Kerajaan Galuh Di Kota Cianjur

 


Penulis mempunyai seorang teman yang tinggal di dekat kota Cianjur, Jawa Barat. Dia juga mengerti soal gaib. Perjalanan dari Jakarta ke Cianjur saya lakukan 4 jam lewat Sukabumi (sekitar tahun 2009). Memang jadinya lebih jauh, tetapi memang disengaja untuk menghindari kemacetan di jalur Puncak, Bogor.

Oleh teman saya tersebut saya diantar berkeliling kota Cianjur. Selama perjalanan di dalam kota Cianjur, saya merasakan adanya suatu nuansa gaib tertentu yang bersifat khusus, tetapi itu tidak saya ceritakan kepada teman saya. Saya sendiri juga tidak sempat meneliti lebih jauh tentang deteksian gaib tersebut.

Sesampainya saya kembali di Jakarta, saya merenungkan deteksian gaib di kota Cianjur tersebut. Akhirnya saya mengetahui bahwa nuansa gaib itu adalah nuansa gaib dari kehidupan suatu kerajaan jaman dulu. Kerajaan itu adalah kerajaan Galuh. Kerajaan Sunda tua yang sudah lama hilang.

Pada kunjungan yang kedua ke Cianjur, saya menyampaikan bahwa saya mendeteksi adanya kerajaan Galuh gaib di kota Cianjur dan saya menyampaikan bahwa dia juga sebenarnya adalah keturunan Galuh. Kemudian saya meminta untuk diantarkan putar-putar kota Cianjur, karena saya sendiri belum mengerti jalan-jalan di dalam kota Cianjur. Sesampainya di kota Cianjur, kami mencari dimana tepatnya posisi gaib kerajaan Galuh, dengan menelusuri jalan-jalan yang ada sampai akhirnya didapatkanlah posisinya.

Setelah memarkir kendaraan, kami mendatangi lokasinya lebih dekat. Posisi berdirinya kerajaan ada di dalam kompleks bangunan Pemda Cianjur atau DPRD semacam itulah (saya lupa), sehingga kami tidak dapat masuk ke dalamnya karena gerbangnya dikunci.  Saat itu sedang ada pembangunan taman kota. Ada juga sedang dibangun sebuah air mancur. Saya tunjukkan kepada teman saya itu kerajaan gaib tersebut.

Kerajaan Galuh, secara fisik sudah tidak ada, tetapi kerajaannya secara gaib masih ada, di kota Cianjur. Bangunan istananya sebagian besar terbuat dari kayu yang diukir dengan indah dan tampak mewah sekali. Bangunannya besar dengan tiang-tiang kayu berukir indah, besar dan kokoh. Di bagian belakang bangunan istana berdiri ada juga bangunan-bangunan gaib lain yang adalah tempat tinggal raja, keluarga dan para putri raja, prajurit dan senopati yang tetap setia kepada rajanya beserta sukma-sukma mereka disana. Kerajaan gaib itu dijaga oleh sembilan sosok gaib harimau sakti yang masing-masing harimau itu kekuatannya sembilan kalinya kekuatan gaib Ibu Ratu Kidul.

Setelah beberapa lama kami mengobrol sambil mengamati kerajaan gaib tersebut, dari dalam bangunan istana tersebut keluarlah beberapa orang perempuan cantik menghampiri kami diikuti oleh dayang-dayangnya. Mereka adalah putri-putri keraton Galuh. Ada lima ekor harimau yang ikut mengawalnya. Rajanya sendiri berdiri di depan bangunan istana sambil tersenyum dan melambaikan tangan. Di belakangnya ada beberapa prajurit yang mengawalnya.

Kami saling berkenalan. Mereka bersikap ramah dan akrab, bahkan harimau-harimau itu juga seperti manja duduk bersandar di kaki kami. Teman saya yang tidak siap berdekatan dengan harimau-harimau gaib itu menjadi pucat dan dadanya berdebar-debar. Kemudian putri-putri itu mengatakan bahwa kami adalah juga keturunan kerajaan Galuh. Dalam darah kami ada mengalir darah keturunan mereka juga. Jadi saya sendiri yang orang jawa, ternyata juga ada keturunan kerajaan Galuh. Pantas saja rajanya juga bersikap seperti saudara yang lama tidak berjumpa.

Demikianlah pengalaman di kota Cianjur. Ternyata selain kerajaan-kerajaan bangsa jin atau mahluk halus lainnya, ada juga kerajaan gaib dari manusia yang dulu pernah hidup. Dan mereka juga tahu siapa saja yang menjadi keturunan mereka.




---------------










Comments