https://sites.google.com/site/thomchrists/dunia-gaib-mahluk-halus/turunnya-wahyu-dewa/Full%20Moon%20.JPG

  Pengalaman -

 Turunnya Wahyu Dewa

 


Mas S sudah beberapa kali beberapa hari sebelumnya menyampaikan keinginannya supaya saya dan teman-teman penggemar keris berkumpul ngobrol di rumahnya. Undangan kumpul ditentukan tgl.15 Maret 2013, hari Sabtu sore sampai malam, sampai pagi kalau perlu. Memang pada pertemuan beberapa minggu sebelumnya di rumah saya sudah saya sampaikan kalau ingin merasakan adanya kegaiban sebaiknya kumpulnya malam hari, jangan siang / sore. Setelah pertemuan di rumah saya itu mas S dan mas H tampak antusias sekali untuk kumpul lagi.

Mas H sampai ke rumah saya sekitar pk.15.30. Karena masih ada kesibukan di rumah, saya dan mas H baru bisa berangkat ke rumah mas W selepas mahgrib. Disitu kami masih menunggu mas K yang ternyata datang sekitar pk.19.00. Rencananya memang kami kumpul dulu di rumah mas W di daerah Pasar Minggu Jakarta, sesudahnya barulah bersama-sama kami berangkat ke rumah mas S. Sekitar pk.20.00 barulah kami berangkat ke rumah mas S. Diperkirakan perjalanan dengan mobil mas W sekitar 1 jam.

Setelah beberapakali menelpon dan sms, akhirnya ketemu juga rumahnya mas S. Orangnya sudah menunggu di depan rumahnya di pinggir jalan di daerah Cipete Jakarta, di sebuah lingkungan yang mirip dengan perumahan. Rumahnya berada di pojok persimpangan jalan. Terasa cukup berisik dengan banyaknya kendaraan bermotor yang lalu-lalang.

Bulan purnama, tapi kelihatannya belum purnama penuh. Langit cerah berawan, terang oleh sinar bulan. Hemmm ... cocok untuk spiritualitas.

Kami mengobrol di teras rumah yang dibentuk seperti sebuah ruang tamu, yang jendela kacanya yang mengarah keluar bisa dibuka. Kami kumpul berlima. Seharusnya kami kumpul bertujuh, tetapi yang satunya teman kami, mas B, tidak ikut hadir karena berhalangan, dan temannya mas S juga berhalangan hadir. Beberapa saat kemudian dipanggilnya oleh mas S adik laki-lakinya, mas I, yang dikatakannya mengerti gaib, sehingga kemudian kami kumpul menjadi berenam.

Mas H adalah seorang penggemar keris. Mungkin ada lebih dari 60 keris yang sudah dimilikinya. Selama ini ia lebih melihat keris dari sisi fisiknya saja sebagai benda purbakala yang harus dilestarikan, ia tidak terlalu mengetahui sisi kegaibannya. Walaupun mungkin juga mengharapkan tuahnya, tapi kelihatannya ia tekun merawat keris-kerisnya, sangat peduli pada kondisi fisiknya. Bahkan keris-keris milik orang lainpun rela juga ia memberikan perawatan, walaupun keris-keris itu tidak menjadi miliknya.

Mas W juga adalah seorang penggemar keris. Mungkin ada lebih dari 15 keris yang sudah dimilikinya, tapi sebagian sudah dipindahtangankannya kepada teman-temannya. Tapi orangnya rada angin-anginan. Kadang-kadang ia semangat merawat keris-kerisnya. Tapi kalau lagi malas, ya malas. Saya juga begitu sih, he he he.

Kami ngobrol ngalor-ngidul. Beberapa kali si empunya rumah, mas S, mengeluarkan satu dua keris dan tombak koleksinya untuk dibahas di dalam obrolan. Ia juga seorang penggemar keris. Mungkin ada sekitar 15 - 20 keris yang sudah dimilikinya. Katanya sebagian besar koleksinya itu adalah hasil dari memahari. Ada beberapa koleksinya yang kelihatannya sudah pernah di'renovasi', sudah ada yang pernah diperbaiki / dirubah oleh penjualnya / pemiliknya sebelumnya, tapi kelihatannya tidak berpengaruh negatif terhadap kegaibannya kepada pemiliknya yang sekarang. Sekarang-sekarang ini ia mulai tertarik mempelajari sisi isoterinya.

Ia juga punya peliharaan sepasang burung perkutut yang belum lama dibelinya di pasar hewan Barito. Sengaja ia bersama temannya memilih-milih membeli burung perkutut yang memiliki kegaiban, bukan yang perkutut biasa. Saya deteksi memang sepasang burung perkutut yang dibelinya itu mengandung kegaiban, seperti perkutut majapahit, tapi kegaibannya belum menyamai perkutut majapahit. Saya katakan mungkin nanti kalau burung perkututnya sudah dewasa kegaibannya akan sama seperti perkutut majapahit.

Sekarang ini sepasang perkututnya itu, walaupun belum menyamai perkutut majapahit, tapi sudah berfungsi mirip seperti perkutut majapahit. Kekerasan watak khodam di dalam tubuh burungnya yang adalah jin kembar laki-laki kekar bertelanjang dada 10 KRK sudah bisa dijadikan booster jimat, yaitu untuk menaikkan kekuatan gaib dan kekuatan tuah dari jimat batu akik, rajahan, dsb. Cukup sambat saja keperluannya kepada burungnya dan benda jimatnya ditaruh di bawah kandangnya selama beberapa hari.


Saya mendeteksi ada banyak dewa utama dan sukma tingkat tinggi yang datang, posisinya di atas ketinggian pohon, tampak seolah-olah sedang membicarakan sesuatu yang penting. Dewa Semar dan beberapa dewa utama lainnya berdiri di belakang mas H, di luar teras di balik jendela kaca. Di belakang saya agak ke kanan ada serombongan besar bidadari yang ikut kumpul. Saya tidak heran dengan kehadiran mereka semua karena sudah sering mereka hadir ketika saya sedang berkunjung ke suatu tempat. Selain itu ada banyak sekali sukma manusia dari lingkungan setempat yang juga ikut kumpul, duduk bersila / bersimpuh di lantai sampai ke luar halaman rumah seolah-olah sedang mendengarkan acara kotbah / pidato. Bahkan di dalam mobilnya mas S yang diparkir di depan rumah di dalamnya juga terisi berjejalan banyak sekali sukma manusia.

Mendekati pk.01.00 dini hari keadaan semakin sunyi, terasa mulai pk.23.00. Tidak terdengar lagi ada kendaraan sepeda motor maupun mobil yang lewat, juga tidak ada tukang jualan makanan yang lewat. Padahal ketika kami baru tiba disitu kondisinya sangat ramai dengan banyaknya kendaraan yang lalu-lalang.

Sepanjang obrolan beberapa kali saya keluar teras ke jalanan melihat-lihat kalau saja ada gerobak dorongan tukang nasi goreng yang lewat, tapi ternyata tidak ada satu pun yang lewat. Perut terasa panas (lapar) karena seharian belum makan nasi, apalagi karena disuguhi minuman dingin cocacola. Walaupun suguhan keripik snack kemasan sudah sedikit mengurangi rasa lapar, tapi tetap saja masih terasa lapar. Itulah akibatnya kalau kecanduan nasi, kita belum merasa sudah makan kalau belum makan nasi. Jadi nasi itu ternyata punya efek negatif juga ya, membuat kecanduan .... he he he

Selama beberapa kali keluar teras, selain menikmati segarnya udara malam dan cahaya rembulan, saya juga terus mendeteksi kegaiban di tempat itu. Yang terakhir adalah datangnya rombongan pasukannya Hanoman yang datang melapor kepada Dewa Semar.

Sesudahnya, di depan teras saya sampaikan kepada teman-teman :
"Sebentar lagi akan ada wahyu yang turun".
Teman-teman : "Wahyu apa ?"
"Wahyu Kepangkatan Dan Derajat".
"Wehhh ......"
"Turunnya kepada mas H. Besok mas H jadi orang besar ...."
"Wehhh ......"
Mas H : "Ya ... besok kalau saya jadi orang besar kan bisa mengangkat teman-teman yang lain ....".

Kepada mas I : "Bisa nggak mendeteksi bola wahyu yang sedang turun ?". Ia hanya manggut-manggut saja. Mungkin aneh baginya karena ini adalah pertama kalinya kepadanya dibicarakan kegaiban tingkat tinggi, apalagi ia juga tidak paham pewayangan.

Kemudian saya duduk lagi ngobrol ngalor-ngidul di teras seolah-olah tidak ada apa-apa. Mungkin teman-teman juga tidak sungguh-sungguh menyadari bahwa akan ada kegaiban khusus di tempat itu.

Bebarapa saat kemudian pembicaraan saya stop.
"Coba mas H sekarang dirasakan ..."

Sesudahnya ia berkata :
"Ada yang masuk tegak lurus dari atas. Terasa energinya masuk dari kepala sampai ke dada kiri".
Saya : "Iya, itu wahyunya sudah masuk".
Mas I : "Bolanya sebesar dia ya ?" (sambil menunjuk kakaknya yang badannya gemuk besar).
"He he he.....".

Kepada mas H : "Mulai besok rajin-rajin doa malam, supaya semua yang dicita-citakan tercapai. Lebih bagus lagi kalau rajin mandi kembang".
Mas H : "Iya mas".


Ketika sudah waktunya kami pulang sambil mengantar kami ke tempat mobil kami diparkir mas S berkata, tidak biasanya kondisinya sunyi sepi seperti itu. Biasanya selalu saja ada orang dan kendaraan yang lewat. Tukang jualan juga sering lewat. Mungkin sepinya memang khusus karena ada hubungannya dengan turunnya wahyu.

Saya menimpali, memang situasinya mirip seperti di tempat orang yang sedang bertirakat. Puncak kondisinya biasanya ada pada pk.23 sampai pk 03 dini hari. Artinya, jika seseorang sedang bertirakat mencari wangsit, biasanya wangsitnya datang antara pk.23 sampai pk 03 dini hari. Jika selewat pk.03 dini hari tidak ada apa-apa, maka biasanya memang tidak ada apa-apa, tidak ada wangsit yang turun. Tirakatnya harus diulangi lagi jika orangnya masih berkeras mendapatkan wangsit.


Dari rasa saya, mas H yang adalah seorang PNS, adalah salah satu orang yang menjaga sikap berprihatin. Entah itu disadarinya atau tidak, disengaja atau tidak, ataukah itu sudah menjadi kebiasaannya sehari-hari, dari perilakunya itu menunjukkan bahwa ia menjaga sikap berprihatin dan itu sudah menyatu dengan kepribadiannya. Tapi saya nilai sikap berprihatinnya dulu itu ada yang salah, karena seolah-olah ia menutup dirinya sendiri, terlalu protektif. Sikap menutup dirinya itu bisa menjadi faktor kesulitan sendiri yang berasal dari dirinya sendiri. Seharusnya ia lebih membuka dirinya supaya auranya dan pikirannya juga bebas memancar keluar.

Beberapa minggu sebelumnya di rumah saya ia pernah berkata bahwa karir / kepangkatannya terasa mentok. Walaupun posisinya sudah cukup berpangkat, bukan staf biasa lagi, tetapi dirasanya mentok, susah naik lagi. Tapi sambil bercanda santai saya sampaikan kepadanya kalau saja ia mau merubah sikap hati dan pikirannya, sikap batinnya, dan sikap perilakunya sehari-hari, mau lebih terbuka ....... karirnya akan naik, tidak mentok. Kelihatannya kata-kata saya itu diperhatikan benar olehnya. Mungkin juga sudah dijalankannya. Mungkin inilah restu Tuhan kepadanya atas laku dan doanya selama ini. Mudah-mudahan ia tetap bisa menjaga sikapnya berprihatin, tidak terlena.


Ini adalah kesekian kalinya saya mengetahui sendiri proses turunnya wahyu dewa kepada manusia yang para dewa sampai harus ikut mengawal turunnya wahyu. Pada masa sekarang ini wahyu restu Tuhan (dan Dewa) banyak yang diturunkan kepada manusia, yang kepada siapa wahyu itu diturunkan terkait dengan restu dari seseorang yang direstui Tuhan (dan Dewa) untuk merestui turunnya wahyu dan berkat. Mungkin ini adalah pengetahuan gaib yang terlalu tinggi bagi banyak orang. Tetapi nantinya suatu saat bila sudah tiba waktunya akan ada banyak orang pemerhati situs ini yang akan lebih bisa memahaminya dan mengetahuinya sendiri, walaupun tetap itu akan menjadi kegaiban yang terlalu tinggi bagi kebanyakan orang.




 
https://sites.google.com/site/thomchrists/dunia-gaib-mahluk-halus/turunnya-wahyu-dewa/1-2.JPG
 
https://sites.google.com/site/thomchrists/dunia-gaib-mahluk-halus/turunnya-wahyu-dewa/4.JPG
 
https://sites.google.com/site/thomchrists/dunia-gaib-mahluk-halus/turunnya-wahyu-dewa/3.JPG

Comments