Pembersihan Gaib 5

    Penanganan Khusus Guna-Guna, Teluh dan Santet

 

Berikut ini adalah tips untuk para praktisi kebatinan dan ilmu gaib / khodam dalam menangani suatu kejadian pasien yang mengalami guna-guna, pelet, penundukkan, teluh dan santet. Bukan berarti Penulis piawai / mahir menguasai bidang ini, tetapi ini hanya sebagai sumbang saran-pikiran saja yang mudah-mudahan berguna bagi semua orang. Ini juga menjadi tips untuk para pembaca yang masih pemula supaya menjadi lebih mengerti bagaimana harus berbuat ketika dirinya atau anggota keluarganya ada mengalami kejadian tersebut.


_____




Pada jaman dulu ilmu-ilmu gaib sering disebut / dikategorikan sebagai ilmu sihir, tenung dan nujum atau disebut ilmu-ilmu perdukunan. Sejarahnya sudah Penulis tuliskan di halaman berjudul Ilmu Gaib dan Ilmu Khodam. Tetapi di tanah air sekarang ini sudah ada penyebutan lain, yang penyebutannya itu ada yang dimaksudkan untuk memperhalus sebutannya, ada juga yang untuk mempertegas artinya, seperti disebut sebagai ilmu guna-guna, pelet, penundukkan, teluh dan santet.

Guna-guna adalah keseluruhan dari praktek keilmuan gaib yang dilakukan dengan tujuan menjadikan seseorang (sasaran praktek ilmunya) menjadi mengalami suatu kejadian tertentu yang disengaja, tidak alami, oleh pelakunya dengan keilmuannya. Bentuknya bisa pelet, penundukkan, gendam, teluh / tenung atau santet.

Guna-guna, pelet, penundukkan, teluh dan santet adalah perbuatan secara gaib atau melalui mahluk halus yang disengaja oleh pihak tertentu kepada orang lain.

Pelet, penundukkan dan gendam dilakukan dengan tujuan menguasai kesadaran, pikiran dan perasaan seseorang yang bisa sampai menyebabkan seseorang lupa kesadaran atau lupa ingatan, terkendali / terhipnotis pikirannya, kesurupan, atau melakukan perbuatan-perbuatan diluar kesadarannya.

Teluh dan tenung dilakukan dengan tujuan menyakiti seseorang, baik fisiknya maupun pikirannya, dan bisa sampai mengakibatkan kematian.

Santet dilakukan dengan tujuan yang sama dengan teluh, tetapi di dalamnya disengaja disertakan benda-benda tertentu yang dikirimkan secara gaib ke dalam tubuh seseorang untuk memperkuat efek serangan gaibnya dan memperberat akibat yang dirasakan oleh korbannya.


Di dalam halaman ini yang dimaksudkan dalam kategori ilmu-ilmu di atas bukan hanya sebatas ilmu-ilmu yang sudah jelas kategori penyebutannya sebagai ilmu guna-guna, pelet, penundukkan, teluh, dan santet, tetapi secara luas diartikan sebagai semua jenis ilmu gaib / khodam, termasuk kebatinan dan tenaga dalam, yang dilakukan dengan sengaja untuk secara negatif mempengaruhi, menyerang atau menyakiti orang lain. Jadi dalam pengertian ilmu guna-guna, pelet, penundukkan, teluh dan santet ini termasuk juga semua jenis keilmuan gaib yang untuk pengasihan / pelet, kewibawaan dan penundukkan, ilmu-ilmu keselamatan, ilmu menyerang gaib atau ilmu-ilmu gaib lainnya, yang oleh pelakunya dengan sengaja digunakan secara negatif kepada pihak lain, ada orang lain yang dijadikan sasaran ilmu gaibnya.

Walaupun keilmuan seseorang awalnya dimaksudkan sebagai ilmu keselamatan atau proteksi diri, atau untuk berjaga-jaga terhadap adanya gangguan atau serangan gaib, dan ilmunya itu disebut sebagai ilmu aliran putih, tetapi jika kemudian ternyata juga digunakan secara negatif kepada orang lain, maka ilmunya itu masuk dalam kategori ilmu guna-guna, teluh dan santet. Perbuatan orang itu sendiri, walaupun sehari-harinya orangnya tidak berpraktek sebagai dukun, tetapi dengan perbuatannya itu orang itu bisa disebut sudah mendukuni orang lain, sudah mempraktekkan perdukunan dan ilmu sihir. Apalagi kalau sehari-harinya orangnya sudah berpraktek atau sudah berlaku sebagai orang berilmu, orang pinter, spiritualis, atau dukun, maka orang itu bisa disebut sebagai tukang santet atau dukun teluh dan santet.

Pengertian di atas termasuk juga perbuatan yang orangnya dengan sengaja mempraktekkan ilmunya, atau karena kesombongannya ia mengetes kekuatan ilmunya, diarahkan kepada orang lain, baik untuk mengetes keampuhan ilmunya sendiri ataupun untuk mencobai / mengetes keilmuan orang lain. Dengan berbuat begitu orang itu sudah melakukan suatu serangan gaib yang bagi orang lain yang menjadi sasarannya akan dirasakan sebagai adanya serangan guna-guna, teluh, tenung dan santet.

Pengertian di atas termasuk juga orang yang meminta jasa spiritualis atau mempraktekkan sendiri ilmunya seperti yang untuk pengasihan dan pelet, kewibawaan dan penundukkan, walaupun dianggap itu biasa saja dan tidak dilakukan dengan pikiran yang negatif, tetapi jika akibat / pengaruh ilmunya itu bersifat negatif terhadap orang lain, berarti dengan perbuatannya itu ia sudah meminta jasa perdukunan, sudah mendukuni orang lain, atau ia sendiri sudah mempraktekkan perdukunan dan ilmu sihir.

Jadi yang dimaksudkan dalam pengertian guna-guna, teluh dan santet dalam halaman ini bukanlah semata-mata jenis atau bentuk ilmunya saja yang sudah jelas penyebutannya sebagai guna-guna, teluh dan santet, tetapi adalah semua  penggunaan yang negatif  oleh seseorang yang menyebabkan ilmunya itu masuk dalam kategori ilmu guna-guna, teluh dan santet, dan orangnya sendiri disebut sudah mempraktekkan perdukunan dan ilmu sihir, sudah mendukuni orang lain, atau bahkan disebut tukang santet atau dukun teluh dan santet.


Dari dulu sampai sekarang ada banyak sekali ilmu yang
tujuannya untuk melindungi diri dari kejahatan dan gangguan gaib, untuk keberkahan hidup, memohon rejeki, dimudahkan jodoh, supaya kelihatan cantik, dsb. Semuanya wajar-wajar saja awalnya. Tetapi ternyata banyak sangat ilmu-ilmu yang salah guna atau ilmu putih menjadi hitam di tangan orang-orang tertentu. Ditambah lagi ada orang-orang yang untuk mempuaskan hasrat duniawinya ia menghalalkan cara apa saja.

Bahkan banyak juga orang yang menjadi menyimpang keimanannya, yang semula niatnya belajar keilmuan adalah sebagai bagian dari lakunya belajar agama, kemudian menjadi terlena jauh dari jalan keimanan yang benar karena meyakini “ilmu ini ampuh” atau "khodam saya ampuh". Doanya kepada Tuhan hanya seremonial manis di bibir saja, karena hatinya lebih meyakini berkah dari keampuhan ilmunya / khodamnya. Doanya kepada Tuhan kalah ampuh dibanding doa-doa ilmunya. Orangnya tidak sadar bahwa dirinya sudah sesat.

Ada banyak sekali ilmu proteksi diri dan ilmu menyerang gaib yang tinggi-tinggi, yang kebanyakan mulanya niatnya mempelajarinya han
yalah untuk proteksi diri saja, untuk berjaga-jaga. Tetapi jika kemudian orangnya terdorong menjadi sombong, ilmunya untuk bangga diri, bermegah diri, atau untuk pamer, ilmunya disombongkan untuk kejayaannya sendiri atau perguruannya, yang praktek ilmunya diarahkan kepada orang lain, digunakan untuk menyerang orang lain, maka perbuatannya itu sudah menjadikan keilmuannya itu masuk dalam kategori ilmu guna-guna, teluh dan santet, dan praktek ilmunya itu sama dengan serangan guna-guna, teluh dan santet. Ilmu yang mulanya baik menjadi hitam di tangan orang-orang sesat.

Tetapi orang lain yang keilmuannya sama, atau bahkan awalnya ilmunya disebut ilmu hitam, jika orang itu tidak negatif menggunakan ilmunya, tetapi digunakan positif untuk kebaikan, untuk membantu menangkal, mengobati / menyembuhkan, maka ilmunya itu dan orangnya tidak dikategorikan hitam seperti pengertian di atas.

Untuk diri sendiri, untuk kita berjaga-jaga / melindungi diri dari adanya praktek negatif keilmuan di atas, juga untuk melindungi diri dari adanya gangguan / diserang gaib, ketempelan, ketempatan, kerasukan dan kesambet, bisa dilakukan dengan membuat pagaran gaib absolut untuk diri sendiri dan anggota keluarga dan rumah, dengan bantuan khodam jimat isian / rajahan, batu akik, pusaka atau khodam ilmu / pendamping, dan khodamnya sekalian juga diperintahkan untuk melindungi dan menjauhkan gaib-gaib negatif dari orang dan rumahnya (baca : Pembersihan Gaib 3). 

Bila sudah mempunyai kekuatan sendiri dari kebatinan-spiritual atau tenaga dalam dan bisa membuat sendiri pagaran gaib yang lebih kuat daripada yang dibuat oleh khodamnya, itu lebih baik lagi. Itu adalah tindakan preventif untuk menangkal kemungkinan seseorang mengalami resiko dari adanya kejadian-kejadian negatif di atas (baca : Pagaran Gaib / Proteksi Diri). Tetapi untuk tujuan mengobati / menyembuhkan kadangkala diperlukan tindakan dan perlakuan tersendiri sesuai karakteristik kejadiannya.


Praktek yang biasa dilakukan dalam penanganan pengobatan / pembersihan gaib, biasanya suatu ilmu gaib dilawan dengan ilmu gaib lain yang setanding atau yang lebih tinggi. Ilmu pelet dilawan dengan ilmu penangkal pelet yang lebih tinggi. Ilmu teluh dilawan dengan ilmu penangkal teluh yang lebih tinggi. Amalan gaib dilawan dengan amalan gaib. Mantra dilawan dengan mantra. Ajian dilawan dengan ajian. Metode ini mengharuskan orang mengkoleksi banyak ilmu yang tinggi-tinggi dan berguru kepada banyak guru.

Bagaimana kalau tidak punya ilmu penangkal yang lebih tinggi ?  
Kemana lagi harus berguru ?
Sampai kapan harus terus berguru ?
Bagaimana kalau ilmu orang yang dilawannya itu berbalik menyerang dirinya ?

Akan lebih baik jika metode tersebut diganti. Ilmu tidak dilawan dengan ilmu. Ajian tidak dilawan dengan ajian. Metodenya diganti menjadi melawannya dengan kekuatan gaib atau khodam yang lebih tinggi. Dengan cara ini kita membersihkan ilmu lawan dengan kekuatan gaib / khodam yang lebih tinggi. Tidak peduli seberapa tinggi ilmu lawan, atau sekalipun ilmunya berlapis-lapis, bisa disapu bersih dengan kekuatan gaib / khodam yang lebih tinggi.

Dengan cara ini kita tidak membutuhkan koleksi amalan, mantra dan ajian, tidak perlu berguru kepada banyak guru. Yang kita butuhkan hanyalah satu amalan ilmu saja dan satu kekuatan gaib / khodam yang kuat untuk menyapu bersih ilmu lawan. Dan kekuatan gaib / khodam kita itu juga melindungi kita, sehingga kita tidak dapat diserang balik oleh ilmu lawan, dan khodam kita itu bisa kita gunakan juga untuk banyak keperluan. Hanya diperlukan tambahan usaha untuk mendapatkan kekuatan gaib / khodam yang kuat.

Pengaruh ilmu pelet, gendam dan teluh bisa disapu bersih dengan satu kekuatan gaib / khodam yang lebih tinggi. Tidak peduli seberapa tinggi ilmu lawan, atau sekalipun ilmunya berlapis-lapis, bisa disapu bersih dengan satu kekuatan gaib / khodam yang lebih tinggi.  Tetapi untuk menangani santet, yang di dalamnya ada kiriman benda-benda gaib, diperlukan penanganan khusus.


Ada beberapa kondisi santet pada diri seseorang :
1. Benda santetnya masih dalam kondisi gaib dan ada sosok gaib yang menjaganya.
2. Benda santetnya masih dalam kondisi gaib dan tidak ada sosok gaib yang menjaganya.
3. Benda santetnya sudah berubah menjadi benda nyata dan ada sosok gaib yang menjaganya.
4. Benda santetnya sudah berubah menjadi benda nyata dan tidak ada sosok gaib yang menjaganya.


Pada nomor 1 dan 2 di atas, benda santetnya masih dalam kondisi gaib, artinya paku, silet, dsb, yang dikirimkan secara gaib tidak berubah menjadi benda nyata, masih dalam kondisi gaib, masih berupa energi-energi gaib negatif. Bila dirontgen tidak akan tampak paku dan silet tersebut. Si korban merasa sakit bukan karena adanya paku dan silet di dalam tubuhnya, tetapi sakit karena pengaruh energi negatif kekuatan santetnya.

Untuk nomor 1 dan 2 di atas, sekalipun ada sosok gaib (khodam santet) yang menjaganya, bisa dengan mudah disapu bersih dengan kekuatan gaib / khodam yang lebih tinggi. Tidak perlu sang pasien dibuat muntah darah mengeluarkan paku, silet, dsb. Karena benda-benda tersebut masih dalam bentuk energi gaib, bisa langsung dibersihkan atau dipindahkan ke dalam telur, atau langsung dibuang jauh. Sang pasien tidak perlu mendapatkan luka tambahan akibat paku / silet yang keluar lewat kerongkongannya.


Nomor 3 dan 4, benda santetnya sudah berubah menjadi benda nyata. Artinya paku, silet, dsb  yang dikirimkan secara gaib, sudah berubah menjadi benda nyata, bila dirontgen akan tampak paku dan silet tersebut. Si korban merasa sakit, selain karena kekuatan gaib dari santet tersebut, juga karena adanya paku dan silet di dalam tubuhnya. Karena itu untuk menangani kondisi nomor 3 dan 4 itu diperlukan perlakuan khusus. Diusahakan proses penyembuhannya tidak menambah rasa sakit yang diderita oleh si pasien.

Untuk nomor 3 dan 4 di atas, dengan kekuatan gaib / khodam yang lebih kuat, ada beberapa metode pelaksanaannya :

1. Menundukkan sosok gaib penjaganya, kemudian memaksanya mengubah benda santetnya menjadi benda
    gaib kembali, sehingga lebih mudah untuk dibersihkan.
2. Mengusir sosok gaib penjaganya, kemudian dengan kemampuan ilmu / khodam si penyembuh mengubah
    benda santetnya menjadi benda gaib kembali, sehingga lebih mudah untuk dibersihkan.
3. Mengusir sosok gaib penjaganya dan membersihkan sisa-sisa energi negatifnya. Bila tidak dapat mengubah
    benda santetnya untuk kembali menjadi benda gaib, terpaksa sang pasien dibuat muntah untuk mengeluarkan
    benda-benda tersebut dari tubuhnya.
4. Mengusir sosok gaib penjaganya dan membersihkan sisa-sisa energi negatifnya. Bila tidak dapat mengubah
    benda santetnya untuk kembali menjadi benda gaib, terpaksa sang pasien dibawa ke rumah sakit untuk
    mengeluarkan benda-benda tersebut dari tubuhnya.


Dalam penanganan kasus-kasus santet diusahakan sedapat mungkin benda-benda santet dapat diubah kembali menjadi benda gaib, sehingga lebih mudah untuk dibersihkan kegaibannya dengan dipindahkan ke dalam telur atau langsung dibuang ke tempat lain yang jauh dan aman bagi manusia. Setelah semua proses penyembuhan selesai, selain membersihkan sisa-sisa energi gaib santetnya, juga sang pasien diberi pagaran gaib supaya tidak lagi dikenai serangan gaib.


Memang tidak mudah untuk menangani kejadian-kejadian di atas. Penulis juga tidak bermaksud sok tahu atau menggampangkan masalah. Hanya sekedar sumbang saran saja untuk kemudahan pelaksanaannya, terutama pada metode penanganannya, yang semula ilmu dilawan dengan ilmu, amalan gaib dilawan dengan amalan gaib, mantra dilawan dengan mantra, dan ajian dilawan dengan ajian, diubah menjadi melawannya dengan kekuatan gaib / khodam yang lebih tinggi kekuatannya, sehingga penanganannya menjadi lebih mudah dan aman.

Mudah-mudahan berguna untuk semua pihak.



---------------


Sebagai catatan tambahan, jika anda ingin mengupayakan laku permbersihan gaib, anda bisa mengkombinasikan cara-cara pembersihan gaib seperti contoh-contoh yang sudah dituliskan dalam halaman-halaman bertemakan Pembersihan Gaib.

Jika anda ingin melakukan suatu laku ritual untuk mencoba mencari kesembuhan dan upaya pembersihan gaib, anda bisa datang ke tempat-tempat mistis seperti yang dicontohkan dalam tulisan berjudul Tempat-tempat Mistis  karena aura positifnya dan para penghuni gaibnya akan menjauhkan mahluk halus yang beraura dan bertendensi negatif.



---------------



 >> Pagaran / Proteksi Gaib




Foto tangkapan jin santet yg dimasukkan ke dalam botol
dikirimkan oleh Galuh Eska

 
Gambar aslinya.
 
Gambar aslinya
yang diberi tambahan pencahayaan.
 
Gambar aslinya
yang diberi efek film negative.
Comments