Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)

Konsep Dasar  Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)

Kompetensi merupakan pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang menjadi kompeten, dalam arti memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu.

Dasar pemikiran untuk menggunakan konsep kompetensi dalam kurikulum adalah sebagai berikut :

  • Kompetensi berkenaan dengan kemampuan siswa melakukan sesuatu dalam berbagai konteks.
  • Kompetensi menjelaskan pengalaman belajar yang dilalui siswa untuk menjadi kompeten.
  • Kompeten merupakan hasil belajar (learning outcomes) yang menjelaskan hal-hal yang dilakukan siswa setelah melalui proses pembelajaran.
  • Kehandalan kemampuan siswa melakukan sesuatu harus didefinisikan secarajelas dan luas dalam suatu standar yang dapat dicapai melalui suatu kinerja yang dapat diukur.

Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui, disikapi, atau dilakukan siswa dalam tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten.

Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.
  • Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
  • Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.

Kendala

Penerapan KBK bukan tanpa kendala sama sekali. Beberapa kendala yang diprediksi akan menjadi PR utama lembaga pendidikan adalah:

  • Pengalaman guru yang masih minim.
  • Alat penunjang kegiatan belajar.
  • Kemandirian lembaga dalam memformat KBK dalam proses jadwal belajar.
  • Buku penunjang dan perangkat administrasi lainnya yang harus disesuaikan dengan kebutuhan guru dan siswa.

Kendala-kendala ini tentunya sebagai jembatan sekolah menuju hasil pendidikan yang memuaskan masyarakat, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dilihat dari seluruh domain pembelajaran, silabus termasuk pada domain design, karena silabus merupakan seperangkat rencana dan pelaksanaan pembelajaran beserta penilaiannya dan domain design merupakan perencanaan dan rancangan untuk menciptakan pembelajaran dengan sistematis. Oleh karena itu, silabus termasuk domain design yang sama-sama merupakan sebuah perencanaan program pembelajaran.

Pengembangan & Implementasi Silabus

Dalam penyusunan silabus perlu memperhatikan langkah-langkah berikut :

  1. memahami keseluruhan konteks Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan telaah tentang kerangka inti KBK berserta komponenkomponennya.
  2. menentukan kompetensi dan materi pelajaran dengan menggunakan perangkat Kurikulum dan Hasil Belajar yang memuat 3 komponen utama, yaitu: kompetensi dasar, hasil belajar, dan indikator hasil belajar.
  3. menentukan cara atau metode pembelajaran dengan mengacu pada perangkat Kegiatan Belajar Mengajar yang mendeskripsikan model-model pembelajaran.
  4. menentukan cara dan alat  penilaian menggunakan perangkat Penilaian Berbasis Kelas yang menyajikan dan mendeskripsikan tentang sistem penilaian yang sesuai dengan misi KBK.

Kesesuaian silabus yang akan disusun ditetapkan oleh tim pengembang dengan memperhatikan desain, pendekatan, ruang lingkup, organisasi materi, organisasi pengalaman belajar, dan alokasi waktu yang sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi dan komponennya.

Penilaian pelaksanaan silabus perlu dilakukan secara berkala dengan menggunakan model-model penilaian kurikulum. Penilaian terhadap silabus dimaksudkan untuk menggali kekuatan dan kelemahan silabus tersebut, baik dari kelayakan dokumen maupun implementasinya.

Kerangka dasar kurikulum berbasis kompetensi merupakan suatu format yang menetapkan penyusunan silabus dilakukan pada tingkat sekolah atau daerah, kompetensi dan hasil belajar yang dapat dicapai siswa dalam setiap tingkatan, kegiatan belajar mengajar yang menjamin pengalaman siswa untuk secara langsung mengalami dan memperoleh proses, produk, kompetensi dan nilai yang diharapkan serta penilaian yang lebih otentik, akurat dan berkelanjutan.

Contoh Silabus Pembelajaran :


Metode mengajar adalah cara yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran.

Enam metode yang menyokong hasil pembelajaran yang mengacu pada KBK:

  • Metode tanya jawab, adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan siswa.

Tujuan :

  1. Untuk mengetahui sampai sejauh mana pelajaran telah dikuasai oleh siswa
  2. Untuk merangsang siswa berpikir
  3. Memberi kesempatan pada siswa untuk mengajukan masalah yang belum dipahami.
  • Metode diskusi (discussion), diskusi pada dasarnya ialah tukar menukar informasi, pendapat, dan unsure-unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapat pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih teliti tentang sesuatu, atau untuk mempersiapkan dan menyelesaikan keputusan. Dalam diskusi tiap orang diharapkan memberikan sumbangan sehingga seluruh kelompok kembali dengan paham yang di bina bersama.
  • Metode Demonstrasi dan Eksperimen, metode mengajar yang sangat efektif, sebab membantu para siswa untuk mencari jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta (data) yang benar. Demonstrasi yang dimaksud ialah suatu metode mengajar yang memperlihatkan bagaimana proses terjadinya sesuatu.

Maksud kedua metode ini adalah untuk mengetahui tentang :

  1. Bagaimana proses mengaturnya?
  2. Bagaimana proses membuatnya?
  3. Bagaimana proses bekerjanya?
  4. Bagaimana proses menggunakannya?
  5. Bagaimana proses mengetahui kebenarannya?
  6. Terdiri dari apa saja?
  7. Cara mana yang paling baik?
  • Metode problem solving (memberi pemecahan masalah), bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.
  • Metode latihan (drill), pada umumnya digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan atau keterampilan dari apa yang telah dipelajari. Mengingat latihan ini kurang mengembangkan bakat/inisiatif siswa untuk berpikir, maka hendaknya guru/pengajar memperhatikan tingkat kewajaran dari metode ini :
  1. Latihan, wajar digunakan untuk hal-hal yang bersifat motorik, seperti menulis, permainan, pembuatan, dll.
  2. Untuk melatih kecakapan mental, misalnya perhitungan, penggunaan rumus-rumus.
  3. Untuk melatih hubungan, tanggapan, seperti penggunaan bahasa, grafik, symbol peta, dll
  • Metode karya wisata (field trip), karya wisata dalam arti metode mengajar mempunyai arti tersendiri yang berbeda dengan karya wisata dalam arti umum. Karya wisata disini berarti kunjungan ke luar kelas dalam rangka belajar.

Contoh : Mengajak siswa ke Balai Desa untuk mengetahui jumlah penduduk dan susunannya pada desa tersebut selama satu jam pelajaran, jadi karya wisata di atas tidak mengambil tempat yang jauh dari sekolah, dan tidak memerlukan waktu yang lama.

Langkah-langkah metode :

  • Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan. Masalah ini haru tumbuh darisiswa sesuai dengan taraf kemampuannya.
  • Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut, misalnya dengan jalan membaca buku-buku, meneliti, bertanya, berdiskusi, dll.
  • Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut, dugaan jawaban ini tentu saja didasarkan pada data yang telah diperoleh, pada langkah kedua di atas.
  • Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut. Dalam langkah ini siswa harus berusaha memecahkan masalah sehingga benar-benar yakin bahwa jawaban tersebut betul-betul sesuai. Apakah sesuai dengan jawaban sementara atau sama sekali tidak sesuai. Untuk menguji kebenaran jawaban ini tentu saja diperlukan metode-metode lainnya seperti demonstrasi, tugas diskusi, dll.
  • Menarik kesimpulan, artinya siswa harus sampai kepada kesimpulan terakhir tentang jawaban dari masalah tadi.

Metode problem solving akan melibatkan banyak kegiatan sendiri dengan bimbingan dari para pengajar.

Comments