BHARATAYUDHA II Di Alam Gaib 

 


Tulisan di halaman ini adalah kelanjutan dari tulisan di halaman sebelumnya yang berjudul BHARATAYUDHA Di Alam Gaib.

Tulisan ini tidak diperuntukkan untuk dibaca oleh semua orang, tetapi hanya untuk orang-orang yang  mengerti  Firman-Firman Allah, yang percaya dan mengimaninya saja, dan untuk orang-orang yang sudah menyediakan dirinya untuk  Hikmat Allah  tinggal dan hidup di dalam dirinya, untuk menambah hikmat, pengertian dan pengetahuan mereka akan pekerjaan-pekerjaan Allah, untuk menambah sukacita dan keteguhan pengharapan mereka akan Allah, bahwa sampai sekarang Allah tetap bekerja menggenapi Firman-Firman yang sudah diucapkanNya sejak dunia dijadikan, walaupun manusia tidak mengimaninya, apalagi mengetahui apa yang sudah dilakukan Allah terhadap manusia dan dunia.







BHARATAYUDHA II  

 


Dalam hal keilmuan kesaktian, di tanah Jawa, termasuk Jawa Barat, sebelum berkembangnya agama Islam, secara umum sifat kesaktian kanuragan manusianya mengedepankan olah gerak (pencak silat) yang dilambari dengan kekuatan kebatinan. Secara umum penekanan penggunaan tenaga dalam sangat minim, tenaga dalam bersifat intrinsik menyatu dengan kekuatan kanuragan, tidak secara khusus dipelajari, mungkin malah sama sekali tidak ada pelajaran dan pengetahuan tentang itu, karena kekuatan yang mendasari kesaktian dominan berasal dari olah kebatinan.

Olah kebatinan adalah sesuatu yang utama yang mendasari kekuatan kesaktian di Jawa, termasuk Jawa Barat, sejak awal mereka belajar ilmu kesaktian / kanuragan maupun sesudah mereka mencapai tataran keilmuan yang tinggi, bukan tenaga dalam, yang laku kebatinan itu sekaligus juga menjadi jalan keagamaan manusia saat itu, sehingga laku berprihatin, tirakat, semadi, meditasi, bahkan tapa brata menjadi sesuatu yang biasa dijalani orang sejak masih muda. Ilmu gaib dan khodam dan aji-aji kesaktian umumnya berasal dari olah kebatinan, bukan dari mantra-mantra ilmu gaib dan ilmu khodam atau perdukunan (ilmu gaib kejawen dan ilmu gaib Sunda tua) yang umumnya ilmu-ilmu itu saat itu hanya berkembang di kalangan bawah saja dan orang melakukannya dengan bersembunyi, tidak ditampakkan di hadapan orang-orang berilmu kebatinan.

Tokoh-tokoh dunia persilatan pada masa itu umumnya adalah tokoh-tokoh kebatinan, baik yang dari golongan putih maupun yang dari golongan hitam (golongan yang baik maupun yang jahat). Mereka juga mengenal mahluk halus tingkat tinggi untuk dijadikan khodam ilmu mereka, dan mampu menyatukan kegaiban dari pusaka-pusaka mereka (keris) dengan kesaktian mereka (baca juga : Keris dan Kesaktian).

Olah kebatinan menjadikan sukma manusia jawa jauh lebih tinggi daripada manusia lain di manapun di dunia, dan menjadikan juga kesaktian kanuragan mereka menjadi tinggi, sehingga orang-orang dari tanah Cina dan Mongol yang terkenal sekali dengan ilmu kesaktian kanuragannya pun sulit sekali untuk bisa menaklukkan Jawa dengan kesaktian mereka.

Daerah India dan sekitarnya sampai sekarang tetap merupakan daerah dengan budaya kebatinan dan spiritual nomor 1 tertinggi di dunia. Tetapi itu adalah budaya , yang masyarakatnya disana sangat kental kehidupannya dengan kebatinan dan spiritual berdimensi tinggi dan mengenal juga mahluk-mahluk halus berdimensi gaib tinggi seperti dewa dan buto dan wahyu-wahyu dewa, yang laku kebatinan dan spiritual itu merupakan jalan keagamaan mereka.

Tetapi di seluruh dunia olah laku dan pencapaian kebatinan tertinggi per individu dicapai oleh orang-orang jawa, baik kebatinan kanuragan maupun kebatinan ketuhanan. Begitu juga dengan pencapaian kekuatan sukma manusia di alam gaib, kekuatan sukma orang-orang jawa itu adalah yang tertinggi di dunia. Sekalipun seringkali dikatakan bahwa kebatinan dan keagamaan jawa itu banyak dipengaruhi oleh agama Hindu (pengenalan dewa-dewa dan wahyu dewa) dan Budha, tetapi pencapaian per individu orang-orang Jawa itu jauh melebihi orang-orang Hindu dan Budha dimanapun di dunia.


Sebelum berkembangnya agama Islam, di Jawa, dan Jawa Barat, banyak perguruan silat yang mendasarkan pengajaran kesaktiannya dengan lambaran keilmuan kebatinan. Selain mengajarkan kesaktian, mereka juga mengajarkan kebatinan kerohanian untuk membentuk kepribadian yang berbudi pekerti dan berwatak ksatria. Keilmuan kesaktian di Jawa, termasuk Jawa Barat, sejak awal pelajarannya maupun sesudah mereka mencapai tataran keilmuan yang tinggi olah laku kebatinan menjadi sesuatu yang utama sebagai pengganda kekuatan kesaktian, bukan tenaga dalam (tenaga dalam tidak secara khusus dipelajari), yang laku kebatinan itu sekaligus juga menjadi jalan keagamaan manusia saat itu, sehingga laku tirakat, semadi, meditasi, bahkan tapa brata menjadi sesuatu yang biasa dijalani orang.

Perguruan-perguruan itu mengajarkan keilmuan persilatan dan keilmuan gaib, didasarkan pada ajaran kebatinan kerohanian. Adanya unsur olah batin menyebabkan kekuatan batin dan sukma mereka menjadi tinggi, yang juga menjadi unsur kegaiban yang melipatgandakan kekuatan kanuragan. Dalam hal ini selain mereka mempunyai kesaktian kanuragan, diri mereka sendiri juga mengandung kegaiban dari kebatinan yang menjadikan kekuatan gaib dan kanuragan mereka menjadi tinggi, yang jelas berbeda dengan orang-orang yang hanya mempelajari olah kanuragan saja atau ilmu gaib saja.

Dan di seluruh dunia olah laku dan pencapaian kebatinan tertinggi per individu dicapai oleh orang-orang jawa, baik kebatinan kanuragan maupun kebatinan ketuhanan. Begitu juga dengan pencapaian kekuatan sukma manusia di alam gaib, kekuatan sukma orang-orang jawa itu adalah yang tertinggi di dunia. Sekalipun seringkali dikatakan bahwa kebatinan dan keagamaan di jawa itu banyak dipengaruhi oleh agama Hindu dan Budha, tetapi pencapaian per individu orang-orang Jawa itu jauh melebihi orang-orang Hindu dan Budha dimanapun di dunia, sehingga jika di tempat-tempat lain kekuatan sukma manusia 50.000 - 60.000 KRK adalah tingkat kekuatan sukma tertinggi yang bisa dicapai, tetapi di Jawa kekuatan sukma setingkat itu hanyalah tingkat menengah saja.

Dalam perang Bharatayudha II ini semakin jelas terbukti bahwa banyak sekali sukma orang jawa jaman dulu yang mencapai kekuatan sukma 80.000 - 100.000 KRK yang merupakan rata-rata kekuatan menengah, kekuatan yang tinggi 100.000 - 120.000 KRK, bahkan ada yang mencapai 140.000 KRK. Sayang sekali tidak semuanya mereka adalah golongan yang baik. Banyak dari mereka adalah golongan yang jahat, yang dulunya semasa hidupnya mereka adalah penyamun dan perampok dan tokoh-tokoh sakti dunia persilatan golongan hitam, yang dalam perang ini mereka diperangi untuk membersihkan dunia dari kuasa-kuasa jahat dan roh-roh penyesat. Sedangkan mereka yang dari golongan baik sudah banyak yang diterima bergabung di dalam kerajaan itu. 

Bagaimana kita bisa membayangkan ketinggian kesaktian kanuragan mereka dulu dengan kekuatan sukma mereka yang setinggi itu, karena orang-orang jaman sekarang dengan keilmuan berkhodamnya yang tidak lebih dari 1 KRK saja sudah dianggap sakti. Padahal kekuatan sukma mereka yang tinggi itu sebenarnya hanyalah efek samping saja dari laku kebatinan kanuragan dan ketuhanan mereka, yang dalam laku olah batin dan kanuragan mereka bukan tujuan utama mereka untuk menaikkan kekuatan sukma mereka.

Selain mereka yang menekuni olah kebatinan, ada juga orang-orang yang menekuni jenis ilmu gaib / khodam dan perdukunan, hanya saja setelah kondisi mereka sekarang di alam roh kekuatan sukma mereka itu tidak tinggi. Kebanyakan tidak lebih dari 5 md saja.

Tetapi setelah berkembangnya agama Islam, di tanah Jawa, orang sudah mulai beralih memeluk agama Islam dan meninggalkan jalan ketuhanan sebelumnya yang berupa penghayatan kebatinan. Olah laku kebatinan yang untuk kesaktian juga sudah mulai ditinggalkan, digantikan dengan ilmu gaib dan ilmu khodam. Ada yang masih menekuni pencak silat yang sama dengan ajaran lama aslinya, biasanya menjadi ilmu keluarga yang diajarkan turun-temurun, tetapi olah lakunya sudah tidak sama lagi dengan aslinya dulu. Ada juga pada masa sekarang orang mengkombinasikan tenaga dalam dengan amalan gaib, tetapi banyak kejadian sekalipun mempelajari tenaga dalam, kebanyakan tenaga dalam orangnya tidak seberapa, yang lebih kuat adalah sugesti amalan gaibnya.

Pada jaman ini manusia sudah tidak lagi memiliki kekuatan sukma yang tinggi, lebih banyak mengandalkan khodam untuk kesaktiannya. Mereka juga sudah tidak mampu lagi mengenal mahluk halus berkesaktian tinggi dan berdimensi tinggi, karena tidak menguasai kebatinan dan spiritual yang tinggi, sehingga pengetahuan tentang mahluk halus dan kegaiban berdimensi tinggi lebih banyak hanya berupa dongeng saja, dogma dan pengkultusan saja. Kegaiban pusaka juga sudah tidak lagi menyatu dengan kesaktian. Kekuatan gaib pusaka lebih banyak digunakan untuk keperluan ilmu gaib dan perdukunan. Kegaiban pusaka sebagai pengganda kesaktian sudah banyak digantikan dengan susuk dan jimat untuk kekuatan dan kekebalan.


Banyak sukma manusia yang dulunya semasa hidupnya tidak berbudi baik dan dari golongan yang jahat sekarang masuk bersemayam di dalam tubuh manusia yang masih hidup, menjadikan tubuh manusia yang masih hidup sebagai rumah mereka yang baru, dan mereka juga mempengaruhi si manusia yang tubuhnya ditempatinya itu untuk berpikir, berbuat, berperilaku dan berkepribadian sama seperti yang mereka inginkan, sesuatu yang umumnya tidak dilakukan oleh sukma orang-orang yang berbudi pekerti baik.

Mereka yang kekuatannya tinggi banyak yang masuk bersemayam di dalam badan manusia yang masih hidup. Mereka dengan sengaja menjadikan orangnya "merasa" bisa melihat gaib, peka rasa dan "merasa" mengerti kegaiban, merasa tubuhnya kuat dan mengandung kegaiban / "berkaromah" dan kata-katanya manjur selalu terjadi (atau malah menjadi sakit-sakitan karena tubuhnya tidak tahan kebebanan energi mereka), tetapi banyak penglihatan gaibnya yang fiktif / palsu, hanya ilusi dan halusinasi, yang itu adalah bentuk penyesatan mereka kepada si manusia, yang manusia itu dijadikannya sarana mereka menunjukkan kegaiban dari kesaktian mereka.

Mereka yang kekuatannya rendah, tidak lebih dari 2 md saja, kebanyakan dulunya adalah pelaku jahat ilmu gaib dan perdukunan, selanjutnya banyak bersemayam di dalam kepala manusia yang masih hidup. Sekalipun keberadaan mereka itu juga sudah dengan sengaja menjadikan orangnya "merasa" bisa melihat gaib dan "merasa" mengerti kegaiban, tetapi banyak penglihatan gaibnya yang fiktif / palsu, ilusi dan halusinasi, yang itu adalah bentuk penyesatan mereka kepada si manusia, yang manusia itu dijadikannya sarana mereka bermain ilmu gaib kembali.

Sebagian lagi hidup sendiri, sering berpindah-pindah tempat, akan mendatangi manusia yang sering berkhayal / berimajinasi, atau yang sering berkhayal / mengawang-awang tentang Tuhan, menyesatkannya. Atau mereka membentuk kelompok-kelompok dari kalangan yang sejenis, membentuk kekuasaan jahat di alam gaib. 

Sebagian lagi dari mereka hidup berkomunitas. Kebanyakan menghuni tempat-tempat angker dan wingit yang bersama penghuni gaib lainnya disitu bisa sewaktu-waktu membuat manusia tewas / celaka. Atau mereka menghuni makam-makam keramat dan tempat-tempat pesugihan dan ngalap berkah dan dengan kesaktiannya mereka memaksa mahluk halus dhanyang setempat untuk tunduk kepada mereka, mereka paksa melayani keinginan orang-orang yang datang kesitu, menjadikan mereka dhanyang-dhanyang golongan hitam. Dengan cara itu mereka secara langsung menyesatkan manusia yang datang kesitu dan sering membawa sukma / arwah manusia yang sudah meninggal maupun yang masih hidup (dicabut nyawanya) ke tempat kediaman mereka untuk dijadikan pengikutnya dan diperbudak (dijadikan tumbal).


Yang bersemayam di dalam tubuh manusia, di dalam kepala atau di dalam badannya, bisa menjadi khodam bagi orangnya, menjadikan orangnya bisa melihat gaib, merasa mengerti kegaiban, walaupun banyak penglihatan gaibnya yang fiktif, ilusi dan halusinasi. Tetapi jika tubuh orangnya tidak mampu menanggung beban energi keberadaan mereka orang itu bisa sering pusing / pening kepalanya atau menjadi sakit-sakitan karena tubuhnya tidak tahan kebebanan energi mereka, bisa rusak berat organ-organ tubuh bagian dalamnya dan bisa memicu munculnya tumor dan kanker dan kerusakan organ. Dan keberadaan mereka di dalam tubuh manusia, yang di dalam badan, pasti akan menyulitkan proses kematian orangnya. Baca juga : Pengaruh Gaib Thd Manusia.

Mereka yang tinggal bersemayam di dalam kepala atau di dalam badan manusia yang masih hidup itu umumnya bersifat menyesatkan, menjadikan orangnya merasa dirinya istimewa dan percaya diri karena memiliki kegaiban, berkaromah, atau merasa berilmu gaib, menjadikan orangnya semakin memuliakan dirinya sendiri. Walaupun orangnya tekun beragama, agamis, merasa beriman, dan mulutnya selalu menyuarakan nama Tuhan, tetapi hatinya akan semakin jauh dari Tuhan, karena akan didorong oleh rasa keinginan dan hasrat memegahkan dirinya sendiri, dan jika mempunyai pengikut, mereka akan menjadikan orang-orang pengikutnya memuliakan diri mereka, bukan memuliakan Tuhan, bahkan menjadikan perhatian orang-orang terpusat kepada mereka, bukan kepada Tuhan.

Baik yang hidup sendiri maupun yang berkomunitas, banyak dari mereka yang mendorong orang menjadi sok kuasa, yang dalam kekuasaannya itu orang bertindak sewenang-wenang, merasa benar sendiri, menonjolkan kesombongan kekuasaan, bahkan menunggangi agama untuk mempertuhankan dirinya sendiri.

Sebenarnya kasus-kasus penyesatan seperti itu sudah juga terjadi di seluruh dunia yang umumnya kasusnya jauh lebih parah daripada di Jawa, karena umumnya kasus-kasusnya berhubungan langsung dengan agama, sudah memunculkan nabi-nabi palsu dan orang-orang sesat yang dipuja dan dimuliakan orang dan sejak dulu sampai sekarang sudah menciptakan banyak sekali pengikut yang berhasil dipengaruhi dan disesatkan, didorong memuliakan agama tetapi hatinya dijauhkan dari Tuhan, sangat agamis tapi tak punya rasa ketuhanan, didorong memuja / mempertuhankan dirinya sendiri dan menyuarakan kebencian dan permusuhan, bahkan sekiranya mungkin orang akan dijadikannya binatang agama yang tak punya hati nurani dan tak punya rasa ketuhanan yang akan melakukan apa saja termasuk membunuhi manusia lain demi agama. Umumnya pelaku penyesatnya adalah bangsa jin iblis. Sedangkan mahluk halus golongan hitam dan sukma-sukma jahat lainnya mendorong manusia menjadi penyembah berhala, menjadi pe-ngalap berkah, menjadi pemuja arwah dan mendorong manusia memuja / mempertuhankan dirinya sendiri.

Sedangkan di Jawa kasus penyesatannya kebanyakan bersifat personal, individu. Tetapi yang bersifat personal / individu itu menjadi fatal akibatnya jika orangnya adalah seorang pemimpin, seorang tokoh masyarakat, tokoh agama atau orang-orang berpengaruh lainnya, karena mereka akan dipengaruhi menjadi berhati jahat dan akan juga menyebarkan rasa jahat, kebencian dan permusuhan. Pengaruh penyesatan pada satu orang saja dari mereka akan juga mempengaruhi banyak orang lain pengikut dan pendukung mereka.


Kali ini kita memfokuskan perhatian kita di Jawa saja dan sekitarnya.

Dalam peperangan kali ini, sama dengan peperangan sebelumnya, sukma-sukma jahat itu harus menggalang kekuatan supaya mereka tidak dengan mudahnya dapat ditangkapi. Dan dengan perhitungan dan strategi yang matang mereka serentak menyergap - menyerang anggota-anggota kerajaan itu.

Bagi para anggota kerajaan itu peperangan kali ini jauh lebih berat dan merepotkan dibandingkan peperangan sebelumnya. Sekalipun peperangan yang sebelumnya itu melawan jumlah musuh yang luar biasa banyak, tetapi karena pertarungannya dilakukan secara frontal dan berlangsung di area yang tidak terlalu luas, maka walaupun kerajaan itu menerjunkan jumlah pasukan yang tidak banyak, tetapi dengan mengandalkan kekuatan yang tinggi lawan-lawannya dapat cukup mudah ditaklukkan, ditundukkan, dan tidak ada anggota kerajaan itu yang sampai terluka berat.

Tetapi kondisi peperangan yang sekarang ini jauh berbeda. Sekarang ini kerajaan itu harus bekerja ekstra keras dan melibatkan kesiap-siagaan seluruh anggota. Meskipun lawan yang dihadapi tidak sebanyak perang-perang sebelumnya, tetapi kekuatannya jauh lebih tinggi dan lebih cerdas. Kali ini mereka benar-benar berperang melawan sukma-sukma manusia yang sakti yang berakal dan berkecerdikan tinggi, penuh dengan kecerdikan taktik dan strategi berperang, baik perang frontal terbuka maupun perang gerilya.

Pertarungan terjadi di banyak tempat, tersebar di banyak lokasi di pulau Jawa. Di beberapa tempat terjadi peperangan besar melawan jumlah musuh yang banyak, di tempat lain terjadi peperangan dengan jumlah yang sedikit, dan itu benar-benar telah menguras energi para pasukan dan anggota kerajaan itu karena pihak musuh menerapkan strategi perang terbuka sekaligus perang gerilya di banyak tempat sekaligus dalam waktu yang bersamaan dan dalam interval waktu yang tidak tertentu.

Kali ini ada beberapa anggota kerajaan itu yang terluka berat, karena kena disergap ketika sedang berjalan sendiri. Atau sekalipun berjalan berkelompok, mereka juga disergap oleh lawan yang lebih banyak jumlahnya. Semua anggota harus selalu bersiaga dan ekstra kerja keras untuk sewaktu-waktu pergi memenuhi panggilan darurat dari adanya anggota yang disergap dan diserang. Dan itu terjadi serentak di banyak tempat dalam waktu yang tidak tertentu dan seringkali kejadiannya benar-benar tidak terduga.

Pihak musuh kali ini benar-benar cerdik. Sesudah menyerang / menyergap itu mereka segera menghilang bersembunyi, masuk / berdiam di bawah rumah-rumah, bangunan-bangunan, dan di bawah situs-situs wingit yang mengandung energi untuk menyamarkan keberadaan energi mereka, bahkan banyak yang sampai bersembunyi jauh di dalam bumi.

Tetapi sudah banyak pihak musuh yang berhasil ditaklukkan dan ditangkap. Sekalipun yang kekuatannya tinggi masih banyak yang berhasil melarikan diri dan bisa menyerang sewaktu-waktu, tetapi banyak dari mereka sudah berhasil diamankan.


https://sites.google.com/site/thomchrists/temp/bharatayudha-ii/140.000%20KRK.jpg












Di samping kiri adalah image sukma jahat 140.000 KRK yang coba-coba datang menantang, tewas berdiri mematung ditancap oleh sebentuk tombak energi dari atas kepalanya sampai ke bawah.

Jika ingin mencoba menerawang, fokuskan batin anda pada saat pertama kali foto itu dibuat, karena kondisinya yang sekarang sukma jahat itu sudah dipindahkan ke tempat lain, tidak lagi ada disitu.


Tetapi ada satu hal yang harus diwaspadai dan perlu ditekankan disini sebagai bahan perhatian dan kehati-hatian kita semua. Dalam sebuah pertarungan besar yang melibatkan banyak anggota melawan ribuan sukma jahat, di langit di dekat rumah Penulis di Jakarta, pada hari Senin malam selepas mahgrib tanggal 2 Desember 2013, yang saat itu tengah terjadi hujan deras dan lebat, ternyata ada 5 sosok gaib berwujud seperti manusia tinggi besar dengan tinggi tubuh sekitar 100 meter yang ikut bertarung membantu kelompok sukma jahat itu. Salah satunya di wajahnya bermata 3. Yang lainnya bermata satu di tengah jidatnya. Kekuatan mereka rata-rata sekitar 400.000 KRK.

Kelima sosok gaib itu mirip seperti bangsa jin jika ditinjau dari jenis dan sifat energinya, tetapi kekuatannya jauh sekali di atas kekuatan bangsa jin terkuat di bumi, dan energinya lebih padat dan lebih tajam. Kami menduga bahwa mereka adalah mahluk-mahluk yang berasal dari luar bumi. Jin alien. Kelihatannya mereka bertujuan menjadi penguasa di bumi, apalagi kekuatan mereka tinggi sekali. Untunglah saat itu mereka memunculkan diri, sehingga keberadaan mereka bisa diketahui.

Pertempuran sengit sekali. Tetapi kemudian si manusia mengeluarkan energi-energi seperti halilintar menyambar-nyambar mereka dan sebentuk energi besar menghantam mereka, menumbuk mereka, menjadikan tubuh-tubuh gaib mereka menjadi bubur energi cair. Pertarungan berakhir. Syukurlah Tuhan melindungi, mereka semua dapat ditangani. Mudah-mudahan nantinya tidak akan ada bangsa mereka yang lain lagi yang datang juga ke bumi.


Pada Selasa malam hari tgl. 10 Desember 2013 sekitar pk.23.00 rumah si manusia didatangi 5 sosok gaib besar yang lain lagi yang juga masing-masing berkekuatan 400.000 KRK, yang adalah teman-teman dari 5 sosok gaib besar sebelumnya. Dan jelas pada kejadian ini mereka memberikan jawaban bahwa mereka ingin berkuasa di bumi, menjadikan bumi sebagai wilayah kekuasaan mereka. Di belakang mereka ada ribuan sukma manusia jahat berkekuatan tinggi yang mendukung kelima sosok gaib besar itu. Pertarungan luar biasa sengit. Tetapi sebentuk jaring energi raksasa membungkus dan memenjarakan mereka, membanting-banting tubuh mereka dengan kegeraman ke sebuah landasan energi. Tubuh mereka remuk hancur lebur.


Pada Kamis sore hari 19 Desember 2013 sekitar pk.16.00 kembali terjadi pertempuran sengit di langit di dekat rumah si manusia. Saat itu tengah terjadi hujan deras dan lebat. 1 sosok gaib besar yang lain lagi yang juga berkekuatan 400.000 KRK, berwujud manusia tinggi besar dengan tinggi tubuh sekitar 100 meter, bermata 3, yang adalah teman dari sosok-sosok gaib besar sebelumnya, memimpin di belakangnya ratusan sukma jahat berkekuatan tinggi yang mendukung sosok besar itu.

Tetapi di tengah pertarungan sengit itu muncul ribuan jarum-jarum energi terbang menyambar-nyambar dan menembusi kepala dan badan musuh, menjahit mereka, membuat mereka sekarat tak berdaya. Sebagian lagi tubuh lawan terpotong-potong oleh sinar laser. Syukurlah Tuhan melindungi, mereka semua dapat ditangani.

Jika para pembaca ingin mencoba mendeteksi / menerawang, para pembaca bisa mengarahkan fokus batinnya ke langit sebelah timur - selatan kota Jakarta. Disana ratusan sukma jahat manusia terkapar mengambang di udara. Tubuh-tubuh gaib mereka diikat / dijahit / ditembusi seleret energi seperti seuntai benang laser tipis. Disitu juga tergantung sesosok gaib tinggi besar bermata 3 tersebut dengan kepalanya ditembusi seuntai benang laser tipis, tergantung mengambang melayang di udara disatukan dengan sukma-sukma jahat tsb.

https://sites.google.com/site/thomchrists/temp/bharatayudha-ii/20131221_164909-4.jpg



Pada Minggu malam hari 22 Desember 2013 sekitar pk.24.00 kembali terjadi lagi pertarungan sengit di langit kota Jakarta. Kali ini datang ratusan sosok-sosok gaib besar yang lain lagi yang juga masing-masing berkekuatan 400.000 KRK, berwujud manusia tinggi besar dengan tinggi tubuh sekitar 100 meter, yang adalah sebangsa dengan sosok-sosok gaib besar sebelumnya, diikuti di belakangnya ribuan sukma manusia jahat berkekuatan tinggi yang mendukung sosok-sosok besar itu.

Ratusan sosok-sosok gaib besar berkekuatan 400.000 KRK dan ribuan sukma jahat berkekuatan tinggi memaksa banyak anggota kerajaan itu turun ke lapangan ikut bertempur. Pertarungan luar biasa sengit dan berlangsung cukup lama.

Untuk mengakhiri pertarungan terpaksa si manusia melontarkan granat energi yang meledak dahsyat di angkasa mencabik-cabik tubuh lawan-lawannya dan menyorotkan sinar laser energi seperti lampu mercusuar memotong-motong tubuh lawan-lawannya. Sukma-sukma jahat dan sosok-sosok gaib besar itu tewas semua mengenaskan. Tubuh-tubuh gaib mereka bergelimpangan terpotong-potong oleh sinar laser, sebagian lagi hancur tercabik-cabik terkena ledakan dahsyat granat energi yang dilontarkan meledak di angkasa.
Syukurlah Tuhan melindungi, mereka semua dapat ditumpas.

Dari peperangan itu, jika para pembaca ingin mendeteksi atau ingin mencoba menerawang, para pembaca bisa mengarahkan fokus batinnya ke berbagai tempat di kota Jakarta, terutama di daerah timur - selatan kota Jakarta, mungkin ada bagian tubuh gaib mereka yang tergeletak di tanah di dekat anda jika anda sedang berada di daerah sana.


Pada Sabtu sore hari tgl. 11 Januari 2014 sekitar pk.17.00 kembali rumah si manusia didatangi oleh gaib-gaib besar lagi. Kali ini terlihat datang ribuan sosok gaib besar 400.000 KRK yang lain lagi, berpakaian keprajuritan, berbaris terbang melesat cepat sekali dari arah luar bumi dipimpin oleh 6 sosok gaib 600.000 KRK berwujud manusia-manusia tinggi besar setinggi 100 meter yang adalah sebangsa dengan sosok-sosok gaib besar sebelumnya.

Tanpa peringatan basa-basi mereka langsung berbaris rapat membentuk formasi diamond menyatukan kekuatan energi mereka dan menembakkan sebentuk energi yang besar, padat dan tajam seperti meriam energi raksasa yang dahsyat. Suaranya dahsyat keras sekali seperti gunung meletus. Hebat !  Luar biasa .... Tidak terduga. Cepat sekali tak dapat dihindari. Terasa sakit di dada.

Dari formasi menyerang dan bentuk serangan mereka itu bisa diperkirakan bahwa mereka memang sudah malang-melintang dalam peperangan gaib. Mungkin mereka juga sudah menguasai planet-planet lain. Teknik menyatukan kekuatan itu sangat terorganisir dan pasti sudah terlatih. Mungkin itu adalah senjata pamungkas mereka dalam mengalahkan kekuatan gaib yang tinggi-tinggi sesudah kiriman pasukan pembuka mereka tidak berhasil mengalahkan lawannya, karena dengan cara menyatukan kekuatan energi mereka itu kekuatan baru yang tercipta menjadi berlipat-lipat kekuatannya entah jadi berapa juta KRK, jauh lebih tinggi dibanding jika mereka melakukannya beramai-ramai tapi terpisah sendiri-sendiri.

Penulis sendiri sudah mengenal teknik itu. Biasanya digunakan Penulis untuk menyatukan kekuatan pancer dan sedulur papat ditambah kekuatan energi alam yang dibentuk menjadi satu kekuatan baru yang jauh lebih kuat daripada jika dilakukan dengan kekuatan yang sendiri-sendiri. Tapi kali ini itu dilakukan oleh pihak musuh. Juga dengan kekuatan mereka yang tinggi dan jumlah anggota yang buaanyak. Benar-benar hebat !  Luarrrr biasa .... Benar-benar tidak terduga.

Si manusia menciptakan bola energi besar di angkasa. Ia menarik lawan-lawannya itu masuk ke dalam bola energi itu, ditelan lumer menjadi energi cair. Sisanya ditelan sendiri oleh bola energi itu yang hidup dan bergerak cepat melesat mengejar lawan-lawannya. Syukurlah Tuhan melindungi, mereka semua dapat diringkus. Cideranya dalam waktu singkat bisa dipulihkan.

https://sites.google.com/site/thomchrists/temp/bharatayudha-ii/Bola%20energi%20hidup.jpg


Si manusia kemudian membentuk pagaran gaib absolut jutaan KRK yang membungkus bumi pada ketinggian sekitar 200 km, yang itu pada akhir Maret 2014 kemarin sudah berhasil meleleh-lumerkan raja-raja gaib dan jutaan tentaranya berikut kapal-kapal perang gaib mereka dari luar bumi yang memaksakan diri menembus pagaran gaib itu.

Kelihatannya pertempuran melawan mahluk-mahluk halus dan sukma-sukma jahat akan terus berkelanjutan sampai mereka benar-benar habis ditumpas dan tidak ada lagi gaib-gaib yang berniat menjadi raja kegelapan dan penguasa di bumi ini.


Sebaiknya ini menjadi peringatan bagi para pembaca untuk waspada dan berhati-hati.
Selama ini kita disibukkan dan dijejali banyak cerita tentang mahluk-mahluk halus yang sering mengganggu manusia, tentang arwah penasaran dan gentayangan atau mahluk-mahluk halus begundal yang sudah menjadikan tempat-tempat tertentu menjadi angker dan sering mencelakakan manusia yang semuanya itu sebenarnya hanyalah mahluk-mahluk gaib kelas rendah saja yang kekuatan gaibnya tidak berarti dan tidak cukup berarti untuk diperhitungkan dalam dunia kebatinan-spiritual kegaiban.

Di luar sana ada banyak sekali mahluk halus berkekuatan tinggi yang kekuatannya jauh lebih tinggi daripada gaib-gaib umum dan khodam yang diketahui dan ditemui orang selama ini, dari jenis bangsa jin maupun sukma manusia, yang selama ini sudah menjadi roh-roh jahat dan penyesat. Sekalipun selama ini keberadaan mereka hanya menjadi dongeng saja, dan hanya menjadi cerita saja di dalam agama, tetapi mereka itu sungguh ada. Mereka adalah mahluk-mahluk jahat dan penyesat, yang menjadi penguasa-penguasa kegelapan di bumi dan banyak orang sudah berhasil disesatkan, termasuk mereka yang dirinya agamis dan merasa sangat beriman.

Juga ada banyak pertarungan besar di Jakarta atau di lokasi-lokasi lain di manapun ternyata sama sekali tidak ada satu pun yang terdeteksi oleh mereka orang-orang berilmu tinggi dan yang bisa melihat gaib, walaupun itu terjadi di hadapan mereka.

Dan sebaiknya ini juga menjadi bahan kehati-hatian untuk para pembaca yang selama ini merasa bisa mengusir / menaklukkan mahluk halus, jangan sampai anda tidak bisa membedakan mahluk halus yang kekuatannya tinggi dengan yang kekuatannya rendah, karena teguran, hukuman dan pembalasan dari yang kekuatannya tinggi sangat sulit ditangkal oleh keilmuan dan khodam orang-orang umum jaman sekarang ini. Dan walaupun tidak diungkapkan di dalam comments / surat pembaca, karena bersifat pribadi, sudah ada beberapa pembaca yang sebelumnya sudah tinggi berilmu, ahlinya ilmu gaib dan ahlinya menangkal santet dan serangan gaib, percaya diri dan ahli dalam menaklukkan / pembersihan gaib, pilih tanding dalam perang ilmu gaib dan khodam, menemui batunya, bahkan sekarat nyaris tewas, karena tanpa disadarinya mereka berhadapan dengan gaib-gaib yang kekuatannya tinggi.





Lanjut ke tulisan lanjutannya : Invasi Antar Galaxy ?  >> 
















Comments