https://sites.google.com/site/thomchrists/dunia-gaib-mahluk-halus/obrolan-santai---putaran-jaman/Senja%202.jpg

Obrolan Santai


Putaran Jaman 

 

Halaman ini berisi cuplikan dan editan tanya jawab Penulis dengan pembaca tentang dunia gaib. Mudah-mudahan berguna untuk menambah pengetahuan dan hiburan.


---------------




 A :     Dari gangguan2 gaib yg saya alami, saya tanya2 soal hidup saya jaman lampau, katanya saya ini anak
          ketiga dari raja brawijaya 10 yg dulu berkelakuan buruk, sehingga kehidupan saya sekarang adalah
          membayar karma.

 J :     Soal katanya bapak adalah anak ketiga dari raja brawijaya 10 yg dulu berkelakuan buruk, sehingga
kehidupan sekarang adalah membayar karma, sebenarnya tidak seperti itu.

Di jawa (juga di tempat lain) dikenal adanya istilah yg disebut roda kehidupan / putaran jaman, yaitu pola kehidupan dan jaman yg mirip dgn sebelumnya, sehingga sering disebut pola kehidupan yg berulang (pola / roda perputaran jaman).

Bila itu berkenaan dengan kehidupan dunia secara global, maka itu sering disebut roda perputaran jaman, yaitu pola kehidupan yg mirip dgn jaman kehidupan sebelumnya, sehingga dianggap sebagai pola yg berulang, atau disebut siklus, suatu kejadian yg mirip ada siklus terjadinya sekian tahun sekali. Jaman kejayaan atau keruntuhan kerajaan / pemerintahan, peperangan, kondisi alam, bencana alam, dsb, ada yg mirip dgn jaman sebelumnya sehingga kehidupan dianggap berulang / bersiklus.

Bila itu berkenaan dgn kehidupan seseorang secara individu, maka ada manusia di jaman sekarang yg sosoknya dan perwatakannya mirip sekali dgn seorang manusia yg hidup di jaman dulu. Secara umum, dan ada juga suatu agama yg meyakini, bahwa kondisi inilah yg disebut sbg reinkarnasi, yg terkait dgn karma, dianggap bahwa manusia jaman dulu itu menitis ke dalam kehidupan manusia yg sekarang, atau manusia yg dulu itu lahir kembali sbg manusia yg sekarang, untuk membayar karma.

Sampai hari ini kejadian kemiripan itu ada yg sampai 3 atau 4 kali terjadi pada seorang manusia, shg dikatakan manusia itu sudah berinkarnasi selama 3 atau 4 kali. Di internet juga banyak contoh manusia sekarang yg dikatakan spiritualis adalah titisan / reinkarnasi manusia sebelumnya.

Tetapi sebenarnya yg terjadi itu bukanlah penitisan atau reinkarnasi. Ketika manusia2 yg dikatakan reinkarnasi dari manusia sebelumnya itu dipanggil sukmanya, maka yg datang adalah sukma manusia itu sendiri dan sukma2 manusia lain yg hidup pada jaman sebelumnya yg memang mirip satu dgn lainnya. Dalam hal ini mereka tidak menitis / berinkarnasi kpd manusia yg sekarang, hanya kebetulan saja ada kemiripan. Dan sekalipun manusia yg sekarang sudah membayar karmanya, terhadap sukma manusia yg dulu itu tidak ada perubahan kpd kondisi yg lebih baik.

Sosok semalam yg merasuk ke bapak adalah sukma seorang pemimpin kebatinan dan persilatan dari aliran hitam jaman dulu yg berteman dgn anak Brawijaya itu. Karena ada tarikan secara kebatinan, maka dia datang ingin menyatu dengan bapak. Ini juga sebenarnya yg terjadi ketika seseorang menerima datangnya khodam leluhurnya (ketempatan khodam leluhur), karena khodam leluhur itu memandang si manusia ada "kemiripan" dengan sosok leluhurnya yg dulu.

Jadi, yang diceritakan bahwa bapak adalah anak ketiga dari raja brawijaya 10 yg dulu berkelakuan buruk, sehingga kehidupan sekarang adalah membayar karma, sebenarnya tidak persis seperti itu, karena sukma bapak yg sekarang bukanlah sukma dari orang yg dulu. Kebetulan saja ada "tarikan" rasa kebatinan karena adanya kemiripan. Tetapi ini juga menjadi kejadian yang sifatnya peringatan / pemberitahuan supaya bapak tidak hidup berkait dgn roh2 atau manusia yg jahat, dan juga tidak berbuat jahat, supaya tidak menjadi buruk kehidupannya.


_____




 B :     Tentang eksistensi Sang Pencipta / Tuhan, benarkah ada ? 
Bila ada bagaimana sikapnya di kehidupan ini, apakah bersikap aktif (turun tangan langsung di alam fana ini, misal mengabulkan doa, membuat bencana dsb) ataukah bersikap pasif (mendelegasikan kekuasaanya pada ghaib semacam Dewa-Dewi)

Bagaimanakah tentang karma, apakah hukum tersebut benar ada di alam fana ini...
Apakah karma adalah hukuman Tuhan atas perbuatan2 kita sendiri ?
Bagaimanakah tentang reinkarnasi, apakah memang benar ada ? 
Kalau tidak salah itu dicetuskan oleh Sidharta Sang Budha, dan tentunya sebagai orang yang telah mencapai level keilmuan lahir dan batin serta spiritual yg tinggi, tentunya spiritualis selevel Budha Gautama tidak akan sembarangan memberikan ajaran....

 J :     Tuhan memang ada.
Kalau anda aktif menjalani laku ketuhanan, bukan sekedar menjalani agama, mudah2an anda juga bisa menemukanNya.
Tuhan melakukan segala sesuatu tidak secara langsung, kecuali kpd orang2 dan mahluk halus tertentu.
Untuk manusia Tuhan sudah memberikan berkat kehidupan kpd seluruh dunia.

Karma memang ada, tetapi bukan secara langsung datang dari Tuhan.
Karma lebih banyak terjadi karena hubungan sukma antar manusia, dan antara seseorang dengan leluhurnya, dan karena perbuatan pembalasan dari mahluk halus atas perbuatan2 seseorang.

Reinkarnasi manusia tidak ada.
Yang ada adalah reinkarnasi mahluk halus, dalam arti semua mahluk halus yg ingin masuk ke dalam surganya Budha harus melakukan dulu perbuatan2 baik di dunia manusia.

Reinkarnasi manusia tidak ada.
Yang ada adalah fenomena2 yg mirip dgn reinkarnasi karena adanya putaran jaman, sebuah jaman mirip dgn jaman sebelumnya, atau kehidupan seseorang yg mirip dgn kehidupan seseorang sebelumnya.

Dari fenomena2 orang yg mengaku adalah reinkarnasi dari seseorang terdahulu, jika rohnya dilihat / dipanggil, akan tampak bhw roh mereka adalah sendiri2, bukan satu roh.
Artinya orang yg hidup sekarang rohnya sendiri, tidak sama dgn roh orang yg terdahulu,
sukmanya bukanlah sukma orang yg dulu yg hidup kembali di jaman sekarang.
dan sukma orang yg terdahulu itu sekarang ini tidak masuk menitis ke dalam dirinya
artinya orang itu bukanlah reinkarnasi / penitisan dari roh orang yg dulu, yg hidup kembali di jaman sekarang, hanya saja memang ada hubungan batin yg kuat antara orang yg sekarang itu dgn orang yg terdahulu, karena adanya kesamaan2 sifat dan perilaku.

Sebenarnya itu banyak terjadi pd jaman sekarang, termasuk terjadi pada beberapa orang pembaca.
Ada pembaca yg mendapatkan naungan dari leluhurnya seorang pangeran yg dulu hidup di kerajaan Pajajaran, yg sosok dan perilaku si pembaca itu mirip sekali dengan si pangeran,
tetapi pembaca itu dan leluhurnya itu masing2 mempunyai sukma sendiri2,
sukma si pembaca itu bukanlah sukma leluhurnya yg hidup kembali di jaman sekarang
dan sukma leluhurnya itu sekarang ini tidak masuk menitis ke dalam dirinya

Ada juga fenomena khodam dari leluhur yg mengikut kpd keturunan tuannya yg dulu, karena menurut penilaian si khodam si keturunan itu mempunyai banyak kesamaan sifat dan watak dgn tuannya dulu.

Ada juga seorang leluhur yang menemukan seorang keturunannya yg sifat-sifat karakternya mirip dengan dirinya dulu, sehingga kemudian sang leluhur itu mengirimkan khodam ilmunya kpd keturunannya itu.

Biasanya seorang leluhur akan merasakan adanya rasa kebatinan yang kuat jika ada keturunannya yang mempunyai sifat-sifat karakter yg mirip dengannya, dan bisa diketahuinya sebelum keturunannya itu lahir.

Sukma seseorang (yang masih hidup) biasanya akan bisa merasakan adanya tarikan rasa yg kuat jika ada seseorang yg lain yg mempunyai banyak kemiripan sifat dengannya, sehingga sekalipun mereka tidak saling mengenal, mereka bisa merasakan adanya kecocokkan, kemiripan, kesamaan, kontak batin, bahkan bisa saling bertukar memori pikiran.

Tarikan rasa batin ini mungkin sedikit bisa dianalogikan sbg tarikan rasa cocok antara seseorang dgn zodiak tertentu yg merasa cocok dgn orang lain dari zodiak tertentu, sehingga kemudian bisa dirumuskan bahwa orang dgn zodiak .... akan cocok dgn orang dari zodiak ....



_______




 C :     Untuk bisa menerawang / melihat seorang leluhur caranya batin kita diarahkan ke mana ya kangmas ?
Ngapunten kangmas, untuk menelisik jalur keturunan atau leluhur seseorang cara yg pas bagaimana ya kangmas ? Seperti cerita kangmas bisa sampai mengetahui temannya teman kangmas keturunan  dewa-dewa.

 J :     Sebenarnya itu tidak sengaja.
Pada saat saya ngobrol dgn teman saya, kok terbersit pikiran bahwa temannya adalah keturunan dewa-dewi India. Setelah saya sebar rasa ke dewa2 india, ternyata benar. Dewa-dewi itu juga mengakui bhw si teman tsb adalah keturunan mereka.

Bahkan setelah saya runut lagi, ternyata si teman itu juga keturunan Resi Bisma.
Setelah saya crosscheck, ternyata benar bhw si teman itu adalah juga keturunan Resi Bisma dan Resi Bisma juga mengakui bhw anak itu adalah keturunannya. Sesudah itu Resi Bisma sering datang mengunjungi si teman tsb, kebetulan si teman itu juga bisa melihat gaib.

Saya sendiri sebenarnya heran, kok bisa ya .. ada orang keturunan dewa-dewi india. Apalagi si teman itu juga orang pribumi jawa yg tidak kelihatan keturunan orang india.


Cara menerawangnya ya ... batinnya difokuskan kpd sosok sukma leluhur yg dituju. itu cara yg mudah.
Sesudah ketemu sosoknya, kemudian bisa cukup anda melihat dari jauh saja atau scr batin anda yg datang mendekat, atau mereka yg dipanggil datang spy mendekat.

Untuk menelisik jalur keturunan atau leluhur seseorang, biasanya orang melakukannya dgn bantuan khodam, khodamnya itu yg bekerja mencaritahu jawabannya. Paling bagus adalah khodam keris jawa, karena mereka mengerti dunia kebatinan dan spiritual, bisa juga mereka mengajarkan keilmuan kebatinan dan spiritual.

Tapi kalau sudah menggeluti dunia kebatinan dan spiritual sebenarnya tidak susah.
Sebenarnya antar sukma manusia yg ada hubungan keturunan ada garis ikatan sukmanya,
Atas ikatan sukma itu, arwah / sukma orang2 yg sudah meninggal biasanya bisa merasakannya sbg suatu tarikan rasa secara kebatinan, shg akan bisa mengetahui apakah seseorang itu adalah keturunannya ataukah bukan.

Ikatan sukma ini tipis sekali tidak kelihatan, hanya bisa dideteksi secara kebatinan / spiritual.
Ikatan sukma ini bisa dianggap sbg jalur genetik sukma, shg walaupun jalur keturunannya panjang dan bercabang2, tetap masih bisa diketahui ujung dan pangkalnya. Tapi semuanya tergantung juga pada kemampuan orang yg menelusurinya, karena ini termasuk pengetahuan gaib berdimensi tinggi.
Karena itu lebih mudah caranya adalah bukan dgn kemampuan melihat gaib, tapi dgn mendayagunakan ide dan ilham dari para sedulur papat, karena para sedulur papat itu nantinya yg akan bekerja mencari jawabannya, yg kemudian jawabannya dan gambaran gaibnya akan kita terima sbg ide dan ilham.

Lebih mudah kalau tujuannya atau sosok2 yg dimaksud jelas, misalnya untuk mencaritahu apakah ada hubungan keturunan antara si A dengan si B.  Dengan menelusuri garis sukma itu kita akan bisa mengetahui apakah garis sukma si A sampai kpd si B.

Tapi kalau sasarannya kurang jelas, ya prosesnya juga lebih sulit.
Misalnya apakah seseorang ada garis keturunan dgn raja2 majapahit.
Raja2 majapahit kan banyak.
Adakah raja majapahit yg mjd leluhur orang itu ?
Siapa raja majapahit yg mjd leluhur orang itu ?

Kalau seperti ini kasusnya berarti kita harus membuka spiritualitas kita kpd garis sukma orang tsb, disebarkan ke alam roh dgn fokus kpd raja2 majapahit, nantinya akan muncul gambaran orang2 majapahit yg mjd leluhurnya. Kalau salah satunya adalah raja majapahit, berarti orang itu memang adalah keturunan raja majapahit. Kalau tidak .... ya berarti orang itu tidak ada keturunan dgn raja2 majapahit.

Sesudahnya kita crosscheck kpd sosok leluhurnya itu, menanyakan kepadanya apakah benar si A adalah salah satu keturunannya. Kalau memang benar si A adalah keturunannya biasanya si leluhur itu akan mengakuinya.

Kalau si leluhur itu mempunyai kekuatan kebatinan tertentu biasanya ia akan bisa dengan cepat mengetahui apakah si A adalah keturunannya ataukah bukan.
Tapi kalau si leluhur tsb tidak memiliki cukup kekuatan kebatinan, mungkin agak lama / susah baginya untuk menentukan apakah si A adalah keturunannya ataukah bukan, apalagi kalau garis keturunannya panjang. Dalam hal ini kita harus membantunya dgn cara menambahkan energi spiritualitas kita kpdnya shg ia mjd lebih mampu untuk memberikan jawaban.

 C :     Terima ksh, penjelasannya sgt gamblang, wah butuh kemampuan yg lebih ya kangmas, krn termasuk
dimensi tinggi,
Ngapunten kangmas, mohon koreksi dari latihan saya, kalau saya apa benar ada garis keturunan dari senopati Pajang bernama Raden Haryo?

 J :     Untuk anda tidak susah, karena sedulur papat anda kan sudah aktif, juga karena anda sudah punya
khodam keris berdimensi tinggi. Anda bisa berinteraksi langsung dgn mereka.

Katanya anda bukan keturunan Raden Haryo, tapi adalah keturunan dari sepupunya.
Berarti anda ada hubungan keluarga dengannya, tapi bukan keturunan langsung.
Katanya anda malah keturunan dari Sultan Pajangnya sendiri, Sultan Adiwijaya.
Berarti Ki Ageng Pengging itu leluhur anda juga.
Coba saja ditayuh.

 C :     Terima kasih banyak penjelasannya kangmas, jadi tambah gamblang siapa2 leluhur saya, berarti jika
dirunut lagi akan sampai pada silsilah raja2 majapahit ya kangmas.
Kelihatannya akan sampai pada raja Brawijaya V ya kangmas ?
Matur nuwun sanget dan mohon restu selalu kangmas . . .

 J :     he he he .... iya ya .......


_______




 D :     Mohon maaf sebelumnya pak karena baru bisa mengirimkan email kepada bapak sekarang ini,
dikarenakan jaringan email saya ada gangguan beberapa hari kemaren,...

saya menanyakan sedikit kepada bapak mengenai pendapat dan pandangan bapak tentang reinkarnasi, benarkah peristiwa-peristiwa reinkarnasi benar-benar ada dan jika menurut pendapat bapak memang ada roh-roh masa silam yang menempati raga manusia sekarang (bereinkarnasi) adakah mereka memiliki ingatan-ingatan masa silamnya ataukah hal itu harus dirangsang terlebih dahulu supaya dapat mengingat kembali ?

mungkin pertanyaan ini tidak penting tetapi latar belakang dari pertanyaan saya ini dari saya baca2 jg di internet tentang kejadian reinkarnasi yang cukup menarik perhatian saya dan cerita peristiwa tersebut menghebohkan dan diteliti oleh para ahli physikologi maupun ahli-ahli yg lain dimana seseorang dgn umur di bawah 5 tahun dapat mengingat peristiwa-peristiwa detail tanpa ia mempelajari terlebih dahulu ?

Terimakasih

 J :     Mengenai reinkarnasi saya pernah menulis sedikit, ada juga tanya jawab saya dgn pembaca tentang itu.
Nantinya bapak bisa membaca2nya sendiri.

Secara umum reinkarnasi dimengerti sbg lahir barunya roh seseorang di dalam tubuh orang lain.
Saya juga sudah beberapakali membaca tentang itu di internet, dan katanya memang ada yg meneliti kasus itu, termasuk tentang orangnya yg bisa menyebutkan ciri-ciri dan kehidupan orang lain yg katanya bereinkarnasi di dalam dirinya.

Tapi dari orang2 itu yg dikatakan adalah reinkarnasi dari orang lain itu saya sendiri juga pernah menelitinya.
Orang2 itu saya periksa rohnya, kemudian saya hubungkan dgn roh orang lain yg katanya bereinkarnasi di dalam dirinya, ternyata roh mereka sendiri2, tidak satu roh. Artinya orang itu rohnya sendiri, dan roh orang lain yg dikatakannya bereinkarnasi itu juga sendiri, tidak sama, dan tidak menjadi satu di dalam tubuh orang itu.

Dari situ saya simpulkan bahwa roh mereka sendiri2, tidak sama, dan bukan satu roh.
Artinya, tidak benar kalau dikatakan roh orang yg dulu itu masuk bereinkarnasi di dalam orang itu, karena roh mereka sendiri2, bukan satu roh. Mereka adalah roh-roh yg berbeda. Dan roh orang yg katanya bereinkarnasi itu tidak berada di dalam tubuh orang itu, tidak menjadi satu di dalam tubuh orang itu. Roh mereka sendiri2 di tempatnya sendiri2.

Di sisi lain saya juga punya tulisan tentang orang2 yang di tubuhnya ketempatan mahluk halus.
Pada orang2 yg katanya adalah reinkarnasi dari orang lain itu saya deteksi di dalam tubuhnya ada ketempatan roh halus lain, dan itu bukanlah roh orang yg katanya bereinkarnasi di dalam dirinya, tapi adalah roh yg lain.
Mungkin dengan cara tayuhan atau dgn melihat gaib bapak juga bisa menemukan jawabannya.

Dari situ saya berkesimpulan bahwa orang2 itu bukanlah reinkarnasi dari roh orang lain, tapi sebenarnya adalah orang2 yang dirinya ketempatan mahluk halus lain.

Mengenai orang itu bisa menceritakan orang lain yg dikatakannya sbg berinkarnasi dalam dirinya, itu adalah penyesatan / penipuan dari roh lain di dalam dirinya. Itu juga karena roh lain itu tidak punya kesaktian tinggi. Yg bisa dilakukannya hanyalah menceritakan sesuatu yg lain secara gaib, atau meramal.

Kalau roh lain itu punya kesaktian yg tinggi, mungkin orangnya akan disesatkan sampai merasa dirinya sebagai reinkarnasi Nabi, atau malah titisan Tuhan, karena bukan hanya orangnya akan punya kuasa melakukan perbuatan2 ajaib (mukjizat), tapi juga mampu menyebutkan isi kitab suci dan menjelaskannya, tanpa orangnya pernah membaca isi kitabnya.

Di sisi lain ada juga yg disebut putaran jaman, jaman yg berpola.
Itu juga terjadi pada manusia. Ada manusia2 pada jaman berikutnya yang mirip dengan orang2 pada jaman sebelumnya, tapi orang2 itu juga bukan reinkarnasi dari orang2 jaman sebelumnya.
Kemiripan Itu (sifat2 pribadinya) bisa menarik sukma2 jaman dulu (teman2 dari orang jaman dulu yg mirip dgn dirinya) untuk datang kpd orang itu, kemiripan dirinya sudah menarik sukma2 lain yg merasa cocok dgn dirinya. Tapi tetap saja orang itu juga bukan reinkarnasi dari orang jaman sebelumnya.

terima kasih

 D :     Memang saya telah membaca tanggapan bapak dalam tulisan blog menyinggung tentang yang katanya
reinkarnasi ini, tetapi jawaban bapak sudah memuaskan hati saya karena alangkah repotnya jg jika manusia itu berinkarnasi terus menerus bertanya siapa jati dirinya pada masa lalu dan berusaha mengingatnya kembali dan mencarinya, bahkan saya pernah membaca salah satu facebook seseorang yang juga memberikan konseling dan membantu dengan hypnosis untuk membuka ingatan seseorang tentang kehidupan masa sebelum kehidupan seseorang,...kalo sy pikir koq makin nambah-nambahi beban saja lha wong jaman sekarang ini urusan penghidupan dan pekerjaan,saja sudah merepotkan apalagi dibawa-bawa urusan yang katanya kehidupan masa lampaunya,...mungkin juga ini karena terbatas pengetahuanya saja yaa pak,...
secara prinsipil logika saya sependapat dengan bapak tentang peristiwa kesusupan roh lain ke badan karena saya khan juga pernah mengalaminya,....
saran bapak akan saya lakukan dengan meneliti secara langsung,....
terima kasih

 J :     Memang masing2 masalah seharusnya dipelajari sesuai jenis keilmuannya yg benar untuk itu.
Masalah teknis modern seharusnya dipelajari juga dgn pemikiran modern.
Masalah yg berhubungan dgn kegaiban seharusnya juga dipelajari secara kegaiban, apalagi mengenai masalah ketempatan mahluk halus, penitisan dan reinkarnasi, itu termasuk kegaiban tingkat tinggi, tidak cukup dipelajari dgn hanya sekedar bisa melihat gaib. Orangnya harus punya hikmat kegaiban.
Kalau itu dipelajari oleh orang2 dgn teknik yg sok logis dan modern, tanpa sama sekali punya kemampuan kegaiban, sudah jelas tidak akan ketemu kesejatian masalahnya, bisa2 malah ditipu gaib. Tekniknya tidak valid, orangnya juga tidak kompeten di bidangnya. Padahal kasus2 sakit jiwa saja dunia medis, rumah sakit jiwa dan ilmu pengetahuan modern masih belum bisa menemukan sumber penyebabnya, apalagi untuk tuntas menyembuhkannya.



_____



 E :     Siang Mas,

Saya Raka,
Saya senang sekali membaca artikel - artikel yang Mas tulis.
Walaupun saya orang awam, tapi saya selalu tertarik untuk membacanya, bahkan ada keinginan untuk mempelajarinya, namun saya merasa belum siap.
Mungkin saat ini hanya sekedar membacanya tetapi setiap membaca saya selalu terhanyut. Tapi saya punya ketertarikan yg cukup tinggi dengan hal-hal yg bersifat spiritual.

Pada kesempatan ini saya ingin bertanya :

1. Kapan saatnya yg terbaik (usia berapa) untuk mempelajari hal-hal yg bersifat spiritual? mengingat usia saya sekarang 31 tahun

2. Saya ingin Mas menerawang saya, bagaimana tingkat spiritual saya?
Apakah ada yg mendampingi saya secara gaib?
Mohon penjelasan dan petunjuknya

3. Tentang artikel mas mengenai " Sedulur Papat, Kalima Pancer " apakah sama dengan " Kanda Pat Sari " yg ada di lontar Hindu Bali? Karena saya melihat seperti ada kemiripannya tapi beda istilah / nama.

4. Maaf Mas, saya membaca beberapa obrolan mas, dimana mas menyatakan tidak ada reinkarnasi manusia, Tapi sekali lagi maaf, di agama hindu ada kepercayaan dengan adanya Punarbawa / kelahiran kembali. Bagaimana pendapat Mas?

Mohon Mas memberikan informasi serta masukan kepada saya.
Atas perhatian dan informasinya saya sampaikan terimakasih.

Salam Hormat,
Raka

 J :    
1. Semuanya tergantung pada bidang apa yg anda interest untuk anda mempelajari.
Sebenarnya usia muda tidak terlalu berpengaruh. Itu hanya dogma saja. Justru mempelajari segala sesuatu sebaiknya dimulai sejak muda, karena fisik dan pikirannya masih aktif bekerja, masih getol belajar dan "mencari".
Sisi spiritual bisa membantu menyepuhkan anak2 muda.

Yg paling berpengaruh adalah sikap batinnya sendiri dan kesibukan aktivitas kesehariannya.
Kalau bisa mengendapkan pikiran dan kesibukan, bisa membebaskan diri dari berbagai dogma dan pengkultusan, dan mau membuka diri thd hal-hal yg bersifat spiritual, itu lebih penting daripada yg sudah berusia tua tapi pikirannya sudah terlanjur penuh dengan dogma dan pengkultusan yang akan membuat kepribadiannya tua tapi tidak sepuh dan sulit untuk berubah.

2. Sisi spiritualitas anda hanya anda saja yg tahu. Saya hanya melihat saja dari luar.
Kapan2 kirimkan saja foto anda untuk saya periksa sekalian anda tanyakan lagi apa yg ingin diperiksakan.

3. Istilah Sedulur Papat Kalima Pancer itu ada di beberapa tempat, di Bali dan di Sunda juga ada, tapi saya belum memeriksanya apakah pengertian di dalamnya persis sama.

4. Saya belum tahu apakah reinkarnasi manusia itu sama dengan Punarbawa / kelahiran kembali. Tapi pandangan saya tentang reinkarnasi memang begitu.

Masing2 agama dan jalan ketuhanan di dalamnya ada banyak aliran, ajaran, mazab, dsb, yang itu sebenarnya adalah interpretasi dari tokoh mazabnya masing2. Jadi kalau kita mengikuti salah satu aliran itu maka kita akan juga mengikuti ajaran2nya.

Bagaimanapun juga, walaupun itu sudah berlaku umum, dan sudah dianggap benar, itu adalah interpretasi manusia. Akan lebih baik kalau kita tahu ajaran yg murni, ajaran aslinya, sehingga sesudahnya kita bisa menilai sendiri benar-tidaknya ajaran dari suatu mazab. Itu berguna untuk mengasah kesepuhan dan spiritualitas kita sendiri.

Jika kita memposisikan diri
sebagai pengikut agama, maka kita akan juga berpikiran agama, sulit untuk kita menelisik ajaran aslinya sampai ke sumbernya.

Tapi kalau kita bisa membebaskan diri sejenak dari pikiran agama, beralih kpd laku olah batin dan penghayatan kebatinan / spiritual, tidak sulit sebenarnya untuk bertemu / berkomunikasi langsung dengan Dewa, Budha Gautama, dsb. Tidak mudah memang, tapi bukanlah sesuatu yg mustahil. Beberapa pembaca sudah membuktikannya. Dengan cara itu kita akan bisa menelisik ajaran aslinya dari sumbernya langsung. Bahkan kalau kita interest, kita akan bisa membabarkan ajaran aslinya dari sumbernya langsung.
Begitu juga dgn agama yg bersifat ketuhanan.

terima kasih


-----------------




  Reinkarnasi

Mengenai Reinkarnasi, sebenarnya Penulis tidak bermaksud mengatakan bahwa pandangan2 orang tentang reinkarnasi manusia adalah mutlak salah, karena sebenarnya pengertian reinkarnasi tidaklah sesempit itu.

Reinkarnasi adalah suatu istilah.
Mungkin masing2 agama dan aliran kepercayaan mempunyai istilah, pemahaman dan cara penjelasan sendiri2.

Dalam konteks pemahaman dasarnya dipahami bahwa reinkarnasi adalah kejadian dari adanya hubungan Tuhan dengan manusia. Dalam pengertian dasarnya dimengerti bahwa ada "sesuatu" yg diturunkan oleh Tuhan ke dalam roh manusia, dan "sesuatu" itulah yg membedakan roh manusia dengan roh mahluk lain, dan itu berlaku pada semua manusia dari jaman ke jaman.

Kalau reinkarnasi diartikan secara sempit sebagai reinkarnasi dari roh manusia, atau terlahirnya kembali roh manusia di dalam tubuh manusia yang lain, maka Penulis katakan bahwa yang seperti itu tidak terjadi.

Yang memahami dengan baik permasalahannya mungkin hanyalah orang2 yang sudah mendalami spiritualitas ketuhanan, yang bukan sekedar mendalami agama.

Tetapi untuk mengungkapkan dan menjelaskan tentang "sesuatu" itu memang sulit, karena itu adalah pengetahuan yg berdimensi tinggi, hanya bisa dipahami dengan rasa kebatinan dan spiritual yg tinggi, sulit dijelaskan dgn kata2, apalagi untuk dijelaskan kepada orang-orang awam.


Selain itu mungkin juga ada kecenderungan dari para pengajar agama selanjutnya yg untuk memudahkan penyampaian ajarannya kemudian menyederhanakan pengajarannya dengan mempersonifikasikannya sbg reinkarnasi dari roh manusia.

Para pengajar agama memang sudah umum bahwa dalam pengajaran-pengajarannya mereka akan melakukan penyederhanaan, dan banyak yg membuat cerita2 kembangan untuk tambahan penjelasan dari ajaran2nya, tetapi orang2 awam yang tidak tahu maksudnya seringkali menganggap cerita2 itu benar terjadi, bahkan banyak yg melebih-lebihkannya sehingga memunculkan pengkultusan.


Bukan hanya tentang reinkarnasi, untuk menjelaskan tentang Tuhan pun sulit dilakukan dengan kata-kata, padahal istilah Tuhan sudah biasa diucapkan sehari2.

Masing2 agama mempunyai konsep dan penjelasan sendiri2 tentang Tuhan, tetapi yang bisa memahami penjelasannya secara agama hanyalah orang2 yg menjadi penganutnya saja, itupun hanya sebatas memahami dan percaya, lebih sulit untuk menjelaskannya dengan bahasa penjelasan yang sederhana yang artinya bisa dimengerti dengan baik oleh semua orang, apalagi yg berbeda agama.

Misalnya dalam agama Hindu ada pengertian2 sbb :
(diambilkan dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Brahman adalah penguasa tertinggi dalam konsep ketuhanan Hindu.
Brahman bersifat kekal, imanen, tak terbatas, tak berawal dan tak berakhir juga menguasai segala bentuk, ruang, waktu, energi serta jagat raya dan segala isi yang ada di dalamnya.

Brahman (Brahma) merupakan salah satu di antara berbagai nama Tuhan.
Sifat-sifat Brahman ditulis dalam kitab Bhagavad Gīta dan dijabarkan melalui perantara Sri Kresna.

Beliau memiliki tangan, kaki, mata, kepala, dan muka yang berada dimana-mana, dan Beliau memiliki telinga di segala penjuru. Ia berada dalam segala sesuatu dan meliputi alam semesta

Beliau sumber asli segala indria (indera), namun tanpa memiliki indria. Ia tidak terikat, walau Beliau memelihara semua makhluk. Ia melampaui sifat-sifat alam, dan pada waktu yang sama Beliau adalah penguasa semua sifat alam material

Beliau berada di luar dan di dalam segala insan, tidak bergerak namun senantiasa bergerak. Beliau di luar daya pemahaman indria material. Ia amat jauh, namun juga begitu dekat kepada semua makhluk

Walaupun Beliau terbagi di antara insani, namun Beliau tidak dapat dibagi. Ia mantap sebagai Yang Maha Tunggal. Ia pemelihara segala makhluk, dan Beliau menciptakan sekaligus memusnahkan mereka

Beliau adalah sumber dari segala benda yang bercahaya. Beliau di luar kegelapan alam dan tidak terwujud. Ia adalah pengetahuan dan tujuan pengetahuan. Ia bersemayam di dalam hati sanubari segala makhluk

Atman (inti jiwa) atau Atma dalam Hindu merupakan percikan kecil dari Brahman yang berada di dalam setiap makhluk hidup. Atman di dalam badan manusia disebut: Jiwatman atau jiwa atau roh, yaitu yang menghidupkan manusia. Demikianlah atman itu menghidupkan sarwa prani (makhluk di alam semesta ini). Indria tak dapat bekerja bila tak ada atman. Atman itu berasal dari Brahman, bagaikan matahari dengan sinarnya. Brahman sebagai matahari dan atman-atman sebagai sinar-Nya yang terpencar memasuki dalam hidup semua makhluk.

Sifat-sifat Atman :

Senjata tidak dapat melukai Dia
dan api tidak bisa membakar-Nya
angin tidak dapat mengeringkan Dia
dan air tidak bisa membasahi-Nya

Dia tidak dapat dilukai, dibakar
juga tidak dikeringkan dan dibasahi
Dia adalah abadi, tiada berubah
tiada bergerak, tetap selama-lamanya.

Dia dikatakan tidak termanifestasikan
tidak dapat dipikirkan, tidak berubah-ubah
dan mengetahui halnya demikian
engkau hendaknya jangan berduka.



Ungkapan-ungkapan di atas kira-kira adalah untuk menjelaskan jatidiri Tuhan dan roh manusia.
Dengan ungkapan-ungkapan di atas itu bagaimana menjelaskannya dengan sederhana tetapi gamblang ?

Ungkapan-ungkapan di atas juga sejalan dengan pandangan keagamaan jaman sekarang bahwa Allah itu Maha Mengetahui, Maha Melihat, Maha Mendengar, ......
Bagaimana menjelaskannya dengan sederhana tetapi gamblang bahwa Allah itu Maha Mengetahui, Melihat dan Mendengar satu per satu umatNya di bumi ?

Tentang hubungan Allah dengan manusia, Yesus berfirman : "Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam Roh dan Kebenaran".
Penulis juga menambahkan penjelasan bahwa : Manusia dan Tuhan terhubung secara Roh.  Itu menjelaskan bagaimana Allah Mengetahui, Melihat, Mendengar, ...... manusia.
Karena itu jika manusia ingin berdoa, berdoalah dengan bersugesti tersambung rohnya dengan Tuhan di atas sana.

Istilah Tuhan sudah umum dimengerti, tetapi bagaimana menjelaskannya dengan sederhana tetapi gamblang ?
Penyederhanaan ajaran banyak dilakukan, tetapi sayangnya ajaran2 itu kemudian malah menjadi dogma, pengkultusan dan pencitraan, orang menciptakan citra dan persepsi sendiri tentang Tuhan di dalam hati dan pikirannya, bukannya menunjuk kepada Tuhan di atas sana.



Mengenai reinkarnasi, dituliskan sebelumnya di atas bahwa dalam konteks pemahaman dasarnya dimengerti sebagai kejadian dari adanya hubungan Tuhan dengan manusia. Dalam pengertian dasarnya dimengerti bahwa ada "sesuatu" yg diturunkan oleh Tuhan ke dalam roh manusia, dan "sesuatu" itulah yg membedakan roh manusia dengan roh mahluk lain, dan itu berlaku pada semua manusia dari jaman ke jaman.

"Sesuatu" itu adalah yang ditanamkan Allah dalam roh manusia, yaitu sifat-sifat Roh Tuhan dan nilai-nilai yang ditanamkan oleh Tuhan. Apa yg ada pada diri manusia adalah sifat-sifat dan nilai-nilai yg ditanamkan Allah di dalam diri manusia.

Sifat-sifat itu ada dalam roh manusia yg bersifat kekal, yg nantinya (seharusnya) akan kembali lagi menyatu dgn Allah.
Nilai-nilai itu ditanamkan di dalam manusia yg (seharusnya) mengenal Allah dan (seharusnya) bisa hidup sbg mahluk yg mengenal Allah.
Selain roh, manusia juga dibekali dengan akal dan budi pekerti, yg keseluruhannya adalah spy manusia bisa hidup sbg mahluk duniawi yg juga mengenal Allah (
mengenal sisi keillahiannya).

Dalam dunia kebatinan jawa ada istilah untuk mengungkapkan uraian di atas, yaitu Sukma Sejati.
(baca : Sukma Sejati).

Di dalam agama Kristen ada ungkapan2 sbb :

Citra Allah dalam penciptaan manusia :
Kitab Perjanjian Lama, Kejadian 3:22 : Berfirmanlah Tuhan Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; ...........

Kitab Perjanjian Lama, Mazmur 82:6 : Aku (Tuhan) sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian .......
(Allah dalam huruf kecil : allah, maksudnya mengandung sifat-sifat Allah).

Yesus mengulangi firman itu dengan mengatakan : Kamu adalah allah .....
Selengkapnya ada tertulis dalam kitab Perjanjian Baru, Yohanes 10:34 : Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah ? ......... "



Jadi, mengenai reinkarnasi, seperti yg dituliskan sebelumnya di atas bahwa dalam konteks pemahaman dasarnya dimengerti sebagai kejadian dari adanya hubungan Tuhan dengan manusia, bahwa ada "sesuatu" yg diturunkan oleh Tuhan ke dalam roh manusia, dan "sesuatu" itulah yg membedakan roh manusia dengan roh mahluk lain, dan itu berlaku pada semua manusia dari jaman ke jaman.

"Sesuatu" itu adalah yang ditanamkan Allah dalam roh manusia, yaitu sifat-sifat Roh Tuhan dan nilai-nilai yg ditanamkan oleh Tuhan di dalam diri manusia.

Tetapi untuk mengungkapkan dan menjelaskan tentang "sesuatu" itu memang sulit, karena itu adalah pengetahuan yg berdimensi tinggi, hanya bisa dipahami dengan rasa kebatinan dan spiritual yg tinggi, sulit dijelaskan dgn kata2, apalagi untuk dijelaskan kepada orang-orang awam. Yang memahami dengan baik permasalahannya mungkin hanyalah orang2 yg sudah mendalami spiritualitas ketuhanan saja, yang bukan sekedar mendalami agama.

Dan karena "sesuatu" itu berlaku pada semua manusia yang lahir dari jaman ke jaman mungkin saja kemudian dianggap sebagai sesuatu yg diturunkan secara berulang-ulang.

Tetapi kalau itu diartikan secara sempit sebagai reinkarnasi dari roh manusia, atau terlahirnya kembali roh manusia di dalam tubuh manusia yang lain, maka
Penulis katakan bahwa yang seperti itu tidak terjadi.

Mengenai reinkarnasi, apa yang sudah dituliskan di atas adalah pandangan Penulis pribadi. Seandainya ada perbedaan pandangan dengan agama atau orang lain, sebaiknya disikapi secara positif, karena masing-masing orang mempunyai pandangan sendiri-sendiri.




-------------------










 



Comments