Dewa dan Ramalan,

   Benarkah Manusia Dapat Mendahului
   Kehendak Tuhan ?

 

Seringkali dalam kehidupan sehari-hari kita mendengar kawan kita atau orang lain berkata : nanti akan begini ..., nanti itu akan begitu ....  Kata-kata yang berisi keyakinan akan terjadi. Juga ada banyak sekali bentuk prediksi-prediksi atau ramalan, seperti ramalan cuaca, jodoh, zodiak, nasib, pertandingan sepak bola, togel, dsb.

Sudah umum sebenarnya kita berbicara tentang ramal-meramal atau prediksi-prediksi. Sebagian ramalan bersifat hiburan / hobi. Sebagian lagi bersifat klenik. Sebagian lagi bersifat sensitif, dianggap tabu, sering ditentang dan dikatakan “mendahului kehendak Tuhan”.

Apa benar manusia bisa mendahului kehendak Tuhan ? 

Hebat sekali manusia itu bisa berbuat begitu.

Bagaimana bisa ada istilah manusia bisa mendahului kehendak Tuhan ? 

Apakah manusia benar tahu kapan Tuhan berkehendak dan Tuhan berkehendak apa ?  

Tetapi saya yakin sebenarnya istilah itu tidaklah dimaksudkan begitu. Itu hanyalah pengaruh dari dogma dan doktrin agama saja, karena manusia terlalu mengagungkan / mengkultuskan agama dan Tuhan.


Kalau ada seseorang menyatakan nanti akan terjadi banjir / kebakaran / gempa bumi di suatu tempat, atau bahkan berbicara tentang hari kematian seseorang, apakah itu mendahului kehendak Tuhan?  Apakah pada saat itu Tuhan belum berkehendak ?

Seandainya pun perkataan itu benar terjadi, apakah itu mendahului kehendak Tuhan?

Apa benar Tuhan berkehendak begitu ?

Apakah kejadian itu benar dikehendaki oleh Tuhan ?


Seandainya benar terjadi si manusia mendahului kehendak Tuhan, berarti supaya tidak keduluan manusia, Tuhan harus jauh-jauh hari sudah menentukan kehendakNya, kalau perlu sebelum si manusia itu lahir. Iya kan ? 

Kok jadi dangkal sekali sih bahasannya ?


Walaupun banyak ramalan-ramalan dan perkiraan-perkiraan yang bersifat baik dan positif, supaya manusia bisa merencanakan jalan hidupnya dengan lebih baik, tetapi memang sebaiknya manusia bersikap logis dan realistis untuk tidak menjalani hidupnya dengan berpegang pada ramalan-ramalan atau mengandalkan perkataan “orang pinter”.  Memang ada perkataan-perkataan atau ramalan-ramalan yang menurut rasa kepantasan di masyarakat dianggap tidak pantas untuk diutarakan, tetapi terlalu dangkal kiranya jika segala sesuatu dikaitkan dengan agama, apalagi menggunakan istilah  “Mendahului Kehendak Tuhan”.


Manusia bisa meramal, bisa membaca tanda-tanda alam, bisa membaca tanda-tanda gaib, tentang sesuatu yang akan terjadi, itu sih biasa.

Tetapi kalau manusia bisa merubah kejadian yang seharusnya terjadi, itu baru luar biasa !


Manusia sudah dibekali Tuhan dengan akal budi dan roh. Dengan bekal itu manusia bisa membaca dan menganalisa tanda-tanda alam dan tanda-tanda yang bersifat gaib. Dengan bekal itu juga manusia bisa mengenal peradaban, dan bisa merencanakan dan mengatur jalan hidupnya, bukan hanya sekedar hidup dan bertahan hidup (hewan).

Ada hakekat yang mendasar dari prediksi-prediksi dan ramalan, yaitu supaya manusia eling lan waspada, supaya manusia selalu waspada dan hati-hati, supaya selalu berhati-hati dalam perilaku perbuatannya dan berhati-hati atas akibat perbuatannya, supaya memperhatikan nasehat-nasehat dan petunjuk yang berguna untuk kehidupannya, dan supaya memperhatikan peringatan-peringatan yang ada di dalam ramalan dan petunjuk.

Dengan memperhatikan ramalan-ramalan atau prediksi-prediksi, manusia dapat menemukan banyak peluang dan kesempatan yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupannya. Dengan memperhatikan ramalan-ramalan atau prediksi-prediksi pula manusia dapat menemukan banyak peringatan-peringatan untuk dihindari, supaya hidupnya tidak mengalami nasib naas, merugi, musibah, kemalangan, dsb.

Dengan memperhatikan ramalan cuaca / musim model jawa (pranata mangsa), masyarakat Jawa bisa mengatur kapan mulai menanam padi di sawah. Dengan cara itu masyarakat Jawa dapat menyelaraskan diri dengan pola dan perilaku alam, sehingga dapat lebih yakin bahwa hasil panennya nanti akan baik. Tetapi ada juga yang meramalkan bahwa nanti akan terjadi alam salah musim, kondisi alam menyimpang dari pola perilaku yang seharusnya, dan memang itu sudah terjadi.


Seringkali cara-cara meramal dilakukan secara gaib atau dengan kemampuan gaib. Meramal adalah suatu kemampuan khusus yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Seseorang yang bisa meramal belum tentu ia juga bisa melihat gaib. Begitu juga sebaliknya, seseorang yang bisa melihat gaib belum tentu ia bisa meramal.

Cara peramalan juga bisa dilakukan dengan cara meminta bantuan gaib tertentu. Ada banyak cara untuk meramal dengan cara ini. Misalnya dengan menerima bisikan gaib dari khodamnya, atau secara langsung bercakap-cakap dengan gaib tertentu untuk dimintai jawabannya. Membuat seseorang kerasukan, permainan jailangkung dan sejenisnya dan penggunaan alat-alat lain yang digerakkan oleh gaib adalah cara-cara yang sudah biasa dilakukan orang.

Walaupun tetap bersifat gaib, tetapi ada cara-cara meramal gaib yang bisa dilakukan dengan cara sederhana, sehingga bisa dipelajari oleh banyak orang, misalnya meramal dengan alat bantu seperti kartu bergambar, papan ramalan, bandul pendulum, atau menggunakan teknik dan alat-alat bantu lainnya.

Metode peramalan juga dapat dilakukan secara logis dengan memperhatikan tanda-tanda dan perilaku alam, yang kemudian dibuatkan suatu rumusan aturan baku yang berlaku secara umum dalam jangka panjang. Misalnya ramalan bintang dan pranata mangsa. Atau juga meramal berdasarkan ciri-ciri fisik seseorang (katuranggan) atau meramal dengan cara membaca garis tangan seseorang, untuk mengetahui sifat perwatakan dan jalan hidup seseorang.

Cara meramal gaib lainnya adalah dengan mengkombinasikan kemampuan kebatinan / spiritual seseorang dengan kegaiban alam. Dengan cara ini seseorang berusaha membaca tanda-tanda alam atau kegaiban alam yang berhubungan dengan kehidupan manusia atau kehidupan sesuatu yang lain.

Peramalan juga dilakukan oleh orang-orang tertentu yang menerima “penglihatan gaib” dari sesosok gaib atau khodam, sehingga seseorang dapat dengan jelas melihat suatu obyek atau kejadian di dalam penglihatannya itu dan bisa menceritakannya. Selain dengan menerima "penglihatan",  meramal juga dilakukan setelah seseorang mendapatkan wangsit lewat mimpi atau mendapat bisikan gaib yang mengalir di dalam pikirannya berupa ilham atau pengertian-pengertian tentang sesuatu. Walaupun sering disebut meramal, tetapi perkataan-perkataan mereka yang mendapatkan penglihatan atau melalui wangsit atau mimpi, bukanlah ramalan. Yang benar adalah orang itu tidak meramal, tetapi hanya menceritakan saja kejadian-kejadian berdasarkan penglihatan gaib dan wangsit atau mimpi yang diterimanya itu.

Peramalan lain dilakukan oleh orang-orang tertentu yang menerima wahyu spiritual dari dewa, sehingga orang-orang tersebut dapat menceritakan kejadian-kejadian penting dalam kehidupan manusia, bahkan bisa menceritakan kejadian-kejadian sampai ratusan tahun ke depan atau ratusan tahun ke belakang. Biasanya orang-orang yang seperti ini sudah menerima wahyu itu sejak di dalam kandungan ibunya, sehingga sejak masa kecil atau mudanya mereka sudah memiliki bakat spiritual tertentu.

 


  RAHASIA BESAR KEHIDUPAN


Di bumi ini ada banyak dimensi kehidupan. Dimulai dari dimensi kasar, yaitu dimensi kehidupan manusia dan mahluk-mahluk lain yang kelihatan mata manusia. Kemudian ada lagi dimensi halus kehidupan mahluk halus yang tak tampak mata, mahluk halus berdimensi rendah, menengah sampai yang berdimensi tinggi. Masing-masing memiliki kehidupan dan dimensi kehidupan sendiri-sendiri.

Adakalanya beberapa pelaku di alam manusia atau yang di alam halus dengan perbuatannya mereka membuat kehidupan manusia dan kehidupan mahluk halus menjadi terkait. Akibat dari perbuatan masing-masing pelaku tersebut bisa menyebabkan kehidupan di dunia manusia, atau kehidupan di alam halus, atau hubungan manusia dengan mahluk halus, menjadi baik, bisa juga menjadi tidak baik.

Meramal kehidupan manusia relatif lebih mudah dibandingkan meramal kehidupan manusia yang di dalamnya ada hubungan kejadian yang disebabkan oleh adanya interaksi mahluk halus. Bahkan seringkali ramalan-ramalan menjadi meleset karena adanya pengaruh perbuatan suatu mahluk halus dalam kehidupan manusia.

Kehidupan manusia yang di dalamnya ada hubungan kejadian yang disebabkan oleh mahluk halus lebih sulit untuk diramal, apalagi meramal kehidupan mahluk halus itu sendiri atau memprediksi perbuatan sesuatu mahluk halus terhadap kehidupan manusia.

Ada banyak sekali perbuatan-perbuatan “kecil” mahluk halus yang mempengaruhi kehidupan manusia, seperti menjadikan manusia sakit, kesambet, ketulah, kerasukan, kesantet, kepelet, mati, atau menjadikan manusia sakti, jaya, kaya raya, makmur berkelimpahan, disukai / dicintai orang, kreatif, berdaya kreasi tinggi, dsb.  

Itu adalah contoh perbuatan-perbuatan “kecil” mahluk halus yang mempengaruhi kehidupan manusia. 

Bagaimana dengan perbuatan-perbuatan “besar” – nya ?


Ketika bencana tsunami di Aceh terjadi, apakah sebelumnya sudah ada yang tahu ?

Ketika gempa bumi besar di Padang, Sumatera Barat, terjadi, apakah sebelumnya sudah ada yang tahu ?

Para mahluk halus yang diagung-agungkan sebagai yang 'mbahurekso' di Gunung Merapi tak mampu berbuat apa-apa ketika gunung tersebut batuk-batuk akan meletus. Tetapi gunung tersebut tidak jadi meletus, karena  digantikan oleh bencana gempa bumi di Klaten dan Yogyakarta. Apakah sebelumnya sudah ada yang tahu ?

 
Kejadian-kejadian di atas mungkin saja ada yang dapat mengetahui sebelumnya, karena itu adalah kejadian alam yang terjadi di dunia manusia.

Tetapi,

Siapa yang tahu pasti bahwa kejadian-kejadian di atas sebenarnya bukanlah kejadian alam biasa ? 

Siapa yang tahu pasti bahwa itu adalah contoh perbuatan “besar” mahluk halus dalam kehidupan manusia ?

Siapa yang tahu pasti bahwa kejadian-kejadian di atas adalah “tanda-tanda dari Tuhan” ?

 

Ada banyak kejadian besar yang dilakukan oleh “alam halus” di dunia manusia. Tetapi karena itu adalah kejadian penting dan memiliki tujuan tertentu, maka sifatnya sangat dirahasiakan yang bahkan para mahluk halus pun tidak mengetahuinya sebelumnya, sehingga tidak dapat memberikan “bocoran” rahasianya kepada manusia. Karena sifat pentingnya, hanya orang-orang atau mahluk halus tertentu saja yang mengetahuinya.

Kejadian-kejadian yang disebut di atas, sebenarnya dengan “wahyu dewa” telah diramalkan oleh seseorang di Jawa sejak ratusan tahun yang lalu. Sebenarnya beliau tidak meramal, hanya menceritakan saja kejadiannya. Tetapi puncak dari ‘ramalan’-nya itu belum terjadi sekarang. Puncak ramalannya itu sebagian sudah terjadi, sebagian lagi sedang terjadi dan sebagian lagi masih akan terjadi.

Ramalan orang tersebut di atas hanyalah bersifat duniawi manusia saja. Mengenai kejadian-kejadian di atas, ada ramalan lain yang lebih mendalam, tidak hanya yang terjadi secara duniawi manusia saja, tetapi juga yang bersifat ‘halus’nya, yaitu latar belakang terjadinya dan pelakunya. Walaupun secara umum orang hanya bisa menginterpretasikan saja kebenarannya, hanya orang dan mahluk halus yang dekat dengan Tuhan saja yang bisa mengetahui kepastian kebenarannya.

Ramalan tersebut dinyatakan oleh Yesus dan muridNya Yohanes pada 2000 tahun yang lalu. Dalam hal ini Yesus tidak meramal, tetapi berdasarkan KuasaNya beliau menyatakan suatu kejadian yang akan terjadi sesuai perkataanNya. Dan muridNya Yohanes juga tidak meramal, tetapi beliau hanya menceritakan saja kejadiannya sesuai dengan ‘penglihatan’ yang diterimanya berdasarkan Wahyu Tuhan.

Dan sesuai perkataan mereka itu, yang terjadi sekarang, yang manusia tidak mengetahuinya, yang terjadi adalah bukan hanya kejadian-kejadian di alam manusia saja, tetapi juga kejadian di alam mahluk halus. Dan terjadi sesuai perkataan mereka : “penguasa-penguasa langit” goncang dan berjatuhan, bukan hanya di dunia manusia saja, tetapi juga di dunia mahluk halus. Dan juga sama seperti ramalan orang Jawa di atas, puncak dari ramalan itu belum semuanya terjadi. Sedang terjadi dan masih akan terjadi.

Sesuai perkataanNya, gempa bumi dan kesengsaraan besar manusia masih akan terjadi. Dan bila waktunya tidak dipersingkat, maka dari semua yang hidup tidak ada satu pun yang akan selamat. Tetapi ini bukan kesudahan dunia. Ini hanyalah awal dari suatu jaman baru. Berita tentang kebenaran dan keselamatan yang dari Tuhan harus diberitakan dahulu ke seluruh penjuru bumi, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.


 -----------



Segala pengetahuan rahasia tentang kehidupan yang akan terjadi sebenarnya bukanlah hasil kehebatan manusia atau mahluk halus dalam hal ramal-meramal. Semua rahasia yang diketahui manusia itu sebenarnya hanyalah ‘pendaran-pendaran cahaya’ atau “bocoran rahasia” dari sesuatu yang besar, yang hanya diketahui oleh manusia dan mahluk halus tertentu saja yang Tuhan berkenan.

Ramal-meramal yang dilakukan manusia biasanya hanyalah mengenai seputar kehidupan manusia saja. Walaupun mahluk halus juga mempunyai kehidupan dan mempunyai jalan hidup juga, tetapi tidak ada yang meramal tentang mereka, termasuk memprediksi apa saja yang akan mereka lakukan terhadap manusia.

Di bumi ini ada banyak dimensi kehidupan. Dimulai dari dimensi kasar, yaitu dimensi kehidupan manusia dan mahluk-mahluk lain yang kelihatan mata manusia. Kemudian ada dimensi halus, yaitu kehidupan mahluk halus yang tak tampak mata manusia, mahluk halus yang berdimensi rendah, menengah sampai yang berdimensi tinggi. Masing-masing memiliki kehidupan sendiri-sendiri. Mereka semua hidup di alam nyata , alam yang sama dengan alam kehidupan manusia, yaitu alam kehidupan yang sungguh-sungguh terjadi.

Di luar kehidupan yang nyata itu, ada lagi kehidupan lain, yaitu kehidupan maya, yang merupakan cermin gambaran yang terjadi di alam nyata manusia dan mahluk halus. Kehidupan Alam Maya bukanlah kehidupan nyata. Kehidupan Alam Maya tidak sungguh-sungguh diisi oleh mahluk hidup dan tidak sungguh-sungguh terjadi. Kehidupan Alam Maya adalah cermin gambaran kehidupan nyata yang sudah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi.

Sebagai catatan, ada banyak orang menggunakan istilah "alam maya" untuk pengertian-pengertian tertentu. Pengertian dan istilah alam maya yang digunakan Penulis tidak ada hubungannya dengan tulisan atau pengertian orang lain, walaupun sama-sama menggunakan istilah alam maya.


Telah disebutkan sebelumnya dalam tulisan tentang para Dewa, bahwa  para dewa mengemban tugas dari Sang Penguasa Alam untuk menuntun dan mengayomi kehidupan manusia di dunia.  Para Dewa-lah yang menjaga kerahasiaan kehidupan alam maya ini. Tetapi karena sifat rahasianya, maka tidak semua Dewa mengetahui keberadaan alam maya ini.  Hanya Dewa-Dewa tertentu saja yang tahu, beberapa Dewa yang merupakan pemimpin dan pemuka bangsa Dewa, dewa-dewa tertentu yang Tuhan berkenan.

Secara alami semua mahluk halus bisa melihat "kedepan", entah seberapa jauhnya, tapi itu tidak berarti bahwa mereka bisa melihat alam maya itu. Dimensi kehidupan alam maya ini luar biasa tinggi, sehingga tidak ada satu pun manusia dan mahluk halus yang dapat mengetahui keberadaannya dan mampu melihatnya, kecuali yang mendapat perkenan para Dewa. Bahkan juga tidak semua Dewa dapat mengetahui keberadaannya. Termasuk juga para mahluk halus yang berdimensi tinggi dan lebih sakti dari Dewa sekalipun.


Sebagai penggambarannya, ada 2 macam kehidupan, yaitu :

    A. Kehidupan Alam Nyata, dan

    B. Kehidupan Alam Maya.

 

 

B.     Alam Maya 

 

Kehidupan Manusia  +  Mahluk Halus

 

 

 

 Masa Lalu

  Masa Kini

Masa Depan

                            

Masa Lalu

Masa Kini

Masa Depan

 

A.    Alam Nyata 

 

Kehidupan Mahluk Halus

 

 

A.   Alam Nyata 

 

Kehidupan Manusia

 





 


A.  Kehidupan Alam Nyata

Semua yang dialami / dijalani semua mahluk dalam kehidupan sehari-hari adalah Kehidupan Alam Nyata, yaitu kehidupan nyata manusia dan kehidupan nyata mahluk halus. Kehidupan alam nyata manusia dan mahluk halus dibatasi oleh garis putus-putus. Artinya, sekalipun masing-masing hidup di dunianya sendiri-sendiri, tetapi selalu terbuka peluang untuk manusia dan mahluk halus saling berinteraksi.

Manusia dan mahluk halus hidup di masa kini.

Masa lalu adalah sejarah.

Masa depan masih sebatas prediksi / ramalan.

 

B.    Kehidupan Alam Maya

Kehidupan Alam Maya bukanlah kehidupan nyata. Kehidupan Alam Maya tidak sungguh-sungguh diisi oleh mahluk hidup dan tidak sungguh-sungguh terjadi. Kehidupan Alam Maya hanyalah cermin yang menggambarkan kehidupan nyata yang telah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi.

Gambaran yang ada di dalam kehidupan alam maya seolah-olah adalah kehidupan paralel dari kehidupan di alam nyata. Semua mahluk di dunia manusia dan di dunia mahluk halus, semua yang ada di alam nyata, semuanya tergambar di alam maya. Apa yang telah mereka lakukan, yang sedang mereka lakukan dan yang akan mereka lakukan, semuanya tergambar di alam maya.

Dengan mengetahui yang tergambar di alam maya, Dewa-Dewa tertentu dapat mengetahui semua kejadian di alam nyata pada masa lalu, masa sekarang, maupun masa yang akan datang.

Dengan mengetahui yang tergambar di alam maya juga para Dewa dapat mengetahui tentang akan lahir atau matinya seorang tokoh manusia yang mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan manusia. Dan dengan itu pula para Dewa dapat menentukan kepada siapa wahyu-wahyu dewa akan diberikan, sebelum si manusia lahir.

 

 Bagaimana hubungan alam maya dengan alam nyata ?

Semua yang dilakukan dan terjadi di alam nyata adalah perbuatan dan kehendak dari semua pelakunya.

Alam maya sama sekali tidak mempengaruhi kehidupan di alam nyata. Alam maya hanyalah gambaran saja apa yang telah, sedang dan akan terjadi, di alam nyata. Tetapi bila masa depan yang ada di alam nyata dirubah, maka yang terjadi di alam maya juga akan berubah, tidak sesuai lagi dengan aslinya yang seharusnya terjadi. Alam maya hanyalah gambar cermin dari alam nyata. Satu-satunya cara untuk merubah masa depan di alam maya hanyalah dengan merubah yang terjadi di alam nyata, melalui perilaku dan perbuatan manusia dan mahluk halus yang menjadi pelaku-pelakunya.

Dengan mengetahui yang tergambar di alam maya, para Dewa dapat mengetahui semua kejadian di alam nyata pada masa lalu, masa sekarang, maupun masa yang akan datang, dan menjadi dasar untuk merubah hal-hal tertentu pada masa depan di alam nyata. Tetapi hanya kejadian-kejadian tertentu saja, atau kejadian-kejadian terhadap orang-orang tertentu saja yang boleh diubahnya. Tidak semuanya boleh diubah, dan yang boleh diubah pun hanya sebatas kejadian-kejadian kecil yang menghasilkan kebaikan saja bagi manusia. Itulah aturannya, dan mereka tahu sendiri akibat yang harus mereka tanggung bila mereka melanggar aturan itu. Ubahan besar hanya dapat dilakukan langsung oleh Tuhan dengan "tangan"- Nya.

Salah satu yang boleh diubah para Dewa adalah membuka jalan hidup seseorang, membuka peluang-peluang dan kesempatan untuk dimanfaatkannya, sehingga orang tersebut terangkat kehidupannya dan dapat mencapai kemuliaan hidup. Termasuk juga mengangkat kehidupan seorang manusia biasa menjadi raja atau pemimpin manusia. Walaupun dengan berubahnya jalan hidup seseorang akan ada banyak hidup orang lain yang terhubung dengan orang itu ikut berubah juga, tetapi bisa dipastikan bahwa semuanya menghasilkan suatu kehidupan yang lebih baik. Semua peluang dan kesempatan adalah berkah karunia bagi manusia yang harus dimanfaatkannya secara bertanggung jawab dan penuh syukur. Dan apa pun yang kemudian dilakukan oleh manusia-manusia itu adalah mutlak perbuatan dan tanggung jawab mereka sendiri.

Cara lain yang dilakukan para Dewa yang berhubungan dengan alam maya dan alam nyata adalah menurunkan wahyu spiritual kepada orang-orang tertentu. Orang-orang yang menerima wahyu spiritual  tersebut mendapatkan gambaran (penglihatan gaib) tentang kehidupan manusia di manapun di bumi ini, di masa depan, masa kini maupun masa lalu, bahkan bisa sampai ratusan tahun ke depan atau ratusan tahun ke belakang. Dengan wahyu tersebut orang bisa menceritakannya atau menuliskannya dalam bentuk peringatan-peringatan, ramalan-ramalan atau dalam bentuk cerita, termasuk cerita fiksi sejarah dan fiksi futuristik. Wahyu itu juga menginspirasi orang untuk menggali sejarah masa lalu atau menginspirasi untuk mengembangkan pengetahuan dan teknologi untuk kehidupan masa depan manusia yang lebih baik.

Cara lainnya lagi adalah memberikan “pendaran-pendaran cahaya” atau "pembocoran" sedikit rahasia, tentang rahasia kehidupan yang berasal dari dunia maya di atas, sehingga manusia dan mahluk halus yang dapat menangkap "sinyal'- nya seolah-olah memiliki kemampuan "meramal" tentang masa kini, masa depan, atau tentang sesuatu yang sedang diperbuat oleh seseorang di tempat lain. Walaupun dengan cara pembocoran rahasia itu para Dewa bermaksud baik, untuk kebaikan manusia sendiri, supaya manusia dapat memperbaiki kehidupan yang kurang baik, supaya manusia dapat membangun kehidupan yang lebih baik lagi dan lebih maju, tetapi seringkali disalahgunakan oleh manusia dan menjadi bahan kesombongan.

Semua itu dilakukan para Dewa untuk mempengaruhi manusia supaya hidup dengan lebih baik dan lebih maju, dan sebagai peringatan-peringatan supaya manusia memperbaiki perilakunya dan menghentikan perbuatan-perbuatan yang berakibat tidak baik bagi kehidupan manusia sendiri. Dan semua peluang, kesempatan, bantuan dan keberuntungan, sifatnya adalah berkah bagi manusia. Dengan cara-cara ini para Dewa membantu kehidupan manusia secara tidak langsung dan tak kelihatan mata. Karena itu semua perbuatan Dewa, secara langsung maupun tidak langsung, di dalam kehidupan manusia, adalah karena adanya tujuan tertentu supaya kehidupan manusia menjadi lebih baik. Tetapi manusia memiliki akal budi dan kehendak bebas, maka apa pun yang dilakukan oleh manusia kemudian adalah mutlak tanggung jawabnya sendiri.

Begitu juga yang dilakukan Tuhan dalam kehidupan manusia. Tuhan tidak merubah jalan hidup manusia secara langsung, kecuali terhadap orang-orang tertentu saja yang terpilih. Semua berkat kehidupan yang dicurahkanNya ke seluruh penjuru bumi adalah perbuatan Tuhan yang bersifat tidak langsung, untuk membantu semua kehidupan supaya menjadi lebih baik. Dalam hal ibadah pun Tuhan tidak memaksa manusia, apalagi dengan kekerasan, tetapi Tuhan melakukan cara-cara yang tidak langsung kepada manusia, yaitu dengan mengirimkan Nabi-Nabi untuk menyadarkan manusia akan "kesejatian" Tuhan dan memberikan “Cahaya” – Nya kepada orang-orang yang mencari-Nya, untuk menyadarkan manusia, supaya manusia mengenal Tuhan dan dapat hidup sebagai mahluk yang telah mengenal Tuhan, agar tidak lagi hidup dan berperilaku seperti mahluk yang tidak mengenal Tuhan, dan dapat membentuk diri menjadi pribadi yang mulia, seperti yang dikehendaki Tuhan. Semua yang dilakukan manusia dalam kehidupannya adalah perbuatannya sendiri dan mutlak menjadi tanggung jawab manusia itu sendiri. Itulah yang menentukan kualitas seseorang atau mahluk di hadapan Tuhan yang akan menentukan apakah nantinya akan dimasukkanNya ke dalam Kemuliaan-Nya, ataukah akan dibuangNya ke tempat sampah dan dibakar bersama dengan sampah-sampah yang lain.

Tetapi orang-orang yang telah Manunggal dengan Tuhan  (baca: Olah Roh, Manunggaling Kawula Lan Gusti)  tidak memerlukan pengetahuan tentang rahasia dunia maya ini. Mereka dengan Kuasa-Nya dapat menjadikan suatu kejadian. Mereka tidak meramal ataupun merubah kejadian, tetapi menjadikan kejadian.  Atas setiap kejadian yang dijadikannya, melalui perkataan ataupun perbuatan-perbuatan dan tanda-tanda dari Tuhan, kondisi di alam nyata dan alam maya otomatis langsung berubah mengikuti perbuatan dan perkataan-perkataan mereka, termasuk masa depan pun ikut berubah mengikuti perkataan mereka. Itulah Kuasa Tuhan yang dinyatakan melalui manusia yang manunggal denganNya.

 

Tidak seperti yang diketahui manusia pada umumnya bahwa penciptaan dunia ini sangat sederhana, ternyata mekanisme penciptaan Tuhan atas kehidupan adalah sungguh luar biasa. Penciptaan tanah, air, udara, mahluk hidup di dunia manusia, mahluk hidup di dunia mahluk halus, Dewa-Dewa dan Wahyu Dewa, dan cermin kehidupan alam maya, yang mencakup semua kehidupan di dunia, sejak masa dulu, kini, hingga masa depan, adalah penciptaan kehidupan yang saling terkait satu dengan lainnya, sungguh luar biasa. Jauh sekali di atas kejeniusan manusia yang hidup modern, yang mampu menciptakan alat-alat modern, tetapi sifatnya hanya dunia kecil manusia.

Bila kita renungkan kembali 2 dunia di atas, kehidupan alam nyata dan alam maya, Dewa-Dewa dan Wahyu Dewa, apakah pertanyaan di atas masih layak diributkan :

Benarkah manusia dapat mendahului kehendak Tuhan ?









Terpujilah Ia yang memberikan hikmat kepada manusia yang bijaksana
dan memberikan pengetahuan kepada mereka yang berpengertian !

Comments