Kapitalisme - Sosialisme - Komunisme

 

Halaman ini berisi informasi sederhana yang mungkin berguna untuk menambah pengetahuan kita, dan mungkin juga dapat meluruskan pengetahuan kita yang keliru selama ini, jika ada.


-------------



Sumber informasi di bawah ini diambilkan dari sumbernya : Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.




    Kapitalisme

Kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama, tapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untuk kepentingan-kepentingan pribadi. Walaupun demikian, kapitalisme sebenarnya tidak memiliki definisi universal yang bisa diterima secara luas.

Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah sistem yang mulai berlaku di Eropa pada abad ke-16 hingga abad ke-19, yaitu pada masa perkembangan perbankan komersial Eropa di mana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang modal, seperti tanah dan manusia guna proses perubahan dari barang modal ke barang jadi. Untuk mendapatkan modal-modal tersebut, para kapitalis harus mendapatkan bahan baku dan mesin dahulu, baru buruh sebagai operator mesin dan juga untuk mendapatkan nilai lebih dari bahan baku tersebut.

Kapitalisme memiliki sejarah yang panjang, yaitu sejak ditemukannya sistem perniagaan yang dilakukan oleh pihak swasta. Di Eropa, hal ini dikenal dengan sebutan guild sebagai cikal bakal kapitalisme. Saat ini, kapitalisme tidak hanya dipandang sebagai suatu pandangan hidup yang menginginkan keuntungan belaka. Peleburan kapitalisme dengan sosialisme tanpa adanya pengubahan menjadikan kapitalisme lebih lunak daripada dua atau tiga abad yang lalu.

Kaum klasik kapitalis

Pemerintah mendominasi bidang perdagangan selama berabad-abad, namun kemudian malah memunculkan ketimpangan ekonomi. Para pemikir ini mulai beranggapan bahwa para borjuis, yang pada era sebelumnya mulai memegang peranan penting dalam ekonomi perdagangan yang didominasi negara atau lebih dikenal dengan merkantilisme, seharusnya mulai melakukan perdagangan dan produksi guna menunjang pola kehidupan masyarakat. Beberapa ahli ini antara lain:

Adam Smith

Adam Smith adalah seorang tokoh ekonomi kapitalis klasik yang menyerang merkantilisme yang dianggapnya kurang mendukung ekonomi masyarakat. Ia menyerang para psiokrat yang menganggap tanah adalah sesuatu yang paling penting dalam pola produksi. Gerakan produksi haruslah bergerak sesuai konsep MCM (Modal-Comodity-Money, modal-komoditas-uang), yang menjadi suatu hal yang tidak akan berhenti karena uang akan beralih menjadi modal lagi dan akan berputar lagi bila diinvestasikan. Adam Smith memandang bahwa ada sebuah kekuatan tersembunyi yang akan mengatur pasar (invisible hand), maka pasar harus memiliki laissez-faire atau kebebasan dari intervensi pemerintah. Pemerintah hanya bertugas sebagai pengawas dari semua pekerjaan yang dilakukan oleh rakyatnya.

(Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kapitalisme).




    Sosialisme


Istilah sosialisme atau sosialis dapat mengacu ke beberapa hal yang berhubungan dengan ideologi atau kelompok ideologi, sistem ekonomi, dan negara. Istilah ini mulai digunakan sejak awal abad ke-19.

Dalam bahasa Inggris, istilah ini digunakan pertama kali untuk menyebut pengikut Robert Owen pada tahun 1827. Di Perancis, istilah ini mengacu pada para pengikut doktrin Saint-Simon pada tahun 1832 yang dipopulerkan oleh Pierre Leroux dan J. Regnaud dalam l'Encyclopédie Nouvelle.

Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak daripada hanya segelintir elite.

Sosialisme sebagai sistem ekonomi

Sistem ekonomi sosialisme sebenarnya cukup sederhana. Semua aspek ekonomi dianggap sebagai milik bersama, tapi bukan berarti harus dimiliki secara sepanuhnya secara bersama, semua aspek ekonomi boleh dimiliki secara pribadi masing-masing, dengan syarat boleh digunakan secara Sosialis, mirip dengan gotong-royong sebenarnya.

Kritik dan debat

Sejumlah pakar ekonomi dan sejarah telah mengemukakan beberapa masalah yang berkaitan dengan teori sosialisme. Diantaranya antara lain Milton Friedman, Ayn Rand, Ludwig von Mises, Friedrich Hayek, dan Joshua Muravchik.

Kritik dan keberatan tentang sosialisme dapat dikelompokkan menjadi:

  • Insentif
  • Harga
  • Keuntungan dan kerugian
  • Hak milik pribadi

Sistem Ekonomi Sosialis mempunyai kelemahan sebagai berikut :

  1. Sulit melakukan transaksi. Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak terhadap harta milik pribadi hanya untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali. Jual beli sangat terbatas, demikian pula masalah harga juga ditentukan oleh pemerintah, oleh karena itu stabilitas perekonomian Negara sosialis lebih disebabkan tingkat harga ditentukan oleh Negara, bukan ditentukan oleh mekanisme pasar.
  2. Membatasi kebebasan. System tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan diri sendiri, kewibawaan individu yang menghambatnya dalam memperoleh kebebasan berfikir serta bertindak, ini menunjukkan secara tidak langsung system ini terikat kepada system ekonomi dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya bekerja seperti mesin.
  3. Mengabaikan pendidikan moral. Dalam system ini semua kegiatan diambil alih untuk mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidikan moral individu diabaikan. Dengan demikian, pencapaian kepuasan kebendaan menjadi tujuan utama dan nlai-nilai moral tidak diperhatikan lagi.

Adapun kebaikan-kebaikan dari Sistem Ekonomi Sosialis adalah :

  1. Disediakannya kebutuhan pokok. Setiap warga Negara disediakan kebutuhan pokoknya, termasuk makanan dan minuman, pakaian, rumah, kemudahan fasilitas kesehatan, serta tempat dan lain-lain. Setiap individu mendapatkan pekerjaan dan orang yang lemah serta orang yang cacat fisik dan mental berada dalam pengawasan Negara.
  2. Didasarkan perencanaan Negara. Semua pekerjaan dilaksanakan berdasarkan perencanaan Negara yang sempurna, diantara produksi dengan penggunaannya. Dengan demikian masalah kelebihan dan kekurangan dalam produksi seperti yang berlaku dalam System Ekonomi Kapitalis tidak akan terjadi.
  3. Produksi dikelola oleh Negara. Semua bentuk produksi dimiliki dan dikelola oleh Negara, sedangkan keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk kepentingan-kepentingan Negara.

(Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisme).



    Komunisme

Komunisme adalah sebuah ideologi. Penganut paham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels , sebuah manifesto politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.

Komunisme pada awal kelahirannya adalah sebuah koreksi terhadap paham kapitalisme di awal abad ke-19, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, muncul beberapa faksi internal dalam komunisme antara penganut komunis teori dan komunis revolusioner yang masing-masing mempunyai teori dan cara perjuangan yang berbeda dalam pencapaian masyarakat sosialis untuk menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat utopia.

Ide dasar

Istilah komunisme sering dicampuradukkan dengan komunis internasional. Komunisme atau Marxisme adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan oleh partai komunis di seluruh dunia. sedangkan komunis internasional merupakan racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut "Marxisme-Leninisme".

Dalam komunisme perubahan sosial harus dimulai dari pengambil alihan alat-alat produksi melalui peran Partai Komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan sosial dimulai dari buruh atau yang lebih dikenal dengan proletar (lihat: The Holy Family), namun pengorganisasian Buruh hanya dapat berhasil dengan melalui perjuangan partai. Partai membutuhkan peran Politbiro sebagai think-tank. Dapat diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro.

Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem partai komunis sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi modal pada individu. pada prinsipnya semua adalah direpresentasikan sebagai milik rakyat dan oleh karena itu, seluruh alat-alat produksi harus dikuasai oleh negara guna kemakmuran rakyat secara merata, Komunisme memperkenalkan penggunaan sistem demokrasi keterwakilan yang dilakukan oleh elit-elit partai komunis oleh karena itu sangat membatasi langsung demokrasi pada rakyat yang bukan merupakan anggota partai komunis karenanya dalam paham komunisme tidak dikenal hak perorangan sebagaimana terdapat pada paham liberalisme.

Secara umum komunisme berlandaskan pada teori Materialisme Dialektika dan Materialisme Historis , oleh karenanya tidak bersandarkan pada kepercayaan mitos, takhayul dan agama dengan demikian tidak ada pemberian doktrin pada rakyatnya, dengan prinsip bahwa "agama dianggap candu" yang membuat orang berangan-angan yang membatasi rakyatnya dari pemikiran ideologi lain karena dianggap tidak rasional serta keluar dari hal yang nyata (kebenaran materi).

Apakah Komunisme Telah Mati?

Banyak orang yang mengira komunisme 'mati' dengan bubarnya Uni Soviet di tahun 1991, yang diawali dengan keputusan Presiden Mikhail Gorbachev. Namun komunisme yang murni belum pernah terwujud dan tak akan terwujud selama revolusi lahir dalam bentuk sosialisme (Uni Soviet dan negara-negara komunis lainnya). Dan walaupun komunis sosialis hampir punah, partai komunis tetap ada di seluruh dunia dan tetap aktif memperjuangkan hak-hak buruh, pelajar dan anti-imperialisme. Komunisme secara politis dan ekonomi telah dilakukan dalam berbagai komunitas, seperti Kepulauan Solentiname di Nikaragua.

Seperti yang digambarkan Anthony Giddens, komunisme dan sosialisme sebenarnya belum mati. Ia akan menjadi hantu yang ingin melenyapkan kapitalisme selamanya. Saat ini di banyak negara, komunisme berubah menjadi bentuk yang baru. Baik itu Kiri Baru ataupun komunisme khas seperti di Kuba dan Vietnam. Di negara-negara lain, komunisme masih ada di dalam masyarakat, namun kebanyakan dari mereka membentuk oposisi terhadap pemerintah yang berkuasa.

(Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Komunisme).





 Javanese2000 :


Di bawah ini adalah pembahasan singkat dari berbagai uraian di atas dan penyampaian pandangan singkat dari sudut pandang kami sebagai orang awam.

Apa yang tertulis di atas, yaitu kapitalisme, sosialisme dan komunisme, adalah paham-paham atau ideologi yang bersifat kenegaraan, yang diterapkan dalam suatu negara, paham politik keekonomian yang dianut oleh suatu negara yang berlaku di negara tersebut dan harus dipatuhi oleh semua rakyatnya. Paham-paham itu bersifat konsep dasar yang praktek pelaksanaannya mungkin tidak persis sama seperti konsepnya itu, bisa kurang dari itu, bisa juga lebih dari itu.


Paham Kapitalisme  didasarkan pada keinginan bebas manusia untuk berusaha di bidang ekonomi.
Konsep dasarnya adalah bahwa seseorang yang memiliki harta, baik harta milik sendiri maupun didapat dengan cara meminjam ( / hutang), boleh dijadikan sebagai kapital atau modal untuk ia berusaha di bidang ekonomi.

Jadi bila anda memiliki uang, boleh digunakan untuk modal usaha, atau anda memiliki bangunan rumah atau tanah lahan, maka harta anda berupa uang atau bangunan itu boleh digunakan untuk usaha ekonomi, seperti membuka warung, toko, restoran, dsb, dan tanah lahan anda boleh digunakan untuk bertani, perkebunan, dsb. Harta-harta itu juga boleh disewakan atau diperjual-belikan kepada orang lain yang berminat.

Paham kapitalisme ini juga berlaku di Indonesia dan anda sendiri sudah juga mengalaminya, yaitu bila anda memiliki harta (milik sendiri maupun pinjaman / hutang), berupa uang, bangunan, tanah / lahan, boleh digunakan sebagai modal berusaha di bidang ekonomi, atau anda mungkin bekerja kepada orang lain yang menjadi pemodal / investor, seperti bekerja di toko, restoran, kantoran, pabrik, perkebunan, dsb.

Menurut anda, apakah paham kapitalisme itu baik ?



Paham Sosialisme  didasarkan pada keinginan rakyat umum supaya tidak terjadi kesenjangan ekonomi dimana terjadi di suatu negara tingkat ekonomi mayoritas penduduknya biasa-biasa saja atau bahkan miskin, tetapi di sisi lain ada orang-orang kaya yang hidup bermewah-mewah dan kadangkala bermegah diri yang dengan kekuasaan ekonominya mereka menekan / memeras / memangsa yang lebih lemah ekonominya.

Bila konsep ini diterapkan secara kenegaraan, maka negara dengan kekuasaannya atau berdasarkan penerapan hukum negara, akan menguasai semua aspek ekonomi, termasuk modal ekonomi yang dimiliki oleh rakyatnya, untuk diratakan hasilnya untuk semua rakyatnya. Rakyatnya akan diperlakukan sebagai pekerja yang menerima upah yang sama rata sesuai kedudukan / jabatannya masing-masing. Dengan
konsep ini maka tingkat ekonomi rakyatnya (upah / gaji / penghasilannya) akan diratakan, supaya tidak terjadi kesenjangan ekonomi.

Dengan konsep ini maka seseorang yang memiliki harta, baik harta milik sendiri maupun didapat dengan cara meminjam, boleh dijadikan sebagai kapital atau modal, untuk berusaha di bidang ekonomi, tetapi
usahanya itu akan dikuasai oleh negara, hasil usahanya harus diserahkan / disetorkan kepada negara. Sebagai gantinya orang itu akan menerima bayaran secara periodik sebagai upah bekerja, atau mendapatkan pembagian secara bagi hasil.

Jadi bila anda memiliki uang, boleh digunakan untuk modal usaha, atau anda memiliki bangunan rumah atau tanah lahan, boleh digunakan untuk usaha ekonomi, seperti usaha warung, toko, restoran, dsb, dan tanah lahan anda boleh digunakan untuk bertani, perkebunan, dsb, tetapi hasilnya harus diserahkan kepada negara. Sebagai gantinya anda akan menerima bayaran secara periodik sebagai upah, atau menerima pembagian bagi hasil,
atau anda bekerja sebagai pekerja / buruhnya dan menerima upah sebagai pekerja. Harta-harta dan modal anda itu yang adalah alat-alat produksi ekonomi, dikuasai oleh negara dan tidak boleh disewakan atau diperjual-belikan kepada orang lain.

Jadi paham sosialisme ini berlawanan dengan paham kapitalisme.

Menurut anda, apakah paham sosialisme itu baik ?



Komunisme  adalah penggunaan kekuatan politik (partai politik) yang bersifat anti-kapitalisme dalam bentuk partai komunis untuk memaksakan kekuasaan negara dalam pengambil-alihan alat-alat produksi untuk menerapkan paham sosialisme di dalam suatu negara. Partai komunis ini bisa merupakan penggalangan kekuatan massa rakyat yang membentuk partai politik untuk mewakili kepentingan mereka di dalam kenegaraan, bisa juga merupakan sebuah partai politik yang dibentuk oleh tokoh-tokoh elit di negara yang sudah menganut paham sosialisme.

Paham Komunisme tidak sama dengan paham atheis yang menolak paham kepercayaan pada adanya Tuhan. Komunisme tidak menolak agama dan tidak melarang seseorang untuk menganut suatu agama, tetapi agama akan dipandang sebagai bersifat pribadi yang kepercayaan dan peribadatannya tidak boleh dilakukan pada saat manusia sedang bekerja (tidak boleh berdoa / beribadah pada jam kerja).

Paham Komunisme berlandaskan pada filosofi kekuatan komunal bahwa manusia harus hidup dengan kekuatan dan kemampuan manusia itu sendiri, berusaha dan bekerja harus dilakukan dengan kemampuan manusia sendiri, tidak diisi / diselingi dengan kepercayaan pada agama ataupun mitos dan tahayul. Bentuk formal kepercayaan atau peribadatan agama hanya boleh dilakukan di luar jam kerja, di hari libur, atau pada saat sedang tidak bekerja / bertugas.

Menurut anda, apakah paham komunisme itu baik ?



Pada dasarnya semua mahluk, termasuk manusia, memiliki keinginan dan kehendak bebas, tetapi ada kalanya juga memilih untuk meng-ikat-kan diri pada suatu ikatan. Paham-paham di atas adalah paham-paham kenegaraan yang sifatnya mengikat kehidupan rakyat di dalam suatu negara.

Paham-paham ideologi di atas mempunyai sisi kebaikan sendiri-sendiri, tetapi masing-masing memiliki sisi ketidak-baikan juga, jika diterapkan apa adanya secara ekstrim.

Paham kapitalis dan sosialis masing-masing memiliki kebaikan dan ketidak-baikan, dan semuanya akan menjadi tidak baik jika penerapannya dilakukan secara ekstrim yang dalam penerapannya tidak dilakukan pembatasan dan pengecualian secara bijaksana.

Paham kapitalisme yang membebaskan rakyat suatu negara untuk berusaha di bidang ekonomi memiliki banyak pendukung secara luas di seluruh dunia. Paham kapitalisme menjadikan negara-negara penganutnya menjadi negara-negara yang kaya dan maju, dan rakyatnya yang bisa mengoptimalkan kemampuannya dalam usaha ekonomi menjadi orang-orang kaya dan berkuasa dalam bidang ekonomi.

Tetapi negara-negara penganut sistem kapitalis tidak semuanya dapat menjadi negara kaya dan maju dan masih banyak yang tetap menjadi negara miskin dan terbelakang. Kapitalisme juga menciptakan kesenjangan ekonomi yang tajam, karena tidak semua negara dan manusia di dalam suatu negara mempunyai kemampuan dan peluang yang sama untuk mengoptimalkan usaha ekonominya dan tidak semuanya memiliki keberuntungan untuk sukses, sehingga kondisi kesenjangan sosial masyarakat yang kaya dan miskin akan terus terlihat kontras.

Walaupun awalnya rakyatnya senang dengan adanya kebebasan berusaha, tetapi kemudian rakyat di negara-negara kapitalis menuntut adanya pembatasan-pembatasan dalam penerapan sistem kapitalis, supaya perilaku orang-orang ber-ekonomi kuat tidak 'kebablasan' dan supaya lebih bertenggang rasa terhadap kaum ekonomi lemah. Sebagian negara-negara kapitalis yang telah maju dan modern mengakomodir keinginan rakyatnya itu dengan menerapkan undang-undang anti-monopoli, menerapkan pelaksanaan undang-undang perpajakan dan undang-undang anti korupsi secara ketat, supaya "ekonomi kuat" tidak "menelan" yang lemah, supaya keuangan negara bisa semuanya dioptimalkan untuk kesejahteraan rakyatnya dan supaya negara bisa memberikan perlindungan kesejahteraan kepada rakyatnya yang kurang mampu ekonominya berupa tunjangan sosial.


Paham sosialis bisa memeratakan kesenjangan ekonomi pada rakyatnya, tetapi tetap tidak bisa mencegah adanya penyimpangan-penyimpangan dalam pelaksanaannya. Jika negara sosialis itu maju dan makmur dan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, mungkin rakyatnya juga akan menikmati kesejahteraan yang baik. Tetapi yang umumnya terjadi adalah sistem sosialis ini bukannya memeratakan kesejahteraan, tetapi memeratakan kemiskinan pada rakyatnya. Di negara-negara sosialis ternyata juga terjadi kesenjangan ekonomi. Orang-orang kaya dan yang menjadi orang kaya terutama adalah pejabat-pejabat negara yang mempunyai akses pada kekuasaan dan keuangan negara dan orang-orang tertentu yang memiliki hubungan dengan kekuasaan negara.

Rakyat di negara-negara sosialis / komunis mungkin awalnya setuju dengan sistem sosialis yang bisa menekan kesenjangan ekonomi, tetapi kemudian justru sistem itu menjadikan diri mereka terkungkung dalam aturan yang tidak membuat mereka bebas dalam berusaha dan tidak bisa memajukan kesejahteraan mereka sendiri, karena semuanya serba diatur secara ketat oleh negara. Setelah melihat kebaikan yang dinikmati oleh rakyat di negara-negara kapitalis, mereka pun memberontak dan menuntut penghapusan sistem sosialis untuk diubah menjadi sistem kapitalis. Selanjutnya, negara sosialis itu hanya bisa mempertahankan pelaksanaan paham sosialis-komunisnya dengan memaksakan kekuatan bersenjatanya dan menutup kehidupan rakyatnya dari pengetahuan dan tontonan tentang kehidupan maju dan modern di negara-negara kapitalis.

Rakyat di negara-negara sosialis-komunis menuntut dihapuskannya sistem sosialis-komunis, atau minimal bisa dilakukan pengecualian-pengecualian. Golongan rakyat yang memiliki modal untuk berusaha dan yang merasa mampu untuk mencukupi kebutuhan ekonominya dengan usahanya sendiri menuntut untuk dibebaskan berusaha, sebagai gantinya mereka akan membayar pajak kepada negara dari penghasilannya. Di sisi lain, golongan rakyat yang tidak memiliki modal, atau yang memiliki modal / harta untuk usaha ekonomi tapi hasilnya tidak mencukupi kebutuhan ekonominya, memilih untuk menjadi pekerja, sehingga upah mereka dapat menjamin kebutuhan hidup mereka.


Paham kapitalisme berlaku di Indonesia, sehingga rakyatnya mendapatkan kebebasan untuk berusaha di bidang ekonomi. Rakyatnya dibebaskan untuk berusaha di bidang apa saja selama bidang itu tidak dilarang dan peraturan-peraturan yang terkait dengan itu dipatuhi. Tetapi terhadap kebebasan berusaha itu juga dilakukan pembatasan-pembatasan dalam bentuk peraturan dan perijinan, penerapan sistem perpajakan yang progresif dan melaksanakan undang-undang anti-korupsi, supaya praktek pelaksanaannya tidak mengorbankan kepentingan negara dan rakyat secara umum, supaya tidak hanya menguntungkan kepentingan individual tertentu saja, supaya anggaran pendapatan dan belanja negara bisa lebih baik direncanakan dan tidak ada keuangan negara yang bocor terbuang sia-sia yang itu akan mengurangi kemampuan negara dalam menyalurkannya untuk membantu kesejahteraan rakyat.

P
aham sosialisme juga diterapkan di Indonesia, secara terbatas, yaitu sesuai UUD 45 pasal 33, bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dan bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Sisi kebaikan paham sosialis juga diusahakan untuk diterapkan di Indonesia, yaitu supaya negara melindungi kepentingan usaha ekonomi rakyat kecil supaya tidak tertindas oleh kekuatan ekonomi yang lebih besar dan kuat. Implementasinya terutama adalah dalam bentuk usaha ekonomi gotong-royong, misalnya dalam bentuk badan usaha koperasi, dan negara membantu usaha-usaha rakyat yang sejenis, seperti perhimpunan usaha pengrajin kecil dan kelompok-kelompok petani dan nelayan, memberikan kemudahan kredit bank untuk usaha menengah dan kecil, dan melindungi para pekerja dari kesewenang-wenangan pihak pemberi kerja dengan menerapkan batas minimal upah yang harus dibayarkan kepada para pekerja (UMR).

Itu adalah salah satu bentuk pembatasan pada pelaksanaan sistem ekonomi kapitalis di Indonesia, sekaligus juga merupakan perpaduan pelaksanaan sistem kapitalis dan sosialis. Tinggal kualitas praktek pelaksanaannya saja apakah benar dapat memakmurkan rakyatnya dan tinggal diperbaiki lagi peraturan-peraturan dan prakteknya yang masih kurang supaya kekuatan ekonomi besar tidak mengorbankan kekuatan ekonomi yang lemah dan tidak ada keuangan negara yang bocor terbuang sia-sia yang akan mengurangi kemampuan negara dalam menyalurkannya untuk membantu kesejahteraan rakyat.

Sistem kapitalis yang terbaik untuk diterapkan di suatu negara adalah dengan membangkitkan / mengoptimalkan kemampuan ekonomi dan produksi rakyatnya sendiri, bukan semata-mata mendatangkan investor luar negeri (asing) untuk membangun sarana produksi di dalam negeri. Walaupun keberadaan investor asing itu juga sudah sangat membantu perekonomian dalam negeri, setidaknya bisa mengurangi pengangguran, mengurangi jumlah rakyatnya yang miskin karena tidak bekerja dan tidak berpenghasilan, dan bisa menginspirasi produk dan teknologi untuk dikembangkan di dalam negeri, tetapi rakyatnya dapat terdorong untuk meninggalkan potensinya berwira-usaha, dapat terdorong untuk menjadi bergantung kepada para investor itu (menjadi pekerja).

Seingat Penulis, pada era kepemimpinan Soehato pemerintah sudah berusaha membangkitkan potensi rakyat dengan banyaknya penyuluhan-penyuluhan pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan, dan transmigrasi untuk rakyatnya
yang memiliki lahan pertanian tapi hasilnya tidak mencukupi kebutuhan ekonominya atau untuk yang ingin memulai usaha pertanian dengan luas lahan yang mencukupi. Juga ada banyak penyuluhan dan bantuan di bidang produksi dan usaha kecil. Kelompok-kelompok tani dan nelayan, koperasi rakyat, sentra-sentra industri kecil sudah dibangkitkan. Tetapi sayangnya yang seperti itu sekarang ini tidak dilestarikan oleh rakyatnya sendiri, tidak dijadikan sarana untuk membangun dan memperkuat ekonomi mereka sendiri.

Dan atas masih tetap miskinnya diri kita sendiri, k
ita tidak boleh menyalahkan para investor dan pemodal selama mereka sudah sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Tidak boleh kita iri dan dengki atas kesuksesan mereka. Kita dan rakyat kita sendiri yang harus dewasa dan mandiri, harus punya kesadaran dan kemauan untuk mengoptimalkan potensi dirinya sendiri.


Di Indonesia paham komunis
sering dianggap sama dengan paham atheis, dan manusia di negara-negara komunis dianggap adalah atheis, tidak beragama, tidak berketuhanan. Ini adalah pembodohan dan pandangan yang sangat menyesatkan. Kita sendiri bisa mengetahui bahwa di negara-negara komunis pun rakyatnya memeluk agama dan beribadah.

Paham Komunisme berlandaskan pada filosofi kekuatan komunal bahwa manusia harus
hidup dengan kekuatan dan kemampuan manusia sendiri, yang dalam bekerja dan berusaha tidak boleh diisi / diselingi dengan kepercayaan pada agama ataupun mitos dan tahayul. Bentuk formal kepercayaan dan peribadatan agama tetap boleh dilakukan, asal di luar jam kerja, tidak pada saat sedang bekerja / bertugas.

Paham komunis mempunyai sisi kebaikan, yaitu supaya pekerjaan dan proses produksi tidak terganggu, tetapi jika diterapkan secara keras, apalagi dengan kekuatan politik kenegaraan seperti partai komunis, juga akan tidak membawa kebaikan.

Di Indonesia, paham komunis ini bertentangan dengan paham kebebasan beragama dan kebebasan melakukan peribadatan sesuai kepercayaannya masing-masing.

Pelarangan beribadah pada jam kerja bermaksud baik supaya pekerjaan dan proses produksi tidak terganggu, tetapi pelarangan ini dapat menimbulkan efek yang tidak baik bila diterapkan di masyarakat yang agamis.

Tetapi adanya kebebasan beribadah juga harus dilaksanakan dengan bijaksana dan penuh etika, sehingga
para pemilik usaha tidak akan terbebani dengan perilaku para pekerjanya yang berkecenderungan menghabiskan jam kerja dengan berlama-lama berada di tempat ibadah.

Pelarangan beribadah atau pun pemaksaan harus beribadah, masing-masing dapat membawa akibat yang tidak baik. Masing-masing orang harus menyadari bahwa agama adalah bersifat pribadi, tidak boleh agama dan peribadatannya dipaksakan kepada orang lain, apalagi terhadap yang berbeda agamanya. Semuanya berpulang pada individu manusianya masing-masing yang harus berkepribadian tinggi, sadar etika dan harus bisa menerapkannya secara bijaksana supaya tidak merugikan orang lain.



________










Comments