SPIRITUALITAS KETUHANAN 

Ngobrol Kebatinan dan Spiritual Ketuhanan  




Penulis menerima banyak pertanyaan dan keingintahuan dari para pembaca mengenai materi kebatinan dan spiritual tentang Tuhan dan ketuhanan dan sebagian dari mereka sudah juga menjalani sendiri laku kebatinan dan spiritual ketuhanan itu. Sehubungan dengan itu di halaman ini dipaparkan kembali tanya jawab Penulis dengan pembaca, dengan ditambahkan ulasan dan editan seperlunya, sari-sari pemahaman Penuls tentang Tuhan dan ketuhanan yang sebelumnya sudah diungkapkan di halaman-halaman lain tanya jawab Penulis dengan pembaca.

Halaman ini bukanlah tulisan yang berdiri sendiri, tetapi merupakan rangkuman dan tulisan lebih lanjut dan lebih tinggi dari tulisan-tulisan di halaman lain yang terkait dengan ketuhanan. Karena itu para pembaca sebaiknya sudah lebih dulu membaca-baca tulisan Penulis di halaman-halaman lain itu, seperti halaman-halaman yang berjudul Olah Batin, Olah Spiritual, Olah Roh, Manunggaling Kawula Lan Gusti, Kebatinan Dalam Keagamaan, Jiwa Yang Sepuh, Pembersihan Gaib 4, dan jawaban-jawaban Penulis atas pertanyaan-pertanyaan dari para pembaca yang menjadi dasar tulisan di halaman ini supaya para pembaca mengetahui sikap berpikir Penulis dan asal-muasal tulisan di halaman ini.

Tulisan di halaman ini adalah materi tertinggi dari pengetahuan tentang Tuhan dan ketuhanan. Karena itu isi halaman ini diperuntukkan hanya untuk orang-orang yang tulus dan sungguh-sungguh ingin tahu dengan benar tentang Tuhan dan ketuhanan yang benar. Ini adalah pemahaman dan sudut pandang Penulis pribadi dari laku kebatinan dan spiritual tentang Tuhan dan ketuhanan, jangan dipertentangkan dengan agama karena tidak semua materi di dalam halaman ini dengan gamblang dan benar tertuang di dalam agama apapun dan jangan juga dianggap sebagai tandingan dari agama apapun.

Mudah-mudahan kita bisa dengan benar membedakan pengertian agama dengan ketuhanan, dan cukup kritis dan bijaksana untuk tidak mempertentangkan ketuhanan dengan agama.



________




Sesungguhnya segala sesuatu tentang Tuhan dan ketuhanan adalah materi spiritual yang tinggi, jauh lebih tinggi daripada agama, tetapi kita tidak menyadarinya, karena selama ini kita menganggapnya sama saja dengan agama. Tidak semua orang cocok dan cukup bijak untuk berbicara tentang Tuhan dan ketuhanan. Hanya orang-orang yang sudah sepuh kejiwaan dan kepribadiannya saja yang cocok untuk berbicara tentang Tuhan dan ketuhanan.

Tidak semua orang beragama maka pasti ia juga menjalani laku ketuhanan. Sekalipun selama ini kita sudah sering berbicara tentang Tuhan dan ketuhanan (agama), tetapi kebanyakan kita sudah menyempitkan sikap berpikir kita tentang Tuhan dan ketuhanan,
hanya menganggapnya sama dengan agama saja. Tuhan dan ketuhanan hanya sebatas yang ada di agama saja, dan kita sendiri juga berpikiran sempit hanya sebatas agama saja. Ketuhanan dianggap sama dengan agama dan dianggap hanya sebatas agama saja. Kalau sudah beragama dianggap sudah berketuhanan. Karena itu tidak semua orang beragama dengan benar tahu tentang Tuhan dan ketuhanan, walaupun itu adalah tentang Tuhan dan ketuhanan agama mereka sendiri. Mungkin juga malah tidak tahu siapa sesungguhnya Tuhannya.

Pengertian dan istilah ketuhanan
tidak sama dengan agama.
Mungkin tidak semua orang bisa membedakan agama dengan ketuhanan. Tentang Tuhan dan kesejatianNya, dan tentang siapa Pribadi yang menjadi Tuhan tidak semuanya gamblang diuraikan di dalam agama. Dan tidak semua orang cocok dan bijak untuk berbicara tentang Tuhan dan ketuhanan, mungkin lebih cocok berbicara agama saja, apalagi yang biasa berpikiran sempit hanya agama saja.

Tulisan di dalam halaman ini yang berjudul  Spiritualitas Ketuhanan  adalah sari-sari kebijaksanaan tentang Tuhan dan ketuhanan yang berasal dari olah laku kebatinan dan spiritual ketuhanan.

Spiritualitas ketuhanan berbeda dengan pengetahuan yang didapat dari mendalami agama.
Spiritualitas ketuhanan adalah pemahaman dan pengetahuan tentang Tuhan dan ketuhanan yang terutama didapatkan sendiri oleh seseorang dengan ia menjalani sendiri olah laku kebatinan dan spiritual ketuhanan.

Umumnya pemahaman dasar tentang Tuhan dan ketuhanan awalnya didapatkan orang dari agama dan dengan mendalami agama, termasuk yang dijalani oleh tokoh-tokoh agama. Tetapi pengetahuan yang didapat dari mendalami agama saja tidak cukup untuk disebut spiritualitas ketuhanan, mungkin itu hanya sebanding dengan ilmu agama atau pengetahuan dan kebijaksanaan agama saja. Itu masih harus ditindaklanjuti lagi dengan menjalani sendiri laku kebatinan dan spiritual ketuhanan u
ntuk membangun spiritualitas ketuhanannya, untuk menelisik tentang sejatinya Tuhan dan untuk menelisik kebenaran dari jalan agama / ketuhanan yang dianutnya.

Spiritualitas ketuhanan terutama didapatkan setelah menjalani sendiri laku kebatinan dan spiritual ketuhanan dengan mengedepankan hikmat dan kebijaksanaan dan kesepuhan kepribadian untuk mencari pengetahuannya dan untuk bisa secara objektif menerima apa adanya pengetahuan yang benar tentang Tuhan dan ketuhanan.



______




Puncak dari berbagai ilmu kebatinan dan spiritual adalah pencapaian manusia atas pengetahuan  tentang  rahasia kehidupan dan hakekat kehidupan, yaitu kehidupannya sendiri, kehidupan di alam ini, kehidupan di alam nanti, adanya kehidupan lain selain kehidupan manusia, asal-usul kehidupan, dan rahasia tentang Tuhan Sang Pencipta dan Penguasa Kehidupan dan jalan untuk dapat mencapaiNya.

Puncak lain dari berbagai ilmu kebatinan dan spiritual adalah pencapaian manusia  atas  kekuatan / kesaktian sejalan dengan pencapaian keilmuannya.


Puncak dari laku kebatinan dan spiritual ketuhanan adalah pencapaian atas kesadaran dan pengetahuan akan adanya Tuhan dan kesadaran bahwa untuk bisa menyatu dengan Tuhan hanya dapat dilakukan dengan menyelaraskan roh manusia dengan Roh Tuhan dan menyelaraskan jalan hidup manusia dengan kehidupan yang dikehendaki oleh Tuhan, supaya nantinya manusia dapat kembali diterima menyatu dengan Tuhan.

Puncak lain dari laku kebatinan dan spiritual ketuhanan adalah pencapaian atas kekuatan / kesaktian / kuasa yang berasal dari keselarasan roh manusia dengan Tuhan, walaupun itu mungkin baru bisa sebatas menyelaraskannya dengan "Cahaya"-Nya saja.


Dan jika olah laku kebatinan dan spiritual ketuhanan di atas bisa ditingkatkan lagi kualitasnya menjadi Olah Roh untuk Manunggaling Kawula Lan Gusti, pencapaiannya yang sempurna akan menjadi pencapaian manusia atas  pengetahuan  yang benar  tentang Tuhan, tentang SejatiNya Tuhan, tentang Sosok Pribadi yang menjadi Tuhan dan jalan yang benar menuju Tuhan, keselarasan manusia dengan Tuhan dan firman-firmanNya dan tinggal di dalam Tuhan dan KuasaNya, sehingga tercipta  kemanunggalan  yang  sempurna  manusia dengan Tuhan, menjadi Kemanunggalan yang mewujudkan sesuatu yang lebih besar daripada sekedar kekuatan dan kesaktian, yaitu  Kuasa  untuk melakukan berbagai perbuatan besar, termasuk perbuatan-perbuatan yang disebut mukjizat dan mendatangkan tanda-tanda dari langit (Tuhan), perbuatan-perbuatan besar yang tidak dapat dilakukan dengan hanya mengandalkan kekuatan manusia sendiri atau mengandalkan penyatuannya dengan roh-roh duniawi. Dan Kemanunggalan dengan Tuhan itu bisa dicapai disaat manusia masih hidup, tidak perlu menunggu sampai nanti, berharap bahwa nantinya manusia dapat kembali menyatu dengan Tuhan.


Tulisan-tulisan tentang Tuhan dan ketuhanan dan kebatinan - spiritual ketuhanan tidak dimaksudkan untuk menjadi tandingan dari ajaran agama apapun dan tidak perlu dipertentangkan dengan agama apapun, dan tidak ada maksud untuk meninggikan ataupun merendahkan agama tertentu, karena agama adalah bersifat pribadi bagi yang percaya dan mengimaninya. Yang oleh Penulis tekankan di dalam pembahasannya adalah tentang Tuhan itu sendiri dan aspek kebatinan / spiritual ketuhanan di dalamnya, bukan agama, dan terkandung juga pesan-pesan moral untuk menambah kebijaksanaan manusia dalam memahami agama dan untuk hidup berkeagamaan yang lebih baik dan untuk menambah kesadaran manusia akan perilaku dan perbuatan-perbuatan berbudi pekerti, perbuatan-perbuatan mulia yang adalah dasar dari pribadi mulia seorang manusia yang berakhlak mulia.

Penulis tidak bermaksud menyebarkan agama.
Dan tidak ada kepentingan Penulis untuk menyebarkan agama.

Agama saja tidak menyelamatkan seseorang.
Dan apapun agama seseorang, agama itu tidak menjamin seseorang akan selamat sampai kepada Tuhan.

Sekalipun seseorang sudah menganut agama yang benar, tetapi agama saja tidak cukup. Ia masih harus menghasilkan buah-buah perbuatan dari kepercayaannya itu sebagai bentuk kesaksian imannya kepada Tuhan yang nantinya berat-ringannya buah-buah perbuatannya itu akan ditimbang lagi pada Hari Penghakiman.

Seharusnya semua manusia berada di atas agama, tidak di bawah agama
dan seharusnya manusia tidak menempatkan dirinya di bawah kungkungan agama,
apalagi sampai menjunjung-junjung agama, mempertuhankan agama
Karena tujuannya adalah kepada Tuhan, agama menjadi sarana saja

Seharusnya semua manusia berada di bawah ketuhanan yang sama
karena Tuhannya satu 
(Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan agama yang esa)

Hanya saja tidak semua orang mengenal Tuhannya. Sulit untuk orang bisa terhubung langsung dengan Tuhan untuk bisa lebih mengenalNya, sehingga orang akan terdorong untuk fokus kepada agama, meninggikan agama dan manusia mencitrakan Tuhan sendiri-sendiri dan membentuk "agama" sendiri-sendiri yang eksklusif.

Karena itu Penulis tidak interest untuk menyebarkan agama (walaupun banyak orang mengatakan begitu)
Penulis hanya interest untuk menyampaikan ketuhanan yang benar
karena Tuhan sendiri tidak mengajarkan agama, apalagi menyebarkan agama
yang diajarkanNya adalah  Ketuhanan yang benar  dan  Hukum
supaya manusia mengenal Tuhan dengan benar, dan menyembah, beribadah dan berbakti kepadaNya dengan cara yang benar.

Jadi dalam ulasan mengenai spiritualitas ketuhanan ini harus dipahami bahwa Penulis tidak menekankan pada bentuk agama, apalagi sampai dianggap menjual agama. Agama adalah bersifat pribadi bagi para penganutnya. Apa agama yang dianut dan sejauhmana orangnya berkeagamaan / berketuhanan itu terserah orangnya sendiri. Seandainya para pembaca dan orang yang lain mempunyai laku dan jalan yang lain, jalan yang berbeda, silakan saja, tidak perlu dipertentangkan. Mudah-mudahan kita semua benar dapat sampai kepada Tuhan yang benar.

Tetapi mungkin di antara kita ada yang masih tidak bisa membedakan pengertian agama dengan ketuhanan walaupun sudah diusahakan menggunakan bahasa dan kalimat yang sederhana dan universal, karena kita sudah terbiasa berpikiran agama, sudah terbiasa berpikiran sempit hanya agama saja, sehingga segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan dan ketuhanan selalu dihubungkan dengan agama, dan setiap kita berbicara tentang Tuhan dan ketuhanan selalu dibelokkan menjadi berbicara agama, akibatnya setiap kita berbicara tentang Tuhan dan ketuhanan, jika kita berbicara dengan orang-orang yang seagama kita tidak boleh berbicara menyimpang dari yang sudah digariskan di dalam agama, supaya tidak dikatakan sesat, murtad, kafir, dan jika kita berbicara dengan orang yang berbeda agama selalu berpotensi memunculkan perselisihan.

Karena itu tidak semua orang cocok dan cukup bijak untuk berbicara tentang Tuhan dan ketuhanan. Hanya orang-orang yang sudah sepuh kejiwaan dan kepribadiannya saja yang cocok untuk berbicara tentang Tuhan dan ketuhanan.


Mungkin isi halaman ini terlalu tinggi untuk orang kebanyakan, sebaiknya dibaca hanya oleh pribadi-pribadi yang sepuh saja, atau dibaca hanya oleh orang-orang yang sudah menjalani sendiri laku kebatinan dan spiritual, terutama laku kebatinan dan spiritual ketuhanan dan laku kebatinan / spiritual untuk mencari kesejatian Tuhan yang dengan kearifan yang tinggi akan lebih bisa memahami isinya, dan mungkin juga akan bisa membuktikan sendiri kebenarannya.



________





  AGAMA dan KETUHANAN

https://sites.google.com/site/thomchrists/kebatinan-dan-spiritual-ketuhanan/spiritualitas-ketuhanan/Agama%20&%20Ketuhanan.jpg


Keterangan :

Entitas adalah suatu figur yang kepadanya manusia beriman dan beribadah.

Entitas diyakini mengeluarkan Sabda / Firman / Hukum / Aturan-aturan dan tuntunan dalam manusia beriman dan beribadah kepada Sang Entitas.

Sabda / Firman / Hukum / Aturan-aturan dan tuntunan itu dituangkan ke dalam suatu bentuk formal kitab suci.



Gambar 1  adalah skema diagram umum dari yang disebut Penghayat Ketuhanan yang jalan kepercayaannya tidak mengacu kepada suatu bentuk formal kitab suci dan tidak melalui nabi-nabi, tetapi mengacu langsung kepada Sang Entitas.

Pada jalan ketuhanan ini tidak ada agama dan bentuk formal kitab suci yang dijadikan induk kepercayaan. Semua orang yang mengimani jalan ketuhanan ini mengacu langsung kepada Entitas dan
kepada ajaran tokoh-tokoh kepercayaannya. Sekalipun di jalan ketuhanan ini ada suatu kelompok yang mempunyai bentuk tertulis tentang isi dan sikap ketuhanan mereka dan tentang tata aturan peribadatannya, tetapi mungkin itu tidak diakui oleh orang lain sebagai setara dengan kitab suci.

Jika terjadi perselisihan / perpecahan di jalan ketuhanan ini biasanya itu terjadi di level pemimpin kelompok / organisasi agama karena adanya perbedaan pandangan / interpretasi keagamaan di antara mereka. Para pengikutnya akan mengikuti salah satu kelompok / tokoh keagamaan yang mereka merasa cocok.

Jalan ketuhanan nomor 1 ini,
- contohnya pada jaman dulu adalah kelompok-kelompok penghayat ketuhanan jawa,
agama-agama kuno dan
  agama-agama tradisi di tempat-tempat yang belum terjamah agama-agama formal.
- contohnya pada jaman sekarang ini adalah
kelompok-kelompok penghayat ketuhanan / kebatinan dan
  orang-orang yang jalan keagamaan / ketuhanannya tidak mengikuti agama-agama (yang diakui) formal.




Gambar 2  adalah skema diagram umum dari yang disebut Penghayat Ketuhanan yang jalan kepercayaannya mengacu kepada suatu bentuk formal kitab suci.

Pada jalan ketuhanan ini tidak ada agama yang dijadikan agama induk. Semua orang yang mengimani jalan ketuhanan ini mengacu langsung kepada Entitas dan kitab sucinya.

Dalam jalan ketuhanan ini ada orang-orang penganutnya yang membentuk kelompok-kelompok / organisasi keagamaan sendiri-sendiri yang masing-masing ada pemimpinnya karena mereka dan kelompoknya itu merasa memiliki sesuatu yang menjadi pengikat kebersatuan mereka, misalnya karena mereka merasa memiliki interpretasi keagamaan yang berbeda dari penganut yang lain, atau mereka mengelompok mengikuti tokoh keagamaan tertentu.

Di jalan ketuhanan ini ada juga penganutnya yang umum yang merasa bebas untuk memilih jalan peribadatan mereka. Sekalipun di antara penganut yang umum ini ada yang peribadatannya mengikuti suatu kelompok / organisasi keagamaan tertentu, tetapi secara pribadi mereka tidak mengikatkan sikap dan isi keimanan mereka mengikuti sikap keimanan kelompok / organisasi keagamaan itu. Kepengikutan mereka dalam kelompok / organisasi itu hanya mereka jadikan sarana saja dalam mereka beribadah / berketuhanan, karena secara pribadi acuan keagamaan dan keimanan mereka adalah langsung kepada Sang Entitas dan kitab sucinya, bukan kepada kelompok / organisasi keagamaan itu, dan sikap keimanan pribadinya juga belum tentu semuanya sejalan dengan sikap keimanan kelompok / organisasi keagamaan yang peribadatannya diikutinya itu.

Dalam jalan ketuhanan ini baik penganutnya yang umum maupun kelompok-kelompok organisasi keagamaan semuanya mengacu langsung kepada Entitas dan kitab sucinya. Tidak ada agama yang dijadikan agama induk dan tidak ada tata aturan yang baku dan mengikat mengenai bagaimana keagamaan / peribadatan harus dilaksanakan. Orang-orang penganutnya yang umum dan masing-masing organisasi keagamaan boleh memiliki kebijakan sendiri-sendiri mengenai tata aturan peribadatan. Yang banyak berperan adalah kebijaksanaan keagamaan dan rasa ketuhanan mereka masing-masing.

Dengan demikian dalam jalan ketuhanan ini yang dijadikan induk kepercayaan adalah kepercayaan ketuhanan dan pengimanan mereka
masing-masing kepada Sang Entitas dan kitab sucinya itu yang mereka semua tidak boleh menyimpang dari itu supaya tidak dikatakan salah atau sesat. Tidak ada agama yang dijadikan agama induk dan tidak ada tata aturan peribadatan yang baku dan mengikat semua orang yang percaya kepada Sang Entitas dan kitab sucinya. Aturan-aturan yang baku mengenai sikap keimanan dan tata peribadatan hanya ada di dalam kelompok-kelompok / organisasi keagamaan saja (bersifat internal).

Jika terjadi perselisihan / perpecahan di jalan ketuhanan ini biasanya itu terjadi di level kelompok / organisasi agama karena adanya perbedaan pandangan / interpretasi keagamaan di antara kelompok-kelompok itu atau ada di antara mereka yang dianggap tidak sejalan dengan Entitas dan kitab sucinya yang seharusnya dijadikan acuan utama dalam mereka berketuhanan. Para pengikutnya akan mengikuti salah satu kelompok / tokoh keagamaan yang mereka merasa cocok.

Contoh jalan ketuhanan ini pada masa sekarang adalah kelompok-kelompok / organisasi keagamaan seperti Katolik, Kristen Protestan, Kristen Ortodok, gereja ini, gereja itu, dsb. Walaupun selama ini kelompok-kelompok / organisasi keagamaan itu kita sebut sebagai agama, sebenarnya itu adalah kelompok-kelompok / organisasi keagamaan, bukan agama.

W
alaupun mereka sendiri mungkin menganggap masing-masing kelompok mereka itu sebagai agama tersendiri
dan mereka sendiri juga membentuk kelompok mereka itu menjadi kelompok yang eksklusif yang berbeda dari kelompok / organisasi / gereja yang lain dan masing-masing juga membuat aturan sendiri-sendiri mengenai tata aturan peribadatan dan tata aturan keanggotaan, tetapi kelompok-kelompok itu tetap bukanlah agama yang berdiri sendiri-sendiri. Itu adalah kelompok-kelompok / organisasi keagamaan yang isinya adalah kumpulan para penganut jalan ketuhanan yang mengindukkan jalan ketuhanan dan peribadatannya kepada kelompok / organisasi keagamaan itu.



Gambar 3  adalah skema diagram umum dari yang disebut Agama.

Pada jalan ketuhanan ini kitab suci dan Sabda / Firman / Hukum / Aturan-aturan dan tuntunan di dalamnya (ditambah penjelasan / interpretasi dari tokoh-tokoh agamanya) menjadi dasar acuan dalam membentuk agama yang ideal yang sesuai dengan Entitas dan kitab sucinya itu. Ada agama yang dijadikan agama induk dan biasanya juga ada tata aturan peribadatan yang sudah baku, yang agama, tata aturan dan tata peribadatannya itu tidak boleh dilanggar. Agama menjadi bentuk formal jalan kepercayaan dan peribadatan kepada Sang Entitas.

Dalam jalan ketuhanan ini ada orang-orang penganutnya yang membentuk kelompok-kelompok / organisasi keagamaan sendiri-sendiri yang masing-masing ada pemimpinnya karena mereka dan kelompoknya itu merasa memiliki sesuatu yang menjadi pengikat kebersatuan mereka, misalnya karena mereka merasa memiliki interpretasi keagamaan yang berbeda dari penganut yang lain, atau mereka mengelompok mengikuti tokoh keagamaan tertentu.

Di jalan ketuhanan ini ada juga penganutnya yang umum yang jalan keagamaannya tidak menginduk kepada salah satu kelompok / organisasi, tetapi mengikuti aturan yang umum di dalam agama induknya. Sekalipun ada di antara penganut umum ini yang peribadatannya mengikuti suatu kelompok / organisasi keagamaan tertentu, tetapi secara pribadi mereka tidak mengikatkan sikap keimanan mereka mengikuti sikap keimanan kelompok / organisasi keagamaan itu. Kepengikutan mereka dalam kelompok / organisasi itu hanya mereka jadikan sarana saja dalam mereka beribadah / berketuhanan, karena secara pribadi acuan keagamaan dan keimanan mereka adalah kepada agama induknya, bukan kepada kelompok / organisasi keagamaan itu, dan sikap keimanan pribadinya juga belum tentu semuanya sejalan dengan sikap keimanan kelompok / organisasi keagamaan yang peribadatannya diikutinya itu.

Pada jalan ketuhanan ini baik penganutnya yang umum maupun kelompok-kelompok organisasi keagamaan semuanya mengacu kepada agama itu. Dengan demikian agama itu menjadi semacam agama induk yang para penganutnya, baik penganutnya yang umum maupun kelompok-kelompok organisasi keagamaan, tidak boleh menyimpang dari agama induk itu supaya tidak dikatakan salah atau sesat.

Jika terjadi perselisihan
di jalan ketuhanan ini biasanya itu terjadi di level kelompok / organisasi agama karena adanya perbedaan pandangan / interpretasi keagamaan di antara kelompok-kelompok itu atau ada di antara mereka yang dianggap tidak sejalan dengan agama induknya yang seharusnya dijadikan acuan utama dalam mereka berketuhanan dan berkeagamaan. Para pengikutnya akan mengikuti salah satu kelompok / tokoh keagamaan yang mereka merasa cocok.




 Ulasan :

Karena jalan ketuhanan adalah jalan yang dilakukan orang untuk percaya Tuhan dan untuk berketuhanan, maka apapun bentuk jalan ketuhanannya semuanya harus
dinilai dari benar-tidaknya Tuhan sesembahannya itu, sesudah itu barulah dinilai unsur-unsur lainnya yang terkait, bukannya menomor-satukan menilai benar-tidaknya "bentuk" agama atau jalan ketuhanannya.

Karena itu sebaiknya jangan dulu-dulu kita memperdebatkan mana agama / jalan ketuhanan yang benar dan mana yang tidak benar. Jangan terjebak dalam pemikiran manusiawi yang dangkal. Itu hanya layak dilakukan sesudah kita bisa
dengan benar menentukan mana Tuhan yang benar yang kepadaNya kita harus datang, menyembah dan beribadah.

Sesudah kita
tahu dengan benar mana Tuhan yang benar, yang kepadanya kita harus datang, menyembah dan beribadah, barulah kita menentukan jalan penyembahannya yang benar. Benar-tidaknya suatu laku / jalan penyembahan bisa dinilai berdasarkan rasa ketuhanan kita. Jangan lebih dulu memperdebatkan mana agama / jalan ketuhanan yang benar, atau memperdebatkan kebenaran agama, sebelum kita lebih dulu bisa dengan benar menentukan mana Tuhan sesungguhnya yang harus kita sembah, yang kepadaNya kita harus beribadah.

Dan untuk kita sendiri, sebelum kita menentukan pilihan mengenai agama / jalan ketuhanan yang akan kita jalani seharusnya kita sudah lebih dulu tahu dengan benar mana Tuhan yang benar yang kepadaNya kita harus
datang, menyembah dan beribadah. Agama / jalan ketuhanan yang sesuai dengan Entitas yang kita tuju itulah yang harus kita jalani.


Gambar 1  adalah skema diagram umum dari yang disebut Penghayat Ketuhanan yang jalan kepercayaannya tidak mengacu kepada suatu bentuk formal kitab suci dan tidak melalui nabi-nabi, tetapi mengacu langsung kepada Sang Entitas.

Dibanding jalan ketuhanan yang lain, pada jalan ketuhanan ini jarak para penganutnya dengan Sang Entitas sesembahannya lebih pendek, karena mereka berusaha tersambung / terhubung langsung dengan
Sang Entitas sesembahannya tanpa melalui perantara. Perantaranya hanyalah orang-orang yang menjadi pengajar / penuntun kerohaniannya saja atau kelompok keagamaan yang diikutinya, sedangkan dalam kehidupan sehari-hari mereka bisa beribadah dengan berusaha sendiri menghubungkan dirinya dengan Sang Entitas.

Potensi kelemahan pada jalan ketuhanan ini, bila kita menjadi salah satu penganutnya, terutama adalah pada hal-hal yang berhubungan dengan Sang Entitas itu sendiri, misalnya :

1. Mungkin saja Sang Entitas adalah benar sebagai Entitas / Pribadi tertinggi yang memang sudah seharusnya kita sembah dan kepadanya kita harus beribadah. Tetapi karena pengenalan kita tentang Sang Entitas hanyalah berdasarkan hubungan kita yang pribadi dengan Sang Entitas, maka pengetahuan kita
tentang Sang Entitas menjadi terbatas. Mungkin saja kita tidak tahu bahwa sebenarnya Sang Entitas sudah banyak mengeluarkan firman dan hukum (yang sudah dituliskan dalam bentuk formal kitab suci) atau mungkin saja Sang Entitas sebenarnya mempunyai jalan lain yang seharusnya jalan itulah yang kita jalani untuk menyelaraskan jalan ketuhanan kita dengan jalan ketuhanan yang dikehendakiNya.

2. Pengenalan terhadap Sang Entitas masih sebatas sebagai Roh Agung Alam Semesta. Walaupun para penganutnya dapat merasakan keajaiban illahi dari laku ketuhanannya itu, tetap saja jalan penyembahannya itu masih belum sampai pada Pribadi yang menjadi Tuhan, baru sampai pada Tuhan
sebagai Roh Agung Alam Semesta.

3.
Pengenalan terhadap Sang Entitas masih sebatas sebagai Roh Bumi. Pada jalan ketuhanan ini biasanya ada banyak interaksi para penganutnya dengan mahluk halus dan kekuatan alam karena itu juga menjadi bagian dari jalan kepercayaannya. Jalan penyembahannya belum sampai pada Pribadi yang menjadi Tuhan.

4.
Sang Entitas ternyata bukanlah Entitas / Pribadi tertinggi yang seharusnya disembah dan bukan kepadanya seharusnya kita beribadah. Masih ada Entitas lain yang lebih tinggi lagi yang seharusnya kita sembah dan kepadanya kita harus beribadah.

5. Sang Entitas ternyata palsu / fiktif, tidak ada sosoknya. Dan bukan kepadanya kita harus menyembah dan beribadah. Sang Entitas hanyalah hasil imajinasi manusia saja (atau penyesatan). Pengajarnya adalah nabi-nabi palsu. Kekuatan gaib dan keajaiban yang dinikmati oleh para penganutnya, walaupun itu dianggap berasal dari Tuhan, tetapi sesungguhnya itu bukanlah dari Tuhan, tetapi dari kekuatan ilmu sihir atau ilmu gaib / khodam atau dari kekuatan lain yang bukan Tuhan.

Secara keseluruhan potensi kelemahan yang utama pada jalan ketuhanan ini, bila kita menjadi salah satu penganutnya, adalah pada pengenalan kita sendiri tentang Sang Entitas.

Sang Entitas yang kita kenal itu haruslah benar sebagai Entitas / Pribadi tertinggi yang memang sudah seharusnya kita sembah dan kepadanya kita harus beribadah.

Jangan sampai Sang Entitas yang kita kenal itu ternyata bukanlah Entitas / Pribadi tertinggi yang seharusnya disembah dan bukan kepadanya seharusnya kita beribadah, karena ternyata masih ada Entitas lain yang lebih tinggi lagi yang seharusnya kita sembah dan kepadanya kita harus beribadah. Dan jangan sampai Sang Entitas yang kita sembah itu ternyata palsu / fiktif.

Dan karena pengenalan kita tentang Sang Entitas hanya sebatas hubungan kita yang pribadi dengan Sang Entitas, jangan sampai kita tidak tahu bahwa sebenarnya Sang Entitas sudah banyak mengeluarkan firman dan hukum (yang sudah dituliskan dalam bentuk formal kitab suci) atau
Sang Entitas
sebenarnya mempunyai jalan lain yang seharusnya jalan itulah yang kita jalani untuk menyelaraskan jalan ketuhanan kita dengan jalan ketuhanan yang dikehendakiNya.

Bila jalan ketuhanan kita adalah mengikuti jalan ketuhanan ini, bila kelemahan-kelemahan utama itu terjadi pada kita maka jalan penyembahan kita itu tidak pasti akan 
mengantarkan kita dengan selamat kepada Pribadi yang menjadi Tuhan.

Jadi secara keseluruhan supaya jalan penyembahan kita itu lebih pasti akan mengantarkan kita selamat kepada Tuhan maka Sang Entitas yang kita sembah itu haruslah benar Sang Entitas / Pribadi Tertinggi yang memang sudah seharusnya kita sembah dan kepadanya kita harus beribadah, dan kita harus tahu dan menjalankan dengan benar jalan keagamaan yang dikehendakiNya.



Gambar 2  adalah skema diagram umum dari yang disebut Penghayat Ketuhanan yang jalan kepercayaannya mengacu kepada suatu bentuk formal kitab suci.

Dibandingkan jalan ketuhanan 1 di atas, pada jalan ketuhanan ini jarak para penganutnya dengan Sang Entitas sesembahannya lebih panjang. Pengenalan mereka terhadap Sang Entitas lebih banyak didasarkan pada apa yang sudah tertulis di dalam kitab suci mereka ditambah tuntunan dari orang-orang pengajar / penuntun kerohaniannya atau dari kelompok keagamaan yang diikutinya.

Potensi kelemahan pada jalan ketuhanan ini, bila kita menjadi salah satu penganutnya, selain mempunyai kelemahan yang sama dengan yang sudah dituliskan mengenai jalan ketuhanan 1 di atas, yaitu pada hal-hal yang berhubungan dengan Sang Entitas itu sendiri, juga masih ada tambahan potensi kelemahan lainnya yang berhubungan dengan kitab sucinya, misalnya :

1. Mungkin saja Sang Entitas adalah benar sebagai Entitas / Pribadi tertinggi yang memang sudah seharusnya kita sembah dan kepadanya kita harus beribadah dan isi kitab sucinya juga berasal dari Sang Entitas.

Kitab sucinya itu dan interpretasi terhadap isi tulisan di dalamnya bisa menjadi sumber perdebatan bila ada perbedaan pandang terhadapnya dan bisa menjadi sumber perpecahan pada para penganutnya. Apalagi bila ada tendensi dari orang-orang tertentu yang ingin membangun kelompok keagamaan tersendiri yang terpisah dari kelompok yang lain.

2. Pengenalan kita pribadi tentang Sang Entitas masih terbatas karena pengenalan kita tentang Sang Entitas hanya didasarkan pada apa yang sudah tertulis saja di dalam kitab suci dan berdasarkan penjelasan dan interpretasi dari penuntun kerohanian kita. Itu akan menjadi masalah bila ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menyesatkan kita dengan mengatakan bahwa kitab suci kita itu tidak benar, palsu, dsb, atau ada orang yang sengaja menyesatkan dengan menunjukkan firman-firman lain yang walaupun bukan berasal dari Sang Entitas tetapi itu dikatakannya berasal dari Sang Entitas. Karena pengenalan kita tentang pribadi Sang Entitas masih terbatas, dan kita sendiri juga belum bisa terhubung langsung dengan Sang Entitas, maka kita akan kesulitan untuk menentukan dengan pasti mana firman dan hukum yang sungguh-sungguh berasal dari Sang Entitas dan mana yang bukan. Kita akan mudah disesatkan.

3. Terlebih lagi bila kita sendiri kurang mengerti kitab suci dan lebih banyak mendasarkan jalan kepercayaan / keimanan kita pada "pendapat keagamaan" dan dogma dan doktrin dari para imam / pemimpin agama, kita akan lebih mudah lagi tersesat karena kita tidak dapat menentukan sendiri mana laku keagamaan / peribadatan yang benar dan mana yang salah yang seharusnya tidak kita ikuti. Swarga nunut naroko katut.

4. Bila pengenalan terhadap Sang Entitas ternyata masih sebatas sebagai Roh Agung Alam Semesta saja, atau Roh Bumi, atau
Sang Entitas ternyata bukanlah Entitas / Pribadi tertinggi yang seharusnya disembah dan bukan kepadanya seharusnya kita beribadah, ada kemungkinannya bahwa kitab sucinya itu tidak berasal dari Sang Entitas, tetapi adalah hasil interpretasi pribadi dari orang-orang pengajar / pencetus jalan keagamaannya.

5. Terlebih lagi bila Sang Entitasnya itu ternyata palsu / fiktif, tidak ada sosoknya. Kitab sucinya itu dan firman-firmannya hanyalah hasil imajinasi manusia belaka atau berasal dari sesuatu yang lain yang bukan Tuhan (penyesatan).
Pengajarnya adalah nabi-nabi palsu. Kekuatan gaib dan keajaiban yang dinikmati oleh para penganutnya, walaupun itu dianggap berasal dari Tuhan, tetapi sesungguhnya itu bukanlah dari Tuhan, tetapi dari kekuatan ilmu sihir atau ilmu gaib / khodam atau dari kekuatan lain yang bukan Tuhan.

Secara keseluruhan potensi kelemahan yang utama pada jalan ketuhanan 2 ini, bila kita menjadi salah satu penganutnya, adalah pada pengenalan kita sendiri tentang Tuhan yang benar dan kitab sucinya.

Sang Entitas yang kita
sembah itu haruslah benar sebagai Entitas / Pribadi tertinggi yang memang sudah seharusnya kita sembah dan kepadanya kita harus beribadah.

Diperlukan tambahan laku dari kita untuk kita bisa mengenal sendiri Sang Entitas (pendalaman kebatinan / spiritual ketuhanan). Jangan sampai Sang Entitas yang kita
sembah itu ternyata bukanlah Entitas / Pribadi tertinggi yang seharusnya kita sembah dan bukan kepadanya seharusnya kita beribadah, karena ternyata masih ada Entitas lain yang lebih tinggi lagi yang seharusnya kita sembah dan kepadanya kita harus beribadah. Dan jangan sampai Sang Entitas yang kita sembah itu ternyata palsu / fiktif.

Selain itu kita sendiri harus juga mengerti kitab suci.


Sesudah kita bisa mengenal
sendiri sisi pribadi Sang Entitas yang mengeluarkan firman dan mengenal juga kehendak-kehendak dan sikap berpikir Sang Entitas, ketika kita menemukan suatu firman / tulisan / ajaran kita akan lebih bisa mengenali apakah firman / ajaran itu benar berasal dari Sang Entitas. Kita tidak akan mudah ditipu / disesatkan oleh adanya firman dan ajaran yang sebenarnya bukan berasal dari Sang Entitas dan kita juga tidak akan mudah disesatkan oleh adanya firman dan ajaran yang walaupun itu dikatakan sebagai firman / kehendak dari Sang Entitas tetapi sebenarnya itu adalah ajaran palsu yang berasal dari seseorang atau dari sesuatu yang bukan Sang Entitas, dan kita juga akan bisa menilai sendiri mana laku keagamaan / peribadatan yang benar dan mana yang salah yang seharusnya tidak kita ikuti.

Jadi secara keseluruhan Sang Entitas yang kita kenal itu haruslah benar Sang Entitas / Pribadi tertinggi yang memang sudah seharusnya kita sembah dan kepadanya kita harus beribadah, juga kita harus tahu kitab suci dan menjalankan dengan benar jalan keagamaan yang dikehendakiNya.



Gambar 3  adalah skema diagram umum dari yang disebut Agama.

Dibandingkan jalan ketuhanan 1 dan 2 di atas, pada jalan ketuhanan 3 ini jarak para penganutnya dengan Sang Entitas sesembahannya lebih panjang lagi. Pengenalan mereka terhadap Sang Entitas sangat bergantung pada apa yang sudah dianggap benar saja dalam agama mereka ditambah yang dianggap benar oleh orang-orang pengajar / penuntun kerohanian mereka atau kelompok keagamaan yang mereka ikuti.

Potensi kelemahan pada jalan ketuhanan ini, bila kita menjadi salah satu penganutnya, selain mempunyai kelemahan yang sama dengan yang sudah dituliskan mengenai jalan ketuhanan 1 dan 2 di atas, yaitu pada hal-hal yang berhubungan dengan Tuhan itu sendiri dan pada hal-hal yang berhubungan dengan kitab sucinya, juga masih ada tambahan kelemahan lainnya yang berhubungan dengan agama atau jalan keagamaannya sbb :

Entah Sang Entitas adalah benar sebagai Entitas / Pribadi tertinggi yang sudah seharusnya kepadanya kita menyembah dan beribadah dan entah isi kitab sucinya itu benar berasal dari Sang Entitas, asumsi ini berlaku.

Karena agama atau "bentuk" jalan ketuhanan lainnya dan bentuk peribadatannya adalah hasil interpretasi manusia yang disesuaikan dengan isi kitab sucinya, maka agama itu sendiri dan bentuk-
bentuk peribadatannya bisa menjadi sumber perdebatan tersendiri bila ada perbedaan pandang di dalamnya dan bisa menjadi sumber perpecahan pada para penganutnya. Apalagi bila ada tendensi dari orang-orang tertentu yang ingin membangun kelompok keagamaan tersendiri yang terpisah dari kelompok yang lain.

Dan karena pengenalan kita sendiri tentang Sang Entitas lebih banyak didasarkan pada apa yang sudah dianggap benar saja oleh agama ditambah yang dianggap benar oleh orang-orang pengajar / penuntun kerohanian kita atau kelompok keagamaan yang kita ikuti, berarti pengenalan kita pribadi tentang Sang Entitas masih sangat terbatas.

Itu akan menjadi masalah bila ada
orang tertentu yang menyatakan suatu dalil atau hukum atau ada orang yang menunjukkan firman-firman yang walaupun bukan berasal dari Sang Entitas tetapi itu dikatakannya berasal dari Sang Entitas / Nabi dan itu harus dianggap benar dan harus dijalankan dalam kita beribadah. Karena pengenalan kita pribadi tentang Sang Entitas masih terbatas, maka kita akan kesulitan untuk menentukan dengan pasti mana firman dan dalil yang sungguh-sungguh berasal dari Sang Entitas dan mana yang bukan. Kita akan mudah sekali disesatkan.

Apalagi bila jalan ketuhanan / keagamaan kita mengikuti suatu aliran tertentu, mazab atau sekte, yang kita sangat berpegang pada semua yang ditentukan oleh pemimpin keagamaannya,
kita akan lebih lagi kesulitan untuk menentukan dengan pasti mana firman dan dalil yang sungguh-sungguh berasal dari Sang Entitas dan mana yang bukan dan kita juga akan sulit untuk menentukan mana laku keagamaan / peribadatan yang benar dan mana yang salah. Kita akan mudah sekali tersesat karena kita tidak dapat menilai sendiri mana laku keagamaan / peribadatan yang benar dan mana yang salah, karena entah benar ataupun tidak, semuanya harus kita anggap benar dan harus kita jalankan bila itu diajarkan langsung oleh pemimpin agama / imam kita.

Terlebih lagi bila kita sendiri kurang mengerti kitab suci dan lebih banyak mendasarkan jalan kepercayaan / keimanan kita pada "pendapat keagamaan" dan dogma dan doktrin dari para imam / pemimpin agama dan tokoh-tokoh agama atau tokoh-tokoh lain yang dimuliakan orang, kita akan lebih mudah lagi tersesat karena kita tidak dapat menentukan sendiri mana laku keagamaan / peribadatan yang benar dan mana yang salah yang seharusnya tidak kita ikuti. Swarga nunut naroko katut.

Secara keseluruhan potensi kelemahan yang utama pada jalan ketuhanan 3 ini, bila kita menjadi salah satu penganutnya, adalah pada pengenalan kita sendiri tentang Tuhan yang benar dan kitab sucinya dan pengenalan atas laku keagamaan / peribadatan yang benar yang seharusnya kita ikuti. Jangan mengikuti laku keagamaan / peribadatan yang salah yang seharusnya tidak kita ikuti.

Dan panjangnya jarak kerohanian para penganutnya dengan Entitas sesembahannya yang harus melalui banyak pendapat dan ajaran mazab dan sekte dan harus mengikuti apa yang sudah tertulis di dalam agama induk mereka beserta aturan-aturannya yang ditetapkan oleh tokoh-tokoh agamanya jalan ketuhanan jenis ini sudah banyak menyebabkan para penganutnya tidak bisa mengenal langsung Tuhannya. Bahkan tokoh-tokoh agamanya sendiri mungkin juga menjadi tidak tahu lagi siapa sejatinya Tuhan mereka, mungkin juga tidak tahu siapa aslinya nama Tuhan mereka.
Mereka terlalu sibuk dengan agama mereka.


______



Gambar skema dan ulasan di atas dimaksudkan untuk memberikan kita gambaran bahwa ada banyak sekali bentuk dan jalan orang berketuhanan dan supaya kita lebih bisa membedakan agama dengan ketuhanan, supaya lebih luas lagi pengetahuan kita.

Masing-masing agama "merasa" mempunyai Entitas sendiri-sendiri yang berbeda dari Entitas-nya agama lain. Karena itu tidak semua agama menyembah dan mengantarkan orang kepada Entitas yang sama, karena Entitas yang mereka tuju memang tidak sama. Pemahaman dan persepsi orang tentang Tuhan / Entitas juga tidak semuanya sama. Orang mempunyai persepsi dan citra sendiri-sendiri tentang Tuhan / Entitas yang menjadi tujuannya beragama dan beribadah.

Orang yang akan menganut suatu agama atau suatu jalan ketuhanan seharusnya ia sudah lebih dulu tahu siapa Entitas yang benar yang seharusnya menjadi tujuannya dalam ia beragama dan beribadah. Sesudah itu barulah ia menganut agama atau jalan ketuhanan yang benar sesuai Entitas yang ditujunya itu. Jangan lebih dulu memperdebatkan mana agama yang benar atau memperdebatkan kebenaran agama tanpa lebih dulu tahu dengan benar siapa Entitas sesungguhnya yang seharusnya ditujunya. Jangan menganut agama dan jalan ketuhanan yang salah, jangan menyembahNya dengan jalan penyembahan yang salah, dan jangan berbakti kepadaNya dengan cara yang salah. Jangan sampai laku kita berketuhanan ternyata sama sekali tidak mengantarkan kita kepada Tuhan yang benar.

Jalan ketuhanan no. 1, 2 dan 3 di atas masing-masing mempunyai potensi kelemahan sendiri-sendiri. Karena itu apapun jalan ketuhanan kita selalu saja ada potensi bahwa jalan ketuhanan kita itu tidak tepat dan belum tentu nantinya akan selamat mengantarkan kita kepada Tuhan yang sesungguhnya.

Karena jalan ketuhanan adalah jalan yang dilakukan orang untuk percaya Tuhan dan untuk berketuhanan, maka apapun bentuk jalan ketuhanannya semuanya harus dinilai lebih dulu dari benar-tidaknya Tuhan yang menjadi sesembahannya itu, sesudah
itu barulah dinilai unsur-unsur lainnya yang terkait, bukannya menomor-satukan menilai benar-tidaknya "bentuk" agama atau jalan ketuhanannya.

Sesudah kita tahu dengan benar mana Tuhan yang benar, yang kepadanya kita harus datang, menyembah dan beribadah, barulah kita menentukan jalan penyembahannya yang benar. Benar-tidaknya suatu laku / jalan penyembahan bisa dinilai berdasarkan rasa ketuhanan kita. Jangan lebih dulu memperdebatkan mana jalan ketuhanan yang benar, atau memperdebatkan kebenaran agama, sebelum kita lebih dulu bisa dengan benar menentukan mana Tuhan sesungguhnya yang harus kita sembah, yang kepadaNya kita harus beribadah.

Dan untuk kita sendiri, sebelum kita menentukan pilihan mengenai jalan ketuhanan yang akan kita jalani seharusnya kita sudah lebih dulu tahu dengan benar mana Tuhan yang benar yang kepadaNya kita harus
datang, menyembah dan beribadah. Jalan ketuhanan yang sesuai dengan Entitas yang kita tuju itulah yang harus kita jalani.

Bila kita sudah mengenal sisi pribadi Sang Entitas yang mengeluarkan firman dan mengenal juga kehendak-kehendak dan sikap berpikir Sang Entitas, ketika kita menemukan suatu firman / tulisan / ajaran kita akan lebih bisa mengenali apakah firman / ajaran itu benar berasal dari Sang Entitas. Kita tidak akan mudah ditipu / disesatkan oleh adanya firman dan ajaran yang sebenarnya bukan berasal dari Sang Entitas dan kita juga tidak akan mudah disesatkan oleh adanya firman dan ajaran yang walaupun itu dikatakan sebagai firman / kehendak dari Sang Entitas tetapi sebenarnya itu adalah ajaran palsu yang berasal dari seseorang atau dari sesuatu yang bukan Sang Entitas, dan kita juga akan bisa menilai sendiri mana laku keagamaan / peribadatan yang benar dan mana yang salah yang seharusnya tidak kita ikuti.

Gambar skema dan ulasan di atas dimaksudkan untuk memberikan kita gambaran bahwa ada banyak sekali bentuk dan jalan orang berketuhanan dan supaya kita lebih bisa membedakan agama dengan ketuhanan, supaya lebih luas lagi pengetahuan kita. Jangan semua yang berhubungan dengan Tuhan dan ketuhanan dianggap sama dengan agama, dan jangan jika seseorang berbicara tentang Tuhan dan ketuhanan dianggap ia membicarakan / mempromosikan / menjual agama.

Dangkal sekali kita ini bila kita memperdebatkan mana agama yang benar atau memperdebatkan kebenaran agama, apalagi fanatik dengan agama sampai tega menganiaya dan membunuhi orang demi agama tanpa lebih dulu kita tahu dengan benar mana Tuhan yang benar yang seharusnya agama dan peribadatannya kita jalankan.

Mungkin dari sini kita akan bisa memahami bahwa Tuhan, sikap ketuhanan dan jalan ketuhanan seseorang adalah hubungan yang pribadi
seseorang dengan Entitas yang menjadi tujuan keimanannya, sehingga seharusnya agama (dan keimanan) tidak dipaksakan kepada orang lain.




________




Allah itu Gaib.

Keberadaan Tuhan hanya bisa dirasakan secara roh, karena itu untuk mempelajarinya juga harus dilakukan dengan mengedepankan roh (kebatinan / spiritual).  Pencarian kesejatian Tuhan dan pengetahuan tentang "Sosok Pribadi" yang menjadi Tuhan melibatkan pengetahuan gaib berdimensi tinggi, diperlukan pengertian yang dalam tentang kegaiban, kebatinan dan spiritual, tidak bisa dijalani hanya dengan mendalami agama saja, karena itu hanya akan memunculkan banyak pencitraan dan pengkultusan saja, dogma dan doktrin saja.

Tuhan (Sosok Tuhan, Pribadi yang menjadi Tuhan, kesejatianNya
dan keberadaanNya) adalah materi spiritual yang tertinggi. Karena itu tidak banyak orang yang mampu mencapai pengetahuannya, tidak banyak orang yang mampu dengan benar mengenal Tuhan (Sosok, Pribadi Tuhan dan kesejatianNya),
bahkan banyak orang yang walaupun agamis, tetapi tidak tahu siapa sesungguhnya Tuhannya. Lebih banyak orang yang untuk menutupi ketidaktahuannya tentang Tuhan mereka memunculkan dogma dan pengkultusan tentang Tuhan seolah-olah dirinya benar tahu Tuhan.

Karena itulah banyak orang yang menekuni kebatinan / spiritual melakukan pencarian Tuhan banyak yang mempunyai lingkaran halo di belakang kepalanya sebagai tanda kuatnya laku kebatinan / spiritual mereka.

Orang-orang yang memiliki sinar lingkaran halo berwarna kuning dan emas menandakan bahwa orang-orang tersebut sudah menjalani tingkatan pengetahuan spiritual dimensi yang tertinggi, yaitu spiritual ketuhanan, biasanya adalah laku kebatinan dan spiritual dalam rangka pencarian ketuhanan. Laku spiritual ketuhanan ini bukan dijalani dengan hanya mempelajari atau mendalami agama saja, bukan juga dengan hanya membaca / mewirid doa atau amalan doa, tetapi dijalani dengan perbuatan nyata untuk menemukan "Sosok" Tuhan dan keberadaanNya beserta aspek ketuhanan lain di dalamnya dan untuk menelisik kesejatian dan kebenaran dari laku ketuhanannya dengan cara olah kebatinan dan spiritual.


Penulis sudah menuliskan di banyak tulisan tentang Tuhan dan ketuhanan dan spiritualitas ketuhanan bahwa dari tempat keberadaanNya Allah memancarkan "Energi"-Nya ke seluruh penjuru bumi, sehingga semua orang di berbagai penjuru bumi bisa merasakan adanya tarikan rasa untuk bertuhan dan berketuhanan.

Pancaran 'Energi' Tuhan itu disebut Roh Agung Alam Semesta yang
dengan rohnya orang bisa merasakannya dimana-mana dimanapun ia berada di seluruh belahan bumi ini, karena pancaran Energi-Nya itu memang juga terpancar kemana-mana ke seluruh penjuru bumi, menjadi Roh Bumi. Roh Agung Alam Semesta atau Roh Bumi itu disembah orang dalam banyak bentuk agama dan jalan ketuhanan.

Dari sifat-sifat Energi-Nya itu orang bisa "merasakan" sifat-sifat
Allah, dan bisa dirasakan juga kehendak-kehendak Allah, disebut orang sebagai Cahaya Allah. Itulah yang umumnya dirasakan oleh orang-orang yang berusaha menyelami sifat-sifat Allah dan yang mendalami agama, yaitu Cahaya Allah, sifat-sifat Allah yang dirasakan orang dari rasa 'Energi' Roh Agung Alam Semesta, yang Cahaya Allah itu dirasakan menyelimuti semua kehidupan di bumi.

Itulah yang umum diajarkan di dalam agama, yaitu Tuhan (Roh Agung Alam Semesta) dan Cahaya Allah yang menggambarkan sifat-sifat dan kehendak-kehendak
Allah, ajaran agama yang didasarkan pada kesepuhan ketuhanan. Pengetahuan mereka hanya sedikit, karena mereka belum sampai pada pengetahuan tentang Sosok Allah, Pribadi yang menjadi Allah dan KeberadaanNya, dan belum bisa tersambung langsung dengan Tuhan sehingga mereka tidak sungguh-sungguh mengetahui apa sesungguhnya yang menjadi kehendak Allah (mereka akan banyak memunculkan pemikiran dan pendapat sendiri dan dogma dan pengkultusan tentang Tuhan dan kehendak-kehendakNya).
 
Tetapi pengetahuan tentang Tuhan yang hanya sebatas Roh Agung Alam Semesta itu tidak memuaskan para pelaku pencari Tuhan. Dengan rohnya, dengan
olah laku kebatinan dan spiritual mereka berusaha mencari Tuhan sampai bisa ditemukan seperti apa SosokNya, siapa sesungguhnya Pribadi yang menjadi Tuhan dan dimana tepatnya keberadaanNya. Dengan demikian mereka berharap bahwa nantinya mereka akan bisa lebih baik lagi dalam mereka menyelaraskan diri dan kehidupan mereka dengan yang menjadi kehendak Tuhan dan akan semakin terbuka peluang untuk nantinya mereka bisa kembali menyatu dengan Tuhan.

Tetapi tidak semua orang yang mencari Tuhan itu berhasil dalam usahanya. Apalagi Tuhan juga tidak kepada semua orang Ia berkenan menunjukkan diriNya, karena Tuhan mempunyai jalanNya sendiri.
Dengan demikian pengetahuan orang-orang tersebut masih tetap hanya sebatas Tuhan sebagai Roh Agung Alam Semesta saja dan sifat-sifat Tuhan dari Cahaya-Nya yang itu diajarkan menjadi bagian dalam agama / kepercayaan ketuhanan mereka.


Tetapi diluar itu ada tokoh-tokoh agama jawi sebelum datangnya agama Islam yang berhasil "bertemu" dengan Tuhan dalam "Penampakkan"-Nya serupa bola energi besar bercahaya kuning terang benderang (Roh Kudus) yang itu hanya bisa dilihat secara batin dan roh saja. Mereka juga bisa tersambung kontak rasa dan batin dengan Tuhan, bisa mendapatkan pengajaran-pengajaran langsung dari Tuhan, sehingga mereka bisa mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang kesejatian manusia, kesejatian hidup, dsb, yang itu kemudian mereka ajarkan dalam banyak nama dan istilah dalam kepercayaan jawa.

Karena itu selain tuntunan kerohanian / keagamaan yang diberikan oleh tokoh-tokoh agamanya, agama-agama jawi mengajarkan para penganutnya untuk bisa fokus batin kontak rasa langsung dengan Tuhan dan untuk bisa mendapatkan pengajaran-pengajaran langsung dari Tuhan,
olah roso untuk manunggaling kawula lan Gusti, sehingga mereka masing-masing secara pribadi bisa menjadi lebih mengerti sifat-sifat Tuhan dan kehendak Tuhan atas kehidupan mereka dan pemahaman itu mereka jalankan dalam kehidupan mereka sehari-hari, mereka menyelaraskan kehidupan mereka dengan jalan kehidupan yang selaras dengan kehendak Tuhan. Karena itu mereka tidak membutuhkan Nabi dan kitab suci, karena hubungan mereka dengan Tuhan bersifat langsung, pribadi dan personal.

Pencapaian kebatinan ketuhanan orang-orang Jawa itu belum bisa disebut sebagai manunggal dengan Tuhan, belum mencapai tahap kasampurnan. Walaupun mereka sudah bisa tersambung dengan Tuhan dan sudah bisa kontak rasa dan batin dengan Tuhan, tetapi ternyata Tuhan masih belum berkenan manunggal dengan mereka, karena Tuhan mempunyai jalanNya sendiri. Tetapi ketekunan mereka dalam usaha mereka mengenal langsung Tuhannya, berusaha senantiasa tersambung kontak rasa dan batin dengan Tuhan dan sepenuh hati menyelaraskan pemahaman ketuhanan mereka dalam kehidupan mereka sehari-hari sudah mendapatkan perhatian tersendiri dari Tuhan. Usaha mereka tidak ada yang sia-sia, karena dibandingkan manusia-manusia lain di tempat-tempat dan belahan bumi lain mereka dan tanah Jawa mendapatkan nilai tersendiri di mata Tuhan, mereka akan mendapatkan kemuliaan dan kemurahan tersendiri dari Tuhan pada akhir zaman.

Dan dengan jalan kebatinan ketuhanan mereka itu mereka memiliki pemahaman sendiri yang cukup mendalam tentang Tuhan, tidak perlu memunculkan dogma dan pengkultusan tentang Tuhan seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang sok tahu tentang Tuhan.

Apapun agama yang mereka anut, mereka memiliki pemahaman sendiri tentang
Tuhan, dan pemahaman itu mereka wujudkan dalam keseharian kehidupan mereka. Mereka berusaha mendekatkan hati mereka dengan Tuhan dan berusaha menyelaraskan jalan hidup dan perbuatan-perbuatan mereka dengan yang menjadi kehendak Tuhan sesuai yang mereka pahami. Pengertian Manunggaling Kawula Lan Gusti dalam konsep kejawen adalah hubungan manusia dengan Tuhannya secara langsung dan pribadi , dengan rasa, dengan batin.  Itulah yang disebut Agama Kaweruh , yang orang-orangnya berusaha mengerti dan mengenal Tuhan secara langsung dan pribadi sehingga orang memiliki pemahaman yang dalam tentang agamanya dan tentang Tuhan sesembahannya.



_________



  TUHAN


 A    Bapak Javanese2000 Yth, selamat malam.
Saya ingin menanyakan mengenai pengertian Roh Kudus dari diagram terlampir, sepertinya tidak seperti yang dijelaskan oleh bapak Javanese2000, untuk bagian segitiga sepertinya salah ya pak ?
Mohon pencerahannya.

terimakasih sebelumnya

salam

https://sites.google.com/site/thomchrists/Kebatinan-dan-Spiritual/kebatinan-dalam-keagamaan-2/Shield-Trinity-Scutum-Fidei-English.svg.png


 J :     Diagram itu saya nilai ada benarnya, tapi tidak sepenuhnya benar seperti pemahaman saya.
Mudah2an cara kita membaca diagram itu sama.

Inti perbedaan yang utama ada pada pemahaman tentang siapa Pribadi yang menjadi Tuhan dan pemahaman tentang status masing2 Pribadi yang ada di dalam diagram itu.

Minimal ada 3 poin dalam diagram itu yang menjadi perbedaan dengan pemahaman saya.

Di dalam diagram itu :
1. Masing2 Pribadi diartikan sebagai Tuhan,
2. Masing2 Pribadi sederajat dalam posisinya sebagai Tuhan.
3. Masing2 Pribadi diartikan sebagai Pribadi sendiri2 yang berdiri terpisah dari Pribadi2 yang lain.


Dalam pemahaman saya pribadi :

1. Yang disebut Tuhan adalah ketiga Pribadi itu sebagai satu kesatuan.

2. Derajat tertinggi yang menjadi Tuhan adalah The Holy Spirit,
tetapi yang berperan utama (yang bertindak) sebagai Tuhan adalah The Father dan The Son.
Di dalam perbuatan2 dan tindakan sebagai Tuhan, derajat The Father lebih tinggi daripada The Son.
The Son melaksanakan apa yang sudah ditentukan oleh The Father, karena itu The Father memasukkan The Son ke dalam Kebesaran dan KemuliaanNya, sehingga Anak dimuliakan di dalam Bapa.

3. Di dalam diagram itu masing2 Pribadi diartikan sebagai Pribadi2 tersendiri, diartikan sebagai Pribadi2 yang saling terpisah dari Pribadi2 yang lain.
Umumnya juga orang mengartikan The Holy Spirit hanya sebagai Roh Allah yang diturunkan / diberikan kepada manusia pada saat baptisan.

Saya pribadi memahami bahwa masing2 Pribadi bukanlah Pribadi sendiri2 yang terpisah dari Pribadi2 yang lain, tetapi adalah satu kesatuan dalam kerangka besar The Holy Spirit.
The Holy Spirit berfungsi dalam kerangka besarnya sebagai Roh Allah, bukan sebagai Pribadi tersendiri, tetapi sebagai unsur yang menyatukan semua Pribadi2 dalam satu wadah kesatuan Allah.
The Holy Spirit menjiwai dan menyatukan The Father dan The Son sebagai satu kesatuan di dalam perbuatan2 dan tindakan sebagai Tuhan. Semuanya ada di dalam kerangka besar The Holy Spirit.

Kapan2 akan saya gambarkan diagram saya kalau saya bisa menggambarnya di komputer.
terima kasih


 A    Bapak Javanese2000 Yth., terimakasih banyak atas pencerahannya.
Penjelasan bapak sangat membantu kebimbangan saya mengenai Ketiga Entitas ini.
Dari yang saya dengar dan baca, di gereja dan bacaan Kristen semuanya mendudukkan Ketiganya sebagai Tiga Pribadi yg berdiri sendiri, kadang2 memang sering mendapat pertanyaan kalau orang Kristen mempunyai Tiga Tuhan. Setelah membaca website bapak dan penjelasan email bapak, semuanya menjadi lebih jelas.

sekali lagi terimakasih banyak pak

salam



 J :     Di dalam diagram yang bapak kirimkan itu memang bisa diartikan bahwa yang menjadi Tuhan ada 3.
Masing2 Pribadi saling berdiri sendiri2 dan sederajat. Tuhannya 3.
Mungkin itu juga yang dipahami oleh orang2 kristen yang umum.

Tetapi sejatiNya Tuhan dan status masing2 Pribadi di dalam diagram itu tidak sepenuhnya sejalan dengan pemahaman saya.


Ini pak saya gambarkan pemahaman saya.
terima kasih



 A    Bapak Javanese2000 Yth., selamat sore.
Terimakasih atas penggambaran hubungan antara Ketiga Entitas ini.
Gambaran dari bapak lebih sederhana dan mudah dimengerti bagi saya.

Tapi ada satu yang masih belum jelas mengenai Roh Agung Alam Semesta, apakah ini bagian dari Energi dari Tuhan dan apakah Roh Agung Alam Semesta mempunyai "sifat" seperti Tuhan ?
Maksud saya, apakah Roh Agung Alam Semesta "tersedia" bagi para manusia yang belum bisa terhubung langsung dengan Tuhan. Ini berkaitan dengan jawaban bapak tentang sumber energi dari Pembersihan Gaib 4 yang saya terima.

Ma'af ada lagi satu pertanyaan pak, tapi ini agak sedikit sensitif. 
Untuk orang2 yang berdoa kepada Tuhan sesuai masing2 agamanya, bukan kepada Pribadi2 yang menjadi Tuhan, apakah doa2 mereka hanya akan sampai kepada Roh Agung Alam Semesta saja dan tidak sampai kepada Tuhan ? atau doa mereka juga bisa sampai kepada Allah Bapa ?

Terimakasih banyak sebelumnya pak atas pencerahannya

salam


 J :     Penggambaran dan arti Roh Agung Alam Semesta sejalan dengan isi tulisan saya di judul Olah Batin,
Olah Spiritual, Olah Roh Manunggaling Kawula Lan Gusti, Kebatinan Dalam Keagamaan, Pembersihan Gaib 4, dan di tulisan-tulisan lain dan tanya jawab yang terkait.

Umumnya orang baru sampai pada apa yang saya sebut sebagai Roh Agung Alam Semesta, pancaran "Energi"-Nya saja yang orang merasakannya dekat dan menyatu dalam kehidupan sehari2 manusia. Padahal itu baru pancaran energiNya saja, bukan SejatiNya Tuhan, bukan Pribadi2 yang menjadi Tuhan.

Tetapi dari pancaran energi-Nya itu juga bisa dirasakan seperti apa sifat-sifat Tuhan, itu yang saya sebut sebagai "Cahaya" Tuhan.

Sifat-sifat dari "Energi" itu menggambarkan juga sifat-sifat dan karakter Allah, disebut orang sebagai  "Cahaya" Allah.

"Cahaya"
Allah adalah sifat-sifat Allah yang dirasakan / dibaca orang dari rasa pancaran "Energi"-Nya.

"Energi" dan "Cahaya" Tuhan itu memancar kemana-mana sehingga manusia di seluruh penjuru bumi dengan rohnya bisa merasakan adanya tarikan rasa untuk berketuhanan. Tetapi umumnya pengenalan orang baru sampai pada rasa "Energi" dan "Cahaya"-Nya saja, belum sampai pada pengenalan tentang Sejati-Nya Tuhan dan siapa sesungguhnya Sosok Pribadi yang menjadi Tuhan. Karena itu lebih mudah untuk orang berpikiran agama, dan meninggikan agama, apapun agamanya, daripada mengenal Tuhan dan meninggikan Pribadi2 yang menjadi Tuhan.


Tetapi "Energi" itu "hidup", bersifat illahi, dan bisa menyambungkan manusia dengan Tuhan.
Karena itu saya mengharapkan supaya di dalam berdoa manusia bisa bersugesti / mengkondisikan batinnya tersambung langsung dengan Tuhan. Dan kalau manusia mau membuka hati dan pikirannya kepada Tuhan, fokus batin tersambung kepada Tuhan, mungkin saat itu juga ia bisa mendapatkan jawabannya apakah doanya dikabulkan atau tidak, atau mungkin ada sesuatu yang lain yang Tuhan kehendaki darinya atau sesuatu yang lain yang Tuhan kehendaki untuk lebih dulu ia lakukan.

Tetapi kalau doanya hanya berputar2 saja di dalam hati dan pikiran saja, doanya tidak sampai kepada Tuhan. Ia hanya bisa berharap bahwa Tuhan mendengar dan berkenan menjawab doanya.

Untuk orang2 yang sudah menerima Roh Kudus, doa2nya bisa langsung sampai kepada Pribadi2 yang menjadi Tuhan, karena Roh Kudus itu adalah Roh Allah sendiri yang diberikan kepada manusia untuk menjadi perantara manusia dengan Tuhan.

Dan jika mereka mengimani Roh Kudus yang sudah bersamanya itu dan bisa menyatu dengan Roh Kudus itu, dan membuka hati dan pikirannya atas hikmat yang dari Tuhan, mereka akan lebih bisa mengenal Allah. Dan bersama Roh Kudus itu mereka bukan sebatas hanya bisa mendoakan saja, tapi juga bisa memberkati, karena Roh Kudus itu mewakili Kuasa Allah yang bersama manusia. Karena itu belajarlah memberkati, jangan hanya sekedar mendoakan saja.

terima kasih


 A    Bapak Javanese2000 Yth, selamat malam.

Terimakasih banyak atas pencerahannya yang sangat jelas dan lengkap pak.
Saya sudah mendapatkan jawaban dari pertanyaan sebelumnya dan juga arti kuncinya dari bapak bahwa "Energi" itu "hidup", dan bersifat ilahi. Dan bagi orang Kristen yang sudah mendapatkan Roh Kudus, Roh Kudus ini merupakan suatu privilise karena "memudahkan" hubungan dengan pribadi Tuhan, tapi ini tidak menutup kemungkinan bagi orang yg beragama lain apabila sudah berdoa kepada sosok Tuhan yang benar juga bisa menggapai Tuhan, mudah2an pengertian saya benar pak.

Untuk pengertian bapak dalam belajar memberkati, bukan hanya sekedar berdoa, mohon petunjuk bapak mengenai memberkati, apakah ini diartikan sebagai bersedekah atau menolong orang kesusahan / menjadikan hidup manusia sebagai berkat bagi orang, apakah seperti itu pengertiannya pak.

terimakasih banyak pak



 J :     Di dalam aspek kebatinan dan spiritual ketuhanan situs saya sudah mewartakan Tuhan dan ketuhanan
yang benar, bukan agama, yang kalau orang2 pembacanya, apapun agamanya, mau percaya dan dengan benar berusaha mengenal Tuhan, Tuhan akan membuka hati untuk mereka. Mudah2an akan lebih banyak lagi orang yang akan dengan benar berketuhanan, bukan sekedar beragama saja, atau malah mempertuhankan agama, sehingga berkat dan kemurahan yang sudah disediakan Tuhan bisa juga mereka terima, tidak sia-sia.

Pengertian tentang belajar memberkati, jangan sekedar mendoakan .....
Anggap saja contoh ketika kita mendoakan saudara yg sedang sakit. Seharusnya jangan sekedar kita mendoakan saja, tapi juga dengan mengimani kesatuan dengan Allah Tritunggal kita menurunkan berkat dan "energi" untuk kesembuhannya.
Begitu juga dalam hal mendoakan keluarga, dengan mengimani kesatuan dengan Allah Tritunggal kita menurunkan berkat untuk keluarga. Itu juga terkait dengan bagaimana kita memberkati diri kita sendiri.

Dalam hal
memberkati ini terkandung di dalamnya kesaksian dari kekuatan pengimanan kita kepada Tuhan dan KuasaNya yang bersama kita.
Setidaknya kita belajar untuk beriman kepada Tuhan, bukan sekedar beriman kepada agama saja.
Untuk contoh2 perbuatan lainnya kita bisa membaca kembali tulisan2 di dalam kitab Perjanjian Baru.



 A    Bapak Javanese2000 Yth., selamat malem.
Terimakasih banyak atas penjelasannya. Saya mengucap syukur sudah "bertemu" dengan bapak yang sudah mengajarkan tentang Tuhan secara benar dan bisa lebih membuka pikiran dan wawasan saya tentang agama dan Tuhan. Terimakasih juga atas penjelasan mengenai memberkati, akan saya laksanakan sesuai petunjuk bapak.

Sebetulnya upaya doa dan memberkati, sebagian kecil sudah saya lakukan tapi sebatas untuk kalangan anak istri dan orang tua. Saya tidak berani melakukan upaya memberkati untuk di lingkungan luar keluarga karena saya masih merasa belum menguasai olah rasa. Mungkin kalau sudah menguasai olah rasa lebih baik, saya menjadi lebih berani untuk memberkati di luar lingkungan terdekat.

salam

 J :     Upaya memberkati itu kaitannya dengan ketuhanan dan membuka hati / mengimani kesatuan kita
dengan Tuhan dan KuasaNya, jangan dihubungkan dengan olah rasa. Jangan berpikiran duniawi.

 A    Bapak Javanese2000 Yth., terimakasih atas koreksinya pak, akan saya laksanakan pak.
Email Roh Kudus ini akan saya print karena isinya pesan2 dari bapak bagus sekali pak. 
salam


 A    Bapak Javanese2000 Yth., selamat malam.
Sebetulnya diagram yang saya kirimkan ke bapak, saya dapatkan dari wikipedia, sekilas dari penjelasan mereka Ketiga Entitas dilihat sebagai tiga personal yg Kudus.


selamat berakhir pekan dan menyaksikan semifinal piala Dunia pak.

salam


 A    Bapak Javanese2000 Yth., selamat malam.
Barusan saya klik link wikipedia mengenai shield of trinity, mengenai asal dari diagram tsb, ternyata ada penjelasannya disana lebih lengkap.


Ternyata memang betul pemahamannya seperti yang bapak terangkan sebelumnya di awal email. Saya tidak tahu apakah di Gereja2 di Indonesia mengadopsi pemikiran Shield of Trinity ini

  • "The Father is God"
  • "The Son is God"
  • "The Holy Spirit is God"
  • "God is the Father"
  • "God is the Son"
  • "God is the Holy Spirit"
  • "The Father is not the Son"
  • "The Son is not the Father"
  • "The Father is not the Holy Spirit"
  • "The Holy Spirit is not the Father"
  • "The Son is not the Holy Spirit"
  • "The Holy Spirit is not the Son"

Terimakasih dan salam


 J :     Dari apa yang saya pahami di lingkungan saya dan di dunia kristen yg umum, pandangan orang tentang
Tuhan mirip dengan yg ada di diagram wikipedia itu, masing2 Pribadi adalah entitas sendiri2.
Perbedaan yg pokok dengan pandangan saya adalah pada pengertian Roh Kudus.

Umumnya orang memandang Roh Kudus adalah Roh Allah yg diberikan Tuhan kepada manusia pada saat baptisan. Sedangkan saya memahami bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah.
Roh Kudus (Roh Allah) adalah segala-galanya, lebih daripada Allah itu sendiri.
Roh Kudus adalah yang menghidupkan Pribadi2 Allah yang lain, menjadi Roh bagi Pribadi2 Allah yang lain, dan menyatukan mereka dalam satu kesatuan Allah.
Roh Kudus yang diberikan kpd manusia hanyalah sebagian saja dari Roh Allah dengan tujuan menjadi perantara manusia kepada Tuhan dan untuk menjadikan manusia lebih bisa mengenal Allah.
terima kasih

 A    Bapak Javanese2000 Yth., selamat malam.
Terimakasih atas pencerahannya. Saya merasa beruntung sudah bertemu dengan bapak yang sudah banyak membukakan wawasan pikiran saya terutama topik2 di agama Kristen. Baru saja saya ingin bertanya seberapa "kuat" kuasa Roh Kudus yang diberikan kepada manusia, ternyata sudah diberikan penjelasannya oleh bapak.

salam

 J :     terima kasih


____



 A   
Bapak Javanese2000 Yth., selamat hari Minggu.
Barusan saya membaca buku "Good Morning Holy Spirit" dari Benny Hinn. Ada bagian penjelasan mengenai Roh Kudus yang sesuai dengan yang sudah bapak terangkan sebelumnya. Saya kutipkan bagian itu dibawah ini.

terimakasih & salam


What's on the Inside?

What makes me a person? Is it my physical body? I think not. I'm sure you have been to a funeral and have seen a body lying in a casket. Are you looking at a person? No! You are looking at a dead body.

You must realize that what makes a person is not the body. Instead, the person is what comes out of the body. Emotions. Will. Intellect. Feelings. These are just a few of the characteristics that make you a person and give you a personality.

People who watch me preach are not looking at Benny Hinn. They are only seeing my body. I am inside my physical body. It is the person inside who is important.

The Holy Spirit is a person. And just like you, He can feel, perceive, and respond. He gets hurt. He has the ability to love and the ability to hate. He speaks, and He has His own will.

But exactly who is He? The Holy Spirit is the Spirit of God the Father and the Spirit of God the Son. He is the power of the Godhead—the power of the Trinity.

What is his job? The task of the Spirit is to bring into being the commandment of the Father and the performance of the Son.

To understand the job of the Holy Spirit we need to understand the work of the Father and the Son. God the Father is the one who gives the command. He has always been the one who says, "Let there be." From the beginning, it has been God who gives the orders.

On the other hand, it is God the Son who performs the commands of the Father. When God the Father said, "Let there be light," God the Son came and performed it. Then, God the Holy Spirit brought the light.

Let me illustrate it this way. If I asked you, "Please turn on the light," three forces would be involved. First, I would be the one who gave the command. Second, you would be the one who walks to the switch and flips it. In other words, you are the performer of the command. But finally, who brings on the light? It is not me, and it is not you. It is the power—the electricity—that produces light.

The Holy Spirit is the power of God. He is the power of the Father and of the Son. He is the one who brings into action the performance of the Son. Yet He is a person. He has emotions which are expressed in a way unique among the Trinity.

I've been asked, "Benny, aren't you forgetting the importance of Christ in all of this?" Never! How could I forget the one who loved and died for me? But some people are so focused on the Son that they forget the Father—the one who loved them and sent His Son. I cannot forget the Father nor the Son. But I cannot be in touch with the Father and the Son without the Holy Spirit (see Eph. 2:18).


 J   
Iya pak, walaupun itu tidak persis sama dengan pengertian saya, tapi kira2 itu sudah menjelaskan sisi pribadi dari The Holy Spirit.

Tetapi dari pemahaman saya atas uraian di tulisan itu saya simpulkan bahwa uraian itu sejalan dengan diagram Trinity yang sebelumnya bapak kirimkan, yang The Holy Spirit adalah suatu pribadi tersendiri.


Ada ungkapannya yang sejalan dengan pemahaman saya, yaitu bahwa Roh Kudus adalah Roh dari Pribadi2 yang menjadi Tuhan :

But exactly who is He? The Holy Spirit is the Spirit of God the Father and the Spirit of God the Son. He is the power of the Godhead—the power of the Trinity.


Tetapi ada juga ungkapannya yang tidak sejalan dengan pemahaman saya, yaitu :

To understand the job of the Holy Spirit we need to understand the work of the Father and the Son. God the Father is the one who gives the command. He has always been the one who says, "Let there be." From the beginning, it has been God who gives the orders.

On the other hand, it is God the Son who performs the commands of the Father. When God the Father said, "Let there be light," God the Son came and performed it. Then, God the Holy Spirit brought the light.

Let me illustrate it this way. If I asked you, "Please turn on the light," three forces would be involved. First, I would be the one who gave the command. Second, you would be the one who walks to the switch and flips it. In other words, you are the performer of the command. But finally, who brings on the light? It is not me, and it is not you. It is the power—the electricity—that produces light.

The Holy Spirit is the power of God. He is the power of the Father and of the Son. He is the one who brings into action the performance of the Son. Yet He is a person. He has emotions which are expressed in a way unique among the Trinity.


Ungkapan di atas mengatakan bahwa The Holy Spirit adalah suatu pribadi tersendiri yang mewujudkan (melaksanakan) terjadinya kehendak The Father dan The Son. The Holy Spirit dikatakan sebagai suatu pribadi pelaksana kehendak The Father dan The Son.

Padahal dalam pemahaman saya, yang mewujudkan kehendak The Father dan The Son memang adalah Kuasa dari Roh Kudus, tetapi itu adalah Roh Kudus yang ada di dalam pribadi mereka masing2 yang itu menjadi Kuasa KeAllahan mereka, bukan Roh Kudus dalam kerangka besarnya sebagai Penguasa Tertinggi KeAllahan.

Untuk menambah penjelasan pemahaman saya tentang Roh Kudus :

Pengertian (dan peranan dan status) Roh Kudus ada 2 macam :

1. Roh Kudus dalam pengertian besar adalah sebagai Penguasa Tertinggi KeAllahan.
Roh Kudus adalah segala-galanya, penentu segala sesuatunya.
Roh Kudus menjadi Roh bagi Pribadi2 yang menjadi Tuhan dan mewujudkan kehendak-kehendakNya melalui Allah Bapa dan Sang Anak.
Roh Kudus memampukan Kuasa KeAllahan pada Pribadi2 yang menjadi Tuhan.
Allah Bapa dan Sang Anak adalah Pelaksana dari kehendak2 Roh Kudus itu.

2. Roh Kudus dalam pengertian kecil adalah sebagai Roh Kudus yang ada di dalam Pribadi Allah Bapa dan Sang Anak yang Roh Kudus itu menjadi Kuasa KeAllahan mereka.
Roh Kudus dalam pengertian kecil ini adalah juga Roh Kudus yang diberikan kepada manusia pada saat baptisan yang Roh Kudus itu juga menjadi Kuasa KeAllahan mereka jika mereka mengimani KeAllahan (Ke-Anak-Allah-an) mereka.

Kebanyakan orang memahami Roh Kudus dalam pengertian kecilnya itu, Roh Kudus dianggap sebagai suatu Pribadi tersendiri yang sederajat dengan Pribadi2 yang lain, Tuhannya ada 3, dan di dalam tulisan yang di atas itu Roh Kudus juga dianggap sebagai Pelaksana kehendak Allah Bapa dan Sang Anak, padahal Allah Bapa dan Sang Anak justru adalah Pelaksana dari kehendak Roh Kudus itu.

Jadi pemahaman dan penjelasan orang tentang Roh Kudus itu tidak salah, tetapi itu baru sebatas Roh Kudus dalam arti kecilnya saja, belum memahami dan menjelaskan SejatiNya Roh Kudus (Roh Kudus dalam arti besarnya).

terima kasih

 A   
Bapak Javanese2000 Yth., terimakasih banyak atas pencerahannya. Ini menambah pengetahuan saya mengenai peran besar Roh Kudus sebagai Penguasa Tertinggi Ke-Allahan. Peran besar itu kalau dalam diagram yang bapak gambarkan itu lingkaran yang melingkupi the Father and the Son, mudah2an benar pengertian saya ini.

terimakasih & salam


 J    Iya pak benar pak.
Peran besar Roh Kudus sebagai Penguasa Tertinggi Ke-Allahan di dalam diagram saya itu digambarkan sebagai lingkaran yang melingkupi The Father dan The Son.
Dalam peran besarnya itu Roh Kudus mencakup The Father dan The Son di dalamNya.
The Father dan The Son ada di dalam Roh Kudus.
terima kasih

 A   
Bapak Javanese2000 Yth., terimakasih banyak pak atas penjelasannya, sangat membantu pemahaman saya ttg Roh Kudus.
Ada pertanyaan lain pak, mungkin ada sedikit relevansinya dengan Roh Kudus, kenapa Gereja Karismatik "melibatkan" peran Roh Kudus lebih besar dalam pelayanan khotbah gereja daripada Gereja2 lain spt GKI, GKJ dll.
Ma'af ini hanya pengamatan saya saja, mungkin saya salah juga.

salam

 J   
Tentang gereja karismatik yang bapak sampaikan itu saya belum tahu detailnya. Tapi secara umum gereja2 dan pendeta yang mengimani Kuasa Allah dan mukjizat akan sangat mengimani Roh Kudus, bukan sekedar berdoa saja kepada Pribadi2 yang menjadi Tuhan, karena Roh Kudus itulah yang diberikan kepada manusia dan menjadi pengejawantahan Kuasa Allah di dunia manusia dan menjadi perantara manusia dengan Tuhan.

 A   
Bapak Javanese2000 Yth., selamat malam.
Terimakasih pak atas penjelasannya, hal2 yang bapak jelaskan sangat "terlihat" di gereja karismatik dan juga "terasa" bagi saya dalam hal yang berkaitan dengan Roh Kudus. Tapi memang kebanyakan teman2 saya tidak begitu menyukai isi2 acara kotbah di gereja karismatik,

terimakasih pak & salam

 J   
Ya ... begitulah fenomenanya
ada yg sukanya yg normatif saja
ada yg sukanya yg lebih konservatif
ada juga yg sukanya yg lebih bersemangat
ada juga yg sukanya yg nyata dan bisa dibuktikan
ada juga yg sukanya yg kalem dan tidak mencolok perhatian
........



________



  Allah TriTunggal



 A :     Romo saya ada pertanyaan mohon diberikan penjelasan...

1. Saya mohon diberikan pemahaman mengenai TriTunggal...Romo

2. Ketika seseorang menerima dirinya dibaptis berdasarkan artikel manunggaling apakah berarti orang tersebut telah manunggal Romo....

3. Apakah yg menyebabkan Yesus Kristus berkenan membaptis / memberkati, padahal mungkin seseorang bukanlah sosok orang yang amal perbuatannya belum bisa dikatakan baik...apa yang menyebabkan itu sehingga beliau berkenan ??

4. Ketika saya bersugesti kepada Yesus apakah saya sudah bersugesti kepada Allah dan Roh Kudus.?


 J :  
1.  Allah TriTunggal

Semuanya berawal dari sejarah kehidupan kepercayaan ketuhanan bangsa Israel.
Jadi kita perlu tahu dulu cerita sejarahnya supaya kita mendapatkan pemahaman yang baik.
Mengenai sejarah bangsa Israel itu semuanya bisa dibaca di dalam Alkitab (Perjanjian Lama).

Pada jaman itu Allah hanya menjadi Tuhan bagi bangsa Israel saja, bukan untuk bangsa2 lain.
Pada jaman itu Allah hanya dikenal sebagai satu Pribadi saja, yang pada jaman sekarang ini oleh orang kristen disebut Allah Bapa.
Jadi, pada jaman lama itu yang disebut Allah / Tuhan adalah satu kesatuan Pribadi Allah (Allah dan Roh Allah / Roh Kudus) yang oleh orang kristen disebut Allah Bapa.

Pengertian Allah TriTunggal mulai ada pada jaman sesudah Yesus.
Pengertian Roh Kudus juga mulai ada pada jaman sesudah Yesus (sebelumnya disebut Roh Allah saja).

Yang disebut Allah TriTunggal adalah Allah Bapa,
Yesus Kristus dan Roh Kudus, 3 kesatuan Pribadi Allah yang sebagai satu kesatuan menjadi Tuhan.

Inti dari semuanya itu adalah Roh Kudus (Roh Allah).
Roh Kudus adalah segala-galanya, lebih daripada Allah itu sendiri.
Tanpa Dia tidak ada sesuatu pun yang jadi dari segala sesuatu yang sudah dijadikan.

Roh Kudus adalah Roh Allah yang ada di dalam Pribadi Allah.
Tetapi di kalangan penganut agama kristen, umumnya yang dimaksud dengan istilah Roh Kudus adalah Roh Allah yg diberikan kepada manusia pada saat baptisan.

Allah Bapa adalah suatu Pribadi bentukan dari Roh Kudus dalam mengeluarkan Firman2 sejak sebelum dunia dijadikan.

Sesudah itu ada Yesus Kristus yang juga adalah Pribadi bentukan dari Roh Kudus yang kepadaNya diserahkan Firman2, Kuasa dan Kehendak Allah untuk dinyatakan dalam kehidupan kepercayaan ketuhanan yang baru (Perjanjian Baru).
Tuhan Allah sendiri yg menjadikan Yesus Allah dan Tuhan yang kepadaNya sudah diserahkan semua Kuasa atas manusia dan dunia dan yang nantinya akan menjadi Hakim Besar pada Hari Penghakiman.

Penyebutan Allah sebagai Allah Bapa adalah sebutan dari Yesus, yang artinya sekalipun diriNya juga adalah Allah, tetapi Ia mengakui Allah lebih besar dari diriNya. Ia menghormati Allah dan menyebutNya sebagai Bapa, artinya Ia menempatkan diriNya sebagai Anak dan Ia menyebut Allah sebagai Bapa, artinya Ia menempatkan diriNya sebagai Anak yang selalu menghormat dan menurut kepada Bapa.

Dengan demikian yang disebut Allah TriTunggal adalah satu kesatuan Pribadi2 yang menjadi Tuhan, yaitu Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus, satu kesatuan Allah yang disebut Tuhan. Semuanya menjadi satu kesatuan dalam wadah Roh Allah (Roh Kudus).

Selebihnya untuk pemahaman awalnya anda bisa bertanya jawab dgn teman2 anda yg kristen.
Anda juga bisa membaca2 tanya jawab saya dgn pembaca lain untuk menambah pemahaman anda.


2. Ketika seseorang menerima dirinya dibaptis berdasarkan artikel manunggaling, apakah berarti orang tersebut telah manunggal ?

Roh Kudus dari baptisan adalah tanda bahwa Allah sudah menaruh RohNya kpd orang yang dibaptis supaya orang itu dgn bantuan (interaksi) Roh Kudus itu bisa lebih mengenal sejatiNya Tuhan.
Pemberian Roh Kudus dari baptisan juga menjadi tanda bahwa orang itu sudah dimeteraikan sebagai Anak Allah dan memiliki kuasa yg lebih daripada kuasa roh-roh duniawi (bila orangnya mengimaninya).
Tapi Roh Kudus itu akan pasif kalau orangnya sendiri tidak menyambungkan dirinya dengan Tuhan, apalagi bila tidak mengimaninya.

Untuk orang2 yg sudah dibaptis, kalau cukup peka rasa mungkin ia bisa mendeteksi keberadaan Roh Kudus itu dari keberadaan energinya.

Bukan hanya yang sudah manunggal, semua orang yang sudah menerima Roh Kudus dari baptisan di dahinya ada tanda serupa sepasang sayap burung merpati.
Tanda sepasang sayap merpati di dahi itu adalah bentuk khusus Roh Kudus yg adalah meterai dari Allah bahwa orang itu sudah tercatat sbg Anak Allah.

Untuk manunggal harus ada interaksi 2 pihak, yaitu Tuhan dan si manusia.
Proses awalnya adalah ketersambungan antara 2 pihak itu.
Kalau Tuhan sudah menyambungkan diriNya kpd si manusia, tinggal si manusia menyambungkan dirinya dengan Tuhan. Sesudah itu barulah kita lihat apakah nantinya Tuhan berkenan manunggal dgn orang itu.


3. Apakah yg menyebabkan Yesus Kristus berkenan membaptis / memberkati, padahal mungkin seseorang bukanlah sosok orang yang amal perbuatannya belum bisa dikatakan baik...
apa yang menyebabkan itu sehingga beliau berkenan....??

Soal amal perbuatan dan dosa, memang itulah yg ditebus Yesus. 
Tuhan memuliakan orang2 yg mau datang kepadaNya yg sesudahnya diharapkan orangnya akan hidup baru sebagai orang yg sudah mengenal Tuhan.


4. Ketika kita bersugesti kepada Yesus apakah kita sudah bersugesti kepada Allah dan Roh Kudus ?

Sebenarnya Yesus Kristus, Allah Bapa dan Roh Kudus adalah Pribadi sendiri2, bukan Pribadi2 yg sama, tetapi mereka satu dalam wadah Roh Allah. Tetapi kalau anda bersugesti pada ketuhanan Yesus Kristus berarti anda juga sudah bersugesti kepada kesatuan Allah.

terima kasih


_______




Konsep / istilah TriTunggal itu adalah ide manusia sendiri untuk menyebut tiga kesatuan Allah itu.

Konsep TriTunggal yang benar :

Yang disebut Allah TriTunggal adalah kesatuan Allah Bapa + Yesus Kristus + Roh Kudus.

Roh Kudus adalah wadah pemersatu, menjadi Roh bagi kedua sosok Pribadi tsb.
Artinya, mereka adalah satu kesatuan di dalam Roh Kudus, dan mereka sendiri sebenarnya adalah perwujudan dari Roh Kudus itu sendiri.
Tanpa Roh Kudus, kedua sosok Pribadi itu tidak ada. Roh Kudus-lah yang mewujudkan mereka.
Merekalah yang disebut Allah dan Tuhan, yang berkuasa atas kehidupan, dulu, sekarang dan yang akan datang. Roh Kudus / Roh Allah menjadi Roh mereka.

Roh Kudus adalah segala-galanya, alfa dan omega, menjadi awal dari segala yang ada.
Tanpa Dia (Roh Kudus) tidak ada sesuatu pun yang jadi dari segala sesuatu yang sudah dijadikan.
Allah Bapa dan Yesus adalah Pribadi-Pribadi bentukan dari Roh Kudus

Allah Bapa dan Yesus menjadi Pelaksana dari apa yang dikehendaki oleh Roh Kudus, mengeluarkan Firman-Firman dan menjalankan Kuasa yang berasal dari Roh Kudus.

Allah Bapa mengeluarkan Firman Penciptaan dan mengumumkan Firman / Hukum untuk dilaksanakan oleh manusia dalam baktinya kepada Tuhan.

Yesus membukakan pengenalan akan Tuhan yang benar dan menunjukkan kehendak2 Allah yang sesungguhnya atas manusia.
Yesus menjadi pemersatu dan pembaharu kepercayaan ketuhanan bangsa Israel.
Yesus juga menjadi pembuka jalan keselamatan untuk bangsa2 lain di luar Israel.


Roh Kudus adalah segala-galanya, penentu segala sesuatunya.
Roh Kudus itu lebih daripada Allah itu sendiri.
Karena itu dosa-dosa manusia dapat diampuni, tetapi jika manusia menghujat Roh Kudus, dosanya tidak akan diampuni, di kehidupan yang sekarang tidak, di kehidupan yang akan datang juga tidak.

Tanpa Dia (Roh Kudus) tidak ada Allah, dan tidak ada sesuatu pun yang jadi dari segala sesuatu yang sudah dijadikan. Roh Kudus yang menentukan segala sesuatunya.

Allah Bapa dan Yesus adalah Pelaksana dari apa yg dikehendaki oleh Roh Kudus, dan mengeluarkan Firman-Firman dan menjalankan Kuasa yang berasal dari Roh Kudus itu.

Di dalam hierarki itu Yesus menempatkan diri di bawah Allah Bapa, mendukungNya, dan juga untuk menunjukkan bahwa Yesus bukanlah Pribadi yang berdiri sendiri, tetapi merupakan satu kesatuan dengan Allah Bapa, sehingga mereka menjadi satu dalam wadah Roh Kudus, tidak tercerai-berai berdiri sendiri-sendiri. Masing-masing sudah tahu garis besar kebijakan Allah, sehingga tidak akan ada yang akan menyimpang dari kebijakan yang sudah digariskan.



_______




 A :     Salam Romo,
Terimakasih Romo atas berkenannya Romo menjawab semua email saya, dan membantu kami semua....

Terimakasih atas penjelasan tentang maksud Allah Tri Tunggal Romo, sebenarnya saya sudah berusaha bertanya mengenai hal ini akan tetapi tidak ada yang bisa menjawab......Romo....ya ... sekarang setelah ada penjelasan dari Romo saya secara perlahan mulai memahaminya....terimakasih Romo....


 J :     Yang anda tanyakan itu adalah pengertian2 yg sangat mendasar, sehingga tidak mudah menjawabnya.
Walaupun orangnya mengerti, tapi belum tentu ia bisa merumuskan jawabannya dengan kata-kata yang bahasanya mudah dimengerti oleh orang lain. Saya sendiri juga kesulitan merumuskannya dalam bahasa yg sederhana tapi dgn pengertian yg universal, karena sifatnya khusus.
terima kasih


 A :     Iya memang begitu yang dikatakan kawan saya Romo
Ada pertanyaan saya mengenai Bapa Allah dan Roh Kudus, bagaimana saya mensugestikan sosoknya Romo..?
Apakah cukup bersugesti pada Yesus Kristus saja..?


 J :     Soal Allah Bapa ....
Soal Allah Bapa ini sebenarnya sampai sekarang pun jarang sekali ada orang kristen yang mampu dengan benar mengsugestikan sosokNya. Lebih banyak yg bersifat pencitraan saja.
Untuk sekarang ini sebaiknya anda bersugesti kepada Yesus saja. Kalau sugestinya benar dan beliau berkenan, maka Roh Kudus akan menjadi perantara anda kepada Allah Bapa.


 A :     Terimakasih Romo atas pencerahannya...
Kalau saya tidak salah dalam memahami, berarti Yesus, Bapa Allah dan Roh Kudus satu kesatuan di dalam diri Yesus Kristus ya Romo...berarti baik niat, ucap dan laku Yesus merupakan didasari Roh Kudus dan Allah...bukan berangkat dari keinginan pribadiNya sendiri...


 J :     Sebenarnya Yesus Kristus, Allah Bapa dan Roh Kudus adalah Sosok2 Pribadi sendiri2, bukan
Pribadi2 yang sama, tetapi mereka satu dalam wadah Roh Allah. Tetapi kalau anda bersugesti pada ketuhanan Yesus Kristus berarti anda juga sudah bersugesti kepada kesatuan Allah.



 A :     Satu lagi Romo ada yang saya mau tanyakan, apakah yang dimaksud pengertian Pribadi Tuhan itu
adalah Yesus Kristus ?

 J :     Pengertian Pribadi Tuhan itu adalah Pribadi yg menjadi Tuhan, siapa saja Pribadi2 yg menjadi Tuhan.

 A :     Terimakasih Romo,
mengenai Pribadi Tuhan memang saya agak lemot mencernanya...
setelah penjelasan Romo saya jadi faham...
pada saat meditasi saya agak sedikit sulit bersugesti kepada Allah , Yesus , dan Roh Kudus...
Bagaimana caranya saya bersugesti agar dapat khusuk,....itu kendala saya saat ini ...

 J :     Orang kristen sendiri belum tentu bisa semua bersugesti begitu
jadi untuk skrg ini tidak perlu anda memaksakan diri
biarkan itu terjadi sendiri sejalan dgn kematangan ketuhanan anda sendiri
karena itu untuk mudahnya cukup anda bersugesti kpd Tuhan di atas sana

 A :     Mohon nasehatnya Guru,
pada saat meditasi bersugesti...
saya merasakan bahwa Yesus menyatu dalam pribadi melahirkan tenang, jadi tenang itu adalah rasanya Yesus di indra rasa kita,
dan roh kudus dirasa saya adalah pribadi atau rasa ridho, rasa memaklumi serta memaafkan kesalahan orang lain, sifat jujur, adil, bijak...itu adalah rasanya Roh Kudus dan semua itu menyatu di dalam Allah...
mohon masukannya Guru sekiranya saya salah...

 J :     Belajarlah secara pribadi untuk mengenal Pribadi2 Tuhan
Jangan ikut2an memperlakukan Tuhan seperti orang yang tidak mengenal Tuhan.

 A :     Baik Romo, terimakasih Romo....sungkem...


 A :     satu lagi Guru..
saya mau nanya mengenai pemahaman Tri Tunggal hakikatnya Allah dalam diri Yesus Kristus dan Roh Kudus.....jadi dalam bersugesti cukup kepada sosok Yesus Kristus..dan mengimani Allah dalam diri Yesus Kristus....apakah seperti itu Guru...mengimani Yesus Manunggal dengan Allah

J :      Iya, kira2 begitu.

 A :     Puji syukur, memang pemahaman Tri Tunggal ini sangat dalam yaa Romo ....tidak mudah dipahami
hanya dengan akal kita ,...
iya saya yakin sepenuhnya akan hal Allah dalam Yesus Kristus...akan tetapi saya masih kurang memahami mengenai ke anak Allah nya kita...terlalu dalam hikmat di dalam kata kata ini....
mohon penjelasannya Guru...

 J :     Iya maknanya dalam memang, tidak bisa dinalar dengan pikiran yg dangkal dan sempit, apalagi kalau
hanya memandang secara dangkal saja sebutan / istilah Anak Allah.
Tapi coba deh anda baca2 tulisan saya dan tanya jawab dengan pembaca lain, mungkin nanti kamu menemukan jawabannya, mungkin dulu sudah pernah saya tuliskan jawabannya.
terima kasih

 A :     Baik Romo, tapi saya dapat suatu pemberitahuan setelah mengirim email ke Romo mengenai Yesus
Kristus Manunggal dengan Allah, saya diberitahukan bahwa Yesus lebih dari itu ..bukan pribadi yang mencapai kemanunggalan akan tetapi memang terlahir sebagai perwujudannya...di dunia ini...
apakah memang seperti itu Romo ?
Dan siapakah yang memberitahukan saya mengenai hikmat ini...?

 J :    
Yang anda sampaikan itu benar.
Sejatinya Yesus adalah Allah
Sejak awal RohNya adalah Roh Kudus, Roh Allah, tidak sama dengan roh manusia.
Sejak awal Ia adalah Allah
tapi di sisi lain ada saat2 Ia mencari jatidiri ketika Ia masih hidup sebagai manusia.
thanks

 A :    
Iya Romo, sedikit sedikit saya mulai memahaminya...
hanya siapakah yang memberitahukan ke saya perihal Ketuhanan Yesus ini Romo?
Mohon pencerahannya, apakah sedulur saya? Atw Roh Kudus..atw siapa gitu Romo?

 J :    
Wah ... he he he ... saya juga gak tahu mas ... he he he



_______



 A :     
Mengenai kutipan Bapak :
" Sejatinya Yesus adalah Allah
  sejak awal RohNya adalah Roh Kudus, tidak sama dengan roh manusia.
  tapi di sisi lain ada saat2 Ia mencari jatidiri ketika Ia masih hidup sebagai manusia "

maksudnya bagaimana ya pak ??
apa benar kalau Tuhan Yesus itu 100% Allah dan 100% manusia ??

mohon Pencerahannya pak...
salam,

 J :    
Dua2nya benar, Yesus itu 100% Allah dan 100% manusia.

Sejatinya Yesus adalah Allah
sejak awal RohNya adalah Roh Kudus, Roh Allah, tidak sama dengan roh manusia.
Sejak awal Ia adalah Allah,
tapi di sisi lain ada saat2 Ia mencari jatidiri ketika Ia masih hidup sebagai manusia

Sejak awal Yesus adalah Allah,
sejak awal RohNya adalah Roh Kudus, Roh Allah, tidak sama dengan roh manusia lain,
Tetapi ada saatnya Ia hidup sebagai manusia, hidup secara biologis sebagai manusia, 100% manusia, merasakan lapar dan haus sama seperti manusia lainnya.
Tapi di sisi lain Ia juga mengemban tugas keillahian dari Allah Bapa.
Di saat itulah Ia mencari jatidiriNya,
jati diriNya sebagai manusia, dan
jati diriNya sebagai Allah
Sesudah ketemu jati diriNya, barulah Ia mengajar manusia dengan Kuasa Roh Allah

Ia sempurna menjadi Tuhan, dimuliakan Allah menjadi Tuhan, sesudah semua tugasNya di dunia sempurna diselesaikanNya.



________




 A :     Salam sejahtera pak.. Pak, saya tertarik dengan tulisan bapak berjudul " Dewa dan Ramalan".
Saya ada beberapa pertanyaan pak selama ini, mungkin bpk berkenan memberi saya arahan.

1. Sejauhmana Tuhan menetapkan jalan kehidupan dalam pribadi manusia ?  Seperti jodoh, rejeki, kepribadian jahat dan baik dan kematian, dll, apakah sudah ditetapkan Tuhan jauh sebelum org itu lahir ?
Jika iya, bagaimana seharusnya dan sejauhmana manusia boleh berharap dan meminta kepada Tuhan tentang keinginan manusia ?  Karena dari yg saya dengar, lahir, rejeki, jodoh, sifat baik / buruk dan mati sudah diatur dan ditetapkan Tuhan.

2. Oh ya pak, saya juga sudah rutin untuk belajar seperti tulisan bapak kebatinan dalam keagamaan, saya mencoba fokus batin kepada Allah Tritunggal. Cuma masalahnya, saya malah sering keteteran baca ayat injilnya pak karena saya lebih memfokuskan kepada Allah.. Gimana dong pak? Hehehehe..

3. Saya pernah baca komen tanya jawab juga, bapak menulis :
" cara berdoa yang benar adalah berdoa dengan tulus dengan sikap hati memuliakan Tuhan (bukan mengedepankan pamrih pribadi) dan tersambung dengan Tuhan ".
Pamrih pribadi yg bagaimana ya pak yg bapak maksud.. ??  karena tiap berdoa saya selalu meminta sesuatu kepadaNya.

Terima kasih.


 J :   
1. Pertanyaan itu sudah sering juga diutarakan oleh pembaca2 yg lain.

Pada kesempatan ini saya akan buka supaya semua orang mendapatkan pengertian yang benar.

Saya tidak pernah bermaksud memberikan pengertian bahwa segala sesuatunya terhadap orang per orang sebelumnya sudah ditentukan langsung oleh Tuhan, sehingga manusia menjadi terikat hidupnya tak bisa membuat perubahan, tentang  suratan  dan  takdir  yang oleh kebanyakan orang dianggap sebagai sesuatu yang sudah ditentukan Tuhan kepada manusia, tentang lahir, hidup dan mati satu per satu manusia, yang tidak dapat diubah oleh manusia, yang kemudian memunculkan banyak dogma dan doktrin dan pengkultusan tentang suratan dan takdir.

Tuhan tidak secara langsung menentukan orang per orang nantinya akan menjadi apa atau hidupnya akan bagaimana, kecuali hanya kepada orang2 tertentu saja sesuai perkenanNya. Jadi terserah  manusia mau jadi apa dan bagaimana menjalani hidupnya. Tapi Tuhan sudah memberikan berkat kehidupan untuk dunia, sehingga bukan hanya manusia, tapi juga hewan, tumbuhan dan mahluk halus, bisa menerima berkatNya.

Soal hidup manusia ada banyak bocoran rahasia yang bisa diketahui oleh manusia dan mahluk halus, sehingga bisa diperkirakan bagaimana peruntungannya, kesulitannya, karirnya, rejekinya, umurnya, dsb. Bagi manusia ada yang sifatnya given, ada juga yang adalah efek dari interaksi manusia dalam hidupnya.

Misalnya tentang peruntungan, karir dan kekayaan seseorang, secara alam rahasianya bisa diketahui sejauhmana yang akan dicapai oleh orang itu, tetapi tentang bagaimana orang itu menjalani hidupnya, apakah akan menjadi pejabat, pengusaha, pencuri, perampok, koruptor, dsb, itu terserah si manusia, bukan Tuhan yang menentukan, dan terserah si manusia juga apakah ia akan menjaga kebersihan dan kelurusan hatinya ataukah akan mengumbar hasrat duniawinya.

Jadi, Tuhan tidak secara langsung menentukan orang per orang nantinya akan menjadi apa atau hidupnya akan bagaimana.

Memang sudah banyak terjadi penyederhanaan sikap berpikir bahwa kisah penciptaan Tuhan atas kehidupan dipandang hanya sebagai kisah penciptaan Tuhan atas manusia dan mahluk hidup lainnya.
Tetapi sesungguhnya di dalam penciptaan itu juga terkandung penciptaan "mekanisme kehidupan" yang kehidupan akan berjalan sendiri tanpa Tuhan harus menghabiskan waktu untuk menunggui / mengawasi dan melakukan perbuatan2 langsung untuk mengatur jalannya kehidupan satu per satu mahluk.

Mekanisme kehidupan itu mengatur bagaimana kehidupan bisa berjalan dengan sendirinya,
Mekanisme kehidupan itu mengatur bagaimana mekanisme berkembang biak dan berketurunan semua mahluk, sehingga Tuhan tidak harus menunggui orang2 yang sedang bersetubuh, apalagi yang sedang berzinah, apakah terjadi pembuahan ataukah tidak,
Juga tidak harus menunggui binatang yang sedang bersetubuh, apakah terjadi pembuahan ataukah tidak,
Tidak perlu mengatur2 mana saja buah yang harus jatuh dan mana saja buah yang akan tumbuh menjadi tumbuhan baru.
Tidak perlu mengatur2 siapa berjodoh dengan siapa, siapa kawin dengan siapa
Tidak perlu mengatur2 siapa lahir menjadi anaknya siapa
Tidak perlu mengatur2 siapa saja yang lahir kemudian mati
Tidak perlu mengatur2 siapa mati pada umur berapa
Tidak perlu mengatur2 binatang apa mati pada hari apa
Tidak perlu mengatur2 bagaimana manusia menjalani hidupnya
Tidak perlu mengatur2 binatang apa memangsa apa

Di halaman berjudul  Dewa dan Ramalan ada digambarkan alam kehidupan maya yang adalah gambaran rahasia berjalannya kehidupan. Itulah yang dimaksudkan sebagai mekanisme kehidupan yang diciptakan Tuhan. Itulah juga sebenarnya yang sering disebut sebagai takdir dan suratan hidup, yang kalau kehidupan dibiarkan saja berjalan apa adanya maka kehidupan manusia dan semua mahluk akan sama seperti yang tergambar di dalamnya. Manusia hanyalah salah satu saja subyek yang ada di dalam mekanisme kehidupan. Sebagian rahasianya sengaja dibocorkan shg manusia merasa bisa meramal.

Jadi, dalam hubungannya dengan takdir dan suratan hidup, bukan berarti segala sesuatunya sudah ditentukan Tuhan sebelum orang per orang lahir. Yang sudah ditentukan adalah terciptanya mekanisme kehidupan, bukan bagaimana orang per orang hidup, menjalani hidup dan matinya. Manusia bisa merubah jalan hidupnya karena manusia hidup sesuai kemauan dan usahanya sendiri. Tuhan tidak secara langsung menentukan orang per orang nantinya akan menjadi apa atau hidupnya akan bagaimana, kecuali kepada orang2 tertentu saja yang Tuhan berkenan.


Dalam kisah penciptaan kehidupan, sejak manusia jatuh ke dalam dosa manusia sudah terlepas dari kesatuannya dengan Tuhan. Manusia menjadi mahluk duniawi, sama dengan mahluk duniawi lainnya.

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia sudah lepas dari kesatuannya dengan Tuhan, dan dengan usahanya sendiri tidak mungkin manusia bisa kembali menyatu dengan Tuhan, baik selama hidupnya di dunia maupun sesudah kematiannya.

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa,
sudah lepas dari kesatuannya
dengan Tuhan, maka nantinya semua manusia akan dibuang ke tempat sampah dan dibakar bersama dengan sampah2 yang lain.
Itulah yang di dalam agama kristen disebut dosa asal.

Inti dari kepercayaan manusia kepada Tuhan adalah bahwa manusia sudah lepas dari kesatuannya dengan Tuhan. Karena itu manusia harus berusaha untuk bisa kembali menyatu dengan Tuhan supaya nantinya tidak dibuang ke tempat sampah. Tetapi dengan usahanya sendiri manusia tidak mungkin bisa sampai kepada Tuhan, sehingga manusia harus memohon diberikannya Kemurahan Tuhan, supaya Tuhan mau bermurah hati menerima dirinya.

Inti dari kepercayaan manusia kepada Yesus adalah bahwa Yesus sudah menghapuskan dosa asal itu, menjadi Juru Selamat bagi manusia, memungkinkan kembali bahwa nantinya manusia bisa kembali menyatu dengan Tuhan.

Dosa asal itu sudah lunas ditebus Yesus dengan darahNya, sehingga kemudian Ia berkuasa atas manusia, berkuasa atas Hari Penghakiman, berkuasa memasukkan siapa saja ke dalam sorga, dan berkuasa memasukkan siapa saja ke tempat sampah.

Jika anda sudah mengetahui itu, berarti anda sudah " Tercerahkan ".


Sejak manusia menjadi mahluk duniawi, sama dengan mahluk duniawi lainnya, maka manusia menjalani hidupnya bersama dengan mahluk lainnya sesuai mekanisme kehidupan yang sudah tercipta.

Sama seperti semua mahluk lainnya, manusia harus menanggung sendiri semua beban kehidupannya di dunia. Atas beban hidupnya itu manusia bisa meminta pertolongan kepada Tuhan supaya membukakan jalan hidupnya, menyingkirkan rintangan2 dan meringankan beban hidupnya, tapi jika manusia mendapatkan kesenangan dan kenikmatan hidup, seharusnya ia tidak lupa diri.


2. Intinya, membaca kitab suci itu adalah untuk membuka pengertian, mengisi pengertian, membuka pengenalan kita akan Tuhan, dan untuk mengerti kehendak-kehendakNya, mengerti Firman-FirmanNya.
Jangan dilakukan dgn keras berpikir seperti untuk menghapal, atau seperti orang yg baru belajar agama.

Semuanya harus dilakukan untuk memuliakan Tuhan, dengan membuka diri kepada Tuhan dan membuka diri untuk menerima "Terang" dan "Hikmat" yang dari Tuhan supaya kita mengerti kitab suci dan mengerti Tuhan. Jangan berkeras dengan pemikiran sendiri dan jangan sampai salah mengerti.


3. Ya .... memang selalu ada kecenderungannya manusia egosentris, memandang segala sesuatunya dari ego dirinya sendiri, karena dirinya sendiri dan hidupnya saja lah yang dianggapnya penting. Kecenderungannya, tanpa sadarnya manusia sudah tinggi hati, merasa mulia, sombong, sampai memperlakukan Tuhan sama seperti pembantu dan pelayan yg harus membantu, sama seperti mesin ATM yg didatangi hanya ketika butuh saja. Kalau keinginan dan usaha kita terlaksana akan kita katakan sebagai hasil usaha kita sendiri, prestasi kita sendiri, tapi kalau keinginan kita tidak terpenuhi kemudian kita mencerca Tuhan.
Serendah itukah Tuhan ?
Ataukah kita sendiri yg tidak tahu diri ?

Itulah yang diajarkan Yesus, yaitu supaya kita tahu memuliakan Tuhan.
Jangan putus doa
Yang diperlukan adalah kita selalu tersambung dengan Tuhan.
Dia tahu apa yang kita butuhkan walaupun tidak kita sebutkan dan
Dia tahu memberikan yang baik untuk anak-anakNya, sekalipun yang baik menurut Tuhan tidak selalu sama dengan yang kita inginkan
tidak ada larangan untuk meminta
karena Tuhan mau bermurah hati untuk menjadi pengayom kita
tapi jangan juga berdoa hanya ketika kita butuh saja


_______



Tentang takdir dan penciptaan Tuhan :

Sebaiknya ini hanya dipandang sebagai pendapat pribadi saya saja, karena mungkin tidak sejalan dengan ajaran dalam banyak agama.

Ada fenomena2 yang fakta-nya tidak semuanya sesuai
dengan ajaran banyak agama.

Takdir dimengerti sebagai sesuatu yang given, seperti
tentang kelahiran dan kematian, sesuatu yang berada diluar kekuasaan manusia, ada dalam wilayah kekuasaan Tuhan, sehingga disebut takdir.

Dengan pengertian takdir atas kelahiran, apakah pasti semua kelahiran manusia itu ditentukan Tuhan ?
Bagaimana dengan keguguran kandungan, atau
bagaimana
dengan orang yang menggugurkan kandungan ?
Apakah itu berarti takdir kelahiran anaknya itu berubah ?
Ataukah anaknya itu tidak ditakdirkan untuk hidup ?
Apakah orang yg menggugurkan kandungan itu bisa dianggap sudah merubah takdir hidup anaknya itu ?
Apakah manusia bisa merubah takdir ?


Dengan pengertian takdir atas kematian, apakah pasti semua orang akan mati ?
Apakah benar kematian itu ditentukan oleh Tuhan, sehingga kematian dianggap sebagai takdir ?
Apakah kalau ada orang yang moksa, masuk ke alam roh tanpa terlebih dulu mengalami kematian :
apakah akan dianggap orang itu sudah mengalahkan takdir kematian ? 
atau dianggap menyalahi takdir ? 
atau dianggap sama saja dengan orang mati yang lain ?  (faktanya ia tidak mengalami kematian).

Sepemahaman saya, Tuhan sudah menciptakan manusia,
Manusia diciptakan sebagai mahluk duniawi dan dibekali dengan roh dan akal budi.
Dengan demikian manusia akan hidup sebagai mahluk duniawi, lahir, mati, lapar, marah, sedih, kuat, sehat, sakit, hasrat biologis, hasrat duniawi, semuanya akan mengisi kehidupan manusia.
Tetapi dengan bekal roh dan akal budi diharapkan manusia bisa hidup sebagai mahluk yang mengenal Tuhan, tidak liar seperti mahluk yang tidak mengenal Tuhan, bisa mengenal perbuatan baik dan yang tidak baik, bisa mengenal kehidupan sosial yang baik dan mengenal peradaban.

Sesudahnya semua mahluk diberi kebebasan tentang bagaimana mereka akan hidup,
Manusia juga diberi kebebasan tentang bagaimana mereka akan hidup, tetapi diharapkan manusia bisa hidup sebagai mahluk yang mengenal Tuhan dan beribadah kepadaNya, supaya nantinya manusia layak untuk mendapatkan kemuliaan Tuhan, supaya nantinya bisa layak untuk kembali lagi kepada Tuhan.

Tuhan tidak bertindak langsung dalam kehidupan manusia dan mahluk lain, kecuali yang dilakukanNya kepada manusia2 tertentu saja. Kalaupun Tuhan ingin memberikan penyadaran, akan dilakukanNya secara tidak langsung, yaitu dengan mengirimkan nabi2 untuk menyadarkan manusia. Sebagai gantinya Tuhan memberikan berkat kehidupan untuk semua mahluk, sehingga semua mahluk bisa mendapatkan kebaikan dalam hidupnya, dan terbuka jalan bagi yang ingin mendekat kepada Tuhan.

Begitu juga dengan adanya berbagai macam kesulitan dan kesusahan, sakit-penyakit dan bencana di dunia manusia, itu bukan perbuatan Tuhan langsung, kecuali yang khusus dilakukanNya kepada orang-orang tertentu saja. Itu adalah beban kehidupan manusia sebagai mahluk duniawi, sama seperti mahluk duniawi lainnya yang mengalaminya juga. Dan bukan karena salah dan dosa siapapun maka itu semua terjadi, tetapi semua itu memang harus terjadi supaya dengan adanya itu nama Tuhan semakin dipermuliakan.

Sejak manusia lepas dari kesatuannya dengan Tuhan, sama seperti mahluk duniawi lainnya, manusia harus menanggung beban hidupnya sebagai mahluk duniawi. Dan bukan karena salah dan dosa siapapun maka semua kesusahan itu terjadi. Itu bukan hukuman. Tetapi semua itu memang harus terjadi supaya dengan adanya itu nama Tuhan semakin dipermuliakan.

Jadi, Tuhan tidak berperan langsung dalam kehidupan manusia, kecuali kepada manusia2 tertentu saja.
Manusia hidup sebagai mahluk duniawi dan dibebaskan untuk menjalani kehidupan duniawinya.
Adanya agama dan nabi2 tidak diartikan bahwa manusia dipaksa harus beragama dan harus beribadah, tapi dengan adanya itu diharapkan supaya manusia mengenal Tuhannya, hidup sebagai mahluk yang mengenal Tuhan dan beribadah kepadaNya, tidak lagi hidup sebagai mahluk duniawi yg tidak mengenal Tuhan, supaya menjadi mahluk2 mulia yang nantinya akan dimuliakan Tuhan dan akan dianggap layak untuk nantinya kembali menyatu denganNya.

Inti dari kepercayaan kepada Tuhan adalah bahwa sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia sudah lepas dari kesatuannya dengan Tuhan. Karena itu manusia harus berusaha untuk bisa kembali menyatu dengan Tuhan, walaupun dengan usahanya sendiri manusia tidak mungkin bisa sampai kepada Tuhan.

Manusia sudah lepas dari kesatuannya dengan Tuhan.
Dan karena sudah lepas dari kesatuannya dengan Tuhan, maka nantinya semua manusia akan dibuang ke tempat sampah dan dibakar bersama dengan sampah2 yang lain. Itulah yg disebut dosa asal dalam agama kristen.

Inti dari kepercayaan kepada Yesus adalah bahwa Yesus sudah menghapuskan dosa asal itu, menjadi Juru Selamat  bagi manusia,  memungkinkan kembali bahwa nantinya manusia bisa kembali menyatu dengan Tuhan.

Dosa asal itu sudah lunas ditebus Yesus dengan darahNya, shg kemudian Ia berkuasa atas manusia, berkuasa atas Hari Penghakiman, berkuasa memasukkan siapa saja ke dalam sorga dan berkuasa memasukkan siapa saja ke tempat sampah.

Jika anda sudah mengetahui itu, berarti anda sudah "Tercerahkan".



_______




 A :     Akhirnya ada balasan juga dari bapak, saya sudah nunggu lama. Hehehe... Terimakasih pak.
Pak jika masih berkenan saya ada beberapa pertanyaan.

Saya merasa ada "pesan" untuk saya yg tersirat dalam jawaban bapak terutama di point 1 yang bapak bilang "jika anda sudah mengetahui itu, berarti anda sudah tercerahkan".

Jika benar ada "pesan" dari Tuhan buat saya pak mohon bimbingannya..

Terus ada Firman Yesus : " Siapa ingin ikut Aku dia harus menyangkal dirinya dan memikul salibnya ".
Apa yg dimaksud menyangkal dirinya dan memikul salibnya ya pak ?? 
Apa sama seperti mematikan keinginan tubuh duniawinya ??


 J :    
Untuk orang2 yg sudah "Tercerahkan", pesannya sudah jelas.
Kalau masih merasa belum jelas, berarti ia masih belum "Tercerahkan".


Firman Yesus : "Setiap orang yang mau mengikut Aku dia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku ... "

Orang harus menyangkal dirinya ....
Orang harus mau melepaskan keAkuannya dan kedegilan hatinya untuk mau mengakui bahwa Yesus adalah Allah dan Tuhan, untuk mau percaya dan mengikut Dia.
KeAkuan dan kedegilan hati disini diartikan sebagai segala sesuatu sifat dalam pribadi manusia yang menjadi penghalang dirinya datang kpd Yesus, merasa pintar, merasa tahu Tuhan, merasa tahu agama, merasa sudah berkecukupan, merasa tidak butuh Tuhan .....

Memikul salibnya ....
Salib diartikan sebagai beban.
Mengikut Yesus tidak selalu mudah bagi semua orang.
Setiap orang harus mampu memikul bebannya / kendalanya masing2 untuk mengikut Yesus.



_______




 A :     Selamat malam pak, saya mohon nasehatnya pak.
Sebelumnya saya minta maaf kalo yg ingin saya tanyakan ada yg kurang berkenan di hati bapak atau merepotkan bapak. Saya harap bapak berkenan membuka apa yg masih tertutup di "mata" saya, janganlah kiranya bapak lelah menasehati saya atau menganggap saya tidak pantas dinasehati.

Pak, apa menurut bapak saya yg berhati bebal dan kotor ini masih pantas datang ke Tuhan setelah semua pemberianNya yang begitu berharga sedangkan saya masih belum bisa melakukan apa yang benar di hadapanNya dan menyukakan hatiNya ? Sekiranya tidak pantas, saya harus bagaimana pak ?
Saya menyadari kebodohan saya namun masih tetap saya bertindak bodoh. Saya tahu saya tidak bisa mengabdi kpd dua tuan tapi saya masih saja belum benar2 mengabdi ke tuan yg Benar. Sejujurnya saya merasa tidak pantas datang ke Tuhan mengingat kotornya saya sampai saat ini, tapi saya juga tidak ingin berjalan membelakangi Pencipta saya.

Jika bapak tidak keberatan, mohon bapak berkenan menanyakan kpd Tuhan tentang saya ini, saya malu dan takut bertanya sendiri kpd Dia, sekalipun saya masih belum bisa mengerti jawabanNya langsung, saya malu utk "datang" langsung pak. Mohon bapak berkenan menanyakan pendapat Tuhan tentang saya ini, apakah Dia benar2 kecewa dgn saya atau pendapat2Nya yg lain, mungkin juga Tuhan mau memberi petunjuk apa yg harus saya lakukan terkait dengan jalan hidup saya yg mungkin ada yg Dia rencanakan.

Sejujurnya saya sungkan ke bapak meminta hal ini dan bukan bermaksud mengkultuskan bapak, tapi tidak ada yg saya kenal yg mengenal Tuhan selain bapak. Selain itu juga selama ini saya belajar mengenal Tuhan dari bapak. Semoga bapak berkenan membantu dan mengasihi saya. Maaf jika ada yg kurang berkenan. Terima kasih banyak pak.

 J :     Janganlah kamu terlalu mengkultuskan diri sendiri (mungkin itu tidak anda sadari)
Semua yang sudah anda terima dari Tuhan anggap saja sebagai perkenan Tuhan karena anda sudah bersungguh2 berusaha mengenal Tuhan. Kalau memang Tuhan punya rencana sendiri atas hidup anda, Ia sendiri yang akan menyatakannya bila waktunya sudah tiba. Karena itu jalankan saja hidupmu seperti seharusnya. Usahakan untuk tidak melanggar larangan Tuhan supaya Tuhan tidak berpaling darimu.

terima kasih

 A :     Terima kasih banyak pak Java....Terima kasih sudah berkenan membantu saya menanyakan kpd Tuhan..
Saya agak kaget tentang pandangan Tuhan ttg saya yg mengkultuskan diri. Saya coba intropeksi diri saya dulu pak, nanti kalau ada yg ingin saya tanyakan tentang mengkultuskan diri sendiri, kiranya bapak berkenan memberikan pengertian ya pak.. Sementara ini saya renungkan dulu Firman Tuhan ini. Sekali lagi terima kasih banyak pak. Selamat malam

 J :     Itu pandangan saya pribadi, belum saya tanyakan kepada Tuhan.
Silakan direnungkan sendiri benar-tidaknya
thanks

 A :     Oh jadi itu pandangan dari bapak ya, makanya kok rasa2nya agak beda dari Tuhan yg saya kenal.
Tapi terima kasih sekali nasehatnya pak.

Dari nasehat bapak kemarin itu, sepertinya memang benar pak. Tapi saya masih kurang "ngeh" dgn yg bapak maksud mengkultuskan diri sendiri ini, terus ketambahan kalimat "Karena itu jalankan saja hidupmu seperti seharusnya", saya jadi tambah bingung. Tapi skrg saya mulai ngerti maksudnya cuma masih sulit mengidentifikasinya dgn jelas. Kalau bapak tdk keberatan mungkin bapak berkenan utk menjelaskan lebih rinci pak.. Apa saya terlalu memikirkan arah jalan hidup saya ya pak ? Apa saya terlalu memikirkan ada yg Tuhan rencanakan di hidup saya ya pak ? Atau krn saya terlalu berambisi utk bisa mengenal dan berhubungan langsung dgn Tuhan pak ?

Dulu bapak di awal2 pernah menasehati saya, utk belajar tahu apa Tuhan ada punya rencana dlm hidup kita. Apa saya yg salah menangkap ya pak, sehingga saya jadi mengkultuskan diri sendiri juga..

Maaf merepotkan ya pak.. Terima kasih

 J :     Memang dulu sewaktu anda bertanya apakah Tuhan punya rencana tersendiri atas hidup anda saya
pernah menasehati anda untuk belajar tahu apa Tuhan ada punya rencana dalam hidup anda. Caranya adalah dengan anda tersambung dengan Tuhan anda menanyakannya langsung kepada Tuhan. Tapi saya yakin itu tidak akan dijawab karena Tuhan memang belum menetapkan apa2.

Saya juga sudah menyampaikan bahwa Tuhan banyak menabur benih, tetapi tidak semua tanah baik untuk menjadi ladang Tuhan. Nantinya akan dilihat lagi mana yang baik untuk Tuhan.

Karena itu sekarang ini jalani saja hidup anda lurus di hadapan Tuhan. Jangan melanggar laranganNya. Semua yang sudah anda terima dari Tuhan adalah tanda perkenan Tuhan atas laku ketuhanan anda, tapi anda sendiri jangan mengikat diri pada pandangan bahwa anda akan dipakai Tuhan, sehingga anda menjadi merasa terikat tidak bebas, tidak bisa melakukan yang lain. Bila memang Tuhan mempunyai rencana tersendiri atas hidup anda nantinya akan dinyatakanNya sendiri sesuai waktu dan tempat yang sudah ditentukanNya.


 J :     Sekalian juga saya ingin memberi masukan kepada anda terkait permintaan anda kepada Tuhan perihal
jodoh atau apapun yang lainnya.

Kita percaya bahwa bila Tuhan berkenan memberi kepada kita, yang diberikanNya itu pasti baik untuk kita, karena Ia tahu memberi yang baik untuk anak-anakNya, walaupun mungkin yang diberikanNya itu tidak persis sama dengan yang kita inginkan.

Dan kita juga percaya bahwa jodoh yang diberikan Tuhan kepada kita pasti baik dan sepadan dengan kita (sepadan menurut Tuhan, bukan sepadan secara duniawi menurut ukuran manusia. Ukuran duniawi sama sekali tidak berarti di mata Tuhan).

Tetapi saya juga sudah menyampaikan bahwa Tuhan tidak bertindak / berperan langsung dalam kehidupan manusia, kecuali yang dilakukanNya kepada manusia2 tertentu saja.

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa manusia tidak penting lagi di mata Tuhan, sehingga nantinya semua manusia akan dibuangNya ke tempat sampah. Karena itu Tuhan tidak berperan langsung dalam kehidupan manusia yang umum. Ia hanya berkenan kepada orang2 tertentu saja yang Ia berkenan.

Tetapi Tuhan sudah memberikan berkatNya ke seluruh bumi sehingga semua mahluk bisa mendapatkan kemudahan dan keberuntungan dalam hidupnya. Dan adanya berbagai macam kesulitan dan kesusahan, bencana, sakit-penyakit, dsb, itu bukanlah hukuman Tuhan, dan bukan karena salah dan dosa siapa pun maka itu terjadi. Itu adalah beban kehidupan manusia sebagai mahluk duniawi sama seperti yang mahluk duniawi lain mengalaminya juga. Bukan karena salah dan dosa siapapun maka itu semua terjadi, tetapi semua itu memang harus terjadi supaya dengan adanya itu nama Tuhan semakin dipermuliakan.

Tuhan sendiri tahu bahwa manusia, begitu juga mahluk lainnya, bisa berusaha dan mencukupi sendiri kebutuhan hidupnya tanpa Tuhan perlu ikut campur tangan, juga bisa berpasang-pasangan tanpa Tuhan sengaja menjodohkan. Manusia sudah menjadi mahluk duniawi, karena itu manusia, begitu juga mahluk duniawi lainnya, harus berusaha sendiri untuk kehidupannya.

Karena itu walaupun di dunia manusia ada banyak pengkultusan bahwa keberuntungan hidup yang diterimanya adalah berkah dan pengabulan doa dari Tuhan, dan bahwa kesusahan, musibah, bencana, sakit-penyakit, dsb adalah cobaan / hukuman dari Tuhan, tetapi yang sesungguhnya terjadi seringkali tidak begitu.

Karena itu saya berharap supaya semua manusia bisa benar dalam mereka berketuhanan dan supaya bisa selalu tersambung dengan Tuhan supaya selalu terperhatikan olehNya.

Nasehat itu berlaku juga untuk anda supaya anda bisa benar dalam anda berketuhanan dan supaya anda bisa selalu tersambung dengan Tuhan supaya anda selalu terperhatikan olehNya.

Bila anda sudah tersambung dengan Tuhan dan bila anda bisa menjaga kontak rasa dengan Tuhan mudah2an di dalam anda berdoa anda juga bisa mendengarkan jawaban Tuhan, mungkin saat itu juga anda bisa mendapatkan jawabannya apakah doa anda dikabulkan atau tidak, atau mungkin ada sesuatu yang lain yang Tuhan kehendaki dari anda atau sesuatu yang lain yang Tuhan kehendaki untuk lebih dulu anda lakukan.

Atas jalan kerejekian anda yg sedang anda jalani berdoalah kepada Tuhan : "Jadikanlah itu baik untukku", supaya Tuhan memberkati jalan kerejekian anda dan supaya itu baik untuk anda. Dan atas keinginan / permohonan yang belum terwujud anda harus mengusahakannya sendiri, jangan bergantung kepada Tuhan, kecuali anda bisa tersambung kontak rasa dengan Tuhan sehingga anda bisa mendengarkan petunjuk Tuhan barangkali saja Tuhan menunjukkan jalan lain yang lebih baik untuk anda.

Begitu juga mengenai jodoh, itu harus anda cari sendiri, kecuali anda bisa tersambung kontak rasa dengan Tuhan sehingga anda bisa mendengarkan petunjuk Tuhan barangkali saja Tuhan menunjukkan seseorang untuk menjadi pasangan anda. Terhadap pasangan anda itu berdoalah kepada Tuhan : "Jadikanlah ia baik untukku dan sepadan denganku",

Perlu anda ketahui bahwa Tuhan memuliakan orang2 yang memuliakanNya dengan cara yang benar.
Dan dengan laku ketuhanan anda itu anda sudah mendapatkan perhatian tersendiri dari Tuhan.
Tetapi semakin tinggi derajat anda di mata Tuhan akan menjadi semakin sedikit di mataNya orang yang sepadan dengan anda. Bukan hanya untuk menjadi pasangan anda, bahkan untuk menjadi teman anda, akan menjadi semakin sedikit orang yang sepadan dengan anda.

Mahluk-mahluk duniawi akan mendapatkan sendiri pasangan yang sepadan dengan mereka, tetapi Tuhan tidak akan memberikan pasangan yang tidak sepadan kepada orang2 yang mendapat perkenanNya.

Karena itu mengenai jodoh, itu harus anda cari sendiri, kecuali anda bisa tersambung kontak rasa dengan Tuhan sehingga anda bisa mendengarkan petunjuk Tuhan barangkali saja Tuhan menunjukkan seseorang untuk menjadi pasangan anda. Terhadap pasangan anda itu berdoalah kepada Tuhan : "Jadikanlah ia baik untukku dan sepadan denganku",

Untuk memahami nasehat2 saya di atas anda harus benar2 bisa mengerti sikap berpikir Tuhan. Jangan memandang dari sudut pandang manusia, tetapi anda harus belajar tahu bagaimana Tuhan memandang manusia.

 A :    
Selamat malam pak, sebelumnya terima kasih penjelasannya pak. Beberapa hari ini saya merenungkan dalam2 nasehat2 bapak ini. Saya menyadari memang ternyata saya terlalu mengkultuskan diri sendiri dan sesuatu hal yg berkaitan dgn Tuhan. Juga saya semakin mengerti kalo ternyata banyak pengkultusan yg terjadi pada manusia tentang kehidupan yg berkaitan dgn Tuhan. Sebenarnya saya bingung mau ngomong apa setelah baca jawaban bapak krn sulit juga menuliskannya makanya baru sekarang saya balas email ini.. menurut saya nasehat bapak ini sangat lengkap dan mendasar sekali.

Mungkin yg ingin saya tanyakan, bagaimana menjaga ketersambungan dgn Tuhan (sambil belajar kontak rasa) namun dengan cara2 yang sopan atau pantas? Karena sering saya disaat2 luang mencoba untuk tersambung ke Tuhan (sambil belajar kontak rasa), tapi saya merasa kok seperti kurang sopan / pantas terutama ketika saya sambil melakukan kegiatan selain berdoa. Sampai efek parahnya saya sampai takut untuk berdoa malam dan akhirnya saya kebablasan tidur.

Yang saya takutkan itu,
pertama saya takut kalo saya berdoa karena termotivasi hanya karena ada yg saya inginkan sehingga saya tidak tulus untuk memuliakan Dia.
Kedua, saya takut salah bicara di depanNya.
Ketiga, saya takut karena saya benar2 sadar saya ini kotor dan gak pantas menghadap ke hadiratNya, takut jadi orang yg tidak tahu diri di depanNya.

Sebenarnya saya juga dapat nasehat dalam batin entah dari sedulur papat atau Roh Kudus tentang saat2 mencoba tersambung dgn Tuhan dengan layak (tapi saya gak bisa menjelaskan, terlalu rumit jelasinnya pak hehehe) tapi tetap saja saya takut. Ya semoga saja rasa tkut saya tidak berlebihan ya pak.

Soal yg bapak bilang semakin sedikit yg sepadan buat saya, waduh....
Apa itu gak terlalu tinggi buat saya pak ??

Pak, mohon dituntun saya terus ya pak supaya saya bisa dengan benar tersambung dan menjaga ketersambungan dgn Tuhan, supaya diperbolehkan mengenalNya dgn benar, supaya bisa mengerti sikap berpikir Tuhan dan yg terpenting supaya saya mampu berbuah pak. Jika bapak berkenan, mohon "ikat" saya dalam nama Allah Tritunggal ya pak. Supaya apa yg ditanamNya tidak sia2..
Terima kasih atas perkenannya pak. Selamat malam

 J :     Anda hanya perlu meninggikan rasa ketuhanan anda saja.
Anda juga perlu bisa membedakan masalah yang bersifat ketuhanan dengan urusan duniawi yang seharusnya tidak perlu dihubungkan dengan Tuhan.



_______




  Roh Kudus


 A   
Salam sejahtera kangmas . . .
Ngapunten kangmas, ada roh sedulur papat, Roh Kudus, dan semua manusia terhubung secara roh kepada Tuhan, bagaimanakah keterkaitan dan perbedaan hal2 tsb ?
Thanks

 J  
1. Roh Sedulur Papat adalah roh manusia selain roh pancernya.

Manusia diciptakan tidak sendirian.
Roh sedulur papat itulah yang diberikan sebagai pendamping manusia.


2. Roh Kudus adalah sejatinya Roh Allah.

Jika kita adalah orang awam yg tidak bisa melihat gaib, ketika ada sesosok kuntilanak di dekat kita mungkin kita akan merinding atau merasakan sesuatu sebagai tanda kehadiran kuntilanak itu.

Secara alami kuntilanak itu memancarkan energi dari tempat keberadaannya yang bisa kita rasakan, yang membuat kita merinding. Energi itu bukanlah kuntilanak itu sendiri, tapi hanyalah pancaran energi saja dari kuntilanak itu. Tapi dari adanya pancaran energinya itu kita bisa mendeteksi adanya kehadiran sesosok kuntilanak.

Dalam tulisan saya ada menyebutkan istilah Roh Allah yg pengertiannya identik dgn istilah Roh Agung Alam Semesta. Dalam istilah itu pengertian Roh Allah tsb sama dgn "Energi" Allah yg menyelimuti semua kehidupan di bumi ini. Sifat-sifat dari "Energi" itu juga menggambarkan sifat2 dan karakter Allah, disebut orang sebagai  "Cahaya" Allah.

Tetapi "energi" Allah itu "hidup", mengandung roh kehidupan di dalamnya, shg tidak disebut sbg energi, tetapi Roh. Itulah yg membedakan sesuatu yg illahi dgn bentuk energi lain, yaitu hidup dan mengandung roh kehidupan di dalamnya. Karena Roh itu hidup, Roh itu bisa menyambungkan doa kita kpd Allah dan Kuasa dari Roh itu bisa kita "pinjam" dalam doa dan penggunaan amalan gaib yg menggunakan nama Allah.

Jika dihubungkan dgn pengibaratan kuntilanak di atas, pengertian Roh Allah sebagai Roh Agung Alam Semesta di atas adalah sama dgn energi yg dipancarkan oleh keberadaan sesosok kuntilanak di atas, yang energi itu memancar ke seluruh penjuru bumi dan menyelimuti semua kehidupan di bumi ini.
Roh Allah (pancaran "energi"Nya - Roh Agung Alam Semesta) itulah yang selama ini dipahami oleh orang2 yang mencari Tuhan, bahkan ada yang menyebutnya sebagai lebih dekat daripada urat leher kita sendiri.

Walaupun orang2 merasa dirinya sudah mengenal Allah, tetapi umumnya yang diketahuinya itu barulah sebatas pancaran energi-Nya saja, sama seperti pancaran energi yang membuat manusia merinding karena kehadiran sesosok kuntilanak, tapi pancaran energi itu bukanlah kuntilanak itu sendiri, itu hanya pancaran energinya saja.


Di sisi lain, kuntilanak itu mempunyai sosok wujud dan pribadi (dan karakter).
Sosok dan pribadi itu adalah satu kesatuan yg menggambarkan sosok kuntilanak itu.
Di dalam sosok kuntilanak itu terkandung roh kuntilanak dan energinya.
Jadi, sejatinya kuntilanak itu adalah roh kuntilanak, energi dan sosok pribadi kuntilanak itu, bukan sebatas energi pancarannya saja yg membuat kita merinding.
Walaupun dari sifat2 pancaran energinya itu kita bisa juga merasakan adanya kehadiran sesosok kuntilanak dan bisa tahu sifat2 kuntilanak karena pancaran energinya itu juga menggambarkan sifat2 karakter kepribadian kuntilanak itu, tetapi itu baru pancaran energinya saja, kita belum tahu sosok wujud kuntilanaknya.



Roh Kudus adalah sejatinya Roh Allah.

Selain "pancaran Energi-Nya", ada "Sosok" dan "Pribadi" Allah.
Di dalam Sosok dan Pribadi Allah terkandung Roh Allah, yang disebut Roh Kudus.
Jadi Roh Kudus adalah Roh Allah yang ada di dalam Sosok Pribadi Allah.

Roh Kudus itulah sejatinya Roh Allah, yaitu Roh Allah yang ada di dalam Sosok dan Pribadi Allah.
Secara keseluruhan, Sosok, Pribadi dan Roh Kudus (Roh Allah) sebagai satu kesatuan adalah yang selama ini kita sebut Allah dan Tuhan.

Sifat-sifat "Energi"-Nya itu juga menggambarkan sifat2 dan karakter Allah, orang menyebutnya sebagai "Cahaya Allah".

Tetapi pengertian tentang Tuhan (Allah) itu mungkin akan sulit dipahami, karena selama ini kita lebih memahami Tuhan (Allah) secara abstrak saja, hanya pencitraan di dalam hati dan pikiran saja sebagai sesuatu yang "Gaib", bukan sebagai sesuatu yang nyata ada "Sosok"Nya.

Terminologi / istilah Roh Kudus populer dalam agama Kristen.
Tetapi dalam agama Kristen itu umumnya yg dimaksud Roh Kudus itu adalah Roh yg keluar dari Pribadi Allah yg diberikan kepada manusia2 yg percaya kpd Yesus Kristus dan telah menerima dirinya dibaptis,
sedangkan Roh Kudus yg ada di dalam Sosok dan Pribadi Allah masih tetap disebut sbg Roh Allah.




3. Semua manusia terhubung secara roh dgn Tuhan.

Roh manusia adalah nafas kehidupan (bukan roh kehidupan) yang ditiupkan Allah untuk menghidupkan manusia. Roh manusia itu sejatinya adalah pemberian Tuhan yang nantinya akan kembali lagi kepada Tuhan.

Secara alami roh manusia bisa merasakan Roh Allah, sehingga manusia yang kental berhubungan dengan rohnya akan dapat mengenal Allah dan sifat2Nya.

Roh manusia itu bisa berhubungan dengan Roh Agung Alam Semesta.
Dan Roh Agung Alam Semesta bisa menghubungkan roh manusia dengan Allah, sehingga dikatakan manusia dan Allah terhubung secara Roh. Karena itu di dalam semua peribadatan sebaiknya juga dilakukan secara roh (bukan hanya secara jasmani, hati dan pikiran), sehingga manusia bisa langsung terhubung dengan Allah.

Tetapi yang dimaksudkan oleh Yesus supaya manusia terhubung dengan Roh Allah adalah terhubung langsung dengan Sosok Pribadi Allah, terhubung langsung dengan Pribadi2 yang menjadi Tuhan, bukan sekedar terhubung dengan Roh Agung Alam Semesta.
Dengan begitu manusia akan lebih bisa mengenal Pribadi Tuhan, dan terbuka peluang untuk Tuhan mau menyambungkan diriNya dgn manusia, apalagi kalau ada keinginan manusia manunggal dengan Tuhan.

Sebenarnya itulah yang menjadi inti dari ajaran Yesus, yaitu bukan sekedar supaya manusia bertuhan, beragama atau beribadah, tetapi adalah supaya manusia benar2 mengenal Pribadi Tuhan, terwujud hubungan yang pribadi manusia dengan Tuhan, sehingga Tuhan berkenan memberikan RohNya kepada manusia, menjadikan manusia sebagai Anak-Anak Allah yang memiliki kuasa yang lebih daripada kuasa roh-roh duniawi lain, dan terbuka peluang untuk manusia bisa manunggal dengan Tuhan di kehidupan yang sekarang maupun di kehidupan nanti.

Itu adalah ajaran tertinggi dalam manusia beragama dan berketuhanan dari sesosok Pribadi yang sudah mengenal Pribadi2 yang menjadi Tuhan, yang ajaran2Nya akan juga mengantarkan manusia kepada Pribadi2 yang menjadi Tuhan, bukan sekedar mengenalkan manusia kepada Roh Agung Alam Semesta beserta segala macam dogma dan pengkultusannya dan bukan sekedar supaya manusia beragama.


 A    Mtrnuwun sanget kangmas, pencerahan yg sangat detail dan gamblang.
Ada rasa plong banget dan terasa jalan mengenal Tuhan tambah jelas, bukan hanya di awang2.
Terima kasih banyak kangmas . . .mohon bimbingan dan arahan selanjutnya . . .



 J    Untuk tambahan pemahaman tentang Tuhan saya akan menjelaskan sesuatu.

Yang disebut Tuhan ada 3 unsur "Sosok Pribadi"-Nya, yaitu Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus, yang secara keseluruhan menyatu menjadi satu kesatuan yang kita sebut Tuhan.

Allah adalah terminologi umum, orang kristen (dan Yesus) menyebutNya sebagai Allah Bapa.
Roh Kudus adalah Roh Allah yang menyatukan semua sosok pribadi itu menjadi satu kesatuan.

Kekuasaan tertinggi ada pada Allah Bapa dan Roh Kudus yg berkuasa untuk manunggal dgn siapa saja yang Ia berkenan dan berkuasa juga mengangkat siapa saja menjadi Tuhan (yang akan berkuasa atas kehidupan dunia dan akan berkuasa juga pada Hari Penghakiman). Yesus Kristus adalah Sosok Pribadi yang diberi kuasa mjd Tuhan, shg Ia berkuasa atas kehidupan dunia dan berkuasa pd Hari Penghakiman.


Itu adalah cara Allah memuliakan siapa saja yg Ia berkenan, bukan saja memasukkannya ke dalam sorga, tapi juga memberinya Kuasa Tuhan.
(mungkin sama dgn perbuatan para Dewa kpd sosok2 pribadi yg mereka berkenan, yaitu menjadikannya Dewa, memberinya kesaktian setingkat dewa dan memberinya tempat tinggal di Kahyangan).



_______



 A :    
Saya baru selesai membaca tulisan bapak mengenai Manunggaling Kawula Lan Gusti, sangat menarik bahasannya terutama bahasan mengenai Roh Kudus, sangat membantu membuka banyak wawasan saya sebagai penganut Kristen Protestan.
Dan juga banyak bahan materi mengenai kebatinan di website bapak yang membantu pemahaman saya, saya sudah menjalankan puasa weton selama 2 tahun terakhir ini.
terimakasih sudah sharing,
mudah2an bapak akan terus menulis.
salam

 J :     Terima kasih pak
Mudah-mudahan bermanfaat.

 A :    
maaf sebelumnya saya lupa menanyakan hal mengenai Roh Kudus,
apakah saya sudah mendapatkan Roh Kudus dalam diri saya ?
lalu apabila sudah, bagaimana cara efektif untuk bisa berkomunikasi dengan Roh Kudus atau saya hanya fokuskan berdoa kepada Tuhan yang nantinya Roh Kudus akan ikut juga turut campur secara aktif.

Terimakasih banyak sebelumnya dan Salam

 J :    
Iya, bapak sudah menerima Roh Kudus.

Sejatinya Roh Kudus yang diberikan kepada manusia adalah Roh Allah sendiri yang diberikan kepada orang2 yang percaya kepada Allah melalui pemberitaan Yesus Kristus dan yang sudah menerima dirinya dibaptis.

Roh Kudus itu adalah Penghibur
yang dijanjikan Yesus kepada murid2Nya sebagai pengganti diriNya yang sudah naik ke sorga, yang berfungsi untuk penguatan iman dan yang akan memberikan pengajaran2 lanjutan kepada murid2Nya.

Roh Kudus itu juga adalah bukti bahwa Yesus adalah satu dengan Bapa, sehingga janji2 Yesus adalah juga janji2 Bapa untuk digenapiNya.

Di dalam Roh Kudus itu juga terkandung Kuasa Allah
yang jika orangnya mengimaninya Kuasa Allah itu juga akan bekerja di dalam dirinya.

Roh Kudus itu adalah perantara manusia dengan Allah, sehingga Roh Kudus itu akan aktif jika orangnya juga aktif menyambungkan dirinya, kerohaniannya, dengan Allah.

Karena itu Roh Kudus yang sudah ada pada bapak akan aktif jika bapak juga aktif menyambungkan diri bapak, kerohanian bapak, kepada Allah, karena Roh Kudus itu berfungsi sebagai perantara bapak dengan Allah.

Selebihnya Roh Kudus itu akan memberikan penguatan iman dan pengajaran2 tambahan kepada bapak.
Untuk bisa menerima pengajaran2 dari Roh Kudus bapak harus membuka diri pada hikmat yg dari Tuhan, jangan berkeras pada pemikiran sendiri. Selanjutnya itu akan menjadi hubungan
yang pribadi antara bapak dengan Tuhan.

Untuk awalnya bapak akan bisa merasakan keberadaan Roh Kudus
yang sudah ada pada diri bapak jika bapak menghayati isi tulisan saya yang berjudul  Olah Roh, Manunggaling Kawula Lan Gusti.

Selanjutnya untuk membina ketersambungan dan kedekatan bapak dengan Tuhan bapak bisa menekuni dan menjalankan apa
yang sudah saya tuliskan dalam halaman berjudul  Kebatinan Dalam Keagamaan dan  Pembersihan Gaib 4.

Silakan juga dibaca2 pengalaman para pembaca
yang lain, barangkali saja ada lakunya yang bisa juga bapak jalankan.

terima kasih

 A :    
Bapak Pengasuh Javanese2000 Yth., salam hormat.

Terimakasih banyak atas jawaban bapak, dan juga atas pencerahannya, sebelumnya ada kekuatiran bahwa Roh Kudus atas saya sudah diambil kembali karena saya sudah lama sekali tidak ke gereja, sampai bertahun2, tapi saya tetap percaya Allah, tetap percaya Yesus.
Jawaban dan tulisan bapak sudah sangat membantu saya untuk lebih percaya lagi.

Sekali lagi terimakasih banyak pak dan selamat malam.

salam/

 J :     Terima kasih pak.
Selamat malam


________



  YESUS



 A    Tuhan ada di atas segala agama dan ajaran ketuhanan yang ada (keberadaan Tuhan tidak di bawah
agama atau ketuhanan tertentu), maaf kangmas, tapi kenapa yang paling menonjol terkesan di sini adalah ajaran Yesus yang diimani umat kristiani ya kangmas ?


 J    Betul begitu,

Tuhan ada di atas segala agama dan ajaran ketuhanan yang ada (keberadaan Tuhan tidak di bawah agama atau ketuhanan tertentu), tapi kenapa yang paling menonjol terkesan di sini adalah ajaran Yesus yang diimani umat kristiani ?

Untuk belajar mengenal agama, kita harus belajar dari orang yg sudah tahu tentang agama.

Untuk belajar mengenal Tuhan, kita harus belajar dari orang yg sudah tahu tentang Tuhan.

Akar dari agama kristen / Nasrani adalah juga agama Israel.

Dan Yesus adalah sesosok pribadi yang sudah mengenal Tuhan dan dengan ajaran2-Nya Ia sudah mengenalkan manusia kepada Allah yang benar dan sudah membuka jalan untuk manusia dapat datang kepada Tuhan, bahkan untuk manunggal denganNya.

Ajaran Yesus bukanlah ajaran agama.

Ajaran Yesus adalah ajaran ketuhanan, berasal dari Sesosok Pribadi yang mengenal Allah, tidak sama dengan ajaran ketuhanan yang bersifat teori dari orang2 yg mendalami agama.

Ajaran Yesus adalah ajaran yang berasal dari sesosok pribadi yang menjadi Tuhan, bukan dari sosok2 pribadi yang mendalami agama atau sosok2 pribadi yang masih mencari Tuhan.

Ajaran Yesus adalah ajaran yang berasal dari Sesosok Pribadi yang menjadi Tuhan, manunggal dengan Tuhan, yang tahu jalannya menuju Tuhan, yang dengan valid mengajarkan bagaimana caranya supaya manusia bisa sampai kepada Tuhan, bahkan untuk manunggal denganNya.

Ajaran Yesus mengenalkan manusia kepada Pribadi Allah yang benar dan menyampaikan sejatinya apa yang dikehendaki Allah untuk dilakukan dalam kehidupan beragama manusia.

Umat Nasrani percaya bahwa Yesus adalah sesosok Pribadi yang kepadaNya Tuhan sudah memberikan Kuasa dan Firman2Nya, sehingga apapun yang diajarkan oleh Yesus adalah menggambarkan apa yang menjadi kehendak Tuhan.

Yesus menjadi jembatan manusia kepada Tuhan dan Firman2Nya berlaku sama dengan Firman Tuhan, menjadi aturan yang mengikat hubungan manusia dengan Tuhan, dan menjadi aturan yang mengikat manusia pada Hari Penghakiman.

Sekalipun nama Yesus lebih sering disebut, tetapi umat nasrani bersugesti bahwa nama itu mewakili kesatuan dengan Allah Bapa dan Roh Kudus.


 A    maturnuwun sanget ilmu sangat tinggi yang kangmas sampaikan pada saya, saya belum pernah
mendapatkan pengetahuan yang substansial seperti ini, sekali lagi maturnuwun kangmas . . .

Tuhan harus dikenal dengan roh.
Bahasa manusia, tulisan2 teori maupun cerita tentang Tuhan hanya sedikit bahkan jauh menggambarkan Tuhan yang benar, karena bahasa manusia terbatas, jadi saya harus belajar ke roh-an,
mohon koreksinya kangmas . . .

 J    Kira2 begitu.
Tuhan hanya bisa dirasakan secara roh, sehingga semuanya akan menjadi bersifat pribadi.


 A    Salam sejahtera kangmas, ngapunten kangmas,
apakah dengan bersugesti kepada sosok Yesus, berarti sudah bersugesti kepada Tuhan ?
Kangmas kan pernah menjelaskan bahwa Yesus adalah pribadi yang diberi kuasa menjadi Tuhan.

 J    Sebenarnya jatidiri Yesus juga sudah dituliskan di dalam Al Qur'an, hanya saja sayangnya pengertiannya
tidak diutamakan. Padahal sudah jelas ditulis bahwa Yesus lahir karena Roh Kudus.

Roh Yesus adalah Roh Kudus.
Sehebat2nya manusia dan sebesar2nya nabi tidak ada yang rohnya adalah Roh Kudus.
Sehebat2nya manusia dan sebesar2nya nabi rohnya sama saja dengan kita, yaitu nafas kehidupan yang ditiupkan Allah kepada manusia Adam dan Hawa.
Hanya Yesus saja yang rohnya adalah Roh Kudus. Dia lahir dari Allah.

Yesus adalah sesosok pribadi yang sejak awal sudah dipersiapkan Tuhan untuk menjadi pembuka jalan bagi semua manusia untuk bisa mengenal Tuhan dengan benar. KepadaNya sudah diserahkan semua Firman dan Kuasa.

Yesus membuka paradigma baru hubungan manusia dengan Tuhan, dimana sejak itu dimungkinkan manusia bisa mengenal Tuhan, dan dimungkinkan manusia yang percaya kepada ajaran2 dan firmanNya untuk bisa manunggal dengan Tuhan, dan dimungkinkan Roh Allah (Roh Kudus) diberikan kpd manusia, dan firman2Nya menjadi perjanjian baru yang mengikat hubungan manusia dengan Tuhan : manusia tidak akan dapat sampai kepada Allah Bapa tanpa melalui Dia.

Pertanyaan anda : apakah dengan bersugesti kpd sosok Yesus berarti sudah bersugesti kpd Tuhan ?
 
Secara ketuhanan iya, bukan bersugesti kepada sosok manusianya, tapi pada ketuhananNya.
Yesus sudah
menjadi satu kesatuan Tuhan yang berkuasa atas kehidupan di bumi.
Tetapi secara individu ketiga Sosok Pribadi itu mempunyai karakter pribadi sendiri2.
Yesus adalah pokok yang
menjadi pembuka jalan kemurahan Tuhan untuk semua manusia.


______



 A    Shalom
Selamat Malam Romo Javanese

Romo saya mau bertanya...

Setelah lama mencari baik melalui kitab, kesaksian, perenungan mendalam akhirnya saya mengetahui bahwa pribadi Tuhan sebenarnya adalah Tritunggal Bapa, Yesus, Roh Kudus. Apa dengan itu saya harus dibaptis untuk bisa mengimaninya... Kalau dibaptis, gereja mana yg harus dipilih ?

Mungkin dgn pilihan ini akan banyak yg memusuhi saya jika saya berpindah agama? Bukan maksud saya berpikir agamis, karena saya tahu Tuhan itu jauh di atas agama... Apa yg harus saya lakukan karena rasa untuk berTuhan kpd Allah Tritunggal seakan2 susah untuk dibendung lagi.. apa saya boleh tetap di agama asal dgn sugesti ke Allah Tritunggal dan membaca Alkitab (PL dan PB)...

Mohon jawabannya Romo
Mudah2 Tuhan berkenan menunjukkan terang kepadaku


 J    Kalau anda berpikiran agama, maka anda akan terkungkung di dalamnya. Padahal tidak semua agama
mengantarkan penganutnya kepada Tuhan yg benar.
Manusia memang sangat memuliakan agama, tetapi agama apapun tidak ada yang berarti di mata Tuhan bila agama itu tidak sejalan dengan yang menjadi kehendakNya.

Tapi kalau anda sudah kenal Tuhan, sudah seharusnya anda menjalankan apa yg menjadi kehendakNya, termasuk dalam hal beribadah dan menyembah kepadaNya.

Tuhan mempunyai jalanNya sendiri.
JalanNya itulah yang harus anda ikuti.
Kemenurutan dan kepatuhan anda kepada Tuhan adalah yang akan mengantarkan anda kepadaNya.

Bila sudah percaya kepada Yesus dan Tuhan yang diwartakanNya, baptisan memang adalah yang dikehendaki Yesus. Baptisan adalah pernyataan awal iman kita kepada Allah Tritunggal.
Tetapi baptisan saja masih belum cukup, selanjutnya anda masih harus menghasilkan buah2 perbuatan sebagai bentuk nyata pernyataan iman dan kepercayaan anda kepada Tuhan.

Mengenai gereja mana yg akan anda ikuti, itu terserah anda saja, karena itu akan menjadi jalan anda untuk beribadah dan berketuhanan.

Mengenai beban dan kendala anda dalam mengikut Tuhan, itu adalah salib yang harus anda pikul. Semua orang harus memikul salibnya sendiri2. Anda harus bijaksana untuk tidak mempertentangkannya dengan orang lain, termasuk dengan orang tua dan keluarga anda.

terima kasih


_______




Dengan orang menerima dirinya dibaptis itu adalah langkah awal untuk orangnya menyatakan imannya. Baptisan adalah lambang kesaksian iman.
Baptisan adalah lambang orangnya sudah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan sudah percaya kepada Tuhan yang diwartakanNya dan orangnya akan memulai hidup baru sebagai orang yang sudah mengenal Tuhan.

Tetapi bila kita hanya berpegang pada bentuk formal baptisan saja, itu belum cukup.
Seharusnya sesudahnya kita memulai hidup baru sebagai orang yang sudah mengenal Tuhan,
jangan lagi hidup seperti orang yang belum mengenal Tuhan.
Dan jangan lagi hidup sebagai domba yang hilang.



_______



Yesus bukan perantara manusia kepada Tuhan.

Yesus adalah TUJUAN  !

Yesus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup.

Tidak seorang pun dapat sampai kepada Allah Bapa tanpa ia melalui Yesus.

Orang harus lebih dulu datang kepada Yesus sebelum ia dapat sampai kepada Bapa.


Dan ajaran Yesus bukanlah agama.

Ajaran-ajaranNya jangan diartikan sempit sama dengan agama, dan jangan dianggap sama sebagai agama-agama wahyu. Ajaran Yesus bukan Wahyu !

Yesus adalah Allah.

Ajaran Yesus berasal dari Allah sendiri, menggambarkan apa yang dikehendaki Allah untuk dilakukan oleh manusia dalam kehidupannya.

Ajaran Yesus adalah ajaran dari Sesosok Pribadi yang menjadi Tuhan, yang manunggal sebagai Tuhan, yang jelas tahu siapa Tuhan, dan jelas tahu jalannya menuju Tuhan, Sesosok Pribadi yang dengan valid mengajarkan bagaimana caranya supaya manusia bisa sampai kepada Tuhan, bahkan untuk manunggal denganNya.

Gereja adalah kumpulan orang-orang yang percaya kepada Yesus dan Tuhan. Bangunannya, apapun bentuk dan statusnya, adalah tempat berkumpulnya, tempat berkumpulnya orang-orang yang percaya, berkumpul bersekutu memuliakan Yesus dan Tuhan. Jangan berpikiran sempit terkotak-kotak di dalam bentuk agama dan gereja dan organisasinya dan jangan menggantikan ajaran Yesus yang murni dengan ajaran manusia seolah-olah benar itu adalah ajaran Tuhan untuk dilakukan di dalam manusia beragama dan berketuhanan.



________




 A :     Mas Java, saya beragama Islam.
Bagaimana mas menjelaskan bahwa seharusnya Allah itu Esa, Satu, dan seharusnya Allah yang Esa itu adalah yang disembah oleh semua orang di dunia. Tetapi Tuhan menurut mas Java adalah 3 Tuhan yang disembah oleh orang Kristen.
Mas katakan juga bahwa Allah itu adalah Tuhannya Israel. Apakah tidak ada Tuhan lain selain Tuhan yang disembah oleh orang Kristen dan selain Tuhannya Israel ?
Bagaimana dengan Tuhannya Islam ?

 J :     Untuk kesepahaman awal saya menegaskan bahwa yang sudah saya tuliskan di situs saya adalah
tentang Tuhan dan ketuhanan, bukan agama. Jadi anda harus meletakkan sikap berpikir yang sama dengan saya, yaitu tidak berpikiran agama, dan jangan kemudian saya dianggap menyalahkan agama anda. Apa agama yang anda anut itu adalah urusan anda sendiri, bukan urusan saya. Tapi kalau ingin bicara tentang Tuhan maka anda harus fokus kepada Tuhan, jangan semuanya dihubungkan dengan agama.

Semua pembicaraan tentang Tuhan dan ketuhanan pasti berhubungan dengan agama atau jalan kepercayaan. Tapi untuk perbincangan ini anda harus bisa memisahkan antara agama dengan ketuhanan, supaya kita bisa bertukar pikiran. Jangan anda menyempitkan pembicaraan tentang Tuhan dan ketuhanan menjadi berbicara agama.

Sebenarnya Allah yang disembah oleh orang Islam itu adalah :
Tuhan Allahnya Nabi Abraham
Tuhan Allahnya Nabi Yakub
Tuhan Allahnya Nabi Yusuf
Tuhan Allahnya Nabi Musa
Tuhan Allahnya Nabi Daud
Tuhan Allahnya Nabi Salomon (Sulaiman)
dst

Itu semua adalah nabi2nya Israel
dan Allah adalah Tuhan dari nabi2 Israel itu

Allah adalah Tuhannya Israel !

Mungkin lebih mudah menjelaskannya begitu, karena Nabi Muhammad sendiri mengaku bahwa beliau adalah penerus dan pamungkas dari Nabi2 Israel itu. Berarti Tuhan yang disembah oleh Nabi Muhammad itu adalah Tuhan dari Nabi2nya Israel.

Tetapi untuk anda sendiri, terserah anda sendiri apakah akan menerima kenyataan bahwa Tuhan yang disembah oleh Nabi anda itu adalah Tuhan dari Nabi2nya Israel. Kalau Nabi anda sendiri mengajarkan begitu, seharusnya anda mengimaninya. Atau mungkin anda punya Tuhan sendiri yang bukan Tuhan dari Nabi2nya Israel ?

Kalau anda ingin mengenal ketuhanan yang benar, anda harus fokus kepada Tuhan itu sendiri. Tapi mungkin anda sudah terlanjur berpikiran agama, sehingga anda sendiri tidak ngeh siapa sesungguhnya sejatinya Tuhan anda yang seharusnya anda sembah. Tapi kalau anda punya pendapat sendiri ya tidak apa2 mas. Namanya juga bertukar pikiran.

Saya sudah menuliskan tentang olah rasa kontak batin dengan Tuhan, Kebatinan Dalam Keagamaan , dengan itu seharusnya anda bisa kontak rasa bertanya jawab langsung dengan Tuhan anda tentang apakah yang saya sampaikan ini benar.

 A :     Yaa..hal ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan saya mas...karena sedikit banyak saya sudah
membaca2 tulisan anda dan tanya jawab dengan pembaca.

Hanya saja, menurut tulisan anda tentang keselamatan, bagaimana dengan orang2 yang tidak menyembah Tuhannya Israel itu ?
Dan apa yang harus saya lakukan agar mereka dapat diselamatkan..?
Mohon diberi penjelasan sejelas-jelasnya.

 J :     Anda masih harus menyelamatkan diri anda sendiri sebelum menyelamatkan orang lain

 A :     Saya sadar bahwa saya sendiri saat ini belumlah termasuk orang yang selamat.
Meskipun begitu saya berharap Tuhan berkenan kepada saya agar saya diberikan kesempatan mengenal Tuhan yang benar.
Saya sangat sadari bahwa saya tidak dapat menyelamatkan siapapun, jangankan menyelamatkan orang lain, menyelamatkan diri saya sendiri saja saya tidak mampu karena sesungguhnya hanya Tuhan yang berkuasa menyelamatkan, sedangkan yang terjadi dengan diri saya hanya semata-mata pertolonganNya berupa paham agar saya berusaha melakukan suatu hal yang benar, menjaga diri dari kekotoran hati meskipun usaha yang saya lakukan tidak membuat saya bersih hati. Mohon bimbingannya.

 J :     Memang tidak semua orang mampu memikul salib Kristus.
Semuanya tinggal kebijaksanaan anda saja.



________




 A :     Sugeng sonten kang Mas...
apakah Yesus dengan nabi Isa adalah pribadi yang sama atau beda ?

 J :     Nama Yesus menjadi sumber kepercayaan di dalam agama Kristen.
Kalau Nabi Isa itu sama dengan yg ada di dalam agama kristen, maka Ia sama dgn Yesus.
Tapi kalau versinya berbeda, maka saya katakan bahwa mereka bukanlah pribadi yg sama, mereka adalah pribadi sendiri2 sesuai versinya sendiri2.




________




 A :     Sugeng rahayu mas java...
saya berharap mas java bisa membantu memberikan pencerahan tentang ketuhanan..
yang ingin saya tanyakan :
Menurut pandangan mas java, Tuhan Bapa yang ada dalam persepsi agama kristen apakah sama dengan Allah yang ada dalam agama islam ?

 J :     Seharusnya sama, tapi ternyata tidak.
Agama Islam punya persepsi sendiri tentang Allah yang persepsi itu tidak sama dengan Allah Bapa di dalam agama kristen
Begitu juga tentang Yesus (Nabi Isa).
Agama Islam punya persepsi sendiri tentang Nabi Isa yang persepsi itu tidak sama dengan Yesus di dalam agama kristen
Masing2 agama mempunyai persepsi sendiri2, tidak sama.



________




 A :     Salamat siang dan salam sejahtera buat Bpk Guru sekeluarga.
Mohon bertanya Bpk Guru yg saya hormati, apakah saya yang bodoh ini juga bisa menuju ke arah kemanunggalan dengan Tuhan ?
Dan apa yang pertama dan harus saya lakukan bila ingin manunggal dengan Tuhan.

Mohon bimbingan, arahan dan doa Bpk Guru menyertai saya sehingga Tuhan berkenan membukakan jalanNya menuju kemanunggalan tsb.

Terima kasih.


 J :     Pada dasarnya sekarang2 ini Tuhan sudah bermurah hati membuka diriNya kepada siapa saja yang
tulus ingin mendekat dan mengenalNya dengan cara yang benar. Jadi seharusnya tidak ada masalah bagi bapak bila bapak berkeinginan ke arah itu.

Tetapi seperti yang sudah sering saya tuliskan bahwa Tuhan mempunyai jalanNya sendiri, maka bapak harus menyelaraskan jalan bapak dengan jalan Tuhan itu, jangan berkeras dengan jalan bapak sendiri yang mungkin itu tidak selaras dengan jalan Tuhan.

Untuk tahu JalanNya yang harus bapak ikuti, bapak harus tahu dulu dengan Tuhan yang mana bapak ingin mendekat / manunggal. Sesudah itu tinggal disesuaikan jalan bapak dengan jalan yang dikehendaki Tuhan itu.

Penjelasan lainnya bisa bapak baca di tulisan2 saya.
terima kasih


________




 A :     Kenapa ya pak kalo saya mohon petunjuk Tuhan secara langsung rasanya petunjukNya belum
datang2, termasuk lewat mimpi ? 
tapi kalo pas gak minta petunjuk sering dapat mimpi dari Tuhan ?
apa sebenarnya petunjukNya sudah turun tapi sayanya yg ga ngerti ya?

Kemaren2 saya dapat beberapa mimpi sih terkait dgn yg ingin saya tanyakan ke Tuhan tapi saya gak yakin itu petunjukNya atau hanya mimpi dari bawaan keinginan saya saja. Terutama tentang Tuhan Yesus yg pernah berbicara kpd saya yang saya disuruh bekerja untuk Dia.
Saya selalu ingin bertanya pekerjaan apa yg harus saya lakukan, tapi rupa2nya hal itu masih tersembunyi atau belum waktunya untuk saya tahu.
Mohon petunjuknya.
Terima kasih

 J :     Dari adanya tanda2 keallahan pada diri anda saya yakin bahwa doa2 anda sampai kepada Tuhan,
hanya saja anda sendiri yg belum mampu mendengarkan jawaban dan petunjuk Tuhan.
Itu yg masih harus anda latih. Banyak jawaban dan petunjuk Tuhan yang anda lewatkan.
Untuk bisa begitu berdoa saja tidak cukup. Anda masih harus belajar mendengarkan jawaban dan petunjuk yang dari Tuhan. Belajar olah rasa dan kontak rasa dengan Tuhan.

Itu terjadi juga pada orang2 yg berkhodam. Khodamnya sudah aktif berinteraksi dgn orangnya, banyak memberikan petunjuk, bisikan gaib, ide, ilham dan mimpi. Tapi orangnya sendiri yg belum bisa langsung mendengarkan interaksi dari khodamnya.
Untuk bisa mendengarkan interaksi dari khodamnya mengamalkan amalan dan mantra saja tidak cukup. Mereka masih harus belajar mendengarkan suara dan petunjuk langsung dari khodamnya. Belajar olah rasa dan kontak rasa dengan khodamnya itu.

 A :     Terima kasih nasehatnya pak..
Iya sih pak, saya juga kadang merasa ada jawaban yg terlewat.
Kadang waktu berdoa / sambat kepada Tuhan, ada kok rasa yg tersambung dan ketika itu juga serasa ada aliran pesan dalam batin saya. Tapi untuk menyikapi pesan itu yg saya masih agak takut, kadang takut ke PD an, takut salah mengartikan, takut ilusi sendiri, takut merasa sudah benar.
huuuftt... lagi2 soal olah rasa ya pak yang menghambat saya..

Terima kasih pak untuk masukannya.
selamat malam


________



 A :    
Oh iya pak ada lagi yg mau saya tanya.
Sering sekali saya kalo berdoa merasa sungkan sama Tuhan, bahkan sekedar sambat sambil tersambung folus batin saja saya sungkan, takut dan merasa bersalah sekali. Jadinya sering doa atau fokus batin saya terputus, padahal saya ingin sekali bisa "menghadap" Dia. Apa itu wajar pak ?
Terima kasih

 J :    
Kalau anda punya rasa sungkan dan takut kepada Tuhan itu adalah tanda bahwa dalam diri anda sudah tumbuh rasa ketuhanan, bukan sekedar rasa beragama saja.

Orang2 yang punya rasa ketuhanan akan punya rasa untuk memuliakan dan mengagungkan Tuhan. Orang akan tahu diri bagaimana ia harus bersikap di hadapan Tuhannya. Tidak akan mereka seenaknya berdoa meminta kepada Tuhan. Mungkin hanya yang penting saja, yang sungguh2 ia perlukan saja yang ia mintakan Tuhan memberi pengabulan.
Dan mereka juga tidak akan bermanis2 kata di hadapan Tuhan, tidak akan berdoa yang panjang2, apalagi bila doanya didengarkan oleh orang lain, seolah2 doa2 yang manis dan panjang2 itu menunjukkan bahwa mereka adalah orang yang saleh.

Itu berbeda dengan orang2 yang tidak punya rasa ketuhanan, yang hanya punya rasa keagamaan saja. Mereka cenderung tidak punya rasa batin untuk memuliakan dan mengagungkan Tuhan. Bahkan seringkali orang tidak tahu diri, tidak tahu bagaimana seharusnya ia bersikap di hadapan Tuhan sesembahannya.
Banyak di antara mereka yang seenaknya saja berdoa kepada Tuhan. Segala sesuatu dimintakan dalam doanya kepada Tuhan. Segala sesuatu dimintakan pengabulannya.
Banyak juga di antara mereka yang senang bermanis2 kata dalam doanya atau mempertunjukkan doa yang panjang2 kepada para pendengarnya seolah2 doa2 yang manis dan panjang2 itu menunjukkan bahwa mereka adalah orang yang saleh, ahlinya berdoa.


Mungkin kita bisa lihat analoginya dalam kehidupan sehari2.
Ada anak2 yang tidak menghormati orang tuanya, tidak punya rasa untuk menghormati orang tuanya. Banyak anak2 itu yang ketika menginginkan sesuatu, jika tidak segera dipenuhi, mereka akan menangis keras2, menggerung2, ada yg sampai berguling2an di jalanan dan tak malu ditonton orang. Ia merasa dirinya sederajat, mungkin malah merasa lebih tinggi / berkuasa daripada orang tuanya. Orang tuanya harus menuruti semua keinginannya. Anak itu tidak bermartabat.

Tapi anak2 yang menghormati orang tuanya akan lebih banyak bersabar. Akan lebih santun dalam meminta, apalagi bila ada orang yang melihat. Mungkin juga yang dimintanya hanya yang benar2 diinginkannya saja. Apalagi bila ia takut kepada orang tuanya.


Itu bisa menjadi analogi untuk orang2 yang punya rasa ketuhanan dengan yang tidak.
Orang2 yang punya rasa ketuhanan akan punya rasa untuk menghormati, memuliakan dan mengagungkan Tuhan. Orang akan tahu diri bagaimana mereka harus bersikap di hadapan Tuhannya. Tidak akan mereka seenaknya berdoa meminta kepada Tuhan. Apalagi bila mereka sadar punya salah kepada Tuhan, mereka akan semakin takut kepada Tuhan. Sesegera mungkin mereka akan bertobat.

Itu berbeda dengan orang2 yang tidak punya rasa ketuhanan, yang hanya punya rasa keagamaan saja. Mereka cenderung tidak punya rasa batin untuk menghormati, memuliakan dan mengagungkan Tuhan.
Bahkan banyak di antara mereka yang seenaknya saja berdoa kepada Tuhan. Segala sesuatu dimintakan dalam doanya kepada Tuhan. Segala sesuatu dimintakan pengabulannya. Mereka tidak sadar bahwa mereka sudah menempatkan dirinya sederajat dengan Tuhan, tidak tahu diri, tidak tahu bagaimana seharusnya mereka bersikap di hadapan sesembahannya.

Bagaimana mungkin seorang abdi meminta diberikan segala sesuatu keperluan pribadinya, entah penting ataupun tidak, kepada sesembahannya. Seharusnya ia menempatkan diri sebagai seorang abdi, menghormati dan melayani sesembahannya itu, bukannya meminta dilayani semua keinginannya oleh sesembahannya.

Juga banyak orang yang sekalipun sadar perbuatan2nya salah, tapi diabaikannya saja, seolah2 semua itu dapat ditebus oleh rajinnya mereka beribadah formal. Tidak ada rasa takut kepada Tuhan. Bahkan banyak orang yang dengan sengaja mencarikan pembenaran atas perbuatan2 yang tidak patut dengan cara mengatasnamakan Tuhan dalam perbuatan2nya. Takut kepada Tuhan, menghormati, memuliakan dan mengagungkan Tuhan hanya manis di bibir saja.

Itu adalah perbedaan yang signifikan perilaku dan sikap batin orang2 yang punya rasa ketuhanan dengan yang tidak. Mungkin sehari2nya kita tidak menyadarinya dan tidak memperhatikannya, apalagi bila itu adalah kebiasaan yang sudah umum berlaku.








Comments