https://sites.google.com/site/thomchrists/Kebatinan-dan-Spiritual/ngobrol-6-spiritualitas-ketuhanan/Kebatinan%20dan%20Spiritual-5.jpg

   Ngobrol 6

   Kebatinan dan Spiritualitas Ketuhanan

 

Penulis menerima banyak pertanyaan dan keingintahuan dari para pembaca mengenai materi kebatinan dan spiritual tentang Tuhan dan ketuhanan dan sebagian dari mereka sudah juga menjalani sendiri laku kebatinan dan spiritual ketuhanan itu.

Sehubungan dengan itu
dengan ditambahkan ulasan dan editan seperlunya di halaman ini dipaparkan kembali sari-sari pemahaman Penuls tentang Tuhan dan ketuhanan dalam bentuk tanya jawab Penulis dengan pembaca yang sebelumnya sudah diungkapkan di halaman-halaman tanya jawab Penulis dengan pembaca.

Mudah-mudahan berguna untuk menambah pengetahuan dan kematangan kesepuhan kita.


_________





 A :     Selamat sore pak,
saya ingin minta petunjuk bapak tentang masalah kehidupan yg berhubungan dengan batin. Sekiranya bapak bersedia memberi saya masukan. Karena saya melihat bapak cukup bijaksana (terutama dari tulisan anda).

1. Apa perbedaan antara ide / ilham yg muncul dari batin dgn ide / ilham yg dari pikiran ??
Karena sering saya hening utk berusaha mencari jalan keluar dari masalah kehidupan dan muncul ide2 / ilham2 yg saling bertentangan.
Pada saat saya tenang saya seperti dapat ide / jalan yg berkaitan dgn kebesaran kuasa Tuhan dan saat itu jg muncul ide berlawanan yg berkaitan dgn keterbatasan manusia (semoga bapak paham maksud saya, karena saya sendiri bingung menjelaskannya).
Mana yg harus saya pilih sebagai jawaban batin ?? Karena kalau saya pilih yg berkaitan dgn apapun bisa terjadi dgn nama Yesus (sesuai keyakinan saya), tapi di lain pihak saya juga merasa saya terlalu muluk utk minta hal yg besar kepadaNYA.
Apakah sebenarnya yg mjd ciri ide / ilham dari batin yg harus saya ikuti ??

2. Bagaimana menyikapi masalah kebatinan jawa yg bahkan berhubungan dengan dewa2 seperti tulisan bapak dengan spritual yg saya percaya sebagai pengikut Yesus? Karena menurut ajaranNya sepanjang yang saya tahu Yesus tidak pernah menyarankan meminta kekuatan lain selain daripada percaya kepadaNYA. Dan tidak pernah mengatakan bahwa dewa sebagai utusan ALLAH. Dan hanya ada Roh Allah termasuk malaikat dan iblis termasuk setan, mungkin jin dan siluman.

3. Apakah ada jin kristen, sedangkan ada jin muslim, hindu dll.

Sekiranya bapak bersedia meluangkan waktu utk menjawab. Maaf bila pertanyaan saya ngawur2 karena saya butuh bimbingan dari seseorang yg bijak dalam mengenal roh dan spiritual seperti bapak. Terimakasih

 J :     
1. Ide dan ilham dimengerti sbg suatu bisikan gaib yg berasal dari luar kesadaran manusia yg diterima di dalam pikiran manusia.
Jika bisikan gaib itu tidak berasal dari sesosok gaib lain, maka diartikan bisikan itu berasal dari batin / sukma si manusia sendiri, yg umumnya berasal dari roh sedulur papatnya.

Roh manusia terdiri dari 2 unsur, yaitu roh pancernya dan roh sedulur papatnya.
Roh pancer hadir secara biologis manusia, melambangkan kesadaran si manusia.
Roh sedulur papat hadir secara gaib sbg pendamping roh pancernya.

Dalam kondisi manusia sadar berpikir, maka ide / ilham itu berasal dari sedulur papatnya.
Dalam kondisi pikiran manusia mengambang, atau seperti sedang melamun, atau berada di alam bawah sadar, kadang2 terjadi semacam percakapan antara pancer dan sedulur papatnya.

Jika itu terjadi, biasanya roh sedulur papatnya akan memberikan masukan2 yg bersifat membangun kualitas diri si manusia ke arah yg positif, sedangkan roh pancernya yg lebih banyak bersifat biologis manusia, seringkali memunculkan kata2 yg sifatnya melemahkan, bisa juga malahan mengarahkan si manusia untuk berbuat yg tidak baik, untuk mengoptimalkan aspek biologisnya, malahan bisa mjd iblis baginya.

Dalam hal ini sedulur papatnya itu berfungsi sbg alat kontrol diri bagi si manusia.
Selebihnya tergantung si manusianya sendiri apa saja yg akan diperbuatnya.
Pilih saja yg sifatnya membangun kualitas diri, jangan yg jelek.

Hubungannya dgn Yesus, Yesus mengajar manusia spy menggunakan kesadarannya yg tertinggi, dalam hal apapun, baik duniawi maupun ketuhanan, tidak mengajar manusia menggunakan kesadaran yg rendah, yg menyebabkan manusia hidup dalam kehidupan yg rendah.


2. Masalah kebatinan jawa adalah mengenai budaya / tradisi dan sikap batin dalam kehidupan manusia sehari2, tidak berhubungan langsung dengan agama tertentu, walaupun para penganutnya juga beragama dan agama juga mempengaruhi budaya / tradisi dan sikap batin manusianya.

Masalah kehidupan sehari2 tidak semuanya tertulis di dalam kitab suci agama, walaupun sebenarnya sudah implisit tersirat, tapi tidak semuanya tersurat. Akibatnya kemudian banyak memunculkan pendapat2 dan interpretasi yang tidak semuanya sejalan, malah banyak yang berlawanan. Malah juga memunculkan banyak aliran dan sekte di dalam agama.

Yesus memang berkarakter keras. Sama dgn Nabi2 sebelumNya dan sesuai ajaranNya yg bersifat ketuhanan Ia mengajar manusia spy mengandalkan diri kpd Tuhan, tidak kpd yg lain, tidak kpd mahluk halus, tidak juga kpd kemampuan manusia sendiri, tidak kpd uang, tidak kpd rejeki dari pekerjaan, tidak kpd kekuasaan, pangkat dan derajat, tidak kpd angkatan perang, tidak kpd kepintaran dirinya, tidak kpd keberuntungannya, tidak kpd kehebatannya, tidak kpd keilmuannya, tidak kpd teknologi modern, tidak kpd dukun, tidak juga kpd dokter dan rumah sakit beserta peralatannya yg modern, tidak kpd komputer dan teknologi canggih, tidak kpd apapun, hanya kpd Tuhan.

Semuanya benar sesuai sifat ajaranNya yang adalah ketuhanan.

Masalah kebatinan jawa hanyalah salah satu saja dari "isi" kehidupan manusia sehari2.
Di tempat yg lain isi kehidupannya berbeda lagi. Ada yg kental bernuansa kebatinan, ada yg kental bernuansa agama, ada yg kental bernuansa klenik dan mistik, ada yg kental mengedepankan rasionalitas dan kemampuan manusia hidup dgn kemampuannya sendiri dgn cara hidup modern dan menciptakan teknologi modern, ada yg tidak lagi mengedepankan kepercayaan kpd Tuhan, ada juga yg bahkan tidak mau lagi percaya kpd Tuhan dan tidak mau berketuhanan (atheism).

Agama adalah sesuatu yang lain, sesuatu yang khusus. Jalankanlah itu dgn benar dlm kehidupan anda, walaupun anda berada di lingkungan kehidupan yg perilakunya beraneka ragam.

Tulisan2 tentang kebatinan jawa dan kegaiban hanyalah mjd bahan untuk menambah wawasan kita, diharapkan bisa mjd bahan untuk membentuk kebijaksanaan yg sepuh, yg sesudahnya dapat mjd pondasi yg kuat atas kepercayaan kita berketuhanan, dan membantu kita menggunakan kesadaran kita yg tertinggi untuk berketuhanan dan untuk menjalankan kehidupan kita sehari2.

Manusia bukan robot yg hidupnya sudah terprogram sejak awal.
Manusia mempunyai akal budi dan roh dan memiliki kehendak bebas.
Adanya keinginan2 dan pengetahuan2 dalam kehidupan manusia bisa mengarahkan manusia hidup dalam kehidupan yg rendah, bisa juga mengarahkan manusia hidup dalam kehidupan yg berkualitas dan sesuai dgn kehendak Tuhan.

Pengekangan pada keagamaan saja bisa berefek negatif, seperti yg terjadi pd bgs Israel dulu. Sekalipun mereka berketuhanan dan ada banyak Nabi yg dikirimkan kpd mereka, tetap saja mereka tertarik kpd sesuatu yg lain yg mendorong mereka melakukan perbuatan2 berhala. Dan itu bukan hanya terjadi pada bgs Israel dulu saja, tapi juga terjadi pada banyak orang di masa sekarang. Bahkan ada banyak orang yang mengatasnamakan Tuhan dan agama atas perbuatannya yang sama dengan berhala dan sesat.
Pengekangan pada keagamaan saja bisa juga berefek negatif lain, manusia bisa terdorong untuk berperilaku extrim.

Kadangkala memang diperlukan sudut pandang lain spy manusia mjd lebih bijaksana.
Berperilaku klenik bisa menjauhkan manusia dari Tuhan.
Mengandalkan diri kepada dokter dan peralatan canggih kedokteran, bisa juga menjauhkan manusia dari Tuhan.
Berpegang pada rasionalitas, hidup modern, teknologi modern, bisa juga menjauhkan manusia dari Tuhan.
Apalagi sikap yg tidak mau lagi percaya kpd Tuhan dan tidak mau berketuhanan, itu jelas menjauhkan manusia dari Tuhan.

Setidaknya pengetahuan dan wawasan tentang fenomena kehidupan nyata memang diperlukan supaya manusia memiliki bahan untuk membentuk kepribadiannya yg berkualitas dan membentuk kesadaran yg tinggi dalam berketuhanan. Dengan membaca tulisan2 saya anda juga mendapat wawasan baru untuk kebijaksanaan anda kan ?
Selebihnya tinggal orangnya saja, apakah jalan kepercayaannya dan perbuatan2nya itu sejalan dgn yg menjadi kehendak Allah.
Itulah juga sebenarnya yg mjd misi Yesus menebus manusia.


3. Apakah ada jin kristen sedangkan ada jin muslim, hindu dll.
Dulu tidak ada, sekarang ada, tapi hubungannya adalah murni ketuhanan, bukan keilmuan, dan bukan agama.

terima kasih


 A :     Terima kasih atas perhatian bpk dalam menjawab pertanyaan saya.
Saya semakin mengerti tentang berketuhanan skrg.. meskipun banyak yg masih saya belum mengerti tentang berketuhanan.
Kalo boleh tau pak kenapa dulu gak ada jin kristen dan skg ada ? Padahal kan jaman dulu lebih banyak org yg tekun dalam hal agama drpd sekarang. 
Terimakasih sebelumnya pak.

 J :   
Dulu belum ada, karena memang perhatian dan firman2 Tuhan ditujukan kpd manusia saja.

Tetapi skrg sudah terjadi pemenuhan doa Yesus spt yg tertuang dalam doa Bapa Kami :
Allah Bapa kami yang di surga,
Dimuliakanlah namaMu ......... (di bumi seperti di surga)
Datanglah KerajaanMu .......... (di bumi seperti di surga)
Jadilah KehendakMu ............. (di bumi seperti di surga)

Allah sudah membangun kerajaanNya di bumi, di tanah Jawa, dan ada yg dijadikan Raja,
Di tempat itu Raja itu dan Yesus, membuka kemurahan untuk semua roh / jiwa yg dianggap layak untuk datang kpd Tuhan, dan mereka diajar untuk mengenal Tuhan. Anggotanya sudah jutaan.

Ini juga adalah penggenapan firman Yesus tentang Ratu dari Selatan ......

Tetapi ini terkait dgn kegaiban tingkat tinggi, tidak sembarang mahluk, apalagi manusia, bisa mengetahui rahasia itu......

Sekalipun anda tidak tahu tentang rahasia itu, setidaknya ini menjadi informasi yang berharga untuk kebijaksanaan anda, dan cukup untuk anda saja. Suatu saat jika anda mampu bersugesti kpd Allah dan Yesus, mungkin anda juga akan dibukakan pengertiannya dan diperkenankan tahu tentang rahasia itu.
Ini adalah pekerjaan Tuhan pada akhir jaman.


 A :     Terima kasih banyak pak.
Jujur saya sendiri semakin yakin tentang Yesus dan berkeTuhanan. Dan tanda2 akhir zaman yg diramalkan Yesus juga semakin nyata, sebenarnya saya sudah memperkirakan lewat kejadian2 nyata..... Cuma 1 yg saya bingung, yaitu tentang Ratu dari selatan tersebut. Apakah ratu itu adalah Yesus sendiri atau bukan. Sedangkan Yesus adalah "Raja" yang sudah diberi kewenangan untuk menghakimi yang hidup dan yang mati. Lalu siapakah Ratu itu ?

Saya masih berusaha belajar untuk mengerti itu.
Terimakasih atas perhatian bapak.
Saya sangat beruntung bisa mengenal bapak meskipun hanya lewat tulisan.

 J :     Ratu itu adalah orang lain yang juga diangkat menjadi Raja.
Sudah juga tersirat di dalam kitab Wahyu.
Tapi ini terlalu tinggi untuk anda sekarang.
Tapi tidak lama lagi anda akan tahu jawabannya, jadi gak usah penasaran, nantinya akan terbuka sendiri.



_____



 A :  
Salam, pak saya mau tanya2 lagi ke bapak seputar spiritual kebatinan.

1. Tentang sugesti dalam berdoa, apa sebenarnya maksud dari kata "sugesti" ?
Dan apa bedanya dengan "percaya" ?

Selama ini saya menganggap sugesti adalah sama dengan percaya. Sama seperti saya bersugesti Tuhan mempunyai kuasa yg lebih drpd kuasa roh dunia apapun. Itukan juga sama seperti saya percaya atau yakin dgn hal itu?? Apa beda sugesti dan percaya? Dan bagaimana saya bisa bersugesti ke sosok halus jika saya tidak mengenal sosok mereka? Seperti saya ingin bertemu dan bertanya sesuatu ke leluhur saya?

2. Apakah kalau bersugeti itu kita juga menggunakan pikiran ?  Karena tulisan bapak ada yang bilang bersugesti dan membayangkan kita berhadapan dgn sosok Tuhan. Menurut saya jika begitu kita harus bervisualisasi / membayangkan. Sedangkan selama ini yg saya tahu saya membayangkan / bervisual dgn pikiran. Tapi di lain sisi bapak bilang dalam bermeditasi harus dgn batin bukan dgn pikiran.
Jujur saya bingung pak tentang metode yg benar.

3. Apa beda roh dengan hati atau perasaan?   Seperti berdoa dengan roh.
Sebagai org awam saya mengartikan roh saya tdk kelihatan, bagaimana saya bisa menggunakan roh utk beribadah selain dgn "perasaan" saya yg saya gunakan utk "bertemu" Dia.

Mohon bantuan bapak utk menyikapi pertanyaan saya pak.. Maaf jika terlalu banyak hal yg saya ingin ketahui dari penglihatan bapak. Saya hanya ingin bagaimana "menggerakkan" roh saya utk berdoa kepadaNya yg dari semula juga adalah Roh.
Terimakasih banyak


 J :   
Dalam tulisan2 saya ada banyak kata sugesti, tapi masing2 artinya harus dimengerti sesuai konteks tulisannya masing2, jangan disamaratakan artinya.

Dalam hal berdoa, arti sugesti disitu dimaksudkan spy dalam berdoa itu kita mengkondisikan hati, pikiran dan batin, semuanya, fokus perhatian dan doa kita diarahkan kepada Tuhan di atas sana, jangan kata2 doanya hanya berputar2 saja di dalam hati dan pikiran. Itu saja intinya. Jangan seperti orang yg sedang berkata-kata sendiri di dalam hati, yang kata2nya tidak keluar.

Tentang perbedaan2 arti dan istilah, setelah anda menjalankan sendiri nantinya anda akan tahu sendiri perbedaan maksudnya.
terima kasih


---------


 A :    
Salam sejahtera, sudah lama nih pak saya tidak tanya2 kepada bapak sehubungan dengan kebingungan saya tentang apa yg sebenarnya saya cari dalam hidup ini. Hal duniawikah ataukah hal rohani. Karena sebenarnya saya tertarik dengan hal2 kegaiban karena berhubungan dengan permasalahan duniawi saya. Bahkan saya sempat mendatangi beberapa paranormal utk memenuhi keinginan nafsu saya.
Tapi, meskipun saya mencari "bantuan lain" tersebut saya selalu merasa percaya dengan nasihat alkitab : " Jika Tuhan menghendaki, siapa bisa melawan ?  Siapa yg sanggup meluruskan apa yang dibengkokkan Tuhan dan siapa yang sanggup membelokkan apa yang diluruskan Tuhan ? ".

Saat saya bertemu bapak lewat web ini, saya malah tertarik untuk lebih berhubungan dengan "roh2 dunia" untuk mendapatkan keinginan saya tersebut. Karena dalam web bapak juga berisi tentang cara2 meditasi, berhubungan dengan roh2 halus dan tuah2nya yang menunjang sisi keduniawian seseorang. Tapi disitu juga bapak menjabarkan tentang sisi ketuhanan yang mana bapak banyak mengambil contoh dari sosok Yesus yang juga saya percayai.

Dan setelah saya renungkan, ternyata selama ini Tuhanlah yang saya butuhkan meskipun keinginan nafsu duniawi saya sangat menekan saya ketika saya mencari Tuhan.
Tetapi disitulah nyata firman Yesus : tidak mungkin seorang hamba mengabdi kepada 2 tuan, karena jika begitu ia akan mengasihi yang satu dan membenci yang lain.
Saya sering nangis sendiri pak kalo ingat2 bodohnya saya yang sudah seringkali diselamatkan Tuhan waktu saya minta tolong tapi tetap saja saya tidak melakukan apa yg seharusnya saya lakukan buat Dia.

Pak, kiranya bapak berkenan untuk membantu saya dalam berkeTuhanan yang benar, karena sampai sekarang pun saya belum bisa bersugesti langsung kepadaNya.
Kalo berkenan saya hanya minta nasehat ke bapak. 

1. Dalam merenung saya mencoba memposisikan diri saya dengan netral, saya tidak anti terhadap pencerahan2 atau sejarah2 dari agama2 lain supaya saya tidak egois dan menganggap hanya agamaku saja yang benar. Tapi di sisi lain saya menjadi lemah kepercayaan saya terhadap Yesus.
Sulit saya menjabarkannya tapi saya harap bapak mengerti maksud saya. Mungkin bapak punya nasehat yang berarti buat saya.

2. Dalam mencari kerajaan sorga dan kebenarannya seperti perintah Yesus, saya memposisikan diri saya sama seperti orang lain yg tidak kenal Yesus tapi ingin mendapat kebenaran tentang Tuhan yang benar. Apakah itu termasuk kemunduran pak, mengingat saya sudah dibaptis dan saya sejak kecil beragama kristen.

3. Beberapa minggu yang lalu saya waktu melakukan saat teduh / meditasi, tiba2 saya mendapat gambaran seperti kepala burung. Saya kaget dan reflek saya fokus ke pikiran. Ya setelah itu blank semua fokus batin saya. Kira2 itu halusinasi saya ato apa ya pak ??  Karena setiap saya berdoa dan meditasi saya meminta pendampingan Roh Kudus utk menguatkan roh saya agar mampu tinggal dalam firmanNya.

4. Dalam sugesti kepada Tuhan maupun mencari kebenaran tentang Tuhan apakah harus bisa olah rasa dan kebatinan dulu pak ?? Karena jujur sampai skrg saya tidak bisa masuk ke dunia gaib lewat meditasi. mungkin karena saya tidak tertarik utk mengenal roh2 dunia dan tiap hening saya hanya merenungkan ingin mencari kebenaran Tuhan yang nyata dan saya mampu juga layak tinggal dalam naungan Tuhan. Mungkin itu yang dinamakan sugesti ya pak? Interest saya ke arah situ tadi makanya saya gak bisa2. Hehehhehe..

5. (Ini sedikit menyinggung privasi bapak, terserah bapak mau menjawab atau tidak)
Sepanjang pengalaman spiritual bapak, ajaran agama mana yang bapak percaya sebagai jalan yang benar tentang Tuhan. Karena kalo saya menilai (tentunya dengan keterbatasan saya) semua agama benar menurut pandangannya sendiri2 yang sama2 tidak tahu agamanya itu benar atau tidak karena hanya mewarisi agama ortunya.

6. Sering sekali setelah hening dalam rangka pencarian spiritual kepala saya seperti penuh pak. Banyak pikiran2 dan pertanyaan2 yang sarat dengan kelogikaan suatu kebenaran. Sampai2 sumpek pak. Berpikir saya seperti tajam tapi saking tajamnya itu buat saya semakin lelah pikiran saya dan akhirnya saya sumpek sendiri karena banyaknya pertanyaan2 yang timbul dan saya tidak tahu jawabannya. Itu sangat mengganggu saya pak.
Kira2 apa yg salah ya pak, karena saat meditasi yang saya cari adalah kebenaran dan kedamaian dan saya juga tidak fokus pikiran (perasaan saya sih). Mungkin bapak berkenan "melihat" saya. Apakah ada perkembangan yang saya tidak tahu atau mungkin saya sudah terlampau jauh salahnya dalam proses laku saya..

7. Banyak kejadian alam / gaib yang berkaitan dengan banyak agama. Seperti, ada awan yang bertuliskan nama Allah dan Muhammad dalam bahasa arab, patung Bunda Maria yang menangis, dulu juga katanya pernah ada tampak di langit awan berbentuk tapak budha dll (saya sendiri hanya mendengar dari media, bukan melihat sendiri). Apakah ada arti tanda2 tersebut atau cuma fenomena alam biasa ?
Saya percaya hanya ada 1 Tuhan dan jalan yang benar. Tapi kenapa ya pak banyak sekali tanda seperti tadi yang notabene tanda dari berbagai macam kepercayaan. 

Saya sebagai pribadi yang sedang mencari Tuhan dan berusaha mengenal Dia, ingin sekali mengerti akan hal tsb. Sehubungan dengan keterbatasan saya sudi kiranya bapak membantu mencarikan jawabannya.. Karena banyak sekali hal2 yg membuat saya bimbang. Jalan mana yang harus saya tempuh untuk bisa mengenal Tuhan dengan benar. 

Jangan enggan atau tersinggung ya pak baca curhatan saya ini. Tapi kiranya bapak berkenan membantu proses pencarian dan usaha saya untuk sungguh2 yakin dengan Tuhan yang benar.
Semoga damai sejahteraNya turun menaungi kita.
Terima kasih pak


 J :   
Sebenarnya isi tulisan2 saya itu sudah menggambarkan perjalanan spiritual saya, mulai dari kenal batu akik, mustika, jimat, keris, ilmu-ilmu gaib, mahluk halus, kanuragan sampai kebatinan dan spiritual ketuhanan. Jadi dengan membacanya kira2 anda bisa mengenal jalan keilmuan dan jalan spiritualitas saya.

Saya dulu juga pernah berada pada posisi mencari Tuhan, sampai saya mempelajari agama2 di Indonesia, walaupun hanya kulitnya saja. Tapi ternyata Tuhan berkenan menunjukkan jalan saya, tidak membiarkan saya berlama2 dalam kebimbangan.

Ternyata dalam mencari kebenaran tentang agama yang benar bukanlah dengan cara menilai-nilai kebenaran agama atau pun membanding2kan agama, tetapi harus lebih dulu dengan benar mengenal Tuhan yang menjadi tujuan orang beragama dan beribadah. Sesudah itu kita akan tahu sendiri bagaimana agama dan peribadatan yang seharusnya untuk memenuhi kehendak Tuhan.

Kalau manusia berkeras pada agama, tetapi ia belum tahu apakah agamanya itu nantinya akan mengantarkannya kepada Tuhan, sama saja ia sudah berspekulasi, atau bahkan sudah menghabiskan hidupnya untuk sesuatu yang sia-sia, laku beragamanya itu tidak pasti akan mengantarkannya kepada Tuhan.

Saya ditekankan untuk mengenal Tuhan lebih dulu, bukan agama, karena walaupun jalan agama kita sudah benar, belum tentu juga tatalaku kita memenuhi apa yang dikehendaki Tuhan.
Carilah lebih dulu Kerajaan Allah dan Kebenarannya, nantinya yang lainnya akan ditambahkan kepadamu.

Dari isi tulisan2 saya dan komen tanya jawab dengan para pembaca anda bisa menilai pengertian saya tentang Tuhan, penekanannya ada pada ketuhanan, bukan agama.
Secara gamblang pengertian saya itu sudah saya ungkapkan, walaupun tidak semuanya saya ungkapkan, karena tidak semua laku kebatinan dan spiritual ketuhanan bisa diterima orang, apalagi orang2 yang berpikiran agama.

Carilah lebih dulu Kerajaan Allah dan Kebenarannya, nantinya yang lainnya akan ditambahkan kepadamu.
Itulah Firman dan janji Tuhan yang saya pegang.
Dan Tuhan sudah menggenapinya.

Dari pengertian saya tentang Tuhan, Tuhan membukakan pengertian saya, sehingga saya bisa tahu kegaiban Tuhan dan tentang kegaiban yang di bumi.
Ketika saya interest tentang mahluk halus, saya bisa mengenal segala macam mahluk halus, bahkan iblis dan malaikat, sesuai yang menjadi interest saya.

Tuhan juga sudah menggenapi janjiNya tentang Anak Allah dan Kuasa yang lebih daripada roh-roh lain di bumi. Karena itu saya dapat mengukur kekuatan mahluk halus, dari yang tingkatannya rendah sampai yang kelas atas, dari kuntilanak sampai malaikat.

Karena itu kenalilah Tuhanmu lebih dulu yang menjadi tujuanmu, nantinya kamu akan tahu sendiri jalan peribadatan yang seharusnya.
Itu nasehat saya.
Nantinya yang lainnya akan ditambahkan kepadamu.

Untuk menunjang keperluan di atas saya memberikan masukan, yaitu supaya anda membaca dan menjalankan apa yg sudah saya tuliskan dalam tulisan2 berjudul :
- Olah Rasa dan Kebatinan
- Olah Roh, Manunggaling Kawula Lan Gusti
- Kebatinan Dalam Keagamaan

GBU.


 A :     Terima kasih pak atas pencerahannya..
Jujur pak, saya memang benar2 penuh kebimbangan. Dan saya tahu kebimbangan saya ini sulit membawa saya pada keimanan dan pengenalan tentang Tuhan. Saya sering sekali putus asa, karena tiap hari saya menunggu agar doa dan janji Tuhan yang ajaib bisa saya rasakan.

Pak, jika bapak berkenan bolehkah saya sering2 minta pencerahan ke bapak tentang pengenalan dengan Tuhan dan mengkoreksi apabila ada yg salah dgn cara berpikir saya tentang Tuhan selama ini. Dan jika bapak sudah mengenal Tuhan dan diberi kuasa olehNya kiranya bapak berkenan untuk memberkati saya juga agar cepat pengertian saya dibuka oleh Tuhan.. Sungguh pak, saya ingin bisa segenap hati dan jiwa mengenal dan menyembah Dia dengan benar dan mengerti dan melakukan kehendakNya.. :'(

Maaf pak kalo boleh tahu, apakah harus mengerti tentang hal gaib dulu baru bisa mencapai pengenalan akan Tuhan ?   Bagaimana jika ada orang yang tidak minat ke arah itu tapi ingin mengenal Tuhan?
Dan lagi menurut pengetahuan saya yg sempit dan kurang mengerti ini, Yesus tidak pernah menyuruh untuk olah rasa juga. Maaf bukan menyinggung.. Kiranya bapak berkenan ke saya orang bodoh ini.
Trima kasih banyak


 J :     Anda menunggu agar doa dan janji Tuhan yang ajaib bisa anda rasakan.
Ketika keajaiban itu terjadi, dapatkah anda "menginderai" bahwa itu adalah kegaiban yang dari Tuhan ?
Anda harus lebih dulu membuka diri terhadap kegaiban Tuhan, barulah anda bisa "menginderai" kegaiban Tuhan.

Sekarang ini anda masih berkutat pada pemikiran dan pendapat anda sendiri.
Mungkin nanti kalau anda sudah mau membuka pikiran dan wawasan tentang ketuhanan, barulah anda akan mengerti.

Memang Tuhan dan Yesus tidak menyuruh olah rasa
itu hanya untuk mempermudah saja kalau anda mau membuka pikiran anda,
mempermudah anda untuk belajar kebijaksanaan tentang Tuhan
tapi tidak apa2 kalau anda tidak sependapat
karena walaupun anda tetap menutup pemikiran anda
dan tetap berkeras dengan pendirian anda
kalau Tuhan berkenan menjamah anda
nantinya pengertian anda juga akan dibukakan
sehingga anda memiliki kebijaksanaan tentang Tuhan
kalau Tuhan mengetuk hatimu
jangan keraskan hatimu

 A :     Iya pak, saya sadar kalo saya berhati bebal dan keras.. Bahkan saya masih sering membenarkan diri
saya untuk menutupi kegelapan saya dan tidak mau datang kepada "terang" itu. Maka dari itu saya berharap bapak mau juga mendoakan saya agar kebebalan hati saya hilang.
Terima kasih banyak pak


______



 A :     Salam sejahtera pak.. Pak, saya tertarik dengan tulisan bapak berjudul " Dewa dan Ramalan".
Saya ada beberapa pertanyaan pak selama ini, mungkin bapak berkenan memberi saya arahan.

1. Sejauhmana Tuhan menetapkan jalan kehidupan dalam pribadi manusia ?  Seperti jodoh, rejeki, kepribadian jahat dan baik dan kematian, dll, apakah sudah ditetapkan Tuhan jauh sebelum org itu lahir ?
Jika iya, bagaimana seharusnya dan sejauhmana manusia boleh berharap dan meminta kepada Tuhan tentang keinginan manusia ?  Karena dari yg saya dengar, lahir, rejeki, jodoh, sifat baik / buruk dan mati sudah diatur dan ditetapkan Tuhan.

2. Oh ya pak, saya juga sudah rutin untuk belajar seperti tulisan bapak kebatinan dalam keagamaan, saya mencoba fokus batin kepada Allah Tritunggal. Cuma masalahnya, saya malah sering keteteran baca ayat injilnya pak karena saya lebih memfokuskan kepada Allah.. Gimana dong pak? Hehehehe..

3. Saya pernah baca komen tanya jawab juga, bapak menulis : " cara berdoa yang benar adalah berdoa dengan tulus dengan sikap hati memuliakan Tuhan (bukan mengedepankan pamrih pribadi) dan tersambung dengan Tuhan".
Pamrih pribadi yang bagaimana ya pak yang bapak maksud.. ??  karena tiap berdoa saya selalu meminta sesuatu kepadaNya.

Memang saya akui tiap berdoa saya secara tidak sadar lebih berfokus pada keinginan saya..
Saya jadi sadar saya salah pak selama ini dalam berdoa..
Mohon bapak mau memberi saya arahan bagaimana sikap hati memuliakan Tuhan dalam berdoa tsb pak...

Terimakasih..


 J :   
1. Pertanyaan itu sudah sering diutarakan oleh pembaca2 yg lain.

Pada kesempatan ini saya akan buka supaya semua orang mendapatkan pengertian yg benar.

Saya tidak pernah bermaksud memberikan pengertian bahwa segala sesuatunya terhadap orang per orang sebelumnya sudah ditentukan langsung oleh Tuhan, shg manusia mjd terikat hidupnya tak bisa membuat perubahan, tentang  suratan  dan  takdir  yang oleh kebanyakan orang dianggap sbg sesuatu yg sudah ditentukan Tuhan kpd manusia, tentang lahir, hidup dan mati satu per satu manusia, yg tidak dapat diubah oleh manusia, yg kemudian memunculkan banyak dogma dan doktrin dan pengkultusan tentang suratan dan takdir.

Tuhan tidak secara langsung menentukan orang per orang nantinya akan menjadi apa atau hidupnya akan bagaimana, kecuali hanya kpd orang2 tertentu saja sesuai perkenanNya. Jadi terserah si manusia mau jadi apa dan bagaimana menjalani hidupnya. Tapi Tuhan sudah memberikan berkat kehidupan untuk dunia, sehingga bukan hanya manusia, tapi juga hewan, tumbuhan dan mahluk halus bisa menerima berkatnya.

Soal hidup manusia ada banyak bocoran rahasia yg bisa diketahui oleh manusia dan mahluk halus, shg bisa diperkirakan bagaimana peruntungannya, kesulitannya, karirnya, rejekinya, umurnya, dsb. Bagi manusia ada yg sifatnya given, ada juga yg adalah efek dari interaksi manusia dalam hidupnya.

Misalnya tentang seseorang, peruntungan, karir dan kekayaan, secara alam rahasianya bisa diketahui sejauhmana yg akan dicapai oleh orang itu, tetapi tentang bagaimana dia menjalani hidupnya, apakah akan menjadi pejabat, pengusaha, perampok, koruptor, dsb, itu terserah si manusia, bukan Tuhan yg menentukan, dan terserah si manusia juga apakah ia akan menjaga kebersihan dan kelurusan hatinya ataukah akan mengumbar hasrat duniawinya.

Jadi, Tuhan tidak secara langsung menentukan orang per orang nantinya akan menjadi apa atau hidupnya akan bagaimana.

Memang sudah banyak terjadi penyederhanaan sikap berpikir bahwa kisah penciptaan Tuhan atas kehidupan dipandang hanya sbg kisah penciptaan Tuhan atas manusia dan mahluk hidup lainnya.
Tetapi sesungguhnya di dalam penciptaan itu juga terkandung penciptaan "mekanisme kehidupan" yg kehidupan akan berjalan sendiri tanpa Tuhan harus menghabiskan waktu untuk menunggui / mengawasi dan melakukan perbuatan2 langsung untuk mengatur jalannya kehidupan satu per satu mahluk.

Mekanisme kehidupan itu mengatur bagaimana kehidupan bisa berjalan dgn sendirinya,
Mekanisme kehidupan itu mengatur bagaimana mekanisme berkembang biak dan berketurunan semua mahluk, shg Tuhan tidak harus menunggui orang2 yg sedang bersetubuh, apalagi yg sedang berzinah, apakah terjadi pembuahan ataukah tidak,
juga tidak harus menunggui binatang yg sedang bersetubuh, apakah terjadi pembuahan ataukah tidak,
Tidak perlu mengatur2 mana saja buah yg harus jatuh dan mana saja buah yg akan tumbuh mjd tumbuhan baru.
Tidak perlu mengatur2 siapa berjodoh dgn siapa, siapa kawin dgn siapa
Tidak perlu mengatur2 siapa lahir mjd anaknya siapa, siapa saja yg lahir kemudian mati
Tidak perlu mengatur2 siapa mati pada umur berapa
Tidak perlu mengatur2 binatang apa mati pada hari apa
Tidak perlu mengatur2 bagaimana manusia menjalani hidupnya
Tidak perlu mengatur2 binatang apa memangsa apa

Di halaman berjudul  Dewa dan Ramalan  ada digambarkan alam kehidupan maya yg adalah gambaran rahasia berjalannya kehidupan. Itulah yg dimaksudkan sbg mekanisme kehidupan yg diciptakan Tuhan, itulah juga sebenarnya yg sering disebut sbg takdir dan suratan hidup, yg kalau kehidupan dibiarkan saja berjalan apa adanya maka kehidupan manusia dan semua mahluk akan sama seperti yg tergambar di dalamnya. Manusia hanyalah salah satu saja subyek yg ada di dalam mekanisme kehidupan.
Sebagian rahasianya sengaja dibocorkan shg manusia merasa bisa meramal.

Jadi, dalam hubungannya dgn takdir dan suratan hidup, bukan berarti segala sesuatunya sudah ditentukan Tuhan sebelum orang per orang lahir. Yang sudah ditentukan adalah terciptanya mekanisme kehidupan, bukan bagaimana orang per orang hidup, menjalani hidup dan matinya. Manusia bisa merubah jalan hidupnya karena manusia hidup sesuai kemauan dan usahanya sendiri. Tuhan tidak secara langsung menentukan orang per orang nantinya akan menjadi apa atau hidupnya akan bagaimana, kecuali kpd orang2 tertentu saja yg Tuhan berkenan.


Dalam kisah penciptaan kehidupan sejak manusia jatuh ke dalam dosa manusia terlepas dari kesatuannya dgn Tuhan. Manusia menjadi mahluk duniawi, sama dengan mahluk duniawi lainnya.

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia sudah lepas dari kesatuannya dgn Tuhan, dan dgn usahanya sendiri tidak mungkin manusia bisa kembali menyatu dgn Tuhan, baik selama hidupnya di dunia maupun sesudah kematiannya. Itulah yg dalam agama kristen disebut dosa asal.
Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, sudah lepas dari kesatuannya dgn Tuhan, maka nantinya semua manusia akan dibuang ke tempat sampah dan dibakar bersama dgn sampah2 yg lain.

Inti dari kepercayaan manusia kepada Tuhan adalah bahwa manusia sudah lepas dari kesatuannya dengan Tuhan, karena itu manusia harus berusaha untuk bisa kembali menyatu dengan Tuhan supaya nantinya tidak dibuang ke tempat sampah, tetapi dengan usahanya sendiri manusia tidak mungkin bisa sampai kepada Tuhan, sehingga manusia harus memohon diberikannya Kemurahan Tuhan, supaya Tuhan mau bermurah hati menerima dirinya.

Inti dari kepercayaan kepada Yesus adalah bahwa Yesus sudah menghapuskan dosa asal itu, menjadi Juru Selamat bagi manusia, memungkinkan kembali bahwa nantinya manusia bisa kembali menyatu dengan Tuhan.

Dosa asal itu sudah lunas ditebus Yesus dengan darahNya, sehingga kemudian Ia berkuasa atas manusia, berkuasa atas Hari Penghakiman, berkuasa memasukkan siapa saja ke dalam sorga, dan berkuasa memasukkan siapa saja ke tempat sampah.

Jika anda sudah mengetahui itu, berarti anda sudah " Tercerahkan ".


Sejak manusia menjadi mahluk duniawi, sama dengan mahluk duniawi lainnya, maka manusia menjalani hidup bersama dengan mahluk lainnya sesuai mekanisme kehidupan yang sudah tercipta.

Sama seperti semua mahluk lainnya, manusia harus menanggung sendiri semua beban kehidupannya di dunia. Atas beban hidupnya itu manusia bisa meminta pertolongan kepada Tuhan supaya membukakan jalan hidupnya, menyingkirkan rintangan2 dan meringankan beban hidupnya, tapi jika manusia mendapatkan kesenangan dan kenikmatan hidup, seharusnya dia tidak lupa diri.


2. Intinya, membaca kitab suci itu adalah untuk membuka pengertian, mengisi pengertian dan pengenalan kita akan Tuhan, dan untuk mengerti kehendak-kehendakNya, mengerti Firman-FirmanNya.
Jangan dilakukan dgn keras berpikir seperti untuk menghapal, atau seperti orang yg baru belajar agama.

Semuanya harus dilakukan untuk memuliakan Tuhan, dengan membuka diri kepada Tuhan dan membuka diri untuk menerima "Terang" dan "Hikmat" yang dari Tuhan supaya kita mengerti kitab suci, dan mengerti Tuhan, jangan berkeras dengan pemikiran sendiri dan jangan sampai salah mengerti.


3. Ya .... memang selalu ada kecenderungannya manusia egosentris, memandang segala sesuatunya dari ego dirinya sendiri, karena dirinya sendiri dan hidupnya saja lah yang dianggapnya penting. Kecenderungannya, tanpa sadarnya manusia sudah tinggi hati, merasa mulia, sombong, sampai memperlakukan Tuhan sama spt pembantu dan pelayan yg harus membantu, sama spt mesin ATM yg didatangi hanya ketika butuh saja. Kalau keinginan dan usaha kita terlaksana akan kita katakan sebagai hasil usaha kita sendiri, prestasi kita sendiri, tapi kalau keinginan kita tidak terpenuhi kemudian kita  mencerca Tuhan.
Serendah itukah Tuhan ?
Ataukah kita sendiri yg tidak tahu diri ?

Itulah yg diajarkan Yesus, yaitu spy kita memuliakan Tuhan.
Jangan putus doa
Yg diperlukan adalah kita selalu tersambung dgn Tuhan.
Dia tahu apa yg kita butuhkan walaupun tidak kita sebutkan dan
Dia tahu memberikan yg baik untuk anak-anakNya, sekalipun yg baik menurut Tuhan tidak selalu sama dgn yg kita inginkan
tidak ada larangan untuk meminta
karena Tuhan mau bermurah hati untuk mjd pengayom kita
tapi jangan juga berdoa hanya ketika kita butuh saja


 A :     Akhirnya ada balasan juga dari bapak, saya sudah nunggu lama. Hehehe... Terimakasih pak.
Pak jika masih berkenan saya ada beberapa pertanyaan.

Saya merasa ada "pesan" untuk saya yang tersirat dalam jawaban bapak terutama di point 1 yang bapak bilang "jika anda sudah mengetahui itu, berarti anda sudah tercerahkan".

Jika benar ada "pesan" dari Tuhan buat saya pak mohon bimbingannya..

Terus ada Firman Yesus : " Siapa ingin ikut Aku dia harus menyangkal dirinya dan memikul salibnya ".
Apa yang dimaksud menyangkal dirinya dan memikul salibnya ya pak ?? 
Apa sama seperti mematikan keinginan tubuh duniawinya ??


 J :    
Untuk orang2 yg sudah "Tercerahkan", pesannya sudah jelas.
Kalau masih merasa belum jelas, berarti ia masih belum "Tercerahkan".

Firman Yesus : "Setiap orang yang mau mengikut Aku dia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku ... "

Dia harus menyangkal dirinya ....
Orang harus mau melepaskan keAkuannya dan kedegilan hatinya, untuk mau mengakui bahwa Yesus adalah Allah dan Tuhan, untuk mau percaya dan mengikut Dia.
KeAkuan dan kedegilan hati disini diartikan sebagai segala sesuatu sifat dalam pribadi manusia yg menjadi penghalang dirinya datang kpd Yesus, merasa pintar, merasa tahu Tuhan, merasa tahu agama, merasa sudah berkecukupan, merasa tidak butuh Tuhan .....

Memikul salibnya ....
Salib diartikan sebagai beban.
Mengikut Yesus tidak selalu mudah bagi semua orang.
Setiap orang harus mampu memikul bebannya / kendalanya masing2 untuk mengikut Yesus.


 A :     Selamat malam pak, saya tadi malam dpt mimpi saya habis membunuh seseorang karena berkelahi dan
kebetulan itu akibat dari pergaulan saya juga. terus saya jadi buronan.. Dalam pelarian itu, saya takut ketahuan mama saya karena sebelum kejadiannya (membunuh) itu saya menampilkan sosok "agamis" di keseharian saya. Setelah itu tiba2 ntah kenapa kaki saya ada 3 lubang, lalu saya perban. Terus tiba2 ada seorang bapak mengobati luka saya dan mengambil seperti borok yg sangat bernanah (maaf) hampir seperti kotoran manusia nanah itu. Apakah ada pemberitahuan yg bersifat gaib dari mimpi itu pak?

Sebelumnya saya merenungi dan menghayati ayat pribadi yg diberikan waktu saya sidi dulu (kebetulan saya dibaptis dan dapat pembekalan sidi dari gereja HKBP yang ada tradisi sidi / pembekalan rohani setelah akil balig.

Isi firman itu dari kitab mazmur isinya : " Fiman Allah itu pelita buat kakiku dan terang buat jalanku ", 

Saya tadi malam berdoa kepada Bapa kiranya saya diberi kemurahan untuk mengenal Dia lebih dekat dan mau mengampuni dosa2 saya.

Kemaren malam saya habis baca pengalaman pembaca yg dalam tulisan Ngobrol Kegaiban 6, saya sedikit dapat pencerahan dalam batin saya, seperti ada yg mengatakan " Pengenalan akan Tuhan bukan dilihat dari bersihnya diri, sucinya hati, keteguhan iman atau jasa2 ibadah kita. Tapi pencapaian dalam pengenalan Tuhan adalah benar2 murni anugerah Tuhan. Setelah itu jika manusia masih hidup dgn cara lama maka akibatnya bisa lebih parah dari sebelumnya karena siapa diberi sedikit darinya dipertanggung jawabkan sedikit, begitu juga sebaliknya".
Kata2 semacam itu banyak muncul dalam pikiran saya.
Saya gak tahu itu dari roh sedulur papat saya ato gaib lain.

Kiranya bapak mau mengartikan mimpi saya tsb, sebenarnya saya dapat kesimpulan dari mimpi itu bahwa Tuhan mau berkenan kepada saya dan mau mengobati luka dan mengambil segala kekotoran yg ada di dalam saya dan menerangi jalan saya. Tetapi saya takut mengambil kesimpulan seperti itu pak. Saya takut jatuh ke jalan pikiran saya sendiri. Seperti Firman Yesus "kesaksian dari 2 atau 3 orang adalah sah. Kiranya bapak sudi memberi arahan kepada saya. Mohon bimbingannya selalu.
Terimakasih banyak.


 J :  
Isi firman yg anda terima : " Fiman Allah itu pelita buat kakiku dan terang buat jalanku ", 

Firman itu, yang sudah anda terima ketika sidi itu adalah menggambarkan jati diri anda, sekaligus juga menjadi petunjuk untuk hidup anda.

Firman itu menggambarkan bahwa anda akan berjalan di jalan yang tidak terang, tidak jelas terangnya, tidak jelas tujuan hidupnya, mungkin juga anda akan banyak menemukan kegalauan, menginjak lubang, tersandung batu, menabrak pohon, dsb.

Firman itu juga menjadi petunjuk bahwa anda akan lebih baik hidupnya, lebih terang jalannya, jika anda sudah menempatkan diri di bawah Terang Tuhan, dibanding jika anda berusaha "menerangi" jalan anda sendiri.


Mengenai arti mimpi anda, anda sudah tahu jawabannya, sudah benar begitu. Anda berusaha menutupi kekurangan2 anda, tapi Tuhan berkenan mengangkat dan membuang semua kekotoran2 anda.


Yang anda katakan : " Pengenalan akan Tuhan bukan dilihat dari bersihnya diri, sucinya hati, keteguhan iman atau jasa2 ibadah kita. Tapi pencapaian dalam pengenalan Tuhan adalah benar2 murni anugerah Tuhan. Setelah itu jika manusia masih hidup dengan cara lama maka akibatnya bisa lebih parah dari sebelumnya karena siapa diberi sedikit darinya dipertanggungjawabkan sedikit, begitu juga sebaliknya",
itu benar.

Pengenalan akan Tuhan bukan didapat karena prestasi seseorang, atau karena amal ibadahnya, tetapi adalah anugerah Tuhan yg mau membuka DiriNya kepadanya, karena Tuhan tidak membuka DiriNya, KesejatianNya, kepada semua orang, hanya kepada orang2 tertentu saja yg Ia berkenan, karena Tuhan mempunyai JalanNya sendiri.

Karena itu barangsiapa sudah menerima anugerah itu, yang sudah mengenal Tuhan, haruslah orang itu menjalani hidupnya sebagai orang yg sudah mengenal Tuhan, dan tidak memperlakukan berkat dan karunia Tuhan untuk kepentingannya sendiri, tidak bermegah diri. Jangan sampai berkat berubah menjadi laknat.


Firman Yesus "kesaksian dari 2 atau 3 orang adalah sah. Itu diambilkan dari aturan tentang menghakimi.
Dalam hal menghakimi, terutama atas tuduhan terhadap seseorang, kesaksian dari 2 atau 3 orang adalah sah, bukannya berarti benar, apalagi kalau di dalamnya ada persekongkolan, tetapi sah, bisa diterima secara hukum, dibandingkan pengakuan / kesaksian satu orang saja.

Tetapi di dunia manusia, yang terkait dgn ketuhanan, praktek itu tidak sepenuhnya bisa diterapkan disini untuk menjawab pertanyaan2 anda itu. Yg valid untuk menjawab itu hanyalah mereka saja yang Tuhan tersambung dengannya dan mereka bisa menyampaikan jawaban Tuhan kpd anda.
Saya sendiri hanya sebatas memberikan penguatan saja kepada anda dan memberikan kesaksian sebatas pengetahuan saya.
Dan atas sesuatu yg terkait dgn orang lain, mungkin Tuhan tidak akan membukakan jawabannya, karena bersifat pribadi antara orang itu dgn Tuhan.
Jadi anda sendiri yg harus membuka diri kepada Tuhan, tersambung dengan Tuhan, melalui perantaraan Roh Kudus yg sudah dibekalkanNya kepada anda, untuk tahu jawaban yg sebenarnya dari Tuhan.



_______



 A :     Selamat malam pak,

Bisa tidak pak kalo meditasi utk meng"aktif"kan sukma sambil baca firman Yesus dalam hati seperti "Roh lah yg memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna". Tujuan saya mensugesti sukma agar selalu aktif dan mengendapkan keinginan daging serta keinginannya agar selaras dgn Roh.

Pak, dalam kitab Wahyu ada istilah ketujuh Roh Allah yg diutus di bumi. Boleh tidak pak saya mengerti maksudNya..

Oh ya, jika menemukan sosok yg ciri-ciri roh yg sudah manunggal apa boleh memanggil dia dengan sebutan Tuhan ? Karena Roh Kudus ada padaNya sama seperti Yesus.

Maaf banyak tanya pak.. Terima kasih banyak

 J :    
Untuk meng"aktif"kan sukma sambil baca kitab suci, bukan hanya untuk anda, tapi juga untuk orang lain dari berbagai agama, harus dilakukan dengan perbuatan nyata yang perbuatan itu akan mengsugesti sukmanya, misalnya dengan langsung membaca kitab suci. Ayatnya bisa apa saja sesuai keinginan / sugesti anda.

Dalam keseharian anda, kalau sedang tidak membaca kitab suci, anda bisa menanamkan dalam hati dan pikiran anda pengertian kerohanian anda itu untuk membentuk kepribadian yang tinggi , bukan untuk memaksakan sugesti kepada sukma anda seolah-olah sukma anda adalah sesuatu yg lain, karena sukma anda adalah diri anda sendiri.


Dalam kitab Wahyu ada istilah ketujuh Roh Allah yg diutus ke bumi.
Untuk mengerti maksud dan isi kitab Wahyu orang harus memiliki hikmat yg dari Allah, karena kitab Wahyu penuh berisi kiasan2 yg tidak semuanya bisa dimengerti oleh pikiran manusia. Karena itu lebih baik kalau anda meminta petunjuk jawabannya kpd Allah, karena penjelasan dari manusia, termasuk saya, mungkin saja salah.

Kalau anda menemukan sosok manusia yg ciri-ciri rohnya sudah manunggal dgn Tuhan, tidak perlulah anda terlalu mengkultuskannya, apalagi memanggilnya dengan sebutan Tuhan.
Karena sama seperti Yesus ketika masih hidup di dunia, beliau juga tidak meminta penghormatan berlebihan dari manusia. Kemuliaan yang dari Tuhan untukNya lebih daripada apapun yg bisa diberikan oleh manusia kepadaNya, dan kemuliaanNya itu juga tidak semua manusia mampu mengetahuinya. Biarlah Tuhan sendiri yang memuliakanNya sesuai peruntukkanNya.

Sebenarnya tidak semua orang yang manunggal dengan Tuhan sama tingkatannya dan tidak semuanya menerima kemuliaan yang sama, karena kemanunggalan masing2 orang dgn Tuhan ada tingkatannya sendiri2 dan masing2 mendapatkan kemuliaan sendiri2, tidak semuanya menerima kemuliaan yang sama menjadi Tuhan.

Murid-murid Yesus adalah contoh orang2 yang sudah manunggal, dan mereka dimuliakan Tuhan menjadi raja-raja di sorga yang akan ikut memerintah dan menjadi hakim yang akan ikut menghakimi pada Hari Penghakiman.

Hanya yang kepadanya diserahkan Firman dan Kuasa atas langit dan bumi dan atas Hari Penghakiman saja yang oleh Tuhan dimuliakan menjadi Allah dan Tuhan.



_______




 A :     Pak, dalam rangka penyelarasan diri dengan Hikmat Tuhan memang membuat orang itu jadi pendiam ya
pak ??

Semenjak mendalami kebatinan keTuhanan, kalo sedang bergaul lebih sering tidak tertarik dengan obrolan / candaan teman2 karena saya berusaha untuk tidak terpancing dengan kata2 kosong atau obrolan yang "tidak pantas". Akhirnya ya saya kayak jadi ngerasa asing.. Memang tidak selalu sih, cuma kalo pas sudah terlanjur ikut nimbrung ntar pasti jadi ikut dalam obrolan yang "tidak pantas".
Dulu saya sangat benci / bosan sendirian tapi sekarang sangat ingin sendirian karena disitu saya merasa nyaman sampai2 tiap hari merenung terus sampai jam 5 pagi baru tidur. Aneh ga sih pak saya ini ?? Padahal bapak bilang jangan hidup menyendiri.. Hehehe.. Jadi galau deh..

Pak, mengenai hukum kasih dalam ajaran Kristen bagaimana sebenarnya kehendak Yesus dalam hal hukum kasih tersebut ?
Misal, jika seseorang menampar pipimu sebelah kiri berikan juga yang kanan.
Dan jika ada yang meminta bajumu berikan juga jubahmu..
Misal kita di tengah jalan tiba2 dirampok, sikap yang benar sesuai kehendakNya kita harus berikan ya pak?  Secara kita sebagai manusia pasti reflek pertama adalah melawan. Gimana ya pak nyikapinya ?

Juga Firman Yesus, jika matamu menyesatkanmu cungkillah matamu, karena lebih baik masuk Kerajaan Surga dengan bermata satu daripada seluruh tubuhmu binasa. Apa benar seperti itu pak ?
Saya ingin mengerti dengan benar maksudNya agar tidak jadi dogma yang salah untuk saya.
Mohon arahan bapak selalu..

Terima kasih

 J :    
Kalau orang memiliki hikmat dan penghayatan tertentu, biasanya psikologisnya akan menjadi lebih "sepuh".  Biasanya juga ia akan semakin banyak diam, semakin banyak "masuk" ke dalam dirinya dan semakin banyak menggali dari dalam dirinya. Itulah yang disebut kebatinan.

Ajaran2 dan bahasa Yesus penuh dengan kiasan dan peribahasa, dan sarat dengan muatan logika dan bahasa spiritual. Tidak semuanya mudah dimengerti oleh orang awam, walaupun pintar dan cerdas.
Orang-orang yang kepribadiannya "sepuh" lebih baik dalam mengerti dan menghayati firman2 Yesus.

Ajaran Kasih yang diajarkanNya adalah kesadaran akan kasih berdasarkan "kesadaran yang tinggi" yang itu diharapkan akan membentuk manusia menjadi berkepribadian tinggi, bukan berdasarkan rasa kasih, rasa sayang atau cinta semata-mata.
Selain itu ada banyak kata2Nya yang penuh bermuatan logika yang tidak begitu saja bisa dimengerti secara dangkal.
Akan lebih baik kalau anda merelakan sebagian diri dan kepunyaan anda, daripada anda kehilangan lebih banyak karena membela / mempertahankan yang sedikit.
Dan lebih baik kalau anda memperjuangkan kerajaan sorga yang sifatnya langgeng, daripada mengorbankannya karena mengejar dan mempertahankan kenikmatan, kebendaan dan kemuliaan duniawi yang sifatnya hanya sesaat saja. Kalau ada kepemilikan dan sifat2 pribadi, buanglah itu, kalau itu menghalangi anda mulia di hadapan Tuhan.


 A :     Pak, apa benar sosok Tuhan Yesus menggambarkan sifat tegas, keras meskipun kasihNya begitu besar
yg sudah diberi dan dikorbanNya tetapi beliau tidak berusaha memaksakan kehendakNya (siapa yg mau ikut ayo yg tidak ya silahkan) apa benar pak?

Kapan hari saya sempat merasa bertemu sosokNya tapi seperti biasa masih dalam kondisi antara sadar dan tidak. Dalam kondisi itu saya lihat sosok tersebut tapi dalam ruangan gelap. Tapi saya seakan bisa merasakan "sifat"Nya. Saya sih tidak yakin, tapi perasaan saya seperti bilang itu Yesus.. Apa benar pak? Apa mungkin yg saya lihat itu sosok gaib lain?

Terus saya sempat merasa melihat butir2 cahaya di sekitar saya. Halusinasi saya mungkin ya pak ? Terima kasih pak ya.. Maaf kalo pertanyaan saya ngawur..

 J :    
Tuhan Yesus memang berkarakter keras dan tegas, tetapi Ia membawakanNya dengan lembut karena kasih.
Dan Ajaran Kasih yang diajarkanNya sebenarnya adalah ajaran tentang kesadaran akan kasih yang didasarkan pada kesadaran yang tinggi, bukan berdasarkan rasa kasih sayang semata.

Benar Tuhan Yesus menyambangi kamu. Ia mengasihimu. Ada juga beberapa dewa yang mengiringiNya. Semuanya memberikan berkat kepadamu.

GBU.


______



 A :    
Selamat siang pak, kemarin saya coba belajar nayuh dgn pendulum tapi pake batrei ABC pak soalnya gak punya cincin / batu hehehe... Iya e pak bisa gerak e batreinya. Ajaib. Hahaha

Oh iya ada lagi tayuhan saya sama sedulur papat katanya Roh Kudus aktif memberi perlindungan kepada saya. Dan sudah memberi pagaran gaib.
Sedulur 4 juga pernah bahkan beberapa kali komunikasi dgn Roh Kudus.
Terus juga ada Dewa yg kenal saya dan ada yg kasih wahyu Dewa kepada saya.
Katanya juga kekuatan pancer saya 40md dan sedulur 100md. Dan mereka bisa / mau menghimpun dan menyerap energi walaupun saya tidur.

Kalo tayuhan saya salah tolong koreksi ya pak..
Terima kasih banyak pak
Maaf banget pertanyaan saya buanyak. Lagi semangat soalnya pak. Hehehe.

 J :     Secara umum hasil tayuhan anda sudah benar,
Roh Kudus akan aktif melindungi sejalan dgn sugesti anda.Kalau anda tidak tersugesti kesitu maka Roh Kudus yg sudah ada pada diri anda akan pasif.
Perlu juga anda tanyakan apakah Roh Kudus yg sudah memberikan pagaran gaib itu adalah Roh Kudus yang sudah ada pada diri anda ataukah Roh Kudus dari pemberian pihak lain.

Wahyu Dewa yg sudah anda terima adalah dari jenis wahyu kesepuhan.

Kelihatannya dgn cara menayuh itu anda tersugesti untuk menjadi peramal nih .... he he he ... untuk menjawab pertanyaan2 yg orang lain tidak tahu jawabannya.



_______




 A :     Maaf baru baca email bpk yg bilang Tuhan Yesus benar sudah nyambangin saya dan dewa juga datang.
Berarti tayuhan saya kalo ada dewa yg mengenal saya itu benar..
Terima kasih pak.

Pak, menurut bapak apakah perlu soal kegaiban di rumah saya ceritakan ke ortu ?
Kemaren saya cerita kalo ada leluhur yg tinggal disini. Tapi reaksinya mama saya jadi takut dan malah lihat saya kayak dukun aja.. Maksud saya sih cuma biar orang rumah ga kaget kalo ada hal2 berbau gaib di rumah dan bisa berjaga2 soalnya banyak gaib2 sekarang yg datang ke rumah...

Apa bapak dulu ada pertentangan di lingkungan keluarga soal kegaiban dunia dan kegaiban Tuhan yg menyertai bapak? Bagaimana sikap bapak dalam menyikapi pertentangan yg ada? Terutama terkait Tuhan yg Nyata menyertai bapak dan efek2nya.. Soalnya tidak semua org percaya kalo memang Tuhan itu Nyata langsung datang dan mengayomi Anak2Nya.. Malah menganggap klenik..

Apa bapak melihat saya ini nantinya akan banyak menimbulkan pertentangan dlm lingkungan saya pak? Saya merasanya begitu.. Kalo ada bagaimana saya menyikapi.. Mohon saran dr bapak. Terima kasih

 J :     Memang pada umumnya orang hanya berpikiran sebatas agama saja, bukan ketuhanan. Karena itulah
walaupun orang merasa dirinya beriman dan beribadah, tetapi banyak hati yang sudah jauh dari Tuhan dan banyak kasih yang sudah dingin.

Karena itulah banyak saya tuliskan bahwa ketuhanan (bukan agama) akan menjadi hubungan yang pribadi antara manusia dengan Tuhan, tidak bisa dipaksakan kepada orang lain. Sekalipun banyak orang seagama dan satu tempat ibadah, belum tentu ketuhanannya sama.

Keluarga saya tahunya saya cuma senang dengan yang mistik2, senang keris, senang cerita gaib, senang batu akik, mustika, dsb. Dalam kehidupan sehari2 saya tidak menonjolkan itu supaya tidak menjadi bahan pertentangan. Cukup untuk saya saja.

Jadi apapun yang kamu tahu, yang kira2 orang lain akan bereaksi negatif, sebaiknya cukup untuk kamu saja.
terima kasih



 A :     Maaf ketinggalan pertanyaan pak.
Tentang firman Tuhan Yesus yang : " tetapi kerajaan Allah harus diberitakan dulu di seluruh bumi setelah itu barulah tiba kesudahannya".
Apakah itu diartikan memberitakan keTuhan-an Yesus Kristus lagi ke seluruh bangsa (manusia) seperti murid Tuhan jaman dulu lagi pak?

 J :     Firman2 Tuhan dulu memang lebih ditujukan kpd manusia yg masih hidup, bukan kpd yg sudah mati.
Secara umum manusia sudah tahu tentang Yesus dan Tuhan. Mungkin hanya pelosok2 saja yg belum tahu. Juga sudah banyak pekerja2 Tuhan yg dikirimkan kpd mereka, walaupun banyak juga yg kemudian mati dibunuh. Tinggal manusianya saja apakah ia mau datang untuk menerima Keselamatan itu.

Pemberitaan Keselamatan yang dari Tuhan sekarang ini lebih diutamakan kepada jiwa2 di alam sana yg belum tahu dan belum menerimanya.

Karena sudah banyak orang yang diundang datang ke perjamuan pesta Tuhan, tetapi hanya sedikit saja yang datang, maka undangan itu disebarkan kepada orang-orang "di pinggir jalan" yang selama ini tidak "dianggap", tidak dihormati, tidak diperhitungkan. Mereka yang datang dengan berpakaian layak untuk pesta akan diterima.
Banyak yang diundang, tapi hanya sedikit yang datang.
Dari sedikit yang datang itu juga lebih sedikit lagi yang akan dipilih.


 A :     
Oh ya pak, dalam surat wahyu dan Firman Yesus di surat Matius bab 24 yang bercerita tentang kejadian2 di akhir zaman apakah kejadiannya berurutan persis seperti yg tersurat dlm kitab itu pak ??

Saya sebagai orang awam kalo membaca jadi mengartikan bahwa itu semua sudah berakhir terutama yang di Matius, karena firman itu disampaikan Yesus untuk murid2Nya waktu itu dan ada firman "Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku,". 

Yang saya mau tanya, apakah kejadian2 dalam surat2 tsb terjadinya berurutan?
Apa memang dalam surat wahyu dan Matius tadi hanya menceritakan ada kejadian seperti itu saja ??
Dan apakah sudah datang mesias2 palsu yg dimaksud Yesus ??  Atau hanya cuma gambaran saja ? 

Terkadang saya bingung soal definisi mesias dan nabi2 palsu.
Karena banyak juga orang yang mengaku dirinya utusan Tuhan dan dapat wahyu dari Dia yang bisa meyakinkan jemaat2 bahkan tentang hari kiamat..
Saya sih cuma ingat dan berpegang pada Firman Yesus "Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan." dan firman itu juga sebagai Filter bagi saya untuk berwaspada dan menilai (tentunya sebagai orang awam).
Bagaimana menurut bapak ?
Terima kasih


 J :    
Ada banyak perkataan Yesus yang artinya bercabang, di satu sisi isi perkataanNya menggambarkan kejadian pada saat itu, di sisi lain menggambarkan kejadian di waktu yang lain, atau tentang akhir jaman.
Juga kepada siapa perkataanNya itu ditujukan seringkali juga bercabang. Ada yang khusus ditujukan kepada murid2Nya saat itu, ada juga bercabang ditujukan kepada semua orang yang percaya kpd Yesus.

Firman2 dan perkataan Yesus memang sarat dengan bahasa spiritual dan seringkali dari perkataanNya itu tidak bisa kita tentukan waktu kejadiannya. Walaupun isi firman dan tulisannya kelihatan sederhana, tetapi kita bisa salah mengartikannya, karena ternyata di dalamnya ada makna lain yang tersirat, yang tidak semuanya tampak seperti yg tersurat. Karena itu dalam memahami dan mendalami firman dan perkataan Yesus haruslah kita mengedepankan hikmat yang dari Tuhan, jangan mengedepankan kecerdasan saja, apalagi dilandasi rasa fanatisme yang membuat pikiran kita sempit.


Mengenai mesias palsu dan nabi palsu .....

Mesias diartikan sebagai orang yang dipilih Tuhan.
Sesuai konteks kejadiannya, arti kata mesias bisa diartikan secara khusus sebagai mesias yg ditunggu2 oleh bangsa Israel seperti yang sebelumnya sudah difirmankan oleh nabi2,

Sesuai konteks kejadiannya, arti kata mesias palsu bisa diartikan secara khusus sebagai orang2 yang mengaku2 dirinya sebagai mesias yang ditunggu2 oleh bangsa Israel itu.

Mesias palsu bisa juga diartikan secara umum sebagai orang2 yg memuliakan dirinya, yang mengatakan dirinyalah orang yang dipilih Tuhan untuk menyampaikan firman2 Tuhan. Padahal aslinya tidak begitu. Tidak pernah Allah memilih dirinya.

Nabi palsu diartikan sebagai orang2 yang mengaku nabi, tapi sesungguhnya dia tidak datang dari Allah, keberadaannya bersifat menyesatkan, sehingga disebut nabi palsu.

Nasehat untuk berwaspada terhadap mesias palsu dan nabi palsu berlaku untuk umat Israel saat itu, berlaku juga untuk semua manusia sepanjang waktu hingga akhir jaman.

Memang secara awam kita akan sulit menilai apakah seseorang itu benar mesias palsu dan nabi palsu, karena untuk dengan benar menilainya adalah kita harus tahu apakah benar Allah menjadikan orang itu sebagai mesias dan nabiNya.

Jadi yang anda katakan anda berpegang pada Firman Yesus : "Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan" dan firman itu juga sebagai Filter bagi anda untuk berwaspada dan menilai sebagai orang awam, itu sudah benar, karena dari buah-buah perbuatan dan ajaran2nya kita akan tahu apakah orang itu datang dari Allah ataukah dari si jahat yang menyesatkan.


 A :    
1. Dalam merenung sering saya berpikir. Saya yang backgroundnya kristen saja masih bebal hati saya untuk menerima jalan Tuhan, bagaimana kalau background saya dari agama lain. Jelas sangat mungkin saya mencela orang2 yang berbeda pandangan dengan saya... Maaf ya pak... Jujur kadang juga ada ketidakpercayaan saya dalam keTuhanan di sosok keempat / sang ratu dari selatan. Karena saya didoktrin dari awal hanya Tuhan Yesus Sang Raja yang Tunggal. Tapi memang itu semua sedikit banyak sudah mulai terbuka pengertian akan Hikmat Allah dalam hati saya.. Namun saya harus jujur bahwa hati saya ini bebal.

Meskipun saya tidak rutin ke gereja tapi pikiran saya selalu "agamis". Satu2nya hal yang membuat saya "tergugah" adalah waktu mimpi tentang saya yang menggendong anak yang ada suara dari langit bahwa anak itu penuh dengan Kuasa Allah. Dan di mimpi lain yang Tuhan berkata "mengapa kamu tidak percaya, mengapa kamu buta?? Padahal sudah ada yang mengatakan kepadamu". Dan mimpi bertemu dengan Tuhan Yesus..

Saya berpikir. Siapa saya ini??? Tuhan saya datang menyambangi saya, dan memberi Roh Kudus khusus untuk memberi penjagaan gaib pada saya dan Dewa memberkati saya juga dan memberi prajuritnya untuk menjaga saya.. Siapa saya ini?? Kok saya ini begitu bodohnya untuk lambat mengerti dan lambat mendengar... Tapi jangan marah ya pak.. Semoga Allah Tritunggal juga tidak menarik kasihNya dari saya, karena saya masih terus belajar hingga bisa berbuah dan memuliakan Dia dalam hidup saya.


 J :     Mengenai Tuhan dan ketuhanan ......

Sebenarnya kehidupan jaman sekarang sama saja dengan kehidupan jaman dulu. Sama-sama ada banyak pekerja Tuhan, sama2 rahasia Tuhan masih bersifat gaib, sama2 kita punya pemikiran dan sikap berpikir sendiri tentang Tuhan dan ketuhanan.

Mungkin ini bisa menjadi perenungan bagi kita tentang sikap kita dalam hidup.
Seandainya saja kita hidup di jaman dulu, apakah kita termasuk orang2 yg percaya dan menerima Yesus dan Nabi2 ataukah kita termasuk orang2 yg sudah menolak, membunuh Yesus, murid2Nya, dan Nabi2 ?

Sebenarnya ini hanyalah tentang bagaimana kita membentuk sikap berpikir dan spiritual ketuhanan kita saja. Ada banyak sisi dalam hidup berketuhanan. Tinggal sehari-harinya kita saja apakah akan berkeras diri pada agama ataukah akan membuka diri pada hikmat, ataukah akan selalu menempatkan diri pada persimpangan jalan mencari alternatif.

Memang Allah dan pekerjaanNya bersifat gaib. Sulit sekali bagi manusia, walaupun dia adalah seorang imam besar agama, apalagi yang hanya orang biasa, untuk memahami rahasia dan kegaiban Tuhan. Hanya orang2 pilihan saja yang bisa tahu dengan pasti tentang Allah dan KebenaranNya dan orang2 yang menyediakan dirinya untuk menjadi ladang Tuhan yang menumbuh-suburkan apa yang ditanam Tuhan dalam dirinya.


______



 A :    
1. Dalam hal apa sajakah manusia bisa dianggap Tuhan menghujat Roh Kudus ?
Maaf pertanyaan saya mungkin salah atau kurang pantas. Saya cuma ingin lebih mengerti dalam pengertian dan Hikmat Tuhan. Dan berusaha untuk lebih mengedepankan pengertian yg benar dari Tuhan daripada pikiran saya sendiri..

2. Ada firman Yesus yg mengatakan : " Sebab itu, Aku berkata kepadamu bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yg akan menghasilkan buah Kerajaan itu".
Apakah ini terkait dengan "sosok ke empat" di jawa pak ?


 J :    
1. Dalam hal apa sajakah manusia bisa dianggap Tuhan menghujat Roh Kudus ?

Pertanyaan anda itu sebenarnya sangat mengakar dan mungkin tidak banyak orang yang bisa menjawabnya dgn benar.

Roh Kudus menjadi Roh dari segala sesuatu yang illahi.
Manusia dikatakan menghujat Roh Kudus jika ia menghujat segala sesuatu yang berhubungan dengan ke-Allah-an yang di dalamnya terkandung Roh Kudus, termasuk segala hujat kepada unsur2 Pribadi yang menjadi Tuhan.

Termasuk jika manusia menyatakan ketidak-percayaannya kepada sosok2 Pribadi itu atau kepada karunia keselamatan yang dari Tuhan, itu akan menjauhkan manusia dari kemurahan Tuhan.

Secara pribadi Yesus sudah menyatakan kemurahanNya untuk mengampuni segala hujat kepada diriNya, karena Ia menyadari bahwa manusia tidak mengenal diriNya, tidak mengetahui sesuatu yang lain tentang sisi PribadiNya yang tidak tampak mata manusia. Tetapi hujat kepada unsur Roh Kudus yang lain, Ia tidak berkuasa memberikan pengampunan.


2. Ada firman Yesus yang mengatakan :
" Sebab itu, Aku berkata kepadamu bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu ". 
Sejak firman itu diucapkan, firman itu sudah digenapi.


 A :    
Soal hujat terhadap Roh Kudus, bapak mengatakan "Roh Kudus menjadi Roh dari segala sesuatu yang illahi ".

Manusia dikatakan menghujat Roh Kudus jika ia menghujat segala sesuatu yang berhubungan dengan ke-Allah-an yang di dalamnya terkandung Roh Kudus, termasuk segala hujat kepada unsur2 Pribadi yang menjadi Tuhan."

Karena keterbatasan / ketidaktahuan manusia dalam mengenal Tuhan yang benar mungkin manusia tidak bisa mengenal mana / siapa yang termasuk dalam unsur2 Pribadi yang menjadi Tuhan. Termasuk sosok ke empat yang menjadi Raja di Kerajaan Allah di tanah jawa atau sosok2 lain yang Tuhan berkenan untuk manunggal dengan manusia tsb yang mungkin jadi tidak percaya dengan Beliau karena kungkungan agama atau kebebalan hatinya sendiri.

Gimana ya pak jika manusia tidak sengaja menghujat / tidak percaya kepada sosok2 tsb karena ketidaktahuan mereka ?  (sebenarnya saya bingung mengutarakan pertanyaan ini lewat tulisan semoga bapak paham maksud saya).

Dan juga bagi manusia yang tahu konsep Roh Kudus pasti lebih berat bebannya dalam menjaga agar tidak menghujat Roh Kudus. Ini bukan pembelaan diri lho pak. Hanya saya ingin lebih berhati2 menjaga ucapan dan tingkah laku agar tidak dianggap Tuhan sebagai hujat terhadap Roh kudus. Karena semenjak perginya sosok2 gaib yang sebelumnya di sekitar saya, saya jadi berpikir apakah saya sudah melakukan hal tsb, sehingga mungkin Tuhan mengambil Roh KudusNya dari saya.. Saya akan lebih berhati hati lagi pak.

 J :    
Memang sulit bagi manusia untuk bisa mengenal Tuhan dgn benar. Kegaiban Tuhan terlalu tinggi untuk manusia. Jadi secara awam yg diperlukan adalah sikap kehati-hatian dan sikap menghormati atas segala sesuatu yg bersifat ke-Allah-an dan Tuhan. Jangan sampai kita dipandang meninggikan diri di hadapan Tuhan. Hati-hati juga dengan fanatisme dan pemikiran2 anda.


 A :    
Pak mau tanya lagi boleh ya.. Ini agak panjang curhatnya pak hehehe..
Dalam proses kehidupan semua manusia, apakah Tuhan ikut campur tangan dalam mengarahkan jalan seseorang? Ataukah hanya efek sebab akibat dari apa yg manusia perbuat sebelumnya ?
Apakah memang Tuhan sudah ada rencana dalam hidup saya pak ??

Yg saya mau tanya, dari pengalaman saya sejak kecil sampai skrg tadi apakah ada campur tangan Tuhan yg mengarahkan saya ke Tuhan dan rencanaNya ataukah hanya sebuah kebetulan dari efek sebab akibat dalam mekanisme kehidupan pak??

Saya sangat tertarik dgn mekanisme kehidupan, campur tangan Tuhan dalam dunia, pengenalan akan Tuhan yg benar, keinginan Tuhan dalam kehidupan dan terutama mengenal Pribadi2 Tuhan itu sendiri. Karena bisa saja saya lahir dlm kondisi kepercayaan apapun, percaya adanya Tuhan atau tidak, tapi tetap semuanya pasti berujung kepada kegaiban dan mukzijat yg orang paling pandai seduniapun tidak mampu menjelaskan secara logika darimana datangnya sebuah keajaiban. Sepandai2nya kepintaran manusia sendiri, atheis atau tidak, tidak ada yg bisa hidup selamanya. Justru semakin pintar otak manusia semakin banyak hal yg dia tahu, banyak hal yg tidak mungkin dilakukan manusia tapi nyata terjadi. Tuhanlah segalanya. Kehendak Tuhanlah yg penting. Seharusnya manusia menyelaraskan dirinya kpd Tuhan bukan memaksa Tuhan utk menyelaraskan diriNya kpd hasrat manusia. Saya sendiri masih belajar utk mengendalikan hasrat. Semoga diperkenankan Tuhan utk berhasil dlm pencapaian mengenal Tuhan dan KebenaranNya. Dan mampu juga berbuah.

 J :    
Mengenai campur tangan Tuhan dalam kehidupan, saya ada menulis tentang itu. Silakan dibaca2.

Mengenai pertanyaan tentang apakah Tuhan ada rencana dalam hidup anda, seharusnya itu anda tanyakan langsung kpd Tuhan.

Tuhan banyak menabur benih ...
Sebagian jatuh di tanah yg subur, sebagian lagi jatuh di tanah yg tidak subur. Nantinya akan dilihat mana tanah yg subur untuk menumbuh-kembangkan apa yg ditanam Tuhan, karena tidak semua tanah adalah baik untuk menjadi ladang Tuhan.

Sekalipun sebidang tanah sudah menumbuhkan apa yg ditanam, benih dari Tuhan sudah tumbuh menjadi pohon, jika pohon itu ternyata tidak menghasilkan buah2 yg baik, pohon itu juga akan ditebang, dan akan dibuang ke tempat sampah. Tapi jika pohon itu mampu berbuah, pohon itu akan diperhatikan Tuhan, akan dibersihkan, disirami, dipupuk, supaya bisa menghasilkan lebih banyak lagi buah.

Mengenai pertanyaan anda yg lain ....
Memang kehidupan duniawi tidak melulu mengenai ketuhanan.
Sebagian besar orang sibuk memunculkan pencitraan tentang dirinya sendiri, pencitraan tentang dirinya sbg mahluk duniawi maupun pencitraan dirinya sbg mahluk Tuhan. Juga banyak orang yg mengkultuskan tokoh2 tertentu dengan tujuan bersama2 memunculkan citra tentang diri mereka bahwa mereka sama dan sejalan dgn tokoh yg dikultuskan.

Tetapi di mata Tuhan tembaga tetap adalah tembaga, tidak akan diperlakukan sama dengan emas.
Emas akan tetap menjadi emas, sekalipun berada di dalam kotoran.

 A :     Pak, maaf ya pak kalo saya sering2 ganggu kesibukan bpk..
Saya mau tanya apakah saya sudah tersambung dgn Tuhan pak waktu berdoa ? Karena hasil tayuhan saya dgn sedulur 4 katanya gitu. Kata mereka juga Tuhan Yesus masih mengasihi dan mengawasi saya. Mohon arahannya ya pak.. Saya seakan disuruh utk cepat2 mencari Kerajaan Tuhan. Mohon bantuan dan pencerahannya ya pak step mana yg saya lalui utk menapaki jalan menuju Kerajaan Tuhan. Terima kasih atas perhatiannya.

 J :     Soal apakah anda sudah tersambung dgn Tuhan itu hanya anda dan Tuhan saja yg tahu, karena pada
anda tidak ada tanda2nya yg kelihatan. Dengan anda tersambung dgn Roh Kudus yg sudah ada pada diri anda saja itu sama dengan anda sudah tersambung dengan Tuhan.


______



 A :     Pak... Saya mau jujur..
Saya sudah terjun lagi mengotori hati dan pikiran saya. Dan mengabaikan firman Tuhan hanya utk menyenangkan kedagingan saya.. Pak, apakah bapak masih mau berkenan utk mengarahkan saya utk kembali kepada jalan Tuhan ?
Pak saya ingin sekali mengenal Tuhan secara pribadi.. Tapi secara manusiawi saya selalu dikungkung oleh keinginan daging. Saya menyesal pak.. Mohon maaf atas kelakuan saya yang menyia-nyiakan nasehat bpk...
Terima kasih pak.

 J :     Anda hanya perlu membentuk rasa kasih kepada Tuhan, jangan hanya mengasihi diri sendiri.
thanks

 A :     Iya pak ya.. Saya renung-renungkan nasehat bapak ternyata saya hanya berfokus pada saya sendiri
dan menuntut Tuhan yg mengasihi saya tapi saya sendiri tdk berusaha mengasihi Dia dgn menjalankan firmanNya.. Terima kasih banyak ya pak atas waktunya merespon saya yg tetap bodoh ini.


______




 A :     Pak ijin bertanya lagi soal Ratu dari selatan. Mohon pencerahannya....
Dalam firman Tuhan Yesus tentang Ratu dari selatan, kenapa Tuhan menyebut dengan sebutan Ratu bukannya Raja ?

Jika saya coba telusuri (secara logika berpikir / biasa bapak sebut otak atik gatuk) seluruh cerita dari bagian Firman itu saya beranggapan bahwa yg dimaksud adalah Yesus membahas ratu dari selatan yg jaman salomo dulu datang mengunjungi Raja Salomo. Apakah ada pak hubungan antara Ratu selatan yg dulu datang ke Raja Salomo dengan Ratu dari selatan yang akan muncul di P. Jawa ??
Mohon maaf bukannya berpikir negatif pak, hanya saya berusaha mencari kebenaran saja pak.. agar semakin terang pemahaman saya pak..
Terima kasih banyak ya pak..

 J :     Ratu dari selatan.
Istilah Ratu dalam alkitab berbahasa indonesia adalah terjemahan yang pengertiannya disesuaikan dengan pengertian orang pada saat itu, mungkin dalam penerjemahannya ada banyak pengaruh dari rasa / budaya jawa saat itu.
Dalam banyak budaya Ratu mempunyai pengertian lebih daripada sekedar raja. Mungkin anda bisa bertanya kepada teman2 anda yang jawa tentang perbedaan pengertian ratu dan raja dalam bahasa jawa.
Begitu juga dalam bahasa Inggris, ada pengertian ratu yang maknanya lebih berkuasa daripada yang menjadi raja.


_______




 J :     Oh iya email anda sebelumnya tentang Hujat kpd Roh Kudus dan Ratu Dari Selatan , ini saya salinkan
salah satu ayatnya :

Injil Matius :
12:22. Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu,
          lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat.
12:23  Maka takjublah sekalian orang banyak itu, katanya: "Ia ini agaknya Anak Daud."
12:24  Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: "Dengan Beelzebul, penghulu setan,
          Ia mengusir setan."
12:25  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata kepada mereka: "Setiap kerajaan yang
          terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat
          bertahan.
12:26  Demikianlah juga kalau Iblis mengusir Iblis, iapun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri;
          bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?
12:27  Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa siapakah pengikut-
          pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.
12:28  Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah
          sudah datang kepadamu.
12:29  Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta
          bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu? Sesudah diikatnya barulah dapat ia
          merampok rumah itu.
12:30  Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia
          mencerai-beraikan.
12:31  Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat
          terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.
12:32  Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika
          ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan
          datangpun tidak.
12:33  Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu
          katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.
12:34  Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik,
          sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.
12:35  Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang
          yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.
12:36  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus
          dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
12:37  Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan
          dihukum."

12:38. Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin
          melihat suatu tanda dari pada-Mu."
12:39  Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda.
          Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
12:40  Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia
          akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.
12:41  Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan
          menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan
          Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus !
12:42  Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan
          menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo,
          dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo ! "
12:43  "Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari
          perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya.
12:44  Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan
          mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur.
12:45  Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan
          berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula.
          Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini."


Dari ayat itu bisa diperkirakan kemungkinan saat itu Yesus marah karena dikatakan Ia mengusir setan dengan bantuan raja setan, disamakan dgn dukun dan tukang sihir.

Ia juga menyatakan bahwa semua hujat manusia kepada diriNya akan Ia ampuni, tetapi hujat kepada Roh Kudus (KuasaNya / keillahianNya) tidak akan terampuni sampai kapanpun.

Tentang Ratu dari Selatan, itu adalah sebuah kiasan, tidak sungguh2 Yesus sedang bercerita tentang ratu itu yang dulu datang kepada Salomo. Tetapi Yesus sedang menceritakan Kebesaran diriNya pada Hari Penghakiman.
Ia juga menyatakan bahwa orang yang dikiaskanNya sebagai Ratu dari Selatan itu akan menerima kemuliaan menjadi Hakim pada Hari Penghakiman, karena orang itu sudah datang mencari hikmat kepada Pribadi yang lebih daripada Yunus dan Salomo !

Diperlukan hikmat yang dari Allah untuk bisa memahami perkataan Yesus, jangan mengedepankan pemikiran2 manusia, apalagi hanya menafsirkan sempit saja atas apa yang tertulis.

Ayat2 yg terakhir di atas bisa juga menjadi nasehat untuk kita dalam keilmuan gaib, yaitu kalau melakukan pembersihan gaib, sesudahnya seharusnya diberikan pagaran gaib, supaya tidak kembali dimasuki gaib sehingga malah menjadi lebih parah keadaannya.


 A :    
Pak mohon pencerahannya tentang maksud dari firman Tuhan yg mengatakan :
(1) Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar
     dalam Kerajaan Sorga?"
(2) Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
(3) lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti
     anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
(4) Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar
     dalam Kerajaan Sorga.
(5) Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.
Dan ayat :
(10) Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata
      kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

Apakah yang dimaksud Tuhan Yesus dalam "diri seorang anak" dalam nasehat ini pak?
Apakah memang benar tiap anak kecil punya malaikat yg selalu memandang Bapa di sorga?

 J :    
Firman itu ...
Yang dimaksud anak2 kecil itu, sewaktu firman itu diucapkan, adalah anak2 dari bangsa Israel, bukan anak2 umum dari bangsa lain.
Anak2 itu adalah juga Anak-Anak Allah sesuai keagamaan Israel saat itu yang Allah menaungi bangsa Israel.

Anak2 memang adalah yang terkecil di antara kita, sering disepelekan. Tapi tidak di mata Tuhan.
Tuhan suka dengan keceriaan dan ketulusan anak2 kecil.
Ketersambungan Roh anak2 itu dengan Tuhan menyukakan hati Tuhan.
Istilah malaikat itu hanya kiasan saja dari ketersambungan roh mereka dengan Tuhan.

Firman itu juga menjadi nasehat untuk kita : jangan menyepelekan / menyakiti / menyalahi Anak-Anak Allah yang lain, walaupun tampaknya lebih rendah daripada kita.
Malah ditekankan : Apapun yang kamu lakukan kepada saudaramu (sesama Anak Allah), itu kamu lakukan juga kepada Allah.

Perbuatan kita itu bisa menjadikan kita dicoret dari daftar Anak-Anak Allah. Roh Kudus yang sudah ada pada kita juga akan diambilNya kembali. Kita dianggap tidak layak menjadi Anak Allah, dianggap tidak layak mendapatkan naungan Tuhan, apalagi kalau Anak-Anak Allah yang kita sepelekan itu atau yang kita salahi itu ternyata adalah orang yang dimuliakan Tuhan.


 A :     Waduh.... Roh kudus yg ada pada kita diambil pak??
Waduh sampai segitu ya pak akibatnya.. Harus hati2 ya pak jadinya.

Tapi pak ngomong2 kalo saya tangkap dari jawaban2 bapak ternyata kebanyakan firman Tuhan lebih ditujukan untuk bangsa israel ya pak..?  Trus untuk bangsa2 lain seharusnya bagaimana pak dalam pemahaman menjalankan firman2Nya? 

Maksud saya kehendak Tuhan yang bagaimana sebenarnya yang ditujukan untuk bangsa2 selain israel. Karena juga di kalangan kristen sendiri hal hukum2 Allah masih banyak perdebatan. Ada kalangan yang mengatakan hukum taurat tidak perlu dalam kristen, ada kalangan yang bilang masih berlaku dengan dalil Tuhan Yesus datang bukan untuk meniadakan hukum taurat tapi menggenapinya, sebagian lagi ada yang hanya mengakui 10 hukum Allah saja dari bagian hukum Taurat.

Sekarang dari pemahaman saya menangkap jawaban2 bapak ternyata tidak semua firman Tuhan Yesus ditujukan kepada semua orang. Maaf kalo saya yang salah tangkap pak.
Jika berkenan mohon bimbingannya..

 J :    
Hukum Taurat dulu diturunkan hanya untuk bangsa Israel saja, menjadi hukum dan perjanjian Allah dengan bangsa Israel.
Kalau kita berkeras dengan hukum Taurat, maka perbuatan kita itu tidak mendapat nilai apa-apa di mata Tuhan, karena kita bukan orang Israel, hukum itu tidak berlaku untuk kita, hanya untuk bangsa Israel saja.

Yesus datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, tetapi untuk memperbaruinya, menjadi hukum dan perjanjian yang baru antara Allah dengan bangsa Israel. Dengan demikian hukum Taurat itu masih berlaku, tetapi untuk hukum yang Yesus sudah menyatakan firman tersendiri, maka firman Yesus itulah yg berlaku, karena itu adalah pembaruan dari hukum Allah.

Yesus banyak menyatakan firman.
Yang sifatnya khusus untuk orang Israel, maka itu berlaku untuk orang Israel.
Yang sifatnya umum untuk semua orang, maka itu berlaku untuk semua orang, termasuk yang bukan bangsa Israel.

Menurut sejarahnya, dulu Allah hanya menjadi Tuhan bagi bangsa Israel saja, tidak untuk semua orang sesuai perjanjiannya dulu dengan Abraham, Allah hanya menaungi bangsa Israel saja.
Kita menjadi bangsa yang dinaungi Tuhan karena Yesus.
Karena itu untuk kita bisa sampai kepada Tuhan harus melalui Yesus, bukan melalui hukum Taurat dan agama Yahudi.


 A :     Terima kasih sebelumnya sudah berkenan menjelaskan tentang hukum taurat ini.
Sebenarnya dalam hati kecil saya dari dulu ingin meluruskan hal ini kepada rekan2 seiman, kalangan gereja semua golongan yang percaya Yesus. Saya sependapat dengan bapak bahwa hukum taurat hanya untuk bangsa israel. Dan bangsa lain tidak perlu menepati hukum taurat, apalagi yang hanya sepenggal2.

Kiranya jika bapak berkenan untuk menerangkan pada saya sebenarnya firman2 atau perintah mana saja yang Tuhan Yesus tujukan untuk bangsa2 lain yang ingin masuk KerajaanNya. Apakah persis seperti isi surat2 rasul paulus dan murid2Nya pak? Apakah 10 titah Allah juga tidak berlaku untuk umat bangsa lain?

Mohon bapak berkenan menjelaskannya. Ini tidak pernah saya dapatkan dari gereja maupun orang lain. Mungkin bapak berkenan mendoakan saya agar pengertian dan Hikmat Tuhan bisa tumbuh dalam diri saya sehingga saya bisa memuliakan Tuhan dengan benar sesuai kehendakNya. Saya percaya dengan pemberitaan bapak.. Mohon berkat dari bapak agar saya mudah memahami. Dan diberi karunia untuk bisa bersaksi dalam dunia ini.
Terima kasih ya pak

 A :    
Maaf ada yg kurang yg mau saya tanyakan lagi ke bapak..
Berarti selama ini dalam kotbah kebaktian gereja2 dan tuntunan2 yang mengambil nas perjanjian lama itu semua sia2 ya pak? Karena perjanjian lama kan untuk bangsa israel saja.

Sekarang saya semakin mengerti bahwa jika orang ingin mengenal Tuhan memang harus datang kepada Tuhan Yesus karena dialah Pintu Keselamatan yang dari Allah dan untuk mengerti benar kehendak2 Yesus memang harus membentuk kondisi hubungan yang nyata dengan Roh Kudus dan Tuhan Yesus. Saya baru mengerti kenapa bapak selalu tekankan untuk membentuk hubungan pribadi dengan Tuhan agar mengenal Dia dengan benar. Jika pengertian saya ini salah mohon bapak berkenan meluruskan..

Terima kasih banyak pak


 J :     Tentang hukum Taurat, ada yang ingin saya luruskan.
Yang anda katakan : "Saya sependapat dengan bapak bahwa hukum taurat hanya untuk bangsa israel. Dan bangsa lain tidak perlu menepati hukum taurat, apalagi yang hanya sepenggal2 ".
Pandangan saya tidak begitu.

Pada awalnya Hukum Taurat diturunkan hanya untuk bangsa Israel saja, menjadi hukum dan perjanjian Allah dengan bangsa Israel. Menurut sejarahnya, dulu Allah hanya menjadi Tuhan untuk bangsa Israel, tidak untuk semua orang sesuai perjanjiannya dulu dengan Abraham, Allah hanya menaungi bangsa Israel saja.

Yesus datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, tetapi untuk menggenapinya, menjadi berkat bagi semua bangsa di dunia, menggenapi apa yang dulu sudah difirmankan Tuhan kepada Abraham : " Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firmanKu".

Tetapi Yesus juga datang dengan membawa Kuasa untuk memperbaruinya, bukan untuk meniadakan, tetapi untuk memperbaruinya. Perkataan dan firmanNya menjadi hukum dan perjanjian yang baru antara Allah dengan bangsa Israel, juga menjadi hukum dan perjanjian yang baru antara Allah dengan semua manusia.

Dengan demikian hukum Taurat itu masih berlaku, tidak lagi hanya untuk bangsa Israel saja, tetapi untuk semua manusia, tetapi untuk hukum yang Yesus sudah menyatakan firman tersendiri, maka firman Yesus itulah yang berlaku, karena itu adalah pembaruan dari hukum Allah.

Saya tidak bisa menyebutkan satu per satu hukum mana saja yang sudah diperbarui, harus dilihat satu per satu hukumnya mana yang masih berlaku dan mana yang sudah tidak berlaku lagi. Tapi secara umum hukum yang diperbarui adalah semua hukum aturan yang sifatnya "kaku" dan tidak "universal", yang saat itu hanya cocok untuk diterapkan mengikat bangsa Israel supaya tidak berpaling kepada ilah yang lain, karena pada jaman itu tumbuh subur budaya penyembahan berhala. Selebihnya tinggal kita perhatikan firman2 Yesus, karena firman2 itulah yang akan terus berlaku, menjadi aturan yang mengikat hubungan manusia dengan Tuhan, dan mengikat manusia pada Hari Penghakiman.

Tetapi perkataan dan firman Allah, Yesus, para Nabi dan para Rasul, tidak bisa semuanya begitu saja diartikan secara harfiah sesuai apa yang tertulis, karena masing2 ada konteksnya sendiri2, ada latar belakang kejadiannya sendiri2 yang menyebabkan perkataan dan firman itu dikeluarkan. Jadi masing2 perkataan dan firman mungkin hanya cocok untuk diterapkan pada situasi tertentu saja yg sesuai dengan latar belakang kejadiannya, tidak bisa diberlakukan untuk semua keadaan dalam sehari-harinya manusia. Diperlukan hikmat dan kebijaksanaan dalam mengartikan dan menerapkan apa yang sudah dikatakan dan difirmankan.

Yesus banyak menyatakan firman.
Karena saat itu Yesus berada di Israel dan berinteraksi dengan bangsa Israel, maka perkataanNya yang sifatnya khusus untuk orang Israel, maka itu berlaku untuk orang Israel saja, tetapi yang sifatnya umum untuk semua orang, maka itu berlaku untuk semua orang, termasuk yang bukan bangsa Israel.

Jadi menurut sejarahnya, dulu Allah hanya menjadi Tuhan bagi bangsa Israel, tidak untuk semua orang
sesuai perjanjiannya dulu dgn Abraham, Allah hanya menaungi bangsa Israel saja.

Walaupun hukum Taurat masih berlaku, yang tidak berlaku hanya yang sudah diperbarui saja, tetapi kalau kita berkeras dengan hukum Taurat seperti aslinya yang dulu untuk bangsa Israel, maka perbuatan kita itu tidak mendapat nilai apa-apa di mata Tuhan, karena kita bukan orang Israel, hukum itu tidak berlaku untuk kita, hanya untuk bangsa Israel yang dulu saja sebelum Yesus datang. Kita menjadi bangsa yang dinaungi Tuhan karena Yesus. Ia menjadi berkat bagi banyak orang. Karena itu untuk kita bisa sampai kepada Tuhan harus melalui Yesus, bukan melalui hukum Taurat dan agama Yahudi.

Kalau anda membaca tulisan saya di layar monitor yang lebar anda akan lebih bisa menelaah tulisan saya secara menyeluruh, tapi kalau membacanya lewat layar ponsel yang sempit, anda akan sulit melihat keseluruhannya, akan mudah menjadi salah pengertian.

 A :    
Oh jadi, lewat media mana saya membaca tulisan bapak itu pengaruh pada pemahaman yang bapak sampaikan ya.. Iya pak memang selama ini saya cuma lewat hp dalam membaca blog dan email2 bapak. Karena laptop saya udah lama rusak. Dan email saya ini juga lupa passwordnya jadi kalo di warnet / laptop saya tidak bisa buka.. Bisanya cuma lewat hp karena otomatis bisa masuk ke email.. Jadi lebih baiknya mungkin saya buat email baru ya pak.. Iya deh besok saya buat email baru lagi ya pak.. Maaf merepotkan.

Saya sudah mengerti maksud bapak untuk hukum taurat yang bapak ulas sebelumnya.
Jadi hukum taurat benar masih berlaku dan sekarang juga untuk semua bangsa namun ada yang tidak berlaku lagi karena sudah diperbarui Tuhan Yesus, dan yang khusus diucapkan kepada umat israel itu mengikat hanya umat israel saja dan firman yang diucapkan untuk semua orang berarti itu untuk semua bangsa. Jika saya masih salah juga mohon dibenahi ya pak..

Kalo perintah mengkuduskan hari sabat itu gimana pak? Apakah termasuk yang sudah diperbarui Tuhan Yesus karena Beliau juga waktu itu "bekerja" pada hari sabat. Menurut sejarah juga hari minggu sebagai hari besar umat kristen ditentukan oleh umat kristen awal2.

 J :    
Kira2 pengertian anda tentang Taurat sudah benar.
Mengenai hari sabat, itu juga sudah diperbarui.
Manusia dibebaskan untuk memilih hari dan waktu beribadah.
Yang penting orangnya menghormati peribadatan dan menghormati (memperingati) hari-hari besar agama, terutama hari kelahiran, penyaliban / wafat, kebangkitan dan hari kenaikan Yesus, jangan mengabaikannya, karena itu akan menjadi bentuk penghormatan dan pernyataan iman kita kepadaNya.



_______



 A :     Selamat sore pak, ini saya sudah buat email baru..
Pak sekalian mau minta pengajaran lagi boleh ya..

Tiap malam kalo berdoa isi doa saya intinya begini, mohon agar saya bisa layak di hadapanNya, mohon Tuhan membantu / bersedia agar saya bisa tersambung dengan Tuhan, mohon diberi pengertian tentang hal2 gaib karena Tuhan juga gaib, mohon agar diberi pengertian dan hikmat yang dari Tuhan agar bisa mengenali sesuatu yang dari Tuhan, mohon kiranya Tuhan berkenan menunjukkan kemulianNya pada saya orang yang berdosa ini. Apa doa2 saya seperti itu salah ya pak?

Kadang saya bingung berdoa untuk memuliakan Tuhan itu gimana. Selain berterima kasih atas segala berkat dan waktu yang masih diberikan, rasa2nya yg lainnya tentang keinginan2 saya semua kayak itu tadi. Mohon kiranya bapak berkenan mengajari saya sikap, cara dan isi doa yg benar di hadapan Tuhan, yg semata2 tidak hanya untuk pamrih diri sendiri saya saja. Saya takut kalo Tuhan melihat saya meninggikan diri / mementingkan diri saya sendiri. Saya masih belajar untuk tidak mementingkan diri sendiri dan tidak meninggikan diri di hadapan Tuhan pak. Jika berdoa mohon ingin melihat kemuliaanNya / bertemu dgn Tuhan boleh tidak ya pak ?

maaf jika kebodohan saya masih banyak.. mohon kesabaran dan berkat dari bapak.
Terima kasih banyak ya pak...

 J :     Anda tidak perlu terlalu banyak meminta.
Kalau anda bisa menyelaraskan kebatinan ketuhanan anda dengan Tuhan, semua kegaiban duniawi akan menjadi remeh di mata anda, tidak sulit, dan bukan sesuatu yg istimewa. Percaya saja bahwa itu sudah diberikan kepada anda, hanya saja itu belum anda gali seluruhnya.

Yang anda perlu lakukan hanyalah tindakan nyata untuk membuka diri pada hikmat Allah dan membuka diri pada pengertian kegaiban (tindakan nyata untuk membuka diri / memahami / mewujudkan apa yang menjadi interest anda itu. Jangan mengedepankan kekerasan sikap berpikir manusiawi, jangan sampai tanpa sadar itu menjadi apa yg disebut sebagai kedegilan hati).

Yang pertama harus anda lakukan adalah membuka pengertian dan menyelaraskan diri dan kebatinan anda dengan kegaiban Tuhan. Laku dalam tulisan saya yg berjudul Kebatinan Dalam Keagamaan cukup baik untuk maksud itu.

Sesudahnya, tentang kegaiban, anda harus secara nyata membuka diri dan mempelajari kegaiban, jangan mengharapkan terjadi dengan sendirinya anda mampu menguasai kegaiban. Nantinya akan ada sesuatu yang mempermudah jalan anda ke arah itu. Begitu juga dengan hal-hal yang lain.



_______




 A :     Selamat malam pak.. Beberapa hari lalu saya baca obrolan kita di tulisan kebatinan 5.
Saya perhatikan betul2 jawaban2 bapak, saya coba tidak mengedepankan sikap pikiran manusiawi saya.
Saya renung2kan sambil minta petunjuk sama Tuhan hasil renungan saya begini pak .... 

1. Soal mimpi "Sosok" Penguasa yg menutup pintu dan memberi petunjuk "madura" artinya, Tuhan sudah cukup 3 kali "menjenguk" saya lewat mimpi dan memberi janji tentang Kuasa Allah. Selebihnya tinggal saya sendiri mau jalan menuju "tempat" yang ditunjuk Tuhan atau tidak. Sudah cukup karunia itu diberi pada saya sampai pada saya jika sampai "madura" itu barulah Tuhan menyatakan KemulianNya. Semua tergantung saya mau jalan / tidak dan sesungguhnya Tuhan sudah menyediakan jalanNya untuk saya. Seperti nasehat bapak saya harus melakukan tindakan nyata artinya saya harus sungguh2 yakin dan percaya untuk lakukan perintah2 dan kehendakNya dan membuang semua sifat2 pribadi dan pemikiran2 duniawi yang membatasi saya untuk berani berbuat (sulit saya menulisnya semoga bapak memahaminya)

2. Tentang mimpi bulan purnama yang melihat saya dan ada selubung halus artinya, Tuhan sudah menyediakan Terang dan berkatNya untuk menerangi saya, hanya saja ada sifat2 jahat, kefanatikan pikiran, kedegilan dan kebebalan hati saya menjadi "selubung" yg membatasi pengertian Terang dan Hikmat yg sudah disediakan. 

3. Dari jawaban2 dan nasehat2 bapak saya dalami ternyata banyak hal yg lebih "dalam" nasehatnya yg bapak tujukan ke saya, baik itu tentang kedegilan, kebebalan, dan kebodohan saya yg sulit untuk mau mengerti. Juga ada nasehat dan petunjuk "besar" yang bapak siratkan di jawaban bapak. Mungkin terlalu berlebihan ungkapan saya tapi kira2 seperti itu yg saya pahami. Saya rasa2 bapak juga "memperhatikan" tingkah laku saya dari sana, dan bapak tahu ada "tugas" yang menanti saya. maaf jika ke PD-an ya pak hehehe..

4. Dalam beberapa jawaban kok ada beberapa yg tidak masuk di email saya tapi ada di halaman obrolan ya pak?  Tapi malah disitu "petunjuk" utamanya. Hehehe..

5. Sikap berpikir saya memang salah, kemaren2 saya artikan yang namanya mukzijat itu semuanya bisa "cling.." langsung ada.
Memang Kuasa Tuhan tidak membatasi apapun namun kesungguhan hati, keyakinan dan kepercayaan untuk mau melakukan sesuatu dengan mantap menunjukkan keteguhan iman ya pak? Saya tidak bisa menunggu tiba2 saya cliing langsung jadi tanpa tahu cara memahami dan bertindak.

Jujur saya malu banget sama bapak, sudah segitu banyak yg bapak berikan tapi saya masih berkutat pada kebodohan kedegilan hati saya. Saya sudah bolak balik baca dan ikutin tulisan kebatinan dalam ketuhanan. Tapi saya masih aja belum bisa mengerti benar. Akan saya perdalam lagi belajarnya pak.. 

Mohon bimbingan dan berkatnya selalu agar saya bisa berubah dan menyediakan tanah yg subur bagi benih Tuhan ya pak.. Jika saya terlalu sering2 tanya2 dan mengganggu bapak saya mohon maaf...
Terima kasih..


 J :    
1. Tuhan sudah menyambangi anda. Tapi kalau anda tetap berkeras dengan pendapat dan pemikiran anda sendiri, anda tidak akan bisa melewati pintu yang sebelumnya sudah dibukakan untuk anda.
Selama pintu kemurahan itu dibukakan oleh Tuhan, jangan anda sendiri menutupnya. Jangan sampai pintu itu kemudian benar2 ditutup untuk anda.

2. Mimpi itu adalah tentang orang yang sudah ditawarkan "Pencerahan" tentang Tuhan. Tapi sepanjang jalan menuju kesana akan ada banyak gangguan dan halangan dari roh-roh jahat dan penyesat.

Sepanjang sejarah manusia dari dulu sampai sekarang orang2 yg sedang menuju Tuhan, atau yg sedang mencari Tuhan, orang2 yg menjalani laku pencarian ketuhanan, akan banyak menemui halangan dari roh2 jahat dan penyesat.
Begitu juga dengan orang2 yang tekun menjalani keagamaannya, atau orang2 yang agamis. Mereka juga akan didatangi oleh roh2 penyesat.
Hanya saja tidak semua orang bisa menyadari adanya roh2 jahat dan penyesat yang bersamanya karena tidak punya spiritualitas yang cukup untuk itu.

Intinya, dalam rangka berketuhanan, apapun agamanya dan jalan ketuhanannya, selain orang itu harus membawa beban dirinya sendiri, dan selain penyesatan itu juga bisa datang dari dalam dirinya sendiri, ia juga harus bisa melewati gangguan dari roh2 jahat dan penyesat itu supaya ia dapat sampai pada tujuannya berketuhanan.

Penyesatan2 itulah yang sudah banyak menyesatkan jalan orang, bahkan sudah banyak memunculkan nabi2 palsu.
Karena itu anda harus selalu fokus pada tujuan anda berketuhanan,
Jangan sampai salah jalan,
Jangan juga sampai kena disesatkan.

Karena itu anda harus sudah lebih dulu tahu Tuhan yang menjadi tujuan anda berketuhanan, sehingga apapun kendaraan yang anda tumpangi, entah rutenya lewat mana, nantinya anda akan tahu sendiri apakah jalan dan kendaraan yang anda tumpangi itu akan benar mengantarkan anda kepada tujuan anda.

3. Tentang itu akan terbuka sendiri jawabannya kalau anda sudah terhubung langsung dengan Tuhan.

4. Memang ada yg sifatnya "editan", yang pada waktu saya menjawab email anda editan itu belum ada.
Itu ada sesudah saya mengevaluasi ulang pertanyaan2 anda dan jawaban2 saya.
Selain ada editan yg berupa editan bahasa penyampaian, juga ditambahkan penekanan pada jawabannya supaya lebih jelas maksudnya.
Tulisan tanya-jawab itu juga menjadi bahan untuk anda mengevaluasi ulang email2 sebelumnya jika suatu saat anda membacanya. Karena tanya-jawab kita itu diupload semuanya, maka anda akan bisa mengevaluasi keseluruhan tanya jawab kita itu dan akan lebih bisa mengambil poin2 penting jawabannya.

5. Semuanya harus diwujudkan dengan tindakan nyata.
Jangan berharap itu akan terjadi dengan sendirinya, kecuali anda sudah menjadi Tuhan, atau anda menjadi tukang sihir / sulap.
Jangan menyamakan itu dengan keberuntungan hidup yang terjadi dengan sendirinya tanpa anda pernah melakukan sesuatu sebelumnya.

Jangan berilusi.
Jangan melakukan pencitraan bahwa anda sudah tersambung atau menyatu dengan Tuhan.
Itu harus diusahakan sendiri dengan perbuatan nyata anda menyambungkan diri dengan Tuhan.
Sesudahnya barulah akan ketahuan apakah benar anda tersambung dengan Tuhan.

Jangan juga melakukan pencitraan bahwa anda bisa melakukan mukjizat dengan Kuasa Tuhan. Itu harus dibuktikan sendiri dengan perbuatan nyata anda mewujudkan Kuasa Tuhan itu dalam perbuatan2 anda.
Harus ada keteguhan dalam kepercayaan anda untuk anda bisa melakukan itu.

Jangan juga kita melakukan pencitraan bahwa kita adalah orang yang beriman.
Jangan sampai perbuatan kita itu sama dengan orang2 yang tidak mengenal Tuhan.
Ada banyak sekali Firman dan Kehendak Tuhan atas manusia.
Untuk dikatakan beriman, kita harus tahu apa saja Firman dan Kehendak Tuhan yang sudah kita imani dan sudah kita laksanakan. Dari situ kita akan bisa mengukur setinggi dan sedalam apa kadar keimanan kita itu.


_______



 A :    
Pak, firman Yesus tentang " siapa yang tidak membenci bapak / ibu / saudara perempuan atau laki2 / anak / bahkan nyawanya sendiri dan mengikut Aku, ia tidak layak untuk Aku" ......
itu apakah ditujukan pada murid2 Yesus jaman dulu saja atau semua orang pak??

Saya berusaha untuk tidak merasa lebih beriman daripada orang lain, cuma dari "dalam" diri saya yang ingin meluruskan sesuatu yg berkaitan dengan keTuhanan. Pernah saya ngobrol sesuatu tentang aturan gereja, saya hanya mengutarakan apa yg ada di firman Yesus. Malah saya disentak sama ibu saya "ya kalo dulu zamannya rasul2 !  Kalo sekarang mana bisa kayak gitu"

Intinya seperti itu lah. Lah saya jadi bingung.. Satu sisi ada dorongan kuat dari dalam diri saya untuk meluruskan hal2 seperti itu, ingin ikut serta dalam pekerjaan2 Tuhan, namun sisi lain saya juga harus menghormati orang tua saya dan kadang juga terbersit dalam pikiran saya "siapa yang menyuruh kamu untuk meluruskan hal2 seperti itu?" . Saya jadi takut salah lagi..

Memang saya belum sepenuhnya melakukan firman2 Tuhan, tapi kadang ada dorongan kuat untuk meluruskan hal2 seperti itu. Saya jadi takut bertindak seperti orang munafik dan meninggikan diri sendiri. Makanya dulu pernah tanya bapak apakah nantinya saya akan menimbulkan pertentangan.. Sebenarnya itu yg saya maksud.. Mungkin ada yg salah pada saya mohon bapak bersedia nasehati saya..

Pak, mohon pencerahannya lagi ya.. Maksud dari garam dunia itu yang benar apa ya pak?

Terus maksud dari firman "jangan melempar emas pada babi dan memberi mutiaramu pada anjing agar tidak diinjak2nya dan akhirnya balik menyerangmu" itu apa ya pak benarnya?

 J :     Firman Yesus itu ditujukan untuk semua orang.

Soal aturan2 gereja ... kalau tidak ada yg bertentangan / menyimpang dengan firman Yesus / Allah Bapa, ya tidak apa2, jangan sampai hal2 kecil idealisme anda menjadi bumerang untuk anda.
Kadang2 identitas gereja dan "isinya" memang diperlukan, dan itu dianggap penting terutama oleh para pengurus gereja. Tetapi untuk kita sendiri yg menjadi anggota gereja, sebaiknya jangan kita membelenggu diri dengan fanatisme sempit, karena berkat Tuhan dilimpahkan juga ke tempat2 di luar fanatisme kita itu. Jangan sampai fanatisme kita itu menjadikan kita keluar dari penggembalaan Tuhan.

Rasa ketuhanan dan laku ketuhanan tidak selalu tergambar dalam laku orang beragama dan tidak semua orang yang seagama mempunyai rasa ketuhanan dan laku ketuhanan yang sama.
Karena itu rasa ketuhanan dan laku ketuhanan itu menjadi hubungan yang pribadi antara orangnya dengan Tuhannya, jangan dipaksakan kepada orang lain.

Maksud dari garam dunia itu .....
Kita harus memposisikan diri sebagai garam yang asin.
Kalau garam itu sudah tawar, dengan apa ia akan diasinkan ?
Maksudnya adalah selain kita sendiri menjaga supaya diri kita tetap asin, kita juga menularkan keasinan kita kepada orang lain, menarik hati orang kembali kepada Tuhan, bukan kepada agama, tetapi kepada Tuhan, supaya hati dan kasih yg sudah dingin kembali lagi hangat dan menyala berkobar2, supaya Allah dimuliakan juga di bumi, sama seperti di surga.

Maksud dari firman : " Jangan melemparkan emasmu kepada babi dan memberikan mutiaramu kepada anjing agar tidak diinjak2nya dan akhirnya balik menyerangmu " .....
Jangan memberikan benda2 berharga milikmu, atau perbuatan2 mulia (termasuk pemberitaan tentang Keselamatan yang dari Tuhan), kepada orang2 yang tidak tahu menghargai dan memuliakannya, yang itu akan menjadi perbuatanmu yang sia-sia, dan jangan sampai kemudian gantian malah kamu dikejar2.



_______



 A :     Selamat pagi pak.. Saya ingin belajar dari bapak lagi boleh ya..

Dulu sewaktu bapak masiih awam / muda menuju ke tahap hidup yang "lahir baru" bagaimana sikap bapak dalam meredam gejolak2 emosi darah muda pak? Hhehe..

Soalnya saya masih sulit meredam emosi2 daging ini pak. Kadang bisa kadang gak. Kadang ingat kadang gak. Apalagi ketambahan kesibukan dan pergaulan juga yagn sering bikin tambah lupa. Kalo lagi sendiri baru deh ingat ada yang salah dan apa yg seharusnya saya saya lakukan. 

Jangan seperti manusia yang tidak mengenal Allah. Jangan mencemarkan nama Tuhan Allahmu. Apapun perbuatanmu lakukanlah untuk memuliakan Tuhan.
Gimana pengertian yagn benar dari kalimat itu dan implementasinya dalam kehidupan pak.. Sedangkan banyak perbuatan besar / kecil, serius / sepele yg dilakukan manusia yg didasari oleh interes manusia.

Apakah makna dari firman : Setiap kata2 yang sia-sia akan diperhitungkan waktu hari penghakiman, karena dari mulutmu engkau dibenarkan dari mulutmu juga engkau dihukum (kira2 seperti itu).
Kata sia-sia itu seperti apa pak...?

Mohon maaf banyak mengganggu.. Terima kasih banyak pak..


 J :     Tentang kata-kata yang sia-sia ..... itu luas maknanya, harus dimengerti dengan hikmat, harus dilihat
dari kacamata Tuhan, jangan dimaknai secara manusiawi.

Kata yang sia-sia ada banyak bentuknya, semua kata-kata yg sifatnya tidak memuliakan Tuhan, tidak menghormati Tuhan, bukan untuk kepentingan Tuhan, itu di mata Tuhan sama dengan kata-kata yang sia-sia terhadap Tuhan.

Misalnya saja kita suka latah menyebut nama Tuhan, itu termasuk kata-kata yang sia-sia.
Atau kita jengkel dan mengatai orang lain dengan membawa2 nama Tuhan ...
Atau berdebat yg tidak ada manfaatnya dengan orang lain tentang agama dan Tuhan
Atau merendahkan Anak Allah yg lain karena kamu anggap rendah pengetahuan agama / ketuhanannya
Dan yg paling penting, atas semua perbuatan duniawi kamu jangan sekali-kali mengatasnamakan Tuhan, termasuk berjanji dan bersumpah, jangan mengatasnamakan Tuhan, karena itu adalah kepentingan, perbuatan dan kesanggupanmu sendiri, bukan untuk kepentingan Tuhan dan bukan janji Tuhan melalui kamu. Apalagi kalau Tuhan dijadikan tameng atas ketidaksanggupanmu memenuhi ucapan2mu.


 A :     Terima kasih banyak atas penjabaran bapak..
Tentang kata sia2 itu ternyata dalam sekali ya pak maknanya..

Tapi jadi ada timbul pertanyaan saya atas pernyataan bapak yg belum saya mengerti.
Bapak bilang " Dan yang paling penting, atas semua perbuatan duniawi kamu jangan sekali-kali mengatasnamakan Tuhan, termasuk berjanji dan bersumpah, jangan mengatasnamakan Tuhan, karena itu adalah kepentingan, perbuatan dan kesanggupanmu sendiri, bukan untuk kepentingan Tuhan dan bukan janji Tuhan melalui kamu.  "
Jadi setiap perbuatan duniawi kita jangan menyangkut pautkan nama Tuhan ya pak?

Trus bagaimana posisi pengharapan dan pengandalan kita tentang keinginan dan kebutuhan kita kepada Tuhan yg benar pak? 

Jadi meskipun misal kita tidak berbuat / berkata jahat atau bukan yg tidak pantas tapi untuk kepentingan pribadi atau juga bercandaan yg kadang2 ya agak loss kalo ngomong juga akan salah di mata Tuhan ya pak? Waduh... Dalam ya pak...


 J :     Itu adalah kesanggupanmu sendiri yg harus kamu penuhi.
Jangan pernah berjanji / bersumpah mengatasnamakan Tuhan atau mengatasnamakan apapun juga.

 J :     Tentang kata-kata yang sia-sia ..... itu luas maknanya, harus dimengerti dengan hikmat,
harus dilihat dari kacamata Tuhan, jangan dimaknai secara manusiawi.

Kata yg sia-sia ada banyak bentuknya, semua kata-kata yg sifatnya tidak memuliakan Tuhan, tidak menghormati Tuhan, bukan untuk kepentingan Tuhan, itu di mata Tuhan sama dengan kata-kata yg sia-sia terhadap Tuhan.

Misalnya saja kita suka latah sering menyebut nama Tuhan, itu termasuk kata-kata yg sia-sia.
Atau kita jengkel dan mengatai orang lain dgn membawa2 nama Tuhan ...
Atau berdebat yg tidak ada manfaatnya dengan orang lain tentang agama dan Tuhan
Atau merendahkan Anak Allah yg lain karena kamu anggap rendah pengetahuan agama / ketuhanannya
Dan yg paling penting, atas semua perbuatan duniawi kamu jangan sekali-kali mengatasnamakan Tuhan, termasuk berjanji dan bersumpah, jangan mengatasnamakan Tuhan, karena itu adalah kepentingan, perbuatan dan kesanggupanmu sendiri, bukan untuk kepentingan Tuhan dan bukan janji Tuhan melalui kamu. Apalagi kalau Tuhan dijadikan tameng atas ketidaksanggupanmu memenuhi ucapan2mu.

Berikut ini saya berikan tambahan untuk menambah pemahaman anda tentang larangan atas kata-kata yang sia-sia .....

Allah banyak mengeluarkan hukum dan firman dan atas setiap hukum dan firman itu seharusnya kita bisa mengedepankan hikmat untuk mengetahui latar belakang dikeluarkannya suatu hukum atau firman dan
untuk mengetahui apa sebenarnya yang Tuhan kehendaki dalam setiap hukum dan firmanNya itu

Dalam memahami semua firman Tuhan seharusnya kita bisa memahami / mengikuti sikap berpikir Tuhan, jangan dipahami dengan sikap berpikir manusia. Itu bisa mendatangkan salah tafsir, apalagi di dalamnya selalu ada makna yg tidak semuanya tampak tersurat.

Semua firman Tuhan didasarkan pada sikap berpikir Tuhan, bukan sikap berpikir manusia, jangan dipahami dengan sikap berpikir manusia. Itulah pentingnya mengedepankan hikmat yang dari Tuhan.
Begitu juga dengan larangan mengeluarkan kata-kata yang sia-sia, itu berasal dari sikap berpikir Tuhan.

Dalam sikap berpikir Tuhan, manusia adalah mahluk kecil yg harus menyembah Tuhan.
Manusia harus hormat, menyembah dan berbakti kepada Tuhan.
Jangan ada kata-kata dan perbuatan manusia yg tidak menghormati Tuhan.
Jangan ada kata-kata dan perbuatan manusia yg tidak bermanfaat di mata Tuhan.
Apalagi ada penggunaan nama Tuhan untuk kepentingan manusia sendiri, itu akan mendatangkan kemurkaan Tuhan.

Kepada Tuhan sesembahan manusia itu haruslah semua manusia menghormat dan memuliakanNya. Semua penyebutan nama Tuhan oleh manusia haruslah dilakukan dengan hormat, haruslah dilakukan dengan sikap hati menghormati dan memuliakan Tuhan.

Semua kata-kata dan perbuatan manusia yg tidak menghormati Tuhan, yg tidak memuliakan Tuhan, dalam sikap berpikir Tuhan itu sama dengan kata-kata dan perbuatan yang tidak bermanfaat bagi Tuhan, sia-sia, tidak menambah kemuliaan Tuhan, nantinya itu harus dipertanggungjawabkan oleh manusia pada hari Penghakiman.

Jangan berpikir bahwa banyaknya / seringnya kita menyebut nama Tuhan, termasuk doa-doa yang panjang-panjang, itu akan mendapat perhatian lebih di mata Tuhan. Jangan berbuat yang sama seperti yang diperbuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Dan yang paling penting, jangan pernah kita berjanji / bersumpah / mengatasnamakan Tuhan dalam setiap perbuatan duniawi kita.


 J :     Tambahan lagi tentang kata-kata yang sia-sia .....
karena ini penting, jangan sampai kita tidak sadar ada perbuatan kita yg membuat Allah sakit hati atau kecewa.

Dalam sikap berpikir Tuhan, manusia adalah mahluk kecil yg harus menyembah Tuhan.
Dia berkuasa atas semua kehidupan
Manusia harus hormat, menyembah dan berbakti kepada Tuhan (kalau tidak ingin dibuang ke tempat sampah). Karena itu atas semua kebaikan Tuhan kepada kita, kita menyebutnya Kemurahan Tuhan.

Jangan ada kata-kata dan perbuatan manusia yang tidak menghormati Tuhan.
Jangan ada kata-kata dan perbuatan manusia yang tidak bermanfaat di mata Tuhan.
Apalagi ada penggunaan nama Tuhan untuk kepentingan manusia sendiri, itu akan mendatangkan kemurkaan Tuhan.

Kepada Tuhan sesembahan kita itu haruslah kita menghormat dan memuliakanNya.
Semua penyebutan nama Tuhan oleh manusia haruslah dilakukan dengan hormat, haruslah dilakukan dengan sikap hati menghormati dan memuliakan Tuhan.

Kepada orang tua, guru, apalagi kepada raja / presiden, kita harus hormat, tidak boleh berucap / berbuat yang tidak hormat. Seharusnya kepada Tuhan dan yang terkait dengan ketuhanan kita bisa lebih dari itu, karena Tuhan lebih daripada raja / presiden.

Tapi karena rasa ketuhanan yang rendah seringkali manusia menganggap Tuhan itu jauh, sehingga banyak perbuatan kita yg tidak menghormati Tuhan, tidak takut pada hukuman Tuhan. Malah banyak yang mengatasnamakan Tuhan untuk kepentingan2nya.

Selain itu juga ada banyak pencitraan dan pengkultusan tentang Tuhan seolah-olah banyaknya atau seringnya kita menyebut nama Tuhan, atau fasih mengucapkan nama Tuhan, termasuk doa-doa yang panjang-panjang, apalagi mengatasnamakan Tuhan untuk keduniawian kita, seolah-olah dengan begitu kita lebih beriman / saleh dan lebih diperhatikan Tuhan dan atas adanya keberuntungan2 kita anggap adalah karena Tuhan memperhatikan dan mengabulkan doa2 kita.

Ini menunjukkan hati kita yang jauh dari Tuhan.
Sehari-harinya kita lebih meninggikan agama, mempertuhankan agama,
tidak meninggikan Tuhan, tidak mempertuhankan Tuhan,
Rasa ketuhanan kita tipis, kita lebih memilih berpikiran agama, berpikiran duniawi.


 A :     Terima kasih pencerahannya... Lebih jelas lagi pemahaman saya..
Maaf ada hal lagi yg ingin saya perjelas, berarti atas adanya keberuntungan2 dan terpenuhinya keinginan kita jangan semua diartikan pemberian Tuhan atau terkabulnya doa2 kita ya pak..

Ini saya agak bingung.. karena sudah terlanjur terbiasa bagi manusia atau saya pribadi jika ada keinginan yang terkabul beranggapan Tuhan mengabulkan doa kita.. Berarti itu salah ya pak..
Terima kasih pencerahannya..

 J :    
Memang baik kalau kita selalu mengucap syukur atas kehidupan kita,
tapi jangan itu menjadi pengkultusan bahwa semuanya adalah pemberian langsung dari Tuhan sehingga kita akan melakukan banyak cara termasuk menghalalkan penggunaan nama Tuhan untuk kepentingan kita, termasuk untuk keperluan ngalap berkah, karena kita beranggapan semuanya yang kita terima adalah karena Tuhan mengabulkan doa kita.
Kita harus tahu darimana keberuntungan itu berasal dan harus bisa juga membedakan mana berkah duniawi dan mana berkat illahi.


 A :     Terima kasih banyak atas pembabaran bpk. Sangat menambah pengetahuan dan pemahaman saya pak.
Point pentingnya : kuduskanlah nama Tuhan, juga kuduskan diri kita di hadapan Tuhan, jangan membawa2 nama Tuhan untuk kepentingan kita sendiri, jangan bersumpah demi Tuhan atau apapun, hiduplah seperti orang yang mengenal Tuhan.. Begitu ya pak?
Mohon koreksi jika ada yg salah dari pemahaman saya.

Yang jelas juga untuk mengerti firman Tuhan harus mengerti dulu sikap berpikir Tuhan. Ini baru saya dapat dari bapak. Terima kasih banyak atas pengertiannya ya pak..


 A :     Pak mau tanya lagi,
apakah arti dari firman " Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."

Apakah ini berhubungan dengan totalitas manusia kepada Tuhan atau duniawi ?

 J :    
Wah ... tentang Firman : Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur .... sulit menjelaskannya, itu harus dipahami sebagai satu kesatuan kalimat, jangan hanya sepotong kalimat.

Firman itu bercerita tentang bendahara yg dituduh menghambur2kan uang majikannya.
Tapi sang bendahara bisa membuktikan bhw ia tidak menghambur2kan uang majikannya ataupun menggelapkannya dengan menunjukkan surat hutang dari orang2 yg dihutangi menggunakan uang majikannya. Dengan begitu si bendahara menunjukkan bhw ia berguna bagi majikannya karena sudah benar mengelola kekayaannya dan tidak menghambur2kan uang majikannya ataupun menggelapkannya (walaupun ada ketidak-jujurannya karena membuat surat hutang fiktif).

Itu sindiran kepada orang-orang Farisi yang dikatakan sebagai hamba-hamba uang yang mungkin ditengarai sudah berbuat tidak benar.

Setidaknya itu menjadi nasehat untuk kita cerdik dalam berbuat, jangan sampai kita masuk ke dalam kesulitan karena kecerobohan kita (diumpamakan tidak membuatkan surat hutang kepada orang2 yang berhutang sehingga dituduh menghilangkan uang majikan),

Termasuk juga jika kita berada di lingkungan orang2 yang tidak benar (orang2 Farisi - Mamon yang tidak jujur). Jangan kita bertentangan, jangan bermusuhan,  jangan sampai itu menjadi ganjalan bagi kita.
Tapi tetap berlaku nasehat : cerdiklah seperti ular tetapi tetap tulus seperti merpati, jangan ikut-ikutan menjadi ular,
Karena : Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Jangan mengabdikan diri kepada uang dan jangan berbuat tidak benar.
Jangan bertentangan / bermusuhan dengan orang2 tidak benar di sekitar kita. Berteman dengan mereka bisa menyelamatkan kita dalam kehidupan duniawi, tetapi jangan ikut-ikutan berbuat tidak benar. Dengan tidak ikut-ikutan menjadi ular kita tetap benar di hadapan Tuhan.



_______




 A :     Barusan baca obrolan 10 yg baru..
Rasanya jadi minder lihat orang lain sudah bisa menyampaikan sugesti kepada Tuhan, sedangkan saya belum.. 
Dalam beberapa jawaban bapak ada beberapa jawaban bapak yang bilang " saya tidak ingin berpikiran yang tidak patut " terutama jika memeriksa yang menyangkut Roh Kudus dan keTuhanan..
Saya pikir2 batasan bapak tentang "kepatutan" itu seperti apa biar saya bisa paham dan mengerti dan belajar. Ga nemu2. Hehehe...


 J :     Soal batasan kepatutan itu ... susah menguraikannya. Hanya bisa dihayati dengan rasa ketuhanan.
Tapi intinya adalah itu harus dilakukan dalam rangka manusia berketuhanan, bukan untuk sensasi duniawi, bukan juga untuk sensasi keagamaan.

Kalau dari membaca itu kemudian anda termotivasi untuk berlomba2 bersugesti tersambung dengan Tuhan, itu juga tidak patut, berarti anda hanya mengejar sensasinya saja bahwa anda sudah bisa bersugesti kepada Tuhan, itu bukan niat tulus anda untuk berketuhanan, anda tidak memuliakan Tuhan. Anda hanya memuliakan diri anda sendiri.

Apalagi kalau dengan sudah tersambungnya anda dengan Tuhan itu anda termotivasi memanfaatkannya untuk semakin mengejar berkah / pamrih duniawi anda. Kita merasa benar, karena itu dimintakan langsung kepada Tuhan, bukan kepada selain Tuhan. Dan memang Tuhan bermurah hati untuk tidak membatasi bentuk berkatNya. Tapi itu tidak patut. Dengan berbuat begitu kita tidak memuliakan Tuhan. Kita hanya memuliakan diri sendiri, hanya memuliakan duniawi kita sendiri. Hati-hati. Jangan sampai yang semula adalah berkat kemudian berubah menjadi laknat.

Begitu juga kalau anda sengaja memunculkan citra bahwa anda adalah orang yang agamis, beriman, selalu menyebut Tuhan. Itu juga tidak patut. Anda hanya mengejar sensasinya saja bahwa anda adalah orang yang mulia di mata Tuhan.


 A :     Tentang nilai kepatutan yg baru bpk nasehatkan.. Iya sih pak..
Sebenarnya bukan saya berniat berlomba2, tapi mungkin karena saya ingin sekali bisa tersambung dengan Tuhan tapi gak bisa2.. Tapi betul sekali kata bapak. Mungkin saya belum tulus memuliakan Tuhan..  Saya coba perbaiki lagi sikap batin saya di hadapan Tuhan..

Sejak dengar nasehat bapak tentang kata sia2, saya lebih paham tentang kudusnya Tuhan. Lebih banyak pertimbangan dalam tindakan dan perkataan saya. Lebih mengerti mana tindakan dan perkataan saya yg munafik mana yg tidak.. Yaa walaupun masih sering lepas kontrol juga.. Cuma kadang bingung aja sama kehidupan duniawi ini yang manusia entah dituntut atau hanya ambisi untuk hidup secara duniawi..
Masih butuh nasehat2 dari bapak lagi tentang hidup seperti tulisan Sukma Sejati..
Mohon jangan bosan2 memberikan nasehat sama saya ya pak.. Trims

 J :     Oke
thanks

______



 A :     Pak, mohon pencerahannya lagi..
Barusan baca obrolan 10 yg baru..
Dalam nasehat bapak disitu dan nasehat2 bapak pada saya juga selama ini. Saya ingin bertanya juga untuk mengoreksi diri saya sendiri..

Jika berdoa memohon sesuatu kebutuhan, lalu terkabul, atau berdoa tapi tidak terkabul, bagaimana sikap batin kita agar tidak terjadi pengkultusan kepada Tuhan pak..
Saya masih sulit untuk memahami pengkultusan ini.. Atau lebih baikkah jika kita tidak usah meminta berdoa meminta sesuatu yg duniawi agar tidak menciptakan pengkultusan itu? Cukup dengan usaha kita sendiri, juga kita tidak usahlah berharap yg lebih dari kesanggupan kita sendiri?
Saya menyadari kesalahan saya soal mengejar sensasi2 aja.. Mungkin benar.. 

Apa benar jika pemahaman saya sekarang bilang begini " cukuplah dalam doamu berisi memuliakan Tuhan dengan tulus, tanpa embel2 / pamrih apapun soal penghidupanmu, sama seperti seorang anak ke ayahnya, cukuplah bercerita saja kepada ayahmu tentang masalahmu. Ayahmu juga pasti lebih tahu apa yang kamu perlukan dan butuhkan, jika dianggap yg kamu harapkan bukan sesuatu yg berguna pasti diarahkan ke hal yg berguna. Sama seperti Bapa di sorga. Anak yg baik juga tidak hanya baik di dalam rumah tapi juga baik diluar rumah dan memegang teguh perintah ayahnya. Jadi yg penting dulu adalah bagaimana kita setia dengan tulus tanpa embel2 ".

Maaf jika salah, itu hasil perenungan saya semalam..
Mohon ditambahkan apa yg kurang dalam pemahaman dan kesadaran saya.
Terima kasih


 J :     Pemahaman anda sudah benar begitu.
Mungkin yang baik menurut Tuhan tidak selalu sama dengan yang kita inginkan.
Mungkin yang diberikan Tuhan tidak selalu sama dengan yang kita inginkan.
Jadi kalau ada yg tidak terkabul, ya ... mungkin bukan itu yg menjadi prefer Tuhan
Tapi kalau ada yg terkabul ya memang sebaiknya kita bersyukur dan menggunakannya dengan bijak.

Ada pemberian yang langsung dari Tuhan
Ada juga pemberian Tuhan yang tidak langsung, sifatnya adalah berkatNya yang sudah diberikanNya kepada dunia ini
Jadi semua yg ada dalam kehidupan kita memang harus kita syukuri, jangan malah bermegah diri, dan jangan disalahgunakan untuk kenikmatan sendiri, dan jangan terdorong untuk selalu menuntut.
Kita sendiri perlu juga memberikan timbal balik kepada Tuhan untuk menyukakan hatiNya.
Dan kalau nantinya kita sudah bisa mandiri, atau sudah memiliki lebih, jangan bermegah diri.

Kondisinya bisa dianalogikan seperti kita seorang anak yg tinggal di rumah orang tua kita.
Semua yg sudah ada di rumah kita bukanlah pemberian langsung dari orang tua kpd kita, tetapi adalah apa yg sudah disediakan orang tua untuk kita, kita tinggal menggunakannya saja, tapi jangan kita salahgunakan untuk kenikmatan sendiri, apalagi menjadi tamak rebutan dgn anak yg lain, jangan juga bermegah diri, jangan juga selalu menuntut lebih. Kita sendiri perlu juga memberikan timbal balik kepada orang tua untuk menyukakan hatinya.

Selain itu ada juga pemberian langsung dari orang tua yg khusus untuk kita. Ini harus lebih disyukuri, lebih utama dengan sikap menghargai dan menggunakannya dengan cara2 yang menyukakan hati orang tua,

Dan semua yg diberikan atau yg disediakan orang tua untuk kita, yg menurutnya baik untuk kita mungkin tidak semuanya sama dgn keinginan kita, karena orang tua juga punya kebijaksanaan untuk memberikan yg baik, jangan sampai pemberiannya itu malah nantinya menjerumuskan atau mencelakakan kita. Mungkin itu disebandingkan juga dgn kedewasaan kita menurut pandangannya.
Dan kalau nantinya kita sudah bisa mandiri, jangan bermegah diri, jangan seperti si malin kundang.
Diluar itu, jangan juga kita menyalahgunakan nama orang tua untuk kepentingan2 kita, apalagi untuk tujuan yang tidak baik.

Kalau sudah tersambung dgn Tuhan maka cukup anda bercerita saja tentang keinginan2 anda, harapan, cita2, dsb, atau bertanya tentang masa depan anda. Nantinya akan ada jawabannya. Jangan terlalu banyak menuntut. Sekali2 kita yg memberikan timbal balik.

Mungkin kita tidak sadar bahwa kita tidak pernah bersyukur kepada Tuhan sehingga kita banyak menuntut. Sekalipun mulut kita (atau rasa hati kita) mengucap syukur kepada Tuhan, tapi itu tidak menjadi kesaksian iman kita, sehingga kita akan selalu menuntut lebih. Kemudian kalau ada yang tidak enak kita akan mengumpat. Itu sama saja kita menjadi tanah berpasir yang benih Tuhan tidak bisa tumbuh matang, yang ketika ada tekanan duniawi kemudian benih itu menjadi layu, kita murtad.


 A :     Iya pak.. Semakin jelas pemahaman saya..
Terima kasih pak..


 A :     Pak, mohon nasehatnya..
Gimana ya pak cara / sikap batin kita jika ibadah di gereja yg kadang ga sesuai sama pemahaman kita ?

Gini pak, dari gereja2 yg sering saya ikuti semua alur ibadahnya itu settingan. Malah ada yg pasang layar gede untuk bacaan doa dan lagu2.. Jadi rasanya ibadah saya susah untuk fokus ke atas.. Konsennya jadi ke alur ibadahnya bukan ke atas, susah jelasinnya tapi mudah2 bapak tau maksud saya.

Belum lagi yg tentang khotbah pendeta yg sering menekankan dogma dan pengkultusan, atau ceramah yang hapalan, trus doa2 yang panjang2.. Jadi rasanya ibadah jadi kayak formalitas pak, hambar...
Kadang hal2 kayak gitu yg bikin saya agak malas ke gereja.

Kalo katolik mungkin semua gerejanya alurnya sama dan lebih khusuk tapi kalo protestan ibadah di gereja lain sudah beda lagi tata caranya jadi sulit kadang.. Tapi kata bapak kan harus menghormati hari2 ibadah..

Saya takut merasa benar sendiri dan menyepelekan anak2 Allah yg lain karena mungkin pengertian saya berbeda. Mungkin saya-nya yang salah. Mohon nasehatnya agar saya bisa menyikapi hal tsb dgn benar, terutama posisi batin ini seharusnya gimana kalo ikut ibadah yg alurnya settingan biar bisa fokus ke atas.
Terima kasih


 J :     Kadang2 tuntutan idealisme kita tidak sejalan dgn kondisi di masyarakat, termasuk di gereja.
Mungkin orang lain juga merasakan sama dgn anda.
Dulu saya juga begitu (skrg juga masih sih he he he).
Yang seperti itu memang mbikin malas ke gereja. Tapi kalau sudah sadar tujuannya ke gereja, maka rasa itu akan banyak berkurang.

Sekalipun ada tatacaranya yang tidak sejalan dengan keinginan kita, tapi sebaiknya kita sadar bahwa ke gereja itu bukan hanya untuk beribadah formal, tapi adalah juga sarana kita untuk berkumpul. Kalau jarang berkumpul nantinya kita akan merasa sendirian seperti domba yang keluar dari kawanan.
Kalau ada tatacara sendiri yg diinginkan, itu bisa dilakukan sendiri secara pribadi, atau kapan2 ikut gereja lain yg sesuai dengan keinginan kita.

 A :    
Wah baru kali ini dpt nasehat kalo ke gereja bukan hanya utk beribadah tapi juga utk sarana berkumpul.. Hehehe.. Tapi kadang saya malah agak malas utk ikut perkumpulan gereja atau kegiatan pemuda..
Karena saya melihat banyak yg ke gereja hanya sebagai "kedok". Saya juga sadar diluar saya sering bertindak munafik, tapi keinginan saya ke gereja itu utk benar2 dpt persekutuan iman dan hati.. Saya haus akan hal itu, sulit saya dapat di lingkungan agama saya.. Mungkin cara saya salah, saya akan coba perbaiki. Mohon bimbingannya selalu. Trims

 J :    
Berkumpul itu dalam istilah lama disebut persekutuan orang percaya, dan itu tidak sama dgn peribadatan formal rutinitas. Dimana tempat berkumpulnya tidak menjadi masalah. Tidak harus di gedung gereja.
Dengan teman2 atau saudara2 atau kumpulan keluarga sekepercayaan jika konteks kumpulnya adalah kepercayaan itu juga sudah menjadi persekutuan orang percaya. Disitu kan nanti terasa kepercayaan kita menjadi segar. Dengan begitu nantinya diharapkan tidak ada domba2 yg hilang / terpisah.
Yesus lebih prefer yg seperti itu daripada peribadatan rutinitas yang tidak menambah nilai pada kerohanian para anggotanya (malah Yesus juga banyak mengecam imam2 dan Ahli-Ahli Taurat).

Tentang persekutuan itu silakan dibaca kehidupan keagamaan orang kristen awal.



________



 A :     Pak mohon pencerahannya.
Ada firman "siapa yg mempunyai kepadanya akan diberi dan siapa yg tidak mempunyai kepadanya akan diambil, jg apapun yg ada padanya".
Apa yg dimaksud Yesus dlm mempunyai itu pak ?
Apa yg dipunyai? Iman kah? Atau percaya kah? Atau apa ya pak..?

Terus apa yg dimaksud lahir baru bagi Allah ?
Mohon pencerahannya kembali.
Terima kasih

 J :     Itu penerapan pengertiannya luas, bisa untuk yg bersifat illahi, bisa juga untuk yg bersifat duniawi.
Barangsiapa yg sudah diberi / menerima bekal / karunia, yang mampu menghasilkan buah-buah kepadanya akan ditambahkan / diberikan imbalan lebih / diberikan kepercayaan yang lebih, tapi kepada yg tidak menghasilkan (dan yg tidak melakukan apa2), apapun juga yg ada padanya akan diambil.
Itu terkait juga dgn firman : barangsiapa setia dalam perkara yg kecil, ia akan diikutkan, kepadanya akan diserahkan kepercayaan dan tanggung jawab dalam perkara yg lebih besar lagi.

Yang dimaksud lahir baru bagi Allah ?
Lahir baru menjadi pribadi yg baru.
Lahir baru karena Allah.


________




 A :     Selamat malam pak, barusan baca jawaban bapak dalam hal Olah Roh tentang makanan haram..
Bapak bilang yg tetap dilarang makan darah. Berarti firman Yesus yang " bukan yg masuk ke dalam perut yang menajiskan orang, tapi yang keluar dari mulut" itu tidak mencakup semua peraturan tentang haram / halal makanan dari perjanjian lama ya pak? 
Ya soalnya sudah jadi dogma juga dalam kristen (aliran saya) yg menganggap semua makanan halal, kecuali cara mendapatkan makanannya.. Juga saya orang batak ada makanan khas batak yang campurannya pake darah juga.. Waduh berarti itu salah ya pak.. 

 J :     Coba dinalar dgn hikmat mas.

 A :     Pak soal firman Yesus tentang makanan itu...
Apa benar hikmatnya begini : semuanya (makanan) adalah halal / tidak menajiskan orang untuk dimakan asalkan memang tujuannya benar memenuhi kebutuhan yang wajar (disini sikap batin kitalah yang menentukan), dan khusus tentang darah sejak zaman dulu darah adalah lambang nyawa / hidup dan memang seharusnya tidak pantas / layak jika manusia makan / minum darah dengan sengaja karena itu sama artinya membunuh. Akan tetapi tetap juga sikap batin kita disini yang dinilai, bukan karena apa yg dimakan tapi apa tujuan dan maksudnya. Yang jelas menajiskan orang adalah segala sesuatu yang ada dalam hati yg keluar dari mulut orang, yang itu tidak baik dimata Tuhan.
Mohon koreksinya jika saya salah..

Saya coba mengedepankan hikmah dengan sambil tersambung dengan Tuhan..
Sejujurnya pak, mohon maaf saya masih sulit untuk mengerti Hikmat Tuhan..
Mohon bimbingan selalu.. Terima kasih

 J :     Kira2 jawaban anda sudah benar.

Saya juga suka sangsang, kadang2 makan juga.
Selain memang enak, saya suka bumbu rempah2nya,
tapi jangan itu dijadikan pemuas nafsu makan

Intinya yg dikehendaki Allah adalah supaya kita menjadi manusia yg berkesadaran tinggi, berbudi pekerti tinggi, berkepribadian tinggi, berderajat tinggi, menjadi mahluk yg layak disebut mulia, jangan menonjolkan nafsu kebinatangan atau sifat2 lain yg dibenci Allah yg akan menjadikan kita mahluk rendah di mataNya.

 A :     Hehehe.. Saya malah ga terlalu suka makan sangsang pak kecuali kalo yg masak ibu saya.. Hahaha...
Syukurlah kalo benar, saya masih belajar utk mengenal mana hikmat Tuhan dgn mana yg hikmat dunia pak.. Karena masih dlm batin saya "membaca"nya jadi saya sedikit ragu utk membedakannya..
Terima kasih pak.


 A :     Pak mohon pencerahannya..
Apa benar surat2 rasul paulus sebagian besar berisi penjabaran Hikmat Tuhan dari apa yang dikehendaki Yesus dalam tujuan pembaharuanNya ?
Karena jika dicermati dengan nalar manusia memang sulit sekali untuk dimengerti pesan2 rasul paulus, bahkan bisa menimbulkan kesalahpahaman yang besar. Tapi kalo dicermati dengan mengedepankan Roh Hikmat (tentunya saya masih belajar) apa yang disampaikan rasul paulus sangat dalam pengertiannya. Dan menurut saya sangat persis seperti yg kira2 bapak ajarkan. 

Tapi kalo dipikir2 pak, kan tidak semua orang mampu menumbuhkan Hikmat Tuhan untuk mencerna Firman2 Tuhan (termasuk saya) yg ini mungkin bisa menimbulkan kesemrawutan dalam hal berkeyakinan. Sedangkan kita tidak boleh menghakimi orang lain (karena Yesus juga mati untuk menebus orang itu), sikap seperti apa pak yg baik kita lakukan jika menurut kita ada yg salah dlm pengertian saudara yg lain? Apakah dibiarkan saja, karena memang kita sendiri (dalam hal ini saya) belum tentu benar...
Sampai sekarang saya masih belajar memahami persekutuan hati juga pak.. 


 J :     Mengenai Hikmat Tuhan di dalam masing2 orang, termasuk Rasul2 Yesus, sebenarnya kita tidak bisa
menyamaratakannya sebagai sama, atau meninggikan atau malah mengecilkan salah satu orang, karena semua hikmat yg diterima oleh seseorang akhirnya akan bermuara menjadi berkombinasi dengan sikap berpikir dan sikap penerimaan orangnya itu sendiri.

Tentang hikmat yg diterimanya, mungkin orang2 yg sederhana berpikirnya akan berbeda pemikiran dan penerimaannya, juga penyampaiannya, dibanding orang yg lebih cerdas dan luas berpikirnya.

Orang yg lama berada di lingkungan bangsa Israel seperti Rasul Petrus mungkin akan berbeda sikap berpikir dan ucapannya dibanding Rasul Paulus yg sudah lama berada di lingkungan orang2 Romawi.

Dan hikmat yang diberikan Tuhan kepada masing2 orang mungkin tidak sama, tergantung juga pada keperluan Tuhan dengan orang itu.

Ditambah lagi apa saja hikmat yg diterima seseorang dari Tuhan mungkin tidak sama dgn orang lainnya, karena semuanya tergantung juga dengan apa saja aktivitas orangnya (dan interestnya).

Misalnya Rasul Petrus yg lebih fokus pada pengajaran, mungkin ia lebih fokus pada hal2 yg terkait dengan ajaran dan nasehat.
Rasul Paulus yg berada di lingkungan terbatas di dalam penjara / pengasingan mungkin punya banyak waktu untuk merenung dan mendekatkan diri kepada Tuhan dan kegaibanNya.

Begitu juga dengan kita sendiri, akan tidak sama hikmatnya satu dengan lainnya, banyak bergantung pada aktivitas dan interest kita dan penerimaan kita sendiri, apalagi dibanding orang2 yang tidak membuka diri pada hikmat.


_____





 A :     Pak saya nemu situs ini waktu gogling soal kebatinan http: ............
Apa benar seperti ini paham ketuhanan yg dianut syekh siti jenar dulu ?
Ingin tahu untuk nambah wawasan aja pak tentang paham ketuhanan lain yg ada..
Trims

 J :     Dulu saya juga pernah membaca beberapa buku tentang pernyataan Syech Siti Jenar tentang ajarannya
Manunggaling Kawula Lan Gusti ketika ia didakwa sesat oleh para Wali. Buku2 itu (katanya) adalah versi keraton Cirebon, Solo dan Yogyakarta. Tapi semua buku itu isinya tidak persis sama, isinya senada tapi tidak persis sama. Padahal kalau bercerita tentang kejadian ketika beliau didakwa itu seharusnya isinya sama, perkataan Syech Siti Jenar seharusnya sama, karena kejadiannya juga sama, bukan kejadian yg berbeda2. Tapi ternyata isi di dalam buku2 itu tidak sama satu dengan lainnya. Mana yang benar ?
Mana ajaran Manunggaling Kawula Lan Gusti Syech Siti Jenar yang benar ?

Mungkin pandangan saya tentang Syech Siti Jenar berbeda dengan pandangan banyak orang jaman sekarang. Pandangan saya tentang beliau didasarkan pada pengenalan saya pribadi terhadap sosok pribadi beliau, bukan mengekor pada apa yg sudah banyak dituliskan / dikatakan orang tentang beliau yang kebanyakan keliru dan sifatnya pengkultusan (ada juga yg fitnah).

Pada jaman dulu ada konsep pandangan keagamaan tentang Allah dan manusia yang berkembang di kalangan tasawuf dan kesufian. Dalam pandangan itu manusia yg sudah mendalam mengenal Allah dan sifat2 Allah, maka Allah menyatu, berdiam di dalam orang itu, Allah ada di dalam orang itu, Allah menjadi satu kesatuan dengan orang itu, bahkan dikatakan Allah lebih dekat daripada urat lehernya sendiri, sehingga kemudian orang itu memiliki kuasa tertentu di dalam perbuatan2nya. Dikatakan juga sifat2 Allah ada di dalam dirinya sehingga ia dimuliakan oleh para pengikutnya. (Pemahaman itu pada beberapa kalangan mewujud menjadi ilmu gaib yg menyebut2 asma Allah seolah2 kemampuannya itu asli berasal dari Allah dan orangnya disebut berkaromah).

Pandangan keagamaan di atas banyak berkembang di kalangan kesufian di dunia Arab sana (Timur Tengah), sudah banyak orang2 sufi yg berpandangan begitu dihukum mati karena dianggap sesat menyamakan dirinya dengan Allah.

Para Wali berpendapat bahwa pemikiran Syech Siti Jenar sama dengan pandangan kesufian di atas bahwa Allah menyatu dgn manusia, Allah tinggal di dalam diri manusia, atau
Allah menjadi satu dgn manusia sehingga manusia (Syeh Siti Jenar) menjadi sama dgn Allah, sehingga dengan demikian Syech Siti Jenar dianggap sudah sesat dan harus dihukum mati, walaupun sebenarnya pandangan Syech Siti Jenar tidak persis begitu.


Padahal pandangan Syeh Siti Jenar tidak persis seperti itu. Sesudah beliau bertemu dengan Ki Ageng Pengging, sesudah banyak bertukar pikiran, pandangan beliau menjadi sama dengan pandangan orang jawa saat itu yg memandang bahwa Allah dan manusia adalah terpisah, bahwa Allah ada di atas sana dan manusia ada di bawah, di bumi. Manusia harus datang menghadap kepada Tuhan di atas sana, manusia harus menyelaraskan sifat2nya dan jalan kehidupannya supaya nantinya dapat diterima menyatu kembali dengan Tuhan. Allah dan manusia terpisah, tetapi kuasa Allah dapat diberikan kepada manusia yang lurus menyelaraskan dirinya dengan Allah.

Itulah juga sebabnya ia katakan bahwa hidup manusia di dunia ini adalah fana, hanya sementara saja ibarat mampir ngumbe thok, sedangkan hidup yg sejati adalah nanti sesudah manusia menyatu bersama Allah. Itulah surga yg sesungguhnya, yg manusia akan benar2 hidup sesudah bersama Allah.
Sedangkan hidup manusia di bumi ibaratnya seperti hidupnya orang2 mati yg harus hidup dgn memenuhi kebutuhan biologisnya, yang jika itu tidak mampu dipenuhi maka itu sama dengan hidup di dalam neraka bagi yang hidupnya susah banyak beban.

Pada dasarnya pandangan Syech Siti Jenar saat itu sama dengan pandangan orang2 jawa saat itu, karena pandangannya itu adalah pencerahan yg didapatnya sesudah menekuni pemahaman kebatinan ketuhanan bersama Ki Ageng Pengging, hanya saja ibadahnya menghadap ke Kabah, sedangkan orang2 jawa saat itu kebanyakan menghadapnya ke timur.

Pada jaman sekarang ini banyak orang yang menuliskan pemikiran Syech Siti Jenar sama dengan pemikiran yg berkembang di kalangan kesufian seperti disebut di atas, padahal aslinya tidak begitu. Mungkin kalau mereka lebih dekat mengenal aslinya sosok dan kepribadian Syech Siti Jenar mereka akan
menjadi lebih mengerti ceritanya yg sebenarnya.



_____




 A
:    
Selamat malam pak, mohon maaf saya sering2 mengganggu dan tanya..
Pak, perbuatan nyata seperti apa untuk belajar mencari tahu benar / tidaknya ketersambungan kita dengan Tuhan ? 

Saya banyak membaca2 jawaban bapak ke teman2 lain tentang sensasi2 kita sendiri yg merasa dekat dan merasa tersambung. Saya ga mau hanya merasakan sensasi pak, saya ingin belajar terus agar cara / fokus batin saya benar sampai ke Tuhan tujuan saya.. Mohon nasehatnya pak..

Terima kasih


 J :     Untuk benar2 tahu apakah diri kita sudah tersambung dgn Tuhan itu adalah pengetahuan gaib tingkat
tinggi, tapi dari membaca tulisan2 saya yg bahasanya sederhana mungkin anda menjadi tidak menyadari sepenuhnya bahwa itu adalah sesuatu yg tinggi. Mengerti dengan benar tentang kegaiban duniawi saja belum tentu orang menguasainya, apalagi tentang sesuatu yg illahi.

Pengetahuan tentang Tuhan itu sendiri adalah pengetahuan gaib tingkat tinggi, sulit mencapainya. Apalagi kalau "Sosok" Tuhan yg dituju itu juga kita belum tahu pasti.

Selama ini di mata orang Tuhan adalah sesuatu yang mengawang2, sehingga sulit untuk orang datang kepada Tuhan, karena tujuannya kepada Tuhan yang mana juga tidak jelas. Karena itu orang akan terdorong menciptakan banyak dogma dan pengkultusan tentang Tuhan seolah2 mereka tahu Tuhan. Bahkan ada yg mengajarkan wiridan2 doa dan amalan2 doa seolah2 itu benar2 bisa mengantarkan orang tersambung / menyatu dgn Tuhan, padahal orang yg menciptakan ajarannya itu sendiri belum tentu sudah tersambung / menyatu dgn Tuhan, Tuhan yg harus mereka tuju juga belum tentu mereka tahu.

Jadi harus anda sadari bahwa mungkin tidak mudah untuk anda mengetahui itu, bahkan orang2 jaman dulu yang sudah bertahun2, bahkan berpuluh2 tahun kemana2 mencari Tuhan juga tidak semuanya berhasil dalam pencariannya itu.

Faktor terbesar kesulitannya adalah Tuhan itu sendiri, orang belum tahu Tuhan yg mereka tuju, waktunya habis untuk mencari Tuhan dan kesejatianNya, sehingga menyulitkannya untuk tersambung dengan Tuhan yang benar.

Tapi sebenarnya tidak terlalu sulit kalau kita sudah tahu Tuhan yang mana yang kita tuju dan kita melakukannya dgn cara kebatinan ketuhanan. Jadi yg harus kita lakukan adalah menetapkan Tuhannya dulu, Tuhan yg mana yg menjadi tujuan kita, sesudahnya barulah kita berusaha untuk tersambung denganNya. Dengan cara kebatinan, tersambung dengan Tuhan tidaklah sulit, kalau Tuhan berkenan, hanya saja mungkin pengetahuannya itu sendiri apakah benar kita sudah tersambung dengan Tuhan, tidak bisa kita kuasai dalam waktu singkat, kecuali Tuhan sendiri membukakannya kpd kita.

Jadi dengan cara kebatinan mungkin tidak sulit untuk anda tersambung dengan Tuhan, karena anda sudah tahu Tuhan yg anda tuju, tapi pengetahuannya itu sendiri, untuk anda benar2 tahu apakah diri anda sudah tersambung dengan Tuhan diperlukan laku yg lebih dan hikmat yg dari Tuhan.


 A :     Sebelumnya terima kasih sekali atas nasehat dan penjelasan bpk, sangat kena di hati saya.
Terkadang saya bingung pak, saya merasa bahwa perkataan dan nasehat2 bapak terutama tentang keTuhanan bukan berasal dari diri seorang manusia saja tapi dari sesuatu yg lebih tinggi dari manusia, dan saya beruntung bisa bertemu bapak.

Tapi juga saya ingat nasehat bapak dulu yg bilang "jangan sampai kamu disesatkan karena pikiranmu sendiri".

Waktu itu saya bilang ke bapak kalo bapak sudah mengenal dan tersambung dengan Tuhan.
Jadi kadang saya merasa ada sesuatu yg tinggi dari bapak dan nasehat bapak tapi saya juga terkadang takut menerjemahkan itu.. Maaf jika ada yg salah dlm pengertian saya sekarang karena saya juga masih bodoh pak.. Saya ga tau harus ngomong apa, semoga saja saya bisa mengerti dengan benar nasehat bapak dan menjalankannya.. Sekali lagi saya beruntung bisa bertemu bapak bisa belajar mengenal Tuhan.

Soal gaib2 yg ikut saya, sejak awal saya tidak mencari khodam, meskipun pada awalnya ketemu bapak saya mencari sesuatu yg gaib untuk dapatkan keinginan saya. Tapi berhubung sekarang banyak gaib yg datang sendiri ke saya yg saya sendiri ga tau tujuannya apa mungkin saya akan lebih membuka diri lagi belajar kegaiban biar bisa memilih dan berbuat lebih..

Untuk sekarang gimana ya pak untuk memilah dari mereka yang kurang baik sifatnya untuk saya suruh pergi ? Apa saya sugestikan ke sedulur papat aja untuk memilah mereka ?  Karena saya rasa ada juga kok yang baik dan sering bantu saya lewat mimpi dan ilham..

Terima kasih


 J :     Tentang diri saya seperti apa, tidak perlu anda pikirkan.
Yang penting adalah kalau ada yang positif dari saya sebaiknya itu anda manfaatkan untuk membangun sisi positif pada diri anda.

Mengenai gaib2 di rumah anda ....
Pada jaman dulu orang2 israel dan orang2 kristiani pada umumnya memang dilarang untuk berhubungan dengan sesuatu yang gaib supaya mereka tidak berpaling kepada roh2 duniawi.
Tapi untuk sekarang ini ada baiknya anda belajar tentang itu untuk tujuan membangun pengertian untuk bisa membedakan roh2 jahat dan penyesat dengan roh2 duniawi biasa. Jangan semuanya dianggap roh2 jahat dan penyesat dan jangan semuanya disamakan sebagai setan dan iblis, karena memang tidak semuanya begitu.

Untuk sekarang ini, kalau anda ingin memisahkan gaib2 yang baik dengan yang tidak baik, cukup anda konsentrasi kontak rasa kepada semua gaib2 di rumah anda, sampaikan kriteria2 anda tentang yang negatif yang tidak anda inginkan, kemudian sampaikan kepada mereka supaya jika ada di antara mereka yang masuk dalam kriteria negatif anda itu supaya pergi tidak tinggal di rumah anda.


 A :     Iya pak nanti malam saya coba ngusir yang tidak baik dari rumah.


 A :     Apa tanda bagi orang awam agar tahu doanya benar tersambung kpd Tuhan ?
Apa sebenarnya keingintahuan bahwa doanya benar tersambung itu tidak patut pak?
Lalu gimana caranya untuk tahu posisinya kita benar berdoa secara roh ?
Trus bagaimana pak cara atau sikap kita untuk menjaga ketersambungan kita dengan Tuhan dan mengurangi jarak kebatinan antara kita dengan Tuhan itu gimana ya pak ?
Maaf selalu merepotkan bapak
Terima kasih..


 J :     Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya bahwa untuk benar2 tahu apakah diri kita sudah
tersambung dgn Tuhan itu adalah pengetahuan gaib tingkat tinggi.
Mengerti dengan benar tentang kegaiban duniawi saja belum tentu orang menguasainya, apalagi tentang sesuatu yg illahi.

Allah itu gaib.
Segala sesuatu yg berhubungan dengan ke-Allah-an sifatnya gaib.
Diperlukan hikmat yang dari Tuhan untuk mengerti kegaiban Tuhan.

Tapi sebenarnya tidak sulit untuk anda mengetahui itu, karena Tuhan sudah memberikan hikmat itu kepada anda, anda saja yang tidak mau menggalinya.

Yang sering anda lupakan adalah tentang penghayatan di dalam anda berketuhanan,

Anda menginginkan suatu tanda yang nyata yang bisa anda rasakan atau yang bisa anda ketahui, sehingga anda tidak menyadari sepenuhnya bahwa Allah itu gaib,
Dan jika anda ingin mengetahui segala sesuatu tentang ketersambungan anda dengan Tuhan, itu harus dilakukan dengan penghayatan pada hubungan anda yang pribadi dengan Tuhan.

Ibaratnya seperti anda dengan pacar anda, apakah benar ada ketersambungan antara anda dengan pacar anda itu hanya anda dan pacar anda yg tahu, karena sifatnya adalah hubungan yg pribadi antara anda dengan pacar anda itu. Ketersambungan ini seharusnya bukanlah sebatas adanya komunikasi yg intens, tetapi lebih dari itu, harus ada penghayatan atas hubungan anda dari hati ke hati.
Kalau benar ada ketersambungan seharusnya anda dan pacar anda bisa merasakannya.
Tapi ketersambungan itu bisa berkurang intensitasnya karena adanya kesibukan masing2 pribadi atau malah putus karena ada salah satu pihak yg berpaling.

Begitu juga dengan Tuhan, apakah benar ada ketersambungan antara anda dengan Tuhan seharusnya anda bisa merasakannya, karena sifatnya adalah hubungan yg pribadi antara anda dengan Tuhan. Ketersambungan ini bukanlah sebatas adanya komunikasi yg intens, tetapi lebih dari itu, harus ada penghayatan atas hubungan anda dengan Tuhan.
Kalau benar ada ketersambungan seharusnya anda bisa merasakannya.
Tapi ketersambungan itu bisa saja berkurang intensitasnya karena anda sibuk dengan urusan pibadi, atau malah putus karena anda berpaling dari Tuhan, atau justru Tuhan yang berpaling dari anda.

Untuk langkah awalnya adalah anda menghayati laku anda berketuhanan.
Dalam semua doa dan ibadah anda fokus batin kepada Pribadi2 yang menjadi Tuhan sehingga lebih jelas kepada Tuhan yg mana anda akan tersambung. Selama anda melakukannya anda hayati hubungan anda dengan Tuhan itu apakah benar laku anda itu "nyambung" dengan Tuhan.
Selebihnya tinggal anda menjaga ketersambungan anda dengan Tuhan yg anda sudah tersambung.


_____



 A :     Selamat malam pak,
Semalam waktu baca alkitab dapat firman Yesus yang mengena di hati saya di :

Yoh 20:19 : Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.

Saya mohon pengertiannya..
Apa hikmat yang benar dalam firman ini, dan sejauhmana kita boleh berkeinginan untuk tahu sejatinya kebenaran Tuhan..
Saya merasa "disentil" oleh firman ini, karena memang sering saya berdoa agar diberi pengetahuan yang benar tentang Tuhan dan diperbolehkan mendengar suaraNya langsung..
Mohon bapak berkenan membimbing dan menasehati saya lagi.
Terima kasih..


 J :     Sebenarnya itu adalah tentang orang2 Israel dulu. Pada waktu itu ada banyak pertentangan di kalangan
bangsa Israel mengenai siapa Yesus sesungguhnya, apakah ia seorang Nabi ataukah benar seorang Anak Allah, dan mengenai darimana asalnya Kuasa yang dilakukan oleh Yesus, apakah itu adalah Kuasa yang diterimaNya dari Allah ataukah sama dengan kuasa yang dilakukan oleh ahli / tukang sihir.

Pengetahuan tentang Yesus dan Tuhan adalah pengetahuan gaib yang terlalu tinggi untuk manusia bisa mengetahuinya, termasuk pada jaman sekarang ini, sehingga tentang itu banyak orang sudah disesatkan oleh banyaknya nabi2 palsu dan oleh orang2 yang salah dalam mengartikan agama.

Untuk percaya kepada Tuhan dan keberadaanNya orang harus bisa melihat "Sosok" Tuhan.
Untuk percaya kepada Yesus dan ke-Anak Allah-anNya orang harus bisa melihat Yesus dan kemuliaan Allah di dalam diriNya.
 
Walaupun banyak orang menuntut adanya pembuktian tentang itu, ingin bisa melihat sendiri sebagai bukti bahwa Tuhan Allah sungguh2 ada dan bahwa Yesus adalah Anak Allah, tapi tidak ada orang yang mampu membuktikannya sendiri. Itu terlalu tinggi untuk semua orang.

Karena itu pada jaman itu, termasuk pada jaman sekarang ini, tidak banyak orang yang sungguh2 tahu siapa Yesus sebenarnya. Orang tidak bisa melihat Allah dan tidak bisa melihat ke-Allah-an di dalam Yesus. Orang tidak bisa melihat kemuliaan Allah di dalam diriNya..
Orang hanya bisa percaya atau tidak saja kepada Yesus dan semua perkataanNya.
Karena itu Yesus memberi pernyataan : Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya kepadaNya, karena semuanya itu tidak akan sia-sia.

Firman itu bisa menjadi nasehat untuk kita sekarang ini, yaitu untuk kita tidak berkeras dengan pemikiran kita sendiri. Pemikiran manusia tidak akan bisa menjangkau Tuhan. Apalagi mengenai kegaibanNya dan pekerjaan2Nya. Karena itu kita harus belajar mengedepankan hikmat yang dari Tuhan atas sesuatu yang bersifat ketuhanan dan ke-Allah-an, jangan menyombongkan nalar dan logika.

 A :     Pak, jangan bosan2 ya pak ngajarin saya.. Saya ingin belajar terus biar bisa benar pak..
Minta maaf kalo ada perbuatan atau ucapan saya yg kurang berkenan.
Terima kasih


________



 A :     
Pak, bagaimana pak sebenarnya sikap kita terhadap kemampuan kita sendiri, terhadap bantuan pihak lain (manusia dan roh halus duniawi) agar tidak keluar dari sikap pengandalan kita terhadap Tuhan?
Kalo saya renung2kan, seringkali sifat2 munafik timbul dari dogma "pengandalan kepada Tuhan", entah karena manusia lupa dengan siapa dia, atau juga karena memang manusia mudah sekali bermegah diri, semoga bapak paham maksud saya. Mohon nasehatnya tentang hal ini..
Sebenarnya udah lama pengin tanya ini ke bapak, tapi saya takut sendiri ke bapak.. Hehehe..
Terima kasih banyak ya pak..

 J :     Pengandalan kepada Tuhan .....
Susah memang menguraikannya ya mas, masalahnya complicated.
Selain kita sendiri sulit memahaminya, juga karena ada banyak dogma pengkultusan dan sikap munafik yang itu ditularkan dari satu orang ke orang lain sehingga pemahaman dan sikap kita juga menjadi terpengaruh.

Untuk menjelaskannya, untuk kita paham bagaimana menghindari diri kita terjebak dalam masalah menduakan Tuhan dan menduakan pengandalan kepada Tuhan minimal ada implementasinya yang kita lakukan sehari2 :
1. Sikap perbuatan kita sehari2.
2. Sikap batin kita pada pengandalan Tuhan.

Dalam kehidupan kita yang duniawi, kita memang akan melakukan daya upaya duniawi juga untuk keperluan itu. Tapi ada banyak firman Tuhan yg seharusnya itu tetap dilaksanakan, untuk membatasi apa saja perbuatan kita yg boleh dan tidak, jangan diabaikan, jangan sampai kehidupan dan tekanan duniawi membuat kita menjadi mahluk duniawi yg sudah hilang sisi illahinya di mata Tuhan.

Begitu juga dalam hal kita berupaya mencukupi kebutuhan hidup kita atau dalam rangka mengejar hasrat dan keinginan, jangan sampai kita terlalu fokus pada cara2 duniawi saja, tidak menghadirkan Tuhan dalam kehidupan kita.

Seharusnya ketersambungan dan pengandalan kita kepada Tuhan dinomorsatukan, yang itu akan menjadi berkat yg melapangkan jalan hidup kita, sedangkan daya upaya duniawi adalah sebagai tambahan upaya untuk mengarahkan kita pada tujuan perbuatan2 kita. Kalau kita hanya mengedepankan duniawi saja, nantinya kita akan terjebak menjadi mahluk duniawi yang penuh dengan kekhawatiran, kegalauan, atau malah terlena dalam kenikmatan dan kemegahan duniawi.

Sebaiknya segala sesuatu tentang Tuhan jangan hanya menjadi dogma saja, atau hanya manis di bibir saja, atau hanya mengukur keimanan dari sisi kerajinan ibadah formal saja, tapi dalam kesehariannya kita tidak menghadirkan Tuhan dalam hidup kita. Kalau kita seperti itu, nantinya kita akan menjadi orang munafik.

Minimal dalam kehidupan kita yang duniawi ini kita selalu menjaga kekudusan sisi lain diri kita yang illahi kalau kita ingin menjadi mahluk yang berderajat tinggi di mata Tuhan.

Itu juga berlaku dalam hal kita meminta bantuan mahluk halus.
Seharusnya kita sendiri sudah menyambungkan diri kepada Tuhan, sudah menghadirkan Tuhan dalam perbuatan2 kita, yang itu seharusnya menjadi kemampuan kita atas kuasa terhadap roh2 duniawi lain, sedangkan bantuan khodam dan mahluk2 halus lain hanyalah tambahan saja, jangan dinomorsatukan bantuannya.
Tapi kalau kita sendiri memang merasa benar2 menjadi mahluk duniawi yang terbatas kemampuannya, tidak berdaya menghadapi roh2 duniawi .... ya apa boleh buat.

 A :     Iya, terima kasih pak.
Ternyata rumit juga ya pak implementasi dan pengertian tentang pengandalan kepada Tuhan ini..
Sebelumnya saya sudah belajar mengerti sikap dan pengertian itu dengan membaca cerita2 tentang nabi / orang yang disukai Tuhan dalam perjanjian lama. Dan saya juga belum bisa dapat pemahaman yang pas.

Karena kalo yg saya tangkap tentang orang2 yg disukai Tuhan, kebanyakan mereka bukanlah orang yang suci / bersih dari dosa, juga bukan orang yg benar2 lepas dari duniawinya, tapi memang orang2 itu benar2 mencondongkan hati dan batinnya pada kecintaannya kpd Tuhan. Yang sampai dimana saya paham, kalo memang Dia memberi karunia kpd siapa yg dikehendaki dan mengasihi siapa yg ingin Dia kasihi. Manusia hanya debu kecil yg hanya harus berusaha untuk tidak melupakan dan mendengar Pembuat-nya. Dan dimata saya sekarang, tidak ada kebahagiaan lain yg lebih dari perhatian kasih Tuhan kepada manusia. Itulah sebenarnya yang ingin disampaikan murid2 Yesus dalam hal "Tuhan benar2 sangat mengasihi manusia", semua manusia dikasihi Tuhan karena semua manusia diberi kesempatan untuk kembali kepada Tuhan dengan jalan percaya kepada Yesus yang sudah disediakan Tuhan untuk Pintu dan Jalan menuju Bapa. 

Jadi menjalar ya pak bahasannya.. Jadi dalam sikap pengandalan diri kpd Tuhan yg penting adalah sikap batin kita sendiri ya pak, juga jika kita melakukan sesuatu yg berkaitan dgn keduniawian kita sebaiknya upaya2 yg kita jalani harus yg tidak bertentangan dengan nilai kepatutan dan perintah Tuhan..
Jika ada yg salah selama pengertian saya mohon diajari lagi ya pak.. Saya ingin belajar terus untuk selaras dengan kehendak Tuhan pak, meskipun sekarang masih jauh sekali..
Terima kasih dan maaf mengganggu.

 J :     Yang diinginkan Tuhan bukanlah orang2 yang bersih dari dosa, tetapi adalah orang2 yang mampu
melakukan perbuatan2 nyata sebagai kesaksian imannya kepada Tuhan, yang mampu berbuat nyata menghasilkan buah2 kepercayaannya kepada Tuhan. Kalau Tuhan berkenan kepada seseorang, dosa2nya akan diabaikanNya.

 J :     Memang sikap batin kita sendiri itulah yg paling penting, karena semuanya berawal dari sikap batin kita
sendiri.
thanks

 A :     Iya pak..
Terima kasih banyak.. 


______



 A :    
Pak dalam ayat ini, Yoh 8:50 : "Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku: ada Satu yang mencarinya dan Dia juga yang menghakimi".
Apa yg dimaksud Tuhan Yesus dalam ayat itu menunjuk pada "Sosok ke empat"?

Dan pak, mohon bapak lihat, apa Roh Kudus yang di kepala saya sekarang aktif memberikan ide / ilham / nasehat ?  Beberapa kali baca alkitab akhir2 ini, rasanya sering langsung terjawab "Hikmat" yang ada dalam firman itu. Maaf pak bukan bermaksud apa2, hanya sekali lagi saya ingin mengenal sumber2 ilham yang ada di pikiran saya, agar tidak jadi salah paham dalam saya menyikapi..
Terima kasih pak

 J :    
Yohanes : 8 : 49-50
Jawab Yesus : "............., tetapi Aku menghormati Bapa-Ku dan kamu tidak menghormati Aku. Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku: ada Satu yang mencarinya dan Dia juga yang menghakimi ".


Ucapan Rasul Petrus sesaat sesudah dirinya kepenuhan Roh Kudus :
Kitab Para Rasul 2 : 29-36 :

" Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini. Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas tahtaNya.

Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.

Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.
Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini. Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata : Tuhan telah berfirman kepada Tuanku : Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.

Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."


Lihatlah bagaimana Allah memuliakan Dia :
Mazmur Daud : 110:1 :
"Demikianlah firman TUHAN kepada Tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhMu menjadi tumpuan kakiMu."

Sekalipun Yesus memiliki kemuliaan sendiri yang diterimaNya dari Bapa, tetapi Ia tidak mencari hormat untuk diriNya sendiri, tetapi nanti akan ada orang lain yang mencarikannya untuk Dia (mencarikan kehormatan untuk Yesus) dan Dia juga yang menghakimi (menghakimi yang tidak menghormati Yesus).

Sebaiknya dinalar dengan hikmat karena ini adalah rahasia besar pekerjaan Allah yang tidak semua orang tahu dan mengimaninya.


Soal Roh Kudus itu .... hanya anda saja yang tahu,
karena kejadian kesehariannya kan hanya anda saja yang tahu.
Ditangkap saja bisikan ilhamnya, dimengerti, dinalar benar-tidaknya.



________




 A :     Pak, kalo mimpi pindah rumah itu artinya biasanya apa ya pak?
Saya ada beberapa kali mimpi pindah rumah, terakhir semalam.
Tapi yg semalam ini puanjang sekali ceritanya, kayak sinetron. Hehehe.. 

Kalo misal saya manggil gaib yg kenal saya untuk bantu ngusir gaib negatif yg datang itu perlu sesaji ga pak?

Trims

 J :     Sesaji itu hanya untuk penghormatan saja, jangan dianggap sebagai persembahan.
Sebenarnya sih tidak perlu. Pagaran anda bisa menciptakan bala tentara malaikat jika diperlukan.
thanks

 A :     Iya pak, saya juga berpikir hanya untuk imbalan saja, seperti kita mentraktir teman kopi kalo kita ajak
main. Tapi belum saya lakuin kok pak, soalnya ini tadi dari kerja ada gaib negatif yg datang, saya usir, datang lagi kawannya padahal saya lagi repot jadi ga konsen kerjanya.
Ini juga sekarang lagi mendalami tulisan2 bapak ada lagi yg ganggu.. Jadi ga konsen.. Tapi sudah saya bersihkan.. Saya coba pake cara buat pagaran hidup seperti roh, dan siap membalikkan serangan dari sumbernya. Lalu jari telunjuk saya sugestikan keluar jarum laser hidup yg bisa mencari sendiri gaib negatif yang datang meskipun belum nyerang. Lumayan lah ga bikin capek.. Hehehe.. Tapi tetep aja ada yang ganggu..
Terima kasih pak

 A :     Maaf pak, saya baru ngeh dgn jawaban bapak, pagaran saya bisa menciptakan bala tentara malaikat ?
Apa tidak terlalu berlebihan buat saya pak ?
Maksud saya, apa tidak terlalu lancang hal itu saya lakukan ?
Atau saya yg salah tangkap pak ?
Terima kasih. 

 J :     Itu adalah kebesaran dan kemuliaan Tuhan yg dinyatakan kepadamu.
Jadikanlah itu sebagai pemahaman anda untuk memuliakan Tuhan.
Dan atas segala sesuatu perbuatan yg terkait dengan itu lakukanlah untuk memuliakan Tuhan, jangan untuk memuliakan diri sendiri.

 A :     Terima kasih pak,
semoga saya mampu untuk menjaganya dan menumbuhkan buah2 karunia Tuhan itu pak. 


 A :    
Mau tanya lagi ya pak, bagaimana pendapat bapak tentang persembahan persepuluhan pak ?

Untuk fenomena bahasa Roh itu sebenarnya gimana pak?  Seperti yg pertama kali dulu murid2 Yesus kepenuhan Roh Kudus, trus juga yg terjadi di salah satu aliran gereja kristen yg mungkin identik dengan adanya bahasa Roh dalam tiap ibadahnya yg kadang terkesan dibuat2.

Dulu ibu saya pernah secara ga sengaja mendengar nenek saya berdoa sendirian dengan bahasa Roh, tapi waktu selesai doa ibu saya tanya ngomong apa tadi waktu doa tapi nenek saya merasa ya ngomong bahasa batak.. Menurut yg bapak tau fenomena bahasa Roh itu sebenarnya gimana pak?
Terima kasih


 J :     Persembahan persepuluhan itu dijalankan saja. Itu tetap berlaku.
Saya sendiri masih menjalankannya.
Itu juga berguna untuk mengukur diri kita sendiri apakah kita tamak atau tidak, bersyukur atau tidak.
Sebenarnya tidak masalah kita kaya atau mengejar kekayaan, yang harus dihindari adalah sikap tamak.

Fenomena ketika pertama kali dulu murid2 Yesus kepenuhan Roh Kudus mungkin sama dengan orang2 yang pertama kali mendapatkan hikmat "Pencerahan".
Kelihatannya tidak sama dengan yang sekarang ada di pendeta2 karismatik.
Tapi tentang pendeta2 itu saya belum bisa berkomentar, karena saya tidak pernah memeriksanya dengan seksama.

thanks


 A :     Tentang persepuluhan, hari minggu kemarin saya sempat bergumul dalam batin tentang itu,
Tapi akhirnya saya sadar, kalo seharusnya persembahan kepada Tuhan adalah semua yg kita miliki, apapun itu. Jadi bukan berhenti pada "hitung2an" materi atau keperluan. Dan segala keberanian untuk "kekurangan" juga termasuk bentuk pernyataan iman kita kpd Tuhan.
Meskipun kemaren minggu saya jadi memberi persepuluhan tapi saya malu sama Tuhan karena sempat bergumul dalam hati tentang itu, saya malu karena masih berat ke dunia saya..

Untuk soal bahasa Roh dlm ibadah aliran kharismatik dan yg dialami alm nenek saya (aliran pantekosta) hanya sekedar ingin tau saja pak, apa fenomena tersebut sebenarnya gimana, karena memang banyak terjadi pertentangan..

Terima kasih


 J :     Tentang persepuluhan, saya juga dulunya enggan menjalankannya.
Tapi sesudah saya jalankan, saya sisihkan setiap menerima gaji dan saya bayarkan, rasanya tidak ada beban.

Lagipula kalau dinalar, jumlah segitu sangat kecil, hanya sepersepuluh. Buat jajan dan beli rokok juga habis. Jadi kalau saya masih berat menjalankannya berarti saya masih lemah dalam rasa berketuhanan.
Sesudah menjalankan itu juga rasanya tidak berat untuk memberi kpd orang lain yg sedang membutuhkan (walaupun jadinya gak punya tabungan he he he).
Tapi saya percaya bahwa persembahan saya itu tidak akan sia-sia.
Saya percaya Tuhan akan memperhatikannya.

Mengenai bahasa roh pada pendeta2 itu memang dulu sempat terpikir bhw itu hanyalah luapan rasa saja, semacam rasa terharu, gembira, atau apalah semacam itu. Tapi memang saya belum bisa berkomentar banyak, karena saya belum pernah memeriksanya dengan seksama. Sebaiknya juga jangan terlalu dipikirkan.

 A :     Nasehat bapak tentang persepuluhan ini sangat persis dengan nasehat yang saya terima dari batin saya
kemaren, mungkin itu nasehat dari Roh Kudus kpd saya langsung, dan yg saya syukuri sekali, saat2 ini saya semakin mengerti perbedaan rasa keagamaan dengan rasa keTuhanan,


 A :     Pak, maaf saya ingin tanya lagi..
mungkin ada evaluasi dari bapak tentang perkembangan kedegilan saya yg dulu pernah sampek saya ditegur Tuhan itu (yg sampek semua gaib di rumah pergi semua), apa sudah agak berkurang ?
Dan sampah2 di pikiran yg dulu pernah bapak nasehati apa juga sudah mulai berkurang ?

 J :    
Soal kedegilan, sebenarnya itu adalah ego kita sendiri, sikap hati dan pikiran kita sendiri yang secara ketuhanan sudah menghalangi kita dengan benar datang kpd Tuhan atau menghalangi kita mendapatkan pemahaman / hikmat yang benar tentang Tuhan dan ketuhanan.

Memang pada dasarnya kita merasa pintar, merasa tahu. Itu umum.
Juga tentang agama, sudah biasa kalau kita merasa tahu agama dan Tuhan.
Tapi kalau dengan sikap kita yang seperti itu ternyata sudah menghalangi kita mendapatkan hikmat yang benar tentang ketuhanan, atau menghalangi kita tahu kebenaran yang sesungguhnya tentang agama dan Tuhan, itulah yg disebut kedegilan. 

Itulah yang diajarkan Yesus, supaya kita membuang kedegilan. Bukan supaya kita tahu agama, bukan juga supaya kita mendalami agama, tapi supaya kita membuka diri pada hikmat yang dari Tuhan,
supaya kenal Tuhan, supaya kita membuka diri pada pengajaran yang dari Tuhan dan Roh Kudus.

Tentang anda sendiri, kelihatannya anda sudah mulai membuka diri pada hikmat, tapi soal sudah sejauhmana anda membuang kedegilan, yang tahu itu cuma anda saja. Kelihatannya anda masih tidak sungguh2 sempurna menerima hikmat, tidak sungguh2 menggali artinya.

Untuk tahu artinya jangan gunakan pemikiran anda, tapi buka diri lagi untuk menerima penjelasan artinya. Sesudah itu barulah anda nalar dengan pikiran.

Tapi saya sendiri juga masih penuh kedegilan kok mas.


 A :     Terima kasih pak sudah berkenan menjawab panjang lebar pertanyaan saya..
Saya ga tau harus menanggapi apa nasehat2 bapak, saya merasa ternyata saya bodoh sekali untuk sadar dan memahami, lambat sekali saya ini untuk mengerti dengan benar dan sungguh2 sempurna menerima Hikmat. Tapi saya ga mau nyerah pak, ga mau mundur biar semua yg sudah diberi Tuhan ga jadi sia2.. 

Soal kekuatan sukma, gimana ya pak biar kekuatannya bisa konstan? Apa harus rutin diisi ?
Untuk manunggal dgn energi hidup itu jujur saya ga ngerti caranya.. Masih belajar terus.. 

Oh iya kalo mimpi saya yg saya ceritakan itu gimana ya pak maksudnya? Mungkin bapak bisa meraba.. 
Terima kasih banyak pak


 J :     Kekuatan sukma sama dengan kekuatan tubuh, adakalanya naik, adakalanya turun, karena disadari
atau tidak selalu saja ada energi yg keluar-masuk.

Untuk manunggal dengan energi hidup itu ya anda harus manunggal dengan si pemberinya, sehingga apapun yang diberikanNya kepadamu itu akan manunggal denganmu. Termasuk Roh Kudus baptisan atau Roh Kudus dalam bentuk lain yang diberikanNya kepadamu, itu akan manunggal denganmu.

Selain itu, kalau sudah manunggal, bukan hanya anda akan bisa menurunkan balatentara surgawi, anda juga akan bisa menciptakan sendiri balatentara malaikat.
Tapi kalau tidak bisa manunggal dengan Tuhan, Roh Kudus itu nantinya akan kembali lagi kepada pemberiNya.

Tapi dalam kondisi yang sekarang ini, termasuk pada Anak-Anak Allah yang lain, jika mereka juga mengimaninya, Roh Kudus yg sudah ada pada anda dan pada mereka bisa dimintakan untuk menciptakan malaikat. Tetapi dalam kondisi ini bukan anda yg menciptakan malaikat itu, tetapi Roh Kudus itu. Anda hanya meminta diciptakannya malaikat, bukan anda sendiri yg menciptakan malaikat.
Berbeda kondisinya jika anda sudah manunggal, anda sendiri akan bisa menciptakan malaikat (dan bukan hanya malaikat, tetapi juga roh dan kehidupan).

Sebenarnya itu juga yg diajarkan dan diinginkan Yesus.
Dia tidak mengajar kita untuk sekedar beragama dan berkeagamaan saja, bukan sekedar supaya beragama dan tahu / pintar agama, apalagi mempertentangkan atau malah rebutan agama, tetapi supaya kita dengan benar mengenal Allah dan supaya kita dengan benar menjalankan firman2Nya, kita tinggal di dalam Allah dan Firman2Nya dan Allah tinggal di dalam kita, supaya kita bisa menghidupkan sisi illahi dalam diri kita, manunggal dengan Allah, sama seperti Yesus.
Itulah kesempurnaan manusia yang illahi yang dikehendaki Yesus.

Tentang mimpi anda itu, saya belum tahu artinya.
Termasuk juga mimpi2 anda yg lain, tidak semuanya saya tahu artinya.
Seharusnya anda sendiri yang mencaritahu artinya, bukan orang lain, karena itu adalah mimpi (dan petunjuk) untuk anda.

Itu juga sebenarnya salah satunya yang saya maksud bahwa anda masih tidak sungguh2 sempurna menerima hikmat, anda tidak sungguh2 menggali artinya. Semua mimpi2 atau bisikan / ilham, seharusnya anda mencaritahu artinya sampai ketemu, karena itu adalah mimpi (dan petunjuk) untuk anda.

Untuk tahu artinya jangan gunakan pemikiran anda, tapi buka diri lagi untuk menerima penjelasan artinya. Sesudah itu barulah anda nalar dengan pikiran.

Itu adalah salah satu cara untuk anda membuka diri pada hikmat yang dari Tuhan. Nantinya semuanya itu akan menambah spiritualitas ketuhanan anda.

terima kasih


 A :     Terima kasih banyak pak..
Saya mengerti maksud bapak, akhir2 ini waktu menghayati hubungan saya dengan Tuhan sering tersirat nasihat2 yang bapak nasihatkan barusan, hanya saja dengan kalimat yg berbeda.

Juga kadang saya memang masih sering mengandalkan sikap berpikir saya. Tapi jujur pak, akhir2 ini saat saya merenung untuk menghayati hubungan saya dengan Tuhan, sering pikiran / batin ini berkata / memikirkan sesuatu yg saya kira terlalu besar buat saya, terlalu tinggi buat saya. Bukan berarti saya tidak percaya dengan Kuasa Tuhan dan berkat Tuhan. Tapi saya sadar masih seperti ini, sadar masih belum maksimal dan karena "gambaran2" dalam batin / pikiran yg muncul itu saya takut tidak layak atau mungkin tidak benar di depan Tuhan, ditambah lagi semakin sadar saya bahwa Tuhan melihat saya semakin takut saya berpikir yg kurang pantas.

Saya sulit menjelaskannya tapi saya yakin bapak tahu maksud saya.. Karena jawaban bapak juga mengena tentang yg batin saya ributkan. Sama seperti jika bapak mencontohkan tentang balatentara malaikat, jujur saya masih terlalu minder untuk menderngar itu, karena saya sadar masih belum maksimal, tapi saya merasa Tuhan berkenan menguatkan hati saya. 

Mata saya jadi berair nulis ini pak.. Hehehehe...
Terima kasih ya pak sudah banyak menasehati saya,
saya berusaha untuk tidak menyia-nyiakan nasehat bapak.


 A :     Sekali lagi terima kasih banyak atas nasehat2 dan petunjuk bapak.
Mohon maaf kalau ada salah kata atau ada sikap bicara saya yg kurang berkenan..
Selamat malam pak


 J :     Tidak apa2 mas. Murid2 Yesus awalnya juga sangat awam.
Kesepuhan akan terbentuk seiring waktu dan terbukanya hikmat ketuhanan anda.

Apa yg saya katakan tentang balatentara malaikat itu memang terlalu tinggi, apalagi untuk orang jaman sekarang yg tidak banyak mengenal sisi pribadi Tuhan, lebih banyak mengenal Tuhan hanya dari dogma dan pengkultusan saja. Tetapi walaupun terlalu tinggi, tapi itu nyata, bukan dogma dan pengkultusan, bisa anda buktikan sendiri kebenarannya.

Itu hanyalah sebagian saja kuasa yg terkandung di dalam Roh Kudus, karena itu adalah Roh Allah sendiri. Jangan lagi Roh Kudus hanya menjadi dogma dan pengkultusan saja. KuasaNya lebih daripada apa yang mampu dibayangkan oleh manusia.

Itulah gambaran bagaimana Allah memuliakan manusia yang percaya kepada PutraNya Yesus Kristus. Dan apa yang diperjuangkan Yesus di dalam pengorbananNya itu jauh lebih tinggi daripada sekedar surga dan neraka, apalagi cuma dipandang sebatas agama saja. 

PengorbananNya adalah supaya manusia dapat menerima kemuliaan yang sempurna dari Allah, menjadi Anak-Anak Allah, di kehidupan yang sekarang, juga di kehidupan yang akan datang.

Sayang sekali jika manusia yang sudah ditebusNya ternyata memilih untuk tidak menerima keselamatan yang dariNya.


________




 A :     Pak, saya baca di obrolan bapak dgn rekan yg lain tentang macam / bentuk2 penyesatan yg ada, yang
sampai ada sukma yg mengaku Tuhan Yesus, saya tercengang pak. Untung kami bisa bertemu bapak sehingga ada yg bantu menuntun. Lah, kalo gitu yg terjadi selama ini di dunia dari dulu sampai sekarang itu malah gimana luar biasa kacaunya..
Ada jawaban bapak kira2 : "semuanya itu tidak akan terjadi kalau kita mengenal karakter Pribadi Tuhan",

Contoh lain dalam tulisan bapak, ada pembaca yg berdoa untuk diberi rejeki untuk membantu temannya, trus ga lama dikasih uang oleh atasannya lewat rekeningnya yang waktu bapak deteksi ternyata di belakangnya ada sukma penyesat. Secara awam hal seperti itu pasti dikira Tuhan menjawab doa kita, tapi ternyata kita sudah disesatkan, ditipu.

Kalo saya coba pahami karakter Tuhan dari Alkitab sambil saya renungkan dan coba menangkap Hikmat Tuhan, Tuhan jika mengabulkan doa seseorang terutama yang bersifat duniawi, jika Tuhan berkenan, biasanya tidak hanya memberi apa yg diminta saja tapi lebih besar dari apa yg diminta, dan yg diberi Tuhan biasanya pasti benar2 apa yg baik dan berguna. Sulit juga jelasinnya.. 

Contohnya cerita hidup saya, dulu saya minta Tuhan memberikan orang yg saya suka untuk jadi istri saya dan sempat bilang ke Tuhan kalo itu terjadi saya akan bekerja di ladangNya, nah sekarang apa yg sudah diberi Tuhan jauh dari apa yg saya duga, bahkan sebelum saya bisa hidup total sebagai manusia yang mengenal Tuhan dan lahir baru bagiNya, saya sudah diberi kepercayaan yg sungguh saya sendiri habis.
Ya ..... meskipun ada keinginan saya yg belum tercapai tapi saya yakin Tuhan memberi yg baik dan apa yg perlu untuk Hidup. 

Saat ini mungkin bisa dibilang saya belajar memahami arti hidup yg perlu untuk Hidup dan juga mencari jatidiri saya, dan ada nasehat Amsal yg menguatkan saya yaitu "Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi".

Saya sadar saya ini keras kepala dan lambat hati, tapi saya benar2 ingin melepas kedegilan saya meskipun pelan2.. Biar bisa mengenal Tuhan dgn benar, dan manunggal dgn Tuhan dgn benar, supaya saya berguna buat Dia. Kadang yg buat saya maju mundur dan malu untuk berdoa karena saya malu dan takut sama Tuhan karena saya masih belum berguna buat Tuhan.

Hehehe.. Jadi curhat sayanya.. Gpp ya pak, selain hati saya senang bisa ngobrol dgn bapak juga sekalian menimba ilmu.. Maaf ya pak mengganggu, ga dibalas gpp kok pak, dibaca aja sudah senang batin saya..
Terima kasih pak

 J :     Penyesatan memang ada dimana2. Kita saja yg tidak tahu. Malah orang2 yg merasa tahu Tuhan banyak
yang terlena dalam penyesatan, apalagi orang2 yang asyik bersensasi tentang hubungan dirinya dengan Tuhan, bersensasi atas sesuatu yg tidak riil.

Orang harus benar2 mengenal Tuhan untuk bisa membedakan adanya penyesatan.
Tapi kegaiban Tuhan memang terlalu tinggi untuk manusia,
Apalagi tidak mudah untuk orang bisa sampai kepada Tuhan.
Bahkan untuk mengenal Tuhan yang benar pun tidak semua orang bisa.

Dari membaca Alkitab dan Injil seharusnya kita bisa mengerti tentang karakter Pribadi2 Tuhan, sehingga kita akan bisa membedakannya dengan sesuatu yang bukan dari Tuhan.

Dan kalau sudah bisa tersambung dengan Tuhan seharusnya itu bisa secara signifikan menambah spiritualitas ketuhanan kita sehingga kita (seharusnya) bisa membedakan suara2 dan penglihatan2 yang bukan dari Tuhan.


________




 A :     Selamat sore pak, apa kabarnya pak?
Pak saya mau tanya puasa batin hati dan pikiran itu bagaimana benarnya ya pak?
Apa seperti mengosongkan batin, hati dan pikiran dari keinginan2?
Semalam saya mimpi yg sepertinya saya disuruh untuk puasa batin dan roh.. 
Terima kasih

 J :     Ya ... semacam membersihkan hati dan batin dari hasrat dan keinginan yang tidak baik di mata Tuhan,
yang bisa membuat kita jatuh ke dalam dosa, jauh dari Tuhan, memberatkan jalan kita kepada Tuhan, atau yang menjadikan kita rendah di mata Tuhan, dsb.


_______



 A :     Selamat siang pak, saya ingin bertanya seputar tanah israel, semoga bapak sudi memberi pendapat dan
pengetahuan.

Apakah perjanjian Tuhan dgn bangsa israel yg terkait dgn tanah perjanjianNya dgn bangsa israel terus berlaku hingga akhir jaman meskipun Kerajaan Allah sudah berpindah ke tanah Jawa dan perjanjian Tuhan dan bangsa Israel banyak yg tdk dipatuhi israel ?

Menurut pandangan dunia, bangsa israel dianggap sudah merebut tanah palestina dan ada yang menganggap mencaplok wilayah palestina sbg kedaulatan israel, tetapi saya melihatnya tanah perjanjian Tuhan dgn bangsa Israel tetap berlaku sampai skg dan tetap Tuhan yg menjanjikan itu setia, akan tetapi terkait dgn Kerajaan Allah yg berpindah dr tanah israel ke Jawa apakah tetap tanah israel mendapat perhatian khusus dr Tuhan seperti yg dulu?

Bapak, saya ga bosan2 utk memohon kpd bpk agar masih berkenan menasehati dan membimbing saya, soalnya rasanya batin saya "terhambat" utk belajar lebih jauh utk mendalami tulisan bpk, utk berdoa pun rasanya ga lengkap, ada yg kurang. Saya tdk bermaksud mengkultuskan bpk, tp memang terasa nyata di batin dan jiwa saya bahwa karena bapak lah Tuhan berkenan kpd saya, karena bapak lah Tuhan mau memperhatikan saya. Saya tahu saya masih banyak salah pak dan masih lambat utk berbuat, saya mau berubah pak saya mau lebih sungguh2 lagi pak. Saya mohon bpk sudi utk membimbing saya lagi.. Terima kasih banyak pak

 J :     Tanah Israel adalah tanah yang dijanjikan Allah untuk bangsa Israel.
Dan perjanjian Allah tentang tanah Israel itu tetap, sampai kapanpun.

Tentang tanah Israel itu, tanah yang dijanjikan Allah untuk bangsa Israel, ada di dalam cerita ketuhanan dan kenabian Israel.

Tetapi tentang Tuhan, ada banyak "versi" orang tentang Tuhan
Masing2 agama "merasa" punya Tuhan sendiri2, punya versi dan persepsi sendiri2 tentang Tuhan.
Tetapi tidak semua agama sejalan dengan ketuhanan Israel,
dan tidak semua orang mengimani kenabian Nabi2 Israel.

Jadi kita tidak perlu mempertentangkan perbedaan pendapat tentang tanah Israel,
karena sumber permasalahannya ada pada perbedaan "versi" dan persepsi orang tentang Tuhan.

Nanti pada Hari Penghakiman semuanya baru akan jelas siapa yang dibenarkan dan siapa yang salah.



_______




 A :     Selamat sore pak, saya ingin bertanya tentang Tuhan dan pekerjaanNya semoga bapak berkenan
memberi pendapat dan nasehat buat saya.

Kenapa Tuhan berkenan memberikan saya karunia yg begitu besar buat saya sedangkan saya belum melakukan apa2, bahkan saya masih sering bergelut dgn kekotoran dan keinginan daging yg tidak baik ?

Misalnya wahyu Dewa biasa yg berubah jadi Wahyu keningratan pada saya, mahkota gaib raja jawa, Energi Hidup, bahkan jauh sebelumnya Tuhan berkenan mengangkat dan menjanjikan KuasaNya kpd saya (petunjuk lewat mimpi) padahal saya masih belum apa2, sampai sekarang pun saya masih sering degil hati dan belum berguna buat Dia, sedangkan (menurut pandangan saya) masih ada yg lebih pantas menerima karunia2 itu daripada saya, misalnya rekan dalam obrolan 6 dan 8 dan rekan2 pembaca yg lain, mungkin memang saya yg tidak tahu tentang karunia yg sudah diberikan kepada Anak2Nya yg lain.

Untuk mahkota gaib ini pun sebenarnya saya bingung, saya saja masih belum bisa benar mendeteksi gaib kok sudah diharapkan jadi raja di alam gaib, apalagi bapak bilang saya diharapkan jadi tokoh spiritual keTuhanan, padahal masih ada yg lebih layak menerimanya.

Bukannya saya tidak suka atau ingin menolakNya pak, tapi justru saya ingin belajar lebih memahami / mengenal Tuhan dan pekerjaanNya dgn benar. Jujur saya sangat malu sekali kepada Tuhan atas sikap buruk dan kedegilan hati saya yang masih banyak sampai sekarang, sampai berdoa pun saya malu sekali menghadap Tuhan jika ingat begitu besar KasihNya yg diberikan jika ingat sikap hidup dan hati saya yg masih belum banyak berubah. Juga kpd bapak saya malu sekali sebenarnya, tapi maafkan saya ya pak jika masih sering2 bertanya dan mengganggu, karena saya ingin sekali berubah dan lebih baik lagi meskipun mungkin pelan2.

Akhir2 ini saya ingin sekali banyak bertanya seputar Tuhan dan pekerjaanNya jaman2 ini kepada bapak, berhubungan dgn banyaknya mimpi dan petunjuk yg saya terima, tapi saya tahu diri dan belajar memaksimalkan dulu apa yg sudah bapak ajarkan, tapi kali ini boleh ya pak saya dapat pencerahan dari bapak lagi. Mohon maaf kalo ada yg salah dgn pertanyaan saya pak, terima kasih..

 J :     Anda hanya menerima saja apa yang dikaruniakan kepada anda, bukannya mencapai karunia.

 A :     iya pak, saya mengerti kalo apa yg saya terima ini bukan karena hasil pencapaian saya namun memang
murni saya hanya menerima. Justru disitulah yg saya ingin ambil pelajaran dari Tuhan dan pekerjaanNya pak, memang saya hanya menerima namun sering saya bertanya2 "kenapa saya, sedangkan ada yg lebih pantas menerimanya",
jika saya merenungkan hal ini dan bertanya ke Roh Kudus, timbul penjelasan2 yg sangat sulit saya "pahami' kemulianNya, pada saat2 seperti itu selalu saya sedih, malu dan menyesali diri saya yg masih seperti ini.

Soal sosok halus yg terakhir saya minta koreksi hasil deteksian saya itu juga contohnya, kenapa dia mau datang untuk belajar ke saya, apa yg ingin dipelajari, sedangkan saya seperti ini. Ya, saya hanya ingin curhat ke bapak, sebenarnya masih banyak yg ingin saya tanyakan tapi saya masih sulit menjelaskan lewat kata2, semoga saja setelah menulis ini dan mendapat pencerahan dari bapak saya bisa mengerti tentang diri saya, jalan hidup saya, pekerjaan dan kehendak Tuhan yg harus saya lakukan. Terutama semoga saya mampu menguatkan hati untuk mau memikul salib dan bekerja untuk Tuhan, mohon restu dari bapak ya pak.

terima kasih banyak atas perkenan dan waktu bapak.
selamat malam

 J :     Apa yang diterima manusia dari Tuhan semuanya adalah karunia, bukan karena prestasi, bukan karena
kehebatan dan keberhasilan manusia dalam menggapai / mencapai karunia, dan bukan karena kesucian si manusia di mata Tuhan. Semuanya adalah Karunia, Kemurahan Tuhan. Dengan usahanya sendiri manusia tidak dapat mencapai Tuhan. Itu adalah kemurahan Tuhan kepada manusia, bukan sebaliknya.

Tuhan banyak menabur benih dan karunia.
Mudah2an anda bisa menjadi tanah ladang yang subur yang mampu menumbuh-suburkan apa yang ditanam Tuhan dalam dirimu.


_____




 A :     2 hari lalu saya mimpi pak, saya bersama pasangan saya (entah siapa hehehe), seperti diberi sesuatu
oleh pasangan suami-istri dari putra Presiden SBY yang pertama (saya lupa namanya).
Sepertinya saya diberi semacam restu / berkat gitu, tapi gak tau tentang apa..
Setelah itu saya dapat mimpi lain tentang ada seseorang berkata kepada saya kira2 intinya (saya lupa cerita pastinya) "ada Roh Agung Alam Semesta di dirimu".
Apakah ada maksudnya dari mimpi saya itu pak ?
atau apa ada lagi gaib yg datang kepada saya ?

 J :     Sosok2 di dalam mimpimu itu perlambang dari pribadi2 yang derajatnya lebih tinggi daripada kamu.
Tinggal kamu menggali artinya supaya tahu maksudnya.

 A :     Menurut firasat saya lagi pak, saya merasa itu perlambang sosok2 yg lebih tinggi dari saya (tandanya
anak dari penguasa).
Nah... yg bikin saya bingung kan, yg ngasih restu itu si istri dari anaknya SBY, dan yg menerima si pasangan saya yg di batin saya ya mantan saya yg dulu saya ceritain itu pak, padahal sampai sekarang saya masih berusaha terus membalikkan pikiran tentang yg dulu2 dan belajar kuat untuk hidup sendiri selamanya biar kedepan saya tidak terlalu berat dgn duniawi, meskipun saya ingin sekali punya teman hidup (kan jadi galau pak hhehehe).

Kalo hasil renungan saya dapat 2 perkiraan :
Pertama, ada sosok "besar" yg memberikan restu ke saya untuk memberikan pasangan seperti yg saya inginkan.
Kedua, sosok2 itu adalah Pribadi2 Anak Allah (tandanya karena mimpi selanjutnya ada orang bilang ke saya "ada Roh Agung Alam semesta di dirimu", tapi kok yg menerima bukan saya tapi pasangan saya dan juga restunya juga berupa apa belum jelas, takut ke GR-an saya hehehe..
Apa gambaran saya itu mendekati artinya pak ?

 J :     Sebaiknya anda belajar mencaritahu sendiri jawabannya.
apalagi tentang sesuatu yang tinggi
Kedepankan hikmat, jangan utak atik gatuk
itu berguna untuk menambah spiritualitas anda sendiri
thanks

 A :     Iya pak, hasil renungan saya memang sering campur dgn utak atik gatuk.. masih bingung pak..
Oke pak, saya perdalam lagi belajarnya.
Terima kasih ya pak.
GBU

 A :     Maaf pak, mau tanya lagi soal arti mimpi saya yg tentang pemberian restu dari pasangan suami istri
anaknya SBY ini..
Saya sudah coba belajar mengedepankan hikmat dan rasa, plus saya cocokkan dgn tayuhan. Apa arti mimpi ini berkaitan dgn perjodohan saya ?
Kalau salah mohon bapak bilang salah ya pak, biar saya belajar lagi untuk menggali arti2 mimpi2 saya. Trims

 J :     Sosok2 di dalam mimpimu itu perlambang dari pribadi2 yang derajatnya lebih tinggi daripada kamu, jauh
lebih tinggi dan lebih mulia daripada kamu. Pribadi2 yang Illahi.
Mimpimu itu adalah mengenai sesuatu yg bersifat illahi, bukan duniawi. Jadi jangan menganggap itu semata2 mengenai keduniawian kamu.
Karena bersifat gaib, sedulur papatmu mewakili kamu.
Selebihnya tinggal kamu membuka hikmat untuk mengerti artinya, buka hikmat juga untuk mendapatkan pemberitahuan artinya dari sedulur papatmu.
thanks

 A :     Terima kasih pak, saya gali lagi nanti artinya.
Terima kasih


_______


 A :    
Selamat malam pak,
pak saya baru baca halaman baru di "ngobrol 6 Spiritual Ketuhanan",
disitu bapak menambahkan jawaban baru yg dulu tidak ada di email sebelumnya. yang nasehatnya seperti ini :
"Apalagi kalau dengan sudah tersambungnya anda dengan Tuhan itu anda termotivasi memanfaatkannya untuk semakin mengejar berkah / pamrih duniawi anda. Kita merasa benar, karena itu dimintakan langsung kepada Tuhan, bukan kepada selain Tuhan. Dan memang Tuhan tidak membatasi bentuk berkatNya. Tapi itu tidak patut. Dengan berbuat begitu kita tidak memuliakan Tuhan. Kita hanya memuliakan diri sendiri, hanya memuliakan duniawi kita sendiri. Hati-hati. Jangan sampai yang semula adalah berkat kemudian berubah menjadi laknat."

Tapi saya berterima kasih sekali ke bapak, karena tambahan nasehat di halaman itu mungkin gambaran tentang perilaku saya sekarang yg mungkin saya sudah meninggikan diri dihadapan Tuhan dan mungkin saya sudah termotivasi untuk mengejar duniawi. Atau mungkin saya sudah membuat Tuhan kecewa, setidaknya ini pembelajaran buat saya. Jika bapak berkenan mungkin ada nasehat lain buat saya, saya sangat berterima kasih pak. Terima kasih nasehatnya ya pak..

Terima kasih banyak pak, GBU

 J :    
Bagian itu memang tidak ada pada email saya sebelumnya.
Kebetulan tulisannya nyambung, maka saya sambungkan disitu.
Itu menjadi nasehat untuk banyak orang untuk menambah baik kesadaran ketuhanannya.

Saya merasakan fenomena yg anda sebutkan itu terjadi pada banyak pembaca. Yang semula mereka mencari berkah duniawi melalui cara2 yang duniawi juga, ada juga yg mengatasnamakan Tuhan dalam perbuatan2nya itu, sekarang, sesudah situs saya memperkenalkan orang dengan banyak macam mahluk halus, dewa, bahkan dengan sesuatu yang illahi, mereka memanfaatkannya juga untuk mencari berkah duniawi. Tidak punya pengertian tentang Keagungan dan Kemuliaan Tuhan.

Secara manusiawi duniawi memang kelihatannya perbuatan2 itu benar, tidak salah. Tapi dengan berbuat begitu mereka tidak memuliakan sesuatu yg illahi itu, hanya dijadikan pembenaran untuk perbuatan2 yg duniawi, tidak menyadari bahwa berkat Tuhan bisa juga diberikan kepada manusia tanpa orangnya harus melakukan perbuatan2 yg sama dengan ngalap berkah.

Awalnya saya berharap bahwa para pembaca bisa lebih mengenal Tuhan, dan semakin tahu memuliakan Tuhan. Dan berkat Tuhan bisa juga diberikan kepada manusia tanpa orangnya harus melakukan perbuatan2 yg sama dengan ngalap berkah. Tapi ternyata banyak orang tidak punya pengertian tentang Keagungan dan Kemuliaan Tuhan, dan tidak tahu bagaimana memuliakan dan mengagungkan Tuhan. Hanya manis di bibir saja. Memang tidak semua benih Tuhan jatuh di tanah yang baik.

 A :    
Maaf pak jika saya lambat memahami jawaban bapak, maksud dari : "Saya merasakan fenomena yang anda sebutkan itu terjadi pada banyak pembaca",
itu fenomena yang mana ya pak ?
karena di email sebelumnya saya ada menanyakan beberapa fenomena.
Dan atas nasehat bapak ini saya ucapkan terima kasih banyak masih berkenan mengajari saya tentang apa yg berkenan dan baik bagi Tuhan, mohon maaf kalo saya terus menerus memohon untuk bapak berkenan menuntun saya selalu agar saya boleh punya pengertian tentang Keagungan Tuhan.

Dari jawaban bapak sebelumnya saya merasa, mungkin, ada rasa kecewa di hati bapak karena kami, para pembaca yg sudah banyak bapak bantu dan kasihi agar punya pengertian yg benar tentang Tuhan, tidak berlaku / berbuat seperti orang yang sudah mengenal Tuhan seperti saya yang bapak harapkan.
Saya mohon maaf jika memang saya sudah membuat bapak kecewa. Dan kiranya bapak berkenan untuk sabar menuntun saya agar benar2 mengerti Kemuliaan Tuhan dan tidak hanya manis di bibir saja.

Saya ingin hidup bersama Tuhan Yesus. Jika Dia sudah menutup pintuNya buat saya, apalah gunanya saya hidup pak. Saya tau banyak perbuatan saya yg sadar / tidak sudah bertindak munafik. Kiranya bapak berkenan untuk menuntun saya supaya tidak muncul kekecewaan di hati Tuhan karena perbuatan saya. Mohon bapak melihat hati saya, jika keinginan saya ini sesuatu yang kurang patut atau hanya untuk kemuliaan duniawi saya juga, mohon ajari saya untuk belajar yang berkenan di hadapan Tuhan.

Mohon maaf kalo ada salah pak, terima kasih banyak. GBU

 J :     Untuk orang2 yang sudah "Tercerahkan" pesan saya itu jelas.
Kalau masih belum jelas berarti anda masih belum tercerahkan.
thanks

 A :     Saya jadi tambah bingung pak..
Mohon doanya saja pak supaya Tuhan mau mencerahi saya.
Terima kasih banyak pak

 J :     Dipelajari saja maksudnya dengan hikmat.
thanks


______



 A :     Akhir2 ini, entah saya yg kurang jelas atau salah dimananya saya merasa kalau berdoa lebih dekat
dengan Allah Bapa, entah karena saya terbiasa untuk belajar mengimani Roh Kudus BaptisanNya, saya juga merasa "rasa"nya berbeda. Seperti juga yg rekan obrolan 8 rasakan.
Mohon bapak lihat saya, saya pasti banyak salahnya, mohon ditegur sayanya pak kalau bapak berkenan.
Terima Kasih

 J :     Kalau anda merasa dalam berdoa lebih dekat kepada Bapa, itu sudah benar
karena misi Yesus adalah menarik orang kembali kepada Bapa
dan mengenai kegaiban Allah di dunia, semuanya berasal dari Bapa
Yesus melaksanakan dan memberikan pembimbingan
Tapi lebih baik kalau anda bersugesti berdoa kepada Allah Tritunggal
karena Yesus adalah Tuhan juga
Yesus juga adalah Tuhan atas hari Sabat


______



 A :    
Selamat malam pak.
Pak saya ingin bertanya seputar penulisan Alkitab dan terjemahannya antara yg diterjemahkan di Alkitab sekarang dengan perkataan2 aslinya yg dulu diucapkan, apakah bapak berkenan untuk membahasnya dengan saya ?  soalnya agak panjang juga yg mau saya tanya dan mungkin jadi sekilas membahas "agama" bukan "keTuhanan".
Karena banyak yg saya lihat dalam terjemahan Alkitab yang menurut saya rancu (terutama di perjanjian baru) jika diikuti dgn menelisik di ayat2 yg terkait di perjanjian lama, yg jadinya buat saya bingung. Bingung jelasinnya tapi semoga bapak tahu maksud saya..

Terima kasih banyak pak.

 J :    
Mengenai isi tulisan yang berbeda antara tulisan aslinya dengan terjemahannya dan kecocokkannya antara yang di dalam perjanjian lama dengan di perjanjian baru ......

Soal itu sih saya bukan ahlinya, tidak bisa menjelaskannya.
Tapi sebaiknya anda memahami dulu bahwa Alkitab dan Injil sudah melalui perjalanan yang panjang dalam penulisan dan penerjemahannya dari awalnya dulu sampai sekarang Alkitab dan Injil itu anda miliki.

Ada banyak faktor yang menyebabkan adanya perbedaan penulisan aslinya dulu dengan yang sekarang ini anda miliki.

Misalnya saja sejak pertama sebuah firman diucapkan (misalnya melalui Nabi), mungkin pengucapannya tidak persis sama dengan hikmat yang semula diterimanya karena adanya selisih penerimaan dan pemikiran dari orangnya dan ada gaya bahasa sendiri dalam pengucapannya, apalagi kalau situasinya penuh emosi (misalnya teguran dan hukuman dari Tuhan). Ditambah lagi orang lain penulisnya mungkin tidak menuliskannya persis sama dengan yang diucapkan. Mungkin juga ada yang luput tidak tertulis.

Sesudahnya mungkin juga ada perbedaan bahasa tulisan dalam penerjemahannya dari tulisan aslinya huruf kuno dan bahasa ibrani kuno ke huruf dan bahasa ibrani yg lebih baru. Kemudian itu diterjemahkan lagi ke bahasa romawi / yunani, inggris, indonesia, dsb. Ditambah lagi kalau dalam penerjemahannya ada perbedaan juga dalam interpretasi penulisannya.

Faktor lainnya yg menjadi penyebab perbedaan adalah adanya tulisan2 yang berupa kiasan2 dan perlambang2 yang itu awalnya hanya dimengerti oleh orang israel saja, yang kemudian itu harus diungkapkan ulang dengan kata2 dan bahasa yg bisa dimengerti oleh orang banyak, bukan hanya oleh orang israel saja.

Saya sendiri memang menemukan juga beberapa ayat di perjanjian baru yang tidak sama persis dengan rujukannya di perjanjian lama. Tetapi karena kitab2 itu sumbernya berasal dari bangsa israel dan awalnya hanya beredar di kalangan orang israel saja, maka yang lebih mengerti isinya, termasuk kiasan2 dan perlambang2 di dalamnya, hanyalah orang2 israel sendiri.
Seharusnya orang2 israel lama (orang2 kristen awal) lebih tahu kalau memang ada yang berbeda. Tapi kalau mereka sendiri tidak mengkoreksinya, mungkin sebenarnya memang itu sudah benar. Mungkin adanya tulisan2 yang tidak sama itu adalah karena adanya perbedaan dalam penulisan ulang dan bahasa terjemahannya saja.

Contohnya, seperti Mesias saja masih ada kesimpang-siuran di kalangan orang israel dan di kalangan agama Yahudi. Sampai sekarang mereka masih menantikan datangnya Mesias (yang bukan Yesus Kristus). Apalagi tentang yang lainnya.
Juga pengertian Yerusalem, Yehuda, dsb, seringkali adalah kiasan, bukan kondisi duniawi aslinya, padahal itu dituliskannya di perjanjian lama.

Saya sendiri bukan ahli kitab, jadi saya tidak bisa menjelaskan semuanya.
Sebaiknya isi kitab suci dimengerti dengan hikmat, jangan hanya melihat yang tersurat saja.

 A :    
Terima kasih penjelasannya pak.
Iya pak, kadang2 saya juga sering bingung dengan rujukan2 yg ada di perjanjian lama, juga kadang agak gak nyambung kalo saya ingin belajar memahami latar belakang dari ceritanya.
Saya hanya belajar untuk lebih memahami saja alur cerita keTuhanan bangsa Israel, dan Hikmat2 PekerjaanNya, tapi mungkin itu mendorong saya untuk lebih berpikiran agama..


_____


 A :    
Pak, tadi saya mimpi dapat pesan berupa file dari bapak.
Bapak bilang, isi file ini sekilas tidak nyambung dgn sebelumnya tapi coba perhatikan nanti kamu tau maksudnya.
Lalu saya buka filenya, isinya berupa gambar yg bercerita :
gambar sampah (potongan koran bekas) - jadi sesuatu bentuk yg berguna - jadi piala biasa - jadi piala emas (seperti piala liga champion) - jadi uang. Terus ada gambar2 lain yg menceritakan hal serupa yg intinya sesuatu barang yg kotor dan gak penting jadi sesuatu yg berharga.

Saya coba nalar dgn rasa, apa benar artinya berhubungan dgn sesuatu yg Ilahi ?
Saya gak mau ke GRan dulu pak, mungkin bapak berkenan membuka artinya sama saya..
Terima kasih

 J :    
coba dicari jawabannya dengan hikmat
thanks

 A :     Mohon koreksinya,
apa benar arti mimpi itu adalah saya disuruh untuk turut bekerja di ladang Tuhan, mengusahakan sesuatu untuk membawa orang yg dianggap "kecil" oleh dunia untuk menjadi berharga di hadapan Tuhan dan menerima Kemuliaan dari Tuhan.

Atau, yg dimaksud adalah, diri saya sendiri ? yg semula adalah seorang yg kotor dan Tuhan berkenan merubah saya jadi sesuatu yg berharga dan berkenan bagiNya ? (maaf kalo saya ke GR an pak )

Kalau masih salah mohon bapak berkenan bilang salah, nanti saya belajar lagi untuk mengedepankan Hikmat.
Terima kasih

 J :    
Dua2nya benar
Yang semula hina dan nista dan tidak layak bagi Tuhan, yang seharusnya nantinya dibuang ke tempat sampah, sudah dimurahkan untuk menjadi baik dan mulia di mata Tuhan, dan anda juga diharapkan bisa menjadikan orang lain begitu.

 A :     Haleluyaa..
Terpujilah NamaNya, yg berkenan mengasihi siapa yg Dia kehendaki. Yang berkenan menebus debu yg hina ini. Memang Tuhan penuh kasih setia dalam KuasaNya. Terpujilah Tuhan.

Terima kasih banyak ya pak atas nasehat2 dan penguatan bapak selama ini.
Doakan saya supaya mampu berbuah untuk KemulianNya.
Terima kasih pak

 J :    
GBU

 A :     GBU too pak.
Terpujilah Dia yg datang dalam nama Tuhan !!


______



 A :    
Pak, maaf saya mau tanya lagi..
Apa ada gaib yg saat ini sengaja "menyesatkan" saya ?
Semalam saya mimpi sedang ingin menuju ke suatu tempat, tapi saya tidak tahu arahnya karena saya ada di lokasi yg saya tidak tahu. Waktu saya tanya teman, saya diarahkan lewat sini, lewat sana, tapi saya malah nyasar masuk ke rumahnya orang.
Sepertinya saya juga diingatkan lagi untuk mempertajam felling saya..

Terima kasih

 J :     Mungkin itu gambaran kondisi anda saat ini.
Anda terlalu banyak mencari.
Anda sering menempatkan diri di persimpangan.
Tetapkan dulu satu jalan, kemudian anda telusuri jalan itu.
Dengan begitu anda akan lebih jelas arah jalannya.

 A :     he he he.. Saya sendiri sering bingung sama diri saya pak. Padahal sudah berusaha untuk belajar
mengsugesti diri saya sendiri untuk bisa fokus, tapi ya kok susah amat..
Saya ingin tanya ke bapak dari dulu, apa kalo mendalami kebatinan tentang kesejatian diri atau hal lain yg bersifat sepuh itu memang membosankan ya pak ? atau sayanya yg memang susah?
Bapak dulu sering bosan tidak waktu awal2 mendalami kebatinan ?
trus sering banyak pikiran tidak pak ?

maaf kalo saya tanyanya mungkin agak pribadi, saya hanya ingin mengetahui apa memang ini wajar atau sayanya yg error.. Saya tahu memang harus terus belajar sepuh, dan memang itu baik dan berguna buat saya.

Terima Kasih nasehatnya pak

 J :     Soal bosan atau tidak itu tergantung orangnya, tergantung interestnya.
Kebatinan kesejatian diri lebih cocok untuk orang2 yg sudah sepuh batinnya, untuk ia bisa menggali lebih dalam lagi ke dalam dirinya dan untuk ia bisa mencari sesuatu yg tinggi.

 A :     lalu kalo jadi banyak yg dipikirkan pak? tergantung orangnya juga yah?
berarti saya ini kacau banget ya pak. hehehe
terima kasih pak


_____


 A :    
Semalam saya berdoa lagi mohon diberi tubuh roh baru, pikiran dan hati yg baru yg lahir dari Tuhan supaya saya bisa mulai hidup baru. Saya lakukan sambil angkat tangan untuk menerima berkatNya dan bersugesti tersambung dgn Tuhan.
Sekilas ada bayangan ada turun pakaian putih untuk saya.
Apa itu benar adanya pak ? atau hanya ilusi saya saja ?

 J :     Anda sudah dipakaikan jubah putih, tapi lengannya masih lengan pendek, belum lengan panjang,
artinya belum semua perbuatan2 anda sejalan dengan yang dikehendaki Tuhan.

 A :     Oh berarti jubah yg saya lihat itu sudah ada sebelumnya ya pak, memang saya juga melihatnya
berlengan pendek.
Terima kasih petunjuknya pak, mudah2an perbuatan saya bisa sejalan dgn apa yg dikehendaki Tuhan.


_____


 A :    
Pak saya mau tanya pengertian lebih dalam tentang jubah putih yg beberapa waktu lalu bapak katakan sudah dipakaikan Tuhan kpd saya. Kalo saya baca lagi di tulisan Olah Roh, apakah artinya sekarang saya sudah manunggal dgn Tuhan atau lebih tepatnya Tuhan sudah memanunggalkan diriNya kpd saya ?

Maaf kalo pertanyaan saya kurang pantas atau berlebihan.
Mohon pengertiannya tentang itu pak.
Terima kasih

 J :     Jubah putih itu adalah salah satu bentuk pemberian dari Tuhan sebagai penghargaanNya kepada anda.
Walaupun sama2 jubah putih, tapi sifatnya illahi, mahluk2 duniawi tidak bisa membuat yg sama seperti itu. Itu juga sebagai tanda bahwa anda sudah berhubungan dengan sesuatu yang illahi, bukan dgn yg duniawi.
Tetapi tanda2 orang yang sudah manunggal dengan Tuhan lebih daripada itu.
thanks


_____


 A :    
Oh iya pak, kenapa ya pak kalo saya mohon petunjuk Tuhan secara langsung rasanya petunjukNya belum datang2, termasuk lewat mimpi ?  tapi kalo pas gak minta petunjuk sering dapat mimpi dari Tuhan ?
apa sebenarnya petunjukNya sudah turun tapi sayanya yg ga ngerti ya?

kemaren2 saya dapat beberapa mimpi sih terkait dgn yg ingin saya tanyakan ke Tuhan tapi saya gak yakin itu petunjukNya atau hanya mimpi dari bawaan keinginan saya saja. Terutama tentang Tuhan Yesus yg pernah berbicara kpd saya yang saya disuruh bekerja untuk Dia. Saya selalu ingin bertanya pekerjaan apa yg harus saya lakukan, tapi rupa2nya hal itu masih tersembunyi atau belum waktunya untuk saya tahu.
Mohon petunjuknya.
Terima kasih

 J :    
Dari adanya tanda2 keallahan pada diri anda saya yakin bhw doa2 anda sampai kpd Tuhan, hanya saja ande sendiri yg belum mampu mendengarkan jawaban dan petunjuk Tuhan.
Itu yg masih harus anda latih. Banyak jawaban dan petunjuk Tuhan yang anda lewatkan.
Untuk bisa begitu berdoa saja tidak cukup. Anda masih harus belajar mendengarkan jawaban dan petunjuk Tuhan. Belajar olah rasa dan kontak rasa dengan Tuhan.

Itu terjadi juga pada orang2 yg berkhodam. Khodamnya sudah aktif berinteraksi dgn orangnya, banyak memberikan petunjuk, bisikan gaib, ide, ilham dan mimpi. Tapi orangnya sendiri yg belum bisa langsung mendengarkan interaksi dari khodamnya.
Untuk bisa mendengarkan interaksi dari khodamnya mengamalkan doa dan mantra saja tidak cukup. Mereka masih harus belajar mendengarkan suara dan petunjuk langsung dari khodamnya. Belajar olah rasa dan kontak rasa dengan khodamnya.

 A :     Terima kasih nasehatnya pak..
Iya sih pak, saya juga kadang merasa ada jawaban yg terlewat.
Kadang waktu berdoa / sambat kepada Tuhan, ada kok rasa yg tersambung dan ketika itu juga serasa ada aliran pesan dalam batin saya. Tapi untuk menyikapi pesan itu yg saya masih agak takut, kadang takut ke PD an, takut salah mengartikan, takut ilusi sendiri, takut merasa sudah benar.
huuuftt... lagi2 soal olah rasa ya pak yg menghambat saya..

Terima kasih pak untuk masukannya.
selamat malam


_____


 A :    
Oh iya pak ada lagi yg mau saya tanya.
Sering sekali saya kalo berdoa merasa sungkan sama Tuhan, bahkan sekedar sambat sambil tersambung folus batin saja saya sungkan, takut dan merasa bersalah sekali. Jadinya sering doa atau fokus batin saya terputus, padahal saya ingin sekali bisa "menghadap" Dia. Apa itu wajar pak ?
Terima kasih

 J :    
Kalau anda punya rasa sungkan dan takut kepada Tuhan itu adalah tanda bahwa dalam diri anda sudah tumbuh rasa ketuhanan, bukan sekedar rasa beragama saja.

Orang2 yang punya rasa ketuhanan akan punya rasa untuk memuliakan dan mengagungkan Tuhan. Orang akan tahu diri bagaimana ia harus bersikap di hadapan Tuhannya. Tidak akan mereka seenaknya berdoa meminta kepada Tuhan. Mungkin hanya yang penting saja, yang sungguh2 ia perlukan saja yang ia mintakan Tuhan memberi pengabulan.
Dan mereka juga tidak akan bermanis2 kata di hadapan Tuhan, tidak akan berdoa yang panjang2, apalagi bila doanya didengarkan oleh orang lain, seolah2 doa2 yang manis dan panjang2 itu menunjukkan bahwa mereka adalah orang yang saleh.

Itu berbeda dengan orang2 yang tidak punya rasa ketuhanan, yang hanya punya rasa keagamaan saja. Mereka cenderung tidak punya rasa batin untuk memuliakan dan mengagungkan Tuhan. Bahkan seringkali orang tidak tahu diri, tidak tahu bagaimana seharusnya ia bersikap di hadapan Tuhan sesembahannya.
Banyak di antara mereka yang seenaknya saja berdoa kepada Tuhan. Segala sesuatu dimintakan dalam doanya kepada Tuhan. Segala sesuatu dimintakan pengabulannya.
Banyak juga di antara mereka yang senang bermanis2 kata dalam doanya atau mempertunjukkan doa yang panjang2 kepada para pendengarnya seolah2 doa2 yang manis dan panjang2 itu menunjukkan bahwa mereka adalah orang yang saleh, ahlinya berdoa.


Mungkin kita bisa lihat analoginya dalam kehidupan sehari2.
Ada anak2 yang tidak menghormati orang tuanya, tidak punya rasa untuk menghormati orang tuanya. Banyak anak2 itu yang ketika menginginkan sesuatu, jika tidak segera dipenuhi, mereka akan menangis keras2, menggerung2, sampai berguling2an di jalanan dan tak malu ditonton orang. Ia merasa dirinya sederajat, mungkin malah merasa lebih tinggi / berkuasa daripada orang tuanya. Orang tuanya harus menuruti semua keinginannya. Anak itu tidak bermartabat.

Tapi anak2 yang menghormati orang tuanya akan lebih banyak bersabar. Akan lebih santun dalam meminta, apalagi bila ada orang yang melihat. Mungkin juga yang dimintanya hanya yang benar2 diinginkannya saja. Apalagi bila ia takut kepada orang tuanya.


Itu bisa menjadi analogi untuk orang2 yang punya rasa ketuhanan dengan yang tidak.
Orang2 yang punya rasa ketuhanan akan punya rasa untuk menghormati, memuliakan dan mengagungkan Tuhan. Orang akan tahu diri bagaimana mereka harus bersikap di hadapan Tuhannya. Tidak akan mereka seenaknya berdoa meminta kepada Tuhan. Apalagi bila mereka sadar punya salah kepada Tuhan, mereka akan semakin takut kepada Tuhan. Sesegera mungkin mereka akan bertobat.

Itu berbeda dengan orang2 yang tidak punya rasa ketuhanan, yang hanya punya rasa keagamaan saja. Mereka cenderung tidak punya rasa batin untuk menghormati, memuliakan dan mengagungkan Tuhan.
Bahkan banyak di antara mereka yang seenaknya saja berdoa kepada Tuhan. Segala sesuatu dimintakan dalam doanya kepada Tuhan. Segala sesuatu dimintakan pengabulannya. Mereka tidak sadar bahwa mereka sudah menempatkan dirinya sederajat dengan Tuhan, tidak tahu diri, tidak tahu bagaimana seharusnya mereka bersikap di hadapan sesembahannya.

Bagaimana mungkin seorang abdi meminta diberikan segala sesuatu keperluan pribadinya, entah penting ataupun tidak, kepada sesembahannya. Seharusnya ia menempatkan diri sebagai seorang abdi, menghormati dan melayani sesembahannya itu, bukannya meminta dilayani semua keinginannya oleh sesembahannya.

Juga banyak orang yang sekalipun sadar perbuatan2nya salah, tapi diabaikannya saja, seolah2 semua itu dapat ditebus oleh rajinnya mereka beribadah formal. Tidak ada rasa takut kepada Tuhan. Bahkan banyak orang yang dengan sengaja mencarikan pembenaran atas perbuatan2 yang tidak patut dengan cara mengatasnamakan Tuhan dalam perbuatan2nya. Takut kepada Tuhan, menghormati, memuliakan dan mengagungkan Tuhan hanya manis di bibir saja.

Itu adalah perbedaan yang signifikan perilaku dan sikap batin orang2 yang punya rasa ketuhanan dengan yang tidak. Mungkin sehari2nya kita tidak menyadarinya dan tidak memperhatikannya, apalagi bila itu adalah kebiasaan yang sudah umum berlaku.


 A :     terima kasih banyak pak penjelasannya.
Semakin sadar saya sekarang bahwa banyak perbuatan saya yg tidak pantas saya tunjukkan pada Tuhan. Terima kasih pengertiannya pak. Tapi pak, karena rasa sungkan dan takut itu, kalo berdoa saya jadi gak tau mesti ngomong apa atau ngapain, bahkan untuk sekedar curhat saja saya sungkan sekali padahal satu sisi saya ingin sekali cerita dan minta pendapat / petunjuk, jadinya saya jadi merenung sendiri sambil memberanikan untuk tersambung dgn Tuhan. Saya cuma yakin Tuhan tahu apa isi batin / hati saya, tapi ya itu tadi jadi ga tau harus ngomong apa.

Tapi tiap hal itu terjadi saya seperti diajari "ibadahmu yg berkenan buat Tuhan adalah melakukan apa tugasmu, melakukan apa yg diinginkan Yesus", dan itu sering malah buat saya tambah sungkan lagi. Mungkin bapak punya solusinya pak ? karena kadang kalo hanya berdoa Bapa Kami, sering terasa ga pas karena mungkin saya hanya menghapal, bukan yg dari hati.

Mohon bapak kroscek, apa masih ada gaib negatif di sekitar saya ? karena 3 hari ini saya mimpi aneh terus.
pertama saya mimpi melihat orang digorok dgn orang yg membawa nama agama sambil berteriak nama Tuhan.
Kedua, saya mimpi seperti punya anak ayam / unggas 3 ekor, 2 putih (betina) 1 hitam (jantan) yang ayam 2 itu selalu pergi menghilang kalo tidak saya perhatikan sampai saya lihat ayam2 itu ternyata adalah manusia yg diajak jalan2 sama orang lain keluyuran lalu saya pukul orang yg saya tidak kenal itu.
Ketiga, saya mimpi melihat banyak sekali bulan di atas langit, ada yg bulan itu tertutup awan penuh tapi cahayanya tersorot ke bawah, ada bulan yang seperti pecah2, ada bulan yg terlihat hanya seperti cahayanya saja. Tapi di antara banyak bulan itu hanya ada 1 bulan yg benar2 bulan. Apa itu artinya buruk ya pak ? karena saya merasanya begitu..

Terima kasih

 J :     Memang yang diinginkan Tuhan adalah supaya orang selalu sadar diri, berkepribadian tinggi.
Kalau sadar ada kekurangan / kejelekan ya .. segera diperbaiki
Kalau sadar ada kesalahan / dosa ya .. segera bertobat, dan jangan diulangi lagi

Kalau berdoa, langsung saja disampaikan apa yang kita inginkan, tidak perlu direncanakan, tidak perlu doa2 khusus.
Memuliakan Tuhan bisa dilakukan dengan anda membaca kitab suci sambil menyambungkan hati anda dengan Tuhan, membuka hati untuk menerima hikmat dari apa yang tertulis di dalam kitab suci. Kalau ada luapan rasa bisa anda ungkapkan dengan berdoa atau menyanyi memuji Tuhan.

Dari 10 orang beragama, bila ada 1 saja orang di antara mereka yang berusaha menyambungkan hatinya dengan Tuhan, berusaha lebih jauh mengenal Tuhan, itu akan sangat menyukakan hati Tuhan, dibanding 9 orang lainnya yang beragama, atau bahkan agamis, tapi hatinya jauh dari Tuhan.

Sesudahnya dalam kehidupan sehari2 tinggal kita melaksanakan apa yang menjadi kehendak Tuhan seperti yang sudah tertuang di dalam Firman2Nya. Itu adalah cara kita menunjukkan keimanan dan kemenurutan kita. Mudah2an Tuhan suka dengan kepatuhan kita.

 J :     Tentang mimpi2 anda itu saya belum tahu pasti artinya.
Tinggal anda pertajam insting untuk menilai apakah artinya baik atau tidak
dan tinggal dicaritahu artinya yang sesungguhnya.
thanks


______



 A :     Selamat malam pak, saya mohon nasehatnya pak.
Sebelumnya saya minta maaf kalo yg ingin saya tanyakan ada yg kurang berkenan di hati bapak atau merepotkan bapak. Saya harap bapak berkenan membuka apa yg masih tertutup di "mata" saya, janganlah kiranya bapak lelah menasehati saya atau menganggap saya tidak pantas dinasehati.

Pak, apa menurut bapak saya yg berhati bebal dan kotor ini masih pantas datang ke Tuhan setelah semua pemberianNya yang begitu berharga sedangkan saya masih belum bisa melakukan apa yang benar di hadapanNya dan menyukakan hatiNya ? Sekiranya tidak pantas, saya harus bagaimana pak ?
Saya menyadari kebodohan saya namun masih tetap saya bertindak bodoh. Saya tahu saya tidak bisa mengabdi kpd dua tuan tapi saya masih saja belum benar2 mengabdi ke tuan yg Benar. Sejujurnya saya merasa tidak pantas datang ke Tuhan mengingat kotornya saya sampai saat ini, tapi saya juga tidak ingin berjalan membelakangi Pencipta saya.

Jika bapak tidak keberatan, mohon bapak berkenan menanyakan kpd Tuhan tentang saya ini, saya malu dan takut bertanya sendiri kpd Dia, sekalipun saya masih belum bisa mengerti jawabanNya langsung, saya malu utk "datang" langsung pak. Mohon bapak berkenan menanyakan pendapat Tuhan tentang saya ini, apakah Dia benar2 kecewa dgn saya atau pendapat2Nya yg lain, mungkin juga Tuhan mau memberi petunjuk apa yg harus saya lakukan terkait dengan jalan hidup saya yg mungkin ada yg Dia rencanakan.

Sejujurnya saya sungkan ke bapak meminta hal ini dan bukan bermaksud mengkultuskan bapak, tapi tidak ada yg saya kenal yg mengenal Tuhan selain bapak. Selain itu juga selama ini saya belajar mengenal Tuhan dari bapak. Semoga bapak berkenan membantu dan mengasihi saya. Maaf jika ada yg kurang berkenan. Terima kasih banyak pak.

 J :     Janganlah kamu terlalu mengkultuskan diri sendiri (mungkin itu tidak anda sadari)
Semua yang sudah anda terima dari Tuhan anggap saja sebagai perkenan Tuhan karena anda sudah bersungguh2 berusaha mengenal Tuhan. Kalau memang Tuhan punya rencana sendiri atas hidup anda, Ia sendiri yang akan menyatakannya bila waktunya sudah tiba. Karena itu jalankan saja hidupmu seperti seharusnya. Usahakan untuk tidak melanggar larangan Tuhan supaya Tuhan tidak berpaling darimu.

terima kasih

 A :     Terima kasih banyak pak Java....Terima kasih sudah berkenan membantu saya menanyakan kpd Tuhan..
Saya agak kaget tentang pandangan Tuhan ttg saya yg mengkultuskan diri. Saya coba intropeksi diri saya dulu pak, nanti kalau ada yg ingin saya tanyakan tentang mengkultuskan diri sendiri, kiranya bapak berkenan memberikan pengertian ya pak.. Sementara ini saya renungkan dulu Firman Tuhan ini. Sekali lagi terima kasih banyak pak. Selamat malam

 J :     Itu pandangan saya pribadi, belum saya tanyakan kepada Tuhan.
Silakan direnungkan sendiri benar-tidaknya
thanks

 A :     Oh jadi itu pandangan dari bapak ya, makanya kok rasa2nya agak beda dari Tuhan yg saya kenal.
Tapi terima kasih sekali nasehatnya pak.

Dari nasehat bapak kemarin itu, sepertinya memang benar pak. Tapi saya masih kurang "ngeh" dgn yg bapak maksud mengkultuskan diri sendiri ini, terus ketambahan kalimat "Karena itu jalankan saja hidupmu seperti seharusnya", saya jadi tambah bingung. Tapi skrg saya mulai ngerti maksudnya cuma masih sulit mengidentifikasinya dgn jelas. Kalau bapak tdk keberatan mungkin bapak berkenan utk menjelaskan lebih rinci pak.. Apa saya terlalu memikirkan arah jalan hidup saya ya pak ? Apa saya terlalu memikirkan ada yg Tuhan rencanakan di hidup saya ya pak ? Atau krn saya terlalu berambisi utk bisa mengenal dan berhubungan langsung dgn Tuhan pak ?

Dulu bapak di awal2 pernah menasehati saya, utk belajar tahu apa Tuhan ada punya rencana dlm hidup kita. Apa saya yg salah menangkap ya pak, sehingga saya jadi mengkultuskan diri sendiri juga..

Maaf merepotkan ya pak.. Terima kasih

 J :     Memang dulu sewaktu anda bertanya apakah Tuhan punya rencana tersendiri atas hidup anda saya
pernah menasehati anda untuk belajar tahu apa Tuhan ada punya rencana dalam hidup anda. Caranya adalah dengan anda tersambung dengan Tuhan anda menanyakannya langsung kepada Tuhan. Tapi saya yakin itu tidak akan dijawab karena Tuhan memang belum menetapkan apa2.

Saya juga sudah menyampaikan bahwa Tuhan banyak menabur benih, tetapi tidak semua tanah baik untuk menjadi ladang Tuhan. Nantinya akan dilihat lagi mana yang baik untuk Tuhan.

Karena itu sekarang ini jalani saja hidup anda lurus di hadapan Tuhan. Jangan melanggar laranganNya. Semua yang sudah anda terima dari Tuhan adalah tanda perkenan Tuhan atas laku ketuhanan anda, tapi anda sendiri jangan mengikat diri pada pandangan bahwa anda akan dipakai Tuhan, sehingga anda menjadi merasa terikat tidak bebas, tidak bisa melakukan yang lain. Bila memang Tuhan mempunyai rencana tersendiri atas hidup anda nantinya akan dinyatakanNya sendiri sesuai waktu dan tempat yang sudah ditentukanNya.


 J :     Sekalian juga saya ingin memberi masukan kepada anda terkait permintaan anda kepada Tuhan perihal
jodoh atau apapun yang lainnya.

Kita percaya bahwa bila Tuhan berkenan memberi kepada kita, yang diberikanNya itu pasti baik untuk kita, karena Ia tahu memberi yang baik untuk anak-anakNya, walaupun mungkin yang diberikanNya itu tidak persis sama dengan yang kita inginkan.

Dan kita juga percaya bahwa jodoh yang diberikan Tuhan kepada kita pasti baik dan sepadan dengan kita (sepadan menurut Tuhan, bukan sepadan secara duniawi menurut ukuran manusia. Ukuran duniawi sama sekali tidak berarti di mata Tuhan).

Tetapi saya juga sudah menyampaikan bahwa Tuhan tidak bertindak / berperan langsung dalam kehidupan manusia, kecuali yang dilakukanNya kepada manusia2 tertentu saja.

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa manusia tidak penting lagi di mata Tuhan karena nantinya semua manusia akan dibuangNya ke tempat sampah. Karena itu Tuhan tidak berperan langsung dalam kehidupan manusia yang umum. Ia hanya berkenan kepada orang2 tertentu saja yang Ia berkenan.

Tetapi Tuhan sudah memberikan berkatNya ke seluruh bumi sehingga semua mahluk bisa mendapatkan kemudahan dan keberuntungan dalam hidupnya. Dan adanya berbagai macam kesulitan dan kesusahan, bencana, sakit-penyakit, dsb, itu bukanlah hukuman Tuhan, dan bukan karena salah dan dosa siapa pun maka itu terjadi. Itu adalah beban kehidupan manusia sebagai mahluk duniawi sama seperti yang mahluk duniawi lain mengalaminya juga. Bukan karena salah dan dosa siapapun maka itu semua terjadi, tetapi semua itu memang harus terjadi supaya dengan adanya itu nama Tuhan semakin dipermuliakan.

Tuhan sendiri tahu bahwa manusia, begitu juga mahluk lainnya, bisa berusaha dan mencukupi sendiri kebutuhan hidupnya tanpa Tuhan perlu ikut campur tangan, juga bisa berpasang-pasangan tanpa Tuhan sengaja menjodohkan. Manusia sudah menjadi mahluk duniawi, karena itu manusia, begitu juga mahluk duniawi lainnya, harus berusaha sendiri untuk kehidupannya.

Karena itu walaupun di dunia manusia ada banyak pengkultusan bahwa keberuntungan hidup yang diterimanya adalah berkah dan pengabulan doa dari Tuhan, dan bahwa kesusahan, musibah, bencana, sakit-penyakit, dsb adalah cobaan / hukuman dari Tuhan, tetapi yang sesungguhnya terjadi seringkali tidak begitu.

Sebagian keberuntungan dan kesusahan ada juga yang berasal dari interaksi antar manusia dan antara manusia dengan mahluk lain selain manusia sebagai konsekwensi dari hidup di dunia.

Karena itu saya berharap supaya semua manusia bisa benar dalam mereka berketuhanan dan supaya bisa selalu tersambung dengan Tuhan supaya selalu terperhatikan olehNya.

Nasehat itu berlaku juga untuk anda supaya anda bisa benar dalam anda berketuhanan dan supaya anda bisa selalu tersambung dengan Tuhan supaya anda selalu terperhatikan olehNya.

Bila anda sudah tersambung dengan Tuhan dan bila anda bisa menjaga kontak rasa dengan Tuhan mudah2an di dalam anda berdoa anda juga bisa mendengarkan jawaban Tuhan, mungkin saat itu juga anda bisa mendapatkan jawabannya apakah doa anda dikabulkan atau tidak, atau mungkin ada sesuatu yang lain yang Tuhan kehendaki dari anda atau ada sesuatu yang lain yang Tuhan kehendaki untuk lebih dulu anda lakukan.

Atas jalan kerejekian anda yg sedang anda jalani berdoalah kepada Tuhan : "Jadikanlah itu baik untukku", supaya Tuhan memberkati jalan kerejekian anda dan supaya itu baik untuk anda. Dan atas keinginan / permohonan yang belum terwujud anda harus mengusahakannya sendiri, jangan bergantung kepada Tuhan, kecuali anda bisa tersambung kontak rasa dengan Tuhan sehingga anda bisa mendengarkan petunjuk Tuhan barangkali saja Tuhan menunjukkan jalan lain yang lebih baik untuk anda.

Begitu juga mengenai jodoh, itu harus anda cari sendiri, kecuali anda bisa tersambung kontak rasa dengan Tuhan sehingga anda bisa mendengarkan petunjuk Tuhan barangkali saja Tuhan menunjukkan seseorang untuk menjadi pasangan anda. Terhadap pasangan anda itu berdoalah kepada Tuhan : "Jadikanlah ia baik untukku dan sepadan denganku",

Perlu anda ketahui bahwa Tuhan memuliakan orang2 yang memuliakanNya dengan cara yang benar.
Dan dengan laku ketuhanan anda itu anda sudah mendapatkan perhatian tersendiri dari Tuhan.
Tetapi semakin tinggi derajat anda di mata Tuhan akan menjadi semakin sedikit di mataNya orang yang sepadan dengan anda. Bukan hanya untuk menjadi pasangan anda, bahkan untuk menjadi teman anda, akan menjadi semakin sedikit orang yang sepadan dengan anda.

Mahluk-mahluk duniawi akan mendapatkan sendiri pasangan yang sepadan dengan mereka, tetapi Tuhan tidak akan memberikan pasangan yang tidak sepadan kepada orang2 yang mendapat perkenanNya.

Karena itu mengenai jodoh, itu harus anda cari sendiri, kecuali anda bisa tersambung kontak rasa dengan Tuhan sehingga anda bisa mendengarkan petunjuk Tuhan barangkali saja Tuhan menunjukkan seseorang untuk menjadi pasangan anda. Terhadap pasangan anda itu berdoalah kepada Tuhan : "Jadikanlah ia baik untukku dan sepadan denganku",

Untuk memahami nasehat2 saya di atas anda harus benar2 bisa mengerti sikap berpikir Tuhan. Jangan memandang dari sudut pandang manusia, tetapi anda harus belajar tahu bagaimana Tuhan memandang manusia.

 A :    
Selamat malam pak, sebelumnya terima kasih penjelasannya pak. Beberapa hari ini saya merenungkan dalam2 nasehat2 bapak ini. Saya menyadari memang ternyata saya terlalu mengkultuskan diri sendiri dan sesuatu hal yg berkaitan dgn Tuhan. Juga saya semakin mengerti kalo ternyata banyak pengkultusan yg terjadi pada manusia tentang kehidupan yg berkaitan dgn Tuhan. Sebenarnya saya bingung mau ngomong apa setelah baca jawaban bapak krn sulit juga menuliskannya makanya baru sekarang saya balas email ini.. menurut saya nasehat bapak ini sangat lengkap dan mendasar sekali.

Mungkin yg ingin saya tanyakan, bagaimana menjaga ketersambungan dgn Tuhan (sambil belajar kontak rasa) namun dgn cara2 yg sopan atau pantas? Krn sering saya disaat2 luang mencoba utk tersambung ke Tuhan (sambil belajar kontak rasa), tapi saya merasa kok seperti kurang sopan / pantas terutama ketika saya sambil melakukan kegiatan selain berdoa. Sampai efek parahnya saya sampai takut utk berdoa malam dan akhirnya saya kebablasan tidur.

Yang saya takutkan itu,
pertama saya takut kalo saya berdoa krn termotivasi hanya krn ada yg saya inginkan sehingga saya gak tulus utk memuliakan Dia.
Kedua, saya takut salah bicara di depanNya.
Ketiga, saya takut krn saya benar2 sadar saya ini kotor dan gak pantas menghadap kehadiratNya, takut jadi orang yg tahu diri di depanNya.
Sebenarnya saya juga dapat nasehat dalam batin entah dari sedulur papat atau Roh Kudus tentang saat2 mencoba tersambung dgn Tuhan dengan layak (tapi saya gak bisa menjelaskan, terlalu rumit jelasinnya pak hehehe) tapi tetap saja saya takut. Ya semoga saja rasa takut saya tidak berlebihan ya pak.

Soal yg bapak bilang semakin sedikit yg sepadan buat saya, waduh.... Apa itu gak terlalu tinggi buat saya pak ??

Pak, mohon dituntun saya terus ya pak supaya saya bisa dgn benar tersambung dan menjaga ketersambungan dgn Tuhan, supaya diperbolehkan mengenalNya dgn benar, supaya bisa mengerti sikap berpikir Tuhan Dan yg terpenting supaya saya mampu berbuah pak. Jika bapak berkenan, mohon "ikat "saya dalam nama Allah Tritunggal ya pak. Supaya apa yg ditanamNya tidak sia2..
Terima kasih atas perkenannya pak. Selamat malam

 J :     Anda hanya perlu meninggikan rasa ketuhanan anda.
Anda juga perlu bisa membedakan masalah yang bersifat ketuhanan dengan urusan duniawi yang seharusnya tidak perlu dihubungkan dengan Tuhan.



_______









Comments