2.                  Pengaruh                     Keberadaan dan Perbuatan Mahluk Halus Terhadap Manusia



 Halaman ini adalah kelanjutan dari halaman sebelumnya yang berjudul  Pengaruh Gaib Thd Manusia 1.


_______



  - Ketindihan, Kerasukan dan Ketempatan Mahluk Halus.

Kejadian ketindihan mahluk halus adalah proses awal sesosok mahluk halus berusaha menyatukan dirinya kepada seorang manusia untuk tujuan bersemayam di dalam tubuhnya. Kejadian ketindihan yang berhasil terjadi akhirnya menjadikan manusia tersebut  kerasukan  atau  ketempatan  mahluk halus.

Ketindihan mahluk halus prosesnya bisa cepat, bisa juga lambat, dan apa saja yang dirasakan seseorang dalam proses ketindihan itu tidak selalu persis sama dengan yang dialami oleh orang lain. Cara dan proses ketindihan tidak semuanya sama pada semua orang.

Proses ketindihan yang  umumnya  disadari  dan  diketahui  orang adalah yang ketika seseorang tersadar dan terbangun dari tidurnya, masih dalam kondisi setengah sadar, orang itu merasakan tangannya, kakinya atau seluruh badannya terasa berat tak dapat digerakkan dan juga terasa ada yang menghalangi / memberatkan matanya, pikirannya dan kesadarannya.

Biasanya ketika itu terjadi orang tersebut sadar dan terbangun dari tidurnya dan berusaha melepaskan diri dari ketindihan itu, sehingga proses penyatuan si mahluk halus dengan manusia itu gagal terjadi. Bila orang itu berhasil sadar dan mahluk halus itu membatalkan penyatuannya, maka orang tersebut akan kembali pulih seperti sediakala.

Kejadian tangan, kaki dan badan yang terasa berat di atas adalah kejadian yang asli berasal dari interaksi mahluk halus, bukan yang lemas atau kesemutan karena dalam tidurnya tangannya tertekuk atau ketindihan badannya.

Mengenai kasus ketindihan mahluk halus ini sebaiknya kita mencermati betul artinya dan mengenali fenomenanya, karena banyak kejadiannya yang sudah berakibat negatif dan fatal dan telah benar-benar "merusak" kehidupan orang yang mengalaminya. Kalau kita merasakan adanya kejadian ketindihan sebaiknya sedapat mungkin kita sadar dan bangun / pergi dari tempat tersebut, jangan diam saja.

Beberapa akibat dari ketindihan yang  berhasil terjadi, yaitu berhasil bersemayamnya sesosok halus tertentu di dalam tubuh manusia contohnya adalah fenomena seseorang yang kerasukan dan ketempatan mahluk halus seperti dituliskan di bawah ini. Contoh kasus lainnya adalah yang sudah disampaikan oleh para pembaca sendiri yang Penulis upload dalam tulisan berjudul  Ketempatan Mahluk Halus.


Kerasukan
dan ketempatan mahluk halus hakekatnya sama, yaitu :

1. Secara psikologis : ada pribadi lain di dalam diri seorang manusia.
Pribadi lain itu bisa memberikan ide dan ilham, bisikan-bisikan gaib dan penglihatan-penglihatan gaib di pikiran orangnya, bisa memampukan orangnya mengerti kegaiban, bisa juga mempengaruhi kejiwaannya / kepribadiannya, menjadikannya orang yang berbeda yang bukan dirinya yang sebenarnya, bisa juga sampai mengambil alih kesadaran orangnya.

2. Secara fisik : tubuh seseorang akan ketambahan / kebebanan energi dari energi keberadaan mahluk halus yang bersemayam di dalam tubuhnya itu.
Orang-orang yang dirinya ketempatan mahluk halus ada yang orangnya tidak merasakan dirinya kebebanan energi, ada yang malah merasa dirinya kuat berenergi, tapi lebih banyak lagi orang yang tubuhnya menjadi sakit-sakitan dan banyak organ dalam tubuhnya yang rusak berat (sakit parah) karena tubuhnya tidak mampu menanggung beban energi si mahluk halus di dalam tubuhnya, terutama bila orangnya kurang olah raga atau usianya sudah beranjak tua.

Pengaruh dari adanya sesosok mahluk halus di dalam tubuh seseorang kadarnya tidak semuanya sama pada semua orang yang mengalami dirinya ketempatan mahluk halus. Ada yang pengaruhnya tidak terasakan, ada yang dirasakan ringan, ada juga yang sampai merusak tubuh fisiknya, kepribadiannya dan merusak kehidupan orangnya.

Dimana-mana di seluruh dunia kasus manusia ketempatan mahluk halus sampai sekarang tetap menjadi kegaiban tingkat tinggi yang orang tidak sepenuhnya menyadari bahwa ada banyak sekali perbuatan / kepribadian / kejiwaan yang menyimpang dan sakit-penyakit yang penyebab awalnya adalah adanya mahluk halus di dalam tubuh manusia. Kasusnya tidak terdeteksi oleh orang-orang berilmu tinggi jaman sekarang, apalagi bila hanya dinalar dengan ilmu ilmiah dan peralatan modern yang tidak bisa mendeteksi hal-hal gaib. Orang hanya bisa melihat kejadiannya saja, mempelajarinya secara logis, menganggap itu adalah kejadian alami biasa.

Adanya mahluk halus yang bersemayam di dalam tubuh seseorang, di dalam kepalanya atau di dalam badannya, dari sudut pandang keilmuan gaib mahluk halusnya itu bisa menjadi khodamnya. Tetapi jika orangnya ternyata mengalami kejadian-kejadian yang buruk, kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan, yang berasal dari dirinya ketempatan mahluk halus, sebaiknya mahluk halusnya itu diusir saja, supaya orangnya bisa hidup lebih normal, jangan dianggap khodam.


Kejadian ketindihan yang akhirnya menjadikan manusia kerasukan atau ketempatan mahluk halus yang diketahui oleh Penulis adalah sbb :

1. Kerasukan Mahluk Halus.

Salah satu akibat dari kejadian ketindihan adalah apa yang disebut kerasukan (kesurupan) mahluk halus.

Kerasukan (kesurupan) mahluk halus adalah kejadian adanya sesosok mahluk halus yang bukan hanya mengikut kepada seseorang dan bersemayam di dalam tubuhnya, tetapi juga menguasai tubuh dan pikirannya, sehingga kesadaran dan kepribadian orang tersebut hilang, digantikan dengan kesadaran dan kepribadian mahluk halus tersebut.

Dalam proses kerasukan mahluk halus, proses ketindihannya biasanya cepat, hanya beberapa detik saja. Dalam proses awal kejadian itu biasanya awalnya orangnya merasakan rasa berat dan panas / dingin di bagian kepala atau belakang leher / punggungnya. Itu adalah kejadian mahluk halusnya sedang mengikuti orangnya sebelum merasukinya. Tetapi ada juga sesosok halus yang langsung "masuk" menyatu dengan tubuh seorang manusia tanpa orangnya dapat menolaknya. Sesudah proses kemasukan itu orang itu akan kehilangan kesadarannya dan akan mulai melakukan perbuatan-perbuatan diluar kesadarannya, karena mahluk halusnya itu mengambil alih tubuh dan pikirannya.

Ada juga orang-orang yang sering mengalami kerasukan, yang kesurupannya cukup sering terjadi tetapi waktunya tidak tertentu. Biasanya itu terjadi pada orang-orang yang di dalam tubuhnya sudah lebih dulu ketempatan mahluk halus. Pada orang-orang itu tubuhnya sudah dijadikan sarang / rumah oleh mahluk halus di dalam tubuhnya itu, sehingga akan ada saat-saatnya bahwa ada mahluk halus lain yang juga datang untuk ikut masuk ke tubuh orang itu. Itulah saatnya orangnya kesurupan, merasa diserang gaib, marah-marah dan mengamuk (atau ketakutan).

Jika mahluk halus yang menyebabkan kesurupan adalah dari jenis selain sukma / arwah, biasanya kekuatannya rendah, tidak lebih dari 1 KRK saja (kalau lebih dari itu bisa menyebabkan orangnya mati ketika si mahluk halus menguasai pikirannya).

Kemungkinan penyebab kerasukan :

  • Mungkin ada mahluk halus yang ingin memberitahukan secara langsung sesuatu hal yang dianggapnya penting kepada manusia.
  • Mungkin ada mahluk halus yang watak dan kelakuannya jelek, sengaja merasuk kepada manusia untuk menunjukkan kekuasaannya atas manusia di tempat kediamannya, atau merasuki manusia untuk meminta sesaji, atau ingin merasakan hidup sebagai manusia dengan mengambil alih tubuhnya sebagai sarananya (misalnya supaya bisa berkuasa, ingin makan enak, ingin dilayani, ingin bersetubuh dengan istrinya / suaminya, dsb).
  • Ada mahluk-mahluk halus yang berebut ingin masuk ke tubuh orang yang tubuhnya sudah menjadi sarang / rumah mahluk halus.
  • Mungkin ada sesosok mahluk halus yang sengaja merasuk kepada manusia karena diperintah oleh seseorang atau diperintah oleh mahluk halus lain yang lebih berkuasa darinya. Ini sering terjadi dalam penggunaan ilmu gaib / perdukunan yang disengaja oleh seseorang dan dalam kasus kesurupan masal.


Kasus-kasus kerasukan biasanya kejadiannya tidak lama, hanya sementara saja, tetapi harus juga diwaspadai, karena walaupun hanya sementara saja, tetapi ada kejadiannya yang mengakibatkan orang yang mengalaminya menemui kematian, misalnya orangnya dibawa masuk ke dalam sungai / laut / sumur.

Karena itu jika ada kejadian kesurupan di dekat anda, atau di suatu tempat angker, wingit atau mistis anda merasakan sesuatu yang tidak wajar, merasakan rasa berat dan panas / dingin di bagian kepala atau di belakang leher, atau merasakan ada mahluk halus yang menempel / mengikuti di belakang anda, sebaiknya anda terus bergerak, jangan diam saja, dan secepatnya pergi dari tempat itu, jangan sampai kejadian kerasukan terjadi juga pada diri anda.

Orang yang muntah-muntah ketika ada mahluk halus yang masuk ke badannya adalah sesuatu yang wajar. Itu adalah reaksi dari sukmanya yang mengsugesti tubuhnya untuk menolak masuknya sesuatu yang asing ke dalam tubuhnya. Tetapi itu juga menandakan bahwa orangnya sensitif tapi masih terlalu lemah sukmanya dan tidak punya kemampuan lebih untuk menolak masuknya mahluk halus.

Ada juga yang orang muntah-muntah walaupun dirinya hanya berdekatan saja dengan mahluk halus. Ini juga menandakan sukmanya yang lemah tetapi over-protektif, baru berdekatan saja sukmanya sudah mengsugesti tubuhnya untuk menolak mahluk-mahluk halus dari sekitarnya. Biasanya ini terjadi pada orang-orang yang sukmanya mengalami trauma pernah berhubungan dengan mahluk halus. Dan ini juga menandakan bahwa orangnya tidak punya kemampuan lebih untuk menolak mahluk halus supaya menjauh dari dekatnya.

Orang-orang yang sering sekali mengalami kesurupan kemungkinan besar adalah karena di dalam tubuhnya, di dalam kepalanya atau badannya sudah lebih dulu ketempatan mahluk halus yang komdisi itu memancing mahluk halus lainnya untuk berebutan ingin ikut masuk ke dalam tubuhnya. Penanganannya seharusnya jangan cuma orangnya disadarkan dari kesurupannya, atau hanya dikeluarkan saja mahluk halus yang membuatnya kesurupan, tapi mahluk halus lain yang sudah lebih dulu bertempat / bersarang di dalam tubuhnya itu harus juga dikeluarkan supaya keberadaannya tidak lagi mengundang mahluk halus yang lain. Sesudah itu tinggal orangnya, badannya atau kepalanya, dibuatkan pagaran gaib absolut.



2. Ketempatan Mahluk Halus.


Selain fenomena yang disebut kerasukan di atas, akibat lain dari kejadian ketindihan adalah apa yang disebut ketempatan mahluk halus.

Ketempatan mahluk halus adalah kejadian adanya sesosok mahluk halus yang mengikut kepada seorang manusia dengan cara masuk dan bersemayam di dalam tubuhnya untuk jangka waktu panjang. Asal-usul mahluk halus tersebut bisa berasal dari mana saja dan bisa dari jenis apa saja.

Adanya mahluk halus yang bersemayam di dalam tubuh manusia itu sesuai hakekat kejadiannya Penulis menyebutnya sebagai ketempatan mahluk halus, karena tujuan keberadaan mahluk halus itu adalah untuk menempatkan dirinya bersemayam di dalam tubuh seorang manusia untuk jangka panjang, menjadikan tubuh seseorang sebagai rumahnya. Mahluk halusnya bersemayam di dalam kepala atau di dalam badan orangnya.

Mahluk halus yang dulunya pernah mendampingi seorang manusia atau pernah tinggal di dalam tubuh seorang manusia, ketika si manusia itu meninggal mereka akan pergi mencari manusia lainnya untuk mereka dampingi, atau untuk tubuhnya mereka masuki dan mereka tinggali. Selain itu ada juga mahluk halus yang awalnya tinggal di dalam suatu komunitas gaib, kemudian ada di antara mereka yang menemukan seorang manusia yang dirasanya cocok kemudian manusia itu mereka ikuti / dampingi atau mereka masuk dan tinggal di dalam tubuh manusia itu. Karena itu adanya kejadian mahluk halus mengikuti / mendampingi manusia atau masuk dan tinggal di dalam tubuh manusia, di dalam kepala atau di dalam badannya, akan terus terjadi, walaupun manusianya tidak mengerti apa-apa tentang gaib.

Selain yang suka hidup berdekatan atau mendampingi manusia, ada juga mahluk halus yang suka tinggal di dalam tubuh manusia yang masih hidup yang menjadikan si manusia memiliki suatu kegaiban tertentu (yang orangnya disebut berkhodam) atau orangnya malah menjadi sakit-sakitan atau mengalami kelainan jiwa. Ditambah lagi ada banyak orang yang sengaja mengisikan mahluk halus ke dalam tubuhnya sendiri atau tubuh orang lain supaya orangnya / dirinya berkhodam atau mengisikan mahluk halus ke dalam benda-benda tertentu supaya bendanya berkhodam dan bertuah.

Ada juga mahluk halus, termasuk roh / sukma / arwah manusia, yang suka tinggal di dalam benda-benda tertentu yang keberadaan mereka kemudian menjadikan bendanya mengandung suatu kegaiban tertentu dan kita menyebut bendanya berkhodam. Bahkan ada juga yang tinggal di dalam tubuh binatang tertentu yang keberadaan mahluk halus itu menjadikan binatangnya mengandung kegaiban tertentu.

Kasus ketempatan mahluk halus sudah banyak terjadi di seluruh dunia. Kejadian manusia ketempelan, ketempatan, atau didampingi mahluk halus sebenarnya adalah kejadian yang sudah banyak dan umum terjadi, di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia saja. Sebab-musababnya bukanlah karena ada perbuatan si manusia yang menyalahi mahluk halus tersebut, sifatnya bukan hukuman, tetapi adalah karena si mahluk halus merasa cocok untuk tinggal di dalam tubuh si manusia. Di kalangan ilmu gaib kasus seperti itu sering disebut orangnya berkhodam di badannya. Malah banyak orang yang sengaja mengisi tubuhnya dengan mahluk halus (khodam).

Ketempatan mahluk halus tidak selalu memberikan efek negatif pada orang-orang yang mengalaminya. Ada juga yang pengaruhnya dianggap baik (favourable).

Ada orang-orang yang karena dirinya berkhodam atau ketempatan mahluk halus orang-orang itu menjadi memiliki kelebihan / prestasi yang lebih dibandingkan orang-orang lain yang umum. Ada orang-orang itu yang menjadi memiliki kemampuan gaib tertentu, bisa melihat gaib, bisa meramal, kata-katanya manjur selalu terjadi (idu geni / berkaromah), ada juga orang yang terpicu menjadi pintar dan cerdas (atau jenius), kaya ide, hidupnya penuh keberuntungan dan ada yang menuntunnya ke arah kesuksesan. Ada juga yang fisiknya menjadi kuat dan terampil dan mempunyai kelebihan / prestasi lebih dibandingkan orang-orang lain yang umum. Walaupun orang-orang itu merasa bahwa itu adalah keistimewaan dan prestasi dirinya sendiri, tetapi secara umum orang tidak menyadari bahwa keistimewaan dan prestasinya itu ada juga pengaruhnya dari mahluk halus yang bersamanya itu.

Orang-orang yang dirinya berkhodam atau ketempatan mahluk halus biasanya juga lebih mempunyai potensi untuk mengerti kegaiban, membantunya bila ingin menjadi paranormal, spiritualis atau peramal dibanding orang lain yang kondisinya tidak sama dengannya. Tinggal kemauan orangnya saja untuk belajar peka rasa mendengarkan bisikan gaib dan penglihatan gaib dari gaib-gaib yang bersamanya itu. Tapi perlu juga ia menilai baik-tidaknya gaib-gaib yang bersamanya itu supaya ia tidak ditipu / disesatkan atau jalan hidupnya malah menjadi terbebani.

Jadi kejadian ketempatan mahluk halus tidak selalu memberikan efek negatif pada orang-orang yang mengalaminya. Ada juga yang pengaruhnya dianggap baik (favourable). Yang harus lebih kita perhatikan dan yang Penulis ungkapkan disini terutama adalah yang efeknya bersifat negatif, untuk menambah kewaspadaan kita, karena efek negatifnya itu akan membebani kehidupan kita.

Walaupun banyak orang yang dirinya berkhodam, atau yang tubuhnya ditempati mahluk halus, senang mengetahui bahwa dirinya berkhodam (dari adanya perkataan orang lain), atau senang karena mereka merasa dirinya memiliki kelebihan, atau mengandung / memiliki kegaiban tertentu, tetapi tidak semua orang lain yang mengalaminya merasakan senang juga yang sama seperti itu. Lebih banyak lagi yang orangnya menderita hidupnya, mengalami sakit-penyakit fisik atau pikiran, sulit rejeki, sulit jodoh, rumah tangga rusak, dsb, tetapi tidak semua orang mengetahui bahwa sumber masalahnya adalah keberadaan mahluk halus yang bersamanya. Dengan demikian selain orang-orang yang merasa dirinya keberkahan, yang efeknya dianggap baik (favourable), ada banyak orang yang mengalami keberadaan mahluk halus itu sebagai sesuatu yang negatif yang orang-orang itu pasti ingin membersihkan dirinya, kalau bisa, kalau mereka tahu bahwa sumber penyebab masalah hidupnya adalah khodamnya atau mahluk halus di dalam tubuhnya.

Kasus ketempatan mahluk halus termasuk sebagai salah satu kegaiban tingkat tinggi, sehingga tidak banyak orang yang mengerti dan menguasai masalahnya dengan benar, apalagi untuk menangkalnya, walaupun mereka adalah orang pinter / paranormal / spiritualis kawakan, khodam dan ilmunya tinggi dan sudah biasa melakukan pembersihan gaib, sering menyembuhkan orang yang terkena gangguan gaib atau sakit karena diteluh / disantet, apalagi orang yang cuma sekedar bisa melihat gaib. Malah banyak paranormal / spiritualis yang tertipu yang menganggap mahluk-mahluk halus itu adalah leluhur atau khodam dari leluhur, atau khodam penjaga, apalagi banyak mahluk halus itu yang memang sengaja mengaku sebagai leluhur atau khodam dari leluhur. Diperlukan spiritualitas yang lebih untuk kita bisa dengan benar menyikapi fenomena / kasus orang ketempatan mahluk halus.

Secara umum ada 2 jenis mahluk halus yang kerap masuk dan menempati tubuh manusia :

1. Jenis halus sukma / arwah manusia.

2. Jenis halus selain sukma / arwah manusia.


Secara umum ada 2 posisi tubuh yang ketempatan mahluk halus :

1. Di dalam kepala manusia.

2. Di dalam badan manusia.

Masing-masing jenis mahluk halus pelakunya dan masing-masing posisi tubuh yang ketempatan mahluk halus mempunyai sifat dan akibat sendiri-sendiri terhadap manusia yang mengalaminya.


Beberapa kejadian ketindihan yang akhirnya menyebabkan manusia ketempatan mahluk halus yang diketahui oleh Penulis adalah sbb :


1
. Bila dalam proses ketindihan itu yang mendekati si manusia adalah mahluk halus dari jenis yang  berwatak tidak baik dan berintelijensi rendah , biasanya proses kejadiannya adalah seperti kejadian ketindihan yang diceritakan di atas, yang biasanya terjadi pada saat orangnya sedang tidur, yang menyebabkan orang tersebut merasakan tubuhnya terasa berat tak dapat digerakkan.

Ketindihan itu tidak berhasil terjadi bila orangnya sadar dan berusaha bangun dari tidurnya, bila orangnya berhasil membebaskan dirinya dari proses ketindihan itu.

Bila ketindihannya berhasil terjadi, mahluk halusnya berhasil menyatukan dirinya bersemayam di dalam tubuh orangnya, biasanya memakan waktu sekitar 10 - 15 menit, kemudian ada proses penyesuaian energi si mahluk halus dengan energi si manusia antara 1 sampai 6 jam.

Bila proses ketindihan itu berhasil terjadi, maka si manusia akan kehilangan kesadarannya sesaat, atau bisa sadar tetapi tidak sadar sepenuhnya, dan biasanya kemudian akan mengalami demam panas (bisa sampai 3 hari) yang terjadi dalam rangka penyesuaian antara energi si manusia dengan energi si mahluk halus (bila kekuatan energi mahluk halusnya lebih tinggi daripada kekuatan orangnya).

Bila proses ketindihan itu berhasil terjadi, dan orangnya bisa kembali sadar,  bila mahluk halusnya dari jenis yang  berwatak tidak baik dan berintelijensi rendah , maka pada hari-hari selanjutnya orang itu akan banyak mendapatkan dorongan untuk melakukan perbuatan-perbuatan ganjil yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan, orangnya mendapatkan dorongan untuk melakukan perbuatan-perbuatan aneh dan tidak lazim yang tidak pantas dilakukan oleh manusia yang normal, yang dorongannya itu dirasakan terjadi pada waktu-waktu dan hari-hari tertentu.

Beberapa perbuatan / perilaku ganjil yang dimaksud di atas misalnya menjadikan seseorang mudah marah, suka menyerang / menyakiti orang lain, suka berbicara / tertawa sendirian, suka menyendiri di tempat sepi atau berdiam di atas pohon (suka memanjat pohon dan berlama-lama di atas pohon), suka memakan hewan hidup atau suka memakan daging mentah, suka memakan tanah / batu atau meminum minyak tanah / bensin, suka merokok yang tidak sewajarnya orang merokok, atau perilaku dan perbuatan lain yang tidak wajar, sehingga kemudian oleh orang lain orang itu akan dikatakan sebagai mengalami gangguan jiwa atau ada kelainan.

Bila proses ketindihan itu berhasil terjadi, dan orangnya tidak bisa sepenuhnya kembali sadar, maka orang itu akan kehilangan keseluruhan kesadarannya dan akan melakukan perbuatan-perbuatan dan perilaku yang tidak wajar, atau kadang sadar, kadang tidak, dan oleh orang lain akan dikatakan "gila" atau dikatakan mengalami sakit jiwa.


Biasanya kemudian si mahluk halus hadir di dalam mimpi orangnya, memberitahukan perihal kedatangannya, menampilkan dirinya sebagai sesosok manusia yang bersahabat (tidak menakutkan), tampil sebagai seorang teman dalam perjalanan, atau menunjukkan sikap sebagai sosok pelindung yang mendampingi si manusia. Selanjutnya kejadiannya adalah sama dengan orang yang ketempatan khodam untuk kesaktian.

Tidak semua mahluk halus berwatak jelek, atau berintelijensi rendah, sehingga keberadaan mahluk halus di dalam tubuh manusia oleh orangnya tidak selalu dirasakan mengganggu, seringkali orangnya malah tidak merasakan beban apa-apa. Dalam kondisi tertentu keberadaan mereka bisa juga dianggap berguna, bisa menjadi khodam bagi si manusia.

Tetapi
jika mahluk halusnya berwatak jelek, atau berintelijensi rendah, jika pengaruh negatif mereka semakin kuat, akibatnya bisa sampai menjadikan
orangnya terganggu pikirannya, terganggu jiwanya, bahkan bisa gila.

Dalam kejadian-kejadian ketindihan di atas mahluk halus yang menjadi penyebabnya biasanya adalah bangsa jin yang sosoknya tinggi besar dan berbulu hitam lebat di seluruh tubuhnya mirip gondoruwo, tetapi itu adalah bangsa jin, bukan gondoruwo.

Jin berbulu hitam itu yang berkelamin laki-laki maupun yang berkelamin perempuan biasanya akan membuat orangnya kuat badannya ketika berkelahi / mengamuk.
Yang intelijensinya cukup tinggi bisa membuat orangnya merasa gagah percaya diri tidak mudah takut.
Yang intelijensinya rendah bisa menjadikan orangnya mengalami keterbelakangan mental, seperti orang idiot, atau bahkan bisa sampai seperti orang gila / kelainan jiwa.

Jin berbulu hitam itu yang berkelamin laki-laki biasanya memilih tubuh manusia laki-laki juga, biasanya membuat orangnya merasa gagah dan percaya diri, ada juga yang orangnya menjadi senang kekerasan.

Jin berbulu hitam itu yang berkelamin perempuan biasanya memilih tubuh manusia perempuan juga, biasanya juga membuat orangnya merasa kuat. Yang intelijensinya rendah dan wataknya mudah marah bisa mempengaruhi manusia perempuan yang tubuhnya ditempatinya itu menjadi pemarah juga dan suka mengamuk, bahkan bisa melukai, menginjak-injak atau bahkan membunuhi anak-anaknya sendiri. Jin perempuan yang kelakuannya seperti itu suka menganiaya dan membunuhi anak-anak dan bayi manusia, sehingga orangnya juga berpotensi menjadi pembunuh anak-anak dan bayi.

Keberadaan jin perempuan berbulu hitam lebat itu di badan seorang manusia perempuan bisa juga berpotensi mempersulit dirinya hamil, atau memudahkan terjadinya keguguran kandungan, mempersulit dirinya mendapatkan keturunan, karena keberadaan energi jin itu menekan saraf-saraf dan organ-organ tubuh di dalam badannya, termasuk organ-organ peranakan seperti rahim dan indung telur.

Sosok halus hitam besar itu adalah jenis bangsa jin yang dalam kategori Penulis termasuk mahluk halus yang kelasnya rendah dan daya pikirnya rendah. Oleh Penulis sosok-sosok jin berbulu hitam lebat itu tidak dikategorikan sebagai golongan putih atau hitam, tetapi dikategorikan sebagai jenis mahluk halus yang harus diwaspadai, karena mereka tidak mempunyai sikap berpikir dan perwatakan seperti manusia, intelijensinya sebagian besar rendah, perilakunya seperti orang utan, lebih banyak bertindak berdasarkan insting dan perasaannya daripada pikirannya. 

Umumnya jenis mahluk tersebut membutuhkan sesuatu sebagai tempat tinggalnya, bisa di pohon, di tembok-tembok rumah, patung, batu akik, di batu kali atau di tempat-tempat lain yang bahkan mahluk halus lain tidak mau tinggal di dalamnya. Banyak juga yang merasa cocok untuk masuk dan tinggal di dalam tubuh manusia yang proses awalnya adalah ketindihan di atas yang akhirmya jika pengaruhnya terhadap psikologis orangnya semakin kuat bisa menjadikan orangnya mengalami gangguan jiwa.

Dan karena jenis mahluk halus itu berenergi negatif, maka manusia yang dirinya ketempatan jenis halus itu tubuhnya akan juga memancarkan hawa yang tidak nyaman bagi manusia lain di dekatnya, bisa juga mendatangkan sakit-penyakit bagi orang-orang terdekatnya (anak / istri / suami).

Di sisi lain jenis mahluk halus jin berbulu hitam itu juga bisa memberikan efek negatif terhadap hubungan sosial dan jalan kerejekian, terutama pada orang-orang yang jalan kerejekiannya sangat bergantung pada hubungannya dengan orang lain, karena akan memberikan rasa yang tidak nyaman bagi orang lain di dekatnya. Karakter kerasnya juga bisa mendatangkan masalah kekerasan di dalam rumah tangga.

Mahluk jin berbulu hitam itu sebenarnya tidak bermaksud mengganggu, tetapi kelas berpikirnya rendah, tidak bisa membedakan mana tempat yang layak dan mana yang tidak untuk menjadi tempat tinggalnya. Tetapi ada juga dari mereka yang kelihatannya berintelijensi normal, tidak berbahaya, tidak berenergi negatif dan tidak suka masuk ke dalam tubuh manusia. Jenis yang ini lebih sering menjadi khodam pendamping dengan berdiri di belakang orangnya.


Selain itu ada banyak bangsa jin berwujud ular (ular gaib) yang kerap menjadikan tubuh manusia sebagai tempatnya bersarang dan bertelur, menjadikan tubuh si manusia sebagai rumah untuknya dan untuk anak-anaknya.

Umumnya bangsa jin berwujud ular mempunyai kekuatan gaib yang tinggi, banyak sekali yang sampai ribuan KRK. Keberadaan mereka (energinya) di dalam tubuh manusia banyak yang membuat orangnya mengalami sakit-penyakit berat di organ-organ dalam tubuhnya, apalagi bila orangnya sudah beranjak tua dan jarang berolah raga. Keberadaan mereka di dalam badan seorang perempuan juga banyak yang membuat orangnya sulit hamil, sulit mendapatkan keturunan.

Jin ular itu, yang berkelamin laki-laki maupun yang berkelamin perempuan, biasanya akan membuat orangnya kuat badannya ketika berkelahi / mengamuk, dan membuat orangnya merasa gagah dan kuat tidak mudah takut. Bisa menjadi khodam kekuatan bagi orangnya.

Tetapi jika pengaruh mahluk halus ular itu semakin kuat mempengaruhi kesadaran orangnya, maka lambat-laun orangnya akan terkunci pikirannya, mengalami keterbelakangan mental, idiot, sulit berbicara, atau ada waktu-waktu tertentu dimana orangnya akan merasakan adanya dorongan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang ganjil seperti hewan ular.


Untuk orang-orang yang dirinya ketempatan jin berbulu hitam lebat, untuk tujuan mengusirnya dan untuk membersihkan sisa-sisa energinya dari tubuhnya adalah dengan memberikan energi positif, dari diri sendiri atau dengan menurunkan energi positif dari alam. Karena jin berbulu hitam itu energinya bersifat negatif, maka mereka dapat diusir dengan energi yang positif dengan cara kita memberikan / menurunkan energi positif mengisi ke dalam tubuh kita dan sekitarnya, atau kita mengisikannya ke dalam rumah kita.

Menurunkan energi positif untuk rumah jangan asal saja, jangan sekedar ada energi yang turun.
Disugestikan energinya padat mengumpul menetap di rumah anda, tidak hilang lagi, supaya rumah anda selalu penuh dengan energi positif.

Dalam menurunkan energi positif untuk rumah sebaiknya lebih dulu rumah anda dibuatkan bola pagaran gaib positif yang kuat yang menyelubungi seluruh rumah anda untuk menampung energi positif yang anda turunkan, supaya energinya tidak mudah buyar. Bolanya berfungsi seperti dinding gelas yang menampung energi di dalamnya. Sehingga walaupun ada gaib negatif yang kekuatannya tinggi masuk ke rumah anda, energi positif di rumah anda tidak mudah terdorong buyar keluar. Kalau kekuatannya masih lebih rendah daripada energi positif di rumah anda mahluk halus berenergi negatif dan golongan hitam tidak akan memasuki rumah anda.

Cara lainnya untuk mengusir dan membersihkan sisa-sisa energinya dari tubuhnya mandi saja orangnya dengan campuran minyak jafaron. Silakan diikuti petunjuknya di tulisan berjudul : Pembersihan Gaib 2

Tetapi jika mahluk halus yang masuk ke dalam badan adalah jenis bangsa jin berwujud ular, minyak jafaron tidak bisa mengusirnya. Dengan menggunakan kekuatan energi juga belum tentu berhasil karena kekuatan dan volume energi yang mampu kita turunkan untuk mengusirnya mungkin tidak sebanding dengan kekuatan gaib ular-ular gaib itu, apalagi kekuatan mereka banyak sekali yang sampai ribuan KRK.

Untuk mengusir bangsa jin berwujud ular itu sebaiknya dilakukan secara persuasif saja, yaitu sambil kita usapkan minyak misik putih atau minyak jafaron ke badan / perut kita (atau ke badannya orang lain yang ketempatan ular gaib) kita sampaikan supaya mereka keluar mencari sarang di tempat lain dan tidak lagi masuk ke tubuh manusia, jangan lagi menjadikan tubuh manusia sebagai sarangnya. Lakukanlah dengan sopan dan hormat.


Sesudah membersihkan diri dari keberadaan mahluk halus di tubuhnya, untuk orang-orang yang karena adanya mahluk di badannya sudah menyebabkannya mengalami kelainan jiwa / kepribadian, sebaiknya orangnya bisa selalu sadar diri supaya pikirannya bisa normal kembali dan pihak keluarganya juga membantunya dengan sering mengajaknya ngobrol supaya orangnya bisa kembali lurus pikirannya, supaya pikirannya tidak mengambang kemana-mana.

Sesudah membersihkan diri dari keberadaan mahluk halus di tubuhnya, untuk orang perempuan yang karena adanya mahluk itu di badannya sudah membuatnya sulit hamil, sebaiknya dihindari supaya tidak langsung hamil. Butuh 1-2 bulan untuk kondisi rahim, indung telur dan sel telurnya memulihkan diri supaya kehamilannya nanti bisa baik sempurna, supaya tidak ada sesuatu yang negatif dengan kehamilannya.

Sesudah membersihkan diri dari keberadaan mahluk halus di tubuhnya, untuk orang-orang yang karena adanya mahluk itu di badannya sudah membuatnya mengalami sakit-penyakit berat, sesudah dirinya bersih mudah-mudahan tubuhnya bisa cepat memulihkan diri dan lebih mudah penyembuhannya dengan pengobatan medis, karena sakitnya yang sekarang sudah bersifat medis, tidak lagi dipengaruhi oleh mahluk halus.

Sebaiknya orang-orang itu juga sering menurunkan (atau diberikan) energi positif ke dalam tubuhnya dan mandi kembang telon untuk membersihkan dirinya dari aura dan energi-energi negatif di dalam tubuhnya, supaya tubuhnya selalu berenergi positif yang itu akan membantu tubuhnya memulihkan kondisinya menjadi normal kembali.


Seandainya mahluk-mahluk halus itu tidak mempengaruhi dan tidak mengambil alih pikiran dan kesadaran orangnya, dan tidak membuat tubuhnya mengalami sakit-penyakit, orangnya mungkin tidak merasakan adanya keanehan pada dirinya. Biasanya orangnya akan merasa kuat tubuhnya ketika berkelahi (sosok halusnya berlaku sebagai khodam kesaktian), menjadi lebih peka terhadap sesuatu yang gaib, atau mungkin bisa melihat gaib, walaupun seringkali penglihatan gaibnya itu tidak semuanya sama dengan  kejadian gaib yang sebenarnya. Tetapi jika pengaruh mahluk halus itu sudah semakin kuat mempengaruhi kesadaran orangnya, maka ada waktu-waktu tertentu dimana orangnya akan merasakan adanya dorongan-dorongan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang ganjil, yang bisa juga sampai orang lain mengatakannya mengalami keterbelakangan mental, idiot, mengalami gangguan jiwa, ada kelainan jiwa, sakit jiwa atau bahkan dikatakan gila.

Ketindihan yang berasal dari sesosok mahluk halus yang berwatak tidak baik dan berintelijensi rendah memang akan cenderung mengambil alih atau mempengaruhi kesadaran manusia. Psikolog / psikiater, pemasungan dan rumah sakit jiwa bukanlah solusi yang menyenangkan. Karena itu jika kita sadar sedang mengalami ketindihan seperti kejadian yang dituliskan di atas, sedapat mungkin kita berusaha sadar dan melepaskan diri dari proses ketindihan itu.

Dari banyaknya cerita kejadian ketindihan yang banyak dialami orang, yang bahkan Penulis atau para pembaca sendiri pernah juga mengalaminya, kita menjadi tahu bahwa ada banyak sekali mahluk halus di sekitar kita yang berpotensi negatif bagi kita, yang dapat membahayakan / merugikan kehidupan kita, baik kita beragama ataupun tidak, baik kita beriman ataupun tidak, baik kita rajin beribadah ataupun tidak, sehingga tidak ada salahnya untuk kita bijaksana dan belajar mengerti mengenai kegaiban dan tidak mempertentangkannya dengan agama, karena semua itu benar terjadi, walaupun tidak semuanya tertulis di dalam kitab suci agama dan kitab suci agama juga tidak menulis tentang semuanya itu.



2. Bila dalam proses ketindihan itu yang mendekati si manusia adalah bangsa jin golongan putih yang sosoknya seperti manusia laki-laki berbadan kekar, bertelanjang dada dan berkepala botak, berintelijensi tinggi seperti manusia, biasanya proses ketindihannya tidak persis seperti kejadian di atas, walaupun juga terjadi pada saat seseorang sedang tidur.

Dalam kejadian ini biasanya proses ketindihannya lebih halus dan tidak menyebabkan orangnya merasa tubuhnya berat tak dapat digerakkan. Biasanya sosok halus itu masuk melalui telapak tangan atau telapak kakinya, dan si manusia bisa merasakannya sebagai adanya energi yang terasa panas / dingin yang masuk melalui tangan atau kakinya.

Proses ketindihannya biasanya memakan waktu antara 5 - 15 menit. Biasanya juga dalam kejadian itu sosok halus itu hadir di dalam mimpinya, memberitahukan perihal kedatangannya, dan menampilkan dirinya sebagai sesosok manusia yang bersahabat (tidak menakutkan), tampil sebagai seorang teman dalam perjalanan, atau menunjukkan sikap sebagai sosok pelindung yang mendampingi si manusia. Selanjutnya kejadiannya adalah sama dengan seseorang yang ketempatan khodam untuk kesaktian.

Mahluk halus jin seperti manusia laki-laki berbadan kekar, bertelanjang dada dan berkepala botak ini berkarakter keras, sangat menonjolkan kekuatan dan kegagahan, biasanya keberadaannya dianggap menguntungkan dan banyak orang ingin mempunyai khodam seperti itu di badannya karena khodam itu akan memberikan fungsi sebagai khodam kekuatan tubuh dan kesaktian. Mudah-mudahan orang-orang yang dirinya ketempatan khodam seperti itu bisa selalu menahan diri untuk tidak terpengaruh menjadi berkarakter menonjolkan kekuatan dan kegagahan, tidak menggunakan kekuatannya untuk menjadi sok kuat, sok berwibawa dan sok berkuasa, tidak menggunakannya untuk perbuatan-perbuatan tercela dan tidak pantas menurut norma umum di masyarakat.

Tetapi di sisi lain karakter keras khodam jin itu juga bisa memberikan efek negatif jika orangnya juga ikut berkarakter keras, apalagi bila sampai temperamental mudah emosi, terutama pada orang-orang yang jalan kerejekiannya sangat bergantung pada hubungannya dengan orang lain. Karakter kerasnya juga bisa mendatangkan masalah kekerasan di dalam rumah tangga.

Jika sosok halus jenis itu berdiam di dalam sebuah benda gaib, maka benda itu akan berfungsi sebagai jimat kekuatan berkelahi, ada juga yang bendanya berpotensi menjadi jimat kebal.

Biasanya keberadaan mahluk halus tersebut tidak menyebabkan si manusia sakit, karena sebelumnya  mahluk halus tersebut sudah menyelaraskan energinya dengan si manusia. Walaupun begitu, bila si manusia kondisi tubuhnya sensitif, atau secara kegaiban masih lemah, dapat juga merasa penat / pegal-pegal di tubuhnya atau penat di kepalanya, atau saat pertama mahluk halus tersebut menempati tubuhnya, orang tersebut mengalami sakit demam / panas, biasanya 1 - 3 hari.



3. Kejadian ketindihan mahluk halus yang ketiga adalah kejadian ketindihan yang akibat akhirnya sampai menyebabkan seseorang berubah kepribadiannya, kehilangan jati dirinya sebagai seorang laki-laki atau perempuan, atau bisa menyebabkannya menjadi berkepribadian ganda  (tetapi kelainan perilaku dan kejiwaan itu mungkin tidak semuanya terjadi karena adanya ketempatan mahluk halus di dalam tubuh manusia, mungkin juga terjadi karena adanya kelainan genetik atau kejiwaan). Kejadian ketindihannya biasanya terjadi sejak si manusia masih kecil.

Dalam fenomena ketempatan mahluk halus jenis ini biasanya mahluk halusnya tinggal di dalam kepala manusia (di otaknya) dan akan aktif berinteraksi dengan pikirannya, mempengaruhi pikiran, perasaan, kepribadian dan kejiwaannya. Biasanya sehari-harinya orangnya juga banyak menerima ilusi dan halusinasi di pikirannya.

Selain yang bertempat tinggal di dalam kepala ada juga mahluk halusnya yang bertempat di dalam badan manusia. Biasanya sifat pengaruhnya sama, tetapi kadar pengaruhnya terhadap psikologis orangnya tidak sekuat yang bertempat di dalam kepala.

Ketempatan mahluk halus yang berbeda jenis kelamin, sifat atau perilakunya dapat menyebabkan seorang laki-laki berperilaku seperti perempuan
atau seorang perempuan berperilaku seperti laki-laki, dsb.

Seorang manusia laki-laki yang ketempatan mahluk halus sejenis peri (di dalam kepalanya) biasanya akan berperilaku dan "merasa" dirinya seorang perempuan, dan perilaku mereka halus, malah bisa lebih halus daripada seorang perempuan biasa. Dalam kasus ini seringkali si manusia laki-laki tersebut merasa dirinya adalah seorang perempuan yang "terjebak" di dalam tubuh seorang laki-laki. Mereka akan berkecenderungan menyukai laki-laki lain untuk pasangannya.

Seorang manusia laki-laki yang ketempatan mahluk halus perempuan selain jenis peri biasanya akan berperilaku seperti seorang perempuan, tetapi perilaku mereka tidak halus seperti layaknya seorang perempuan. Banyak yang kasar perilakunya. Mereka juga akan berkecenderungan menyukai laki-laki lain untuk pasangannya.

Seorang manusia perempuan yang ketempatan mahluk halus laki-laki biasanya akan berperilaku seperti seorang laki-laki, suka berpenampilan gagah dan maskulin, ada juga yang menjadi berperilaku kasar melebihi perilaku normal seorang laki-laki. Mereka akan berkecenderungan menyukai perempuan lain untuk pasangannya.

Fenomena ketempatan mahluk halus jenis ini ada juga yang sampai menyebabkan seseorang menjadi berkepribadian ganda. Di satu hari ia berperilaku normal sesuai aslinya dirinya. Di saat yang lain ia berperilaku lain, sama sekali tidak sesuai dengan dirinya yang asli.

Dalam kasus-kasus ketempatan jenis ini dalam jangka panjang ada yang orangnya terpengaruh menjadi hipersex, homosex, lesbian, heteroseksual, suka berbuat cabul, senang mencabuli anak-anak, senang berzinah dan kerap mencari pembenaran / penghalalan untuk melegalkan kesenangannya berzinah.

Ada kalanya mahluk halus yang bertempat di dalam tubuh seseorang kedatangan pasangannya dari tempat lain. Biasanya itu terjadi secara berkala walaupun waktunya tidak bisa ditentukan. Ketika itu terjadi itu membuat orangnya bermimpi bercinta (bersenggama).

Bahkan ada juga orang (laki-laki / perempuan) yang ketempatan sukma / arwah perempuan pelacur yang kerap mengundang datang arwah laki-laki asusila untuk bersetubuh dengannya sehingga orangnya juga mengalami rangsangan dan orgasme berkali-kali, bahkan bisa puluhan kali, setiap harinya, padahal orangnya sedang tidak bersetubuh dengan orang lain.

Sebagian kalangan agamis menyatakan haram terhadap adanya kelainan-kelainan kejiwaan di atas. Seandainya saja mereka memiliki cukup hikmat kebijaksanaan di dalam dirinya, seharusnya mereka bersyukur karena mereka sendiri tidak mengalaminya, karena kejadian itu bisa saja terjadi pada semua orang, termasuk kepada dirinya sendiri, saudara-saudaranya, anak-anak dan cucu-cucunya. Seharusnya mereka bisa mengetahui akar permasalahan / penyebabnya, dan bisa menyembuhkannya, jangan bisanya cuma menghina dan mencerca saja. Kejadian itu bisa terjadi pada semua orang walaupun hidupnya sangat agamis dan merasa dirinya beriman. Ini adalah salah satu fenomena kehidupan yang benar-benar terjadi tetapi tidak tertulis di dalam kitab suci agama.


4. Kejadian ketindihan mahluk halus yang keempat adalah kejadian ketindihan yang bersifat ekstrim, yang sampai menyebabkan seseorang pingsan atau "mati suri". Biasanya pelakunya adalah jenis halus sukma / arwah manusia.

Kejadian pingsan atau mati suri itu bisa berlangsung selama beberapa jam, bisa juga sampai beberapa hari. Selama mati suri itu biasanya orangnya mengalami halusinasi sedemikian rupa sehingga sesudah itu orangnya "merasa" dirinya dulu sudah pernah benar-benar mati, merasa dirinya pernah berada di alam roh, merasa rohnya keluar dari tubuhnya dan masuk ke alam roh, bahkan ada yang diberikan halusinasi seolah-olah rohnya masuk dan berjalan-jalan di alam gaib yang kondisinya sama seperti alam gaib yang diceritakan dalam kisah agama tentang "alam kubur", siksa kubur, surga dan neraka, bertemu nabi-nabi dan orang-orang mulia, bertemu Tuhan, dsb. Tetapi sesungguhnya itu adalah penglihatan gaib fiktif  yang diberikan oleh sesosok halus di dalam kepalanya itu supaya nantinya si manusia merasa penglihatan-penglihatan itu adalah pengalaman rohani dari Tuhan yang didapatnya karena dirinya dulu pernah benar-benar meninggal.

Walaupun sesudahnya, sesudah kejadian mati suri itu orangnya merasa "pernah" meninggal (mati suri), atau merasa pernah merasakan pengalaman rohnya berjalan-jalan di alam gaib, tetapi sebenarnya dalam kejadian mati suri itu sukma orang tersebut tidak benar-benar keluar lepas dari tubuhnya seperti sukma orang yang benar sudah meninggal. Yang benar adalah si mahluk halusnya "menindih" sukma orang itu sampai seolah-olah sukma orang itu tidak menyatu lagi dengan tubuhnya, dan tubuhnya pun seperti "lepas kontak" dengan sukmanya, sehingga kemudian energi kehidupan di dalam tubuh manusianya menghilang, menjadi sama seperti orang yang benar-benar sudah meninggal.

Biasanya si sosok halus itu akan menempati posisi di dalam kepala si manusia (di otaknya) dan pada hari-hari selanjutnya mahluk halusnya akan aktif berinteraksi dengan pikiran orangnya, memberikan mimpi-mimpi yang berhubungan dengan gaib, memberikan ide / ilham yang mengalir di dalam pikiran orangnya dan memberikan bisikan-bisikan dan penglihatan-penglihatan gaib, sehingga orang tersebut kemudian "merasa" dirinya mengerti gaib dan "merasa" bisa melihat gaib, merasa bisa meramal, bahkan ada yang diberikan penglihatan-penglihatan gaib fiktif sedemikian rupa sampai orangnya merasa bisa merogoh sukma, merasa bisa berjalan-jalan di alam gaib, bertemu dengan gaib-gaib di alam gaib, dsb.

Biasanya mahluk halus pelakunya adalah yang kadar kekuatan gaibnya rendah, biasanya tidak lebih dari 2 md saja, tidak bisa memberikan perlindungan gaib kepada si manusia, hanya bisa memberikan bisikan dan penglihatan gaib saja, memanipulasi (dan menipu) pikiran si manusia, sehingga si manusia "merasa" bisa melihat gaib, merasa bisa merogoh sukma, bisa meramal, dsb, walaupun kadang-kadang kegaiban yang dilihatnya bukanlah kegaiban yang sesungguhnya terjadi (fiktif, ilusi / halusinasi).

Dalam hal ini kemampuan melihat gaibnya itu oleh Penulis dikategorikan sama dengan melihat gaib dengan bantuan khodam, yang seringkali penglihatan gaibnya fiktif. Termasuk bila si manusia merasa punya pengalaman / kemampuan merogoh sukma, yang dalam kejadian merogoh sukma itu persyaratan sukmanya tidak boleh berlama-lama keluar dari tubuhnya tidak berlaku karena sebenarnya sukmanya tidak sungguh-sungguh keluar dari tubuhnya dan ia merogoh sukma. Itu hanya ilusi / halusinasi saja. Orangnya hanya bersensasi saja dirinya merogoh sukma.

Pada kasus-kasus ketempatan mahluk halus jenis ini biasanya mahluk halusnya sangat aktif memberikan bisikan-bisikan dan penglihatan-penglihatan gaib kepada si manusia yang kepalanya ditempatinya. Mungkin di masyarakat orangnya akan dianggap bisa melihat gaib. Orangnya sendiri memang merasa bisa melihat gaib dan ada dari mereka yang berpraktek sebagai spiritualis / paranormal yang berspesialisasi melihat gaib atau meramal atau menjadi spiritualis yang menjadi penghubung manusia dengan mahluk-mahluk gaib. Tetapi itu akan menjadi masalah (banyak orang tidak menyadari ini) bila orangnya adalah orang yang dianggap terpandang / mulia di lingkungan agama, penglihatan-penglihatan spiritualnya (penglihatan gaibnya), walaupun sebenarnya fiktif, akan dianggap benar, mungkin malah resmi dijadikan cerita agama. Mungkin ada juga penglihatan fiktifnya itu yang diakui sebagai wahyu dari Tuhan.

Selain kejadian yang kelihatannya alami, yang sampai menyebabkan seseorang mati suri, kejadian ketempatan mahluk halus jenis ini juga banyak terjadi pada orang-orang yang menjalani laku tapa pati geni dan tapa pendem, yang selama menjalani lakunya itu orangnya mengalami juga sensasi suasana alam kubur, yang sesudah menjalani lakunya itu orang tersebut kemudian menjadi lebih peka rasa atau bahkan merasa bisa melihat gaib. Tetapi penglihatan gaibnya itu seringkali bukanlah yang sesungguhnya terjadi (palsu, ilusi / halusinasi). Penglihatan gaibnya sama seperti orang yang mati suri di atas.

Mahluk halus dalam kasus ini aktif berinteraksi dengan pikiran dan perasaan orangnya. Biasanya sehari-harinya orangnya juga banyak menerima ilusi dan halusinasi di pikirannya. Ada juga yang orangnya sering mengalami dirinya berjalan dalam tidurnya, atau merasa memiliki teman khayalan, atau merasa memiliki saudara kembar di alam gaib.

Pada masa sekarang ini orang-orang yang dikatakan bisa melihat gaib dengan cakra mata ketiganya, yang merasa bisa melihat gaib dengan cukup jelas, yang orangnya bisa melihat gaib tanpa sebelumnya pernah belajar peka rasa untuk bisa melihat gaib, kebanyakan sebenarnya adalah orang-orang yang dirinya mengalami ketempatan sesosok mahluk halus di dalam tubuhnya.

Orang-orang yang dikatakan bisa melihat gaib dengan cakra mata ketiga, sebenarnya bukanlah dengan cakra mata ketiganya itu ia melihat gaib. Orang bisa melihat gaib karena sudah aktifnya saraf-saraf imajinasi di kepalanya yang itu memudahkan pikirannya (pancernya) menangkap sinyal gaib dari sedulur papatnya atau dari khodamnya atau dari roh halus lain.

Bila saraf-saraf imajinasinya itu belum aktif, walaupun cakra-cakranya sudah dibukakan, termasuk cakra mata ketiganya, tetap saja orangnya tidak bisa melihat gaib, sehingga orang tidak bisa melihat gaib hanya dengan cara dibukakan cakra mata ketiganya saja.

Aktifnya saraf-saraf imajinasi itu adalah yang dengan sengaja dirangsang dalam orang bermeditasi untuk tujuan melihat gaib, atau dengan melatih kepekaan / olah rasa dengan cara orangnya membiasakan diri berlama-lama berdiam di tempat yang gelap dan sunyi.

Pada kasus-kasus di atas yang orang ketempatan mahluk halus di kepalanya biasanya keberadaan energi mahluk halusnya memberikan tekanan / rangsangan pada semua saraf di kepalanya, termasuk saraf-saraf imajinasinya, memudahkannya berimajinasi, membuat orangnya merasa bisa melihat gaib. Ditambah lagi mahluk halusnya itu sendiri juga dengan sengaja memberikan bisikan dan penglihatan gaib kepadanya.

(Pada kasus di atas yang orang ketempatan mahluk halus di dalam kepalanya, yang keberadaan mahluk halusnya sudah merangsang saraf-saraf imajinasinya, yang sudah memudahkannya berimajinasi, atau orangnya merasa bisa melihat gaib, sesudah mahluk halusnya diusir pergi biasanya orangnya masih bisa melihat gaib, malah kondisinya akan lebih baik, lebih bisa melihat gaib apa adanya, dan melihat gaibnya bisa dikontrol, pikirannya tidak lagi dipenuhi ilusi / halusinasi dan penglihatan gaib yang fiktif. Hanya saja mungkin melihat gaibnya itu tidak lagi setajam sebelumnya).

Pada orang-orang itu sosok gaib di kepalanya itu memberikan banyak penglihatan gaib, termasuk ilusi dan halusinasi. Ketika orangnya ingin melihat / menerawang jauh, karena kondisi kekuatan sukma dan kebatinan orangnya masih lemah, tidak cukup kekuatannya untuk bisa melihat / menerawang jauh, maka di luar sepengetahuannya sosok halus di dalam kepalanya itu memaksa sedulur papatnya keluar mendatangi objek yang ingin dilihatnya supaya penglihatannya menjadi jelas. Sesudah sedulur papatnya itu melihat objeknya, kemudian mereka "melapor" kepada sosok halus yang di dalam kepala, barulah kemudian sosok halus yang di kepala itu memberikan penglihatan gaibnya kepada orangnya (pancernya), sehingga orangnya "merasa" bisa melihat gaib. Tetapi apa saja isi penglihatan gaibnya itu semuanya sudah "disetir" atau sudah "dibentuk" oleh sosok halus di kepalanya itu, tidak semuanya asli apa adanya.

Tetapi tanpa sadarnya, dengan si manusia merasa bisa melihat gaib dengan cukup jelas itu, dengan caranya itu juga ia sudah "memperbudak" sedulur papatnya sendiri dan meresikokan sedulur papatnya bertemu / berhadapan dengan mahluk-mahluk halus di alam gaib.

Di sisi lain ada juga orang-orang yang ketempatan sesosok mahluk halus di dalam badannya. Pada orang-orang ini sosok gaib di badannya itu juga memberikan banyak penglihatan gaib, termasuk ilusi dan halusinasi. Tetapi ketika orangnya ingin melihat / menerawang jauh, biasanya sosok halus di badannya itu tidak memaksa sedulur papatnya keluar mendatangi objek yang ingin dilihatnya, sehingga penglihatan gaibnya tidak cukup jelas dibandingkan orang-orang yang ketempatan mahluk halus di dalam kepalanya. Tetapi kasusnya sama juga, apa saja isi penglihatan gaibnya itu semuanya sudah "disetir" atau sudah "dibentuk" oleh si sosok halus di badannya itu, tidak semuanya asli apa adanya.

Orang-orang itu, sebenarnya bukan orangnya sendiri yang bisa melihat gaib, tetapi orangnya merasa bisa melihat gaib karena si mahluk halus itu memberinya penglihatan gaib, bisanya melihat gaib karena ia menerima penglihatan gaib dari sesosok mahluk halus di dalam tubuhnya, kemampuan mereka melihat gaib itu oleh Penulis dikategorikan sebagai melihat gaib dengan bantuan khodam.

Dengan adanya uraian di atas, untuk kita yang merasa bisa melihat gaib, yang kemampuan itu terjadi dengan sendirinya tanpa kita pernah melatih kepekaan rasa untuk bisa melihat gaib, apalagi bila kita sering melihat gaib di saat-saat yang tidak kita inginkan, melihat gaibnya mengalir sendiri di luar kontrol kita, sebaiknya menjadi bahan untuk kita berwaspada, jangan-jangan kita sudah mengalami sendiri diri kita ketempatan mahluk halus.

Baca juga : Terawangan Gaib



5. Kejadian ketindihan mahluk halus yang terakhir yang diketahui oleh Penulis adalah kejadian ketindihan yang berasal dari sesosok halus sukma manusia (arwah) yang masuk bersemayam di dalam tubuh seorang manusia yang masih hidup, di dalam badan atau di dalam kepalanya.

Jika pelaku kejadiannya adalah jenis halus sukma manusia biasanya proses ketindihannya berlangsung cepat sekali, hanya sekejap saja, dan bisa terjadi kapan saja, baik ketika seseorang sedang tidur maupun ketika seseorang sedang sadar dan sibuk beraktivitas. Karakteristik sukma / arwah yang dimaksudkan disini dapat dibaca di : Penggolongan Mahluk Halus.

Sosok-sosok halus yang sudah disebutkan di atas (no.1 - 4) yang masuk merasuk bertempat di dalam tubuh manusia bisa dari jenis mahluk halus apa saja, termasuk dari jenis sukma / arwah manusia. Mahluk halus sukma manusia bisa memberikan tanda-tanda dan kejadian yang sama dengan ketempatan jenis mahluk halus yang lain (bisa sama seperti no.1 - 4 di atas).

Tetapi dibandingkan jenis mahluk halus lain ketempatan mahluk halus jenis sukma / arwah banyak yang memberikan efek dan pengaruh yang lebih dan banyak yang bersifat khusus. Ulasannya dituliskan di bawah ini.



Karakteristik dan Pengaruh Negatif Ketempatan Mahluk Halus.


Masuknya mahluk halus ke dalam tubuh manusia yang umum diketahui orang adalah yang berasal dari proses ketindihan di atas. Ada juga yang masuknya ketika orangnya sedang tidur yang tandanya adalah orangnya di dalam tidurnya bermimpi diberi batu akik / mustika, diberi keris, diberi uang, dsb. Selain itu ada juga yang masuknya ketika orangnya sedang bermeditasi (mata terpejam). Biasanya dalam meditasinya ada gambaran seperti bola atau kabut berwarna merah, hijau, kuning, dsb yang masuk ke dalam kepala atau badannya. Selain itu ada juga yang masuknya cepat sekali yang terjadi ketika orangnya sedang sadar dan sibuk beraktivitas yang pelakunya adalah jenis sukma (arwah) manusia.

Kasus-kasus ketempatan mahluk halus no.1 - 5 di atas, pengaruh berikutnya yang dirasakan oleh orang yang mengalaminya adalah pengaruh terhadap fisiknya dari adanya tambahan energi si mahluk halus di dalam tubuhnya dan terhadap mental dan psikologis orang yang mengalaminya berupa adanya pribadi lain di dalam diri seorang manusia.

Ketempatan mahluk halus tidak selalu memberikan efek negatif pada orang-orang yang mengalaminya. Ada juga yang pengaruhnya dianggap baik (favourable). Yang harus lebih kita perhatikan dan yang Penulis ungkapkan disini terutama adalah yang efeknya bersifat negatif, untuk kewaspadaan kita, karena efek negatifnya itu akan membebani kehidupan kita.

Sebagai tambahan dari yang sudah diuraikan di atas, di bawah ini diuraikan juga karakteristik dan pengaruh negatif kasus ketempatan mahluk halus terhadap fisik maupun psikologis orang yang dirinya ketempatan mahluk halus di dalam badan atau di dalam kepalanya, baik mahluk halusnya itu dari jenis yang umum maupun yang dari jenis sukma manusia (arwah), untuk menambah luas pemahaman kita dan untuk menjadi bahan kehati-hatian kita barangkali saja ada kejadian / indikasinya yang terjadi pada diri kita sendiri, anggota keluarga kita atau pada orang-orang terdekat kita yang lain.


S
ecara umum ada 2 jenis mahluk halus
yang kerap masuk dan menempati tubuh manusia :

1. Jenis halus sukma / arwah manusia.

2. Jenis halus selain sukma / arwah manusia.


Secara umum ada 2 posisi tubuh yang ketempatan mahluk halus
:

1. Di dalam kepala manusia.

2. Di dalam badan manusia.

Masing-masing jenis mahluk halus pelakunya dan masing-masing posisi mahluk halus yang menempati tubuh manusia mempunyai sifat dan akibat sendiri-sendiri terhadap manusia yang mengalaminya. 


Kerasukan dan ketempatan mahluk halus hakekatnya sama, yaitu :

1. Secara psikologis : ada pribadi lain di dalam diri seorang manusia.
Pribadi lain itu bisa memberikan ide dan ilham, bisikan-bisikan gaib dan penglihatan-penglihatan gaib di pikiran orangnya, bisa memampukan orangnya mengerti kegaiban, bisa juga mempengaruhi kejiwaannya / kepribadiannya, menjadikannya orang yang berbeda yang bukan dirinya yang sebenarnya, bisa juga sampai mengambil alih kesadaran orangnya.

2. Secara fisik : tubuh seseorang akan ketambahan / kebebanan energi dari energi keberadaan mahluk halus yang bersemayam di dalam tubuhnya itu.
Orang-orang yang dirinya ketempatan mahluk halus ada yang orangnya tidak merasakan dirinya kebebanan energi, ada yang malah merasa dirinya kuat berenergi, tapi lebih banyak lagi orang yang tubuhnya menjadi sakit-sakitan dan banyak organ tubuhnya yang rusak berat karena tubuhnya tidak mampu menanggung beban energi si mahluk halus di dalam tubuhnya, terutama bila orangnya kurang olah raga atau usianya sudah beranjak tua.


Keberadaan
mahluk halus di dalam tubuh manusia tidak selalu disadari oleh orang yang mengalaminya, dan tidak selalu dirasakan mengganggu, seringkali orangnya malah tidak merasakan beban apa-apa. Dalam kondisi tertentu keberadaan mahluk halus itu bisa juga dianggap berguna, bisa menjadi khodam bagi orangnya, orangnya merasa tubuhnya kuat dan memiliki kegaiban.

Pada orang-orang itu dirinya ketempatan mahluk halus justru merasa dirinya "keberkahan", karena  keberadaan mahluk halus di dalam tubuhnya itu dapat menjadikan tubuhnya kuat dan sakti, memiliki pukulan yang berbahaya, atau mahluknya itu berinteraksi dengan pikirannya, sehingga orangnya memiliki kemampuan supranatural tertentu seperti peka rasa dan bisa mendeteksi / melihat gaib, bisa meramal, bisa menyembuhkan orang sakit, kata-katanya manjur selalu terjadi, dsb.

Tetapi mungkin tidak kita sadari bahwa ada banyak sekali kasus / masalah dalam kehidupan manusia yang sumber penyebabnya adalah mahluk halus. Baik yang tinggal di sekitar tempat tinggal manusia atau mahluk halus yang bersama manusia (yang masuk ke dalam kepala atau yang masuk bersemayam di dalam badan manusia). Jika ada efek pengaruhnya yang negatif, biasanya cepat atau lambat akan terasa pengaruhnya terhadap kesehatan orangnya (dari beban energi si mahluk halus terhadap tubuh orangnya) dan terhadap pikirannya (dari perbuatan-perbuatan gaib si mahluk halus), tetapi tidak semua kasusnya sama kadar efeknya pada semua orang, harus dilihat satu per satu kasusnya.


1. Pengaruh Negatif Ketempatan Mahluk Halus Terhadap Fisik Manusia.


Seseorang yang ketempatan mahluk halus tubuhnya akan ketambahan / kebebanan energi dari energi keberadaan mahluk halus yang bersemayam di dalam tubuhnya itu.

Orang-orang yang dirinya ketempatan mahluk halus ada yang orangnya tidak merasakan dirinya ketambahan / kebebanan energi, ada yang merasa dirinya kuat berenergi, tapi lebih banyak lagi orang yang tubuhnya menjadi sakit-sakitan dan banyak organ dalam tubuhnya yang rusak berat (sakit parah) karena tubuhnya tidak mampu menahan beban energi si mahluk halus di dalam tubuhnya, terutama bila orangnya kurang olah raga atau usianya sudah beranjak tua.

Ada banyak orang sakit kanker, tumor, kista, miom, kerusakan ginjal, kerusakan liver, sesak nafas, stroke, kanker otak, sulit hamil / mendapatkan keturunan, keguguran kandungan, bayi meninggal di dalam kandungan, dsb, Penulis memperhatikan juga, sebagian besar kasusnya yang Penulis tahu, mungkin jumlahnya lebih dari separuhnya yang penyebab awalnya adalah karena adanya pengaruh negatif mahluk halus, dari perbuatannya atau pengaruh energinya yang bersifat negatif terhadap kesehatan fisik manusia.

Sakit-penyakit fisik yang berhubungan dengan gaib ada 2 macam penyebab utamanya :

1. Adanya persentuhan jangka panjang (bulanan / tahunan) orangnya dengan energi mahluk halus yang bersifat negatif, yang energinya tidak selaras terhadap kesehatan manusia, misalnya di tembok-tembok rumah atau di tembok kamar tidurnya ada dihuni mahluk halus berenergi negatif seperti gondoruwo dan jin berbulu hitam, atau karena orangnya kesambet, ketempelan, disantet, diteluh, dsb.

2. Orangnya ketempatan mahluk halus. T
ubuhnya sakit-sakitan, terjadi peradangan di saraf-saraf dan organ-organ dalam tubuhnya karena adanya beban energi dari mahluk halus yang menghuni tubuhnya.


Dalam kasus-kasus no.1 dan 2 di atas pengaruh
jangka pendeknya bisa membuat sel-sel tubuh orangnya bereaksi negatif menjadikannya sakit atau mudah sakit-sakitan atau saraf-saraf dan organ-organ tubuhnya meradang dan dalam jangka panjang bisa berlanjut sel-sel tubuhnya bermutasi menjadi negatif, menjadi kanker, tumor, kista, miom, ada juga yang menyebabkan bayi lahir cacat atau meninggal di dalam kandungan atau keguguran, kerusakan ginjal, liver, stroke, sesak nafas (asma), dsb, dan orangnya sendiri bisa juga meninggal karena sakit-penyakitnya itu.

Walaupun orangnya sudah merasakan tubuhnya sakit-sakitan, tetapi sumber penyebab sakitnya yang dari gaib tidak akan terdeteksi secara kedokteran. Bila dirontgen, discan atau usg tidak akan kelihatan. Tetapi ketika sakitnya sudah semakin parah menjadi kanker, tumor, kista, miom, dsb, barulah sakitnya ketahuan, tetapi tetap saja sumber penyebab sakit-penyakitnya yang dari gaib itu tidak ketahuan. Yang diketahui oleh medis hanyalah akibat akhirnya saja yang berupa sakit-penyakit medis, penyebab awal sakitnya yang dari gaib tidak diketahui.

Orang yang tubuhnya ketempatan mahluk halus, di dalam kepalanya atau di dalam badannya, biasanya cepat atau lambat akan merasakan pengaruhnya terhadap kesehatannya (dari keberadaan energi si mahluk halus) dan terhadap pikirannya (dari perbuatan-perbuatan gaib si mahluk halus), tetapi tidak semua kasusnya sama kadar efeknya pada semua orang, harus dilihat satu per satu kasusnya.

Orang yang tubuhnya, badannya atau kepalanya, ketempatan mahluk halus berarti bagian tubuhnya itu akan ketambahan energi dari adanya mahluk halus yang bersemayam di dalam tubuhnya itu. Tetapi ada orang yang tidak merasakan dirinya kebebanan energi, malah ada yang merasa dirinya kuat berenergi, tapi lebih banyak lagi orang yang tubuhnya menjadi sakit-sakitan, bahkan banyak yang organ-organ  tubuhnya rusak berat karena tubuhnya tidak mampu menahan beban energi si mahluk halus di dalam tubuhnya itu, terutama jika orangnya kurang olah raga atau usianya sudah beranjak tua.

Kalau ketempatan mahluk halusnya adalah dari jenis selain sukma manusia, seperti bangsa jin, peri, dsb, mungkin orangnya tidak banyak merasakan sesuatu yang negatif pada fisiknya, karena umumnya mahluk halusnya itu bisa menyelaraskan energinya dengan energi si manusia. Bahkan banyak yang membuat orangnya merasa segar pikirannya dan tubuhnya terasa bertenaga. Mungkin keberadaan mahluk halusnya bisa bermanfaat bagi orangnya, bisa menjadi khodam baginya.

Tetapi ketempatan bangsa jin berwujud ular (ular gaib) biasanya akan menyebabkan orangnya mengalami kerusakan organ-organ dalam tubuhnya, karena mahluk halus ular itu tidak menyelaraskan energinya dengan si manusia, dan karena tubuh orangnya tidak tahan kebebanan energi si mahluk halus, karena jenis halus itu umumnya kekuatannya tinggi, banyak yang sampai ribuan KRK.

Sakit-penyakit di atas bila penyebabnya adalah karena tubuh orangnya ketempatan mahluk halus, paling banyak terjadi adalah yang mahluk halusnya itu dari jenis sukma / arwah, karena jenis sukma / arwah energinya tajam, tidak selaras dengan energi tubuh biologis manusia yang masih hidup, bersifat negatif bagi manusia yang tubuhnya ditempatinya.

Manusia yang di tubuhnya ketempatan mahluk halus jenis sukma / arwah cepat atau lambat biasanya akan mengalami gangguan kesehatan, terjadi banyak peradangan saraf di dalam kepala atau di dalam badannya, dari yang kadarnya ringan sampai yang mengakibatkan rusak beratnya organ-organ di dalam kepalanya atau organ-organ di dalam badannya, terutama jika orangnya kurang olah raga atau usianya sudah beranjak tua.

Keberadaan jenis sukma / arwah di tubuh manusia yang masih hidup dapat mendatangkan sakit-penyakit dari yang kadarnya
ringan sampai yang berat, dan banyak juga yang menyulitkan proses kematiannya, walaupun orangnya sudah sekarat / kritis / koma.

Bila ketempatan sukma / arwahnya di dalam kepala biasanya akan ada saat-saat tertentu (atau sering) orangnya merasakan sakit kepala / pusing / pening di kepalanya, saraf-saraf di otak kepalanya mengalami peradangan sebagai efek dari kebebanan energi si mahluk halus di kepalanya, tetapi bila discan atau dirontgen tidak akan terdeteksi penyebabnya yang dari mahluk halus. Efek peradangan itu dapat juga memunculkan sakit-penyakit lain, biasanya di otak, yang berasal dari berkembangnya kuman virus dan bakteri. Bila kekuatan gaib mahluk halusnya lebih dari 2 md keberadaannya di dalam kepala bisa membuat rusak saraf-saraf otak, membuat orangnya sering sekali sakit kepala dan bisa mengakibatkan pecahnya pembuluh-pembuluh darah halus di kepala dan stroke atau memicu munculnya tumor / kanker otak.

Bila ketempatan sukma / arwahnya di dalam badan biasanya kekuatannya lebih tinggi dari yang masuk ke kepala, bahkan ada yang sampai puluhan ribu KRK. Dalam kasus ini ada yang orangnya merasa tubuhnya bertenaga dan mempunyai kekuatan gaib yang tinggi, merasa sakti dan berilmu gaib dan kata-katanya manjur sering terjadi. Tetapi lebih banyak lagi orang yang tubuhnya sakit-sakitan, karena saraf-saraf dan organ-organ di dalam badannya mengalami peradangan sebagai efek dari kebebanan energi si mahluk halus di tubuhnya itu, tetapi bila discan atau dirontgen tidak akan tampak peradangan itu. Bila sakitnya sudah parah, hasil akhirnya akan berupa kerusakan organ dalam seperti sakit lambung, sesak nafas (asma), kerusakan ginjal, kerusakan liver, tumor, kanker rahim, pembengkakan liver / jantung, perempuan sulit hamil, keguguran kandungan, bayi mati di dalam kandungan, dsb.


Seseorang yang mengalami di dalam tubuhnya ketempatan sesosok mahluk halus, apapun jenis mahluk halusnya, di satu sisi keberadaan mahluk halus itu bisa bersifat tidak baik / negatif baginya, tetapi di sisi lain ada juga kebaikannya, yaitu sosok halus itu bisa menjadi khodam baginya, bisa membantunya peka rasa, mengerti kegaiban dan juga membantunya memberikan ide dan ilham dan mimpi-mimpi yang berhubungan dengan gaib, dan memberikan "penglihatan gaib".  Walaupun seringkali penglihatan gaibnya tidak sesuai dengan yang sesungguhnya terjadi, dan seringkali juga hanya bersifat perlambang saja, atau bahkan ilusi, tetapi sudah membantu orang itu untuk peka rasa dan merasa mengerti kegaiban.

Sosok halus itu juga bisa menjadi khodam kekuatan bagi orangnya. Jika orangnya sedang diserang (atau berkelahi), maka ia akan mendapatkan bantuan kekuatan gaib dari mahluk halus di dalam tubuhnya itu, menjadikan pukulannya kuat dan mengandung kegaiban, bahkan bisa menjadikannya tahan pukul, karena sosok halus di dalam tubuhnya itu akan menyatukan kekuatannya untuk melawan, karena ia merasa juga dirinya diserang. Dalam kasus ini sosok halus itu berfungsi sama seperti khodam kekuatan bagi orang tersebut.

Tetapi untuk kebaikannya sendiri Penulis menganjurkan untuk ia mengusir keberadaan mahluk halus itu dari tubuhnya, melakukan pembersihan gaib, bila dirasakan perwatakan mahluk halusnya tidak baik dan pengaruh keberadaannya bersifat negatif.

Tetapi bila fenomena ketempatan mahluk halus itu benar terjadi, dan dideteksi jenis mahluk halusnya adalah dari jenis sukma (arwah), siapapun dia, darimana pun asal-usulnya, apapun sosok wujudnya, Penulis menganjurkan supaya sukma arwah manusia itu diusir pergi saja (lebih baik lagi kalau sukma arwah itu lebih dulu dibungkus dengan pagaran absolut supaya tidak akan kembali lagi dan tidak dapat mengganggu manusia yang lain). Jenis halus sukma / arwah di dalam tubuh manusia ini sebaiknya disingkirkan saja, jangan dianggap khodam.

Yang bertempat di dalam kepala manusia biasanya kekuatannya rendah, tidak lebih dari 2 md saja, bisa mudah disingkirkan dengan bantuan khodam keris, khodam batu akik, khodam ilmu / pendamping, dsb.

Tetapi jenis sukma (arwah) yang bertempat di dalam badan manusia banyak yang kekuatannya tinggi, ada yang sampai puluhan ribu KRK, jauh melebihi kekuatan bangsa jin tersakti di bumi, dan sudah pasti jauh lebih tinggi daripada kekuatan khodam yang umum dimiliki manusia. Keberadaannya hanya bisa diusir dengan kekuatan gaib yang lebih tinggi saja. Karena itu Penulis menganjurkan supaya para pembaca mematangkan laku kebatinan ketuhanan di halaman berjudul Pembersihan Gaib 4 untuk anda meminta tolong langsung kepada Tuhan, apalagi manusia dan khodam kekuatannya terbatas.

Kalau sakit-penyakit yang awalnya adalah karena pengaruh gaib itu hanya ditangani secara medis saja, biasanya penyembuhannya hanya bersifat sementara saja. Suatu saat akan kambuh lagi, atau sakitnya pindah menjadi sakit-penyakit lain di bagian tubuh yang lain walaupun bagian tubuhnya yang sakit itu sudah ada yang dibuang / diamputasi.

Kalau kasusnya begitu maka penanganan awalnya haruslah lebih dulu dengan pembersihan gaib supaya orangnya tidak lagi berhubungan dengan gaib negatif yang menjadi sumber sakit-penyakitnya itu.

Sesudah itu barulah orangnya berobat / memeriksakan kondisi tubuhnya atau sakitnya itu ke dokter atau rumah sakit, karena sesudah gaib negatifnya disingkirkan sakitnya yang sekarang sudah bukan gaib lagi, tetapi sudah bersifat fisik / medis.

Bila sakitnya masih ringan, sesudah orangnya dibebaskan dari gangguan gaibnya biasanya kondisinya akan membaik, tubuhnya akan bekerja sendiri memulihkan diri.

Tetapi mungkin ada juga orang-orang yang kondisi tubuhnya lemah dan sakit tubuhnya sudah cukup parah (biasanya karena ketempatan mahluk halus dari jenis ular gaib dan sukma manusia yang kekuatan gaibnya sampai ribuan KRK), yang sesudah gangguan gaibnya dihilangkan, tubuhnya tidak bisa cepat memulihkan diri, mungkin ada juga yang kondisi negatif di tubuhnya terus berlanjut menjadi kanker, kerusakan organ, dsb. Walaupun begitu mudah-mudahan rasa sakitnya berkurang, tidak seberat ketika tubuhnya belum dibersihkan dan lebih mudah disembuhkan secara medis.

Ada juga kasus yang orang sakit karena kerasukan, kesambet, ketempelan, ketempatan, dsb. Ketika masih dalam kondisi sakit tekanan darahnya hanya naik sedikit, asam uratnya baik, kadar gula darah dan kolesterol darahnya juga baik, semuanya baik. Tetapi sesudah dirinya lepas dari kerasukan, atau dirinya sudah dibersihkan dari ketempelan / ketempatan / kesambet, orangnya lemas merasa tidak sehat. Setelah diperiksa dokter didapati bahwa tekanan darahnya naik tinggi atau turun tidak normal, asam uratnya tinggi, kadar gula dan kolesterol darahnya juga tinggi, dsb.

Itu adalah efek dari kacau-balaunya metabolisme tubuhnya karena kondisi yang jomplang berubah drastis dadakan antara kondisi tubuhnya sebelumnya yang kebebanan energi dengan kondisi sesudah dirinya lepas dari beban energi si mahluk halus. Karena hasil akhirnya begitu maka secara medis dan awam sakit orangnya itu akan dikatakan penyebabnya adalah karena tekanan darahnya tidak normal, asam uratnya tinggi, kadar gula dan kolesterol darahnya tinggi, dsb, tidak disadari bahwa penyebab awal sakitnya adalah karena pengaruh mahluk halus.

Ada juga kasus orang ketempatan mahluk halus yang sesudah mahluk halusnya dikeluarkan dari dalam tubuhnya orangnya merasa badannya gatal-gatal. Itu juga adalah efek dari jomplangnya energi karena sumber beban energi sebelumnya (si mahluk halus) hilang secara tiba-tiba. Gatal-gatalnya ini bisa dicoba dihilangkan dengan mandi kembang telon sampai gatal-gatalnya itu sembuh. Mudah-mudahan tidak berlanjut menjadi sakit kulit atau alergi.

Mungkin rasa gatal-gatal, tekanan darah yang tidak normal, asam urat tinggi, kadar gula dan kolesterol darah yang tinggi di atas bisa dianalogikan dengan seseorang yang kakinya terasa dingin / pegal karena lama berjongkok. Tetapi sesudah orangnya berdiri dan kakinya diluruskan, kakinya langsung terasa kesemutan atau pandangan matanya gelap berkunang-kunang, padahal sebelumnya kakinya tidak kesemutan dan penglihatan matanya normal-normal saja.

Karena itu sesudah melakukan pembersihan gaib sebaiknya kita menyalurkan / menurunkan energi positif melalui tangan kita ke tempat sakitnya (bisa melalui fotonya) untuk menambah energi tubuhnya dan membantu proses kesembuhannya. Sesudah ditambahkan energi positif untuk membantu pemulihannya, mudah-mudahan kondisinya akan semakin membaik.

(Dan bila yang sudah membebaskan orangnya dari kebebanan energi itu adalah kita sendiri yang berbuat, sebaiknya jangan kita berkecil hati bila perbuatan baik kita itu tidak diakui karena ketidak-tahuan orangnya, karena penyembuhan secara gaib di mata orang lain memang tidak kelihatan tindakannya, yang tahu hanya pelaku penyembuhnya saja, berbeda dengan penyembuhan medis yang tindakan penyembuhannya oleh orang lain kelihatan jelas).

Kasus seseorang yang ketempelan dan ketempatan mahluk halus, walaupun tujuan keberadaan mahluk halusnya itu tidak untuk menyerang atau menyakiti, tetapi hanya 'mengikut' saja dengan cara 'menempel' atau bertempat di dalam tubuh manusia, tetapi kasus ketempelan dan ketempatan mahluk halus ini juga memberikan pengaruh sendiri-sendiri terhadap manusia yang mengalaminya dalam proses kematiannya.

Jika dalam kasus ketempelan itu roh halusnya berasal dari golongan putih, biasanya tidak akan menyulitkan proses kematian seseorang. Tetapi bila roh halusnya berasal dari golongan yang berintelijensi rendah seperti gondoruwo atau bangsa jin yang berbulu hitam, biasanya akan menyulitkan dalam proses kematian, apalagi bila roh halusnya itu dari golongan hitam, pasti akan menyulitkan dalam proses kematian orangnya.

Kasus ketempatan mahluk halus lebih banyak yang menyulitkan proses kematian seseorang. Mahluk halus yang sudah merasa nyaman bertempat di dalam tubuh manusia biasanya tidak akan mau begitu saja pergi meninggalkan "rumahnya" itu. Sedapat mungkin mereka akan mempertahankan kondisinya supaya mereka dapat terus bersemayam di tubuh orangnya, walaupun orangnya sudah dalam keadaan koma / kritis / sekarat.

Dimana-mana di seluruh dunia kasus-kasus manusia yang dirinya ketempatan mahluk halus sampai sekarang tetap menjadi kegaiban tingkat tinggi yang orang tidak menyadari bahwa penyebabnya adalah adanya sesosok gaib di dalam tubuh seorang manusia. Kasusnya tidak terdeteksi oleh orang-orang berilmu tinggi jaman sekarang, apalagi bila hanya dinalar dengan ilmu ilmiah dan peralatan modern saja yang tidak bisa mendeteksi hal-hal gaib. Orang-orang, termasuk medis dan kalangan ilmiah, hanya bisa melihat akibat kejadiannya saja yang berupa sakit-penyakit fisik atau kejiwaan yang diderita oleh seorang pasien, menganggap bahwa itu adalah kejadian alami, bukan penyebab awalnya yang adalah perbuatan mahluk halus.

Dan sakit penyakit karena gaib ini sudah banyak membuat orang menjadi jahat hatinya, berprasangka buruk terhadap orang lain, menganggap sakitnya adalah karena perbuatan guna-guna, teluh dan santet dari orang lain. Ditambah lagi ada orang-orang pinter / spiritualis / paranormal yang rendah spiritualitasnya yang terlalu mudah mengatakan bahwa sakit-penyakit yang dialami seseorang adalah karena perbuatan gaib orang lain.

Kasus-kasus orang ketempatan mahluk halus memang adalah kegaiban tingkat tinggi, sehingga tidak banyak orang yang mengerti dan menguasai masalahnya dengan benar, apalagi untuk menangkalnya. Tetapi atas sakit-penyakit yang kita alami (atau yang dialami oleh orang lain) sebaiknya kita sendiri jangan terlalu mudah berprasangka, apalagi sampai menjatuhkan tuduhan dan fitnah terhadap orang lain.



2. Pengaruh Ketempatan Mahluk Halus Terhadap Mental & Psikologis Manusia.


Ketempatan mahluk halus yang umumnya awalnya adalah terjadi dari kejadian ketindihan pengaruhnya terhadap mental dan psikologis manusia yang mengalaminya sebagian sudah dituliskan pada nomor 1 - 5 di atas.

Orang yang dirinya ketempatan mahluk halus berarti ada pribadi lain di dalam dirinya. Pribadi lain itu bisa mengalirkan ide dan ilham, memberikan bisikan-bisikan dan penglihatan-penglihatan gaib di pikirannya, bisa memampukan orangnya mengerti kegaiban, bisa juga mempengaruhi kejiwaannya / kepribadiannya, atau bahkan mengambil alih kesadaran orangnya.

Pengaruh gaib terhadap psikologis orangnya contohnya adalah kasus-kasus yang orang sering mendapatkan bisikan-bisikan gaib, mimpi-mimpi, atau bahkan kesadarannya ditunggangi oleh gaib sehingga orangnya terdorong untuk melakukan perbuatan-perbuatan rendah, berpikiran mesum dan cabul, suka memperkosa / mencabuli orang lain, kelainan seksual, emosi tak terkendali, suka marah-marah, suka mengamuk, suka menyiksa dan membunuh, merasa sok suci, sok beriman, sok benar, sok kuasa, suka menyebarkan kebencian dan permusuhan, bahkan ada orang yang sampai benar-benar hilang kesadarannya, gila. Masing-masing pengaruh gaib itu terhadap psikologis dan kejiwaan manusia yang mengalaminya ada kadar pengaruhnya sendiri-sendiri dari yang kadarnya ringan sampai yang berat. Di dunia barat ada istilahnya psikopat, bipolar, dsb.

Ada banyak rasa yang dirasakan oleh orang-orang yang di dalam dirinya ketempatan mahluk halus.
Yang umum adalah adanya ilusi / halusinasi melihat
mahluk halus dan mimpi-mimpi yang diberikan oleh mahluk halus yang bersamanya itu atau ia merasa mendengar suara-suara orang (obrolan) atau suara-suara orang memanggil.

Ada juga yang mahluk halus di dalam tubuhnya itu dengan energinya membuat semacam bangunan gaib untuk tempat tinggalnya, sehingga ada saat-saat tertentu orangnya merasakan suasana sepi dan hampa seperti sedang sendirian berada di dalam bangunan besar dan orangnya juga menyukai suasana sepi dan suka sendiri menyendiri di tempat sepi.

Ada juga yang orangnya kerap mendapatkan bisikan / dorongan untuk melakukan perbuatan-perbuatan tertentu. Ada yang dianggap baik seperti mendorong orangnya rajin bangun pagi, rajin beribadah, rajin bekerja, dsb, tapi ada juga yang membuat orang malas beraktivitas, malas beribadah, dsb. Ada juga yang pengaruhnya tidak baik seperti mendorong orang melakukan perbuatan-perbuatan yang aneh dan ganjil seperti orang yang mengalami kelainan jiwa. Ada juga yang mempengaruhi orang menjadi berpikiran sok suci, sok kuasa, suka menyebarkan kebencian dan permusuhan, mendorongnya melakukan perbuatan-perbuatan jahat, mendorongnya menjadi manusia jahat, licik dan keji, walaupun hidupnya sangat agamis.

Jadi sebenarnya ada banyak rasa yang dirasakan oleh orang-orang yang di dalam tubuhnya ketempatan mahluk halus, tetapi tidak semuanya bisa dijelaskan dengan gamblang, karena yang tahu pasti apa saja rasanya adalah orang itu sendiri yang mengalaminya. Ini akan menjadi tambahan pekerjaan untuk para psikolog / psikiater.

Keberadaan mahluk halus di dalam tubuh manusia tidak selalu dirasakan mengganggu, seringkali si manusia malah tidak merasakan beban apa-apa. Dalam kondisi tertentu keberadaan mereka bisa juga dianggap berguna, bisa menjadi khodam bagi si manusia. Tetapi jika mahluk halusnya berwatak jelek, atau berintelijensi rendah, jika pengaruh negatif mereka semakin kuat, akibatnya bisa sampai menjadikan orangnya terganggu pikirannya, menjadi bodoh seperti orang idiot, lemah ingatan, atau terganggu jiwanya, bahkan bisa gila, atau menjadi orang yang jahat, licik dan keji, walaupun hidupnya sangat agamis.

Sebagian besar orang yang di dalam tubuhnya ketempatan mahluk halus akan mempunyai kepekaan gaib tertentu, banyak ide dan ilham yang mengalir di pikirannya, bahkan banyak yang menjadi "merasa" bisa melihat gaib, hanya saja seringkali perasaan dan penglihatan gaibnya itu tidak sejalan dengan kejadian gaib yang sesungguhnya (palsu), atau bahkan ia diberikan arti atau makna penglihatan gaib yang tidak benar, yang menyimpang dari arti kejadian gaib yang sesungguhnya, yang ternyata tanpa disadarinya dirinya sudah sering disesatkan / dikelabui oleh mahluk halus di dalam tubuhnya itu. 

Ketempatan mahluk halus mungkin tidak menjadi masalah  sepanjang  watak dan tujuan keberadaan mahluk halus tersebut baik, tidak menyesatkan, tidak mengganggu pikiran dan kesehatan, dan tidak mendatangkan efek kedatangan mahluk halus lain yang negatif. Yang seperti ini bisa dianggap khodam. Biasanya orang-orang yang ketempatan mahluk halus itu "merasa" dirinya semacam "keberkahan", karena dengan keberadaan mahluk halus tersebut di dalam tubuhnya dapat menjadikan tubuhnya kuat dan sakti, memiliki pukulan yang berbahaya, atau mahluknya itu berinteraksi dengan pikirannya sehingga orangnya memiliki kemampuan supranatural bisa mendeteksi / melihat gaib, bisa meramal, bisa menyembuhkan orang sakit, kata-katanya manjur selalu terjadi, dsb.

Kemampuan-kemampuan supranatural tersebut bisa terjadi pada orang-orang yang ketempatan mahluk halus, yang baik maupun yang tidak baik wataknya, sehingga baik-tidaknya dirinya ketempatan mahluk halus itu kita tidak bisa menilai dari sisi manfaatnya saja yang memberinya kemampuan supranatural, tapi kita harus juga menilainya dari sifat-sifat dan resiko / pengaruh keberadaan mahluk halusnya itu sendiri terhadap dirinya dan kehidupannya. 

Jika mahluk halusnya itu berwatak jelek, atau berintelijensi rendah, jika pengaruh mahluk halusnya itu terhadap orangnya semakin kuat, kebanyakan yang terjadi adalah ada saatnya orang itu mendapatkan dorongan untuk berperilaku ganjil, tidak wajar, sehingga orang lain akan mengatakannya tidak waras atau dikatakan ada "kelainan". Mahluk halus itu juga akan menjadikan dirinya merasa besar dan berkuasa, mudah marah dan mengamuk jika keinginannya tidak dipenuhi. Kondisi ini seringkali menyebabkan rusaknya rumah tangga dan hubungan sosial / pergaulan, merusak kelangsungan jalan rejeki dan jalan kehidupan seseorang.

Sebagian dari cerita dan fenomena khodam pendamping, ketempelan, kerasukan dan ketempatan mahluk halus sudah menjadi cerita yang umum di masyarakat. Tetapi khusus mengenai ketempatan mahluk halus ini hanya sedikit saja orang yang mampu mendeteksi dan mengerti permasalahannya dengan baik, sebagian besar kejadiannya malah tidak ada orang yang mampu mendeteksi sebab terjadinya, apalagi untuk menanggulanginya, berbeda sekali dengan kejadian ketempelan atau pendampingan mahluk halus dalam bentuk khodam ilmu atau khodam pendamping atau guna-guna / pelet / teluh / santet yang bisa dideteksi / dilihat oleh seseorang sekalipun baru sedikit mengerti gaib.

Yang tidak diketahui oleh banyak orang adalah bahwa fenomena ketempatan mahluk halus ini sebagian besar kejadiannya adalah bersifat kegaiban tingkat tinggi dan kebanyakan berasal dari perbuatan mahluk halus yang berkesaktian tinggi dan berdimensi tinggi, sehingga bila ada kejadian ketempatan mahluk halus ini terjadi pada seseorang, maka kebanyakan orang, walaupun bisa melihat gaib dan penglihatan gaibnya tajam, termasuk mereka yang sudah bertahun-tahun berpraktek sebagai paranormal / spiritualis supranatural dan yang sudah bertahun-tahun berpraktek sebagai pengusir mahluk halus, tidak mampu mendeteksi sebab terjadinya, tidak mampu mendeteksi adanya mahluk halus yang bertempat tinggal di dalam tubuh manusia, tidak mengetahui kesejatian dari fenomena orang yang ketempatan mahluk halus, tidak mengetahui akar permasalahannya, sehingga juga tidak dapat menangkal / menanggulanginya, seringkali mereka malah melakukan cara penanganan yang salah.

Fenomena ketempatan mahluk halus jenis sukma / arwah sebagian besar kejadiannya bersifat kegaiban tingkat tinggi dan berasal dari perbuatan sukma manusia yang berkesaktian tinggi dan kasus-kasus jenis ini telah banyak membuat banyak orang tertipu dan melakukan penanganan yang salah.

Fenomena ketempatan mahluk halus jenis sukma manusia yang bersemayam di dalam tubuh seorang manusia yang masih hidup banyak yang mirip dengan fenomena ketempatan mahluk halus lain seperti diceritakan di atas. Sebagian fenomenanya juga mirip dengan seseorang yang memiliki khodam ilmu / pendamping atau adanya sesosok halus yang mengikuti / menyertainya. Diperlukan kecermatan dan ketelitian yang tinggi untuk bisa membedakannya.

Fenomena manusia ketempatan mahluk halus termasuk sebagai salah satu kegaiban tingkat tinggi yang rahasianya selama ini tidak terungkap yang sudah membuat kasus-kasus yang terkait dengan itu, jika ada, tidak mudah disembuhkan walaupun sudah ditangani oleh orang-orang sakti dan spiritualis-spiritualis kawakan dengan ilmunya yang tinggi-tinggi dan khodamnya yang sakti-sakti, apalagi oleh medis yang tidak mengerti gaib, walaupun orang-orangnya pintar dan cerdas dan teknologi kedokterannya canggih.

Malah ada orang yang bisa melihat gaib mengatakan bahwa orang yang ketempatan tersebut mempunyai khodam penjaga (harimau, prajurit, dsb). Dalam kasus ini orang yang melihat gaib tersebut sudah tertipu, sudah dikelabui, tidak mengetahui sejatinya fenomena orang yang ketempatan mahluk halus. Karena itu sekalipun seseorang bisa melihat gaib, belum tentu orang itu bisa juga mengetahui kesejatian dari apa yang dilihatnya, bahkan bisa ditipu dengan melihat seolah-olah seseorang mempunyai khodam penjaga. Karena itu sebaiknya kita tidak menjadikan ucapan seseorang sebagai kebenaran mutlak, walaupun dia bisa melihat gaib, cukuplah itu dijadikan masukan saja bahwa mungkin memang ada "sesuatu" yang gaib, tetapi benar-tidaknya dan baik-tidaknya "sesuatu" yang gaib itu harus kita cermati sendiri.

Mengenai kasus ketempatan mahluk halus ini sebaiknya kita mencermati betul artinya dan mengenali indikasi gejala-gejalanya karena sebagian besar pengaruh buruknya sudah berakibat negatif dan fatal dan telah benar-benar "merusak" kehidupan manusia yang mengalaminya. Sebaiknya kita mencermati fenomena kejadiannya, jangan sampai kita tidak tahu bahwa kejadian itu ternyata terjadi juga pada diri kita sendiri atau anggota keluarga kita. Fenomena ini sudah banyak terjadi di seluruh dunia. Penulis juga sudah mendapati fenomena ini terjadi pada banyak orang pembaca situs ini dan anggota keluarganya dari email yang mereka kirimkan kepada Penulis.

Baik mahluk halus itu tinggal di dalam kepala maupun di badan manusia biasanya keberadaannya akan membantu orangnya peka rasa, 'merasa' mengerti dan bisa mendeteksi kegaiban, bahkan banyak yang sudah menjadikan orangnya 'merasa' memiliki kemampuan gaib tertentu tanpa sebelumnya pernah mempelajarinya. Tetapi banyak penglihatan gaib orang itu yang sifatnya halusinasi / ilusi, tidak sungguh-sungguh terjadi (tipuan / fiktif), atau sekalipun benar terjadi, tetapi kegaiban yang "dilihat" oleh orang itu seringkali bukanlah kejadian gaib dan sosok wujud gaib sesungguhnya, sifatnya hanya perlambang saja.

Salah satu ciri umum dari seseorang yang ketempatan mahluk halus (atau orangnya berkhodam) adalah orang itu memiliki kemampuan gaib tertentu, terutama merasa bisa melihat gaib tanpa sebelumnya orangnya pernah melatih keilmuan itu, atau sering mendapatkan bisikan rasa sehingga orangnya merasa mengerti gaib, atau orang itu merasa ada keberuntungan-keberuntungan atau kata-katanya manjur terjadi. Artinya, ada sesuatu yang lain yang sudah membuat orang itu memiliki kemampuan gaib, mendatangkan keberuntungan-keberuntungan dan kata-katanya manjur terjadi.

Ciri-ciri lainnya yang menjadi kemungkinan besar seseorang ketempatan mahluk halus (atau orangnya berkhodam) adalah ketika ia bermeditasi memejamkan mata (atau ketika sedang tidur bermimpi) sering sekali orangnya merasa pikirannya (atau rohnya) melambung, atau seperti melayang pergi keluar dari tubuhnya, merasa masuk ke alam gaib, merasa dibawa berjalan-jalan di alam gaib, atau bahkan merasa bisa merogoh sukma, merasa bertemu dengan sosok-sosok gaib lain, yang sebenarnya kejadian-kejadian gaib yang dialaminya itu adalah mimpi dan penglihatan gaib fiktif / ilusi / halusinasi yang diberikan oleh si mahluk halus yang bersamanya. Baca juga : Terawangan Gaib

Jika jenis mahluk halusnya adalah dari jenis sukma manusia (arwah), kemungkinan besar sosok halus itu akan banyak memberikan gambaran gaib fiktif / imajinasi / ilusi dan halusinasi kepada orangnya. Sifat penglihatan gaibnya banyak fiktifnya / palsu.

Tetapi jika jenis mahluk halusnya adalah selain jenis sukma manusia, misalnya jenisnya adalah bangsa jin, biasanya pemberian gambaran gaib fiktifnya tidak sebanyak dan tidak separah dibanding jika jenis itu adalah sukma manusia, karena bukan maksudnya khodam jin itu menyesatkan, tetapi itu dilakukannya sebagai caranya membantu si manusia mengerti gaib. Biasanya gambaran gaib yang diberikannya berupa gambaran perlambang saja dari sosok gaib atau kejadian gaib yang sesungguhnya ada dan terjadi.

Karena itu jika kita merasa bisa melihat gaib, yang kemampuan itu terjadi dengan sendirinya tanpa kita pernah melatih kepekaan rasa untuk bisa melihat gaib, apalagi bila kita sering melihat gaib di saat-saat yang tidak kita inginkan, melihat gaibnya terjadi di luar kontrol kita, sebaiknya itu menjadi bahan untuk kita berwaspada, jangan-jangan kita sudah mengalami sendiri diri kita ketempatan mahluk halus (atau diri kita berkhodam).

Jika mahluk halusnya adalah dari jenis yang berintelijensi rendah, jika pengaruh negatifnya kuat sampai mempengaruhi kesadaran / pikiran si manusia, maka si manusia juga dapat terpengaruh ikut menjadi berintelijensi rendah, menjadi bodoh, idiot, lemah ingatan, lemah kesadaran, akan menjadi sama dengan orang-orang yang terbelakang mentalnya, atau seperti orang yang mengalami gangguan jiwa, sakit jiwa, atau mahluk itu akan mendorong si manusia melakukan perbuatan-perbuatan ganjil yang tidak lazim dilakukan oleh orang-orang yang normal.

Yang paling buruk adalah jika si mahluk halusnya itu berwatak sedemikian jelek dan jahatnya sehingga ia benar-benar menyesatkan jalan pikiran si manusia, bisa mempengaruhi si manusia untuk juga menjadi berhati dan berpikiran jahat dan berperangai buruk, menjadi sok berkuasa, penuh dengan pikiran-pikiran jahat dan penuh hasrat untuk mengumbar rasa jahat, menyebarkan kebencian, permusuhan dan angkara murka, apalagi bila orang-orang itu adalah seorang tokoh pemimpin, tokoh masyarakat atau tokoh agama. Pikirannya kritis untuk menjelek-jelekkan / mencari-cari kejelekan orang lain, selalu penuh hasrat untuk menjelek-jelekkan / menjatuhkan orang lain, penuh hasrat untuk mengumbar kebencian dan permusuhan dan selalu mencari pembenaran atas perbuatan-perbuatannya yang jahat.

Cara menayuh dengan bandul atau dengan ayunan keris seperti yang sudah dicontohkan dalam tulisan berjudul Ilmu Tayuh / Menayuh Keris  cukup baik untuk dijadikan sebagai cara awam mendeteksi adanya fenomena ketempatan mahluk halus pada diri kita sendiri ataupun pada keluarga dekat kita dan orang lain, dan hasil tayuhannya bisa dijadikan bahan untuk memperkirakan adakah pengaruh negatifnya dan untuk menanyakan cara menanggulanginya jika ketempatan mahluk halus itu benar terjadi.


Sukma / arwah manusia yang kerap masuk ke dalam tubuh manusia lain yang masih hidup, jika kekuatan gaibnya rendah, tidak lebih dari 2 md, ia akan masuk bersemayam di dalam kepala manusia. Biasanya sukma / arwah itu dulunya adalah pelaku ilmu gaib dan ilmu khodam atau perdukunan. Orang yang kepalanya ditempatinya itu dijadikannya sarana dirinya bermain ilmu gaib kembali.

Jika kekuatannya lebih tinggi, biasanya akan bersemayam di dalam badan manusia. Mereka itu biasanya adalah sukma dari orang-orang yang dulunya memiliki suatu keilmuan gaib dan kesaktian kanuragan, sebagiannya dulu hidup sebagai tokoh-tokoh sakti dunia kejahatan dan berilmu tinggi. Mereka biasanya berwatak keras dan menonjolkan kesaktian dan kegagahan, cenderung menonjolkan kesombongan dan mengandalkan kesaktiannya untuk memaksakan kehendaknya, yang itu terus dilakukannya sampai sekarang sesudah mereka bukan lagi manusia (sudah menjadi arwah). Dan orang yang badannya ditempatinya itu dijadikannya sarananya menunjukkan kegaiban dari kesaktiannya.

Sebenarnya mereka mengerti bahwa tidak sepantasnya mereka masuk dan tinggal bersemayam di dalam tubuh manusia yang masih hidup, baik di dalam kepala maupun di dalam badan, tetapi jeleknya wataknya menyebabkan mereka tidak peduli mana tempat yang pantas untuk ditinggali dan mana yang tidak.

Dan bisa dipastikan bahwa mereka bukanlah sukma leluhur si manusia, kecuali sukma leluhur yang berwatak jelek, karena sukma leluhur yang berwatak baik biasanya akan menempatkan dirinya sebagai sosok pendamping, pengayom dan pelindung, bukannya masuk merasuk dan bersemayam di dalam tubuh manusia keturunannya.

Secara umum semua mahluk halus yang masuk bersemayam di dalam tubuh manusia, di dalam badan maupun di dalam kepala, menyadari bahwa perbuatannya itu tidak benar, tidak patut, tidak selayaknya mereka masuk ke dalam tubuh manusia yang masih hidup, apalagi masuk ke dalam tubuh mahluk halus lain, karena masing-masing mahluk mempunyai tempat hidup dan kehidupan sendiri-sendiri. Karena itu sedapat mungkin mereka akan meng-offset / menutupi ketidakpatutan perbuatan mereka itu dengan memberikan "manfaat" (tuah) bagi si manusia berupa kekuatan / kesaktian, bisikan gaib dan gambaran / penglihatan gaib, menjadikan orangnya merasa sakti berkhodam, merasa berilmu gaib, merasa bisa melihat gaib, bisa meramal, bisa mengobati, memiliki kemampuan supranatural, dsb, meniadakan hasrat si manusia untuk mengusir mereka. Bahkan karena tingginya hasrat akan tuahnya banyak manusia yang sudah tersesat dengan sengaja memasukkan / mengisikan khodam seperti itu ke dalam tubuhnya sendiri atau ke dalam tubuh orang lain, tidak menyadari dan tidak memahami bahwa perbuatannya itu tidak patut, karena mereka hanya mementingkan tuahnya / manfaatnya saja.

Mahluk halus yang masuk bersemayam di kepala seseorang, karena kekuatannya rendah, biasanya tidak lebih dari 2 md saja, maka tidak cukup baginya untuk menjadi pelindung gaib bagi si manusia. Yang lebih banyak dilakukannya adalah memanipulasi pikiran dan perasaan orangnya, fenomenanya akan mirip dengan fenomena pada nomor 3 dan 4 di atas, yaitu yang dapat menyebabkan si manusia merasa bisa melihat gaib, atau merasa bisa merogoh sukma masuk ke alam gaib.

Pengaruh lainnya adalah yang sampai menyebabkan orangnya benar-benar menjadi manusia yang berkepribadian ganda. Di satu saat ia hidup sebagai dirinya sendiri yang asli, di saat yang lain ia hidup sebagai pribadi lain yang benar-benar berbeda dari pribadinya yang asli, atau menjadikan seseorang kehilangan jati dirinya sebagai seorang laki-laki atau perempuan.

Sukma manusia yang masuk bersemayam di dalam badan seseorang biasanya kekuatan gaibnya lebih tinggi daripada yang masuk ke dalam kepala, bahkan ada yang sampai ribuan KRK. Keberadaannya akan membuat orangnya merasa tubuhnya kuat berisi, merasa sakti dan kata-katanya manjur selalu terjadi. Sosok halus sukma itu bisa menjadi khodam kekuatan dan pelindung gaib bagi orangnya (kecuali pada orang-orang yang malah menjadi sakit-sakitan).

Baik sukma / arwah itu tinggal di dalam kepala maupun di badan manusia yang masih hidup biasanya sukma arwah tersebut akan aktif memberikan bisikan gaib, penglihatan gaib, dsb, akan menjadikan si manusia sensitif terhadap sesuatu yang gaib, merasa mengerti gaib, merasa bisa melihat gaib, memiliki kekuatan gaib, atau bisa meramal. Tetapi keberadaan sosok sukma tersebut bisa juga mengacaukan alam pikiran si manusia, bisa memenuhi pikiran si manusia dengan halusinasi dan penglihatan gaib fiktif dan bisa terjadi pada saat-saat orangnya sedang tidak ingin melihat gaib (ketika ia sedang sibuk bekerja atau sedang bergaul bersama teman-temannya atau ketika sedang berjalan-jalan di dalam keramaian).

Baik sukma / arwah itu tinggal di dalam kepala maupun di badan manusia yang masih hidup biasanya keberadaannya akan membantu si manusia peka rasa, mengerti dan bisa mendeteksi kegaiban, bahkan banyak yang menjadikan manusia memiliki kekuatan / kemampuan gaib tertentu tanpa sebelumnya pernah mempelajarinya. Tetapi banyak penglihatan gaibnya yang sifatnya halusinasi / ilusi, fiktif / tipuan, mahluk gaibnya tidak sungguh-sungguh ada dan kejadian gaibnya tidak sungguh-sungguh terjadi. Sekalipun ada yang benar terjadi, tetapi yang dilihat oleh si manusia kebanyakan bukanlah sosok wujud gaib dan kejadian gaib yang sesungguhnya, sifatnya hanya perlambang saja.

Yang paling buruk adalah bila si sosok sukma itu berwatak sedemikian jelek dan jahatnya sehingga ia benar-benar menyesatkan jalan pikiran si manusia, menjadi setan dan iblis bagi si manusia, yang bisa mempengaruhi si manusia untuk juga menjadi berhati dan berpikiran jahat dan berperangai buruk, menjadi sok berkuasa, penuh dengan pikiran-pikiran jahat dan hasrat untuk mengumbar rasa jahat, menyebarkan kebencian, permusuhan dan angkara murka dan selalu berpikiran jelek / jahat tentang orang lain (fatal akibatnya bila orangnya itu adalah seorang tokoh pemimpin, tokoh masyarakat atau tokoh agama atau orang-orang berpengaruh lainnya).

Adanya sesosok halus di dalam kepala atau badan bisa menjadi khodam kita, tapi mereka juga bisa menyesatkan kita.

Jika pengaruhnya adalah membuat kita merasa bisa melihat gaib, maka fenomenanya adalah seperti yang sudah dituliskan di atas.

Jika pengaruhnya adalah
membuat kita merasa berisi, merasa sakti, merasa kata-kata kita memiliki kegaiban, itu bisa mendorong kita menjadi sok kuasa, sok hebat, dapat juga mendorong kita menjadi jahat, mendorong kita melakukan perbuatan-perbuatan yang mirip dengan santet / teluh kepada orang lain (apalagi bila kita sedang merasa sakit hati).

Jika pengaruhnya adalah bersifat keagamaan, dapat membuat kita merasa berisi, merasa berkaromah, merasa kata-kata kita memiliki kegaiban, bisa mendorong kita menjadi sok suci, sok benar, merasa dekat dengan Tuhan, merasa menjadi wakil Tuhan di dunia, mendorong kita mempertuhankan diri kita sendiri, menganggap semua pemikiran dan perkataan kita adalah kebenaran mutlak yang harus dipatuhi oleh semua orang, menjadi sama dengan nabi palsu, atau kita terdorong menjadi binatang agama yang tak memiliki hati nurani dan rasa ketuhanan.

Entah diri kita benar ketempatan mahluk halus ataupun tidak, kita harus selalu waspada terhadap semua rasa dan pemikiran kita. Kita harus selalu bisa kontrol diri.
Jika dirasakan ada di dalam diri kita yang tidak baik, sebaiknya kita bersihkan saja.
Gunakan saja caranya di tulisan yang berjudul
Pembersihan Gaib 4 untuk kita meminta tolong langsung kepada Tuhan untuk membersihkan diri kita, keluarga, juga rumah kita.

Orang-orang yang dirinya ketempatan mahluk halus umumnya sehari-harinya akan merasakan adanya ide-ide atau bisikan gaib / ilham dan kadang juga menerima penglihatan gaib yang berasal dari sosok halus di dalam tubuhnya. Orangnya merasa mempunyai kepekaan batin, bisa mengerti hal-hal gaib, tetapi seringkali semua bisikan gaib itu palsu dan bersifat menyesatkan, halus tidak terasa. Kadangkala orang juga merasakan adanya dorongan emosi / amarah yang tidak jelas penyebabnya dan seringkali juga akan lupa diri dan mengamuk. Kebanyakan manusia yang mengalami ketempatan sesosok mahluk halus di tubuhnya akan merasa sok kuat dan berkuasa, sehingga menjadi mudah marah dan mudah mengamuk, apalagi bila keinginannya / perintahnya tidak dijalankan oleh orang lain.

Pada banyak kasus yang orang ketempatan sesosok mahluk halus di dalam tubuhnya, baik di dalam kepalanya maupun di dalam badannya, keberadaan sosok halus itu memancing sosok halus lain untuk datang. Ada yang datang untuk mengusir sosok halus yang berdiam di dalam tubuh orang itu. Pada saat yang lain ada lagi yang lain yang datang untuk masuk berebut tempat di dalam tubuh orang tersebut.

Pada kejadian-kejadian itu biasanya sosok halus di dalam tubuhnya itu akan memberikan sinyal / gambaran gaib (atau mimpi jika kejadiannya ketika orangnya sedang tidur), seolah-olah orang itu sedang diserang oleh sosok-sosok lain, sehingga orang itu akan marah dan mengamuk (berkelahi karena merasa sedang diserang).

Ada juga yang karena kejadian-kejadian itu menyebabkan orangnya sering sekali sakit, merasa dirinya menerima banyak serangan / gangguan gaib / santet / teluh dari orang lain, sehingga orangnya juga menjadi selalu berpikiran jahat terhadap orang lain yang dicurigainya, penuh dengan prasangka dan kecurigaan (jika orang itu pergi ke seorang spiritualis / orang pinter, biasanya juga akan dikatakan bahwa orang itu disantet / diteluh oleh orang lain).

(Karena itu bila kita sering mengalami mimpi buruk, mimpi berkelahi atau diserang / dikeroyok oleh orang lain, bisa jadi itu adalah tanda bahwa ada gaib yang datang mengganggu kita, bisa juga itu adalah tanda bahwa diri kita ketempatan mahluk halus. Sebaiknya kita melakukan pembersihan gaib terhadap diri kita sendiri).

Jika sosok-sosok halus yang datang menyerang itu kalah, biasanya sesudah itu mereka akan pergi. Tetapi jika sosok halus yang datang itu karena dimintai bantuannya oleh pihak lain, atau karena dimintai bantuannya oleh sesosok leluhur orang tersebut untuk mengusir sosok halus di dalam tubuh orang tersebut, sekalipun ia kalah, biasanya ia akan tetap berada di samping orang tersebut, menjadi sosok halus penjaga, untuk terus berusaha mengeluarkan si mahluk halus dari dalam tubuh orang tersebut, atau untuk meminimalisir pengaruh negatif keberadaannya.

Kadangkala pada waktu-waktu tertentu, hari-hari tertentu, orang itu berperilaku aneh, atau melakukan perbuatan-perbuatan ganjil. Bahkan ada yang seperti orang kesurupan, yang berperilaku tidak sesuai kondisi sadarnya, misalnya berperilaku seperti ibu-ibu, atau nenek-nenek, padahal dia seorang laki-laki, atau berperilaku seperti kakek-kakek, padahal ia seorang perempuan, bahkan ada juga yang berperilaku seperti macan atau ular.

Yang kasusnya seperti itu bila orangnya dibawa ke orang pinter atau paranormal atau spiritualis, dengan dasar keilmuannya biasanya spiritualis itu mengatakan bahwa orang itu mempunyai sesosok halus pendamping / penjaga yang sosoknya seperti ibu-ibu, nenek-nenek, kakek-kakek, macan, ular, atau sosok hitam tinggi besar. Seringkali dikatakan bahwa sosok halus penjaga itu adalah khodam leluhurnya.

Bila ada orang yang menghina, menyakiti atau menyalahi orang itu biasanya akan mengalami kejadian buruk, akan celaka, ketulah, oleh balasan dari sosok penjaga itu. Orangnya sendiri biasanya menyadari bahwa ada suatu kekuatan besar yang membantunya memberikan hukuman kepada orang-orang yang telah menghina / menyakiti dirinya dan kata-katanya manjur terjadi. Oleh banyak orang kekuatan itu dianggap sebagai kesaktian gaib dari khodam orang tersebut, bahkan ada yang menyebut kegaiban orangnya sebagai Sabda Panditaning Ratu.

Biasanya sosok halus penjaga itu akan dikatakan, walaupun sakti, tetapi berwatak jelek, karena sering membuat orangnya kesurupan, sehingga terhadap sosok halus penjaga itu harus dilakukan pembersihan gaib, harus disingkirkan. Namun berbagai macam penanganan gaib yang dilakukan seringkali tidak berhasil, malah bisa memperparah keadaan.

Dari beberapa kejadian yang ditemui oleh Penulis akhirnya diketahui bahwa sebenarnya sumber penyebab masalahnya bukanlah karena keberadaan sosok halus penjaga tersebut. Sumber masalahnya adalah karena adanya sesosok sukma manusia jahat yang sudah lebih dulu bersemayam di dalam tubuh orang tersebut, sedangkan sosok halus penjaga itu sebenarnya justru berusaha untuk menolong orang itu, untuk mengeluarkan sosok halus sukma / arwah itu dari dalam tubuhnya.

Setiap kali mahluk halus sukma manusia itu akan menguasai pikiran dan kesadaran orangnya, saat itu juga sosok penjaga itu masuk ke dalam tubuh si manusia untuk menghalanginya, karena kalau sampai benar terjadi sukma manusia itu berhasil menguasai kesadaran si manusia, maka sama saja sosok sukma manusia itu terlahir baru, hidup kembali dengan memakai tubuh orang lain, sedangkan sukma asli orang lain itu akan terkunci terpenjara di dalam tubuhnya sendiri dan kesadarannya akan digantikan oleh kesadaran mahluk halus sukma tersebut, sehingga sesudahnya akan sulit sekali manusia itu dapat kembali normal.

Setiap kali sosok halus sukma manusia itu akan menguasai pikiran dan kesadaran orangnya, saat itu juga sosok penjaga itu masuk ke dalam tubuh si manusia untuk menghalanginya. Tetapi setiap kali sosok penjaga itu masuk ke dalam tubuh si manusia, menguasai kesadaran si manusia supaya tidak dikuasai oleh si sukma manusia di dalam tubuhnya, setiap kali itu juga manusia itu seperti kesurupan, berperilaku aneh seperti ibu-ibu, nenek-nenek, kakek-kakek, seperti macan atau ular, perilaku-perilaku yang identik dengan sosok halus penjaganya. Dan bila pada saat itu sosok penjaga itu bertarung / berkelahi dengan sosok halus sukma manusia itu, maka orangnya bukan hanya akan kesurupan, tetapi juga akan terlihat marah dan mengamuk.

Sosok halus penjaga itu bisa adalah khodam gaib yang dikirimkan oleh roh leluhur si manusia untuk menolongnya, bisa juga adalah mahluk halus lain yang datang untuk menolong si manusia. Tetapi karena kejadian kesurupan dan kejadian-kejadian buruk lain identik dengan sosok halus penjaga itu, maka seringkali yang dianggap menjadi penyebab masalahnya adalah si sosok penjaga itu, dan dianggap terhadapnya harus dilakukan pembersihan gaib.

Tetapi seringkali usaha pembersihan gaibnya itu tidak berhasil, malah semakin memperparah keadaan, karena seharusnya yang diusir pergi adalah sosok halus sukma manusia yang bersemayam di dalam tubuh orangnya, bukan sosok halus si penjaga. Dan kalau si pelaku pembersihan gaibnya saja tidak mampu mengusir keberadaan si penjaga, maka ia juga tidak akan mampu mengusir keberadaan sosok sukma manusia yang bersemayam di dalam tubuh orangnya, karena sosok sukma itu biasanya kesaktian gaibnya lebih tinggi daripada si penjaga, yang sosok sukma itu keberadaannya oleh si pelaku pembersihan gaib terdeteksi saja tidak.

Dalam banyak kejadian sosok halus sukma manusia yang masuk bersemayam di dalam tubuh seseorang lebih tinggi kesaktiannya daripada sosok halus penjaga si manusia. Dengan demikian sosok penjaga itu tidak mampu mengusir dan mengeluarkan sukma manusia jahat tersebut. Yang dapat dilakukannya hanyalah mendampingi dan menjaga si manusia dan secepat mungkin masuk ke dalam tubuh si manusia untuk menghalangi ketika sosok sukma tersebut akan menguasai pikiran dan kesadaran orangnya, sehingga kejadian orangnya kesurupan dan mengamuk itu akan terus terjadi, hanya waktu kejadiannya saja yang tidak tentu.

Tetapi dari beberapa kasus serupa, ada juga kejadian bahwa sosok halus yang berada di luar tubuh si manusia, yang posisi dan perbuatannya mirip dengan sosok halus penjaga di atas, ternyata adalah sosok halus lain yang ingin berebut tempat, ingin juga masuk ke dalam tubuh orang yang ketempatan mahluk halus tersebut. Dalam hal ini adanya kejadian orangnya kesurupan, mengamuk, dan penglihatan gaib dan mimpi bahwa ia sedang diserang oleh gaib sebenarnya adalah kejadian sosok sukma di dalam tubuh si manusia itu sedang berkelahi untuk mempertahankan posisinya supaya tidak direbut oleh mahluk halus yang lain itu.

Dengan demikian seseorang yang tubuhnya sudah ketempatan mahluk halus akan berpotensi dirinya menjadi sarang mahluk halus, berpotensi dirinya menjadi rebutan banyak mahluk halus untuk juga bersemayam di dalam tubuhnya (dan sudah ada orang yang di dalam tubuhnya ketempatan segerombolan mahluk halus), sehingga orangnya merasa diganggu / diserang mahluk halus itu akan terus terjadi, waktu terjadinya saja yang tidak bisa ditentukan.

Ada juga (tidak semuanya) sesosok sukma / arwah yang bersemayam di dalam badan seseorang yang dengan kecerdikannya ia menarik mahluk halus lain di bawah kekuatannya untuk menutupi dirinya supaya keberadaannya tidak diketahui. Mahluk halus lain itu ditempatkannya persis di posisi orangnya berdiri sehingga menutupi posisi keberadaan sukma tersebut. Ada juga mahluk halus lain yang sengaja dipasangnya di sekelilingnya, di depan, samping kiri-kanan dan di belakang tubuh si manusia, sehingga akan terlihat seolah-olah si manusia itu memiliki banyak khodam pendamping / penjaga di sekelilingnya.

Bahkan ada banyak kejadian sukma arwah di dalam tubuh seseorang memiliki musuh di alam halus, sering berkelahi, sehingga si sukma arwah itu menarik paksa mahluk halus lain dari jenis jin berbulu hitam atau bahkan jin iblis bertanduk dua dijadikan tameng dirinya. Biasanya usahanya itu cukup efektif untuk melindungi dirinya dari serangan mahluk halus golongan putih yang biasanya tidak mau berurusan dengan mahluk halus golongan hitam. Dengan demikian jumlah musuhnya menjadi berkurang, musuhnya hanya dari jenis sukma saja yang sejenis dengan dirinya, karena jenis mahluk halus lain golongan putih tidak lagi menyerang dirinya. Tetapi efeknya terhadap orang yang dirinya ketempatan mahluk halus sangat berat. Selain dirinya merasa sering diserang gaib, banyak mimpi-mimpi dirinya diserang gaib, dan tubuhnya sakit-sakit karena banyak menerima energi serangan gaib, organ-organ dalam tubuhnya juga berpotensi rusak berat akibat beban energi dari keberadaan mahluk-mahluk halus itu.

Efek resiko lainnya, jenis halus sukma manusia yang masuk dan bertempat tinggal di dalam badan manusia yang masih hidup  pasti akan menyulitkan proses kematiannya, tetapi yang bertempat tinggal di dalam kepala sifatnya relatif, tidak semuanya akan menyulitkan kematian orangnya.

Orang-orang itu ketika diterawang oleh orang lain, mahluk halus di dalam tubuhnya itu akan mengelabui pikiran orang yang menerawang itu (dengan kontak rasa dan pikiran) sehingga orang itu akan merasa melihat orang yang diterawangnya itu memiliki khodam penjaga / pelindung, berkhodam macan, prajurit, dsb.



Upaya Penangkalan Kasus Ketempatan Mahluk Halus.


S
eseorang yang mengalami di dalam tubuhnya ketempatan sesosok mahluk halus, apapun jenis mahluk halusnya, di satu sisi keberadaan mahluk halus itu bisa bersifat tidak baik / negatif baginya, tetapi di sisi lain ada juga kebaikannya, yaitu sosok halus itu bisa menjadi khodam baginya, bisa membantunya peka rasa, membantunya mengerti kegaiban, memberikan ide dan ilham dan mimpi-mimpi yang berhubungan dengan gaib, dan memberikan "penglihatan gaib".  Walaupun seringkali penglihatan gaibnya tidak sesuai dengan yang sesungguhnya terjadi, dan seringkali juga hanya bersifat perlambang saja, atau bahkan ilusi, tetapi sudah membantu orang itu untuk peka rasa dan merasa mengerti gaib.

Sosok halus itu juga bisa menjadi khodam kekuatan baginya. Jika si manusia itu sedang diserang (atau berkelahi), maka ia akan mendapatkan bantuan kekuatan gaib dari mahluk halus di dalam tubuhnya itu yang menjadikan pukulannya kuat dan mengandung kegaiban, bahkan bisa menjadikannya tahan pukul, karena sosok halus di dalam tubuhnya itu akan menyatukan kekuatannya untuk melawan, karena ia merasa juga dirinya diserang. Dalam kasus ini sosok halus itu berfungsi sama seperti khodam kekuatan bagi orang tersebut.

Tetapi untuk kebaikannya sendiri Penulis menganjurkan untuk ia mengusir keberadaan sosok halus di tubuhnya itu, melakukan pembersihan gaib, jika perwatakannya dan pengaruh keberadaannya bersifat negatif.

Jika sosok halusnya itu adalah bangsa jin tinggi besar berbulu hitam lebat, atau jenis halus lain yang berenergi negatif, untuk mengusirnya gunakan saja cara yang mudah dan aman, yaitu dengan cara mandi menggunakan campuran minyak jafaron. Tatacaranya sudah dituliskan di judul Pembersihan Gaib 2.  Tetapi minyak jafaron itu tidak berpengaruh terhadap jenis mahluk halus golongan putih dan jenis sukma manusia, jika mahluk halus jenis itu yang ternyata masuk ke dalam tubuh manusia.

Gangguan gaib yang asalnya dari jenis sukma (arwah) yang bersemayam di dalam tubuh manusia yang masih hidup maupun yang bebas bergentayangan adalah jenis gangguan gaib yang paling sulit ditangkal. Mahluk halus sukma manusia biasanya energinya halus sekali. Keberadaannya di dalam tubuh seorang manusia sulit sekali dideteksi, sulit dirasakan keberadaannya, dan penampakannya juga halus sekali, sulit dilihat keberadaannya. 

Yang bersemayam di dalam kepala biasanya kekuatannya rendah, biasanya tidak lebih dari 1 - 2 md saja, bisa mudah diusir dengan bantuan khodam jimat, batu akik, mustika dan pusaka. Sesudah itu tinggal minta dibuatkan pagaran gaib absolut untuk kepalanya itu supaya tidak lagi dimasuki mahluk halus.

Tetapi yang bertempat tinggal di dalam badan biasanya lebih tinggi kekuatannya daripada yang di kepala, bahkan ada banyak sukma pelakunya yang kekuatannya bisa sampai puluhan ribu kali lipat kekuatannya ibu ratu kidul (KRK), jauh di atas kekuatan bangsa jin terkuat di bumi, dan untuk mengusirnya hanya dapat dilakukan dengan menggunakan kekuatan gaib (tenaga dalam, kekuatan kebatinan / spiritual, atau khodam) yang lebih tinggi saja kekuatannya.

Bersemayamnya sesosok sukma manusia di dalam badan atau di kepala seseorang sulit sekali untuk diketahui, termasuk oleh orang-orang yang tajam penglihatan gaibnya dan yang sudah bertahun-tahun berpraktek sebagai paranormal dan spiritualis supranatural, atau bahkan yang sudah bertahun-tahun berpraktek sebagai pengusir mahluk halus (pembersihan gaib), karena selain sukma tersebut halus sekali energi dan penampakannya, dan menyamarkan keberadaan dirinya dengan suatu energi (halimunan), ada juga yang keberadaannya tertutupi oleh mahluk-mahluk halus lain yang sengaja ditariknya untuk menutupi dirinya. Hanya orang-orang yang sangat tinggi tingkat kepekaan / ketajaman kebatinan dan spiritualnya saja yang mampu mendeteksinya. 

Sebagian cerita dan fenomena ketempatan mahluk halus sudah umum menjadi cerita di masyarakat yang sebagian besar orang yang mengalaminya disebut ketempatan / ketempelan khodam leluhur, walaupun sebenarnya yang masuk ke dalam tubuh orangnya, di dalam badan atau di kepala, bukanlah khodam leluhurnya dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan leluhurnya. Yang umumnya tidak diketahui oleh banyak orang adalah bahwa fenomena ketempatan mahluk halus jenis sukma ini sebagian besar kasusnya adalah bersifat kegaiban tingkat tinggi, berdimensi tinggi, dan banyak pelakunya adalah sukma manusia berkesaktian tinggi yang bahkan kesaktiannya banyak yang lebih tinggi daripada bangsa jin tersakti di bumi. 

Banyak orang, termasuk mereka yang sudah bertahun-tahun berpraktek menjadi paranormal / spiritualis supranatural dan yang sudah bertahun-tahun berpraktek sebagai pengusir mahluk halus (pembersihan gaib) tidak mampu mendeteksi terjadinya, tidak mengetahui kesejatian dari kasus ketempatan mahluk halus jenis ini, tidak mengetahui akar permasalahannya, dan pasti juga tidak dapat menangkal / menanggulanginya. Malahan banyak orang yang tertipu dan melakukan cara penanganan yang salah.

Tapi sekarang dari uraian pola perilaku dan gejala fenomena seperti yang sudah diceritakan di atas, tentang fenomena kemampuan seseorang peka rasa atau bisa melihat gaib yang bukan berasal dari hasil latihannya olah kepekaan rasa dan batin, ditambah adanya gejala / kejadian-kejadian negatif lainnya, kita mendapatkan bahan untuk berwaspada terhadap kemungkinan adanya keberadaan sukma jahat tersebut, atau jenis mahluk halus lainnya, yang bersemayam di dalam tubuh kita, jika kita sendiri mengalaminya. Walaupun indikasi-indikasi kejadian seperti disebut di atas belum tentu pasti menunjukkan adanya sesosok halus di dalam tubuh manusia, karena harus diperiksa dulu satu per satu kejadiannya, tetapi itu bisa menjadi bahan untuk kita berwaspada.

Jika karena keberadaan sesosok mahluk halus di tubuh seorang manusia sudah menyebabkannya bisa melihat gaib, maka sesudah sosok halus tersebut diusir pergi dari tubuhnya, orang tersebut biasanya masih bisa melihat gaib karena saraf-saraf kepekaannya sudah lebih aktif daripada orang awam, dan melihat gaibnya sudah bisa lebih jernih, tidak palsu lagi, walaupun mungkin tidak setajam sebelumnya.


Sifat-sifat energi
mahluk halus akan mengikuti perwatakannya. Sifat energi dari mahluk halus golongan putih akan berbeda dengan yang dari golongan hitam. Dengan kepekaan rasa orang akan bisa membedakan kehadiran sesosok halus dari rasa energinya apakah sosok halus itu dari golongan putih ataukah dari golongan hitam. Dan dengan kepekaan rasa juga orang akan bisa membedakan energi sesosok gaib apakah bersifat positif ataukah negatif.

Semua mahluk halus, selain yang dari jenis sukma manusia, fisiknya adalah berupa energi sehingga pergerakan dan perbuatannya bisa dihalangi atau ditangkal dengan pagaran energi yang lebih kuat.

Karena sifat fisiknya berupa energi, maka pergerakan mahluk halus golongan hitam dan yang berenergi negatif akan bisa dihalangi atau ditangkal selain dengan pagaran energi yang lebih kuat juga dengan pagaran gaib yang energinya positif yang berlawanan sifatnya dengan energi sosok gaib yang negatif / hitam. Karena itu jika kita membuat pagaran energi, usahakan selain membuat dindingnya keras, juga dibuat di dalamnya padat dengan energi positif, sehingga jika ada sesosok halus golongan hitam atau berenergi negatif yang mampu menembus dinding pagaran gaibnya, diharapkan dia tidak akan mampu terus masuk ke dalamnya, karena padatnya energi positif di dalam pagaran gaib yang sifatnya berlawanan dengan sifat energinya. Seandainya pun kekuatan gaib sosok halus itu terlalu tinggi sehingga mampu menembus pagarannya, diharapkan dia tidak akan betah berlama-lama di dalamnya sehubungan dengan ketidak-nyamanan dari adanya energi yang berlawanan sifat dengan energinya.

Tetapi jenis pagaran gaib positif di atas mungkin tidak dapat menangkal jenis sukma / arwah, ular gaib atau jenis halus lain yang energinya tidak negatif. Jenis-jenis halus itu hanya bisa ditangkal dengan pagaran gaib absolut / solid yang kekuatannya lebih tinggi dari kekuatan mahluk halusnya.


Jenis sukma / arwah manusia fisiknya tidak murni bersifat energi seperti mahluk halus umum lainnya, tetapi lebih bersifat roh, yaitu roh / sukma (arwah) manusia. Untuk menangkalnya pagaran gaibnya harus bersifat absolut / solid yang kekuatannya lebih tinggi dari kekuatan sukma / arwah tersebut.

Untuk upaya menolak masuknya / serangan dari jenis sukma manusia, maka pagarannya harus bersifat absolut atau panas membakar, diusahakan juga supaya energi pagaran gaib itu berisi energi penolakan yang kuat, tetapi disugestikan bahwa energi pagaran itu tidak berpengaruh negatif terhadap tubuh dan sukma manusia lain yang masih hidup. Tetapi kalau pagaran seperti itu dibuat berarti juga akan dapat menahan roh manusia lain yang masih hidup (roh pancer dan sedulur papat).

Pagaran gaib untuk menangkal jenis sukma manusia memang sulit dibuat, selain karena tingkat kekuatan gaib mereka bervariasi, ada yang rendah, ada juga yang tinggi sekali, juga karena mereka bisa dengan akalnya beradaptasi dengan bentuk pagaran gaibnya untuk menerobosnya.

Jika untuk menangkal jenis sukma manusia itu digunakan pagaran gaib, maka pagaran gaibnya harus dibuat absolut dan berisi energi penolakan yang kuat dari dalam pusat pagarannya, tapi harus sedapat mungkin dibuat sejuk dan tidak berenergi tajam, supaya tidak mengganggu kesehatan dan hubungan sosial / pergaulan si manusianya.

Untuk menangkal jenis sukma atau mahluk halus lain yang ingin masuk ke kepala, cukup anda buat pagaran gaib absolut 5 - 10 md saja yang melingkupi kepala anda, karena biasanya yang masuk ke kepala kekuatannya hanya 1 - 2 md saja, biasanya tidak lebih dari 5 md. Tetapi untuk menangkal yang akan masuk ke dalam badan harus lebih kuat dari itu, karena biasanya yang masuk ke dalam badan kekuatannya lebih tinggi daripada yang biasa masuk ke dalam kepala, bahkan banyak yang kekuatannya sampai ribuan KRK.

Pagaran energi bersifat pasif, diam saja, tidak seperti roh atau mahluk halus dan khodam yang bisa bergerak bertindak sendiri. Jadi untuk penjagaan gaib terhadap sukma manusia itu haruslah ditambah dengan sesuatu yang bisa bertindak sendiri ketika sukma tersebut datang, misalnya ditambahkan penjagaan gaib dengan khodam jimat / pusaka atau khodam pendamping atau roh sedulur papat kita sendiri kalau sudah kuat.

Untuk mengusir jenis sukma manusia tersebut harus dengan langsung menghantamkan energi yang lebih kuat kepada sosok sukma tersebut, bisa berupa energi dari diri sendiri atau energi dari penggunaan khodam / benda gaib atau energi yang dihimpun dari alam, lebih baik sebelumnya diisolasi dulu. Penulis ada menuliskan dalam judul  Pembersihan Gaib 4  untuk kita belajar menurunkan energi yang besar untuk keperluan itu.

Ada banyak kejadian yang sifatnya terlalu tinggi untuk bisa kita atasi sendiri atau dengan meminta bantuan orang lain. Sebaiknya kita belajar memperkuat benteng kita dan perlindungan kita dengan bersandar pada kekuatan yang paling tinggi, yaitu Tuhan, termasuk dalam hal meminta pertolongan.

Karena yang bertempat di dalam badan manusia banyak yang kekuatannya tinggi sekali, ada yang sampai ribuan KRK, jauh lebih tinggi daripada kekuatan khodam yang umum dimiliki manusia dan keberadaannya hanya bisa diusir dengan kekuatan gaib yang lebih tinggi saja, Penulis menganjurkan supaya anda mematangkan laku kebatinan ketuhanan di halaman berjudul Pembersihan Gaib 4 untuk anda meminta tolong langsung kepada Tuhan jika saja sewaktu-waktu anda mengalami perlunya pertolongan, apalagi kekuatan manusia dan khodam sifatnya terbatas.

Ini adalah salah satu jenis kegaiban tingkat tinggi yang jarang sekali manusia dapat dengan benar mendeteksi dan mengetahuinya, apalagi menangkalnya. Sulit untuk manusia, walaupun berilmu tinggi sekalipun, untuk bisa mendeteksi, menangkal atau mengusir keberadaan mahluk halus dan sukma manusia jahat yang bertempat di dalam tubuh manusia, apalagi mereka menyamarkan keberadaannya, dan kesaktian gaibnya juga ada yang sampai puluhan ribu kali lipat kesaktiannya Ibu Ratu Kidul (KRK), dan keberadaannya hanya dapat diusir dengan kekuatan gaib yang lebih tinggi saja.

Walaupun begitu selayaknya kita sendiri yang harus selalu sadar dan dapat menahan diri dari segala macam pengaruh dan dorongan, untuk bisa selalu sadar, eling, untuk tidak terpengaruh, untuk tidak berbuat jahat, untuk tetap menjaga keluhuran budi dan pekerti, apapun agama kita. Walaupun di dalam diri kita atau di sekitar kita ada pribadi-pribadi lain, ada mahluk-mahluk jahat dan roh-roh penyesat, kita tetap harus dapat mengendalikan diri kita sendiri untuk tidak terbawa pengaruh negatifnya.





Ada tanya jawab Penulis dengan seorang pembaca sbb :

 D :    
Untuk kasus orang yang kemasukan sukma manusia dan sudah terjangkit cukup lama, ketika dikeluarkan, apa yang terjadi mas ?
Kalau yang saya pribadi alami jadi ada perubahan pola pikir dan kehilangan memori untuk jangka waktu tertentu.

 J :     Wah ... jawabannya tidak bisa disamaratakan, kasusnya tidak semuanya sama.

Jika seseorang di dalam tubuhnya ada ketempatan sesosok mahluk halus, apapun jenis halusnya dan wujudnya, umumnya semua kasusnya berpengaruh terhadap fisiknya. Tapi ada banyak orang yang tidak merasakan apa-apa, tidak menyadari bahwa di dalam tubuhnya bersemayam mahluk halus (keberadaan mahluk halus di dalam tubuhnya, di dalam kepala atau di dalam badannya, tidak dirasakan sebagai gangguan).

Di sisi lain energi dari keberadaan si mahluk halus bisa juga membuat orangnya sakit-sakitan, karena tubuhnya tidak mampu menahan beban tekanan energi si mahluk halus (bisa rusak organ tubuh bagian dalamnya, tapi kalau dirontgen / USG kelihatannya normal saja).

Kalau ketempatannya di kepala, ada yang keberadaan si mahluk halus membuat orangnya merasa bisa melihat gaib, merasa mengerti gaib, menunjang dirinya belajar ilmu gaib.

Di sisi lain tekanan energi keberadaan si mahluk halus di kepala ada yg membuat orangnya kepalanya sering pusing / pening. Kalau energinya lebih dari 2 md bisa memicu kanker otak.

Kalau ketempatannya di badan, ada yang energi dari keberadaan si mahluk halus membuat orangnya merasa tubuhnya kuat bertenaga. Mungkin juga merasa dirinya sakti, merasa dirinya punya kegaiban.

Di sisi lain ada orang2 yang karena tekanan energi keberadaan si mahluk halus di badannya membuat badan orangnya sakit-sakitan, banyak terjadi peradangan di organ dalamnya. Dalam kondisi yang parah bisa mengakibatkan terjadinya pembengkakan organ dalam, seperti pembengkakan jantung atau adanya gangguan kerja jantung, pembengkakan liver dan limpa. Peradangannya bisa juga memicu munculnya kelainan sel tubuh, bisa menjadi kanker, bisa kanker rahim, kista, dsb. Kalau energinya panas bisa juga membuat mandul, karena sel sperma / sel telur tidak bisa matang.

Kalau orangnya berhasil dibersihkan, si mahluk halus berhasil dikeluarkan dari tubuhnya, biasanya orangnya akan merasa ringan badannya dan bersih pikirannya, tapi tubuhnya sedikit lemas karena energi si mahluk halus sudah tidak lagi menyatu dengan tubuhnya, orangnya merasa sebagian energinya / kekuatannya hilang,

Tetapi dari semua kasus ketempatan mahluk halus kadar pengaruhnya terhadap pikiran orangnya tidak semuanya sama, misalnya :
1. Mahluk halusnya pasif, hanya bertempat tinggal di tubuh orangnya saja.
2. Mahluk halusnya sedikit aktif mengisi pikiran / perasaan si manusia,
3. Mahluk halusnya sangat aktif mengisi pikiran / perasaan si manusia,

Ulasannya sbb :

1. Mahluk halusnya pasif, hanya bertempat tinggal saja di tubuh orangnya.

Pada kasus ini si mahluk halus tidak banyak mempengaruhi pikiran si manusia.
Kasus ini kebanyakan pengaruhnya adalah ke fisik orangnya, contohnya adalah orang yg tubuhnya dijadikan tempat bersarang (bertelur) ular gaib.
Kalau orangnya berhasil dibersihkan, si mahluk halus berhasil dikeluarkan dari tubuhnya, biasanya orangnya akan merasa ringan dan bersih pikirannya, tapi tubuhnya sedikit lemas karena energi si mahluk halus sudah tidak lagi menyatu dgn tubuhnya, sebagian kekuatannya terasa hilang.

2. Mahluk halusnya sedikit aktif mengisi pikiran / perasaan si manusia,

Pada kasus ini si mahluk halus pada waktu2 tertentu saja mempengaruhi pikiran si manusia, hanya sesekali saja memberikan bisikan / penglihatan gaib dan mimpi. Orangnya merasa bisa melihat gaib, tapi hanya sesekali saja, tidak setiap saat ia bisa melihat gaib (walaupun penglihatan gaibnya banyak yg fiktif berupa ilusi / halusinasi).
Pada kasus ini kalau orangnya berhasil dibersihkan, biasanya selain orangnya merasa ringan dan bersih pikiran dan tubuhnya, biasanya juga ia merasa sepi, ada sesuatu yg hilang dari pikirannya.


3. Mahluk halusnya sangat aktif mengisi pikiran / perasaan si manusia,

Pada kasus ini si mahluk halus sangat banyak mempengaruhi pikiran si manusia, banyak memberikan bisikan (suara2 di dalam pikirannya), penglihatan gaib (dan ilusi / halusinasi) dan mimpi, ada yg sampai membuat orangnya berkepribadian ganda, ada juga yg sampai gila, karena pikirannya dipenuhi dengan ilusi dan halusinasi.

Pada kasus ini kebanyakan orangnya merasa bisa melihat gaib (walaupun penglihatan gaibnya banyak yg fiktif berupa ilusi / halusinasi).

Pada kasus ini kalau orangnya berhasil dibersihkan, biasanya selain orangnya merasa ringan dan bersih pikiran dan tubuhnya, biasanya juga ia merasa sepi, merasa ada sebagian dari dirinya / pikirannya / kepribadiannya yg hilang.

Ada juga yg sempat merasa kehilangan memori, atau sempat merasa kosong pikirannya, merasa lahir baru sebagai orang yg baru yg berbeda dari dirinya sebelumnya, karena sekarang ia sudah menjadi dirinya sendiri yg baru, yg sudah tidak lagi ada pengaruh langsung dari mahluk halus sebelumnya.

Ada juga yang tidak ingat kejadian sebelumnya dalam hidupnya. Dalam kasus ini berarti si mahluk halus sebelumnya sudah sangat banyak menguasai pikiran dan kesadarannya (sehari-harinya orangnya kehilangan kesadarannya / tidak waras), sehingga sesudah dibersihkan orangnya tidak ingat kejadian sebelumnya (seperti orang yang baru dicuci otaknya).

Kalau si mahluk halus sudah membukakan saraf2 kepekaan gaibnya, mungkin orangnya masih bisa peka atau masih bisa melihat gaib, walaupun tidak seintensif sebelumnya, tapi sudah lebih jernih, tidak banyak lagi fiktifnya.

Tetapi kalau keberadaan si mahluk halus sebelumnya sudah sangat banyak mempengaruhi pikirannya (atau kepribadiannya), mungkin itu masih akan berpengaruh terhadap perilaku, kepribadian dan sikap berpikir orangnya, tidak langsung orangnya berubah mengikuti dirinya yang baru (mungkin orang lain tidak bisa melihat perbedaan yg baru pada dirinya, hanya orangnya sendiri saja yg bisa merasakan perbedaan yg dialaminya).



Pembaca yang lain lagi :

 A :     Selamat malam kangmas
Wah super dan detail sekali mengupas masalah dan teknik2 solusinya kangmas.
Semoga kami punya SOP buat menangani kasus2nya yang bisa saja terjadi terhadap keluarga atau orang2 terdekat di lingkungan kami.

Nah, kalau orangnya kerasukan dan akhirnya menjadi gila untuk jangka waktu yang sudah lama bagaimana ya kangmas ?
Saya mendapati beberapa kasus pada keluarga teman.
Saya sih belum mengambil tindakan kepada mereka.
Tapi menimbang dari sisi waktu kejadian yang menyebabkan kerasukan / gila sudah berlangsung belasan bahkan puluhan tahun, saya punya hipotesis bahwa bisa jadi gaib2 yang merasukinya sudah menimbulkan kerusakan yang masif terhadap sistem syaraf di tubuhnya. Sama halnya pada kasus orang2 yang pernah ketempatan gaib di badan atau di kepalanya, yang akhirnya membukakan kepekaan syaraf dalam hal penglihatan gaib.

Atau malahan pengaruh obat2 penenang yang diberikan sebagai tindakan medis (yang keliru) pada tahap awal "gangguan jiwa" yang bisa menyebabkan kemunduran sistem syaraf, ditambah pengaruh energi negatif dari gaib2 yang sudah terakumulasi sekian lama yang walaupun kemudian gaib2 tersebut dikeluarkan, mungkin tidak akan berpengaruh signifikan terhadap kesembuhan pasiennya. Orangnya kemudian tetap akan berperangai aneh, walaupun kesannya lebih "tenang".

Tapi ini sih baru hipotesis saya pribadi lho...
Mungkin kangmas punya pendapat yang lain.

Tentang sukma leluhur yang saya sugestikan hadir untuk mendampingi pasien pada kasus di atas. Saya punya pertimbangan bahwa dengan kedatangan leluhurnya (terutama yang punya kesepuhan dan spiritual tinggi) untuk mendampingi keturunannya, seharusnya tugas penjagaan bisa mereka handover. Kita kan hanya pihak luar yang berusaha mencarikan solusi. Bukan berarti berniat lepas tangan lho...
Di samping itu juga kalaupun sudah "waktunya", mungkin leluhurnya ini yang akan membawa orangnya ke tempat komunitas mereka.

Mohon koreksinya kangmas jika ada kekeliruan dengan pertimbangan saya untuk menghadirkan dan memintakan peran leluhur buat menjaga keturunannya pada kasus ini.


 J :     Mengenai memanggil leluhurnya, itu tidak apa2.
Itu berguna sekali pada orang2 yg mengalami gangguan gaib, sehingga leluhurnya itu bisa membantu melindunginya

Pada kasus orang2 yang ketempatan mahluk halus, atau yg diganggu gaib, lebih baik kalau leluhurnya itu sendiri yang membersihkannya, tapi mungkin sesudahnya diperlukan bantuan kita juga untuk membuatkan pagaran gaib supaya tidak kembali orangnya ketempatan mahluk halus.

Yg bapak sampaikan itu benar
Pada prinsipnya kita hanya membantu saja, bukan mengambil alih masalah
Apalagi ada banyak kasus yg tidak bisa kita tangani semuanya sampai benar2 sembuh
Dan yg kita usahakan untuk ditangani adalah sumber2 penyebab kasusnya
Kalau sumber2 masalahnya sudah bisa disingkirkan, untuk pemulihannya perlu dibantu oleh orang lain yg mengerti tindaklanjutnya, dan punya waktu untuk itu.

Misalnya saja kita menangani orang yg sakit karena kesambet atau diguna-guna
sesudah sumber gaibnya kita singkirkan, sakitnya sudah bukan lagi bersifat gaib, sudah bersifat fisik, untuk penanganan selanjutnya tidak lagi secara gaib, tapi harus secara fisik untuk memulihkan kondisi tubuhnya atau kondisi saraf dan mentalnya.
penanganan selanjutnya seharusnya dilakukan oleh pihak keluarga dengan dibantu dokter atau pengobatan alternatif dgn pijat saraf, ramuan herbal, dsb.

Tapi untuk kasus yg orang sudah bertahun2 kehilangan kesadarannya, mungkin tidak bisa seketika orangnya kembali menjadi manusia normal, karena pikiran dan perasaannya sudah terlanjur beradaptasi dgn kondisi "sakitnya", ia harus dituntun dan diadaptasikan untuk ia kembali ke kehidupan normal.

Ibaratnya kita sudah membebaskan Tarzan dari hutan,
sesudahnya tidak bisa begitu saja ia beralih ke kehidupan normal manusia modern, karena pikiran dan perasaannya sudah beradaptasi dgn kehidupannya sbg manusia hutan
Ia harus dituntun dan diadaptasikan dgn kehidupan manusia yg normal

Tapi memang ada juga kasus2 yg sangat mengecewakan
dimana sesudah kita bantu bersihkan sumber2 penyebabnya ternyata pihak keluarganya tidak mau melakukan upaya yg lebih untuk membantu pemulihan si sakit, mungkin karena mereka berharap sesudah kita tangani kemudian si sakit bisa instan langsung normal lagi, atau mungkin juga mereka sudah pasrah dgn kondisi si sakit, atau mungkin mereka tidak percaya bhw kita sudah membersihkan sumber2 sakitnya, apalagi sesudah kita tangani itu si sakit tidak langsung tampak normal.



 Tambahan :


Kejadian manusia ketempelan, ketempatan, atau didampingi mahluk halus sebenarnya adalah kejadian yang umum dan sudah banyak terjadi, di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia saja. Ada banyak mahluk halus, termasuk roh / sukma / arwah manusia yang senang tinggal di dalam benda-benda tertentu yang kemudian secara umum kita menyebut bendanya berkhodam. Ditambah lagi ada banyak orang yang sengaja mengisikan khodam ke dalam benda-benda tertentu supaya bendanya berkhodam dan bertuah. Juga banyak orang yang sengaja mengisikan khodam ke dalam dirinya sendiri atau orang lain supaya dirinya atau orang lain itu berkhodam.

Selain itu, selain yang senang hidup berdekatan atau bahkan mendampingi manusia, ada banyak di antara mahluk halus itu yang suka tinggal di dalam tubuh manusia yang masih hidup. Bahkan ada juga yang tinggal di dalam tubuh binatang tertentu yang keberadaan mereka menjadikan binatang itu mengandung kegaiban tertentu.

Mahluk halus dan sukma manusia yang sudah pernah tinggal di dalam tubuh seorang manusia, atau yang sudah pernah mendampingi manusia, ketika si manusia itu sudah meninggal mereka akan pergi mencari manusia lainnya untuk mereka dampingi, atau untuk tubuhnya mereka masuki dan mereka tinggali. Selain itu ada juga yang awalnya tinggal di dalam suatu komunitas gaib kemudian ada di antara mereka yang menemukan seorang manusia yang dirasakannya cocok kemudian manusia itu mereka ikuti / dampingi atau mereka masuk dan tinggal di dalam tubuh manusia itu. Karena itu adanya kejadian mahluk halus yang mengikuti / mendampingi manusia atau yang masuk dan tinggal di dalam tubuh manusia, di dalam kepala atau di dalam badannya, akan terus terjadi, walaupun manusianya tidak mengerti apa-apa tentang gaib.

Walaupun banyak orang yang dirinya berkhodam, atau yang tubuhnya ditempati mahluk halus, senang karena mereka merasa dirinya mengandung / memiliki kegaiban tertentu, atau senang mengetahui bahwa dirinya berkhodam (dari adanya perkataan orang lain), tetapi tidak semua orang merasakan senang yang sama seperti itu. Lebih banyak lagi yang orang-orang itu menderita hidupnya, mengalami sakit-penyakit, sulit rejeki, sulit jodoh, rumah tangga rusak, dsb, walaupun tidak semua orang itu mengetahui bahwa sumber masalahnya adalah keberadaan mahluk halus. Dengan demikian ada banyak orang yang merasakan keberadaan mahluk halus itu sebagai sesuatu yang negatif yang orang-orang itu pasti ingin membersihkan dirinya, kalau bisa, kalau mereka tahu sumber penyebabnya.

Kalau kita sudah bisa kontak rasa dengan gaib, misalnya belajar kontak rasa seperti contoh di halaman berjudul Olah Rasa dan Kebatinan , untuk mengusir mahluk halus yang bersemayam di dalam kepala atau badan kita, atau juga pada orang lain, ditambah dengan rabaan tangan untuk kontak rasa pada keberadaan energi mahluk halusnya, di dalam kepala atau di dalam badan, dengan cara halus persuasif kita minta saja ia untuk pergi. Mudah-mudahan ia mau pergi.

Cara persuasif itu juga bisa dilakukan untuk secara halus kita mengusir pergi keberadaan mahluk halus yang berdiam di rumah kita, jika keberadaannya dianggap mengganggu / membahayakan.

Untuk masalah gangguan gaib lainnya seperti kesambet, ketempelan, dipelet, diguna-guna, dsb cara persuasif itu juga bisa dilakukan (lebih baik ditambah dengan olesan minyak jafaron atau misik putih untuk merayunya supaya mahluk halusnya mau pergi).

Tapi kalau ternyata dengan cara-cara halus itu mahluk halusnya tidak juga mau pergi, terpaksa pembersihannya harus dilakukan dengan cara lain yang lebih keras.

Tetapi jika kita sudah punya kekuatan gaib dan kemampuan untuk mengisolasi mahluk halus dengan pagaran absolut (baca juga : Pagaran Gaib / Proteksi Diri), terhadap mahluk-mahluk halus yang bersifat negatif dan yang golongan hitam, atau yang keberadaannya dipastikan akan menyusahkan manusia yang diikutinya atau yang tubuhnya ditempatinya, sebaiknya terhadap mahluk halus jenis itu kita isolasi saja dan dibuang jauh supaya ia tidak pindah dan menyusahkan manusia yang lain.


Ada banyak kejadian yang
sifatnya terlalu tinggi untuk bisa kita atasi sendiri atau diatasi dengan meminta bantuan orang lain. Sebaiknya kita belajar memperkuat benteng kita dan perlindungan kita dengan bersandar pada kekuatan yang paling tinggi, yaitu Tuhan, termasuk dalam hal meminta pertolongan. Salah satu caranya adalah dengan kita menekuni laku kebatinan ketuhanan seperti yang sudah dituliskan dalam tulisan berjudul  Kebatinan Dalam Keagamaan  dan  Pembersihan Gaib 4  untuk kita belajar tersambung dengan Tuhan.

Selain
kita tidak perlu berguru kemana-mana untuk keperluan itu, yang juga masih belum tentu bisa digunakan untuk mengatasi jika saja ada kejadian-kejadian seperti di atas terjadi pada diri kita sendiri, laku itu juga sejalan dengan jalan kepercayaan kita sendiri, tidak perlu mencari-cari cara yang lain, malah ketekunan kita akan bisa menambah kualitas kepercayaan dan kerohanian kita sendiri. Selain kita akan menjadi lebih bisa bersugesti langsung kepada Tuhan, untuk berdoa ataupun untuk meminta pertolongan, juga kekuatan dari sugesti kita itu akan bisa digunakan untuk banyak keperluan.

Bagi anda yang sedang mengupayakan kesembuhan sakit-penyakit atau mengupayakan pembersihan gaib (bagi yang mengalami gangguan mahluk halus), situs-situs mistis yang sudah dituliskan di dalam halaman berjudul  Tempat-tempat Mistis  sangat baik untuk anda kunjungi untuk tujuan ritual berdoa, karena aura positif tempat-tempat tersebut akan menjauhkan mahluk halus yang beraura dan bertendensi negatif.

Jika anda datang kesana untuk kesembuhan dan pembersihan gaib, cukup anda berdoa saja yang tulus sesuai keperluannya. Tempat-tempat tersebut tidak mengharuskan anda membawa sesaji, karena tempat-tempat tersebut bukanlah tempat berhala / ngalap berkah. Tapi kalau anda ingin memberikan suatu sesaji sebagai bentuk penghormatan, itu tidak apa-apa, itu baik secara spiritual.



  Kesadaran Berwaspada Untuk Pembersihan Gaib


Berikut ini adalah contoh kasus nyata pengaruh keberadaan mahluk gaib terhadap seseorang.

Ada banyak kasus seorang manusia yang ketempatan / ketempelan mahluk halus yang berbeda jenis kelamin dengannya sering mendapatkan mimpi bercinta / bersetubuh, misalnya seorang laki-laki yang ketempatan jenis mahluk halus perempuan, atau seorang perempuan yang ketempatan jenis mahluk halus laki-laki. Mimpi bercinta itu bisa juga didapatkan dari mahluk halus lain yang berdiam di dalam rumah, atau yang datang dari tempat lain yang jauh, misalnya dalam kasus pesugihan.

Kasus-kasus itu mengindikasikan bahwa si mahluk halus sudah memanfaatkan si manusia untuk melampiaskan hasratnya terhadap lawan jenis.

Ada seorang teman yang rajin beribadah dan dikenal juga mampu melihat gaib, mempunyai beberapa khodam pendamping dan sering dimintai bantuannya oleh orang lain. Tetapi setiap kali sesudah menolong orang, rumah tangganya selalu ribut, bertengkar, sampai-sampai piring, gelas dan perabotan rumah lainnya beterbangan dan pecah berserakan dimana-mana sampai keluar rumah. 

Ternyata tanpa disadarinya, ada sesosok khodam pendampingnya yang berwujud harimau marah, karena setiap selesai "bekerja" tidak pernah diberi "makan" , yaitu kembang telon, telor ayam mentah dan kelapa muda. Dalam kemarahannya itu dia memancarkan hawa aura panas yang menyebabkan rumah tangga orang itu menjadi "panas" dan ribut bertengkar.

Ada juga seorang teman yang sejak mudanya gemar mengejar ilmu-ilmu kanuragan dan kesaktian, dan kerap merasa "panas" bila mendengar cerita adanya orang lain yang juga mempunyai ilmu-ilmu kesaktian. Namun di sisi lain, rejekinya sejak muda sampai sudah ber-rumah tangga tidak pernah membaik dan selalu saja ada hal-hal yang membuat usaha dan kelangsungan pekerjaannya terputus hingga harus sering berpindah kerja.

Ada juga seseorang yang memiliki banyak benda jimat, selalu membawa jimatnya, juga ada banyak doa amalan yang selalu diamalkannya. Perilakunya itu mengakomodir kebutuhannya akan keselamatan, supaya terhindar dari serangan gaib dan orang jahat, supaya tubuhnya kuat ketika berkelahi, dan supaya orang-orang di sekitarnya menghormatinya. Tetapi seringkali ia putus kerja, harus selalu mencari dan memulai kerja yang baru, semua yang diusahakannya sejak awal selalu putus di tengah jalan.

Dalam kasus-kasus di atas orang-orang itu tidak bisa membedakan khodam-khodam yang baik untuk bersamanya, karena ada khodam-khodam itu yang bersifat menonjolkan kekuasaan dan kekuatan, sehingga mengganggu urusan kerejekiannya.

Ada juga seorang perempuan yang mengalami sakit di kemaluannya dan mengeluarkan cairan yang berbau busuk dan menjijikkan. Sudah dicobanya berobat kemana-mana, ke dokter dan rumah sakit maupun kepada orang-orang pinter, tetapi sakitnya itu tidak juga sembuh. Sekalipun sempat membaik, tetapi keesokan harinya kembali sakit dan semakin bertambah parah.

Ternyata perempuan itu mengalami serangan teluh / guna-guna karena persaingan cinta. Ada sesosok kuntilanak yang selalu menyertainya, yang membuatnya sakit, dan lawannya itu berkali-kali melakukan serangannya, sehingga perempuan itu tidak sembuh-sembuh. Perempuan itu bisa sembuh setelah melakukan pembersihan gaib dan mendapatkan pagaran gaib yang kuat, sehingga serangan gaib lawannya tidak dapat menembusnya.

Ada seseorang yang awalnya karena keperluan kerohanian pribadinya, kemudian datang dan berguru kepada seorang spiritualis. Di tempat itu dia didaftar sebagai anggota dan melakukan ritual penerimaan anggota di pantai selatan jawa sebelum mendapatkan "bimbingan kerohanian" lebih lanjut. Selain itu dia juga menyanggupi perjanjian untuk selalu datang setiap setahun sekali ke tempat orang itu untuk mendapatkan "bimbingan kerohanian" dan untuk menyerahkan sejumlah uang "ibadah" kepadanya. 

Begitulah kemudian yang terjadi. Setiap tahun orang itu selalu datang ke tempat spiritualisnya itu untuk mendapatkan "bimbingan kerohanian" dengan membawa sejumlah besar uang untuknya. Seandainya dia lupa datang, akan ada suatu tarikan kuat dalam hatinya untuk datang ke tempat spiritualis itu. Sekalipun istri dan teman-temannya sudah berusaha melarangnya, tetapi dia tidak peduli.

Hingga suatu saat kesadarannya menyadarkannya bahwa ada sesuatu yang tidak "beres" pada dirinya. Kemudian bersama seorang temannya dia bertemu kami. Kebetulan temannya itu juga mampu melihat gaib, sehingga juga bisa memberi kesaksian bahwa ada sesosok gaib yang mendampingi orang itu dan yang mempengaruhinya untuk selalu kembali mendatangi spiritualisnya. Setelah dijelaskan segala sesuatunya, maka orang itu menjadi semakin sadar pada "ketidak-beresan" dirinya.

Ada kasus lain dimana ada seseorang yang dahulu pernah mengalami kejayaan duniawi, tetapi kemudian kehidupannya menjadi memburuk dan terpuruk. Di dalam kesusahan hatinya orang itu selalu berdoa dengan khusyuk kepada Tuhan. Hingga suatu hari dirasakannya ada suatu kegaiban terjadi pada dirinya, sehingga kemudian kehidupannya berangsur-angsur membaik kembali dan jaya seperti dulu lagi.

Awalnya orang itu bersyukur kepada Tuhan, karena Tuhan telah mengabulkan doa-doanya. Tetapi semakin lama dirasakannya ada tarikan kuat dari dirinya untuk berperilaku semakin menyimpang dari keimanan. Beberapa "orang pinter" mengatakan bahwa ada sesosok gaib di atas kepalanya, yang "bertahta" di atas dirinya, yang selalu mewujudkan doa-doa dan keinginannya, tetapi di sisi lain sosok halus itu juga mempengaruhinya untuk berperilaku tidak baik. Tetapi sosok gaib itu sangat kuat, sehingga orang-orang pinter itu tidak mampu menolongnya. 

Pada kasus yang sama di atas, yang terjadi pada orang lain lagi, ternyata ada sesosok gaib bangsa jin golongan hitam di belakangnya yang selalu mewujudkan doa-doa dan keinginannya. Dalam hal ini sosok gaib itu telah memberikan semacam jasa "pesugihan" kepada orang itu, sehingga keinginan-keinginan duniawinya menjadi terwujud. Beberapa "orang pinter" mengatakan bahwa sosok gaib tersebut adalah khodam yang baik dan selalu membantunya, apalagi doanya adalah bernuansa agama. Itu dikatakan karena mereka tidak bisa membedakan mana sosok gaib yang dari golongan putih dan mana yang dari golongan hitam. Kelanjutannya bagaimana, kami belum mengetahuinya.

Kasus lain lagi, ada seorang anak perempuan di Jawa Tengah yang ketempatan mahluk halus yang sangat kuat. Secara umum perilaku anak itu tidak berbeda dari anak-anak yang lain. Tetapi ada saat-saat tertentu anak itu berperilaku aneh. Kadang-kadang anak itu datang ke rumah tetangganya untuk meminta sesuatu, seperti meminta makan, meminta cabai atau buah-buahan, dsb. Jika orang yang didatanginya tidak memberikannya, maka selalu saja ada nasib jelek yang menimpa orang tersebut.

Beberapa orang pinter mengatakan bahwa pada tubuh anak itu bersemayam satu sosok halus yang wataknya jahat dan sering disebut sebagai "belis". Tetapi tidak ada orang yang mampu melakukan tindakan pembersihan karena sosok halus itu sangat tinggi kekuatannya. Di kemudian hari tidak ada lagi orang yang berani menolak keinginan anak itu dan tidak ada yang berani bersikap mencemooh atau sinis kepada anak itu, takut akan mengalami tulah nasib jelek dan celaka.

Ada juga seseorang yang mengalami sakit gatal-gatal di seluruh tubuhnya (budukan). Dokter-dokter dan pengobatan alternatif tidak dapat menyembuhkannya. Tetapi orang itu dapat sembuh dari penyakitnya itu setelah mandi dengan rendaman daun kelor, karena ternyata ada sesosok gondoruwo yang selalu mengikutinya dan pancaran energinya membuatnya sakit gatal-gatal.

Ada seorang anak yang tubuhnya lemah dan sering sekali sakit-sakitan. Sudah sering dibawa berobat ke dokter, tetapi kondisinya tetap saja mudah sakit-sakitan. Setelah dicermati, ternyata kelemahan tubuh anak itu bukanlah murni bersifat medis, ada satu sosok gondoruwo yang tinggal di tembok kamar anak itu yang pancaran energinya menyebabkan anak itu menjadi lemah sakit-sakitan.

Ada juga satu keluarga bapak dan anak yang selalu merasakan sakit nyeri dan pegal-pegal di tubuhnya. Ternyata kemudian diketahui bahwa sakitnya itu bukanlah sakit biasa, seringkali ada satu atau kadang-kadang sekelompok kuntilanak menempel di tubuh mereka.

Ini adalah beberapa contoh kasus yang tidak meng-enak-kan mengenai pengaruh keberadaan mahluk halus bersama manusia dan contoh adanya mahluk halus yang dimanfaatkan untuk tujuan yang tidak baik. Tetapi diluar itu masih ada banyak contoh lain yang umum dijumpai di masyarakat, termasuk contoh-contoh kejadian ketempelan, diteluh, disantet, dipelet, ketempatan dan ketindihan mahluk halus seperti sudah dituliskan di atas, yang ternyata juga terjadi dan dialami oleh banyak pembaca situs ini, dan mungkin masih ada banyak pengaruh lain keberadaan mahluk halus yang keberadaannya tidak diketahui oleh manusia (termasuk oleh Penulis).

Pengetahuan tentang ketempatan mahluk halus termasuk sebagai salah satu kegaiban tingkat tinggi yang rahasianya selama ini tidak terungkap yang sudah membuat kasus-kasus yang terkait dengan itu, jika ada, tidak mudah disembuhkan walaupun sudah ditangani oleh orang-orang sakti dan spiritualis-spiritualis kawakan dengan ilmunya yang tinggi-tinggi dan khodamnya yang sakti-sakti, juga tidak bisa ditangani oleh medis dengan canggihnya teknologi kedokteran.

Beberapa contoh lainnya dari fenomena seseorang yang kerasukan dan ketempatan mahluk halus adalah yang sudah disampaikan oleh para pembaca sendiri yang sudah Penulis upload dalam tulisan berjudul  Ketempatan Mahluk Halus  yang akibat akhirnya pemasungan dan rumah sakit jiwa bukanlah solusi yang menyenangkan. Silakan dibaca-baca untuk menambah pemahaman.


Fenomena-fenomena keberadaan suatu mahluk halus seperti ditulis di atas sebenarnya sering sekali terjadi, termasuk pada masyarakat yang sudah berperadaban modern dan yang hidup agamis. Tetapi kehidupan modern dan kehidupan agamis itu justru telah menjauhkan manusia dari pengetahuan yang benar tentang kegaiban alam dan kegaiban hidup, karena tidak mau dibilang klenik atau musyrik, tetapi malah digantikan dengan dogma dan doktrin, yang seringkali keliru, tetapi dianggap benar dan harus dipatuhi.

Manusia cenderung untuk tidak berhati-hati, karena manusia meremehkan pengaruh keberadaan mereka, atau menjauhi mereka karena dorongan agama, atau memaksakan rasionalisasi sikap berpikir manusia yang tidak mau menghubung-hubungkan semua kejadian di dunia manusia dengan keberadaan mahluk halus. Manusia menjadi tidak menyadari bahwa ada banyak mahluk halus yang memperhatikan kehidupannya dan kadangkala juga berinteraksi, secara langsung maupun tidak langsung, dengan manusia. Mereka memperhatikan kehidupan manusia dan mereka juga bisa membaca perasaan dan jalan pikiran manusia. Tetapi ketidak-tahuan itu tidak berlaku untuk manusia yang mau mengerti, mampu mengetahui rahasianya dan bisa menangkal pengaruh negatifnya.

Mungkin tidak kita sadari bahwa ada banyak kasus dalam kehidupan manusia yang sumbernya adalah pengaruh gaib. Salah satunya adalah kasus-kasus yang orang mendapatkan bisikan-bisikan gaib atau kesadarannya ditunggangi oleh gaib sehingga orangnya terdorong untuk melakukan perbuatan-perbuatan rendah, penuh pikiran cabul, memperkosa, emosi tak terkendali, membunuh, marah-marah, dsb, bahkan ada yang sampai benar-benar hilang kesadarannya, gila. Masing-masing pengaruh gaib itu ada kadar pengaruhnya sendiri-sendiri dari yang kadarnya ringan sampai yang berat. 


Memang yang utama adalah pengendalian diri
, selalu sadar untuk selalu menggunakan kesadaran yang tinggi untuk kontrol diri, kita sendiri yang harus tetap bisa kontrol diri, sehingga jika kita mengalami gejolak emosi, atau sekalipun di dalam diri kita atau di sekitar kita ada pribadi-pribadi lain yang sifatnya mengganggu / mempengaruhi / menyesatkan, 
kita tetap bisa kontrol diri, tetap sadar.

Keberadaan mahluk halus, apapun jenisnya dan golongannya, dapat berpotensi memberikan pengaruh tertentu kepada manusia, entah baik ataupun buruk. Keberadaan mahluk halus itu bisa di luar tubuh manusia, bisa juga bersemayam di dalam tubuh manusia, atau bersama manusia dalam bentuk khodam benda-benda gaib dan khodam ilmu / pendamping. Dalam upaya melakukan pembersihan gaib perlu diteliti lebih dahulu, gaib-gaib mana saja yang akan dibersihkan, apakah semuanya, ataukah hanya gaib-gaib tertentu saja.

Keberadaan sesosok mahluk halus di tubuh manusia kadangkala diawali dengan adanya sakit panas demam tinggi selama beberapa hari, yang jika kondisi tubuhnya lemah bisa sampai menyebabkan si manusia mengalami kejang-kejang, step, dsb. Sakit panas tinggi ini adalah salah satu bentuk tanda pemberitahuan bagi si manusia tentang keberadaan mereka (ini adalah salah satu cara / tata krama mahluk halus untuk memberitahukan perihal keberadaan mereka). Tetapi si manusia sendiri harus melakukan tindakan-tindakan, supaya sakit panas demam tinggi itu tidak berakibat fatal bagi si manusia, jangan sampai kemudian mengakibatkan kerusakan saraf otak atau organ tertentu yang bersifat permanen.

Keberadaan sesosok mahluk gaib bersama manusia seringkali tidak disengaja dan tidak disadari, tetapi ada juga orang yang menghadirkannya dengan sengaja, terutama yang berkaitan dengan keilmuan gaib / khodam. Tetapi disengaja ataupun tidak, manusia tetap harus waspada, terutama pada watak si mahluk halus dan pengaruh / akibat dari keberadaannya.

Resiko lain dari keberadaan sesosok gaib di dalam tubuh manusia, yang jika energinya bersifat negatif atau energinya tidak selaras dengan energi tubuh si manusia, suatu saat akumulasi energi negatif dan ketidak-selarasan energi itu dapat menyebabkan munculnya penyakit tumor / kanker atau kerusakan organ di bagian tubuh dimana sosok halus itu bersemayam.

Jadi terhadap adanya sesosok halus di dalam tubuh manusia, baik berasal dari isian khodam yang disengaja maupun kedatangan yang tidak diundang, sebaiknya kita menerapkan perhatian kehati-hatian yang ekstra.

Jika tujuan dan pengaruh / akibat dari keberadaannya bersifat baik, mungkin manusia dapat merasa lega. Tetapi jika diketahui tujuan dan akibat dari keberadaannya bersifat merugikan, atau menyebabkan manusia menjadi sakit, celaka atau mengalami kemalangan, sebaiknya segera dilakukan tindakan-tindakan pembersihan gaib, termasuk dengan bantuan paranormal jika memang harus. 

Selain itu, watak asli si mahluk halus juga harus diketahui. Jika wataknya baik mungkin si manusia dapat merasa lega, tetapi jika wataknya jelek / jahat, yang termasuk sebagai mahluk bergolongan hitam atau abu-abu, maka sebaiknya diusahakan supaya mahluk halus itu tidak bersama dengan manusia, jangan sampai manusia mengalami kerugian yang lebih besar di kemudian hari.

Bila yang bersama dengan manusia adalah dari golongan bangsa jin, biasanya keberadaannya juga membantu si manusia, sehingga doa-doa dan keinginannya atau ucapan-ucapannya menjadi terwujud. Bila itu terjadi, maka si manusia 'harus' memberikan 'sesuatu' sebagai upahnya karena mereka sudah 'bekerja'.  Bila tidak diberikan, maka si manusia akan mendapatkan beberapa 'teguran' darinya, yang bentuknya bisa berupa sakit-penyakit, naas, kesialan, atau pertengkaran keluarga. Tetapi tuntutan bayaran upah yang tidak diterima oleh bangsa jin golongan hitam, akibatnya bagi manusia lebih berat dan menyakitkan, karena selain berupa naas dan kesialan, juga dapat berupa sakit / penyakit berat sampai kematian pada anggota keluarga yang lain.

Teguran dan hukuman yang diterima manusia dari mahluk halus golongan hitam biasanya lebih berat dan menyakitkan dibandingkan yang diterima manusia dari golongan putih. Selain yang berupa sakit-penyakit, naas, kesialan, pertengkaran keluarga, atau kematian, pancaran energi negatif mereka, selain mengganggu secara psikologis, juga bisa menyebabkan sel-sel tubuh manusia yang positif berubah menjadi bersifat negatif dan yang sudah menjadi negatif akan memakan yang positif dan merubahnya menjadi negatif  (mengakibatkan penyakit kanker / tumor, kanker otak, kanker rahim, kista rahim, kerusakan ginjal, liver, dsb).  Bila jin tersebut adalah khodam pendamping seseorang, hukuman itu seringkali tidak ditujukan kepada manusia tersebut, tetapi kepada orang-orang terdekatnya, kepada anggota keluarganya yang lain, bisa orang tua, istri / suami, anak-anak dan anak di dalam kandungan. Dan keberadaan jin dari golongan hitam itu pasti akan menyulitkan proses kematian orang tersebut. Karakteristik mahluk halus dari golongan hitam dapat dibaca di : Penggolongan Mahluk Halus.

Seseorang yang menyadari dirinya ada berkaitan dengan mahluk halus, yang keberadaan mahluk halus tersebut sifatnya baik maupun tidak baik, yang sifatnya membantu maupun yang menyakiti, akan sangat baik kalau dia rajin mandi kembang. Tujuannya selain supaya dirinya sendiri bersih dari aura-aura negatif yang berasal dari dirinya sendiri, mandi kembang itu juga akan dipandang sebagai sesaji oleh para mahluk halus yang bersamanya, sehingga kegaiban khodamnya menjadi lebih kuat terasa, jika itu adalah khodam ilmu, dan supaya mahluk halus yang tujuannya menyerang / menyakiti akan mengurangi atau mau melepaskan serangannya. 

Seseorang yang sebelumnya di dalam tubuhnya atau di sekitarnya ada sosok-sosok khodam atau mahluk halus yang bersifat negatif, sesudah melakukan pembersihan gaib, kalau peka rasa, seharusnya ia bisa merasakan rasa suasana yang lebih adem, lebih ringan, walaupun mungkin terasa agak lemas, karena ada kekuatan di dalam tubuhnya yang sudah pergi menghilang, tapi secara keseluruhan seharusnya terasa lebih bersih, tidak ada lagi yang memberatkan.

Selanjutnya sebaiknya kita berhati-hati, jangan terdorong untuk memiliki banyak jimat dan khodam, karena tidak semuanya bermanfaat untuk kita, malah bisa memberatkan jalan hidup kita. Miliki seperlunya saja, yang tuah dan pengaruhnya baik, jangan berlebihan.

Juga hati-hati dengan amalan dan ilmu-ilmu gaib, karena tidak semuanya bersifat baik, jangan sampai ternyata memberikan efek yang malah memberatkan jalan hidup kita.



_________



 >>  Ketempatan Mahluk Halus









Comments