Menayuh Keris

     Langkah awal belajar menilai sebuah keris
    
     Filosofi, Spiritual dan Kebatinan Keris Jawa.


 Ilmu Tayuh Keris / Menayuh Keris
 Keris Isi
/ Kosong
 Isi Gaib Keris

 Tuah Keris
 Menangguh Keris
 Kontak Rasa dan Batin Dengan Keris




  Komunikasi Pemilik Keris kepada Kerisnya


Ilmu Tayuh Keris adalah suatu jenis ilmu yang bersifat kebatinan untuk mengetahui sisi gaib dari sebuah keris.

Ilmu Tayuh Keris adalah suatu cara kebatinan untuk mencaritahu berbagai informasi mengenai sebuah keris, untuk menentukan apakah sebuah keris memiliki isi gaib di dalamnya ataukah kosong,
untuk mengetahui perwatakan isi gaib keris, untuk mengetahui jenis tuah keris dan untuk menentukan apakah sebuah keris cocok dimiliki oleh seseorang ataukah tidak. Ilmu ini bersifat kebatinan, terutama bersifat kepekaan seseorang untuk dapat menilai karakter sebuah keris dan menilai kecocokkannya dengan karakter manusia pemiliknya.

Untuk menayuh sebuah keris, mencaritahu sisi kegaiban dari sebuah keris
(isoteri keris) selain menggunakan kemampuan kebatinan dengan dasar kepekaan rasa, sebaiknya kita juga menanyakan / mencocokkan jawaban pertanyaannya langsung kepada gaib kerisnya.

Inti dari ilmu menayuh adalah menyampaikan komunikasi manusia kepada sesuatu yang gaib untuk mendapatkan jawaban / informasi tentang sesuatu hal dari sosok gaib yang bersangkutan. Dalam hal menayuh keris, berarti si manusia berkomunikasi dengan si gaib keris untuk mendapatkan segala sesuatu jawaban / informasi tentang si keris.

Secara umum para pemerhati perkerisan, termasuk para kolektor dan pedagang keris, menilai sisi kegaiban sebuah pusaka / keris adalah dengan cara menilai keris dari bentuk fisiknya karena dianggap ada pakem tertentu yang seragam dalam pembuatan keris. Pakem / keseragaman itulah yang digunakan untuk menilai sebuah keris. Misalnya saja ada anggapan bahwa keris-keris berpamor ngulit semangka, pedharingan kebak, udan mas, dsb adalah keris-keris bertuah kerejekian. Maka jika ada keris-keris yang fisiknya berpamor tersebut, keris-keris itu akan dikatakan bertuah kerejekian. Sesudah itu barulah kerisnya dinilai kecocokkannya dengan orang pemiliknya.

Jadi untuk memperkirakan jenis tuah dari sebuah keris orang akan menilainya / memperkirakannya dengan cara memperhatikan bentuk fisik kerisnya, seperti bentuk dapurnya, bentuk gambar pamornya, dsb. Sesudah bisa diperkirakan sisi kegaibannya barulah keris itu dinilai kecocokkannya dengan orang si pemilik keris.

Walaupun cara itu ada benarnya, tetapi bila hanya memperhatikan bentuk fisik kerisnya saja mungkin ada informasi lain tentang kerisnya yang tidak terungkap, yang mungkin perlu diperhatikan, apalagi bila sifatnya merugikan. Misalnya saja kerisnya berenergi panas atau tajam yang bisa mengganggu kesehatan orang si pemilik keris. Atau keris itu adalah keris keningratan yang kerisnya tidak akan cocok dengan orang pemiliknya yang bukan keturunan ningrat.

Di dalam contoh-contoh menayuh di bawah ini kita akan belajar mencaritahu informasi yang lebih mendetail mengenai keris-keris kita supaya kita lebih mengerti secara mendalam kondisi kerisnya dan kecocokkan keris itu dengan kita.


Di dunia perkerisan juga dikenal adanya istilah ilmu tangguh keris.

Ilmu Tangguh Keris adalah ilmu untuk memperkirakan asal-usul dan jaman pembuatan sebuah keris.
Tujuan dari ilmu tangguh keris adalah untuk memperkirakan umur dari sebuah keris, kapan dan dimana sebuah keris dibuat dan siapa empu pembuatnya.

Sama dengan cara umum yang orang menayuh keris dengan memperhatikan bentuk fisik kerisnya, secara umum orang menangguh sebuah pusaka / keris juga dengan cara menilainya dari melihat bentuk fisik kerisnya, misalnya selain dengan melihat kondisi fisik kerisnya diperhatikan juga ciri khas atau gaya pembuatan kerisnya, jenis besi keris dan umur besinya, besarnya keris, panjangnya dan ketebalan bilah kerisnya, jenis dan bentuk pamornya, bentuk lekuk kerisnya, dsb, barulah kemudian diperkirakan kapan keris itu dibuat, keris itu dari daerah mana dan diperkirakan juga siapa empu keris pembuatnya.

Cara umum orang menayuh dan menangguh keris di atas yang dilakukan dengan memperhatikan bentuk fisik sebuah keris didasarkan pada suatu asumsi bahwa ada suatu tren / pakem dan gaya pembuatan keris yang seragam tapi berbeda antar daerah dan berbeda antar jaman, dan berbeda juga antar empu keris yang keris-keris buatannya masing-masing mempunyai gaya / ciri sendiri-sendiri. Adanya keseragaman pakem dan perbedaan-perbedaan itulah yang dijadikan dasar untuk menilai / memperkirakan tangguh dan sisi kegaiban sebuah keris, tetapi jawaban satu orang dengan orang lainnya tidak akan selalu sama, karena sifatnya hanyalah perkiraan saja berdasarkan interpretasi dari masing-masing orang.


Cara yang umum dan biasa dilakukan orang untuk menayuh sendiri kerisnya adalah dengan cara mendatangkan mimpi, tetapi sayangnya cara tayuhan itu tidak selalu membuahkan hasil. Atau ia menanyakannya kepada seorang spiritualis / paranormal, kolektor keris, penjamas keris, dsb.

Cara yang umum orang awam menayuh kerisnya lewat mimpi adalah dengan cara meletakkan kerisnya atau tombaknya di bawah bantal sebelum tidur. Jika pada malam pertama tidak berhasil, ia tidak diberikan mimpi, atau ia lupa mimpinya, akan diulanginya lagi pada malam berikutnya, dan seterusnya, sampai mimpi tayuhan yang diharapkannya itu datang. Dengan cara ini si pemilik keris berharap dapat bertemu dengan 'isi' keris di dalam mimpinya.

Namun cara itu tidak selalu berhasil. Kadang-kadang mimpi yang dinantikan itu tidak muncul, atau seandainya bermimpi, sesudah bangun tidur pun orangnya lupa akan isi mimpinya. Atau mimpinya bercampur dengan mimpi yang lain. Bahkan karena rasa penasarannya, ada orang yang sampai menuruti perkataan orang lain, yaitu ketika tidur kerisnya diselipkan di balik bajunya atau bahkan ditempatkan di bawah kakinya (ada juga yang untuk mengetahui isi gaib batu cincin, sampai-sampai batu cincin itu diikatkan di jempol kakinya).


Biasanya orang awam untuk mengetahui perihal kegaiban dari kerisnya itu, misalnya untuk mencaritahu jenis tuah kerisnya dan kecocokkan kerisnya dengan dirinya, ia akan pergi menanyakannya kepada orang-orang yang dianggapnya mengerti mengenai sisi gaib / isoteri keris, kepada seorang paranormal / spiritualis, penjamas keris, kolektor keris, dsb. Walaupun jawaban mereka tidak selalu akurat, entah benar entah salah, dan jawaban satu orang dengan orang lainnya juga tidak selalu sama, apapun jawaban mereka itu adalah informasi yang penting bagi si pemilik keris, karena ia sendiri tidak paham perihal isoteri keris dan tidak tahu cara menayuh keris.



Untuk dapat menayuh keris atau benda gaib lainnya, sebenarnya orang tidak harus lebih dulu menjadi seorang ahli kebatinan dan tidak harus sudah bisa melihat gaib. Untuk mengetahui kecocokkan sebuah keris dengan orang pemiliknya tidak harus dilakukan dengan ritual khusus dan olah batin khusus. Orang awam pun bisa, asalkan tahu caranya dan melakukannya dengan benar.

Di bawah ini dituliskan beberapa contoh teknik menayuh keris yang sudah sangat disederhanakan, tetapi efisien dan efektif, dan dapat dilakukan oleh banyak orang, termasuk oleh orang-orang yang masih awam sekalipun.

Ini juga menjadi bahan pembelajaran untuk kita belajar menayuh dan belajar kontak rasa yang jika kita interest dan tekun mempelajarinya kita bisa juga menguasai pelajarannya yang bukan hanya sebatas cara-cara praktis menayuh keris, tetapi juga akan sampai pada kemampuan seperti seorang spiritualis, yaitu menilai sisi kegaiban keris dan melihat isi gaib keris secara batin.

Syarat dasarnya adalah orangnya harus bisa kontak rasa dan batin, harus bisa bersugesti keluar, sugesti /
kata-katanya tidak hanya berputar-putar di kepalanya saja seperti orang yang sedang berkata-kata kepada dirinya sendiri, tetapi kata-katanya itu harus bisa sampai kepada sosok gaib yang dituju (isi gaib keris), sama seperti kita berbicara kepada orang lain yang kata-kata kita harus sampai kepada orang yang dituju.

Teknik menayuh yang diperkenalkan di halaman ini selain digunakan untuk mencaritahu sisi kegaiban dari sebuah keris juga dapat ditujukan untuk menilai isi gaib dari benda-benda gaib lain selain keris seperti cincin
batu akik dan mustika, khodam pendamping atau kepada mahluk gaib lain di sekitar rumah kita, atau kepada roh / sukma kita sendiri. Teknik menayuh ini juga dapat digunakan untuk menangguh keris.

Ilmu Tayuh / Menayuh Keris yang diperkenalkan di dalam halaman ini menggunakan pendekatan rasa kebatinan sehingga cukup mudah untuk dilakukan. Dalam melakukan tayuhan ini kita mengedepankan kontak rasa dan kepekaan rasa untuk kontak batin dengan isi gaibnya, dan dalam menyampaikan sugesti / perintah cukup dilakukan dengan cara sambat saja untuk menyampaikan niat / kehendak batin, tidak perlu amalan gaib, apalagi mewirid doa amalan atau ritual lain yang merepotkan.

Dalam semua laku yang bersifat kebatinan selalu mengedepankan penghayatan, baik itu laku yang bersifat kerohanian / ketuhanan / keagamaan, maupun yang bersifat keilmuan, bukan sebatas terlaksananya suatu bentuk laku formalitasnya, bukan juga mengedepankan amalan doa dan mantra. Begitu juga aktivitas orang dalam kehidupannya yang modern, selalu ada unsur kebatinan yang berupa penghayatan atau penjiwaan atas laku atau aktivitasnya yang kualitas seseorang atas penghayatan atau penjiwaan itu bisa sangat membedakan hasil dan prestasi yang mampu diraihnya dibandingkan orang lain yang sama-sama melakukan aktivitas yang sama.

Karena itu jika seseorang menjalani suatu laku yang bersifat kebatinan, baik kerohanian maupun keilmuan, selalu dituntut supaya orangnya mampu menghayati lakunya, sehingga jika orang itu mengalami kesulitan dalam ia menjalani lakunya itu kemungkinan penyebabnya adalah karena ia belum bisa menghayati lakunya.

Jika seseorang sudah bisa menghayati lakunya, maka ia akan menemukan suatu rasa yang bersifat khusus, yang itu hanya ada dalam lakunya itu saja, tidak ada dalam aktivitas lainnya.

Pada tahap selanjutnya untuk ia melakukan suatu perbuatan dalam lakunya itu ia melakukannya dengan cara bersugesti, yaitu mengkondisikan sikap batinnya secara khusus , mendayagunakan penghayatan rasa untuk melakukan suatu perbuatan tertentu, mendayagunakan kekuatan rasa.

Penghayatan, olah rasa dan olah sugesti adalah dasar-dasar dalam keilmuan kebatinan dan dpiritual, selalu ada dalam semua laku yang bersifat kebatinan dan spiritual yang itu harus lebih dulu bisa dikuasai oleh para pelakunya sebelum mereka menapak ke tingkatan yang lebih tinggi.



Untuk belajar menayuh dengan teknik tayuhan di halaman ini diharapkan anda cukup kreatif dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang detail. Jika digunakan untuk menangguh keris diharapkan anda juga memiliki pengetahuan mengenai asal-usul dan jaman pembuatan keris dan nama-nama empu keris sesuai jamannya masing-masing.

Di dalam halaman ini ada digunakan istilah kata sugesti.
Arti kata sugesti tergantung konteks pembicaraannya.

Kalau istilah sugesti digunakan dalam hubungannya dengan benda gaib atau khodam, kita memberi sugesti sama artinya dengan kita memberi perintah, sambil membayangkan hasilnya atau memvisualisasikan cara kerjanya. Dengan cara itu kita menyampaikan niat / kehendak batin kita tentang apa yang kita ingin supaya itu dilakukan oleh khodamnya. Jadi maksud arti kata sugesti itu berarti kita mempengaruhi / membuat khodamnya melakukan suatu perbuatan seperti yang kita ingin ia melakukannya.

Kalau istilah sugesti digunakan dalam hubungannya dengan meditasi, dalam meditasi kita bersugesti berarti kita melakukan suatu perbuatan dalam meditasi sambil membayangkan kejadiannya atau memvisualisasikan proses laku dan hasilnya, atau kita mengkondisikan batin kita sesuai bentuk dan maksud sugesti dalam meditasinya.

Kalau istilah sugesti digunakan dalam hubungannya dengan mengsugesti diri, artinya kita melakukan suatu perbuatan membuat / mengkondisikan diri (dan batin) kita supaya berada dalam kondisi yang kita bayangkan / visualisasikan, atau kita mengkondisikan batin kita sesuai bentuk dan maksud sugestinya.

Kalau istilah sugesti digunakan dalam hubungannya dengan mengsugesti orang lain, artinya kita melakukan suatu perbuatan membuat / mempengaruhi orang lain supaya berada dalam kondisi yang kita inginkan / visualisasikan, bisa juga berarti kita mengkondisikan orang lain dalam pengaruh bentuk dan maksud sugesti kita.


Di dalam halaman ini juga ada digunakan istilah kata sambat.
Maksudnya sambat adalah kita menyampaikan isi hati, pertanyaan atau kehendak batin kita kepada benda gaibnya (keris) seolah-olah dia adalah manusia, sama seperti kita berbicara kepada orang lain, berkata-kata dalam hati tetapi ditujukan kepada keris atau benda gaibnya dengan cara menyambungkan rasa / kontak batin dengan keris atau benda gaibnya.

Memberi sugesti / perintah kepada mahluk halus dan khodam benda gaib bisa dengan cara sambat, membacakan mantra / amalan gaib, atau dengan mewiridkan mantra / amalan gaib.
Dalam halaman ini memberikan perintah / sugesti kepada khodam benda gaibnya (keris) cukup dengan sambat saja untuk menyampaikan niat / kehendak batin kita seolah-olah kerisnya adalah manusia, tidak perlu amalan gaib, apalagi mewiridkan amalan gaib atau ritual lain yang merepotkan.


Di dalam halaman ini juga ada digunakan istilah kode ukuran kekuatan gaib / khodam seperti md dan KRK. Silakan dibaca penjelasannya di tulisan berjudul Kesaktian Mahluk Halus.


Dalam semua sugesti anda, kepada keris, batu akik dan mustika ataupun kepada khodam pendamping anda yang lain, perlakukanlah mereka sebagai manusia yang bisa diajak ngobrol, sehingga anda menyampaikan sugesti anda juga seperti orang yang sedang berbicara kepada orang lain (sambat).

Bila anda sudah berhasil mempelajari dan mempraktekkan cara-cara menayuh dalam halaman ini berarti anda sudah belajar melatih olah rasa , kontak rasa dan batin  dan  sugesti  terhadap sesosok gaib tertentu (khodam), yang itu menjadi dasar untuk anda dapat menyampaikan sugesti / komunikasi kepada sesosok mahluk halus.

Ketika sedang menayuh minimal ditanyakan apakah sosok gaibnya dari golongan putih ataukah dari golongan hitam, apakah energinya bersifat negatif ataukah positif, apa saja manfaat dari keberadaan keris atau benda-benda gaib lain atau khodam pendamping, beserta syarat-syarat dan sesaji yang diminta olehnya, dan adakah pengaruhnya yang bersifat negatif, misalnya apakah energinya negatif dan tidak cocok untuk kesehatan, apakah memberatkan urusan kerejekian, adakah ketidak-cocokkan dengan anggota keluarga yang lain, dsb. Semua indikasi negatif yang anda temukan dalam tayuhan anda dapat menjadi dasar bagi anda untuk mempertimbangkan apakah keberadaannya baik untuk anda atau mempertimbangkan untuk anda melakukan pembersihan gaib.

Dalam menayuh itu sebaiknya juga ditanyakan apakah benda-benda gaib anda itu sudah aktif bertuah. Kalau ternyata masih belum aktif bertuah sebaiknya ditanyakan juga penyebabnya. Misalnya saja penyebabnya ternyata adalah karena perawatan dan sesajinya yang kurang pas, yang masih kurang tepat, berarti sisi itu harus diperbaiki supaya benda-benda gaib dan khodam anda benar aktif bertuah.

Untuk keris-keris Jawa / Bali dan keris-keris lain yang sisi perkhodamannya sama dengan keris jawa sebaiknya perawatan dan sesajinya mengikuti isi tulisan yang berjudul Perawatan Keris Jawa.

Untuk benda-benda gaib lain selain keris jawa, misalnya untuk keris kamardikan, batu akik berkhodam, mustika, jimat-jimat dan khodam pendamping sebaiknya perawatan dan sesajinya mengikuti tulisan yang berjudul Sesaji.

Tentang itu bisa juga ditayuh, anda tanyakan langsung kepada keris-kerisnya, benda-benda gaib atau khodam anda apakah sekarang ini tuahnya masih pasif, dan apakah nantinya sesudah perawatan dan sesajinya mengikuti tulisan itu (sebutkan juga cara perawatannya dan sesajinya) keris-kerisnya, benda-benda gaib atau khodam anda itu akan menjadi aktif bertuah (tanyakan juga pendapatnya tentang perbedaannya sebelum dan sesudah perawatannya mengikuti isi tulisan itu).


Anda bisa menggunakan cara-cara dalam tulisan Ilmu Tayuh / Menayuh Keris ini dan  Olah Rasa dan Kebatinan  untuk mengetahui apakah benda-benda milik anda berpenghuni gaib di dalamnya, apakah termasuk sebagai batu akik ataukah mustika, menanyakan kecocokkannya dengan anda, adakah dan apakah tuah yang diberikannya, persyaratan dan sesaji apa yang dimintanya, dan pantangannya, jika ada, dsb. Cara menayuh itu juga bisa untuk mengetahui sifat-sifat perwatakan gaibnya, apakah berisi sosok gaib yang baik ataukah yang perwatakannya jelek / golongan hitam dan apakah energinya bersifat positif atakah negatif. Karakteristik mahluk halus dari golongan hitam dan yang berenergi negatif terhadap manusia dapat dibaca di :  Penggolongan Mahluk Halus.

Kemampuan  menayuh gaib  seperti diajarkan di halaman ini dan kemampuan olah rasa  (baca: Olah Rasa dan Kebatinan)  adalah satu kesatuan kemampuan yang seharusnya dikuasai oleh orang-orang yang interest dengan kegaiban. Kami harapkan kemampuan-kemampuan itu juga dapat anda kuasai, karena itu akan berguna sekali sebagai kemampuan dasar dalam hal mempelajari kebatinan dan kegaiban dan akan menjadi dasar untuk kemampuan yang lebih tinggi lagi bagi anda yang ingin mengerti atau interest dengan hal-hal gaib, apalagi bila anda memiliki benda-benda gaib dan khodam pendamping.

Cara-cara tayuhan sederhana yang diuraikan dalam halaman ini diperuntukkan untuk orang-orang awam yang belum mengerti tentang gaib, sehingga dengan cara-cara tayuhan sederhana inipun mereka bisa juga mengerti sisi gaib dari benda-benda gaib mereka dan sisi kegaiban lain dalam kehidupan mereka. Tetapi jika mereka interest dan tekun mempelajarinya mereka bisa juga menguasai pelajarannya yang bukan hanya sebatas cara-cara praktis menayuh keris, tetapi bisa juga sampai pada kemampuan seperti seorang spiritualis, yaitu menilai sisi kegaiban keris dan melihat isi gaib keris secara batin (melihat gaib secara batin dan berkomunikasi secara batin / kontak rasa).

Cara-cara tayuhan ini juga berguna untuk belajar mencaritahu sisi kegaiban dari benda-benda gaib dan pusaka yang banyak diperjualbelikan orang (di internet) dan untuk menilai kebenaran dari promosi dagang (iklan) sang penjual bendanya dengan menayuh dari foto bendanya. Dengan demikian sebelum memilih / membeli sebuah benda gaib atau pusaka, selain melihat sendiri bendanya dari fotonya, para pembaca juga sudah lebih dulu bisa memeriksa sisi kegaibannya apakah sesuai dengan apa yang sedang dicarinya.

Cara menayuh yang utama adalah dengan cara melihat / bertemu dan berkomunikasi langsung secara batin / kontak rasa dengan gaib / khodamnya ybs yang latihannya dituliskan di bagian bawah halaman ini. Tetapi di halaman ini diperkenalkan juga 5 teknik tayuhan sederhana sebagai alat bantu menayuh, yaitu menayuh lewat mimpi dan menayuh dengan ayunan keris / bandul. Alat bantu menayuh ini dikhususkan untuk para pembaca yang belum bisa melihat / bertemu dan berkomunikasi langsung dengan gaib / khodamnya secara batin. Diharapkan sesudah bisa melatihnya para pembaca meningkatkan lagi kemampuannya untuk bisa melihat / bertemu dan berkomunikasi langsung dengan gaib / khodamnya secara batin

Dalam metode alat bantu menayuh ini Penulis merekomendasikan supaya para pembaca menguasai teknik tayuhan minimal dengan ayunan bandul, karena cukup praktis melakukannya dan bisa dilakukan dengan banyak macam benda yang bisa dijadikan bandul, baik bendanya itu berkhodam ataupun tidak. Sesudah mahir, sebaiknya pelajarannya dilanjutkan dengan latihan olah rasa kontak batin untuk bisa melihat / bertemu dan berkomunikasi langsung dengan gaib / khodamnya secara batin.

Jika para pembaca sudah mencoba menayuh lewat mimpi dan dari hasil tayuhannya itu masih ada pertanyaan lain yang belum terjawab, sebaiknya pertanyaan-pertanyaan itu dicaritahu jawabannya dengan melakukan tayuhan lagi dengan cara ayunan bandul atau dengan ayunan keris. Begitu juga sebaliknya, sesudah para pembaca menayuh dengan bandul atau dengan ayunan keris, dicoba juga sesudahnya ditayuh lagi lewat mimpi. Hasil menayuh dengan cara-cara yang berbeda-beda itu berguna untuk melengkapi informasi tayuhan.


Inti dari ilmu menayuh adalah menyampaikan komunikasi manusia kepada sesuatu yang gaib untuk mendapatkan jawaban / informasi tentang sesuatu hal dari gaib yang bersangkutan (dalam hal menayuh keris, berarti si manusia berkomunikasi dengan gaib si keris).

Dengan demikian yang disebut menayuh itu adalah
usaha untuk mendapatkan jawaban / informasi tentang sesuatu hal gaib. Caranya sendiri bisa dilakukan dengan banyak macam cara, dengan menanyakannya langsung kepada gaib yang bersangkutan dengan cara kontak rasa / batin untuk berkomunikasi langsung dengan gaibnya, ataupun dengan cara-cara bantuan menayuh lewat mimpi atau dengan ayunan keris / bandul.

Jadi kalau di dalam jawaban pertanyaan dari anda atau pembaca yang lain Penulis ada menganjurkan supaya anda atau pembaca ybs melakukan tayuhan, berarti anda atau pembaca itu bisa melakukan tayuhannya dengan cara berkomunikasi langsung dengan gaibnya,
menayuh lewat mimpi, ataupun menayuh dengan cara ayunan keris / bandul, tergantung cara apa yang anda dan pembaca itu kuasai. Sebaiknya semua cara menayuh dilatih sampai mahir, karena tiap-tiap cara itu berguna untuk dijadikan alat perbandingan menayuh apakah tayuhan kita sudah benar dan akurat

Dalam latihan olah rasa dan latihan tayuhan Penulis sangat menekankan supaya para pembaca yang interest melatihnya supaya belajar keras untuk bisa membedakan mahluk halus yang baik dan yang tidak baik. Itu adalah upaya kita untuk berhati-hati karena segala sesuatu perbuatan dan kepemilikan kita atas suatu benda gaib dan khodam selalu saja ada resikonya.

Dalam kita menayuh, menerawang atau mendeteksi sesuatu yang gaib usahakan supaya secara otomatis kita bisa langsung mengetahui apakah yang sedang kita terawang / tayuh itu perwatakannya baik ataukah tidak baik.

Jika dalam langkah awal kita sudah merasakan bahwa sosok gaibnya itu tidak baik wataknya, sebaiknya tayuhan dan penerawangannya jangan dipertegas, jangan sampai karena adanya kontak rasa dan batin yang tidak baik itu menjadi perhatian kepada kita, atau malah mendatangi kita. Karena itu untuk langkah awalnya lebih baik kalau kita menggunakan minyak jafaron dan membuat pagaran gaib untuk perlindungan kita.


Contoh-contoh cara menayuh di bawah ini tekniknya dan penyampaiannya sudah diusahakan sesederhana mungkin, tetapi bila ternyata anda masih mengalami kesulitan mempelajarinya / melatihnya sebaiknya anda belajar olah rasa saja dulu seperti yang dicontohkan di tulisan berjudul Olah Rasa dan Kebatinan.

Catatan khusus :

Hal pokok dalam kita menayuh adalah kita harus bisa kontak rasa selain
dengan benda alat bantu tayuhannya juga dengan benda objek tayuhannya. Kendorkan pikiran. Kedepankan kontak rasa.

Dari banyaknya ketidak-akuratan menayuh para pembaca yang hasil tayuhannya dikirimkan lewat email kepada Penulis, ternyata ketidak-akuratan itu sebagian besar adalah karena ada sesosok gaib yang bersama si pembaca tersebut dalam bentuk khodam pendamping, orangnya ketempatan mahluk halus atau karena ada gaib lain yang mengikutinya yang sengaja membelokkan tayuhannya.

Karena itu Penulis menganjurkan supaya sebelum menayuh keris atau benda gaib yang lain anda menayuh diri anda sendiri, apakah ada sesosok gaib yang bersama anda. Jangan sampai ketidak-akuratan tayuhan anda berasal dari diri anda sendiri. Bila
ketidak-akuratan tayuhan anda berasal dari diri anda sendiri, maka selamanya tayuhan anda tidak akan pernah ada yang benar. Bila ternyata ada gaib lain yang bersama anda sebaiknya gaib itu diperintahkan untuk diam saja, jangan membantu tayuhannya, apalagi sampai membelokkan tayuhannya. Kalau dicurigai gaib itu sifat keberadaannya tidak baik mungkin perlu dipertimbangkan untuk anda melakukan pembersihan gaib. Baca juga : Masalah Keakuratan Menayuh.



 Cara-cara Menayuh Keris


Cara 1 
Menayuh Keris - Lewat Mimpi.

Cara pertama menayuh keris adalah meminta jawaban lewat mimpi seperti yang sudah umum dilakukan orang.
Penulis menganjurkan supaya menayuh dengan mimpi ini tidak dijadikan cara tayuhan yang diandalkan hasilnya, karena mungkin anda akan bingung akan arti mimpinya dan mungkin juga tidak bisa dengan pasti menentukan mimpinya itu berasal dari keris yang mana, dan mungkin saja mimpinya itu berasal dari sesuatu yang lain, bukan dari keris anda. Sebaiknya anda lebih dulu berkenalan dengan keris-keris anda dengan menayuhnya dengan cara ayunan keris atau dengan ayunan bandul lebih dulu (cara 2 dan 3).

B
ila seseorang memiliki beberapa buah keris, untuk menayuh keris-kerisnya itu melalui mimpi harus dilakukan satu per satu, tidak sekaligus, supaya jelas bahwa mimpi yang didapatkannya adalah berasal dari keris A, bukan dari keris B, C, dsb. Sebaiknya tayuhan ini dilakukan di dalam kamar atau di ruangan lain yang tidak ada gangguan dari orang lain.

Caranya yang benar adalah sebagai berikut : 

Cara pertama, keris yang akan kita tayuh dengan hormat kita keluarkan dari sarungnya, lalu kita letakkan di hadapan kita, di atas meja atau di atas bantal.
Kemudian kita sampaikan maksud niat kita dengan mengkomunikasikannya langsung kepada si keris, yaitu kita berkata-kata kepada si keris, seolah-olah keris itu adalah manusia, minta tolong supaya ditunjukkan lewat mimpi, tentang tanda kecocokkannya dengan si keris, atau kita sampaikan pertanyaan-pertanyaan yang lain yang kita ingin itu dijawab oleh si keris lewat mimpi.

Jika benda yang ingin ditayuh adalah benda lain selain keris, seperti batu akik dan mustika, maka dengan cara bendanya digenggam kita berkata-kata langsung kepada bendanya, kita sampaikan keinginan kita berkenalan lewat mimpi seolah-olah benda itu adalah manusia, sesudahnya bendanya dikembalikan lagi ke tempat penyimpanannya.


Cara kedua,
setelah kerisnya dikeluarkan dari sarungnya, keris diangkat tegak ke atas kepala di depan wajah, dan sambil menunduk keris tersebut disentuhkan ke dahi. Dalam posisi itu kita berkata-kata kepada si keris (berkata-kata di dalam hati, tetapi ditujukan kepada si keris), menyampaikan isi hati kita kepada si keris.

Cara kedua ini baik sekali untuk kita menyatukan rasa dengan si keris, atau untuk menyampaikan sugesti / perintah / keinginan kita terhadap si keris. Dengan cara ini kita akan dapat merasakan energinya di kepala kita. Ada keris-keris yang energinya tajam, ada juga yang energinya tidak tajam, tapi akan terasa berat di kepala kita. Cara ini juga bisa digunakan untuk mendeteksi apakah sebuah keris benar berpenghuni gaib ataukah kosong isi gaibnya, dengan merasakan keberadaan energi gaibnya.

Dengan cara kedua tersebut, sambil kita berusaha untuk merasakan "rasa" keris supaya kita bisa menyatukan rasa hati dengan si keris, mendekatkan batin kita dengan si keris, cara itu baik untuk menyampaikan sesuatu kepada si keris, misalnya untuk menayuh keris supaya hadir di dalam mimpi atau untuk mengsugesti si keris untuk menyatu dengan kehidupan kita  (seperti contoh yang dituliskan dalam bagian akhir tulisan Tuah Keris-Jaman-Sekarang),  atau untuk memberikan perintah tertentu kepada si keris, dengan cara berkonsentrasi berbicara di dalam hati, tetapi ditujukan langsung kepada kerisnya. Jika dilakukan dengan benar, cara ini secara otomatis akan membuat kita fokus kepada kerisnya.


Dengan cara pertama atau kedua tersebut di atas, kata-kata yang disampaikan kepada si keris, misalnya :

 " Kerisku, datanglah ke dalam mimpiku. Saya ingin kenalan.
   Tunjukkanlah kepada saya tanda apakah keris ini cocok bersama saya
   dan tunjukkan juga kegunaan keris ini bagi saya.
   Kalau ada syarat-syarat / perawatan yang diminta kepada saya, sampaikan juga di dalam mimpi saya " .



Dalam menyampaikan komunikasi kita itu, usahakan supaya perhatian kita bisa fokus kepada si keris, kalau perlu kata-katanya diulang beberapa kali untuk memastikan bahwa komunikasi yang kita lakukan benar sampai kepada si keris. Sesudahnya,
keris itu dimasukkan lagi ke dalam sarungnya, bisa kemudian diletakkan di bawah bantal, bisa juga diposisikan di atas kepala, sebelum tidur, tetapi sebaiknya keris itu dikembalikan lagi saja ke tempat penyimpanannya semula (tidak harus ditaruh di bawah bantal).

Yang penting sugesti komunikasi kita itu harus sampai kepada kerisnya, sehingga kemudian khodamnya akan menjawabnya lewat mimpi, sehingga tidak perlu kerisnya ditaruh di bawah bantal.

Sebelum tidur, si pemilik keris harus ingat bahwa ia meminta tanda lewat mimpi, jadi sesudah bangun tidur ia harus ingat apa isi mimpinya.

Jawaban di dalam mimpi biasanya berupa suatu kejadian yang bersifat "perlambang", maksudnya, jawaban dari si keris biasanya
adalah berupa kejadian di alam mimpi yang bersifat perlambang / simbol, yang arti dan maksudnya
masih harus diartikan lagi oleh orang yang bersangkutan.

Kehidupan mahluk halus di alam gaib mirip dengan kehidupan manusia pada jaman kerajaan dulu. Jika mereka membangun sebuah bangunan gaib untuk tempat tinggal mereka, bangunannya mirip dengan istana kerajaan atau rumah jaman dulu. Perilaku mereka juga mirip dengan perilaku manusia jaman dulu. Itulah juga sebabnya bila kita melakukan tayuhan lewat mimpi, biasanya mereka akan memberikan jawaban mimpi yang bersifat perlambang, karena manusia jaman dulu juga, sesuai tatakrama yang berlaku, kalau memberikan nasehat atau petunjuk biasanya tidak secara langsung, tetapi dalam bentuk kiasan atau perlambang yang dengan bijaksana harus dimengerti artinya.

Bila keris itu cocok atau berjodoh dengan si pemilik, di dalam mimpi keris itu akan menampilkan diri sebagai sosok yang bersahabat. M
ungkin si pemilik keris akan bermimpi bertemu dengan seorang bayi, anak-anak, wanita, pemuda atau orang tua, harimau, atau orang tinggi besar, yang menyatakan ingin ikut, ingin diangkat anak, atau ingin diperistri, atau bermimpi bercinta, atau bermimpi ada orang yang menyertai / menemani dalam perjalanan, atau mimpi ada marabahaya / serangan / gangguan, tetapi kemudian ada seseorang yang melindungi, atau memimpikan kejadian lain yang sifatnya bersahabat dan baik. Ini adalah tanda bahwa si keris berkenan kepadanya.

Bila keris itu tidak cocok atau tidak berjodoh dengan si pemilik, maka di dalam mimpinya, keris itu akan menampilkan diri sebagai sosok yang tidak bersahabat. Bisa jadi, yang ditemui dalam mimpinya adalah sosok yang menakutkan, berkelahi dengannya, mengejar-ngejar, atau mengancam. Mimpi yang seperti itu adalah sebagai isyarat dari 'isi' keris yang tidak cocok dengannya atau tidak cocok untuk dimilikinya. Bila ini yang kita alami, sebaiknya janganlah kita memaksakan diri untuk tetap memiliki keris itu.


Bila menayuh keris dilakukan lewat mimpi, sebaiknya dilakukan minimal 2 kali berturut-turut, supaya dari ke 2 mimpi tersebut kita dapat mengambil sebuah kesimpulan yang sama, sehingga kita dapat merasa yakin bahwa mimpi itu adalah mimpi yang diberikan sebagai jawaban dari si keris, bukan mimpi biasa. Bila mimpinya sudah 2 kali diberikan, biasanya si keris tidak akan memberikan mimpi untuk ketiga kalinya, karena menganggap si manusia sudah tahu jawabannya. Baca juga : Arti Mimpi Menayuh Keris.

Setelah mendapatkan mimpi, jika masih ada arti mimpi yang belum dimengerti, sebaiknya jawabannya ditanyakan langsung kepada kerisnya dengan cara-cara tayuhan no. 2 dan 3 di bawah ini.

Selain di bagian akhir halaman ini, pada tulisan berjudul
  Olah Rasa dan Kebatinan  dan  Terawangan Gaib  Penulis juga menuliskan cara meditasi sederhana untuk mencoba melihat / berkomunikasi langsung dengan isi gaib keris atau dengan sosok khodam benda-benda gaib lain, mungkin anda ingin juga mempelajarinya.


Ada cara lain yang bisa menjadi alternatif yang cukup baik, misalnya batu akik, yaitu sesudah anda meminta khodamnya datang di dalam mimpi sambil anda menggenggam batu akik berkhodam milik anda itu anda duduk santai bersandar, atau tiduran. Kendorkan pikiran anda seperti sedang melamun. Jangan keras berpikir. Anda buka kepekaan rasa dan batin. Anda coba kontak rasa dengan "isi" batu akik anda. Kalau berhasil, nantinya akan ada kontak batin berupa tanya jawab seperti aliran ilham yang mengalir di pikiran anda. Mudah-mudahan nantinya bisa juga terbayang sosok wujud gaibnya. Kalau anda tertidur, mudah-mudahan anda akan bertemu dengan "isi" akik anda di dalam mimpi. Kalau itu dilakukan terhadap keris anda, kerisnya diletakkan di samping anda agak jauh, supaya kalau anda tertidur kerisnya tidak ketindihan tubuh anda.


Jawaban di dalam mimpi biasanya berupa suatu kejadian yang bersifat "perlambang", maksudnya, jawaban dari si keris biasanya
adalah berupa kejadian di alam mimpi yang bersifat perlambang / simbol, yang arti dan maksudnya
masih harus diartikan lagi oleh orang yang bersangkutan.

Begitu juga dengan sosok gaibnya. Sosok gaib yang muncul di dalam mimpi tayuhan kita biasanya adalah sosok-sosok perlambang saja, bukan gambaran sosok asli khodamnya. Jadi jangan anda menganggap sosok yang muncul / tergambar di dalam mimpi adalah sosok wujud asli gaib kerisnya.

Sesudah menayuh lewat mimpi, sebaiknya tayuhannya dilanjutkan lagi dengan tayuhan ayunan keris / bandul seperti contoh di bawah ini (menayuh cara 2 dan 3)
untuk lebih memastikan lagi arti mimpinya dan tentang detail pertanyaan-pertanyan lain yang tidak terjawab lewat mimpi. Dalam penayuhannya nantinya selain ditanyakan apa arti mimpinya (dengan pertanyaan yang detail), juga ditanyakan seperti apa sosok asli khodamnya (lebih baik ditambah dengan kepekaan rasa untuk "menangkap" gambaran sosoknya di dalam benak kita) dan tuahnya.


Apabila kita sudah melakukan tayuhan cara 1 di atas, yaitu menayuh lewat mimpi, dan kita sudah diberikan mimpi tayuhannya, sebaiknya menayuh keris itu dilanjutkan dengan menayuh cara 2 dan 3, yaitu menayuh keris dengan ayunan keris / bandul, digunakan untuk menindaklanjuti tayuhan sebelumnya, yaitu untuk menanyakan langsung kepada gaib kerisnya tentang arti mimpi yang diberikannya.

Orang lain, termasuk Penulis, belum tentu bisa menterjemahkan arti mimpi seseorang, karena yang paling tahu tentang arti mimpi itu adalah gaibnya sendiri yang memberikan mimpi itu. Karena itu jika kita diberikan mimpi tertentu, atau kira-kira mimpinya berhubungan dengan gaib, sebaiknya kita menanyakan langsung arti mimpinya kepada sosok gaib yang memberikan mimpi itu. Dalam hubungannya dengan mimpi tayuhan keris, sebaiknya kita tanyakan langsung kepada gaib kerisnya tentang arti mimpi yang diberikannya kepada kita.


Ada pertanyaan-pertanyaan serupa dari beberapa pembaca, yaitu sesudah ia meminta kerisnya datang ke dalam mimpinya, ia tidak mendapatkan mimpi yang diharapkannya tersebut. Jika ini terjadi pada anda, mungkin saja penyebabnya adalah karena anda belum bisa menyampaikan sugesti / komunikasi anda kepada gaib si keris, komunikasi anda tidak sampai kepada kerisnya. Untuk melatih supaya komunikasi anda benar sampai kepada kerisnya sebaiknya anda mempelajari cara menayuh keris dengan model ayunan keris / bandul.

Syarat dasar untuk kita bisa berkomunikasi dengan gaib adalah kita harus bisa menyampaikan sugesti kita keluar, sugesti kita harus sampai dan bisa dimengerti oleh sosok gaibnya, bukan seperti kita berkata-kata sendiri di dalam hati, atau suara kita hanya berputar-putar di dalam pikiran kita saja. Sama seperti kita berbicara kepada orang lain, suara kita harus sampai kepada orang yang kita tuju, jangan sampai dia tidak mendengar suara kita. Bisa tidaknya kita menayuh dengan model ayunan keris atau dengan bandul (cara 2 dan 3), bisa menjadi tanda apakah kita bisa menyampaikan sugesti / komunikasi kita keluar, sampai kepada sosok gaibnya. Sebaiknya cara menayuh no. 2 dan 3 ini juga anda latih sampai mahir.

Sebelum melakukan tayuhan cara 2 dan 3 ini sebaiknya benda yang dijadikan alat tayuhan, yaitu keris atau bandulnya, kita tayuh dulu apakah ada berisi khodam / mahluk halus di dalamnya, apakah dari jenis sukma manusia (arwah) atau selain jenis arwah manusia. Jika bendanya berisi sejenis sukma / arwah manusia sebaiknya kita berwaspada, jangan sampai sukma / arwah di dalam benda tersebut menipu / menyesatkan tayuhan kita. Sebaiknya jangan dipakai.

Kemudian sebaiknya ditayuh juga apakah di sekitar kita ada sesuatu yang berpotensi menipu / menyesatkan / membelokkan tayuhan kita. Kalau ada, sebaiknya dicaritahu juga jenis dan wujud sosoknya seperti apa dan dimana posisinya, untuk bahan kewaspadaan kita.

Sesudah menayuh lewat mimpi, baik kita diberikan mimpi ataupun tidak, sebaiknya tayuhannya dilanjutkan lagi dengan ayunan keris / bandul seperti contoh di bawah ini (menayuh cara 2 dan 3) untuk lebih memastikan lagi hasil tayuhannya.



Cara 2  Menayuh Keris - Ayunan Keris.

Cara menayuh keris yang ke 2 adalah dengan model ayunan keris.
Dengan cara ini keris kita tersebut kita jadikan pendulum
ayunan.

Keris yang akan kita tayuh, dengan hormat kita keluarkan dari sarungnya. Kemudian kita pegang ujung keris (dekat bagian runcingnya) dengan 2 jari kita, yaitu jempol dan jari telunjuk, dan bagian wajah dapur keris menghadap kepada kita. Pegang yang kuat jangan sampai lepas / jatuh, tetapi harus tetap lentur supaya kerisnya dapat leluasa membuat gerakan mengayun. Posisi siku tangan dekat / menempel dengan tubuh. Siku tangan tidak bertumpu / menempel di meja. Sebagian energi kita juga kita salurkan
melalui tangan kepada si keris untuk menambah kuat sugesti penyatuan rasa dengan kerisnya dan membantu si keris membuat ayunan.

Dengan cara menayuh ini kita melakukan kontak rasa dan batin dengan si keris dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepadanya (bertanya di dalam hati tetapi ditujukan kepada si keris seolah-olah dia adalah manusia). Pertanyaan-pertanyaan yang kita sampaikan adalah yang jawabannya :  ya  atau  tidak.

Contoh:
 
Awalnya kerisnya kita ayun agak kencang berputar ke kanan, kemudian kita biarkan kerisnya bergerak sendiri,
 Saya ingin bertanya, tolong dijawab dengan benar.
 Jika jawabannya ya, mengayunlah yang kencang maju-mundur.
 Jika jawabannya tidak, mengayunlah
yang kencang ke kiri dan ke kanan. 
   -  Apakah keris ini merasa cocok mengikut saya?  
   -  Bila mengikut saya, apakah keris ini akan memberikan tuahnya kepada saya ?
   -  Apakah keris ini bertuah untuk kerejekian ?
   -  Apakah keris ini bertuah untuk keselamatan / penjagaan gaib ?
   -  Apakah keris ini bertuah untuk kewibawaan ?
   -  Apakah keberadaan keris ini memberatkan kerejekian saya ?
   -  Apakah ada permintaannya kepada saya?
   -  Apakah minta diberi sesaji setiap bulan ?
   -  Kalau minta sesaji, apakah sesajinya itu kembang telon?
   -  Apakah keris ini merasa cocok kalau sesajinya minyak cendana kupang ?
   -  Apakah keris ini minta dijamas setiap tahun ?
   -  Apakah bulan Suro nanti keris ini minta dijamas ?
   -  Apakah bulan Maulud nanti keris ini minta dijamas ?
(Baca juga : Perawatan Keris Jawa).

Dari setiap pertanyaan anda di atas :
Awalnya kerisnya kita ayun agak kencang berputar
 - bila jawabannya  ya,  maka kerisnya akan bergerak sendiri mengayun maju-mundur.
 - bila jawabannya  tidak, maka kerisnya akan bergerak
sendiri mengayun ke kiri dan ke kanan.


   -  Apakah keris ini aslinya adalah keris keningratan ?
   -  Apakah keris keningratan cocok
dan mau mengikut saya ?
   -  Apakah saya masih terhitung sebagai ningrat ?


Bila hasil tayuhannya mengatakan bahwa keris keningratan tidak cocok
dan tidak mau mengikut anda, dan anda tidak lagi terhitung sebagai ningrat, maka janganlah anda memiliki keris keningratan, karena keris-keris jenis itu sudah pasti tidak akan memberikan tuah dan manfaatnya untuk anda. Jika anda memilikinya lebih baik dipindah-tangankan saja kepada orang lain yang kira-kira cocok dengan kerisnya, atau anda tukarkan saja dengan keris yang lain.
(Baca :
Keris Keningratan).


Menayuh Keris 2






Langkah awal sebelum bertanya kita buat gerakan ayunan berputar agak kencang dengan tujuan memudahkan si keris dalam membuat ayunan jawaban. Sesudah itu
kita biarkan kerisnya bergerak sendiri.

K
ita ajukan pertanyaan-pertanyaan kepadanya yang jawabannya adalah ya atau tidak dan perhatikan apakah dia bergerak mengayun maju-mundur ataukah mengayun ke kiri dan ke kanan.  Bila gerakan ayunannya kurang kuat, kita bisa memintanya supaya bergerak lebih kencang lagi.

Kita harus bisa jujur dan netral terhadap ayunan jawaban keris itu, artinya kita harus bisa netral supaya gerakan ayunan keris itu adalah asli gerakan jawaban dari si keris, bukan gerakan ayunan dari
jawaban keinginan kita.

















Seharusnya si keris menjawab dengan mengayun maju-mundur atau mengayun ke kiri dan ke kanan.
 Bila keris tersebut berputar terus atau gerakannya mengambang tidak jelas, mungkin sugesti kita terhadap si keris kurang kuat, pertanyaan kita tidak sampai kepadanya, atau mungkin si keris tidak tahu jawabannya, atau jawabannya bersifat rahasia yang si keris merasa berat menjawabnya karena tidak ingin kita mengetahuinya.



Gerakan mengayunnya keris bisa juga diperintahkan, sesuai sugesti / perintah kita, berputar ke kanan searah jarum jam jika jawabannya ya, dan sebaliknya berputar ke kiri jika jawabannya tidak. Jika itu yang kita inginkan, maka sebelumnya keris itu diayunkan maju-mundur untuk mempermudah si keris membuat ayunan berputar.

Cara di atas berguna untuk menyeragamkan cara tayuhan ketika kita menggunakan benda-benda lain seperti batu akik, kalung, tasbih, batu kali, dsb sebagai alat ayunannya.

Untuk keperluan menayuh sebuah keris, akan lebih mudah kalau kita menggunakan keris itu sendiri sebagai alat ayunannya dibandingkan menayuh dengan benda lain. Kalau sudah pernah berhasil menayuh dengan cara ini, kalau kita mempunyai beberapa buah keris, nantinya kita bisa menggunakan salah satu keris yang dirasa cocok untuk semua tayuhan.

(Cara ke 2 menayuh keris ini diajarkan kepada Penulis oleh seorang pakar keris, Pak Frans, yang tinggal di daerah Cipayung-Ciracas, Jakarta Timur.  Terima kasih Pak Frans ! ).


Untuk latihan awalnya kerisnya kita ayun
agak kencang maju-mundur,
kemudian kita
perintahkan kerisnya berputar ke kanan.
Kalau kerisnya sudah berputar ke arah kanan ....
Kemudian kita perintahkan supaya berputar lebih kencang lagi ... , lebih kencang lagi ....

Kemudian kerisnya kita ayun lagi agak kencang maju-mundur,
Kemudian kita perintahkan kerisnya berputar ke kiri.
Kemudian kita perintahkan supaya berputar lebih kencang lagi ... , lebih kencang lagi ....

Latihan itu berguna untuk mengetes apakah sugesti kita sampai kepada kerisnya.
Kalau sugesti kita tidak sampai, maka kerisnya tidak akan berputar lebih kencang.
Begitu juga ketika menayuh, kalau sugesti kita tidak sampai, maka jawaban tayuhannya akan mengambang, atau kerisnya tidak merespon pertanyaan kita. Jadi, kalau ternyata sugesti kita tidak sampai, maka kita harus terus melatih sampai sugesti kita benar sampai kepada kerisnya, latihan kontak rasa (olah rasa), karena itu adalah syarat dasar untuk kita bisa
menayuh dengan ayunan keris.

Menggerakkan kerisnya maju-mundur dilakukan untuk masing-masing pertanyaan. Sebelum maju ke pertanyaan berikutnya kerisnya digerakkan lagi maju-mundur untuk ia menjawab pertanyaan berikutnya.

Kalau kepekaan kita pada ujung-ujung jari tangan kita cukup baik, biasanya pada saat kita memegang keris yang untuk menayuh itu kita akan merasakan adanya setruman listrik halus di ujung-ujung jari tangan kita. Ada juga yang merasakannya seperti sengatan-sengatan listrik tajam di ujung-ujung jari tangannya. Bila lama memegang kerisnya akan terasa panas di tangan kita.

Ada sebagian orang yang rajin menjamas kerisnya, selain karena tradisi, juga karena dalam penjamasan keris ada proses melumuri keris dengan warangan / arsenik, yang walaupun beracun, tetapi berguna untuk membantu mengawetkan logam keris dan untuk menonjolkan motif pamor pada badan keris, sehingga gambar pamor keris akan tampak kontras dan kelihatan lebih indah.

Karena bahan warangan sifatnya beracun, maka setelah memegang keris sebaiknya kita segera mencuci tangan dengan sabun cuci pakaian (jangan sabun mandi, karena kadar pembersihannya kurang kuat). Entah kerisnya diwarangi ataupun tidak, sebaiknya kita segera mencuci tangan setelah memegang keris, untuk kehati-hatian.

Menayuh dengan teknik ayunan keris ini sangat baik untuk dijadikan cara kita menayuh, tetapi karena ada unsur resiko dari adanya bahan warangan pada keris, dan memegang logam keris dapat berpotensi memunculkan karat pada logam keris, maka Penulis menganjurkan supaya sesudah bisa menayuh dengan ayunan keris, para pembaca juga bisa menayuh dengan ayunan bandul sebagai cara yang lebih aman dalam menayuh.




Cara 3  Menayuh Keris - Menggunakan Bandul.

Cara menayuh keris yang ke 3 adalah dengan menggunakan bandul
sebagai pendulum ayunan. Dengan cara ini kita membuat bandul pendulum terlebih dahulu. Benda-benda yang untuk dijadikan bandul bisa apa saja, bisa benda-benda berkhodam, bisa juga yang tidak berkhodam. Contoh benda yang bisa dijadikan bandul adalah tasbih atau seuntai kalung yang memiliki mata dari batu. Bisa juga batu kali / kerikil atau cincin batu akik yang diikat dengan benang atau tali tipis. Panjang tali pendulumnya kira-kira satu jengkal tangan.

Untuk latihan awal lebih baik bila yang kita jadikan pendulum adalah benda-benda yang agak berat dan memiliki khodam di dalamnya. Dengan demikian semua pertanyaan kita ditujukan kepada khodam bandulnya, dan jawaban tayuhannya juga berasal dari khodam bandulnya. Cara ini juga berguna untuk latihan kita kontak rasa dengan khodam bandulnya.

Dalam penggunaannya teknik menayuh dengan bandul ini sama dengan menayuh dengan ayunan keris, hanya saja benda yang kita gunakan untuk ayunannya bukan keris, tapi benda-benda lain selain keris yang kita jadikan bandul.


Contoh Bandul Pendulum
.

Cara menggunakannya adalah dengan memegang tali pendulum dengan 2 jari kita, yaitu jempol dan jari telunjuk. Jari-jari kita itu menghadap ke bawah, tidak ke atas. Pegang yang kuat jangan sampai lepas.


Posisi siku tangan dekat / menempel dengan tubuh,
tidak bertumpu / menempel di meja.
Sebagian energi kita juga kita salurkan melalui tali kepada pendulum itu untuk memperkuat kontak rasa dan sugesti dan untuk membantu pendulum itu mengayun.

Sama dengan cara ke 2 di atas yang menayuh dengan ayunan keris, dengan cara bandul ini kita sampaikan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya adalah  ya  atau  tidak.
Bila jawabannya ya, maka pendulumnya akan bergerak berputar ke kanan searah jarum jam. Bila jawabannya tidak, maka pendulumnya akan bergerak berputar ke kiri.












Keris yang akan kita tayuh, dengan hormat kita keluarkan dari sarungnya dan kita letakkan di hadapan kita. Sebelum bertanya kita buat pendulum bergerak mengayun agak kencang maju-mundur dengan tujuan memudahkan si pendulum membuat ayunan jawaban. Setelah itu kita mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepadanya dan perhatikan apakah dia bergerak berputar ke kiri atau ke kanan.  Bila gerakan ayunannya kurang kuat, kita bisa memintanya supaya bergerak mengayun lebih kencang.

Kita harus bisa jujur dan netral terhadap ayunan pendulum ini, artinya kita harus bisa netral supaya gerakan ayunannya adalah asli gerakan jawaban dari si pendulum, bukan gerakan ayunan dari keinginan kita.




Sama dengan tayuhan menggunakan ayunan keris, untuk bandul ini kita latihan awal dulu.
Untuk latihan awal bandulnya kita ayunkan agak kencang maju-mundur,
kemudian kita
perintahkan berputar ke kanan.
Kalau sudah berputar ke arah kanan ....
Kemudian kita perintahkan supaya berputar lebih kencang lagi ... , lebih kencang lagi ....

kemudian bandulnya kita ayunkan lagi agak kencang maju-mundur,
Kemudian kita perintahkan bandulnya berputar ke kiri.
Kemudian kita perintahkan supaya berputar lebih kencang lagi ... , lebih kencang lagi ....

Latihan itu berguna untuk mengetes apakah sugesti kita sampai kepada bandulnya.
Kalau sugesti kita tidak sampai, maka
bandulnya tidak akan berputar lebih kencang. Begitu juga ketika menayuh, kalau sugesti kita tidak sampai, maka jawaban tayuhannya akan mengambang, atau bandulnya tidak merespon pertanyaan kita. Jadi, kalau ternyata sugesti kita tidak sampai, maka kita harus terus melatih sampai sugesti kita bisa sampai kepada bandulnya, latihan kontak rasa (olah rasa) kepada bandulnya, karena itu adalah syarat dasar untuk kita bisa menayuh dengan ayunan bandul.

Bila bandulnya berkhodam, kalau kepekaan pada ujung-ujung jari tangan kita cukup baik pada saat kita menayuh itu ketika kita memegang tali bandulnya kita akan merasakan adanya setruman listrik halus di ujung-ujung jari tangan kita seperti aliran listrik yang mengalir melalui tali bandulnya.

Menggerakkan bandulnya maju-mundur dilakukan untuk masing-masing pertanyaan. Sebelum beralih ke pertanyaan berikutnya bandulnya digerakkan dulu maju-mundur untuk ia menjawab pertanyaan berikutnya.

Contoh:
  Saya ingin bertanya, tolong dijawab dengan benar.
  Jika jawabannya ya, ayunkanlah bandul ini yang kencang berputar ke kanan searah jarum jam.
  Jika jawabannya tidak,
ayunkanlah bandul ini
yang kencang berputar ke kiri. 
   -  Apakah keris ini mau kalau sarungnya saya ganti dengan yang baru ?
   -  Apakah keris ini mau kalau sarungnya saya ganti dengan yang memakai pendok ?
   -  Apakah keris ini mau kalau sarungnya saya ganti dengan yang memakai pendok yang berlapis emas ?
   -  Apakah keris ini mau kalau gagang kayunya saya ganti ?
   -  Apakah keris ini mau kalau mendak-nya saya ganti dengan yang baru ?
   -  Apakah keris ini mau kalau mendak-nya saya ganti dengan yang berlapis emas ?
   -  Apakah keris ini mau kalau dipasangi salut ?
   -  Apakah boleh ganja keris ini diganti dengan yang berlapis emas ?
   -  Apakah keris ini dibuat pada jaman kerajaan Majapahit ?
   -  Apakah keris ini dibuat pada jaman raja Hayam Wuruk ?
   -  Apakah keris ini aslinya adalah keris keningratan ?
   - 
Apakah keris keningratan cocok mengikut saya ?
   -  Apakah saya juga ada garis keningratan ?
   -  Apakah ada anggota keluarga saya yang tidak cocok dengan keberadaan keris ini ?
   -  Kalau ada anggota keluarga saya yang tidak cocok, apakah keberadaan keris ini nantinya akan dapat
      menjadi gangguan bagi keluarga saya ?

Dari setiap pertanyaan anda di atas :
Awalnya bandulnya kita ayunkan agak kencang maju-mundur
 - bila jawabannya  ya,  maka kalung tersebut akan berputar ke kanan searah jarum jam.
 
- bila jawabannya tidak, maka kalung tersebut akan berputar ke kiri.

Seharusnya pendulum tersebut menjawab dengan bergerak berputar ke kiri atau ke kanan. Bila pendulum tersebut bergerak mengayun terus maju-mundur atau gerakannya mengambang tidak jelas, mungkin sugesti kita kurang kuat, pertanyaan kita tidak sampai kepadanya, atau mungkin keris itu tidak tahu jawabannya, atau jawabannya bersifat rahasia yang si keris tidak ingin kita mengetahuinya.


Jika objek yang menjadi tujuan tayuhan adalah sebuah keris, menayuh keris itu dengan langsung memegang kerisnya (cara 2 menayuh keris) akan langsung terasa efektivitas keberhasilannya karena yang menggerakkan ayunan keris itu adalah si gaib keris itu sendiri, sehingga akan lebih terasa kontak batin kita dengan si keris melalui rasa di tangan kita atau rasa di dada.

Sedangkan menayuh keris dengan menggunakan bandul / pendulum di atas (cara 3 menayuh keris) bersifat tidak langsung, artinya yang menggerakkan bandul itu adalah sosok gaib yang berdiam di dalam bandul itu atau sukma / batin kita sendiri, bukan gaib kerisnya, sehingga akan kurang terasa kontak batin kita dengan si keris, dan seringkali bandulnya mengayun tidak mantap. Karena itu akan lebih baik jika bandul yang kita gunakan adalah benda-benda yang ada isi gaibnya. Atau kita melakukan tayuhan itu dengan menekan rasa di dada kepada keris dan bandul tersebut bersama-sama, sehingga gerakan ayunan bandul itu akan lebih mantap (tetapi kita harus tetap netral terhadap arah ayunan bandulnya).


Menayuh dengan model bandul ini akan sangat efektif dilakukan untuk bertanya langsung kepada sosok gaib di dalam bandul itu sendiri, bukan kepada gaib keris yang menjadi objek tayuhannya.

Cara ini lebih efektif untuk menayuh isi gaib sebuah cincin batu akik dengan menjadikan cincin akik itu sendiri sebagai bandulnya dan kita menanyakan langsung pertanyaan-pertanyaan kita kepada cincin itu.

Menayuh dengan model bandul pendulum ini dikhususkan untuk yang tidak mempunyai keris, tetapi mempunyai benda gaib lain dalam bentuk batu cincin, kalung, dsb, yang bisa dijadikan bandul pendulum dengan cara diikat benang / tali (cincin / kalungnya dijadikan bandul ayunan).

Dengan langsung bertanya kepada gaib di dalam bandul tersebut kita juga akan mendapatkan jawaban yang benar dan gerakan jawaban mengayunnya mantap. Dalam menayuh dengan bandul ini kontak rasa batin kita lakukan kepada sosok gaib di dalam bandul itu sendiri. Termasuk jika cara ini digunakan untuk bertanya tentang sebuah keris, kontak rasa batin kita adalah
kepada bandulnya, bukan kepada kerisnya.



Untuk kematangan anda dalam menayuh dan untuk kematangan pengetahuan anda tentang khodam dan benda-benda gaib sebaiknya sebelumnya anda sudah lebih dulu membaca-baca tulisan yang terkait dengan materi yang anda tanyakan di dalam tayuhan anda.

Misalnya tentang keris jawa. Sebaiknya anda sudah lebih dulu membaca-baca tulisan tentang keris jawa, tentang
sifat kegaiban keris, jenis dan sosok wujud dan sifat-sifat khodamnya, tentang jenis-jenis dan sifat-sifat tuahnya, dsb. Dengan demikian ketika anda mencaritahu segala sesuatu tentang keris anda, anda sudah punya bahan pertanyaan yang lebih baik dan bisa mendapatkan jawaban yang memadai sesuai keingintahuan anda.

Begitu juga pertanyaan-pertanyaan tentang benda-benda gaib lain seperti batu akik, mustika, jimat isian, keris kamardikan, dsb. Sebaiknya anda sudah lebih dulu membaca-baca tulisan tentang itu, tentang sifat kegaiban bendanya, tentang jenis dan sosok wujud dan sifat-sifat khodamnya, tentang jenis-jenis dan sifat-sifat tuahnya, dsb. Dengan demikian ketika anda mencaritahu segala sesuatu tentang benda gaib anda itu, anda sudah punya bahan pertanyaan yang lebih baik dan bisa mendapatkan jawaban yang memadai sesuai keingintahuan anda.

Usahakan dalam setiap penayuhan kita kreatif mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendetail sehingga rangkaian jawaban-jawabannya menjadi kesimpulan yang mendetail juga tentang keris / akik kita.

Misalnya menayuh keris dilakukan sampai dicapai kesimpulan :
 - Khodamnya dari jenis wahyu keris
 - Sosok wujudnya suami istri, bapak-bapak berjubah dan ibu-ibu berkemben
 - Kekuatan keseluruhannya 70 md
 - Tuah utamanya untuk membantu kepangkatan, kerejekian dan penjagaan gaib.
 - Kerisnya dibuat di Jawa Tengah pada jaman (tangguh) kerajaan Mataram Panembahan Senopati
 - Sesajinya yang terbaik minyak cendana kupang, sebulan sekali
 - Khodam-khodamnya akan menjadi khodam pendamping

Misalnya menayuh cincin batu akik dilakukan sampai dicapai kesimpulan :
 - Khodamnya dari jenis bangsa jin, golongan putih
 - Sosok wujudnya bapak-bapak berjubah
 - Kekuatan keseluruhannya 80 md
 - Energinya positif
 - Tuah utamanya untuk membantu kepangkatan,
 - Sesajinya yang terbaik olesan minyak misik putih, sebulan sekali
 - Khodamnya tidak menjadi khodam pendamping
 - Cincinnya harus selalu dipakai


Misalnya anda menayuh keris anda :

 Saya ingin bertanya, tolong dijawab dengan benar.
 Jika jawabannya ya, ayunkanlah bandul ini yang kencang berputar ke kanan searah jarum jam.
 Jika jawabannya tidak,
ayunkanlah bandul ini
yang kencang berputar ke kiri. 

   -  Apakah keris ini asli keris jawa ?

   -  Apakah keris ini khodamnya sejenis bangsa jin ?
   -  Apakah keris ini khodamnya sejenis gaib wahyu keris ?
   -  Apakah keris ini dibuat pada jaman kerajaan Demak ?
   -  Apakah keris ini dibuat pada jaman kerajaan Mataram Panembahan Senopati ?

   -  Apakah keris ini isi khodamnya hanya satu ? 
   -  Apakah keris ini isi khodamnya suami-istri ? 
   -  Apakah keris ini khodamnya akan menjadi khodam pendamping ? 

   -  Apakah keris ini sosok wujud khodam gaibnya seperti manusia ? 
jika ya, tanya lagi :

   -  Apakah keris ini
sosok khodamnya seperti laki-laki tinggi besar ?
   -  Apakah keris ini sosok khodamnya seperti laki-laki ksatria ?
   -  Apakah keris ini sosok khodamnya seperti bapak-bapak berjubah ?
   -  Apakah keris ini sosok khodamnya seperti ibu-ibu jawa berkemben ?
   -  Apakah keris ini sosok khodamnya suami istri ? 

jika tidak, tanya lagi :
   -  Apakah keris ini sosok khodamnya seperti ular ?
   -  Apakah keris ini sosok khodamnya seperti naga ?
   -  Apakah keris ini sosok khodamnya seperti ular naga jawa (ular naga tetapi tidak berkaki) ?

   -  Berapakah kekuatan keris ini, apakah sampai 60 md ?  70 md ?  80 md ?
  100 md ?

   -  Apakah keris ini merasa cocok mengikut saya ?
   -  Apakah keris ini
bertuah kerejekian ?

   -  Apakah keris ini bertuah kewibawaan ?
   -  Apakah keris ini bertuah penjagaan gaib ?
   -  Apakah keris ini bertuah membantu kepangkatan ?
   -  Apakah keris ini bertuah junjung derajat ?
   -  Apakah keris ini perlu dibacakan amalan gaib supaya tuahnya ampuh ?

   -  Apakah bila keris ini saya rawat khodamnya akan keluar menjadi khodam pendamping ? 
jika ya, tanya lagi :

   Dimana posisi khodamnya nanti :
   -  Apakah di sebelah kanan saya ?

   -  Apakah di sebelah kiri saya ?
   -  Apakah di belakang saya ?
jika tidak, tanya lagi :
   -  Apakah khodamnya tetap berdiam di dalam kerisnya ?


Disini Penulis memberikan pemahaman mengenai istilah pendampingan oleh sesosok gaib kepada seorang manusia karena ada perbedaan dalam pengertiannya antara manusia dengan mereka yang di alam gaib.

Dalam pengertian manusia, istilah ada gaib yang mendampingi pengertiannya adalah sosok gaibnya hadir dan mendampingi si manusia, di depannya, di sebelah kiri atau kanannya, atau di belakangnya, hadir di sekelilingnya.

Tetapi pengertian mereka yang di alam gaib tidak persis seperti itu.
Dalam pengertian gaib, walaupun sosok gaibnya tidak hadir di samping kita, selama mereka mengawasi dan siap bertindak ketika diperlukan, bisa dikatakan mereka sudah mendampingi kita.
Di dunia gaib, jarak bukan halangan. Yang penting adalah niatnya.

Jadi, sesosok gaib yang mendampingi kita mungkin saja gaibnya itu tidak mengikuti kita, mungkin berdiam di rumah kita atau berdiam di dalam pusaka kita. Di dunia gaib, jarak bukan halangan. Yang penting adalah niatnya. Selama mereka mengawasi dan siap bertindak ketika diperlukan, bisa dikatakan mereka sudah mendampingi kita.

Jadi pengertian tentang pendampingan gaib itu bisa adalah sosok gaibnya hadir mendampingi kita, bisa juga sosok gaibnya tidak hadir mendampingi kita, tapi tetap mengawasi dan siap bertindak ketika diperlukan.

Jadi bila kita menayuh apakah khodam keris kita akan menjadi khodam pendamping kita, atas jawaban tayuhannya ada pengertiannya yang bercabang yang sebaiknya kita memahaminya, yaitu :
1. Bila jawabannya ya, mungkin sosok gaibnya hadir mendampingi kita, tapi bisa juga sosok gaibnya tidak
    hadir mendampingi kita, tetap di dalam kerisnya, tapi tetap mengawasi dan siap datang dan bertindak ketika
    diperlukan.
2. Bila jawabannya tidak, mungkin sosok gaibnya memang tidak hadir mendampingi kita, tetap di dalam
    kerisnya, tapi tetap mengawasi dan siap datang dan bertindak ketika diperlukan.
3. Bila jawabannya tidak, mungkin sosok gaibnya memang tidak hadir mendampingi kita, dan tidak mengawasi
    kita. Ada khodam keris yang tidak mengawasi orang pemiliknya dan hanya bertindak langsung sesudah
    diminta oleh orangnya. Walaupun begitu biasanya ia sudah memberikan auranya kepada orang pemiliknya
    sebagai bentuk tuahnya dan sudah memberikan tanda tertentu bahwa orangnya ada di bawah naungannya.

Jadi bila kita menayuh apakah khodam keris kita menjadi khodam pendamping kita, bila jawabannya ya, khodamnya mendampingi kita, perlu kita tambahkan pertanyaan apakah sosok gaibnya hadir dan mendampingi kita, apakah posisinya di depan, di sebelah kiri atau kanan, atau di belakang kita, ataukah khodamnya tetap berdiam di dalam kerisnya. Bila khodamnya tidak hadir di sekeliling kita, tetap di dalam kerisnya, berarti khodamnya bersifat mengawasi, tidak hadir mendampingi kita.

Dengan cara-cara tayuhan di atas sebaiknya kita menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang mendetail supaya kita bisa tahu karakter khodam keris kita.

Dengan menayuh itu anda bisa juga tambahkan pertanyaan apakah kerisnya itu keris Jawa, Bali, Malaysia, dsb, dan tanyakan juga apakah sesaji anda akan cocok dengan kerisnya (sebutkan juga cara dan jenis sesaji anda, karena nantinya itu juga akan berpengaruh terhadap kuat tidaknya tuahnya kepada anda).
Nantinya ditanyakan juga apa saja tuahnya dan apakah tuahnya sejalan dengan jalan kerejekian dan kehidupan anda.

Dengan cara menayuh itu, a
pakah khodam kerisnya sejenis khodam wahyu keris jawa, berapa kekuatannya, apa tuahnya, sejarah kerisnya
, dsb, bisa ditanyakan langsung kepada khodam kerisnya dengan membuat pertanyaan-pertanyaan yang mendetail.




Misalnya anda menayuh batu akik anda :

 Saya ingin bertanya, tolong dijawab dengan benar.
 Jika jawabannya ya, ayunkanlah bandul ini yang kencang berputar ke kanan searah jarum jam.
 Jika jawabannya tidak,
ayunkanlah bandul ini
yang kencang berputar ke kiri. 

   -  Apakah batu ini berkhodam ?
jika ya, tanya lagi :
   -  Apakah batu ini khodamnya dari jenis golongan putih ?
   -  Apakah batu ini khodamnya dari jenis golongan hitam ?
   -  Apakah batu ini khodamnya berenergi positif ?
   -  Apakah batu ini khodamnya berenergi negatif ?
      Kalau ya, tanya lagi
apa efek negatif energinya, apakah membuat mudah sakit, apakah membuat mudah
     
marah, apakah memberatkan kerejekian.
   -  Apakah ada resiko negatif kalau saya memiliki batu ini ?
      Kalau ya, tanya lagi resiko negatifnya itu apa, apakah membuat mudah sakit, apakah membuat mudah
      marah,
apakah memberatkan kerejekian, apakah ada yang akan menjadi tumbal, apakah akan disesatkan,
      apakah membahayakan keselamatan anda atau keluarga, apakah akan menyulitkan proses kematian.


   -  Apakah
batu ini khodamnya sejenis bangsa jin ?
   -  Apakah
batu ini khodamnya sejenis sukma manusia ?
   -  Apakah batu ini khodamnya sejenis dedemit ?
   -  Apakah batu ini khodamnya sejenis dhanyang ?
   -  Apakah batu ini khodamnya sejenis khodam mustika ?

   -  Apakah batu ini khodamnya adalah khodam aslinya ?
   -  Apakah batu ini khodamnya hanya satu ? 
   -  Apakah batu ini khodamnya kembar ? 
   -  Apakah batu ini khodamnya suami istri ? 
   -  Apakah
batu ini khodamnya akan menjadi khodam pendamping ? 
   -  Apakah batunya harus selalu dibawa / dipakai ?

   -  Apakah
batu ini sosok wujud khodamnya seperti manusia ? 
jika ya, tanya lagi :

   -  Apakah batu ini sosok khodamnya seperti laki-laki kekar bertelanjang dada ?
   -  Apakah
batu ini sosok khodamnya seperti laki-laki ksatria tinggi besar ?
   -  Apakah
batu ini sosok khodamnya seperti bapak-bapak berjubah ?
   -  Apakah
batu ini sosok khodamnya seperti ibu-ibu berkemben ?
   -  Apakah batu ini sosok khodamnya seperti perempuan bergaun putih ?

jika tidak seperti manusia, tanya lagi :
   -  Apakah
batu ini sosok khodamnya berbulu hitam tinggi besar ?
   -  Apakah batu ini sosok khodamnya seperti ular ?
   -  Apakah batu ini sosok khodamnya seperti naga ?
   -  Apakah batu ini sosok khodamnya seperti macan ?
   -  Apakah batu ini sosok khodamnya seperti raksasa ?

   -  Berapakah kekuatan
batu ini, apakah sampai 40 md?  60 md ?  70 md ?  80 md ?  ......

   -  Apakah batu ini bertuah untuk pengasihan ?
   -  Apakah
batu ini bertuah untuk kerejekian ?
   -  Apakah
batu ini bertuah untuk kewibawaan ?
   -  Apakah batu ini bertuah untuk kekuatan berkelahi ?
   -  Apakah
batu ini bertuah untuk penjagaan gaib ?
   -  Apakah
batu ini bertuah untuk membantu karir / kepangkatan ?
   -  Apakah
batu ini bertuah untuk junjung derajat ?
   -  Apakah
batu ini perlu dibacakan amalan gaib supaya tuahnya ampuh ?

   -  Apakah batu ini sesajinya minyak misik putih ?
   -  Apakah batu ini sesajinya minyak misik hitam ?
   -  Apakah batu ini sesajinya minyak melati ?
   -  Apakah batu ini sesajinya minyak jafaron ?
   -  Apakah batu ini sesajinya kopi panas ?
(Baca juga :
Sesaji).


Mengenai tuah, sebaiknya kita bisa membedakan antara tuah yang utama dengan tuah yang sifatnya adalah tuah tambahan atau tuah yang kita minta.

Misalnya saja ada sebuah keris yang tuah utamanya adalah untuk kerejekian.
Bila kita tanya apakah ia bertuah penjagaan gaib, mungkin akan dijawab ya. Artinya, walaupun tuah aslinya adalah untuk kerejekian, tapi ia juga bisa memberikan tuah penjagaan gaib (bila diminta). Tapi kita sendiri harus bisa membedakan antara tuahnya yang utama (kerejekian) dengan tuah lain yang bersifat tambahan (penjagaan gaib), karena tuah utamanya itulah yang nantinya akan dominan.

Jadi dalam tayuhan tentang tuahnya, dari sekian jenis tuah yang dijawab ya, kita harus menanyakan lagi mana tuahnya yang utama, apakah kerejekian, penjagaan gaib, dsb.

Mengenai tuah batu akik.
Umumnya khodam batu akik tidak keluar menjadi khodam pendamping.
Khodam batu akik umumnya tidak bertuah penjagaan gaib, karena khodamnya tetap berdiam di dalam batunya, lebih pasif daripada khodam yang keluar menjadi khodam pendamping. Umumnya tuahnya adalah untuk kekuatan badan ketika berkelahi (bila batunya dibawa / dipakai), bukan penjagaan gaib. Jadi bila ditayuh, bila ada tuah penjagaan gaib yang dijawab ya, mungkin maksudnya adalah tuah kekuatan / ketahanan badan terhadap serangan gaib, bukan tuah penjagaan gaib.


Baik tayuhan dengan ayunan keris atau dengan bandul, kita bisa juga bertanya tentang sedulur papat kita sendiri.

Contoh pertanyaan :
 - Berapakah kekuatan asli pancer saya ?   Apakah sampai 5 md, 10 md, 15 md, ...... dst.
 - Berapakah kekuatan asli sedulur papat saya ?  Apakah sampai 5 md, 10 md, 15 md, ...... dst.
 - Apakah sedulur papat saya sudah lengkap 4 ?
 - Apakah sedulur papat saya yang terpisah ada di bawah kekuasaan mahluk halus lain ?

(md dan KRK adalah satuan ukuran kekuatan gaib, silakan dibaca penjelasannya di : Kesaktian Mahluk Halus.

Bila masih ada kesalahan dalam menayuh kekuatan gaib,
untuk keakuratan tayuhan kekuatan mahluk halus sebaiknya anda hayati sosok-sosok halus yang dijadikan ukuran kekuatan di tulisan tersebut. Bila masih juga ada kesalahan dalam menayuh kekuatan gaib, lebih baik anda menggunakan benda-benda berkhodam sebagai bandulnya dan anda sebutkan dengan jelas istilah mustika merah delima (md) atau Ibu Ratu Kidul (KRK)).


Ketika kita sedang mengalami suatu sakit-penyakit, atau merasakan sesuatu yang tidak biasa dalam diri kita ataupun dalam keluarga kita, dengan teknik tayuhan kita bisa juga menanyakan jawabannya.

misalnya :

Kaki kanan saya terasa panas dan linu,
 - Apakah disitu ada sesuatu yang gaib ?
 - Kalau benar ada, seperti apa sosok gaibnya, apakah seperti ular ?  apakah seperti manusia ?
 - Apakah saya kesambet ?
 - Berapakah kekuatannya, a
pakah sampai 40 md, 50 md, 60 md, ... dst.

(Kalau benar anda kesambet, sebaiknya
anda langsung melakukan tindakan pembersihan gaib. Dicoba dulu di bagian sakitnya anda oleskan misik putih sambil meminta maaf karena anda tidak melihatnya. Mudah-mudahan ia mau melepaskan serangannya).

Punggung saya terasa panas,
 - Apakah disitu ada sesuatu yang gaib ?
 Kalau benar ada :
 - Seperti apa sosok gaibnya, apakah seperti manusia ? 
 - Apakah sosoknya hitam tinggi besar ?
 - Apakah saya kesambet ?
 - Apakah dia datang untuk mengganggu / menyerang ?
 - Apakah ada efek negatifnya kalau saya biarkan saja ?
 - Berapakah kekuatannya, apakah sampai 40 md, 50 md, 60 md, ... dst.
(Kalau benar anda kesambet, sebaiknya anda langsung melakukan tindakan pembersihan gaib. Dicoba dulu di bagian sakitnya anda oleskan misik putih sambil meminta maaf karena anda tidak melihatnya. Mudah-mudahan ia mau melepaskan serangannya).
 - Apakah dia datang untuk menjadi khodam pendamping ?
 - Apakah itu khodam saya ?
Kalau benar, tanyakan apa sesajinya, apakah minyak misik putih ?  minyak jafaron ?  kopi manis panas ?


Dengan tayuhan ayunan keris kita bisa juga mencaritahu apakah ada mahluk halus lain yang berdiam di dalam diri kita, apakah diri kita ketempatan mahluk halus.
misalnya :
- Apakah saya ada ketempelan mahluk halus ?
- Apakah di dalam tubuh saya ada mahluk halus lain ?
jika ya, tanya lagi :
- Apakah mahluk halus itu berdiam di kepala saya ?
- Apakah mahluk halus itu berdiam di dalam badan saya ?
- Apakah mahluk halus itu dari jenis bangsa jin ?
- Apakah mahluk halus itu dari jenis sukma manusia ?
- Apakah mahluk halus itu ada potensi negatifnya ?

Dengan cara-cara tayuhan anda bisa menanyakan secara detail tentang mahluk halusnya itu.
Dalam hal diri kita ketempatan mahluk halus, jika
mahluk halusnya itu adalah dari jenis selain sukma manusia, misalnya dari jenis bangsa jin, dedemit, dsb, baik ia golongan putih ataupun hitam, jawaban tayuhannya masih bisa diharapkan benar. Tetapi jika mahluk halusnya adalah sukma (arwah) manusia, kemungkinan besar jawaban tayuhannya akan sengaja disesatkannya. Karena itu dalam hal menayuh ini kita harus juga peka rasa dan tajam insting untuk tahu apakah tayuhan kita benar atau salah dan apakah tayuhan kita sudah disesatkan.
Tentang kasus ketempatan mahluk halus silakan dibaca pemahamannya dalam tulisan berjudul : Pengaruh Gaib Thd Manusia).


Cara menayuh no.2 dan 3 ini, yaitu menayuh dengan cara ayunan keris dan dengan menggunakan bandul, akan lebih efisien dan lebih praktis melakukannya daripada menayuh dengan cara mimpi, dan bisa dilakukan kapan saja, baik siang hari maupun malam.

Sesudah bisa menayuh dengan ayunan keris atau dengan bandul, sebaiknya kemudian kita berlatih menanyakan pertanyaan-pertanyaannya ke dalam diri kita, kepada batin / sukma kita sendiri, kepada pancer atau sedulur papat kita sendiri.

Paling baik adalah fokus kepada pancer kita sendiri,
sehingga nantinya yang akan menjawab / menggerakkan bandulnya adalah pancer kita sendiri. Tapi ada persyaratannya sendiri untuk kita bertanya langsung kepada pancer kita, yaitu pancer kita harus sudah bisa berperan sebagai roh, tidak lagi hanya berperan secara biologis saja. Dalam hal ini kita harus sudah cukup matang dalam latihan olah rasa untuk bisa membedakan pancer dan sedulur papat kita, karena antara kita kontak dengan pancer dan dengan sedulur papat rasanya akan berbeda.

Bertanya langsung kepada pancer kita sendiri sangat berguna dalam situasi ada penyesatan tayuhan.
Pancer (seharusnya) bisa menjawab dengan benar, karena pancer itu adalah kita sendiri (di bawah kendali kita sendiri).

Dengan cara di atas yang kita fokus bertanya kepada sukma kita sendiri kita bisa menayuh dengan menggunakan benda apapun sebagai bandul tayuhannya walaupun
kosong tidak berkhodam. Karena pertanyaan-pertanyaannya kita tujukan kepada diri kita sendiri, maka nantinya yang akan menjawab / menggerakkan bandulnya adalah sukma kita sendiri.

https://sites.google.com/site/thomchrists/Keris-Jawa-Spiritual-Kebatinan/menayuh-keris-ilmu-tayuh-keris/Bandul%20Cincin.JPG

Bandul Cincin.



Bagi anda yang
tidak mempunyai keris, untuk belajar menayuh tidak perlu anda membeli keris, karena anda bisa melakukan penayuhan dengan model bandul pendulum, dengan menggunakan benda apa saja yang bisa dijadikan bandul.

Untuk keperluan membuat bandulnya juga tidak perlu
anda membeli benda khusus seperti pendulum kristal, dsb. Cincin batu akik yang diikat tali / benang saja bisa digunakan, atau bisa juga menggunakan batu koral atau batu kali atau batu kecil lain yang diikat dengan benang atau tali tipis. Kalau punya tasbih, tasbih itu juga bisa dijadikan bandul tayuhan.

Menggunakan benda-benda tidak berkhodam seperti batu kali, biji kelereng, gagang kayu, dsb, sangat berguna untuk menghindari tayuhan kita disesatkan seandainya saja ternyata benda bandul kita berisi mahluk halus penyesat, terutama jenis sukma manusia. Kasus seperti ini sudah dialami oleh beberapa orang pembaca. Jadi tidak perlu kita mencari-cari benda khusus untuk dijadikan bandul tayuhan. Gunakan saja benda-benda biasa di sekitar kita yang tidak berkhodam.


Jika dalam melakukan tayuhan model bandul ini terasa bandulnya tidak mengayun mantap, coba saja bandulnya diganti dengan benda lain yang sedikit lebih berat, bisa juga dicoba menggunakan gagang kayu agak panjang.

Jika menayuh dengan ayunan keris atau dengan bandul di atas (cara 2 dan 3) keris dan bandulnya sudah mau bergerak menjawab, coba kemudian kita berikan pertanyaan-pertanyaan yang masing-masing jawabannya ya dan tidak, pertanyaannya bergantian, supaya kita bisa menilai apakah jawaban yang kita terima itu sudah akurat.

Lebih mudah dengan mencoba menanyakan jawaban atas jatidiri anda sendiri.
Berikan variasi pertanyaan yang jawabannya ya dan tidak.
Kalau jawaban tayuhannya benar sesuai aslinya jatidiri anda, mungkin tayuhan anda memang sudah benar.

Keakuratan dan respon dari keris / bandulnya sangat bergantung pada ditujukan kepada siapa pertanyaan tayuhan kita itu.

Kalau ditujukan kepada diri sendiri maka yang menggerakkan bandulnya adalah sukma kita sendiri.
Kalau ditujukan kepada bandulnya maka yang menggerakkan bandulnya adalah khodam dari bandulnya
Kalau ditujukan kepada kerisnya maka yang menggerakkan bandulnya adalah khodam dari kerisnya

Kalau ditujukan kepada bandulnya, kita fokus kepada bandulnya, tetapi bandulnya sendiri kosong tidak berkhodam, bisa jadi gerakannya akan mengambang tidak jelas.

https://sites.google.com/site/thomchrists/Keris-Jawa-Spiritual-Kebatinan/menayuh-keris-ilmu-tayuh-keris/Tasbih.JPG

Bandul Tasbih.

Lebih baik kalau kita membiasakan diri menujukan pertanyaannya kepada diri kita sendiri, ke dalam diri sendiri (paling baik kita fokus kepada pancer kita sendiri), sehingga nantinya yang menggerakkan bandulnya adalah sukma kita sendiri.

Kalau kita sudah biasa menujukan pertanyaan ke dalam diri sendiri, maka nantinya yang menggerakkan bandulnya adalah sukma kita sendiri, entah bandulnya berkhodam ataupun tidak.
Termasuk jika pertanyaannya ditujukan kepada bandulnya, kalau sudah biasa menujukan pertanyaan kepada diri sendiri maka nantinya yang menggerakkan bandulnya adalah sukma kita sendiri, bukan khodam bandulnya.

Dengan demikian, jika kita sudah terbiasa berinteraksi dengan sukma kita sendiri, karena yang menggerakkan bandulnya adalah sukma kita sendiri, bukan khodam benda gaibnya, maka kita akan bisa menggunakan benda apapun untuk dijadikan alat tayuhan, tidak harus benda berkhodam. Itu akan juga menjadi alat bantu sukma kita belajar mendeteksi dan menilai sesuatu yang gaib.




Cara 4  Menayuh Keris.

Cara sederhana menayuh keris bisa juga digunakan untuk memperbandingkan antara 2 buah keris. Cara ini
biasa digunakan untuk memperbandingkan 2 buah keris, mana yang lebih tua umurnya atau mana yang lebih sakti.

Caranya sebagai berikut :

Menayuh Keris 4



Ke 2 buah keris yang akan kita perbandingkan dengan hormat kita keluarkan dari sarungnya. Kemudian diletakkan melintang di atas pergelangan tangan kita, satu di kanan satu lagi di kiri, di atas sebuah meja datar. Masing-masing keris diposisikan ujungnya berhadapan, berdekatan, tidak bersentuhan.

Biasanya secara otomatis ujung keris yang lebih muda umurnya akan merendah, merunduk, menghormat kepada yang lebih tua. Karena itu perintahkan /
sugesti- kan supaya ke 2 keris itu netral, dan bisa melintang berhadapan dengan ketinggian ujung keris yang sama.



Setelah ke 2 keris itu bisa diam dan
bisa melintang dengan ketinggian ujung keris yang sama, kita sampaikan pertanyaan kita, misalnya :

 - mana dari ke 2 keris ini yang umurnya lebih tua ? 
atau,
 - mana dari ke 2 keris ini yang lebih sakti ?  atau,
 - mana dari ke 2 keris ini, sesuai tuahnya masing-masing, yang lebih banyak memberikan tuahnya kepada
   saya pemiliknya ?












Maka kemudian salah satu dari ujung keris-keris itu akan merendah, dan
ujung keris yang satunya akan meninggi. Itulah jawabannya. Artinya, sebagai jawabannya, keris yang lebih muda umurnya atau yang lebih lemah, akan merunduk menghormat kepada keris yang lebih tua umurnya atau yang lebih kuat.





Cara 5  Menayuh Keris.

Cara ke 5 ini merupakan kombinasi dan kelanjutan cara menayuh sesudah kita menguasai cara-cara tayuhan sebelumnya di atas dan sesudah bisa melatih kepekaan rasa dan kontak rasa dengan kerisnya.

Cara ke 5 menayuh keris ini sangat mudah dilakukan, dengan syarat anda sudah bisa berkontak rasa / batin dengan sosok-sosok gaib keris, bandul, ataupun dengan sukma anda sendiri dan sesudah dengan cara itu anda bisa dengan benar mendapatkan jawaban tayuhannya. Syarat lainnya adalah anda cukup bisa peka rasa untuk merasakan dan mengikuti arah gerakan yang diprakarsai oleh keris, batu akik, atau sukma anda sendiri sebagai bentuk jawabannya atas pertanyaan-pertanyaan anda.

Cara ke 5 menayuh ini latihannya dilakukan dengan memegang bendanya melintang di depan dada, siku tangan ditekuk dengan posisi dekat dengan tubuh, posisi kepalan tangan yang memegang keris kira-kira setengah jengkal dari dada, atau lebih dekat lagi.

Cara menayuh 5 ini bisa digunakan untuk menayuh keris, batu akik atau benda apapun yang bisa digenggam.
Jika anda memegang keris, maka kerisnya dipegang dengan posisi berdiri di arah depan dada.
Jika anda memegang batu akik, maka batu akiknya digenggam di dalam kepalan tangan di arah depan dada.

Contoh:
 Saya ingin bertanya, tolong dijawab dengan benar.
 Jika jawabannya ya, gerakkan tangan saya mendekat ke dada.
 Jika jawabannya tidak,
gerakkan tangan saya menjauh dari dada.
Selanjutnya silakan anda sampaikan pertanyaan-pertanyaan anda, misalnya seperti contoh-contoh pertanyaan di atas.

Atas setiap pertanyaan anda di atas, tangan anda yang memegang keris atau batu akik :
 - bila jawabannya  ya,  maka
tangan anda akan digerakkan mendekat ke dada anda.
 - bila jawabannya  tidak, maka
tangan anda akan digerakkan menjauh dari dada anda ke arah depan anda.


Cara ke 5 menayuh keris ini sangat mudah dilakukan, dengan syarat anda sudah bisa peka rasa dan sudah bisa berkontak rasa / batin dengan gaib isi keris, akik, bandul, ataupun dengan sukma anda sendiri, dan sesudah dengan cara itu anda bisa dengan benar mendapatkan jawaban tayuhannya. Syarat lainnya adalah anda cukup bisa peka rasa untuk merasakan dan mengikuti arah gerakan yang diprakarsai oleh keris, batu akik, atau sukma anda sendiri, sebagai bentuk jawabannya atas pertanyaan-pertanyaan anda.

Syarat anda cukup bisa peka rasa untuk merasakan dan mengikuti arah gerakan yang diprakarsai oleh keris, batu akik, atau sukma anda sendiri, sebagai bentuk jawabannya atas pertanyaan-pertanyaan anda, adalah syarat mutlak yang anda harus mampu memenuhinya, karena dorongan rasa untuk menggerakkan tangan anda itu sangat halus hampir tak terasa. Karena itu sebaiknya anda benar-benar mampu peka rasa, kendorkan pikiran.

Setelah anda cukup mahir melakukannya, anda bisa meningkatkan kemampuan tayuhan anda itu dengan tangan anda tidak menggenggam benda apapun, dan pertanyaannya disampaikan ke dalam hati anda sendiri, ke dalam diri sendiri, kepada batin dan sukma anda sendiri, sehingga yang akan menjawab dan menggerakkan tangan anda mendekat atau menjauh adalah sukma anda sendiri dilakukan sambil kontak rasa / batin dengan keris / akik yang menjadi subyek tayuhannya.

Syarat anda bisa kontak rasa dengan sukma anda sendiri dan cukup bisa peka rasa untuk merasakan dan mengikuti arah gerakan yang diprakarsai oleh sukma anda sendiri sebagai bentuk jawabannya atas pertanyaan-pertanyaan anda adalah syarat mutlak yang anda harus mampu memenuhinya. Dorongan rasa untuk menggerakkan tangan anda itu sangat halus hampir tak terasa, sehingga anda benar-benar harus mampu fokus batin untuk bisa peka rasa.

Dengan demikian bila anda sudah menguasai cara tayuhan 5 ini,
dengan bantuan gerakan tangan, maka anda akan bisa menayuh dimanapun kapanpun tanpa orang lain tahu bahwa anda sedang menayuh. Ini akan menjadi cara menayuh yang praktis ketika kita sedang berada di sebuah pameran keris, di toko keris dsb, karena di pameran atau di toko keris itu sungkan rasanya untuk kita menayuh satu per satu keris dengan bandul atau dengan ayunan keris dan tidak mungkin kita menayuh dengan cara mimpi. Dengan cara tayuhan ini anda akan bisa menayuhnya baik dengan cara memegang kerisnya ataupun dengan hanya mengepalkan tangan saja dengan cara anda fokus rasa kepada keris yang dituju.

Dan dengan teknik tayuhan ini, sejalan dengan kepekaan anda pada kontak rasa dan batin, anda juga akan bisa mendapatkan informasi lainnya tentang kerisnya yang tidak sebatas hanya pada jawaban ya dan tidak saja, berupa ilham yang mengalir di pikiran anda.



______



 Penjelasan Tambahan


Inti dari ilmu menayuh adalah menyampaikan komunikasi manusia kepada sesuatu yang gaib untuk mendapatkan jawaban / informasi tentang sesuatu hal dari gaib yang bersangkutan
(dalam hal menayuh keris, berarti si manusia berkomunikasi dengan gaib si keris). Ilmu menayuh ini dapat juga dilakukan kepada sosok gaib dari benda-benda lain selain keris, seperti kepada isi gaib dari batu cincin dan mustika, khodam pendamping atau kepada mahluk gaib lain di rumah kita. Jika pertanyaannya tentang khodam pendamping atau kepada mahluk gaib lain di rumah kita, maka pertanyaannya harus ditujukan langsung kepada khodamnya / mahluk halusnya itu.

Cara-cara menayuh keris di atas adalah cara-cara menayuh keris yang sederhana dan praktis, tetapi benar, bukan tipuan. Selama melakukan tayuhan itu usahakan untuk kita bisa menetralkan hati dan pikiran, menerima jawaban si keris apa adanya. Jika dalam usaha berkomunikasi itu anda belum bisa menggerakkan keris dan bandul seperti contoh di atas, mungkin sugesti anda tidak sampai kepada si keris. Jika itu yang terjadi maka anda harus melatih fokus rasa kepada si keris / bandulnya supaya sugesti anda benar sampai kepadanya. Kalau perlu ucapan anda itu disampaikan sambil anda berbicara, supaya lebih pasti bahwa sambat anda sampai kepada yang dituju.

Dalam menyampaikan sugesti di atas kita lakukan di dalam hati, tetapi ditujukan kepada si keris, bukan sekedar berkata-kata di dalam hati. Kalau sugesti anda tidak sampai, maka jika anda meminta si keris datang ke dalam mimpi anda, bisa dipastikan bahwa anda tidak akan mendapatkan mimpi jawaban dari si keris, karena sugesti komunikasi anda tidak sampai kepada si keris.

Beberapa panduan dasar untuk latihan menayuh menggunakan ayunan keris atau bandul :

1. Jari-jari tangan menghadap ke bawah, tidak ke atas. Siku tangan posisinya dekat dengan badan, dan tidak
    bertumpu / menempel di meja.


2. Kepada siapa pertanyaan tayuhannya ditujukan harus jelas, jangan mengambang, karena pertanyaan
    tayuhannya harus disampaikan kepadanya dan darinya juga jawabannya akan kita terima. Harus jelas
    apakah pertanyaannya akan disampaikan kepada roh pancer kita sendiri, apakah kepada sedulur papat kita,
    apakah kepada khodam kerisnya / bandulnya, dsb. Pertanyaan tayuhannya harus diarahkan kepadanya
    sambil kita juga fokus kepada objek yang ditayuh. Fokus dengan rasa, kontak rasa, jangan dengan pikiran.

    Untuk keperluan latihan sebaiknya anda menanyakan jawaban tayuhan anda langsung kepada khodam dari
    benda objek tayuhannya. Kalau dirasakan ada kesulitan barulah anda tanyakan jawabannya kepada khodam
    lain yang bukan khodam dari objek yang ditayuh, bisa khodam keris / bandul atau kepada roh pancer / sedulur
    papat anda (sebagai alat kontrol / pembanding).

3. Untuk latihan awal sebaiknya kita uji tayuhan kita dengan menayuh diri kita sendiri, pertanyaan-pertanyaan
    yang diajukan adalah tentang jati diri kita sendiri, seperti jenis kelamin, nama-nama teman yang khusus,
    nama sekolah kita dulu, apa saja ijazah / gelar yang kita miliki, nama anak-anak kita, nama istri / suami,
    nama orang tua, dsb. Ajukan pertanyaan yang benar dan salah sehingga jawaban tayuhannya juga ya dan
    tidak. Ini berguna untuk kita menilai sendiri apakah tayuhan kita benar atau salah.

    Kalau dirasa ada tayuhan yang salah, ada jawaban tayuhannya yang tidak benar, berarti kita harus
    mencaritahu penyebabnya apa yang membuatnya tidak benar. Dengan demikian kita harus lebih dulu
    mengkoreksi tayuhan kita sendiri sampai tayuhan kita benar, barulah bisa diharapkan tayuhan kita terhadap
    objek tayuhan yang lain juga benar. Ini juga berguna untuk kontrol kita dalam hal kita mendeteksi adanya
    pihak yang menyesatkan tayuhan kita.


Cara menayuh yang cukup mudah adalah menggunakan ayunan bandul pendulum dengan bertanya ke dalam batin kita sendiri, sehingga nantinya yang menggerakkan bandul itu adalah batin kita sendiri. Dengan cara ini kita akan bisa melakukan tayuhan setiap saat dan bisa menggunakan bermacam-macam benda untuk dijadikan alat bantu tayuhan, dan bendanya tidak harus berkhodam. Sebaiknya cara ini dipelajari untuk memudahkan anda mencaritahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan anda, termasuk untuk mencaritahu kebenaran dari pernyataan dan perkataan orang lain (termasuk kebenaran isi dari tulisan-tulisan Penulis), walaupun kebenaran yang anda dapatkan itu bersifat relatif, karena jawabannya adalah pendapat versi batin anda sendiri atau pendapat versi khodam benda gaibnya. Apapun jawabannya, anda sendiri yang harus menilai benar-tidaknya.

Yang utama harus kita cermati
adalah apakah jawaban dari tayuhan kita itu adalah jawaban asli dari tayuhan kita, ataukah ada pengaruh lain yang membelokkan jawaban tayuhannya. Sesudahnya barulah kita analisa lagi kebenarannya sesuai konteks pertanyaannya.

Bila kita sudah menguasai teknik-teknik tayuhan di atas dengan benar, maka atas satu objek yang sama, jika kita menayuhnya dengan berbagai teknik tayuhan, atau tayuhannya dikombinasikan
dengan berbagai macam variasi teknik tayuhan, hasil tayuhannya akan memberikan kesimpulan yang sama. Jika masih ada yang berbeda hasilnya antara teknik yang satu dengan yang lainnya, maka harus dipelajari lagi apa yang membuatnya berbeda, mungkin ada tayuhan kita yang tidak akurat, atau ada persepsi pengertian kita yang keliru yang tidak sejalan dengan persepsi pengertian benda / khodam yang kita tayuh, atau bisa juga ada alat tayuhan kita yang disusupi gaib penyesat.

Sebaiknya kita bisa menguasai penayuhan sebagai kemampuan pribadi kita sendiri, sehingga nantinya tidak perlu lagi kita bergantung kepada orang lain (juga tidak perlu lagi bergantung kepada Penulis), dan tidak terombang-ambing dengan adanya pandangan orang lain yang berbeda. Kalau ada perbedaan dengan tayuhan orang lain, maka kita akan bisa membedakan mana tayuhan yang benar, dan bisa dicari penyebabnya apa yang membuatnya berbeda.


Dari pengalaman Penulis pribadi cara menayuh yang terasa sekali kontak batin dan rasa dengan kerisnya adalah menayuh dengan ayunan keris, dengan dua jari menjepit dekat bagian ujung kerisnya. Bahkan beberapa kali atas tayuhan keris-keris milik orang lain yang sebelumnya pemiliknya itu tidak memperhatikan kerisnya, tidak yakin akan keampuhan dan manfaatnya sehingga kerisnya itu disepelekannya, dalam tayuhan itu Penulis ditantang oleh kerisnya itu sendiri untuk Penulis menunjukkan kehebatan keris itu kepada sang pemilik.

Dalam tayuhan-tayuhan itu Penulis mendapatkan tarikan rasa untuk memberdirikan kerisnya di lantai atau di atas meja kaca tanpa sandaran apapun dengan bagian tajamnya di bawah. Dan memang setelah kerisnya diberdirikan keris itu bisa berdiri tanpa sandaran apapun
di lantai atau di atas meja dengan bagian tajamnya di bawah. Dengan cara itu keris itu sudah menunjukkan bahwa walaupun ia disepelekan, tetapi sebenarnya ia adalah benda gaib yang istimewa, karena belum tentu ada keris lain yang dikatakan orang ampuh bisa dengan seketika diberdirikan tanpa sandaran apapun. Sayang sekali karena sifatnya spontan maka kejadian-kejadiannya tidak sempat difoto.

Tetapi karena banyak keris yang bilahnya mengandung warangan beracun, maka Penulis menganjurkan supaya para pembaca tidak menayuh keris dengan memegang bilah kerisnya. Lebih baik menayuh dengan bandul saja atau dengan cara tayuhan no.5.



Menayuh bisa dilakukan kapan saja, tergantung mood-nya
Menayuh tidak harus dengan menggunakan benda berkhodam, karena yang menggerakkannya bisa juga adalah batin / sukma kita sendiri.
Kuncinya adalah pada rasa, penyatuan rasa
dengan bandulnya, dalam bentuk kita menyalurkan rasa melalui tangan mengalir ke bandulnya. Kalau sudah pernah berhasil sekali, nantinya kita akan tahu bahwa menggerakkan bandulnya harus dengan kontak rasa. Nantinya menayuh dengan benda apa saja bisa, dengan batu kali atau  gagang kayu juga bisa.

Jika masih mengalami kesulitan, coba saja menggunakan benda lain yang agak berat. Setelah bandulnya digerakkan mengayun maju mundur, kemudian dengan sepenuh rasa  (bukan sepenuh hati, tapi sepenuh rasa) bendanya diperintahkan berputar ke kanan. Kita jangan hanya sekedar menunggu bendanya berputar ke kanan, tapi
dengan rasa kita coba menggerakkan ayunannya ke kanan (bukan menggunakan tangan untuk menggerakkan bandulnya ke kanan, tapi dengan rasa). Kalau masih juga mengalami kesulitan mungkin anda perlu belajar olah rasa (baca : Olah Rasa Dan Kebatinan).

Kalau sudah pernah berhasil, sudah bisa merasakan penyatuan rasa
dengan bandulnya, nantinya dengan penyatuan rasa itu tidak perlu kita menggerakkannya ke kanan, bandulnya yang akan bergerak sendiri ke kanan.

Sesudah bisa menayuh dengan ayunan dan bandul (no.2 dan 3), selanjutnya akan lebih efisien dan efektif jika dalam menayuh itu kita bertanya ke dalam batin kita sendiri. Caranya, sambil kita juga menyalurkan / menekan rasa melalui tangan kepada bandul tersebut untuk memudahkan gerakannya, kita menanyakan jawabannya kepada batin kita sendiri. Dengan cara ini nantinya yang menggerakkan ayunan bandulnya adalah sukma kita sendiri. Dengan cara ini kita melatih kepekaan rasa dalam menayuh, bukan sekedar kita menunggu jawaban ayunan dari bandul itu. Karena yang menggerakkan bandulnya adalah sukma kita sendiri, maka jika pun bandulnya kosong tidak berisi gaib, tidak berkhodam, bandulnya akan tetap mengayun mantap. Dengan cara ini kita bisa menayuh dengan menggunakan benda-benda apapun, walaupun bendanya tidak berkhodam.

Teknik menayuh dengan ayunan keris dan bandul baik sekali untuk latihan kita menyampaikan sugesti batin kita keluar, supaya bukan hanya berputar-putar saja di dalam alam pikiran kita sendiri, tetapi supaya kita bisa menyampaikannya keluar. Juga baik untuk kita melatih Olah Rasa.


Menayuh bisa dilakukan untuk bermacam-macam keperluan, dari bertanya untuk mengetahui kecocokkan keris dengan kita, apa sesaji yang diminta, kerisnya perlu dijamas atau tidak, atau informasi lainnya tentang kerisnya, juga bisa digunakan untuk bertanya tentang segala sesuatu yang lain dalam kehidupan kita yang kira-kira si keris tahu jawabannya. Usahakan supaya kita sendiri kreatif dalam menciptakan ide-ide pertanyaan.

Jika kita sudah bisa melakukan cara-cara menayuh di atas,
terutama cara 2 dan 3, yaitu menayuh dengan ayunan keris atau menggunakan bandul, jika kita ingin membeli sebuah benda gaib / jimat / keris, sebelum membelinya kita bisa menayuhnya lebih dulu, yaitu dengan melihat fotonya. Menayuh lewat foto tinggal anda tunjukkan saja foto bendanya, kemudian anda tanyakan segala sesuatunya.

Apabila kita sudah melakukan tayuhan cara 1 di atas, yaitu menayuh lewat mimpi, dan kita sudah diberikan mimpi tayuhannya, sebaiknya cara 2 dan 3, yaitu menayuh dengan ayunan keris atau bandul digunakan untuk menindaklanjuti tayuhannya, yaitu untuk menanyakan langsung kepada gaib kerisnya tentang arti mimpinya.

Orang lain, termasuk Penulis, belum tentu bisa menterjemahkan arti mimpi seseorang, karena yang paling tahu tentang arti mimpi itu adalah pihak yang memberikan mimpi itu. Karena itu jika kita diberikan mimpi tertentu, atau kira-kira mimpinya berhubungan dengan gaib, sebaiknya kita menanyakan langsung arti mimpinya kepada sosok gaib yang memberikan mimpi tersebut. Dalam hubungannya dengan mimpi tayuhan keris, sebaiknya kita tanyakan langsung kepada gaib kerisnya tentang arti mimpi yang diberikannya kepada kita.


Menayuh dengan cara-cara di atas bisa dilakukan untuk bermacam-macam keperluan, dari bertanya untuk mengetahui kecocokkan keris dengan kita, apa sesaji yang diminta, kerisnya perlu dijamas atau tidak, atau informasi lainnya tentang kerisnya, juga bisa digunakan untuk bertanya tentang segala sesuatu yang lain dalam kehidupan kita yang kira-kira si keris tahu jawabannya. Usahakan supaya kita sendiri kreatif dalam menciptakan ide-ide pertanyaan.

Jika kita sudah bisa melakukan cara-cara menayuh di atas,
terutama cara 2 dan 3, yaitu menayuh dengan ayunan keris atau menggunakan bandul, jika kita ingin membeli sebuah benda gaib / jimat / keris, sebelum membelinya kita bisa menayuhnya lebih dulu, yaitu dengan melihat fotonya. Menayuh lewat foto tinggal anda tunjukkan saja foto bendanya, kemudian anda tanyakan segala sesuatunya.

Apabila kita sudah melakukan tayuhan cara 1 di atas, yaitu menayuh lewat mimpi, dan kita sudah diberikan mimpi tayuhannya, sebaiknya cara 2 dan 3, yaitu menayuh dengan ayunan keris atau bandul digunakan untuk menindaklanjuti tayuhannya, yaitu untuk menanyakan langsung kepada gaib kerisnya tentang arti mimpinya.

Orang lain, termasuk Penulis, belum tentu bisa menterjemahkan arti mimpi seseorang, karena yang paling tahu tentang arti mimpi itu adalah pihak yang memberikan mimpi itu. Karena itu jika kita diberikan mimpi tertentu, atau kira-kira mimpinya berhubungan dengan gaib, sebaiknya kita menanyakan langsung arti mimpinya kepada sosok gaib yang memberikan mimpi tersebut. Dalam hubungannya dengan mimpi tayuhan keris, sebaiknya kita tanyakan langsung kepada gaib kerisnya tentang arti mimpi yang diberikannya kepada kita.


Cara menayuh 1, 2 dan 3 bisa dikombinasikan untuk kita memberikan sugesti perintah kepada si keris, yaitu cara menayuh 2 dan 3 digunakan untuk bertanya, kemudian dengan cara 1, dengan cara menempelkan kerisnya ke dahi, atau dengan cara bendanya digenggam untuk jenis benda gaib lain, kita menyampaikan sugesti perintah kepada si gaib keris atau khodam benda gaib lain sebagai tindak lanjut dari jawaban pertanyaan menayuh 2 dan 3 sebelumnya.

Misalnya cara menayuh 2 dan 3 digunakan untuk menanyakan hal-hal tertentu dalam kehidupan kita, kemudian dilanjutkan dengan cara
menempelkan kerisnya ke dahi atau dengan menggenggam bendanya kita memberi perintah tertentu :
 - apakah di rumah kita ada mahluk gaib yang bersifat tidak baik / mengganggu (kalau ada, minta tolong
   supaya
dibersihkan atau minta diberitahu cara membersihkannya).
 - apakah saat ini ada anggota keluarga kita yang sedang diganggu mahluk halus (kalau ada, minta tolong
   supaya dibersihkan atau minta diberitahu cara membersihkannya).
 - bila ada anggota keluarga yang sedang sakit, minta tolong supaya disembuhkan atau minta diberitahu
   obatnya.
 - apakah kita mempunyai musuh dalam selimut di lingkungan rumah atau di kantor.
 - bila kita mempunyai suatu masalah kita bisa meminta supaya ditunjukkan jalan keluarnya.
 - bila keris itu bertuah untuk kerejekian, mintalah supaya keris itu memberikan aura yang baik untuk
   kerejekian
kepada kita dan masing-masing anggota keluarga kita.
 - bila keris itu bertuah untuk penjagaan gaib, mintalah supaya keris itu memberikan pagaran gaib dengan
   aura yang baik
(aura yang tidak berlawanan dengan kerejekian dan kesehatan) untuk masing-masing
   anggota keluarga dan untuk seluruh bagian rumah (termasuk halamannya) dan mintalah bantuan penjagaan
   gaibnya sehari-hari dan minta juga peringatan jika akan ada suatu kejadian buruk.

 - bila anda sudah menjamas keris anda, tanyakanlah apakah keris itu merasa cocok dengan jamasannya,
   dan apakah mau dijamas di tempat itu lagi.
 - apakah di halaman atau di lingkungan rumah anda ada sumber mata air yang belum tampak keluar airnya
   (jika ada, usahakan dicari titik lokasinya).



Ada pertanyaan :
Apakah tayuhan dan kontak rasa itu jadi satu ataukah terpisah ?
Bagaimana cara mengontrolnya,
Maksudnya misalkan ketika saya menayuh bertanya terhadap sukma / sedulur papat saya tentang si A apakah otomatis akan ada kontak rasa dengan A ?
Terima kasih

Jawab :
Kontak rasanya kepada subyek tempat anda bertanya, sekalian ditunjukkan objeknya yg anda tanyakan.
thanks


tanya :
 - Berapa kali yang dianggap banyaknya batasan penayuhan ?
 - Apakah sosok yang muncul pada penayuhan dianggap sebagai tuah ?
 - Jika sosok tersebut bukan tuah, apakah memungkinkan untuk mengisi tuah yang berlawanan dengan
   karakter sosok tersebut ?

Jawab :
Tidak ada batasan dalam menayuh keris, yang penting adalah apa yang anda lakukan itu pantas, dan jangan menunjukkan sikap yang tidak pantas, misalnya jangan menunjukkan sikap anda tidak percaya kepada jawaban si keris.
Kalau ada yang anda ragu-ragu, sebaiknya dicaritahu sendiri penyebabnya, mungkin ada cara anda yang masih belum tepat, tetapi jangan menunjukkan sikap tidak percaya kepada kerisnya.

Sosok yang muncul pada mimpi tayuhan bukanlah tuah, tetapi adalah gambaran sosok gaib yang berdiam di dalam kerisnya. Sosok gaib itulah yang memberikan tuah / manfaat keris. Tapi gambaran di dalam mimpi bisa juga adalah perlambang dari tuahnya. Dalam penayuhan berikutnya dengan ayunan keris atau bandul nantinya ditanyakan juga apa detail tuahnya.

Sosok gaib yang muncul di dalam mimpi tayuhan kita biasanya adalah sosok-sosok perlambang saja, bukan gambaran sosok asli khodamnya. Jadi jangan menganggap sosok yang tergambar di dalam mimpi adalah sosok wujud aslinya.
Dalam penayuhannya nantinya ditanyakan juga seperti apa sosok asli khodamnya (lebih baik ditambah dengan kepekaan rasa untuk "menangkap" gambaran sosoknya di dalam benak kita).


tanya :
Nuwun kangmas..
Kemarin saya coba tayuh keris dengan cara memegang keris di ujung bilahnya, ternyata berhasil.
Apakah memang iya kangmas.. ?
dan saya coba juga dengan akik saya berhasil juga (model pendulum).
Tolong yakinkan saya...


Jawab :
Saya belum tahu pasti apakah anda benar sudah berhasil tayuhannya.
Sebaiknya anda coba uji dgn menanyakan jawaban atas jatidiri anda sendiri.
Berikan variasi pertanyaan yang jawabannya ya dan tidak.
Kalau jawaban tayuhannya benar sesuai aslinya jatidiri anda, mungkin tayuhan anda memang sudah benar.
terima kasih


tanya :
Kenapa tayuhan saya sering tidak akurat kalau digunakan untuk mencari barang hilang, atau untuk mencaritahu informasi tentang orang lain, dsb.

Jawab :
Kebanyakan tayuhan memang tidak bisa digunakan untuk menayuh dunia nyata manusia, karena sebenarnya itu termasuk sesuatu yg tidak patut dilakukan (tidak patut - bisa salah guna), sehingga tayuhannya akan dibelokkan, tapi saya tidak tahu siapa yg membelokkan.
thanks


Menayuh itu kan sama saja kita menanyakan pandangan pihak lain tentang sesuatu, selebihnya tinggal kita nalar
sendiri kebenarannya, jangan semuanya diyakini mentah2 sebagai benar.
Cukuplah dijadikan masukan, sesudahnya kita buktikan sendiri kebenarannya.
Apalagi untuk tayuhan kejadian2 yg akan datang, jangan semuanya dianggap benar,
seandainya pun jawabannya sekarang benar, kejadian di masa depan masih bisa berubah.
Tinggal kita buktikan saja apakah kejadiannya itu akan benar terjadi begitu, apakah sama dgn hasil tayuhan kita.
Dengan berbuat begitu kita sudah menggunakan kesadaran kita yg tertinggi untuk bersikap kritis, tidak asal berpegang atau mengumbar informasi sesaat yg belum tentu benar.



Untuk menambah pemahaman dan menambah kematangan penayuhan kita, berikut ini diberikan sedikit masukan dalam proses penayuhan.

Karena ada selisih / perbedaan sikap berpikir kita dengan orang lain dan dengan mereka yang di alam halus, sebaiknya kita menyikapi itu dengan melakukan tayuhan yang detail dan tegas dan menyeluruh sampai tuntas.

Jika dalam suatu tayuhan kita meminta / menyuruh suatu perbuatan tertentu kepada keris misalnya, sebaiknya kita tanyakan lagi / konfirmasi ulang kepada keris yang kita perintah, sesudahnya juga kita tanyakan kepada sukma kita sendiri apakah perintah itu sudah dikerjakan dan apakah sudah berhasil dikerjakan.

Misalnya :

1. Setelah dalam suatu tayuhan kita mendapatkan jawaban bahwa di rumah kita berdiam suatu sosok gaib yang negatif dan kita ingin meminta keris kita itu untuk mengusirnya, tanyakan kepadanya apakah ia sanggup untuk mengusirnya. Jika sanggup, barulah kemudian kita memintanya untuk mengusirnya (tanyakan juga apakah perlu dibantu oleh pusaka / khodam kita yang lain. Jika pekerjaannya cukup berat mungkin memang perlu sekaligus semua khodam / benda gaib kita diperintahkan melakukan pembersihan gaib bersama-sama).

Beberapa saat sesudahnya kita tanyakan lagi kepadanya apakah pengusiran itu sudah dilaksanakan.
Jika tidak, jika katanya belum dilaksanakan, kita bisa meminta ulang untuk ia laksanakan.
Jika iya, jika katanya benar sudah ia laksanakan, ditanyakan lagi apakah berhasil ?
Jika berhasil, selebihnya kita tanyakan lagi apakah di rumah kita masih ada sesuatu yang lain yang perlu dibersihkan.
Kalau katanya masih ada, maka kita bisa memintanya untuk membersihkan yang kurang baik itu dan proses tayuhan di atas diulangi lagi.
Kalau katanya sudah tidak ada, sudah bersih, selebihnya tinggal dengan kepekaan rasa kita mendeteksi apakah benar yang kurang baik itu sudah tidak ada.

2. Sesudah mendapatkan jawaban tuntas dari si keris, kita tanyakan lagi kepada sukma / sedulur papat kita, apakah benar sekarang ini rumah kita sudah "bersih" ?
Kalau katanya sudah bersih, selebihnya tinggal dengan kepekaan rasa kita mendeteksi apakah benar yang kurang baik itu sudah tidak ada.




  Menayuh dan Berinteraksi

Di bawah ini diasumsikan kita menggunakan keris.
Cara tayuhan ini bisa juga dengan bandul lain, tergantung kemampuan adaptasi dan kontak rasa kita.

Dengan cara menayuh keris ini kita juga bisa mencaritahu apakah diri kita berkhodam, atau apakah kita ada didampingi oleh sesosok sukma leluhur kita.

Pada awalnya
kita bisa sampaikan kepada kerisnya untuk mendeteksi apakah benar ada sesosok gaib yang mendampingi kita, apakah diri kita berkhodam atau ada didampingi oleh sukma leluhur.
Misalnya :
 - Apakah saya berkhodam ?
 - Apakah saya didampingi oleh sesosok gaib ?
jika ya, tanya lagi :
 - Apakah di sebelah kanan saya ?
 - Apakah di belakang saya ?
 - Apakah itu khodam keris ?
 - Apakah itu khodam jin ?
 - Apakah itu dari jenis sukma manusia ?
 - Apakah itu sukma leluhur saya sendiri ?

Jika jawabannya adalah benar diri kita berkhodam, tetapi itu bukan sukma leluhur, kita bisa melanjutkannya dengan pertanyaan yang serupa seperti kita menayuh isi gaib batu akik atau keris.

Jika jawabannya adalah sukma leluhur, kita bisa melanjutkannya dengan pertanyaan :
 -  Apakah ia laki-laki ?
 -  Apakah
ia bapak-bapak ?
 -  Apakah
ia ibu-ibu ?
 -  Apakah
ia perempuan muda ?
 -  Apakah ia sendiri saja ?
 -  Apakah suami istri ?

Sesudahnya kita bisa mencoba berinteraksi bertanya jawab dengan gaib pendamping kita itu dengan perantaraan kerisnya, kita meminta tolong kepada kerisnya untuk disampaikan pertanyaan-pertanyaan kita kepada khodam atau leluhur kita itu,
sedangkan jawaban dari khodam atau leluhur kita itu tetap berupa gerakan ayunan keris.

Tetapi jika kita sudah bisa dan sudah biasa menayuh, kita bisa bertanya dengan fokus batin langsung kepada
khodam atau leluhur kita itu. Misalnya kita sudah tahu posisinya di sebelah kanan kita, atau di sebelah belakang kita, maka fokus batin kita ditujukan untuk bertanya langsung kepada sosok khodam atau leluhur di kanan atau di belakang kita itu, sedangkan jawaban dari khodam atau leluhur kita tetap berupa gerakan ayunan keris.

Misalnya khodam kita itu ada di sebelah kanan kita, sambil fokus menayuh kita juga kontak rasa dengan sosok gaib di sebelah kanan kita itu :

 - Eyang, apakah kontak saya sampai kepada
Eyang ?

Jika belum ada jawaban, mungkin kontak tayuhan kita belum sampai kepadanya. Berarti kita harus menambah kuat kontak rasa kita kepadanya sampai kita tersambung dengannya.

Jika dirasakan masih ada kesulitan dalam kita berkontak langsung dengan gaibnya, mungkin kita perlu latihan olah rasa seperti contoh di tulisan berjudul Olah Rasa Dan Kebatinan untuk belajar membuka rasa pada kegaiban, supaya kita bisa juga berinteraksi dengan leluhur dan khodam kita.

Jika kontak tayuhan kita sudah sampai kepadanya, sudah ada konfirmasi bahwa kita tersambung dengannya, kemudian kita bisa bertanya jawab lebih lanjut dengannya, misalnya :
 - Apakah anda adalah bangsa jin ?

 - Apakah anda adalah wahyu keris jawa ?
 - Apakah anda adalah sukma leluhur saya ?
 - Apakah anda adalah laki-laki ?
Jika ya :
 - Apakah anda bersosok laki-laki ksatria ?
 - Apakah anda bersosok bapak-bapak ?
 - Apakah anda bersosok kakek-kakek ?
 - Ki, saya ingin kenalan lewat mimpi, apakah anda mau masuk ke dalam mimpi saya nanti malam ?

Jika bukan laki-laki :
 - Apakah anda adalah perempuan ?

 - Apakah anda bersosok ibu-ibu ?
 - Apakah anda bersosok nenek-nenek ?
 - Apakah anda bersosok perempuan muda ?
 - Nyi, saya ingin kenalan lewat mimpi, apakah anda mau masuk ke dalam mimpi saya nanti malam ?

Selebihnya kita bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan lain yang kita ingin tahu jawabannya. Diperlukan kreativitas kita dalam menciptakan pertanyaan untuk mengarahkan pengetahuan kita.

Cara menayuh itu bisa ditingkatkan dengan olah rasa untuk belajar kontak rasa dan batin
langsung dengan khodam atau leluhur kita itu. Dengan cara ini fokus batin kita ditujukan untuk bertanya langsung kepada sosok khodam atau leluhur di kanan atau di belakang kita itu, dan untuk menangkap jawaban dari khodam atau leluhur kita itu kita juga berusaha untuk peka rasa, sehingga jawaban dari khodam atau leluhur selain tetap berupa gerakan ayunan keris, juga bisa kita tangkap dengan rasa, berupa ide dan ilham yang mengalir dalam pikiran kita, sehingga jawaban yang bisa kita tangkap menjadi lebih lengkap, misalnya jawaban tentang namanya, asal-usul mereka, pesan-pesannya, dsb.




 Contoh Sugesti Untuk Mengoptimalkan Fungsi Keris :

Setelah keris dikeluarkan dari sarungnya, keris diangkat tegak ke atas kepala di depan wajah, dan sambil menunduk keris tersebut disentuhkan ke dahi. Dalam posisi itu kita berkata-kata kepada si keris (berkata-kata di dalam hati, tetapi ditujukan kepada si keris) :

 - Dampingilah keseharian saya, pancarkan aura yang baik supaya dagangan saya laris banyak pembelinya.
 - Dampingilah keseharian saya, pancarkan aura yang baik supaya teman-teman sekerja, atasan dan
   bawahan,
semua orang suka dan bersahabat dengan saya, supaya urusan sosial dan pekerjaan saya
   menjadi lebih baik.

 - Dampingilah keseharian saya, usir dan jauhkan orang-orang dan mahluk halus yang berniat mengganggu
   dan bersikap
jahat kepada saya.
 - Lindungilah rumah saya dan para penghuninya dari gaib-gaib dan energi negatif dan yang mengganggu,
   berikanlah pagaran / perisai gaib yang melindungi saya dan semua anggota keluarga saya dan
berikanlah
   pagaran gaib yang melindungi
rumah saya dan halamannya. Jadikanlah pagaran gaib itu beraura baik untuk
   kerejekian, kesehatan dan hubungan sosial kami.
   Pindahkan gaib-gaib tidak baik ke tempat yang jauh dari permukiman supaya tidak mengganggu manusia.
   Beritahukan juga hasilnya kepada saya lewat mimpi.


Jika anda mengsugestikan pusaka atau benda-benda gaib lain anda untuk perlindungan gaib, sebaiknya sugesti perintahnya jangan hanya untuk melindungi / menjaga anda, tetapi juga diperintahkan untuk mengusir semua yang bersifat negatif dan yang berpotensi menjadi gangguan bagi anda dan keluarga. Lebih baik lagi jika kepada kerisnya anda juga minta dibuatkan pagaran gaib.

Contoh sugesti penyatuan dengan gaib keris sesuai manfaat tuahnya masing-masing selengkapnya silakan dibaca di tulisan berjudul : Mengoptimalkan-Fungsi-Keris-1  dan  Mengoptimalkan Fungsi Keris 3.


Contoh sugesti untuk usaha pembersihan gaib silakan dibaca di : Pembersihan Gaib 2  dan  Pembersihan Gaib 3.


Harap diperhatikan, semua sosok gaib, termasuk yang berdiam di dalam sebuah keris, mustika ataupun jimat, seringkali tidak mau keberadaan atau jati dirinya diketahui oleh manusia. Mereka sendiri masing-masing memiliki nama, tetapi nama mereka dan juga sosok mereka seperti apa, tidak ingin diketahui oleh manusia. Mereka juga tidak mempermasalahkan keris, mustika atau jimat itu diberi nama atau sebutan apa, sepanjang nama dan sebutan itu tidak bersifat merendahkan. Para empu keris juga biasanya tidak memberi nama pada keris-keris buatannya. Pemberian nama keris biasanya dilakukan oleh manusia pemiliknya untuk melakukan pembedaan antara keris yang satu dengan keris yang lain.

Terjadi demikian karena pada umumnya para mahluk gaib secara alami memang keberadaan dan jati dirinya tidak ingin diketahui oleh manusia, dan sosok gaib di dalam sebuah keris, jimat atau mustika tidak lagi berdiri sendiri-sendiri, tetapi sudah menjadi satu kesatuan dengan benda gaibnya. Diharapkan manusia pemiliknya akan memiliki keris atau benda-benda gaib tersebut secara utuh beserta kegaiban di dalamnya, tidak perlu menyebutkan nama atau membayangkan sosok gaibnya seperti apa. Dengan demikian sebaiknya kita juga tidak memaksakan diri untuk mencaritahu nama dan sosok gaibnya seperti apa, untuk menghargai mereka. Cukup kita menyebutkan nama keris, mustika, atau nama jimatnya saja, bukan nama sosok gaibnya. Yang paling penting adalah rasa penyatuan kita sendiri dengan keris, mustika atau jimat kita itu (keyakinan sugesti).

Untuk jenis keris dan tombak atau pusaka lain, seperti itulah yang diinginkan oleh sosok gaib keris / tombak. Mereka ingin kita memandang mereka sebagai sesuatu yang menyatu dengan keris dan tombaknya. Jadi diharapkan kalau kita care dengan mereka, kita juga care dengan benda gaibnya dan merawatnya, bukan sekedar menginginkan tuahnya saja dan memperlakukannya seperti benda jimat atau seperti khodam ilmu yang selalu dipanggil-panggil khodamnya. Jadi kalau kita ingin menayuh atau ingin memberikan sugesti, jika keris atau tombaknya berada di dekat kita, sebaiknya dilakukan sambil dipegang bendanya, atau jika bendanya berada jauh dari kita, misalnya kita sedang berada di suatu tempat sedangkan kerisnya ditinggal di rumah, maka cukup kita sampaikan sugesti sambil kita fokus batin kepada fisik kerisnya di rumah, bukan memanggil-manggil nama sosok gaibnya untuk datang kepada kita. Atau jika anda tahu khodamnya sudah mendampingi anda, misalnya di sebelah kanan anda, cukup anda menyampaikan sugesti langsung kepada sosok gaib di sebelah kanan anda itu.

Keris (atau benda-benda gaib lain) dan khodamnya adalah satu kesatuan yang tidak boleh dianggap terpisah.
Secara kebatinan dalam mengsugesti keris
(atau benda-benda gaib lain) tidak perlu (dan tidak harus) anda menyebut nama khodamnya, walaupun anda tahu nama khodamnya dan khodamnya sudah mendampingi anda.

Jika suatu saat anda membutuhkan bantuan kegaiban keris-keris anda (atau benda-benda gaib lain) atau anda ingin memberikan sugesti, dalam mengsugestikan keris-keris anda cukup dilakukan dengan memegang kerisnya saja. Atau seandainya pun anda sedang berada di suatu tempat dan keris anda ditinggal di rumah, anda tetap dapat berinteraksi dan menyampaikan sugesti sambil memfokuskan batin kepada fisik kerisnya di rumah, dan panggil saja : Kerisku .....
Atau jika anda sudah bisa merasakan keberadaan khodamnya yang mendampingi anda di sebelah kanan, juga tidak perlu anda menyebutkan namanya, cukup sampaikan saja sugesti anda kepada sosok gaib di sebelah kanan anda itu, panggil saja Ki, Nyi, Mbah, Eyang, dsb.


Dalam keilmuan ilmu gaib dan ilmu khodam, yang keilmuannya berdasarkan amalan gaib dan mantra, dalam mewirid atau mengucapkan mantranya memang seringkali nama khodamnya disebut / dipanggil, supaya lebih kuat sugestinya. Cara itu hanya baik untuk jenis khodam pendamping khusus yang adalah khodam ilmu, yang hanya akan bertindak jika diberikan perintah khusus (setelah amalan ilmunya dibacakan).

Tetapi untuk jenis khodam pendamping yang bukan khodam ilmu, biasanya mereka siap setiap saat bertindak sesuai jenis tuahnya masing-masing dan sesuai situasi yang dihadapi walaupun tidak dipanggil namanya dan tidak dibacakan amalan gaib, apalagi jika sudah ada kesatuan batin antara orangnya dengan khodamnya. Untuk khodam lain yang bukan khodam ilmu, cara mengucapkan mantra atau memanggil nama khodamnya itu dapat juga menimbulkan efek samping lain. Kalau sudah biasa dipanggil / disebut namanya nantinya khodamnya akan menjadi pasif, tidak akan bertindak sendiri, hanya akan bertindak kalau namanya disebut atau sesudah amalannya dibacakan.


Mungkin itu terjadi juga pada kita. Kalau sudah terbiasa nama kita dipanggil / disebut, nantinya kita akan menjadi pasif, tidak mau datang atau bertindak kalau kita tidak dipanggil dan tidak diperintah secara khusus.

Jika hubungan batin kita sudah baik, maka tidak perlu mereka kita sambati, mereka akan bertindak sendiri.


Seperti yang sudah Penulis tuliskan tentang filosofi tujuan pembuatan keris dan filosofi tentang tuah keris, sebuah keris diciptakan untuk menjadi pendamping manusia pemiliknya dan kegaibannya sudah disesuaikan dengan manusia itu. Dengan demikian keris itu akan aktif berinteraksi dengan kebatinan si manusia, dan si manusia juga aktif menyatukan sugesti kebatinannya dengan kerisnya, karena mereka meyakini bahwa kerisnya itu bukanlah sekedar sebuah senjata / pusaka, tetapi juga adalah tanda diturunkannya restu Tuhan (Dewa) untuk mereka. Dan itu tetap berlaku walaupun mereka bukanlah manusia pertama yang menjadi pemilik keris.

Dengan demikian tanpa perlu disuruh-suruh, apalagi dengan amalan gaib, kerisnya itu akan aktif mengikuti sugesti kebatinan si manusia, dan si manusia juga tahu bagaimana menyatukan kebatinan dirinya dengan kerisnya sehingga kegaiban keris itu menyatu dengan dirinya dan mampu melipatgandakan kemampuan dan keberhasilannya dalam banyak perbuatan.

Dalam hal ini dibutuhkan adanya kesatuan kebatinan antara si manusia dengan keris-kerisnya.
Kondisinya sama dengan manusia
yang mampu menyatu berinteraksi batin dengan roh sedulur papatnya, sehingga sedulur papatnya itu akan aktif berinteraksi dengan kebatinannya dan akan aktif menjadi pelindungnya mengikuti sugesti pancernya untuk mengusir roh-roh gaib negatif dan serangan gaib dan aktif membantu keberhasilan dari semua usaha dan perbuatan si manusia dalam hidupnya.

Kondisinya sudah jauh berbeda dengan jaman sekarang
yang keris hanya dijadikan koleksi pusaka yang hanya diharapkan tuahnya saja, yang orangnya sudah tidak ada kesatuan kebatinan dengan keris-kerisnya, sehingga keris-kerisnya itu menjadi pasif, yang akan bergerak bertindak hanya sesudah diperintahkan untuk bertindak.


Ada juga pertanyaan tentang bagaimana cara yang mudah untuk berinteraksi dengan khodam benda gaib.
Jawaban singkat ini pada dasarnya berlaku juga untuk khodam pendamping, dilakukan tanpa perlu menyebut / memanggil nama khodamnya, sbb :
  1. Untuk memberi perintah / sugesti, anda bisa lakukan dengan cara anda genggam bendanya dan sampaikan perintah anda (atau amalan gaibnya) kepada bendanya seolah-olah dia adalah manusia.
  2. Untuk bertanya-jawab / berkomunikasi, anda bisa lakukan dengan cara menggenggam bendanya dan dengan kontak rasa anda sampaikan pertanyaan-pertanyaan anda kepadanya seolah-olah dia adalah manusia, dan dengan kepekaan rasa "dengarkan" jawabannya yang berupa ilham yang mengalir dalam pikiran anda.

 Tips dalam mengsugesti khodam untuk pagaran gaib :

Tulisan di bawah ini dikhususkan dalam hal kita membuat pagaran gaib dengan bantuan khodam.

Cara-cara sugesti di atas bisa digunakan untuk mengsugesti pembuatan pagaran gaib. Semua jenis khodam dan benda-benda gaib, selain dari jenis sukma manusia, dapat disugestikan untuk memberikan pagaran gaib. Pagaran gaib yang dimaksud disini adalah sebentuk energi untuk pagaran gaib, bukan memasangkan khodam untuk penjagaan gaib.

Semua benda gaib yang kegaibannya berasal dari sesosok mahluk halus yang berdiam di dalamnya (khodam), terutama yang berfungsi untuk penjagaan gaib / keselamatan, kekuatan dan wibawa, kegaibannya dapat juga disugestikan untuk membantu dalam hal lain, misalnya diminta menyembuhkan anggota keluarga yang sedang sakit (sakit biasa maupun sakit karena guna-guna, pelet atau santet), diminta membuatkan pagaran gaib untuk rumah dan orang-orang penghuninya, diminta membersihkan rumah dari keberadaan gaib-gaib negatif atau untuk pembersihan gaib, membantu menjaga keteduhan rumah dan ketentraman keluarga, membantu melariskan dagangan, dsb.

Sebelum membuat pagaran gaib sebaiknya sebelumnya kita melakukan upaya pembersihan gaib dulu, jangan sampai sesuatu yang akan kita pagari itu ternyata di dalamnya sudah bersemayam "sesuatu yang tidak baik".
"Sesuatu yang tidak baik" itu harus dibersihkan lebih dulu, jangan sampai ia semakin nyaman bersemayam disana karena kita pagari.

Jika anda menggunakan khodam pusaka atau benda gaib lain atau khodam pendamping untuk membuat pagaran gaib sebaiknya ada pemahaman sbb : gunakanlah khodam atau benda gaib yang kekuatan gaibnya paling tinggi. Kekuatan tertinggi pagaran gaib yang bisa dibuatnya adalah sebatas kekuatan gaib si khodam, tetapi sebaiknya disugestikan supaya kekuatan pagarannya hanya setengahnya saja dari kekuatannya yang tertinggi, dan disugestikan energinya bersifat teduh, baik untuk kesehatan dan kerejekian / pergaulan, bisa juga energi pagarannya dimintakan beraura pengasihan atau kewibawaan jika anda menginginkannya begitu.


Kekuatan pagaran gaib
yang hanya setengah kekuatannya itu penggunaannya sbb :
1. Pagaran gaib untuk manusia, disugestikan
supaya kekuatan pagaran yang hanya setengah itu kuat tak dapat
    ditembus oleh mahluk
halus yang bertujuan tidak baik.
2. Pagaran gaib untuk rumah, bangunan atau benda-benda lain, disugestikan
supaya energi pagarannya bersifat
    positif, hanya untuk menolak energi negatif dan mahluk halus
yang dari golongan hitam, yaitu yang berenergi
    negatif dan
yang bertendensi / berpengaruh negatif. Karakteristik mahluk halus dari golongan hitam dan yang
    berenergi negatif terhadap manusia dapat dibaca di :  Penggolongan Mahluk Halus.


Pagaran gaib untuk rumah disugestikan supaya energi pagarannya bersifat positif, hanya untuk menolak
yang golongan hitam, yang berenergi negatif dan yang bertendensi / berpengaruh negatif. Jadi mahluk halus yang bersifat baik dan tidak berpengaruh negatif akan tetap bisa masuk atau lewat. Jadi khodam-khodam anda yang lain, khodam cincin, jimat, keris, atau khodam teman-teman anda, roh sedulur papat, sukma leluhur, dsb, yang kekuatannya lebih rendah daripada pagarannya tetap bisa masuk ke dalam rumah, selama tidak termasuk dalam kriteria yang harus ditolak.

Pagaran gaib untuk manusia, walaupun kekuatannya hanya setengahnya, tetapi harus kuat
supaya tak dapat ditembus mahluk halus yang bertujuan tidak baik. Sehingga walaupun di rumahnya atau di manapun dia berada ada banyak sosok-sosok halus, ia akan tetap aman, selama tidak ada yang bisa menembus pagarannya.

Uraian di atas didasarkan pada pemahaman sbb :

- Kondisi lemahnya pertahanan gaib seseorang dpt memudahkan mahluk halus mana saja untuk menyerang,
  merasuk, menempel atau bersemayam di tubuh seseorang.
- Adanya pagaran gaib dapat membantu menjaga keselamatan dari gangguan gaib.
- Tetapi semakin tingginya kegaiban (termasuk pagaran gaib) yang ada pada sebuah rumah, bangunan atau lokasi
  tertentu atau pada diri seseorang, juga dapat mengundang datangnya sosok-sosok halus yang lebih tinggi
  kekuatannya daripada kekuatan pagarannya,
yang tidak jelas apakah yang datang itu bersifat baik atau tidak.

Jadi adanya energi pagaran gaib, selain berfungsi untuk melindungi,
juga dapat mendatangkan resiko negatif, yaitu akan dapat mengundang datangnya sosok-sosok halus untuk bersemayam di dalamnya. Jadi kalau kekuatan pagaran gaib yang kita buat hanya setengah kekuatannya, seandainya ada datang sosok halus yang lebih kuat daripada pagarannya, dan dicurigai berpengaruh negatif, diharapkan kekuatan gaib yang tertinggi bisa digunakan untuk mengusirnya.

Kalau dalam membuat pagaran gaibnya sudah digunakan kekuatan
yang tertinggi, jika ada sesosok halus yang datang, yang lebih kuat daripada pagarannya, kita tidak akan dapat berbuat apa-apa, karena kekuatan tertinggi yang sudah kita gunakan ternyata ada yang mampu menembusnya.

Mudah-mudahan pemahaman di atas dapat menambah kebijaksanaan spiritual
kita.

Benda-benda gaib anda yang bisa untuk kekebalan (bisa dites untuk kekebalan) sebaiknya jangan disugestikan untuk memberikan tuah / fungsi lain, supaya tuah kekebalannya tidak berubah / luntur.
Begitu juga benda-benda gaib anda yang lain, yang tuahnya bersifat khusus dan tuahnya juga sudah bagus, misalnya yang khusus untuk pengasihan / kerejekian,
sebaiknya jangan disugestikan untuk memberikan tuah / fungsi lain, supaya tuah khususnya itu tidak berubah / luntur.

Sebagai catatan tambahan, jika anda ingin mengupayakan laku pembersihan gaib, anda bisa mengkombinasikan cara-cara pembersihan gaib seperti contoh-contoh yang sudah dituliskan dalam halaman-halaman bertemakan Pembersihan Gaib.

Jika anda ingin melakukan suatu laku ritual untuk mencoba mencari kesembuhan dan upaya pembersihan gaib, anda bisa datang ke tempat-tempat mistis seperti yang dicontohkan dalam tulisan berjudul Tempat-tempat Mistis  karena aura positifnya dan para penghuni gaibnya akan menjauhkan mahluk halus yang beraura dan bertendensi negatif.



  Latihan Olah Rasa dan Batin Dalam Menayuh Keris


Jika sebelumnya kita sudah mempelajari perkerisan dari sisi bentuk fisiknya, misalnya dari tulisan-tulisan di internet atau dari buku teori perkerisan tentang bentuk dapur dan pamor keris, mungkin itu akan membantu, walaupun akan membingungkan juga bila kita lupa teorinya, atau menemukan jenis-jenis keris yang tidak persis sama dengan teori di buku perkerisan, apalagi bila menemukan keris-keris yang ragamnya tidak semuanya persis sama dengan yang ada di buku perkerisan.

Jika kita sudah memiliki keris dan ingin menayuhnya untuk mengetahui bentuk tuah dan sifat karakter gaibnya, mungkin tidak menjadi masalah, karena kita bisa melakukannya sendiri kapan saja sambil kita belajar teori perkerisan. Tetapi itu akan menjadi masalah bila kita datang ke pedagang keris untuk membeli sebuah keris, atau ketika kita datang ke sebuah pameran tosan aji. Di tempat pedagang atau di pameran itu mungkin kita akan sungkan untuk menayuh dengan model ayunan, dan tidak mungkin menayuh dengan cara mimpi, apalagi disitu ada
tersedia banyak keris yang untuk melihatnya atau menayuhnya harus dipilih satu per satu.

Menilai sebuah keris dari bentuk fisiknya saja mungkin bisa untuk menilai jenis tuahnya, tetapi tidak bisa untuk menilai karakter gaib kerisnya karena
itu hanya bisa diketahui dengan kepekaan rasa. Karena itu selain teori bentuk fisik keris, perlu juga kita melatih kepekaan rasa dan kontak batin, supaya kapan pun dan dimana pun kita berada kita tetap bisa menilai sisi gaib dari masing-masing keris yang kita jumpai.

Bila kita sudah bisa melakukan tayuhan dengan cara ke 2 atau ke 3 di atas dan sudah terbiasa melakukannya, maka cara-cara menayuh itu bisa ditingkatkan untuk melatih kepekaan rasa dan batin.

Berikut ini disajikan cara-cara praktis melatih kepekaan rasa untuk bisa langsung berinteraksi dengan isi gaib keris seperti yang dilakukan oleh orang-orang spiritualis dan paranormal. Kalau anda bisa menguasainya berarti nantinya anda bisa juga berpraktek sebagai seorang spiritualis / paranormal.

Latihan  olah rasa  dengan cara menayuh keris dilakukan dengan 4 tahapan sebagai berikut :

1. Lakukanlah cara-cara menayuh keris nomor
2 atau 3 di atas.
Bila kita sudah bisa melakukan tayuhan dengan cara ke 2 atau ke 3 di atas dan sudah terbiasa melakukannya, maka cara-cara menayuh itu bisa ditingkatkan untuk melatih kepekaan rasa dan batin, untuk melatih kontak rasa dan batin, dengan cara menemukan rasa di dada apakah jawabannya ya atau tidak, sebelum keris atau pendulum itu bergerak menjawab. Pada tahapan ini kita bukan hanya memperhatikan jawaban berupa bergeraknya keris atau pendulum, tetapi juga memperhatikan rasa di dada (kontak rasa), apakah jawabannya ya atau tidak, sebelum keris atau pendulum itu bergerak menjawab.

Lakukan penayuhan dan biasakan bersikap netral supaya gerakan jawaban si keris adalah asli jawaban si keris.
Selama melakukan penayuhan itu usahakan untuk menyatukan rasa dan hati dengan si keris, dan perhatikan rasa di dada (kontak rasa di dada), apakah jawabannya ya atau tidak, sebelum keris atau pendulum itu bergerak menjawab. Lakukan beberapa kali penayuhan sampai kita bisa dan terbiasa merasakan rasa di dada sebelum keris atau pendulum itu bergerak menjawab.

Sesudah kita bisa mendapatkan rasa di dada tentang jawabannya sebelum keris atau pendulum itu bergerak menjawab, maka untuk tahapan selanjutnya kita dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada keris tanpa harus memegangnya, dan kita juga tidak lagi memerlukan pendulum, karena 'rasa'  dari jawabannya akan bisa kita ketahui dalam hati dengan rasa di dada, tanpa harus memegangnya. Karena itu latihlah terus cara menayuh ini dengan menyatukan hati dan memperhatikan rasa di dada, apakah jawabannya ya atau tidak, sebelum keris atau pendulum itu bergerak menjawab.


2. Bila
kita sudah bisa mendapatkan rasa di dada tentang jawabannya sebelum keris atau pendulum itu bergerak menjawab, maka kita sudah bisa masuk ke tahap ke 2 ini.

Pada tahapan ini kita mengsugesti diri untuk bertanya kepada si keris, kontak rasa dan batin
tanpa memegang / menyentuhnya, menayuh secara imajiner. Sugestikan dengan rasa bahwa anda terhubung dengan si keris (bayangkan seolah-olah anda memegang kerisnya), ajukan pertanyaan dalam hati tetapi ditujukan kepada si keris (kontak rasa), dan perhatikan rasa jawabannya di hati kita, apakah jawabannya ya atau tidak.

Cara di atas, sambil merasakan rasa di dada, bisa juga dilakukan sambil membayangkan seolah-olah anda memegang kerisnya, bayangkan dan perhatikan arah ayunan jawaban si keris di benak anda. Usahakan untuk tidak mengedepankan pikiran, tetapi satukan rasa dengan kerisnya.

Setelah bisa dan terbiasa dengan cara ini biasanya juga akan ada rasa lain (seperti ilham) mengenai informasi-informasi lain tentang si keris, misalnya tentang apa tuahnya,
sosok wujud gaibnya, kecocokkannya dengan pemiliknya, dsb.


3. Setelah bisa mendapatkan jawaban tayuhan dari sebuah keris tanpa kita memegang / menyentuhnya, pada tahapan ini kita tingkatkan kualitas kemampuan kita itu, yaitu selain mempertajam kepekaan rasa tentang jawaban si keris apakah ya atau tidak, juga mempertajam kepekaan rasa untuk mendapatkan informasi lain tentang si keris dalam bentuk bisikan gaib seperti mengalirnya ilham dalam pikiran kita, misalnya tentang apa tuahnya, kecocokkannya dengan seseorang, dsb  (berdiam diri hening sejenak untuk mendengarkan bisikan / jawaban gaib dalam bentuk ilham yang mengalir dalam benak kita).

Setelah anda cukup mahir dengan cara di atas, yaitu menayuh dengan tanpa memegang kerisnya dan tanpa menggunakan pendulum, dan anda bisa merasakan rasa jawabannya dan rasa lain seperti ilham yang mengalir, maka anda akan dapat menilai karakter sebuah keris hanya dengan melihatnya saja dari jauh, atau hanya melihat fotonya saja, atau dengan membayangkan sendiri, membayangkan sebuah keris yang sudah pernah anda lihat sebelumnya
, dengan mengsugesti diri untuk kontak batin dengan kerisnya. Anda akan dapat menilai, apakah keris tersebut cocok dengan seseorang, hawanya bersifat panas atau teduh, apa kegunaan tuahnya, dsb.


4. Pada tahapan ini kita tingkatkan kualitas kemampuan kita di atas, yaitu selain mempertajam kepekaan rasa tentang jawaban si keris apakah ya atau tidak, apa tuahnya, bagaimana kecocokkannya dengan seseorang, dsb, juga mempertajam kepekaan rasa untuk mendapatkan informasi tentang seperti apa wujud sosok gaibnya  (melalui ilham dan gambaran gaib yang mengalir dalam benak kita) dan belajar berkomunikasi langsung dengan sosok gaibnya itu. Usahakan untuk tidak mengedepankan pikiran, tetapi satukan rasa dengan kerisnya.

Sambil menayuh secara imajiner itu, jika gambaran sosok gaib si keris sudah didapatkan, walaupun samar, fokuskan batin kita kepada sosok gaibnya itu untuk mempertajam penglihatan batin kita. Usahakan untuk bisa lama berkonsentrasi batin kepada sosok gaibnya itu (jangan fokus dengan pikiran, tapi dengan rasa dan batin). Sambil kita memfokuskan batin kepada sosok gaibnya itu ulangi pertanyaan-pertanyaan kita mengenai keris itu, apa saja tuahnya, bagaimana kecocokkannya dengan pemiliknya, kapan keris itu dibuat, dsb, kepada sosok gaibnya itu.

Dengan cara ini selain kita belajar melihat gaib secara batin, kita belajar juga berkomunikasi dengan gaib, belajar menyampaikan komunikasi dan belajar
juga "mendengar" secara kontak batin jawaban komunikasi dari sosok gaibnya itu berupa rasa dan ilham yang mengalir dalam benak kita. Lakukanlah dengan hormat.

Dalam usaha mendapatkan gambaran gaib tentang sosok gaib di atas, sebelum gambaran sosoknya muncul terbayang, usahakan untuk kita tidak membayang-bayangkan sosoknya, jangan berilusi, tetapi satukan rasa dengan kerisnya, sampai sosok gaibnya
tergambar dengan sendirinya. Sesudah kita mendapatkan gambaran sosok gaibnya barulah kita fokuskan batin kepada sosok gaibnya itu. Jadi sesudah sosoknya jelas tergambar, barulah kemudian kita beralih fokus kepada sosok gaibnya tersebut, bukan lagi kepada kerisnya.


____



Olah laku dan olah rasa di atas yang berkenaan dengan pendeteksian atau komunikasi dengan sesuatu yang gaib disebut juga tayuhan. Jika anda masih kesulitan dalam mendapatkan hasil dari olah laku di atas, mungkin bentuk lakunya yang berupa tatacara bermeditasi terasa agak formal, terasa agak kaku, anda bisa mencoba cara lain, yaitu dengan cara yang rileks santai.

Misalnya sambil anda menggenggam batu akik berkhodam milik anda, anda duduk santai bersandar, atau tiduran.
Kendorkan pikiran anda. Jangan keras berpikir. Anda buka kepekaan rasa dan batin. Anda coba kontak rasa dengan "isi" batu akik anda. Kalau berhasil, nantinya akan ada kontak batin berupa tanya jawab seperti aliran ilham yang mengalir di pikiran anda. Mudah-mudahan nantinya bisa juga terbayang sosok wujud gaibnya. Bila  anda tertidur, mudah-mudahan anda akan bertemu dengan "isi" akik anda di dalam mimpi. Bila cara itu dilakukan terhadap keris anda, posisikan keris anda agak jauh dari badan anda, supaya bila anda tertidur, kerisnya tidak ketindihan badan anda.

Memang tidak semua orang bisa mudah melihat mahluk halus.
Kalau anda ingin belajar bisa melihat mahluk halus, anda harus membuka kepekaan rasa, jangan berkeras pada kerasnya berpikir, karena itu bisa menumpulkan kepekaan rasa.

Dalam semua laku kebatinan dan spiritual kita harus mengedepankan rasa batin, bukan pikiran. Karena itu dalam proses latihan di atas kita harus mengedepankan batin, bukan pikiran. Biarkan ilham dan gambaran gaib mengalir sampai tuntas di pikiran kita. Jika dalam kondisi itu kita beralih menggunakan pikiran, maka kemudian aliran kontak batin itu akan terputus, sehingga terpaksa kita harus mengulang lagi dari awal.
Kalau semuanya sudah dapat dimengerti dengan rasa dan batin, barulah kemudian dinalar dengan pikiran.


____



Melihat gaib atau berkomunikasi dengan sesosok gaib biasanya dilakukan dengan cara kita masuk ke dalam "frekwensi gaib", atau secara sadar kita masuk ke alam bawah sadar (mengambang seperti sedang melamun). Implisit dalam uraian di atas, latihan di atas adalah ditujukan untuk itu. Karena itu jika kita sudah bisa masuk ke dalam frekwensi gaib itu, atau mengambang seperti sedang melamun, janganlah kemudian beralih menggunakan pikiran, jangan berpikir atau berkata-kata dengan pikiran, sampaikan semua pertanyaan seperti orang yang sedang melamun, semuanya dilakukan secara imajiner. Biarkan semua ilham mengalir sampai selesai, jangan terputus karena kita berpikir.

Untuk menayuh keris, jika anda memegang kerisnya, akan lebih baik kalau anda menyalurkan energi di tangan untuk merasakan persentuhan dengan energi kerisnya. Dengan cara itu biasanya kemudian akan ada kontak rasa dan akan terbayang sosok gaibnya seperti apa, termasuk tuah dan kekuatannya. Begitu juga untuk menayuh benda-benda gaib lain.

Untuk menayuh keris melalui fotonya, akan lebih baik jika dilakukan dengan cara sambil membayangkan keris aslinya kita menyalurkan energi di tangan kepada keris di dalam fotonya untuk bersentuhan dengan energi keris aslinya, biasanya kemudian akan ada kontak rasa dan akan terbayang sosok gaibnya seperti apa, termasuk tuah dan kekuatannya. Begitu juga kalau melihat foto orang atau foto lokasi tertentu, cara di atas dilakukan sambil membayangkan orangnya, atau lokasi aslinya, bukan sekedar memperhatikan fotonya. Jika kontak rasa kita benar, pada fotonya itu kita juga akan bisa merasakan setruman halus atau rasa panas / dingin di telapak tangan atau di ujung-ujung jari kita sama seperti kita bersentuhan dengan keris aslinya. Rasanya akan berbeda ketika kita fokus kepada posisi lain di dalam fotonya yang tidak tepat pada posisi kerisnya.

Bila anda cukup mahir dengan cara-cara olah rasa
di atas, dan berhasil menguasainya, berarti anda sudah melatih kepekaan dan ketajaman rasa batin, dan bila dengan cara-cara di atas anda juga dapat mengetahui wujud sosok gaibnya  (dengan ilham dan gambaran gaib yang mengalir di dalam pikiran anda), berarti anda sudah memasuki tahapan cara melihat gaib dengan batin. Latihlah itu sampai mahir dan matang. Setelah anda mahir dengan semuanya itu, intuisi anda akan tajam dalam banyak hal. Anda juga akan bisa berlaku seperti layaknya seorang konsultan keris.

Cara-cara latihan di atas juga akan melatih
rasa kepekaan dan ketajaman batin kita dalam banyak hal, termasuk juga menjadi salah satu cara untuk belajar "mendengarkan" pikiran orang lain.


____



Faktor terbesar yang menjadi penghalang pencapaian keberhasilan dari suatu laku meditasi dan tayuhan adalah adanya khodam dan mahluk halus di dalam kepala atau di dalam badan yang keberadaan mereka itu sering sekali memberikan bisikan gaib dan penglihatan yang bersifat fiktif, ilusi dan halusinasi.

Karena itu jika anda sadar diri anda berkhodam sebaiknya sebelum melakukan tayuhan anda sampaikan kepada khodam-khodam anda itu dan semua mahluk halus yang bersama anda supaya jangan memberikan gambaran dan bisikan gaib apapun yang tidak sejalan dengan aslinya. Perintahkan supaya mereka mengikuti saja jalan pikiran anda.

Sesudah diperintahkan begitu mudah-mudahan semua gaib yang bersama anda tidak akan memberikan halusinasi kepada anda, tetapi gaib yang di dalam badan / kepala, terutama yang jenisnya adalah sukma (arwah) manusia, kemungkinannya akan tetap memberikan halusinasi, karena sudah watak dasarnya menipu dan menyesatkan. Karena itu atas adanya jenis sukma di dalam tubuh manusia Penulis menganjurkan untuk diisolasi dan dikeluarkan saja. Selebihnya tinggal anda sendiri untuk kritis membedakan mana yang nyata dan mana yang fiktif / ilusi, jangan sampai terbawa mengikuti yang sifatnya fiktif / menipu.
Usahakan untuk belajar bisa fokus kepada sedulur papat kita sendiri dalam hal inspirasi, ide dan ilham dan gambaran gaib, jangan kepada yang lain.



Perhatian :

Inti dari ilmu menayuh adalah menyampaikan komunikasi manusia kepada sesuatu yang gaib untuk mendapatkan jawaban / informasi tentang sesuatu hal dari gaib yang bersangkutan. Dalam hal menayuh keris, berarti si manusia berkomunikasi dengan gaib si keris.

Dengan demikian yang disebut menayuh itu adalah
usaha untuk mendapatkan jawaban / informasi tentang sesuatu hal gaib. Caranya sendiri bisa dilakukan dengan banyak macam cara, dengan menanyakannya langsung kepada gaib yang bersangkutan dengan olah rasa / kontak rasa untuk berkomuniksi dengan gaib, maupun dengan cara-cara bantuan lewat mimpi, atau dengan ayunan keris / bandul.

Jadi kalau di dalam jawaban pertanyaan dari anda atau pembaca yang lain Penulis ada menganjurkan supaya anda atau pembaca ybs melakukan tayuhan, berarti anda atau pembaca itu bisa melakukan tayuhannya dengan cara berkomunikasi langsung dengan gaibnya, menayuh lewat mimpi, atau menayuh dengan cara ayunan keris / bandul, tergantung cara apa yang anda dan pembaca itu kuasai. Usahakan untuk menayuh sampai detail jawaban yang anda inginkan terjawab.

Dalam latihan olah rasa dan latihan tayuhan Penulis sangat menekankan supaya para pembaca yang interest untuk melatihnya supaya belajar keras untuk bisa membedakan mahluk halus yang baik dan yang tidak baik. Itu adalah upaya kita untuk berhati-hati karena segala sesuatu perbuatan dan kepemilikan kita atas suatu benda gaib dan khodam selalu saja ada resikonya.


Dalam kita menayuh, menerawang atau mendeteksi sesuatu yang gaib usahakan supaya secara otomatis kita bisa langsung mengetahui apakah yang sedang kita terawang itu perwatakannya baik ataukah tidak baik.

Jika dalam langkah awal kita sudah merasakan bahwa sosok gaibnya itu tidak baik wataknya, sebaiknya tayuhan dan penerawangannya jangan dipertegas, jangan sampai karena adanya kontak rasa dan batin yang tidak baik itu menjadi perhatian kepada kita, atau malah mendatangi kita. Karena itu untuk langkah awalnya lebih baik kalau kita menggunakan minyak jafaron dan membuat pagaran gaib untuk perlindungan kita.




Halaman ini sudah menjelaskan cara-cara sederhana menayuh keris sampai cara-cara olah rasa dalam menayuh keris untuk kita bisa menayuh keris secara langsung berhadapan dengan kerisnya maupun untuk "menginderai" kegaiban keris melalui fotonya.

Untuk belajar olah rasa, selain mengikuti panduan seperti cara-cara di atas, sebaiknya anda juga belajar olah rasa yang panduan latihannya sudah dituliskan dalam halaman lain yang berjudul Olah Rasa dan Kebatinan.

Penulis juga ada menuliskan tentang cara meditasi untuk kita masuk ke dalam "frekwensi gaib" untuk tujuan langsung melihat dan berkomunikasi dengan sosok-sosok halus tertentu (misalnya sosok gaib keris) dalam bagian akhir tulisan berjudul Terawangan / Melihat Gaib.

Cara lain untuk mengolah kepekaan rasa dan bagi anda yang memiliki benda-benda gaib, khodam pendamping atau ketempatan khodam leluhur, ada beberapa panduan yang berguna untuk mengoptimalkan fungsinya, seperti yang tertulis dalam :

- Olah Rasa dan Kebatinan

- Menyatukan Keris dgn Pemilik.

- Mengoptimalkan Fungsi Keris




  Komunikasi Keris dengan Pemiliknya


Cara menayuh keris seperti diceritakan di atas adalah upaya manusia untuk dapat berkomunikasi dengan kerisnya, meminta jawaban dari si keris atas pertanyaan-pertanyaan si pemilik kepada kerisnya.
Bagaimana sebaliknya ? 
Bagaimana cara si keris bila ingin berkomunikasi atau menyampaikan sesuatu kepada si pemilik keris ?


Ada beberapa cara yang biasanya terjadi bila si keris ingin menyampaikan sesuatu kepada manusia / si pemilik keris (si keris meminta perhatian dari si pemilik keris) sbb :

     1.  Memberi ilham atau mimpi.
Cara ini misalnya memberikan bisikan ilham di benak si pemilik keris atau keluarganya (sering disebut bisikan gaib atau wangsit), atau memberikan mimpi yang biasanya kejadian di dalam mimpi merupakan sebuah perlambang dari suatu kejadian. Tetapi seringkali bila diberi mimpi, orang yang diberi mimpi tidak mengerti arti mimpinya atau mungkin lupa akan mimpinya setelah bangun tidur.

     2.  Menimbulkan kejadian-kejadian aneh.
Cara ini antara lain adalah membuat suara-suara aneh di lemari / tempat penyimpanan keris, menimbulkan suara / bisikan tertentu yang hanya dapat didengar oleh si pemilik keris dan keluarganya, membuat penampakkan gaib, misalnya penampakkan sinar, penampakkan orang masuk ke dalam rumah, dsb.

     3.  Membuat si pemilik keris atau anggota keluarganya sakit.
Biasanya sesudah kejadian 1 dan 2 di atas terjadi, tidak ada lagi kejadian yang berlanjut. Namun bila apa yang akan disampaikan oleh si keris dianggap penting, dan si pemilik keris belum juga tanggap akan arti maksudnya, maka cara ke 3 inilah yang kadang dilakukan oleh si gaib keris, supaya si pemilik keris benar-benar memperhatikan (mungkin si pemilik keris baru tahu maksudnya sesudah menanyakannya kepada seorang spiritualis / orang pinter).


Kejadian 1 sampai 3 di atas secara awam
sering diartikan sebagai fenomena-fenomena gaib yang biasa terjadi kalau kita memiliki keris, tapi ada juga orang yang menganggapnya sebagai adanya gangguan gaib atau kerisnya mengganggu. Ada juga orang yang secara sempit dan dangkal mengartikannya bahwa kerisnya itu tidak baik, jahat, mencelakakan, dsb. Namun sebenarnya tidaklah selalu benar begitu artinya.

Seperti sudah Penulis jelaskan sebelumnya bahwa bila kita memiliki keris atau benda gaib lainnya, sebaiknya kita mengerti dengan kegaibannya dan tanggap akan kejadian-kejadian gaib yang terjadi. Jadi adanya kejadian-kejadian di atas bukanlah selalu berarti gangguan gaib. Sebaiknya kita mempertajam kepekaan kita atau mengkonsultasikannya kepada orang yang benar mengerti. Cara-cara menayuh keris di atas dapat digunakan untuk mencari tahu arti dan penyebab kejadian-kejadian itu.

Dengan adanya kejadian-kejadian gaib itu mungkin ada beberapa hal yang ingin disampaikan oleh si keris :
  • Si keris meminta diberi sesaji (atau mengingatkan sudah waktunya diberi sesaji).
  • Si keris meminta kerisnya dibersihkan atau mungkin dijamas.
  • Teguran, bahwa ada perbuatan salah si pemilik atau keluarganya kepada si keris.
  • Ada mahluk gaib atau ada orang yang berniat jahat kepada si pemilik keris / keluarganya.
  • Ada keluarga / kerabat yang memerlukan pertolongan.
  • Ada musibah yang akan menimpa si pemilik keris / keluarganya (mengingatkan supaya waspada).

Ulasan mengenai interaksi mahluk halus dan pengaruhnya terhadap manusia dapat dibaca dalam tulisan berjudul Interaksi Mahluk Halus  dan  Pengaruh Gaib Thd Manusia.




Ada beberapa hal yang ingin disampaikan oleh penulis kepada para pembaca untuk dilakukan,  karena sifat  pentingnya,  adalah sebagai berikut :

  1. Bila kita memiliki keris, perlakukanlah seolah-olah dia adalah manusia anggota keluarga kita. Kita harus menghormatinya, sehingga diapun menghormati kita. Jangan memperlakukannya dengan tidak hormat, tetapi juga jangan terlalu meninggikan dia dan memperlakukannya dengan terlalu istimewa (jangan terlalu memuliakan / mengkultuskan keris). Jangan menjadikannya suatu bentuk pemujaan.
  2. Simpanlah keris di tempat yang bersifat pribadi, yang tidak sembarang orang boleh masuk dan menjamahnya, misalnya di kamar tidur, tidak di ruang tamu. Letakkan di posisi yang tinggi, tidak lebih rendah daripada tinggi dada orang dewasa. Jangan di bawah, apalagi di lantai. Bila disimpan di lemari, letakkan di rak paling atas.
  3. Jangan menciumi bau keris dan jangan menyimpan keris di sela-sela tumpukan pakaian, karena keris mengandung racun yang bahkan uapnya bisa meracuni dan mengganggu kesehatan kita.
  4. Kalau bermimpi berkelahi jangan sampai kalah, kalau dikejar jangan sampai tertangkap.
  5. Jangan terlalu sering melakukan jamasan (memandikan) keris, karena dapat mengikis logam keris. Cukup sekali saja dalam setahun, bulan suro atau maulid (bulan maulid yang terbaik) atau sekali saja seumur hidup kita, yaitu pada saat pertama memiliki keris itu. Selebihnya cukup kita minyaki saja setiap 3 atau 6 bulan sekali supaya keris itu tidak karatan. Lagipula kebanyakan keris merasa tidak cocok dengan cara orang sekarang menjamas keris.
  6. Jangan memberi sesaji macam-macam. Cukup kembang telon atau kembang setaman (kembang tujuh rupa) sesuai budaya jawa. Lebih praktis kalau kita meminyakinya sendiri dengan minyak cendana merah yang dicampur sedikit minyak singer, cukup setahun sekali atau dua atau tiga kali dalam setahun. Bila tempat menyimpan keris diberi dasar kain berwarna hitam akan dapat menaikkan kekuatan gaib dan wibawa keris.
  7. Usahakan untuk mengetahui sendiri keperluan keris kita. Walaupun perlu, tetapi jangan bergantung kepada pendapat orang lain, walaupun dia seorang ahli kebatinan. Kita bisa tahu sendiri tentang karakter keris kita dengan menayuhnya dengan cara-cara seperti diceritakan di atas. Manfaat lainnya adalah kita akan menjadi lebih mengerti mengenai keris kita dan secara psikologis kita dan si keris akan menjadi lebih dekat. 
  8. Keris yang baik untuk kita akan menyesuaikan diri dengan kehidupan kita, dia tidak akan menuntut perlakuan yang merepotkan kita. Bila keris itu meminta perlakuan yang aneh atau merepotkan kita, misalnya minta dibakarkan menyan, minta sesaji daging mentah, telor ayam mentah, darah ayam, dsb, berarti keris itu tidak baik untuk kita. 
  9. Keris yang tidak baik atau tidak sejalan dengan kita sebaiknya jangan kita paksakan untuk kita miliki, supaya kita tidak terbebani oleh pengaruh buruknya.
  10. Bila kita tidak menginginkan keberadaan sebuah keris, karena alasan pribadi ataupun alasan agama, jangan kemudian keris itu disepelekan dengan begitu saja dibiarkan tersimpan di gudang, di kolong tempat tidur, dsb, apalagi dibuang. Lebih baik kita serahkan saja kepada orang lain yang mengerti dan mau merawat keris itu atau kita serahkan saja ke museum.



 >> Masalah Keakuratan Menayuh




https://sites.google.com/site/thomchrists/Keris-Jawa-Spiritual-Kebatinan/menayuh-keris-ilmu-tayuh-keris/Menghormat%20kpd%20keris.JPG





https://sites.google.com/site/thomchrists/Keris-Jawa-Spiritual-Kebatinan/menayuh-keris-ilmu-tayuh-keris/3.JPG
Comments