Bangsa Halus Lain-lain

 

Dalam tulisan bangsa halus lain-lain disini digunakan untuk menceritakan jenis-jenis mahluk halus yang secara penggolongan jenisnya tidak termasuk jenis-jenis yang sudah dituliskan dalam halaman sebelumnya. Masing-masing mahluk halus disini merupakan jenis-jenis tersendiri. Selain yang sudah dituliskan disini, masih banyak jenis mahluk halus lain yang ada, tetapi kami tidak tahu namanya.


      Mahluk Jadi-Jadian

Mahluk jadi-jadian yang sering merubah wujudnya menyerupai manusia atau mahluk lain dengan maksud menipu, bukanlah jenis mahluk halus tersendiri, bukan juga siluman. Bangsa siluman asal-usulnya adalah sukma manusia, yang karena sesuatu sebab, mungkin kutukan, atau mungkin karena kekuatan ilmunya, kemudian berubah wujudnya atau sifat energinya menjadi mirip seperti bangsa jin (baca: Bangsa Siluman).

Mahluk jadi-jadian biasanya adalah bangsa jin kelas rendah, bangsa jin yang beraura psikologis abu-abu, yang suka menipu, mengganggu atau menakut-nakuti manusia. Mereka juga suka menirukan perilaku manusia. Mereka beraksi di tempat-tempat tertentu yang kerap didatangi oleh manusia.

Ada yang beraksi di tempat-tempat tertentu yang pernah terjadi kecelakaan, memberi penampakan di mata manusia seolah-olah mereka adalah para manusia yang pernah menjadi korban kecelakaan disitu.
Ada yang memberi penampakan seperti kendaraan bus (bus hantu) atau kapal laut kosong (kapal hantu).
Ada yang beraksi di bangunan / gedung yang sedang sepi, menakuti-nakuti manusia yang ada di dalamnya.
Banyak juga yang beraksi di makam-makam atau tempat-tempat keramat yang biasa didatangi oleh manusia untuk ngelmu gaib atau ngalap berkah (meminta berkah), beraksi seolah-olah mereka adalah manusia yang dahulu dimakamkan disitu.
Bila manusia datang ke tempat itu dengan membawa sesaji, mereka mau mewujudkan keinginan si manusia bila sesajinya itu sesuai.

Biasanya bangsa jin ini sengaja menakut-nakuti atau menipu manusia dengan cara menirukan sosok- sosok tertentu dari manusia yang sudah meninggal, termasuk perilakunya. Mereka juga kerap menirukan sosok mahluk halus lain, seperti kuntilanak, pocong, si muka rata atau mahluk halus lain yang sering disebut oleh manusia. Ada juga yang merasuk ke dalam tubuh seseorang dan mengaku-aku sebagai orang tertentu. Bahkan banyak juga yang dengan sengaja menipu manusia dengan tujuan bercinta dengannya untuk memenuhi hasrat birahinya.

Mahluk jadi-jadian ini bisa juga sejenis gondoruwo yang menyamar menjadi seseorang / suami seseorang dan kemudian bercinta dengan istrinya. Atau bisa juga sejenis kuntilanak yang menyamar menjadi manusia perempuan cantik yang menggoda seorang laki-laki untuk bercinta dengannya.


      Pocong

Sukma manusia yang telah meninggal biasa disebut arwah. Biasanya penampakkan arwahnya sama dengan si manusia semasa ia masih hidup, tetapi ada juga yang kemudian arwahnya berubah menjadi sebangsa siluman (baca : Bangsa Siluman), ada juga yang arwahnya kemudian berubah menjadi pocong.

Pocong adalah mahluk halus sukma / roh / arwah orang yang sudah meninggal yang berwujud manusia berselimut kain kafan yang terjadi karena proses pemakamannya tidak sempurna. Mereka hidup seperti roh manusia pada umumnya. Mereka tersiksa dengan wujudnya itu dan 'minder' terhadap sukma dan mahluk halus lain. Biasanya pocong laki-laki akan berkumpul dengan sesama pocong yang lain atau tinggal di dalam komunitas bersama kuntilanak, sedangkan yang perempuan akan hidup sendirian.

Fenomena pocong terjadi karena proses pemakaman yang tidak sempurna. Dikatakan tidak sempurna karena masih ada tali pocong yang masih mengikat kafan jenazah, atau walaupun tali-tali pocong tersebut sudah terlepas, sudah tidak mengikat, tetapi posisinya masih melingkar. Secara kegaiban, kondisi tali pocong yang masih mengikat atau masih melingkar itulah yang menyebabkan sukma orang tersebut "terikat" dan "terpaksa" berpakaian kain kafan.

Paling baik adalah tali-tali pocongnya diambil dan diletakkan di samping jenazah. Dengan demikian kondisi pocongan kafannya menjadi sempurna terlepas. Bila proses pemakamannya sempurna seperti itu biasanya kemudian sukma orang tersebut akan berpakaian sama dengan pakaian yang biasa dipakainya sehari-hari semasa hidupnya.

Fenomena pocong adalah salah satu bentuk kegaiban alam gaib. Setinggi apapun ilmu seseorang semasa hidupnya, tetap saja fenomena itu dapat terjadi kepada dirinya. Begitu juga terjadi pada jenglot atau batara karang. Semasa hidupnya ilmu orangnya tinggi sekali sampai-sampai setelah meninggal pun jasadnya tidak hancur / membusuk, malah kemudian bisa dijadikan jimat kebal. Mungkin juga semasa hidupnya dulu orang itu bisa merogoh sukma. Tapi faktanya, sesudah mati rohnya tidak bisa keluar dari raganya, terkunci di dalamnya.

Fenomena pocong tidak ada kaitannya dengan amal baik ataupun kejahatan. Juga sesakti apapun orangnya, tetap saja itu bisa terjadi kepada dirinya. Walaupun cerita tentang pocong seringkali dipertentangkan orang, karena terkait dengan sensitivitas agama, dan walaupun ditutup-tutupi, tetap saja itu terjadi. Banyak orang bisa memberikan kesaksian melihat pocong, dan dirinya sendiri pun nantinya bisa juga menjadi pocong, karena itu adalah fenomena alam yang memang ada dan berada di luar kekuasaan manusia. Justru disitu terkandung nasehat supaya manusia yang masih hidup memakamkan dengan benar jasad seseorang yang sudah meninggal, sebagai perbuatan baik terakhir kepada orang itu.

Jadi, proses pemakaman sebaiknya jangan dilakukan terburu-buru, apalagi dengan alasan kondisi cuaca tidak bagus, takut kemalaman, atau kasihan kalau tidak cepat-cepat dikubur, dsb. Segala sesuatunya harus dilakukan dengan benar dan harus dijadikan kebiasaan untuk melakukan sesuatu dengan benar, jangan melakukan sesuatu hanya sebatas formalitas saja. Dan kejadian pocong itu juga bisa terjadi pada semua manusia yang sekarang masih hidup bila nantinya meninggal.

Sebaiknya kita membiasakan diri memakamkan dengan benar orang yang sudah meninggal sebagai perbuatan baik terakhir kita kepadanya. Kalau kita dan semua orang mengabaikan membuka dan melepas tali pocong, kebiasaan jelek itu akan juga berakibat kepada kita sendiri dan semua orang yang sekarang masih hidup bila nantinya meninggal, karena orang-orang lain yang nantinya memakamkan kita akan juga mengabaikan untuk membuka dan melepas tali pocongnya. Arwah kita akan menjadi pocong.

Untuk menyempurnakan bentuk wujud dan penampilan pocong supaya bisa menjadi normal kembali seperti sukma / arwah lainnya hanya bisa dilakukan dengan cara menggali kembali makamnya dan diperbaiki posisi tali pocongnya. Merubah bentuk wujudnya secara gaib hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang sudah memiliki kuasa roh (illahi).

Terjadinya pocong kelihatannya masih akan terus terjadi karena adanya kebiasaan di masyarakat yang kurang telaten dalam memakamkan jasad seseorang. Apalagi pada kasus-kasus yang terpaksa harus dilakukan pemakaman masal, misalnya kasus kecelakaan bus, pesawat terbang, bencana alam dsb, yang jasad-jasad orangnya dibungkus kain kafan, tetapi ketika dimakamkan tali-tali pocongnya tidak dilepas.


      Bangsa Merkayangan (?)

Bangsa Merkayangan (?) adalah suatu jenis mahluk halus tersendiri. Sosok dan wajahnya mirip dengan manusia. Mereka bekerja dan beraktivitas seperti layaknya manusia. Dunianya mirip sekali dengan dunia manusia. Ada gedung-gedung, jalan raya dan kendaraan yang hilir-mudik, pasar dan orang berjual-beli, sawah dan petaninya, melakukan jual beli dengan uang seperti di dunia manusia. Ada yang kaya, bahkan juga ada yang miskin. Ada juga yang untuk kebutuhannya sehari-hari kerap mencuri beras dan bahan makanan mentah milik manusia.

Kehidupan gaib jenis ini persis seperti kehidupan manusia, seolah-olah manusia dan mereka memiliki kehidupan yang paralel. Hanya saja di dunia mereka tidak ada rumah ibadah dan sinar matahari seperti di dunia manusia. Umumnya mereka tinggal di batu-batu yang keras. Walaupun mereka tinggal di batu-batu, tetapi dunia kehidupan mereka luas seperti kehidupan manusia.


Merkayangan Cilacap.
Dikirimkan oleh Nikoagus Setiawan.


Foto di samping kiri adalah contoh sebuah lokasi yang di dalamnya, di bagian latar belakangnya, ada kehidupan gaib dunia bangsa merkayangan. Pada malam hari, dengan cara melihat gaib, bisa dilihat adanya bangunan-bangunan gaib perkantoran dan gedung-gedung tinggi yang besar dan indah, memancarkan cahaya berkilauan (padahal di dunia nyatanya disitu tidak ada gedung). Disitu juga ada pelabuhan gaib dan kapal-kapal besar gaibnya seperti kapal PELNI.


Kebanyakan dunia merkayangan yang diceritakan orang adalah dunia merkayangan yang di dalamnya ada kehidupan yang sudah maju, ada gedung-gedung tinggi, jalan raya, pesawat terbang, dsb, seperti contoh di atas. Sebagian orang malah ada yang menganggap itu markas UFO / alien.

Sebenarnya tidaklah selalu demikian.

Pengertian dunia merkayangan adalah suatu kehidupan di alam halus yang anggota masyarakatnya hidup dalam kehidupan yang mirip seperti di dunia manusia. Anggota masyarakatnya bisa dari berbagai jenis mahluk halus. Secara keseluruhan kehidupan mereka itu disebut dunia merkayangan, yaitu kehidupan mahluk halus di alam halus yang mirip dengan kehidupan manusia di dunia manusia.

Dunia merkayangan ada dimana-mana, bukan hanya di darat, tetapi juga di laut, di sungai-sungai, empang dan danau, dan gambaran kehidupannya tidak selalu seperti kehidupan berperadaban maju, lebih banyak yang kehidupannya sederhana. Selain yang khusus dari jenis merkayangan, para pelaku di dalam kehidupan bangsa merkayangan ada juga yang dari jenis sukma manusia, dhanyang dan bangsa jin yang menyatu membentuk kehidupan dan perilaku yang mirip seperti kehidupan manusia, membentuk dunia halus merkayangan. Misalnya kehidupan merkayangan di sungai-sungai dan di dekat perkampungan manusia, ada yang anggotanya hidup dengan menangkap ikan, ada yang mendayung perahu, ada yang bertani, berkebun, dsb.


      Bangsa Bidadari

Bidadari adalah sebangsa mahluk halus yang wujudnya mirip seperti manusia perempuan, yang hidup sebagai rakyat dan menjadi pelayan para Dewa. Mereka berpakaian seperti penari Jawa, memakai kain dan selendang. Dalam waktu-waktu tertentu, biasanya pada malam bulan purnama, mereka diijinkan untuk turun ke bumi, pergi ke tempat-tempat yang mereka ingin datangi.

Ada beberapa bidadari, yang karena diperistri oleh Dewa, kemudian diangkat derajatnya menjadi Dewi. Mereka mendapatkan penghormatan khusus, diakui sebagai dewi, diubah secara fisik menjadi dewi, diberi kekuatan dan kesaktian setingkat dewa, dan bertempat tinggal bersama dewa di kahyangan. Ada juga bidadari yang menikah dengan manusia dan kemudian tinggal di dunia manusia.



      Bangsa Peri


Peri adalah sebangsa mahluk halus yang wujudnya mirip manusia perempuan, tetapi ukuran tubuhnya bermacam-macam, ada yang kecil seperti boneka, biasanya bersayap bening transparan dan bersinar warna-warni. Bila kemunculannya terlihat oleh manusia, biasanya yang terlihat hanyalah sinar dari sayapnya yang berwarna-warni mengepak-ngepak seperti sayap kupu-kupu. Ada juga yang tinggi seperti manusia, biasanya tidak bersayap. Bangsa peri biasanya tidak hidup sendirian, tetapi mempunyai kelompok sendiri-sendiri sesuai dengan jenis dan ukuran tubuhnya masing-masing.


Peri yang bertubuh kecil, biasanya tidak jahat dan tidak suka mengganggu. Mereka hidup seperti bidadari, yaitu menjadi pelayan mahluk halus yang menjadi penguasa di tempat tinggalnya. Mereka memiliki pertemanan dan kesetiaan yang tinggi terhadap teman-temannya dalam kelompoknya. Bila ada yang diganggu atau ditangkap oleh mahluk lain, biasanya teman-temannya yang lain akan berusaha menolongnya dengan berbagai cara, atau meminta bantuan kepada mahluk halus yang mereka layani.

Biasanya kesaktian mereka rendah. Hidup di bawah tanah yang kering, tidak basah, atau di bagian bawah pohon. Ada juga yang tinggal di bawah tanah di lumbung (di rumah manusia).


Peri yang bertubuh tinggi seperti manusia sosoknya bermacam-macam. Ada yang seperti manusia perempuan, ada yang seperti kuntilanak, ada yang cantik seperti bidadari, ada juga yang wajahnya menakutkan. Wataknya pun bermacam-macam. Ada yang baik, ada juga yang jahat dan suka mengganggu manusia. Dibanding kuntilanak, kesaktiannya ada yang lebih rendah, ada juga yang lebih tinggi.


Tetapi ternyata di alam halus ada banyak bangsa jin yang sosok wujudnya persis sekali mirip peri, seperti peri kecil bersayap warna-warni. Biasanya mereka hidup dalam komunitas yang sejenis. Walaupun wujud fisiknya mirip peri, tetapi kekuatan mereka tinggi sekali, bisa sampai 800 - 900 KRK. Ada beberapa orang pembaca situs ini yang tidak sengaja kedatangan bangsa jin mirip peri ini yang datang mengikut kepada mereka.




      Bangsa Dhanyang


Istilah dhanyang pada umumnya pengertiannya adalah mahluk halus yang menjadi penjaga / penguasa (mbahureksa) di suatu lokasi / daerah atau yang menjadi penunggu suatu tempat / lokasi tertentu. Mereka bisa dari jenis apa saja, kebanyakan adalah bangsa jin.

Istilah dhanyang yang dimaksudkan dalam tulisan ini berbeda pengertiannya.


Dhanyang adalah sejenis mahluk halus yang menjadi penghuni suatu lokasi di darat atau di air. Mereka bukan bangsa jin. Mereka adalah jenis tersendiri, yaitu jenis dhanyang.


Dhanyang darat, berwujud seperti manusia, tetapi ada juga sedikit yang sosoknya seperti ular besar. Umumnya berwatak baik, tetapi jika merasa terganggu, mereka juga bisa marah. Biasanya mereka tinggal di gunung atau hutan yang jauh dari kehidupan manusia, atau tinggal di tempat-tempat yang dulunya menjadi tempat tinggal manusia berspiritualitas tinggi, atau di situs-situs yang beraura energi mistis. Sebagian lagi tinggal di makam-makam yang dikeramatkan manusia atau di tempat-tempat manusia biasa datang untuk "ngalap berkah". Mereka sering "menolong" manusia yang datang ke tempat tinggalnya untuk 'ngalap berkah'.


Dhanyang air adalah mahluk halus penghuni air yang berwujud, selain seperti manusia, banyak yang wujudnya seperti hewan air, misalnya berwujud seperti ikan besar, ikan mas, ikan lele, kura-kura, dsb. Yang wujudnya seperti hewan itu banyak di antaranya yang memiliki mustika di kepalanya atau di dalam perutnya. Mereka tinggal di air, seperti sungai, mata air, situ dan danau.

Biasanya mereka berwatak baik, tidak jahat terhadap manusia, tetapi bila manusia mengganggu mereka, atau melakukan perbuatan yang tidak pantas, mereka juga bisa marah. Tetapi jika kita mau bersikap sopan kepada mereka, mereka juga mau membantu kita. Misalnya kita akan memancing atau menangkap ikan, sebelumnya dengan sopan kita mengucapkan salam dan permisi minta diijinkan memancing atau menangkap ikan dan kita memberi sesaji berupa telor ayam mentah atau telor goreng mata sapi yang dilemparkan ke dalam air, mudah-mudahan mereka mau membantu supaya ikan hasil tangkapan kita banyak.


Sebagian dhanyang yang tinggal di tempat-tempat yang manusia biasa mencari berkah, seperti untuk pesugihan atau kesaktian, berwatak jelek, golongan hitam / abu-abu, yang nantinya akan menjadikan si manusia sebagai tumbalnya atau membawa arwah manusia ke tempat tinggalnya untuk dijadikan tawanan atau budak.




      Banaspati

Banaspati identik dengan wujud api dan panas.

Banaspati adalah sebangsa mahluk halus yang wujudnya bisa seperti bola api, seperti api obor berjalan, bisa seperti manusia api, atau seperti kerbau api (banaspati gunung Merapi). Rata-rata kekuatan gaibnya sekitar 20 kalinya mustika merah delima.

Banaspati termasuk jenis halus yang harus diwaspadai (dan dihindari). Bila ada tanda-tanda kehadiran banaspati, sebaiknya manusia segera menghindar, jangan malah datang mendekati untuk melihat / mencaritahu lebih dekat. Mereka tidak suka keberadaannya diketahui oleh manusia, sehingga bila bertemu manusia, mereka akan menyerang atau membunuh dengan cara membakarnya. Mereka ganas dan tidak mengenal kompromi ataupun sesaji.



      Manusia Kate


Mahluk halus berwujud Manusia Kate / Kerdil komunitasnya terdapat di beberapa daerah / hutan yang jauh dari kediaman manusia. Tubuh mereka pendek / kate (mirip dongeng kurcaci). Kehidupannya mirip kehidupan manusia, cenderung mirip seperti kehidupan primitif dengan peralatan sangat sederhana, seperti manusia yang hidup di pedalaman.


Biasanya mereka bersikap baik kepada manusia yang sudah mereka kenal. Tetapi kepada manusia yang belum dikenalnya, bila bertemu, kalau mereka tidak sempat bersembunyi, mereka akan bersikap galak dan menyerang, bahkan bisa membunuh. Terjadi demikian karena kecerdasan mereka rendah dan mudah panik, sehingga untuk menyelamatkan dirinya, bila tidak dapat bersembunyi, mereka akan menyerang.


Manusia Kate suka sekali, sambil tetap bersembunyi, memperhatikan atau 'memata-matai' manusia yang lewat di dekat kediaman mereka. Kadang karena terlalu asyik memperhatikan, keberadaan mereka bisa terlihat oleh manusia, atau tanpa sadar mereka membuat gerakan-gerakan di dedaunan / semak-semak tempat mereka sembunyi, sehingga akhirnya mereka terlihat oleh manusia. Jika ketahuan, mereka akan langsung berlari ke 'kampung'-nya.


Sebenarnya mereka ramah dan baik hati, hanya saja keberadaan mereka tidak mau diketahui oleh manusia, dan bila merasa panik dan tidak dapat bersembunyi, mereka akan menyerang. Bila ada seseorang sendirian berada di dekat kediaman mereka, dan mereka mengetahui orang tersebut sedang menderita sakit atau terluka, biasanya mereka akan keluar dari persembunyiannya untuk menolong orang itu. Bila sudah saling mengenal, mereka ramah sekali. Apapun yang kita minta biasanya akan mereka turuti.


Manusia Kate ini sebenarnya adalah mahluk halus. Tetapi mereka tidak bisa mengontrol emosi dan energi mereka, sehingga sering terlihat oleh manusia. Bila sedang merasa santai dan merasa aman, mereka akan terlihat sebagai manusia dan kakinya pun meninggalkan jejak tapak kaki di tanah.


Manusia Kate ini sejenis dengan bangsa kurcaci di Eropa yang sering kita dengar cerita dongengnya.




      Ratu Binatang


Ada banyak mahluk halus yang merupakan ratu dari binatang, sehingga dimana mereka tinggal akan banyak binatang yang serupa dengannya ikut bersarang.  Bila dia berpindah tempat tinggal, maka binatang-binatang itupun akan ikut berpindah sarang.


Ratu Walet adalah sesosok mahluk halus berwujud seperti burung rajawali berwarna coklat gelap dengan tinggi badan 2 meter. Secara alami mereka tinggal di goa-goa di gunung kapur atau gunung karang yang gelap dan sedikit cahaya. Di tempatnya tinggal pasti banyak burung walet bersarang. Bila dia pindah tempat tinggal, maka burung-burung walet itupun akan ikut berpindah sarang.


Adakalanya dia mau tinggal di dalam sebuah bangunan yang sengaja dibuat gelap oleh pemiliknya untuk dijadikan rumah walet. Dengan keberadaan ratu walet disitu, maka banyak burung walet akan ikut tinggal bersarang disitu, sehingga bangunan tersebut menjadi penuh dengan burung walet yang bersarang.


Bagi yang mengerti gaib, mereka dapat mengundang Ratu Walet ini dengan sesaji bakaran menyan jawa dan sejumlah ikan laut kecil yang masih segar. Karena Ratu Walet tidak mudah untuk merasa betah dan mau tinggal di suatu tempat, kadangkala ritual ini harus dilakukan beberapa kali.


Ada juga Ratu Ular yang biasanya sosoknya seperti ular sanca besar. Sebagian dari mereka di sarangnya mempunyai telur dan sebagian telur-telur itu sudah menetas dan menjadi anak-anak ular gaib tersebut. Biasanya anak-anak ular itu akan tinggal bersama dengan induknya.

Ada sebagian jenis ular gaib ini yang menjadikan tubuh manusia sebagai sarangnya dan sebagai tempatnya bertelur.


Ada Ratu Belalang berwarna hijau muda yang tingginya 3 meter dan panjangnya 6 meter. 

Ada juga Ratu Ikan yang sebenarnya adalah dhanyang air. 

Ada juga rajanya harimau. Jika sosok gaib ini berteman dengan seseorang dan mendampinginya keluar masuk hutan, maka sosok ini akan melindungi orang tersebut supaya terhindar dari sosok-sosok halus yang mengganggu dan supaya terhindar dari serangan / gigitan hewan buas / liar.




      Khodam


Istilah khodam diartikan sebagai mahluk halus tertentu yang bisa dimintai bantuannya atau diharapkan kegaiban / tuahnya oleh manusia, atau mahluk halus yang menjadi sumber kekuatan gaib dari sebuah jimat, pusaka atau ilmu gaib (prewangan). Mereka bisa dari jenis mahluk halus apa saja, kebanyakan adalah bangsa jin. 


Khodam Ilmu dan khodam pendamping, bisa mahluk gaib jenis apa saja, biasanya bangsa jin.


Khodam jimat batu cincin / rajahan, biasanya adalah bangsa jin.


Khodam keris jawa (keris tua buatan empu keris jaman dulu) dan benda-benda pusaka lain buatan empu keris jawa jaman dulu, khodamnya adalah mahluk halus sebangsa wahyu keris yang komunitasnya  tinggal di atas gunung Himalaya, dekat Kahyangan, kediaman para dewa.


Khodam Mustika (yang asli alam), biasanya bukan bangsa jin, hanya sedikit yang khodamnya bangsa jin. Jenis mustika biasanya khodamnya adalah jenis tersendiri. Secara umum disebut khodam mustika.

Mustika yang sejenis biasanya khodamnya juga dari jenis yang sama. Mustika lain yang berbeda, khodamnya juga dari jenis yang berbeda.

Khodam mustika wesi kuning jenisnya sama, wujudnya juga sama, yaitu seperti manusia laki-laki kekar bertelanjang dada dan berkepala botak.

Khodam mustika merah delima jenisnya sama, tetapi wujudnya tidak semuanya sama, wujudnya ada yang seperti bapak-bapak berjubah, ibu-ibu berkemben, ksatria laki-laki atau perempuan, bisa juga seperti anak-anak.

Khodam mustika wesi kuning berbeda jenis dengan khodam mustika batu merah delima.

Khodam mustika keong buntet, burung perkutut majapahit dan burung perkutut jawa berbulu putih kebanyakan adalah bangsa jin dari golongan putih.

(Baca juga : KHODAM).





--------------




 






Comments