Menghormat kepada Keris




 Ngobrol Santai Tentang Keris


  Filosofi, Spiritual dan Kebatinan Keris Jawa.

 


Halaman ini berisi ringkasan dan cuplikan / editan tanya jawab Penulis dengan pembaca dan obrolan santai dengan teman-teman, para pembaca atau orang lain tentang keris. Mudah-mudahan berguna untuk menambah pengetahuan.


--------------




 A :  
Saya sangat berterima kasih Bapak berkenan menularkan pengetahuan Bapak mengenai perkerisan pada situs bapak. Saya tertarik pada keris semenjak mendapat sebuah keris dari mbah saya, dan sekarang saya sudah memiliki 5 keris (3 dari memahari, 1 dari pemberian teman).
Terus terang pengetahuan keris saya hanya dari sisi esoteris (wujud fisik) saja, dan selama ini belum pernah menayuh keris saya.

Yang ingin saya tanyakan semenjak mendapat keris tersebut kenapa pinggang saya sakit ya pak (dulu pernah kecetit tapi kambuh lagi). Apa ini termasuk efek punya keris ya ?
Mohon penerawangan Bapak apakah ini memang sakit fisik atau sakit yang disebabkan oleh gaib?
Pernah saya tanyakan pada "orang tua" katanya tuah keris saya sudah itir-itir (kecil), shg hal ini menyebabkan saya tidak menayuh keris,

Yang kedua mengapa saya yang sejak SMA belajar ilmu kejawen selalu gagal, padahal secara garis keturunan mbah-mbah saya adalah orang yang waskita pada jamannya. Ada yang bilang saya dibundeli oleh leluhur saya, mohon diterawang dan mohon penjelasan Bapak.


 J :     Maksud bapak : "ada yang bilang saya dibundeli oleh leluhur saya". Maksudnya apa ya pak dibundeli ?


 A :  
Maksud dibundeli menurut orang tersebut, saya walaupun ada keturunan "orang pinter" tidak dapat menjadi "pinter" karena ada leluhur yang tidak mengijinkan / berkenan. Apakah hal tersebut benar dan apabila benar apa yang harus saya lakukan untuk menghilangkan hal tersebut ?

 J :    
Keris bapak :
1. Tilam wengkon isen
Kelihatannya ini keris baru ya pak, kamardikan ? 
karena isi gaibnya bangsa jin gol.putih, sosoknya spt manusia laki2 kekar bertelanjang dada.
Tuah utamanya sbg khodam keris tarung untuk berkelahi. Tuah lainnya mengikuti sugesti bapak.
Kekuatan gaibnya 80 md.
Perawatan dan sesajinya tidak sama dgn keris jawa yg lain.
Keris ini tidak perlu dijamas.
Sesajinya kembang telon atau cukup dioleskan minyak misik di bagian ganjanya.

2. Tilam
Isi gaibnya spt bapak2 berjubah.
Tuahnya utamanya sbg keris tarung untuk berkelahi, membantu juga untuk perlindungan gaib dan membantu kerejekian dan pergaulan. Kekuatan gaibnya 70 md.
Khodamnya sudah mendampingi di sebelah kiri bapak.

Secara keseluruhan keris2 bapak tidak ada yg memberikan pengaruh negatif, dan kekuatannya setingkat dan berfungsi dgn baik. Walaupun masing-masing mempunyai tuah / kegunaan utama, tetapi bisa juga untuk kegunaan yg lain tergantung kemampuan bapak mendayagunakannya. Sebaiknya bapak juga mempelajari cara2 menayuh keris.

3. Keluarga
Kelihatannya tidak ada sosok2 halus yg mengganggu kpd keluarga,
hanya saja ada sosok halus kuntilanak yg menempel di belakang pinggang bapak, biasanya akan terasa pegal2. Selain itu ada juga sesosok jin berwujud ular yg membelit kaki kanan bapak, kesambet, mungkin kakinya akan terasa sedikit berat. Tapi ular itu tidak bisa menyerang lebih jauh karena dihalangi oleh khodam keris yg mendampingi bapak.

Cara mengusirnya cukup dgn cara sambat saja kpd salah satu keris bapak, lebih baik kpd keris tilam, karena khodamnya sudah mendampingi dan membantu perlindungan gaib.
Selebihnya bapak bisa juga meminta dibuatkan pagaran badan untuk bapak sendiri, anak dan istri, spy tidak ada sosok halus lain yg menempel atau mengganggu.

Mengenai adanya pandangan leluhur bapak membatasi bapak shg tidak bisa mjd "orang pinter", sebenarnya tidak persis begitu pak.
Sebenarnya bukan maksud mereka membatasi bapak, tetapi saat ini mereka tidak mendukung bapak.
Selain karena aliran keilmuan mereka yg kebatinan tidak sejalan dgn kehidupan bapak sekarang yg agamis, juga mereka tidak memberikan khodam ilmu mereka kpd bapak, krn khodamnya dari golongan hitam, yg tidak baik untuk bapak dan keluarga.

Jika bapak ingin mempelajari suatu keilmuan gaib :
Jika bapak berpegang pd sikap agamis bapak, maka yg lebih cocok untuk bapak adalah mempelajari ilmu gaib dan amalan2 gaib.
Tetapi jika bapak tidak keras bersikukuh pd sikap agamis bapak, bisa netral, maka bapak akan bisa mempelajari ilmu2 kebatinan kejawen.
Semuanya terserah bapak.
Suatu saat jika bapak sudah menjalaninya, mungkin akan ada leluhur bapak yg datang memberikan dukungan dan bantuan untuk membantu mengarahkan keilmuan yg bapak jalani.

Jika bapak ingin mempelajari kegaiban, lebih baik awalnya dgn olah rasa, belajar menyatukan rasa dan batin dgn keris2 yg sudah bapak miliki, shg insting dan naluri kebatinan bapak akan mjd lebih tajam dan bisa mendeteksi adanya suatu gangguan gaib ataupun adanya fenomena gaib yg lain. Selebihnya untuk belajar keilmuan yg lain bapak bisa mengikuti suatu perguruan atau belajar dari orang lain yg menguasai keilmuannya.

 A :  
Inggih pak, memang benar pinggang sebelah kiri dan kaki kanan kadangkala terasa berat, nanti akan saya coba menyembuhkannya sesuai petunjuk dari bapak tadi, sekalian saya minta ijin mengamalkan petunjuk-petunjuk bapak lainnya seperti yang telah tertulis di website bapak.

Memang saya akui kalau pada masa-masa SMA saya dulu bisa digolongkan adalah garis keras.
Tapi atas wejangan seseorang yang saya hormati sekarang alhamdulillah saya bisa menerima dan menghargai pandangan yang berbeda dari pemeluk maupun penghayat yang lain, sekarang pun saya sedang menimba ilmu dari seorang penghayat kepercayaan yang beragama lain di Blitar. Mohon doa bapak juga supaya ilmu yang saya pelajari lancar dan bermanfaat bagi masyarakat banyak nantinya.

Mungkin Bapak benar kalau keris saya yang wengkon isen keris kamardikan, soalnya kemarin malam saya coba menayuhnya seperti petunjuk dari Bapak di site, yaitu dengan cara meletakkan di bawah bantal untuk tidur, lha mimpi saya adalah saya menemukan tongkat yang terbalut (maaf : tai) di sebuah pemandian di sebuah pegunungan, waktu saya cuci di pancuran ternyata sebuah tombak dengan mata tombak kumpulan ular-ular kecil yang saling belit,
kemudian saya terbangun, waktu lihat jam sekitar jam 3-an, mohon penjabaran bapak maksud mimpi saya tadi, matur suwun....

 J :  
Iya keris itu memberi mimpi yg artinya dulu keris itu dianggap benda yg tidak berguna, tidak bernilai, sehingga disia-siakan dan tidak diinginkan, dikiaskan sbg tongkat yg berbalut kotoran.
Sekarang sudah ada yg membukakan rahasianya yg menunjukkan kpd anda bhw keris itu adalah benda yg berharga, yg perkhodamannya tidak kalah dgn keris yg lain, dikiaskan anda mencuci bersih bendanya shg terlihat benda aslinya.
Kira-kira spt itu artinya.

 A :  
Oh begitu ternyata artinya, saya pikir keris tersebut berasal dari tombak terus dibuat lagi menjadi sebilah keris (karena menurut Bapak keris tsb keris kamardikan), terima kasih banyak atas penjabaran mimpi saya pak.
Ini saya mulai menayuh satu persatu keris saya pak, nanti setelah mendapat mimpi saya minta tolong Bapak untuk menafsir mimpi saya, saya harap Bapak tidak berkeberatan.

 J :    
He he he belajar menayuhnya jangan setengah2 pak, sebaiknya sekalian saja belajar menayuh dgn model ayunan, shg bapak bisa langsung menanyakan arti mimpinya kpd keris ybs, iya kan ?

 A :     Siap pak....


 A :  
Saya baru saja mendapat Tosan Aji dari teman di Madiun berupa dua bilah keris dan sebilah pedang.
Waktu saya coba tayuh menggunakan rasa, paling kencang energinya yang buntel mayit, karena waktu saya genggam keluar rasa dingin pada tangan yang genggam keris tersebut, rasanya seperti ditiup, sedang yang pedang seperti timbul rasa panas. Terus yang patrem ? saya tidak bisa merasakan apa-apa.
Yang saya ingin tanyakan :
1. Apakah benar rasa panas / dingin sebuah Tosan Aji juga menandakan perwatakan tosan aji itu sendiri, misalnya : panas = garang, dingin = teduh
2. Apakah benar hasil "rasa" saya (saya ingin mengetahui berapa kekuatan sebenarnya tosan aji baru saya).

 J :  
Benar rasa panas / dingin sebuah Tosan Aji juga menandakan perwatakan tosan aji itu sendiri, tetapi gambaran persisnya tidak seperti yg anda gambarkan seperti itu.
Energi tosan aji ada yg hangat, panas, teduh, ada juga yg dingin spt uap es.

Secara umum energi suatu roh halus / khodam gaib apakah terasa hangat, panas atau dingin, biasanya melambangkan juga perwatakannya. Tetapi hawa panas / dingin pada keris bisa berasal dari sosok gaibnya, bisa juga kombinasi dgn logam kerisnya.


Secara umum, hawa energi sesosok mahluk halus akan terasa hangat pada tangan kita.

Bila hawanya terasa panas, ini menggambarkan perwatakannya yang keras dan menonjolkan kewibawaan, sebagiannya juga ada yg emosional dan mudah marah.

Bila hawanya terasa sejuk, ini menggambarkan perwatakannya yang bisa menahan diri, tidak mudah marah.

Bila hawanya terasa dingin seperti uap es, ini menggambarkan sosok gaibnya tidak mengedepankan emosinya, banyak yang lebih mengedepankan naluri / instingnya.

Hawa panas di atas tidak selalu menggambarkan perwatakan sosok gaib yang galak / ganas, tetapi lebih menggambarkan perwatakannya yang keras dan menonjolkan kewibawaan, tetapi sebagiannya memang juga emosional dan mudah marah.

Hawa dingin di atas juga bukan berarti menggambarkan perwatakan sosok gaib yang kalem / teduh, tetapi lebih menggambarkan perwatakannya yang tidak mengedepankan emosi, banyak yang lebih mengedepankan naluri / instingnya.

Banyak sosok gaib yang hawa energinya dingin seperti uap es, tetapi jauh lebih galak dan ganas dan jauh lebih berbahaya daripada yang hawanya panas. Contohnya adalah sosok-sosok gaib yang seperti macan kumbang (macan hitam), yang seperti ular, dan yang seperti ular naga jawa (berbadan dan berkepala seperti naga, tetapi tidak berkaki). Sosok-sosok halus seperti itu biasanya jauh lebih ganas dan berbahaya daripada yang hawanya panas. Biasanya malah tidak emosional, lebih mengedepankan naluri / instingnya, tetapi sewaktu-waktu dapat menyerang tanpa ada sebab / alasan yang jelas.

Jadi selain hawanya, kita juga harus tahu sosok wujud gaibnya, karena sosok wujudnya itu juga menggambarkan perwatakannya. Silakan dibaca tulisan saya berjudul : Hakekat Wujud Mahluk Halus.

Tosan aji anda :

1. Keris Buntel Mayit,
Isi gaibnya sejenis khodam keris jawa bapak2 berjubah, 80 md.
Tuahnya untuk kewibawaan dan penjagaan gaib.
Buntel mayitnya juga menjadi perlambang bhw tuahnya juga untuk penundukan / mengikat / mempengaruhi orang lain, satu orang atau banyak orang, terutama orang2 yg secara khusus anda tuju.

2. Keris Patrem,
Isi gaibnya sejenis khodam keris jawa ibu-ibu, 60 md.
Tuahnya untuk kerejekian dan penjagaan gaib.
Lebih cocok untuk perempuan / istri.

3. Pedang Lameng,
Isi gaibnya sejenis khodam keris jawa spt manusia tinggi besar, 80 md.
Tuahnya untuk kesaktian (mjd senjata tarung untuk berkelahi).


 A :  
Saya mau menanyakan sesuatu hal yang mengganjal hati saya. Ceritanya dulu setelah saya beli keris buntel mayit dan saya konsultasikan ke bapak khodam keris saya adalah khodam keris jawa dgn bentuk bapak2 berjubah dgn kekuatan 80 md, tetapi ketika saya tanya ke teman-teman perkerisan kok ditangguh keris era kamardikan ya?

Apakah betul keris buntel mayit saya tersebut keris kamardikan atau keris sepuh pak ?
Kalau keris kamardikan apakah memang bisa ditempati khodam keris jawa yang merupakan khodam keris sepuh, mohon penjelasannya pak, terima kasih sebelumnya, rahayu.....

 J :  
Keris anda memang termasuk keris baru / muda, tapi bukan keris kamardikan.
Khodamnya sejenis dengan khodam keris jawa.
Katanya kerisnya masih muda, umurnya baru sekitar 50 tahun,
pembuatnya adalah seorang empu dari Madura,
tetapi keris itu adalah keris jawa, bukan keris kamardikan, umurnya saja yg masih muda.

Tentang keris kamardikan saya ada tulisan tersendiri tentang itu.
Silakan saja dibaca2 untuk menambah pemahaman.

 A :  
Terima kasih pak atas pencerahannya, berarti keris saya ini walaupun dibuat di masa kamardikan (umurnya 50 th) tapi empu pembuat keris saya masih menggunakan tata cara baku / pakem sesuai pembuatan keris sepuh sehingga, gaib yang tinggal di dalamnya adalah wahyu keris jawa walaupun masih muda, sekali lagi terima kasih pak ...

 J :     Iya kira-kira begitu pak.






------------------




 







Comments