https://sites.google.com/site/thomchrists/test/Kebatinan%20dan%20Spiritual.jpg

   Ngobrol 5

   Kebatinan dan Spiritualitas Ketuhanan

 

Penulis menerima banyak pertanyaan dan keingintahuan dari para pembaca mengenai materi kebatinan dan spiritual tentang Tuhan dan ketuhanan dan sebagian dari mereka sudah juga menjalani sendiri laku kebatinan dan spiritual ketuhanan itu.

Sehubungan dengan itu
dengan ditambahkan ulasan dan editan seperlunya di halaman ini dipaparkan kembali sari-sari pemahaman Penuls tentang Tuhan dan ketuhanan dalam bentuk tanya jawab Penulis dengan pembaca yang sebelumnya sudah diungkapkan di halaman-halaman tanya jawab Penulis dengan pembaca.

Mudah-mudahan berguna untuk menambah pengetahuan dan kematangan kesepuhan kita.


____________





 A    Pak saya mencoba untuk mengisi batu cincin. Mohon dicek apakah berhasil ?
Ada dua cincin.
Apakah kita bisa mengisi sendiri sejenis wahyu ?  Sabda yg hidup ?

 J :     Maksudnya apa yah pak pertanyaan bapak itu : mengisi sendiri sejenis wahyu? Sabda yg hidup?

 A    Jadi maksud saya bukan sejenis jin, tapi seperti keris jawa atau yg setara ?

 J :     Hubungannya apa pak dgn sabda yg hidup ?

 A    Maaf kalau di saya, percaya bahwa tulisan tulisan di Injil itu merupakan sabda Tuhan yang hidup, yg bisa
diimplementasikan dlm kehidupan sehari hari dan mungkin itu bisa menjadi sugesti pada keadaan atau benda tertentu, seperti salib atau rosario atau benda benda lain yang dianggap suci, spt air lourdes atau air sendang sono, lukisan foto orang2 suci di afrika, atau patung maria yg bisa menangis darah,... Atau lain-lain yang berhubungan dengan keilahian (kalau kita nyebutnya gaib). Pertanyaannya apakah salib atau benda lain yg kita bawa berdoa mempunyai energi khusus yg setingkat dengan keris jawa? Karena di agama kristen tidak mengenal jin, hanya mengenal iblis dan setan, malaikat, roh orang suci dan Tuhan sendiri tentunya.

Mungkin bapak punya pengalaman dengan artefak-artefak kristen? Kenapa jarang ada artefak-artefak kristen yg berisi jin? Saya sdh pesan sama teman tapi tidak pernah menemukan artefak-artefak kristen yg mempunyai nilai gaib.

Maaf pak,... Kalau ada yg salah dan tidak sesuai

Soalnya saya lihat banyak saudara kita pendeta Kristen yang mengaplikasikan sabda Allah yang hidup di rumah ibadat, kehidupan sehari-hari dan pemberkatan.

Mereka sangat percaya akan sabda Allah yg hidup, membaca kitab suci adalah wajib dan kebanyakan mereka hafal per ayat. Dan pada kenyataannya semuanya dapat dipenuhi.

Memang di kitab suci ada tertulis, "manusia hidup tdk dengan roti saja, tetapi dengan sabda Allah". Dan "Sabda Allah adalah sangat kuat dan sangat tajam bagaikan pedang bermata dua yg dapat membelah jiwa dan roh, memisahkan sunsum dan tulang". Memang ada tertulis demikian.

Kalau di Katholik memang kurang penekanan di kitab suci, lebih mementingkan olah rasa dan kemanusiaan. Kita harus olah rasa sendiri dengan membaca kita suci. Terus terang kadang di gereja Katholik orang pada kantuk waktu mendengar sabda Tuhan. Tapi hal itu saya sadari, saya sekarang khusuk waktu mendengarkan sabda Tuhan yg dibacakan.

Bagaimana pengalaman Bapak, apakah bapak pernah bertemu dengan pendeta-pendeta kristen? Apakah mereka ada yg mencapai tingkat itu? Ataukah ada pastur Katholik yg telah tinggi tingkatannya dalam hal mengandalkan sabda Tuhan yg hidup?

Maaf kita tidak menyinggung masalah agama, hanya diskusi saja berdasarkan pengalaman bapak yg sdh bisa wedhar sukma.

Oh ya pak sekadar info saja,... Di Vatikan ada departement khusus yg menangani roh, karena memang katanya di lingkungan vatikan sendiri banyak iblis jahat tingkat tinggi yg bergentayangan dgn nama-nama mereka yg khusus .... Di gereja ada bukunya cuman mahal,... Jadi saya tidak beli.

Apakah Bapak pernah wedhar sukma sampai Vatikan? Apakah bapak bisa tembus?

Apakah bapak pernah ke Timur Tengah yg katanya merupakan pusat kerajaan jin tua dan terkuat ? Atau di daerah laut mati, yerusalem, israel yg katanya mempunyai kegaiban tingggi?

 J :     Mengenai mendatangkan jenis gaib yg sama dgn gaib wahyu keris, mungkin kita bisa mendatangkannya
kalau meminta dan diizinkan oleh Dewa2.

Mengenai artefak atau benda2 khusus keillahian dalam agama kristen, memang jarang ada artefak atau benda2 khusus keillahian dalam agama kristen (protestan), karena mereka tidak mau melakukan pencitraan Tuhan ke dalam benda2. Mungkin yg ada hanyalah salib saja. Mereka lebih suka bersugesti langsung kpd Tuhan, tidak kpd benda2 dan tidak melalui perantaraan benda2.

Iya pak, uraian bapak sama dengan uraian orang katolik yg lain ....
Saya menghargai itu dan tidak akan membantahnya,
tapi saya ingin memberi masukan dari sudut pandang saya sendiri, mudah2an bapak berkenan.....

Dalam dunia kebatinan dan spiritual, termasuk kebatinan dan spiritual kepercayaan / agama, ada yg disebut pengkultusan / pencitraan, ada juga yg disebut sugesti.
Yg menentukan apakah sesuatu merupakan pengkultusan / pencitraan atau sugesti, adalah sikap batin kita sendiri.

Selama ini manusia lebih mengedepankan pencitraan dan pengkultusan, bukan sugesti.

Pencitraan dan pengkultusan tidak akan mendatangkan kegaiban apa2 bagi manusia. Kegaiban yg ada adalah kegaiban asli dari bendanya saja, manusia hanya mjd penonton / konsumen / user.

Sugesti akan membangkitkan kegaiban. Sugesti akan menjadikan sesuatu memiliki kekuatan gaib. Dengan sugestinya itu manusia bukan hanya mjd penonton / konsumen, tapi akan bisa membangkitkan kegaibannya.

Kitab Injil / Alkitab adalah benda mati.
Yg menentukan apakah kitab itu adalah kitab suci atau bukan adalah sikap batin kita sendiri.
Sebagai benda mati kitab itu tidak mempunyai kekuatan apa2.
Tetapi kalau kita bersugesti bhw itu adalah perlambang keberadaan Allah, kitab itu akan mendatangkan kekuatan gaib yg kegaibannya akan melebihi kegaiban jimat dan pusaka apapun di bumi ini.

Foto dan patung adalah benda mati.
Kegaibannya hanyalah sebatas apa yg ada pada foto dan patung itu, tidak lebih, apalagi jika hanya dijadikan benda pajangan.
Tetapi jika kita bisa menyambungkan sugesti batin kita kpd sosok asli yg dilambangkan dalam foto dan patung itu, maka kegaibannya akan menyatu dgn kita.

Air Sendang Sono adalah benda mati.
Jika sendangnya digunakan untuk mencuci pakaian, atau airnya dialirkan mjd air sungai untuk dipakai mencuci pakaian di sungai atau untuk memasak, airnya tidak akan berarti apa2. Atau jika airnya hanya mjd pencitraan dan pengkultusan saja, maka kegaibannya hanyalah sebatas apa yg sudah ada pada air sendang itu, tidak lebih.
Tetapi jika kita bisa menyambungkan sugesti batin kita kpd sosok pribadi yg menjadikan air itu "bertuah", maka kegaiban airnya akan tinggi.

Benda salib adalah benda mati.
Jika hanya merupakan pencitraan / pengkultusan saja, kegaibannya hanyalah sebatas apa yg ada pada benda itu saja, tidak lebih, dan tidak bisa digunakan untuk mengusir mahluk halus dan setan.
Tetapi jika kita bisa menyambungkan sugesti batin kita kpd sosok yg dilambangkan dalam benda salib itu, maka benda itu akan menjadi benda gaib yg kegaibannya akan melebihi jimat dan pusaka apapun di bumi ini dan tidak ada setan yg tidak bisa diusir dgn perantaraan benda itu.

Doa tidak akan mendatangkan kegaiban jika hanya dilakukan kpd citra Tuhan yg kita ciptakan sendiri di dalam hati dan pikiran kita sendiri. Kegaibannya akan nyata jika kita bisa menyambungkan doa kita kpd Sosok Pribadi yg kepadaNya doa kita itu ditujukan.

Allah dan Tuhan adalah sesuatu yg nyata ada.
Jika hanya mjd pencitraan dan pengkultusan, keberadaanNya tidak mendatangkan kegaiban apa2 pada manusia. Kegaiban yg terjadi hanya berasal dari kegaiban duniawi saja.
Tetapi jika kita bisa menyambungkan sugesti batin kita kepada "Sosok Pribadi" yang menjadi Allah dan Tuhan, maka KuasaNya akan menyatu dengan kita, menjadikan kepercayaan kita hidup dan mengandung Kuasa Tuhan yg akan mjd kesaksian bhw Allah itu benar ada dan KuasaNya nyata.

Sabda / Firman yg Hidup bukan dimaksudkan sbg sabda dan firman yg diambilkan dari Injil / Alkitab, apalagi yg hanya dibacakan dalam rutinitas peribadatan.
Sabda / Firman yang Hidup dimaksudkan sbg perwujudan dari Yesus Kristus, yang adalah Firman Allah yang diwujudkan dalam sosok Pribadi Yesus, yang Hidup, Sosok Pribadi yang berkuasa mengeluarkan firman dan sabda yang mengikat hubungan manusia dengan Tuhan.
Firman dan SabdaNya akan menjadi ukuran yang diukurkan kepada manusia pada Hari Penghakiman.
Kemenurutan kita kepada Firman dan SabdaNya akan menjadi ukuran berat / ringannya timbangan kita dari buah2 kepercayaan yg kita hasilkan, yg akan menjadi ukuran penghakiman atas kita.

Jika kita hidup dalam dunia pencitraan dan pengkultusan, maka peribadatan kita hanya akan menjadi peribadatan formal saja, dan benda2 yg kita miliki, atau benda2 yg kita cari sendiri, tidak akan mendatangkan kegaiban yg lebih seperti yg seharusnya.
Akan lebih baik kalau kita bisa meningkatkan kualitas pemahaman kita bukan lagi pada pencitraan / pengkultusan, tetapi supaya kita bisa menumbuhkan sugesti batin seperti yg seharusnya.
Semuanya akan menjadi lebih berarti jika kita bisa menumbuhkan sugesti batin, sehingga apapun yg kita lakukan akan mengandung kegaiban tersendiri.

Contoh menumbuhkan sugesti batin adalah seperti yang sudah saya tuliskan dalam tulisan berjudul Kebatinan dalam Keagamaan  dan  Pembersihan Gaib 4.

Manusia tidak membutuhkan jimat, pusaka, artefak atau benda gaib apapun jika ia bisa menjadikan dirinya sendiri sbg wadah dari kegaiban.
Dalam hubungannya dgn ketuhanan, manusia tidak membutuhkan doa2 dan benda2 sbg alat bantu kekuatan gaib atau untuk perantara dirinya dengan Tuhan, jika ia bisa menyambungkan rohnya dgn Roh Tuhan, dan menjadikan dirinya sendiri sbg wadah Kuasa Tuhan.


 A    Iya, saya setuju sekali dengan bapak.
Tapi karena pengetahuan saya yg dangkal, saya tidak bisa menguraikan seperti itu.

Pendapat saya pribadi :

Saya setuju 100% dengan pendapat bapak, memang manusia itu merupakan wadah kegaiban, kalau kita bisa menciptakan sugesti kegaiban dengan menyambung pribadi Yesus / Tuhan sendiri, maka manusia itu otomatis akan gaib dan linuwih. Hal ini dapat dilihat di buku-buku santo-santa yg penuh dengan kegaiban dan keilahian.

Seperti murid2 Yesus yg awal,.... Murid-murid awal Yesus dapat menjadi orang-orang linuwih setelah Yesus wafat, Yesus menampakan diri kpd para murid, dan para murid percaya (tersugesti) dengan pribadi Yesus,..... Maka Yesus menurunkan Roh Kudus ke murid2 (sebagai kuasa Yesus di dunia).

Sejak Roh Kudus masuk, para murid jadi linuwih, dpt mengerti semua bahasa dan pengetahuan. Khusus untuk Yohanes dia dapat karunia penglihatan di pulau Patmos dan penglihatan itu ditulis oleh Maria Magdalena yg mempunyai karunia kebijakan. Sehingga tercipta kitab Wahyu. Konon mereka berdua moksa bersama raganya, jadi tidak ada kuburannya.

Dan mulailah ajaran Yesus menyebar ke seluruh negeri. Cuman sayang kadang kadang ajaran itu jadi alat politik dan kekuasaan, sehingga banyak yg sesat, termasuk di Vatikan sendiri.

Kalau menurut saya ajaran Yesus bukan hanya untuk orang Kristen saja. Untuk semua orang, suku dan ras. Kristen dan katholik itu hanya sebutan saja bagi mereka yg percaya dan nyambung dengan pribadi Yesus sendiri.

Ada tertulis di kitab suci : "Allah itu Roh" jadi kalau kita berdoa itu harus dalam Roh dan Kebenaran. Kalau kita berdoa tidak dalam Roh pasti kagak nyambung. Supaya kita bisa berdoa dalam Roh,... kita harus sering membaca sabda Tuhan di kitab suci dan melakukan laku prihatin seperti Yesus dan melaksanakan dalam keseharian..

Yah,.... Itu pendapat saya aja pak, saya pikir untuk menggapai spiritualitas tingkat tinggi memang harus berdoa dalam Roh.

Jadi kesimpulannya : spiritualitas dan kegaiban adalah hal yg tidak bisa disangkal lagi dan memang ada di Katholik. Dan untuk mencapai spiritualitas dan kegaiban yang tinggi, kita harus berdoa dalam Roh dan mengenal pribadi Allah sendiri.

Maafkan kalau saya salah. Saya masih berusaha berdoa dalam Roh, masih belajar.


 J :     Mengenai artefak atau benda2 khusus keillahian dalam agama kristen memang jarang ada.
Di kalangan kristen katolik ada benda2 dan situs2 yg diyakini sebagai mengandung nilai2 keillahian.
Tetapi di kalangan agama kristen yg bukan katolik, atau kristen protestan, jarang ada benda2 khusus keillahian, karena mereka tidak mau melakukan pencitraan Tuhan ke dalam benda2. Mungkin yg ada hanyalah salib saja atau kitab suci mereka. Mereka lebih suka bersugesti langsung kpd Tuhan, tidak kpd benda2 dan tidak melalui perantaraan benda2. Mereka malah cenderung menjauhkan diri dari kegaiban.

Tetapi Alkitab dan salib, jika hanya merupakan pencitraan / pengkultusan saja, kegaibannya hanyalah sebatas apa yg ada pada benda itu saja, tidak lebih.
Tetapi jika kita bisa menyambungkan sugesti batin kita kepada Tuhan dan kepada Sosok-Sosok Pribadi yang dilambangkan dalam Alkitab / Injil dan salib itu, maka benda2 itu akan menjadi benda2 gaib yang kegaibannya akan melebihi jimat dan pusaka apapun di bumi ini dan tidak ada setan yg tidak bisa diusir dgn perantaraan benda2 itu.

Untuk melihat tempat2 yg jauh, spt Vatikan, Eropa, Israel atau Timur Tengah, tidak harus kita medhar sukma sampai kesana. Dilihat dari jauh saja bisa. Lebih mudah lagi kalau melihatnya dilakukan sambil melihat peta dunia, seperti melihat bumi dari atas.

Disana memang mahluk2 halusnya, walaupun kekuatannya bervariasi, tinggi-rendahnya sama dgn di jawa, tetapi umumnya usianya jauh lebih tua daripada kebanyakan yg ada di jawa.

Dan setan2 yg ada di dunia kristen / katolik jauh lebih sulit diusir daripada setan2 lain yg umum. Banyak kasus pendeta dan pastur yg tidak mampu mengusirnya jika mereka tidak benar2 bisa bersugesti tersambung dgn Tuhan, apalagi yg hanya mengandalkan alkitab / salib untuk mengusir mereka seolah2 itu adalah benda2 jimat yg ampuh untuk mengusir setan. Artinya, bukan berarti benda2 itu tidak punya kekuatan gaib untuk mengusir setan, tetapi sugesti mereka yg hanya berupa pencitraan Tuhan tidak mampu menjadikan benda2 itu berkekuatan gaib seperti yg seharusnya.

Tetapi ada pendeta2 tertentu yg mampu dengan mudahnya mengusir setan2 itu. Pendeta2 itu mampu bersugesti tersambung langsung dengan Tuhan, mereka mampu bersugesti menjadikan dirinya sbg wadah Kuasa Tuhan, yg menjadikan mereka berkuasa mengusir setan2 dan melakukan mukjizat. Implementasinya sama dgn tulisan saya berjudul Kebatinan Dalam Keagamaan dan Pembersihan Gaib 4

Jadi, siapapun orangnya, apapun agamanya, kalau hanya sebatas pencitraan saja, sebatas mengandalkan kegaiban bendanya saja, seringkali tidak bisa membangkitkan kegaiban yg lebih.
Tetapi jika orangnya mampu bersugesti tersambung dgn sosok-sosok Pribadi yg bendanya menjadi lambangnya, maka ia akan bisa membangkitkan kegaiban yg berasal langsung dari sosok-sosok Pribadi dalam sugestinya itu.

Kalau kita bisa menjadikan diri kita sendiri sebagai wadah kegaiban, maka kegaiban itu akan menyatu dengan diri kita sendiri,
Jika kita tersambung dgn Allah, maka Kuasa Allah itu akan menyatu dgn kita.
Jika kita tersambung dgn khodam / jimat, maka kegaiban khodam / jimat itu akan menyatu dgn kita.
Intinya adalah pada adanya sugesti penyatuan.


Kira2 benar seperti yg bapak katakan itu.
Semua ajaran, baik agama / kepercayaan atau keilmuan dan pengetahuan, nantinya akan terpecah2 mjd cabang2 aliran dan sekte, karena pengajar2 yg berikutnya dan para pengikutnya mempunyai pemahaman sendiri2 dan kepentingan sendiri2 yg akhirnya akan menjadi terkotak2, satu dan lainnya merasa sendiri2, merasa berbeda, tidak menganggap diri mereka sebagai satu kesatuan.

Sama juga dgn nama agama kristen dan katolik, dan aliran atau sekte2 pecahannya, semuanya terjadi karena manusianya sendiri yang mengkotak-kotakkan dirinya, merasa berbeda dengan yang lainnya. Merasa eksklusif. Tangan kanan merasa lebih penting daripada tangan kiri. Tangan merasa lebih penting daripada kaki.

Saya tidak bermaksud mengkoreksi atau mencela agama dan perbedaannya, tetapi yg saya harapkan adalah perbaikan kualitas pemahaman dan kepercayaan kita sendiri, supaya ditingkatkan bukan hanya sebatas pencitraan Tuhan dan peribadatan formal rutinitas, juga bukan pada bentuk formal agamanya, tetapi supaya bisa ditingkatkan kualitasnya untuk bisa bersugesti tersambung langsung dengan Tuhan, sehingga nantinya akan bisa dirasakan bahwa sebenarnya kita semua sama, tidak akan ada lagi rasa pengkotak-kotakan, karena kita bersugesti sama, yaitu kepada Tuhan dan firmanNya, bukan hanya berpegang pada agama dan formalitasnya saja.


 A    Ya pak terima kasih atas wedarannya

Maaf,.... Memberikan sugesti kepada pribadi Tuhan,.... memang benar,....Tapi maaf kita manusia kadang punya nafsu duniawi yg kadang tidak sinkron dengan tindakan-tindakan Yesus dalam kitab suci.

Apakah mungkin hal ini yg menghambat kita mengsugesti kepada pribadi Tuhan?

Sedangkan untuk zimat dan mustika tentu lebih mudah krn biasanya zimat dan mustika dibuat untuk kepentingan duniawi. Benarkah?

Makanya dalam kitab suci dikatakan kita harus meninggalkan kekayaan dan ikut kepada Yesus ?
Laku prihatin..... Sebenernya apakah ini tidak kontradiktif, manusia notabene membutuhkan uang untuk hidup,.... Gimana bisa meninggalkan kekayaan ??

Bagaimana menurut bapak dengan kenyataan yg kontradiktif ini, hal ini yang kadang kita malu untuk mengsugesti kpd pribadi Yesus,.... Lebih mudah memberi sugesti mustika dan keris,... Benarkah?

Kalau mensugestikan Yesus untuk mengusir setan. Itu dapat dimengerti,.... Tapi kalau kekayaan,... Rumah,... Mobil,... Hidup mewah,... Apakah itu tdk salah kaprah?
Tidak tahulah,.... Ini hanya sharing aja.....

 J :     Kekayaan dan kemuliaan duniawi memang kita inginkan dan kita butuhkan, itu manusiawi.
Sebagai mahluk materi kita memang membutuhkan segala sesuatu yg bersifat materi.
Mungkin sebagian besar waktu dan hidup kita sudah dicurahkan untuk mewujudkan itu.


Tetapi dalam keseharian kita, dalam kehidupan kita berkerohanian, sebaiknya kita bisa membedakan tatalaku dalam kehidupan jasmani dan tatalaku dalam kehidupan rohani.

Memang diceritakan bahwa Yesus memerintahkan supaya murid-muridNya meninggalkan segala sesuatunya, termasuk harta benda dan keluarga, untuk mengikut Yesus. Tetapi itu konteksnya adalah perintahNya kepada murid-muridNya, supaya segala sesuatunya itu tidak menjadi penghambat kepengikutan mereka kepada Yesus, karena nantinya mereka akan menggantikan posisi Yesus untuk mengajar dan menyebarkan ajaran Yesus, jangan sampai segala sesuatunya itu menjadi penghambat pekerjaan mereka, apalagi mereka harus sering berpindah tempat pergi ke tempat-tempat yang jauh dan harus menghindari kejaran aparat pemerintah Romawi.
Tetapi untuk orang-orang umum lain tidak ada larangan untuk berkeluarga dan kaya, hanya saja jangan sampai keluarga dan kekayaan itu menjadi pengikat mereka yang menghalangi mereka datang kepada Tuhan.


Untuk bisa bersugesti kepada Tuhan tidak harus seseorang meninggalkan keluarga dan kekayaan dan hidup memprihatinkan seperti Yesus dan murid-muridNya. Mungkin kalau bapak sudah membaca tulisan saya yang berjudul  Kebatinan dalam Keagamaan  dan  Pembersihan Gaib 4  bapak akan mengerti apa yang saya maksud.

Kalau kita sudah bisa berdoa bersugesti kepada Tuhan, dan kita sadar ada perbuatan2 kita yang tidak benar, yang tidak memuliakan Tuhan, mungkin kita akan malu bersugesti kepada Tuhan. Justru disitu sebenarnya esensinya kita beribadah kepada Tuhan, yaitu diharapkan kita selalu bernaung di bawah Tuhan, tidak melakukan perbuatan2 yang tidak benar, dan bertobat kalau kita sadar sudah melakukan itu.

terima kasih


 A    Maaf pak,... Mau tanya.
Di dalam kitab suci disebutkan bahwa tubuh manusia adalah bait Roh Kudus (atau istilahnya sebagai wadah kegaiban Roh Kudus).

Pertanyaannya sbb:

1. Apakah boleh kita membuka semua simpul cakra di tubuh kita, padahal tubuh kita adalah bait Roh Kudus? Apabila simpul cakra itu terbuka, tubuh manusia sudah tidak standart lagi "sudah modifikasi", dan itu tidak bisa kembali lagi ke normal khan? Bukankah itu berarti merusak bait Roh Kudus ???

2. Menurut wedharan bapak di web, bahwa tingkat spiritualitas tertinggi adalah manunggal dengan Tuhan,.... Apakah manunggal dengan Tuhan,...harus dilewati dengan terbukanya simpul-simpul cakra??? Apakah melihat gaib harus dengan terbukanya cakra ajna, mata ke 3 ?
Apakah bisa hanya dengan kuasa Roh Kudus tanpa terbukanya cakra ?
Menurut saya mungkin murid-murid Yesus semua tidak terbuka cakranya, tapi mereka linuwih karena kuasa Roh Kudus ?  (Maaf kalau salah).
Berbeda mungkin dengan agama Hindu dan Budha yg memang menekankan terbukanya cakra-cakra tubuh. Kalau agama lainnya saya tidak tahu, apakah dengan terbukanya cakra atau tidak?

3. Apakah ada contoh orang yang semua simpul cakranya terbuka tetapi tubuhnya menjadi bait Roh Kudus ??  Atau memang tidak ada.

Maaf kalau ada yg salah


 J :     Ayat yg bapak sampaikan tentang bait Roh Kudus itu tidak ada hubungan langsung dgn membuka cakra
tubuh. Terbukanya simpul-simpul cakra juga tidak ada hubungannya dgn manunggal dengan Tuhan.

Tulisan bapak : Menurut saya mungkin murid-murid Yesus semua tidak terbuka cakranya, tapi mereka linuwih karena kuasa Roh Kudus ?  
>>  Apakah bapak tahu pasti murid2 Yesus tidak terbuka cakra2nya ?
>>  Apakah menurut bapak Yesus sendiri tidak terbuka cakra2nya ?

Bukan bermaksud mengajari yah pak, sebaiknya ayat dan surat jangan dipahami secara sempit.
Harus dipahami juga konteks latar belakang ayat itu dituliskan, sehingga suatu ayat / firman mungkin tidak bisa diterapkan untuk semua kondisi, karena harus disesuaikan dengan konteks latar belakangnya masing-masing ayat / firman itu dikeluarkan.
Lebih bagus lagi kalau kita juga mengenal pribadi2 yg nama2nya disebutkan di dalamnya.


 A    Ya pak terimakasih,....
Maaf kalau ada yg tidak sesuai,..... namanya juga dalam tahap belajar,...

Saya sih tidak tahu juga apakah cakra di tubuh Yesus dan muridnya terbuka atau tidak. Maaf saya dalam tahap pembelajaran,.... Soalnya saya mendapat informasi (dari orang lain) bahwa dengan terbukanya cakra berarti tubuh manusia berbeda dan tidak normal lagi. Apakah Roh Kudus yg bapak sebut sebagai merpati itu, mau masuk ke tubuh orang yg cakranya terbuka? Apakah ada contohnya? Saya hanya perlu pendadaran aja pak untuk memperluas wawasan dan menambah semangat.

Saya membaca sebagian (tidak semua lho...) Surat surat para rasul ke jemaatnya,.... Kelihatannya dalam surat surat para rasul ke jemaat tidak pernah diajarkan meditasi,.... Padahal khan kalau mau membuka cakra-cakra tubuh khan harus meditasi?? Saya sih terus terang tidak tahu, makanya saya minta pendapat bapak,.... Saya menghargai semua ajaran pak,... Saya cuman berusaha menggali lebih dalam.

Salah satu yang tidak saya temukan di agama katholik adalah meditasi,... Sedangkan meditasi tingkat tinggi dapat membuka cakra tubuh,.... Makanya timbul pertanyaan di pikiran saya,... Apakah memang perlu mencapai manunggal dengan Tuhan dengan cakra terbuka ???

Itu pak pemikiran saya setelah membaca beberapa buku,... Mohon penjelasan,... Dan mohon maaf bila ada yang salah


 J :     Tubuh kita mjd bait Roh Kudus itu pengertiannya sama dgn menjaga kekudusan lahir dan batin.
Hati, pikiran dan roh kita harus suci dan kudus, tidak berisi pikiran2 jahat, pikiran2 cabul, perzinahan, pencurian, iri dengki, pemujaan berhala, ngalap berkah, dsb.
Tubuh kita harus kudus, suci di hadapan Allah, tidak bercela, tidak mjd wadah perbuatan tidak baik seperti mencuri, korupsi, mabuk2an, berzinah, percabulan, narkoba, tatoan, diisi khodam, susuk, dsb.

Tubuh, hati, pikiran dan roh kita harus terjaga kekudusannya, karena dgn itulah kita harus memuliakan Tuhan.

Cakra yg terbuka bukanlah sesuatu yg terlarang, dan masih dalam batas alami.
Cakra yg terbuka tidak mjd halangan Roh Kudus untuk turun kpd manusia.

Roh Kudus dari baptisan suci tidak masuk ke dalam tubuh, tetapi hinggap di bagian atas kepala, melingkupi bagian atas kepala, sebagian membentuk tanda sayap burung merpati di dahi.

Kalau orangnya mau dan bisa membuka hati dan pikirannya terhadap kegaiban Allah, maka secara otomatis Roh Kudus itu akan membukakan pengertiannya, shg orangnya akan mengerti kegaiban, akan mendapatkan penglihatan2 dari Roh Kudus itu, dan akan bisa menggunakan kekuatan Roh Kudus itu untuk mengusir roh-roh jahat dan bisa melakukan perbuatan2 mukjizat.

Jadi tanpa orangnya berusaha membuka cakra2nya pun kalau orangnya mau dan bisa membuka hati dan pikirannya terhadap kegaiban Allah, Roh Kudus itu yg akan membukakan cakra2nya dan membukakan hikmat dan pengertiannya.


-------------



 A :     Salam,...
Maaf pak memang dalam katolik ada konsep trinitas, Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus.
Tapi sebenernya saya bingung,.... Saya biasanya hanya menyebut Tuhan Yesus aja walaupun dalam berdoa saya selalu membuat tanda salib terlebih dulu Atas Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

Dalam pembicaraan-pembicaraan kita, bapak menganjurkan berdoa dengan Allah Tritunggal.
Saya sih sebenernya bingung juga ,.... Saya biasa menyebut Tuhan Yesus aja.

Di dalam berbagai referensi doa-doa katolik, memang kalo berdoa pertama menyebutkan Allah atau Bapa..... Terus diteruskan dengan doa-doa pribadi .... Dan diakhiri dengan perkataan ..... Doa itu didaraskan dalam nama Kristus Yesus yg berkuasa dan bertahta selama lamanya.

Yang saya kebingungan adalah waktu kita berdoa biasa kita bersugesti dengan Tuhan Yesus dengan membayangkan gambar atau foto yg ada. Sedangkan kalau kita berdoa dan bersugesti kepada Allah Tritunggal (Bapa, Putra dan Roh Kudus),... Apa yang harus saya bayangkan,...apakah saya hanya membayangkan wajah Yesus itu sama dengan Allah Tritunggal.

Memang banyak dijelaskan di dalam doktrin-doktrin Katolik, tapi tetap saja saya bingung,.....

Ini adalah pertanyaan saya :

1. Mohon pak penjelasannya berdasarkan pengalaman bapak saja dan setahu bapak saja, supaya saya semakin matang dalam mencari Tuhan...

2. Bagaimana saya bisa berdoa dan bersugesti kepada Allah Tritunggal dengan benar ?

Mohon penjelasan singkat

Salam


 A :     Salam,..
Selamat pagi,... Maaf pak akan pertanyaan Tritunggal Maha Kudus ?....
Saya sudah mendapat jawaban yg sangat tepat tidak secara teori tapi secara nyata........

Jawaban ini didapat dari membaca tulisan dari abdi Allah Suster Maria Faustina Kowalska dengan judul Kerahiman Ilahi Dalam Jiwaku

Pada intinya : hakekat Allah tidak terselami, kita mengenali Allah dengan merenungkan sifat-sifatNya

Ini aku lampirkan foto2 tulisan dari suster Maris Faustina

Salam, semoga cuplikan ini dapat bermanfaat bagi pembaca lain yg haus dalam kasih Tuhan

GBU


 J :     Saya tidak ingin berkomentar tentang tulisan suster itu, karena kelihatannya kok klasik, mirip dgn
mimpinya orang2 lain.
Pengertian Allah dari sifat-sifatNya itu saya kategorikan sbg mengenal Allah dari CahayaNya.

Secara umum di seluruh dunia, termasuk yg peradabannya masih primitif, orang mengenal Allah dari sifat-sifatNya, dari CahayaNya, yg dalam pengertian saya pengenalan yg seperti itu merujuk ke dalam pengertian Tuhan sebagai Roh Agung Alam Semesta.

Saya sendiri ingin supaya manusia mengenal Tuhan dgn kualitas yg lebih dari itu, yaitu mengenal Tuhan sesuai SosokNya dan PribadiNya / KesejatianNya. Untuk bisa seperti itu orang harus mempunyai Hikmat di dalam dirinya supaya bisa mengenal Tuhan secara langsung.

Tapi menjelaskannya dgn kata-kata memang susah, orang yg diberikan penjelasan juga harus punya pengertian, tidak bisa hanya dgn menonjolkan sikap pemikiran sendiri dan berbantah-bantahan.
Orang harus punya Hikmat untuk bisa mengenal Allah.

Secara umum pengenalan tentang SosokNya dan PribadiNya / KesejatianNya sejalan dengan apa yg diajarkan dalam agama Israel dan kristen, tetapi orang2 kristen sendiri belum tentu pengertiannya tentang Tuhan sama dengan pengertian saya.

 A :     Ya pak terimakasih atas infonya.
Kalau boleh tahu,... Apa pengertian Tritunggal Maha Kudus menurut pengalaman bapak aja,... menurut pendapat pribadi bapak aja,....
Untuk menambah pengetahuan dan pengenalan saya akan Tuhan

Salam pak


 J :      Iya deh pak, nanti pak, karena merumuskannya memang susah, tapi dulu saya ada tanya jawab dgn
pembaca lain tentang itu, nanti saya cari dulu filenya. Mungkin nantinya saya muat dalam tulisan tanya jawab tersendiri.
terima kasih


 A :     Iya pak, saya juga bingung, kelihatannya dalam kehidupan sehari-hari terjadi salah kaprah,....
Hal ini sangat membingungkan. Makanya banyak orang bilang Tuhannya orang katolik kok 3 ????

Tapi setelah saya melihat doa doa di gereja dan doa doa lain,... Kata pertama yang diucapkan selalu Allah atau Bapa setelah itu baru diteruskan dalam nama Kristus Yesus,... Seperti di kitab Filipi 4 ayat 19 yg berbunyi,....
"Allah akan memenuhi semua keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan Nya dalam nama Kristus Yesus"

Saya mohon maaf (terutama pada Allah Tritunggal) apabila saya salah,....
Menurut pengertian saya sekarang adalah,...
"Tuhan Yesus itu berdiri di antara kita dengan Allah,... Jadi dengan firman firman Nya, Tuhan Yesus akan menghantarkan kita dekat dengan Allah"

Jadi menurut pengertian saya sekarang adalah kita kalau berdoa harus memohon pada Allah dalam nama Kristus Yesus dan bimbingan Roh Kudus. Mungkin itu yang dimaksud oleh Tritunggal Maha Kudus.

Bisa aja kita berdoa kepada Allah tidak dalam nama Yesus. Tapi itu rasanya kurang afdol,... Karena Tuhan Yesus adalah Anak Allah,... Jadi tentunya kalau kita memohon dalam nama Anak,... Tentu Bapa di surga lebih memperhatikan doa kita. (Secara logika manusia lho,...)

Contoh lain,...Allah akan memberikan "grasi" pada jiwa jiwa pendosa dengan jaminan Kristus Yesus, itu terlihat jelas dalam kata kata doa Kerahiman Ilahi

Tapi hal di atas hanya sebatas tukar pikiran lho...., tidak ada maksud lain. Sehingga kita bisa lebih maju dalam manunggal dengan Tuhan. Bagaimana kita manunggal dengan Tuhan,... Kalau kita saja masih bingung ?

Ok pak, tetap saya menunggu pengertian bapak tentang Tritunggal Maha Kudus,.... Jangan lupa,...

Salam


 J :     Kalau ada yg bilang Tuhannya orang kristen / katolik kok ada 3, yah ... itu biasa, karena pengertian itu
memang cuma ada di agama kristen dan katolik. Di agama lain tidak ada pengertian itu. Jadi tidak perlu dipermasalahkan, karena agama kan sendiri2, ajaran2 dan hukum2nya cuma bisa dimengerti oleh penganutnya masing2 saja.

Tapi ada juga kalangan kristen dan katolik yg meyakini bhw Yesus itu adalah Allah Bapa itu sendiri, adalah Roh Kudus itu sendiri, shg mereka menganggap "Sosok" Yesus sebenarnya hanyalah bentuk lain / pengejawantahan dari Sosok Allah Bapa dan Roh Kudus, tidak dipandang sbg 3 sosok yg berbeda.

Tetapi secara umum manusia malah memandang Allah dan Tuhan sbg sesuatu yg keberadaannya mengawang-awang, tidak jelas sosokNya, Gaib, sehingga kemudian banyak memunculkan pencitraan, pengkultusan dan dogma tentang Allah dan Tuhan.
Manusia lebih banyak mengenal Allah dan Tuhan dari sifat-sifatNya. Kalau pengertiannya begitu berarti sama saja dengan mengenal Tuhan dari CahayaNya saja, pengertian tentang Tuhan sama dengan Roh Agung Alam Semesta yg kuasaNya dan sifat-sifatNya bisa dirasakan secara batin oleh manusia.

Oke deh pak,
besok yah pak ...


 A :     Maaf,... Di bawah ini hanya pemahaman pribadi,.... untuk memperluas wawasan.
(Terus terang,.. saya juga baru tahu)

Memang betul banyak orang Kristen atau Katolik yg beranggapan bahwa Yesus adalah Bapa dan Yesus adalah Roh Kudus. Jadi Yesus ya Bapa dan ya Roh Kudus adalah satu.
Itu memang anggapan saya juga sebelum saya membaca catatan harian suster Faustina

Ini saya ambil cuplikan perkataan Yesus pada suster Faustina : "Putri Ku, persatukan erat dirimu denganKu sepanjang Kurban dan persembahkanlah DarahKu dan Luka-LukaKu kepada BapaKu sebagai silih atas dosa dosa kota itu"

Dari situ dapat dilihat bahwa Yesus berdiri antara kita dan Bapa. Termasuk sampai Dia rela wafat di kayu salib sebagai silih atas dosa dosa kita. Makanya Yesus Kristus disebut Penebus dan Beliau pun bilang bahwa " Tidak ada seorang dapat sampai kepada Bapa kalau tidak melewati Aku ".

Jadi mungkin orang yg sudah manunggal ya... PribadiNya seperti Allah,.. Maka untuk gampangnya,.... Orang Kristen bisa bilang bahwa Sabda Yesus adalah Sabda Allah. Yesus adalah Allah

Jelas sekali,... Selama ini terjadi salah pemahaman di antara orang Kristen Katolik.

Hal ini pun dapat dilihat di doa-doa gereja Katolik. Bahwa semua doa dimohonkan kepada Allah dalam nama Yesus.

Ketika kondisi dunia terlalu memburuk karena kesesatan manusia makin parah, pemahaman yg simpang siur,.... Yesus memilih abdi Allah yg setia untuk memberitakan kerahimanNya yaitu suster Faustina supaya seluruh dunia tahu (untuk semua mahluk) ,....

Yg dimaksud dengan kerahiman disini adalah Yesus menjadi tameng dari murka Allah bagi jiwa-jiwa pendosa yg mati maupun yg sudah lama mati, sehingga jiwa pendosa itu dapat diampuni oleh Allah dengan jaminan Kristus Yesus sendiri. Bagi yg tidak mau menerima kerahiman Yesus,... akan binasa oleh murka Allah.

Jadi dengan darah dan luka Yesus, jiwa-jiwa pendosa dapat diterima di Kerajaan Allah, asal yang bersangkutan mau.

Jadi gamblangnya apabila tidak ada Yesus, jiwa-jiwa pendosa akan dicuci di api pencucian sampai hari yang ditentukan. Meskipun dosa kita kecil pun,... Tetap akan dicuci di api pencucian.

Saya ingat kisah Mahabrata,.... Yudisthira harus masuk neraka selama 13 hari (kalau tidak salah) untuk pencucian dosa, sebelum mereka diterima di kahyangan suralaya.

Itu pemahaman saya sekarang, mohon maaf bila salah

Salam


 J :     Memang masing2 orang mempunyai sikap kepercayaan sendiri2.
Dan secara umum doa-doa orang kristen dan katolik selalu diatasnamakan Yesus, selain sbg pernyataan kepercayaan mereka kpd Yesus, juga karena itu disandarkan pada kepercayaan atas Firman Yesus :

" Tidak ada seorang pun yang dapat sampai kepada Bapa kalau tidak lewat Aku ".


 A :     Ok pak terimakasih,..
Saya tunggu kabar bapak

O ya pak, saya mau menambahkan komentar, dalam surat sebelumnya bapak cerita bahwa ada anggapan bahwa sosok Allah atau Bapa itu gaib, kalau saya telaah dari catatan suster Faustina,.. memang betul,.. Sosok Allah itu gaib dan disebutkan hikmat Allah tidak dapat dipahami oleh akal budi manusia bahkan malaikat.

Tapi dari kegaiban Allah (yg digambarkan sebagai 3 sumber terang oleh suster Faustina), maka muncullah Yesus Yang Terkasih. Tuhan Yesus inilah yg akan menjadi perantara kita kepada Allah yg gaib.

Jadi Firman Yesus : Tidak ada seorang pun yg dapat sampai kpd Bapa kalau tidak lewat Aku, sekarang dapat sedikit saya pahami.

Amin
GBU


 J :     Allah itu Gaib.
Yesus sendiri juga sekarang kondisinya Gaib.
thanks



-----------




 A :     Salam pak,...
Dalam doa doa biasa selain kepada Bapa (sekarang saya lebih jelas, .... maksud Bapa disini adalah Allah Tritunggal) dan Yesus, saya juga memujudkan doa Roh Kudus (berterimakasih ke Bapa karena berkenan menurunkan Roh Kudus ke kita) dan juga doa malaikat pelindung (kita memohon pada Bapa untuk menurunkan malaikat pelindung yg siap sedia membantu kita). Doa doa ini sdh jadi dan ada di buku puji syukur atau madah bakti. Jadi saya tinggal menjalankan saja karena memang sdh ada.

Mengenai Malaikat Pelindung (MP) ini, saya lebih yakin juga setelah membaca surat surat dari suster Faustina (menurut beliau, malaikat ini yg menghantar dia waktu berkunjung di api pencucian). Masalah MP ini, Bapak belum pernah membahasnya di web. Setahu saya belum ada. Dan dari pembaca, saya juga belum lihat ada pembahasan mengenai malaikat pelindung itu.
Pertanyaannya :

1. Roh Kudus apabila ditayuh dengan bandul memang bisa, saya sdh coba dan memang ada jawaban melewati ayunan bandul itu. Untuk menyakinkan saya, apakah benar Roh Kudus bisa ditayuh bandul ? Bagaimana menurut bapak ?  Apakah yg menjawab itu Roh Kudus?

Dalam pengusiran-pengusiran mahluk halus jahat atau golongan hitam,... bapak menganjurkan menggunakan khodam (keris), kenapa kita tidak mendayagunakan Roh Kudus yg ada di diri kita ?
Apakah memang meminta tolong ke Roh Kudus itu sulit ?
Apakah karena kegaibanNya yg lebih tinggi dari khodam keris ?
Mohon pencerahannya pak.

2. Malaikat pelindung,... Bagaimana wujud malaikat pelindung ?  Apakah sama seperti Roh Kudus ? (berupa burung merpati) atau seperti ksatria "templar" dengan pedangnya ? Atau seperti dulur papat? Setiap hari sebisa saya mendaraskan doa mohon malaikat pelindung.
Mohon bapak lihat,.. apakah memang ada malaikat pelindung di sisi saya ? Atau memang tidak ada ? Atau MP itu muncul hanya sewaktu waktu saja ?
Apakah MP mau ditayuh dengan bandul ? mengingat MP itu utusan dari Bapa mestinya MP tidak akan menerima perintah dari manusia, tapi apakah MP hanya bekerja sesuai dengan kehendak Bapa saja ?

3. Setelah membaca obrolan bapak dengan yg lain. Saya membaca bahwa Allah Bapa di Surga tidak suka apabila kita meminta kepada mahluk lain. Kalaupun benda pusaka itu mau membantu tentu dia akan membantu dengan sendirinya karena mereka pun sebenernya tahu apa yg terjadi di kita.
Jadi kesimpulannya,.. Apakah diperbolehkan meminta tuah dari benda pusaka ??
Mohon penjelasan dan koreksinya pak, supaya kita tidak tersesat.

Hormat kami


 J :   
1. Roh Kudus.

Roh Kudus itu hidup, bisa diajak berkomunikasi, bisa mengajar kita dan bisa memberikan peringatan2.
Jadi Roh Kudus itu bisa juga ditayuh dan bisa menjawab tayuhan, hanya saja sewaktu bapak menayuh Roh Kudus, saya belum bisa memastikan apakah jawabannya asli dari Roh Kudus itu ataukah berasal dari sesuatu yg lain. Saya tidak ingin memeriksanya karena saya tidak ingin berpikiran yg tidak patut.

Dalam pengusiran2 gaib, kepada bapak memang saya menganjurkan menggunakan khodam keris.
Kenapa tidak mendayagunakan Roh Kudus yg ada di diri kita ?
Apakah memang meminta tolong ke Roh Kudus itu sulit ?
Apakah karena kegaibanNya yg lebih tinggi dari khodam keris ?


Roh Kudus yg sudah ada pada kita adalah bagian dari Roh Allah, sebagai tanda bahwa Tuhan sudah menaruh RohNya pada kita. Jadi dalam kita berdoa atau bersugesti tersambung dengan Allah, Roh Kudus itu bisa menjadi perantara kita kepada Allah, menyambungkan kita dgn Allah, atau posisinya menggantikan Allah, menyampaikan jawaban2 Allah kpd kita dan bisa mengabulkan doa2 kita.

Karena Roh Kudus itu adalah bagian dari Roh Allah, maka tatacara dan tatalaku yg terkait dgn Roh Kudus haruslah kita lakukan dalam rangka hubungan pribadi kita dengan Tuhan, misalnya seperti dicontohkan dalam tulisan saya berjudul  Kebatinan Dalam Keagamaan , dan Roh Kudus yang sudah ada pada diri bapak akan aktif bereaksi jika bapak mengimani apa yg saya tulis dalam halaman berjudul  Olah Roh, Manunggaling Kawula Lan Gusti.

Pendayagunaan Roh Kudus bisa dilakukan seperti dicontohkan dalam tulisan saya berjudul  Kebatinan Dalam Keagamaan  atau  Pembersihan Gaib 4.

Kalau si manusia sudah bisa tersambung dgn Tuhan, maka Roh Kudus yg sudah ada padanya itu akan aktif bereaksi dan bekerja, dan kalau orang itu juga mengimani Kuasa Roh Kudus itu, maka orang itu juga akan penuh dengan Kuasa Allah.

Tetapi dalam sehari2nya belum tentu manusia bisa berinteraksi dgn Roh Kudus yg sudah ada padanya, apalagi tersambung dgn Tuhan. Bahkan seringkali orang2 yg sudah menerimaNya juga tidak tahu keberadaan Roh Kudus itu dan dalam dunia kerohanian sehari2 Roh Kudus itu hanya menjadi cerita saja. Tidak banyak orang yg tahu apa sejatinya Roh Kudus itu, juga tidak banyak yg mengimani bahwa seseorang sudah menerima Roh Kudus, apalagi untuk mendayagunakannya.

Karena itulah karena bapak dulu belum bisa menggunakan kekuatan doa dan kerohanian untuk mengusir jin gol.hitam dan jin jengkol di depan rumah bapak, maka saya tidak memaksakan penggunaan kekuatan doa ataupun Roh Kudus.


2. Malaikat Pelindung.

Saya tidak melihat adanya malaikat pelindung pada bapak.

Secara umum sosok malaikat adalah seorang laki-laki berpakaian jubah putih terang berkilauan, tidak bersayap. Pada saat ia bersayap, berarti ia sedang mengemban tugas bertempur.

Sehari-harinya jarang sekali ada malaikat di dunia manusia, karena malaikat itu bekerja mengikuti perintah Tuhan kepadanya.

Sebaiknya janganlah kita mengkultuskan / mengagung-agungkan malaikat seolah-olah malaikat itu adalah sesuatu yg besar sekali dan agung, apalagi menganggap posisinya menggantikan Tuhan, jangan juga menyamakannya sbg khodam penjaga yg kita akan merasa aman dari segala macam ancaman dan gangguan seolah-olah posisinya menggantikan peranan Tuhan melindungi kita.
Seharusnya kita memohon supaya Tuhan sendiri yg melindungi kita, jangan yang lain.

Bagi orang2 yg sudah menerima Roh Kudus, maka akan menjadi kemunduran besar baginya jika ia meminta malaikat pelindung, karena Roh Kudus itu statusnya adalah Roh Allah sendiri yang sudah diberikan kepadanya dan kekuatannya juga jauh sekali di atas malaikat.

Jarang sekali ada manusia yg menerima diberikan malaikat sbg pelindungnya. Bahkan Nabi2 sendiri pun tidak ada yg memiliki malaikat pelindung, karena Allah sendiri yg melindungi mereka.

Tetapi ada juga orang yg menerima diberikannya sosok2 malaikat di sekelilingnya, walaupun orang itu juga sudah menerima Roh Kudus dan Rohnya selalu tersambung dgn Allah, karena diberikannya malaikat2 itu dimaksudkan juga sebagai tanda bahwa orang itu membawa kebesaran Tuhan bersamanya.


3. Tuah Pusaka.

Memang pada dasarnya Allah tidak suka kalau manusia meminta kpd yg lain.
Bapak bisa baca sejarah kehidupan bangsa Israel yg Allah murka karena bangsa Israel membuat dan menyembah ilah lain yg hukumannya bahkan ditimpakan kpd anak cucu keturunan mereka.

Mengenai pandangan saya tentang meminta tuah benda pusaka, silakan bapak baca2 tulisan saya yang berjudul  Perawatan Keris Jawa  dan  Sesaji Untuk Benda Gaib.


NB :
Mengenai uraian tentang Allah TriTunggal, Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus, terkandung di dalam tanya jawab dgn seorang pembaca dalam tulisan berjudul Ngobrol 9 Kebatinan - Kegaiban , tapi tulisannya panjang dan sekarang ini belum semuanya saya upload.

terima kasih


_______



 A :     Salam pak,... Semoga sehat sehat selalu.

Saya membaca Lukas 12, ayat 49 sampai 53.
1. Yesus datang melemparkan api ke bumi, dan Dia berkata bahwa ia datang ke bumi bukan membawa damai tapi pertentangan.".....

2. Pertentangan keluarga :  Mereka akan saling bertentangan,.. Ayah melawan anaknya laki laki, anak laki laki melawan ayahnya, ibu melawan anak perempuan, ibu mertua melawan menantu perempuan,....

Saya rada bingung tentang hikmat dari perikop di atas,... Apa maksud dari perkataan Yesus itu,....

1. Apakah api itu untuk menyucikan dan memurnikan jiwa jiwa sehingga bertentangan dengan hal hal duniawi,....? Mohon penjelasannya

2. Pertentangan dalam keluarga,... Apakah itu merupakan ramalan untuk jaman jaman sekarang,... Soalnya pertentangan dalam keluarga,... Ya memang seperti itu,... Mohon hikmat penjelasannya

Maaf ini terlalu teks book,... Tetapi kitab suci adalah firman Tuhan,... Supaya kita mengenal pribadi Nya, kita harus mengerti firman firman Nya

Mohon penjelasannya

Salam


 J :     Itu disampaikanNya kepada umat Israel jaman itu.
Pada jaman itu berkembang keyakinan seperti yg sudah disampaikan oleh Nabi2 bhw nantinya akan datang Mesias utusan Tuhan sbg tanda Tuhan melawat umatNya yg akan membawa kejayaan dan bahkan menjadi raja atas bangsa Israel, yg mereka juga mengharapkan Mesias itu akan membebaskan mereka dari penjajahan Romawi.

Tetapi Yesus menegaskan bhw kedatanganNya tidak akan mewujudkan keinginan mereka itu, tetapi justru sebaliknya, akan mendatangkan pertentangan, karena Ia datang bukan untuk tujuan duniawi, tetapi untuk menyampaikan ajaran baru tentang sejatiNya apa yg dikehendaki Tuhan untuk dilakukan oleh manusia. AjaranNya itu akan membawa dampak pertentangan antara penganut lama agama Israel dengan generasi mereka berikutnya dan dengan orang2 Israel lain yg meninggalkan ajaran lama tua-tua mereka untuk beralih mengikuti ajaran Yesus.


 A :    Ya pak, terimakasih atas infonya. Ini berarti sekali.


 J :     Oh iya pak tentang email bapak sebelumnya tentang Yesus Membawa Pemisahan, ini pak saya salinkan
tulisan lengkapnya :
Perjanjian Baru.
Lukas: 12
12:49 "Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!
12:50 Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!
12:51 Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.
12:52 Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga.
12:53 Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya."

Pernyataan Yesus di atas menggambarkan bahwa sebelumnya Yesus sudah tahu bahwa Ia harus menerima tugas berat dari Allah menjadi seorang Penebus dan pencetus "revolusi" kerohanian dan keagamaan di kalangan bangsa Israel, bukan pembawa penghiburan atau menerima kenikmatan menjadi orang yang jaya dalam hal keduniawian.

Di bawah ini adalah salinan ayat yang kira-kira maknanya adalah kelanjutan dari makna tulisan di atas.

Matius: 10
Yesus Membawa Pemisahan.
10:32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.
10:33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."
10:34 "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,
10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
10:39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
10:40 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
10:41 Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.
10:42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."



________













Comments