SPIRITUALITAS KETUHANAN 2 

 


  Baptisan Air, Baptisan Roh Kudus dan Bahasa Roh


Di kalangan umat kristiani, terutama di kalangan jemaat, pendeta dan gereja karismatik ada berkembang sampai saat ini pemahaman-pemahaman yang menurut Penulis sebenarnya itu tidak tepat, tetapi karena kesalah-pahaman di kalangan mereka itu maka pemahaman-pemahaman itu dianggap benar dan semakin didogmakan dan dikultuskan. Beberapa topiknya dicoba diangkat disini. Bahannya diambilkan dari banyak sumber di internet.

Tulisan di halaman ini sengaja dikemukakan oleh Penulis bukannya karena Penulis mengerti sekali materi permasalahannya. Materi ini sengaja diangkat untuk menjadi perhatian kita bersama, untuk menjadi bahan kita membuka pikiran dan bertukar pikiran.

Pemahaman-pemahaman yang berkembang di kalangan jemaat, pendeta dan gereja karismatik itu antara lain adalah seperti yang bisa dibaca informasinya di internet sbb :


  Baptisan Air

Baptisan air bisa dilakukan dengan orang yang dibaptis diselamkan ke dalam air, kemudian keluar lagi dari air. Bisa juga dengan cara orangnya (atau dahinya atau ubun-ubunnya) dipercikkan atau ditetesi dengan air. Atau bisa juga dengan cara mengoleskan airnya di dahi orangnya membentuk tanda salib. Baptisannya dilaksanakan oleh Pendeta terhadap jemaat yang ingin dibaptis. Baptisan air adalah bentuk baptisan yang kelihatan mata.

Ada kalangan kristiani yang menganggap bahwa baptisan air ini identik dengan Baptisan Yohanes, yaitu baptisan yang diberikan kepada seseorang sebagai pernyataan pertobatannya (pernyataan bahwa yang dibaptis sudah bertobat dari dosa-dosanya dan mau hidup baru sebagai orang benar). Kalangan ini berpendapat bahwa terhadap orang-orang itu masih harus dilakukan baptisan yang kedua, yaitu Baptisan Roh Kudus. Tetapi karena Baptisan Roh Kudus itu bentuknya tidak kelihatan mata, maka banyak orang yang tidak sependapat dengan pendapat orang-orang itu, apalagi banyak orang yang yang mempunyai pandangan sendiri-sendiri tentang Baptisan Roh Kudus.


  Baptisan Roh Kudus

Dengan Baptisan Roh Kudus ini orang dimungkinkan untuk dirinya menerima Roh Kudus. Sifat baptisan ini menunjukkan perbedaan yang mendasar antara baptisan pertobatan dengan Baptisan Roh Kudus.
Contoh rujukan di dalam Injil :

Kesaksian Yohanes Pembaptis ketika membaptis Yesus :

Matius: 3
3:11  Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku
        lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu
        dengan Roh Kudus dan dengan api.
3:12  Alat penampi sudah di tangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan
        gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak
        terpadamkan.
3:13  Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
3:14  Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang
        kepadaku ? "
3:15  Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita
        menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya.
3:16  Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh
        Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
3:17  lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku
        berkenan."

Yohanes :1
1:29. Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba
        Allah, yang menghapus dosa dunia.
1:30  Dialah yang kumaksud ketika kukatakan : Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah
        mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.
1:31  Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan
        air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel."
1:32  Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan
        Ia tinggal di atas-Nya.
1:33  Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah
        berfirman kepadaku : Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya,
        Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
1:34  Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian : Ia inilah Anak Allah."


Sesudah KebangkitanNya Yesus menemui murid-muridNya :
Yohanes: 20
20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu
         tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu
         itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka.
         Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian
         juga sekarang Aku mengutus kamu."
20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.
20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang
         tetap ada, dosanya tetap ada."


Apakah sebenarnya Baptisan Roh Kudus itu?
Ada yang mengatakan bahwa istilah Baptisan Roh Kudus dimulai oleh seseorang bernama John Fletcher yang menyatakan perlunya berkat kedua (second blessing) setelah pertobatan. Dia menyatakan bahwa pertobatan dan baptisan air saja tidak cukup, selain itu kita juga harus melewati suatu pengalaman khusus di mana Roh Kudus masuk ke dalam hati kita serta memenuhi hati kita. Peristiwa ini ditandai dengan karunia Roh berupa ber-”bahasa Roh”.

Pengakuan iman GBI : Baptisan Roh Kudus adalah karunia Tuhan untuk semua orang yang telah disucikan hatinya. Tanda awal Baptisan Roh Kudus adalah berkata-kata dengan bahasa roh sebagaimana diilhamkan oleh Roh Kudus.

Orang percaya bahwa Baptisan Roh atau disebut juga Baptisan Roh Kudus tidak dilakukan oleh manusia tetapi dilakukan oleh Tuhan Yesus / Allah dengan cara supranatural, tidak kelihatan mata manusia, sehingga untuk mengetahui benar-tidaknya seseorang sudah menerima Roh Kudus orang akan mencari tanda-tandanya yang kelihatan mata, salah satunya adalah tanda bahwa orangnya bisa berbahasa Roh.

Kepercayaan terhadap Baptisan Roh Kudus yang diawali dengan kemampuan berbahasa Roh berlatar-belakang peristiwa Pentakosta di dalam Kisah Para Rasul. Alkitab mencatat, saat itu Roh Kudus turun dan terlihat berupa lidah-lidah seperti nyala api dan ketika para rasul dipenuhi dengan Roh Kudus, mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa asing, tujuannya adalah agar Injil yang diberitakan dapat dimengerti oleh bangsa-bangsa lain yang hadir pada saat itu (Kis. 2:7-12). Hal inilah yang ditekankan oleh Alkitab ketika berbicara mengenai karya Roh Kudus. Roh Kudus selalu membawa orang semakin mengenal dan mencintai Firman Tuhan.

Setelah Tuhan Yesus naik ke surga, Alkitab mencatat bahwa murid-murid Yesus kembali ke Yerusalem. Mereka berkumpul bersama di ruang atas tempat mereka menumpang, kemudian bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama untuk menantikan janji Bapa, yaitu Roh Kudus (Kisah Para Rasul 1:4-14).

“Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, dimana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.” (Kisah Para Rasul 2:1-4).  Itulah pertama kalinya Roh Kudus dicurahkan ke atas manusia pada jaman Perjanjian Baru.

Ada orang-orang yang berpendapat bahwa peristiwa saat Roh Kudus dicurahkan ke atas pribadi seseorang sehingga ia “dipenuhi” / “diliputi” oleh Roh Kudus untuk yang pertama kalinya disebut dengan Baptisan Roh Kudus dengan tanda awalnya ialah Bahasa Roh. 


  Bahasa Roh

Orang berpendapat bahwa menerima Baptisan Roh Kudus diawali dengan tanda-tanda bisa berbahasa Roh, sehingga kalau belum bisa berbahasa roh ia akan terus didoakan sampai bisa.

GBI meyakini bahwa tanda awal yang menyertai orang yang dibaptis dengan Roh Kudus ialah berkata-kata dalam bahasa roh. Bahasa roh ialah suatu bahasa baru yang diberikan oleh Roh Kudus kepada orang-orang yang menerima baptisan Roh Kudus, suatu bahasa yang tidak pernah mereka pelajari, suatu bahasa yang asing yang tidak dapat dimengerti oleh yang mengucapkannya ataupun yang mendengarkannya, sebab ia mengucapkan hal-hal yang rahasia yang dimengerti oleh Allah saja (I Kor. 14:2).

Pada umumnya penganut gereja Pentakosta dan Kharismatik melihat Baptisan Roh Kudus (BRK) sebagai pengalaman khusus yang harus dialami oleh umat Kristen seperti yang dialami oleh para Rasul di Yerusalem pada hari Pentakosta. Peristiwa itu dipercaya sebagai penggenapan janji yang diucapkan oleh Yesus sendiri, sebab Ia mengatakan: "Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus" (Kis.1:5), dan umat Kristen akan 'penuh dengan Roh Kudus' (Kis.2:4).

Orang Kharismatik pada umumnya juga berpendapat bahwa baptisan Roh Kudus itu ditandai dengan bahasa Roh / lidah. Ini terlihat dari kutipan-kutipan di bawah ini : "Jelaskanlah kepada calon penerima Roh Kudus, bahwa dialah yang harus berbicara. Roh Kudus akan bekerja melalui perantaraan organ suaranya (bibir dan lidahnya), dan calon penerima itu harus mengeluarkan suara dan berbicara untuk mengucapkan kata-kata ... "

Peristiwa turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta dipercaya merupakan penggenapan janji Bapa tentang baptisan Roh Kudus (Kis. 1:4-5), yang memberikan kuasa kepada orang percaya untuk melayani (Kis. 1:8).

Yohanes Pembaptis menyatakan bahwa Yesus-lah Pribadi yang membaptis dengan Roh Kudus (Mat. 3:11, Mark. 1:8, Luk. 3:16, Yoh. 1:33, Kis. 1:5), sedangkan Paulus menyatakan bahwa Roh Kudus-lah yang membaptis kita ke dalam Yesus Kristus, yaitu ke dalam tubuh Kristus (I Kor. 12:13, Gal. 3:27). 
Kedua baptisan ini berbeda.  Pertama-tama Roh Kudus membaptis kita ke dalam tubuh Kristus (= kelahiran baru), kemudian Yesus membaptis kita dengan Roh Kudus (= baptisan Roh Kudus).


  Karunia Lidah

Banyak orang yang menyamakan 'bernubuat dan berkata-kata dalam bahasa roh / bahasa lain' (Kis.2:4; 10:46; 19:6) dengan 'karunia nubuat dan bahasa lidah (glosolalia)' (1Kor.12:10), dan bahwa karunia lidah adalah bukti seseorang telah menerima Baptisan Roh Kudus, namun dalam kenyataannya banyak orang Kharismatik yang mempercayai Baptisan Roh Kudus tapi tetap saja mereka tidak bisa berbicara bahasa roh.

Yang jelas dipercayai bahwa BRK selain melengkapi mereka yang menerimaNya dengan 'kuasa untuk bersaksi', mereka juga memperoleh 'kuasa mengadakan mujizat' terutama mujizat kesembuhan dan pengusiran setan, dan bahwa mereka akan menerima karunia-karunia (kharismata, 1Kor.12:1-11) termasuk 'karunia lidah / bahasa roh'.

Yang jelas dipercayai adalah bahwa seseorang yang bertobat dan percaya selain dibaptiskan dengan air juga harus mengalami BRK yang umumnya dipercayai terbukti dari penguasaan 'bahasa lidah'.


  Karunia bahasa roh dan Baptisan Roh Kudus

Ada banyak pendapat di kalangan kristiani tentang karunia-karunia di atas. Baptisan Roh Kudus dan karunia bahasa roh adalah dua hal yang masih menjadi polemik di dalam pengajaran gereja. Masing-masing gereja mempunyai pandangan, pengertian, penafsiran dan dogma sendiri-sendiri.

Ada gereja Protestan yang mengakui adanya karunia bahasa roh dan karunia-karunia Roh yang lain tetapi menganggap sudah tidak berlaku di zaman modern sekarang ini, dan mengajarkan bahwa Baptis Roh diperoleh orang beriman bersamaan dengan waktu ketika ia bertobat. Tetapi gereja Pantekosta mengajarkan bahwa karunia bahasa roh adalah tanda dari Baptis Roh sehingga orang yang sudah mendapat karunia bahasa roh berarti sudah dibaptis Roh. Disamping pandangan di atas ada juga gereja yang mempunyai pandangan-pandangan lain yang berbeda. Gereja Katolik bahkan tidak menyinggung pengajaran tentang Baptis Roh dan Karunia bahasa roh.

Dari ayat-ayat Alkitab, baik yang di Perjanjian Lama maupun yang di Perjanjian Baru dapat disimpulkan bahwa pencurahan Roh Kudus sudah dijanjikan oleh Tuhan Allah yang oleh Yohanes Pembaptis disebutnya sebagai Baptis Roh, kemudian didukung oleh Tuhan Yesus dengan perkataan-Nya kepada Petrus dan murid-murid yang lain dan penggenapannya mempunyai tanda karunia bahasa roh.

Ada pendapat : Baptis dengan Roh Kudus atau Baptis Roh adalah suatu pengalaman yang sangat penting bagi jemaat gereja, karena orang yang dibaptis dengan Roh Kudus akan mendapat karunia bahasa roh yang berguna bagi pertumbuhan imannya. Hal ini sudah dinubuatkan oleh nabi Yehezkiel dan kemudian juga dikatakan oleh rasul Paulus dalam surat Korintus bahwa siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya atau imannya, sehingga dapat bertumbuh subur dan menghasilkan buah Roh yang disukai Tuhan.

Ada juga pendapat, di samping sebagai tanda Baptis Roh, karunia bahasa roh juga merupakan tanda bagi orang yang dipilih, yaitu dipilih untuk melakukan pekerjaan Tuhan, minimal adalah bersaksi. Sedangkan pekerjaan yang paling berat adalah melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti yang dilakukan Tuhan Yesus ketika hidup di dunia. Tetapi Tuhan tidak memaksa hamba-hambaNya melakukan pekerjaan yang berat, melainkan membolehkan orang untuk memilih sendiri pekerjaan yang berat, sedang atau ringan, masing-masing menurut kesanggupannya sendiri. Sebab bagi yang memilih pekerjaan berat dituntut tanggung jawab yang berat pula. Bagi orang yang memilih pekerjaan yang berat, ia harus rela menyerahkan hidupnya sepenuhnya (tidak kawin) bagi pekerjaan Tuhan; Bagi orang yang memilih pekerjaan yang sedang, ia boleh kawin. Sedangkan bagi yang memilih pekerjaan yang ringan, ia dapat hidup cukup hanya dengan memberikan kesaksian hidup yang baik saja.

  Baptis Api

Yohanes Pembaptis : Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasutnya. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. (Mat.3:11)

Ada pendapat : pertumbuhan iman orang percaya mengalami tiga kali pembaptisan, pertama adalah Baptis Air, yang kedua adalah Baptis Roh Kudus, dan yang ketiga adalah Baptis Api.
Baptis Air adalah baptisan pertobatan, seperti yang diajarkan oleh Yohanes Pembaptis.
Baptis Roh Kudus adalah baptisan yang diberikan Tuhan Yesus kepada orang beriman secara pribadi, tandanya adalah karunia bahasa roh.
Baptis Api adalah baptisan yang diberikan oleh Tuhan Yesus kepada orang beriman yang telah mempunyai buah Roh, dan tanda baptis api adalah martir / mati karena Yesus.

Dalam pendapat itu pada tahapan Baptis Api orang beriman mengalami pertumbuhan iman sampai sempurna, ketika ia telah menghasilkan buah Roh, yaitu ketika hidupnya dipenuhi dengan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, dan penguasaan diri (Gal.5:22-23). Ketika orang beriman telah mencapai tahap ini ia akan melakukan pekerjaan Tuhan sesuai dengan pikiran dan kehendak Allah sampai batas akhir, yaitu ketika Tuhan Yesus menjemputnya sebagai martir. Peristiwa martir atau mati karena nama Tuhan inilah yang disebut sebagai Baptis Api. Di dalam Alkitab ada banyak kisah-kisah martir, kisah-kisah orang yang dibunuh karena melakukan perintah Tuhan Allah, yaitu kisah nabi-nabi yang dibunuh dalam Alkitab Perjanjian Lama dan kisah para rasul dan murid-murid Yesus lain yang dibunuh di dalam Alkitab Perjanjian Baru.

Pandangan di atas mengatakan bahwa Baptis Api adalah suatu ujian iman yang hanya diberikan kepada orang-orang pilihan Tuhan, dengan tujuan untuk memurnikan imannya sampai batas terakhir, sampai mati. Bagi mereka yang dapat lulus dari ujian ini akan mendapat tempat paling terhormat di sisi tahta Tuhan dan hidup bahagia bersamaNya. Inilah kehidupan yang dijanjikan Tuhan. Jadi sebenarnya Baptis Api adalah merupakan pintu yang ada di dunia untuk masuk ke ruang mahasuci dalam Kerajaan Sorga Kekal.



_______


  Javanese2000 :


Mengenai Tuhan, kegaiban Tuhan, dan tentang Pribadi-Pribadi yang menjadi Tuhan, adalah kegaiban yang terlalu tinggi untuk manusia bisa mengetahuinya secara langsung, termasuk walaupun orangnya bisa melihat gaib, apalagi bagi orang-orang yang tidak bisa melihat gaib.

Karena itu tentang Tuhan dan kegaibanNya, di dalam banyak agama dan kepercayaan, lebih banyak orang yang sengaja memunculkan dogma dan pengkultusan saja dibanding berusaha mencaritahu sendiri kebenarannya. Dari banyaknya dogma dan pengkultusan itu ada yang didasarkan pada kejadian yang sungguh-sungguh terjadi dan ada saatnya bisa dibuktikan, tetapi lebih banyak lagi dogma dan pengkultusan yang sama sekali tidak berdasarkan apa-apa, hanya pemikiran dan pernyataan sepihak saja dari seorang tokoh agama, dogma dan pengkultusannya sama sekali tidak mengandung kebenaran yang objektif, tetapi itu harus dipercaya sebagai benar oleh penganut agamanya dan harus diakui sebagai dalil agama.

Yang sudah diuraikan di atas adalah contoh dogma dan pengkultusan yang berkembang di sebagian kalangan kristen tertentu, terutama adalah di kalangan jemaat, pendeta dan gereja karismatik tertentu.

Walaupun dogma dan pengkultusan itu didasarkan pada kejadian-kejadian yang sungguh-sungguh terjadi dan ada saatnya itu bisa dibuktikan, tetapi pemahaman-pemahaman orang tentang itu menurut Penulis sebenarnya tidak tepat, tetapi karena adanya kesalah-pahaman di kalangan mereka itu maka pemahaman-pemahaman itu dianggap benar, sehingga semakin didogmakan dan dikultuskan.

Mengenai Tuhan, kegaiban Tuhan, dan tentang Pribadi-Pribadi yang menjadi Tuhan, Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus, memang adalah kegaiban yang terlalu tinggi untuk manusia bisa mengetahuinya secara langsung, termasuk walaupun orangnya bisa melihat gaib.

Dan mengenai kegaiban Tuhan, dan tanda-tanda yang dari Tuhan (dan yang terkait dengan Roh Kudus), sebenarnya ada banyak sekali tanda yang dari Tuhan. Bahasa Roh hanyalah salah satu saja dari sekian banyak tanda yang dari Tuhan. Tetapi akan lebih baik jika orangnya tahu kesejatian dari kejadiannya, tidak sekedar ikut-ikutan saja atau malah bersensasi berbahasa Roh.



  Baptisan Air, Baptisan Roh dan Bahasa Roh


Karunia bahasa roh adalah tanda Baptis Roh Kudus ?

Baptis Roh dan karunia bahasa roh adalah dua hal yang masih menjadi polemik di dalam pengajaran sebagian gereja. Masing-masing gereja mempunyai pandangan, pengertian, penafsiran dan dogma sendiri-sendiri yang masing-masing meyakini bahwa mereka benar. Gereja Pantekosta mengajarkan bahwa karunia bahasa roh adalah tanda dari Baptis Roh sehingga orang yang sudah mendapat karunia bahasa roh berarti ia sudah dibaptis Roh. Di samping pandangan-pandangan di atas ada juga gereja-gereja yang mempunyai pandangan-pandangan lain yang berbeda. Gereja Katolik bahkan tidak menyinggung pengajaran tentang Baptis Roh dan karunia bahasa roh.

Kis.10:44-46 :
Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan juga ke atas bangsa-bangsa lain, sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah.

Kis.11:15-16 :
Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita. Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan : Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.

Kisah Para Rasul 2 :
2:1. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah,
      di mana mereka duduk;
2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka
      masing-masing.
2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain,
      seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
2:5. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.
2:6  Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing
      mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
2:7  Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata
       itu orang Galilea?
2:8  Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri,
       yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
2:9  kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
2:10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang
       dari Roma,
2:11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka
       berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."
2:12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada
        yang lain: "Apakah artinya ini?"
2:13  Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."
2:14. Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada
        mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah
        perkataanku ini.
2:15  Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,
2:16  tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel :
2:17  Akan terjadi pada hari-hari terakhir--demikianlah firman Allah--bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke
        atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu
        akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
2:18  Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan
        mereka akan bernubuat.
2:19  Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi : darah
        dan api dan gumpalan-gumpalan asap.
2:20  Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari
        yang besar dan mulia itu.

Setelah Tuhan Yesus naik ke surga, Alkitab mencatat bahwa murid-murid kembali ke Yerusalem, mereka berkumpul bersama di lantai atas tempat mereka menumpang, kemudian bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama untuk menantikan janji Bapa, yaitu Roh Kudus (Kis 1:4-5). Ketika tiba hari Pentakosta, Roh Kudus turun seperti bunyi tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, dan tampaklah lidah-lidah seperti nyala api yang hinggap pada mereka masing-masing, dan mereka mulai berbahasa Roh (Kis 2:1-4). Itulah pertama kalinya Roh Kudus dicurahkan ke atas manusia pada jaman Perjanjian Baru.

Tetapi ada orang yang berpendapat bahwa peristiwa saat pertama kalinya Roh Kudus dicurahkan ke atas pribadi seseorang sehingga orang itu dipenuhi / diliputi oleh Roh Kudus, disebut dengan Baptisan Roh Kudus dengan tanda awalnya ialah Bahasa Roh. Berkata-kata dengan bahasa roh sebagaimana diilhamkan oleh Roh Kudus dikatakan adalah tanda awal seseorang sudah menerima Baptisan Roh Kudus.


Bagaimanakah yang sebenarnya ?

Ada dua hal disini yang perlu diperhatikan dalam terang Alkitab, yaitu:
1. Apakah Baptisan Roh Kudus (BRK) harus disertai peristiwa Pentakosta ?  (pencurahan Roh Kudus dengan
    tanda-tanda orang bernubuat dan berbahasa roh); dan

2. Apakah peristiwa Pentakosta sama dengan karunia lidah dalam Korintus pasal 12 ?


Mengenai bahasa roh orang-orang Kharismatik menyamakan / mencampur-adukkan pengertian :
 - Baptisan Roh Kudus dan Roh Kudus dari Baptisan
dengan pengertian :
 - Pencurahan Roh Kudus dan Kepenuhan Roh Kudus.

Orang-orang Kharismatik banyak yang berpendapat bahwa Baptisan Roh Kudus itu ditandai dengan bahasa roh / lidah.

Apakah benar menerima Baptisan Roh Kudus harus dengan tanda-tanda orangnya bisa berbahasa Roh, kalau tidak maka ia akan terus didoakan sampai bisa ?

Banyak orang yang berpendapat
bahwa bernubuat dan berkata-kata dalam bahasa roh / bahasa lain / bahasa lidah adalah bukti bahwa seseorang telah menerima Baptisan Roh Kudus, namun pada kenyataannya banyak orang Kharismatik yang mempercayai Baptisan Roh Kudus tapi tetap saja tidak bisa berbicara bahasa roh.


Tetapi sesungguhnya :

Pencurahan Roh Kudus tidak sama dengan Baptisan Roh Kudus !

Dan yang terjadi di dalam Kisah Para Rasul 2 itu, yang orang-orangnya bisa berbahasa Roh, bukanlah Baptisan Roh Kudus, tetapi adalah Pencurahan Roh Kudus.

Pencurahan Roh Kudus sehingga orang-orang penerimanya menjadi kepenuhan Roh Kudus dapat terjadi pada siapa saja yang Allah berkenan, baik pada orang-orang yang sudah dibaptis maupun yang belum dibaptis, karena itu adalah kehendak Allah sendiri yang berkenan memberikan tanda kepada manusia bahwa mereka berhubungan dengan sesuatu yang illahi. Pencurahan Roh Kudus bisa terjadi sewaktu-waktu sesuai kehendak Allah, tidak tergantung pada masa Pentakosta, termasuk yang terjadi pada masa sekarang ini.

Dan orang yang dipenuhi Roh Kudus tidak pasti bahwa ia juga bisa berbahasa roh.

Contohnya adalah Stefanus.
Dalam Kisah Para Rasul 6 - 7 dikatakan bahwa ia penuh dengan Roh Kudus, tetapi tidak pernah dikatakan ia berbicara dalam bahasa roh !

Juga ketika Yesus dibaptis air oleh Yohanes dan saat itu juga Allah membaptisNya dengan Roh Kudus. Sesudah baptisan itu juga tidak dikatakan bahwa Yesus langsung berkata-kata dalam bahasa Roh.
Sebelum hari Pentakosta, para Rasul juga telah menerima Roh Kudus (Yoh.20:22), tapi tidak terjadi apa-apa.

Baptisan air yang kelihatan mata saja dapat menimbulkan kesalahpengertian, apalagi Baptisan Roh yang tidak kelihatan mata, lebih lagi dapat memunculkan kontroversi yang tak berkeputusan termasuk di kalangan aliran yang menjadikan itu sebagai inti ajaran.


Baptisan Roh atau Baptisan Roh Kudus adalah baptisan yang dilakukan oleh Allah Bapa dan Roh Kudus dimana di dalam baptisan itu (baptis air) orang yang dibaptis menerima Roh Kudus dari baptisannya.

Roh Kudus dari baptisan akan hinggap melingkupi kepala bagian atas orang yang dibaptis dan sebagian lagi membentuk tanda seperti sayap burung merpati di dahi orang yang dibaptis yang itu adalah meterai dari Allah sebagai tanda bahwa orang itu sudah tercatat sebagai Anak-Anak Allah.

Turunnya Roh Kudus baptisan itu tidak ditandai dengan orangnya langsung bisa berbahasa roh.


Pada masa sekarang ini bisa dikatakan bahwa secara umum sudah tidak ada lagi baptisan untuk tujuan pertobatan, karena pertobatan itu bisa langsung dilakukan dengan orangnya sendiri datang sujud kepada Tuhan menyatakan pertobatannya dan meminta ampunanNya.

Baptis air, apapun bentuknya, akan menjadi Baptisan Roh Kudus selama baptisan itu di atas-namakan Allah TriTunggal, yaitu dilakukan dalam nama Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus. Orang yang dibaptis (baptis air) akan menerima Roh Kudus dari baptisannya itu selama orang yang dibaptis itu bulat percayanya sesuai isi baptisannya dan ia juga (di hatinya) menerima penuh dirinya dibaptis. Manusia membaptis dengan air, tetapi Allah membaptis dengan Roh Kudus.

Tetapi mungkin ada gereja atau pendeta yang terlalu mengagung-agungkan Yesus Kristus, yang mengagung-agungkan Yesus di dalam peribadatannya tetapi tidak atau jarang sekali memuliakan Pribadi-Pribadi Allah yang lain. Atau mungkin ada yang berpikiran bahwa Tuhan adalah Yesus itu sendiri. Ini adalah kesalah-pahaman yang sangat mendasar. Mungkin gereja itu juga tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai Roh Kudus dan tidak pernah membicarakannya di dalam kotbah peribadatannya.

Dan sebuah baptisan yang hanya diatas-namakan Yesus saja akan menjadi sama dengan baptisan Yohanes, orang si penerima baptisan tidak akan menerima Roh Kudus dari baptisannya itu. Dalam hal ini sudah terjadi kesalahan prosedur dari si pembaptis karena orang bukan hanya harus percaya dan menerima Yesus Kristus saja, tetapi juga Tuhan yang diwartakanNya.

Kisah Para Rasul 8 :
8:14. Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka
        mengutus Petrus dan Yohanes ke situ.
8:15  Setibanya disitu kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus.
8:16  Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis
        dalam nama Tuhan Yesus.

Matius 28 :
28:16. Dan ke sebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
28:17  Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
28:18  Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
28:19  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan
          Anak dan Roh Kudus,
28:20  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah,
          Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Tetapi pada jaman sekarang ini mungkin Allah akan mengabaikan kesalahan prosedur itu, sehingga walaupun karena adanya ketidaktahuan si pembaptis kemudian ada terjadi kesalahan prosedur, tetapi Allah berkenan juga menurunkan Roh Kudus Baptisan kepada orang yang dibaptis itu, kecuali orang itu sendiri di dalam hatinya atau pikirannya belum bulat percaya kepada Yesus dan Tuhan dan belum sepenuhnya menerima dirinya dibaptis. Allah melihat hati.

Baptis Api adalah istilah lain dari Baptisan Roh Kudus dimana pada kejadian itu seseorang menerima dirinya kepenuhan Roh Kudus untuk tujuan penguatan iman ketika ia sedang mengalami suatu ancaman / resiko terhadap jiwa dan imannya (contohnya adalah yang dulu terjadi pada Stefanus : Kisah Para Rasul 6 - 7 ).


Mengenai bahasa roh, kita sendiri perlu untuk bisa membedakan bahasa roh sebagai :

1. Suatu bahasa asing yang ada di dunia (misal: bahasa Mandarin, Inggris, Belanda, dll) yang kita ucapkan, padahal sebelumnya kita belum pernah mempelajarinya. Seperti pada hari Pentakosta, ucapan dan bahasa yang diucapkan oleh para rasul dapat dipahami oleh orang lain dari berbagai bangsa dan bahasa yang hadir di tempat itu ( Kis. 2:1-13).  

2. Glossolalia atau bahasa lidah, yaitu bahasa / ucapan yang tidak dimengerti artinya oleh orang yang mengucapkannya maupun oleh orang yang mendengarkannya, karena tidak pernah dipelajari sebelumnya. Orangnya mengucapkan bahasa itu karena ilham, luapan rasa atau dorongan Roh Kudus (I Kor. 14:2).

Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus :
I Korintus 14 :
14:2  Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah.
        Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
14:3  Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.
14:4  Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat,
        ia membangun Jemaat.
14:5  Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu
        bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa
        roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.
14:6. Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya
        itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau
        pengajaran?
14:7  Sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi yang berbunyi, seperti seruling dan kecapi--
        bagaimanakah orang dapat mengetahui lagu apakah yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau
        keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda ?
14:8  Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang ?
14:9  Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata
         yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu
         ucapkan di udara !
14:10 Ada banyak--entah berapa banyak--macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satupun di
         antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti.
14:11 Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang
         mempergunakannya dan dia orang asing bagiku.
14:12 Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi
         lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat.
14:13 Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan
         juga karunia untuk menafsirkannya.

14:21. Dalam hukum Taurat ada tertulis: "Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut
          orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan
          mendengarkan Aku, firman Tuhan."
14:22  Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang
          tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman,
          tetapi untuk orang yang beriman.
14:23  Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa
          roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka
          katakan, bahwa kamu gila?
14:24  Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan
          diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua;
14:25  segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud
          menyembah Allah dan mengaku: "Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu."


Ketika seseorang kepenuhan Roh Kudus, atau ketika ia dijamah oleh Roh Kudus, Rasul Paulus lebih suka pada orang-orang yang bernubuat, karena orang-orang yang mengimani Kuasa Roh Kudus mereka dengan Roh Kudus yang bersamanya itu akan bisa melakukan banyak perbuatan besar dan mukjizat, termasuk mengusir setan-setan dan mukjizat penyembuhan. Dengan imannya itu orang itu membangun dirinya sendiri dan jemaat.

Tetapi karunia berbahasa roh dalam bentuk bahasa asing (bahasa Mandarin, Inggris, Arab, Belanda, dll) yang kita ucapkan, padahal sebelumnya kita belum pernah mempelajarinya, seperti pada hari Pentakosta, ucapan dan bahasa yang diucapkan oleh para rasul dapat dipahami oleh orang lain dari berbagai bangsa dan bahasa yang hadir di tempat itu ( Kis. 2:1-13) hanya diberikan kepada orang-orang yang menjadi pewarta Injil Tuhan.

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” ~ Kisah Para Rasul 1:8



Menjadi saksi Yesus

Seseorang yang kepenuhan Roh Kudus akan memiliki kuasa yang dinamis, keinginannya untuk bersaksi menjadi sangat kuat. Dan selain kemauan, ia juga akan diberi kemampuan untuk memberitakan injil, Tuhan akan memberikan hikmat kepadanya untuk berkata-kata sesuai dengan situasi & kondisi yang sedang terjadi saat itu serta respon yang harus diberikan saat sedang memberitakan injil. Setelah Petrus dan para Rasul yang lain dibaptis oleh Roh Kudus, mereka mulai memberitakan injil dengan disertai kuasa dan tanda-tanda mujizat.

Kepenuhan Roh Kudus bisa juga terjadi pada orang-orang yang sudah mendapatkan Roh Kudus dari baptisan, yang kuat sekali pengimanan dan kecintaannya kepada Tuhan yang itu akan semakin memurnikan imannya dan orangnya akan semakin bisa membedakan pemikiran-pemikiran manusiawi duniawi dengan yang dari Tuhan.

Pada peribadatan yang terjadi luapan rasa dan orang berkata-kata dalam bahasa roh, belum tentu saat itu sedang terjadi pencurahan Roh Kudus, karena bisa saja itu adalah luapan rasa dari Roh orang-orang yang dulu sudah dibaptis Roh Kudus.


Tentang bahasa roh dalam bentuk bahasa lidah (Glossolalia), yaitu bahasa / ucapan yang tidak dimengerti artinya oleh orang yang mengucapkannya maupun oleh orang yang mendengarkannya, karena tidak pernah dipelajari sebelumnya. Orangnya mengucapkan bahasa itu karena ilham, luapan rasa atau dorongan Roh Kudus (I Kor. 14:2).

Dari kutipan di atas ( I Korintus 14 ) :

Karunia bahasa roh (bahasa lidah) adalah tanda untuk orang yang tidak beriman untuk mengetahui jika bahasa roh adalah untuk anak Allah berbicara kepada Allah yang adalah roh. Dan karunia untuk bernubuat adalah tanda untuk orang beriman untuk saling membangun imannya.

1 Korintus 14: 22
Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.

1 Korintus 14: 6
Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran ?

Banyak orang yang berpendapat bahwa peristiwa saat pertama kalinya Roh Kudus dicurahkan ke atas pribadi seseorang sehingga orang itu dipenuhi / diliputi oleh Roh Kudus disebut sebagai Baptisan Roh Kudus dengan tanda awalnya ialah Bahasa Roh. Berkata-kata dengan bahasa roh sebagaimana diilhamkan oleh Roh Kudus dikatakan adalah tanda awal seseorang sudah menerima Baptisan Roh Kudus.

Apakah benar menerima Baptisan Roh Kudus harus dengan tanda-tanda orangnya bisa berbahasa Roh, kalau tidak maka ia akan terus didoakan sampai bisa ?

Pencurahan Roh Kudus tidak sama dengan Baptisan Roh Kudus !

Dan yang terjadi di dalam Kisah Para Rasul 2 itu bukanlah Baptisan Roh Kudus, tetapi adalah Pencurahan Roh Kudus.

Banyak orang yang berpendapat bahwa bernubuat dan berkata-kata dalam bahasa roh / bahasa lain / bahasa lidah adalah bukti bahwa seseorang telah menerima
Baptisan Roh Kudus, namun pada kenyataannya banyak orang Kharismatik yang mempercayai Baptisan Roh Kudus tapi tetap tidak bisa berbicara bahasa roh. Dengan kondisi itu orangnya tidak boleh hanya karena ia merasa malu teman-temannya sudah bisa berbahasa Roh akhirnya ia mencoba meniru teman-tamannya tersebut seolah-olah ia juga sudah bisa berbahasa Roh. Itu akan menjadi perbuatan yang sia-sia yang semakin menunjukkan bahwa ia tidak mengimani Allah. Ia hanya mengejar sensasi berbahasa roh saja.

Bisa berbahasa roh (bahasa lidah) adalah sesuatu yang dianggap sangat istimewa sehingga banyak orang ingin bisa berbahasa roh. Tetapi dengan apa akan disamakan orang-orang yang datang beribadah karena mengejar sensasi dirinya akan bisa berbahasa roh atau karena ingin terus mengalami dirinya berbicara bahasa roh ?

Orang-orang itu sama dengan orang-orang yang hanya ingin menikmati sesaat saja CahayaNya. Hanya mengejar sensasinya saja. Orang-orang itu tidak mengimani Kuasa Tuhan dan Roh Kudus yang bersamanya. Lagipula tanda-tanda yang dari Tuhan (dan yang dari Roh Kudus) ada banyak, bukan hanya berbahasa roh / lidah saja.



_________










Comments