Menghormat kepada Keris




 Ngobrol Santai Tentang Keris


  Filosofi, Spiritual dan Kebatinan Keris Jawa.

 


Halaman ini berisi ringkasan dan cuplikan / editan tanya jawab Penulis dengan pembaca dan obrolan santai dengan teman-teman, para pembaca atau orang lain tentang keris. Mudah-mudahan berguna untuk menambah pengetahuan.



--------------



 Tanya :  
        Saya mempunyai puluhan keris dan tombak, mungkin jumlahnya mendekati 100 buah.
        Pertanyaan saya :
        1. Apakah keris / tombak dapat mempengaruhi karir seseorang (melancarkan atau menghambat)?
            Bagaimana prosesnya?
        2. Apakah keris / tombak juga mempengaruhi perilaku anak-anak? 
            Bagaimana prosesnya?


 Jawab :  
        1. Apakah keris / tombak dapat mempengaruhi karir seseorang (melancarkan atau menghambat)?
            Bagaimana prosesnya?

        Jika seseorang memiliki satu ataupun banyak keris / tombak, jika belum ada penyatuan / keselarasan
        dgn pemiliknya, maka keris / tombaknya itu akan pasif, tidak memberikan tuahnya secara langsung
        kpd pemiliknya.

        Dalam kondisi begitu keris / tombak tsb hanya bersifat koleksi saja dan pengaruhnya tidak bersifat
        langsung dlm kehidupan si pemilik. Walaupun bersifat pasif, tetapi masing2 keberadaan keris / tombak
        itu (termasuk benda2 gaib lain) akan memancarkan suatu aura energi sesuai karakternya masing2 yg
        akan meresap ke dlm pribadi manusia pemiliknya dan keluarganya.

        Aura energi itu bisa berupa rasa teduh, pengasihan, kewibawaan, atau hawa aura yg keras, panas,
        angker, dsb, sesuai masing2 karakter keris / tombaknya. Masing2 hawa aura itu pd diri pemiliknya dan
        keluarganya bisa berpengaruh scr fisik maupun psikologis, bisa membuatnya merasa sehat, cerah,
        bugar, dikasihi orang lain, disukai, dihormati, atau justru mjd mudah sakit-sakitan, mudah marah dan
        mudah bertengkar, atau mjd tidak disukai dan dijauhi oleh orang lain. Masing2 hawa aura itu akan
        berpengaruh di dalam suasana keluarga, suasana di lingkungan pergaulan, tempat kerja atau usahanya.

        Jika seseorang memiliki satu ataupun banyak keris / tombak, jika sudah ada penyatuan / keselarasan
        dgn pemiliknya, maka mungkin hanya ada satu atau dua saja keris / tombak yg menunjukkan
        penyatuannya dgn orang pemiliknya mewakili keris / tombaknya yg lain. Keris / tombak yg sdh
        menunjukkan penyatuannya itulah yg benar2 mjd pusaka bagi seseorang, sedangkan keris / tombak
        yg lainnya hanya bersifat koleksi saja dan pengaruhnya dlm kehidupan si pemilik bersifat tidak langsung
        spt diuraikan di atas.

        Keris / tombak yg sudah menunjukkan penyatuannya dgn si manusia, maka khodamnya akan keluar
        dari kerisnya mendampingi sehari-harinya si manusia dan memberikan pengaruh scr langsung. Selain
        memancarkan suatu hawa aura tertentu sesuai karakternya, khodam itu juga akan memberikan
        bantuannya kpd si manusia, bisa dlm bentuk membuatnya disukai dlm pergaulan, dihormati, atau
        memberikan ide / ilham mengenai segala sesuatu yg dikerjakan oleh si manusia, dan firasat (dan mimpi)
        jika ada sesuatu yg tidak baik yg akan terjadi, atau membantu mempengaruhi orang lain, atasan,
        bawahan, atau orang lain yg ditemuinya, spy urusan dan keperluan si manusia mjd lancar.

        Dalam hal ini si manusia harus bisa bersugesti menunjukkan apa yg ingin dicapainya, shg si khodam
        pendampingnya itu mengerti dan membantu membukakan jalan si manusia, shg keberadaan khodam
        kerisnya itu bukan hanya sekedar mendampingi atau melindungi saja. Atau jika ada suatu tujuan tertentu,
        sebaiknya ia mengsugestikannya kpd kerisnya untuk membantunya.

        Bentuk penyatuan yg lain adalah dalam bentuk pengawasan, bukan pendampingan, si khodam keris
        tidak keluar mendampingi si manusia, tetapi dari tempat keberadaan kerisnya khodamnya mengawasi
        pemiliknya dan memberikan suatu aura energi yg mjd tanda bhw manusia itu ada di bawah naungannya.

        Mengenai bentuk penyatuan di atas, apakah berbentuk pengawasan ataukah pendampingan, sepenuhnya
        bergantung pd sifat karakter si gaib kerisnya sendiri. Ada tipe2 karakter sosok halus yg dalam
        penyatuannya dgn manusia keluar dari benda gaibnya dan mendampingi si manusia, ada juga yg tetap
        berdiam di dlm kerisnya.

        Jika seseorang memiliki beberapa atau banyak keris / tombak, yg paling dominan menunjukkan
        penyatuannya dgn manusia pemiliknya biasanya adalah dari keris / tombak yg memberikan tuah
        penjagaan / perlindungan gaib, biasanya berasal dari keris-keris bertuah kekuasaan / wibawa, selain itu
        bentuk pendampingan juga biasanya didapatkan dari keris-keris bertuah kerejekian.

        Karena itu jika dikehendaki spy semua keris / tombaknya aktif menunjukkan penyatuannya dan
        memberikan tuahnya secara terkoodinasi, maka si manusia harus bisa mengsugestikan itu kpd semua
        keris dan tombaknya. Atau jika si manusia lebih menginginkan tuah tertentu saja, misalnya kewibawaan,
        kerejekian atau pengasihan saja, sebaiknya itu disugestikan kpd kerisnya yg sesuai dgn maksudnya itu.

        Karena itu sebaiknya kita hanya mengkoleksi benda2 gaib yg sejalan saja dgn kita spy pengaruhnya
        bersifat positif bagi kita, karena secara keseluruhan si manusia pemilik keris akan mendapatkan pengaruh
        gaib dari benda2 gaibnya baik yg bersifat aktif maupun pasif, yg bersifat positif maupun negatif, yg bisa
        berpengaruh memperlancar urusan rejeki / karir, juga yg bisa menghambat / mempersulit.


        2. Apakah keris / tombak juga mempengaruhi perilaku anak-anak?  Bagaimana prosesnya?

        Seperti sudah dijelaskan di atas, masing2 keberadaan keris / tombak (termasuk benda2 gaib lain) dari
        tempat keberadaannya akan memancarkan suatu hawa aura energi yg bisa berpengaruh positif maupun
        negatif thd fisik maupun psikologis manusia pemilik keris dan keluarganya, kpd dirinya sendiri, maupun
        kpd istri dan anak2nya dan kpd orang2 lain yg tinggal di rumahnya.

        Jika aura energi itu berupa rasa teduh, pengasihan, atau aura2 lain yg halus dan teduh, pengaruhnya
        akan menambah keteduhan dan ketentraman di dalam keluarga, saling mengasihi, membuat betah
        tinggal di rumah, dsb. Hawa aura yg halus dan teduh akan membentuk watak yg halus dan mengasihi.
        Suami sayang dan menghormati Istri. Istri juga sayang dan menghormati suami. Orang tua sayang kpd
        anak2nya. Anak2 juga sayang dan menghormati orang tuanya. Rumahnya akan menjadi tempat yg
        disukai untuk dikunjungi dan nyaman untuk menjadi tempat berkumpul.

        Jika aura energi itu berupa hawa aura yg keras, panas, angker, dsb, pengaruhnya akan menambah
        suasana panas di dalam keluarga, membuat mudah sakit-sakitan, mudah marah dan memudahkan
        terjadinya pertengkaran, menumbuhkan rasa kebencian dan rasa ingin saling menyakiti, masing2 orang
        tidak menghormati yg lainnya dan membuat tidak betah tinggal di rumah, dsb.
        Hawa aura yg keras dan panas akan membentuk watak yg keras dan panas. Suami tidak menghormati
        Istri. Istri juga tidak menghormati suami. Orang tua tidak sayang kpd anak2nya. Anak2 juga tidak sayang
        dan tidak menghormati orang tuanya. Rumahnya akan menjadi tempat yg tidak disukai untuk dikunjungi
        dan tidak nyaman untuk menjadi tempat berkumpul.

        Itulah pentingnya kita mengkoleksi benda2 gaib hanya yg sejalan saja dgn kita spy pengaruhnya bersifat
        positif bagi kita.



 Tanya : 
        Pertanyaan selanjutnya, bagaimana menyatukan keris dengan pemiliknya?

 Jawab :  
        Mengenai menyatukan keris dgn pemiliknya, ada banyak tulisan saya bertemakan keris yg mengulas
        tentang itu. Tapi secara garis besarnya perlakuan terhadap keris sbg benda pusaka seharusnya berbeda
        dgn benda jimat yg hanya diharapkan tuahnya dgn cara dikantongi atau dipakai.

        Sesuai filosofi pembuatan keris jawa bhw sebuah keris dibuat untuk mendampingi aktivitas manusia
        pemiliknya, diharapkan si keris akan menyatu dlm kehidupan manusia pemiliknya. Dalam hal ini selain
        kerisnya berusaha menyatukan dirinya dgn cara pendampingan, dari pihak si manusia sendiri harus ada
        usaha menyatu dgn kerisnya, bersugesti bhw keris itu adalah bagian dari dirinya (bukan sekedar benda
        koleksi), mampu peka rasa dan firasat untuk "mendengarkan" petunjuk, ide dan ilham dari kerisnya
        seolah-olah dia mempunyai teman pendamping dari alam gaib. Selebihnya tinggal kemampuan si
        manusia mengoptimalkan manfaat dari kerisnya.





------------------




 


Comments