https://sites.google.com/site/thomchrists/test/Kebatinan%20dan%20Spiritual.jpg


   Ngobrol 1

    Kebatinan dan Spiritualitas Ketuhanan

 

Penulis menerima banyak pertanyaan dan keingintahuan dari para pembaca mengenai materi kebatinan dan spiritual tentang Tuhan dan ketuhanan dan sebagian dari mereka sudah juga menjalani sendiri laku kebatinan dan spiritual ketuhanan itu.

Sehubungan dengan itu
dengan ditambahkan ulasan dan editan seperlunya di halaman ini dipaparkan kembali sari-sari pemahaman Penuls tentang Tuhan dan ketuhanan dalam bentuk tanya jawab Penulis dengan pembaca yang sebelumnya sudah diungkapkan di halaman-halaman tanya jawab Penulis dengan pembaca.

Mudah-mudahan berguna untuk menambah pengetahuan dan kematangan kesepuhan kita.







 A :     Salam damai pak Java,
Ada yang mau saya tanyakan pak,

Bagaimana cara pertobatan yang tepat secara ketuhanan pak - misalnya saat kita melakukan dosa?

terima kasih.

 J :     Bertobat itu tidak sama dengan sekedar meminta maaf atau bermaaf-maafan.
Bertobat itu ya kita menyadari kesalahan kita dan meminta ampun kepada Tuhan atas kesalahan kita itu, dan keraskan hati untuk tidak mengulanginya lagi.

terima kasih


_______



 A :     Malam mas Javanis, lama saya gak muncul, habis bingung mau nanya apa karena banyak pergulatan
di kepala untuk mengerti pembahasan sampeyan jadi harus mengulang2 satu judul + tanya jawab yang tambah panjang tulisannya.

Kali ini yg mau saya tanyakan mengenai ''Kebatinan dalam Keagamaan''.

1. Saya termasuk orang yg sulit bersugesti akan sosok wujud tuhan, juga susah mengimani kalo tuhan ada di atas sana karena yg saya yakini tuhan itu maha proses dan tidak berbentuk, jadi di manapun kita ada dalam naungannya.

Kira2 menurut sampeyan ada yg salah enggak dengan pemikiran saya dan bagaimana saya harus mengolah rasa kebatinan pengenalan ketuhanan ?

2. Mengenai rasa berat, sesak, bergetar di tubuh saat olah rasa kebatinan kok mirip tulisan sampeyan mengenai masuknya mahluk gaib di tubuh. Apa memang ada gaib atau energi alam masuk selain itu reaksi sukma kita?

Sementara ini dulu mas semoga sampeyan diberi atau mempunyai kekuatan untuk tidak bosan menjawab pertanyaan2 kami.
Terima kasih banyak sebelumnya.

 J :     Yang bapak sampaikan itu berarti bapak memandang Tuhan sebagai Roh Agung Alam Semesta atau
sebagai Sesuatu Yang Maha Gaib.
Ya tidak apa2 pak.
Masing2 agama dan masing2 orang punya pandangan sendiri2 tentang Tuhan.
Apa yang saya tuliskan di situs saya itu juga pandangan saya pribadi.
Jadi semuanya terserah bapak saja bagaimana bapak akan memandang Tuhan, karena sifatnya adalah pribadi antara bapak dengan Tuhan.

Tapi kalau ingin bisa lebih mengenal Tuhan maka bapak harus mengenal Tuhan sebagai suatu Pribadi, yang Pribadi itu mempunyai karakter dan sifat-sifat kepribadian (Pribadi yang mempunyai sikap berpikir sendiri dalam mengeluarkan Firman2 dan dalam menyatakan Kehendak)), bukan memandang Tuhan sebagai sesuatu yang mengawang-awang tidak jelas wujudnya dan tidak jelas dimana keberadaannya, pasti juga tidak jelas sifat-sifatnya.

Itu hanya masalah sikap berpikir saja pak, tinggal bapak mengkondisikan sikap berpikir bapak saja.

Dalam tulisan olah rasa kebatinan memang ada tulisan mengenai rasa berat, sesak, bergetar di tubuh, tapi rasanya berbeda, tidak sama dengan masuknya mahluk halus di tubuh. Itu hanya tulisannya saja yang sama, rasanya berbeda.

terima kasih

 A :     Wah terimakasih banyak
saya kira pak Javanis tidak sempat jawab pertanyaan saya karena banyaknya Email yang masuk.

Jadi kesimpulanya tuhan itu tidak satu ya pak karena tiap orang berbeda-beda pandangan ketuhanannya walau seagama sekalipun, mungkin semacam dewa2 yang memunculkan diri ke masing2 pribadi yang berusaha menyambungkan diri ke Tuhan karena sesuai frekwensinya sehingga terjadi semacam resonansi..?!?!

 J :     Sebenarnya yang disebut Tuhan, semua orang tahu maksudnya, yaitu suatu Pribadi yang menjadi
Yang Maha Kuasa. Tetapi selanjutnya akan tergantung pada "rasa" pengenalan masing2 orang dan agama tentang Pribadi yang disebut Tuhan itu. Karena itu ada banyak muncul citra dan persepsi orang tentang Tuhan yang tidak semuanya sama.

Bahkan walaupun masih dalam agama yang sama bisa juga ada pandangan dan pendapat tentang Tuhan yang berbeda.
Ibaratnya seperti bapak dan teman bapak yang seagama ketika sedang berbicara tentang Tuhan dan Firman2Nya mungkin tidak semuanya sejalan. Ada pandangan dan pendapat yg berbeda. Padahal masih seagama. Apalagi kalau berbeda agama.

Contoh lainnya adalah pilpres yang sekarang ini yang calonnya adalah Jokowi dan Prabowo.
Masing2 orang punya "rasa" pengenalan sendiri2 tentang sosok Jokowi dan Prabowo.
Ada orang2 yang mengenal langsung mereka, ada juga yang hanya sekedar kenal jauh saja.
Tapi ada banyak orang yang sebenarnya tidak kenal, tapi "merasa" kenal, atau malah sok kenal.
Masing2 orang punya persepsi dan citra sendiri2 tentang sosok Jokowi dan Prabowo.
Tinggal dibuktikan saja mana yang benar.
Dengan sesama orang yang mendukung Jokowi atau mendukung Prabowo saja pendapatnya sendiri2, tidak persis sama, apalagi dibandingkan dengan yang tidak menjadi pendukung mereka.

 A :     Terima kasih penjelasannya pak
cuma mohon maaf saya masih belum mengerti banget dengan penggambaran jokowi.
Saya coba pelajari dulu penjelasan bapak mungkin lain kali saya ada pertanyaan lagi .

Sebagai gambaran dalam agama saya (islam) Tuhan tidak berwujud tapi punya 99 nama yang menggambarkan ke-Maha-an. Sulit bagi saya menggambarkan sosoknya APA ITU cahaya atau semacam energi yang dapat berbuat macam2 hal..??

itulah PR saya pak
sekali lagi saya ucapkan banyak terimakasih pak.

 J :     Maksudnya saya menghubungkan dengan penggambaran sosok pribadi Jokowi dan Prabowo adalah
untuk menjelaskan bahwa atas sesuatu yang sama orang bisa punya pengenalan yang berbeda2.
Begitu juga tentang pengenalan kita tentang Tuhan.
Itu hanya penataan sikap berpikir saja pak.

Oke pak
terima kasih

_______



 A :     Maaf mau tanya agak pribadi,
Mas sendiri masih beribadah di tempat umum ?  Yang cara pandangnya berbeda ?

Jadi galau saya hehe..
Bener kata mas bagaimana mau membandingkan mobil yang mas kendarai, lah saya sendiri masih naik motor ....  berarti saya harus belajar naik mobil dulu baru membandingkan mobilnya ya

 J :     secara duniawi manusia saya memang terikat agama
tapi secara pribadi saya tidak menempatkan diri saya di bawah agama
secara pribadi saya menempatkan diri saya di atas agama

saya menempatkan diri di bawah ketuhanan, tidak di bawah agama, sehingga tidak masalah untuk saya beribadah dimanapun dan tidak masalah bila saya berada di lingkungan orang2 yg berbeda agama ataupun berbeda pandangan ketuhanan, karena beragama dan beribadah adalah sarana saya mewujudkan rasa ketuhanan saya, bukan sekedar untuk saya mewujudkan kewajiban saya beragama.



 A :     Terima kasih mas masukannya,
maaf pertanyaannya agak pribadi

Jadi tidak perlu menjalankan sesuatu yang menurut agama benar jika secara ketuhanan itu salah, namun secara fisik juga jangan terlalu bertentangan dengan yang umum, supaya tidak menimbulkan masalah ?
Terima kasih

 J :     Saya tidak sepenuhnya sependapat dgn pernyataan anda itu, karena semuanya seharusnya didasarkan
pada hikmat yang dari Tuhan.
Masing2 orang punya pemahaman sendiri2 tentang agama dan ketuhanan, tinggal masing2 orang saja bagaimana ia akan menjalankannya.
thanks



_______



 A :    
selamat hari minggu Pak...

Pak Java, saya orang katholik, saya kalo malam berdoa di luar rumah menghadap Timur, saya berdoa kepada Tuhan YESUS...

Setelah saya berdoa kepada Tuhan YESUS, saya juga memohon kepada para DEWA supaya saya mendapat keselamatan dan keberuntungan dalam hidup saya.

Apakah yang saya lakukan ini boleh pak ?? (selain meminta kepada Tuhan YESUS saya juga meminta kepada para DEWA )

Ini saya lakukan karena saya percaya para DEWA adalah juga wakil Tuhan untuk melindungi manusia.

ini saja pak pertanyaan saya, terima kasih

 J :   
Tidak perlu bapak meminta secara khusus kepada Dewa, karena berdoa saja kepada Yesus sudah mengisi keseluruhan doa bapak kepada lainnya. Apalagi itu nantinya akan sama dengan menduakan Yesus.

Berdoa saja yg tulus dan tersambung dengan Tuhan dan Yesus, tidak perlu menonjolkan pamrih duniawi, Ia tahu memberi yang baik kepada anak-anakNya.
thanks


______




 A :     saya memang masih harus banyak belajar.. tapi memang saya akui saya sepertinya tidak punya bakat
dalam kegaiban, tapi saya akan tetap mencoba berusaha.
saya memang belum bisa merasakan listrik di jari2 dan paling kadang saat saya mencoba olah rasa malah merasa merinding atau meremang dari pinggang sampai kepala seperti bergetar tapi kadang saya takut sendiri meneruskannya apalagi tanpa ada guru yang mendampingi. iya kalo yang datang yang baek, kalo yang negatif kan bisa berabe pak.. hehe..
menurut Bapak saya bisa berhasil gak ya belajar kebatinan?????

boleh tanya lagi gak pak ?
gimana menurut bapak dengan istilah menduakan kuasa Tuhan ?

trus, saya sudah membaca obrolan bapak dengan para pembaca yang dalam pencariannya untuk menemukan Tuhan malah banyak mahluk2 yang mengaku Tuhan mendatangi mereka.
saya sangat tertarik dengan tema itu,
kira2 apakah hanya dengan eling bisa menyelamatkan mereka dari kesesatan?
lalu bagaimana orang2 bisa membedakan yang Asli dan Palsu?

 J :    
Sebenarnya tidak masalah apakah anda berbakat ataukah tidak, yang lebih penting adalah kemauan dan ketekunan anda sendiri untuk menjalankannya.
Tapi anda tidak menjalankannya juga tidak apa2.
Lebih baik anda fokus pada jalan kehidupan anda sendiri supaya lebih memberi manfaat dalam hidup anda.

Mengenai istilah menduakan kuasa Tuhan .....
Bagaimana supaya tidak terjadi kita menduakan kuasa Tuhan ?
Tentang itu sebagian sudah saya tuliskan dalam tulisan tentang sesaji.
Sebagian lagi sudah juga saya tuliskan dalam banyak tanya jawab dengan pembaca.
Tinggal dibaca2 saja.

Saya memang tidak ingin menuliskan istilah
menduakan kuasa Tuhan secara khusus, supaya jangan tulisan saya itu kemudian dijadikan ukuran bahwa kalau seseorang menjalankan apa yang tertulis di dalamnya kemudian ia menganggap perilakunya tidak menduakan Tuhan, karena ada kecenderungan orang untuk menjalankan sisi formalnya saja, tidak menjalankan apa yg tersirat di dalamnya. Seharusnya orangnya sendiri yg punya hikmat ketuhanan sehingga ia sendiri akan bisa menilai apakah perbuatannya itu menduakan Tuhan atau tidak. Sisi formal itu juga yg banyak ditonjolkan dalam orang beragama, bukan hikmat ketuhanannya, sehingga kemudian banyak terjadi perselisihan dan sikap sok mulia mengagung-agungkan dirinya sendiri sebagai mahluk Tuhan yang mulia.


Mengenai para pembaca yang dalam pencariannya menemukan Tuhan malah banyak mahluk2 yang mengaku Tuhan mendatangi mereka. Kira2 apakah hanya dengan eling bisa menyelamatkan mereka dari kesesatan?  lalu bagaimana orang2 bisa membedakan yang Asli dan Palsu ?

Roh-roh jahat dan penyesat ada dimana-mana. Ada yg datang mengikuti / mendampingi, ada juga yang masuk tinggal di dalam badan / kepala manusia (ketempatan mahluk halus).
Mereka bukan hanya datang kpd orang2 yg mencari Tuhan, tapi juga datang kpd orang2 awam maupun yg agamis. Hanya saja orang2 agama dan para spiritualis agamis tidak mampu mengenalinya, apalagi kalau mereka sendiri ternyata sudah juga disesatkan. Lebih banyak itu hanya menjadi cerita agama saja.

Seringkali sosok penyesat yg
datang itu kekuatannya jauh di atas kemampuan kita untuk menangkalnya. Jadi tinggal kita saja yg berusaha bertahan dari pengaruh penyesatannya. Belajar membangun ketahanan terhadap penyesatan.

Untuk menghindari kita terbawa penyesatannya tidak cukup kita hanya berserah / bersandar pada Tuhan. Itu hanya dogma saja. Bagaimana melakukannya kita berserah / bersandar pada Tuhan ?

Kita sendiri yg harus selalu eling, tajamkan insting dan peka rasa, kuatkan hikmat ketuhanan dan belajar fokus kpd Tuhan di atas sana.

Kalau hanya mendengarkan bisikan gaib saja, atau mengawang2, tidak fokus kpd sumbernya, seringkali kita tidak bisa membedakan sumbernya darimana. Karena itu dalam latihan olah rasa dan melihat gaib ditekankan juga supaya kita bisa fokus, jangan mengawang-awang.



_______


 A :     Siang mas java
Mas sy mau tanya, maksud dari penguasa kegelapan itu apa ya mas ?
Apa termasuk mahluk2 golongan hitam itu ya ?
Tks

 J :     Kuasa2 gelap atau kekuatan2 kegelapan dimaksudkan sebagai segala kuasa / kekuatan yang pengaruh
perbuatan2nya sudah menjauhkan manusia dari pengertian dan pengetahuan yang benar tentang Tuhan, yang membuat pengertian tentang Tuhan terasa gelap, samar, sehingga manusia tidak dapat mengenal Tuhan dengan benar. Ditambah lagi dengan banyaknya penyesatan tentang Tuhan yang kesemuanya itu semakin menjauhkan manusia dari Tuhan.

Secara ketuhanan semuanya itu disebut kuasa2 gelap yang sudah membuat manusia jauh dari terang yang benar tentang Tuhan.

Tokoh2nya dan semua sosok pribadi yang terlibat dalam perbuatan2 penggelapan dan penyesatan2 itu disebut sebagai raja2 dan penguasa kegelapan.
Pelaku2nya adalah jin iblis dan mahluk halus gol.hitam dan sukma2 jahat penyesat.

Di dunia manusia antek2 kaki tangan mereka terutama adalah nabi2 palsu, tokoh2 berhala dan ajaran sesat yang sudah menyimpangkan manusia dari ketuhanan yang benar, tukang2 sihir, raja2 yang jahat dan menindas, dan tokoh2 / kepala kejahatan / pelacuran, dsb yang mereka sudah berlaku sesat, mengajarkan kesesatan dan menjerumuskan banyak manusia pada kesesatan, kejahatan dan keasusilaan, berlaku jahat dan sesat, menggunakan kekuatan dan kekuasaan untuk melakukan perbuatan2 jahat dan menindas, menyebarkan kebencian dan permusuhan.

 A :     Terima kasih atas jawabannya.
Mas java apakah mimpi saya ini ada hubungannya ya dengan penguasa kegelapan..

Malam kemarin saya bermimpi naik sepeda motor sendiri.
setelah lama saya berkendara ternyata saya lupa jalan pulang dan sangat bingung mencari arah pulang..
saat saya mencari2 arah tiba2 lingkungan yang saya lalui menjadi samar2 dan gelap. Saya bisa melihat karena lampu sepeda motor menyala.

Yang anehnya setelah lingkungan yang saya lalui gelap dan mencekam (rasa takut dan was-was) saya merasakan energi yang tidak baik mengikuti dari arah belakang saya..
semakin saya memacu kendaraan, bukannya kencang malah lambat seperti tidak ada powernya (semakin takut).

Beberapa menit kemudian saya bertemu ibu2 dan saya bertanya jalan arah pulang, justru si ibu2 itu memnta imbalan..saya langsung balik arah tidak menghiraukannya..
setelah beberapa meter saya bertemu bapak2 (wajahnya seperti familiar bagi saya)
saya langsung berhenti dan bertanya.
Saya : "pak bisa antar saya, saya mau pulang lupa jalan pulang".
Bpk  :  "baik saya antar, biar saya yang setir kendaraannya".
Saya : "baik pak silakan"

Setelah lama berkendara saya mulai melihat jalan dan gelap itu langsung hilang. tapi saya belum sampai di rumah. tetapi diajak ke suatu tempat bertemu dengan orang2 yang tidak saya kenal tetapi rasanya seperti keluarga.
Setelah itu saya bangun. Dan terbesit ada kuasa gelap.
Mohon penjelasan mengenai mimpi saya mas?
Apakah ada hubungannya dengan itu?
Terima kasih mas java

 J :     Iya mas
itu petunjuk untuk anda
lebih bijaksana kalau anda berusaha mencari jawaban arti atas petunjuk yang diberikan kpd anda itu.
thanks

 A :     terima kasih mas
Kiriman emailnya mas berbarengan dengan saya terbangun tiba2.

Kalau pendapat saya dari mimpi tersebut.... di dalam pencarian ketuhanan ada saja penguasa2 kegelapan yg selalu ingin mencampuri / mengganggu kita dgn caranya mereka. Tetapi disini tuhan juga tidak tinggal diam memberi kuasanya pada orang2 yang ingin mendekatinya. Dari mimpi saya itu akhirnya saya mendapatkan terang karena saya terus mencari dan mencari jalan keluar atau jalan pulang.
Kira2 begitu mas
Mohon penjelasannya mas java
Terima kasih

 J :    
Sebenarnya mimpi anda itu tidak langsung teridentifikasi hubungannya dengan kuasa kegelapan. Ada hubungannya dgn kuasa kegelapan, tapi tidak langsung teridentifikasi hubungannya dgn kuasa kegelapan. Itu adalah gambaran jalan hidup anda yg sekarang anda jalani, terkait dengan jalan kepercayaan anda.

Arti mimpi anda itu sebenarnya bukannya anda salah jalan, bukan juga anda disesatkan, tapi adalah gambaran perjalanan anda sendiri yang anda tidak tahu tujuannya, tapi anda mantap menjalaninya.

Anda merasa mantap menjalaninya, tetapi sebenarnya anda tidak tahu tujuannya. mungkin malah tidak perhatian terhadap tujuannya, karena anda hanya menjalani saja, dan mantap menjalaninya.

(Anda merasa tahu tujuannya, punya gambaran tentang tujuannya, tapi tidak tahu jalan yg benar menuju kesana. Tapi anda mantap menjalani jalan anda yg sekarang, berharap jalan itu akan benar mengantarkan anda kepada tujuan anda yang benar).

Kemudian ada saat2 anda memikirkan / mencari tujuannya, tetapi anda bertemu dengan pribadi2 yang sebenarnya tidak sungguh2 tahu tujuan perjalanan anda, tapi bersikap seolah2 mereka tahu. Mereka punya kepentingan pribadi sendiri2.

Dan tuntunan yang sekarang anda terima, yang selama ini sudah anda ikuti dan jalani, yang anda merasa familiar, itu juga tidak sungguh2 mengantarkan anda kepada tujuan anda yang benar. Jika itu terus anda jalani, anda akan sampai ke suatu tempat yang itu bukanlah tujuan anda yang sebenarnya, anda hanya mampir saja, tidak sampai kepada tujuan yang seharusnya.

Kelihatannya mimpinya belum tuntas, terpotong. Mungkin nantinya akan ada lagi mimpi tambahannya.
Tapi itu cukup untuk menjadi bahan evaluasi anda atas jalan hidup dan kepercayaan anda sekarang ini.

Ini juga menjadi bahan evaluasi untuk orang banyak yang selama ini mereka merasa mantap menjalani, merasa familiar, tapi nantinya mereka tidak akan sampai kepada tujuan mereka yang seharusnya.

terima kasih

 A :    
Terima kasih penjelasannya mas java.
Memang yang mas java babarkan itu benar, itu yang saya jalani.
Saya masih bingung dan kadang saya merasa diri saya sudah benar dengan apa yang saya jalani ini.

Bimbingan mengenai keagamaan dan kebatinan di lingkungan saya sangat kurang, hanya formalitas. Kadang2 pemuka2 agama saling bertentangan sehingga kita sendiri pun tambah bingung mana yang benar mana yang salah.
Tapi setelah saya membaca tulisan2 mas..saya agak sedikit terbuka dan semoga bisa memahaminya.

Terima kasih banyak mas java..yang mau membeberkan apa yang selama ini terjadi pada diri saya.
Saya mohon untuk bimbing saya supaya saya juga bisa membimbing anak2 saya, istri dan keluarga kecil saya ke jalan yang benar menuju ke Tuhan.
mas java, menurut mas java, apa yang perlu saya tekankan terhadap diri untuk pegangan saya agar tidak salah arah?
Dan terima kasih sudah banyak membantu leluhur2 saya mas.

 J :    
Saya sudah banyak menuliskan tentang ketuhanan dan keagamaan.
Seharusnya itu sudah cukup untuk menjadi nasehat untuk anda.
Tetapi kalau anda menginginkan nasehat langsung dari saya, maka jawaban saya sama dengan yang sudah saya sampaikan di dalam tulisan2 saya, yaitu dalam hal anda beragama / berkepercayaan sebaiknya anda lebih dulu mengenal dengan benar siapa Pribadi yang menjadi tujuan anda beragama. Sesudah itu barulah anda tentukan jalan yang benar yang harus anda jalani.

Dan karena anda sudah juga mengerti kegaiban, seharusnya laku keagamaan anda itu bisa lebih baik lagi kualitasnya, karena anda juga bisa / menelisik menguji sendiri seluk-beluk di dalamnya, jangan sama lagi dengan orang lain yang awam
yang hanya bisa percaya-tidak saja pada jalan agamanya.

Misalnya untuk anda sendiri
yang beragama Hindu.
Sekarang ini Dewa pujaan anda adalah Ganesha, dan anda mengikuti peribadatan dengan mantram2 Ganesha. Itu adalah jalan keagamaan yang diajarkan oleh pemuka2 agama dulu. Tapi ternyata secara pribadi dengan cara itu anda masih belum bisa tersambung dengan Dewa Ganesha.

Di sisi lain, dengan cara kontak rasa kebatinan ternyata anda sudah bisa tersambung dengan Dewa Indra, tanpa mantram2.
Dengan cara itu anda juga bisa tersambung dengan Dewa2
yang lain, seperti Dewa Ganesha, Dewa Wisnu / Syiwa, Batara Guru, dsb.

Artinya tanpa harus mengikuti ritual resmi dan formal keagamaan anda yg sekarang, ternyata anda malah bisa tersambung langsung dengan Pribadi2 yang menjadi tujuan rohani anda. Artinya anda secara pribadi bisa melakukan ritual sendiri untuk bisa lebih efisien dan efektif mencapai tujuan rohani anda.

Kapan2 anda bisa dengan kontak rasa kebatinan anda mencoba tersambung dengan Dewa Ganesha, Dewa Indra, Dewa Wisnu / Syiwa, dsb, untuk mendapatkan pengajaran langsung dari mereka, sehingga nantinya anda akan tahu sendiri apakah jalan / ritual keagamaan anda selama ini sudah benar.

Lebih dari itu, jika anda sudah bisa mendapatkan pengajaran langsung dari mereka, anda bisa merumuskan ajaran dan ritual
untuk orang lain juga supaya bisa pasti bersama2 terhubung / sampai kepada Pribadi2 yang menjadi tujuan rohani, selain itu berguna untuk diri anda sendiri, itu akan juga menempatkan diri anda sama dengan pemuka2 / pencetus ajaran keagamaan jaman dulu, tidak sama lagi dengan penganut agama biasa yang awam.

Tetapi jika melakukan ritual alternatif seperti itu anda anggap sebagai penyimpangan, atau dosa, ya ... terserah anda saja. Saya hanya memberikan masukan pribadi sebagai orang luar.

Masukan saya itu adalah sama dengan tatacara yang dilakukan orang jawa dulu dalam berketuhanan, yaitu olah roso, untuk bisa tersambung langsung dan mendapatkan pengajaran langsung dari Pribadi yang menjadi tujuan rohani mereka.
Jika anda mampu dan berhasil melakukannya itu berguna untuk kesepuhan anda.

Selain untuk mendapatkan pengajaran langsung tentang tatacara peribadatan anda
yang benar, itu juga bisa untuk anda mencoba menanyakan apakah laku peribadatan anda cukup kepada mereka Dewa2 ataukah ada yang lain yang juga harus anda tuju dalam peribadatan anda.

terima kasih

 A :     Terima kasih mas java.


_______



 A :     Malam mas,
saya mau tanya tentang perbedaan ngalap berkah dan sedekah,
mengingat hal ini sepertinya mulai mengkhawatirkan
Menurut mas inti perbedaan konsepnya dimana ?

Bagaimana sikap berpikir dan kondisi hati agar sedekah yang kita lakukan tidak termasuk ngalap berkah?
Melihat situasi dan kondisi yang ada sekarang apalagi ternyata yang mengumpulkan sedekah itu adalah pemuka agama

Sebenarnya mau saya tanyakan lebih detail tapi agak gimana gitu hehe..
Mudah2an mas mengerti maksud saya.

Terima kasih

 J :    
Menurut pendapat saya, perbedaan ngalap berkah dan sedekah ada pada sisi kebatinan kerohaniannya.
Sedekah itu seharusnya iklas, netral, tidak disertai adanya harapan / pamrih apa2 dari pemberiannya, karena itu adalah sarananya untuk berbuat baik (dan memuliakan Tuhan).
Kalau di dalam sedekah itu ada pamrih lain
yang ingin diwujudkannya dengan ia bersedekah, itu masuk dalam kategori ngalap berkah.

Itu pendapat saya pribadi loh ya....
Jadi tergantung orangnya sendiri bagaimana sikap batinnya dalam bersedekah
atau mungkin orang punya pandangan lain tentang sedekah
atau mungkin juga ada agama
yang punya pandangan lain tentang sedekah, misalnya ada hubungannya dengan pahala dan dosa,
atau mungkin juga ada orang
yang menghitung2 pahalanya dari setiap ia bersedekah.
thanks


_______



 A :     Selamat malam
salam sejahtera mas,
saya ingin bertanya mas:

Sekarang ini saya baru mulai lagi untuk laku kebatinan dalam keagamaan mas, yaitu dengan penghayatan firman Yesus Kristus dan berdoa bersugesti kepada Tuhan 'Allah Tri Tunggal',
menurut saya agak susah bersugesti kepada Tuhan.

Setelah saya membaca obrolan2 pembaca dan saran yang mas berikan untuk pembaca, saya tersadar bahwa saya lupa akan kekuatan Kuasa Tuhan, saya masih mengandalkan sahabat2 saya, mengharap tuah2nya harus selalu ada untuk saya dan selalu melindungi saya.
Sekarang saya sadar, saya mengandal Tuhan Allah, kasih Tuhan kepada manusia (anak-anak Allah) besar ya mas, hal itu saya rasakan pada saat saya menbaca alkitab injil (perjanjian baru).

Saya mohon bimbingan dari mas javanese.
Selama ini saya tidak pernah beribadah ke gereja mas,
menurut saya beribadah kepada Tuhan Allah tidak harus ke gereja,
bagaimana menurut mas apakah pendapat saya salah?
Mohon penjelasannya terima kasih.

 J :     Ke gereja memang bukan satu2nya jalan ibadah kepada Tuhan, tetapi jangan mengabaikannya, karena
itu adalah sarana Tuhan untuk mengumpulkan anak-anakNya.
Beribadah dengan datang ke gereja bukanlah satu2nya jalan ibadah kepada Tuhan. Jangan menganggap sesudah ke gereja maka kewajiban kita beribadah sudah selesai. Masih banyak firman Tuhan
yang harus dijalankan. Ibadah kita adalah melaksanakan semua firman dan kehendak Tuhan, bukan hanya ke gereja saja, dan itu harus kita lakukan dengan sikap hati memuliakan Tuhan.

 A :     Terima kasih atas penjelasannya, pikiran saya jadi terbuka.
Saya masih berlatih bersugesti tersambung dengan Tuhan dan saya ingin manunggal denganNya mas, mohon doa dan bimbingannya mas, dan apakah Tuhan berkenan kepada saya mas ?
saya juga sudah mulai beribadah ke gereja, damai rasanya berada di gereja, sebenarnya saya juga ingin ada dan ikut persekutuan seperti tulisan mas di Olah Roh, Manunggaling Kawula lan Gusti, tapi saya belum nemu. pengennya sich bentuk sendiri, tapi saya kurang bisa bergaul he he he.

 J :     Usahakan untuk selalu menghormati peribadatan dan menghormati (memperingati) hari-hari besar agama,
terutama hari kelahiran, penyaliban / wafat, kebangkitan dan hari kenaikan Yesus, jangan mengabaikannya, karena itu menjadi bentuk penghormatan dan pernyataan iman kita kepadaNya.

Membentuk persekutuan orang percaya tidak harus banyak anggotanya. Cukup dengan teman2 dan saudara dekat saja yg sehaluan, sehingga di dalamnya tercipta semangat kepercayaan yg arahnya positif, tidak negatif.


_______




 A :     sugeng siang Romo..
saya ingin belajar untuk selaras dengan sifat2 tuhan atau manunggaling kawulo lan gusti secara benar dan nyata, untuk itu saya ingin belajar kepada Romo...

yang saya ingin tanyakan bagaimana kita mengsugesti diri kita menyandarkan diri kita untuk selaras dengan sifat2 tuhan...

bagaimana sih caranya untuk melakukan laku manunggal dengan tuhan, mungkin bagi saya sulit sekali untuk membayangkan atau berdoa langsung dengan tuhan seperti pada saat saya diganggu ghaib..

apakah ada tanda2nya kalau kita sudah bertemu dengan tuhan atau klop mantap dengan tuhan nggih Romo...

maturnuwun sanget nggih Romo

 J :   
Selaras dengan sifat2 tuhan dan manunggaling kawulo lan gusti adalah 2 hal yang berbeda, tidak sama.

Untuk selaras dengan sifat2 tuhan, anda harus tahu dulu sifat2 Tuhan, barulah anda menyelaraskan diri dengan sifat2 Tuhan yang anda tahu itu.

Untuk usaha manunggaling kawulo lan gusti anda belajar dulu tersambung dengan Tuhan. Contohnya seperti di tulisan saya yg berjudul Kebatinan Dalam Keagamaan.
Sesudah bisa tersambung dengan Tuhan barulah anda berusaha manunggaling kawulo lan gusti. Mudah2an gayung bersambut.

terima kasih

 A :     
oh begitu ya Romo saya kira dengan menyelaraskan diri dengan sifat2 tuhan maka kita akan manunggal dengan tuhan..

memang ketika saya renungkan sih bisa saja saya manunggal dengan tuhan dengan melakukan sifat2 tuhan biarpun saya tidak akan mampu, namun sekarang saya menemukan titik terang melalui Romo...

Apakah tersambung dengan tuhan itu sama seperti kontak batin terhadap mahluk ghaib Romo, apakah harus ada visualisasi khusus ketika kita dalam laku manunggal dengan tuhan..

begini Romo ketika saya berusaha tersambung dengan tuhan dan mengingat segala apa
yang diberikan tuhan kepada saya atau nikmat2Nya, saya merasakan getaran kencang, lalu ketika saya berpikir apakah sudah tersambung dengan tuhan ya? seketika itu langsung hilang getarannya...
saya bingung sekali bagaimana mengetahui bahwa kita sudah tersambung dengan tuhan..

Terimakasih Romo atas segala petuah dan pituturnya..


 J :    
Jangan bersensasi tersambung dengan Tuhan.
Tersambung dengan Tuhan nantinya bisa dirasakan sendiri kalau melakukannya dengan penghayatan
yang dalam.


_______




 A :     Selamat malam, Pak.
Bagaimana kabarnya?
Semoga baik-baik saja yah.

Saya mau bertanya, Pak.
Dalam Alkitab / kitab taurat, tertulis larangan mengenai apa yang tidak boleh dimakan oleh manusia, beberapa di antaranya adalah babi hutan dan katak / kodok yang kebetulan merupakan makanan favorit saya.
Apakah larangan tersebut di atas bersifat mutlak dan harus dituruti, Pak ?
Dan apakah alasannya sampai ada hewan tertentu yang tidak boleh kita makan ?

Bagaimana menurut Bapak ?

 J :     Tentang makanan memang ada banyak pendapat dan kesimpang-siuran di kalangan orang kristen /
katolik. Jadi seandainya ada ketidak-cocokkan dengan pandangan dan keagamaan mereka, haruslah ini dianggap sebagai pendapat saya pribadi, tidak perlu dipertentangkan, karena semua orang punya pandangan sendiri2. Tapi seharusnya kita bisa mengedepankan hikmat yang dari Tuhan, jangan sekedar ngotot berbantah2an.

Pada jaman dulu pengertian tentang pribadi Tuhan dan keharusan beribadah kepada Tuhan adalah sesuatu yang baru bagi bangsa Israel pada jaman awal dulu sejak mereka pindah dari Mesir. Mereka punya kecenderungan untuk hidup bebas, ingin bisa menyembah tuhan mana saja yang mereka mau, karena jaman dulu di daerah sana itu memang marak membudaya kehidupan berhala. Karena itu Tuhan bersikap keras untuk mengikat bangsa Israel dengan hukum2 yang detail, dan semuanya dituliskan sehingga hukumnya jelas, tak ada alasan untuk mereka tidak tahu hukumnya.

Hukum2-Nya tertulis sangat detail dan menyeluruh meliputi semua aspek dalam kehidupan manusia sampai2 kita yang hidup di jaman sekarang ini mungkin akan memandang bahwa ada hukum2 yang sebenarnya tidak perlu sampai diatur secara khusus oleh Tuhan, tetapi pada waktu itu memang hukumnya itu perlu dibuat, karena tujuannya adalah untuk mengikat kehidupan dan cara hidup bangsa Israel supaya tidak menjadi seperti bangsa yang tidak mengenal Tuhan.

Tetapi pada perkembangan selanjutnya ternyata ada kecenderungan orang Israel untuk hanya menjalankan apa yang tertulis saja, tetapi makna dan hikmat di dalamnya tidak dipahami dan tidak dijalankan, agamis tapi perilakunya seperti tidak mengenal sifat2 pribadi Tuhan. Ditambah lagi ada juga kecenderungan yang orang menjadikan hukum2 agama sebagai alat untuk menuduh dan menghakimi orang lain, dan sombong dengan status agama dan Tuhan mereka.

Itulah tujuan utama Yesus dikirimkan kepada bangsa Israel, yaitu untuk meluruskan kehidupan keagamaan dan ketuhanan bangsa Israel, sehingga Yesus berbenturan dengan orang2 agamis saat itu (Ahli-Ahli Taurat, kaum Farisi dan Saduki), karena Ia banyak mencela mereka yang sekalipun hafal hukum2Nya tetapi hanya menjalankan apa yang tertulis saja, tidak mengerti hikmat di dalamnya, yang itu tidak dikehendaki Tuhan karena kecenderungannya menjadi tidak sama / menyimpang dengan yang dimaksudkan oleh Tuhan di dalam hukum2Nya.

Banyak isi aturan yang sudah dikoreksi pelaksanaannya oleh Yesus, diperbarui, menjadi hukum yg baru. Yesus menekankan pada hikmat yang ada di dalam hukum2 Allah. Tujuannya adalah supaya manusia menjadi pribadi baru yang lebih mengenal Allah dan mengetahui kehendak2 Allah di dalam hukum2Nya. Karena itu Allah juga memberikan Roh KudusNya yang akan menjadi pengajar / pembimbing manusia, yang akan mengajarkan hikmat yang dari Allah.

Karena itu seharusnya kita mengenal hikmat Allah itu, jangan lagi ngotot berkeras pada apa yang tertulis saja, karena mungkin saja itu termasuk yang sudah diperbarui oleh Yesus. Termasuk mengenai makanan yang sebelumnya disebutkan haram, itu juga sudah diperbarui oleh Yesus.

Hubungannya dengan pertanyaan anda itu tentang makanan yang dulunya disebutkan haram seperti daging babi dan katak, itu juga sudah diperbarui. Dulu memang haram, sekarang tidak lagi, sekarang boleh dimakan.

Tetapi harus dipahami disini bahwa anda juga harus mengerti hikmatnya. Jangan sampai karena dikatakan tidak haram, boleh dimakan, kemudian anda mempuas2kan diri memakan makanan itu. Apalagi terhadap makanan2 yang dianggap mewah / berkelas. Jangan sampai perbuatan anda itu tidak patut di hadapan Tuhan.

Maksud penekanan pada hikmat adalah supaya manusia menjadi pribadi yang lebih baik, yang mengerti maksud Tuhan. Semua makanan sama saja di mata Tuhan. Yang menjadi laranganNya adalah kelayakan kita memakannya.

Yang jelas2 tidak patut di mata Tuhan sebaiknya jangan kita mengkonsumsinya, apalagi itu dijadikan kebiasaan, misalnya yang tujuannya adalah untuk mabuk2an, mewah2an, yang itu tidak berguna di mata Tuhan.
Juga jangan melakukan perbuatan tercela dalam mencari rejeki dari makanan, misalnya mengelabui orang dengan menjual makanan basi / busuk, daging tiren, kambing / sapi gelonggongan, hasil mencuri, dsb.
Dan yang tetap dilarang adalah kita memakan / meminum darah.
Dan yang juga dilarang adalah cara kita sendiri dalam memproses makanannya, bagaimana membunuh hewannya, atau mungkin ada sikap dan perbuatan kita terkait dengan makanan yang membuat kita menjadi tidak berperikemanusiaan.
Semuanya itu adalah kenajisan di mata Tuhan dan akan menjadikan kita mahluk rendah di hadapanNya jika kita melakukannya.

Tuhan.

 A :     Baik, Pak
Terima kasih.
Saya sudah mengerti.
Terima kasih sebelumnya, Pak.


_______



 A :     Salam damai, pak Java
Perkenalkan saya asal semarang,
dalam artikel dan obrolan bapak, bapak sering menyebutkan tentang beribadah yang benar,
yang mau saya tanyakan bagaimana cara beribadah yang benar sesuai dengan agama yang saya anut (katolik), apakah dengan mengikuti misa setiap minggu sudah cukup ?
atau apakah ada cara yang lebih benar ?
mohon pencerahan bapak.

terima kasih.


 J :     Yang bapak tanyakan :
bagaimana cara beribadah yang benar sesuai dengan agama yang bapak anut (katolik), apakah dengan mengikuti misa setiap minggu sudah cukup ?
atau apakah ada cara yang lebih benar ?

Beribadah ke gereja hanyalah salah satu saja bentuk sarana kita beribadah kpd Tuhan, jangan diabaikan, tetapi juga jangan dianggap sebagai satu-satunya jalan ibadah, karena ke gereja saja masih belum cukup.

Selain sebagai sarana beribadah, ke gereja juga menjadi sarana untuk berkumpul, supaya kita tidak terlepas dari kawanan domba Allah, supaya tidak menjadi domba yang hilang, karena itu jangan diabaikan. Tetapi akan lebih baik lagi kalau ke gereja itu bisa ditingkatkan kualitasnya menjadi persekutuan orang percaya.

Peribadatan formal saja tanpa adanya persekutuan hati dengan anggota jemaat yang lain belum bisa dikatakan sebagai persekutuan orang percaya. Seringkali perkumpulan2 kecil di luar gereja, seperti pertemuan keluarga atau kumpul dengan teman2 seiman lebih mendukung terciptanya persekutuan orang percaya, karena disitu akan lebih bisa dirasakan hidupnya semangat kepercayaan kita.

Pada prinsipnya kalau bapak beragama katolik maka laku kerohanian bapak harus mengikuti apa yang sudah ditentukan oleh Yesus Kristus.

Kalau hanya berpikiran agamis saja maka rajin ke gereja atau rajin berdoa saja sering dianggap sudah cukup. Tapi sesungguhnya itu masih jauh dari cukup. Selain menerima terhadap kesejatian Yesus seperti
yang sudah dinyatakan dalam firman2Nya dan mengimaninya, dan menjalankan kehendak2Nya seperti yang sudah tertuang dalam firman2Nya (silakan dibaca di Alkitab / Injil), dalam hidup sehari-hari bapak masih harus menghasilkan buah2 perbuatan sebagai bentuk nyata kepercayaan bapak itu, karena itu adalah buah2 dari kepercayaan bapak yang nantinya akan ditimbang lagi pada Hari Penghakiman apakah timbangan bapak berat.

Dari banyaknya Firman2 Tuhan, apa saja Firman2Nya yang sudah konsisten kita laksanakan dalam hidup kita, itu bisa untuk mengukur sejauhmana keimanan kita. Dan itu tidak cukup hanya dengan kita ke gereja saja.

Jadi selain bentuk kepercayaan yang tidak kelihatan mata seperti sikap hati yang mengimani, juga kepercayaannya harus diwujudkan dalam perbuatan2 yang nyata sebagai bentuk pernyataan / kesaksian iman atas kepercayaan bapak itu.

Untuk laku pribadi sebaiknya bapak juga menambah laku bapak, yaitu supaya tidak sebatas keagamaan saja, tapi juga menekuni sisi ketuhanannya supaya lebih bisa menghayati hubungan bapak pribadi dengan Tuhan. Laku dan isi dalam tulisan saya yang berjudul  Olah Roh, Manunggaling Kawula Lan Gusti  dan Kebatinan Dalam Keagamaan  cukup baik untuk maksud itu.

terima kasih

 A :     
Salam damai pak Java
Terima kasih bapak telah memberi pencerahan tentang cara beribadah yang benar.

Ada yang saya tanyakan lagi pak, sebenarnya persekutuan hati itu apa ?
Setiap kita datang beribadah ke gereja (misa), misa dihadiri beratus-ratus orang yang percaya terhadap Yesus, mungkinkah terjadi persekutuan hati dalam misa tersebut ?
biarpun kita tidak mengenal semua orang yang datang ke misa. bukankah kita datang ke misa, hati dan batin kita arahkan ke Yesus.
Apakah persekutuan hati hanya dapat dicapai melalui perkumpulan-perkumpulan rohani di luar misa ? 
mohon pencerahannya pak.
terima kasih.

 J :     
Maksud saya bukannya persekutuan hati hanya dapat dicapai melalui perkumpulan-perkumpulan rohani di luar misa, tetapi kalau di dalam misa itu kita tidak merasakan adanya persekutuan atau kebersamaan, tidak ada rasa hangat di hati dari adanya kebersamaan bersama teman2 atau anggota jemaat yang lain, rasanya seperti beribadah sendiri2 saja, berarti dalam peribadatan itu tidak terjadi persekutuan hati, sifatnya hanya peribadatan formal saja.

Jika peribadatan kita seperti itu, sesudah selesai misa kita akan merasa biasa saja, dingin di hati, ada juga orang
yang merasa hambar hatinya walaupun ia rajin beribadah.

Mungkin akan lebih baik kalau sesudah selesai misa kita tidak langsung pulang, tetapi mengobrol dulu dengan teman2 atau saudara
yang beribadah disitu, sehingga sesudahnya akan terasa adanya rasa hangat kekeluargaan atau pertemanan atau persaudaraan dengan sesama orang percaya yang itu akan menambah berkobar2 semangat kepercayaan kita.

Jadi kalau hanya mengikuti saja ritual peribadatannya, seringkali sifatnya kaku, tidak menambah semangat kepercayaan kita. Seringkali bertambahnya semangat kepercayaan kita, semangat persaudaraan, dsb, justru terjadi diluar acara peribadatan sesudah kita bertemu dengan teman2 atau saudara2 kita.


_______



 A :     
Saya rasa dengan menghayati setiap laku2 saya, saya bisa menemukan pakem2 atau point2 dalam laku saya atau tujuan laku saya, dulu sempat belajar sesuatu laku yang mirip dengan manunggaling kawulo lan gusti yang pakemnya adalah "allah hadir di setiap sel, darah, tubuh, tanah, angin dan semuanya di alam jagat raya ini, sehingga dalam berdoa atau laku saya, saya menghayati betul apa yang saya ucapkan dan saya lakukan" tapi mungkin semuanya telah memudar karena tingkah laku saya bukan seperti orang beriman, semoga nanti saya mendapatkan kesempatan yg kedua untuk dimudahkan mengenal allah lagi...

 J :     Yg anda sampaikan tentang laku anda : manunggaling kawulo lan gusti yang pakemnya adalah :
"allah hadir di setiap sel, darah, tubuh, tanah, angin dan semuanya di alam jagat raya ini, sehingga dalam berdoa atau laku saya, saya menghayati betul apa yang saya ucapkan dan saya lakukan", tapi mungkin semuanya telah memudar karena tingkah laku saya bukan seperti orang beriman, semoga nanti saya mendapatkan kesempatan yang kedua untuk dimudahkan mengenal allah lagi...

Laku manunggaling kawulo lan gusti kebatinan ketuhanan jawa adalah serupa dengan yang sudah saya tuliskan dalam tulisan berjudul : Kebatinan Dalam Keagamaan.
Silakan dibaca2 untuk menambah wawasan anda.


Itu adalah laku ketuhanan jawa dalam rangka manunggaling kawulo lan gusti, manusia berusaha mengenal Tuhan secara langsung dan pribadi, dan secara langsung dan pribadi manusia berusaha mendekat kepada Gusti Pangeran dan menyelaraskan jalan kepribadian dan jalan kehidupan mereka supaya selaras dengan yg menjadi kehendak Tuhan. Berdoanya mereka menghadap ke timur, diarahkan kpd Tuhan di atas sana.


Sedangkan yang anda sampaikan itu, setahu saya itu adalah dogma pencitraan dan laku manunggaling kawulo lan gusti yang muncul sesudah jaman Islam Demak. Berdoanya juga mirip seperti zikir / wirid, tidak diarahkan kepada Tuhan di atas sana.
Laku itu tidak akan mengantarkan anda manunggaling kawulo lan gusti.
Laku itu hanya baik untuk anda "masuk" ke dalam diri anda sendiri, untuk meresapi apa yang ada di dalam diri anda.

 A :    
Untuk manunggaling kawulo lan gusti saya baru paham setelah bapak jawab pertanyaan saya pak, ternyata yang saya lakukan dulu itu hanya mendalami apa yang ada dalam diri saya saja pak,

Dulu memang sempat terasa bahwa laku saya itu bukan suatu laku manunggal dengan tuhan tapi hanya penghayatan dzikir saja, namun ternyata saya tidak menghiraukan feeling saya...
Terima kasih pak hal ini suatu pembelajaran
yang berharga bagi saya pak...



_______



 A :     Sugeng sonten kang Mas...
Apakah Yesus dengan Nabi Isa adalah pribadi yang sama atau beda ?

 J :     Nama Yesus menjadi sumber kepercayaan di dalam agama Kristen.
Kalau Nabi Isa itu sama dengan Yesus yang ada di dalam agama kristen, maka Ia sama dengan Yesus.
Tapi kalau versinya berbeda, maka saya katakan bahwa mereka bukanlah pribadi
yang sama, mereka adalah pribadi sendiri2 sesuai versinya sendiri2.



_______




 A :     Sugeng rahayu mas java...
saya berharap mas java bisa membantu memberikan pencerahan tentang ketuhanan..
yang ingin saya tanyakan :
Menurut pandangan mas java, Tuhan Bapa yang ada dalam persepsi agama kristen apakah sama dengan Allah yang ada dalam agama islam ?

 J :     Seharusnya sama, tapi ternyata tidak.
Agama Islam punya persepsi sendiri tentang Allah yang persepsi itu tidak sama dengan Allah Bapa di dalam agama kristen
Begitu juga tentang Yesus (Nabi Isa).
Agama Islam punya persepsi sendiri tentang Nabi Isa yang persepsi itu tidak sama dengan Yesus di dalam agama kristen
Masing2 agama mempunyai persepsi sendiri2, tidak sama.



_______



 A :    
Selamat siang Romo...
Jika seorang pelaku kebatinan sudah menempuh laku ketuhanan, apakah orang itu akan meninggalkan agama yang dianutnya atau sebaliknya ?

 J :    
Seseorang yang sudah menempuh laku kebatinan ketuhanan nantinya akan memiliki pemahaman lebih mengenai Tuhan, tidak hanya sebatas apa yang diajarkan di dalam agamanya, dan lakunya juga tidak akan sebatas apa yang diajarkan dalam agamanya, karena ia mempunyai pemahaman yang lebih tentang Tuhannya. Dan juga belum tentu ia kemudian akan meninggalkan agamanya, atau sebaliknya.
Contohnya adalah Syech Siti Jenar.


 A :     
Ya benar juga apa yang saya rasakan walaupun baru kemarin sore jalanin laku kebatinan dan ilmu agama tidak seberapa tapi saya mendapat pencerahan / pengetahuan dari sudut pandang lain yang tidak akan saya temukan dalam agama saya.


_______



 A :     salam kenal pak saya dari pekanbaru
Apakah benar pencarian tuhan itu hanya melalui agama nasrani yg benar pak ?

wassalam

 J :     Apakah benar pencarian tuhan itu hanya melalui agama nasrani saja ?

Mengenai ulasan saya itu harus dipahami bahwa saya tidak menekankan pada bentuk agama, apalagi menjual agama.

Ada banyak laku ketuhanan dan laku pencarian Tuhan, baik secara kebatinan, secara keagamaan, maupun dengan cara pendekatan logika berpikir manusia.


Yang saya tuliskan itu adalah laku ketuhanan
yang sepengetahuan saya memang benar jalannya.
Yang saya tekankan bukanlah bentuk agamanya, tetapi terutama adalah pengenalan manusia atas Tuhan yang benar yang menjadi tujuan dirinya beragama dan beribadah, jangan sampai kepercayaan dan ibadahnya itu ternyata sia-sia, karena tidak mengantarkannya kepada Tuhan yang benar.
Sesudahnya, sesudah manusia tahu siapa Tuhan yang benar, Tuhan yang harus disembahnya, maka ia akan tahu sendiri laku keagamaan dan peribadatan bagaimana yang harus dilakukannya untuk memenuhi kehendak Tuhannya itu.
Tetapi seandainya anda atau orang lain mempunyai laku dan jalan yang lain, jalan yang berbeda, silakan saja, mudah2an kita semua benar dapat sampai kepada Tuhan yang benar.

Terima kasih


________



 A :     Ada hal2 yang betul2 menjadi dilema bagi saya, mengapa dalam ajaran Kristen, segala sesuatu yang
berbau ghaib atau spiritual, selalu digolongkan Iblis ?  Maka manusia tidak boleh berhubungan dengan ghaib / spiritual.

Bahkan ada beberapa pengkhotbah yang saya baca bukunya, mengatakan;
- Kalau ke luar negeri tidak boleh beli patung souvenir dalam bentuk apapun, karena itu adalah media pemujaan yang dapat mendatangkan kutuk.
- Tidak boleh punya barang seperti kipas meskipun hanya sebagai cinderamata jika itu bergambarkan geisha, karena itu mengundang setan tidak senonoh dalam hidup kita
- Tidak boleh pakai kalung karangan bunga dari Hawaaii, karena itu adalah simbol pemujaan bagi dewa mereka.

Dan apabila hal2 tersebut kita lakukan maka kita mengundang roh jahat untuk masuk dalam hidup kita.
Banyak lagi contoh hal lain yang dilarang.
Makin membingungkan saya
Kenapa semua hal spiritual / ghaib / yang tak kasat mata langsung dibilang Iblis ?

 J :     Ya begitulah, kalau kita keras berpegang pada agama, maka kemudian kita akan hidup dalam dunia
dogma dan doktrin, meninggalkan hakekat kesejatian dari ajaran agama itu sendiri, kemudian malah hanya berpegang pada omongan yang merupakan pemikiran manusia sendiri yang tidak semuanya sejalan dengan ajaran yang sejati dari agama. Ajaran sejati dari agama itu yang harus kita pegang, bukan dogma dan doktrin yang adalah ajaran dan perintah manusia untuk dilaksanakan dalam hidup berkeagamaan, seolah-olah benar itu adalah perintah Tuhan.

Memang ada baiknya juga kita memperhatikan ajaran, sebagai tuntunan, karena berguna juga untuk menjauhkan kita dari kesesatan dan menjauhkan kita dari bahaya roh-roh jahat. Maksud dari perkataannya yang harus kita mengerti, bukan arti harfiah dari kata2nya, untuk menambah kebijaksanaan kita.

Sebenarnya ada banyak sekali mahluk halus dan tidak semuanya adalah setan / iblis.
Itu adalah dogma manusia jaman dulu, terutama di Israel.
Jaman sekarang pun secara umum di masyarakat ada
yang menyebut semua mahluk halus sebagai setan, supaya kita tidak berhubungan dengan roh2 halus, tetapi juga menyebabkan manusia menjadi takut berada di tempat gelap atau di tempat yang katanya ada setannya.

Tetapi Yesus sendiri tidak menyebut semua roh halus sebagai setan, hanya
yang bersifat menyesatkan saja yang disebut setan dan dikatakanNya juga kalau kita percaya kepadaNya, kita akan berkuasa mengusir setan.

Jaman dulu juga dikatakan bahwa perbuatan2 kita
yang jahat dan menyimpang dari aturan Tuhan disebut iblis. Memang dianggap kalau kita tidak mengikuti perintah Tuhan, maka kita sudah mengikuti perbuatan2 iblis. Di dalam hati kita sendiri ada sifat2 dan pemikiran2 jahat dan keinginan2 duniawi yg tidak semuanya sejalan dengan kehendak Tuhan, itulah yg disebut iblis di dalam diri kita, dan bila kita melakukan itu, berarti kita sudah mengikuti suara iblis di dalam hati kita.

Secara garis besarnya, yang menentukan perbuatan kita salah atau tidak terutama adalah hasrat / pamrih / kehendak kita sendiri, artinya tidak semuanya dinilai semata2 berdasarkan bentuk perbuatannya, tetapi dilihat juga latar belakang tujuan dan maksud perbuatannya, karena Tuhan tidak hanya melihat apa
yang dilakukan, tetapi juga melihat hati. Cerdiklah seperti ular, tetapi tuluslah seperti merpati. Artinya dalam kehidupan duniawi ini kita harus cerdik memilih2 perbuatan untuk duniawi kita, memilih2 perbuatan apa saja yang berguna untuk duniawi kita, apalagi dalam kondisi "terpaksa", tetapi kita harus tetap tulus untuk tidak terbawa hasrat duniawi yang menyimpang dari kehendak Tuhan, jangan ikut2an menjadi ular.

Dalam kehidupan duniawi kita membutuhkan segala sesuatu
yang bersifat materi dan tidak masalah kita kaya atau ingin kaya, dengan melakukan usaha apa saja, tetapi semuanya harus dilakukan dengan perbuatan yang tidak menyimpang dari perintah Tuhan, tidak curang, tidak jahat dan tidak didasari oleh hasrat memegahkan diri dan ketamakan, jangan mengagung2kan uang dan kekayaan, jangan sampai berkat karunia malah menjadi mamon untuk kita.

Sama juga bila saya menjadi pegawai, kalau saya berpikiran tanpa berdoa minta rejeki pun bulan depan saya gajian. Bila saya berpikiran begitu berarti saya sudah hidup berhala, sudah mengagung2kan rejeki dari pekerjaan. Seharusnya disadari bahwa gajian dan pekerjaan adalah sarana Tuhan untuk kerejekian, jangan menduakan Tuhan, jangan sampai nantinya jalan rejeki kita ditutupNya.

Begitu juga dengan benda2 gaib dan roh2 halus, jangan sampai menjadi mamon dan berhala bagi kita.
Bila kita memperlakukannya seperti sesama manusia
yang saling membantu bekerja, mungkin tidak masalah. Tetapi kalau kita menggantungkan harapan dan pengandalan kita kepada mereka, maka itu akan menjadi mamon dan berhala.

Begitu juga kalau kita memelihara anjing untuk menjaga rumah. Biasanya orang akan mengatakan itu biasa, tidak apa2. Tetapi kalau kita merasa aman karena ada anjing yang menjaga rumah kita dan menduakan perlindungan Tuhan, maka itu akan menjadi mamon dan berhala, karena kita sudah menggantungkan harapan dan pengandalan kita kepada anjing itu dan menduakan perlindungan Tuhan.

Jadi, yang menentukan perbuatan kita salah atau tidak terutama adalah hasrat / kehendak kita sendiri, artinya tidak semuanya dinilai semata2 berdasarkan bentuk perbuatannya, tetapi dilihat juga latar belakang tujuan dan maksud perbuatannya, karena Tuhan tidak hanya melihat apa
yang dilakukan, tetapi juga melihat hati. Tetapi memang ada baiknya kita memperhatikan ucapan2 pendeta / imam, diambil sisi positifnya, sebagai bahan untuk kehati-hatian dan menambah kebijaksanaan jangan sampai kita melakukan perbuatan yang menyimpang.

 A :     
Iya Pak.
Terima kasih banyak atas penjelasannya.
Saya memang mencari jawaban dari
yang berpikiran netral.
Terima kasih ya, Pak.



 J :     Oh iya, saya membaca ulang email dari kamu tentang hal2 yang bisa mendatangkan kutuk dan tentang
kutuk yang katanya bisa berlangsung selama beberapa generasi, termasuk mengenai buku yang berisi tentang kutuk yang tidak terpatahkan.

Waktu itu saya menjawab secara pengertian umum dan dengan sudut pandang kebatinan dan spiritual. Ternyata sekarang saya sadari bahwa pertanyaan anda itu tidak bersifat umum, tetapi dalam konteks agama Kristen. Begitu kan ?

Kalau benar konteksnya adalah agama Kristen, maka saya jawab juga dengan konteks agama Kristen.

Ajaran dalam agama kristen berasal dari 2 periode ajaran ketuhanan, yaitu ajaran ketuhanan pada jaman lama (agama Yahudi - Perjanjian Lama) dan ajaran ketuhanan pada jaman baru (Yesus - agama Kristen - Perjanjian Baru).

Pada jaman lama, Allah hanya menjadi Tuhan bagi bangsa Israel sesuai perjanjianNya dengan Nabi Abraham bahwa Allah akan menjadi Tuhan bagi Abraham dan keturunannya dan Abraham dan keturunannya akan menjadi umatNya, sehingga pada masa itu Israel disebut sebagai "Bangsa Yang Percaya", karena pada masa itu hanya bangsa Israel saja yang percaya kepada Allah, sedangkan bangsa lain (di Timur Tengah) memuja dewa2, dan Abraham disebut "Bapak Orang Percaya", karena Abraham adalah nenek moyang bangsa Israel yang percaya Tuhan.

Pada masa itu Allah benar-benar memperhatikan bangsa Israel dan ingin bangsa Israel hanya menyembah dan beribadah kepadaNya saja, dan juga dipahami bahwa selama bangsa Israel taat dan patuh kepada Allah dan nabi-nabi, maka Allah akan memberkati dan melindungi bangsa Israel dan tidak akan segan2 untuk membinasakan bangsa lain yang mengganggu Abraham dan keturunannya.

Tetapi pada masa itu selalu saja ada penyimpangan. Ada saatnya orang2 Israel berpaling dan menyembah patung2 dan dewa2 berhala, sehingga membuat Allah murka yang kemudian keluar larangan untuk membuat patung2 dan benda2 berhala lain (mungkin termasuk patung2 hiasan rumah kali ya ?) dan perbuatan2 lain yang bisa membuat Allah murka, bahkan bangsa Israel juga dilarang untuk bergaul dan kawin dengan bangsa lain, supaya tidak terpengaruh ikut memuja dewa2 bangsa lain.
Dikatakan Allah itu Pencemburu : "Jangan ada ilah lain di hadapanKu".
Dan ketika Ia murka, Ia juga menimpakan kesalahan orang2 tua kepada anak-anak dan keturunannya (disebut kutuk). Itu juga
yang terjadi ketika generasinya Nabi Musa dilarang masuk ke tanah Israel.

Setelah jaman Yesus, berkat Allah bukan hanya untuk bangsa Israel saja, tetapi juga untuk semua bangsa (melalui bangsa Israel). Itu juga sesuai dengan perjanjian Allah dulu dengan Abraham : "Dan oleh karena keturunanmu semua bangsa akan diberkati".
Itu juga sesuai dengan perkataan Yesus : "Ada juga domba2
yang datang kepadaKu yang bukan berasal dari kandang Israel dan mereka juga akan Aku satukan sehingga menjadi satu kawanan dengan satu gembala" (kira2 begitu). Yesus menjadi pembuka berkat keselamatan bagi bangsa lain, dan itu harus ditebus dengan darahNya.

Pada jaman yang baru itu Yesus memperbarui sikap ketuhanan dalam berkeagamaan, yaitu bahwa dalam peribadatan dan dalam sikap manusia berketuhanan supaya dilakukan sepenuh hati, dan harus tulus, tidak munafik, bukan hanya sekedar memenuhi kewajiban ibadah formal, dan bukan untuk dilihat oleh orang lain, karena Allah bukan hanya melihat bentuk perbuatannya, tetapi juga melihat hati.

Jadi dengan pandangan
yang baru itu mungkin tidak masalah kita mempunyai patung2 atau benda2 lain selama bukan niat kita untuk memuja berhala dan karena tidak semua patung dibuat untuk tujuan berhala.

Tetapi seperti yang anda katakan, pada jaman sekarang ini para pengkhotbah masih sering mencampur-adukkan sikap pandangan keagamaan lama dengan sikap pandangan keagamaan yang baru, walaupun menurut saya itu sudah tidak sesuai lagi dan jika kita keras berpegang pada sikap pandangan keagamaan yang lama seringkali akan bertentangan dengan ajaran Yesus dalam ajaran pembaruan.


 A :     Terima kasih atas jawabannya, Pak.
Jawaban tambahan ini melengkapi jawaban pertama, dan saya jadi lebih jelas.



_______


 A  :    Salam Sejahtera Pak,

Bulan depan, orang jawa memasuki bulan sura, menurut tulisan Bapak pada bulan sura :
" Paling baik digunakan untuk upaya bersih diri dan lingkungan. 
  Bulan Sura umumnya diisi dengan ritual bersih diri / ruwatan, membersihkan rumah dan pusaka, dsb. 
  Upaya bersih diri / ruwatan pribadi dapat dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dengan cara mandi
  kembang dan berdoa tulus memohon kepada Tuhan supaya 
Tuhan melapangkan / membukakan jalan
  hidup dan menjauhkan anda dari segala macam bentuk kesulitan "

Nah..saya mohon advis Bapak, saya ingin lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, 
kira-kira laku puasa apa ya Pak yang menurut Bapak bisa menambahkan kekuatan permohonan kpd Tuhan.
Saat ini laku saya ya laku ketuhanan seperti yang Bapak tuliskan ( Doa / ibadah. baca kitab suci, menghayati firman Tuhan, sebatas kemampuan saya ).

Terima kasih sebelumnya
Salam Hormat


 J  :    Kalau sudah mengenal Tuhan sebaiknya jangan mencari2 laku yg lain untuk menarik perhatian Tuhan.
Jalankan saja apa yg sudah difirmankan Tuhan, bayar persepuluhan, dsb. Itu yg akan membedakan seseorang di mata Tuhan.
thanks


 A  :    Salam Sejahtera

Terima kasih atas pencerahannya Pak,
Akan saya fokuskan ke laku ketuhanan diantaranya pendalaman iman melalui ibadah / doa, baca kitab suci, meningkatkan kolekte, dll
Hanya saja kalau menurut perasaan saya pak, jika berpuasa doanya bisa lebih fokus..
Kalau nggak puasa sepertinya doanya kurang mantab gitu ya Pak.
Seperti Para Rasul juga sering berpuasa jika akan mengadakan sesuatu yang "penting."

Demikian Pak, terima kasih atas saran dan nasehatnya,
saya semakin mantab laku Ketuhanan saya pak dan  arah Tulisan Bapak di Web sepertinya  adalah
 "Penyelamatan" biar "tak Disesatkan."
Begitu ya Pak kira-kira........( itu menurut persepsi saya.)

Oh ya Pak tulisan Bapak di web itu ribuan halaman Pak,
untuk ngobrol ketuhanan saja sekitar 729 halaman folio,
sedang ngobrol kegaiban sekitar 900 halaman folio lebih Pak,
(semuanya belum terbaca Pak baru beberapa halaman saja... )
Wah itu kalau dibukukan hebat Pak.

Terima Kasih...
Salam Hormat


 J  :    Kolekte sebaiknya ditingkatkan kualitasnya, dijadikan sarana anda membayar persepuluhan, jangan
cuma dianggap sumbangan sekedarnya, jangan disamakan dengan kotak amal.
karena kewajiban persepuluhan itu masih berlaku sampai sekarang
silakan dibaca2 di kitab suci tentang kurban persepuluhan.
thanks


 A  :    Terima kasih Pak, atas advisnya.
Untuk perjanjian lama saya baru baca ulang ( setelah sekian lama tidak membuka he2...)
3 kitab yaitu Kejadian, Keluaran, dan Immamat ( belum selesai ) 
habis bacanya berkali-kali ( meresapi ) pak.
Itu hanya beberapa pasal terus nyambung ke Perjanjian Baru, ni mengulang lagi Injil Yohanes....
( Agak susah memahami ya Pak diperlukan pemahaman tingkat tinggi )
Nah kalau tengah malam baca-baca postingannya Bapak...
Sekitar Jam 1 baru doa malam dan Doa Rosario....

Untuk agama Katolik Bulan Kitab Suci ( September ) sudah selesai,pak.
Hari ini nanti masuk Bulan Rosario ( Oktober ) nanti Bulan November ( Doa Arwah )
Desember nanti masa Adven Pak
Itulah ritualnya agama Katolik Pak,

Oh ya Pak ..ni tadi baru baca postingan bapak tentang setan / Iblis dan roh2 jahat dan roh penyesat .
Ni bales email Bapak dulu.....

Demikian Pak terima kasih, atas advisnya

Salam Hormat


 J  :    Sebaiknya bapak juga menjalankan semua yang sudah menjadi firman Tuhan, jangan cuma berkeras
dengan laku keagamaan saja. Jangan sampai bapak merasa sudah sangat agamis, tekun beribadah, rajin berdoa, tapi ternyata masih banyak firman Tuhan yang tidak bapak jalankan.



________



 A :     Selamat malam Romo.

Saya ingin pendapat Romo tentang minyak urapan yg dikasih teman, yang dikeluarkan oleh salah satu gereja di Jakarta.
Nampaknya minyak itu dapat membersihkan gaib negatif, seperti halnya minyak jafaron. Cincin2 dan kalung2 saya semua khodamnya tidak senang dengan minyak itu dan memilih kabur. Cuma ada satu cincin (bacan) yang khodamnya masih bertahan pada bendanya.

Saya mau tanya Romo;
Apakah minyak itu dapat digunakan untuk pembersihan gaib negatif atau semua gaib ?
Salah satu cicin saya khodamnya masih ada di cincinnya walaupun penyimpanan sehari2 peletakannya bardampingan, apakah karena kekuatan khodam cincinnya yang tinggi atau karena hal lain ?
(Foto minyak urapan dan cincin yang dapat bertahan terlampir.)

Terima kasih sebelumnya.

https://sites.google.com/site/thomchrists/Kebatinan-dan-Spiritual/ngobrol-1-spiritual-ketuhanan/minyak%20urapan.jpg


 J :     Minyak2nya mengandung "energi" yang dari Tuhan.
Manfaatnya banyak.
Lebih bermanfaat bila dalam pemakaiannya orang pemakainya meyakini Kuasa Tuhan yang terkandung di dalam minyak2 itu dan bisa menyambungkan doanya sendiri kepada Tuhan.
Untuk tujuan pembersihan gaib minyak itu akan mengusir semua jenis mahluk halus.

Khodam cincinnya hanya wait and see.
Kalau bapak berniat mengusir mereka dgn minyak itu maka mereka akan pergi.

Seharusnya bapak bisa membuat sendiri minyak yang seperti itu, jangan cuma sekedar mengkonsumsi saja.
thanks

 A :     Terima kasih Romo, akan saya coba sarannya.



_______




 A :     malam mas. mau bertanya tentang persembahan untuk Tuhan
Dalam cerita ketuhanan Israel kuno itu merupakan cerita yang menyimpang ya mas?
diceritakan bahwa Tuhan menginginkan persembahan berupa hewan dan lainnya
bahkan cerita tentang pengorbanan nabi ishak anak nabi ibrahim itu sebenarnya hanya simbolis apakah nabi ibrahim lebih memilih anaknya atau ketaatannya terhadap Tuhan?
terima kasih

 J :     Itu benar mas, bukan cerita yang menyimpang
persembahan itu adalah bagian dari peribadatan pada jaman itu
yang terjadi pada Abraham adalah ujian khusus dari Tuhan

Sesudah jaman Yesus sampai sekarang persembahan kepada Tuhan masih ada, tetapi "bentuk"-nya yang dirubah
Persembahan yang diinginkan Tuhan adalah kepatuhan manusia dalam menjalankan Firman2 Tuhan.
Persembahan persepuluhan juga masih berlaku.

 A :     terima kasih mas atas penjelasannya.
berarti esensi dari persembahan pada jaman Yesus sampai sekarang itu untuk kebaikan manusia itu sendiri ya mas?
terima kasih


 A :     kalau awal mula mengapa Tuhan sebelumnya hanya menaungi bangsa israel itu dimulai ketika jaman
keturunan nabi nuh yaitu sem yang pergi dari keluarganya. sehingga hanya keturunan nabi nuh yang merupakan cikal bakal israel yang direstui oleh Tuhan mas? sedangkan keturunan sem tidak?

 J :    
Awalnya dari Abraham.

 A :    
berarti kejadian antara ishak dan ismael ya mas.
terima kasih

 J :    
Pada intinya semuanya sama dengan yang sudah saya tuliskan bahwa sejak manusia jatuh ke dalam
dosa maka manusia tidak penting lagi di mata Tuhan dan nantinya semua manusia akan dibuang ke tempat sampah.

Karena itu Tuhan tidak bertindak langsung dalam kehidupan manusia, kecuali kepada manusia2 tertentu saja. Bila Tuhan menemukan manusia yang berkenan di hatinya maka manusia yang lain menjadi tidak berarti apa2 di mata Tuhan dan Tuhan juga tidak segan2 untuk membinasakan manusia yang lain itu.

Contohnya ketika Nuh berkenan di hati Tuhan. Manusia2 lain dibinasakanNya.
Nuh dan keluarganya dijadikan generasi baru manusia.
Itulah kenabian Nuh, yaitu menjadi nenek moyang yang menurunkan generasi baru manusia.

Begitu juga ketika Abraham mendapat perkenan di hati Allah, Abraham dijadikan generasi baru umat Allah.
Itulah kenabian Abraham, yaitu untuk menurunkan generasi baru umat Allah di tanah Israel yang dijanjikan Allah untuknya dan untuk keturunannya (walaupun banyak orang tidak
mengimani kenabiannya).
Manusia di kota Sodom dan kota Gomora dibinasakan Allah untuk membersihkan tempat tinggal Abraham dari manusia2 durjana.

Yang disebut Israel itu adalah Yakub, cucu Nabi Abraham.
Dan keturunan Yakub itulah yang disebut bangsa Israel, umat Allah.
Saat itu hanya bangsa Israel saja yang percaya kepada Allah dan Allah menjadi Tuhan mereka.

Pada jaman Musa Allah memerintahkan Musa mengeluarkan bangsa Israel dari Mesir untuk dikembalikan ke tanah Israel dan untuk menyampaikan hukum2 Allah untuk dijalankan oleh bangsa Israel.
Itulah kenabian Musa, yaitu untuk mengembalikan bangsa Israel ke tanah Israel yang sudah dijanjikan Allah untuk bangsa Israel dan untuk menyampaikan hukum2 Allah kepada bangsa Israel (walaupun banyak orang tidak mengimani kenabiannya).

Pada generasi berikutnya Allah menjadikan Saul, Daud dan Salomon (Sulaiman) menjadi raja Israel. Yerusalem menjadi ibu kotanya.

Tetapi tidak semua orang mengimani kenabian nabi2 Israel, sehingga mereka menjajah tanah Israel yang jelas2 sudah diperuntukkan Allah untuk bangsa Israel. Sampai sekarang Yerusalem juga diperebutkan orang padahal sejak dulu itu adalah ibu kotanya Israel.



 A :     Terima kasih banyak mas atas penjelasannya membuka pengetahuan baru yang selama ini ternyata
saya salah memahaminya. Akan saya coba pelajari dan pahami lagi.
Terima kasih



_______




 A :     Bagaimana menyikapi masalah kebatinan jawa yg bahkan berhubungan dengan dewa2 seperti tulisan
bapak dengan spiritual yg saya percaya sebagai pengikut Yesus ?  Karena menurut ajaranNya sepanjang yg saya tahu Yesus tidak pernah menyarankan meminta kekuatan lain selain daripada percaya padaNYA. Dan tidak pernah mengatakan bahwa dewa sebagai utusan ALLAH. Dan hanya ada Roh Allah atau malaikat dan iblis termasuk setan, mungkin jin dan siluman.

Sekiranya bapak bersedia meluangkan waktu utk menjawab. Maaf bila pertanyaan saya ngawur2 karena saya butuh bimbingan dari seseorang yg bijak dalam mengenal roh dan spiritual seperti bapak.

Terimakasih


 J :     Masalah kebatinan jawa adalah mengenai budaya / tradisi dan sikap batin dalam kehidupan manusia
sehari2, tidak berhubungan langsung dgn agama tertentu, walaupun ada penganutnya yang juga beragama dan agama juga mempengaruhi budaya / tradisi dan sikap batin manusianya.

Masalah kehidupan sehari2 tidak semuanya tertulis di dalam kitab suci agama, walaupun
sebenarnya sudah implisit tersirat, tapi tidak semuanya tersurat. Akibatnya kemudian banyak memunculkan pendapat2 dan interpretasi yg tidak semuanya sejalan, malah banyak yg berlawanan. Malah sampai memunculkan banyak aliran di dalam agama.

Yesus berkarakter keras. Sama dgn Nabi2 sebelumNya dan sesuai ajaranNya yg bersifat ketuhanan, Ia mengajar manusia spy mengandalkan diri kpd Tuhan, tidak kpd yg lain, tidak kpd mahluk halus, tidak kpd manusia, tidak kpd uang, tidak kpd rejeki dari pekerjaan, tidak kpd kekuasaan, pangkat dan derajat, tidak kpd angkatan perang, tidak kpd kepintaran dirinya, tidak kpd keberuntungannya, tidak kpd kekuatannya dan kehebatannya, tidak kpd keilmuannya, tidak kpd teknologi modern, tidak kpd dukun, tidak juga kpd dokter dan rumah sakit beserta peralatannya yg modern, tidak juga kpd komputer dan teknologi canggih, tidak kpd apapun, hanya kepada Tuhan.

Semuanya benar sesuai sifat ajaranNya yang adalah ketuhanan.
Mampukah anda menjalankan semuanya itu dgn benar ?

Masalah kebatinan jawa hanyalah salah satu saja dari "isi" kehidupan manusia sehari2.
Di tempat lain isi kehidupannya berbeda lagi. Ada yg kental bernuansa kebatinan, ada yg kental bernuansa agama, ada yg kental bernuansa klenik dan mistis, ada yg kental mengedepankan rasionalitas dan kemampuan manusia hidup dgn kemampuannya sendiri dgn cara hidup modern dan menciptakan teknologi modern, ada yg tidak lagi mengedepankan kepercayaan kpd Tuhan, ada juga yg bahkan tidak mau lagi percaya kpd Tuhan dan tidak mau berketuhanan (atheism).

Agama adalah sesuatu yg lain, sesuatu yg khusus. Jalankanlah itu dengan benar dalam kehidupan anda, walaupun anda berada di lingkungan perilaku kehidupan yg beraneka ragam.

Tulisan2 tentang kebatinan jawa dan kegaiban hanyalah menjadi bahan untuk menambah wawasan kita, diharapkan bisa mjd bahan untuk membentuk kebijaksanaan yg sepuh, yg sesudahnya dapat mjd pondasi yg kuat atas kepercayaan kita beragama, dan membantu kita menggunakan kesadaran kita yg tertinggi untuk berketuhanan dan
menjalankannya dalam kehidupan kita sehari2.

Manusia bukan robot yg hidupnya terprogram sejak awal. Manusia mempunyai akal budi dan roh dan memiliki kehendak bebas. Adanya keinginan2 dan pengetahuan2 dalam kehidupan manusia bisa mengarahkan manusia hidup dalam kehidupan yg rendah, bisa juga mengarahkan manusia hidup dalam kehidupan yg berkualitas dan sesuai dgn kehendak Tuhan.

Pengekangan pada keagamaan saja bisa berefek negatif, seperti yg terjadi pada bangsa Israel dulu. Sekalipun mereka berketuhanan dan ada banyak Nabi yg dikirimkan kpd mereka, tetap saja mereka tertarik kpd sesuatu yg lain yg mendorong mereka melakukan perbuatan2 berhala. Dan itu bukan hanya terjadi pada bgs Israel dulu saja, tapi juga terjadi pada banyak
orang di masa sekarang. Bahkan banyak orang yang masih terus mempraktekkan ilmu sihir walaupun mereka orang beragama.
Pengekangan pada keagamaan saja bisa juga berefek negatif lain, manusia bisa terdorong untuk berperilaku extrim.

Kadangkala memang diperlukan sudut pandang lain spy manusia mjd lebih bijaksana.
Berperilaku klenik bisa menjauhkan manusia dari Tuhan.
Menjauhi perilaku klenik, mengandalkan diri kpd dokter dan rumah sakit, bisa juga menjauhkan manusia dari Tuhan.
Hidup rasional, mengandalkan kemampuan manusia sendiri dalam menjalani hidupnya, bisa juga menjauhkan manusia dari Tuhan.
Berpegang pada rasionalitas, hidup modern, teknologi modern, bisa juga menjauhkan manusia dari Tuhan.
Apalagi yg tidak mau lagi percaya kpd Tuhan dan tidak mau berketuhanan, itu jelas menjauhkan manusia dari Tuhan.

Setidaknya pengetahuan dan wawasan tentang fenomena kehidupan nyata memang diperlukan supaya manusia memiliki bahan untuk membentuk kepribadiannya yg berkualitas, dan membentuk kesadaran yg tinggi dalam berketuhanan. Dengan membaca tulisan2 saya anda juga mendapat wawasan baru untuk kebijaksanaan anda kan ?

Selebihnya tinggal masing2 orangnya saja, apakah jalan kepercayaannya dan perbuatan2nya itu sejalan dengan yg menjadi kehendak Allah. Itu tergantung juga pada pengenalan orangnya terhadap pribadi Allah.
Itulah juga sebenarnya yg menjadi misi Yesus menebus manusia.

terima kasih



_______



subject: Persepuluhan

 A :    
Salam Romo,
Saya ingin dapat pencerahan dari Romo mengenai persepuluhan
mohon penjelasan mengenai persepuluhan.
Dan saya juga ada pertanyaan mengenai persepuluhan ini Romo

1. Diberikan kepada siapa persepuluhan itu? Apakah kepada Imam atau boleh diberikan langsung kepada yang ada haq untuk menerima?

2. Bagi imam yang menerima persepuluhan apakah dia juga harus memberikan persepuluhan juga?

3. Apabila seorang Imam yang menerima persepuluhan itu hidupnya dari persepuluhan tersebut apakah dia juga harus memberikan persepuluhan?

4. Apabila seorang Imam atau pendeta yang menerima persepuluhan dan dia juga memiliki pekerjaan apakah dia juga wajib mempersembahkan persepuluhan dari penghasilan dia?

Mohon pencerahannya Romo, karena saya berusaha mencari jawaban atau informasi dari internet tidak memberikan pencerahan yang tepat bagi saya..dan hanya menjadi perdebatan saja .. padahal ini perintah Tuhan.
Mohon pencerahannya Romo.
terimakasih


 J :     Persembahan persepuluhan adalah kewajiban umat Allah untuk menyerahkan sepersepuluh dari
penghasilan / rejekinya sebagai persembahan kepada Tuhan.

Dalam teknis pelaksanaannya persembahan itu diserahkan kepada gereja / rumah ibadat yang secara kepercayaan diberi kuasa untuk mengelola perolehan dan penggunaan dari dana umat itu.

Bagi imam yang menerima persepuluhan apakah dia juga harus memberikan persepuluhan juga ?

Dalam hal ini kita harus melakukan pembedaan.

Ada imam yang menerima dana dari persepuluhan itu, tetapi sifatnya adalah tunjangan, yang hanya cukup untuk membantu biaya hidup dan operasionalnya saja dalam melayani umat. Yang seperti itu tidak harus membayar persepuluhan.
Misalnya pastur / pendeta yang menerima tunjangan seperti itu, mereka tidak harus membayar persepuluhan, karena sifatnya adalah sebagai tunjangan saja. Sifatnya tidak sama dengan jalan kerejekian.

Tetapi imam / pendeta (dan pastur, bila ada) yang menerima dana dari persepuluhan yang sifatnya bisa dianggap sebagai jalan kerejekian, yang jumlahnya dinikmati juga oleh keluarganya (bila punya keluarga), yang jumlahnya lebih dibanding yang hanya cukup untuk membiayai hidupnya sendiri dan biayanya melayani umat, yang seperti itu harus membayar persepuluhan.
Apalagi bila imam itu mempunyai usaha / jalan kerejekian lain, hasilnya harus dibayarkan persepuluhannya.

terima kasih


A :      Apakah persepuluhan hanya berkaitan keagamaan Romo?
Apakah secara KeTuhanan persepuluhan merupakan salah satu perintah Tuhan, maksud saya bagaimana pandangan dari sisi KeTuhanannya?

Bagaimana jika saya mengerjakan sepersepuluhan Romo ? Saya bisa menitipkan ke adik saya yang Nasrani atau saya bisa datang sendiri ke Gereja.

J :     
Masing2 orang dan agama merasa mempunyai "Tuhan" sendiri2, dan tidak semuanya "Tuhan"-nya sama.

Perintah persembahan persepuluhan itu dikeluarkan oleh Tuhan-nya Israel dan hanya berlaku untuk kaum Yahudi dan nasrani saja.

Untuk orang2 yang tidak mengakui Tuhan-nya Israel sebagai Tuhannya maka perintah itu tidak berlaku untuk mereka, dan Tuhan-nya Israel juga tidak mengakui mereka sebagai umatNya.


Keimanan dan jalan kepercayaan sebaiknya dijalankan dengan tulus dan sungguh2, jangan sembunyi2, karena di dalamnya juga ada kewajiban untuk bersaksi atas keimanannya masing2.
Semua orang harus memikul salibnya sendiri2 untuk mengikut Yesus.
Barangsiapa malu mengakui Yesus di hadapan manusia, Yesus juga malu mengakui orang itu di hadapan Bapa.


________


Berkat dan laknat Tuhan

 A :     malam mas.

untuk membedakan berkat atau laknat yang berasal dari Tuhan atau yang berasal dari makhluk halus itu bagaimana mas? sepertinya sensitif dan butuh hikmat dan pengetahuan spiritualitas yang tinggi dan dalam. tapi sepertinya hal ini perlu dijelaskan mas..

manusia terkadang tidak menyadari bahwa dirinya berkhadam atau diikuti makhluk halus. sehingga terkadang kemudahan2 yang terjadi dalam hidupnya ataupun kesusahan2 yang terjadi dalam hidupnya tidak dia sadari bahwa sebenarnya itu adalah perbuatan makhluk halus.
kalau yang terjadi setiap dia mendapatkan kemudahan berterima kasih dan setiap susah dia melakukan pertobatan itu tidak masalah..

kalau secara garis besar memang semua sudah termasuk dalam skema besar mekanisme kehidupan, tapi jika tidak dipelajari semakin lama akan membawa manusia ke perilaku yang salah.

waktu saya masih awam saya bingung. ketika ada dua orang melakukan hal yang sama tapi hasilnya bisa berbeda.

contohnya adalah ketika 2 orang sama2 beribadah. yang 1 mendapatkan kemudahan yang 1 tidak.
lalu ketika orang meninggalkan ibadah yang 1 tidak ada masalah. yang 1 kena musibah.

kemudian ada dua orang penjahat masing2 melakukan kejahatan yang sama. yang 1 berhasil dan yang 1 kena musibah.

logika saya merasakan kejadian itu tidak benar. karena jika logikanya benar berarti Tuhan pilih kasih dan sentimentil

kebodohan pemahaman ini dipergunakan oleh aliran tertentu untuk pembuktian bahwa ajarannya lah yang benar. mengklaim jika mengikuti ajaran mereka akan membawa berkah dan jika meningglkan ajaran mereka akan terkena musibah. tapi herannya yang di dalam ajarannya melakukan kejahatan tidak terkena musibah.

hal ini kontradiktif.

sayangnya jika masih di dalam, sepintar apapun orangnya mendadak menjadi bego. karena dilarang berlogika dalam mempertanyakan ajarannya.

baru saya pahami setelah membaca alkitab. mempelajari sifat Tuhan Bapa dan Yesus. lalu tulisan mas tentang pengaruh interaksi makhluk halus terhadap manusia. dan tentang mekanisme kehidupan.
bahwa semua kejadian seharusnya bisa dipelajari dan dipahami dengan lebih bijak. dan yang paling utama adalah memahami norma2 kehidupan. dan akan lebih baik lagi jika kita sadar secara spiritual..
mudah2an mas mengerti maksud saya

sebenarnya tujuan akhirnya adalah bagaimana caranya berharap atau mengusahakan Berkat dari Tuhan. dan upaya untuk menghindari Laknat dari Tuhan
terima kasih


J :     
Bagaimana caranya kita bisa membedakan berkat yang dari Tuhan dengan berkah duniawi dan yang dari
mahluk halus ?

Bagaimana caranya kita bisa membedakan apes / kesialan dengan laknat yang dari Tuhan ?


 A :    
kok balik nanya mas hehehe..
kalo yang dari saya pelajari.
maaf kalo saya salah..

kalau dari kondisi yang terlihat
Berkat dari Tuhan itu tulus.. tanpa pamrih. karena sebagai roh agung alam semesta berkat Tuhan sudah menyebar mengikuti mekanisme kehidupan.
tapi bisa jadi ada kasus khusus

sedangkan membedakan apes / kesialan. secara nyata agak sulit dibedakan. tapi kalau mempelajari spiritual mungkin akan paham bahwa Tuhan tidak sentimentil.
tapi bisa jadi ada kasus khusus

cara yang efektif ya harus bisa melihat apakah ada campur tangan makhluk halus atau tidak.

terima kasih


J :     
Pada dasarnya untuk bisa membedakan sesuatu yang berasal dari Tuhan maka manusia harus sudah
lebih dulu bisa membedakan sesuatu yang illahi dengan yang bersifat duniawi. Sesudah itu barulah orang belajar mencaritahu apakah itu perbuatan Tuhan atau bukan.
Tapi mungkin tidak banyak orang yg sungguh2 bisa melakukannya. Kebanyakan orang hanya berpegang pada dalil2 agama saja, memaksakan pemikiran manusia pada agama.

Seharusnya lebih mudah untuk orang membedakan sesuatu yang sifatnya duniawi.
Seharusnya lebih mudah untuk orang membedakan sesuatu yang adalah kejadian biasa saja dengan kejadian yang ada hubungannya dengan perbuatan mahluk halus, karena itu adalah kejadian dalam kehidupan manusia sehari2. Tapi itu pun tidak banyak orang yang sungguh2
bisa membedakannya. Tentang itu juga banyak orang yang bisanya hanya memaksakan dalil2 agama saja, memaksakan pemikiran manusia pada agama. Yang ngerti gaib malah banyak yang melebih2kannya, mengkultuskan.

Tentang Tuhan dan keillahian memang adalah sesuatu yang tinggi bagi orang kebanyakan. Seharusnya tidak perlu diperdebatkan karena orang tidak punya dasar pengetahuannya yang valid. Lebih mudah untuk orang berbicara agama saja dan memaksakan pemikiran agama.
Tapi akan lebih baik bila orang mau menjalani laku ketuhanan supaya manusia lebih bisa mengenal Tuhan, jangan cuma belajar agama saja, apalagi bisanya hanya memaksakan pemikirannya saja tentang agama.


 A :    
terima kasih mas. memang pengetahuan tinggi bahkan sangat tinggi mungkin..
saya seringkali emosi melihat pemuka2 agama yang seenaknya mempermainkan berkat dan musibah. seakan-akan itu perbuatan Tuhan. padahal itu adalah hasil kerja mahluk halus, dan sedihnya masih banyak anggota keluarga saya yang mempercayai itu..
terima kasih


________




 A :     Lumayan tahu nih, cara2 kemanunggalan dengan Tuhan.
Ternyata di ajaran kejawen pun ada.. yang itu tuh, untuk memperdekatkan diri dengan Tuhan, sekaligus menyatukan kehendak roh atas raga..
Kalo raga dan roh sudah suci, maka semakin mudah pula mensucikan diri dan semakin dekat kepada 'R0M0' TUHAN YME. intinya sudah cukup tahu.

Terimakasih Mas,javanese...
Pengetahuanku semakin bertambah...

Tetapi untuk belajar olah Roh dengan Tuhan tetap masih sulit karena duniawinya gak begitu mendukung...
Ingat Tuhan mudah lupa, setelah tergoda macam2 kesenangan duniawi...
Tetapi tetap tek usahakan setiap waktu ingat Tuhan.
Tetapi kalo ada ujian / cobaan kesulitan malah selalu inget Tuhan..

Yah juga, banyak orang inget Tuhan hanya di waktu sulit aja..
Banyak orang di masa2 senangnya gak inget Tuhan blas...
Tidak sih' saya menyalahkan.
Dari banyak survei ya mas, orang yang selalu inget Tuhan, cobaannya banyak. Tetapi untuk masalah bencana, orang2 yang selalu inget Tuhan, ndilalah / tiba2 selamat atau juga ada yang menyelamatkan.

Lha saya lihat lagi, orang yang jarang inget Tuhan, hdupnya cukup mulus, banyak bersenangnya. Tapi dari surveinya banyak yang sekali kena musibah, musibahnya besar sekalian. Misalnya kecelakaan..sampe patah tulang / kritis atau juga kena pnyakit yang lama gak sembuh2. Itu yang paling sering saya buktikan.
Emang sih gak semuanya seperti itu. Tetapi seringnya begitu.

Kalo tanda2 orang yang telah menyatu dengan Tuhan dan walau hanya kuasa Tuhan yang melindungi dirinya, semasa hidupnya apakah mempunyai ciri2 yang saya sebutkan? yaitu sewaktu ada musibah datang, tiba2 ia ditimpakan mukjizat keselamatan ???
Misalnya ada tsunami / kebakaran, rumahnya 'sendirian' berdiri kokoh dan selamat. sedangkan rumah2 lain di sekitarnya hangus terbakar / runtuh diterjang ombak. Banyak kan cerita seperti ini?

Dan masnya tahu ga kalo tanda2 Tuhan melindungi / menyayangi seseorang ??  Yang umum ?

 J :    
Wah kayaknya ada kekeliruan nih.
Memang banyak orang mengatakan supaya bersih dari dosa, suci lahir batin, seolah2 kalau bersih dari dosa pasti dekat dengan Tuhan dan nanti masuk surga. Tapi sebenarnya tidak begitu.


Untuk bisa manunggal atau mendapatkan kasih Tuhan tidak harus suci lahir batin. Nabi2 juga tidak ada yang suci lahir batin. Nabi Adam, Musa dan Abraham juga bukan orang suci. Kebanyakan Tuhan mengampuni kekurangan para nabi, karena Tuhan memerlukan mereka untuk diberikan tugas di dunia manusia. Selama mereka patuh kepada Tuhan, mereka akan mendapatkan kasih Tuhan, kalau mereka tidak patuh pasti akan mendapat murka.

Jadi bersih dari dosa bukanlah ukuran untuk dapat diterima oleh Tuhan. Kalau hanya sekedar bersih dari dosa itu ibaratnya anak sekolah yang tertib masuk sekolah gak pernah bolos. Nilai absensinya komplit gak kurang. Tapi ukuran prestasinya bukan itu. Ukuran prestasinya adalah keseluruhan nilai pelajarannya, perilakunya, dan kepatuhan kepada guru dan menjalankan tugas2 sekolah. Terlambat masuk kelas atau membolos sekali dua kali mungkin bisa dimaafkan, yang penting prestasinya bagus.

Yang dituntut Tuhan adalah kemauan dan usaha keras si manusia untuk menjalankan perintah2 Tuhan dan usaha si manusia untuk menyelaraskan dirinya dengan kehendak Tuhan.

Selama manusia bertobat dan meninggalkan dosa2nya
yang lama, Tuhan akan mengampuni mereka. Selebihnya, hasilkanlah buah-buah kepercayaan, percaya dan menjalankan perintah Tuhan dalam hidup di dunia, begitu firman Yesus.

Seperti yang sudah saya tulis, sebenarnya Tuhan memberikan Cahaya dan Kuasa-Nya ke seluruh penjuru bumi. Itu adalah tanda bahwa Tuhan menaungi kehidupan di bumi, sehingga mereka yang memerlukan pertolongan Tuhan bisa menggunakan kuasaNya itu dengan cara berdoa sambil menghayati kebersamaan dan kedekatanNya dengan Tuhan. Bisa juga dipinjam untuk berdoa meminta petunjuk.

Orang2
yang percaya bulat kepada Tuhan bisa menggunakan Kuasa Tuhan itu untuk melakukan berbagai perbuatan mukjizat, cukup dengan menyebut namaNya saja dengan kebulatan kepercayaan tanpa perlu mengamalkan ilmu gaib atau membacakan ayat2 suci.

Karena Cahaya dan KuasaNya menyelimuti bumi, maka manusia yg percaya dan melakukan penghayatan kesatuan dengan Tuhan akan menumbuhkan kekuatan batin dan sukma
yang besar. Begitu juga bagi yang tekun mencari Terang Tuhan, seperti Budha Gautama dan tokoh2 kebatinan lain, mereka juga bisa mendapatkan Terang Tuhan. Sayangnya, setelah mendapatkan Terang itu mereka merasa sudah mendapatkan apa yang dicarinya. Seharusnya mereka tidak berhenti sampai di situ. Setelah mendapatkan Terang itu seharusnya mereka terus bertekun supaya mendapatkan bimbingan lebih lanjut untuk kemanunggalan dengan Tuhan.

Banyak usaha2 manusia
yang dilakukan tapi belum cukup untuk Tuhan manunggal dengan orang2 itu, karena Tuhan mempunyai jalanNya sendiri. Tentunya Tuhan hanya memilih orang2 tertentu saja yang Dia berkenan untuk memanunggalkan diriNya.

Ciri2 orang
yang manunggal dengan Tuhan hanya bisa dilihat secara gaib, karena Tuhan manunggal secara Roh, bukan fisik, tapi secara duniawi orang akan bisa melihat manusia yang sudah manunggal dengan Tuhan dari tanda2 kuasa yang dilakukan orang itu (tapi seringkali juga orang itu berbuat diluar sepengetahuan manusia lain).

Soal nasib jelek atau mujur, keberuntungan atau kemalangan, tidak bisa dijadikan ukuran keimanan, atau tanda orang2 yang eling, dsb. Itu adalah bagian dari jalan hidup masing2 manusia yang sebenarnya sudah ada garisnya, sudah ada suratannya. Salah satu cara mempelajarinya adalah dengan membaca garis tangan.

Kalau ada tsunami, rumah2 kayu biasanya hanyut, tapi rumah2 tembok dan rumah2 panggung lebih aman. Kalau kebakaran, bisa saja rumahnya selamat kalau menyimpan keris di dalam rumahnya.
Ada juga kesialan
yang dibawa oleh orang lain. Misalnya ada orang yang sudah waktunya meninggal. Jika anda satu bus dengannya, maka anda juga akan ikut celaka. Itulah pentingnya mawas diri, eling dan peka firasat.


 A :    
Sebenarnya kuasa Allah itu kan setiap detik selalu ada, dan setiap saat selalu ada. Hanya saja karena roh kita terbelenggu raga & selalu tertuntut urusan duniawi, jadi kita tidak selalu bisa menghayati kuasaNYA setiap saat.
Mobil berjalan juga kuasaNYA,
Kita bergerak juga bagian dari kuasaNYA.
Benda terjatuh pun bagian dari kuasaNYA.

Sayang, setiap saat kita tidak bisa menghayati keberadaan kuasaNYA. Karena setiap saat kita terbelenggu untuk berpikir urusan duniawi. jadi betul mas, bila mau manunggal, harus lepas dari belenggu urusan duniawi.

Jika dipahami, dalam diri kita sendiri sudah bersemayam Roh Agung Alam Semesta / memang kita yang telah hadir dalam kuasaNYA, hanya banyak dari kita merasa hidup sendiri, dan Allah itu jauh. Atau dalam artian masih ada rasa terpisah antara manusia dengan Tuhan. Sehingga ajaran yang ada yaitu menyuruh kita untuk berdoa. Padahal pada tingkat keyakinan akan adanya kuasaNYA yang telah hadir di diri kita / kita yang telah hadir di dalam kuasaNYA, bisa menjadikan diri kita sangat dekat dengan Allah bahkan kita merasa memang menyatu dengan Allah. Atau setidaknya, roh kita disebut anak / putro dan Allah itu sebagai Bapa' / Romo.

Kalo sudah begitu gak usah mikirin kesaktian lagi. Dalam diri kita sendiri sudah ada Allah dan kuasaNYA. Jadi kitapun sudah ada dalam pengayomannya. Dan dengan tingkat keyakinan yang tinggi, kita sudah dapat merasa lebih dibanding orang yang sakti mandraguna sekalipun. Karena kita berpegang pada Allah dan kuasaNYA.
Kalau soal kesaktian dan mukjizat, akan mengalir sendiri sesuai tingkat kepercayaan kesucian lahir batin kita sendiri dan perkenan dari Allah sendiri.

Itu hasil pendeteksian olah spiritual saya dalam pencarian roh yang saya dapatkan, mungkin masnya lebih tahu ?

Kayaknya ada sesuatu yang gaib deh, sampai2 saya belajar ilmu dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi begini.

 J :     ya kuasa Allah kira-kira begitu.

Mukjizat, kesaktian dan kekuatan gaib yang dimiliki oleh orang2 yang menekuni kebatinan dan spiritual ketuhanan adalah karena mereka bisa menyelaraskan diri dengan kuasa Tuhan, padahal mereka tetap masih jauh dari Tuhan, belum mencapai Tuhan, belum manunggal dengan Tuhan.
Kekuatan gaib dalam diri mereka masih merupakan kekuatan manusia, kekuatan sukma yang selaras dengan keTuhanan, bukan kuasa Tuhan. Kekuatan itu tinggal disugestikan saja sesuai keperluannya, termasuk untuk keperluan ilmu gaib.

Kekuatan gaib yang ada pada mereka yang sudah manunggal dengan Tuhan, bukan hanya berasal dari diri manusia, tetapi juga kuasa Tuhan yang mengisi diri mereka. Kuasanya menjadi luar biasa, sehingga tidak ada satu pun roh duniawi, termasuk dewa, buto, apalagi manusia, yang lebih daripada kuasa mereka. Tinggal kemampuan mereka saja untuk mengsugestikan kemampuannya. Mereka juga bisa mendatangkan tanda-tanda dari langit.

Tetapi untuk mempertahankan kondisi manunggal itu mereka harus menyelaraskan diri dengan Tuhan, menjalankan perintah-perintah Tuhan kepada mereka, menomor-duakan urusan duniawinya, sehingga banyak juga pengorbanannya. Bahkan banyak yang harus mengorbankan nyawanya menjadi tumbal dosa dan kejahatan manusia. Tetapi itu dilakukan karena mereka menjalankan ketentuan Tuhan dan untuk menjaga keillahian mereka.

Memang dalam diri kita sudah terhubung dengan roh agung alam semesta dan kita terhubung secara roh dengan penciptanya. Tetapi sehari-harinya manusia lebih dekat dengan duniawinya, sehingga jauh dari penciptanya.

 A :     
Terima kasih, email saya sudah direspon.

Oh, jadi betul mengenai kisah Yesus
yang dikorbankan...disalib, dsb.
Berat sekali ???
Bagaimana untuk orang jaman sekarang ???  tentunya itu hal
yang paling sulit. Menyelaraskan saja, tidak semuanya memahami betul. Apalagi manunggal.
Berarti manunggal, cintanya kepada Tuhan harus kuat?? Makanya pada tahap pendekatan dengan Tuhan, orang tersebut langsung dihadapi berbagai cobaan...

Tapi, kadang orang2
yang mengenal Tuhan berdasar agama, mereka masih mengenal sifat2 Tuhan seperti manusia. Misal Tuhan punya sifat benci, Tuhan mempunyai aturan yang ketat. Kalo dilanggar, berdosa.
Apakah Tuhan serendah itu ???

Memang, kalo berbicara mengenai Tuhan, harus dihadapkan pada orang
yang mempunyai kebijaksanaan.


 J :    
Seringkali sifat2 Tuhan tidak bisa dinalar oleh manusia, apalagi oleh manusia2 yg mengkultuskan Tuhan. Kalau Tuhan sudah sayang kepada seseorang, seringkali manusia yang lainnya menjadi tidak berharga di mata Tuhan dan Tuhan tidak segan2 untuk membinasakan manusia lain itu yang tidak mulia di mataNya.
Jadi tidak ada kata setengah2 kalau ingin berbakti kepada Tuhan. Harus total. Karena ukurannya bukan amal / ibadah / pahala dan dosa, tetapi total keseluruhan hati, akhlak dan perbuatan manusia, supaya mulia di mata Tuhan.

Contohnya ketika Allah sayang kepada Nabi Nuh. Semua orang dibinasakan, hanya Nabi Nuh dan keluarganya saja
yang diselamatkan.

Begitu juga dengan Nabi Ibrahim
yang disuruh Allah pindah ke tanah Israel. Saat itu di tanah Israel sudah ada 2 kota namanya Sodom dan Gomora yang moral masyarakatnya bejat dan tidak mengenal Allah. Sewaktu Nabi Ibrahim sampai di tanah Israel, ia harus menjauh dari kota Sodom dan Gomora, supaya tidak ikut binasa, karena kota2 itu akan dibinasakan Tuhan.
Nabi Ibrahim juga pernah diuji kecintaanNya kepada Tuhan dengan diperintahkan mengorbankan anaknya, apakah ia lebih mencintai anaknya atau Tuhan.

Selain itu orang2
yang dekat dengan Tuhan seringkali mendapatkan tugas yang berat dan resikonya kematian.
Misalnya saja Nabi Musa
yang dulu sempat berniat kabur dan selalu berusaha menghindar sewaktu disuruh Allah pergi menghadap kpd Firaun untuk mengeluarkan bangsa Israel dari Mesir.
Atau Nabi Yunus
yang juga sempat kabur sewaktu disuruh menyadarkan orang2 di kota Niniwe.
Selain mereka ada banyak nabi2
yang mati dibunuh karena harus menghadapi orang2 jahiliyah.

Jadi
yang mengalami kematian bukan Yesus saja, banyak nabi2 yang mati dibunuh, termasuk murid2 Yesus juga mati dibunuh. Tetapi bedanya dengan yang lain, Yesus dan murid2Nya sudah diberitahukan sejak awal bahwa mereka harus mengorbankan nyawa mereka sebagai tumbal dosa2 manusia. Walaupun sudah tahu resikonya, mereka tetap teguh, tidak lari dari tugas. Karena itu Allah memuliakan mereka dan mereka juga nantinya yang akan diserahi kuasa menjadi hakim agung yang menghakimi umat manusia.

Jaman sekarang ???

Sebenarnya jaman dulu dan jaman sekarang sama saja.

Jaman dulu banyak
yang moralnya rendah karena agama belum menyebar kemana2. banyak pemujaan berhala. Ilmu sihir, tenung dan nujum merajalela. makanya Tuhan mengirimkan banyak nabi2.

Jaman sekarang agama sudah menyebar kemana2. semua orang sudah beragama, tetap saja moral bejat, kemunafikan dan sok suci selalu saja ada. Ditambah lagi agama pun dijadikan alat untuk bermusuhan dan menyebarkan kebencian.



_________









Comments