https://sites.google.com/site/thomchrists/dunia-gaib-mahluk-halus/setan-dan-iblis/Blackmoon%201.JPG
 

  Setan - Iblis  dan

  Roh-Roh Jahat dan Penyesat

 

Tulisan ini diambilkan dari halaman lain yang berjudul  Penggolongan Mahluk Halus.

Mahluk-mahluk halus jahat, setan dan iblis dan roh-roh jahat dan penyesat yang dituliskan di halaman ini bukanlah jenis-jenis tersendiri, karena jenis-jenis mereka itu sudah dituliskan di halaman-halaman lain. Tetapi karena mereka mempunyai kekhususan tersendiri dibandingkan mahluk halus lainnya yang umum, maka Penulis sengaja menampilkannya lagi disini, dimaksudkan supaya kita bisa membedakan mereka dari mahluk halus lain yang umum karena mereka memiliki sifat-sifat perwatakan dan akibat-akibat perbuatan yang khusus terhadap manusia.

Cerita mengenai mahluk-mahluk halus jahat, setan dan iblis dan roh-roh jahat dan penyesat yang dituliskan di halaman ini sebagian terkait dengan pandangan orang dalam beragama. Jika ada perbedaan pendapat mengenai yang baik dan jahat, golongan putih dan hitam, sebaiknya dibuktikan sendiri kebenarannya, jangan hanya ngotot mendasarkan pendapat pada dalil dan dogma agama saja, karena seringkali yang nyata-nyata terjadi di dunia tidak semuanya tertulis dalam kitab suci agama dan kitab suci agama juga tidak menuliskan semuanya itu.

Tetapi tidak semua orang mampu dengan benar mengenal dan membedakan mahluk halus jahat setan dan iblis dan roh-roh jahat dan penyesat, golongan putih dan golongan hitam, dan karakteristik perwatakannya dan tidak semua orang mampu membedakan secara nyata pengaruh mereka terhadap psikologis dan perilaku manusia. Tentang mahluk halus yang menyesatkan, yang kerap mencelakakan, setan dan iblis, kebanyakan hanya menjadi cerita saja dalam dunia agama / kerohanian. Tidak banyak orang yang mampu mengimplementasikan pengetahuannya tentang setan dan iblis dalam dunia nyata.


Mahluk-mahluk halus jahat, setan dan iblis dan roh-roh jahat dan penyesat yang dituliskan di halaman ini secara khusus adalah jenis-jenis mahluk halus sbb :

 1. Mahluk halus umum golongan hitam dan abu-abu.
 2. Mahluk halus khusus setan dan iblis.
 3. Mahluk halus sukma / arwah manusia jahat.

Dengan demikian, jika kita sudah lebih mengerti tentang karakteristik mahluk halusnya dan sifat-sifatnya, tidak asal menggeneralisasikan mahluk halus, jika ada terjadi masalah yang berasal dari sesosok mahluk halus tertentu kita menjadi lebih tahu penanganannya yang benar, tidak keliru lagi, dan tidak lagi asal menangani.

Di halaman berjudul Penggolongan Mahluk Halus Penulis ada menggolongkan mahluk halus berdasarkan sifat perwatakan masing-masing mahluk halusnya dan pengaruhnya terhadap manusia (termasuk pengaruhnya terhadap mahluk halus lain) sbb :

     1.  Golongan Putih.

Adalah golongan mahluk halus yang perwatakannya tidak berkecenderungan jahat terhadap manusia. Bukan berarti mereka tidak berbahaya dan tidak akan mencelakakan / menyerang manusia, tetapi penekanannya adalah bahwa sifat dasar mereka tidak berkecenderungan bersikap jahat dan tidak bertendensi menyerang / menyakiti manusia.
Walaupun begitu, manusia tetap harus berhati-hati dan waspada, karena dapat saja suatu saat mereka menyerang / menyakiti manusia, tetapi selama tidak ada perbuatan manusia yang
menyalahi mereka, manusia dan mahluk halus tersebut dapat hidup berdampingan.

     2.  Golongan Hitam.
Adalah golongan mahluk halus yang sifat dasar perwatakannya berkecenderungan jahat terhadap manusia. Sifat jahatnya itu bisa dalam bentuk perbuatannya yang sengaja menyakiti dan membuat manusia sakit, membuat manusia celaka, bahkan sengaja membunuh manusia, atau perbuatannya yang sengaja menipu / menyesatkan manusia. Jadi, manusia harus berhati-hati dan waspada, karena dapat setiap saat mereka mengganggu, mencelakakan, membunuh atau menyesatkan manusia, walaupun tidak ada perbuatan manusia yang menyalahi mereka. Manusia dan mahluk halus tersebut tidak dapat hidup berdampingan.

     3.  Golongan Abu-Abu.
Di tengah-tengah antara golongan hitam dan putih, ada mahluk halus yang aura kejiwaannya berwarna abu-abu. Biasanya mereka adalah mahluk halus kelas rendah yang suka usil, suka menakut-nakuti, suka mengganggu dan mencelakakan manusia, bisa juga membunuh manusia. Dan mereka suka dengan sengaja bersikap merendahkan manusia dan menipu / menyesatkan manusia. Sebagian dari mereka awalnya adalah mahluk halus yang baik, tetapi kemudian terpengaruh oleh yang golongan hitam menjadi tidak baik. Manusia dan mereka tidak dapat hidup berdampingan.

     4.  Golongan Yang Harus Diwaspadai.
Ada golongan mahluk halus yang secara perwatakannya tidak digolongkan sebagai putih, hitam, atau abu-abu, tetapi harus diwaspadai dan dihindari
Jenis-jenis ini dinilai dari sifat karakternya yang berbeda dari jenis mahluk halus lainnya yang umum. Keberadaan mereka bisa mendatangkan bahaya bagi manusia, sehingga harus diwaspadai.

Contohnya adalah mahluk halus yang sulit dibaca jalan pikirannya dan lebih sering menggunakan insting atau nalurinya dalam bertindak, seperti yang sosoknya berwujud ular, gondoruwo, banaspati dan buto. Jenis-jenis ini bisa menyerang tanpa alasan yang jelas, apalagi kalau kaget atau merasa terancam.

Juga ada jenis bangsa jin yang sosoknya tinggi besar dan berbulu hitam di seluruh tubuhnya seperti gondoruwo. Jenis ini tidak mempunyai sikap berpikir seperti manusia, intelijensinya rendah, lebih banyak bertindak berdasarkan insting dan perasaannya. Dalam usahanya mencari tempat tinggal banyak mahluk halus jenis ini menjadikan tubuh manusia sebagai tempatnya tinggal yang sering sekali akibatnya menjadikan si manusia mengalami kelainan atau gangguan jiwa (gila).

Ada juga sosok-sosok halus tertentu yang harus diwaspadai karena perilakunya yang tidak bersahabat terhadap manusia (juga tidak bersahabat terhadap mahluk halus lain).

Jenis halus lain yang harus diwaspadai adalah mahluk halus dari jenis sukma / arwah manusia yang tinggal di dalam benda-benda gaib atau benda-benda antik / kuno dan yang tinggal / bersemayam di dalam tubuh manusia yang masih hidup, di dalam badan atau di dalam kepalanya.

Mengenai perbuatan-perbuatan mahluk halus dan efek perbuatan mereka terhadap manusia sudah Penulis tuliskan dalam halaman berjudul  Pengaruh Gaib thd Manusia.


Kecenderungan jahat atau tidaknya sesosok mahluk halus tidak perlu ditunggu sampai benar mereka berbuat jahat, karena dapat dilihat dari aura kejiwaannya. Bila aura kejiwaannya berwarna putih bersih berarti dia berwatak baik, tidak berkecenderungan jahat, sebaliknya bila aura kejiwaannya berwarna hitam seperti asap knalpot bus / truk, berarti sifat dasar wataknya jahat.  

Pengertian tentang mahluk halus golongan hitam di atas tidak terbatas pada kondisi dan sifat-sifat asli mahluk halusnya yang golongan hitam. Dalam pengertian ini, semua jenis mahluk halus, selain yang berasal dari jenis sukma manusia (arwah / pocong / siluman) juga akan berubah menjadi golongan hitam / abu-abu jika mereka mengeluarkan rasa jahat / marah atau sering melakukan perbuatan jahat. Contohnya adalah mahluk halus golongan putih yang sering diperintahkan untuk menyakiti seseorang (khodam teluh / santet) atau jika kita kesambet. Dalam kondisi mereka yang jahat berbuat itu mereka berubah menjadi golongan hitam / abu-abu.

Sebenarnya ada banyak sekali fenomena perbuatan gaib tetapi tidak semuanya bisa kita sebutkan satu per satu kejadiannya, baik yang dilakukan oleh gol.putih maupun gol.hitam, atau abu-abu, entah perbuatannya ditujukan langsung kepada manusia atau manusia dijadikan sarana perbuatan mereka, entah si manusia menyadarinya ataukah tidak. Jika kita mengetahui / menyadari bahwa ada pribadi lain di dalam diri kita yang bukan sejatinya kita, atau ada sesuatu yang lain dalam diri kita atau di sekitar kita yang mempengaruhi pikiran dan perasaan kita, maka kita harus berwaspada terhadap tujuan dari perbuatan gaibnya itu dan efek resikonya, jangan sampai perbuatannya itu dilandasi oleh tujuan yang negatif / jahat dan efeknya merugikan kita, membuat kita mengalami sakit fisik atau mengalami kelainan jiwa dan pikiran, atau bahkan sampai membuat kita menjadi jahat.


Yang dari gol.putih bukan berarti mereka adalah dari golongan yang pasti baik dan bukan juga berarti tidak akan mencelakakan / merugikan manusia, tetapi penekanannya adalah bahwa mereka sehari-harinya, baik berada di sekitar manusia ataupun tidak, tidak berkecenderungan  jahat terhadap manusia, sedangkan yang gol.hitam dan abu-abu sehari-harinya sudah berpikiran jahat / jahil / iseng terhadap manusia, banyak efek / potensi negatifnya bagi manusia. Juga ada golongan mahluk halus yang harus diwaspadai, karena memang perbuatan mereka seringkali tidak terduga dan bisa merugikan / mencelakakan manusia.

Jadi terhadap suatu perbuatan mahluk halus atau keberadaannya, bila kita mengetahui / menyadarinya, entah golongan putih ataukah dari golongan yang lain, kita tetap harus waspada, terutama adalah pada potensi negatif efek pengaruh dan resikonya terhadap kita.



  Mahluk Halus Umum Golongan Hitam


Umumnya orang membedakan mahluk halus yang baik dan jahat atau golongan putih dan hitam dari sosok wujud dan penampakannya. Jika perwujudannya kelihatan menyeramkan akan dikatakan tidak baik / jahat, sebaliknya kalau perwujudannya bagus, ganteng / cantik, tutur katanya manis / lembut, perilakunya bersahabat tidak tampak sebagai mahluk yang jahat / berbahaya, maka akan dikatakan baik. 

Yang di atas itu adalah yang biasa dilakukan oleh orang-orang awam dalam menilai sesosok mahluk halus, tetapi tidak sepantasnya orang-orang berilmu (dan yang mengaku mengerti gaib) melakukan itu dalam menilai sesosok mahluk halus. Seharusnya mereka bisa melakukan pembedaan dengan cara yang lebih baik lagi, bukan dengan cara awam seperti itu, karena dengan cara awam seperti itu orang akan mudah sekali tertipu, dan memang sampai sekarang sudah banyak sekali orang yang tertipu, termasuk para spiritualis agamis, apalagi orang umum yang cuma sekedar bisa melihat gaib saja, apalagi kalau mahluk halusnya sendiri sengaja menipu mengelabui manusia dengan menampakkan perwujudan dan perilaku yang kelihatan baik.

Dari sisi perwatakannya Penulis mengelompokkan sebagian mahluk halus dalam golongan putih dan golongan hitam. Tidak semua mahluk halus bisa dikelompokkan menjadi golongan putih dan hitam, karena ada juga yang termasuk sebagai golongan abu-abu dan jenis yang harus diwaspadai.

Pengelompokkan golongan putih dan hitam ini berlaku untuk semua jenis mahluk halus selain jenis sukma / arwah manusia. Jenis sukma dan arwah manusia dituliskan khusus tersendiri di bagian bawah halaman ini.

Penekanan penggolongan putih dan hitam ini ada pada pembedaan sifat perwatakan mahluk halusnya apakah dominan bersifat jahat / mencelakakan dan menyesatkan ataukah tidak.

Sekalipun banyak orang bisa melihat gaib
, sekaligus juga ahli dalam hal agama,
tetapi tidak semuanya mampu mengenal dan membedakan
karakteristik perwatakan mahluk halus apakah dari golongan putih ataukah hitam dan menilai pengaruh / akibat perbuatan mereka terhadap manusia. Tentang mahluk halus yang menyesatkan, yang mencelakakan, setan dan iblis, kebanyakan hanya menjadi cerita saja dalam dunia kerohanian / agama, tetapi tidak banyak orang yang mampu mengimplementasikan pengetahuannya tentang setan dan iblis dalam dunia nyata.

Cerita mengenai mahluk halus golongan putih dan hitam yang dituliskan di bawah ini sebagian terkait dengan pandangan orang dalam beragama. Jika ada perbedaan pendapat mengenai yang golongan putih dan hitam ini sebaiknya dibuktikan sendiri kebenarannya, jangan hanya mendasarkan pendapat pada dalil dan dogma agama saja, karena seringkali yang nyata terjadi di dunia tidak semuanya tertulis di dalam agama.


Mahluk halus golongan putih adalah golongan mahluk halus yang perwatakannya tidak berkecenderungan jahat terhadap manusia. Bukan berarti tidak jahat atau tidak berbahaya dan tidak akan menyerang / mencelakakan manusia, tetapi tidak berkecenderungan bersikap jahat dan tidak bertendensi mengganggu / menyakiti manusia. Walaupun begitu, manusia tetap harus berhati-hati dan waspada, karena dapat saja suatu saat mereka menyerang / mencelakakan manusia, terutama jika manusia "dianggap" melakukan kesalahan kepada mereka. Tetapi selama tidak ada perbuatan manusia yang menyalahi mereka, tidak ada perbuatan manusia yang "dianggap" menyalahi mereka, manusia dan mahluk halus tersebut dapat hidup berdampingan.

Mahluk halus yang dari golongan putih ini bukan berarti mereka adalah dari golongan yang pasti baik dan bukan juga berarti tidak akan mencelakakan / merugikan manusia, tetapi penekanannya adalah bahwa mereka sehari-harinya, baik berada di sekitar manusia ataupun tidak, tidak berkecenderungan  jahat terhadap manusia.


Mahluk halus golongan hitam adalah golongan mahluk halus yang perwatakannya berkecenderungan jahat terhadap manusia. Sifat jahatnya itu bisa dalam bentuk perbuatannya yang sengaja menyakiti dan membuat manusia sakit, membuat manusia celaka, bahkan sengaja membunuh manusia, bisa juga perbuatannya yang sengaja menipu / menyesatkan manusia. Jadi, manusia harus berhati-hati dan waspada, karena dapat saja mereka mengganggu, mencelakakan atau menyesatkan, walaupun tidak ada perbuatan si manusia yang menyalahi mereka.

Mahluk halus golongan hitam dan abu-abu sehari-harinya sudah berpikiran jahat / jahil terhadap manusia, banyak efek negatifnya bagi manusia. Manusia dan jenis halus tersebut tidak boleh hidup berdampingan.


Mahluk halus, golongan putih maupun hitam, dari sisi pengaruhnya terhadap manusia ada 2 macam posisi keberadaannya.

Yang pertama adalah mahluk halus yang mudah diidentifikasikan interaksinya dengan manusia dalam bentuk khodam ilmu, khodam pendamping, khodam jimat dan pusaka atau mahluk halus yang tinggal di sekitar tempat tinggal manusia, atau yang tinggal di tempat-tempat / lokasi yang ada interaksi langsung dengan manusia. Pengaruh perbuatan mereka lebih mudah untuk diketahui, dan atas terjadinya suatu perbuatan gaib / kejadian gaib lebih bisa diidentifikasi sosok halus pelakunya, karena ada interaksi antara mereka dengan manusia secara langsung maupun tidak langsung.

Yang kedua adalah mahluk halus yang keberadaannya tidak tampak berinteraksi langsung dengan manusia. 

Mahluk halus, golongan putih maupun hitam, apapun jenisnya, yang kesaktiannya tinggi, biasanya hidup sendiri, tidak berkomunitas. Kalau berkomunitas, biasanya mereka berkomunitas dengan yang sejenisnya saja dan yang kekuatannya setingkat.

Yang kesaktiannya tinggi itu, walaupun kelihatannya hidup sendiri, sebenarnya mereka juga berkomunitas, hanya saja sesuai tingkat kesaktian mereka yang tinggi, dalam berkomunitas mereka tidak tinggal berdekatan, satu dengan lainnya bisa berjarak puluhan, bahkan ratusan kilometer jauhnya, sehingga akan tampak bahwa mereka hidup sendiri.

Baik mereka hidup sendiri atau pun berkomunitas, selain yang berkesaktian rendah, banyak di antara mereka adalah mahluk halus yang berkesaktian tinggi. Mereka tidak tampak berinteraksi langsung dengan manusia. Jenis ini biasanya pengaruhnya tidak disadari oleh manusia karena interaksinya dengan manusia tidak kelihatan langsung dan tidak terasa. Seringkali keberadaannya saja tidak diketahui oleh manusia, karena semakin tinggi kekuatannya, akan semakin sulit dilihat. Walaupun pancaran energinya besar, tetapi energinya juga semakin halus dan semakin sulit dideteksi keberadaannya.

Biasanya semua mahluk halus memancarkan suatu aura energi yang melingkupi area yang menjadi wilayah kekuasaannya. Yang kesaktiannya tinggi (yang sampai ratusan atau bahkan ribuan kalinya kesaktiannya Ibu Ratu Kidul) pancaran hawa energinya bisa melingkupi jarak yang sangat jauh, bisa puluhan atau bahkan ratusan kilometer jauhnya. Sekalipun mereka hidup sendiri dan tampak tidak berinteraksi langsung dengan manusia atau dengan mahluk halus lain, tetapi sebenarnya mereka itulah yang pengaruhnya paling kuat dalam mempengaruhi psikologis para mahluk halus lain dan manusia melalui pancaran aura energi pikirannya.

Secara fisiknya para mahluk halus adalah bersifat energi, sehingga secara alami dari tempat keberadaannya mereka akan memancarkan suatu hawa energi yang sejalan dengan kondisi psikologis dan sifat perwatakannya. Mahluk halus yang kesaktiannya tinggi, pengaruh hawa energi mereka sangat kuat, pengaruhnya mencakup jarak yang jauh sampai beratus-ratus kilometer jauhnya, yang bukan hanya akan mempengaruhi manusia, tetapi juga mempengaruhi mahluk halus lain di dalam wilayah cakupan pancaran energinya. Hanya orang-orang yang tinggi tingkat kepekaan batinnya dan tinggi spiritualitasnya saja yang bisa mendeteksi hawa pengaruh mereka. Berbeda dengan jenis sukma manusia yang walaupun berkesaktian tinggi, tetapi pancaran aura energinya hanya beberapa meter saja yang pancaran aura energinya itu menggambarkan hawa kekuatan kebatinan, kanuragan atau spiritualnya.

Dengan demikian pengaruh dari mahluk halus golongan putih atau hitam yang berpengaruh terhadap manusia bersifat kombinasi, yaitu pengaruh pancaran kekuatan gaib dari mahluk halus yang hidup sendiri, yang tidak tampak interaksinya dengan manusia, ditambah pengaruh dari yang tampak ada interaksinya dengan manusia. Dengan demikian, sekalipun manusia tidak secara langsung berinteraksi dengan mahluk halus, manusia tetap berpotensi terpengaruh psikologisnya secara positif atau pun negatif oleh pancaran gaib mahluk halus yang hidup sendiri, yang keberadaannya saja tidak terdeteksi.


Mahluk halus golongan putih, yang kelihatannya hidup sendiri, yang tingkat kekuatan gaibnya tinggi, dari tempat keberadaannya memancarkan hawa aura positif yang mempengaruhi psikologis manusia dan mahluk halus lain. Manusia dan mahluk halus lain, yang eling dan menjaga kelurusan dan kesucian hati dan pikiran, baik beragama maupun tidak, akan terpengaruh menjadi semakin baik kesadaran moralitas dan budi pekertinya.

Sedangkan mahluk halus golongan putih yang kekuatan gaibnya rendah, selain yang hidup sendiri di dalam batu atau benda lain, biasanya hidup berkomunitas, sebagiannya hidup di lingkungan manusia, sebagian lagi datang menjadi pendamping atau menjadi khodam ilmu dan jimat. Sebagian dari mereka datang kepada manusia yang tekun bersemadi atau berdoa. Sebagiannya lagi datang karena adanya sesaji, terutama sesaji dari orang-orang yang sedang mempraktekkan ilmu gaib dan yang sedang "ngalap berkah".  Pengaruh keberadaan mereka biasanya tidak menyesatkan manusia, malah ada di antara mereka yang tinggal di sekitar tempat tinggal manusia dengan sengaja membantu kehidupan manusia tanpa diketahui dan tanpa meminta imbalan.


Mahluk halus golongan hitam, yang kelihatannya hidup sendiri, yang kekuatan gaibnya tinggi, melakukan penyesatan tidak dengan mempengaruhi satu per satu individu, tetapi melakukannya secara masal, yaitu dengan cara memancarkan hawa aura jahat yang mempengaruhi psikologis manusia dan mahluk halus lain di dalam area pengaruhnya yang radiusnya bisa sampai beratus-ratus kilometer. Manusia dan mahluk halus lain, beragama ataupun tidak, yang tidak eling dan tidak menjaga kelurusan dan kesucian hati dan pikirannya akan menjadi terpengaruh, sehingga menjadi berhati dan berpikiran jahat atau menjadi berperilaku menyimpang dari budi pekerti dan kesusilaan.

Mereka cukup cerdas dalam usahanya menyesatkan. Cara kerja mereka sangat halus. Mereka menyerang sisi psikologis yang lemah pada manusia dan mahluk halus lain. Pada manusia yang menganggap suci dan sakral urusan iman dan agama, secara halus mereka akan membelokkannya, sehingga pemahaman kerohanian manusia menjadi menyimpang dan memunculkan sifat-sifat ke-Aku-an yang kuat, yang menyimpang dari ajaran ketuhanan yang benar, menyimpang dari budi pekerti dan kasih. Pada manusia yang suka bersenang-senang dan mengumbar keduniawiannya, mereka akan menambah kuat kecenderungan sifat-sifat itu, sehingga korbannya akan semakin menyimpang dari budi pekerti dan kesusilaan.

Sedangkan para mahluk halus golongan hitam dan abu-abu yang kesaktiannya rendah, selain yang hidup sendiri di dalam batu atau benda gaib lain, biasanya hidup berkomunitas, sebagiannya hidup di lingkungan manusia, sebagiannya lagi datang menjadi pendamping atau menjadi khodam ilmu dan jimat (isian). Sebagian dari mereka datang kepada manusia yang tekun bersemadi atau yang tekun berdoa, apalagi doanya khusyuk karena kondisi yang terpaksa. Sebagiannya lagi datang karena adanya sesaji, terutama sesaji dari orang-orang yang sedang mempraktekkan ilmu gaib dan yang sedang "ngalap berkah". Keberadaan mereka, selain akan dengan sengaja menyesatkan manusia, juga akan dengan sengaja mengganggu, menyakiti atau mencelakakan manusia.

Mahluk halus golongan abu-abu adalah golongan mahluk halus yang sejak awalnya suka usil, suka mengganggu atau mencelakakan manusia, atau suka menakut-nakuti dan menipu dengan merubah wujudnya (jadi-jadian) menyerupai mahluk halus lain, seperti menirukan wujud kuntilanak atau si muka rata, atau banaspati, atau menyerupai sesosok manusia yang sudah meninggal. Ada juga yang dulunya adalah golongan yang baik tetapi kemudian ikut terpengaruh menjadi berwatak jahat. Biasanya mereka adalah mahluk halus kelas rendah dan menengah, yang terpengaruh oleh yang golongan hitam. Selain terpengaruh secara psikologis, mereka juga berada di bawah ancaman kekuatan mahluk halus golongan hitam yang lebih tinggi kekuatannya. Contohnya adalah dhanyang-dhanyang di situs-situs ngalap berkah, yang sering didatangi manusia untuk berdoa meminta berkah.

Mahluk halus yang perwatakannya termasuk dalam golongan hitam dan abu-abu, keberadaannya akan cenderung menyesatkan atau mencelakakan manusia. Dari sudut pandang pengaruhnya terhadap manusia, mahluk halus dari golongan hitam dan abu-abu kami anggap sama dan sejenis, jadi akan kami samakan penyebutannya sebagai golongan hitam.


Mahluk halus golongan hitam menyesatkan manusia dengan cara mengajarkan berbagai pengetahuan dan keilmuan (melalui ilham yang mengalir dalam pikiran manusia), menyebabkan manusia merasa tahu, merasa hebat, sakti berilmu, dan akhirnya akan menjadi sombong, atau dengan mengajarkan kebijaksanaan dan ilmu agama dan mewujudkan banyak keinginan si manusia, menyebabkan si manusia merasa dekat dengan Tuhan, karena merasa doa-doanya selalu dikabulkan Tuhan dan kata-katanya manjur selalu terjadi, merasa suci dan benar sendiri, merasa pantas menjadi tokoh panutan atau bahkan merasa menjadi wakil / perantara Tuhan di bumi, hatinya akan dipengaruhi menjadi sok suci dan benar, tetapi penuh dengan kebencian dan permusuhan dan akan juga menyebarkan kebencian dan permusuhan, dan pikirannya akan penuh dengan ide-ide jahat untuk mengumbar kebencian dan permusuhan (apalagi bila orangnya menjadi seorang pemimpin, tokoh masyarakat atau tokoh agama). 

Penyesatan itu awalnya tidak terasa dan sifatnya biasa-biasa saja, tapi perlahan-lahan manusia akan diarahkan menjadi merasa hebat, kuat, sakti, dsb, yang ujung-ujungnya menyebabkan manusia berperilaku tidak berbudi. Atau mengarahkan si manusia menjadi merasa benar dan beriman lebih daripada manusia yang lain, merasa dirinya mulia dekat dengan Tuhan karena doa-doa dan kata-katanya manjur selalu terjadi, merasa layak menjadi tokoh panutan atau merasa dirinya menjadi wakil Tuhan di dunia. Manusia akan didorong untuk memuliakan dan mempertuhankan agama, kemudian meningkat menjadi mempertuhankan dirinya sendiri yang akan menganggap pendapat keagamaan dan ajarannya sebagai kebenaran mutlak dan akan memaksakannya kepada orang lain. Ke-Aku-an manusia akan ditinggikan, sehingga masing-masing manusia akan merasa "lebih" daripada orang lain dan akan menganggap orang-orang yang tidak sejalan dengannya sebagai "rendah" dan sesat, bahkan dianggap boleh untuk dibunuh.

Penyesatan juga bisa dalam bentuknya menambah kuat kegemaran bersenang-senang dan mengumbar nafsu duniawi, nafsu syahwat, percabulan / pelacuran / perzinahan, keserakahan, ketamakan, kesombongan, berhati licik dan penipu, pendusta dan menghalalkan dusta, kebencian, iri dan dengki, kebengisan, kekejian, kejahatan dan perilaku merusak, dan perilaku-perilaku lain yang menyimpang dari budi pekerti dan kesusilaan, dan akan selalu mencari pembenaran atas perbuatan-perbuatannya yang tidak baik.


Mahluk halus golongan hitam sering mengikut kepada orang-orang yang rajin berdoa / zikir / wirid, termasuk kepada orang-orang yang sering mengamalkan amalan doa atau amalan ilmu, apalagi orang-orang yang kuat berdoanya karena kondisi yang terpaksa. Keberadaannya akan bersifat menyesatkan, membuat doa-doa dan kata-kata orangnya ampuh selalu terwujud, banyak mendapat keberuntungan, membuat orangnya merasa benar jalan agama dan ibadahnya, tetapi pelan-pelan dan halus orangnya akan disimpangkan menjadi jauh dari Tuhan, merasa benar sendiri dan akhirnya orangnya akan memuliakan dirinya sendiri (kata-katanya manis memuliakan Tuhan dan perbuatan-perbuatannya selalu mengatas-namakan Tuhan tetapi sebenarnya ia hanya memuliakan dirinya sendiri, mencitrakan dirinya sendiri sebagai mahluk Tuhan yang mulia).

Jika orangnya sampai terpengaruh, maka pelan-pelan nantinya hatinya akan menyimpang, merasa dekat dengan Tuhan tapi sebenarnya hatinya jauh dari Tuhan, merasa benar sendiri dan akhirnya akan memuliakan dirinya sendiri (menganggap dirinya mulia). Jadi sekalipun orangnya kuat agamanya dan rajin ibadahnya, dan mulutnya manis selalu memuji Tuhan, tapi hatinya akan dipenuhi pemujaan akan kemuliaan dirinya sendiri, pikirannya akan dipenuhi kemunafikan, rasa kebencian dan permusuhan, penuh dengan pikiran-pikiran jahat dan kelicikan (dan tipu muslihat jahat), dan hatinya dipenuhi hasrat untuk mengumbar kebencian dan permusuhan kepada orang-orang yang tidak sejalan, sehingga tanpa disadarinya ia juga terpengaruh ikut menjadi hitam.

Suatu daerah yang berada di bawah pengaruh sekaligus 2 macam mahluk halus golongan putih dan hitam yang kekuatannya tinggi banyak yang kondisinya kontras. Di satu sisi kehidupan masyarakatnya sangat agamis, sangat kuat agamanya, bahkan sangat militan dalam hal agama, tapi sering rusuh karena masalah agama dan sering merusuhi orang lain yang beda agama. Tetapi di sisi lain di dalam kehidupan masyarakatnya tumbuh subur kehidupan asusila, perzinahan, percabulan, pelacuran, kejahatan, judi dan mabuk-mabukan, dsb. Ini bisa menjadi bahan untuk kita memperhatikan dan "menduga-duga" apakah lingkungan tempat tinggal kita kondisinya seperti itu.


Dalam cerita lama kerohanian / agama atau cerita di dunia spiritual, mahluk halus golongan hitam sering dilambangkan dengan perwujudan naga (dan mahluk bertanduk) sebagai gambaran mahluk halus yang kuat dan berbahaya bagi manusia, yang sejak dulu sudah "memangsa" manusia, menyimpangkan manusia dari jalan kebenaran dan menjerumuskan manusia ke dalam kegelapan dan kesesatan.

Di kalangan keilmuan kebatinan dan spiritual khodam mahluk halus golongan hitam dianggap "berat", dalam arti orang-orang yang berkhodam golongan hitam, atau mempunyai jimat yang berkhodam golongan hitam, sedikit atau banyak biasanya orangnya akan terpengaruh, berat baginya untuk tetap mampu menjaga ketulusan dan kelurusan hatinya.

Orang-orang yang bergelut dalam laku kebatinan dan spiritual ketuhanan, yang mampu membedakan mahluk halus yang berpengaruh baik (putih) dan yang berpengaruh jahat (hitam), akan menolak khodam golongan hitam, karena jenis khodam itu dianggap "berat". Walaupun tuah dan kerjanya ampuh, tetapi membuat mereka semakin berat untuk tetap lurus menjaga hati dan spirtualitas ketuhanan mereka.

Tetapi orang-orang sesat dan golongan hitam, yang bergelut dalam dunia kejahatan, yang mengagung-agungkan kekuatan / kesaktian, yang mengagung-agungkan keilmuannya dan khodamnya, yang mendewa-dewakan kekuatan jahat, dan orang-orang yang haus kekayaan / kekuasaan / keduniawian justru banyak mencari yang golongan hitam, bahkan banyak orang yang dengan sengaja memuja mereka dalam ritual-ritual pemujaan mereka.

Mahluk halus dan khodam golongan hitam mudah ditemui di situs-situs pemujaan berhala (situs pemuja setan), di situs-situs atau di tempat-tempat orang ngalap berkah, di makam-makam yang dikeramatkan orang, bahkan di rumah-rumah ibadah yang dimuliakan dan yang orang sering datang untuk meminta berkah. Orang-orang yang pernah datang ke tempat-tempat itu ada kemungkinannya kemudian mereka juga berkhodam jin golongan hitam.

Mahluk halus dan khodam golongan hitam terasa sangat ampuh melebihi yang dari golongan putih, mampu mewujudkan apapun keinginan manusia dan doa-doa mereka selalu terkabul, sehingga mereka akan menganggapnya baik dan mereka akan memuja dan memuliakan yang golongan hitam itu, atau orang akan memuliakan tempat tersebut sebagai tempat yang bagus untuk meminta berkah. Bahkan dari berkah yang diterimanya itu banyak orang yang menganggap mereka sebagai kepanjangan tangan Tuhan dan tempatnya meminta berkah akan dikatakannya sebagai tempat yang dimuliakan Tuhan.


Untuk menambah wawasan kita, disini kita buat perumpamaan.

Secara umum ada asumsi sbb :

1. Ada orang-orang yang tidak punya pendamping gaib.
Orang-orang yang dirinya tidak punya pendamping gaib seringkali merasa banyak doanya yang tidak terjawab, tidak terkabul.

2. Ada orang-orang yang punya pendamping gaib.
Orang-orang yang punya pendamping gaib (atau diikuti sesosok gaib, atau dirinya ketempatan mahluk halus) ada saatnya mereka merasa doa-doanya sering terkabul, ada keberuntungan dan ada yang memudahkan jalan hidupnya.

Banyak orang yang tidak sadar bahwa dirinya diikuti sesosok gaib (atau dirinya berkhodam atau dirinya ketempatan mahluk halus).

Secara awam, walaupun kita berdoanya kepada Tuhan, tapi kalau kita punya gaib / khodam pendamping, gaib pendamping itu adakalanya mewujudkan terkabulnya doa-doa kita.

Kalau pendamping gaibnya itu wataknya baik dan dari jenis golongan putih, paling-paling tuntutan dan tegurannya hanya terkait dengan urusan sesaji saja.

Tetapi kalau pendamping gaibnya itu dari jenis golongan hitam, atau asalnya dari tempat pesugihan, tuntutan dan tegurannya bukan hanya yang terkait dengan sesaji saja, tapi nantinya bisa juga orangnya dijadikan tumbal, (atau selama orangnya belum menjadi tumbal, akan ada anggota keluarganya atau orang lain yang akan menjadi tumbal), karena dari sudut pandang mahluk itu orangnya sudah menerima jasanya, sama dengan pesugihan, sama dengan ngalap berkah.

Mahluk halus / khodam golongan hitam, atau yang asalnya dari tempat pesugihan, kerjanya terasa
lebih ampuh dan banyak doa orangnya yang akan terkabul. Orangnya, yang merasa doa-doanya sering terkabul itu merasa Tuhanlah yang mengabulkan doa-doanya itu, sehingga ada kemungkinannya ia akan mengajarkan orang lain caranya supaya doa-doanya juga terkabul. Dengan cara itu tidak disadarinya ia sudah menyebar-luaskan iblis golongan hitam dan yang dari tempat pesugihan kepada orang-orang yang percaya kepada perkataannya dan yang menjalankannya.

Yang perlu diperhatikan adalah orang-orang yang mengajarkan ajaran itu, kita perlu tahu apakah mereka ada diikuti khodam / gaib golongan hitam.

Kalau orangnya diikuti khodam / gaib golongan hitam, maka walaupun ajarannya itu adalah dalam rangka agama dan ibadah, dari sudut pandang kegaiban ajarannya itu sama dengan ajakan ngalap berkah, karena nantinya orang-orang yang percaya dan menjalankan perkataannya itu akan juga berkhodam / diikuti mahluk halus / khodam golongan hitam yang akan mengabulkan banyak doa-doanya. Orangnya sendiri selain mungkin hatinya  tidak tulus berketuhanan ia juga akan terdorong untuk memanfaatkan "hubungannya" dengan "Tuhan" untuk tujuan dan hasrat yang sama dengan ngalap berkah.

Khodam yang dari golongan hitam biasanya kerjanya / tuahnya lebih ampuh terasa daripada yang golongan putih. Tetapi dibalik itu ada maksud lain dari khodamnya itu, yaitu supaya si manusia menjadi semakin yakin dengan keampuhan khodamnya (atau yakin dengan kemuliaan dirinya sendiri, merasa dirinya suci dan mulia dan diperhatikan Tuhan), menjadikannya semakin bergantung kepada khodamnya itu (atau kepada kegaiban dari laku-laku doanya), dan pelan-pelan dan halus ia akan disimpangkan dari jalan yang lurus, menyimpang dari budi pekerti dan kesusilaan dan menyimpang dari jalan ketuhanan yang benar.

Karena itu sebaiknya kita berhati-hati, harus bisa kita membedakan mana yang hitam dan mana yang putih, jangan hanya menginginkan tuah dan keampuhannya dan kegaibannya saja. Jangan sampai nantinya tanpa disadari kita juga ikut-ikutan menjadi golongan hitam. Dan jangan kita mengikuti anjuran mendatangkan berkah Tuhan dengan cara-cara yang sekilas kelihatannya agamis, tetapi sebenarnya itu adalah ajakan untuk "ngalap berkah", untuk mendatangkan berkah duniawi. Itu bukan berkat yang dari Tuhan. Itu adalah penyesatan halus dari setan dan iblis yang akan menyimpangkan kita dari jalan ketuhanan yang benar, terutama yang anjurannya berasal dari orang-orang yang di belakangnya berkhodam (diikuti sesosok mahluk halus) golongan hitam.

Tidak semua orang mampu mengenal dan membedakan mahluk halus golongan putih dan golongan hitam dan karakteristik perwatakannya dan tidak semua orang mampu membedakan secara nyata pengaruh mereka terhadap psikologis dan perilaku perbuatan manusia. Tentang mahluk halus yang menyesatkan, yang kerap mencelakakan, setan dan iblis, kebanyakan hanya menjadi cerita saja dalam dunia agama / kerohanian. Tidak banyak orang yang mampu mengimplementasikan pengetahuannya tentang setan dan iblis dalam dunia nyata.

Cerita mengenai mahluk halus golongan hitam ini sebagian terkait dengan pandangan orang dalam beragama. Jika ada perbedaan pendapat mengenai yang golongan hitam ini sebaiknya dibuktikan sendiri kebenarannya, jangan hanya mendasarkan pendapat pada dalil dan dogma agama saja, karena seringkali yang terjadi secara nyata tidak semuanya tertulis dalam kitab suci agama dan kitab suci agama juga tidak menuliskan semuanya itu.


Seseorang yang menjalani / menguasai ilmu berkhodam, seringkali tidak mengetahui bahwa keilmuannya adalah menggunakan jasa mahluk halus (khodam / prewangan), karena sepengetahuannya ilmunya adalah ilmu gaib kebatinan atau ilmu berdasarkan keagamaan.
Karenanya seseorang yang mempelajari / diajarkan / diturunkan suatu ilmu gaib seringkali tidak menyadari adanya penggunaan jasa mahluk halus ini, karena dipikirnya ia hanya mengamalkan saja ilmunya, atau laku tirakat dan puasanya, sesuai persyaratan ilmunya.

Seseorang yang menurunkan suatu ilmu berkhodam seringkali juga tidak menyatakan bahwa keilmuannya adalah menggunakan jasa suatu mahluk halus, atau seandainya pun ia mengetahui dan sudah menyatakan bahwa keilmuannya itu berkhodam, seringkali ia tidak dapat membedakan apakah khodam gaibnya itu dari golongan putih ataukah golongan hitam, sehingga dengan demikian ia juga bisa menjerumuskan orang lain.

Ada orang yang bangga dengan khodam penjaganya jin iblis bertanduk dua yang dikatakannya sangar tapi setia, karena penampakannya memang begitu, sangar menakutkan, tapi kelihatannya setia, keras kerjanya, sakti dan ampuh, khodam dan mahluk halus lain pada menyingkir. Ia tidak tahu bahwa khodamnya itu adalah bangsa iblis.

Ada banyak orang yang bisa melihat gaib, tapi mereka hanya sekedar bisa melihat gaib saja, tidak punya spiritualitas yang lebih, tidak bisa membedakan perwatakan mahluk halus apakah itu jenis yang baik ataukah tidak, jenis iblis atau bukan. Bahkan banyak orang yang sengaja memperjual-belikan khodam seperti itu.

Jika seseorang yang ilmunya berkhodam saja tidak mampu membedakan khodam golongan putih dan hitam, apalagi orang-orang yang belajar kepadanya. Dan jika ia menurunkan suatu keilmuan berkhodam kepada orang lain, ia juga tidak akan bisa membedakan apakah ilmu dan khodam yang diturunkannya itu dari jenis golongan putih ataukah hitam. Kebanyakan orang memang tidak memperhatikan apakah khodamnya itu dari golongan putih atau hitam, karena sesuai tujuannya berilmu, yang dipentingkannya hanyalah keampuhan ilmu dan khodamnya saja.

Seorang guru mungkin tidak bermaksud mencelakakan atau menjerumuskan muridnya atau orang lain yang belajar kepadanya dengan memberinya khodam golongan hitam. Mungkin itu terjadi karena ketidak-tahuannya saja.

Tetapi seseorang yang akan mempelajari suatu ilmu gaib, atau sudah menyadari bahwa keilmuannya adalah jenis ilmu berkhodam, sebaiknya bisa mengetahui jenis khodamnya, harus bisa membedakan mana yang golongan putih dan mana yang golongan hitam, jangan menerima khodam dari golongan hitam, jangan bersekutu dengan setan dan iblis, karena dalam kehidupannya khodamnya itu pasti akan menyesatkannya dan pasti akan menyulitkannya dalam proses kematian. 

Selain yang merupakan khodam ilmu dan khodam dari leluhur, atau khodam dari benda-benda gaib, khodam pendamping yang datang kepada seseorang seringkali datang sendiri, tidak dengan sengaja didatangkan, tidak sengaja diundang dan seringkali tidak disadari keberadaannya. Banyak mahluk halus yang datang sendiri kepada seseorang yang tekun beribadah dan rajin berdoa / wirid. Biasanya seseorang yang tekun bersemadi, meditasi, zikir dan wirid, tubuhnya akan mengeluarkan energi tertentu dan pikirannya akan memancarkan gelombang tertentu. Pancaran energi tubuh dan gelombang pikiran inilah yang seringkali mengundang datangnya mahluk halus kepada seseorang, walaupun kedatangannya itu tidak sengaja diundang.

Mahluk halus sering datang kepada manusia, walaupun sering tidak disadari, apalagi kepada orang-orang yang sering khusyuk berdoa, wiridan, dsb, yang dalam keadaan itu tubuh dan pikirannya mengeluarkan gelombang energi tertentu yang dapat mengundang datangnya sesosok mahluk halus yang kemudian akan menjadi khodam pendampingnya, bisa juga masuk ke dalam badan / kepalanya (ketempatan mahluk halus).

Yang perlu diwaspadai adalah efek pengaruh dari keberadaannya.
Jika itu dari golongan yang baik, mungkin kita bisa lebih merasa lega, tidak perlu terlalu was-was.
Tapi jika itu adalah dari golongan yang tidak baik, seharusnya kita berwaspada dan melakukan pembersihan gaib, kalau bisa. Jenis golongan hitam dan sukma manusia jahat akan cenderung menyesatkan manusia, apalagi jika si manusia kerap memuliakan dirinya sendiri sebagai mahluk Tuhan yang mulia, atau jika ia kuat mengejar keduniawian.

Untuk belajar mencaritahu apakah sesosok gaib adalah dari jenis golongan putih ataukah hitam bisa diketahui salah satunya dengan cara yang serupa dengan menayuh keris seperti dicontohkan dalam tulisan berjudul  Ilmu Tayuh Keris. Di dalam tayuhan, mahluk halus golongan hitam biasanya akan mengakui bahwa dirinya adalah golongan hitam, tetapi jenis sukma manusia jahat biasanya tidak akan mengakui, malah akan menyesatkan tayuhan kita.

Atau dengan latihan olah rasa seperti dalam tulisan berjudul  Olah Rasa dan Kebatinan
Mahluk halus golongan hitam belum tentu energinya negatif. Yang golongan putih belum tentu energinya positif.
M
ahluk halus golongan hitam pada rasa energinya kita akan bisa merasakan adanya hawa jahat, kebencian dan kelicikan (tipu muslihat). Tetapi pada jenis sukma manusia jahat biasanya kita tidak bisa merasakan itu pada energinya. Kita akan lebih banyak berpegang pada ketajaman insting dan naluri untuk bisa mendeteksi apakah sebenarnya mereka termasuk jenis yang jahat.

Dalam kita latihan olah rasa sebaiknya jangan hanya kita tujukan pada keinginan untuk bisa merasakan / melihat sosok-sosok mahluk halus / khodam saja, tapi dimatangkan untuk bisa juga mendeteksi rasa energi dan watak mahluk halusnya.

Misalnya dari rasa energinya kita perkirakan sifat energinya, apakah mengandung hawa kekerasan, kekuatan, kegagahan, keteduhan, keceriaan, dsb, sehingga juga akan bisa dikira-kira tuahnya, apakah untuk kewibawaan, kekuatan, kekerasan dan penjagaan gaib, ataukah halus untuk pengasihan, kerejekian, penglarisan, kesepuhan, dsb. Dari rasa energinya juga bisa diperkirakan apakah energinya itu bersifat positif bagi manusia ataukah negatif (apakah selaras dengan energi tubuh manusia, ataukah malah bisa mengganggu kesehatan / pikiran).
Nantinya kita juga akan bisa membedakan rasa energi dan perwatakan mahluk halus / khodam golongan putih dengan yang dari golongan hitam. Pada mahluk halus yang golongan hitam kita akan bisa merasakan adanya hawa jahat, kebencian dan kelicikan (dan tipu muslihat jahat).


Mahluk halus golongan putih tidak bergaul / berkomunitas dengan yang dari golongan hitam, sehingga jika seseorang mendapatkan
khodam pendamping baru dari jenis golongan hitam, maka bisa dipastikan bahwa semua khodamnya yang golongan putih yang sebelumnya sudah dimilikinya, yang seharusnya menyatukan diri dan mendampinginya, kemudian akan pergi semua, tidak akan mau lagi menyatukan diri dan mendampinginya, bukan hanya khodam keris jawa, tapi juga khodam batu akik dan mustika dan khodam ilmu / pendamping. Bahkan bisa jadi semua benda gaib yang dipakainya atau yang dibawanya, seperti cincin batu akik dan mustika, juga akan menjadi kosong isi gaibnya (khodamnya pergi). Penyebabnya adalah selain karena mahluk halus dari golongan putih tidak mau berdekatan / bergaul / campur dengan yang golongan hitam, juga karena mahluk halus golongan hitam itu mengambil alih semua peranan khodam yang lain (multi fungsi), sehingga ia akan menjadi satu-satunya tempat bergantung si manusia. Dan mungkin juga semua benda-benda gaib yang sudah kosong isinya itu kemudian akan diisi oleh khodam lain yang juga golongan hitam, sehingga keampuhan keilmuan orang itu akan menjadi terasa semakin baik.

Kalau ada sesosok halus datang bukan untuk menyerang, tetapi untuk mengikut kita, apalagi kalau sosok halus itu datang karena terpanggil oleh adanya doa-doa atau amalan kita, maka khodam-khodam pendamping kita biasanya tidak akan melarangnya. Tetapi, kalau yang datang itu ternyata adalah dari golongan hitam, maka khodam-khodam kita yang golongan putih kemudian akan mundur semua dan pergi, karena mereka tidak mau bersama-sama / berdekatan dengan yang golongan hitam. Karena itu kalau kita sudah mempunyai khodam pendamping, golongan putih, sebaiknya disugestikan untuk memberikan pagaran gaib positif dan disugestikan mengusir semua mahluk halus yang dari golongan hitam dan berenergi negatif, apapun tujuannya datang.

Ada juga orang / spiritualis yang khodamnya adalah dari jenis golongan hitam. Biasanya spiritualisnya itu ampuh ilmunya, dan khodamnya ampuh untuk semua urusan gaib. Jika orang itu menurunkan / mentransfer suatu ilmu / khodam atau memberikan jasa spiritualis kepada orang lain, maka kemungkinan besar orang lain atau pasiennya itu akan juga berkhodam golongan hitam (dan terasa ilmunya / tuahnya ampuh).

Tetapi jika khodamnya itu digunakannya untuk ilmu penarikan gaib, maka bisa dipastikan bahwa semua benda gaib yang ditariknya, mustika maupun pusaka, akan kosong isinya, bendanya akan kosong tidak berkhodam, karena khodam benda gaib tarikannya itu tidak mau berdekatan dengan khodam orang tersebut yang golongan hitam. Atau bisa jadi semua benda-benda tarikannya itu di dalamnya menjadi berkhodam golongan hitam juga.

Mahluk halus golongan hitam dan abu-abu, selain mempunyai tempat markas sendiri, banyak yang membangun komunitas di situs dan makam yang dikeramatkan orang, di tempat-tempat orang datang "ngalap berkah", tempat orang datang menuntut pesugihan (kekayaan, penglarisan, kepangkatan, jabatan, karir, dsb) dan di tempat orang menuntut ilmu (ngelmu gaib). Sebagian penghuni gaibnya, bangsa jin atau dhanyang, kemudian ada yang ditugaskan untuk mengikut kepada orang-orang yang datang berziarah atau ngalap berkah kesitu (menjadi khodamnya). Ada juga yang ditugaskan untuk mencari "pengikut baru". Ada di antara mereka yang mengikut kepada orang yang sedang tekun berdoa, apalagi karena kondisi yang terpaksa, ada juga yang mengikut manusia dengan cara menjadi khodam dari benda-benda gaib. Biasanya orang-orang yang mereka ikuti akan merasakan dirinya banyak keberuntungan, banyak keinginannya yang terkabul, atau ilmunya terasa ampuh bertuah, tetapi sesuai status mahluk halus khodamnya itu yang golongan hitam penghuni tempat ngalap berkah, nantinya si manusia, selain akan disesatkan, juga akan menjadi tumbalnya, arwahnya nantinya akan dibawa ke tempat mereka.

Kadangkala ada spiritualis yang khodam ilmunya berasal dari tempat-tempat orang ngalap berkah / ngelmu gaib. Dengan demikian walaupun orang kliennya itu tidak datang dan tidak mencari pesugihan ke tempat-tempat pesugihan, hanya datang berkonsultasi saja kepada seorang spiritualis, tetapi karena khodam sang spiritualis untuk jasa yang dimintanya itu terkait dengan tempat-tempat ngalap berkah / ngelmu gaib bisa saja orang si klien itu kemudian akan juga berkhodam golongan hitam yang adalah transfer ilmu / jasa dari spiritualisnya. Biasanya ilmu / jasa dari spiritualis itu sangat ampuh bertuah menaikkan kemuliaan si klien sesuai jasa yang dimintanya, menjadikan si klien makmur berkelimpahan dari naiknya karir, pangkat dan jabatan atau majunya usahanya, dan ilmunya ampuh terasa. Tetapi sesuai asal-usul khodamnya itu yang berasal dari tempat orang ngalap berkah / ngelmu gaib, maka jasa yang dimintanya itu sama saja statusnya dengan pesugihan, nantinya orangnya akan menjadi tumbalnya atau sesudah meninggalnya arwahnya akan dibawa ke tempat pesugihan itu.

Seringkali kepemilikan sebuah benda gaib berkhodam atau jimat merupakan suatu kebanggaan bagi pemiliknya. Begitu juga dengan keberadaan khodam pendamping, walaupun keberadaannya tidak dengan sengaja diundang. Orang juga kadang merasa senang dan bangga bila ada orang yang bisa melihat gaib mengatakan bahwa ada sesosok gaib yang mendampinginya, menjaganya, dsb.

Tetapi sebaiknya jangan kita terdorong memiliki banyak khodam dan benda-benda berkhodam, karena dengan berbuat begitu sama saja kita mengumpulkan mahluk halus. Dan jangan asal senang dikatakan diri kita berkhodam. Satu hal yang perlu diwaspadai, sebaiknya diperhatikan, apapun jenis gaibnya, bila khodamnya itu adalah dari golongan hitam, entah gaibnya itu beragama ataupun tidak, pasti akan menyesatkan jalan pikiran manusia dan pasti  akan menyulitkan proses kematian orangnya.


Selain mahluk halus golongan hitam yang keberadaannya adalah khodam keilmuan gaib kita, mahluk tersebut bisa juga terpanggil datang karena adanya wiridan amalan / doa kita. Seringkali itu terjadi pada orang-orang yang tekun dan khusyuk doanya mendekatkan diri kepada Tuhan, meminta rejeki atau kesaktian gaib, apalagi orang-orang yang kuat doanya karena kondisi yang terpaksa. Sesudahnya orang tersebut merasakan omongannya ampuh bertuah, kata-katanya manjur selalu terjadi, dan rejekinya bukan hanya membaik, tapi meningkat drastis dan berkelimpahan dan selalu ada keberuntungan. Kondisi yang seperti itu sebaiknya dicermati, apakah semua kesaktian, keberuntungan dan ampuhnya ilmunya itu berasal dari adanya sesosok khodam golongan hitam.

Kadangkala khodam ilmu dari golongan putih tidak mau menjalankan perintah / keinginan seseorang untuk melakukan perbuatan yang tidak baik atau perbuatan yang dianggapnya "berlebihan" (karena sosok halus itu mempunyai kaidah kepantasan sendiri), sehingga orang tersebut merasa ilmu dan khodamnya tidak ampuh. Kebalikannya dengan khodam ilmu dari golongan hitam, mereka tidak peduli apakah tugas dan perbuatan mereka itu adalah jahat, baik atau tidak baik. Selama mereka bisa memuaskan tuannya, bisa melakukan semua perintah tuannya, menjadikan tuannya merasa ilmunya / khodamnya ampuh, tuannya bergantung pada keampuhan kerja mereka, maka mereka merasa keberadaan mereka bersama si manusia sangat dibutuhkan dan mereka akan terus menunjukkan kerja yang lebih.

Melebihi mahluk halus dari golongan putih, yang dari golongan hitam akan menunjukkan unjuk kerja yang lebih, lebih ampuh tuahnya, bahkan mereka akan tetap bekerja walaupun tidak diperintah. Banyak mahluk halus golongan hitam, dalam bentuk khodam ilmu / pendamping atau jimat, seringkali dengan sengaja menyesatkan manusia dengan menciptakan kejadian-kejadian yang menyebabkan manusia tuannya merasa ilmu / jimatnya atau khodamnya ampuh atau merasa hidupnya penuh keberuntungan, atau merasa doa-doanya selalu dikabulkan Tuhan. Bahkan ada di antara mereka yang sengaja mendatangkan uang tunai atau makanan atau benda-benda pusaka dan jimat secara gaib kepada tuannya, atau sengaja mengalirkan rejeki dari orang lain yang datang. Banyak juga yang dengan sengaja menciptakan "keberuntungan" dalam kejadian kecelakaan, tuannya itu selamat, tetapi orang lain yang bersamanya celaka. Itu adalah kejadian-kejadian yang kejadiannya sebenarnya disengaja (direkayasa) oleh khodamnya itu. Bahkan bila ada orang lain yang bersikap negatif atau mencemooh si manusia tuannya, banyak khodam golongan hitam yang mencelakakan atau membunuh orang tersebut, diluar sepengetahuan tuannya. Bahkan bila orang itu bertengkar dengan istri atau anaknya, kadangkala istri dan anaknya itupun bisa menjadi korban, karena khodamnya itu menganggap mereka sebagai manusia yang mengganggu / menyalahi tuannya itu.

Fenomena-fenomena di atas banyak terjadi pada orang-orang tertentu yang memiliki keilmuan tertentu, atau pada orang-orang tertentu yang mengamalkan suatu amalan gaib pribadi atau doa pribadi, sangat tekun berdoa memohonkan rejeki, apalagi dalam kondisi yang terpaksa, yang kemudian tanpa disadarinya perilakunya itu mengundang datang sesosok khodam pendamping dari golongan hitam. Bisa juga berasal dari jasa spiritualis yang khodamnya golongan hitam. Pada orang-orang itu, khodam yang dari golongan hitam akan bekerja "lebih", sehingga terkesan ilmunya ampuh atau orangnya menjadi penuh dengan keberuntungan. Malahan tanpa diminta pun khodamnya akan bekerja untuk memenuhi kepentingan tuannya, apalagi kalau sengaja diperintahkan untuk itu. Kejadian-kejadian di atas jarang terjadi pada orang-orang yang berkhodam golongan putih, karena khodam-khodam golongan putih biasanya memiliki kaidah kepantasan sendiri atas perilaku dan perbuatannya.

Orang-orang yang memiliki khodam gaib dari golongan hitam, dalam bentuk benda-benda gaib maupun khodam ilmu dan khodam pendamping, biasanya orang-orang tersebut akan mendapatkan banyak "keberuntungan". Biasanya khodamnya bersifat multi fungsi, khodamnya akan melakukan apa saja untuk menyenangkan tuannya. Walaupun tidak diminta dan tidak dibacakan amalan gaibnya, khodamnya itu akan mendatangkan banyak keberuntungan kepada tuannya, menjadikan tuannya selalu beruntung, rejeki lancar mengalir, kaya raya, usahanya maju, karirnya tinggi, selalu mendapatkan apa yang diinginkannya, selalu selamat dalam kecelakaan dan marabahaya, menjadikan ilmu dan kata-kata tuannya ampuh (apalagi jika orangnya menjadi spiritualis, praktisi ilmu gaib atau tokoh agama), dan akan "menghukum" orang-orang yang tidak suka atau menyalahi tuannya.

Tanda-tanda di atas bisa dijadikan petunjuk untuk kita berwaspada. Sekalipun seseorang tidak memiliki keilmuan tertentu, tidak pernah belajar keilmuan gaib, tetapi ia akan dapat merasakan bahwa ada "sesuatu" yang ampuh yang selalu menjaga dan melindunginya dan memberinya keberuntungan.

Orang-orang yang sudah merasakan khodamnya "ampuh" seperti di atas biasanya akan syok atau marah bila khodamnya itu dikatakan golongan hitam, dan akan merasa berat dan tidak akan rela kalau harus melepaskan khodamnya atau benda gaibnya itu. Dengan demikian secara psikologis orang itu sudah masuk terjerumus ke dalam perangkap penyesatan khodamnya itu. Bahkan ada juga orang yang menganggap khodamnya itu sebagai "pemberian" Tuhan, karena khodamnya itu bersikap "baik", menjaga dan melindunginya dan selalu memberinya "berkah" dan keberuntungan, apalagi jika yang diamalkannya adalah doa / amalan bernuansa agama.


Bila mahluk halus merasa sudah membantu manusia, maka si manusia 'harus' memberikan 'sesuatu' sebagai upahnya (sesaji) karena mereka sudah 'bekerja'.  Bila tidak diberikan, maka si manusia akan mendapatkan beberapa 'teguran', yang bentuknya bisa berupa sakit-penyakit, naas, kesialan, atau pertengkaran keluarga. Tetapi tuntutan upah yang tidak diterima oleh bangsa jin golongan hitam, akibatnya bagi manusia lebih menyakitkan.

Teguran dan hukuman yang diterima manusia dari mahluk halus golongan hitam biasanya lebih berat dan lebih menyakitkan dibandingkan teguran yang diterima manusia dari mahluk halus golongan putih. Selain yang berupa sakit / penyakit, naas, kesialan, atau pertengkaran keluarga, pancaran energi negatif teguran mereka, selain mengganggu secara psikologis, juga bisa menyebabkan sel-sel tubuh manusia yang positif berubah menjadi bersifat negatif dan yang sudah menjadi negatif akan memakan yang positif dan merubahnya menjadi negatif juga (bisa mengakibatkan penyakit kanker / tumor, kanker otak, kanker rahim, kista rahim, kerusakan organ ginjal, liver, jantung, dsb). Banyak juga teguran mereka yang berupa kematian. Bila sosok gaib tersebut adalah khodam pendamping seseorang, hukuman itu seringkali tidak ditujukan kepada orang tersebut, tetapi kepada orang-orang terdekatnya, kepada anggota keluarganya yang lain, bisa orang tua, istri / suami, anak-anak dan anak di dalam kandungan. Mahluk halus golongan hitam tidak mengenal batasan kepantasan atas perbuatan-perbuatan mereka.

Ini adalah salah satu perbedaan sifat dasar mahluk halus dengan sifat dasar manusia. Manusia dapat berubah menjadi baik dan berbudi pekerti setelah mengenal agama dan Tuhan  (walaupun banyak juga manusia yang tekun beragama dan beribadah, tetapi perilakunya tidak menunjukkan budi pekerti dan akhlak yang baik).
Mahluk halus yang sudah "diagamakan", sifat dasarnya akan tetap sama seperti aslinya. Hanya saja selama manusia yang meng-agama-kan mereka masih hidup, mereka akan menunjukkan perilaku rajin beribadah. Tetapi ketika manusia itu sudah meninggal, maka mereka telah terbebas dari kungkungan manusia tersebut. Terserah mereka apakah akan tetap menjadi baik ataukah kembali menjadi jahat (ada juga dari mereka yang menyerang balik dan menyiksa roh / arwah orang tersebut sesudah meninggalnya sebagai pembalasan dendam).

Bila kita menyebutkan adanya Tuhan yang "Gaib" yang menjadi penguasa atas seluruh kehidupan, termasuk berkuasa atas kehidupan mahluk halus, mereka tidak akan percaya, karena sebagai sesama mahluk gaib mereka akan mencari keberadaan Tuhan itu yang dikatakan juga bersifat gaib. Tetapi karena si manusia tidak dapat menunjukkan keberadaan Tuhan, sehingga mereka juga tidak dapat menemukan Tuhan, dan kekuasaan Tuhan juga tidak dirasakan dalam sehari-harinya mereka, maka mereka tidak akan percaya bahwa Tuhan benar ada, kecuali kita bisa menunjukkan keberadaan-Nya sehingga mereka bisa pergi mencari dan menemukanNya, kemudian percaya dan ikut menyembahNya. Dalam kondisi yang seperti itu agama bagi mahluk halus seringkali hanya menjadi simbol saja dan menjadi sesuatu yang bersifat pemaksaan (begitu juga sering terjadi di dunia manusia).

Beragama ataupun tidak, yang wataknya berkuasa dan menindas akan tetap memaksakan kekuasaannya dan menindas kepada yang lebih lemah. Yang suka berbuat jahat akan tetap berbuat jahat. Yang suka usil dan mengganggu akan tetap berbuat usil dan mengganggu. Tetapi pengertian keagamaan pada mahluk halus golongan putih akan dapat menambah kebijaksanaannya.

Mahluk halus dari golongan putih, diagamakan ataupun tidak, sifat dasarnya akan tetap sama, yaitu tidak berkecenderungan jahat. Pengenalannya pada agama dapat menambah kebijaksanaannya dan membuatnya semakin baik, sehingga dapat lebih mengenal budi pekerti dan kesusilaan.

Mahluk halus dari  golongan hitam  dan  abu abu , yang watak dasarnya berkecenderungan jahat, diagamakan ataupun tidak, sifat dasarnya akan selalu tetap, yaitu berkecenderungan jahat. Mereka tidak mengenal akhlak yang baik, karena dunia mahluk halus tidak sama dengan dunia manusia. Yang mereka lakukan hanyalah sebatas menjalankan tata laku ibadahnya saja sesuai yang diperintahkan kepada mereka tanpa ada perubahan pada budi pekerti mereka. Justru pengetahuan agama itu seolah-olah menjadikan mereka seperti memiliki "ilmu" baru, memiliki kekuatan baru, sehingga pada saat mereka ber-'ulah'  dan manusia ingin mengusir mereka, mereka tidak lagi mempan dibacakan ayat-ayat suci, tidak lagi merasa 'panas' mendengar suara adzan, malahan mereka dapat mengajari manusia bagaimana caranya membaca ayat-ayat suci. Dan selain tetap menyesatkan, mereka juga mentertawakan manusia karena kebodohannya sendiri, karena telah mengajarkan mereka "ilmu".

Aturan dan hukum di dunia mahluk halus hanya ada di wilayah dan di lingkungan komunitas mahluk halus yang di dalamnya ada sosok penguasanya. Komunitas itu bisa berupa perkumpulan biasa saja, bisa juga kerajaan mahluk halus. Di luar itu kondisinya sama saja seperti di dunia manusia di tempat-tempat dimana tidak ada aturan yang mengikat dan tidak ada orang yang menjadi penguasa dan menegakkan hukum. Yang perilakunya baik akan kelihatan baik, yang jelek akan kelihatan jelek. Dunianya penuh dengan kekerasan, sehingga orang-orangnya juga akan berkarakter keras dan tidak segan-segan untuk bertindak keras. Kekuatan (senjata dan kesaktian) akan menjadi sesuatu yang utama harus dimiliki.

Dunia dan kehidupan mahluk halus berbeda dengan dunia dan kehidupan manusia. Para mahluk halus, selain sukma manusia dan bangsa dewa, tidak mengenal budi pekerti dan akhlak yang baik seperti di dunia manusia. Kehidupan mereka sangat bergantung pada kekuatan dan kekuasaan. Mereka bebas berbuat apa saja, karena tidak ada hukum, penguasa dan penegak hukum yang harus mereka patuhi, kecuali hukum dan aturan yang ditetapkan oleh atasan mereka dan mahluk halus lain yang lebih berkuasa yang mereka harus tunduk. Berkelahi dan bertarung adu kekuatan dan menindas yang lemah adalah hal yang biasa bagi mereka. Karena itu yang lemah harus mengalah dan mengikut kepada yang kuat atau menyingkir supaya tidak menjadi korban.

Nyawa manusia tidak penting bagi mereka. Apapun perbuatan mereka dan akibatnya terhadap manusia, tidak penting bagi mereka. Semua akibat perbuatan mereka terhadap manusia berupa sakit / penyakit, keguguran kandungan, bayi meninggal di dalam kandungan, bayi lahir cacat, sakit jantung, buang-buang air, kanker otak, kanker rahim, gagal ginjal, gagal jantung, kecelakaan, bahkan kematian, tidak penting bagi mereka. Sama dengan kondisi bahwa manusia juga tidak menganggap penting nyawa seekor ayam, kambing, cicak, kucing, anjing, dsb, dan membunuhi hewan yang dianggap mengganggu seperti kecoa, tikus, ular, semut, nyamuk, dsb, adalah sesuatu yang biasa, bukan perbuatan jahat.

Ada manusia yang jahat atau suka iseng, menjepret cicak, mengikat burung, capung, menembaki burung, menyakiti kucing / anjing, dsb. Begitu juga halnya para mahluk halus, ada yang suka mengganggu, usil / jahil, menakut-nakuti, mencelakakan atau bahkan membunuh manusia.

Semakin jahat watak mahluk halus, keberadaannya akan menyesatkan dan semakin membahayakan manusia.
Semakin tinggi kekuatan mahluk halus, semakin fatal akibat perbuatannya bagi manusia. 

Manusia cenderung untuk tidak berhati-hati, karena manusia meremehkan pengaruh keberadaan mereka, atau menjauhi mereka karena dorongan agama, atau karena memaksakan rasionalisasi sikap berpikir manusia yang tidak mau menghubung-hubungkan semua kejadian di dunia manusia dengan keberadaan mahluk halus. Tetapi dengan berbuat begitu sesungguhnya manusia sudah semakin tidak rasional. Menjadi semakin bodoh. Menjadi tidak tahu apa-apa dan tidak bisa berbuat apa-apa jika ada sesuatu yang adalah perbuatan mahluk halus.

Meskipun sekarang ini sudah jaman modern, bukan berarti kejadian supranatural dan para mahluk halus itu menghilang dengan sendirinya tidak ada lagi. Di negara-negara yang sudah modern pun selalu saja ada kejadian-kejadian supranatural atau sakit-penyakit yang sumber penyebab awalnya adalah interaksi / perbuatan mahluk halus, walaupun manusia tidak mengakuinya. Baik kita percaya ataupun tidak, mereka tetap ada, interaksi dan perbuatannya juga tetap ada, hanya interaksinya dengan manusia saja yang terasa berkurang.


Mahluk halus jahat dan penyesat selain yang dari jenis bangsa jin atau jenis halus lainnya, ada juga yang dari jenis sukma
manusia (arwah). Sebagian pengaruh buruk dari keberadaan mereka sudah dituliskan dalam tulisan berjudul Pengaruh Gaib thd Manusia.

Penggolongan mahluk halus dari sisi perwatakannya ini dapat dijadikan acuan untuk melakukan pembersihan gaib  (baca juga :  Pembersihan Gaib).

Jenis mahluk halus golongan hitam dan abu-abu dan yang berenergi negatif jika ada keberadaannya bersama manusia dalam bentuk khodam ilmu / pendamping, khodam jimat dan pusaka, atau tinggal di tempat tinggal manusia, keberadaannya dapat diusir dengan menggunakan minyak jafaron. (Baca : Pembersihan Gaib 2). 

Pembersihan gaib menggunakan minyak jafaron ini hanya efektif dilakukan terhadap mahluk halus golongan hitam dan yang berenergi negatif saja dari jenis gaib selain yang berasal dari sukma manusia (arwah, pocong, siluman) jika ada di antara mereka yang dirasakan mengganggu.


Dituliskan di atas bahwa mahluk halus golongan hitam pasti akan menyulitkan dalam proses kematian.
Tapi apakah yang dari golongan putih pasti tidak akan menyulitkan dalam proses kematian ?

Yang namanya resiko selalu ada.
Memang tidak bisa dipastikan apakah yang dari golongan putih pasti tidak akan memberatkan kematian. Semuanya harus dilihat satu per satu sosok gaibnya untuk dinilai karakternya dan untuk dinilai apakah nantinya akan ada resiko yang negatif jika berhubungan dengannya.
Tapi secara garis besarnya, yang dari golongan hitam pasti akan memberatkan dalam proses kematian, bahkan dapat juga memberikan resiko lain baik selama si manusia masih hidup maupun sesudah meninggalnya.



 Mahluk Halus Khusus Untuk Diwaspadai :  Setan dan Iblis


Penekanan penggolongan putih dan hitam di atas ada pada pembedaan sifat perwatakan mahluk halusnya apakah dominan bersifat jahat / mencelakakan dan menyesatkan ataukah tidak.

Sekalipun banyak orang bisa melihat gaib
, sekaligus juga ahli dalam hal agama,
tetapi jarang sekali ada
orang yang mampu mengenal dan bisa membedakan karakteristik perwatakan mahluk halus apakah dari golongan putih ataukah hitam dan menilai pengaruh / akibat perbuatan mereka terhadap manusia. Tentang mahluk halus yang menyesatkan, yang mencelakakan, setan dan iblis, kebanyakan hanya menjadi cerita saja dalam dunia kerohanian / agama, tetapi tidak banyak orang yang mampu mengimplementasikan pengetahuannya tentang setan dan iblis dalam dunia nyata.

Cerita mengenai mahluk halus golongan putih dan hitam ini sebagian terkait dengan pandangan orang dalam beragama. Jika ada perbedaan pendapat mengenai yang golongan putih dan hitam ini sebaiknya dibuktikan sendiri kebenarannya, jangan hanya ngotot menonjolkan pendapat pada dalil dan dogma agama, karena seringkali yang terjadi secara nyata tidak semuanya tertulis di dalam kitab suci agama dan kitab suci agama juga tidak menuliskan semuanya itu.


Ada jenis mahluk halus yang disebut  iblis  yang ceritanya dalam kitab suci dulu sudah berhasil menyesatkan Adam dan Hawa, yaitu yang sosok aslinya seperti ular tanah berwarna hitam dengan panjang tubuh + 2 meter. Sosok halus ini beraura hitam dan kelicikannya luar biasa. Sekalipun kekuatan dan kesaktiannya rendah, biasanya hanya 1 - 5 kalinya kekuatan gaib mustika merah delima, tetapi ia tidak takut dengan lawan yang kekuatannya lebih tinggi, karena ia bisa menggerakkan teman-temannya yang juga beraura hitam dan berkesaktian tinggi untuk membantunya. Karena kekuatannya tidak cukup tinggi, maka kelicikannya adalah senjata utama yang diandalkannya. Waspadalah bila anda menemukan sosok gaib jenis ini.

Ada juga jenis mahluk halus yang sosok wujudnya seperti manusia. Badannya kekar bertelanjang dada. Badan dan wajahnya hitam / coklat kemerahan. Biasanya sosoknya tinggi besar di atas 2 m. Kesaktiannya ada yang tinggi, ada juga yang rendah. Jenis halus ini tubuh dan wajahnya seperti manusia, tetapi memiliki tanduk di kepalanya.

Ada yang bertanduk satu seperti tanduk badak, ada yang bertanduk dua seperti tanduk kambing / kerbau. Ada yang tanduknya pendek, ada yang panjang seperti tanduk kerbau aduan. Kekuatan gaibnya ada yang rendah seperti gondoruwo, ada juga yang menengah dari beberapa puluh kalinya kekuatan gaib mustika merah delima sampai ribuan kalinya kekuatan gaib ibu ratu kidul. Semakin sering mereka membunuh / mencelakakan manusia, tanduknya akan tumbuh semakin besar dan panjang.

Yang bertanduk satu lebih sering mencelakakan / membunuh manusia.

Yang bertanduk dua, yang biasa tinggal di tempat-tempat angker dan yang biasa merasuk membuat kesurupan atau mencelakakan dan membunuh manusia biasanya kekuatannya rendah.

Tetapi yang bertanduk dua itu, yang biasa menyesatkan manusia, atau yang biasa memberi jasa pesugihan, biasanya kekuatannya kelas menengah dari beberapa puluh kalinya kekuatan gaib mustika merah delima sampai ribuan kalinya kekuatan gaib ibu ratu kidul.

Sosok wujud manusia dengan tanduk di kepalanya melambangkan sifat mahluk halus yang bisa berpikir seperti manusia tetapi jahat, suka membunuh dan mencelakakan, dan suka menyesatkan, tidak cukup licik jika dibandingkan dengan iblis ular hitam di atas, tetapi jenis bertanduk ini suka menyerang atau merasuki manusia, atau mencelakakan dan membunuh manusia. Menghindarlah segera bila bertemu dengan sosok gaib jenis ini, atau jika anda mengetahui ada keberadaannya di sekitar tempat tinggal anda atau bahkan menjadi khodam anda segeralah lakukan usaha pembersihan gaib.

Jenis-jenis iblis di atas, yang sosoknya seperti manusia, yang bertanduk maupun tidak, banyak yang menjadi khodam pendamping manusia, biasanya ia memposisikan dirinya di belakang si manusia atau di belakang agak ke kanan. 

Ada juga sosok-sosok gaib golongan hitam berwarna kemerahan seperti kelelawar bersayap. Jenis halus ini ada yang tubuhnya kecil seperti kelelawar, kekuatannya rendah, biasanya tidak sampai 5 md, ada juga yang besar seperti manusia, biasanya kekuatannya tidak sampai 1 KRK. Jenis ini berperilaku seperti setan yang memberikan bisikan-bisikan yang menyesatkan. Selain yang mengikuti di belakang manusia, banyak juga setan jenis ini yang masuk ke dalam kepala manusia (ketempatan mahluk halus).

Ada juga jenis iblis berjubah dan berkerudung hitam. Di kalangan agamis jenis ini sering dikatakan sebagai malaikat pencabut nyawa. Kekuatannya hanya sekitar 20 md saja, mudah diusir dengan bantuan khodam pusaka dan khodam batu akik, atau ditangkal dengan pagaran positif.

Ada jin iblis yang tubuhnya seperti manusia berwarna hijau gelap agak mengkilap. Sosoknya tinggi besar, wajahnya seram hijau kehitaman, rambutnya hitam gimbal. Perutnya gendut. Ada yang memakai jubah ada juga yang tidak. Mungkin itu yang disebut buto ijo ya ?

Jika menjadi khodam seseorang jenis buto ijo itu biasanya memposisikan diri di belakang orangnya. Biasanya menjadi khodam kekuatan / kesaktian, santet / teluh, pesugihan dan kekayaan, mendatangkan uang gaib, dsb. Tumbalnya adalah manusia. Sering sekali mencabut nyawa orang, termasuk manusia majikannya dan anggota keluarganya atau saudara-saudaranya yang lain.

Sosok-sosok halus yang disebutkan di atas adalah sosok-sosok mahluk halus yang secara tampilan fisiknya dapat dengan mudah dibedakan dari mahluk halus lainnya, sehingga manusia yang menemukannya, yang bisa melihatnya, akan dapat dengan mudah melakukan pembedaan dan dapat segera melakukan tindakan yang diperlukan.

Selain mereka itu, masih ada banyak sosok halus lain golongan hitam seperti manusia, tetapi tidak bertanduk. Jenis-jenis itu banyak menjadi khodam manusia. Tampilannya biasa saja sama dengan mahluk halus yang lain. Contohnya adalah sosok bapak-bapak atau dhanyang ibu-ibu berkemben dan putri-putri cantik yang berasal dari tempat-tempat pesugihan / ngalap berkah dan makam-makam keramat. Untuk membedakannya hanya bisa dideteksi dari sifat-sifat energinya dan dari kejiwaannya apakah mereka tergolong sebagai berwatak jahat dan menyesatkan ataukah tidak. 

Ada juga jin iblis yang sosok wujudnya seperti manusia, tetapi aura kejiwaannya hitam (sangat hitam). Contohnya adalah jin laki-laki yang wajahnya tampan rupawan atau jin perempuan yang cantik dan anggun. Kulit tubuh dan wajah mereka halus dan bersih, pakaiannya bagus, dan juga berwibawa, mirip seperti pangeran dan putri raja.

Mereka itu yang sering disebut Pangeran Kegelapan dan Ratu Kegelapan. Penampilan dan perwujudan mereka cantik dan ganteng seperti pangeran dan putri. Sikap perilaku dan kata-katanya manis, tetapi wataknya jahat dan licik (sangat jahat dan sangat licik). Aura kejiwaannya hitam (sangat hitam) dan kelicikannya luar biasa, sangat senang menyesatkan manusia dengan menampilkan perwujudannya yang bagus dan tutur kata yang manis seolah-olah mereka adalah mahluk utusan Tuhan, tapi juga tidak segan-segan membunuh manusia jika orang itu membuatnya kesal.

Diperlukan ketajaman insting, kemampuan deteksi dan spiritualitas yang lebih untuk bisa mengetahui dan untuk bisa mendeteksi sifat jahatnya itu. Sudah banyak orang yang tertipu yang menganggap mereka adalah mahluk illahi seperti malaikat, bahkan banyak orang sengaja memanggilnya untuk dijadikan khodamnya atau untuk meminta berkah.

Selain mereka yang seperti manusia, masih ada banyak sosok halus lain golongan hitam yang sosoknya tidak seperti manusia, tetapi aura kejiwaannya hitam, dan kekuatannya banyak yang tinggi. Contohnya adalah yang seperti manusia tengkorak, naga tengkorak, mahluk-mahluk halus seperti monster purba, drakula dan vampir, serigala dan harimau jadi-jadian. Mereka lebih sering membunuh manusia.

Selain yang sudah disebutkan di atas ada sosok-sosok lain yang beraura kejiwaan hitam (sangat hitam), tetapi kekuatannya sangat tinggi, bisa sampai 30.000 kali lipat kesaktiannya Ibu Ratu Kidul (30.000 KRK). Ini adalah jenis jin iblis yang kekuatan gaibnya paling tinggi, sama kekuatannya dengan bangsa jin tersakti di bumi. Kebanyakan sosok wujudnya seperti manusia laki-laki bertubuh tinggi besar kekar bertelanjang dada dengan tinggi tubuh rata-rata 30 meter, tidak bertanduk. Wajah dan matanya gelap / hitam. Jarang sekali ada manusia, bahkan mahluk halus, yang mampu melihat dan mengetahui keberadaan mereka, kecuali mereka yang mengerti kegaiban dan berkekuatan / berspiritualitas tinggi. Jenis ini tidak banyak bergerak dan jarang sekali berpindah tempat, tetapi pancaran aura hitam kejiwaan mereka yang licik, jahat dan menyesatkan manusia mencakup area yang luas bisa sampai radius ratusan kilometer jauhnya.


Jika dinilai secara kepangkatan, sosok ular hitam di atas berpangkat setingkat menteri. Sekalipun kekuatan gaibnya rendah, tetapi dihormati dan mempunyai kekuasaan untuk menggerakkan mahluk halus golongan hitam lainnya. Sedangkan sosok-sosok bertanduk di atas berpangkat setingkat prajurit sampai perwira
, dan biasa menjadi "pelaksana tugas lapangan". Ada yang kesaktiannya rendah, ada juga yang kesaktiannya tinggi. Yang disebut pangeran dan ratu kegelapan di atas adalah raja dan ratu yang dihormati dan mempunyai kekuasaan untuk menggerakkan mahluk halus golongan hitam lainnya. Jenis terakhir di atas yang seperti manusia laki-laki kekar bertelanjang dada 30m adalah mahluk halus golongan hitam yang kekuatannya paling tinggi, yang menjadi raja-raja dan jenderal lapangan, yang menjadi penguasa-penguasa tertinggi di lingkungan mahluk halus golongan hitam. Semua mahluk halus golongan hitam tunduk kepada mereka.

Secara keseluruhan sosok-sosok mahluk halus di atas adalah yang sering kita sebut sebagai setan dan iblis (dan sejatinya adalah iblis), yang sifat perbuatannya, tujuan keberadaannya dan pancaran aura kejiwaannya sengaja menyesatkan manusia atau mencelakakan. Pancaran aura hitam kejiwaan mereka akan mempengaruhi manusia, bahkan juga mempengaruhi mahluk halus lain untuk ikut juga menjadi golongan hitam, sehingga manusia dan mahluk halus yang tidak eling lan waspada, yang tidak menjaga kebersihan dan kelurusan hatinya, tidak menjaga pikiran dan batinnya, yang tinggi ke-aku-an dan kesombongannya dan yang mempunyai kecenderungan menyimpang dari budi pekerti dan kesusilaan, akan mudah sekali menjadi terpengaruh (tapi tidak menyadari bahwa mereka sudah berhasil dipengaruhi menjadi jahat dan sesat).

Sekalipun keberadaan mereka tidak tampak mata awam manusia, tetapi orang-orang yang sudah pernah latihan olah rasa, dan yang peka batinnya, bila berdekatan / diikuti oleh mahluk-mahluk halus hitam jahat itu akan merasakan rasa yang  tidak nyaman, dada berdebar-debar dan selalu merasa was-was, karena sukmanya mendeteksi adanya potensi jahat mahluk-mahluk itu yang bisa membunuh / mencelakakan. 

Mahluk-mahluk halus golongan hitam yang diceritakan sebelumnya di atas, sekalipun bentuk tubuh dan sosok wujudnya biasa saja sama seperti mahluk halus lainnya, tetapi sifat perwatakannya jahat dan cenderung menyesatkan manusia. Secara umum karena sifat wataknya yang jahat itu mereka digolongkan sebagai golongan hitam dan adalah kaki tangan / pengikut dari yang disebut iblis. Sekalipun kita tidak bisa melihat gaib, atau bisa melihat gaib tapi tidak bisa membedakan mereka, dengan cara peka rasa kita bisa merasakan hawa energi mereka yang mengandung hawa jahat, penuh kebencian dan kelicikan (tipu muslihat jahat) dan dengan pancaran hawa aura energinya itu mereka memancarkan / menyebarkan sifat-sifat kelicikan, kemunafikan, rasa kebencian dan permusuhan yang mempengaruhi psikologis mahluk halus dan manusia untuk juga berhati penuh kelicikan, kemunafikan, kebencian dan permusuhan. Sebaiknya kita berwaspada, mereka ada dimana-mana, mungkin juga ada di dekat kita, atau bahkan menjadi khodam kita, jangan sampai kita terpengaruh penyesatan mereka.

Mahluk halus iblis dan golongan hitam dan abu-abu jika ada keberadaannya bersama anda dalam bentuk khodam ilmu / pendamping, khodam jimat dan pusaka, atau tinggal di tempat tinggal anda atau di sekitarnya, sebaiknya keberadaannya diusir saja, lakukan saja dengan cara yang mudah, yaitu menggunakan minyak jafaron (baca : Pembersihan Gaib 2). 



Sesaji khodam golongan hitam dan jenis jin iblis.

Uraian mengenai mahluk halus dan khodam dari jenis golongan hitam dan jin iblis sudah Penulis tuliskan di halaman berjudul  Penggolongan Mahluk Halus dan di halaman ini : Setan-Iblis dan Roh Penyesat sudah membuka pengertian kita.

Ada mahluk-mahluk halus yang aslinya memang dari jenis iblis. Ada banyak bentuk sosok wujudnya. Yang paling mudah dikenali adalah yang wujudnya mirip manusia, tetapi bertanduk di kepalanya. Ada yang bertanduk satu, tetapi lebih banyak yang bertanduk dua seperti tanduk kerbau. Jin-jin iblis ini selain mempunyai markas sendiri biasanya juga tinggal di tempat-tempat pesugihan / ngalap berkah dan di makam-makam keramat yang banyak diziarahi orang yang berdoa meminta berkah.

Selain itu ada banyak dhanyang-dhanyang di tempat-tempat pesugihan / ngalap berkah dan di makam-makam keramat yang banyak diziarahi orang yang berdoa meminta berkah, yang aslinya bukan golongan hitam, tetapi terpaksa ikut menjadi golongan hitam karena terintimidasi oleh mahluk halus golongan hitam atasannya yang lebih sakti dari mereka. Orang-orang yang datang ke tempat-tempat itu biasanya kemudian diikuti atau menjadi berkhodam jin iblis atau dhanyang golongan hitam.

Di bawah ini Penulis tuliskan jenis-jenis sesaji yang biasanya disukai / diminta oleh jenis golongan hitam dan jin iblis untuk tujuan menambah kehati-hatian kita seandainya saja ada permintaan sesaji yang seperti itu. Walaupun belum bisa dipastikan bahwa permintaan sesaji yang seperti itu adalah karena khodamnya dari jenis golongan hitam, karena harus diperiksa dulu khodamnya yang bekerja, tetapi itu cukup untuk menambah bahan kehati-hatian kita (bisa juga dicaritahu dengan cara ditayuh, baca : Ilmu Tayuh Keris).

Seperti sudah dituliskan di atas, walaupun belum bisa dipastikan bahwa sesaji yang seperti itu adalah karena khodamnya dari jenis golongan hitam, karena harus diperiksa dulu khodamnya, tetapi banyak orang pinter / spiritualis yang selalu menggunakan sesaji seperti itu khodamnya adalah golongan hitam. Bila ada orang pinter / spiritualis yang meminta sesaji seperti itu sebaiknya ditolak saja.

Dan untuk kebaikan anda sendiri bila anda tahu ada orang pinter / spiritualis yang selalu menggunakan sesaji seperti itu sebaiknya jangan anda datangi, walaupun hanya untuk tujuan berkunjung / main saja, supaya jangan kemudian anda diikuti khodam yang golongan hitam. Dan jangan anda sendiri yang sengaja minta diberikan / ditransfer khodam. Juga supaya khodam pendamping dan khodam jimat / akik anda tidak pergi menghilang, karena khodam anda yang dari golongan putih tidak mau berdekatan dengan yang golongan hitam.

Khodam ilmu dan pendamping dari jenis jin iblis dan golongan hitam dalam praktek ilmunya biasanya meminta jenis-jenis sesaji minyak arab seperti minyak misik hitam, menyan arab, minyak madat dan candu arab.

Selain itu ada juga yang meminta sesaji hewan seperti :
- Ayam warna putih (melambangkan manusia perempuan).
- Ayam warna hitam (melambangkan manusia laki-laki).
- Ayam warna lurik (melambangkan manusia bisa laki-laki, bisa juga perempuan).
- Ayam cemani.
- Kambing sepasang (melambangkan sepasang manusia suami istri).
- Kambing kendit.

Banyak sesaji-sesaji hewan seperti itu melambangkan bahwa nantinya akan ada orang laki-laki atau perempuan atau ada anak-anak yang akan menjadi tumbal, tetapi belum bisa dipastikan siapa calon korbannya apakah orang yang meminta jasa si spiritualis dan anggota keluarganya, ataukah orang lain yang akan menjadi korbannya.

Ada juga khodam jin iblis yang tidak meminta sesaji. Biasanya orang yang diikutinya adalah seorang agamis atau seorang spiritualis agamis. Khodamnya itu lebih berperan sebagai penyesat, menyesatkan orangnya dan menyesatkan orang-orang di sekitarnya. Walaupun tidak memakai sesaji tetapi ilmu orangnya tetap ampuh dan orangnya memiliki banyak pengikut.

Ada juga khodam jin iblis yang datang kepada seseorang yang kuat doanya karena kondisi yang terpaksa (selalu hidup dalam kemiskinan, ingin kaya, usaha ekonomi / rejeki memburuk, dililit hutang, dsb). Biasanya tidak meminta sesaji. Biasanya orang-orang yang diikutinya itu adalah seorang agamis yang rajin beribadah. Khodamnya itu lebih berperan sebagai penyesat. Walaupun tidak memakai sesaji tetapi kerjanya tetap ampuh. Orangnya akan mengalami sendiri jalan rejekinya naik drastis lebih daripada yang pernah ia bayangkan. Dengan kondisi begitu ia sudah masuk dalam kategori pesugihan.

Jin dan dhanyang golongan hitam dan jin iblis yang berasal dari tempat-tempat pesugihan / ngalap berkah dan makam-makam keramat yang banyak diziarahi orang yang berdoa meminta berkah (memuja arwah) yang biasanya mengikut kepada orang-orang yang datang ke tempat-tempat itu biasanya tidak meminta sesaji khusus, tetapi biasanya akan ada tarikan rasa pada orangnya untuk kembali datang ke tempat-tempat asal khodamnya itu. Biasanya ada tarikan rasa untuk orangnya datang kembali kesana setahun sekali. Ini juga menjadi bahan kehati-hatian jika kita mengalami sendiri ada tarikan rasa untuk kembali kesana, jangan-jangan kita sudah diikuti / berkhodam jin iblis / gplongan hitam. Bila orangnya tidak datang kembali kesana biasanya ada saja kesialan / naas / musibah yang dialami oleh orang itu atau anggota keluarganya. 

Biasanya orang-orang yang berkhodam atau diikuti mahluk halus jenis iblis dan golongan hitam tidak menyadari keberadaannya bersama mereka, tetapi orang-orang yang sudah pernah olah rasa / batin biasanya bisa merasakannya, karena jantungnya akan terus berdebar-debar karena sukmanya mendeteksi adanya potensi ancaman / bahaya. Karena itu bila anda merasakan jantung anda berdebar-debar terus seperti itu sebaiknya kondisi anda itu anda waspadai, anda tayuh, jangan sampai ternyata benar anda berkhodam / diikuti jenis hitam itu.

Mahluk halus dan khodam golongan hitam dan iblis bisa diusir dengan minyak jafaron merah (baca : Pembersihan Gaib 2). 


Penulis menganjurkan sebaiknya jangan kita menggunakan minyak kasturi, minyak fanbo atau minyak duyung, karena minyak-minyak itu disukai oleh jin dan dhanyang golongan hitam dan jin iblis dan dapat mengundang datangnya mahluk-mahluk halus jenis itu. Jangan sampai khodam benda-benda gaib anda atau khodam ilmu / pendamping anda kemudian berganti dengan yang golongan hitam.

Cerita dan tanda-tanda yang disebutkan di atas sebaiknya menjadi bahan kehati-hatian kita seandainya kita sendiri mengalaminya. Walaupun belum bisa dipastikan bahwa kita yang mengalami begitu berarti kita diikuti / berkhodam jin iblis atau golongan hitam, karena harus diperiksa dulu benar-tidaknya kita diikuti mahluk itu, tetapi itu bisa menjadi bahan untuk kehati-hatian kita.


______



  Sukma / Arwah Manusia Jahat


Sosok-sosok halus yang sudah disebutkan sebelumnya di atas, yang sifatnya jahat atau beresiko merugikan, atau yang sering masuk merasuk ke dalam tubuh manusia, adalah dari jenis bangsa jin, dhanyang, dedemit atau jenis mahluk halus lainnya.

Selain yang sudah disebutkan di atas ada juga mahluk halus jahat dan penyesat dari jenis sukma manusia (arwah). Jenis sukma manusia ini lebih sulit untuk digolongkan secara pasti sebagai hitam atau putih seperti jenis mahluk halus lainnya, apalagi oleh orang awam, karena sukma manusia bisa menipu dan bisa dengan akalnya  merubah-ubah sikap berpikir dan perilakunya, sama seperti manusia yang masih hidup. 

Selain yang bebas bergentayangan, yang harus diwaspadai adalah juga mahluk halus sukma / arwah manusia yang kerap tinggal di dalam benda-benda gaib atau benda-benda antik / kuno dan jenis sukma / arwah yang tinggal bersemayam di dalam tubuh manusia, di dalam badan atau di dalam kepala manusia yang masih hidup (ketempatan mahluk halus).

Ada banyak mahluk halus sukma manusia (arwah) yang tinggal di dalam benda-benda tertentu, seperti keris, batu akik, benda-benda antik / kuno, dsb. Tujuan keberadaan mereka di dalam benda-benda itu adalah karena mereka membutuhkan tempat tinggal, menjadikan benda-benda itu sebagai rumah mereka yang baru, bukan untuk menjadi khodam yang memberikan tuah bagi manusia pemilik benda-benda itu. Seandainya ada benda-benda berkhodam jenis sukma itu yang menjadi milik kita, maka sebaiknya kita sangat berhati-hati dalam memilikinya, jangan sampai kita melakukan kesalahan yang bisa menyebabkan sosok sukma di dalam benda-benda itu marah dan "menegur" atau "menghukum" kita.

Selain itu ada banyak sukma manusia yang dulunya semasa hidupnya tidak berbudi baik dan dari golongan yang jahat sekarang masuk bersemayam di dalam tubuh manusia yang masih hidup, menjadikan tubuh manusia yang masih hidup sebagai rumah mereka yang baru, dan mereka juga mempengaruhi si manusia yang tubuhnya ditempatinya itu untuk berpikir, berbuat, berperilaku dan berkepribadian sama seperti yang mereka inginkan, sesuatu yang umumnya tidak dilakukan oleh sukma orang-orang yang berbudi pekerti baik.

Mereka yang kekuatannya tinggi banyak yang masuk bersemayam di dalam badan manusia yang masih hidup. Mereka dengan sengaja menjadikan orangnya "merasa" bisa melihat gaib, peka rasa dan "merasa" mengerti kegaiban, merasa tubuhnya kuat dan mengandung kegaiban / "berkaromah" dan kata-katanya manjur selalu terjadi (atau malah menjadi sakit-sakitan karena tubuhnya tidak tahan kebebanan energi mereka), tetapi banyak penglihatan gaib orangnya yang fiktif / palsu, hanya ilusi dan halusinasi, yang itu adalah bentuk penyesatan mereka kepada si manusia, yang manusia itu dijadikannya sarana mereka menunjukkan kegaiban dari kesaktian mereka.

Mereka yang kekuatannya rendah, tidak lebih dari 2 md saja, kebanyakan dulunya adalah pelaku jahat ilmu gaib dan perdukunan, selanjutnya banyak bersemayam di dalam kepala manusia yang masih hidup. Sekalipun keberadaan mereka itu juga sudah dengan sengaja menjadikan orangnya "merasa" bisa melihat gaib dan "merasa" mengerti kegaiban, tetapi banyak penglihatan gaibnya yang fiktif / palsu, ilusi dan halusinasi, yang itu adalah bentuk penyesatan mereka kepada si manusia, yang manusia itu dijadikannya sarana mereka bermain ilmu gaib kembali.

Yang bersemayam di dalam tubuh manusia, di dalam kepala atau di dalam badannya, bisa menjadi khodam bagi orangnya, menjadikan orangnya bisa melihat gaib, merasa mengerti kegaiban, walaupun banyak penglihatan gaibnya yang fiktif, ilusi dan halusinasi. Tetapi jika tubuh orangnya tidak mampu menanggung beban energi keberadaan mereka orang itu bisa sering pusing / pening kepalanya atau menjadi sakit-sakitan karena tubuhnya tidak tahan kebebanan energi mereka, bisa rusak berat organ-organ tubuh dalamnya dan bisa memicu munculnya tumor dan kanker dan kerusakan organ. Dan keberadaan mereka di dalam tubuh manusia, yang di dalam badan, pasti akan menyulitkan proses kematian orangnya. Baca juga : Pengaruh Gaib Thd Manusia.

Mereka yang tinggal bersemayam di dalam kepala atau di dalam badan manusia yang masih hidup itu umumnya bersifat menyesatkan, menjadikan orangnya merasa dirinya istimewa dan percaya diri karena memiliki kegaiban, berkaromah, atau merasa berilmu gaib, menjadikan orangnya semakin memuliakan dirinya sendiri. Walaupun orangnya tekun beragama, agamis, merasa beriman, dan mulutnya selalu menyuarakan nama Tuhan, tetapi hatinya akan semakin jauh dari Tuhan, karena akan didorong oleh rasa keinginan dan hasrat memegahkan dirinya sendiri, dan jika mempunyai pengikut, mereka akan menjadikan orang-orang pengikutnya memuliakan diri mereka, bukan memuliakan Tuhan, bahkan menjadikan perhatian orang-orang terpusat kepada mereka, bukan kepada Tuhan.

Sebagian lagi hidup sendiri, sering berpindah-pindah tempat, akan mendatangi manusia yang sering berkhayal / berimajinasi, atau yang sering berkhayal / mengawang-awang tentang Tuhan, menyesatkannya. Atau mereka akan mendatangi orang-orang yang agamis, yang keakuannya tinggi. Orangnya akan disesatkan, akan dibuat semakin buta hatinya karena agama. Orangnya akan semakin meninggikan dirinya sendiri, memuliakan dirinya sendiri sebagai mahluk agama dan mahluk Tuhan yang mulia. Tetapi hati mereka akan sangat dipengaruhi menjadi jahat (sangat jahat) dan suka mengumbar rasa jahat, kebencian dan permusuhan. Bahkan mereka akan menghalalkan penganiayaan dan pembunuhan selama itu sejalan dengan ego ambisi keagamaan mereka. Hatinya buta karena agama, lupa budi pekerti dan kasih.

Sebagian lagi dari mereka hidup berkomunitas. Kebanyakan menghuni tempat-tempat angker dan wingit yang sewaktu-waktu bersama penghuni gaib lainnya disitu bisa membuat manusia tewas / celaka. Atau mereka menghuni makam-makam keramat dan tempat-tempat pesugihan dan ngalap berkah dan dengan kesaktiannya mereka memaksa mahluk halus dhanyang setempat untuk tunduk kepada mereka, dipaksa melayani keinginan orang-orang yang datang kesitu, menjadikan mereka dhanyang-dhanyang golongan hitam. Dengan cara itu mereka secara langsung menyesatkan manusia yang datang kesitu dan sering membawa sukma / arwah manusia yang sudah meninggal maupun yang masih hidup (dicabut nyawanya) ke tempat kediaman mereka itu untuk diperbudak (dijadikan tumbal).

Baik yang hidup sendiri maupun yang berkomunitas, banyak dari mereka yang mendorong orang menjadi sok kuasa, yang dalam kekuasaannya itu orang menjadi diktator yang tak punya rasa kasih, bertindak sewenang-wenang merasa benar sendiri, menonjolkan kesombongan kekuasaan, bahkan menunggangi agama untuk meninggikan dan mempertuhankan dirinya sendiri.

Sebenarnya kasus-kasus penyesatan seperti itu sudah juga terjadi di seluruh dunia yang umumnya kasusnya jauh lebih parah daripada di Jawa, karena umumnya kasus-kasusnya berhubungan langsung dengan agama, sudah memunculkan nabi-nabi palsu dan orang-orang sesat yang dipuja dan dimuliakan orang dan sejak dulu sampai sekarang sudah menciptakan banyak sekali pengikut yang berhasil dipengaruhi dan disesatkan, didorong memuliakan agama tetapi hatinya dijauhkan dari Tuhan, sangat agamis tapi tak punya rasa ketuhanan, didorong memuja / mempertuhankan dirinya sendiri dan menyuarakan kebencian dan permusuhan, bahkan sekiranya mungkin orang akan dijadikannya binatang agama yang tak punya hati nurani dan tak punya rasa ketuhanan yang akan melakukan apa saja termasuk membunuhi manusia lain demi agama. Umumnya pelaku penyesatnya adalah bangsa jin iblis. Sedangkan mahluk halus golongan hitam dan sukma-sukma jahat lainnya mendorong manusia menjadi penyembah berhala, menjadi pe-ngalap berkah, menjadi pemuja arwah dan mendorong manusia memuja / mempertuhankan dirinya sendiri.

Sedangkan di Jawa kasus penyesatannya kebanyakan bersifat personal, individu. Tetapi yang bersifat personal / individu itu menjadi fatal akibatnya jika orangnya adalah seorang pemimpin, tokoh masyarakat, tokoh agama atau orang-orang berpengaruh lainnya, karena mereka akan dipengaruhi menjadi berhati jahat dan akan juga menyebarkan rasa jahat, kebencian dan permusuhan. Pengaruh penyesatan pada satu orang saja dari antara mereka akan juga mempengaruhi banyak orang lain pengikut dan pendukung mereka.


Sukma manusia yang seringkali masuk merasuk dan bersemayam di tubuh manusia biasanya adalah sukma (arwah) dari orang-orang yang dulu memiliki keilmuan gaib / kesaktian, sebagiannya dulu hidup sebagai tokoh-tokoh sakti dunia kejahatan dan berilmu tinggi. Mereka biasanya berwatak keras dan menonjolkan kesaktian dan kegagahan, cenderung menonjolkan kesombongan dan mengandalkan kesaktiannya untuk memaksakan kehendaknya (juga sampai sekarang sesudah mereka menjadi roh / sukma / arwah).

Sosok halus sukma / arwah yang kekuatannya rendah (1 - 2 md), biasanya akan bersemayam di bagian dalam kepala manusia, tetapi yang kekuatannya lebih tinggi biasanya akan bersemayam di dalam badan manusia.

Ketika sesosok sukma (arwah) bersemayam di dalam kepala seseorang, biasanya sosok sukma tersebut akan aktif memberikan bisikan gaib, penglihatan gaib, dsb, akan menjadikan orangnya memiliki kemampuan melihat gaib, atau bisa mengetahui sesuatu yang gaib, bahkan ada yang bisa meramal. Tetapi keberadaan sosok sukma tersebut bisa juga mengacaukan alam pikiran orangnya, memenuhi pikiran orangnya dengan halusinasi dan penglihatan gaib fiktif yang tidak sesuai dengan kondisi dan arti kejadian gaib yang sesungguhnya, banyak juga yang membisikkan kata-kata jahat (fitnah) tentang orang lain, sehingga orangnya juga akan menjadi selalu berpikiran jahat / jelek kepada orang lain.

Jika ada sesosok sukma (arwah) bersemayam di badan seorang manusia (yang masih hidup), biasanya sehari-harinya orangnya akan merasakan adanya ide-ide / bisikan gaib / ilham dan kadang juga menerima penglihatan gaib yang berasal dari sosok halus di dalam tubuhnya itu. Biasanya orangnya akan merasa memiliki kepekaan batin, merasa mengerti hal-hal gaib. Tetapi seringkali semua bisikan gaib itu bersifat menyesatkan walaupun halus tidak terasa, banyak juga yang membisikkan kata-kata jahat tentang orang lain. Kadangkala juga orangnya akan merasakan adanya dorongan emosi / amarah yang tidak jelas penyebabnya. Di sisi lain sosok sukma arwah tersebut bisa menjadi khodam kekuatan bagi orangnya ketika orangnya sedang berkelahi dan akan membantu memberikan inspirasi jika orangnya menjalani laku keilmuan gaib maupun kanuragan.

Baik sosok sukma / arwah itu tinggal di dalam kepala maupun di dalam badan manusia yang masih hidup biasanya keberadaannya akan membantu orangnya peka rasa, merasa mengerti dan bisa mendeteksi kegaiban, bahkan banyak yang menjadikan orangnya memiliki kemampuan gaib tertentu tanpa sebelumnya pernah mempelajarinya. Tetapi banyak penglihatan gaib orangnya yang sifatnya halusinasi / ilusi, tidak sungguh-sungguh terjadi. Sekalipun benar terjadi, tetapi arti kegaiban yang ditangkap oleh orangnya seringkali bukanlah arti kejadian gaib yang sesungguhnya (tipuan). Yang paling buruk adalah jika si sosok sukma arwah itu berwatak sedemikian jahatnya sehingga ia benar-benar menyesatkan jalan pikiran orangnya, menjadi setan dan iblis bagi si manusia, yang mempengaruhi si manusia untuk juga berhati jahat dan berperangai buruk (akibatnya fatal jika orangnya adalah seorang tokoh pemimpin, tokoh masyarakat atau tokoh agama yang orangnya akan dipengaruhi menjadi berhati jahat dan menyebarkan kebencian dan permusuhan).

Bisa dipastikan bahwa mereka bukanlah sukma leluhur si manusia, kecuali sukma leluhur yang berwatak jelek, karena sukma leluhur yang berwatak baik biasanya akan menempatkan dirinya sebagai sosok pendamping, pengayom dan pelindung, bukannya masuk merasuk dan bersemayam di dalam tubuh manusia keturunannya.

Ada juga kasus-kasus yang sesosok halus sukma yang masuk bersemayam di dalam tubuh manusia memiliki musuh di alam gaib, sehingga ia akan sering bertarung. Pada kasus itu sering sekali si sukma itu menarik masuk mahluk halus lain di bawah kekuatannya untuk dijadikan tamengnya, bisa jenis ular gaib, bisa bangsa jin berbulu hitam, banyak juga yang sampai menarik masuk jenis jin iblis bertanduk dua. Keberadaan mereka itu dan beban energi mereka akan semakin memperparah gangguan gaib pada orangnya, pada psikologisnya dan pada fisiknya.


Manusia yang di tubuhnya ketempatan mahluk halus jenis sukma cepat atau lambat biasanya akan mengalami gangguan kesehatan, menjadikan banyak peradangan saraf di dalam kepala atau di dalam badannya, dari yang kadarnya ringan sampai yang mengakibatkan rusak beratnya organ-organ di dalam kepalanya atau organ-organ di dalam badannya, terutama jika orangnya kurang olah raga atau usianya sudah beranjak tua.

Keberadaan jenis sukma / arwah di tubuh manusia yang masih hidup selain dapat mendatangkan sakit-penyakit dari yang kadarnya ringan sampai yang berat, juga akan menyulitkan dalam proses kematiannya, walaupun orangnya sudah sekarat / kritis / koma.

Gangguan gaib yang asalnya dari jenis sukma / arwah yang bersemayam di dalam tubuh manusia yang masih hidup adalah jenis gangguan gaib yang paling sulit ditangkal.

Jenis sukma manusia biasanya energinya halus sekali, sulit dideteksi dan sulit dirasakan keberadaannya, dan penampakannya juga halus sekali sehingga sulit dilihat keberadaannya, ditambah lagi ada banyak sukma pelakunya yang berkesaktian tinggi yang kesaktiannya bisa sampai ribuan kali lipat kesaktiannya ibu ratu kidul, jauh di atas kekuatan bangsa jin terkuat di bumi, apalagi dibandingkan khodam ilmu yang umum, dan untuk mengusirnya hanya dapat dilakukan dengan menggunakan kekuatan gaib (tenaga dalam, kekuatan kebatinan / spiritual, atau khodam) yang lebih tinggi saja kekuatannya.

Secara umum keberadaan sesosok gaib, apapun jenis dan wujudnya, yang bersemayam tinggal di dalam tubuh manusia (di dalam kepala atau badannya) adalah bersifat kegaiban tingkat tinggi, sehingga jarang ada orang yang bisa dengan benar mendeteksi keberadaannya, apalagi untuk menangkalnya, walaupun oleh orang yang berilmu tinggi dan spiritualis kawakan, apalagi yang baru sekedar bisa melihat gaib. Malah kebanyakan orang yang berusaha mendeteksi / melihat keberadaan sosok halus itu akan dikelabui penglihatannya dan disesatkan pengertiannya, sehingga ia akan mengatakan bahwa orang yang ketempatan mahluk halus itu memiliki khodam pendamping penjaga, berwujud harimau atau prajurit, seringkali malah dikatakannya bahwa itu adalah khodam leluhurnya.

Bersemayamnya sesosok sukma jahat di dalam tubuh atau di dalam kepala seseorang sulit sekali untuk diketahui, termasuk oleh orang-orang yang tajam penglihatan gaibnya dan yang sudah bertahun-tahun berpraktek sebagai paranormal dan spiritualis supranatural, karena selain sukma tersebut halus sekali energi dan penampakannya, menyamarkan keberadaan dirinya dengan suatu energi (ilmu halimunan), juga ada yang keberadaannya tertutupi oleh mahluk-mahluk halus lain yang sengaja ditariknya untuk menutupi dirinya. Apalagi jika sukma tersebut berkekuatan tinggi yang bahkan mampu menarik mahluk halus jin iblis bertanduk dua untuk menutupi dirinya. Hanya orang-orang yang sangat tinggi tingkat kepekaan / ketajaman kebatinan - spiritualnya saja yang mampu mendeteksinya.

Tapi sekarang dari uraian pola perilaku dan fenomena yang sudah diceritakan di atas, dan tentang kemampuan seseorang melihat gaib tanpa sebelumnya pernah belajar peka rasa, kita mendapatkan bahan untuk berwaspada terhadap kemungkinan adanya keberadaan sukma jahat tersebut, atau jenis mahluk halus lainnya, di dalam tubuh kita (atau itu menunjukkan bahwa diri kita berkhodam). Walaupun indikasi-indikasi kejadian seperti disebut di atas belum tentu pasti menunjukkan adanya sesosok halus di dalam tubuh manusia, karena harus diperiksa satu per satu kejadiannya, tetapi seharusnya itu menjadi bahan untuk kita berwaspada.


Sifat-sifat energi
mahluk halus akan mengikuti perwatakannya. Sifat energi mahluk halus golongan putih akan berbeda dengan yang dari golongan hitam. Dengan kepekaan rasa orang akan bisa membedakan kehadiran sesosok halus dari rasa energinya apakah sosok halus itu dari golongan putih ataukah dari golongan hitam. Dan dengan kepekaan rasa juga orang akan bisa membedakan energi sesosok gaib apakah bersifat positif ataukah negatif.

Semua mahluk halus, selain jenis sukma manusia, fisiknya adalah berupa energi sehingga perbuatan dan pergerakannya bisa dihalangi atau ditangkal dengan pagaran energi yang lebih kuat.

Mahluk halus golongan hitam dan yang berenergi negatif, karena fisiknya berupa energi maka pergerakannya akan bisa dihalangi atau ditangkal selain dengan pagaran energi yang lebih kuat, juga dengan pagaran gaib yang padat berisi energi positif yang berlawanan sifatnya dengan energi sosok gaib yang negatif / hitam. Karena itu jika kita membuat pagaran energi, usahakan selain membuat dindingnya keras, ada energi penolakannya, juga dibuat di dalamnya padat dengan energi positif, sehingga jika ada sesosok halus golongan hitam yang mampu menembus dinding pagaran gaibnya, diharapkan dia tidak akan mampu terus masuk ke dalamnya, karena padatnya energi positif di dalam pagaran gaib yang sifatnya berlawanan dengan sifat energinya. Seandainya pun kekuatan gaib sosok halus itu terlalu tinggi sehingga mampu masuk menembus pagarannya, diharapkan dia tidak akan betah berlama-lama di dalamnya sehubungan dengan ketidak-nyamanan dari adanya energi positif yang berlawanan sifat dengan energinya.

Sekalipun fisiknya juga berupa energi, tetapi jenis sukma manusia tidak murni bersifat energi seperti mahluk halus lainnya, tetapi dominan bersifat roh, yaitu roh / sukma (arwah) manusia. Lebih sulit membuat pagaran energi untuk menahan jenis sukma manusia. Untuk menangkal jenis sukma manusia pagarannya harus bersifat absolut / solid. Tetapi kalau pagaran seperti itu dibuat, berarti juga akan dapat menahan roh manusia yang masih hidup (roh pancer dan sedulur papat). 

Pagaran gaib untuk menangkal jenis sukma manusia sulit dibuat. Selain karena tingkat kekuatan mereka bervariasi, ada yang rendah, ada juga yang tinggi sekali sampai ribuan KRK, juga karena mereka bisa dengan akalnya beradaptasi dengan bentuk pagaran gaibnya untuk menerobosnya.

Jika untuk menangkal jenis sukma manusia itu digunakan pagaran gaib, maka pagarannya harus bersifat absolut / solid.

Pagaran energi bersifat pasif, diam saja, tidak seperti roh atau khodam yang bisa bergerak bertindak sendiri. Jadi untuk penjagaan gaib terhadap sukma manusia jahat itu lebih baik ditambahkan dengan sesuatu yang bisa bertindak sendiri ketika sukma tersebut datang, misalnya penjagaan gaib dengan khodam jimat / pusaka atau khodam pendamping. Paling baik adalah penjagaan oleh roh sedulur papat kita sendiri kalau sudah kuat, berarti kita sendiri harus belajar "membangun" kekuatan gaib dan bisa sensitif peka rasa sebagai radar deteksi dini.

Dan untuk mengusir sukma jahat tersebut bukan dengan cara membuat pagaran energi, tetapi harus dengan langsung menghantamkan energi yang lebih kuat kepada sosok sukma tersebut, bisa berupa energi dari diri sendiri, energi yang kita turunkan atau dari penggunaan khodam / benda gaib. Atau dengan membungkusnya / mengisolasinya dengan pagaran absolut yang lebih kuat, kemudian pagaran dan isinya dibuang jauh.



Jadi roh-roh jahat dan penyesat, yang menjadi setan dan iblis bagi manusia, yang bersifat menyesatkan atau mencelakakan, selain adalah sosok-sosok halus dari jenis bangsa jin atau jenis halus lainnya, ternyata ada juga yang dari jenis halus sukma manusia yang jahat. Sebagian potensi pengaruh buruk dari keberadaan mereka sudah dituliskan di dalam tulisan berjudul  Pengaruh Gaib thd Manusia.

Ini adalah salah satu jenis kegaiban tingkat tinggi yang sampai sekarang jarang sekali manusia dapat dengan benar mendeteksi dan mengetahuinya, apalagi menangkalnya. Sulit untuk manusia, berilmu tinggi sekalipun, untuk bisa mendeteksi, menangkal atau mengusir keberadaan sukma-sukma jahat tersebut, apalagi bila sukma jahat tersebut menyamarkan keberadaannya, dan kesaktian gaibnya juga ada yang sampai ribuan kali lipatnya kesaktian Ibu Ratu Kidul, dan keberadaannya hanya dapat diusir dengan kekuatan gaib yang lebih tinggi saja.


Mungkin tidak kita sadari bahwa ada banyak kasus dalam kehidupan manusia yang sumbernya adalah pengaruh gaib. Salah satu gangguannya adalah yang bersifat fisik. Umumnya jenis halus sukma manusia energinya tajam, tidak selaras dengan energi tubuh biologis manusia yang masih hidup,
energinya bersifat negatif bagi manusia. Manusia yang di tubuhnya ketempatan jenis halus sukma manusia cepat atau lambat biasanya akan mengalami gangguan kesehatan, dari yang kadarnya ringan sampai yang menyebabkan rusak beratnya organ-organ tubuh bagian dalam, di kepala atau badannya.

Efek resiko lainnya, jenis halus sukma manusia yang masuk dan bertempat tinggal di dalam badan manusia yang masih hidup  pasti  akan menyulitkan proses kematiannya, tetapi yang bertempat tinggal di dalam kepala sifatnya relatif, ada yang akan menyulitkan kematian orangnya, ada yang tidak.

Pengaruh gaib lainnya adalah terhadap psikologis orangnya, seperti kasus-kasus yang orang sering sekali mendapatkan bisikan-bisikan gaib atau kesadarannya ditunggangi oleh gaib sehingga orangnya terdorong untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang rendah, dipenuhi pikiran mesum dan cabul, suka berzinah, memperkosa, suka marah-marah, emosi tak terkendali, mengamuk, membunuh, dipenuhi pikiran jahat dan suka memfitnah dan menghasut, menyebarkan kebencian dan permusuhan, dsb, bahkan banyak juga orang yang sampai benar-benar hilang kesadarannya, gila. Masing-masing pengaruh gaib itu terhadap psikologis manusia ada kadar pengaruhnya sendiri-sendiri dari yang kadarnya ringan sampai yang berat. 

Walaupun begitu selayaknya manusia sendiri yang harus dapat kuat bertahan dari segala macam pengaruh penyesatan, untuk tidak terpengaruh, untuk tidak dikelabui / disesatkan pikirannya, untuk tidak berbuat jahat, untuk tetap sadar dan menjaga keluhuran budi dan pekerti, apapun agamanya. Walaupun di dalam dirinya atau di sekitarnya ada mahluk-mahluk halus jahat dan roh-roh penyesat, ia tetap harus dapat mengendalikan diri untuk tidak terbawa pengaruhnya.

Memang yang utama adalah pengendalian diri
, mengutamakan kesadaran yang tinggi untuk selalu sadar untuk selalu menggunakan kesadaran yang tinggi untuk kontrol diri. Kita sendiri yang harus tetap bisa kontrol diri, sehingga jika kita mengalami gejolak emosi, atau ada dorongan-dorongan berbuat tidak baik atau berbuat yang tidak lazim, atau sekalipun di dalam diri kita atau di sekitar kita ada pribadi-pribadi lain yang sifatnya menggoda / mengganggu / mempengaruhi / menyesatkan, 
kita tetap bisa kontrol diri, tetap sadar.


Sebenarnya ada banyak sekali fenomena dan perbuatan gaib tetapi tidak semuanya bisa kita sebutkan satu per satu kejadiannya, baik yang dilakukan oleh golongan putih maupun golongan hitam, atau abu-abu, entah perbuatannya ditujukan langsung kepada manusia atau manusia dijadikan sarana perbuatan mereka, entah si manusia menyadarinya ataukah tidak. Jika kita mengetahui / menyadari bahwa ada pribadi lain di dalam diri kita yang bukan sejatinya kita, atau ada sesuatu yang lain dalam diri kita atau di sekitar kita yang mempengaruhi pikiran dan perasaan kita, maka kita harus berwaspada terhadap tujuan dari perbuatan gaibnya itu dan efek resikonya, jangan sampai perbuatannya itu dilandasi oleh tujuan yang negatif / jahat dan efeknya merugikan kita, membuat kita mengalami sakit fisik atau mengalami kelainan jiwa dan pikiran, atau membuat kita menjadi jahat.


 Tambahan :

Ada banyak kejadian gaib yang sifatnya terlalu tinggi untuk bisa kita atasi sendiri atau dengan meminta bantuan orang lain. Sebaiknya kita belajar memperkuat benteng kita dan perlindungan kita dengan menyatukan diri dengan kekuatan yang paling tinggi, yaitu Tuhan, termasuk dalam hal meminta pertolongan. Salah satu caranya adalah dengan kita menekuni laku kebatinan ketuhanan seperti yang sudah dituliskan dalam tulisan berjudul Kebatinan Dalam Keagamaan.

Selain
kita tidak perlu berguru kemana-mana untuk keperluan itu, yang juga masih belum tentu bisa digunakan untuk mengatasinya jika kejadian-kejadian di atas ternyata terjadi juga pada diri kita sendiri, laku itu juga sejalan dengan jalan kepercayaan kita sendiri, tidak perlu mencari-cari cara yang lain. Ketekunan kita itu juga akan menambah kualitas kepercayaan dan kerohanian kita sendiri. Selain kita akan menjadi lebih bisa bersugesti langsung kepada Tuhan, untuk berdoa ataupun untuk meminta pertolongan, juga kekuatan dari sugesti kita itu akan bisa digunakan untuk banyak keperluan.



  Pengaruh Sinar Bulan Terhadap Mahluk Halus


Mahluk halus yang terhitung sebagai golongan putih dan golongan hitam, kondisi fisiknya kuat atau lemah, sangat dipengaruhi oleh sinar bulan. Mahluk halus golongan putih mengambil sinar bulan sebagai sumber utama kekuatan energinya, sedangkan mahluk halus golongan hitam mengambil energi dari aura energi bumi.

Pada malam bulan purnama (dari bulan sabit menuju bulan purnama), mahluk halus golongan putih berada dalam kondisi penuh energi. Secara umum kita bisa merasakan suasana yang segar bila keluar rumah pada saat malam bulan purnama, karena banyak mahluk halus golongan putih yang keluar bebas di alam untuk mandi sinar bulan purnama, dan pancaran energi positif mereka akan menyehatkan fisik dan psikologis kita. Sebaliknya, mahluk halus golongan hitam berada dalam kondisi lemah kekurangan energi dan mereka berdiam di tempat gelap menghindari sinar bulan.

Pada malam bulan purnama, apalagi pada malam hari Waisak, aura energi positif sinar bulan sedang dalam kondisi puncaknya. Kondisi ini baik sekali untuk kesehatan dan untuk ritual menambah kekuatan spiritual atau untuk mencari wangsit.

Pada malam bulan sabit (dari bulan purnama menuju bulan sabit) atau malam mendung dan gelap tanpa sinar bulan, mahluk halus golongan putih berada dalam kondisi lemah kekurangan energi, sedangkan mahluk halus golongan hitam berada dalam kondisi penuh energi. Dalam kondisi alam yang seperti ini para mahluk halus golongan hitam bebas memilih untuk tetap berdiam di tempatnya berdiam atau keluar bebas di alam. Pancaran aura energi mereka membawa pengaruh negatif terhadap fisik maupun psikologis manusia.

Pada malam bulan sabit, aura energi kekuatan bumi sedang dalam kondisi puncaknya. Kondisi ini baik untuk ritual kebatinan dan keilmuan yang menyerap atau menggunakan kekuatan bumi sebagai sumber kekuatan ilmunya. Tetapi untuk yang sengaja bertirakat untuk tujuan kebatinan, mencari ilmu atau mencari wangsit, pada malam bulan sabit itu kebanyakan mahluk halus / khodam yang datang kepada mereka adalah yang dari golongan hitam dan wangsit / bisikan gaib yang mereka terima kebanyakan juga berasal dari yang golongan hitam yang kebanyakan palsu dan bersifat menyesatkan. Karena itu untuk tujuan bertirakat itu paling baik adalah dilakukan pada malam bulan purnama.

Kondisi sinar bulan ini dapat dijadikan suatu petunjuk, tetapi bersifat tidak pasti, hanya sebagai petunjuk awal saja. Seseorang yang memiliki ilmu gaib berkhodam atau mempunyai khodam pendamping, ada saat-saat tertentu yang ia merasa ilmunya itu terasa ampuh dan manjur, atau keinginan-keinginannya banyak terkabul, atau jalan hidupnya terasa ringan banyak keberuntungan. Bila itu terasa terjadi pada hari-hari yang malamnya adalah malam bulan purnama (dari bulan sabit menuju bulan purnama), mungkin saja khodamnya itu dari jenis golongan putih. Bila itu terasa terjadi pada hari-hari yang malamnya adalah malam bulan sabit (dari bulan purnama menuju bulan sabit) atau hari-hari dan malam cuaca mendung tanpa sinar bulan, bisa jadi khodamnya itu adalah dari jenis golongan hitam.

Kondisi sinar bulan ini tidak berpengaruh terhadap jenis mahluk halus yang berasal dari jenis sukma manusia (arwah, pocong, siluman), dedemit gondoruwo, kuntilanak, palasik, wewe gombel, banaspati, jenis buto dan jin raksasa, bangsa jin yang berbulu hitam dan yang sosok wujudnya seperti ular, macan atau hewan lainnya.

Pada malam dan hari-hari yang malamnya adalah malam bulan sabit (atau dari bulan purnama menuju bulan sabit) ada banyak gaib-gaib negatif yang berseliweran. Sebaiknya selama hari-hari itu kita membatasi diri untuk tidak melakukan ritual gaib dan tidak begadang di luar rumah. Juga dalam laku meditasi mengambil energi bulan usahakan tidak melakukannya pada saat bulan sabit. Jangan sampai apapun aktivitas yang anda lakukan pada malam dan hari-hari yang malamnya adalah malam bulan sabit itu ada sesosok gaib negatif yang datang dan mengikuti anda. Gunakan minyak jafaron merah atau turunkan energi positif untuk menolak datangnya gaib-gaib negatif (tetapi cara ini tidak dapat digunakan untuk jenis halus sukma manusia).

NB :

Sekarang ini sudah ada kemurahan Tuhan untuk semua mahluk halus dan jiwa-jiwa di alam sana. Banyak di antara mereka yang dimuliakan menerima kemurahan Tuhan itu dan diberikan kekuatan yang tinggi. Pada masa sekarang ini sudah mulai terjadi malam-malam bulan purnama bulannya tertutup awan mendung, karena para mahluk halus itu sudah menerima kekuatan yang tinggi, sehingga tidak perlu lagi mereka menyibakkan awan yang menutupi sinar bulan purnama untuk menambah kekuatannya.



_______




Ada pertanyaan dari pembaca : apakah khodam akik atau keris atau mahluk halus lain yang bergolongan hitam atau berenergi negatif, ketika ditayuh akan jujur mengakui bahwa dia dari gol. hitam atau berenergi negatif ?

Jawab : biasanya ya, mereka akan mengakui itu. Tapi kalau isinya dari jenis sukma manusia, kalau wataknya jelek biasanya mereka tidak akan mengakuinya dan akan cenderung menipu.



Ada juga pertanyaan :

1. Apakah sosok iblis yang di tulisan mas tersebut yang berbentuk ular hitam merupakan sosok IBLIS dari jaman Nabi ADAM...(yang dipanjangkan umurnya sampai Kiamat tiba?). Kalau iya kenapa kekuatannya cuma setingkat kanjeng Ratu Kidul ?

2. Adakah sosok Jin yang lebih tua umurnya dari IBLIS ? yang masih ada sampai sekarang ?

Jawab :

Ada banyak iblis ular hitam, bukan hanya satu, hanya saja jarang ketahuan dimana keberadaannya, karena mereka selalu bergerak berpindah tempat. Selain itu ada banyak mahluk halus jin berwujud ular, tapi tidak semua orang bisa membedakan ular-ular gaib itu mana yang iblis dan mana yang bukan.

Saya belum mengetahui ada mahluk halus, termasuk jin, yg mati dengan sendirinya karena usia tua, jadi mungkin saja ada yg umurnya sudah tua sekali, mungkin juga termasuk generasi pertama dulu mahluk halus diciptakan. Yang lainnya mungkin adalah keturunan mereka.

Wujud fisik mahluk halus adalah bersifat energi.
Saya belum mengetahui ada mahluk halus, termasuk jin, yg mati dengan sendirinya karena usia tua, malah ada mahluk halus yang semakin tua malah semakin bertambah kekuatannya.

Mungkin awalnya semua mahluk, termasuk manusia, diciptakan dalam keadaan yang baik. Tetapi sesudah mereka hidup sebagai mahluk duniawi, ada yang tetap baik, ada juga yang kemudian menjadi jahat.
Dan generasi pertama mahluk halus diciptakan mungkin bukan iblis, tetapi mereka menjadi iblis, disebut iblis, sesudah wataknya jahat dan menyesatkan.

Dan penggolongan mahluk halus sebagai iblis atau bukan iblis dilihat dari sifat wataknya yang jahat dan menyesatkan, bukan semata2 dari tingkat kesaktiannya, sehingga mahluk halus yg sifat wataknya jahat dan menyesatkan ada yg kekuatannya tinggi, ada juga yg rendah. Yang menentukan adalah sifat jahatnya itu, bukan kekuatannya.


Ada pertanyaan dari pembaca :

Saya membaca obrolan bapak dengan para pembaca yang dalam pencariannya untuk menemukan Tuhan malah banyak mahluk2 yang mengaku Tuhan mendatangi mereka. Saya sangat tertarik dengan tema itu. Kira2 apakah hanya dengan eling bisa menyelamatkan mereka dari kesesatan?  Lalu bagaimana orang2 bisa membedakan yang Asli dan Palsu?

Ulasan :

Roh-roh jahat dan penyesat ada dimana-mana. Ada yg datang mengikuti / mendampingi manusia, ada yg masuk tinggal di dalam badan / kepala manusia (ketempatan mahluk halus). Mereka bukan hanya datang kpd orang2 yg mencari Tuhan, tapi juga kpd orang2 yg awam dan yg agamis. Hanya saja orang2 agama dan para spiritualis agamis tidak mampu mengenalinya, apalagi kalau diri mereka sendiri ternyata tanpa disadarinya sudah juga disesatkan. Lebih banyak itu hanya menjadi cerita agama saja.

Seringkali sosok penyesat yg
datang itu kekuatannya jauh tinggi di atas kemampuan kita untuk mendeteksi dan menangkalnya. Jadi tinggal kita saja yg berusaha bertahan dari pengaruh penyesatannya. Belajar membangun ketahanan terhadap penyesatan.

Untuk menghindari kita terbawa penyesatannya tidak cukup kita hanya berserah / bersandar pada Tuhan. Itu hanya dogma saja. Bagaimana melakukannya kita berserah / bersandar pada Tuhan ?  Pasrah tanpa berbuat apa-apa ?

Kita sendiri yg harus selalu eling, tajamkan insting dan peka rasa, kuatkan hikmat ketuhanan dan belajar fokus batin kepada Tuhan di atas sana.

Kalau hanya mendengarkan bisikan gaib saja, atau mengawang2, tidak fokus kpd sumbernya, seringkali kita tidak bisa membedakan sumbernya darimana. Bisa-bisa kita disesatkan. Karena itu dalam latihan olah rasa dan melihat gaib ditekankan juga supaya kita bisa fokus, jangan mengawang-awang, dan dalam laku kebatinan keagamaan / ketuhanan kita belajar fokus kepada Tuhan di atas sana.




__________












Comments