https://sites.google.com/site/thomchrists/budaya-kebatinan-jawa-kejawen/ngobrol-masalah-hidup/Clip.JPG




  Ngobrol 3 Permasalahan Hidup




Ada banyak pertanyaan-pertanyaan serupa dari para pembaca tentang permasalahan hidupnya, masalah jodoh, kerejekian, hambatan-hambatan hidup, dsb. Sebagian permasalahan yang dialami para pembaca ada hubungannya dengan pengaruh mahluk halus dan kegaiban, sebagian lainnya bersifat alami dari dirinya sendiri dan lingkungannya.

Dalam hal ini bukannya Penulis piawai dalam urusan membukakan jalan hidup ataupun dalam hal menuntaskan hajat orang. Penulis bukan spiritualis nasib, rejeki ataupun perjodohan, dan tidak membuka praktek paranormal. Ini diungkapkan disini sebagai bahan sharing saja barangkali saja ada di antara kita yang mengalami kasus serupa, sehingga kita mempunyai wawasan tentang solusinya.


_______



 A  :   

assalamu'alaikum....

sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih karena Bapak sudah menyatukan sedulur papat saya dan memberikan energi positif pada tempat usaha saya,,

Pak, saya mohon bantuannya lagi,,,

kenapa ya saya itu tidak pernah bisa merasa percaya diri, seakan–akan selalu grogi dan was-was dalam menghadapi apa saja.

Kalau boleh dibilang saya di desa banyak dibutuhkan untuk ini dan itu oleh orang, untuk memimpin ini dan itu, namun saya sering menghindar karena hanya sekedar rasa takut dan grogi pada hal-hal tersebut. Semisal contoh: rumahku dekat dengan musholla, namun saya tidak pernah mau kalau ditunjuk untuk memimpin acara-acara yang ada di mushola tersebut, untuk memimpin sholat, dzikir, tahlil dll, bukan karena saya menolak karena tidak bisa, bahkan saya bisa dan lebih bisa dari yang lain…namun saya menolak karena saya itu merasa tidak pernah punya rasa percaya diri, atau bisa dibilang penakut dan grogi walau hanya sebatas baru ditunjuk untuk ini dan itu. Dan semua itu saya rasakan dalam segala hal, dalam kehidupan keagamaan, sosial, lebih-lebih dalam kemasyarakatan. Sehingga saya itu bersifat sering menghindari apa-apa yang bersifat keorganisasian, lebih-lebih menjadi yang di depan.

Kalau masalah ilmu / pengetahuan / agama , insya Allah saya sedikit banyak paham bahkan lebih paham daripada orang-orang yang ada di sekelilingku (tempat tinggalku) , namun kenapa ya saya tidak bisa menyelaraskan ilmu itu dengan diri saya dan alam sekitarku ???

Yang saya mau tanyakan pada Bapak, ada apa dalam diri saya ?

Kenapa mental saya sangat lemah, bahkan lebih lemah daripada orang-orang yang bodoh ?

Kenapa tidak pernah berani dalam menjalani apa-apa yang sudah ditunjuk orang lain kepada saya,,,?

Dan itu saya alami sejak dari kecil sampai sekarang,, dan memang sih banyak orang yang bilang waktu kecil saya itu takut dengan orang-orang,, takut bergaul, dll…. Dan semua itu memang benar adanya,, sampai sekarang pun saya masih seperti itu, bahkan untuk urusan yang sepele yang sudah aku kuasaipun saya masih merasa minder, grogi dan takut.

Mohon pencerahannya, dan solusinya supaya mental saya bisa kuat dan penuh dengan rasa percaya diri. Kalau memang di diriku ada aura negatif tolong Bapak bersihkan semuanya, dan mohon sugestilah diri saya supaya saya bermental tangguh untuk hal-hal yang bermanfaat. Atau bagaimana saja menurut bapak yang terbaik yang bisa menjadikan diri dan mental saya kuat dalam menghadapi apa saja yang ada di hadapan saya.

Terima kasih

Wassalam….


 J  :   
Yang bapak sampaikan tentang kepribadian bapak itu saya menyebutnya sebagai terlalu "masuk" ke dalam diri sendiri. Introvert. Sifat pribadi yg seperti itu cocok kalau mendalami suatu keilmuan kebatinan atau ilmu gaib, tapi kurang bagus untuk kehidupan materi duniawi.

Banyak memang orang yg berkepribadian seperti itu, terlalu "masuk" ke dalam diri sendiri, pribadinya tertutup, kurang berhasrat / bersemangat mengejar keduniawian, banyak potensi dirinya yg tidak termanfaatkan dan mudah depresi.

Sifat pribadi yg seperti itu akan menjadi kesulitan yg berasal dari diri sendiri. Kesulitannya bisa dalam banyak hal di keduniawian bapak dan akan banyak potensi bapak yg tidak termanfaatkan. Jadi bapak perlu lebih "keluar", untuk lebih bisa menghidupkan hasrat dan semangat mengejar keduniawian, dan semangat untuk memanfaatkan potensi bapak, kecuali bapak tidak menginginkan apa2 lagi dari dunia ini.

Jadi saya anjurkan supaya bapak bisa lebih "keluar", untuk memunculkan kondisi normal bapak.
Itu bisa dimulai dengan bersosialisasi, di lingkungan tetangga atau di tempat ibadah.
Tidak apa2 bapak memimpin ibadah, apalagi karena itu ditunjuk / dipercaya oleh orang lain.
Kalau resikonya hanya sebatas "malu", yg kadarnya rendah, yg itu bisa diminimalisir dengan tidak berbuat kesalahan, tidak apa2 bapak maju memimpin. Itu bisa menjadi bahan untuk bapak lebih "keluar". Itu juga supaya potensi diri bapak bisa lebih termanfaatkan dan supaya tidak mudah depresi.

Bapak sudah menyadari kondisi bapak itu, dan bapak rasakan sebagai "kurang".
Jangan terus bertahan pada kondisi yang "kurang" seperti itu.
Dan tidak ada manfaatnya bapak terus bertahan pada kondisi yang "kurang" seperti itu.
Berarti tinggal bapak menaikkan kondisi bapak supaya bisa "lebih".

Kalau resikonya hanya sebatas "malu", yg kadarnya rendah, yg itu bisa diminimalisir dengan tidak berbuat kesalahan, tidak apa2 bapak maju memimpin. Itu bisa menjadi bahan untuk bapak lebih "keluar". Itu juga supaya potensi diri bapak bisa lebih termanfaatkan dan supaya tidak mudah depresi.

Dalam kondisi resiko yg bisa diminimalisir seperti itu, bapak tidak akan turun menjadi lebih rendah, tapi akan mulai naik menjadi lebih baik. Lepaskan beban kekhawatiran, dan yakinkan diri bapak bahwa bapak mampu melakukannya, dan bahwa dengan melakukannya bapak tidak akan turun derajatnya menjadi lebih rendah, tapi justru akan naik.

Dalam hal kerohanian, ketika sedang sendiri, saya anjurkan supaya bapak menjalankan apa yg saya tuliskan dalam judul Kebatinan Dalam Keagamaan dan Pembersihan Gaib 4, supaya dalam hal kerohanian bapak juga "keluar".

terima kasih


_________





 A  :    Perkenalkan pak sesepuh javanese2000, nama saya i made y, umur 17th
saya adalah seorang hindu bali.

Saya saat ini kelas 3 SMA dan akan melanjutkan kuliah beberapa bulan lagi, tapi saya masih bingung dan bimbang jurusan apa yang saya pilih karena melihat peluang nilai saya peringkat 69 dari 352 siswa. Orang tua saya dan keluarga sangat menginginkan saya masuk kedokteran universitas udayana. saya juga berminat untuk ke kedokteran. selain itu saya juga minat di STAN, STMKG, IPDN, STIS, STTN, Geologi UGM. 

Jika saya boleh tau, menurut bapak dimana saya akan kuliah dan kerja seperti apa agar saya bisa menyiapkan diri saya menerima segala hasilnya. Di samping itu juga saya punya bakat dalam kakawin dan palawakya (sastra jawa kuno).

TERIMAKASIH dan mohon pencerahannya.
mohon maaf jika saya manganggu bapak.

 J  :   
Sebaiknya mulai sekarang anda sudah mulai membuka2 pengertian dan wawasan tentang dunia kerja. Anda bisa mencaritahu jenis2 pekerjaan dan profesi dan besarnya kira2 penghasilannya.

Dari situ nanti anda bisa mengkira2 jenis pekerjaan apa yg menjadi kesukaan anda dan yang penghasilannya juga bagus untuk kehidupan anda. Kalau penghasilannya tidak bagus, itu bisa anda anggap sebagai hobi atau sampingan saja.
Yang diutamakan adalah jenis pekerjaan yang anda menyukainya dan penghasilannya juga bagus, dan kira2 dari banyaknya persaingan anda mampu meraih pekerjaan itu. Mudah2an karir anda juga akan bagus.

Sesudah itu barulah anda sesuaikan jalur kuliah anda, harus kuliah jurusan apa untuk bisa meraih pekerjaan yang anda inginkan.

Karena tujuan kuliah anda adalah bahan untuk anda mencari pekerjaan, maka pekerjaannya itulah yang harus lebih dulu anda bidik. Sesudah itu barulah anda tentukan anda harus kuliah jurusan apa untuk bisa meraih pekerjaan yang anda inginkan. Jangan asal kuliah.

Tetapi anda tidak harus kuliah di kampus / universitas 10 besar atau universitas unggulan. Kelihatannya yang lebih dipentingkan di kondisi sekarang adalah nilainya. Usahakan IPK tidak kurang dari 3,5.

Di kampus unggulan mungkin standar pelajaran dan nilainya lebih berat daripada di kampus yang kelasnya menengah, sehingga lebih sulit untuk orang bisa meraih IPK 3,5, lebih mudah mendapatkan nilai itu di kampus yang menengah.
Jadi kampus yang kelasnya menengah atau sedang2 saja mungkin baik untuk anda jalani.
Tapi entah anda kuliah di kampus unggulan ataupun yang kelas menengah, yang penting usahakan nilai IPK anda tidak kurang dari 3,5. Kalo kurang dari itu anda akan lebih sulit lagi dalam persaingan mencari pekerjaan.

Itu adalah pandangan logis saya.
Walaupun pekerjaan dan kesuksesan orang tidak semuanya sejalan dengan ijazahnya, itu nanti akan anda ketahui sendiri sesudah anda masuk ke dunia kerja, tapi untuk sekarang ini petunjuk di atas cukup baik untuk anda menentukan jalur kuliah anda. Selanjutnya tinggal anda menimbang2 sendiri disesuaikan dengan kondisi dan preferensi anda.

terima kasih

 A  :    Terimakasih atas sarannya


_______




 A  :   
Pak Javanese saya minta saran tips dan doanya, karena saya mau daftar kuliah,
dulu tahun 2014 saya juga pernah daftar kuliah di bidik misi snmptn dan sbmptn, tapi saya tidak ketrima kedua-duanya mungkin karena terlalu tinggi pilihan saya atau ada faktor lainnya,
karena saya tidak punya uang saat itu akhirnya saya berpikir untuk kerja dulu, mengumpulkan sebagian gaji saya untuk kuliah, saya berharap tahun ini peruntungan saya untuk kuliah...dan di bulan depan saya browsing di google banyak sekali universitas swasta yang telah membuka pendaftaran baru begitu juga dengan sekolah kedinasan, dan saya ingin sekali mendaftar ke universitas swasta (umm/umy),ke sekolah kedinasan(stis), dan universitas negeri (lewat sbmptn / umb pt di uns dan upn yogyakarta),

sebenarnya prioritas utama saya ke sekolah kedinasan, lalu yang kedua sbmptn/umb pt dan ketiga ke universitas swasta, tapi mengingat jumlah peminat di seluruh negeri dan karena saya juga lulusan tahun sebelumnya, saya ragu untuk mendaftar ditrima atau tidaknya pak, dan terkadang ketika saya mendengar kabar sebagian besar teman sma saya yang banyak sekali kuliah di ptn, pts atau sekolah kedinasan membuat saya semangat mendaftar kuliah, saya berpikir teman saya bisa kenapa saya tidak dan saya juga ingin membanggakan kedua orang tua saya karena itulah saya berharap saran tips dan doa bapak Javanese,selamat sore dan terima kasih Pak Javanese.

 J  :   
Pada dasarnya jawaban saya sama seperti yg sudah saya sampaikan kpd pembaca2 yg lain yg pertanyaannya serupa dengan yg anda sampaikan.

Sebaiknya mulai sekarang anda sudah mulai membuka2 pengertian dan wawasan tentang dunia kerja. Anda bisa mencaritahu jenis2 pekerjaan dan profesi dan besarnya kira2 penghasilannya.

Dari situ nanti anda bisa mengkira2 jenis pekerjaan apa yg menjadi kesukaan anda dan yang penghasilannya juga bagus (mencukupi) untuk kehidupan anda.

Yang diutamakan adalah jenis pekerjaan yang anda menyukainya dan penghasilannya juga bagus, dan kira2 dari banyaknya persaingan anda mampu meraih pekerjaan itu. Mudah2an karir anda juga akan bagus.

Sesudah itu barulah anda sesuaikan jalur kuliah anda, harus kuliah apa untuk bisa meraih pekerjaan yang anda inginkan.

Karena tujuan kuliah anda adalah bahan untuk anda mencari pekerjaan, maka pekerjaannya itulah yang harus lebih dulu anda bidik. Sesudah itu barulah anda tentukan anda harus kuliah apa untuk bisa meraih pekerjaan yang anda inginkan itu. Jangan asal kuliah.

Kalau bisa ketrima di kuliah yg ada ikatan dinasnya (kedinasan) itu akan sangat membantu biayanya. Tapi tetap anda harus menilai apakah kuliah dan pekerjaannya nanti anda suka. Jangan sampai nantinya anda tersiksa oleh pilihan anda sendiri.

Atau kalau bisa ketrima di perguruan negeri juga baik. Mudah2an biaya kuliahnya masih lebih murah daripada swasta.
Kalau takut tidak ketrima, sebaiknya jangan memilih universitas unggulan. Universitas negeri yg kelas menengah juga baik.
Kalau di perguruan negeri tidak juga ketrima, ya ... terserah anda saja deh.

Usahakan untuk anda membidik pekerjaannya dulu, sesudah itu barulah anda tentukan harus kuliah apa untuk anda bisa ketrima di pekerjaan itu, jangan asal pilih sekolah.

Dan jangan lupa, tetaplah rajin berdoa dan beribadah.
terima kasih

 A  :    Terima kasih Pak Javanese.



_________





 A  :   
Ass pak javanese..nama saya siti .... anak ke 3 dari 4 bersaudara.
saya dari lampung.

saya ingin tau ada apa pada diri saya karena sejak saya pulang dr taiwan kehidupan saya berubah.
saya merasa ibu saya tdk menyayangi saya seperti dulu. dan bahkan skrg kasih sayangnya lebih dominan ke mbak saya (anak pertama). seolah ibu saya lebih peduli dan kasihan kpd mbak saya karena kelaparan wkt dulu tinggal di medan ketimbang pada saya yg sudah mati matian buat mereka sampai2 saya tidak peduli dgn diri saya sendiri. kejadian ini semua bagi saya sangat menyakitkan dan jika wkt bs diputar kadang di fikiran saya menyesali krn sudah berkorban segalanya buat mrk sampai2 kehilangan kasih sayang ibu saya.

saya jg tdk membenarkan sikap saya kpd mrk. entah mengapa sejak saya pulang dr taiwan saya menjadi orang pemberontak dan mudah marah atas sikap mereka yg tdk mau mengerti, memahami, peduli dan tdk adil pd saya. apa mungkin krn selama 3 thn saya menahan perasaan saya dan setelah saya pulang dan di tempat yg bs mengexpresikan perasaan saya, jd saat saya kesenggol sedikit, saya menjadi bom atum yg langsung meledak ledak.

tp sungguh saya jg gak mau menjadi seperti itu jk mrk mau mengerti perasaan saya .wkt yg dulu saat saya pulang dr taiwan yg pertamakali, saya tdk seperti yg skrg. krn saya merasa kasih sayang ibu saya tdk berubah dan saya jg tdk bermasalah dgn mbak saya krn mbak saya menghargai saya dgn hidup prihatin. tp skrg saya merasa mbak saya cuman mikirin egonya sendiri. dia fikir di taiwan saya itu bahagia. dia tak mau bercermin gimana rasanya jika dia menjadi saya.

kemarin2 ini mamas saya (anak ke 2, adik dr mbak sy) kan punya bayi. saya ikut mengasuh. yg saya rasakan walau capek tp rasa capek itu tak terasa, saya merasa seneng. tp mbak saya wkt nginep di tempat mamas saya, dan dia ikut momong jg, terus dia telp ibu sy dan curhat, bilang "begini rasanya momong anak kecil, capek banget". itu baru momong ponakan sendiri, dia tdk pernah memikirkan gimana rasanya kalau jd sy. skrg ini sy cuma merasa mereka semua baik sama sy cuman karena saya menguntungkan bagi mereka. setelah sy tidak ada gunanya sy dibuang begitu sj.

krn sy merasa hidup sy sial, jd wkt hari lahir sy, sy coba puasa apit weton dan dimulai sorenya mandi garam, setelah itu mandi 7 macam bunga dgn air 7 sumber berturut2 setiap sore. tp yg aneh kok setiap tidur mimpinya jelek2. contohnya sy mimpi marah2 sambil nangis dan sambil nendang2 dan mukul ibu sy. tp saat gerakin kaki dan tangan sy saat akan mukul dan nendang2 ibu sy, rasanya berattttt bangettt kaya ngebawa beban berkilo kilo.
tp saat puasa apit weton yg sebelum2nya, sy gak mandi garam dan bunga, cuman mandi biasa aja (mandi sebelum puasa (mandi besar)), saya gak mimpi yg ngeri2. kenapa bs begitu y pak??
dan saya jg mau tanya, bagaimana dengan kekuatan sukma dan energinya dan bagaimana dgn sedulur 4 saya dan berapa kekuatannya.

nah sejak puasa apit weton yg dimulai mandi bunga itu kenapa setiap tengah malam tidur saya makin gak nyenyak, gelisah makin parah merasa takutnya ?
ini wajar apakah ada sesuatu di kamar saya ?
saya lampirkan foto yg pertama foto saya dan foto yg kedua foto ibu dan bpk sy dan ponakan sy.
sy tunggu jawaban bpk.
sebelumnya sy mengucapkan terimakasih.
wssalm.

 J  :   
Dari deteksian saya skrg ini kelihatannya anda diikuti 1 sukma jahat bapak2 dan 1 jin iblis bertanduk 2. Saya belum tahu darimana asal mereka. Mungkin mereka berasal dari salah satu sumber air yg anda datangi. Atau bisa juga berasal dari laku anda sendiri yg bisa disamakan dgn laku orang ngalap berkah. Dan gaib2 itu memang bisa menjadi khodam ngalap berkah.
Yg seperti itu ada banyak orang yg mengalaminya. Ada yg kemudian hidupnya menjadi lebih baik, terwujud keinginan2nya, ada juga yg kemudian malah banyak mengalami gangguan gaib.

Kelihatannya keberadaan mereka sudah memberikan aura yg jelek kepada anda, mungkin membuat orang lain tidak suka kepada anda.
Kelihatannya keberadaan mereka juga sudah menambah jelek pikiran anda. Sebaiknya anda mawas diri. Jangan terpengaruh atau malah menumbuh-suburkan pikiran2 jahat.

Kekuatan sukma dari laku puasa dan prihatin anda itu tidak banyak. Kekuatan sukma anda tidak banyak berbeda daripada orang lain yg umum, tapi kekerasan batin anda lebih baik. Kalau niatnya ingin menambah kekuatan sukma, sebaiknya itu dilakukan dengan cara2 yg efeknya membangun kekuatan sukma. Ada banyak tulisan saya dan tanya jawab dengan pembaca tentang itu. Silakan dibaca2.

Kalau anda niat mandi kembang dan wetonan, ikuti saja isi tulisan saya yang berjudul Laku Prihatin Dan Tirakat. Selain tujuannya untuk membantu membuka dan melapangkan jalan hidup anda, juga anda berdoa yg tulus kepada Tuhan meminta restuNya untuk kebaikan hidup anda. Jangan melakukan perbuatan2 yg sama dengan perbuatan ngalap berkah. Jangan sampai hidup anda malah semakin susah.


Memang kebanyakan orang menganggap bekerja di luar negeri itu lebih enak daripada di dalam negeri, karena katanya bayarannya tinggi, lebih tinggi daripada di dalam negeri. Tapi orang tidak melihat apa saja kesulitan yg dialami selama orangnya bekerja di luar negeri, karena statusnya disana adalah bekerja dan menghemat pengeluaran supaya bisa menabung, bukannya disana menikmati kemakmuran. Tapi orang juga hanya bisa trenyuh dan prihatin saja atas kasus TKI / TKW yg mengalami nasib jelek di luar negeri. Entah baik atau buruk nasibnya hanya orangnya sendiri yg tahu pasti rasanya.

Memang seringkali rasa dan pikiran orang2 lain yg hanya melihat saja berbeda dengan rasa dan pikiran dari orang yang mengalaminya sendiri. Sebaiknya itu anda sadari. Jangan berharap orang lain menyelami rasa dan pikiran anda. Jangan menuntut perhatian yg lebih. Jangan sampai anda kecewa hanya karena merasa anda kurang diperhatikan. Seharusnya anda sendiri yg memperhatikan diri anda sendiri, jangan menuntut orang lain yg memperhatikan anda. Lagipula anda sendiri yg tahu apa saja masalah2 anda, sehingga yg tahu solusinya juga hanya anda sendiri.

Di sisi lain mungkin anda dianggap tidak punya masalah yg berat sampai orang lain harus turun tangan membantu anda. Atau anda dianggap cukup tegar dan kuat pribadinya, bisa mengatasi masalah sendiri. Atau mungkin anda kurang dapat mengungkapkan masalah2 anda, sehingga orang lain tidak cukup tahu bahwa anda juga punya masalah.

Masalah yg anda alami itu sebenarnya sudah banyak juga dialami oleh orang lain, terutama pada masa kanak-kanaknya yg orang menuntut adanya perhatian yg lebih dari orang tuanya. Juga banyak yang sampai menganggap orang tuanya tidak perhatian kepadanya, atau malah dianggap pilih kasih. Itu juga yg sudah membuat banyak anak hidupnya salah arah, salah berperilaku, salah pergaulan, dsb. Kalau sudah tahu situasinya sebaiknya anda mawas diri. Jangan sampai anda mengalami juga yg seperti itu.

Untuk kebaikan anda sendiri, untuk kedepannya sebaiknya anda lebih fokus pada kehidupan anda sendiri. Jangan lagi berebut perhatian orang tua, karena cepat atau lambat seharusnya anda mempunyai kehidupan sendiri yang tidak lagi menyatu dengan kehidupan orang tua. Lebih baik anda mulai membangun rencana untuk jalan kehidupan anda sendiri, rencana usaha, rencana berkeluarga, dsb, rencana2 untuk anda bisa hidup mandiri, supaya kehidupan anda nyata lebih baik dibandingkan anda menghabiskan waktu dan energi hanya untuk mempermasalahkan kurangnya perhatian dari orang lain.

terima kasih








 

Comments