Khodam dan Tuah

     Kekuatan Khodam dan Kekuatan Tuah

 

Halaman ini adalah kelanjutan dari tulisan di halaman-halaman lain yang terkait dengan istilah khodam. Untuk keterangan lengkapnya silakan dibaca juga tulisan di halaman-halaman lain yang terkait.

Untuk keperluan menambah pemahaman isi tulisan dalam halaman ini :
 - Sebagian pengertian dalam menilai tuah dan kesaktian khodam gaib sudah dituliskan dalam tulisan :
   Kesaktian Mustika.
 - Untuk tujuan menilai karakter suatu sosok halus / khodam dan tuahnya bisa dilakukan dengan cara yang
   serupa seperti dalam tulisan Ilmu Tayuh / Menayuh Keris.
 - Untuk mengetahui jenis-jenis sesaji untuk khodam gaib bisa dibaca dalam tulisan Sesaji Untuk Benda Gaib.
 - Untuk keperluan mendapatkan suatu amalan gaib untuk tujuan tertentu dapat mencarinya di internet.

Khodam adalah istilah untuk suatu mahluk halus yang bisa dimintai bantuannya oleh manusia. Jenis mahluk halusnya bisa dari jenis apa saja, bisa jin, kuntilanak, gondoruwo, dsb, bisa juga berasal dari khodam jimat atau pusaka, bisa menjadi khodam ilmu gaib atau khodam pendamping, atau pun dipanggil / dihadirkan untuk diperintah melakukan perbuatan gaib tertentu (khodam ilmu hadiran).

Istilah khodam dalam tulisan ini meliputi pengertian khodam secara umum, yaitu khodam dari benda-benda gaib, khodam ilmu dan khodam pendamping.



  Kekuatan Tuah


Jika kita memiliki sebuah benda berkhodam atau memiliki khodam ilmu / pendamping :
 - Apa hubungannya tuah gaib dengan kesaktian khodamnya ?
 - Kalau khodamnya kuat, apakah tuahnya juga pasti bagus dan kuat ?
 - Apakah semakin kuat khodamnya semakin bagus juga tuahnya ?
 - Manakah yang lebih baik untuk dimiliki :  khodam yang kuat ataukah khodam yang bertuah ?
 - Manakah yang lebih penting :  tuahnya ataukah kekuatan khodamnya ?


Di halaman sebelumnya (Kualitas Tuah dan Khodam) Penulis sudah menuliskan tentang kualitas tuah sebuah benda gaib yang berhubungan dengan karakter khodam gaibnya.

Secara alami semua sosok halus memancarkan suatu aura energi tertentu hingga jarak tertentu dari tempat keberadaannya. Masing-masing aura energi itu mempunyai sifat sendiri-sendiri sesuai jenis karakter sosok halusnya.

Sebagian besar pancaran aura energi mahlus halus yang alami tidak terasakan pengaruhnya oleh manusia. Sebagian lainnya pengaruhnya bisa dirasakan sebagai berpengaruh positif atau bersifat negatif bagi manusia.

Bentuk sifat aura energi pancaran mahluk halus di atas adalah bersifat alami. Selain itu ada juga yang tidak alami, yaitu perbuatan mahluk halus dan sifat aura energi yang sengaja dibentuk dengan sugesti amalan gaib (atau dengan sambat).

Jika pancaran aura energi atau perbuatan mahluk halus itu oleh manusia dirasakan sebagai bermanfaat, maka pancaran aura energi atau perbuatan mahluk halus itulah yang secara umum kita sebut tuah , yang pengaruhnya bisa dinikmati oleh manusia dan bisa dengan sengaja dimanfaatkan oleh manusia.

Tuah adalah perbuatan atau pancaran aura energi dari sesosok mahluk halus (khodam) yang dirasakan bermanfaat dan bisa dengan sengaja dimanfaatkan oleh manusia.


Secara umum tuah yang dinikmati oleh manusia bentuknya adalah pancaran energi alami dari karakter mahluk halusnya, misalnya didapatkan dari sebuah benda gaib yang khodamnya memancarkan aura pengasihan, kerejekian, kewibawaan, atau aura kekuatan. Ada juga bentuk tuah yang didapatkan setelah diberikan sugesti atau dibacakan amalan gaib tertentu. Selain itu ada tuah dalam bentuk khusus, biasanya adalah yang merupakan perbuatan dari perintah khusus manusia untuk dilakukan oleh si mahluk halus, misalnya tuah untuk pembersihan gaib, pengobatan gaib, penarikan benda gaib, pelet, penundukkan, dsb.

Masing-masing bentuk tuah itu, terasa tidaknya perbuatan dan pancaran aura energi itu, yang alami ataupun yang didapat setelah mengsugestikan suatu amalan gaib, berhubungan dengan kualitas dan kekuatan tuahnya.


Istilah kualitas tuah, dapat dianalogikan sebagai tingkatan sifat dari suatu bentuk tuah.
Jika tingkatan sifat tuah ini diukur nilainya dengan skala penilaian dari 1 sampai 10, maka bila nilainya 1 berarti tingkatan sifat tuahnya paling lemah (paling rendah kualitasnya, paling rendah tingkatan sifat tuahnya), dan nilai 10 berarti kadar tingkatan sifat tuahnya paling tinggi (paling tinggi tingkat kualitas tuahnya).

Kebanyakan sosok halus dapat disugestikan untuk memberikan tuah tertentu (disugestikan untuk memancarkan aura energi dengan sifat tertentu), tetapi tuah-tuah yang kualitasnya bagus hanya didapatkan jika tuah itu sejalan dengan karakter asli (kepribadian) sosok gaibnya.


Dalam tulisan di halaman ini ada digunakan istilah kekuatan tuah.

Istilah kekuatan tuah, dapat dianalogikan sebagai kekuatan dan kestabilan pancaran energi tuah dari khodam sebuah benda gaib, khodam ilmu atau khodam pendamping.

Ada beberapa kondisi yang menentukan kekuatan tuah, yaitu :
 1. Kekuatan energi si khodam.
 2. Kestabilan energi si khodam.
 3. Kondisi psikologis dan perwatakan si khodam.

Penjelasannya sbb :


 1. Kekuatan Khodam.


Kekuatan / kesaktian mahluk halus identik dengan besarnya energi, kepadatan dan ketajaman energinya.
Dalam hubungannya dengan tuah, maka kekuatan mahluk halus ini identik dengan kekuatannya memancarkan energi yang berupa tuahnya, disebut kekuatan tuah, yaitu besarnya pancaran energi, kepadatan dan ketajaman energi tuahnya.

Kekuatan pancaran energi tuah benda gaib seseorang biasanya hanya terpancar dalam jarak tertentu saja, misalnya hanya untuk mempengaruhi orang-orang di sekitarnya sebatas luas suatu ruangan, tetapi bisa juga dipancarkan dalam radius yang cukup jauh dan mempengaruhi banyak orang, misalnya untuk mempengaruhi orang-orang yang hadir dalam acara pidato di lapangan atau di dalam gedung pertemuan.

Masing-masing mahluk halus mempunyai kekuatan sendiri-sendiri yang tidak sama satu dengan yang lainnya. Jika kekuatannya rendah, maka pancaran kekuatan tuahnya hanya dapat berpengaruh dalam radius dekat saja, tetapi jika kekuatannya tinggi, maka pancaran kekuatan tuahnya dapat berpengaruh dalam radius yang cukup jauh (tetapi semakin jauh jaraknya, tuahnya semakin lemah pengaruhnya).

Umumnya kekuatan gaib dan kesaktian mahluk halus dan kekuatan tuah-nya bersifat tetap, tidak berubah (given), tetapi  kualitas tuah-nya  dan  kadar pengaruh tuah-nya  bisa kita ubah  dengan sugesti khusus (dengan amalan gaib).

Biasanya kualitas tuah dari masing-masing mahluk halus / khodam akan terus seperti aslinya, tidak akan meningkat, tapi bisa menurun kualitasnya, sehingga harus diusahakan supaya kualitas tuahnya bisa bagus lagi, misalnya dengan cara secara berkala diwiridkan amalan gaib yang sesuai dengan tuahnya dan pemberian sesaji.

Jika kekuatan asli mahluk halus tersebut rendah, maka jika dipaksakan agar memancarkan tuahnya dalam radius yang jauh, biasanya kualitas tuahnya malah akan melemah dan tidak terasakan pengaruhnya. Tapi jika kita bisa mengsugestikannya untuk memberikan tuah yang lebih baik kualitasnya, biasanya khodam-khodam itu bisa "bekerja" mengikuti sugesti kita, walaupun pancaran tuahnya tidak jauh, tapi secara kualitas, tuahnya cukup untuk berpengaruh terhadap orang lain di sekitar kita.

Jadi masing-masing mahluk halus mempunyai keterbatasan dalam kekuatannya masing-masing. Mahluk halus yang kekuatannya tinggi dapat memancarkan pengaruh tuahnya meliputi area yang lebih luas daripada yang kekuatannya lebih rendah.

Untuk menambah pemahaman kita berikut ini diberikan ilustrasi sbb:

Mahluk halus A nilai kekuatannya 7.
Mahluk halus B nilai kekuatannya 6.
Berdasarkan skala nilai kekuatan di atas mahluk halus A lebih tinggi kekuatannya dibanding mahluk halus B.
Masing-masing si A dan si B mempunyai tuah yang sama untuk pengasihan dan dengan nilai kualitas tuah yang sama, masing-masing nilai kualitas tuahnya 8.

Si A dapat memancarkan pengasihan dengan nilai 8 sampai jarak 10 meter, jika lebih jauh dari itu maka kualitas tuahnya akan semakin menurun menjadi 7, 6, 5, atau bahkan sama sekali tidak terasa pengaruhnya.
Si B lebih lemah kekuatannya, dapat memancarkan pengasihan dengan nilai 8 hanya sampai jarak 5 meter saja, jika lebih jauh dari itu maka kualitas tuahnya akan semakin menurun menjadi 7, 6, 5, atau bahkan sama sekali tidak terasa pengaruhnya.

Secara umum semakin tinggi kekuatan gaib sesosok mahluk halus, maka kekuatan pancaran energinya juga akan lebih jauh dibandingkan yang lebih lemah kekuatannya. Karena si A kekuatan gaibnya lebih tinggi daripada si B, maka si A dapat memancarkan pengasihan dengan nilai 8 sampai jarak 10 meter, sedangkan si B hanya sampai jarak 5 meter.

Tetapi jika si A dapat memfokuskan kekuatan tuahnya, yaitu yang semula 10 meter, difokuskan hanya untuk area yang sama dengan si B, yaitu sejauh 5 meter, maka kadar kekuatan pengaruh tuahnya bisa menjadi 50% lebih tinggi daripada aslinya. Selain menjadikan pengaruh gaibnya lebih terasa oleh orang-orang di sekitarnya, kadar pengaruh tuah yang lebih tinggi berguna untuk mempengaruhi orang-orang yang mempunyai "ketahanan" lebih terhadap pengaruh gaib atau terhadap orang-orang yang mempunyai benteng / pagaran gaib.

Jika si A dapat "dipaksa" meningkatkan kualitas tuahnya yang semula nilainya 8 menjadi bernilai 9 (dengan amalan gaib pengasihan), yang semula nilai kualitasnya 8 dengan pancaran 10 meter, mungkin tuah pengasihan dengan nilai 9 itu hanya mampu dipancarkannya dalam radius 5 meter seperti area si B di atas.

Si B dapat juga "dipaksa" meningkatkan kualitas tuahnya menjadi bernilai 9, tetapi karena kekuatannya yang lebih rendah tuah pengasihan dengan nilai 9 itu hanya mampu dipancarkannya dalam radius yang lebih sempit, misalnya yang semula bisa 5 meter kemudian menjadi hanya sampai jarak 2 atau 3 meter saja.

Jadi walaupun masing-masing mahluk halus mempunyai keterbatasan dalam kekuatannya masing-masing, tetapi mahluk halus yang kekuatannya lebih tinggi dapat memancarkan tuahnya meliputi area yang lebih luas daripada yang kekuatannya lebih rendah, dan menyimpan potensi untuk lebih ditingkatkan kualitas dan kekuatan tuahnya (dengan amalan gaib).


Sebuah mustika yang tuahnya bagus untuk kerejekian dagang, biasanya tuah mustika itu bagus hanya untuk si manusia pemiliknya sendiri, untuk dipakai / dibawa berdagang supaya jualan / dagangannya laris. Dengan demikian cara penggunaannya adalah dengan cara dipakai / dikantongi dan orangnya aktif turun tangan berdagang. Jika pancaran kekuatan gaib mustika itu diukur, kira-kira pancaran tuahnya 3 - 5 meter, sehingga hanya baik jika dipakai sendiri oleh pemiliknya untuk berdagang. Untuk memaksimalkannya, mustika itu bisa disugestikan (sekali saja) untuk memberikan aura penglaris sampai jarak lebih jauh lagi beberapa meter dari tokonya atau dari posisi barang dagangannya. Sesudahnya mustika itu dibiarkan bekerja seperti aslinya.

Tetapi biasanya mustika itu (mustika yang sama) tuahnya tidak cukup bagus jika bendanya ditinggal / diletakkan di toko sebagai alat penglaris. Sebenarnya bukannya tuahnya tidak cukup bagus, yang benar adalah tuahnya tidak cukup kuat  jika bendanya ditinggal di toko, apalagi kalau tokonya besar dan orangnya tidak ikut berjualan (tokonya hanya diserahkan kepada pelayan toko). Mustika itu cukup bagus tuahnya jika dipakai berdagang oleh si manusia, tetapi hasilnya tidak cukup bagus jika bendanya ditinggal di toko. Apalagi kalau kegaiban mustika itu sudah menyatu dengan orang si pemilik toko yang kegaibannya akan bagus bekerja selama mustikanya bersama dengan orang pemiliknya, sehingga si pemilik toko terpaksa harus aktif berjualan supaya kegaiban mustika itu juga bagus bekerja yang hasilnya akan sangat berbeda dibanding jika tokonya hanya diserahkan saja kepada para pelayan toko.

Mustika yang tuahnya untuk pengasihan dan kerejekian, yang isi gaibnya dari jenis khodam mustika, memang biasanya kekuatan gaibnya rendah, sehingga pancaran energi tuahnya sempit, tidak mencakup area yang luas, karena itu jenis mustika seperti itu lebih cocok untuk dipakai sendiri dengan cara dikantongi. Kebanyakan kekuatan khodamnya tidak lebih dari kekuatan gaib mustika merah delima.

Tetapi sebuah mustika lain yang tuahnya sejenis dengan itu, yang isi gaibnya dari jenis bangsa jin, biasanya kekuatan gaibnya lebih tinggi, apalagi yang sosoknya seperti ibu-ibu jawa, sehingga pancaran energi tuahnya bisa lebih luas, mencakup area yang lebih luas. Kebanyakan mustika yang isi khodamnya bangsa jin yang sosoknya seperti ibu-ibu jawa, kekuatan gaibnya lebih tinggi dari kekuatan gaib mustika merah delima, bahkan bisa sampai puluhan kalinya.

Khodam bangsa jin yang sosoknya seperti ibu-ibu jawa kebanyakan kekuatan gaibnya tinggi, bisa sampai 60 md (60 kalinya kekuatan mustika merah delima), ada juga yang lebih dari itu, sehingga kekuatan gaibnya bisa juga dimanfaatkan untuk tuah lain, misalnya untuk penjagaan gaib atau untuk membersihkan tempat usaha dari gaib-gaib negatif. Sedangkan sosok jin lain, misalnya yang seperti kuntilanak, seperti ksatria laki-laki atau perempuan, seperti bapak-bapak berjubah atau yang seperti manusia kekar bertelanjang dada, kekuatan gaibnya bervariasi, bisa di atas bisa juga di bawah kekuatannya yang ibu-ibu jawa.

Tapi yang diutamakan bukan hanya sekedar kekuatan gaibnya, tapi juga karakter sosok ibu-ibu jawa itu halus seperti ibu-ibu, yang akan menarik banyak orang untuk datang berkumpul, cocok untuk tuah pengasihan dan kerejekian.

Kebanyakan benda mustika isi gaibnya adalah dari jenis khodam mustika, suatu jenis gaib tersendiri, tapi ada juga sebagian kecil yang isi gaibnya dari jenis bangsa jin. Jadi khodam jin pada mustika sebagian adalah khodam asli mustikanya, sebagian lagi asalnya adalah khodam isian. Karena jumlah mustika yang khodamnya bangsa jin hanya sedikit, maka akan sulit kalau kita dengan sengaja mencari mustika yang khodam aslinya adalah bangsa jin. Ada, tapi hanya sedikit sekali.

Karena itu untuk tujuan penglaris toko dengan cara bendanya diletakkan / ditinggal di toko, lebih baik menggunakan jimat isian yang sosok gaibnya adalah bangsa jin golongan putih. Umumnya bangsa jin yang menjadi khodam jimat isian, apalagi yang sosoknya seperti ibu-ibu jawa, kekuatan gaibnya lebih tinggi daripada kekuatan gaib sebuah mustika, sehingga cukup bagus jika dijadikan penglaris toko. Tinggal kemampuan si manusianya saja (atau spiritualis / penjual bendanya)  untuk mengsugesti khodam benda gaibnya (dengan amalan gaib) supaya tuahnya bagus sebagai penglaris toko.


Kelebihan utama sebuah mustika dibandingkan benda gaib alami lain adalah pada kualitas tuah-nya, bukan pada kekuatan tuah-nya.

Kalau isi gaib sebuah mustika adalah bangsa jin yang biasanya kekuatannya lebih tinggi mungkin pancaran tuahnya bisa lebih luas daripada yang isi gaibnya sejenis khodam mustika.

Baik mustika maupun jimat isian, yang diutamakan bukanlah sekedar isinya yang bangsa jin, yang utama adalah tuahnya harus bagus, sudah diproses sampai tuahnya bagus (dengan wiridan amalan gaib dan sesaji) dan kegaibannya sempurna. Sesudah kualitas tuahnya bagus, barulah dinilai kekuatan tuahnya.
Tapi kelemahannya, kalau sifatnya adalah jimat isian, atau tuahnya asalnya dari kekuatan wiridan amalan gaib, mungkin nantinya tuahnya akan memudar, sehingga harus diwirid lagi amalannya. Jadi sifatnya untung-untungan. Kalau bisa bertuah jangka panjang, ya untunglah kita. Tapi kalau ternyata tuahnya memudar, terpaksa deh harus dicharge lagi (diwirid lagi amalan gaibnya atau datang lagi ke spiritualisnya).

Sebagai ilustrasi untuk tuah pengasihan dan kerejekian dagang :
Kalau khodamnya adalah jenis khodam mustika, mungkin pancaran tuahnya hanya 3 - 5 meter saja.
Kalau khodamnya bangsa jin yang kekuatannya 10 md, mungkin pancaran tuahnya bisa 5 - 10 meter.
Kalau khodamnya bangsa jin yang kekuatannya 40 md atau lebih, mungkin pancaran tuahnya bisa sampai 10 - 40 meter, cocok untuk toko besar, super market, toko di mall atau di pasar, atau toko di deretan toko di pinggir jalan.

Karena itulah kebanyakan tuah penglaris yang bagus dari orang pinter / spiritualis kebanyakan khodamnya adalah dari jenis bangsa jin, bukan khodam yang sejenis khodam mustika (atau dalam bentuk jimat rajahan atau batu akik atau jimat lain yang isinya bangsa jin, bukan yang bentuknya batu mustika).


Sebagai tambahan untuk penjelasan di atas :

Sebenarnya yang dimaksud di atas bukanlah semata-mata bangsa jin-nya, tetapi sebuah mustika yang khodamnya bangsa jin.

Sepengetahuan Penulis, kebanyakan mustika ada 2 jenisnya, yaitu yang khodamnya sejenis khodam mustika dan yang khodamnya bangsa jin.
Penjelasannya sbb :

1. Mustika yang khodamnya sejenis khodam mustika.
Yang disebut sejenis khodam mustika itu sebenarnya banyak sekali jenisnya, tidak semuanya sama, dan tidak semuanya sejenis,
Misalnya, walaupun disebut khodamnya adalah sejenis khodam mustika, tetapi khodam mustika wesi kuning berbeda jenis dengan khodam mustika merah delima, dan berbeda jenis juga dengan khodam keong buntet.
Tapi bingung juga untuk menyebutkan nama-nama jenisnya karena sebenarnya ada banyak sekali jenisnya dan jenis-jenis itu hanya ditemukan di dalam mustika, tidak ada di tempat lain dan di masyarakat kita jenis-jenis itu tidak ada namanya. Jadi untuk mudahnya jenis-jenis khodam itu dikelompokkan saja dengan sebutan sejenis khodam mustika.

2. Mustika yang khodamnya sejenis bangsa jin.
Bangsa jin ada dimana-mana. Bisa ada di alam bebas, bisa menjadi khodam batu akik, bisa juga menjadi khodam mustika. Jadi sebuah mustika yang isi gaibnya bangsa jin tidak selalu berarti khodamnya adalah isian, bisa jadi itu adalah khodam asli mustikanya. Kebetulan saja sebutan jin itu ada dalam masyarakat kita, sehingga disebut khodamnya bangsa jin dan jin itu adalah khodam asli mustikanya, bukan isian.

Khodam sejenis khodam mustika, yang kekuatannya tinggi kebanyakan adalah khodam-khodam dari mustika yang tuahnya untuk kekuatan / kekebalan, seperti wesi kuning. merah delima, keong buntet, dsb.
Sedangkan khodam sejenis itu di dalam mustika yang tuahnya untuk pengasihan dan kerejekian kebanyakan kekuatan gaibnya rendah, yang kekuatannya tinggi hanya yang khodamnya dari jenis bangsa jin.

Karena itu untuk tuah pengasihan dan kerejekian, mustika yang kekuatan tuahnya bagus dan pancaran tuahnya luas kebanyakan adalah yang khodamnya bangsa jin, bukan yang khodamnya sejenis khodam mustika.
Jadi kalau mustika tersebut khodamnya adalah dari jenis bangsa jin biasanya kekuatan tuahnya lebih kuat.

Kelebihan sebuah mustika dibanding benda alam lain adalah pada kualitas tuahnya.
Untuk tuah yang sama, walaupun khodamnya sama-sama bangsa jin, tuah sebuah mustika lebih bagus kualitasnya daripada batu akik.

Supaya tuah sebuah batu akik bisa sama kualitasnya dengan mustika, walaupun khodamnya sama-sama bangsa jin, bendanya harus diproses lagi, diwirid dengan amalan gaib. Sedangkan sebuah mustika tanpa perlu diwirid lagi tuahnya sudah bagus. Hanya satu saja syaratnya, yaitu kondisi kegaibannya harus sempurna.



Khusus untuk tuah kekuatan / kekebalan, biasanya tidak memerlukan khodam dengan kekuatan gaib yang tinggi, karena cakupan energinya hanya diperlukan untuk area yang sempit saja, yaitu hanya sebatas tubuh si manusia pemakainya, seringkali kekuatan gaib setingkat gondoruwo saja sudah cukup untuk menjadi khodam jimat kekuatan dan kekebalan, dan mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa gondoruwo sering menjadi khodam jimat isian dan khodam ilmu kekuatan dan kekebalan (tapi karena kekuatan khodamnya rendah jimatnya akan luntur keampuhannya oleh daun kelor atau bambu kuning). Karena itu biasanya ilmu kebal isian / asma'an dan jimat kebal akan tidak berdaya ketika berhadapan dengan senjata pusaka atau aji kesaktian yang kekuatan gaibnya tinggi. Yang paling utama diperlukan untuk khodam kekuatan dan kekebalan adalah sifat perwatakan khodam gaibnya yang harus keras dan menonjolkan kekuatan dan kegagahan, bukan semata-mata khodam yang sakti.

Biasanya jimat kebal, ilmu kebal isian dan asma'an (yang bukan ilmu kebatinan) dan susuk kebal, cukup ampuh untuk digunakan menghadapi pukulan tangan kosong, senjata tajam atau senjata api, yang tidak mengandung serangan kekuatan gaib yang tinggi, tetapi tidak berdaya ketika berhadapan dengan senjata pusaka atau ilmu kesaktian yang kekuatan gaibnya tinggi. Karena itu untuk menangkal penyalahgunaan keilmuan kebal itu tidak dilakukan dengan menyerangnya dengan senjata tajam atau dengan kekuatan pukulan yang lebih tinggi, tetapi dengan cara melunturkan / memusnahkan kegaiban ilmunya atau khodam kebalnya yang biasanya kekuatannya tidak tinggi. Banyak jenis ilmu isian yang sengaja diberikan pantangan ilmu untuk bisa digunakan sewaktu-waktu jika penggunanya ingin menghilangkan ilmunya, atau untuk menangkal penyalahgunaan ilmunya.

Berbeda halnya dengan keperluan untuk tuah penjagaan gaib, tuah itu membutuhkan khodam dengan kekuatan gaib yang tinggi, karena fungsinya memang untuk menghadapi mahluk halus lain. Semakin tinggi kekuatan gaibnya dan keras karakternya akan semakin baik khodam itu menjalankan fungsi penjagaan gaib. Tetapi banyak juga benda-benda gaib yang fungsinya untuk penjagaan gaib, tetapi kekuatan gaibnya rendah. Walaupun begitu khodam itu biasanya kesaktiannya masih cukup untuk menghadapi para mahluk halus setingkat dedemit kuntilanak dan gondoruwo atau jin-jin kelas rendah yang biasa mengganggu manusia dewasa dan anak-anak atau untuk menghadapi para mahluk halus yang sok berkuasa dan bersifat mengganggu di sebuah rumah / bangunan / lokasi tertentu.



 2. Kestabilan energi si khodam.


Semua sosok halus memancarkan energi tertentu.

Secara alami biasanya benda-benda gaib berupa mustika memancarkan energi tuah yang stabil, sedangkan benda-benda gaib lainnya biasanya tidak selalu stabil pancaran energinya.

Jadi bila kita memiliki sebuah mustika, biasanya kualitas tuahnya bagus dan stabil berfungsi, sehingga yang diperlukan hanyalah sugesti penyatuan mustika itu dengan kita pemiliknya (dan sebaiknya jangan disugestikan lain selain sugesti yang sesuai dengan tuah aslinya, supaya tidak merusak kualitas kestabilan pancaran energinya).

Sedangkan kepemilikan kita atas benda-benda gaib lain seringkali diperlukan sugesti, selain untuk menyatukan benda gaibnya dengan kita, juga sugesti untuk memperkuat kualitas tuahnya dan supaya berfungsi setiap saat.

Seberapa sering kita memberikan sesajinya juga akan berpengaruh terhadap kekuatan "kerja" dan kestabilan "kerja" benda gaibnya.

Kestabilan energi khodam gaib ini berhubungan dengan kestabilan fungsi sebuah jimat / benda gaib.
Jika khodamnya memancarkan energi dengan stabil setiap saat, maka kita akan dapat menikmati fungsi tuahnya setiap saat. Tetapi jika pancaran energinya tidak stabil, maka akan ada saat-saat tertentu benda gaib itu tidak berfungsi. Mungkin kita tidak bisa merasakan bila suatu saat benda gaib / jimat kita sedang tidak berfungsi, tetapi kestabilan ini bersifat vital untuk benda gaib / jimat / ilmu untuk keselamatan / kekebalan, jangan sampai dalam situasi berbahaya, ternyata jimat / ilmu kita sedang tidak berfungsi, sehingga kemudian kita menjadi celaka.

Ada benda-benda bertuah kekebalan yang kekuatan tuahnya stabil, sehingga bisa dites oleh siapa saja, kapan saja, dimana saja. Dengan memiliki benda yang seperti itu kita akan merasa yakin dengan keselamatan kita. Tetapi ada juga benda-benda bertuah kekebalan yang kekuatan tuahnya tidak stabil, sehingga tidak bisa dites setiap saat. Dalam penggunaannya kita harus berhati-hati, jangan sampai dalam situasi berbahaya, ternyata jimat kita sedang tidak berfungsi, sehingga kemudian kita menjadi celaka. Ada banyak jimat kebal yang saat pertama ditarik dari alam gaib atau saat baru selesai diwirid, tuahnya bagus dan bisa dites kebal. Tapi beberapa hari kemudian bendanya sudah tidak lagi bisa dites kebal. Tuah kebalnya tidak stabil. Tidak bisa dites setiap saat.



 3. Kondisi Psikologis dan Perwatakan si khodam.


Ada kondisi psikologis dan sifat perwatakan mahluk halus yang menjadikan kekuatan benda gaibnya tidak stabil atau bendanya tidak berfungsi sebagai sebuah jimat / benda gaib.

Contohnya keris-keris ber-luk 5 atau keris-keris keningratan lainnya, biasanya hanya akan diam saja, pasif, tidak memberikan tuahnya dan tidak menunjukkan penyatuannya dengan pemiliknya jika si pemilik keris bukan keturunan ningrat dan tidak menghargai keningratan. Kondisi psikologis keris-keris tersebut menjadikannya keris-keris khusus yang tidak semua orang cocok memilikinya dan tidak semua orang bisa mendapatkan manfaat dari keris-keris itu.

Atau ada sosok gaib di dalam cincin batu akik yang tidak memberikan tuah apa-apa karena dia hanya numpang tinggal saja disitu. Mahluk halus bisa tinggal dimana saja, bisa di batu, di kayu, di pohon, di rumah kita, dsb. Mungkin kebetulan saja batu akik kita berpenghuni sesosok mahluk halus, dan beruntunglah kita kalau mahluk halus tersebut memancarkan aura energi yang menjadi tuah bagi kita. Tetapi kalau tidak bertuah, berarti mahluk halus itu memang hanya tinggal saja disitu menjadi penghuni batunya. Selain tidak memberikan tuah apa-apa, suatu saat juga dapat mencelakakan kita jika kita melakukan suatu kesalahan kepada mereka, walaupun tidak disengaja.

Dalam contoh-contoh di atas, sesakti apapun sosok halusnya, tidak semuanya sempurna bermanfaat bagi kita, malahan suatu saat bisa menjadi petaka untuk kita.

Sebuah mustika wesi kuning yang sempurna sebagai jimat kekebalan, biasanya berisi khodam yang sifat wataknya menonjolkan kekuatan dan kegagahan dan siap setiap saat untuk berkelahi, sehingga kekuatan pancaran energinya stabil, sehingga bisa berfungsi kapan saja dan dimana saja. Tetapi karena watak khodamnya menonjolkan kegagahan, maka suatu saat mustika itu dapat mengalami masalah, yaitu khodamnya hilang atau menjadi tidak berfungsi di tempat-tempat yang penguasa gaibnya lebih sakti dari khodam wesi kuning itu.

Batu mustika merah delima berisi sosok gaib yang istimewa, yaitu sosok gaibnya berkarakter seperti seorang resi yang mandito, artinya sosok gaibnya berwatak baik, tidak meminta sesaji dan juga tidak mau diberi sesaji.
Tetapi batu mustika ini juga mempunyai tuntutan, yaitu bersifat pemilih dalam memilih orang pemiliknya, tidak suka dipertontonkan atau dipamerkan kepada orang lain, dan batunya dapat pergi menghilang atau luntur kegaibannya bila pemiliknya atau ada perbuatan si pemilik yang dia tidak berkenan, sehingga si pemilik mustika harus berhati-hati jangan sampai melakukan perbuatan yang dapat menyebabkan mustikanya hilang atau tidak berfungsi.



Sifat perwatakan mahluk gaib sebagian sudah tertulis dalam tulisan  Hakekat Wujud dan Watak Mahluk Halus.

Dalam hubungannya dengan khodam dan tuah, ada sosok-sosok tertentu yang cocok untuk tuah tertentu dan mempunyai sifat-sifat tertentu yang berbeda dengan lainnya.

Misalnya sosok hitam berbulu tinggi besar, sosok seperti gondoruwo, dan sosok seperti raksasa buto, biasanya mau memberikan segala macam jenis tuah dan mau melakukan apa saja selama sesajinya sesuai. Tetapi karena aslinya mereka di alamnya suka berkelahi, sok kuat dan sok berkuasa, seringkali sosok-sosok seperti itu lebih cocok untuk khodam kekuatan.

Ada juga sosok-sosok tinggi besar, tubuh dan wajahnya seperti manusia, berbadan kekar dan bertelanjang dada, kulitnya coklat gelap atau kemerahan, kepalanya botak, biasanya perwatakannya seperti manusia, yaitu berintelijensi tinggi, dan biasanya berwatak keras, menonjolkan kekuatan dan kegagahan, cocok untuk menjadi khodam kekuatan dan kekebalan. Jika menjadi khodam benda gaib, biasanya sosok ini akan tetap berdiam di dalam benda gaibnya, tidak keluar mendampingi manusia pemiliknya. Jika menjadi khodam seseorang, biasanya sosok ini akan masuk bersemayam di dalam badan si manusia menjadi khodam kekuatan / kesaktian, tidak keluar mendampingi si  manusia.

Sosok macan, berarti watak dan perilakunya seperti macan, galak, mudah marah, setia, tetapi mudah berteman.

Ada juga sosok seperti manusia tinggi besar. Jenis-jenis ini lebih cocok untuk khodam kekuasaan, kewibawaan dan penjagaan gaib.

Kuntilanak dan bangsa jin yang sosoknya seperti kuntilanak, yaitu seperti manusia perempuan berambut panjang dan berpakaian putih panjang sampai ke tanah, berarti watak dan perilakunya seperti manusia, tetapi sikap berpikirnya sederhana. Sosok kuntilanak dan bangsa jin yang mirip kuntilanak itu, yang kesaktiannya rendah, biasanya bagus sekali untuk khodam pengasihan, kerejekian dan pelet. Tetapi bangsa jin mirip kuntilanak itu yang kesaktiannya tinggi lebih cocok untuk khodam kerejekian dan penjagaan gaib.

Sosok ular naga, berarti watak dan perilakunya seperti naga, berwibawa dan berkuasa, setia. Sosok ini bagus sekali untuk khodam kekuasaan dan penjagaan gaib, dan biasanya tidak memberatkan kerejekian.

Sosok-sosok seperti manusia dan raksasa seperti disebutkan di atas biasanya dapat disugestikan untuk meningkatkan kualitas tuahnya dan meningkatkan kestabilan energinya, tergantung kemampuan si manusia untuk mengsugesti mereka, dan juga selama sesajinya sesuai. Tetapi sosok-sosok seperti hewan (macan, naga, ular, burung, dsb) biasanya sulit disugestikan untuk meningkatkan kualitas tuahnya atau untuk meningkatkan kestabilan energinya, biasanya kondisi tuahnya sesuai dengan kondisi aslinya mereka.



Selain itu ada banyak sosok gaib yang wujudnya seperti manusia. Tingginya sama seperti manusia. Berpakaian dan berpenampilan seperti manusia, misalnya sosoknya seperti ibu-ibu jawa yang memakai kain kemben, atau bapak-bapak berjubah, sosok berpakaian prajurit atau seperti seorang ksatria / pendekar, berbaju hitam seperti baju pencak silat, atau berpenampilan seperti anggota kerajaan. Mereka berpikir dan berbicara seperti manusia. Kesaktian mereka relatif, ada yang tinggi, ada yang rendah. Sosok-sosok seperti manusia ini menggambarkan kepribadian yang seperti manusia, dapat berpikir dan bertindak seperti manusia. Jenis-jenis gaib seperti inilah yang sering dijadikan tempat untuk bertanya, meminta ilmu, meminta petunjuk, wangsit, dsb.

Sosok-sosok halus seperti manusia di atas, jika mengikut kepada manusia, biasanya berperan sebagai khodam pendamping, atau walaupun aslinya mereka adalah khodam benda-benda gaib, biasanya dalam menjalankan fungsi tuahnya, mereka akan keluar dari benda gaibnya dan mendampingi si manusia, berperilaku sebagai khodam pendamping, dan dari posisinya masing-masing mereka memancarkan suatu aura energi / tuah tertentu, selain itu biasanya mereka juga aktif memberikan ide dan ilham, atau rasa dan firasat.

Jika sosoknya seperti seorang ksatria (laki-laki atau perempuan), biasanya melambangkan pribadi yang energik, bisa menyesuaikan dirinya dengan kehidupan manusia yang diikutinya.

Jika sosoknya seperti anak-anak, biasanya melambangkan pribadi yang penurut dan energik,
biasanya bisa menyesuaikan dirinya dengan kehidupan manusia yang diikutinya dan akan menuruti semua perintah si manusia, tetapi tidak semua bisa untuk diajak bertukar pikiran karena kesederhanaan berpikirnya yang seperti anak-anak.

Jika sosoknya seperti seorang bapak-bapak berjubah atau seperti ibu-ibu jawa, biasanya melambangkan pribadi yang seperti orang tua, lebih bijaksana, bisa menyesuaikan dirinya dengan kehidupan manusia yang diikutinya, bisa memberikan keteduhan hati dan pengayoman moral, dan akan aktif memberikan ide dan ilham untuk kebaikan kehidupan si manusia dan akan memberikan peringatan berupa rasa dan firasat bila si manusia akan mengalami suatu masalah / musibah.

Sosok-sosok seperti manusia di atas ada yang mau disugestikan untuk meningkatkan kualitas tuahnya dan meningkatkan kestabilan energinya, tergantung kemampuan si manusia untuk mengsugesti mereka, dan juga selama sesajinya sesuai, tetapi ada juga yang tidak mau disugestikan, karena mempunyai kebijaksanaan sendiri tentang tuah yang baik bagi seseorang.



  Kesimpulan

Tulisan dalam halaman ini dan halaman sebelumnya  (Kualitas Tuah dan Khodam)  telah menguraikan pokok-pokok pengertian tentang tuah dan pokok-pokok acuan untuk meningkatkan kualitas / kekuatannya, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar tuah dan khodam :
Jika kita memiliki sebuah benda berkhodam atau memiliki khodam ilmu / pendamping :
 - Apa hubungannya tuah gaib dengan kesaktian khodamnya ?
 - Kalau khodamnya kuat, apakah tuahnya juga pasti bagus dan kuat ?
 - Apakah semakin kuat khodamnya semakin bagus juga tuahnya ?
 - Manakah yang lebih baik untuk dimiliki :  khodam yang kuat ataukah khodam yang bertuah ?
 - Manakah yang lebih penting :  tuahnya ataukah kekuatan khodamnya ?

Masing-masing tuah mempunyai karakteristik sendiri-sendiri yang tidak sama dengan tuah yang lain. Sebagian besar pengertian tuah (bentuk tuah yang umum) adalah dalam bentuk pancaran energi gaib sesosok khodam yang berguna di dunia manusia dan bisa dengan sengaja dimanfaatkan oleh manusia. Jenis-jenis tuah ini akan bagus kualitasnya jika sejalan dengan karakter asli sosok khodamnya.

Sebagian tuah yang lain berbentuk perbuatan khusus si khodam sesuai perintah si manusia, misalnya tuah untuk pembersihan gaib, pengobatan gaib, penarikan benda gaib, pelet, dsb. Untuk tuah jenis ini, yang paling menentukan keampuhannya adalah kemampuan si manusia mengsugestikan khodamnya,  kemampuan si khodam untuk melakukan perbuatan khusus itu, tingkat kekuatan gaib khodamnya, dan kemauan si khodam untuk melaksanakannya (psikologisnya).

Dalam berbagai pertanyaan yang terkait dengan benda-benda gaib dan khodam bertuah, kualitas / kekuatan tuahnya dan keampuhan khodamnya, ada banyak faktor yang mempengaruhinya, yaitu masalah jenis tuah dan kualitas tuahnya, dan masalah kekuatan tuah dan kekuatan khodamnya.

Jenis tuah dan kualitas tuah sangat ditentukan oleh jenis karakter sosok gaibnya. Ada jenis-jenis karakter mahluk halus yang sesuai untuk tuah-tuah tertentu dan ada yang tidak sesuai untuk tuah-tuah tertentu. Kualitas tuah lebih banyak ditentukan oleh karakter sosok gaibnya, bukan oleh tingkat kekuatan / kesaktian mahluk gaibnya.

Kekuatan tuah sangat ditentukan oleh kekuatan / kesaktian khodamnya, kestabilan energi si khodam dan kondisi psikologis dan perwatakan si khodam. Semakin tinggi kekuatan gaib sesosok khodam, biasanya kekuatan tuahnya juga lebih baik, pancaran tuahnya lebih jauh dan semakin tinggi kadar pengaruhnya, dan menyimpan potensi yang lebih untuk ditingkatkan kadar kualitas tuahnya. Tetapi harus juga diperhatikan masalah kestabilan energi dan kondisi psikologis si khodam.

Ada jenis-jenis khodam gaib yang kualitas dan kekuatan tuahnya bisa ditingkatkan (dengan sugesti amalan gaib dan sesaji), tetapi ada juga yang tidak dapat diubah.

Jika kita menginginkan benda-benda gaib atau khodam dengan tuah tertentu yang kuat dan ampuh, maka selain mencari benda-benda dengan tuah tertentu, kita juga harus bisa mengsugestikannya supaya tuahnya maksimal dan berfungsi setiap saat (dengan amalan gaib dan sesaji).


Mengenai pertanyaan :
 - Manakah yang lebih baik untuk dimiliki :  khodam yang kuat ataukah khodam yang bertuah ?
 - Manakah yang lebih penting :  tuahnya ataukah kekuatan khodamnya ?


Sebagai patokan untuk menilai sebuah benda gaib bertuah :
- Untuk benda gaib yang tuahnya untuk penjagaan gaib / pembersihan gaib, yang paling dipentingkan adalah
  kekuatan gaibnya. Kekuatan 40 md terlalu rendah.
- Untuk benda gaib yang tuahnya untuk fungsi lain, misalnya bertuah untuk kekuatan, kekebalan, pengasihan,
  kepangkatan, kerejekian, dsb, kekuatan 40 md itu tidak masalah. Yang paling dipentingkan adalah tuahnya,
  tuahnya harus terasa. Kalau tuahnya tidak terasa maka benda itu tidak banyak berguna.


Jika kita berbicara tentang tuah dan kita menginginkan suatu tuah, tentunya yang harus diutamakan adalah tuahnya, yang didapat dari khodam / benda yang bertuah.

Setinggi-tingginya kesaktian mahluk halus tidak semuanya memberikan tuah untuk kita (keberadaan mereka tidak semuanya memberikan manfaat untuk kita).

Jika kita menginginkan suatu tuah maka kita harus mencari benda-benda atau khodam yang bertuah dan tuahnya sesuai dengan yang kita inginkan, sehingga bermanfaat untuk kita. Sesudah itu barulah kita memperbandingkan satu dengan lainnya untuk memilih mana yang paling baik kualitas tuahnya, kekuatan tuahnya, dan kekuatan khodamnya. Selain itu kita juga harus menyingkirkan / memindahtangankan khodam / benda-benda yang tidak bertuah, apalagi yang memberikan pengaruh negatif bagi kita, misalnya benda-benda dan khodam yang berenergi negatif dan yang memberatkan kerejekian, sehingga semua yang kita miliki hanyalah yang bermanfaat bagi kita, sempurna menjadi tuah bagi kita.

Contohnya keris-keris ber-luk 5 atau keris-keris keningratan lainnya, biasanya hanya akan diam saja, pasif, tidak memberikan tuahnya dan tidak menunjukkan penyatuannya kepada kita pemiliknya jika kita bukan keturunan ningrat dan tidak menghargai keningratan. Kondisi psikologis keris-keris tersebut menjadikannya keris-keris khusus yang kita tidak cocok memilikinya dan kita tidak bisa mendapatkan manfaat dari keris-keris itu. Jika demikian maka jangan kita memiliki keris-keris itu karena tidak ada manfaatnya yang diberikan kepada kita.

Ada juga sosok gaib di dalam cincin batu akik yang tidak memberikan tuah apa-apa karena dia hanya numpang tinggal saja disitu. Selain tidak memberikan tuah apa-apa, suatu saat juga dapat mencelakakan kita jika kita melakukan suatu kesalahan kepadanya, walaupun tidak disengaja.
Atau cincin batu akik kita berisi sesosok mahluk halus yang energinya panas dan mengganggu kesehatan kita, atau menimbulkan suasana panas yang mengganggu hubungan sosial / pergaulan dan rumah tangga. Walaupun kita mengharapkan benda itu bertuah, tetapi ada efek samping lain dari keberadaannya yang membebani kita.

Dengan demikian jika kita mengharapkan suatu tuah, maka seharusnya yang kita miliki adalah benda-benda yang benar-benar bertuah bagi kita. Dalam contoh-contoh di atas, sesakti apapun sosok halusnya, tidak semuanya sempurna bermanfaat menjadi tuah bagi kita, malahan bisa menjadi petaka untuk kita.

Tetapi jika kita menginginkan khodam yang kuat, maka kita harus mencari khodam atau benda-benda yang khodamnya kuat, tuahnya nomor dua, tetapi jangan sampai khodamnya bersifat negatif bagi kita. Khodam yang kuat, yang kesaktiannya tinggi dan mau memberi manfaat untuk kita, lebih diutamakan untuk tuah penjagaan gaib dan pembersihan gaib. Akan berguna sekali jika kita mampu mengsugestikannya untuk keperluan itu. Tetapi jika khodamnya tidak mau memberikan tuahnya kepada kita, maka sesakti apapun dirinya, keberadaannya tidak akan bermanfaat untuk kita.


Selain yang sudah diuraikan di atas, ada lagi faktor yang menentukan kadar kualitas tuah, yaitu tentang posisi keberadaan khodamnya. Ada benda-benda gaib yang khodamnya tetap berdiam di dalam bendanya, ada juga yang khodamnya sudah keluar dari bendanya menjadi khodam pendamping manusia si pemilik bendanya.

Pertanyaannya :
 - Manakah yang lebih baik untuk dimiliki :  benda gaib yang khodamnya tetap berdiam di dalam bendanya
   ataukah yang khodamnya sudah keluar menjadi khodam pendamping ?
 - Manakah yang lebih penting :  tuahnya ataukah khodam pendamping ?

Yang khodamnya tetap berdiam di dalam bendanya :
Kebaikannya, tuahnya lebih stabil, tidak mudah berubah. Tuahnya lebih terasa keampuhannya.
Kelemahannya, kita harus selalu membawa bendanya untuk bisa mendapatkan tuahnya.

Yang khodamnya sudah keluar menjadi khodam pendamping :
Kebaikannya, bendanya tidak harus dibawa-bawa, karena khodamnya sudah mendampingi. Khodamnya bisa memberikan banyak fungsi (multi fungsi) karena sudah mengikuti jalan kehidupan si manusia pemilik bendanya.
Kelemahannya, kadar tuahnya lebih mudah berubah, karena khodamnya mengikuti jalan kehidupan manusianya. Apalagi kalau manusianya banyak berhubungan dengan gaib-gaib negatif, maka khodam-khodam pendamping itu yang aslinya bertuah kewibawaan, kesepuhan, pengasihan, kerejekian, dsb, kemudian menjadi berorientasi pada pertahanan terhadap gangguan dari gaib lain, cenderung menjadi khodam penjagaan gaib supaya si manusia tidak diganggu oleh gaib lain. Karena itulah seringkali tuah aslinya menjadi kurang terasa keampuhannya, karena khodamnya tidak lagi bertuah khusus, tetapi cenderung bertindak sebagai khodam multi fungsi, mengikuti jalan kehidupan dan permasalahan si manusia.

Karena khodamnya sudah menjadi khodam pendamping, maka cara kerja mereka tidak lagi persis sama dengan yang khodamnya tetap berdiam di dalam bendanya. Dalam pendampingannya itu mereka tetap memancarkan tuahnya, hanya saja seringkali kadar tuahnya bisa berubah-ubah mengikuti kondisi psikologis mereka selama mengikuti jalan kehidupan manusia. Tetapi secara umum, sebagai khodam pendamping mereka akan lebih banyak berinisiatif berinteraksi batin dengan manusia, tetapi efektivitasnya tergantung apakah si manusia "memperhatikan" interaksi mereka itu.

Untuk yang khodamnya sudah mendampingi dan mengikuti jalan kehidupan manusianya, maka si manusianya perlu rajin berinteraksi (batin) dengan khodamnya itu supaya khodamnya tetap memberikan tuahnya sesuai keinginannya, sama seperti mengkoordinasikan teman sekerja supaya kerjanya lebih terarah, bisa dengan cara sambat, bisa juga dengan mewiridkan amalan gaib. Tuah mereka bergantung pada seberapa baik kita mengarahkan kerja mereka. Kalau perlu kita bacakan amalan gaib kepada masing-masing mereka supaya tuahnya bagus.

Jika kita berbicara tentang tuah dan kita menginginkan suatu tuah, tentunya yang harus diutamakan adalah tuahnya, terutama didapat dari benda bertuah yang khodamnya tetap berdiam di dalam bendanya.

Jika kita ingin memiliki khodam pendamping, itu bisa didapatkan dari benda-benda bertuah yang khodamnya keluar menjadi khodam pendamping, bukan benda-benda yang khodamnya tetap berdiam di dalam bendanya.
Tetapi kalau kita ingin memiliki khodam pendamping, sebenarnya tidak perlu kita memiliki sebuah benda bertuah. Yang harus kita lakukan adalah langsung mencari mahluk halus yang mau menjadi khodam pendamping kita.



Ada juga pertanyaan yang umum tentang benda-benda gaib, yaitu bagaimana caranya meningkatkan powernya.
Kalau maksudnya meningkatkan kekuatan gaib khodamnya, kelihatannya tidak bisa. Itu hanya bisa dilakukan dengan memberikan kepada khodamnya energi yang lebih kuat daripada kekuatan khodamnya.
Kalau maksudnya meningkatkan "kegalakan" nya, sehingga tuahnya lebih kuat terasa, bisa dilakukan dengan mewiridkan amalan gaib yang kadarnya lebih tinggi dan memberikan sesaji yang lebih kuat, seperti menyan jawa, menyan arab, minyak misik putih, minyak madat arab.


Seperti sudah dituliskan dalam tulisan berjudul : Kesaktian Mustika, kebanyakan mustika mempunyai kualitas tuah yang bagus yang lebih daripada tuah alami dari batu akik berkhodam. Tetapi umumnya tuah mustika itu hanya cukup untuk si manusia sendiri, untuk dipakai / dikantongi.
Misalnya sebuah mustika yang tuahnya bagus untuk kerejekian dagang. Biasanya tuah mustika itu bagus untuk si manusia, untuk dipakai / dibawa berdagang supaya jualan / dagangannya laris. Dengan demikian cara penggunaannya adalah dengan cara dipakai / dikantongi dan orangnya aktif turun tangan berdagang.

Tetapi mustika itu (mustika yang sama) biasanya tuahnya tidak cukup bagus jika bendanya ditinggal / diletakkan di toko sebagai alat penglaris. Sebenarnya bukannya tuahnya tidak cukup bagus, yang benar adalah tuahnya tidak cukup kuat jika bendanya ditinggal di toko (apalagi kalau tokonya besar) dan orangnya tidak ikut berjualan (tokonya hanya diserahkan kepada pelayan toko). Mustika itu cukup bagus tuahnya jika dipakai berdagang oleh si manusia, tetapi hasilnya tidak cukup bagus jika bendanya ditinggal di toko, apalagi kalau kegaiban mustikanya sudah menyatu dengan orang pemiliknya.

Untuk tujuan penglaris toko dengan cara bendanya diletakkan / ditinggal di toko, lebih baik menggunakan jimat isian yang sosok gaibnya adalah bangsa jin golongan putih. Umumnya bangsa jin yang menjadi khodam jimat isian, apalagi yang sosoknya seperti ibu-ibu jawa, kekuatan gaibnya lebih tinggi daripada kekuatan gaib sebuah mustika, sehingga cukup bagus jika dijadikan penglaris toko. Tinggal kemampuan si manusianya saja (atau penjual bendanya) untuk mengsugesti khodam benda gaibnya (dengan amalan gaib) supaya kualitas tuahnya bagus sebagai penglaris toko.




-------------------------











Comments