Walatra Green Coffee Untuk Tubuh

Walatra Green Cooffee Untuk Tubuh - Penelitian menunjukkan bahwa asam klorogenik dalam kopi berperan memperlambat penyerapan gula dalam pencernaan. Asam klorogenik ini juga merangsang pembentukan GLP-1, zat kimia yang meningkatkan insulin (hormon yang mengatur penyerapan gula ke dalam sel), sehingga orang yang mengonsumsi kopi lebih rendah risiko terserang diabetes.

Penelitian yang dipublikasi pada Journal of the American Medical Association tahun 2004 juga menyatakan bahwa mengonsumsi 1 gelas kopi setiap hari dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Selain itu, penelitian lain menemukan bahwa kandungan kafein, asam kafeik, dan asam klorogenik pada kopi turut mencegah pembentukan racun HIAPP, serta melindungi sel pankreas pembentuk insulin. Hal ini lah yang menyebabkan konsumsi kopi secara rutin dapat membantu menurunkan risiko diabetes.

Sedangkan untuk penurunan berat badan, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa green coffee sebagai seduhan efektif untuk menurunkan berat badan. Selain itu belum diketahui secara pasti efek samping mengonsumsi kopi hijau ini.

Dikutip dari WebMD, terdapat penelitian menggunakan green coffee, namun telah diekstrak dan dibentuk menjadi suplemen. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi suplemen green coffee dapat membantu menurunkan berat badan. Diduga kandungan asam klorogenik pada green coffee yang memberikan efek penyerapan glukosa lebih rendah sehingga memicu terjadinya penurunan berat badan.

Amankah Mengonsumsi Green Coffee

Efek samping mengonsumsi green coffee tidak jauh berbeda dengan konsumsi kopi pada umumnya, seperti insomnia, gugup, gelisah, mual, sakit perut, dada berdebar, sakit kepala, perut kembung dan sering buang air kecil.

Buang air kecil merupakan akibat dari sifat diuretik pada kopi yang memicu peningkatan frekuensi buang air kecil. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang dan tidak diimbangi dengan konsumsi cairan yang cukup maka dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi. Dehidrasi akan menimbulkan efek lelah, mudah mengantuk, kulit kering, konstipasi, dan sakit kepala. Bahkan jika dibiarkan terus menerus, tubuh yang kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi berat yang memicu detak jantung semakin cepat, tekanan darah rendah hingga hilangnya kesadaran.

Beberapa kondisi yang tidak dianjurkan mengonsumsi green coffee seperti ibu hamil dan menyusui, kadar homosistein dalam darah yang tinggi, penderita sakit jantung, kelainan perdarahan, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, osteoporosis, dan penderita gangguan pencernaan (irritable bowel syndrome).

Meski bukan tergolong obat-obatan kimia, namun penggunaan suplemen green coffee tetap harus diperhatikan. Disarankan menggunakan suplemen yang sudah mendapat persetujuan dari badan kesehatan resmi, dengan dasar bukti penelitian ilmiah yang memadai. Penurunan berat badan tanpa mengubah pola makan atau pun olahraga, perlu diwaspadai.

Untuk memperoleh berat badan ideal, terapkan pola makan seimbang diiringi dengan berolahraga secara teratur. Jangan cepat tergiur produk yang dapat menurunkan berat badan dengan cepat. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi suplemen.


Comments