Penggolongan Mahluk Halus  

 


Secara umum orang-orang awam maupun paranormal dan praktisi supranatural menyebut nama jenis mahluk halus berdasarkan penampakan sosoknya, misalnya semua sosok hitam besar berbulu di sekujur tubuhnya disebut gondoruwo. Atau yang bersosok ular disebut siluman. Atau yang bersosok perempuan berjubah putih panjang sampai ke tanah disebut kuntilanak. Tetapi seringkali penyebutan jenisnya berdasarkan sosok-sosok tersebut tidak selalu tepat, karena banyak mahluk halus yang sosoknya serupa, tetapi sebenarnya dari jenis yang berbeda.

Begitu juga terjadi di dunia manusia, misalnya manusia mengelompokkan jenis binatang berdasarkan anatomi tubuhnya, misalnya singa, harimau, phanter, macan tutul, macan kumbang, dsb, dikelompokkan sebagai jenis "kucing besar", walaupun perwatakan mereka sama sekali tidak mirip dengan kucing. Yang wataknya bisa dikategorikan mirip dengan kucing mungkin hanya hewan-hewan seperti cheetah, kucing hutan dan kucing gunung.

Berdasarkan hemat penulis, seringkali sikap berpikir dan generalisasi pengelompokkan mahluk halus berdasarkan penampakan sosok wujudnya, selain tidak selalu tepat, juga dapat menjadi kendala yang jika terjadi masalah dengan
suatu mahluk halus tertentu menyebabkan penanganannya menjadi sulit, bahkan keliru.

Ada beberapa kriteria dasar pengertian yang Penulis gunakan dalam menilai mahluk halus untuk membedakan jenis-jenisnya, karakternya dan tentang pengaruh keberadaannya masing-masing terhadap manusia. Selain harus sudah familiar dengan keberadaan mahluk halus, juga diperlukan suatu kemampuan kebatinan - spiritual khusus untuk dapat melakukan pembedaan ini ketika kita menemukan sesosok mahluk halus tertentu, sehingga apa yang Penulis tuliskan di halaman ini mungkin akan berbeda sekali dengan pengertian orang-orang lain pada umumnya. Pembahasannya akan dijabarkan dengan bahasa yang umum dan sederhana sehingga tidak akan terasa terlalu tinggi.

Penulis membuat penggolongan besar mahluk halus bukan sekedar berdasarkan penampakkan sosok wujudnya saja seperti
yang sudah diungkapkan dalam tulisan :  Hakekat Wujud dan Watak Mahluk Halus,  tetapi juga berdasarkan pandangan dari sisi asal-usulnya, sifat energinya, sifat pengaruh energinya dan 'rasa' energinya, dan penilaian atas karakter dan perwatakannya yang merupakan bagian yang mendasar dari sisi kepribadian suatu mahluk halus yang semuanya itu akan membedakan jenisnya antara sesosok mahluk halus dengan mahluk halus lainnya, walaupun sosok wujudnya mirip.

Sebagai tambahan, untuk kita belajar mendeteksi keberadaan mahluk halus, dan untuk mencaritahu sifat-sifat perwatakannya, tujuan dan pengaruh keberadaannya, dapat dibaca dalam tulisan :  Olah Rasa dan Kebatinan  dan  Ilmu Tayuh / Menayuh Keris.


Berdasarkan kriteria penilaian di atas, terhadap masing-masing jenis mahluk halus dilakukan penggolongan yang akan membedakannya antara satu jenis dengan jenis lainnya, sehingga jenis kuntilanak, gondoruwo, peri, sukma / arwah, dsb, akan berbeda dengan jenis bangsa jin dan berbeda juga dengan jenis dewa dan buto. Sehingga walaupun sosok wujud penampakan bangsa jin banyak yang mirip dengan sosok dan wujud mahluk halus lainnya, tetapi rasa dan sifat energinya berbeda, kekuatan dan karakternya juga berbeda, sehingga bisa diketahui bahwa walaupun sosok penampakannya sama, tapi sebenarnya mereka tidak sama, berbeda jenisnya.

Dengan demikian, jika kita sudah lebih mengerti tentang karakteristik mahluk halusnya dan sifat-sifatnya, tidak asal menggeneralisasikan mahluk halus, jika ada terjadi masalah dengan sesosok mahluk halus tertentu kita menjadi lebih tahu penanganannya yang benar, tidak keliru lagi.

Penulis melakukan pembedaan mahluk halus dengan penggolongan sbb :

 1. Penggolongan mahluk halus berdasarkan asal-usulnya.

 2. Penggolongan mahluk halus berdasarkan "rasa" energinya.

 3. Penggolongan mahluk halus berdasarkan sifat energinya.

 4. Penggolongan mahluk halus berdasarkan sifat pengaruh energinya.

 5. Penggolongan mahluk halus berdasarkan sifat perwatakannya.


Semua penggolongan itu menggunakan kriteria dasar yang kita akan bisa juga sendiri memahami dan mempelajarinya dan kriterianya didasarkan juga dari sisi pengaruhnya masing-masing terhadap manusia.



 1. Penggolongan mahluk halus berdasarkan asal-usulnya

Berdasarkan asal-usulnya, semua mahluk halus dibagi dalam 2 kelompok pokok :

 Pertama  :  Makhluk halus yang aslinya adalah roh / sukma manusia.

 Kedua     :  Makhluk halus yang asli tercipta sebagai makhluk halus.


Yang termasuk dalam kategori pertama, yaitu m
akhluk halus yang aslinya adalah roh / sukma manusia, adalah arwah manusia, roh manusia yang moksa, roh sedulur papat, roh manusia yang merogoh sukma, roh dari manusia yang "diculik" masuk ke alam gaib, pocong, dan bangsa siluman.

Bangsa siluman disini asal-usul aslinya adalah roh / sukma manusia, yang karena sesuatu sebab, mungkin juga karena kutukan, setelah kematiannya
kemudian wujud sukma arwahnya berubah menjadi sosok lain yang tidak sama lagi dengan sosoknya dulu ketika masih hidup, atau mungkin karena kekuatan ilmunya, kemudian sifat energinya berubah menjadi seperti bangsa jin, yang tidak lagi sama dengan sifat energi sukma manusia pada umumnya (baca : Bangsa Siluman).

Secara spiritual sesosok halus sukma manusia / arwah bisa ditelusuri hubungannya dengan seseorang (perihal garis keturunan seseorang dengan leluhurnya), sedangkan mahluk halus dari jenis lain secara umum tidak ada hubungan keturunan dengan manusia.

Yang termasuk dalam kategori kedua, yaitu makhluk halus yang asli tercipta sebagai makhluk halus, adalah jenis-jenis mahluk halus lain yang sejak awal memang sudah tercipta sebagai mahluk halus, yang aslinya tidak berasal dari manusia yang dulu pernah hidup, seperti bangsa kuntilanak, gondoruwo, jin, buto, bidadari, dsb.


Pembedaan asal-usul sesosok mahluk halus apakah aslinya berasal dari sukma manusia ataukah sebenarnya merupakan jenis mahluk halus yang lain adalah pembedaan yang bersifat sangat mendasar dan penting, sekaligus juga sensitif, karena berhubungan dengan pandangan orang dalam agama, dan karena terkait dengan rahasia kehidupan manusia yang sudah meninggal dan rahasia kehidupan manusia di alam roh.

Banyak tabir rahasia yang tidak terungkap mengenai kehidupan manusia sesudah kematiannya. Sekalipun sebenarnya banyak manusia yang bisa mengetahuinya, namun seringkali justru manusia sendiri yang menutup-nutupinya, ditambah lagi adanya pandangan yang dengan sengaja membelokkan pemahaman manusia dan menjadikannya tabu untuk dibicarakan, menyebabkan rahasia ini menjadi semakin tersamar, yang kemudian justru memunculkan banyak cerita mitos dan tahayul, pengkultusan dan syirik, yang tidak jelas kebenarannya. Padahal sebenarnya inilah hakiki dari semua kepercayaan kepada Tuhan.

Kesalah-pemahaman dan salah penafsiran tentang rahasia itu telah banyak menyebabkan manusia yang telah berada di alam roh merasa bingung mendapati kondisi yang tidak pernah terbayangkan semasa hidupnya dan sama sekali berbeda dari apa yang pernah diketahuinya, termasuk dari yang didengarnya dalam agama. Adanya kekeliruan pemahaman dan salah penafsiran telah membelokkan manusia dari pemahaman yang benar. Padahal nantinya semua manusia juga akan membuktikan sendiri kebenarannya, karena semua manusia juga nantinya akan berpindah ke alam roh, yang itu juga menyebabkan manusia yang sekarang masih hidup, sekalipun dirinya tekun beribadah, agamis dan merasa beriman, tidak akan pernah siap menerima kematiannya dan tidak tahu nantinya akan kemana.

Dalam tulisan Kesaktian Mahluk Halus Penulis sudah menuliskan sifat energi mahluk halus yang membedakan roh / sukma manusia dengan jenis mahluk halus lain. Dari perbedaan sifat energinya itu akan menjadi semakin jelas apakah sesosok halus yang ditemui oleh manusia itu sebenarnya adalah bangsa jin, kuntilanak, dhanyang, walaupun ia mengaku-aku atau menampakkan diri sebagai sesosok sukma manusia yang sudah meninggal. Mengenai kehidupan manusia yang sudah berada di alam roh, Penulis sudah menuliskannya dalam tulisan berjudul  Roh Manusia / Sukma / Arwah.

Upaya penggolongan-penggolongan yang lain di bawah ini akan semakin memperjelas perbedaan asal-usul sesosok mahluk halus apakah aslinya berasal dari sukma manusia ataukah sebenarnya merupakan jenis mahluk halus lain yang aslinya bukan sukma manusia.



 2. Penggolongan mahluk halus berdasarkan "rasa" energinya

Penggolongan mahluk halus berdasarkan rasa energinya ini dimaksudkan untuk kita mendeteksi keberadaan mereka dari keberadaan energi mereka, dengan cara merabanya dengan tangan atau mendeteksi menggunakan kepekaan rasa batin, dan juga untuk merasakan hawa / suasana yang ditimbulkan oleh adanya mereka, misalnya suasana teduh atau panas, angker atau wingit, damai atau menakutkan, dsb.

Dalam cara merasakan keberadaan sesosok mahluk halus dengan merasakan kehadiran energinya ini akan lebih baik bila kita sebelumnya menyalurkan energi kita ke tangan, sehingga sentuhan atau benturan energi yang terjadi akan lebih dapat dirasakan. Untuk belajar mempertajam kepekaan rasa pada tangan kita atau dengan menggunakan kepekaan rasa batin dapat dibaca di tulisan berjudul :  Olah Rasa dan Kebatinan.

Mahluk halus, selain sukma manusia, seperti jin atau gondoruwo, keberadaan energinya lebih terasa, lebih besar, tebal dan padat, diibaratkan seperti rasa ketika kita menggerakkan tangan di dalam air, lebih padat terasa. Hawanya ada yang terasa hangat, ada yang panas menyengat, ada juga yang dingin seperti uap es.

Makhluk halus yang merupakan roh / sukma manusia, keberadaan energinya, bila diraba dengan tangan, energinya sangat halus, hampir tidak terasa. Bisa diibaratkan kita menggenggam atau menangkap asap dengan tangan kosong, halus, hampir tak terasa. Bila terasa biasanya rasanya seperti gerakan angin saja. Hawanya biasanya terasa hangat, tetapi ada juga yang dingin.

Bangsa siluman yang asal-usulnya adalah sukma manusia, bila yang berubah hanya sosok wujudnya saja, maka sifat energinya masih sama dengan sukma manusia yang lain. Bila yang berubah adalah sifat energinya, maka bila keberadaan energinya kita rasakan dengan telapak tangan, maka rasanya tidak lagi seperti asap atau gerakan angin seperti umumnya sukma manusia, tetapi sama seperti bila kita merasakan keberadaan energi jin atau dedemit, yaitu lebih padat, lebih terasa, ibaratnya seperti menggerakkan tangan di dalam air.

Kita perlu mengenal sifat dan rasa energi masing-masing jenis mahluk halus. Masing-masing jenis mahluk halus memancarkan suatu rasa energi tertentu sesuai sifat energinya dan sesuai perwatakannya masing-masing. Misalnya, jenis kuntilanak atau gondoruwo memancarkan rasa energi sendiri-sendiri dan mempunyai kekuatan dan kepadatan energi sendiri-sendiri yang berbeda dengan jenis mahluk halus lainnya. Sehingga bila ada bangsa jin yang sosoknya mirip dengan kuntilanak atau gondoruwo, kita akan bisa mengenali dengan rasa bahwa itu sebenarnya adalah bangsa jin, bukan kuntilanak atau gondoruwo, karena rasa energinya berbeda.

Semua kuntilanak atau gondoruwo kekuatannya dan sifat energinya sama sesuai jenisnya masing-masing. Bila ada mahluk halus lain, walaupun sosok wujudnya mirip dengan kuntilanak atau gondoruwo, tetapi jika kepadatan energi dan kekuatannya berbeda, maka bisa dipastikan bahwa itu sebenarnya bukanlah jenis kuntilanak atau gondoruwo, walaupun sosok wujudnya mirip. 

Misalnya ada bangsa jin perempuan yang berpakaian putih panjang sampai ke tanah, ada juga yang pakaiannya berwarna merah, biru, dsb. Walaupun sosok wujudnya mirip kuntilanak, tetapi itu adalah bangsa jin, bukan kuntilanak, dan kekuatannya juga berbeda, tidak bisa diusir dengan daun kelor seperti halnya kuntilanak.

Misalnya juga ada bangsa jin yang berbulu hitam lebat di seluruh tubuhnya. Walaupun sosok wujudnya mirip gondoruwo, tetapi itu adalah bangsa jin, bukan gondoruwo, dan kekuatannya juga berbeda, tidak bisa diusir dengan daun kelor seperti halnya gondoruwo.

Roh / sukma manusia biasanya energinya halus, tetapi tajam, sehingga kalau ada jenis bangsa jin, atau kuntilanak atau dhanyang yang menyamar sebagai sukma seseorang yang sudah meninggal, kita akan bisa mengetahui bahwa itu adalah tipuan, karena energi mereka lebih padat / tebal tidak seperti energi sukma manusia yang tipis halus tajam.

Dalam melihat gaib dan khodam mungkin akan lebih baik kalau kita meminta mahluk halusnya untuk duduk atau berdiri di hadapan kita atau di samping kita untuk berkomunikasi, sehingga akan lebih jelas tampilan sosoknya dan lebih terasa hawa energinya, bukan hanya berupa gambaran sosoknya saja yang bisa mudah menipu kita.

Energi suatu roh halus apakah terasa hangat, panas atau dingin, biasanya melambangkan juga perwatakannya.

Secara umum, hawa energi mahluk halus akan terasa hangat pada tangan kita.

Bila hawanya terasa panas, ini menggambarkan perwatakannya yang keras dan menonjolkan kewibawaan, sebagiannya juga emosional dan mudah marah. Sebaiknya kita berhati-hati bila berada di lingkungan gaib yang berhawa panas.

Bila hawanya terasa sejuk, ini menggambarkan perwatakannya yang bisa menahan diri, tidak mudah marah.

Bila hawanya terasa dingin seperti uap es, ini menggambarkan sosok gaibnya tidak menonjolkan emosinya, banyak yang lebih mengedepankan naluri / instingnya.

Hawa panas di atas tidak selalu menggambarkan perwatakan sosok gaib yang galak / ganas, tetapi lebih menggambarkan perwatakannya yang keras dan menonjolkan kewibawaan, tetapi sebagiannya memang juga emosional dan mudah marah.

Hawa dingin di atas juga bukan berarti menggambarkan perwatakan sosok gaib yang kalem / teduh, tetapi lebih menggambarkan perwatakannya yang tidak menonjolkan emosi, banyak yang lebih mengedepankan naluri / instingnya.

Banyak sosok gaib yang hawa energinya dingin seperti uap es, tetapi jauh lebih galak dan ganas dan jauh lebih berbahaya daripada yang hawanya panas. Contohnya adalah sosok-sosok gaib yang seperti macan kumbang (macan hitam), yang seperti ular, dan yang seperti ular naga jawa (berbadan dan berkepala seperti naga, tetapi tidak berkaki). Sosok-sosok halus itu biasanya jauh lebih ganas dan berbahaya daripada yang hawanya panas. Biasanya tidak emosional. Dari rasa / hawa energinya tidak terasa kondisi psikologisnya karena mereka lebih mengedepankan naluri / instingnya yang sewaktu-waktu dapat menyerang tanpa ada sebab / alasan yang jelas.

Jadi dalam rangka mengenal kepribadian sesosok mahluk halus, selain hawa energinya, kita juga harus tahu dengan tepat sosok wujudnya, karena sosok wujudnya itu juga menggambarkan bentuk kepribadiannya. Tetapi jangan kita hanya berpegang pada penglihatan kita atas sosok wujudnya saja, karena kita akan mudah keliru. Kita harus juga bisa menilai dari hawa energinya. Deteksian kita atas sosok wujudnya dan hawa energinya akan lebih melengkapi penilaian kita, karena sosok wujudnya dan hawa energinya masing-masing melambangkan sifat kepribadian dan karakter mahluk halusnya.

Dari rasa energinya kita juga bisa membedakan apakah sesosok mahluk halus itu adalah arwah manusia ataukah roh lain seperti jin, dsb. Tetapi ini hanyalah patokan awal saja, tidak bisa dijadikan patokan mutlak, karena ada juga mahluk halus lain yang rasa energinya halus mirip seperti sukma manusia.

Masing-masing jenis mahluk halus mempunyai sifat dan kepadatan energi sendiri-sendiri. Misalnya roh sukma manusia keberadaan energinya terasa halus seperti hembusan angin saja. Jenis kuntilanak juga terasa halus, tetapi energinya lebih terasa dibanding sukma manusia. Keberadaan energi jenis gondoruwo lebih padat terasa daripada jenis kuntilanak dan menimbulkan rasa yang tidak baik untuk kesehatan manusia, seperti rasa udara / cuaca yang menyebabkan sakit panas dalam, nggreges-nggreges, dan keberadaannya di sekitar tempat tinggal manusia dapat menyebabkan manusia menjadi mudah sakit-sakitan, terutama anak-anak dan bayi. Begitu juga hawa energi jin berbulu hitam lebat.

Rasa keberadaan energi mahluk halus jenis buto mirip seperti rasa keberadaan energi gondoruwo, tetapi kadarnya jauh lebih padat dan bertekanan. Para mahluk halus, sekalipun tidak dapat melihat wujudnya yang buto, setelah mereka merasakan adanya kehadiran buto dari rasa energinya, mereka akan segera menyingkir menyelamatkan diri, karena energinya sangat kuat dan terasa penuh dengan sifat adigang-adigung sok kuasa penuh hawa kekerasan.

Rasa keberadaan energi bangsa jin sangat bervariasi, lebih banyak dipengaruhi oleh perwatakannya yang keras atau lembut dan tingkat kekuatannya. Yang perwatakannya keras / emosional keberadaan energinya akan lebih terasa daripada yang perwatakannya kalem / lembut. Semakin tinggi kekuatannya pancaran energinya lebih besar dan lebih kuat, tetapi energinya itu semakin halus dan semakin sulit dirasakan (semakin sulit dideteksi). Semakin tinggi kekuatannya penampakan wujudnya juga semakin sulit dilihat (dimensi gaibnya semakin tinggi), sehingga secara umum bangsa jin yang kekuatannya tinggi sulit sekali sosok wujudnya terlihat oleh manusia, bahkan keberadaannya terdeteksi saja tidak, jarang sekali ada manusia yang bisa melihat mereka, sehingga banyak orang yang sok tahu dan memunculkan dogma dan pengkultusan yang tidak benar, yang tidak sesuai kesejatiannya.

Mahluk halus bangsa dewa sangat sulit dirasakan kehadiran energinya, sangat halus, dan sangat sulit dilihat, bahkan para mahluk halus sendiri pun banyak yang tidak bisa melihat bangsa dewa, bahkan tidak menyadari keberadaannya, walaupun ada dewa hadir di dekat mereka.

Secara alami aura energi masing-masing mahluk halus akan terpancar pada jarak tertentu sesuai kekuatan energinya. Pancaran energi ini akan dirasakan manusia sebagai penyebab rasa merinding takut, tetapi bagi yang pernah olah rasa atau pernah melatih kebatinan tertentu pancaran energi mahluk halus dapat dirasakan berupa rasa sesak di dada pada jarak yang lebih jauh sebelum muncul rasa merinding.

Rasa merinding itu juga bisa dibedakan. Jika rasa itu berasal dari adanya sesosok bangsa jin biasanya rasa merindingnya terasa berat dan rasanya seperti "mencengkeram", ada juga yang sampai menyebabkan orang lemas / pingsan ketakutan. Tetapi jika rasa itu berasal dari adanya sesosok sukma manusia biasanya rasa merindingnya hanya terasa tajam menusuk.

Secara alami pada umumnya jati diri dan keberadaan mahluk halus tidak ingin diketahui oleh manusia. Sosok-sosok halus yang menimbulkan rasa merinding itu adalah karena mereka dengan sengaja menunjukkan keberadaannya kepada manusia untuk maksud tertentu. Kalau tidak begitu maka keberadaan mereka tidak akan menimbulkan rasa merinding, mungkin terasakan saja tidak.

Biasanya semakin tinggi kekuatan gaib mahluk halus, walaupun pancaran energinya besar, tetapi pancaran energinya semakin halus dan semakin sulit dirasakan oleh manusia (juga semakin sulit dilihat) dan keberadaan sosok itu juga tidak menimbulkan rasa merinding, sehingga keberadaan mahluk halus yang kekuatannya tinggi akan sangat sulit dideteksi keberadaannya oleh manusia. Kadangkala sesama mahluk halus pun tidak bisa melihat mahluk halus lain yang kekuatannya jauh di atasnya, tetapi masih bisa merasakan kehadiran energinya, sehingga bila mereka merasakan kehadiran energinya, maka mereka akan berhati-hati dan menyingkir.

Cara merasakan keberadaan sesosok halus dengan cara merasakan kehadiran energinya ini dapat dilakukan dengan merasakan getaran / setruman energinya di telapak tangan kita, akan lebih baik bila kita sebelumnya menyalurkan energi kita ke tangan, sehingga sentuhan atau benturan energi yang terjadi akan lebih dapat dirasakan. Untuk belajar mempertajam kepekaan rasa pada tangan kita dapat dibaca di : Olah Rasa dan Kebatinan.

Selain belajar mempertajam kepekaan rasa di tangan kita, tulisan di atas juga memberikan tuntunan untuk kita belajar mempertajam kepekaan rasa batin, sehingga walaupun keberadaan sesosok mahluk halus tidak terasakan kehadiran energinya, dan tidak dapat dilihat dengan kemampuan melihat gaib, tetapi kita bisa mendeteksi keberadaannya dari adanya rasa berat di dada pada jarak yang lebih jauh sebelum muncul rasa merinding.

Secara alami semua mahluk halus akan memancarkan suatu hawa / aura energi dari tempat keberadaannya masing-masing yang sesuai dengan sifat psikologis dan perwatakan mahluk halusnya. Bila kita sudah cukup peka rasa dan batin, kita akan dapat mengenali dari hawa / aura energinya itu apakah sesosok mahluk halus itu bersikap bersahabat atau tidak, sedang marah atau tidak, sedang sedih atau tidak, apakah sifat wataknya menonjolkan kekuatan dan kegagahan, apakah sifat energinya baik atau tidak untuk manusia, apakah keberadaannya berbahaya untuk kita, apakah ada rasa jahat ataukah tidak, dsb.

Dan masing-masing rasa energi mahluk halus itu berbeda, rasa energinya berbeda antara sukma manusia, bangsa jin, kuntilanak, gondoruwo, buto, dsb, dan juga berbeda rasanya bila energi itu berasal dari adanya mustika dan pusaka di alam gaib bila ada keberadaannya di dekat kita, sehingga tanpa harus lebih dulu melihat sosok wujudnya, dari pengenalan rasa itu kita bisa mengenali jenis halus apa yang ada di suatu tempat. Ketika kita datang / berada di suatu tempat rasa energi itu akan kita rasakan sebagai rasa gaib dari suasana alam di tempat tersebut, sesudah itu barulah digunakan kemampuan melihat gaib untuk menegaskan sosok wujudnya seperti apa.



 3. Penggolongan mahluk halus berdasarkan sifat energinya

Para mahluk halus dapat membuat suatu bentukan energi, yang dapat dijadikan perisai energi pagaran diri untuk perlindungan dan bertahan dari serangan mahluk halus lain, atau menyalurkan energinya untuk menyerang, atau untuk merubah penampilan wujudnya, atau untuk banyak tujuan yang lain.

Kemampuan para mahluk halus dalam membuat bentukan energi itu akan membedakan jenisnya bahwa mereka bukanlah roh / sukma / arwah manusia, karena roh manusia tidak dapat melakukan itu.

Secara umum dipahami bahwa sifat fisik mahluk halus adalah bersifat energi. Perbedaan sifat fisik energi ini akan membedakan antara mahluk halus yang adalah sukma manusia dengan mahluk halus lain yang bukan sukma manusia, walaupun menampakkan sosok yang serupa. Sudah dituliskan dalam tulisan  Hakekat Wujud dan Watak Mahluk Halus  bahwa sosok wujud mahluk halus bukanlah tolok ukur kekuatannya. Kekuatan / kesaktian mahluk halus harus secara khusus diukur masing-masing kekuatan energinya berikut perbedaan sifat dan kemampuan energi mahluk halus yang itu akan membedakan apakah sesosok mahluk halus adalah sukma manusia atau bukan, selengkapnya dapat dibaca di : Kesaktian Mahluk Halus.

Selain yang sengaja disalurkan keluar tubuh, aura energi dari keberadaan sesosok mahluk halus juga akan terpancar dalam jarak tertentu yang akan dirasakan oleh manusia sebagai bersifat baik atau tidak baik, bersifat positif atau negatif, menyebabkan rasa tertekan di dada, atau menimbulkan rasa merinding. Jika si mahluk halus dengan sengaja membuat manusia merinding, bila merindingnya itu asalnya dari jenis sukma manusia, maka merindingnya hanya akan terasa tajam saja, tetapi jika asalnya dari jenis mahluk halus lain, selain merindingnya terasa tajam, sifatnya juga seperti mencengkeram, juga akan memberikan rasa berat di dada (karena adanya tekanan energi mereka).



 4. Penggolongan mahluk halus berdasarkan sifat pengaruh energinya

  Penggolongan ini didasarkan pada pengaruh energi masing-masing mahluk halus terhadap manusia.

 
   1. 
Golongan Berenergi Positif
Adalah golongan mahluk halus yang energinya selaras dengan energi tubuh dan psikologis manusia.
Jika
mereka hidup berdekatan dengan manusia, manusia tidak akan mengalami gangguan kesehatan tubuh maupun psikologis.

Kedekatan
mahluk halus tersebut dengan manusia mungkin malah dapat dirasakan menambah energi dan semangat hidup manusia. Tetapi walaupun begitu, bila mahluk halus tersebut "menempel" di tubuh manusia, biasanya si manusia akan merasakan sakit pegal-pegal di tubuhnya atau merasakan pusing ringan, karena tidak tahan dengan keberadaan / beban energinya. Apalagi bila mahluk halusnya itu "bertempat" di dalam tubuh manusia (ketempatan mahluk halus), banyak yang orangnya sampai mengalami kerusakan parah pada organ-organ tubuh dalamnya.

Jadi selama mahluk halus tersebut tidak menempel di tubuh manusia dan
mahluknya tidak bersemayam di dalam tubuh manusia, manusia dan sang mahluk halus dapat hidup berdampingan.


     2.  Golongan Berenergi Negatif.
Adalah golongan mahluk halus yang energinya tidak selaras dengan energi tubuh dan psikologis manusia (energinya bersifat negatif bagi manusia).

Walaupun hanya berdekatan dengannya, manusia dapat mengalami gangguan kesehatan tubuh atau psikologis. Pengaruh energinya bisa menjadikan manusia mudah sakit-sakitan, atau memunculkan banyak sakit-penyakit atau menjadikan mudah marah dan bertengkar. Apalagi bila mahluk halus tersebut menempel atau berdiam di tubuh manusia, biasanya akan
menjadikan si manusia mengalami sakit cukup berat atau mengalami sakit kepala berat.
Jadi manusia dan
mahluk halus tersebut tidak dapat hidup berdampingan, apalagi kalau mahluk halus tersebut sampai menempel / bersemayam di dalam tubuh manusia.

Anda bisa menjauhkan diri anda supaya tidak diikuti gaib-gaib jenis berenergi negatif dan golongan hitam dengan cara anda menyelubungi diri anda dengan energi positif yang kuat yang anda buat dengan radius 3-5 meter. Energinya bisa diturunkan dari alam raya.

Secara alami sesosok mahluk halus (juga manusia) tubuhnya akan memancarkan hawa energi tertentu sampai jarak tertentu. Pancaran energi itu bisa dirasakan pengaruhnya oleh manusia apakah bersifat positif ataukah negatif.

Sebagai contoh, sudah biasa bila sebuah rumah atau di sekitarnya ada berpenghuni mahluk halus. Bila para mahluk halus tersebut energinya bersifat positif, maka manusia yang berdiam di rumah itu akan baik-baik saja. Bahkan mungkin ada mahluk halus yang pancaran energinya menjadikan manusia bersemangat dalam bekerja, menjadikan orang senang untuk datang berkunjung (dan menambah jumlah pengunjung warung / toko), mendatangkan suasana teduh, ceria, tenteram, dsb.

Dalam batasan ini dianggap bahwa pengaruh energi keberadaan mereka itu bersifat positif bagi manusia dan manusia tidak perlu merasa takut atau terganggu dengan keberadaan mereka. Dan juga tidak perlu sampai mendatangkan orang pinter untuk melakukan pembersihan gaib, karena justru nantinya malah bisa merubah keseimbangan alam yang ada, atau dikemudian hari malah mengundang datangnya mahluk halus lain, yang mungkin ada yang bersifat negatif, untuk tinggal disitu.

Tetapi bila di antara para mahluk halus tersebut ada yang berenergi negatif, walaupun mahluk tersebut tidak berniat dan tidak berbuat mengganggu ataupun menyerang, pancaran energi dari keberadaannya dapat berpengaruh negatif bagi manusia penghuni rumah itu.

Contohnya adalah mahluk halus jenis dedemit gondoruwo, jenis bangsa jin yang sosok wujudnya berbulu hitam dan yang sosok wujudnya berbulu putih, berwajah menyeramkan, matanya mendelik keluar dan kuku-kukunya panjang, buto dan bangsa jin seperti raksasa buto. Pengaruh pancaran negatif energinya terhadap manusia adalah bisa menjadikan manusia sakit atau mudah sakit-sakitan, dari sakit kulit gatal-gatal, pegal-pegal, mudah masuk angin, mulas-mencret, sakit kepala sampai tumor / kanker atau penyakit lain yang sampai menyebabkan kematian, bisa juga menyebabkan keguguran dan kematian anak di dalam kandungan.

Pengaruh negatif energinya bisa juga berpengaruh terhadap psikologis manusia, misalnya yang hawa energinya panas dapat menyebabkan manusia mudah marah dan bertengkar, tidak betah tinggal di rumah, malas bekerja, orang enggan datang berkunjung, warung / toko sepi pengunjung, dsb.

Dari keterangan di atas dapat diketahui bahwa sakit-penyakit kulit, sakit perut mulas-mencret, meriang, kepala pusing, kanker / tumor, kanker otak, kanker rahim, kista rahim, kerusakan ginjal, liver, keguguran dan kematian anak di dalam kandungan, dsb, tidak semuanya awalnya semata-mata bersifat medis, dan kondisi manusia mudah marah dan bertengkar, tidak betah tinggal di rumah, malas bekerja, orang malas datang berkunjung, warung / toko sepi pengunjung, dsb, tidak semuanya bersifat psikologis asli manusia, karena sumber penyebab terjadinya bisa juga adalah akibat dari pengaruh energi keberadaan sesosok mahluk halus, bisa sebagai efek dari keberadaan mahluk halus berenergi negatif di sekitar tempat tinggal si manusia, atau kepemilikan jimat dan benda gaib yang tidak baik isi gaibnya. 

Efek negatif energinya terhadap kesehatan itu akan terus ada selama mahluk halusnya masih berada disitu. Sekalipun sakit-penyakitnya sudah diobati, atau sudah pernah disembuhkan, nantinya akan kambuh lagi, atau bisa juga ganti menjadi sakit yang lain.

Bila seseorang telah beberapa kali mengalami kejadian keguguran kehamilan, atau bayi meninggal di dalam kandungan, atau sering sakit-sakitan (terutama anak-anak), atau sakit-penyakit lain seperti disebut di atas, selain orangnya memeriksakan dirinya secara medis, perlu juga diperiksa kemungkinan adanya keberadaan mahluk halus berenergi negatif di lingkungan tempatnya tinggal untuk dideteksi apakah mahluk halus itu yang menjadi sumber penyebab sakitnya.

Sakit manusia yang disebabkan oleh adanya mahluk halus di dalam tubuh manusia (ketempelan / kesambet / disantet), selain dapat diketahui dengan cara penglihatan gaib, juga dapat diketahui bila diraba / dipijat / diurut pada bagian yang sakit akan terasa ada hawa yang berbeda, atau ada rasa setruman listrik tipis, yang berbeda dengan bagian tubuhnya yang lain (bila tangan orang yang meraba cukup peka). Untuk melatih / belajar cara mendeteksinya silakan diikuti tulisan berjudul : Olah Rasa dan Kebatinan.  Contoh pengaruh perbuatan atau keberadaan sesosok mahluk halus terhadap manusia bisa dibaca di : Pengaruh Gaib thd Manusia.

Penggolongan mahluk halus dari pengaruh energinya terhadap manusia, berpengaruh positif ataukah negatif, dapat dijadikan patokan untuk melakukan pembersihan gaib, yang dibersihkan hanyalah yang bersifat negatif saja terhadap manusia (baca :  Pembersihan Gaib). 

Pengertian tentang mahluk halus berenergi negatif di atas termasuk juga berasal dari khodam jimat / benda gaib / pusaka dan khodam ilmu / pendamping yang berenergi negatif dan yang energinya berhawa panas. Atau yang semula normal, tetapi karena ada sugesti dari si manusia untuk kewibawaan / penundukkan, atau sugesti untuk keselamatan / penjagaan gaib yang sifatnya agresif, maka kemudian khodam-khodamnya juga akan terpengaruh mengikuti isi sugestinya menjadi galak dan berhawa panas, yang akibatnya dapat membuat suasana tidak nyaman dalam pergaulan / hubungan sosial, membuat pembeli enggan datang, membuat orangnya dijauhi, atau mengganggu jalan kerejekian dan hubungan kerja. Apalagi kalau orangnya juga sok berwibawa, perilakunya tidak bersahabat, atau temperamental mudah emosi.

Contoh lainnya yang keberadaannya bersifat negatif terhadap kesehatan manusia adalah jenis halus sukma manusia (arwah) yang tinggal bersemayam di tubuh manusia yang masih hidup, di dalam badannya atau di dalam kepalanya (ketempatan mahluk halus). Jika sukma manusia itu berdiam di dalam kepala, biasanya akan sering membuat orangnya kepalanya pusing, dan jika tinggal di dalam badan bisa membuat banyak organ dalam tubuh manusia yang ditempatinya rusak berat karena kebebanan energinya.


Ada sejenis bangsa jin yang sosoknya berbulu hitam tinggi besar yang sering sekali menjadi khodam ilmu / pendamping seseorang, atau menjadi penghuni benda-benda gaib dan jimat, perabotan, atau tinggal di rumah manusia. Penulis tidak menggolongkan jenis ini sebagai bergolongan putih atau hitam, tetapi sosok halus jenis ini berenergi negatif yang pengaruh energinya itu dapat memunculkan sakit-penyakit di tubuh manusia, apalagi jika ada sosok jenis ini yang tinggal bersemayam di dalam tubuh manusia yang dapat menyebabkan si manusia sampai mengalami gangguan kejiwaan.

Jenis bangsa jin hitam tinggi besar itu juga sebagian besar berintelijensi rendah yang sering dalam usahanya mencari tempat tinggal mereka masuk bersemayam di dalam tubuh manusia. Akibatnya, selain si manusia dapat mengalami gangguan kesehatan dan pikirannya, juga banyak yang sampai mengalami gangguan jiwa (gila). Tentang ini Penulis sudah menuliskan fenomenanya dalam halaman berjudul Pengaruh Gaib thd Manusia.

Keberadaan mahluk halus tersebut di dalam tubuh atau di dekat manusia mungkin tidak berpengaruh negatif untuk yang sengaja dipasang sebagai khodam ilmu / pendamping, atau khodam benda gaib, karena mahluk halus itu sebelumnya sudah menyelaraskan dahulu energinya dengan energi si manusia. 

Tetapi jika jenis itu datang sendiri kepada manusia atau datang sendiri masuk menjadi "isi" benda gaib kita, kemungkinan besar ia masih dalam kondisi aslinya yang memancarkan energi negatif, sehingga si manusia tetap beresiko mendapatkan pengaruh negatif energinya terhadap kesehatan dan psikologisnya dan beresiko suatu saat khodam tersebut masuk bersemayam di dalam tubuhnya.

Jika sosok jin hitam itu menjadi khodam ilmu / pendamping manusia, keberadaannya itu dapat menjadi khodam bagi si manusia, tetapi sebagian besar nantinya akan menyulitkan dalam proses kematian si manusia.

Jika sosok jin hitam itu tinggal bersemayam di dalam badan manusia, keberadaannya itu dapat menjadi khodam kekuatan bagi si manusia, tetapi nantinya pasti akan menyulitkan dalam proses kematian si manusia.

Dalam kondisi aslinya memang sosok jin hitam besar itu berenergi negatif. Jenis itu bisa dengan mudah diusir hanya dengan mengoleskan minyak jafaron ke bendanya. Tetapi jika anda sudah mempunyai benda-benda gaib yang khodamnya adalah bangsa jin hitam tinggi besar tersebut, sebaiknya dicoba dulu bendanya / khodamnya diwiridkan amalan gaib yang sesuai dengan tuah yang anda inginkan, misalnya diwiridkan amalan gaib untuk tuah kekuatan badan, pengasihan, penglaris dagangan, dsb  (amalan gaibnya bisa dicari di internet).  Mudah-mudahan sesudah tersugesti mengikuti isi amalan gaibnya sosok hitam itu akan berubah karakter energinya, tidak lagi berenergi negatif seperti aslinya dan nantinya intelijensi mereka menjadi lebih baik sehingga tidak akan memberatkan dalam proses kematian manusia.

Tips lain. Jika anda mempunyai benda berkhodam semisal batu akik yang isinya bangsa jin berbulu hitam tinggi besar tersebut, jika benda itu bertuah biasanya tuah utamanya adalah untuk kekuatan badan, dengan isi khodam jenis itu biasanya batu anda itu, jika dipakai, tuahnya kuat dan terasa, bagus sebagai jimat, jadi mungkin bisa dipertimbangkan untuk tidak diusir.

Cobalah dengan cara sambat persuasif atau dengan cara-cara tayuhan seperti dicontohkan dalam tulisan berjudul Ilmu Tayuh Keris khodam batunya itu diperintahkan supaya merubah energinya menjadi positif dan selalu positif, supaya tidak lagi berenergi negatif dan tidak perlu lagi anda usir dengan jafaron.

Dengan cara-cara itu usahakan supaya khodamnya benar-benar berubah menjadi berenergi positif dan selalu dipantau apakah benar kondisinya selalu positif dan ditayuh juga apakah jika batunya dioleskan minyak jafaron khodamnya itu masih akan pergi. Kalau masih berenergi negatif maka khodamnya akan pergi jika batunya dioleskan minyak jafaron, tetapi jika sudah benar-benar berubah menjadi positif dan selalu positif, khodamnya tidak akan pergi oleh minyak jafaron. Coba juga anda rasakan apakah rasa energi negatifnya atau rasa mengganggu ketika memakai cincin itu masih ada terasa.

Lebih baik lagi kalau dengan cara-cara persuasif itu anda bisa juga mengsugesti khodam jin berbulu hitam itu untuk merubah wujudnya secara permanen menjadi bersosok seperti manusia, sehingga intelijensinya pun akan menjadi lebih baik, karena ia akan menjiwai kondisi wujudnya yang sudah seperti manusia, tidak lagi seperti sebelumnya yang seperti orang utan. Sampaikan juga jika nanti ia mempunyai pasangan dan anak, pasangan dan anaknya itu pun supaya berubah wujud juga menjadi seperti manusia.

Jin berbulu hitam itu aslinya memang berenergi negatif, entah dia baik ataukah jahat.
Kita bisa memerintahkannya untuk memperbaiki kondisi energinya menjadi positif, tapi itu tidak langgeng, sewaktu-waktu bisa kembali lagi negatif seperti aslinya.
Lebih baik kalau dia, pasangannya dan anak-anaknya kita perintahkan merubah wujud menjadi seperti manusia.
Sesudah berubah kemudian disuruh juga supaya mereka merubah energinya supaya positif sesuai dengan wujudnya dan psikologisnya yang sudah seperti manusia. Dengan begitu perubahannya akan bersifat langgeng.
Sebaiknya berubahnya energinya menjadi positif sampai benar-benar mereka tidak terpengaruh lagi oleh minyak jafaron, karena kalau masih terpengaruh minyak jafaron berarti energi positifnya tidak 100% positif, masih ada negatifnya.

Kalau benar kondisinya sudah positif dan selalu positif, maka khodamnya itu tidak perlu lagi anda usir dengan minyak jafaron. Batunya dioleskan dengan minyak jafaron pun sekarang khodamnya tidak akan pergi, bahkan minyak jafaron itu sekarang bisa menjadi sesajinya.

Masukan-masukan di atas adalah untuk orang-orang yang memiliki sosok jin hitam besar tersebut sebagai khodam benda gaibnya, bukan untuk orang-orang yang di dalam badannya sudah ketempatan jenis halus tersebut dan bukan untuk orang-orang yang memiliki jenis halus itu sebagai khodam ilmu / pendamping. Untuk orang-orang itu sebaiknya mereka melakukan pembersihan gaib

Cara merubah negatif menjadi positif di atas bisa juga dilakukan terhadap khodam pendamping jenis itu, tetapi Penulis tidak merekomendasikan itu. Untuk khodam pendamping sebaiknya anda memiliki yang intelijensinya lebih baik daripada jenis itu.

S
osok jin hitam tinggi besar itu dan sosok-sosok halus lain yang berenergi negatif, jika dianggap mengganggu, atau ingin diusir, keberadaannya dapat dibersihkan / diusir /
akan pergi jika kita mengoleskan minyak jafaron pada benda-benda kita atau ke tubuh kita jika kita ketempatan mahluk tersebut, atau kita mandi dengan campuran minyak jafaron. Mereka juga akan pergi setelah terkena asap bakaran minyak jafaron. Tatacara pembersihannya silakan dibaca dalam tulisan berjudul  Pembersihan Gaib 2.


Penggolongan positif dan negatif dalam tulisan ini adalah berdasarkan pengaruh energi dari sesosok mahluk halus terhadap manusia. Tetapi ada orang lain yang menyebutkan suatu mahluk halus bersifat positif atau negatif dari sifat mahluk halusnya apakah bertendensi menyerang manusia ataukah tidak. Perbedaan dalam menggolongkan sifat mahluk halus ini, yang berbeda dasar pengertiannya walaupun menggunakan istilah yang sama positif dan negatif, cukuplah untuk menjadi tambahan pengetahuan bagi kita.



 5. Penggolongan mahluk halus berdasarkan sifat perwatakannya

Penggolongan ini didasarkan pada sifat perwatakan masing-masing mahluk halus dan pengaruhnya terhadap manusia (termasuk pengaruhnya terhadap mahluk halus lain) sbb :

     1.  Golongan Putih.
Adalah golongan mahluk halus yang perwatakannya tidak berkecenderungan jahat terhadap manusia. Bukan berarti mereka tidak berbahaya dan tidak akan mencelakakan / menyerang manusia, tetapi penekanannya adalah bahwa sifat dasar mereka tidak berkecenderungan bersikap jahat dan tidak bertendensi menyerang / menyakiti manusia.
Walaupun begitu, manusia tetap harus berhati-hati dan waspada, karena dapat saja suatu saat mereka menyerang / menyakiti manusia, tetapi selama tidak ada perbuatan manusia yang
menyalahi mereka, manusia dan mahluk halus tersebut dapat hidup berdampingan.

     2.  Golongan Hitam.
Adalah golongan mahluk halus yang sifat dasar perwatakannya berkecenderungan jahat terhadap manusia. Sifat jahatnya itu bisa dalam bentuk perbuatannya yang sengaja menyakiti dan membuat manusia sakit, membuat manusia celaka, bahkan sengaja membunuh manusia, atau perbuatannya yang sengaja menipu / menyesatkan manusia. Jadi, manusia harus berhati-hati dan waspada, karena dapat setiap saat mereka mengganggu, mencelakakan, membunuh atau menyesatkan manusia, walaupun tidak ada perbuatan manusia yang menyalahi mereka. Manusia dan mahluk halus tersebut tidak dapat hidup berdampingan.

     3.  Golongan Abu-Abu.
Di tengah-tengah antara golongan hitam dan putih, ada mahluk halus yang aura kejiwaannya berwarna abu-abu. Biasanya mereka adalah mahluk halus kelas rendah yang suka usil, suka menakut-nakuti, suka mengganggu dan mencelakakan manusia, bisa juga membunuh manusia. Dan mereka suka dengan sengaja bersikap merendahkan manusia dan menipu / menyesatkan manusia. Sebagian dari mereka awalnya adalah mahluk halus yang baik, tetapi kemudian terpengaruh oleh yang golongan hitam menjadi tidak baik. Manusia dan mereka tidak dapat hidup berdampingan.

     4.  Golongan Yang Harus Diwaspadai.
Ada golongan mahluk halus yang secara perwatakannya tidak digolongkan sebagai putih, hitam, atau abu-abu, tetapi harus diwaspadai dan dihindari

Jenis-jenis ini dinilai dari sifat karakternya yang berbeda dari jenis mahluk halus lainnya yang umum. Keberadaan mereka bisa mendatangkan bahaya bagi manusia, sehingga harus diwaspadai.

Contohnya adalah mahluk halus yang sulit dibaca jalan pikirannya dan lebih sering menggunakan insting atau nalurinya dalam bertindak, seperti yang sosoknya berwujud ular, gondoruwo, banaspati, buto dan bangsa jin yang wujudnya raksasa seperti buto. Jenis-jenis ini bisa menyerang tanpa alasan yang jelas, apalagi kalau kaget atau merasa terancam.

Juga ada jenis bangsa jin yang sosoknya tinggi besar dan berbulu hitam di seluruh tubuhnya seperti gondoruwo. Jenis ini tidak mempunyai sikap berpikir seperti manusia, intelijensinya rendah, lebih banyak bertindak berdasarkan insting dan perasaannya. Dalam usahanya mencari tempat tinggal banyak mahluk halus jenis ini menjadikan tubuh manusia sebagai tempatnya tinggal yang sering sekali akibatnya menjadikan si manusia mengalami kelainan atau gangguan jiwa (gila).

Ada juga sosok-sosok halus tertentu yang harus diwaspadai karena perilakunya yang tidak bersahabat terhadap manusia (juga tidak bersahabat terhadap mahluk halus lain).

Jenis halus lain yang harus diwaspadai adalah mahluk halus dari jenis sukma / arwah manusia yang tinggal di dalam benda-benda gaib atau benda-benda antik / kuno dan yang tinggal / bersemayam di dalam tubuh manusia yang masih hidup, di dalam badan atau di dalam kepalanya.

Mengenai perbuatan-perbuatan mahluk halus dan efek perbuatan mereka terhadap manusia sudah Penulis tuliskan dalam halaman berjudul  Pengaruh Gaib thd Manusia.


Kecenderungan jahat atau tidaknya sesosok mahluk halus tidak perlu ditunggu sampai benar mereka berbuat jahat, karena dapat dilihat dari aura kejiwaannya. Bila aura kejiwaannya berwarna putih bersih berarti dia berwatak baik, tidak berkecenderungan jahat, sebaliknya bila aura kejiwaannya berwarna hitam seperti asap knalpot bus / truk, berarti sifat dasar wataknya jahat.  

Pengertian tentang mahluk halus golongan hitam di atas tidak terbatas pada kondisi dan sifat-sifat asli mahluk halusnya yang golongan hitam. Dalam pengertian ini, semua jenis mahluk halus, selain yang berasal dari jenis sukma manusia (arwah / pocong / siluman) juga akan berubah menjadi golongan hitam / abu-abu jika mereka mengeluarkan rasa jahat / marah atau sering melakukan perbuatan jahat. Contohnya adalah mahluk halus golongan putih yang sering diperintahkan untuk menyakiti seseorang (khodam teluh / santet) atau jika kita kesambet. Dalam kondisi mereka yang jahat berbuat itu mereka berubah menjadi golongan hitam / abu-abu.

Sebenarnya ada banyak sekali fenomena perbuatan gaib tetapi tidak semuanya bisa kita sebutkan satu per satu kejadiannya, baik yang dilakukan oleh gol.putih maupun gol.hitam, atau abu-abu, entah perbuatannya ditujukan langsung kepada manusia atau manusia dijadikan sarana perbuatan mereka, entah si manusia menyadarinya ataukah tidak. Jika kita mengetahui / menyadari bahwa ada pribadi lain di dalam diri kita yang bukan sejatinya kita, atau ada sesuatu yang lain dalam diri kita atau di sekitar kita yang mempengaruhi pikiran dan perasaan kita, maka kita harus berwaspada terhadap tujuan dari perbuatan gaibnya itu dan efek resikonya, jangan sampai perbuatannya itu dilandasi oleh tujuan yang negatif / jahat dan efeknya merugikan kita, membuat kita mengalami sakit fisik atau mengalami kelainan jiwa dan pikiran, atau bahkan sampai membuat kita menjadi jahat.


Penulis mengelompokkan mahluk halus dari sisi perwatakan mereka bukan hanya gol.putih dan hitam / abu-abu saja, tetapi ada juga yang tidak digolongkan sebagai hitam atau putih, yaitu golongan mahluk halus yang harus diwaspadai.

Yang dari gol.putih bukan berarti mereka adalah dari golongan yang pasti baik dan bukan juga berarti tidak akan mencelakakan / merugikan manusia, tetapi penekanannya adalah bahwa mereka sehari-harinya, baik berada di sekitar manusia ataupun tidak, tidak berkecenderungan  jahat terhadap manusia, sedangkan yang gol.hitam dan abu-abu sehari-harinya sudah berpikiran jahat / jahil / iseng terhadap manusia, banyak efek / potensi negatifnya bagi manusia. Juga ada golongan mahluk halus yang harus diwaspadai, karena memang perbuatan mereka seringkali tidak terduga dan bisa merugikan / mencelakakan manusia.

Jadi terhadap suatu perbuatan mahluk halus atau keberadaannya, bila kita mengetahui / menyadarinya, entah golongan putih ataukah dari golongan yang lain, kita tetap harus waspada, terutama adalah pada potensi negatif efek pengaruh dan resikonya terhadap kita.



  Golongan Mahluk Halus Yang Harus Diwaspadai


Selain yang dari perwatakannya digolongkan putih, hitam atau abu-abu, ada mahluk halus yang dari sisi perwatakannya tidak digolongkan putih atau hitam, tetapi harus diwaspadai dan dihindari. Jenis-jenis ini dinilai dari sifat karakternya yang berbeda dari jenis mahluk halus lainnya yang umum, keberadaan mereka berpotensi negatif bagi manusia, bisa mendatangkan bahaya sehingga harus diwaspadai dan dihindari.

Misalnya mahluk halus yang sosoknya berwujud ular, atau jenis gondoruwo, banaspati, jin raksasa dan buto. Jenis-jenis itu sulit dibaca jalan pikirannya, lebih sering menggunakan insting atau naluri dalam bertindak. Jenis-jenis itu bisa menyerang setiap saat tanpa alasan yang jelas, apalagi kalau kaget atau merasa terancam.

Banyak bangsa jin yang sosok wujudnya ular. Ada yang besar, ada juga yang kecil. Ini berarti sosok mahluk tersebut menggambarkan watak ular yang sulit ditebak jalan pikirannya, lebih banyak menggunakan insting / naluri dalam bertindak, bisa menyerang tanpa sebab yang jelas, apalagi kalau kaget atau merasa terancam. Bila menyerang manusia, mereka tidak memperhitungkan akibat perbuatannya pada manusia itu, apakah akan menjadikannya sakit atau mati. Sebagian mahluk halus berwujud ular ini ada yang suka bertempat tinggal / bersemayam / membuat sarang di dalam badan manusia (kasus ketempatan mahluk halus).

Aura kejiwaan sosok-sosok ular tersebut kebanyakan berwarna putih, artinya secara psikologis mereka tidak berkecenderungan berlaku jahat kepada manusia maupun kepada mahluk halus lain. Tetapi karena mereka lebih sering menggunakan insting atau nalurinya dalam bertindak, jenis ini harus diwaspadai, karena mereka bisa menyerang kapan saja tanpa alasan yang jelas, apalagi kalau kaget atau merasa terancam. Artinya, pada saat mereka menyerang itu mereka tidak bermaksud berbuat jahat, hanya nalurinya saja yang membuat mereka melakukan itu. Karena itu jika mereka ada di sekitar kita, maka keberadaannya harus diwaspadai dan harus dihindari.

Mahluk halus bersosok ular ini sering sekali menyerang manusia, membuat sakit manusia (kesambet), karena tanpa sadarnya si manusia sudah menendang / menginjak / melindas si ular yang posisinya memang di bawah seperti ular sungguhan di dunia manusia.

Ada juga jenis mahluk halus yang sebenarnya menurut pikirannya sendiri tidak bermaksud jahat terhadap manusia, tetapi perilakunya begitu, dan aura perwatakannya memang juga abu-abu, misalnya jenis Palasik, Wewe Gombel, Banaspati, dsb  (baca : Bangsa Dedemit dan Bangsa Halus Lain-lain). 


Ada sejenis bangsa jin yang sosoknya berbulu hitam tinggi besar yang sering sekali menjadi khodam ilmu / pendamping seseorang, atau menjadi penghuni benda-benda gaib dan jimat, atau tinggal di
perabotan dan rumah manusia. Penulis tidak menggolongkan jenis ini sebagai bergolongan putih atau hitam, tetapi sosok halus jenis ini berenergi negatif yang pengaruh energinya itu dapat memunculkan sakit-penyakit di tubuh manusia, apalagi jika ada sosok gaib jenis ini yang tinggal bersemayam di dalam tubuh manusia yang dapat menyebabkan si manusia sampai mengalami kelainan / gangguan kejiwaan.

Jenis bangsa jin hitam tinggi besar itu harus diwaspadai, karena sebagian besar berintelijensi rendah, seperti orang utan, yang sering dalam usahanya mencari tempat tinggal mereka masuk bersemayam di tubuh manusia. Akibatnya, selain si manusia dapat mengalami gangguan kesehatan, juga banyak yang sampai mengalami gangguan jiwa (idiot dan gila). Tentang ini Penulis sudah menuliskan fenomenanya dalam halaman berjudul  Pengaruh Gaib thd Manusia.

Keberadaan mahluk halus jenis tersebut di dalam tubuh atau di dekat manusia mungkin tidak berpengaruh negatif untuk yang sengaja dipasang sebagai khodam pendamping atau khodam ilmu, atau khodam benda gaib, karena mahluk halus itu sebelumnya sudah menyelaraskan dahulu energinya dengan energi si manusia.

Walaupun sosok jin hitam tinggi besar itu sudah tinggal dan menjadi khodam benda gaib maupun khodam pendamping, karena intelijensinya yang rendah, tetap saja ada resiko bahwa sosok halus itu suatu saat akan masuk bersemayam di dalam tubuh manusia, atau si manusia mendapatkan pengaruh negatif energinya terhadap kesehatannya.

Jenis bangsa jin yang sosoknya hitam besar dan berbulu di seluruh tubuhnya (mirip gondoruwo) itu sering menjadi penyebab manusia ketindihan yang akhirnya bisa sampai menyebabkan si manusia mengalami gangguan jiwa. 

Sosok jin hitam besar tersebut tidak dikategorikan putih atau hitam, tetapi dikategorikan sebagai jenis mahluk halus yang harus diwaspadai, karena mereka tidak mempunyai sikap berpikir dan perwatakan seperti manusia, intelijensinya rendah, perilakunya seperti orang utan atau gorilla, lebih banyak bertindak berdasarkan insting dan perasaannya daripada pikirannya. 

Umumnya jenis mahluk halus tersebut membutuhkan sesuatu sebagai tempat tinggalnya, bisa di pohon, di rumah seseorang, batu kali, patung, batu akik, atau di tempat-tempat lain yang bahkan mahluk halus lain tidak mau tinggal di dalamnya. Ada juga yang merasa cocok untuk masuk dan tinggal di dalam tubuh manusia yang proses awalnya adalah apa yang biasa disebut ketindihan yang akhirmya menjadikan si manusia sampai mengalami gangguan jiwa.

Jika sosok jin hitam itu menjadi khodam ilmu / pendamping manusia, keberadaannya itu dapat menjadi khodam bagi si manusia, tetapi sebagian besar nantinya akan menyulitkan dalam proses kematian si manusia.

Jika sosok jin hitam itu tinggal bersemayam di dalam badan manusia, keberadaannya itu dapat menjadi khodam kekuatan bagi si manusia, tetapi nantinya pasti akan menyulitkan dalam proses kematian si manusia.

Sosok halus hitam besar itu adalah dari jenis bangsa jin yang dalam kategori Penulis termasuk mahluk halus yang kelasnya rendah dan daya pikirnya rendah. Sosok itu sendiri sebenarnya tidak bermaksud mengganggu, tetapi kelas berpikirnya rendah, sehingga tidak bisa membedakan mana tempat yang layak dan mana yang tidak untuk menjadi tempat tinggalnya. Tetapi ada beberapa (sedikit) dari mereka yang kelihatannya tidak berbahaya dan tidak suka masuk ke dalam tubuh manusia, sebagiannya tinggal di dalam benda-benda seperti batu akik (yang khodamnya alami, bukan isian), sehingga perilakunya sama dengan yang golongan putih. Uraiannya tentang pengaruh perbuatan mahluk halus tersebut sudah dituliskan dalam halaman berjudul  Pengaruh Gaib thd Manusia.

Dalam kondisi aslinya sosok jin hitam besar itu memang berenergi negatif. Jenis itu bisa dengan mudah diusir hanya dengan mengoleskan minyak jafaron saja pada bendanya. Tetapi jika anda mempunyai benda-benda gaib yang khodamnya adalah bangsa jin hitam tinggi besar tersebut, sebaiknya dicoba dulu diberikan sesajinya misik putih dan bendanya diwiridkan amalan gaib yang sesuai dengan tuah yang anda inginkan, misalnya diwiridkan amalan gaib untuk tuah kekuatan, kewibawaan, penglaris dagangan, dsb  (amalan gaibnya bisa dicari di internet). Mudah-mudahan sesudah menerima sesajinya dan tersugesti mengikuti isi amalan gaibnya sosok hitam itu akan berubah karakter energinya, tidak lagi berenergi negatif seperti aslinya dan nantinya intelijensi mereka menjadi lebih baik lagi dan diharapkan tidak akan memberatkan dalam proses kematian. 

Masukan di atas adalah untuk orang-orang yang memiliki sosok jin hitam besar tersebut sebagai khodam benda gaibnya, bukan untuk orang-orang yang di dalam badannya sudah ketempatan jenis halus tersebut dan bukan untuk orang-orang yang memiliki jenis halus itu sebagai khodam ilmu / pendamping. Untuk orang-orang itu sebaiknya mereka melakukan pembersihan gaib

Untuk yang di badannya sudah ketempatan mahluk halus tersebut sebaiknya segera membersihkan dirinya dengan menggunakan minyak jafaron, sebaiknya jangan cuma mengoleskan minyaknya saja, lebih baik mandi saja dengan campuran minyak jafaron supaya dengan cara mandi itu juga akan membersihkan semua sisa energi negatif jin itu dari badannya.

Sosok jin hitam tinggi besar itu dan sosok-sosok halus lain yang berenergi negatif, jika dianggap mengganggu, atau ingin diusir, keberadaannya dapat dengan mudah dibersihkan / diusir / akan pergi jika kita mengoleskan minyak jafaron pada benda-benda kita atau ke tubuh kita jika kita ketempatan mahluk tersebut, atau kita mandi dengan campuran minyak jafaron. Mereka juga akan pergi setelah terkena asap bakaran minyak jafaron. Tatacara pembersihannya sudah dituliskan dalam halaman berjudul  Pembersihan Gaib 2.

Selain itu ada juga golongan mahluk halus yang perwatakannya tidak baik, yaitu mahluk halus yang bersikap tidak bersahabat terhadap manusia maupun terhadap mahluk halus lain. Biasanya mereka hidup sendiri atau tinggal di dalam komunitas yang perwatakannya sejenis. Mereka tidak menyukai keberadaan mahluk lain di lingkungan keberadaannya. Biasanya mereka memancarkan aura energi yang membuat mahluk lain tidak nyaman berada di dekatnya. Biasanya mereka sangat menonjolkan kekuasaannya, kekuatannya dan akan menyerang siapa saja yang dianggap mengganggu dan "menghukum" siapa saja yang dianggap melakukan "kesalahan" di lingkungan mereka.

Bila jenis mahluk ini berdiam di dalam sebuah rumah, toko, bangunan atau di suatu lokasi tanah tertentu, maka rumah, bangunan dan lokasi itu akan terasa tidak nyaman, orang akan merasa takut untuk datang, apalagi untuk tinggal di situ, warung dan toko akan dijauhi orang. Mereka juga akan mengusir mahluk halus lain yang tidak sehaluan dan akan membuat berbagai macam gangguan kepada manusia, atau membuat manusia celaka atau sakit, bahkan meninggal, supaya manusia tidak tinggal disitu. Beberapa dari jenis mahluk halus ini akan merasa cocok mendampingi manusia yang menonjolkan kekuatan, sok gagah, sok sakti, sok jagoan dan akan mengusir keberadaan khodam pendamping manusia lain yang ditemuinya. Mereka juga akan memancarkan aura yang membuat si manusia ditakuti dan menjadi tidak disukai oleh manusia lain.

Jenis-jenis mahluk halus yang perwatakannya negatif seperti tertulis di atas umumnya aura kejiwaannya hitam atau abu-abu. Beberapa dari mereka (tidak semuanya) adalah dari jenis kuntilanak, peri yang tubuhnya tinggi seperti manusia, banaspati, jin raksasa dan buto.

Selain yang tinggal di darat, ada banyak jenis itu yang merupakan jenis jin air. Jenis jin air ini tidak menyukai kehadiran mahluk daratan, baik manusia maupun mahluk halus. Mereka bisa mencelakakan siapa saja yang masuk ke lingkungan mereka. Karena itu kita, manusia, yang adalah mahluk daratan, sebaiknya selalu berhati-hati ketika berada di lingkungan air, terutama di lingkungan air yang tempatnya sepi dan jarang didatangi manusia (baca juga : Bangsa Jin Air dan Jin Udara).

Jenis halus lain yang harus diwaspadai adalah mahluk halus dari jenis sukma / arwah manusia yang tinggal di dalam benda-benda gaib atau benda-benda antik / kuno dan jenis sukma / arwah yang tinggal bersemayam di tubuh manusia yang masih hidup, di dalam badan atau di kepala manusia.

Ada jenis halus sukma manusia (arwah) yang harus diwaspadai, yaitu yang tinggal menghuni di dalam benda-benda gaib tertentu, seperti keris, batu akik, benda-benda antik / kuno, dsb. Tujuan keberadaan mereka di dalam benda-benda itu adalah karena mereka membutuhkan tempat tinggal, menjadikan benda-benda itu sebagai rumah mereka yang baru, bukan untuk menjadi khodam yang memberikan tuah bagi manusia pemilik benda-benda itu. Seandainya ada benda-benda itu yang menjadi milik kita, maka sebaiknya kita sangat berhati-hati dalam memilikinya, jangan sampai kita melakukan kesalahan yang bisa menyebabkan sosok sukma di dalam benda-benda itu marah dan "menegur" atau "menghukum" kita.

Ada juga mahluk halus sukma manusia (arwah) yang harus diwaspadai karena wataknya yang jelek yang suka bersemayam di dalam tubuh manusia yang masih hidup, bersemayam di dalam badan atau di kepala manusia, yang selain bisa menyesatkan jalan pikiran si manusia, memberikan banyak bisikan gaib dan penglihatan gaib fiktif / ilusi / halusinasi, juga bisa mendatangkan kejadian-kejadian gaib lain yang negatif. Juga banyak dari mereka yang menyebabkan banyak organ tubuh bagian dalam manusianya yang rusak berat.



  Mahluk Halus Golongan Putih dan Hitam


Umumnya orang membedakan mahluk halus yang baik dan jahat atau golongan putih dan hitam dari sosok wujud dan penampakannya. Jika perwujudannya kelihatan menyeramkan akan dikatakan tidak baik / jahat, sebaliknya kalau perwujudannya bagus, ganteng / cantik, tutur katanya manis / lembut, perilakunya bersahabat tidak tampak sebagai mahluk yang jahat / berbahaya, maka akan dikatakan baik. 

Yang di atas itu adalah yang biasa dilakukan oleh orang-orang awam dalam menilai sesosok mahluk halus, tetapi tidak sepantasnya orang-orang berilmu (dan yang mengaku mengerti gaib) melakukan itu dalam menilai sesosok mahluk halus. Seharusnya mereka bisa melakukan pembedaan dengan cara yang lebih baik lagi, bukan dengan cara awam seperti itu, karena dengan cara awam seperti itu orang akan mudah sekali tertipu, dan memang sampai sekarang sudah banyak sekali orang yang tertipu, termasuk para spiritualis agamis, apalagi orang umum yang cuma sekedar bisa melihat gaib saja, apalagi kalau mahluk halusnya sendiri sengaja menipu mengelabui manusia dengan menampakkan perwujudan dan perilaku yang kelihatan baik.

Dari sisi perwatakannya Penulis mengelompokkan sebagian mahluk halus dalam golongan putih dan golongan hitam. Tidak semua mahluk halus bisa dikelompokkan menjadi golongan putih dan hitam, karena ada juga yang termasuk sebagai golongan abu-abu dan jenis yang harus diwaspadai.

Pengelompokkan golongan putih dan hitam ini berlaku untuk semua jenis mahluk halus selain jenis sukma / arwah manusia. Jenis sukma dan arwah manusia dituliskan tersendiri di bagian bawah halaman ini.

Penekanan penggolongan putih dan hitam ini ada pada pembedaan sifat perwatakan mahluk halusnya apakah dominan bersifat jahat / mencelakakan dan menyesatkan ataukah tidak.

Sekalipun banyak orang bisa melihat gaib
, sekaligus juga ahli dalam hal agama,
tetapi tidak semuanya mampu mengenal dan membedakan
karakteristik perwatakan mahluk halus apakah dari golongan putih ataukah hitam dan menilai pengaruh / akibat perbuatan mereka terhadap manusia. Tentang mahluk halus yang menyesatkan, yang mencelakakan, setan dan iblis, kebanyakan hanya menjadi cerita saja dalam dunia kerohanian / agama, tetapi tidak banyak orang yang mampu mengimplementasikan pengetahuannya tentang setan dan iblis dalam dunia nyata.

Cerita mengenai mahluk halus golongan putih dan hitam yang dituliskan di bawah ini sebagian terkait dengan pandangan orang dalam beragama. Jika ada perbedaan pendapat mengenai yang golongan putih dan hitam ini sebaiknya dibuktikan sendiri kebenarannya, jangan hanya mendasarkan pendapat pada dalil dan dogma agama, karena seringkali yang nyata terjadi di dunia tidak semuanya tertulis dalam agama.


Mahluk halus golongan putih adalah golongan mahluk halus yang perwatakannya tidak berkecenderungan jahat terhadap manusia. Bukan berarti tidak jahat atau tidak berbahaya dan tidak akan menyerang / mencelakakan manusia, tetapi tidak berkecenderungan bersikap jahat dan tidak bertendensi mengganggu / menyakiti manusia. Walaupun begitu, manusia tetap harus berhati-hati dan waspada, karena dapat saja suatu saat mereka menyerang / mencelakakan manusia, terutama jika manusia "dianggap" melakukan kesalahan kepada mereka. Tetapi selama tidak ada perbuatan manusia yang menyalahi mereka, tidak ada perbuatan manusia yang "dianggap" menyalahi mereka, manusia dan mahluk halus tersebut dapat hidup berdampingan.

Mahluk halus yang dari golongan putih ini bukan berarti mereka adalah dari golongan yang pasti baik dan bukan juga berarti tidak akan mencelakakan / merugikan manusia, tetapi penekanannya adalah bahwa mereka sehari-harinya, baik berada di sekitar manusia ataupun tidak, tidak berkecenderungan  jahat terhadap manusia.


Mahluk halus golongan hitam adalah golongan mahluk halus yang perwatakannya berkecenderungan jahat terhadap manusia. Sifat jahatnya itu bisa dalam bentuk perbuatannya yang sengaja menyakiti dan membuat manusia sakit, membuat manusia celaka, bahkan sengaja membunuh manusia, bisa juga perbuatannya yang sengaja menipu / menyesatkan manusia. Jadi, manusia harus berhati-hati dan waspada, karena dapat saja mereka mengganggu, mencelakakan atau menyesatkan, walaupun tidak ada perbuatan si manusia yang menyalahi mereka.

Mahluk halus golongan hitam dan abu-abu sehari-harinya sudah berpikiran jahat / jahil terhadap manusia, banyak efek negatifnya bagi manusia. Manusia dan jenis halus tersebut tidak boleh hidup berdampingan.


Mahluk halus, baik golongan putih maupun hitam, dari sisi pengaruhnya terhadap manusia ada 2 macam posisi keberadaannya. 

Yang pertama adalah mahluk halus yang tidak tampak berinteraksi langsung dengan manusia. 

Mahluk halus, golongan putih maupun hitam, apapun jenisnya, yang kesaktiannya tinggi, biasanya hidup sendiri, tidak berkomunitas. Kalau berkomunitas, biasanya mereka berkomunitas dengan yang sejenisnya saja dan kekuatannya setingkat. Yang kesaktiannya tinggi itu, walaupun kelihatannya hidup sendiri, sebenarnya mereka juga berkomunitas, hanya saja sesuai tingkat kesaktian mereka yang tinggi, dalam berkomunitas mereka tidak tinggal berdekatan, satu dengan lainnya bisa berjarak puluhan, bahkan ratusan kilometer jauhnya, sehingga akan tampak bahwa mereka hidup sendiri.

Baik mereka hidup sendiri atau pun berkomunitas, selain yang berkesaktian rendah, banyak di antara mereka adalah mahluk halus yang berkesaktian tinggi. Mereka tidak tampak berinteraksi langsung dengan manusia. Jenis ini biasanya pengaruhnya tidak disadari oleh manusia karena interaksinya dengan manusia tidak kelihatan langsung dan tidak terasa. Seringkali keberadaannya saja tidak diketahui oleh manusia, karena semakin tinggi kekuatannya, akan juga semakin sulit untuk dilihat. Walaupun pancaran energinya besar, tetapi energinya juga semakin halus dan semakin sulit dideteksi keberadaannya.

Biasanya semua mahluk halus memancarkan suatu aura energi yang melingkupi area yang menjadi wilayah kekuasaannya. Yang kesaktiannya tinggi (yang sampai ratusan atau bahkan ribuan kalinya kesaktiannya Ibu Ratu Kidul)  pancaran hawa energinya bisa melingkupi jarak yang sangat jauh, bisa puluhan atau bahkan ratusan kilometer jauhnya. Sekalipun mereka hidup sendiri dan tampak tidak berinteraksi langsung dengan manusia atau pun dengan mahluk halus lain, tetapi sebenarnya mereka itulah yang pengaruhnya paling kuat dalam mempengaruhi psikologis para mahluk halus lain dan manusia melalui pancaran aura energi pikirannya.

Secara fisiknya para mahluk halus adalah bersifat energi, sehingga secara alami dari tempat keberadaannya mereka akan memancarkan suatu hawa energi yang sesuai dengan kondisi psikologis dan sifat perwatakannya. Mahluk halus yang kesaktiannya tinggi, pengaruh hawa energi mereka sangat kuat, pengaruhnya mencakup jarak yang jauh sampai beratus-ratus kilometer jauhnya, yang bukan hanya akan mempengaruhi manusia, tetapi juga mempengaruhi mahluk halus lain di dalam wilayah cakupan pancaran energinya. Hanya orang-orang yang tinggi tingkat kepekaan batinnya dan tinggi spiritualitasnya saja yang bisa mendeteksi hawa pengaruh mereka. Berbeda dengan jenis sukma manusia yang walaupun berkesaktian tinggi, tetapi pancaran aura energinya hanya beberapa meter saja yang pancaran aura energinya itu menggambarkan hawa kekuatan kebatinan, kanuragan atau spiritualnya.

Yang kedua adalah mahluk halus yang mudah diidentifikasikan berinteraksi langsung dengan manusia dalam bentuk khodam ilmu, khodam pendamping, khodam jimat dan pusaka atau mahluk halus lain yang tinggal di sekitar tempat tinggal manusia, atau yang tinggal di tempat-tempat / lokasi yang ada interaksi langsung dengan manusia. Pengaruh perbuatan mereka lebih mudah untuk diketahui, dan atas terjadinya suatu perbuatan gaib / kejadian gaib lebih bisa diidentifikasi sosok halus pelakunya, karena ada interaksi antara mereka dengan manusia secara langsung maupun tidak langsung.

Dengan demikian pengaruh dari mahluk halus golongan putih atau hitam yang berpengaruh terhadap manusia bersifat kombinasi, yaitu pengaruh pancaran kekuatan gaib dari mahluk halus yang hidup sendiri, yang tidak tampak berinteraksi langsung dengan manusia, ditambah pengaruh dari yang tampak ada interaksinya dengan manusia. Dengan demikian, sekalipun manusia tidak secara langsung berinteraksi dengan mahluk halus, manusia tetap berpotensi terpengaruh psikologisnya secara positif atau pun negatif oleh pancaran gaib mahluk halus yang hidup sendiri, yang keberadaannya saja tidak terdeteksi.


Mahluk halus golongan putih, yang tampaknya hidup sendiri, yang tingkat kekuatan gaibnya tinggi, dari tempat keberadaannya memancarkan hawa aura positif yang mempengaruhi psikologis manusia dan mahluk halus lain. Manusia dan mahluk halus lain, yang eling dan menjaga kelurusan dan kesucian hati dan pikiran, baik beragama ataupun tidak, akan terpengaruh menjadi semakin baik kesadaran moralitas dan budi pekertinya.

Sedangkan mahluk halus golongan putih yang kekuatan gaibnya rendah, selain yang hidup sendiri di dalam batu atau benda lain, biasanya hidup berkomunitas, sebagiannya hidup di lingkungan manusia, sebagian lagi datang menjadi pendamping atau menjadi khodam ilmu dan jimat. Sebagian dari mereka datang kepada manusia yang tekun bersemadi atau berdoa. Sebagiannya lagi datang karena adanya sesaji, terutama sesaji dari orang-orang yang sedang mempraktekkan ilmu gaib dan yang "ngalap berkah".  Pengaruh keberadaan mereka biasanya tidak menyesatkan manusia, malah ada di antara mereka yang tinggal di sekitar tempat tinggal manusia dengan sengaja membantu kehidupan manusia tanpa diketahui dan tanpa meminta imbalan.


Mahluk halus golongan hitam, yang hidup sendiri, yang kekuatan gaibnya tinggi, melakukan penyesatan tidak dengan mempengaruhi satu per satu individu, tetapi melakukannya secara masal, yaitu dengan memancarkan hawa aura jahat yang mempengaruhi psikologis manusia dan mahluk halus lain di dalam area pengaruhnya yang radiusnya bisa sampai beratus-ratus kilometer. Manusia dan mahluk halus lain, beragama ataupun tidak, yang tidak eling dan tidak menjaga kelurusan dan kesucian hati dan pikirannya akan menjadi terpengaruh, sehingga menjadi berhati dan berpikiran jahat atau menjadi berperilaku menyimpang dari budi pekerti dan kesusilaan.

Mereka cukup cerdas dalam usahanya menyesatkan. Biasanya cara kerja mereka sangat halus. Mereka menyerang sisi psikologis yang lemah pada manusia dan mahluk halus lain. Pada manusia yang menganggap suci dan sakral urusan iman dan agama, mereka akan membelokkannya, sehingga pemahaman kerohanian manusia menjadi menyimpang dan memunculkan sifat-sifat ke-Aku-an yang kuat, yang menyimpang dari ajaran ketuhanan yang benar, menyimpang dari budi pekerti dan kasih. Pada manusia yang suka bersenang-senang dan mengumbar keduniawiannya, mereka akan menambah kuat kecenderungan sifat-sifat itu, sehingga korbannya akan semakin menyimpang dari budi pekerti dan kesusilaan.

Sedangkan para mahluk halus golongan hitam dan abu-abu yang kesaktiannya rendah, selain yang hidup sendiri di dalam batu atau benda gaib lain, biasanya hidup berkomunitas, sebagiannya hidup di lingkungan manusia, sebagiannya lagi datang menjadi pendamping atau menjadi khodam ilmu dan jimat (isian). Sebagian dari mereka datang kepada manusia yang tekun bersemadi atau berdoa. Sebagiannya lagi datang karena adanya sesaji, terutama sesaji dari orang-orang yang sedang mempraktekkan ilmu gaib dan yang "ngalap berkah". Keberadaan mereka, selain akan sengaja menyesatkan manusia, juga akan dengan sengaja mengganggu, menyakiti atau mencelakakan manusia.

Mahluk halus golongan abu-abu adalah golongan mahluk halus yang sejak awalnya suka usil, suka mengganggu atau mencelakakan manusia, atau suka menakut-nakuti dan menipu dengan merubah wujudnya (jadi-jadian) menyerupai mahluk halus lain, seperti menirukan wujud kuntilanak atau si muka rata, atau banaspati, atau menyerupai sesosok manusia yang sudah meninggal. Ada juga yang dulunya adalah golongan yang baik tetapi kemudian ikut terpengaruh menjadi berwatak jahat. Biasanya mereka adalah mahluk halus kelas rendah dan menengah, yang terpengaruh oleh yang golongan hitam. Selain terpengaruh secara psikologis, mereka juga berada di bawah ancaman kekuatan mahluk halus golongan hitam yang lebih tinggi kekuatannya.

Mahluk halus yang perwatakannya termasuk dalam golongan hitam dan abu-abu, keberadaannya akan cenderung menyesatkan atau mencelakakan manusia. Dari sudut pandang pengaruhnya terhadap manusia, mahluk halus dari golongan hitam dan abu-abu kami anggap sama dan sejenis, jadi akan kami samakan penyebutannya sebagai golongan hitam.


Mahluk halus golongan hitam menyesatkan manusia dengan cara mengajarkan berbagai pengetahuan dan keilmuan (melalui ilham yang mengalir dalam pikiran manusia), menyebabkan manusia merasa hebat, sakti berilmu, merasa lebih tahu dan akhirnya akan menjadi sombong, atau dengan mengajarkan kebijaksanaan dan ilmu agama dan mewujudkan banyak keinginan si manusia, menyebabkan si manusia merasa dekat dengan Tuhan, karena merasa doa-doanya dikabulkan Tuhan dan kata-katanya manjur selalu terjadi, merasa suci dan benar sendiri, merasa pantas menjadi tokoh panutan atau bahkan merasa menjadi wakil / perantara Tuhan di bumi, hatinya akan dipengaruhi menjadi sok suci dan benar, tetapi penuh dengan kebencian dan permusuhan dan akan juga menyebarkan kebencian dan permusuhan, dan pikirannya akan penuh dengan ide-ide jahat untuk mengumbar kebencian dan permusuhan itu (apalagi jika orangnya menjadi seorang pemimpin, tokoh masyarakat atau tokoh agama). 

Penyesatan itu awalnya tidak terasa dan sifatnya biasa-biasa saja, tetapi perlahan-lahan si manusia akan diarahkan menjadi merasa hebat, kuat, sakti, dsb, yang ujung-ujungnya menyebabkan manusia berperilaku tidak berbudi. Atau mengarahkan si manusia menjadi merasa benar dan beriman lebih daripada manusia yang lain, merasa dirinya mulia dekat dengan Tuhan karena doa-doa dan kata-katanya manjur selalu terjadi, merasa layak menjadi tokoh panutan atau merasa dirinya menjadi wakil Tuhan di dunia, didorong untuk memuliakan dan mempertuhankan agama, kemudian meningkat menjadi mempertuhankan dirinya sendiri yang akan menganggap pendapat keagamaan dan ajarannya sebagai kebenaran mutlak dan akan memaksakannya kepada orang lain. Ke-Aku-an manusia akan ditinggikan, sehingga masing-masing manusia akan merasa "lebih" daripada orang lain dan akan menganggap orang-orang yang tidak sejalan dengannya sebagai "rendah" dan sesat.

Penyesatan juga bisa dalam bentuknya menambah kuat kegemaran bersenang-senang dan mengumbar nafsu duniawi, nafsu syahwat, percabulan / pelacuran / perzinahan, keserakahan, ketamakan, kesombongan, berhati licik dan penipu, pendusta dan menghalalkan dusta, kebencian, iri dan dengki, kebengisan, kekejian, kejahatan dan perilaku merusak, dan perilaku-perilaku lain yang menyimpang dari budi pekerti dan kesusilaan, dan akan selalu mencari pembenaran atas perbuatan-perbuatannya yang menyimpang.


Mahluk halus golongan hitam sering mengikut kepada orang-orang yang rajin berdoa / zikir / wirid, termasuk kepada orang-orang yang sering mengamalkan amalan doa atau amalan ilmu, apalagi orang-orang yang kuat berdoanya karena kondisi yang terpaksa. Keberadaannya akan bersifat menyesatkan, membuat doa-doa dan kata-katanya ampuh selalu terwujud, banyak mendapat keberuntungan, membuat orangnya merasa benar jalan agama dan ibadahnya, tetapi pelan-pelan dan halus orangnya akan disimpangkan menjadi jauh dari Tuhan, merasa benar sendiri dan akhirnya orangnya akan memuliakan dirinya sendiri (kata-katanya manis memuliakan Tuhan dan perbuatan-perbuatannya selalu mengatas-namakan Tuhan tetapi sebenarnya ia hanya memuliakan dirinya sendiri, mencitrakan dirinya sendiri sebagai mahluk Tuhan yang mulia).

Jika orangnya sampai terpengaruh, maka pelan-pelan nantinya hatinya akan menyimpang, merasa dekat dengan Tuhan tapi sebenarnya hatinya jauh dari Tuhan, merasa benar sendiri dan akhirnya akan memuliakan dirinya sendiri (menganggap dirinya mulia). Jadi sekalipun orangnya kuat agamanya dan rajin ibadahnya, dan mulutnya manis selalu memuji Tuhan, tapi hatinya akan dipenuhi pemujaan akan kemuliaan dirinya sendiri, penuh dengan kemunafikan, rasa kebencian dan permusuhan, pikirannya akan dipenuhi dengan pikiran-pikiran jahat dan kelicikan (dan tipu muslihat jahat), dan hatinya dipenuhi hasrat untuk mengumbar kebencian dan permusuhan kepada orang-orang yang tidak sejalan, sehingga tanpa disadarinya ia juga terpengaruh ikut menjadi hitam.

Suatu daerah yang berada di bawah pengaruh sekaligus 2 macam mahluk halus golongan putih dan hitam yang kekuatannya tinggi banyak yang kondisinya kontras. Di satu sisi kehidupan masyarakatnya sangat agamis, sangat kuat agamanya, bahkan sangat militan dalam hal agama, tapi sering rusuh karena masalah agama dan sering merusuhi orang lain yang beda agama. Tetapi di sisi lain di dalam kehidupan masyarakatnya tumbuh subur kehidupan asusila, perzinahan, percabulan, pelacuran, kejahatan, judi dan mabuk-mabukan, dsb. Ini bisa menjadi bahan untuk kita memperhatikan dan "menduga-duga" apakah lingkungan tempat tinggal kita kondisinya seperti itu.


Dalam cerita lama kerohanian / agama atau cerita di dunia spiritual, secara spiritual mahluk halus golongan hitam sering dilambangkan dengan perwujudan naga (dan mahluk bertanduk) sebagai gambaran mahluk halus yang kuat dan berbahaya bagi manusia, yang sejak dulu sudah "memangsa" manusia, menyimpangkan manusia dari jalan kebenaran dan menjerumuskan manusia ke dalam kegelapan dan kesesatan.

Di kalangan keilmuan kebatinan dan spiritual khodam mahluk halus golongan hitam dianggap "berat", dalam arti orang-orang yang berkhodam golongan hitam, atau mempunyai jimat yang berkhodam golongan hitam, sedikit atau banyak biasanya orangnya akan terpengaruh, berat baginya untuk tetap mampu menjaga ketulusan dan kelurusan hatinya.

Orang-orang yang bergelut dalam laku kebatinan dan spiritual ketuhanan, yang mampu membedakan mahluk halus yang berpengaruh baik (putih) dan yang berpengaruh jahat (hitam), akan menolak khodam golongan hitam, karena jenis khodam itu dianggap "berat", walaupun tuah dan kerjanya ampuh, tetapi membuat mereka semakin berat untuk tetap lurus menjaga hati dan spirtualitas ketuhanan mereka.

Tetapi orang-orang golongan hitam, yang bergelut dalam dunia kejahatan, yang mengagung-agungkan kekuatan / kesaktian, yang mengagung-agungkan keilmuannya dan khodamnya, yang mendewa-dewakan kekuatan jahat, dan orang-orang yang haus kekayaan / kekuasaan / keduniawian justru banyak mencari yang golongan hitam, bahkan banyak orang yang dengan sengaja memuja mereka dalam ritual-ritual pemujaan mereka.

Mahluk halus dan khodam golongan hitam mudah ditemui di situs-situs pemujaan berhala (situs pemuja setan), di situs-situs atau di tempat-tempat orang ngalap berkah, di makam-makam yang dikeramatkan orang, bahkan di rumah-rumah ibadah yang dimuliakan dan yang orang sering datang untuk meminta berkah. Orang-orang yang pernah datang ke tempat-tempat itu ada kemungkinannya kemudian mereka juga berkhodam jin golongan hitam.

Mahluk halus dan khodam golongan hitam terasa sangat ampuh melebihi yang dari golongan putih, mampu mewujudkan apapun keinginan manusia dan doa-doa mereka selalu terkabul, sehingga mereka akan menganggapnya baik dan mereka akan memuja dan memuliakan yang golongan hitam itu, atau orang akan memuliakan tempat tersebut sebagai tempat yang bagus untuk meminta berkah. Bahkan dari berkah yang diterimanya itu banyak orang yang menganggap mereka sebagai kepanjangan tangan Tuhan, dan tempatnya meminta berkah akan dikatakannya sebagai tempat yang dimuliakan Tuhan.


Untuk menambah wawasan kita, disini kita buat perumpamaan.

Secara umum ada asumsi sbb :

1. Ada orang-orang yang tidak punya pendamping gaib.
Orang-orang yang dirinya tidak punya pendamping gaib seringkali merasa banyak doanya yang tidak terjawab, tidak terkabul.

2. Ada orang-orang yang punya pendamping gaib.
Orang-orang yang punya pendamping gaib (atau diikuti sesosok gaib, atau dirinya ketempatan mahluk halus) ada saatnya mereka merasa doa-doanya sering terkabul, ada keberuntungan dan ada yang memudahkan jalan hidupnya.

Banyak orang yang tidak sadar bahwa dirinya diikuti sesosok gaib (atau dirinya berkhodam atau dirinya ketempatan mahluk halus).

Secara awam, walaupun kita berdoanya kepada Tuhan, tapi kalau kita punya gaib / khodam pendamping, gaib pendamping itu adakalanya mewujudkan terkabulnya doa-doa kita.

Kalau pendamping gaibnya itu wataknya baik dan dari jenis golongan putih, paling-paling tuntutan dan tegurannya hanya terkait dengan urusan sesaji saja.

Tetapi kalau pendamping gaibnya itu dari jenis
golongan hitam, atau asalnya dari tempat pesugihan, tuntutan dan tegurannya bukan hanya yang terkait dengan sesaji saja, tapi nantinya bisa juga orangnya dijadikan tumbal, (atau selama orangnya belum menjadi tumbal, akan ada anggota keluarganya atau orang lain yang akan menjadi tumbal), karena dari sudut pandang mahluk itu orangnya sudah menerima jasanya, sama dengan pesugihan, sama dengan ngalap berkah.

Mahluk halus / khodam golongan hitam, atau yang asalnya dari tempat pesugihan,
kerjanya terasa lebih ampuh dan banyak doa orangnya yang akan terkabul. Orangnya, yang merasa doa-doanya sering terkabul itu merasa Tuhanlah yang mengabulkan doa-doanya itu, sehingga ada kemungkinannya ia akan mengajarkan orang lain caranya supaya doa-doanya juga terkabul. Dengan cara yang tidak disadarinya itu ia sudah menyebar-luaskan iblis golongan hitam dan yang dari tempat pesugihan kepada orang-orang yang percaya kepada perkataannya dan yang menjalankannya.

Yang perlu diperhatikan adalah orang-orang yang mengajarkan ajaran itu, kita perlu tahu apakah mereka ada diikuti khodam / gaib golongan hitam.

Kalau orangnya diikuti khodam / gaib golongan hitam, maka walaupun ajarannya itu adalah dalam rangka agama dan ibadah, dari sudut pandang kegaiban ajarannya itu sama dengan ajakan ngalap berkah, karena nantinya orang-orang yang percaya dan menjalankan perkataannya itu akan juga berkhodam / diikuti mahluk halus / khodam golongan hitam yang akan mengabulkan banyak doa-doanya. Orangnya sendiri selain mungkin hatinya  tidak tulus berketuhanan ia juga akan terdorong untuk memanfaatkan "hubungannya" dengan "Tuhan" untuk tujuan dan hasrat yang sama dengan ngalap berkah.

Khodam yang dari golongan hitam biasanya kerjanya / tuahnya lebih ampuh terasa daripada yang golongan putih. Tetapi dibalik itu ada maksud lain dari khodamnya itu, yaitu supaya si manusia menjadi semakin yakin dengan keampuhan khodamnya (atau yakin dengan kemuliaan dirinya sendiri, merasa dirinya suci dan mulia dan diperhatikan Tuhan), menjadikannya semakin bergantung kepada khodamnya itu (atau kepada kegaiban dari laku-laku doanya), dan pelan-pelan dan halus ia akan disimpangkan dari jalan yang lurus, menyimpang dari budi pekerti dan kesusilaan dan menyimpang dari jalan ketuhanan yang benar.

Karena itu sebaiknya kita berhati-hati, harus bisa kita membedakan mana yang hitam dan mana yang putih, jangan hanya menginginkan tuah dan keampuhannya dan kegaibannya saja. Jangan sampai nantinya tanpa disadari kita juga ikut-ikutan menjadi golongan hitam. Dan jangan kita mengikuti anjuran mendatangkan berkah Tuhan dengan cara-cara yang sekilas kelihatannya agamis, tetapi sebenarnya itu adalah ajakan untuk "ngalap berkah", untuk mendatangkan berkah duniawi. Itu bukan berkat yang dari Tuhan. Itu adalah penyesatan halus dari setan dan iblis yang akan menyimpangkan kita dari jalan ketuhanan yang benar, terutama yang anjurannya berasal dari orang-orang yang di belakangnya berkhodam (diikuti sesosok mahluk halus) golongan hitam.


Tidak semua orang mampu mengenal dan membedakan mahluk halus
golongan putih dan golongan hitam dan karakteristik perwatakannya dan tidak semua orang mampu membedakan secara nyata pengaruh mereka terhadap psikologis dan perilaku perbuatan manusia. Tentang mahluk halus yang menyesatkan, yang kerap mencelakakan, setan dan iblis, kebanyakan hanya menjadi cerita saja dalam dunia agama / kerohanian. Tidak banyak orang yang mampu mengimplementasikan pengetahuannya tentang setan dan iblis dalam dunia nyata.

Cerita mengenai mahluk halus golongan hitam ini sebagian terkait dengan pandangan orang dalam beragama. Jika ada perbedaan pendapat mengenai yang golongan hitam ini sebaiknya dibuktikan sendiri kebenarannya, jangan hanya mendasarkan pendapat pada dalil dan dogma agama saja, karena seringkali yang terjadi secara nyata tidak semuanya tertulis dalam kitab suci agama dan kitab suci agama juga tidak menuliskan semuanya itu.

Seseorang yang menjalani / menguasai ilmu berkhodam, seringkali tidak mengetahui bahwa keilmuannya adalah menggunakan jasa mahluk halus (khodam / prewangan), karena sepengetahuannya ilmunya adalah ilmu gaib kebatinan atau ilmu berdasarkan keagamaan. Karenanya seseorang yang mempelajari / diajarkan / diturunkan suatu ilmu gaib seringkali tidak menyadari adanya penggunaan jasa mahluk halus ini, karena dipikirnya ia hanya mengamalkan saja ilmunya, atau laku tirakat dan puasanya, sesuai persyaratan ilmunya.

Seseorang yang menurunkan suatu ilmu berkhodam seringkali juga tidak menyatakan bahwa keilmuannya adalah menggunakan jasa suatu mahluk halus, atau seandainya pun ia mengetahui dan sudah menyatakan bahwa keilmuannya itu berkhodam, seringkali ia tidak dapat membedakan apakah khodam gaibnya itu dari golongan putih ataukah golongan hitam, sehingga dengan demikian ia juga bisa menjerumuskan orang lain.

Ada orang yang bangga dengan khodam penjaganya jin iblis bertanduk dua yang dikatakannya sangar tapi setia, karena penampakannya memang begitu, sangar menakutkan, tapi kelihatannya setia, keras kerjanya, sakti dan ampuh, khodam dan mahluk halus lain pada menyingkir. Ia tidak tahu bahwa khodamnya itu adalah bangsa iblis.

Ada banyak orang yang bisa melihat gaib, tapi mereka hanya sekedar bisa melihat gaib saja, tidak punya spiritualitas yang lebih, tidak bisa membedakan perwatakannya apakah itu jenis gaib yang baik ataukah tidak, jenis iblis atau bukan. Bahkan banyak orang yang sengaja memperjual-belikan khodam seperti itu.

Jika seseorang yang ilmunya berkhodam saja tidak mampu membedakan khodam golongan putih dan hitam, apalagi orang-orang yang belajar kepadanya. Dan jika ia menurunkan suatu keilmuan berkhodam kepada orang lain, ia juga tidak akan bisa membedakan apakah ilmu dan khodam yang diturunkannya itu dari jenis golongan putih ataukah hitam. Kebanyakan orang memang tidak memperhatikan apakah khodamnya itu dari golongan putih atau hitam, karena sesuai tujuannya berilmu, yang dipentingkannya hanyalah keampuhan ilmu dan khodamnya saja.

Seorang guru mungkin tidak bermaksud mencelakakan atau menjerumuskan muridnya atau orang lain yang belajar kepadanya dengan memberinya khodam golongan hitam. Mungkin itu terjadi karena ketidak-tahuannya saja.

Tetapi seseorang yang akan mempelajari suatu ilmu gaib, atau sudah menyadari bahwa keilmuannya adalah jenis ilmu berkhodam, sebaiknya bisa mengetahui jenis khodamnya, harus bisa membedakan mana yang golongan putih dan mana yang golongan hitam, jangan menerima khodam dari golongan hitam, karena dalam kehidupannya khodamnya itu pasti akan menyesatkannya dan pasti akan menyulitkannya dalam proses kematian. 

Selain yang merupakan khodam ilmu dan khodam dari leluhur, atau khodam dari benda-benda gaib, khodam pendamping yang datang kepada seseorang seringkali datang sendiri, tidak dengan sengaja didatangkan, tidak sengaja diundang dan seringkali tidak disadari keberadaannya. Banyak mahluk halus yang datang sendiri kepada seseorang yang tekun beribadah dan rajin berdoa / wirid. Biasanya seseorang yang tekun bersemadi, meditasi, zikir dan wirid, tubuhnya akan mengeluarkan energi tertentu dan pikirannya akan memancarkan gelombang tertentu. Pancaran energi tubuh dan gelombang pikiran inilah yang seringkali mengundang datangnya mahluk halus kepada seseorang, walaupun kedatangannya itu tidak sengaja diundang.

Mahluk halus sering datang kepada manusia, walaupun sering tidak disadari, apalagi kepada orang-orang yang sering khusyuk berdoa, wiridan, dsb, yang dalam keadaan itu tubuh dan pikirannya mengeluarkan gelombang energi tertentu yang dapat mengundang datangnya sesosok mahluk halus yang kemudian akan menjadi khodam pendampingnya, bisa juga masuk ke dalam badan / kepalanya (ketempatan mahluk halus). 

Yang perlu diwaspadai adalah efek pengaruh dari keberadaannya.
Jika itu dari golongan yang baik, mungkin kita bisa lebih merasa lega, tidak perlu terlalu was-was.
Tapi jika itu adalah dari golongan yang tidak baik, seharusnya kita berwaspada dan melakukan pembersihan gaib, kalau bisa. Jenis golongan hitam dan sukma manusia jahat akan cenderung menyesatkan manusia, apalagi jika si manusia kerap memuliakan dirinya sendiri sebagai mahluk Tuhan yang mulia, atau ia kuat mengejar keduniawian.

Untuk belajar mencaritahu apakah sesosok gaib adalah dari jenis golongan putih ataukah hitam bisa diketahui salah satunya dengan cara yang serupa dengan menayuh keris seperti dicontohkan dalam tulisan berjudul  Ilmu Tayuh Keris. Di dalam tayuhan mahluk halus golongan hitam biasanya akan mengakui bahwa dirinya adalah golongan hitam, tetapi jenis sukma manusia jahat biasanya tidak akan mengakui, malah akan menyesatkan tayuhan kita.

Atau dengan latihan olah rasa seperti dalam tulisan berjudul  Olah Rasa dan Kebatinan
Mahluk halus golongan hitam belum tentu energinya negatif. Yang golongan putih belum tentu energinya positif.
M
ahluk halus golongan hitam pada rasa energinya kita akan bisa merasakan adanya hawa jahat, kebencian dan kelicikan (tipu muslihat). Tetapi pada jenis sukma manusia jahat biasanya kita tidak bisa merasakan itu pada energinya. Kita akan lebih banyak berpegang pada ketajaman insting dan naluri untuk bisa mendeteksi apakah sebenarnya mereka termasuk jenis yang jahat.

Dalam kita latihan olah rasa sebaiknya jangan hanya kita tujukan pada keinginan untuk bisa merasakan / melihat sosok-sosok mahluk halus / khodam saja, tapi dimatangkan untuk bisa juga mendeteksi rasa energi dan watak mahluk halusnya.

Misalnya dari rasa energinya kita perkirakan sifat energinya, apakah mengandung hawa kekerasan, kekuatan, kegagahan, keteduhan, keceriaan, dsb, sehingga juga akan bisa dikira-kira tuahnya, apakah untuk kewibawaan, kekuatan, kekerasan dan penjagaan gaib, ataukah halus untuk pengasihan, kerejekian, penglarisan, kesepuhan, dsb. Dari rasa energinya juga bisa diperkirakan apakah energinya itu bersifat positif bagi manusia ataukah negatif (apakah selaras dengan energi tubuh manusia, ataukah malah bisa mengganggu kesehatan / pikiran).
Nantinya kita juga akan bisa membedakan rasa energi dan perwatakan mahluk halus / khodam golongan putih dengan yang dari golongan hitam. Pada mahluk halus yang golongan hitam kita akan bisa merasakan adanya hawa jahat, kebencian dan kelicikan (dan tipu muslihat jahat).


Mahluk halus golongan putih tidak bergaul / berkomunitas dengan yang dari golongan hitam, sehingga jika seseorang mendapatkan khodam pendamping baru dari jenis golongan hitam, maka bisa dipastikan bahwa semua khodamnya yang golongan putih yang sebelumnya sudah dimilikinya, yang seharusnya menyatukan diri dan mendampinginya, kemudian akan pergi semua, tidak akan mau lagi menyatukan diri dan mendampinginya, bukan hanya khodam keris jawa, tapi juga khodam batu akik dan mustika dan khodam ilmu / pendamping. Bahkan bisa jadi semua benda gaib yang dipakainya atau yang dibawanya, seperti cincin batu akik dan mustika, juga akan menjadi kosong isi gaibnya (khodamnya pergi). Penyebabnya adalah selain karena mahluk halus dari golongan putih tidak mau berdekatan / bergaul / campur dengan yang golongan hitam, juga karena mahluk halus golongan hitam itu mengambil alih semua peranan khodam yang lain (multi fungsi), sehingga ia akan menjadi satu-satunya tempat bergantung si manusia. Dan mungkin juga semua benda-benda gaib yang sudah kosong isinya itu kemudian akan diisi oleh khodam lain yang juga golongan hitam, sehingga keampuhan keilmuan orang itu akan menjadi terasa semakin baik.

Kalau ada sesosok halus datang bukan untuk menyerang, tetapi untuk mengikut kita, apalagi kalau sosok halus itu datang karena terpanggil oleh adanya doa-doa atau amalan kita, maka khodam-khodam pendamping kita biasanya tidak akan melarangnya. Tetapi, kalau yang datang itu ternyata adalah dari golongan hitam, maka khodam-khodam kita yang golongan putih kemudian akan mundur semua dan pergi, karena mereka tidak mau bersama-sama / berdekatan dengan yang golongan hitam. Karena itu kalau kita sudah mempunyai khodam pendamping, golongan putih, sebaiknya disugestikan untuk memberikan pagaran gaib positif dan disugestikan mengusir semua mahluk halus yang dari golongan hitam dan berenergi negatif, apapun tujuannya datang.

Ada juga orang / spiritualis yang khodamnya adalah dari jenis golongan hitam. Biasanya spiritualisnya itu ampuh ilmunya, dan khodamnya ampuh untuk semua urusan gaib. Jika orang itu menurunkan / mentransfer suatu ilmu / khodam atau memberikan jasa spiritualis kepada orang lain, maka kemungkinan besar orang lain atau pasiennya itu akan juga berkhodam golongan hitam (dan terasa ilmunya ampuh).

Tetapi jika khodamnya itu digunakannya untuk ilmu penarikan gaib, maka bisa dipastikan bahwa semua benda gaib yang ditariknya, baik mustika maupun pusaka, akan kosong isinya, bendanya akan kosong tidak berkhodam, karena khodam benda gaib tarikannya itu tidak mau berdekatan dengan khodam orang tersebut yang golongan hitam. Atau bisa jadi semua benda-benda tarikannya itu di dalamnya menjadi berkhodam golongan hitam juga.

Mahluk halus golongan hitam dan abu-abu banyak juga yang membangun komunitas di situs dan makam yang dikeramatkan orang, di tempat-tempat orang datang "ngalap berkah", tempat orang datang menuntut pesugihan (kekayaan, penglarisan, kepangkatan, jabatan, karir, dsb) dan di tempat orang menuntut ilmu (ngelmu gaib). Sebagian penghuni gaibnya, bangsa jin atau dhanyang, kemudian ada yang ditugaskan untuk mengikut kepada orang-orang yang datang berziarah atau ngalap berkah kesitu (menjadi khodamnya). Ada juga yang ditugaskan untuk mencari "pengikut baru". Ada di antara mereka yang mengikut kepada orang yang sedang tekun berdoa, apalagi karena kondisi yang terpaksa, ada juga yang mengikut manusia dengan cara menjadi khodam dari benda-benda gaib. Biasanya orang-orang yang mereka ikuti akan merasakan dirinya banyak keberuntungan, banyak keinginannya yang terkabul, atau ilmunya terasa ampuh bertuah, tetapi sesuai status mahluk halus khodamnya itu yang golongan hitam penghuni tempat ngalap berkah, nantinya si manusia, selain akan disesatkan, juga akan menjadi tumbalnya, arwahnya nantinya akan dibawa ke tempat mereka.

Kadangkala ada spiritualis yang khodam ilmunya berasal dari tempat-tempat orang ngalap berkah / ngelmu gaib. Dengan demikian walaupun orang kliennya itu tidak datang dan tidak mencari pesugihan ke tempat-tempat pesugihan, hanya datang berkonsultasi saja kepada seorang spiritualis, tetapi karena khodam sang spiritualis untuk jasa yang dimintanya itu terkait dengan tempat-tempat ngalap berkah / ngelmu gaib bisa saja orang si klien itu kemudian akan juga berkhodam golongan hitam yang adalah transfer ilmu / jasa dari spiritualisnya. Biasanya ilmu / jasa dari spiritualis itu sangat ampuh bertuah menaikkan kemuliaan si klien sesuai jasa yang dimintanya, menjadikan si klien makmur berkelimpahan dari naiknya karir, pangkat dan jabatan atau majunya usahanya, dan ilmunya ampuh terasa. Tetapi sesuai asal-usul khodamnya itu yang berasal dari tempat orang ngalap berkah / ngelmu gaib, maka jasa yang dimintanya itu sama saja statusnya dengan pesugihan, nantinya orangnya akan menjadi tumbalnya atau sesudah meninggalnya arwahnya akan dibawa ke tempat pesugihan itu.

Seringkali kepemilikan sebuah benda gaib berkhodam atau jimat merupakan suatu kebanggaan bagi pemiliknya. Begitu juga dengan keberadaan khodam pendamping, walaupun keberadaannya tidak dengan sengaja diundang. Seseorang juga kadang merasa senang dan bangga, bila ada orang yang bisa melihat gaib mengatakan bahwa ada sesosok gaib yang mendampinginya, menjaganya, dsb.

Tetapi sebaiknya jangan kita terdorong memiliki banyak khodam dan benda-benda berkhodam, karena dengan berbuat begitu sama saja kita mengumpulkan mahluk halus. Dan jangan asal senang dikatakan diri kita berkhodam. Satu hal yang perlu diwaspadai, sebaiknya diperhatikan, apapun jenis gaibnya, bila khodamnya itu adalah dari golongan hitam, entah gaibnya itu beragama ataupun tidak, pasti akan menyesatkan jalan pikiran manusia dan pasti  akan menyulitkan proses kematian orangnya.


Selain mahluk halus golongan hitam yang keberadaannya adalah khodam keilmuan gaib kita, mahluk tersebut bisa juga terpanggil datang karena adanya doa / wiridan amalan kita. Seringkali itu terjadi pada orang-orang yang tekun dan khusyuk doanya mendekatkan diri kepada Tuhan, meminta rejeki atau kesaktian gaib, apalagi orang-orang yang kuat doanya karena kondisi yang terpaksa. Sesudahnya orang tersebut merasakan omongannya ampuh bertuah, kata-katanya manjur selalu terjadi, dan rejekinya bukan hanya membaik, tapi meningkat drastis dan berkelimpahan dan selalu ada keberuntungan. Kondisi yang seperti itu sebaiknya dicermati, apakah semua kesaktian, keberuntungan dan ampuhnya ilmunya itu berasal dari adanya sesosok khodam golongan hitam.

Kadangkala khodam ilmu golongan putih tidak mau menjalankan perintah / keinginan seseorang untuk melakukan perbuatan yang tidak baik atau perbuatan yang dianggapnya "berlebihan" (karena mahluk halus itu mempunyai kaidah kepantasan sendiri), sehingga orang tersebut merasa ilmu dan khodamnya itu tidak ampuh. Kebalikannya dengan khodam ilmu dari golongan hitam, mereka tidak peduli apakah tugas dan perbuatan mereka itu adalah jahat, baik atau tidak baik. Selama mereka bisa memuaskan tuannya, bisa melakukan semua perintah tuannya, menjadikan tuannya merasa ilmunya / khodamnya ampuh, tuannya bergantung pada keampuhan kerja mereka, maka mereka merasa keberadaan mereka bersama si manusia sangat dibutuhkan dan mereka akan terus menunjukkan kerja yang lebih.

Melebihi mahluk halus dari golongan putih, yang dari golongan hitam akan menunjukkan unjuk kerja yang lebih, lebih ampuh tuahnya, bahkan mereka akan tetap bekerja walaupun tidak diperintah. Banyak mahluk halus golongan hitam, dalam bentuk khodam ilmu / pendamping ataupun jimat seseorang, seringkali dengan sengaja menyesatkan manusia dengan menciptakan kejadian-kejadian yang menyebabkan manusia tuannya merasa ilmu / jimatnya atau khodamnya ampuh atau merasa hidupnya penuh keberuntungan, atau merasa doa-doanya selalu dikabulkan Tuhan. Bahkan ada di antara mereka yang sengaja mendatangkan uang tunai atau makanan atau benda-benda pusaka dan jimat secara gaib kepada tuannya, atau sengaja mengalirkan rejeki dari orang lain yang datang. Banyak juga yang dengan sengaja menciptakan "keberuntungan" dalam kejadian kecelakaan, tuannya itu selamat, tetapi orang lain yang bersamanya celaka. Itu adalah kejadian-kejadian yang kejadiannya sebenarnya disengaja (direkayasa) oleh khodamnya itu. Bahkan bila ada orang lain yang bersikap negatif atau mencemooh si manusia tuannya, banyak khodam golongan hitam yang mencelakakan atau membunuh orang tersebut, diluar sepengetahuan tuannya. Bahkan bila orang itu bertengkar dengan istri atau anaknya, kadangkala istri dan anaknya itupun bisa menjadi korban, karena khodamnya itu menganggap mereka sebagai manusia yang mengganggu / menyalahi tuannya itu.

Fenomena-fenomena di atas banyak terjadi pada orang-orang tertentu yang memiliki keilmuan tertentu, atau pada orang-orang tertentu yang mengamalkan suatu amalan gaib pribadi atau doa pribadi, sangat tekun berdoa memohonkan rejeki, apalagi dalam kondisi yang terpaksa, yang kemudian tanpa disadarinya perilakunya itu mengundang datang sesosok khodam pendamping dari golongan hitam. Bisa juga terjadi dari jasa spiritualis yang khodamnya golongan hitam. Pada orang-orang itu, khodam yang dari golongan hitam akan bekerja "lebih", sehingga terkesan ilmunya ampuh atau orangnya menjadi penuh dengan keberuntungan. Malahan tanpa diminta pun khodamnya akan bekerja untuk memenuhi kepentingan tuannya, apalagi kalau sengaja diperintahkan untuk itu. Kejadian-kejadian di atas jarang terjadi pada orang-orang yang berkhodam golongan putih, karena khodam-khodam golongan putih biasanya memiliki kaidah kepantasan sendiri atas perilaku dan perbuatannya.

Orang-orang yang memiliki khodam gaib dari golongan hitam, dalam bentuk benda-benda gaib maupun khodam ilmu dan khodam pendamping, biasanya orang-orang tersebut akan mendapatkan banyak "keberuntungan". Biasanya khodamnya bersifat multi fungsi, khodamnya akan melakukan apa saja untuk menyenangkan tuannya. Walaupun tidak diminta dan tidak dibacakan amalan gaibnya, khodamnya itu akan mendatangkan banyak keberuntungan kepada tuannya, menjadikan tuannya selalu beruntung, rejeki lancar mengalir, kaya raya, usahanya maju, karirnya tinggi, selalu mendapatkan apa yang diinginkannya, selalu selamat dalam kecelakaan dan marabahaya, menjadikan ilmu dan kata-kata tuannya ampuh (apalagi jika orangnya menjadi spiritualis, praktisi ilmu gaib atau tokoh agama), dan akan "menghukum" orang-orang yang tidak suka atau menyalahi tuannya.

Tanda-tanda di atas bisa dijadikan petunjuk untuk kita berwaspada. Sekalipun seseorang tidak memiliki keilmuan tertentu, tidak pernah belajar keilmuan gaib, tetapi ia akan dapat merasakan bahwa ada "sesuatu" yang ampuh yang selalu menjaga dan melindunginya dan memberinya keberuntungan.

Orang-orang yang sudah merasakan khodamnya "ampuh" seperti di atas biasanya akan syok atau marah bila khodamnya itu dikatakan golongan hitam, dan akan merasa berat dan tidak akan rela kalau harus melepaskan khodamnya atau benda gaibnya itu. Dengan demikian secara psikologis orang itu sudah masuk terjerumus ke dalam perangkap penyesatan khodamnya itu. Bahkan ada juga orang yang menganggap khodamnya itu sebagai "pemberian" Tuhan, karena khodamnya itu bersikap "baik", menjaga dan melindunginya dan selalu memberinya "berkah" dan keberuntungan, apalagi jika yang diamalkannya adalah doa / amalan bernuansa agama.


Bila mahluk halus merasa sudah membantu manusia, maka si manusia 'harus' memberikan 'sesuatu' sebagai upahnya (sesaji) karena mereka sudah 'bekerja'.  Bila tidak diberikan, maka si manusia akan mendapatkan beberapa 'teguran', yang bentuknya bisa berupa sakit-penyakit, naas, kesialan, atau pertengkaran keluarga. Tetapi tuntutan upah yang tidak diterima oleh bangsa jin golongan hitam, akibatnya bagi manusia lebih menyakitkan.

Teguran dan hukuman yang diterima manusia dari mahluk halus golongan hitam biasanya lebih berat dan lebih menyakitkan dibandingkan teguran yang diterima manusia dari mahluk halus golongan putih. Selain yang berupa sakit / penyakit, naas, kesialan, atau pertengkaran keluarga, pancaran energi negatif teguran mereka, selain mengganggu secara psikologis, juga bisa menyebabkan sel-sel tubuh manusia yang positif berubah menjadi bersifat negatif dan yang sudah menjadi negatif akan memakan yang positif dan merubahnya menjadi negatif juga (bisa mengakibatkan penyakit kanker / tumor, kanker otak, kanker rahim, kista rahim, kerusakan organ ginjal, liver, jantung, dsb). Banyak juga teguran mereka yang berupa kematian. Bila sosok gaib tersebut adalah khodam pendamping seseorang, hukuman itu seringkali tidak ditujukan kepada orang tersebut, tetapi kepada orang-orang terdekatnya, kepada anggota keluarganya yang lain, bisa orang tua, istri / suami, anak-anak dan anak di dalam kandungan. Mahluk halus golongan hitam tidak mengenal batasan kepantasan atas perbuatan-perbuatan mereka.

Ini adalah salah satu perbedaan sifat dasar mahluk halus dengan sifat dasar manusia. Manusia dapat berubah menjadi baik dan berbudi pekerti setelah mengenal agama dan Tuhan  (walaupun banyak juga manusia yang tekun beragama dan beribadah, tetapi perilakunya tidak menunjukkan budi pekerti dan akhlak yang baik).
Mahluk halus yang sudah "diagamakan", sifat dasarnya akan tetap sama seperti aslinya. Hanya saja selama manusia yang meng-agama-kan mereka masih hidup, mereka akan menunjukkan perilaku rajin beribadah. Tetapi ketika manusia itu sudah meninggal,
maka mereka telah terbebas dari kungkungan manusia tersebut. Terserah mereka apakah akan tetap menjadi baik ataukah kembali menjadi jahat (ada juga dari mereka yang menyerang balik dan menyiksa roh / arwah orang tersebut sesudah meninggalnya sebagai pembalasan dendam).

Bila kita menyebutkan adanya Tuhan yang "Gaib" yang menjadi penguasa atas seluruh kehidupan, termasuk berkuasa atas kehidupan mahluk halus, mereka tidak akan percaya, karena sebagai sesama mahluk gaib mereka akan mencari keberadaan Tuhan itu yang dikatakan juga bersifat gaib. Tetapi karena si manusia tidak dapat menunjukkan keberadaan Tuhan, sehingga mereka juga tidak dapat menemukan Tuhan, dan kekuasaan Tuhan juga tidak dirasakan dalam sehari-harinya mereka, maka mereka tidak akan percaya bahwa Tuhan benar ada, kecuali kita bisa menunjukkan keberadaan-Nya sehingga mereka bisa pergi mencari dan menemukanNya, kemudian percaya dan ikut menyembahNya. Dalam kondisi yang seperti itu agama bagi mahluk halus seringkali hanya menjadi simbol saja dan menjadi sesuatu yang bersifat pemaksaan (begitu juga sering terjadi di dunia manusia).

Beragama ataupun tidak, yang wataknya berkuasa dan menindas akan tetap memaksakan kekuasaannya dan menindas kepada yang lebih lemah. Yang suka berbuat jahat akan tetap berbuat jahat. Yang suka usil dan mengganggu akan tetap berbuat usil dan mengganggu. Tetapi pengertian keagamaan pada mahluk halus golongan putih akan dapat menambah kebijaksanaannya.

Mahluk halus dari golongan putih, diagamakan ataupun tidak, sifat dasarnya akan tetap sama, yaitu tidak berkecenderungan jahat. Pengenalannya pada agama dapat menambah kebijaksanaannya dan membuatnya semakin baik, sehingga dapat lebih mengenal budi pekerti dan kesusilaan.

Mahluk halus dari  golongan hitam  dan  abu abu , yang watak dasarnya berkecenderungan jahat, diagamakan ataupun tidak, sifat dasarnya akan selalu tetap, yaitu berkecenderungan jahat. Mereka tidak mengenal akhlak yang baik, karena dunia mahluk halus tidak sama dengan dunia manusia. Yang mereka lakukan hanyalah sebatas menjalankan tata laku ibadahnya saja sesuai yang diperintahkan kepada mereka tanpa ada perubahan pada budi pekerti mereka. Justru pengetahuan agama itu seolah-olah menjadikan mereka seperti memiliki "ilmu" baru, memiliki kekuatan baru, sehingga pada saat mereka ber-'ulah'  dan manusia ingin mengusir mereka, mereka tidak lagi mempan dibacakan ayat-ayat suci, tidak lagi merasa 'panas' mendengar suara adzan, malahan mereka dapat mengajari manusia bagaimana caranya membaca ayat-ayat suci, dan selain tetap menyesatkan, mereka juga mentertawakan manusia karena kebodohannya sendiri, karena telah mengajarkan mereka "ilmu".

Aturan dan hukum di dunia mahluk halus hanya ada di wilayah dan di lingkungan komunitas mahluk halus yang di dalamnya ada sosok penguasanya. Komunitas itu bisa berupa perkumpulan biasa saja, bisa juga kerajaan mahluk halus. Di luar itu kondisinya sama saja seperti di dunia manusia di tempat-tempat dimana tidak ada aturan yang mengikat, dan tidak ada orang yang menjadi penguasa dan menegakkan hukum. Yang perilakunya baik akan kelihatan baik, yang jelek akan kelihatan jelek. Dunianya penuh dengan kekerasan, sehingga orang-orangnya juga akan berkarakter keras dan tidak segan-segan untuk bertindak keras. Kekuatan (senjata dan kesaktian) akan menjadi sesuatu yang utama harus dimiliki.

Dunia dan kehidupan mahluk halus berbeda dengan dunia dan kehidupan manusia. Para mahluk halus, selain sukma manusia dan bangsa dewa, tidak mengenal budi pekerti dan akhlak yang baik seperti di dunia manusia. Kehidupan mereka sangat bergantung pada kekuatan dan kekuasaan. Mereka bebas berbuat apa saja, karena tidak ada hukum, penguasa dan penegak hukum yang harus mereka patuhi, kecuali hukum dan aturan yang ditetapkan oleh atasan mereka dan mahluk halus lain yang lebih berkuasa yang mereka harus tunduk. Berkelahi dan bertarung adu kekuatan dan menindas yang lemah adalah hal yang biasa bagi mereka. Karena itu yang lemah harus mengalah dan mengikut kepada yang kuat atau menyingkir supaya tidak menjadi korban.

Nyawa manusia tidak penting bagi mereka. Apapun perbuatan mereka dan akibatnya terhadap manusia, tidak penting bagi mereka. Semua akibat perbuatan mereka terhadap manusia berupa sakit / penyakit, keguguran kandungan, bayi meninggal di dalam kandungan, bayi lahir cacat, sakit jantung, buang-buang air, kanker otak, kanker rahim, gagal ginjal, gagal jantung, kecelakaan, bahkan kematian, tidak penting bagi mereka. Sama dengan kondisi bahwa manusia juga tidak menganggap penting nyawa seekor ayam, kambing, cicak, kucing, anjing, dsb, dan membunuhi hewan yang dianggap mengganggu seperti kecoa, tikus, ular, semut, nyamuk, dsb, adalah sesuatu yang biasa, bukan perbuatan jahat.

Ada manusia yang jahat atau suka iseng, menjepret cicak, mengikat burung, capung, menembaki burung, menyakiti kucing / anjing, dsb. Begitu juga halnya para mahluk halus, ada yang suka mengganggu, usil / jahil, menakut-nakuti, mencelakakan atau bahkan membunuh manusia.

Semakin jahat watak mahluk halus, keberadaannya akan menyesatkan dan semakin membahayakan manusia.
Semakin tinggi kekuatan mahluk halus, semakin fatal akibat perbuatannya bagi manusia. 

Manusia cenderung untuk tidak berhati-hati, karena manusia meremehkan pengaruh keberadaan mereka, atau menjauhi mereka karena dorongan agama, atau karena memaksakan rasionalisasi sikap berpikir manusia yang tidak mau menghubung-hubungkan semua kejadian di dunia manusia dengan keberadaan mahluk halus. Tetapi dengan berbuat begitu manusia sudah semakin tidak rasional. Menjadi semakin bodoh. Menjadi tidak tahu apa-apa dan tidak bisa berbuat apa-apa jika ada sesuatu yang berasal dari perbuatan mahluk halus.

Meskipun sekarang ini sudah jaman modern, bukan berarti kejadian supranatural dan para mahluk halus itu menghilang dengan sendirinya tidak ada lagi. Di negara-negara yang sudah modern pun selalu saja ada kejadian-kejadian supranatural atau sakit-penyakit yang sumber penyebab awalnya adalah interaksi / perbuatan mahluk halus, walaupun manusia tidak mengakuinya. Baik kita percaya ataupun tidak, mereka tetap ada, interaksi dan perbuatannya juga tetap ada, hanya interaksinya dengan manusia saja yang terasa berkurang.


Mahluk halus jahat dan penyesat selain yang dari jenis bangsa jin atau jenis halus lainnya, ada juga yang dari jenis sukma
manusia (arwah). Sebagian pengaruh buruk dari keberadaan mereka sudah dituliskan dalam tulisan berjudul Pengaruh Gaib thd Manusia.

Penggolongan mahluk halus dari sisi perwatakannya ini dapat dijadikan acuan untuk melakukan pembersihan gaib  (baca juga :  Pembersihan Gaib).

Jenis mahluk halus golongan hitam dan abu-abu dan yang berenergi negatif jika ada keberadaannya bersama manusia dalam bentuk khodam ilmu / pendamping, khodam jimat dan pusaka, atau tinggal di tempat tinggal manusia, keberadaannya dapat diusir dengan menggunakan minyak jafaron. (Baca : Pembersihan Gaib 2). 

Pembersihan gaib menggunakan minyak jafaron ini hanya efektif digunakan terhadap mahluk halus golongan hitam dan yang berenergi negatif saja dari jenis gaib selain yang berasal dari sukma manusia (arwah, pocong, siluman) jika ada di antara mereka yang dirasakan mengganggu.


Dituliskan di atas bahwa mahluk halus golongan hitam pasti akan menyulitkan dalam proses kematian.
Tapi apakah yang dari golongan putih pasti tidak akan menyulitkan dalam proses kematian ?

Yang namanya resiko selalu ada.
Memang tidak bisa dipastikan apakah yang dari golongan putih pasti tidak akan memberatkan kematian. Semuanya harus dilihat satu per satu sosok gaibnya untuk dinilai karakternya dan untuk dinilai apakah nantinya akan ada resiko yang negatif jika berhubungan dengannya.
Tapi secara garis besarnya, yang dari golongan hitam pasti akan memberatkan dalam proses kematian, bahkan dapat juga memberikan resiko lain baik selama si manusia masih hidup maupun sesudah meninggalnya.



  Mahluk Halus Khusus Untuk Diwaspadai Setan dan Iblis


Penekanan penggolongan putih dan hitam di atas ada pada pembedaan sifat perwatakan mahluk halusnya apakah dominan bersifat jahat / mencelakakan dan menyesatkan ataukah tidak.

Sekalipun banyak orang bisa melihat gaib
, sekaligus juga ahli dalam hal agama,
tetapi jarang sekali ada
orang yang mampu mengenal dan bisa membedakan karakteristik perwatakan mahluk halus apakah dari golongan putih ataukah hitam dan menilai pengaruh / akibat perbuatan mereka terhadap manusia. Tentang mahluk halus yang menyesatkan, yang mencelakakan, setan dan iblis, kebanyakan hanya menjadi cerita saja dalam dunia kerohanian / agama, tetapi tidak banyak orang yang mampu mengimplementasikan pengetahuannya tentang setan dan iblis dalam dunia nyata.

Cerita mengenai mahluk halus golongan putih dan hitam ini sebagian terkait dengan pandangan orang dalam beragama. Jika ada perbedaan pendapat mengenai yang golongan putih dan hitam ini sebaiknya dibuktikan sendiri kebenarannya, jangan hanya ngotot menonjolkan pendapat pada dalil dan dogma agama, karena seringkali yang terjadi secara nyata tidak semuanya tertulis di dalam kitab suci agama dan kitab suci agama juga tidak menuliskan semuanya itu.


Ada jenis mahluk halus yang disebut  iblis  yang ceritanya dalam kitab suci dulu sudah berhasil menyesatkan Adam dan Hawa, yaitu yang sosok aslinya seperti ular tanah berwarna hitam dengan panjang tubuh + 2 meter. Sosok halus ini beraura hitam dan kelicikannya luar biasa. Sekalipun kekuatan dan kesaktiannya rendah, biasanya hanya 1 - 5 kalinya kekuatan gaib mustika merah delima, tetapi ia tidak takut dengan lawan yang kekuatannya lebih tinggi, karena ia bisa menggerakkan teman-temannya yang juga beraura hitam dan berkesaktian tinggi untuk membantunya. Karena kekuatannya tidak cukup tinggi, maka kelicikannya adalah senjata utama yang diandalkannya. Waspadalah bila anda menemukan sosok gaib jenis ini.

Ada juga jenis mahluk halus yang sosok wujudnya seperti manusia. Badannya kekar bertelanjang dada. Badan dan wajahnya hitam / coklat kemerahan. Biasanya sosoknya tinggi besar di atas 2 m. Kesaktiannya ada yang tinggi, ada juga yang rendah. Jenis halus ini tubuh dan wajahnya seperti manusia, tetapi memiliki tanduk di kepalanya.

Ada yang bertanduk satu seperti tanduk badak, ada yang bertanduk dua seperti tanduk kambing / kerbau. Ada yang tanduknya pendek, ada yang panjang seperti tanduk kerbau aduan. Kekuatan gaibnya ada yang rendah seperti gondoruwo, ada juga yang menengah dari beberapa puluh kalinya kekuatan gaib mustika merah delima sampai beberapa ribu kalinya kekuatan gaib ibu ratu kidul. Semakin sering mereka membunuh / mencelakakan manusia, tanduknya akan tumbuh semakin besar dan panjang.

Yang bertanduk satu lebih sering mencelakakan / membunuh manusia.

Yang bertanduk dua, yang biasa tinggal di tempat-tempat angker dan yang biasa merasuk membuat kesurupan atau mencelakakan dan membunuh manusia biasanya kekuatannya rendah.

Tetapi yang bertanduk dua itu, yang biasa menyesatkan manusia, atau yang biasa memberi jasa pesugihan, biasanya kekuatannya kelas menengah dari beberapa puluh kalinya kekuatan gaib mustika merah delima sampai ribuan kalinya kekuatan gaib ibu ratu kidul.

Sosok wujud manusia dengan tanduk di kepalanya melambangkan sifat mahluk halus yang bisa berpikir seperti manusia tetapi jahat, suka membunuh dan mencelakakan, dan suka menyesatkan, tidak cukup licik jika dibandingkan dengan iblis ular hitam di atas, tetapi jenis bertanduk ini suka menyerang atau merasuki manusia, atau mencelakakan dan membunuh manusia. Menghindarlah segera bila bertemu dengan sosok gaib jenis ini, atau jika anda mengetahui ada keberadaannya di sekitar tempat tinggal anda atau bahkan menjadi khodam anda segeralah lakukan usaha pembersihan gaib.

Jenis-jenis iblis di atas, yang sosoknya seperti manusia, yang bertanduk maupun tidak, banyak yang menjadi khodam pendamping manusia, biasanya ia memposisikan dirinya di belakang si manusia atau di belakang agak ke kanan. 

Ada juga sosok-sosok gaib golongan hitam berwarna kemerahan seperti kelelawar bersayap. Jenis halus ini ada yang tubuhnya kecil seperti kelelawar, kekuatannya rendah, biasanya tidak sampai 5 md, ada juga yang besar seperti manusia, biasanya kekuatannya tidak sampai 1 KRK. Jenis ini berperilaku seperti setan yang memberikan bisikan-bisikan yang menyesatkan. Selain yang mengikuti di belakang kepala manusia, banyak juga setan jenis ini yang masuk ke dalam kepala manusia (ketempatan mahluk halus).

Ada juga jenis iblis berjubah dan berkerudung hitam. Di kalangan agamis jenis ini sering dikatakan sebagai malaikat pencabut nyawa. Kekuatannya hanya sekitar 20 md saja, mudah diusir dengan bantuan khodam pusaka dan khodam batu akik, atau ditangkal dengan pagaran positif.

Ada jin iblis yang tubuhnya seperti manusia berwarna hijau gelap agak mengkilap. Sosoknya tinggi besar, wajahnya seram hijau kehitaman, rambutnya hitam gimbal. Perutnya gendut. Ada yang memakai jubah ada juga yang tidak. Mungkin itu yang disebut buto ijo ya ?

Jika menjadi khodam seseorang jenis buto ijo ini biasanya memposisikan diri di belakang orangnya. Biasanya menjadi khodam santet / teluh, pesugihan dan kekayaan, mendatangkan uang gaib, dsb. Tumbalnya adalah manusia. Sering sekali mencabut nyawa orang, termasuk manusia majikannya dan anggota keluarganya atau saudara-saudaranya yang lain.

Sosok-sosok halus yang disebutkan di atas adalah sosok-sosok mahluk halus yang secara tampilan fisiknya dapat dengan mudah dibedakan dari mahluk halus lainnya, sehingga manusia yang menemukannya, yang bisa melihatnya, akan dapat dengan mudah melakukan pembedaan dan dapat segera melakukan tindakan yang diperlukan.

Selain mereka itu, masih ada banyak sosok halus lain golongan hitam seperti manusia, tetapi tidak bertanduk. Jenis-jenis itu banyak menjadi khodam manusia. Tampilannya biasa saja sama dengan mahluk halus yang lain. Contohnya adalah sosok bapak-bapak atau dhanyang ibu-ibu berkemben dan putri-putri cantik yang berasal dari tempat-tempat pesugihan / ngalap berkah dan makam-makam keramat. Untuk membedakannya hanya bisa dideteksi dari sifat-sifat energinya dan dari kejiwaannya apakah mereka tergolong sebagai berwatak jahat dan menyesatkan ataukah tidak. 

Selain mereka yang seperti manusia, masih ada banyak sosok halus lain golongan hitam yang sosoknya tidak seperti manusia, tetapi aura kejiwaannya hitam, dan kekuatannya banyak yang tinggi. Contohnya adalah yang seperti manusia tengkorak, naga tengkorak, drakula dan vampir, serigala dan harimau jadi-jadian. Mereka lebih sering membunuh manusia.

Ada juga jin iblis yang sosok wujudnya seperti manusia, tetapi aura kejiwaannya hitam (sangat hitam). Contohnya adalah jin laki-laki yang wajahnya tampan rupawan atau jin perempuan yang cantik dan anggun. Kulit tubuh dan wajah mereka halus dan bersih, pakaiannya bagus, dan juga berwibawa, mirip seperti pangeran dan putri raja.

Mereka itu yang sering disebut Pangeran Kegelapan dan Ratu Kegelapan. Penampilan dan perwujudan mereka cantik dan ganteng seperti pangeran dan putri. Sikap perilaku dan kata-katanya manis, tetapi wataknya jahat dan licik (sangat jahat dan sangat licik). Aura kejiwaannya hitam (sangat hitam) dan kelicikannya luar biasa, sangat senang menyesatkan manusia dengan menampilkan perwujudannya yang bagus dan tutur kata yang manis seolah-olah mereka adalah mahluk utusan Tuhan, tapi juga tidak segan-segan membunuh manusia jika orang itu membuatnya kesal.

Diperlukan ketajaman insting, kemampuan deteksi dan spiritualitas yang lebih untuk bisa mengetahui dan untuk bisa mendeteksi sifat jahatnya itu. Sudah banyak orang yang tertipu yang menganggap mereka adalah mahluk illahi seperti malaikat, bahkan banyak orang sengaja memanggilnya untuk dijadikan khodamnya atau untuk meminta berkah.

Selain yang sudah disebutkan di atas ada sosok-sosok lain yang beraura kejiwaan hitam (sangat hitam), tetapi kekuatannya sangat tinggi, bisa sampai 30.000 kali lipat kesaktiannya Ibu Ratu Kidul (30.000 KRK). Ini adalah jenis jin iblis yang kekuatan gaibnya paling tinggi, sama kekuatannya dengan bangsa jin tersakti di bumi. Kebanyakan sosok wujudnya seperti manusia laki-laki bertubuh tinggi besar kekar bertelanjang dada dengan tinggi tubuh rata-rata 30 meter, tidak bertanduk. Wajah dan matanya gelap / hitam. Jarang sekali ada manusia, bahkan mahluk halus, yang mampu melihat dan mengetahui keberadaan mereka, kecuali mereka yang mengerti kegaiban dan berkekuatan / berspiritualitas tinggi. Jenis ini tidak banyak bergerak dan jarang sekali berpindah tempat, tetapi pancaran aura hitam kejiwaan mereka yang licik, jahat dan menyesatkan manusia mencakup area yang luas bisa sampai radius ratusan kilometer jauhnya.


Jika dinilai secara kepangkatan, sosok ular hitam di atas berpangkat setingkat menteri. Sekalipun kekuatan gaibnya rendah, tetapi dihormati dan mempunyai kekuasaan untuk menggerakkan mahluk halus golongan hitam lainnya. Sedangkan sosok-sosok bertanduk di atas berpangkat setingkat prajurit sampai perwira
, dan biasa menjadi "pelaksana tugas lapangan". Ada yang kesaktiannya rendah, ada juga yang kesaktiannya tinggi. Yang disebut pangeran dan ratu kegelapan di atas adalah raja dan ratu yang dihormati dan mempunyai kekuasaan untuk menggerakkan mahluk halus golongan hitam lainnya. Jenis terakhir di atas yang seperti manusia laki-laki kekar bertelanjang dada 30m adalah mahluk halus golongan hitam yang kekuatannya paling tinggi, yang menjadi raja-raja dan jenderal lapangan, yang menjadi penguasa-penguasa tertinggi di lingkungan mahluk halus golongan hitam. Semua mahluk halus golongan hitam tunduk kepada mereka.

Secara keseluruhan sosok-sosok mahluk halus di atas adalah yang sering kita sebut sebagai setan dan iblis (dan sejatinya adalah iblis), yang sifat perbuatannya, tujuan keberadaannya dan pancaran aura kejiwaannya sengaja menyesatkan manusia atau mencelakakan. Pancaran aura hitam kejiwaan mereka akan mempengaruhi manusia, bahkan juga mempengaruhi mahluk halus lain untuk ikut juga menjadi golongan hitam, sehingga manusia dan mahluk halus yang tidak eling lan waspada, yang tidak menjaga kebersihan dan kelurusan hatinya, tidak menjaga pikiran dan batinnya, yang tinggi ke-aku-an dan kesombongannya dan yang mempunyai kecenderungan menyimpang dari budi pekerti dan kesusilaan, akan mudah sekali menjadi terpengaruh (tapi tidak menyadari bahwa mereka sudah berhasil dipengaruhi menjadi jahat dan sesat).

Sekalipun keberadaan mereka tidak tampak mata awam manusia, tetapi orang-orang yang berdekatan / diikuti oleh mahluk-mahluk halus hitam jahat itu akan merasakan rasa yang  tidak nyaman, dada berdebar-debar dan selalu merasa was-was, karena sukmanya mendeteksi adanya potensi jahat mereka yang bisa membunuh / mencelakakan.

Mahluk-mahluk halus golongan hitam yang diceritakan sebelumnya di atas, sekalipun bentuk tubuh dan sosok wujudnya biasa saja sama seperti mahluk halus lainnya, tetapi sifat perwatakannya jahat dan cenderung menyesatkan manusia. Secara umum karena sifat wataknya yang jahat itu mereka digolongkan sebagai golongan hitam dan adalah kaki tangan / simpatisan dari yang disebut iblis. Sekalipun kita tidak bisa melihat gaib, atau bisa melihat gaib tapi tidak bisa membedakan mereka, dengan cara peka rasa kita bisa merasakan hawa energi mereka yang mengandung hawa jahat, penuh kebencian dan kelicikan (tipu muslihat jahat) dan dengan pancaran hawa aura energinya itu mereka memancarkan / menyebarkan sifat-sifat kelicikan, kemunafikan, rasa kebencian dan permusuhan yang mempengaruhi psikologis mahluk halus dan manusia untuk juga berhati penuh kelicikan, kemunafikan, kebencian dan permusuhan. Sebaiknya kita berwaspada, mereka ada dimana-mana, mungkin juga ada di dekat kita, atau bahkan menjadi khodam kita, jangan sampai kita terpengaruh penyesatan mereka.

Mahluk halus iblis dan golongan hitam dan abu-abu jika ada keberadaannya bersama anda dalam bentuk khodam ilmu / pendamping, khodam jimat dan pusaka, atau tinggal di tempat tinggal anda atau di sekitarnya, sebaiknya keberadaannya diusir saja, lakukan saja dengan cara yang mudah, yaitu menggunakan minyak jafaron (baca : Pembersihan Gaib 2). 


______



Sesaji khodam golongan hitam dan jenis jin iblis.

Uraian mengenai mahluk halus dan khodam dari jenis golongan hitam dan jin iblis sudah Penulis tuliskan di halaman berjudul  Penggolongan Mahluk Halus dan Setan-Iblis dan Roh Penyesat. Silakan dibaca-baca lebih dulu untuk membuka pengertiannya.

Ada mahluk-mahluk halus yang aslinya memang dari jenis iblis. Ada banyak bentuk sosok wujudnya. Yang paling mudah dikenali adalah yang wujudnya mirip manusia, tetapi bertanduk di kepalanya. Ada yang bertanduk satu, tetapi lebih banyak yang bertanduk dua seperti tanduk kerbau. Jin-jin iblis ini selain mempunyai markas sendiri biasanya juga tinggal di tempat-tempat pesugihan / ngalap berkah dan di makam-makam keramat yang banyak diziarahi orang yang berdoa meminta berkah.

Selain itu ada banyak mahluk halus yang aslinya bukan golongan hitam, tetapi terpaksa akhirnya ikut menjadi golongan hitam karena terintimidasi oleh mahluk halus golongan hitam atasannya yang lebih sakti dari mereka. Umumnya mereka adalah dhanyang-dhanyang di tempat-tempat pesugihan / ngalap berkah dan di makam-makam keramat yang banyak diziarahi orang yang berdoa meminta berkah. Orang-orang yang datang ke tempat-tempat itu biasanya kemudian diikuti / berkhodam jin iblis atau dhanyang golongan hitam.

Di bawah ini Penulis tuliskan jenis-jenis sesaji yang biasanya disukai / diminta oleh jenis golongan hitam dan jin iblis untuk tujuan menambah kehati-hatian kita seandainya saja ada permintaan sesaji yang seperti itu. Walaupun belum bisa dipastikan bahwa permintaan sesaji yang seperti itu adalah karena khodamnya dari jenis golongan hitam, karena harus diperiksa dulu khodamnya yang bekerja, tetapi itu cukup untuk menambah bahan kehati-hatian kita (bisa juga dicaritahu dengan cara ditayuh, baca : Ilmu Tayuh Keris).

Seperti sudah dituliskan di atas, walaupun belum bisa dipastikan bahwa sesaji yang seperti itu adalah karena khodamnya dari jenis golongan hitam, karena harus diperiksa dulu khodamnya, tetapi banyak orang pinter / spiritualis yang selalu menggunakan sesaji seperti itu khodamnya adalah golongan hitam. Bila ada orang pinter / spiritualis yang meminta sesaji seperti itu sebaiknya ditolak saja.

Dan untuk kebaikan anda sendiri bila anda tahu ada orang pinter / spiritualis yang selalu menggunakan sesaji seperti itu sebaiknya jangan anda datangi, walaupun hanya untuk tujuan berkunjung / main saja, supaya jangan kemudian anda diikuti khodam yang golongan hitam. Dan jangan anda sendiri yang sengaja minta diberikan / ditransfer khodam. Juga supaya khodam pendamping dan khodam jimat / akik anda tidak pergi menghilang, karena khodam anda yang dari golongan putih tidak mau berdekatan dengan yang golongan hitam.

Khodam ilmu dan pendamping dari jenis jin iblis dan golongan hitam dalam praktek ilmunya biasanya meminta jenis-jenis sesaji minyak arab seperti minyak misik hitam, menyan arab, minyak madat dan candu arab.

Selain itu ada juga yang meminta sesaji hewan seperti :
- Ayam warna putih (melambangkan manusia perempuan).
- Ayam warna hitam (melambangkan manusia laki-laki).
- Ayam warna lurik (melambangkan manusia bisa laki-laki bisa juga perempuan).
- Ayam cemani.
- Kambing sepasang (melambangkan sepasang manusia suami istri).
- Kambing kendit.
Banyak sesaji-sesaji hewan seperti itu melambangkan bahwa nantinya akan ada orang laki-laki atau perempuan atau ada anak-anak yang akan menjadi tumbal, tetapi belum bisa dipastikan siapa calon korbannya apakah orang itu yang meminta jasa si spiritualis dan anggota keluarganya, ataukah orang lain yang akan menjadi korbannya.


Ada juga khodam jin iblis yang tidak meminta sesaji. Biasanya orang yang diikutinya adalah seorang agamis atau seorang spiritualis agamis. Khodamnya itu lebih berperan sebagai penyesat, menyesatkan orangnya dan menyesatkan orang-orang di sekitarnya. Walaupun tidak memakai sesaji tetapi ilmu orangnya tetap ampuh dan orangnya memiliki banyak pengikut.

Ada juga khodam jin iblis yang datang kepada seseorang yang kuat doanya karena kondisi yang terpaksa (selalu hidup dalam kemiskinan, ingin kaya, usaha ekonomi / rejeki memburuk, dililit hutang, dsb). Biasanya tidak meminta sesaji. Biasanya orang-orang yang diikutinya itu adalah seorang agamis yang rajin beribadah. Khodamnya itu lebih berperan sebagai penyesat. Walaupun tidak memakai sesaji tetapi kerjanya tetap ampuh. Orangnya akan mengalami sendiri jalan rejekinya naik drastis lebih daripada yang pernah ia bayangkan. Dengan kondisi begitu ia sudah masuk dalam kategori pesugihan.

Jin dan dhanyang golongan hitam dan jin iblis yang berasal dari tempat-tempat pesugihan / ngalap berkah dan makam-makam keramat yang banyak diziarahi orang yang berdoa meminta berkah (memuja arwah) yang biasanya mengikut kepada orang-orang yang datang ke tempat-tempat itu biasanya tidak meminta sesaji khusus, tetapi biasanya akan ada tarikan rasa pada orangnya untuk kembali datang ke tempat-tempat asal khodamnya itu. Biasanya ada tarikan rasa untuk orangnya datang kembali kesana setahun sekali. Ini juga menjadi bahan kehati-hatian jika kita mengalami sendiri ada tarikan rasa untuk kembali kesana, jangan-jangan kita sudah diikuti / berkhodam jin iblis / gplongan hitam. Bila orangnya tidak datang kembali kesana biasanya ada saja kesialan / naas / musibah yang dialami oleh orang itu atau anggota keluarganya.

Penulis menganjurkan sebaiknya jangan kita menggunakan minyak kasturi, minyak fanbo atau minyak duyung, karena minyak-minyak itu disukai oleh jin dan dhanyang golongan hitam dan jin iblis dan dapat mengundang datangnya mahluk-mahluk halus jenis itu. Jangan sampai khodam benda-benda gaib anda atau khodam ilmu / pendamping anda kemudian berganti dengan yang golongan hitam.

Cerita dan tanda-tanda yang disebutkan di atas sebaiknya menjadi bahan kehati-hatian kita seandainya kita sendiri mengalaminya. Walaupun belum bisa dipastikan bahwa kita yang mengalami begitu berarti kita diikuti / berkhodam jin iblis atau golongan hitam, karena harus diperiksa dulu benar-tidaknya kita diikuti mahluk itu, tetapi itu bisa menjadi bahan untuk kehati-hatian kita.

Mahluk halus dan khodam golongan hitam dan iblis pasti akan menolak bila diberikan sesaji minyak jafaron merah (baca : Pembersihan Gaib 2). 


______



  Sukma / Arwah Manusia Jahat


Sosok-sosok halus yang sudah disebutkan sebelumnya di atas, yang sifatnya jahat atau beresiko merugikan, atau yang sering masuk merasuk ke dalam tubuh manusia, adalah dari jenis bangsa jin, dhanyang, dedemit atau jenis mahluk halus lainnya.

Selain yang sudah disebutkan di atas ada juga mahluk halus jahat dan penyesat dari jenis sukma manusia (arwah). Jenis sukma manusia ini lebih sulit untuk digolongkan secara pasti sebagai hitam atau putih seperti jenis mahluk halus lainnya, apalagi oleh orang awam, karena sukma manusia bisa menipu dan bisa dengan akalnya  merubah-ubah sikap dan perilakunya, sama seperti manusia yang masih hidup. 

Selain yang bebas bergentayangan, yang harus diwaspadai adalah juga mahluk halus sukma / arwah manusia yang kerap tinggal di dalam benda-benda gaib atau benda-benda antik / kuno dan jenis sukma / arwah yang tinggal bersemayam di dalam tubuh manusia, di dalam badan atau di dalam kepala manusia yang masih hidup (ketempatan mahluk halus).

Ada banyak mahluk halus sukma manusia (arwah) yang tinggal di dalam benda-benda tertentu, seperti keris, batu akik, benda-benda antik / kuno, dsb. Tujuan keberadaan mereka di dalam benda-benda itu adalah karena mereka membutuhkan tempat tinggal, menjadikan benda-benda itu sebagai rumah mereka yang baru, bukan untuk menjadi khodam yang memberikan tuah bagi manusia pemilik benda-benda itu. Seandainya ada benda-benda berkhodam jenis sukma itu yang menjadi milik kita, maka sebaiknya kita sangat berhati-hati dalam memilikinya, jangan sampai kita melakukan kesalahan yang bisa menyebabkan sosok sukma di dalam benda-benda itu marah dan "menegur" atau "menghukum" kita.

Selain itu ada banyak sukma manusia yang dulunya semasa hidupnya tidak berbudi baik dan dari golongan yang jahat sekarang masuk bersemayam di dalam tubuh manusia yang masih hidup, menjadikan tubuh manusia yang masih hidup sebagai rumah mereka yang baru, dan mereka juga mempengaruhi si manusia yang tubuhnya ditempatinya itu untuk berpikir, berbuat, berperilaku dan berkepribadian sama seperti yang mereka inginkan, sesuatu yang umumnya tidak dilakukan oleh sukma orang-orang yang berbudi pekerti baik.

Mereka yang kekuatannya tinggi banyak yang masuk bersemayam di dalam badan manusia yang masih hidup. Mereka dengan sengaja menjadikan orangnya "merasa" bisa melihat gaib, peka rasa dan "merasa" mengerti kegaiban, merasa tubuhnya kuat dan mengandung kegaiban / "berkaromah" dan kata-katanya manjur selalu terjadi (atau malah menjadi sakit-sakitan karena tubuhnya tidak tahan kebebanan energi mereka), tetapi banyak penglihatan gaib orangnya yang fiktif / palsu, hanya ilusi dan halusinasi, yang itu adalah bentuk penyesatan mereka kepada si manusia, yang manusia itu dijadikannya sarana mereka menunjukkan kegaiban dari kesaktian mereka.

Mereka yang kekuatannya rendah, tidak lebih dari 2 md saja, kebanyakan dulunya adalah pelaku jahat ilmu gaib dan perdukunan, selanjutnya banyak bersemayam di dalam kepala manusia yang masih hidup. Sekalipun keberadaan mereka itu juga sudah dengan sengaja menjadikan orangnya "merasa" bisa melihat gaib dan "merasa" mengerti kegaiban, tetapi banyak penglihatan gaibnya yang fiktif / palsu, ilusi dan halusinasi, yang itu adalah bentuk penyesatan mereka kepada si manusia, yang manusia itu dijadikannya sarana mereka bermain ilmu gaib kembali.

Yang bersemayam di dalam tubuh manusia, di dalam kepala atau di dalam badannya, bisa menjadi khodam bagi orangnya, menjadikan orangnya bisa melihat gaib, merasa mengerti kegaiban, walaupun banyak penglihatan gaibnya yang fiktif, ilusi dan halusinasi. Tetapi jika tubuh orangnya tidak mampu menanggung beban energi keberadaan mereka orang itu bisa sering pusing / pening kepalanya atau menjadi sakit-sakitan karena tubuhnya tidak tahan kebebanan energi mereka, bisa rusak berat organ-organ tubuh dalamnya dan bisa memicu munculnya tumor dan kanker dan kerusakan organ. Dan keberadaan mereka di dalam tubuh manusia, yang di dalam badan, pasti akan menyulitkan proses kematian orangnya. Baca juga : Pengaruh Gaib Thd Manusia.

Mereka yang tinggal bersemayam di dalam kepala atau di dalam badan manusia yang masih hidup itu umumnya bersifat menyesatkan, menjadikan orangnya merasa dirinya istimewa dan percaya diri karena memiliki kegaiban, berkaromah, atau merasa berilmu gaib, menjadikan orangnya semakin memuliakan dirinya sendiri. Walaupun orangnya tekun beragama, agamis, merasa beriman, dan mulutnya selalu menyuarakan nama Tuhan, tetapi hatinya akan semakin jauh dari Tuhan, karena akan didorong oleh rasa keinginan dan hasrat memegahkan dirinya sendiri, dan jika mempunyai pengikut, mereka akan menjadikan orang-orang pengikutnya memuliakan diri mereka, bukan memuliakan Tuhan, bahkan menjadikan perhatian orang-orang terpusat kepada mereka, bukan kepada Tuhan.

Sebagian lagi hidup sendiri, sering berpindah-pindah tempat, akan mendatangi manusia yang sering berkhayal / berimajinasi, atau yang sering berkhayal / mengawang-awang tentang Tuhan, menyesatkannya.. Atau mereka akan mendatangi orang-orang yang agamis, yang keakuannya tinggi. Orangnya akan disesatkan, akan dibuat semakin buta hatinya karena agama. Orangnya akan semakin meninggikan dirinya sendiri, memuliakan dirinya sendiri sebagai mahluk agama dan mahluk Tuhan yang mulia. Tetapi hati mereka akan sangat dipengaruhi menjadi jahat (sangat jahat) dan suka mengumbar rasa jahat, kebencian dan permusuhan. Bahkan mereka akan menghalalkan penganiayaan dan pembunuhan selama itu sejalan dengan ego ambisi keagamaan mereka. Hatinya buta karena agama, lupa budi pekerti dan kasih.

Sebagian lagi dari mereka hidup berkomunitas. Kebanyakan menghuni tempat-tempat angker dan wingit yang sewaktu-waktu bersama penghuni gaib lainnya disitu bisa membuat manusia tewas / celaka. Atau mereka menghuni makam-makam keramat dan tempat-tempat pesugihan dan ngalap berkah dan dengan kesaktiannya mereka memaksa mahluk halus dhanyang setempat untuk tunduk kepada mereka, mereka paksa melayani keinginan orang-orang yang datang kesitu, menjadikan mereka dhanyang-dhanyang golongan hitam. Dengan cara itu mereka secara langsung menyesatkan manusia yang datang kesitu dan sering membawa sukma / arwah manusia yang sudah meninggal maupun yang masih hidup (dicabut nyawanya) ke tempat kediaman mereka untuk diperbudak (dijadikan tumbal).

Baik yang hidup sendiri maupun yang berkomunitas, banyak dari mereka yang mendorong orang menjadi sok kuasa, yang dalam kekuasaannya itu orang menjadi diktator yang tak punya rasa kasih, bertindak sewenang-wenang merasa benar sendiri, menonjolkan kesombongan kekuasaan, bahkan menunggangi agama untuk mempertuhankan dirinya sendiri.

Sebenarnya kasus-kasus penyesatan seperti itu sudah juga terjadi di seluruh dunia yang umumnya kasusnya jauh lebih parah daripada di Jawa, karena umumnya kasus-kasusnya berhubungan langsung dengan agama, sudah memunculkan nabi-nabi palsu dan orang-orang sesat yang dipuja dan dimuliakan orang dan sejak dulu sampai sekarang sudah menciptakan banyak sekali pengikut yang berhasil dipengaruhi dan disesatkan, didorong memuliakan agama tetapi hatinya dijauhkan dari Tuhan, sangat agamis tapi tak punya rasa ketuhanan, didorong memuja / mempertuhankan dirinya sendiri dan menyuarakan kebencian dan permusuhan, bahkan sekiranya mungkin orang akan dijadikannya binatang agama yang tak punya hati nurani dan tak punya rasa ketuhanan yang akan melakukan apa saja termasuk membunuhi manusia lain demi agama. Umumnya pelaku penyesatnya adalah bangsa jin iblis. Sedangkan mahluk halus golongan hitam dan sukma-sukma jahat lainnya mendorong manusia menjadi penyembah berhala, menjadi pe-ngalap berkah, menjadi pemuja arwah dan mendorong manusia memuja / mempertuhankan dirinya sendiri.

Sedangkan di Jawa kasus penyesatannya kebanyakan bersifat personal, individu. Tetapi yang bersifat personal / individu itu menjadi fatal akibatnya jika orangnya adalah seorang pemimpin, tokoh masyarakat, tokoh agama atau orang-orang berpengaruh lainnya, karena mereka akan dipengaruhi menjadi berhati jahat dan akan juga menyebarkan rasa jahat, kebencian dan permusuhan. Pengaruh penyesatan pada satu orang saja dari antara mereka akan juga mempengaruhi banyak orang lain pengikut dan pendukung mereka.


Sukma manusia yang seringkali masuk merasuk dan bersemayam di tubuh manusia biasanya adalah sukma (arwah) dari orang-orang yang dulu memiliki keilmuan gaib / kesaktian, sebagiannya dulu hidup sebagai tokoh-tokoh sakti dunia kejahatan dan berilmu tinggi. Mereka biasanya berwatak keras dan menonjolkan kesaktian dan kegagahan, cenderung menonjolkan kesombongan dan mengandalkan kesaktiannya untuk memaksakan kehendaknya (juga sampai sekarang sesudah mereka menjadi roh / sukma / arwah).

Sosok halus sukma / arwah yang kekuatannya rendah (1 - 2 md), biasanya akan bersemayam di bagian dalam kepala manusia, tetapi yang kekuatannya lebih tinggi biasanya akan bersemayam di dalam badan manusia.

Ketika sesosok sukma (arwah) bersemayam di dalam kepala seseorang, biasanya sosok sukma tersebut akan aktif memberikan bisikan gaib, penglihatan gaib, dsb, akan menjadikan si manusia memiliki kemampuan melihat gaib, atau bisa mengetahui sesuatu yang gaib, bahkan ada yang bisa meramal. Tetapi keberadaan sosok sukma tersebut bisa juga mengacaukan alam pikiran si manusia, memenuhi pikiran si manusia dengan halusinasi dan penglihatan gaib fiktif yang tidak sesuai dengan kondisi dan arti kejadian gaib yang sesungguhnya, banyak juga yang membisikkan kata-kata jahat (fitnah) tentang orang lain, sehingga orangnya juga akan menjadi selalu berpikiran jahat / jelek kepada orang lain.

Jika ada sesosok sukma (arwah) bersemayam di badan seorang manusia (yang masih hidup), biasanya sehari-harinya si manusia tersebut juga akan merasakan adanya ide-ide atau bisikan gaib / ilham dan kadang juga menerima penglihatan gaib yang berasal dari sosok halus di dalam tubuhnya itu. Biasanya si manusia akan merasa memiliki kepekaan batin, merasa mengerti hal-hal gaib. Tetapi seringkali semua bisikan gaib itu bersifat menyesatkan walaupun halus tidak terasa, banyak juga yang membisikkan kata-kata jahat tentang orang lain. Kadangkala juga si manusia akan merasakan adanya dorongan emosi / amarah yang tidak jelas penyebabnya. Di sisi lain sosok sukma arwah tersebut bisa menjadi khodam kekuatan bagi si manusia ketika si manusia sedang berkelahi dan akan membantu memberikan inspirasi jika si manusia menjalani laku keilmuan kegaiban maupun kanuragan.

Baik sosok sukma / arwah itu tinggal di dalam kepala maupun di dalam badan manusia yang masih hidup biasanya keberadaannya akan membantu si manusia peka rasa, mengerti dan bisa mendeteksi kegaiban, bahkan banyak yang menjadikan orangnya memiliki kemampuan gaib tertentu tanpa sebelumnya pernah mempelajarinya. Tetapi banyak penglihatan gaib si manusia yang sifatnya halusinasi / ilusi, tidak sungguh-sungguh terjadi. Sekalipun benar terjadi, tetapi arti kegaiban yang ditangkap oleh si manusia seringkali bukanlah arti kejadian gaib yang sesungguhnya (tipuan). Yang paling buruk adalah jika si sosok sukma itu berwatak sedemikian jahatnya sehingga ia benar-benar menyesatkan jalan pikiran orangnya, menjadi setan dan iblis bagi si manusia, yang mempengaruhi si manusia untuk juga berhati jahat dan berperangai buruk (akibatnya fatal jika orangnya adalah seorang tokoh pemimpin, tokoh masyarakat atau tokoh agama yang akan dipengaruhi menjadi berhati jahat dan menyebarkan kebencian dan permusuhan).

Bisa dipastikan bahwa mereka bukanlah sukma leluhur si manusia, kecuali sukma leluhur yang berwatak jelek, karena sukma leluhur yang berwatak baik biasanya akan menempatkan dirinya sebagai sosok pendamping, pengayom dan pelindung, bukannya masuk merasuk dan bersemayam di dalam tubuh manusia keturunannya.

Ada juga kasus-kasus yang sesosok halus sukma yang masuk bersemayam di dalam tubuh manusia memiliki musuh di alam gaib, sehingga ia akan sering bertarung. Pada kasus itu sering sekali si sukma itu menarik masuk mahluk halus lain di bawah kekuatannya untuk dijadikan tamengnya, bisa jenis ular gaib, bisa bangsa jin berbulu hitam, banyak juga yang sampai menarik masuk jenis jin iblis bertanduk dua. Keberadaan mereka itu dan beban energi mereka akan semakin memperparah gangguan gaib pada orangnya, pada psikologisnya dan pada fisiknya.


Manusia yang di tubuhnya ketempatan mahluk halus jenis sukma cepat atau lambat biasanya akan mengalami gangguan kesehatan, menjadikan banyak peradangan saraf di dalam kepala atau di dalam badannya, dari yang kadarnya ringan sampai yang mengakibatkan rusak beratnya organ-organ di dalam kepalanya atau organ-organ di dalam badannya, terutama jika orangnya kurang olah raga atau usianya sudah beranjak tua.

Keberadaan jenis sukma / arwah di tubuh manusia yang masih hidup selain dapat mendatangkan sakit-penyakit dari yang kadarnya
ringan sampai yang berat, juga akan menyulitkan dalam proses kematiannya, walaupun orangnya sudah sekarat / kritis / koma.

Gangguan gaib yang asalnya dari jenis sukma / arwah yang bersemayam di dalam tubuh manusia yang masih hidup adalah jenis gangguan gaib yang paling sulit ditangkal. Yang bersemayam di dalam kepala biasanya kekuatannya rendah, tidak lebih dari 2 md saja, kalau lebih kuat biasanya akan bersemayam di dalam badan.

Jenis sukma manusia biasanya energinya halus sekali, sulit dideteksi dan sulit dirasakan keberadaannya, dan penampakannya juga halus sekali sehingga sulit dilihat keberadaannya, ditambah lagi ada banyak sukma pelakunya yang berkesaktian tinggi yang kesaktiannya bisa sampai ribuan kali lipat kesaktiannya ibu ratu kidul, jauh di atas kekuatan bangsa jin terkuat di bumi, apalagi dibandingkan khodam ilmu yang umum, dan untuk mengusirnya hanya dapat dilakukan dengan menggunakan kekuatan gaib (tenaga dalam, kekuatan kebatinan / spiritual, atau khodam) yang lebih tinggi saja kekuatannya.

Secara umum keberadaan sesosok gaib, apapun jenis dan wujudnya, yang bersemayam tinggal di dalam tubuh manusia (di dalam kepala atau badannya) adalah kegaiban tingkat tinggi, sehingga jarang ada orang, sekalipun orang itu berilmu tinggi dan spiritualis kawakan, yang bisa dengan benar mendeteksi keberadaannya, apalagi untuk menangkalnya, apalagi yang baru sekedar bisa melihat gaib. Malah kebanyakan orang yang berusaha mendeteksi / melihat keberadaan sosok halus itu akan dikelabui dan disesatkan pengertiannya, sehingga ia akan mengatakan bahwa orang yang ketempatan mahluk halus itu memiliki khodam pendamping penjaga, berwujud harimau atau prajurit, seringkali malah dikatakannya bahwa itu adalah khodam leluhurnya.

Bersemayamnya sesosok sukma jahat di dalam tubuh atau di dalam kepala seseorang sulit sekali untuk diketahui, termasuk oleh orang-orang yang tajam penglihatan gaibnya dan yang sudah bertahun-tahun berpraktek sebagai paranormal dan spiritualis supranatural, karena selain sukma tersebut halus sekali energi dan penampakannya, menyamarkan keberadaan dirinya dengan suatu energi (ilmu halimunan), juga ada yang keberadaannya tertutupi oleh mahluk-mahluk halus lain yang sengaja ditariknya untuk menutupi dirinya. Apalagi jika sukma tersebut berkekuatan tinggi yang bahkan mampu menarik mahluk halus jin iblis bertanduk dua untuk menutupi dirinya. Hanya orang-orang yang sangat tinggi tingkat kepekaan / ketajaman kebatinan - spiritualnya saja yang mampu mendeteksinya.

Tapi sekarang dari uraian pola perilaku dan fenomena yang sudah diceritakan di atas, tentang kemampuan seseorang melihat gaib tanpa sebelumnya pernah belajar peka rasa, kita mendapatkan bahan untuk berwaspada terhadap kemungkinan adanya keberadaan sukma jahat tersebut, atau jenis mahluk halus lainnya, di dalam tubuh kita (atau itu menunjukkan bahwa diri kita berkhodam). Walaupun indikasi-indikasi kejadian seperti disebut di atas belum tentu pasti menunjukkan adanya sesosok halus di dalam tubuh manusia, karena harus diperiksa satu per satu kejadiannya, tetapi seharusnya itu menjadi bahan untuk kita berwaspada.


Sifat-sifat energi
mahluk halus akan mengikuti perwatakannya. Sifat energi mahluk halus golongan putih akan berbeda dengan yang dari golongan hitam. Dengan kepekaan rasa orang akan bisa membedakan kehadiran sesosok halus dari rasa energinya apakah sosok halus itu dari golongan putih ataukah dari golongan hitam. Dan dengan kepekaan rasa juga orang akan bisa membedakan energi sesosok gaib apakah bersifat positif ataukah negatif.

Semua mahluk halus, selain jenis sukma manusia, fisiknya adalah berupa energi sehingga perbuatan dan pergerakannya bisa dihalangi atau ditangkal dengan pagaran energi yang lebih kuat.

Mahluk halus golongan hitam dan yang berenergi negatif, karena fisiknya berupa energi maka pergerakannya akan bisa dihalangi atau ditangkal selain dengan pagaran energi yang lebih kuat, juga dengan pagaran gaib yang padat berisi energi positif yang berlawanan sifatnya dengan energi sosok gaib yang negatif / hitam. Karena itu jika kita membuat pagaran energi, usahakan selain membuat dindingnya keras, ada energi penolakannya, juga dibuat di dalamnya padat dengan energi positif, sehingga jika ada sesosok halus golongan hitam yang mampu menembus dinding pagaran gaibnya, diharapkan dia tidak akan mampu terus masuk ke dalamnya, karena padatnya energi positif di dalam pagaran gaib yang sifatnya berlawanan dengan sifat energinya. Seandainya pun kekuatan gaib sosok halus itu terlalu tinggi sehingga mampu masuk menembus pagarannya, diharapkan dia tidak akan betah berlama-lama di dalamnya sehubungan dengan ketidak-nyamanan dari adanya energi positif yang berlawanan sifat dengan energinya.

Sekalipun jenis sukma manusia fisiknya juga berupa energi, tetapi tidak murni bersifat energi seperti mahluk halus lainnya, tetapi dominan bersifat roh, yaitu roh / sukma (arwah) manusia. Lebih sulit membuat pagaran energi untuk menahan jenis sukma manusia. Untuk menangkalnya pagarannya harus bersifat absolut / solid. Tetapi kalau pagaran energi itu dibuat, berarti juga akan dapat menahan roh manusia yang masih hidup (roh pancer dan sedulur papat). 

Pagaran gaib untuk menangkal jenis sukma manusia sulit dibuat. Selain karena tingkat kekuatan mereka bervariasi, ada yang rendah, ada juga yang tinggi sekali sampai ribuan KRK, juga karena mereka bisa dengan akalnya beradaptasi dengan bentuk pagaran gaibnya untuk menerobosnya.

Jika untuk menangkal jenis sukma manusia itu digunakan pagaran gaib, maka pagarannya harus bersifat absolut / solid.

Pagaran energi bersifat pasif, diam saja, tidak seperti roh atau khodam yang bisa bergerak bertindak sendiri. Jadi untuk penjagaan gaib terhadap sukma manusia jahat itu lebih baik ditambahkan dengan sesuatu yang bisa bertindak sendiri ketika sukma tersebut datang, misalnya penjagaan gaib dengan khodam jimat / pusaka atau khodam pendamping. Paling baik adalah penjagaan oleh roh sedulur papat kita sendiri kalau sudah kuat, berarti kita sendiri harus belajar "membangun" kekuatan gaib dan bisa sensitif peka rasa sebagai radar deteksi dini.

Dan untuk mengusir sukma jahat tersebut bukan dengan cara membuat pagaran energi, tetapi harus dengan langsung menghantamkan energi yang lebih kuat kepada sosok sukma tersebut, bisa berupa energi dari diri sendiri, energi yang kita turunkan atau dari penggunaan khodam / benda gaib. Atau dengan membungkusnya / mengisolasinya dengan pagaran absolut yang lebih kuat, kemudian pagaran dan isinya dibuang jauh.


Jadi roh-roh jahat dan penyesat, yang menjadi setan dan iblis bagi manusia, yang bersifat menyesatkan atau mencelakakan, selain adalah sosok-sosok halus dari jenis bangsa jin atau jenis halus lainnya, ternyata ada juga yang dari jenis halus sukma manusia yang jahat. Sebagian potensi pengaruh buruk dari keberadaan mereka sudah dituliskan di dalam tulisan berjudul  Pengaruh Gaib thd Manusia.

Ini adalah salah satu jenis kegaiban tingkat tinggi yang sampai sekarang jarang sekali manusia dapat dengan benar mendeteksi dan mengetahuinya, apalagi menangkalnya. Sulit untuk manusia, berilmu tinggi sekalipun, untuk bisa mendeteksi, menangkal atau mengusir keberadaan sukma-sukma jahat tersebut, apalagi bila sukma jahat tersebut menyamarkan keberadaannya, dan kesaktian gaibnya juga ada yang sampai ribuan kali lipatnya kesaktian Ibu Ratu Kidul, dan keberadaannya hanya dapat diusir dengan kekuatan gaib yang lebih tinggi saja.


Mungkin tidak kita sadari bahwa ada banyak kasus dalam kehidupan manusia yang sumbernya adalah pengaruh gaib. Salah satu gangguannya adalah yang bersifat fisik. Umumnya jenis halus sukma manusia energinya tajam, tidak selaras dengan energi tubuh biologis manusia yang masih hidup,
energinya bersifat negatif bagi manusia. Manusia yang di tubuhnya ketempatan jenis halus sukma manusia cepat atau lambat biasanya akan mengalami gangguan kesehatan, dari yang kadarnya ringan sampai yang menyebabkan rusak beratnya organ-organ tubuh bagian dalam, di kepala atau badannya.

Efek resiko lainnya, jenis halus sukma manusia yang masuk dan bertempat tinggal di dalam badan manusia yang masih hidup  pasti  akan menyulitkan proses kematiannya, tetapi yang bertempat tinggal di dalam kepala sifatnya relatif, tidak semuanya akan menyulitkan kematian orangnya.

Pengaruh gaib lainnya adalah terhadap psikologis orangnya, seperti kasus-kasus yang orang sering sekali mendapatkan bisikan-bisikan gaib atau kesadarannya ditunggangi oleh gaib sehingga orangnya terdorong untuk melakukan perbuatan-perbuatan
yang rendah, dipenuhi pikiran mesum dan cabul, suka berzinah, memperkosa, suka marah-marah, emosi tak terkendali, mengamuk, membunuh, dipenuhi pikiran jahat dan suka memfitnah dan menghasut, menyebarkan kebencian dan permusuhan, dsb, bahkan banyak juga orang yang sampai benar-benar hilang kesadarannya, gila. Masing-masing pengaruh gaib itu terhadap psikologis manusia ada kadar pengaruhnya sendiri-sendiri dari yang kadarnya ringan sampai yang berat. 

Walaupun begitu selayaknya manusia sendiri yang harus dapat kuat bertahan dari segala macam pengaruh penyesatan, untuk tidak terpengaruh, untuk tidak dikelabui / disesatkan pikirannya, untuk tidak berbuat jahat, untuk tetap sadar dan menjaga keluhuran budi dan pekerti, apapun agamanya. Walaupun di dalam dirinya atau di sekitarnya ada mahluk-mahluk halus jahat dan roh-roh penyesat, ia tetap harus dapat mengendalikan diri untuk tidak terbawa pengaruhnya.

Memang yang utama adalah pengendalian diri
, mengutamakan kesadaran yang tinggi untuk selalu sadar untuk selalu menggunakan kesadaran yang tinggi untuk kontrol diri. Kita sendiri yang harus tetap bisa kontrol diri, sehingga jika kita mengalami gejolak emosi, atau ada dorongan-dorongan berbuat tidak baik atau berbuat yang tidak lazim, atau sekalipun di dalam diri kita atau di sekitar kita ada pribadi-pribadi lain yang sifatnya menggoda / mengganggu / mempengaruhi / menyesatkan, 
kita tetap bisa kontrol diri, tetap sadar.

Sebenarnya ada banyak sekali fenomena perbuatan gaib tetapi tidak semuanya bisa kita sebutkan satu per satu kejadiannya, baik yang dilakukan oleh gol.putih maupun gol.hitam, atau abu-abu, entah perbuatannya ditujukan langsung kepada manusia atau manusia dijadikan sarana perbuatan mereka, entah si manusia menyadarinya ataukah tidak. Jika kita mengetahui / menyadari bahwa ada pribadi lain di dalam diri kita yang bukan sejatinya kita, atau ada sesuatu yang lain dalam diri kita atau di sekitar kita yang mempengaruhi pikiran dan perasaan kita, maka kita harus berwaspada terhadap tujuan dari perbuatan gaibnya itu dan efek resikonya, jangan sampai perbuatannya itu dilandasi oleh tujuan yang negatif / jahat dan efeknya merugikan kita, membuat kita mengalami sakit fisik atau mengalami kelainan jiwa dan pikiran, atau bahkan sampai membuat kita menjadi jahat.


 Tambahan :

Ada banyak kejadian yang sifatnya terlalu tinggi untuk bisa kita atasi sendiri atau dengan meminta bantuan orang lain. Sebaiknya kita belajar memperkuat benteng kita dan perlindungan kita dengan menyatukan diri dengan kekuatan yang paling tinggi, yaitu Tuhan, juga dalam hal meminta pertolongan. Salah satu caranya adalah dengan kita menekuni laku kebatinan ketuhanan seperti yang sudah dituliskan dalam tulisan berjudul Kebatinan Dalam Keagamaan.

Selain
kita tidak perlu berguru kemana-mana untuk keperluan itu, yang juga masih belum tentu bisa digunakan untuk mengatasinya jika kejadian-kejadian di atas ternyata terjadi juga pada diri kita sendiri, laku itu juga sejalan dengan jalan kepercayaan kita sendiri, tidak perlu mencari-cari cara yang lain. Ketekunan kita itu juga akan menambah kualitas kepercayaan dan kerohanian kita sendiri. Selain kita akan menjadi lebih bisa bersugesti langsung kepada Tuhan, untuk berdoa ataupun untuk meminta pertolongan, juga kekuatan dari sugesti kita itu akan bisa digunakan untuk banyak keperluan.



  Pengaruh Sinar Bulan Terhadap Mahluk Halus


Mahluk halus yang terhitung sebagai golongan putih dan golongan hitam, kondisi fisiknya kuat atau lemah, sangat dipengaruhi oleh sinar bulan. Mahluk halus golongan putih mengambil sinar bulan sebagai sumber utama kekuatan energinya, sedangkan mahluk halus golongan hitam mengambil energi dari bumi.

Pada malam bulan purnama (dari bulan sabit menuju bulan purnama), mahluk halus golongan putih berada dalam kondisi penuh energi. Secara umum kita bisa merasakan suasana yang segar bila keluar rumah pada saat malam bulan purnama, karena banyak mahluk halus golongan putih yang keluar bebas di alam untuk mandi sinar bulan purnama, dan pancaran energi positif mereka akan menyehatkan fisik dan psikologis kita. Sebaliknya, mahluk halus golongan hitam berada dalam kondisi lemah kekurangan energi dan mereka berdiam di tempat gelap menghindari sinar bulan.

Pada malam bulan purnama, apalagi pada malam hari Waisak, aura energi positif sinar bulan sedang dalam kondisi puncaknya. Kondisi ini baik sekali untuk kesehatan dan untuk ritual menambah kekuatan spiritual atau untuk mencari wangsit.

Pada malam bulan sabit (dari bulan purnama menuju bulan sabit) atau malam mendung dan gelap tanpa sinar bulan, mahluk halus golongan putih berada dalam kondisi lemah kekurangan energi, sedangkan mahluk halus golongan hitam berada dalam kondisi penuh energi. Dalam kondisi alam yang seperti ini para mahluk halus golongan hitam bebas memilih untuk tetap berdiam di tempatnya berdiam atau keluar bebas di alam. Pancaran aura energi mereka membawa pengaruh negatif terhadap fisik maupun psikologis manusia.

Pada malam bulan sabit, aura energi kekuatan bumi sedang dalam kondisi puncaknya. Kondisi ini baik untuk ritual kebatinan dan keilmuan yang menyerap atau menggunakan kekuatan bumi sebagai sumber kekuatan ilmunya. Tetapi untuk yang sengaja bertirakat untuk tujuan kebatinan, mencari ilmu atau mencari wangsit, pada malam bulan sabit itu kebanyakan sosok halus yang datang kepada mereka adalah yang dari golongan hitam dan wangsit / bisikan gaib yang mereka terima kebanyakan juga berasal dari yang golongan hitam yang kebanyakan palsu dan bersifat menyesatkan. Karena itu untuk tujuan bertirakat itu paling baik adalah dilakukan pada malam bulan purnama.

Kondisi sinar bulan ini dapat dijadikan suatu petunjuk, tetapi bersifat tidak pasti, hanya sebagai petunjuk awal saja. Seseorang yang memiliki ilmu gaib berkhodam atau mempunyai khodam pendamping, ada saat-saat tertentu yang ia merasa ilmunya itu terasa ampuh dan manjur, atau keinginan-keinginannya banyak terkabul, atau jalan hidupnya terasa ringan banyak keberuntungan. Bila itu terasa terjadi pada hari-hari yang malamnya adalah malam bulan purnama (dari bulan sabit menuju bulan purnama), mungkin saja khodamnya itu dari jenis golongan putih. Bila itu terasa terjadi pada hari-hari yang malamnya adalah malam bulan sabit (dari bulan purnama menuju bulan sabit) atau hari-hari dan malam cuaca mendung tanpa sinar bulan, bisa jadi khodamnya itu adalah dari jenis golongan hitam.

Kondisi sinar bulan ini tidak berpengaruh terhadap jenis mahluk halus yang berasal dari jenis sukma manusia (arwah, pocong, siluman), dedemit gondoruwo, kuntilanak, palasik, wewe gombel, banaspati, jenis buto dan jin raksasa, bangsa jin yang berbulu hitam dan yang sosok wujudnya seperti ular, macan atau hewan lainnya.

Pada malam dan hari-hari yang malamnya adalah malam bulan sabit (atau dari bulan purnama menuju bulan sabit) ada banyak gaib-gaib negatif yang berseliweran. Sebaiknya selama hari-hari itu kita membatasi diri untuk tidak melakukan ritual dan jangan begadang di luar rumah. Juga dalam laku meditasi mengambil energi bulan usahakan tidak melakukannya pada saat bulan sabit. Jangan sampai apapun aktivitas yang anda lakukan pada malam dan hari-hari yang malamnya adalah malam bulan sabit itu ada sesosok gaib negatif yang datang dan mengikuti anda. Gunakan minyak jafaron merah atau turunkan energi positif untuk menolak datangnya gaib-gaib negatif (tetapi cara ini tidak dapat digunakan untuk jenis halus sukma manusia).

NB :

Sekarang ini sudah ada kemurahan Tuhan untuk semua mahluk halus dan jiwa-jiwa di alam sana. Banyak di antara mereka yang dimuliakan menerima kemurahan Tuhan itu dan diberikan kekuatan yang tinggi. Pada masa sekarang ini sudah mulai terjadi malam-malam bulan purnama bulannya tertutup awan mendung, karena para mahluk halus itu sudah menerima kekuatan yang tinggi, sehingga tidak perlu lagi mereka mandi sinar bulan dengan menyibakkan awan yang menutupi sinar bulan purnama untuk menambah kekuatannya.



 Pertanyaan Seputar Perilaku Mahluk Halus


Ada banyak pertanyaan serupa mengenai perilaku mahluk halus, misalnya banyak orang yang mengatakan bahwa mahluk halus suka menipu. Jadi kalau kita bertanya atau meminta petunjuk kepada mereka, maka jawaban mereka adalah bohong dan menipu.

Di sisi lain banyak juga orang berkata bahwa mahluk halus lebih tegas daripada manusia. Kalau jawabannya ya, akan mereka katakan ya, kalau jawabannya tidak, akan mereka katakan tidak. Jadi mereka berkata yang sebenarnya, tidak menipu.

Mana yang benar ?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, memang tidak akan ada jawaban yang pasti benar, karena sebenarnya perilaku mahluk halus mirip juga dengan perilaku manusia.

Perilaku mahluk halus sama dengan manusia, ada yang jujur, ada juga yang suka berbohong. Ada yang polos, lugu dan berintelijensi rendah, ada juga yang cerdik, bijaksana dan berintelijensi tinggi.

Manusia yang suka menyendiri, tidak suka bergaul, biasanya jarang berbohong. Begitu juga mahluk halus yang hidupnya menyendiri, tidak berkomunitas, biasanya juga tidak suka berbohong.

Manusia yang suka bergaul, berkomunitas, suka berkumpul dan mengobrol dengan teman-temannya, ada yang suka berbohong, ada juga yang tidak suka berbohong. Begitu juga mahluk halus yang hidupnya berkomunitas, ada yang suka berbohong, ada juga yang tidak suka berbohong.

Dan seperti juga manusia, manusia yang jujur pun kadangkala juga berbohong. Begitu juga mahluk halus. Karena itu kita harus pandai-pandai menilai, jangan sampai tertipu.

Tapi kalau dikatakan mahluk halus lebih keras dan lebih tegas daripada manusia, secara umum pandangan itu bisa dikatakan benar. Kehidupan di alam halus sangat mengutamakan kekuatan dan kesaktian, sehingga semua yang hidup di alam halus secara umum lebih keras dan lebih tegas daripada manusia di dunia manusia.

Begitu juga halnya dengan roh / sukma / arwah manusia yang sudah hidup di alam halus. Sekalipun semasa hidupnya seseorang berwatak lembut dan halus, tetapi setelah hidup di alam halus, karena pengaruh kehidupan di alam halus yang sangat mengedepankan kekerasan, ketegasan dan kekuatan, mereka juga akan beradaptasi dan akan menjadi lebih galak / keras / tegas, lebih dari watak aslinya dulu semasa masih hidup.

Mereka di alam halus juga tidak mengenal basa-basi. Jadi apapun yang kita katakan kepada mereka, yang bisa disamakan artinya dengan harapan atau janji, walaupun maksud kita hanya sekedar basa-basi, pasti akan dituntut pemenuhannya. Jadi kita harus lebih berhati-hati terhadap perkataan dan perilaku kita, jangan mengatakan sesuatu yang bisa disamakan sebagai janji / harapan, karena suatu saat akan dituntut pemenuhannya. Mereka akan "menegur" kita kalau kita tidak memenuhi janji kita itu.

Misalnya saja pada saat serah terima suatu benda pusaka atau jimat atau ilmu gaib seringkali disertai pesan untuk merawat, memberi sesaji kembang atau minyak, atau laku-laku lain yang harus dijalankan dan pantangan-pantangan tertentu yang tidak boleh dilanggar. Bila kita tidak mampu menjalaninya atau akan merasa terbebani dalam jangka panjang, sebaiknya jangan kita sanggupi, jangan meng-iya-kan. Walaupun kita menyatakan kesanggupan menjalankannya kepada orang yang memberi, tetapi mahluk gaib benda tersebut / khodamnya menjadi saksi janji kita, dan janji itu juga berkaitan dengan dirinya. Bila kita tidak menjalaninya, khodamnya itu dapat menuntut pemenuhan janji kita itu dan mungkin juga akan "menghukum" kita dengan caranya sendiri.



Ada juga pertanyaan, apakah khodam akik atau keris atau mahluk halus lain yang bergolongan hitam atau berenergi negatif, ketika ditayuh akan jujur mengakui bahwa dia dari gol. hitam atau berenergi negatif ?

Jawab : biasanya ya, mereka akan mengakui itu. Tapi kalau isinya dari jenis sukma manusia, kalau wataknya jelek biasanya mereka tidak akan mengakui dan akan cenderung menipu.



Ada juga pertanyaan :

1. Apakah sosok iblis yang di tulisan mas tersebut yang berbentuk ular hitam merupakan sosok IBLIS dari jaman Nabi ADAM...(yang dipanjangkan umurnya sampai Kiamat tiba?). Kalau iya kenapa kekuatannya cuma setingkat kanjeng Ratu Kidul ?

2. Adakah sosok Jin yang lebih tua umurnya dari IBLIS ? yang masih ada sampai sekarang ?

Jawab :

Ada banyak iblis ular hitam, bukan hanya satu, hanya saja jarang ketahuan dimana keberadaannya, karena mereka selalu bergerak berpindah tempat. Selain itu ada banyak mahluk halus jin berwujud ular, tapi tidak semua orang bisa membedakan ular-ular gaib itu mana yang iblis dan mana yang bukan.

Saya belum mengetahui ada mahluk halus, termasuk jin, yg mati dengan sendirinya karena usia tua, jadi mungkin saja ada yg umurnya sudah tua sekali, mungkin juga adalah generasi pertama mahluk halus diciptakan. Yang lainnya mungkin adalah keturunan mereka.

Wujud fisik mahluk halus adalah bersifat energi.
Saya belum mengetahui ada mahluk halus, termasuk jin, yg mati dengan sendirinya karena usia tua, malah ada mahluk halus yang semakin tua malah semakin bertambah kekuatannya.

Mungkin awalnya semua mahluk, termasuk manusia, diciptakan dalam keadaan yang baik. Tetapi sesudah mereka hidup sebagai mahluk duniawi, ada yang tetap baik, ada juga yang kemudian menjadi jahat.
Dan generasi pertama mahluk halus diciptakan mungkin bukan iblis, tetapi mereka menjadi iblis, disebut iblis, sesudah wataknya jahat dan menyesatkan.

Dan penggolongan mahluk halus sebagai iblis atau bukan iblis dilihat dari sifat wataknya yang jahat dan menyesatkan, bukan semata2 dari tingkat kesaktiannya, sehingga mahluk halus yg sifat wataknya jahat dan menyesatkan ada yg kekuatannya tinggi, ada juga yg rendah. Yang menentukan adalah sifat jahatnya itu, bukan kekuatannya.


Ada pertanyaan dari pembaca :

Saya membaca obrolan bapak dengan para pembaca yang dalam pencariannya untuk menemukan Tuhan malah banyak mahluk2 yang mengaku Tuhan mendatangi mereka. Saya sangat tertarik dengan tema itu. Kira2 apakah hanya dengan eling bisa menyelamatkan mereka dari kesesatan?  Lalu bagaimana orang2 bisa membedakan yang Asli dan Palsu?

Ulasan :

Roh-roh jahat dan penyesat ada dimana-mana. Ada yg datang mengikuti / mendampingi manusia, ada yg masuk tinggal di dalam badan / kepala manusia (ketempatan mahluk halus). Mereka bukan hanya datang kpd orang2 yg mencari Tuhan, tapi juga kpd orang2 yg awam dan yg agamis. Hanya saja orang2 agama dan para spiritualis agamis tidak mampu mengenalinya, apalagi kalau diri mereka sendiri ternyata tanpa disadarinya sudah juga disesatkan. Lebih banyak itu hanya menjadi cerita agama saja.

Seringkali sosok penyesat yg
datang itu kekuatannya jauh tinggi di atas kemampuan kita untuk mendeteksi dan menangkalnya. Jadi tinggal kita saja yg berusaha bertahan dari pengaruh penyesatannya. Belajar membangun ketahanan terhadap penyesatan.

Untuk menghindari kita terbawa penyesatannya tidak cukup kita hanya berserah / bersandar pada Tuhan. Itu hanya dogma saja. Bagaimana melakukannya kita berserah / bersandar pada Tuhan ?  Pasrah tanpa berbuat apa-apa ?

Kita sendiri yg harus selalu eling, tajamkan insting dan peka rasa, kuatkan hikmat ketuhanan dan belajar fokus batin kepada Tuhan di atas sana.

Kalau hanya mendengarkan bisikan gaib saja, atau mengawang2, tidak fokus kpd sumbernya, seringkali kita tidak bisa membedakan sumbernya darimana. Karena itu dalam latihan olah rasa dan melihat gaib ditekankan juga supaya kita bisa fokus, jangan mengawang-awang, dan dalam laku kebatinan keagamaan / ketuhanan kita belajar fokus kepada Tuhan di atas sana.



___________



Tulisan lebih lanjut untuk belajar mengetahui keberadaan dan pengaruh mahluk halus terhadap manusia dapat dibaca dalam tulisan  Menayuh KerisPengaruh Gaib Thd Manusia,  dan  Interaksi Mahluk Halus.



___________















Comments