Jenis-Jenis Khodam




Khodam, adalah mahluk halus tertentu yang bisa dimintai bantuannya atau diharapkan kegaiban / tuahnya oleh manusia, yang menjadi sumber kekuatan dari sebuah benda gaib, jimat, pusaka, atau mahluk halus yang sehari-harinya mendampingi seseorang, atau mahluk halus yang menjadi sumber kekuatan dari ilmu gaib (prewangan). Mereka bisa dari jenis mahluk halus apa saja.


 Roh Leluhur sebagai Khodam

Manusia jaman dulu memiliki ikatan kekerabatan dan kekeluargaan yang tinggi, sehingga setelah mereka meninggal dan rohnya berada di alam roh, selain berkomunitas dengan roh-roh saudaranya yang lain, mereka juga memperhatikan kehidupan anak-cucu keturunan mereka. Ada kalanya mereka datang menjenguk seorang keturunannya, atau datang menjenguk dan mengobati keturunannya yang sedang sakit, atau mengirimkan khodam ilmu mereka dulu untuk mendampingi seorang keturunannya. Selain itu ada juga seorang leluhur yang memberikan benda-benda gaib miliknya kepada seorang keturunannya, secara langsung ataupun melalui perantaraan orang lain.

Selain yang hanya mengawasi saja dari jauh dan yang sesekali datang menjenguk, ada juga sukma leluhur yang kemudian tinggal bersama salah satu keturunannya, bisa tinggal di rumahnya, bisa juga tampil mendampinginya sehari-hari (yang dalam keilmuan gaib keberadaannya sering juga disebut sebagai khodam pendamping).

Sukma leluhur yang mendampingi kita statusnya sama dengan kakek-nenek kita sendiri. Perlakukanlah mereka seperti kakek-nenek kita yang mendampingi kita. Akan lebih baik kalau kita latihan olah rasa untuk melatih kedekatan batin dengan mereka.
Mengenai sesaji untuk mereka, itu juga harus dipandang sama seperti kita memberikan minuman untuk kakek / nenek kita sendiri. Mungkin kapan-kapan kita juga akan ada rasa untuk memberikan sesaji makanan, seperti ayam goreng / bakar, dsb.
Dalam memberikan sesaji untuk sukma leluhur yang mendampingi kita waktunya bisa kapan saja, setiap hari juga boleh, tergantung kedekatan hati kita dengan leluhur kita itu.



 Khodam Pendamping


Pendampingan oleh mahluk halus adalah kejadian adanya sesosok mahluk halus yang datang dan mengikut kepada seseorang dengan cara mendampingi (memposisikan diri di samping kanan, kiri, depan, atau di belakang tubuhnya, atau di atas kepalanya).

Asal-usul mahluk halus tersebut bisa berasal dari khodam leluhur, khodam ilmu gaib, atau mahluk halus lain yang seringkali tertarik datang dan mengikut kepada seseorang yang tekun bersamadi, membaca amalan gaib, wirid, atau zikir. Mahluk halusnya bisa dari jenis apa saja, kebanyakan bangsa jin.

Biasanya keberadaannya tidak ada interaksi langsung dengan pikiran / kesadaran si manusia, sehingga seringkali keberadaannya tidak disadari. Walaupun sehari-harinya tidak terasa, tetapi mungkin ada saat-saat tertentu si manusia merasa ada kekuatan lain yang bersamanya, atau ada kekuatan lain yang membantu kehidupannya.   

Khodam pendamping ada 2 macam, yaitu khodam pendamping yang umum, yang sehari-harinya mendampingi seseorang untuk memberikan fungsi / tuah yang umum, biasanya penjagaan gaib, dan khodam pendamping yang sifatnya khusus, yang menjadi khodam ilmu, yang keberadaannya khusus untuk melaksanakan perintah atau ilmu gaib seseorang.

Khodam pendamping yang umum, khodam dari leluhur, dan khodam mahluk lain yang datang kepada seseorang seringkali tidak dengan sengaja diundang dan tidak disadari keberadaannya. Seringkali khodam ini datang kepada seseorang yang tekun beribadah dan rajin berdoa / wirid dan kemudian mengikutinya dan mendampinginya sehari-hari dan seringkali juga membantunya sehingga keinginan-keinginan atau doa-doanya dan kata-katanya menjadi sering terwujud. Khodam pendamping yang umum ini, sesuai dengan fungsinya sebagai pendamping, bisa memberikan fungsi yang lebih luas dibanding khodam ilmu.

Khodam pendamping yang umum itu akan berubah menjadi khodam ilmu dan bersifat khusus bila orangnya kerap mengamalkan ilmu gaib, apapun tujuannya, apalagi pada orang-orang yang sudah berpraktek sebagai orang pinter, spiritualis, dukun, dsb.

Khodam-khodam yang sudah cocok dan menyatu dengan seseorang, yang sudah terjalin rasa ikatan batin / pertemanan / persaudaraan, setelah orang tersebut meninggal dunia, khodamnya itu akan tinggal di makamnya, sehingga kemudian makamnya itu menjadi berkesan wingit, sedangkan khodam-khodam yang murni bersifat sebagai khodam ilmu akan pergi meninggalkannya, hidup sendiri-sendiri.

Khodam-khodam yang sudah terjalin rasa ikatan batin / pertemanan / persaudaraan tersebut di atas, suatu saat bila ada keturunan si manusia tersebut yang si khodam merasa cocok, maka khodam itu akan datang sendiri mengikut kepada manusia si keturunan tersebut. Biasanya manusia tersebut mempunyai karakter yang mirip dengan leluhurnya dulu yang memiliki khodam tersebut, sehingga si khodam merasa cocok.

Selain yang datang sendiri, kedatangan khodam leluhur tersebut bisa juga karena diperintahkan oleh si leluhur sendiri untuk mengikut kepada seorang keturunannya. Ini adalah bentuk perhatian si leluhur kepada keturunannya untuk menjaga dan melindunginya. Selain khodamnya itu, biasanya si leluhur itu sendiri kerap datang mengunjungi keturunannya tersebut, disadari ataupun tidak. Jika si manusia tersebut mampu melihat gaib dan/atau mampu berkomunikasi / berinteraksi dengan gaib, dia juga akan dapat belajar berbagai macam ilmu gaib, kebatinan dan kesaktian kepada khodamnya itu maupun kepada leluhurnya tersebut.

Selain yang merupakan khodam ilmu dan khodam dari leluhur, ada juga mahluk halus lain yang datang mengikut seseorang, seringkali tidak dengan sengaja didatangkan, tidak diundang dan tidak disadari keberadaannya. Seringkali khodam ini datang kepada seseorang yang tekun beribadah dan rajin berdoa / wirid. Biasanya orang yang sedang bersemadi, meditasi, berdoa zikir / wirid, atau mewirid amalan gaib, tubuhnya akan memancarkan energi tertentu dan pikirannya akan memancarkan gelombang pikiran tertentu. Pancaran energi dan gelombang pikiran inilah yang seringkali menjadi pengundang datangnya sesosok mahluk halus kepada seseorang, walaupun kedatangan mahluk halus itu tidak sengaja diundang.

Biasanya mahluk halus yang datang itu sifat-sifat karakternya sesuai dengan isi doa / amalan yang sering dibaca oleh orang tersebut. Misalnya jika doa / amalan yang diwiridnya adalah permohonan kerejekian / pengasihan, maka sosok halus yang datang kepadanya adalah yang berkarakter halus yang cocok untuk menunjang kerejekian, pengasihan, dsb. Sedangkan jika isi doa / amalannya adalah mengenai kekuatan / kesaktian (atau dalam banyak hal termasuk juga doa-doa keselamatan), maka sosok halus yang datang itu biasanya adalah yang berkarakter keras dan menonjolkan kekuatan / kesaktian (dalam beberapa kasus dapat berefek negatif terhadap kerejekian). Perlu diperhatikan, doa amalan yang terlalu tinggi kadar tuahnya, atau permohonan yang terlalu dalam / intens, seringkali mengundang datangnya sesosok halus golongan hitam yang datang untuk memenuhi semua keinginannya itu.

Selain khodam pendamping  yang umum itu mungkin ada juga roh halus lain yang mengikut dengan cara bersemayam di tubuh seseorang (ketempelan / ketempatan mahluk halus). Walaupun tujuan keberadaan roh halus itu tidak untuk menyerang atau menyakiti, tetapi hanya 'mengikut' saja dengan cara 'menempel' atau berdiam bertempat di dalam tubuh manusia, tetapi kasus ketempelan dan ketempatan mahluk halus ini memberikan pengaruh sendiri-sendiri terhadap manusia yang mengalaminya.

Bila mahluk halus tersebut di atas berfungsi khusus untuk kesaktian (khodam kesaktian), biasanya bentuk penyatuannya dengan si manusia adalah yang biasa disebut sebagai ketempatan mahluk halus, sedangkan yang kegunaannya untuk fungsi lain selain untuk kesaktian, maka bentuk penyatuannya adalah  pendampingan  (mendampingi). Secara umum, semua sosok-sosok halus tersebut disebut sebagai khodam pendamping.

Ketempatan mahluk halus adalah kejadian adanya sosok mahluk halus yang mengikut kepada seseorang dengan cara bersemayam di dalam tubuhnya. Asal-usul mahluk halus tersebut bisa berasal dari khodam leluhur atau bisa juga mahluk halus lain yang datang sendiri kepadanya. Fenomena ini disebut ketempatan mahluk halus atau ketempatan khodam leluhur, karena keberadaan mahluk halus itu bukan hanya untuk mendampingi, tetapi juga menyatukan diri dengan si manusia dengan cara bersemayam di dalam tubuhnya, menjadikan tubuh manusia itu sebagai rumahnya yang baru.

Mahluk halus tersebut bersifat khodam kesaktian, posisinya di dalam tubuh. Khodamnya memposisikan dirinya sama dengan tubuh orangnya dan kekuatannya mengisi kekuatan tangan, kaki, dsb. Jadi kondisi khodam tersebut sudah menyatukan diri dengan si manusia, sehingga kalau si manusia berkelahi atau memukul orang, pukulannya akan berefek sama seperti orang yang berilmu kesaktian, bisa mematikan. Karena khodamnya sudah menyatu, maka jika si manusia belajar ilmu bela diri, maka kekuatannya akan menjadi berlipat-lipat jika khodamnya itu menunjukkan kekuatannya, atau jika orangnya membacakan suatu amalan ilmu gaib, maka amalan apapun yang dibaca oleh orang tersebut pasti manjur. Khodamnya itu juga akan membantunya dalam aktivitasnya sehari-hari.

Ketempatan mahluk halus biasanya tidak menjadi masalah sepanjang watak dan tujuan keberadaan mahluk tersebut baik. Biasanya orang yang ketempatan mahluk halus menjadi semacam "keberkahan", karena dengan keberadaan mahluk tersebut di dalam tubuhnya dapat menyebabkan orang tersebut menjadi sakti, kuat tubuhnya, atau mahluk tersebut berinteraksi dengan pikirannya, sehingga orang tersebut dapat memiliki kemampuan supranatural tertentu, seperti bisa meramal, bisa melihat gaib, atau bisa menyembuhkan orang sakit, dsb. Namun perlu juga si manusia berwaspada, jangan sampai yang datang kepadanya itu adalah mahluk halus yang berwatak jelek atau yang dari golongan hitam / abu-abu.

Mengenai fenomena ketempatan mahluk halus ini sebaiknya kita berwaspada, terutama mengenai sifat perwatakan sosok gaibnya dan pengaruh keberadaannya. Mengenai itu sudah Penulis tuliskan dalam tulisan berjudul Pengaruh Gaib Thd Manusia. Jika jelas bahwa perwatakan sosok gaib pendampingnya itu tidak baik dan ada memberikan pengaruh negatif, maka sebaiknya segera melakukan  Pembersihan Gaib.

   

 Khodam Ilmu



Khodam Ilmu adalah khodam pendamping yang sifatnya khusus, yang menjadi khodam ilmu seseorang, yang keberadaannya khusus untuk melaksanakan perintah atau ilmu gaib seseorang. Khodamnya bisa dari jenis mahluk halus apa saja, bisa bangsa jin, kuntilanak, gondoruwo, sukma / arwah, khodam pusaka, batu akik, khodam mustika, dsb.


Ilmu Khodam adalah ilmu gaib yang menggunakan jasa kegaiban sesosok mahluk halus sebagai khodam ilmu dalam pengamalan kegaiban ilmunya. Dilakukan dengan cara mengucapkan mantra atau amalan-amalan gaib tertentu atau dengan berkomunikasi langsung dengan mahluk gaibnya. Jadi yang membedakan ilmu khodam dengan ilmu-ilmu lain adalah pada penggunaan jasa mahluk gaib sebagai sumber kekuatan ilmunya (khodam ilmu / prewangan).  


Seseorang yang menguasai ilmu gaib berkhodam seringkali tidak mengetahui bahwa keilmuan gaibnya adalah menggunakan jasa mahluk halus / prewangan, karena sepengetahuannya ilmunya adalah ilmu gaib kebatinan. Seseorang yang menurunkan suatu ilmu khodam juga seringkali tidak menyatakan bahwa keilmuan gaibnya adalah menggunakan jasa suatu mahluk halus. Karena itu seseorang yang mempelajari atau diberi suatu ilmu gaib seringkali tidak menyadari adanya penggunaan jasa mahluk halus ini, karena hanya mengamalkan saja doa amalannya, atau laku tirakat dan puasanya, sesuai syarat ilmunya.

Bagi mereka yang menguasai atau diberi ilmu-ilmu gaib, sudah umum bila mereka berkaitan dengan mahluk gaib, ada penyatuan secara langsung maupun tidak langsung, antara dirinya dengan gaibnya, disadari ataupun tidak. Mahluk gaib itu bisa mendampinginya sebagai khodam pendamping, atau didatangkan (dihadirkan) untuk diperintah melaksanakan tujuan dari ilmu gaibnya, seperti untuk keselamatan / perlindungan gaib, kekuatan / kesaktian, penundukkan, pelet, santet, guna-guna, pengasihan, penglaris dagangan, dsb. Jenis-jenis ilmu inilah yang biasa disebut sebagai ilmu khodam, yaitu yang menggunakan jasa gaib lain sebagai kekuatan ilmunya. Secara langsung ataupun tidak langsung, disadari ataupun tidak, orang itu menyatu dengan roh tersebut dan kekuatan ilmunya menjadi sebanding dengan penyatuannya dengan roh itu.

Tingkat kemanjuran ilmunya tergantung pada tingkat penyatuan seseorang dengan khodamnya dan kemampuan mengsugesti khodamnya.

Kekuatan ilmunya tergantung pada kekuatan kemampuan sugesti seseorang pada ilmunya dan kekuatan gaib khodamnya itu sendiri.

Khodam ilmu dan khodam pendamping sosoknya bisa sama, bisa siapa saja, yang membedakan adalah fungsinya.
Khodam ilmu berfungsi khusus untuk menjalankan ilmu tertentu sesuai tujuan keberadaannya.
Khodam pendamping fungsinya lebih luas, karena sifatnya mendampingi, mengikuti jalan kehidupan si manusia.

Sosok halus yang menjadi pendamping manusia itu bisa dari jenis apa saja, bisa dari jenis bangsa jin, kuntilanak, gondoruwo, khodam jimat dan pusaka, atau mahluk halus lainnya. Karena itu orang-orang yang sadar bahwa ada mahluk halus yang mendampinginya sebaiknya berwaspada, terutama pada perwatakan mahluk halusnya dan pengaruh negatif dari keberadaannya (misalnya mencari tahu dengan cara yang sama seperti menayuh keris). Jika jelas bahwa perwatakan sosok gaib pendampingnya itu tidak baik dan ada memberikan pengaruh negatif, maka sebaiknya segera melakukan  Pembersihan Gaib.



 Khodam Keris Jawa


Wahyu
  (wahyu dewa)  adalah suatu golongan mahluk halus dari jenis tersendiri, yang memiliki tugas tertentu dalam kehidupan manusia, yang peranannya sangat terorganisir dan komandonya dipegang oleh para Dewa. Kepada siapa mereka akan ditugaskan, semua kewenangannya ada di tangan para Dewa. Tidak ada satu pun manusia atau mahluk halus yang dengan kemampuannya sendiri dapat meraih wahyu tersebut, kecuali atas perkenan para Dewa. Wujudnya berbentuk bola-bola cahaya. Secara fisik dimensinya sangat halus, sehingga jarang sekali ada manusia yang mampu melihat wujud aslinya dan mengetahui lokasi keberadaan tempat tinggalnya. Yang sering terlihat hanyalah aura energinya saja, biasanya berwarna putih kebiruan, kehijauan, atau kemerahan, ketika sebuah wahyu sedang turun kepada seseorang yang kewahyon. Setelah tugasnya selesai, mereka segera kembali ke tempat asalnya.

Khodam keris jawa adalah sejenis mahluk halus yang sifatnya mirip dengan gaib wahyu dewa. Sosok wujudnya bermacam-macam, sama seperti mahluk halus lain. Jenis ini juga berdimensi halus, tetapi lebih mudah dilihat daripada mahluk halus bangsa wahyu. Tetapi mereka tidak dikomando oleh para Dewa. Mereka lebih mandiri. Tetapi mereka juga menghormati para Dewa yang menjadi pengayom kehidupan manusia. Mereka mau turun untuk mengikut kepada seorang manusia  hanya  jika diminta oleh seorang spiritualis (empu) yang memiliki wahyu dewa dalam dirinya. Tuah / karisma wahyu dewa yang sudah ada dalam diri seseorang akan menjadi berlipat-lipat ganda pengaruhnya setelah adanya perpaduan wahyu dewa tersebut dengan wahyu keris yang dimilikinya.

Setelah tugasnya selesai, wahyu keris tidak segera kembali ke asalnya, tetapi memilih tetap tinggal di dalam keris yang telah menjadi rumahnya yang baru. Tetapi banyak keris-keris yang dulu terkenal sakti, kini telah menghilang dari kehidupan manusia. Mereka telah moksa, masuk ke alam gaib bersama dengan fisik kerisnya, karena tidak mau jatuh kepada orang-orang yang mereka tidak berkenan. Yang masih tinggal hanyalah keris- keris tiruan / turunannya saja.

Mahluk gaib wahyu dewa dan wahyu keris berkomunitas dan bertempat tinggal di udara di atas gunung Himalaya, dekat dengan tempat tinggal para Dewa di Kahyangan.


Seperti yang sudah dituliskan dalam halaman 
Status Keris dan Kelas Keris,  bukan hanya di dunia manusia, di dunia gaib keris juga ada aturan hirarki status dan kelas gaib keris, yang aturannya sama dengan status dan kelas wahyu dewa yang diturunkan kepada manusia, karena filosofi dasar diturunkannya wahyu gaib keris adalah untuk dipasangkan dengan wahyu dewa yang diturunkan kepada manusia, sehingga hirarki status dan kelas gaib keris dan wahyu dewa itu sejalan.

Sesuai hierarki status dan kelas gaib keris di dunia gaib perkerisan, bila seseorang memiliki beberapa buah keris, maka urutan gaib keris yang menonjol dalam menunjukkan bentuk penyatuannya adalah sbb :
  1. Keris-keris ber-luk 5, keris pulanggeni, singa barong dan keris-keris keningratan lain, yang dalam pembuatannya ditujukan untuk dimiliki oleh seorang raja atau orang-orang yang memiliki status keningratan karena status keluarga / keturunan seorang raja / bangsawan.
  2. Keris-keris bertuah wibawa kekuasaan.
  3. Keris-keris bertuah kewibawaan.
  4. Keris-keris bertuah kesaktian.
  5. Keris-keris bertuah kesepuhan.
  6. Keris-keris bertuah kerejekian.
  7. Keris-keris bertuah pengasihan.

Hierarki status dan kelas gaib keris adalah hierarki dan tata krama di dunia mahluk halus gaib keris dan wahyu dewa. Hierarki itu tidak ditentukan oleh tingkat kesaktian masing-masing gaib keris, tetapi lebih ditentukan oleh hierarki status dan kelas gaib keris. Sama dengan di dunia manusia yang mana orang harus menjunjung tinggi seorang raja atau bangsawan, di dunia mereka juga begitu. Sekalipun seorang rakyat / ksatria, prajurit / senopati / panglima perang atau seorang panembahan kondisinya jauh lebih sakti daripada raja mereka, tetap saja mereka akan menundukkan diri di hadapan raja mereka. Begitu juga mereka di hadapan para bangsawan dan kaum ningrat.


Secara umum yang lebih menonjol menunjukkan penyatuannya dengan manusia adalah keris-keris yang berfungsi untuk penjagaan gaib, terutama didapatkan dari keris-keris untuk keningratan dan yang bertuah untuk kekuasaan dan/ atau wibawa.

Tetapi jika si pemilik keris bukan seorang keturunan raja atau ningrat, maka keris-keris yang bersifat keningratan tidak akan menunjukkan penyatuannya dengan si manusia dan posisinya akan digantikan oleh keris-keris yang lain sesuai hirarki status dan kelas gaib keris.


Secara alami tingkat penyatuan masing-masing keris dengan manusia pemiliknya itu selain tergantung pada tingkat penyatuan masing-masing pihak secara hati dan batin, juga tergantung pada kecocokan sifat fungsi keris dengan aktivitas keseharian pemiliknya, sehingga seorang pemilik keris yang kesehariannya bekerja sebagai seorang karyawan, mungkin hanya kerisnya yang berfungsi kerejekian-pengasihan saja yang menonjol dalam memberikan tuahnya, bukan yang bertuah kekuasaan dan wibawa.

Biasanya bila sebuah keris atau sejumlah keris merasa sudah cocok dengan manusia pemiliknya, maka khodam-khodam gaibnya, atau salah satu atau dua khodam gaib keris mewakili khodam-khodam keris yang lain, akan mendampingi dan menyertai si manusia di manapun dia berada, walaupun kerisnya ditinggal di rumah. Dengan demikian, bila diterawang, maka fisik keris itu akan tampak kosong tidak berpenghuni gaib, karena isi gaibnya tidak berada di dalam kerisnya, tetapi keluar dari kerisnya mendampingi si pemilik keris. Hanya sisa-sisa energi gaibnya saja yang ada pada keris tersebut. Seringkali kondisi ini salah ditafsirkan oleh para praktisi kebatinan atau praktisi perkerisan, yang menganggap keris itu tidak berguna, karena tidak menunjukkan kesan angker / wingit atau kosong tidak ada "isi"-nya, walaupun ada tanda-tanda energi bahwa keris itu berpenghuni gaib.

Selain dalam bentuk pendampingan, bentuk menyatunya gaib keris dengan manusia pemiliknya ada juga yang diwujudkan dalam bentuk lain, yaitu si keris memberikan suatu aura energi yang melingkupi diri si pemilik keris. Dalam hal ini si gaib keris tetap berada di dalam kerisnya, tidak keluar mendampingi si manusia, tetapi dari tempat keberadaannya gaib keris itu memperhatikan si pemilik keris dimanapun dia berada. Energi / aura yang melingkupi diri si manusia pemilik keris adalah sebagai tanda bahwa manusia itu ada di bawah perlindungannya, supaya tidak ada mahluk halus lain yang mengganggu manusia itu, jika kerisnya berfungsi untuk penjagaan gaib, atau aura energi itu bersifat kewibawaan, pengasihan, dsb, sesuai fungsi kerisnya masing-masing.

Mengenai khodam keris jawa ini ada pengecualian untuk keris-keris kamardikan. Sebagian besar keris-keris kamardikan adalah keris-keris yang dibuat pada jaman sekarang untuk melestarikan seni perkerisan, dan bentuk-bentuk kerisnya disesuaikan dengan kreasi manusia pada jaman sekarang, tidak selalu sama dengan keris-keris jaman dulu.

Unsur gaib keris seringkali berbenturan dengan agama dan sikap berpikir manusia jaman sekarang yang tidak mau lagi dikaitkan dengan yang bersifat gaib. Sebagian besar keris-keris kamardikan dalam pembuatannya sudah disesuaikan dengan pertimbangan manusia jaman sekarang yang dalam pembuatannya tidak lagi dilakukan dengan ritual-ritual yang serupa dengan cara empu-empu keris jaman dulu. Karena itu pada keris-keris kamardikan kita tidak bisa mengharapkan kegaiban yang sama seperti keris-keris tua jaman dulu. Seringkali malah keris-keris kamardikan tersebut kosong tidak berpenghuni gaib, karena dalam pembuatannya memang hanya ditujukan untuk melestarikan unsur seninya saja, bukan unsur gaib atau mistisnya. Dan cara pemeliharaan keris kamardikan pun tidak sama dengan pemeliharaan keris-keris jawa tua.

Karena itu keris-keris kamardikan tidak dapat digolongkan atau disamakan sebagai keris jawa tua. Seandainya sebuah keris kamardikan ada berpenghuni gaib, maka isi gaibnya itu bisa dari jenis apa saja, dan perlakuan penggolongannya secara kegaiban disamakan dengan benda-benda gaib lain selain keris jawa.


 Khodam dari Benda-Benda Gaib Selain Keris Jawa

Khodam jimat batu cincin, jimat rajahan, khodam jimat isian / asma'an dan khodam keris kamardikan bisa dari jenis apa saja.

Khodam Mustika (yang asli alam), umumnya bukan bangsa jin. Khodamnya adalah jenis tersendiri.

Mustika yang sejenis biasanya khodamnya juga dari jenis yang sama (tetapi wujudnya bisa berbeda-beda).

Mustika yang berbeda, khodamnya juga dari jenis yang berbeda.

Khodam dari berbagai mustika wesi kuning umumnya sejenis.

Khodam dari banyak mustika merah delima umumnya sejenis.

Tetapi khodam mustika wesi kuning berbeda jenis dengan khodam mustika merah delima.

Khodam mustika keong buntet, burung perkutut majapahit dan burung perkutut jawa berbulu putih biasanya adalah bangsa jin dari golongan putih.


Khodam jimat batu akik, khodam jimat rajahan / isian / asma'an, khodam keris kamardikan dan khodam benda-benda hasil tarikan gaib bisa dari jenis apa saja, bisa dari jenis bangsa jin, kuntilanak, gondoruwo, atau pun jenis mahluk halus lainnya. Karena itu orang-orang yang memiliki benda-benda gaib tersebut sebaiknya berwaspada, terutama pada perwatakan mahluk halusnya dan pengaruh negatif dari keberadaannya (misalnya mencari tahu dengan cara yang sama seperti menayuh keris). Jika jelas bahwa perwatakan sosok gaib benda itu tidak baik dan ada memberikan pengaruh negatif, maka sebaiknya segera melakukan Pembersihan Gaib.


Dalam memberikan tuahnya kepada manusia sosok gaib dari benda-benda gaib tersebut ada yang tampak mendampingi manusia, ada yang tetap berdiam di dalam benda gaibnya masing-masing.

Khodam dari benda-benda gaib selain keris jawa biasanya lebih pasif interaksinya kepada manusia, tidak memberikan manfaat lain yang lebih daripada fungsi tuahnya, tidak memberikan tuah lain sebagai pendamping manusia, seperti memberikan ide / ilham dan wangsit atau peringatan lewat mimpi.

Jika sosok gaib benda tersebut tampak mendampingi si manusia, maka benda tersebut biasanya akan tetap terasakan tuahnya walaupun bendanya ditinggal di rumah. Tetapi jika sosok gaibnya tetap berdiam di dalam benda gaibnya, biasanya benda tersebut akan dapat dinikmati tuahnya hanya jika benda itu dipakai / dibawa serta oleh manusia pemiliknya. Jika benda itu ditinggal di rumah, maka benda tersebut tidak akan terasakan tuahnya. Karena itu benda-benda jimat yang dimiliki sebaiknya selalu dipakai / dibawa untuk memastikan bahwa tuahnya akan selalu dapat dinikmati.

Hierarki status dan kelas gaib-gaib tersebut yang mendampingi manusia adalah sesuai sifat tuah benda gaibnya, yang pertama adalah yang bertuah untuk penjagaan gaib, selebihnya sama dengan hierarki status dan kelas gaib keris.



 >> Status dan Hierarki Khodam.




-------------------








Comments