertinya tidak ada penjaganya.

Image result for istana tamalate gowa

3. Benteng Somba Opu
        Benteng Somba Opu terletak di Jl Daeng Tata, Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa. Jaraknya sekitar enam kilometer sebelah selatan pusat Kota Makassar. Saat ini, Benteng Somba Opu berada di dalam kompleks Miniatur Budaya Sulawesi Selatan. Meski terbuat dari batu bata merah, dilihat dari ketebalan dinding, dapatlah terbayangkan betapa benteng ini amat sulit ditembus dan diruntuhkan. Benteng Somba Opu ini adalah saksi sejarah dari berbagai kegigihan Sultan Hasanuddin dalam mempertahankan kedaulatan negerinya bersama dengan rakyatnya. Para pengunjung dapat menikmati bentuk-bentuk rumah tradisional Sulawesi Selatan seperti rumah tradisional Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar tak jauh dari benteng. Di dalam kompleks ini pula setiap tahun digelar Pameran Pembangunan, Sulawesi Selatan. 


4. Makam Sultan Hasanuddin
        Sultan Hasanuddin adalah Raja Gowa ke-16 yang sangat terkenal dengan keberaniannya melawan colonial Belanda di Sulawesi Selatan. Ia dijuluki oleh penjajah Belanda sebagai Ayam Jantan dari Timur. Ia lahir pada tahun 1629 dan diangkat menjadi Raja Gowa selama 17 tahun hingga tahun 1669. Diusia 41 tahun, pada tahun 1670, Sultan Hasanuddin wafat. Ia dimakamkan di komplek pemakaman raja-raja Gowa. Disebelah kiri depan komplek pemakaman terdapat sebuah batu Tomanurung atau disebut juga Batu Pallantikan sebagai tempat pelantikan raja-raja Gowa. Di makam ini terdapat informasi tentang sejarah hidup Sultan Hasanuddin dan kita juga dapat melihat makam Raja Gowa lainnya, seperti Sultan Alauddin dan makam Raja Tallo. Disekitar makam ini juga terdapat sebuah mesjid kuno yang dibangun pada tahun 1630.
Image result for kompleks pemakaman sultan hasanuddin

5. Makam Syekh Yusuf

       Terletak di jalan yang berbatasan dengan antara kabupaten Gowa dan kota Makassar, tepatnya di jalan Syekh Yusuf, terletak makam ini. Gerbang kota Sungguminasa terlihat dari sini. Di Timur kota Makassar, makam ini berhampiran dengan masjid yang juga dinamai Masjid Syekh Yusuf. Biasa juga kawasan ini disebut dengan Kobbang. Dalam keterangan penjaga makam yang akrab dipanggil Daeng Liong, penyebutan Kobbang sebenarnya berasal dari kata kubah. Karena pengaruh bahasa Makassar maka berubah menjadi pelafalan Kobbang atau Ko'bang. Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/iswekke/makam-syekh-yusuf-di-kobbang-makassar_55187098a33311af07b66522
Image result for kompleks pemakaman syekh yusuf

6. Masjid Tua Katangka
        Sebuah prasasti menginformasikan bahwa masjid ini dibangun pada tahun 1603, tetapi beberapa sejarawan meragukan informasi ini. Pendapat lain mengatakan bahwa masjid dibangun pada awal abad ke-18. Masjid Al Hilal Katangka dulunya merupakan masjid Kerajaan Gowa. Letak masjid berada di sebelah utara kompleks makam Sultan Hasanuddin. Lokasi makam yang diyakini sebagai tempat berdirinya Istana Tamalate, istana raja Gowa ketika itu. Sebuah jalan yang dikenal sebagai Batu Palantikang, merupakan jalan yang sering dilintasi raja dan keluarga menuju masjid.
Image result for masjid tua katangka
Comments