Menghormat kepada Keris




 Ngobrol Santai Tentang Keris


  Filosofi, Spiritual dan Kebatinan Keris Jawa.

 


Halaman ini berisi ringkasan dan cuplikan / editan tanya jawab Penulis dengan pembaca dan obrolan santai dengan teman-teman, para pembaca atau orang lain tentang keris. Mudah-mudahan berguna untuk menambah pengetahuan.


--------------




 A :  
Selamat pagi mas javanese...
Mas apa jenis senjata ini ?
Apa ada gaibnya ?
Ini milik ayah saya mas. Makasih.


 J :     Saya kurang tahu apa nama bendanya. Apakah itu sejenis badik ?
Khodamnya sejenis bangsa jin putih, bapak2 berjubah, 60 md.
Khodamnya berfungsi murni sbg khodam senjata tarung.
Tuah lainnya mengikuti sugesti pemiliknya.
Terima kasih

 A :  
Iya mas makasih banyak.
Badik kan sisi tajamnya cuma satu, sedangkan itu dua sisi tajamnya mas. Contoh badik spt ini.
Beda kan mas ?

Ada satu pertanyaan lagi, disini kan badik yg dikeramatkan tidak boleh dikeluarkan dari sarungnya.
Kalau dikeluarkan harus minum / kena darah dulu badiknya sebelum dimasukan kembali.
Apa itu ada hubungan dengan gaib mas ? Atau hanya mitos saja.
Makasih.

 J :    
Berbeda memang.
Kalau begitu mungkin itu sejenis pisau belati.

Mengenai pertanyaan anda tentang senjata / pusaka yg dikeramatkan, yg tidak boleh dikeluarkan dari sarungnya, memang ada banyak pandangan yg spt itu. Itu berhubungan dgn kegaiban sebuah senjata / pusaka.

Di jawa juga ada pandangan seperti itu, sebagian memang benar seperti itu, sebagian lagi hanya pengkultusan.

Saya sendiri pernah menemukan ada sebuah keris yg memang tidak boleh dikeluarkan dari sarungnya, kecuali untuk bertarung, dan sebelum dimasukkan kembali ke dalam sarungnya, kerisnya harus lebih dulu masuk ke badan lawan. Kalau tidak, maka lawannya akan mati dgn cara lain, atau orangnya si pemilik senjata itu sendiri yg akan mati. Itu benar, bukan pengkultusan.

Tapi ada juga yg sifatnya pengkultusan atau pandangan yang dilebih2kan.
Misalnya ada pandangan jangan memelihara keris yg tidak baik, yaitu yg pernah "makan" darah, yg dulunya pernah digunakan membunuh, karena nantinya kerisnya akan "ketagihan", nantinya akan memakan korban, yg akan menjadi korbannya bisa si pemiliknya sendiri atau anggota keluarganya, bisa juga orang lain.

Sepengetahuan saya, pandangan yg seperti itu hanyalah pengkultusan saja.
Sebuah keris, walaupun pernah digunakan membunuh, kondisinya akan tetap sama seperti aslinya.
Selain kondisi aslinya, yang paling mempengaruhi psikologis kerisnya adalah perilaku manusia si pemilik keris itu sendiri, karena kerisnya akan mengimbangi. Ini juga yg akan menjadi salah satu faktor cocok-tidaknya sebuah keris dgn manusia si pemilik keris berikutnya.

Kalau dulunya si pemilik keris adalah orang yg haus kekuasaan, yg akan memaksakan kekuasaan, termasuk pembunuhan, maka sedikit banyak kerisnya juga akan mengimbangi perwatakan si manusia pemiliknya itu. Kerisnya akan berhawa panas dan angker.

Kalau dulunya si pemilik keris adalah orang yg berkuasa, tetapi lebih menonjolkan kewibawaan dan keagungan (bangsawan), maka kerisnya juga akan mengimbangi perwatakan si manusia pemiliknya itu yg menonjolkan kewibawaan dan keagungan (keningratan).

Kalau dulunya si pemilik keris adalah seorang sepuh, yg lebih menonjolkan sifat-sifat dan wibawa kesepuhan, sedikit banyak kerisnya juga akan mengimbangi perwatakan si manusia pemiliknya itu. Kerisnya akan menonjolkan sifat-sifat kesepuhan.

Kalau dulunya si pemilik keris adalah seorang saudagar yg menonjolkan kejayaan ekonomi, sedikit banyak kerisnya juga akan mengimbangi perwatakan si manusia pemiliknya itu. Kerisnya akan bersifat kerejekian dan akan banyak memberikan inspirasi kepada pemiliknya untuk mengembangkan keekonomiannya.

Jadi, ada memang pandangan2 yang sesuai dengan kondisi yg sebenarnya, bukan mitos / pengkultusan, tapi ada juga yg sifatnya hanya pengkultusan saja.
Untuk menilai apakah pandangan itu benar ataukah hanya pengkultusan saja, maka harus diperiksa dulu bendanya satu per satu, tidak bisa semuanya disamaratakan.
Tapi entah pandangan itu benar ataukah hanya pengkultusan saja, sebaiknya kita menghormatinya, jangan dengan sengaja dilanggar pantangannya, jangan sampai kepongahan kita itu menjadikan kita terkena pengaruh negatifnya.

terima kasih


------------------



 B :     Salam sejahtera kangmas . . .ngapunten kangmas . . .mohon koreksinya . . .
Apakah benar tombak tersebut isinya 2 khodam bapak2 berjubah, masing2 50 md ?
Apa benar tuahnya untuk kewibawaan dan penjagaan gaib?
maturnuwun kangmas . . .

 J :     iya khodamnya ada 2.
bapak2 tua berjubah, 80 md
bapak2 berjubah, 70 md.
terima kasih

 B :    
Maturnwun sanget pencerahannya kangmas, kedua khodam tsb mendorong saya untuk berdagang dan katanya siap membantu sy. Kelihatannya pemiliknya dulu juga seorang pedagang ya kangmas?

 J :   
Katanya pemiliknya dulu bukan pedagang.
Kelihatannya tombaknya ingin menaikkan derajat pemiliknya.

Mungkin dianggapnya kalau anda hanya berpegang pada jalan hidup yg sekarang hasil peningkatannya tidak akan signifikan. Jadi akan lebih baik kalau anda mempunyai usaha lain yg usaha itu ada di bawah kendali anda, sehingga kondisi usahanya bisa diharapkan meningkat kalau anda bisa optimal menjalankannya.

Sebenarnya itu juga kegunaan keris yg bersifat kerejekian, keris2 itu akan lebih bermanfaat pada orang2 yg mempunyai jalan usaha sendiri, yg pendapatannya bukan dari gaji.
Tapi walaupun ada keris yang tuah utamanya bukan untuk kerejekian, keris2 itu bisa mengikuti jalan kehidupan manusia pemiliknya, shg bisa juga menaikkan jalan kerejekiannya.

 B :    
Maturnuwun sanget pencerahannya kangmas, mohon doa restu dan bimbingannya selalu . . .
Yang cocok usaha apa ya kangmas?

 J :   
Wah he he ... ikuti saja nalurinya.
Tinggal dirembug dgn istri apa jenis usaha yg cocok untuk dijalankan bersama, juga dipersiapkan orang yg akan menjalankannya (pekerjanya).
Supaya keluarga anda tidak terganggu aktivitasnya sebaiknya memang anda mempekerjakan orang lain. Itu berarti untuk modal awalnya anda harus juga mempersiapkan untuk pembayaran gaji / upahnya. Anda hanya perlu membuka wawasan bisnis, memanage kerja & karyawan dan memotivasi.

Sebaiknya untuk langkah awalnya diperhitungkan sejumlah uang / modal yg anda berdua iklas untuk hilang seandainya usahanya tidak berjalan seperti yg diharapkan. Dalam proses awal ini jangan langsung dihitung2 untung-rugi usahanya, mungkin balik modalnya agak lama, atau malah merugi.
Dalam proses awal ini aktivitasnya diutamakan untuk mencari bidang usaha yg prospektif, mencari pengalaman menjalankan usahanya dan membangun jaringan usaha. Mungkin perlu gonta-ganti bidang usaha atau produk sampai nantinya ketemu yg cocok dan prospektif untuk dikembangkan. Jadi untuk langkah awalnya memang harus diperhitungkan sejumlah uang / modal yg anda berdua iklas untuk hilang dalam rangka studi kelayakan dan promosi awal.

Lebih mudah kalau usahanya kulakan barang yg proses kerjanya tidak lama (temporer), misalnya kulakan kambing, kacang tanah / kedelai, dsb. Lebih baik jangan membuka warung / toko, tetapi sebagai pedagang perantara / penyalur, sehingga anda tidak perlu menunggui dagangannya dan bisa dilakukan sbg usaha sampingan.

Awalnya anda mencari informasi sumber barang yg berkualitas dan harganya murah, kemudian mencari tempat lain untuk menjualnya dgn harga yg lebih tinggi. Lebih bagus kalau ada sampel barangnya.
Misalnya mencari informasi sumber kambing atau kacang tanah dan kedelai beserta harga belinya.
Kemudian mencari rekanan di pasar desa anda, atau di desa / kota lain, ada berapa warung / toko yg mau membelinya, berapa masing2 volume belinya, berapa harganya, dsb. Compare harga.
Nantinya kalau sudah cocok tinggal diperjanjikan waktu pengiriman atau hari transaksi jual belinya berikut persyaratan pembayarannya. Lebih baik ada uang ada barang.
Selebihnya tinggal diperluas lagi jaringan sumber dan rekanan usahanya.


 B :    
okey kangmas . . . maturnuwun sanget pencerahannya . . .
asyik banget nih, selain bisa konsultasi spiritual, saya juga bisa konsultasi bisnis dengan kangmas . . .hehehe . . .

 J :     jangan lupa ... ada tarifnya ya .... he he



------------------


 C :    
Mas yang kinurmatan,

Secara tidak sengaja, saya menemukan website panjenengan. Dan memang banyak hal menarik yang mas sudah bahas dan memberikan pengetahuan dan pemahaman lebih mendalam. Kalo diperkenankan cerita, saya ini asli yogyakarta, tapi kemudian bekerja di jakarta. Lingkungan keluarga saya adalah lingkungan katolik yang taat, tapi di lain pihak lingkungan leluhur saya itu lebih banyak berasal dari dunia kejawen dan bahkan ketika saya tanya kepada salah satu eyang mengenai silsilah keluarga,,,ternyata kami berasal dari lingkaran Eyang Ratu Kalinyamat dan Eyang Sunan Prawoto di Demak. Nah pada suatu ketika saya jadi tersadar bahwa mungkin itu salah satu asal kenapa saya akhirnya tertarik dengan sejarah Demak atau mulai tertarik dengan kejawen sebagai akar budaya keluarga kami.

Selain daripada itu, dalam perjalanan selanjutnya, mulailah saya berkenalan dengan dunia keris dan tosan aji. Yang saya sering gak habis pikir adalah saya yang punya latar belakang filsafat rasional ...koq tiba-tiba akhirnya juga tertarik dengan dunia yang bagi kami di filsafat itu sangat subjektif dan kadang dinilai tidak rasional. Dan beberapa waktu yang lalu koq sering saya berpikir untuk ingin banget dengan leluhur saya di Demak sana....(meski dengan cerita sejarah, sejarah Ratu Kalinyamat kan menjadi salah satu sejarah yang sering disembunyikan karena transisi kekuasaan di Demak dan Pajang waktu itu) dan batin saya sering merasa bangga lho masih setarik benang dengan Kanjeng Ratu Kalinyamat meski sering tidak dihitung dalam sejarah Demak dan Pajang sebagai akar kerajaan Mataram Islam)

Mungkinkah itu berhubungan dengan soal "batin manungsa" ya mas, bahwa kita mau tidak mau selalu akan diingatkan dengan sejarah dan silsilah keluarga. Ada maksud apa ya mas dengan soal itu? 

Untuk soal lain adalah soal keris.
Saya ingin bertanya apakah keris itu berkemungkinan akan mempengaruhi perilaku pemiliknya apabila memang ada energi yang tersimpan dalam keris tersebut? saya itu memiliki beberapa keris sepuh....dan memang saya sangat sayang banget sama keris tersebut....apakah ini tanda proses penyatuan ya ?
kalo boleh saya upload ya mas...keris-keris tersebut.....(ada di attachment)

Keris pertama adalah keris sabuk inten, pamor mrambut (senopaten)---> ini yang paling saya sayang...
Keris kedua adalah keris dengan dapur jalak ngoceh (tuban mataram) ---> ini juga saya sering lihat, pandang dan buat adhem...
Keris ketiga adalah keris dapur jaran guyang --- nah itu keris aneh, sering saya minyaki, tapi sebentar kemudian, bau khasnya muncul lagi....kayak bau amis darah (itu gak bisa hilang)
Keris keempat adalah keris putut (keris baru) -- nah kata orang keris ini panas, ada yang pernah nyimpen tapi koq sebentar-sebentar.....tapi setelah di tempat saya jadi lama.....

Mohon dilihat dan diberikan pencerahan mas....matur Nuwun
 
 J :    
Sekalian saja dikirimkan foto diri bapak yg terbaru.
terima kasih

 C :    
ini foto saya Mas......maaf muka jawa banget... :)
 
 J :    
Dari fotonya kelihatannya benar bapak ada garis keturunan Ratu Kalinyamat dan Sunan Prawoto dari Demak. Mungkin memang benar itu yg mjd tarikan batin untuk bapak mengenali lingkungan Demak, karena saya juga dulu mengalami juga tarikan batin yg mirip seperti itu.

Mengenai filsafat itu ... mungkin ilmu filsafatnya saja yg tidak benar penerapannya sehingga tidak bisa diterapkan untuk urusan keris dan kegaiban.

Mengenai keris2 bapak itu, adakah cerita atau fenomena2 yg bisa bapak sharing, atau mungkin bapak pernah mencoba mencaritahu sisi kegaibannya ?

 C :    
Wah matur nuwun mas atas jawaban tarikan benang dr kanjeng ratu kalinyamat...hanya memang tarikan itu semakin kental saja...

Mas yg kinurmatan, mengenai keris-keris itu yg jelas adalah bhw mereka adalah sesuatu yg pantas utk dihargai dan diapresiasi...karena pernah ada keris yg lain dapur karawelang ...saya sampai gak jelas menyimpan...saya sembarangan meletakkan keris tersebut...dlm mimpi (berwarna) langsung malam harinya saya didatangi ular besar...gak galak...gak marah tp dr mukanya saya tahu kalo dia mau omong sesuatu..kita hanya diam saja...dan saya sontak sadar bhw saya sembarangan meletakkan keris...ambil lagi...saya letakkan lagi dgn baik....eh kemudian malam hari didatangi lagi...dia senyum dan saya gak pernah didatangi lagi....padahal oleh sementara org lain keris itu dilihat pemarah...dan panas...

Utk sharing lain....terus terang utk keempat keris di awal, tdk banyak fenomena yg ada...hanya yg sabuk inten...saya hanya melihat perempuan kraton...bener gak mas..?

Utk yg jalak ngoceh..saya belum sempat melihat khodam atau kegunaan secara maksimal...hanya memang itu kemudian menjadi piyandel saya sebagai seorang dosen....yg sama-sama ngoceh di depan kelas...hahahahaha...

Utk yg jaran guyang sama yg putut itu yang buat saya penasaran....hanya yg putut blarak sineret itu...kayak bola api...yg sedang diam...saya menduga...kalo pemiliknya panasan...maka dia akan juga buat panas..tapi kalo pemiliknya adhem...dia juga bisa lebih tenang....hanya semenjak di sini....keris tersebut.."Emosinya lebih stabil"...... Kalo memang tepat...keris tindhih yg efektif adalah yg punya...... bener gak mas? :)
 
 J :    
1. Keris sabuk inten.
Isi gaibnya suami istri khodam keris jawa, 90 md, bapak2 berpakaian jawa, memakai blangkon dan ibu2 berkemben.
Tuahnya sudah mengikuti jalan kehidupan bapak, untuk membantu dalam hubungan sosial, kepangkatan dan penjagaan gaib.
Khodamnya yg bapak2 juga berpakaian jawa, mungkin spy bapak kelihatan santun dan spy dihormati.
Khodam2nya sudah mendampingi bapak di sebelah kanan-kiri.

Katanya dulunya kerisnya dibuat di daerah Solo untuk seorang bangsawan Madiun pada jaman kerajaan Pajang (tangguh pajang).
Katanya juga pamor aslinya bukan mrambut, tapi pedharingan kebak.

2. Keris dapur jalak ngoceh
Isi gaibnya suami istri khodam keris jawa, 90 md, bapak2 sepuh spt panembahan dan ibu2 berkemben.
Tuahnya sudah mengikuti jalan kehidupan bapak, untuk membantu dalam hubungan sosial, kepangkatan dan penjagaan gaib.
Khodamnya yg bapak2 pendiam, berpenampilan spt panembahan, mungkin spy bapak kelihatan sepuh dan berwibawa.
Khodamnya yg ibu2 memang ceriwis, cocok deh untuk bapak.
Khodam2nya sudah mendampingi bapak di sebelah kanan-kiri.

Katanya dulunya kerisnya dibuat di Gunung Muria untuk seorang sesepuh di Jepara pada jaman kerajaan Demak Sultan Trenggono (tangguh demak).
Katanya nama dapurnya jalak, bukan jalak ngoceh, he he

3. Keris dapur jaran guyang
Isi gaibnya sukma / arwah bapak2 yg dulunya hidup sbg kepala gerombolan gol.hitam di Banyuwangi pada jaman kerajaan Pajang.
Kekuatan gaibnya 3 KRK. Keris ini tidak memerlukan sesaji.
Sebaiknya kerisnya tetap dirawat seperti keris2 yg lain, tetapi tidak perlu diberikan sesaji.
Hati2 juga, jangan membuat kesalahan.

4. Keris putut blarak sineret
Ini keris kamardikan yah pak ?
Isi gaibnya sejenis banaspati, 20 md.
Wujudnya seperti bola api merah.
Kelihatannya sudah ada khodam keris lain yg mengisolasinya, shg ia tidak bisa menunjukkan pengaruh negatifnya.

Itu dulu yg bisa saya sampaikan.
terima kasih











Comments