Epilepsi

diposkan pada tanggal 19 Agt 2009 01.55 oleh Homart Info   [ diperbarui 28 Mei 2013 23.09 oleh Danton Awan ]

Terapi Lebah Hilangkan Kejang-Kejang Pasca Operasi Hydrocephallus

hydrocephallusUntuk mengatasi Hydrocephallus, biasanya diperlukan tindakan operasi untuk mengeluarkan cairan berlebih yang menekan otak. Tapi prosentase kegagalan dari operasi ini adalah rata-rata 50%. Terkadang, bayi atau anak-anak setelah mendapatkan operasi, beresiko mengalami kejang-kejang karena dampak infeksi pasca operasi. Kesaksian berikut membantu kita bagaimana mengatasi efek negatif dari pasca operasi Hydrocephallus.


Amalia, 4 Tahun yang Menderita Hydrocephallus

amaliaPada saat saya (Sri Mulyani) mengandung puteri saya, Amalia, kandungan saya didiagnosis terserang virus yang ditularkan oleh kucing. Oleh dokter kandungan di Wonogiri, Jawa Tengah, saya disarankan untuk dioperasi. Pada 21 Juni 2001, saya melahirkan Amalia, dengan kondisi kepala yang tidak normal (membesar) atau dikenal dengan istilah hydrocephallus. Namun, kami tetap menerima semua keadaan Amalia dengan ikhlas.

Pada saat usia Amalia baru 9 hari, ia kami bawa ke rumah sakit di Yogyakarta untuk dioperasi. Operasi dilaksanakan pada 17 Juli 2001 untuk memasang selang pada bagian kepalanya. Operasi tersebut dapat dikatakan sukses, karena setelah itu, Amalia tidak pernah lagi bermasalah.

Namun, pada saat usia Amalia 7 bulan (sekitar 6 bulan setelah operasi), ia mulai mengalami kejang-kejang apabila terlalu banyak bergerak. Pada saat usianya 1,5 tahun, kami pindah ke Bogor agar lebih dekat dengan tempat ayahnya yang bekerja di Bogor.

Suatu ketika, saya bertemu dengan Mas Prya dan ibu Ani yang memperkenalkan saya produk-produk High-Desert. Pada 10 Juli 2005, saya mulai memberikan bee propolis, royal jelly, dan bee pollen kepada Amalia. Kini, setelah 8 bulan mengkonsumsi produk-produk tersebut secara rutin, kondisi Amalia sangat sehat, tidak pernah lagi mengalami kejang-kejang.

Terima kasih Tuhan atas kebaikan-Mu melalui produk-produk perlebahan ini.

 

Terapi Lebah Atasi Infeksi Pasca Operasi

Dari kesaksian di atas, setelah selama 4 tahun menderita kejang-kejang karena efek negatif infeksi pasca operasi, Amalia akhirnya bisa mengalami kesembuhan setelah memakai terapi lebah yang memanfaatkan produk-produk perlebahan (kecuali sengat lebah). Obat-obatan buatan manusia tidak bisa menyembuhkannya, tapi alam ciptaan Tuhan bisa.

Produk perlebahan seperti pee pollen dikenal juga sebagai “Makanan yang sempurna dari alam”, mengandung berbagai macam nutrisi yang penting bagi tubuh. Bee pollen dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang sangat diperlukan oleh tubuh Anda agar dapat berfungsi dengan baik. 

Bee pollen dapat membantu meningkatkan jumlah sel darah merah yang sehat, dengan demikian suplai oksigen ke otak pun akan meningkat. Kandungan asam glutamat dalam bee pollen berfungsi membawa mineral kalium ke otak sehingga dapat membantu meningkatkan konsentrasi serta kemampuan daya pikir pada anak-anak maupun orang dewasa. Bee pollen juga mengandung lecithin dan asam pantotenat yang ikut berperan dalam meningkatkan kinerja otak.

Kandungan asetilkolin dalam royal jelly dapat membantu meningkatkan daya ingat, sangat bermanfaat bagi mereka yang lanjut usia ataupun yang menderita penyakit Alzheimer, serta demensia dari komplikasi Hydrocephallus. Royal jelly juga dapat membantu melindungi sistem saraf sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit syaraf yang umum terjadi pada orang-orang usia lanjut seperti penyakit Parkinson.

Bee propolis yang kaya akan kandungan polifenol, dapat membantu meningkatkan produksi serta aktifitas sel-sel imun. Kandungan senyawa CAPE (Caffeic Acid Phenetyl Ester) yang terdapat di dalam bee propolis berfungsi sebagai anti-peradangan, termasuk infeksi/peradangan sesudah operasi.

Gabungan dari produk perlebahan tadi menciptakan suatu terapi yang sangat ampuh dalam menyembuhkan permasalahan otak dan infeksi pasca operasi.

Tidak semua produk perlebahan memiliki khasiat yang luar biasa seperti yang dialami Amalia karena adanya faktor kemurnian, jenis lebah yang dipakai, kualitas ternak lebahnya, dan juga kualitas pemrosesan produk lebah itu sendiri.

Produk perlebahan yang digunakan dalam kasus Amalia adalah HD Bee Propolis, HD Royal Jelly Liquid, dan HD Honeybee PollenS.


Kejang-kejang Hilang tanpa Obat Kimia

epilepsyAnak yang menderita epilepsi jika tidak ditangani dengan serius akan menjalani hidup yang penuh dengan rintangan. Pertumbuhannya akan terganggu baik fisik maupun mental. Fisik karena anak ini biasanya dilarang berolahraga dan mental karena sang anak juga sangat dibatasi akan permainan apa saja yang bisa dimainkannya, bagaimana dia belajar, hiburan terbatas, begitu juga linkungan tempat dia bermain juga perlu diawasi. Ia tidak sembarangan bisa bermain video game, belajar naik sepeda, terlalu senang, dan sebagainya. Ini tentu bukan masa depan yang ingin orang tua berikan bagi anaknya. Terus bagaimana bisa mengubah hal ini?


Asmaniah, 7 Tahun, Jabbar – Makassar

asmaniah-epilepsiPada tahun 2004, anak saya, Asmaniah Jabbar, menderita kejang-kejang, dan matanya turun naik, penyakit tersebut dalam bahasa orang tua di kampung kami, disebut penyakit sittang. Saat itu, kami berobat ke paranormal selama ± 3 bulan. Namun, belum ada perubahan yang berarti, bahkan dapat dikatakan bahwa penyakitnya semakin bertambah parah. Kejang-kejang yang tadinya hanya muncul sehari sekali, menjadi 3 kali sehari. Kami pun mulai beralih ke pengobatan medis.

Beberapa hari kemudian, hasil pemeriksaan dokter di Makasar membuktikan bahwa Asmaniah terkena penyakit epilepsi/ayan. Kondisi Asmaniah pada saat itu sangat lemah. Dokter menganjurkan agar ia jangan terlalu lelah, tidak boleh marah, dan tidak boleh dibiarkan melamun sendirian. Awalnya kami tidak percaya bahwa Asmaniah terkena epilepsi. Karena sepengetahuan kami, epilepsi merupakan penyakit turunan.

Pada dokter pertama yang kami datangi, anak kami berobat selama ± 4 bulan, namun tidak membuahkan hasil apa pun. Dokter yang kedua kami datangi adalah dokter ahli penyakit dalam, dengan masa pengobatan selama ± 2 bulan, hasilnya tetap nihil. Kami terus berusaha untuk kesembuhan anak kami. Pengobatan selanjutnya adalah dengan dokter ahli saraf selama ± 4 bulan, hasilnya memang ada, namun jika obat yang diberikan dokter tersebut habis, epilepsi Asmaniah akan kembali kambuh.

Semakin lama kami semakin khawatir akan efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi Asmaniah selama ± 10 bulan. Hingga pada akhirnya, atas informasi yang diberikan keponakan kami, Irma Handayani, kami mengenal produk HD. Pada 6 Januari 2006, kami juga diajak berkonsultasi langsung dan mendapatkan pemeriksaan medis dari konsultan medis HD. Di sana, kami mendapatkan penjelasan bahwa benar Asmaniah mengalami gangguan saraf pada otaknya (epilepsi). Kami pun dianjurkan untuk melakukan terapi dengan menggunakan 3 macam produk HD, yaitu HD Honeybee PollenS, HD Bee Propolis, dan HD Royale Jelly Liquid.

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan YME, karena baru 1 minggu mengonsumsi produk-produk tersebut, kondisi Asmaniah mulai mengalami perubahan yang membaik. Dan menjelang 1 bulan pemakaian secara rutin, epilepsinya tidak pernah lagi kambuh. Kini, sudah lebih dari 6 bulan, kami secara rutin memberikan produk-produk HD berupa Honeybee PollenS, Bee Propolis, dan Royale Jelly Liquid kepada Asmaniah, dan kondisinya semakin lama semakin mem baik.

Terima kasih produk HD yang telah membantu Asmaniah sehingga epilepsinya tidak kambuh lagi.


Cheline Stevianny, 8 Tahun. Kendari

Pada 10 Juli 2001, kami sangat berbahagia, karena kelahiran puteri kami, Cheline Stevianny. Namun, 3 bulan kemudian, tepatnya pada Oktober 2001, Cheline mengalami kejang-kejang dan tubuhnya kebiruan, kami pun segera membawanya ke dokter dan mendapatkan terapi Luminal (obat penenang) agar ia tidak kejang-kejang. Namun, keadaan Cheline tidak membaik, karena ia masih terus kejang setiap tidur, baik siang maupun malam.

Pada November 2001, kami membawa Cheline berobat ke Makassar, di sana ia ditangani oleh dokter spesialis neurologi anak. Saat itu, Cheline menjalani pemeriksaan EEG (Electro Enchephalography), dari hasilnya diketahui bahwa terdapat kelainan otak. Maka, Cheline pun kembali menjalani terapi Luminal. Dan sekali lagi, tetap tidak membawa perubahan, karena Cheline masih tetap kejang.

Pada tahun 2003, Cheline sudah mulai dapat berjalan dan dapat berbicara, walaupun saat itu Cheline masih sering mengalami kejang-kejang dan terus menjalani terapi obat-obat penenang. November 2003, kami kembali membawa Cheline ke Makassar untuk mengatasi masalah kejang-kejangnya, dan terapi Cheline diubah menjadi terapi DEPAKENE sirup (obat penenang dalam bentuk sirup). Namun, yang terjadi keadaan Cheline semakin memburuk, frekuensi kejangnya memang berkurang menjadi 3x seminggu, namun ia menjadi lumpuh dan tidak dapat berbicara.

Pada November 2004, Cheline dirawat di rumah sakit dan menjalani pemeriksaan CT-Scan (hasilnya tidak terdapat kelainan), dan pemeriksaan EEG (hasilnya terdapat kelainan). Maka, Cheline diberikan obat-obatan seperti Luminal + penilep, dan vitamin. Tetapi Cheline masih tetap lumpuh, tidak dapat berbicara, serta kejang setiap saat.

Pada Maret 2005, saya berkonsultasi dengan dokter neurologi dan mendapatkan obat-obat seperti Tegretol, penilop, diazepan, vitamin B compleks, untuk Cheline. Keadaan Cheline tetap sama, namun frekuensi kejangnya berkurang menjadi 1x seminggu. Pada Juni 2005, saya mendapatkan brosur testimonial Cerebral Palsy dari konsultan medis High-Desert Kendari. Saya pun mulai  memberikan Honeybee PollenS untuk Cheline, dan ternyata berhasil meningkatkan nafsu makannya, sehingga berat badannya naik. Keadaan Cheline terus membaik, karena ia mulai bisa duduk meskipun dibantu. Frekuensi kejangnya pun berkurang menjadi 2 minggu sekali, walaupun ia masih belum juga dapat berbicara dan berjalan.

Pada Januari 2006, saya juga menambahkan Clover Honey untuk dikonsumsi Cheline, dan keadaanya terus membaik, Cheline sudah mulai dapat berdiri dan melangkah apabila dipapah. Obat-obatan medis pun mulai saya kurangi. Pada 23 Januari 2006, Cheline kembali mengalami kejang, meskipun tidak seperti dulu. Mulai 1 Februari 2006, obat-obatan medis untuknya saya kurangi lagi menjadi sekali sehari, dan berhenti diberikan sama sekali sejak 28 Februari 2006, sehingga Cheline hanya mengonsumsi HBP dan Clover Honey. Syukur kepada Tuhan, sejak saat itu, Cheline tidak pernah lagi mengalami kejang-kejang.

Bahkan, pada minggu terakhir bulan Februari 2006, Cheline mulai dapat kembali berbicara, meskipun belum beraturan. Sampai saat ini, Cheline terus mengonsumsi Honeybee PollenS dan Clover Honey, dan akan saya tambahkan Bee Propolis Capsule sesuai dengan anjuran konsultan medis High-Desert Kendari.


Produk yang Direkomendasikan:

Untuk usia di atas 12 tahun

HD Pollenergy 90 Tablet 

HD Royal Jelly Liquid 150 gr

Untuk info harga, silahkan Anda KLIK DI SINI.

Untuk pemesanan produk, silahkan KLIK DI SINI.


Untuk usia di bawah 12 tahun

HD Honey Bee PollenS 90 tablet 

HD Clover Honey 1/2 kg 

Untuk info harga, silahkan Anda KLIK DI SINI.

Untuk pemesanan produk, silahkan KLIK DI SINI.