Related Topics



  Ngobrol Santai Tentang

  Keris  dan  Kebatinan

    Filosofi, Spiritual dan Kebatinan Keris Jawa.

 


Halaman ini berisi ringkasan dan cuplikan / editan tanya jawab Penulis dengan pembaca atau obrolan santai dengan teman-teman, para pembaca atau orang lain tentang keris dan kebatinan. Mudah-mudahan berguna untuk menambah pengetahuan.



--------------



 A :     Assalamualaikum..... Salam sejahtera
Saya adalah penggemar tosan aji peninggalan leluhur... ada saya koleksi sekitar 23 keris dan terus terang saja pak,..... seluruhnya saya beli dari pasar penjual keris dan dasar pemilihan yang saya untuk memahari / beli tersebut adalah semata-mata dari tarikan rasa bathin saya dan tentunya harga yang terjangkau berhubung sudah menjadi kesenangan.
Nah pertanyaan yang saya ajukan kepada bapak :

1. Adakah dari sekian banyak keris tersebut yang tidak cocok dengan karakter saya?

2. Beberapa kali saya coba menayuh dengan cara semedhi.
    Ada beberapa gambaran / perlambang yang saya terima sbb:
    a. Keris corok lurus berdapur tilam upih diberikan gambaran sepasang laki2 dan perempuan separuh            baya, apa artinya?
    b. Keris kebo lajer pajajaran (mungkin) diberikan gambaran hama sawah banyak sekali tapi kemudian
        hama tersebut minggir sendiri di samping keris?
    c. Keris tilam upih mungkin, mataram tua, diberi gambaran perempuan cantik sdg menari perlambang
        apakah hal tersebut?

3. Apakah dari pusaka koleksi saya tersebut ada yang kontradiktif atau tidak sesuai dengan saya
    menurut pandangan bapak?
    Mohon bapak berkenan untuk melihat beberapa yang kurang cocok dgn diri saya....

 J :     Supaya kita bisa fokus memeriksanya, sebaiknya kita periksa satu per satu keris2 tsb.

 A :    
Saya akan sedikit cerita mengenai keris yang saya rawat sejak tahun lalu, yang pemilihannya hanya berdasarkan rasa hati tanpa memperhitungkan pengetahuan pamor, walaupun sebagian saya juga mengetahui, tapi yang utama adalah penglihatan bathin saya pada saat tenggelam penyatuan rasa alam semedi, tapi saya rasa lebih tepat jika saya berkonsultasi dengan bapak berkaitan dengan kaweruh bathin dan ghaibiyahnya.....
Saya pernah mencatatnya dalam buku perihal gambaran perlambang mungkin berhubungan tuah keris atau kegunaanya :

1. Keris pajajaran lajer / agak panjang mungkin corok
Ilafat yang saya terima terdapat dua sosok manusia laki dan perempuan kira2 paruh baya berbusana laki2 iket kepala udeng telanjang dada dan yang perempuan memakai kemben berbadan agak gemuk berkulit kuning langsat wajah bulat telur. Mungkin keduanya berusia kurang lebih antara 45-50 thn.
Sewaktu bertemu tidak berbicara apa2, hanya senyum simpul saja...atau entahlah mungkin berkata bathin tp sy kurang peka untuk menerima bahasanya....mungkin bapak bisa menterjemahkan....
Keris saya beli dari pedagang loak berkeliling menawarkan tidak ada yang mau tp stelah sy sapa bathin pusaka tersebut seolah-olah langsung memberikan respon tarikan rasa....entahlah mungkin hanya imajinasi saya ....

2. Keris luk 7, mungkin mataram senopaten
Masih utuh sekali dan tantingan ringan sekali matang tempaan :  ilafat yang saya terima saya melihat seseorang berpakaian ala keraton dengan beskap lengkap setengah umur naik kereta, di sisi kirinya dipayungi model payung trap 3. Orang tersebut nampak gagah dan sangat berwibawa sekali klimis tanpa kumis dan jenggot berbadan tegap gagah berdiri di kereta yang tidak besar mungkin setengah dari kereta kencana tapi memang banyak bahan kereta tersebut campuran kayu dan kuningan....
Mungkin bapak bisa menterjemahkan....makna perlambang tersebut....

3. Keris tilam upih mataram
Ilafat bathin yang saya terima diberikan gambaran seorang putri dengan pakaian cewek model sekarang.... trendy dan sexy sedang menari ala diskotik... kemudian gambaran tersebut lambat laun memudar terus berganti pakaian seorang putri keraton dengan gaya menari bedoyo....ala keraton....
Nah untuk yang ini saya pernah menanyakan kpd seorang teman sy pinisepuh dr solo ttg arti perlambang tersebut, dijawab artinya keris tersebut selain lambang duniawi jg simbol pemiliknya dapat bergaul di segala jenis kalangan baik orang biasa maupun para petinggi ...wallahu alam....tapi memang sampai saat ini saya gak ada soal dalam segi pergaulan baik orang biasa maupun pejabat2 negara...

4. Keris luk 5 pendowo carito
Yang ini saya agak lupa2 ingat pak ... ilafat yg saya terima diberikan gambaran seekor macan loreng besar sedang berjalan mengitari seorang wiku, nampaknya sedang menjaga seorang pertapa, seorang kakek2 ditengah hutan. Tidak ada hal lain lagi yang saya lihat setelah itu...


 J :  
Dari pantauan saya sesaat, saat ini ada 12 sosok halus yg mendampingi bapak di kanan-kiri dan belakang. Semuanya dari jenis isi gaib keris. Tapi saya belum tahu asal mereka dari keris apa saja, tidak ada yg kontradiksi dgn bapak, karena semuanya sudah menyelaraskan diri dgn bapak.

Keris Tilam Upih Pajajaran
Keris itu berisi sepasang suami istri bapak2 berjubah dan ibu2 jawa, 80 md.
Khodam2nya sudah mendampingi di belakang bapak membantu penjagaan gaib.
Sifatnya tidak langsung aktif berperan spt khodam pendamping, karena bapak sdh banyak mempunyai pendamping, tetapi hanya membantu pendampingan, shg mereka mengambil posisi di belakang.
Yg bapak2 berjubah memberikan pengaruh kewibawaan dan yg ibu2 jawa memberikan pengaruh keteduhan dan kerejekian.
Katanya keris itu dibuat di daerah Cirebon pd jaman kerajaan Demak.

Keris luk 7
Gambaran gaib yg bapak terima memang benar itu adalah gambaran isi gaib keris itu. Beliau dulunya adalah seorang bupati dari Gunung Kidul pd jaman Mataram Senopati. Itu bukan gaib asli kerisnya. Isi gaib aslinya sudah dikembalikan ke asalnya oleh beliau. Keris itu adalah keris kesayangannya. Keris itu akan membawakan bapak aura kewibawaan dan keagungan layaknya seorang pembesar. Tapi berdasarkan etika tatakrama, saya tidak menanyakan detil pribadi beliau, karena kepentingannya hanyalah dgn bapak (saya kan orang luar).

Keris Tilam Upih Mataram
Keris itu berisi sosok sukma seorang penari cantik kerajaan India berumur sekitar 25-an tahun, energik.
Posisinya sering bergerak berpindah tempat, kadang di samping kanan, kadang ke kiri bapak, kadang berjalan2 ke sekeliling ruangan.
Keberadaannya memberikan pengaruh suasana teduh dan ceria / segar di lingkungan bapak berada menyebabkan keberadaan bapak disukai, tidak terlalu ditakuti, dan thd bapak sendiri keris itu memberikan pengaruh rileks spy bapak tidak terlalu kekeh dgn edealisme konservatif, spy bapak mau menerima kondisi jaman yg tidak sejalan dgn konservatif bapak.

Keris Luk 5 Pendowo Carito
Keris itu berisi sosok sukma seorang pertapa jawa, posisinya spt sdg bertapa, kesaktiannya sekitar 200 kalinya kesaktian gaib ibu ratu kidul. Pertapa itu mempunyai penjaga bgs jin yg sosoknya spt seorang ksatria laki2.
Sosok pertapa itu mengawasi bapak dari jauh, jika ada gangguan gaib dan tidak ada yg mampu menolong bapak, maka pertapa itu akan turun tangan menangani. Terhadap bapak sendiri keris itu memberikan pengaruh membantu bapak membuka hati dan pikiran thd hal2 kebatinan dan kegaiban.


 A :     
Pak saya memesan keris pribadi di Bali yang bahan materialnya saya tentukan melalui gerak rasa saya dan saya kirimkan kepada empu kerisnya... materialnya berupa batu badar besi dan pemilihan besinya memakai bahan dari empu pembuatnya,...

Ada yang unik ketika saya memohon petunjuk kepada Allah mengenai keris dgn dapur apa yang cocok dgn diri saya, kemudian saya diberikan gambaran keris luk 5 dapur pendowo.... tetapi memang saya pasrahkan kepada empu pembuat untuk dapurnya terserah saja yang penting jadi bagus,....
namun tak disangka ketika satu bulan proses pembuatan saya bertanya kepada empu pembuat kira2 dapur apa yang cocok dengan saya ? si empu pun menjawab luk 5 dan dibuatkan betul2 keris dapur pendowo.... karena petunjuk yang diterima jg itu,..... padahal saya tidak menentukan dapurnya hanya sampai sekarang sy heran koq bisa sama...ya......

Dan pada saat dimohonkan kekuatan dan diritualkan / disucikan di sebuah sendang di Bali keris saya tersebut diletakkan di sebuah batu di dalam sendang keramat tersebut, kemudian muncul ikan keramat sepasang (ikan mitologi Bali) mendatangi dan menggigit keris saya dan diletakkan di dalam goa rumah ikan tersebut,....dikabarkan oleh empu pembuatnya kepada saya bahwa keris tersebut nantinya akan membawa keberkahan tersendiri dalam kehidupan saya,..wallahu allam.

Yang saya tanyakan perlambang apakah dari kilas kejadian tersebut menurut bapak yang bisa saya ambil hikmahnya ya pak ?
Oh iya pak empu bali itu adalah kawan kebatinan satu guru dgn saya,... karena ikatan tradisi leluhur dia meneruskan profesinya sebagai empu khusus pembuat pusaka....
Berikut foto keris tersebut dan sendangnya....

 J :     
Mengenai keris pendowo luk 5 itu ... semuanya bersifat pribadi untuk bapak dan keris itu menjadi sarana berkah bagi bapak yg fenomena kegaibannya juga sudah ditunjukkan. Berdasarkan tatakrama-nya saya tidak bisa menjelaskan banyak kpd bapak, mungkin empu kerisnya lebih berkompeten menjelaskannya kpd bapak.

Yang bisa saya sampaikan adalah bahwa keris itu dan fisiknya sudah menggambarkan kepribadian bapak, keris luk 5 menggambarkan jatidiri bapak, sesuai yg saya lihat bhw bapak ada garis tebal keturunan dari keluarga keraton Yogya, dan bentuk luk 5 nya yg tidak tajam berkelok juga menggambarkan kepribadian bapak yg tidak suka jalan yg berkelok-kelok. Dan aura karisma keagungan keris itu sudah menyelimuti diri bapak dan kegaibannya akan mengikuti sugesti dan suasana kebatinan bapak.

Karena bersifat pesanan khusus maka keris itu sudah disesuaikan dengan kepribadian bapak, dan saya lihat memang keris itu sudah disesuaikan dgn kepribadian bapak. Secara kebatinan, apa yg bapak lihat pada keris itu adalah juga menggambarkan kepribadian bapak, dan seharusnya bapak lebih bisa menyatu dgn kegaiban keris itu dibandingkan dgn keris2 bapak yg lain.

Karena bersifat pribadi, maka saya sbg orang luar tidak pantas untuk menjelaskannya secara mendetil. Kondisi ini berbeda dgn keris-keris umum yg sifatnya adalah "bekas pakai" milik orang terdahulu, yg kepribadian keris itu sudah disesuaikan dgn pribadi orang yg dulu menjadi pemiliknya, yg harus dinilai lagi kecocokkannya dgn pemiliknya yg sekarang.

Mengenai sendang dan ikannya, dalam kondisinya sehari2 sendang itu akan sama saja dengan sendang yg lain, tetapi pada saat foto itu dibuat, sendang itu terang diliputi oleh kegaiban para dewa dan pinggir sendangnya dipenuhi oleh bidadari2, dan fenomena ikan itu menunjukkan bhw para Dewata berkenan kpd bapak.


 A :     
Terima kasih sekali pak penerawangan bapak,.....memang jitu sekali, saya memang dari pertalian garis keraton jogja memang benar dan masih ada sorosilah lengkap sampai dengan Sultan Agung Hanyokrokusumo dan selalu saya kirimi alfatehah untuk para leluhur sy...dalam sorosilah tersebut walaupun nama saya belum saya urus / register di kraton jogja tapi nama orang tua tercantum keturunan yg ke ...., dan saya keturunan .... semoga ghaibiyah yang ikut dengan saya tidak merepotkan dan membebani kehidupan saya, dan mohon bapak berkenan memberikan konseling seputar kebatinan karena koq saya ada rasa sreg dgn bapak dari mulai pemaparan di blog yg bapak asuh menandakan pengetahuan tersebut tidak hanya sebatas teori tetapi lebih kepada pengalaman olah bathiniah bertahun-tahun yang begini ini jelas sudah langka jaman sekarang pak karena kita sudah banyak logika  dan alam nyata saja yg jd fokus perhatian... 

Saya tambahkan sedikit pak perihal asal usul saya di Surakarta / Solo. Orang tua saya asli Solo dan Wonogiri sedangkan simbah putri saya yang memiliki garis langsung ke Jogja. Simbah kakung saya asli Solo mjd abdi dalem kraton ...... saya mengangkat saudara saja sama orang Bali, karena hubungan keilmuan yang satu guru dulu kebatinan dari Surakarta. Begitulah ceritanya pak.

Terima kasih dari saya setulus-tulusnya atas penjelasannya sejujurnya saja tidak ada perbedaan mendasar secara kebatinan apa yang sudah bapak gambarkan kepada saya,...memanglah saya pernah diperlihatkan ttg sosok orang tua berjubah tersebut bersama suami istri di keris pajajaran,...
Menurut saya,.... pandangan bathin bapak cukup akurat dalam mendedah apa yang saya tanyakan matursuwun sanget,.....

Berikut adalah foto2 fase2 pada tahap awal dari mulai pemilihan besi dan sesaji adat bali, bahan pamor dari saya yang saya paketkan untuk dicoba beberapa buah batu badar besi...yang jg saya dapat dari penarikan di pasar batu pak...he...he...he... tapi tetap dengan ketertarikan rasa sejati saya pada saat semedhi mengheningkan cipta dgn permohonan spy mjd perlambang dan tuah yang bagus untuk saya dan keluarga...maka hanya terpilih tiga batuan ini...dari 7 batuan badar besi yang lain...

O iya pak keris saya dicipta dengan pelipatan sedang, kata empunya hanya 6000 kali... tapi kalo saya menilai penempaan dgn pelipatan segitu sdh tinggi.... tapi kalo melihat keris buatannya ada yang ditempa 1.000.000.(1 juta) kali....... membutuhkan waktu selama 2 tahun plus prosesi upacaranya .....

Kebanyakan mangku maupun pendeta Bali rela menunggu kerisnya jadi setelah 2 tahun,... malahan yg saya heran saya dibuatkan paling cepat hanya dalam waktu 7 bulan. Dulunya dia paling tidak suka dgn pembuatan keris yg sudah jadi turun menurun di keluarganya dan selalu lari jika disuruh membantu keluarganya, tapi mungkin karena sudah jadi jalan leluhur atau karena ikatan simah adat dan tradisi di Bali akhirnya dia menekuni pekerjaan tersebut dgn ikhlas dan hidup sederhana seadanya setelah pulang dari luar negeri.

 J :     
Wah terima kasih banyak pak, malah lengkap sekali foto2 yg bapak berikan.
Terima kasih atas kiriman foto2nya, menambah pengetahuan saya juga.
Kelihatan berat sekali ya kerja empunya......

Perihal empu keris dan pekerjaannya memang orang-orang pada jaman sekarang hanya mendengar saja dari cerita legenda. Malah dari banyak cerita dan tulisan di internet akhirnya banyak orang menganggap empu keris adalah pekerjaan klenik atau ada yg menganggap sama dgn pengrajin keris yg bermotif ekonomi dgn memproduksi masal keris-keris kodian atau keris2 reproduksi, tidak melihat sisi sakral dan spiritual di dalamnya yang sebenarnya justru adalah jantung dari jatidiri seorang empu keris sejati.

Mengenai penjelasan saya atas keris-keris bapak memang hanyalah sebagai sarana bertukar pikiran saja secara kebatinan / spiritual atas sesuatu objek, karena bapak sendiri sudah mengerti dunia kebatinan / spiritual. Setidaknya jika ada tertangkap suatu arti tertentu yang berpotensi negatif kita bisa tanggap untuk menjadi bahan kehati-hatian dan untuk dicermati lebih lanjut.
Terima kasih pak.


 A :     
Sedikit saya berkonsultasi yaa pak,...karena keris ini baru saya sebatinkan beberapa malam ...saya koq didatangi seseorang dengan keseluruhan warna pakaian putih memakai mahkota emas dan membawa spt tongkat sun go kong jg emas berpenampilan berwibawa gagah dan tanpa jenggot maupun kumis... bermata tajam sekali, terbang dengan angin berputar kemudian turun menampakkan diri dlm alam semedi saya....tidak berkata-kata kpd sy...hanya beradu pandang dan mendekati sy dgn senyum simpul dgn wajah mendekati hampir menempel dgn wajah saya....saya pun segera menarik dalam alam kesadaran fisik saya.....

Esoknya saya bertanya kepada sang empu tentang yang hadir dalam semedi saya itu siapa, apakah ada bangsa dewa yang memiliki ciri2 tersebut ? dijawab oleh sang empu,...itu adalah Sang Hyang Aji Dharma .... dengan keilmuan khusus milik Dharma Wangsa lalu yang mengandung pesan dlm keilmuan tsbt, akan luput dari mara bahaya selama memegang kebenaran....hadeeh....lha saya jg gak ngerti dgn ilmu bangsa dewa spt ini mas,...jawab saya apa iya dewa itu berjumlah banyak.....lalu dijelaskan lebih lanjut oleh sang empu bahwa bangsa dewa yang sudah berlaku umum diketahui di Bali diantaranya 9 nama dewata nawa sanga, ada yang 13 namanya triyo dasa saksi,....nama keseluruhan selalu disebut satu persatu dalam tiap ritual upacara pembabaran pusakanya,....jadi saya ingat sebelumnya bapak menjelaskan melihat di sendang tersebut ada 12 orang dewata,... sendang tersebut memang salah satu dari sekian banyak objek wisata di Bali yang dinamakan Tirta Empul,...yang konon kabarnya dr teman sy yg pernah berwisata sendang itu terjadi pengumpulan umbul di bawahnya mata air dari 7 gunung,...dan adanya ikan keramat mitologi Bali dgn panjang 3 meter spt lele kalo tak salah pak...

Bagaimana pak,...menurut bapak dgn pusaka saya tersebut,....mungkin bapak memiliki sebuah kajian tersendiri ttg hal yang masih sy belum mengerti ataukah ada masukan yang sekiranya bermanfaat yg perlu saya ketahui? maaf agak panjang....merepotkan pak...


Melanjutkan kembali tentang konsultasi saya tentang kebatinan sedikit saya paparkan selain sekelumit pengalaman dahulu mengenai olah sukma yang pernah saya alami.... pernah suatu kali dalam ritual lelaku keilmuan yang diberikan oleh guru saya dahulu semasa di desa mengalami pengalaman meraga sukma pada tahapan laku penutupan saat pati geni di sebuah kamar yg tidak ada cahaya untuk sebuah keilmuan yaitu sukma saya serasa dibawa terbang oleh seseorang melewati perbukitan atau gunung-gunung dan ditunjukkan beberapa kehidupan ghaibiyah...sebagaimana tulisan bapak dlm topik olah sukma...mengingat beberapa kali saya pernah berlatih meraga sukma termasuk di pemakaman kuno di desa guru saya untuk mengetahui kehidupan alam kubur dan alam2 rendah lainnya koq sekarang ini saya agak khawatir ya pak setelah membaca artikel bapak karena dulu saya tidak tahu, masih muda sekali, sehingga tidak berpikiran tentang efek2 dari meraga sukma ini.
Yang jadi kecemasan saya saat ini :

1. apakah  dalam pengalaman yang pernah saya alami ada roh sedulur papat saya yang ditangkap oleh roh halus lain yang mungkin ikut keluar tanpa saya sadari ?

Dalam mempelajari keilmuan yang dahulu saya tekuni memang ada beberapa keilmuan yang bersifat kejadukan, maklum pak dulu agak hobi berkelahi,....he..he..he... fikiran saya saat itu pokoknya tuah kesaktian dan kanuragan, sehingga saya melakukan berbagai ritual ilmu yang saya pikir agak ekstrim dan masuk di beberapa perguruan baik perguruan tenaga dalam dari mulai silat kun tao / kungfu shaolin yang banyak mengolah chi sampai beragam jenis perguruan kejawen bersifat kanoman / kanuragan, hanya saja sekarang saya lebih ke penghayatan kasepuhan bertujuan peningkatan spiritual dengan basic keagamaan meskipun saya juga tidak meninggalkan laku kejawen .... maklum pak namanya jg orang jawa sdh jadi bawaanya kali....
Yang perlu saya tanyakan kepada bapak :

2. Apakah khodam  keilmuan  yang dahulu saya pelajari masih aktif dalam badan saya, dan apakah dari beragam varian keilmuan ghoib yang dulu pernah saya amalkan juga memberatkan penghidupan saya, walaupun saya itu tidak pernah memburu yang namanya khodam, pendamping ghoib, prewangan ataupun apalah namanya,...yg saya tahu pokoknya kalo ngamalin inilah itulah dengan keyakinan kuat pokoknya bisa selamat...he..he...he...

3. Kadang2 ketika saya bekerja koq pikiran saya ini agak susah dikendalikan ya pak,... kadang berimajinasi atau apalah pokoknya kadang kurang fokus seperti ada sesuatu yang membawa pikiran saya melamun atau membayangkan sesuatu yang seharusnya tidak saya fikirkan sementara ini saya menanggulangi dengan dzikir khofi dalam hati...untuk menarik ke kesadaran fisik saya kembali,....
Mohon penjelasan dari bapak seputar permasalahan saya ini....

4. Mohon dideteksi diri saya jika ada bangsa ghoib yang bersifat negatif,... jika memang ada mohon tatacara dan bantuan untuk menghilangkan...

Terima kasih sekali pak sebelum dan sesudahnya....

 J :     
1. Kelihatannya tidak ada roh sedulur papat bapak yang ditangkap oleh roh halus lain, masih ada 2. Sebaiknya dilengkapi spy sempurna mjd 4.

2, 3, dan 4,
Ada sesosok kakek2 spt wiku / pertapa, seorang sepuh leluhur bapak, tinggal di rumah bapak, mengawasi bapak. Sifatnya positif.

Khodam keilmuan yg ada pada bapak, yg saya tahu sekarang ini ada 2 macam,
Yg pertama adalah bgs jin yg sosoknya berbulu lebat hitam tinggi besar dan bgs jin yg sosoknya bergaun putih spt kuntilanak.
Mereka mengikuti di belakang bapak dlm jarak 10 meter, tidak mendekat karena dihalangi oleh khodam2 keris bapak.
Mereka tidak memberikan pengaruh negatif secara langsung kpd bapak, tapi bisa mempengaruhi orang2 lain di belakang bapak mjd berpikiran negatif thd bapak.
Sebaiknya diusir saja, bisa dgn kemampuan sendiri mengusirnya, bisa juga dgn bantuan keris2 bapak.

Yg kedua adalah yg berdiam / bersemayam di kepala bapak. Sejenis sukma manusia kakek2 pertapa. Kekuatan gaibnya 1 md.
Mengenai apakah pengaruhnya negatif atau positif, bapak sendiri yg merasakan dan bisa menilainya.
Kalau bapak anggap baik ya, dibiarkan saja, tapi disugestikan spy tidak memberikan gambaran / bisikan apa2 yg tidak perlu spy tidak mengganggu bapak.
Kalau bapak anggap tidak baik, ya diusir saja, bisa dgn kemampuan sendiri mengusirnya, bisa juga dgn bantuan keris2 bapak, tapi mungkin nantinya kemampuan bapak atas gambaran gaib akan banyak berkurang.

Fenomena khodam di kepala bapak sudah saya tuliskan dalam halaman berjudul  Pengaruh Gaib Thd Manusia.

Kejadian spt itu sering terjadi pd orang2 yg pernah mati suri (banyak juga terjadi pada orang-orang yang menjalani laku tapa pati geni dan tapa pendem).
Keberadaan khodam itu akan membantu memberikan banyak bisikan dan gambaran gaib.
Itu juga terjadi pd bapak.
Hanya saja seringkali gambaran gaib yg diberikannya mungkin tidak selalu sesuai dgn kondisi sebenarnya (fiktif).
Termasuk gambaran gaib bapak merogoh sukma, itu adalah gambaran gaib (halusinasi) yg diberikan oleh sosok itu, tidak sungguh2 bapak merogoh sukma.


 A :     
Wah,...terimakasih sekali atas informasinya pak kalau memang salah satu leluhur saya turut mengawasi saya dan keluarga....

Mengenai sukma manusia yang bercokol di kepala saya... dengan mengetahui hal ini sangat berguna bagi saya karena memang saya merasa terganggu dengan keberadaanya apalagi sampai membawa halusinasi pikiran saya, memang ilafat tersebut dalam semedi seringkali muncul berupa gambaran2 simbol-simbol saja yang kemudian saya terjemahkan dengan perkiraan ada kejadian yang sering saya ketahui lebih dahulu seperti timbulnya kedut di tangan yang biasanya ada saja rejeki yang mampir ke tangan saya.

Bagaimana ya pak cara mengusir dan menghilangkan secara tuntas ketiga-tiganya apa dengan dikipas-kipas ataukah bisa minta tolong dengan roh sedulur sendiri,...kalau memang bisa akan saya coba.....memang beberapa hari lalu saya bermimpi didatangi seorang pertapa tua dengan rambut kumis dan jenggot putih berbicara dengan saya hanya saja ketika bangun tidur sudah lupa ,...

Saya pernah diberikan sejenis mantra untuk membangkitkan sedulur papat di perguruan dulu tetapi memang saya belum tahu cara menyatukan keempatnya....selain dengan puasa weton atau selamatan mong-mongan / bancakkan weton....saya tuliskan mantram yang saya masih ingat secara globalnya ya pak....

Sadulurku papat kalimo pancer kang lair bareng sadino tunggal karo ragaku metu soko guwo garbaning biyungku kakang kawah adi ari2 getih lan puser pancer dumunung ragaku ............
Sadulurku papat kalimo pancer .............
 
Pertanyaan saya berkaitan dengan mantra di atas apakah bisa menyatukan roh sedulur secara komplet keempatnya dengan meditasi ataukah saya melakukan tatacara lain yang bapak pandang perlu,...
Oh iya pak pamantaram di atas sering kali saya gunakan dalam semedi....
Mohon jika bapak memiliki cara yang lain yang dapat saya gunakan untuk penyatuan sedulur papat saya,...dan mengusir ketiga sosok halus tsb sekaligus.

Kira2 dari ilmu apa ya pak mereka itu datang karena dulu saya pernah melakukan pembersihan ghoib dengan dimandikan oleh seorang kyai dari banten, tapi mungkin yang ini sisa-sisanya....he..he..he...
mohon petunjuk dan bantuannya ya pak terimakasih...

 J :     
Kelihatannya mantram yg bapak sebutkan itu bukan untuk menyatukan sedulur papat, tetapi untuk memfungsikan sedulur papat sbg khodam bagi seseorang, yg hanya akan bekerja jika sedulur papat seseorang sudah cukup kuat, sehingga bisa menjadi khodam baginya.

Tetapi pd masa sekarang kondisi kuatnya sedulur papat itu, sekalipun seseorang mengikuti perkumpulan kebatinan, kelihatannya akan sulit dicapai, karena pembelajarannya dan orientasi pesertanya sudah banyak berubah, tidak lagi berorientasi pada laku memperkuat kebatinan, tetapi mengarah pada ilmu gaib, yg bisa mewujud dalam bentuk aliran ilmu gaib kejawen atau aliran Islam kejawen.

Pada jaman dulu orang mengikuti perkumpulan kebatinan spt yg skr dikenal spt Sapto Darmo, Pangestu, dsb, bukan semata2 sbg olah keilmuan kebatinan, tetapi juga merupakan laku ketuhanan, shg para peserta yg menekuninya bisa memiliki kebatinan yg kuat.
Sedangkan pd masa sekarang orang sudah menganut agama sendiri2, sehingga kepengikutan dalam perkumpulan2 kejawen tsb tidak lagi ditekuni dgn semestinya, bukan lagi mjd sarana laku ketuhanan, tetapi mengarah pada keinginan atas keilmuan gaib saja. Akibatnya para pesertanya tidak lagi memiliki kebatinan yg tinggi.

Karena itu lakunya kemudian bukan lagi untuk kebatinan, tetapi mengarah pd keilmuan gaib saja, dan kekuatan gaibnya, walaupun menggunakan mantra2 sedulur papat, tetapi yg bekerja bukanlah sedulur papatnya, tetapi adalah khodam ilmu yg dibekalkan kpd masing2 pesertanya.

Khodam2 pendamping bapak itu kekuatannya umum bagi pelaku keilmuan gaib, tetapi terlalu rendah kekuatannya bagi yg benar menekuni kebatinan yg akan bisa dgn mudah menghapuskan keberadaan mereka. Jadi kalau bapak mempunyai kekuatan kebatinan yg cukup kuat, dgn cara kontak rasa untuk mendeteksi sasarannya (keberadaannya) kemudian bapak memancarkan energi kebatinan untuk mengusirnya.

Tapi cara lain yg lebih mudah adalah dgn sambat saja kpd keris2 bapak, bisa salah satu saja, bisa juga sekaligus semuanya, dimintai tolong mengusir khodam2 tsb.

Gangguan gaib yg asalnya dari jenis sukma manusia yg bersemayam di dalam badan manusia adalah yang paling sulit ditangkal. Biasanya energinya halus sekali shg sulit dideteksi dan sulit dirasakan keberadaannya, dan penampakannya juga halus sekali shg sulit dilihat keberadaannya, ditambah lagi ada banyak sosok pelakunya yg berkesaktian tinggi yg bisa sampai ribuan kali lipat kesaktiannya ibu ratu kidul, dan untuk mengusirnya hanya dapat dilakukan dgn menggunakan kekuatan gaib (tenaga dalam, kekuatan kebatinan / spiritual, atau khodam) yg lebih tinggi.

Tetapi sosok sukma yg bersemayam di kepala bapak kekuatannya rendah, sekalian saja sambat kpd keris2 bapak, bisa salah satu saja, bisa juga sekaligus semuanya, diminta tolong mengusir sosok sukma tsb.

Untuk memanggil / mengembalikan sedulur papat bapak yg terpisah juga bisa dgn cara sambat kpd keris2 bapak, bisa salah satu saja, bisa juga sekaligus semuanya, diminta tolong mengembalikan sedulur papat bapak yg terpisah.


 A :     
Salam rahayu,....
Saya telah membaca yang bapak tuliskan di Pengaruh Gaib Thd Manusia ada efek tersendiri dalam kepala saya seperti dicengkeram melingkar rasanya senut-senut ketika membaca artikel bapak tentang pembersihan ghoib. Saya akan mencobanya besok untuk pembersihan ghoib di tubuh saya dengan sarana mandi zafaron dan daun kelor atau dengan media pring kuning,.... termasuk meminyaki pusaka saya dengan zaforan, saya ingin tahu juga pak bagaimana dengan ramuan dlingo bengle,....apakah juga bisa untuk digunakan dalam pembersihan ghoib...karena sebagian pusaka dulu dalam penyucian / jamasan pernah saya mandikan dengan dlingo bengle,...

Pak,...apakah kejadian pada waktu semedi yang saya pernah cerita ke bapak juga merupakan fenomena tipu menipu juga dari sukma manusia yang bercokol di otak saya yang memberikan gambaran sosok dewa (sang hyang aji dharma) menurut empunya lho pak.....yang saya lihat,....?
Mohon jawaban bapak.
Terima kasih....

 J :     
Langkah yg mudah untuk bapak adalah dgn meminyaki pusaka2 bapak dengan minyak jafaron merah (ditetesi sedikit saja, cukup setetes saja) untuk memastikan bahwa isi khodamnya adalah dari jenis golongan putih dan tidak berenergi negatif. Lebih baik dalam bentuk pengasapan supaya minyaknya tidak mengotori bendanya.
Sesudahnya khodam pusakanya bisa digunakan untuk pembersihan gaib.

Kelihatannya mandi dgn minyak jafaron atau daun kelor tidak akan berpengaruh, karena posisi gaib yg dimaksud cukup jauh dari bapak, tidak dekat atau menempel di tubuh bapak.
Kalau dlingo bengle itu sama dgn jambe / bangle, maka jambe / bangle, daun kelor dan pring kuning kelihatannya tidak cukup membantu, karena hanya berpengaruh terhadap sosok2 gaib yg kekuatannya rendah saja.

Mengenai gambaran sosok dewa itu saya belum bisa menjawabnya.

Kondisi bapak itu sama dgn orang yg melihat gaib atau berkomunikasi gaib dgn bantuan khodam.
Kelemahan melihat gaib dengan menggunakan khodam adalah bahwa kondisi alam gaib yang dilihat oleh si manusia mungkin saja adalah kejadian yang sebenarnya, tetapi bisa juga palsu, bukan yang sebenarnya, karena apa yang dilihatnya adalah gambaran gaib yang diberikan oleh si khodam, yaitu suatu gambaran gaib yang si khodam ingin supaya si manusia melihatnya, yang kadangkala bukan penampakan atau kondisi alam gaib yang sesungguhnya. Sedikit uraiannya sudah saya tuliskan dlm judul  Olah Sukma dan Kebatinan.

Resiko lain dari keberadaan sosok2 gaib di dalam tubuh manusia, yg jika energinya bersifat negatif atau energinya tidak selaras dengan energi tubuh si manusia, suatu saat akumulasi energi negatif dan ketidakselarasan energi itu dapat menyebabkan munculnya penyakit tumor / kanker atau kerusakan organ di bagian sosok halus itu bersemayam.

Jadi terhadap adanya sosok halus di dalam tubuh manusia, baik berasal dari isian khodam yg disengaja maupun kedatangan yg tidak diundang, sebaiknya kita menerapkan perhatian & kehati-hatian yg ekstra.


 A :     
Terima kasih sekali atas jawaban bapak, hal ini sudah menjadi pencerahan kembali bagi saya...
Setelah uraian bapak tersebut mulai tumbuh sebuah kesadaran yang lebih intens dalam diri saya sehingga mengurangi lamunan terhadap hal-hal yang tidak perlu,....akan saya terapkan apa yang sudah bapak sarankan untuk pembersihan diri saya apapun nanti hasilnya semisal saya mendapat sebuah ilafat yang saya nilai penting akan saya konsultasikan ke bapak kembali,...

Saya juga bersyukur kalau sukma manusia yang berada di kepala saya terbilang rendah menurut ukuran bapak,....dalam pemikiran saya saat ini lha wong baru ketempatan yang rendahan saja saya sudah gak karu-karuan apalagi sampai ketempatan sukma manusia yang berkesaktian tinggi,....pastilah saya sudah mengalami goncangan jiwa....  atas saran bapak saya akan mencoba dengan cara nyambat beberapa pusaka maupun dari diri saya pribadi walaupun rasa bathin saya masih tahapan rendahan mudah mudahan bisa berfungsi mengadakan pengusiran dari dalam juga sehingga saya juga sembari melatih rasa bathin sendiri dan tidak ketergantungan dengan pusaka maupun pegangan....

Mengenai kondisi melihat ghoib tersebut memang lebih mengarah pada keilmuan ghoib yang dahulu saya pernah dilatih olah pernafasan segitiga dengan beberapa olah fokus rasa oleh guru saya dan diberikan amalan penerawangan katanya untuk mempertajam, nama ilmunya adalah aji suket kolonjono / termasuk khasanah ilmu ghoib.... dan dilambari dengan laku persyaratan ilmu, jadi memang bukan laku kebatinan yang dipakai walaupun bungkus kata-kata masuk wilayah ilmu batin,...
Oh iya pak dalam pamantram tersebut memang disebutlah antara lain kata "aji pengawasan songko sang hyang permono", kemungkinan adalah sukma yang disebut tersebut adalah yang memberi gambaran pada diri saya ....he...he..he.... maklum pak saya tidak mengerti....

Dimana ya pak sekiranya ada perkumpulan kebatinan yang bisa bapak referensikan kepada saya untuk saya tekuni dalam penghayatan kepada tuhan, sehingga saya tidak berkutat / berputar-putar saja dalam keilmuan ghoib / khodam. Kalau dulu saya berguru ilmu ghoib ke beberapa daerah karena ketertarikan darah muda,...tapi koq sekarang ini rasanya sudah lain ya pak... bukan mau mengejar kesaktian / kadigdayaan karena jika masih mengikuti pasti juga tidak ada habisnya, tapi saya berminat dengan ilmu kebatinan, terutama untuk memperbaiki diri pribadi,...

Akhir-akhir ini saya menempuhnya dengan jalan ibadah dan banyak berdoa. Kadang .... jika krenteg hati timbul langsung wiridan dengan kalimat sederhana saja yang penting menyatukan rasa dengan Tuhan .... menggunakan wirid maupun semedi untuk mencapai penyadaran ruhani saya,....hanya saja amalan permulaan semedi menggunakan mantram gugahan sedulur papat karena yaa memang pengetahuan dan pemahaman saya baru sampai disitu pak,....seperti yang sudah saya share ke bapak walaupun baru sebagian kecil,....

Pola dalam penghayatan ini secara terperinci dalam aturan patrap semedi yang saya lakukan tersebut memang memakai penghayatan terlebih dahulu, sembah ditujukan kepada tuhan terlebih dahulu yang didahului dengan sembah luhur (seperti orang menyembah di kraton hanya saja tangan di atas kepala), kemudian sembah cipta seperti orang menyembah tetapi tangan di kening, dan sembah jojo yang ditujukan kepada guru sejati dan sukmo sejati kita sendiri... barulah melatih rasa kita di seluruh badan mulai dari kaki sampai ke ubun-ubun secara bertahap setelah keseluruhan terkondisikan ....
Setelah itu barulah dilakukan gugahan dengan jawab pamantram sedulur sejati sekaligus memfungsikannya dengan jenis mantram yang saya sudah share ke bapak....
Kalo memang penghayatan yang saya lakukan bapak nilai masih kurang tepat mohon saya dibantu ya pak dengan penjelasan maupun referensi penghayatan kebatinan yang tepat,....maklum pak, sekarang ini juga banyak bungkus kemasan perguruan bagus tapi belum tentu isinya ilmu asli kebatinan....
Mohon jawaban lagi ya pak....terimakasih...

Pak,...apakah leluhur yang sekarang bertempat dan mendampingi kehidupan saya dari alur ibu atau bapak dan siapa namanya, mungkin bapak bisa membantu saya,...karena juga akan saya doakan untuk beliau.... terimakasih


 J :     
Yg bersemayam di kepala biasanya kekuatannya rendah, kalau lebih kuat biasanya akan bersemayam di dalam badan. Kondisi ini sdh saya tuliskan dlm tulisan saya berjudul  Pengaruh Gaib Thd Manusia..

Saya tidak punya relasi dgn aliran / perguruan kebatinan, jadi tidak bisa memberikan rekomendasi apa-apa.

Sebenarnya bapak sudah punya banyak bekal untuk mempelajari kegaiban dan kebatinan, malah bekalnya lebih banyak daripada saya dulu. Jadi seharusnya dgn itu bapak bisa mengembangkannya.

Dulu saya pernah ikut karate, taekwondo, silat tenaga dalam, tapi waktu itu sama sekali saya tidak punya atensi apa2 tentang keilmuan gaib, apalagi kebatinan. Awalnya adalah karena trend Tim Pemburu Hantu di tv yg membuat banyak orang tertarik dgn hal2 gaib. Kebetulan alm. bapak teman saya adalah orang pinter di kampungnya, shg saya bisa mendengar banyak cerita dari beliau. Saya juga banyak membaca cerita di majalah Mysteri.

Interest mulai terbentuk setelah hobby cincin batu akik, keris dan kenal beberapa orang pinter, ada yg mengajarkan cara praktis menayuh keris dan diberi satu khodam pendamping, sukma seorang sepuh yg dulu hidup di jaman Panembahan Senopati.

Jadi modal dasarnya saya dulu adalah interest dan menjaga peka rasa, belajar menayuh keris dan berkomunikasi dgn khodam pendamping dan khodam keris dgn cara yg sama spt menayuh keris, selebihnya mendayagunakan aliran ide dan ilham. Semua mengalir begitu saja sampai akhirnya bisa kenal sosok2 halus dan sakti spt dewa.

Ingin sakti, dilihat hebat, dsb, itu biasa. Mungkin semua orang mengalaminya, apalagi yg mempelajari ilmu kanuragan dan kegaiban. Saya juga begitu dulu. Tapi nantinya orientasinya akan berkembang sendiri sesuai kematangan dan kesepuhan kepribadian. Sesudah itu barulah mengarah kpd ketuhanan.

Bapak sudah mempunyai semua bekal. Pengalaman ngelmu juga sudah banyak. Tinggal mendaya-gunakannya saja dan dibentuk arah pengembangannya. Kalau bapak sudah bersih dari sosok2 gaib yg jelek dan negatif, leluhur bapak itu (dari garis ibu, kekuatan gaibnya 65 kalinya ibu ratu kidul) mau mjd pendamping bapak. Sesudahnya tinggal belajar menayuh dan komunikasi dgn kontak rasa / batin.

Pendampingan khodam2 keris dan kemampuan kontak rasa, ditambah pendampingan leluhur bapak itu, bisa mengantarkan bapak pada dunia gaib berdimensi tinggi. Kalau mau belajar kebatinan bapak bisa minta bimbingan dari khodam keris atau leluhur bapak tsb. Mereka mengerti sekali tentang kebatinan. Sesudahnya bersama2 dgn para pendamping bapak itu, bapak bisa mengarah kpd ketuhanan.

Terima kasih

 A :    
Salam Rahayu,....
Terima kasih atas jawaban dan saran bapak,...
Saya akan mencoba mengolah dan menerapkan apa yang bapak sarankan....

Kemaren waktu saya nyambat dan jawab dengan kesungguhan hati kepada keris saya, yaitu tilam upih pajajaran, kira2 kurang dari 15 menit saya seperti terserang ngantuk hebat,.....dan saya turuti untuk segera tidur. Kemudian baru siang hari terbangun dan memang saya merasakan kepala saya lebih enteng dan bisa fokus, mudah2an sudah berhasil diusir,...
Dalam afirmasi sugesti yang saya berikan ke penghuni keris untuk mengusir dari kepala saya dan menempatkan sukma tersebut di tempat yang aman dan betah ia tinggali...dan mengusir makhluk ghoib negatif lainnya....

Memang pak baru kali ini pengalaman saya mengadakan komunikasi nyambat dengan penghuni keris.... tinggal malam ini saya akan ulang kembali afirmasi sugestinya lagi,...
Keris secara keseluruhan sudah saya olesi dengan minyak zafaron...mudah2an sudah bersih dari ghoib negatifnya,...

Soal referensi tentang wadah paguyuban jika bapak tidak ada ya tidak apa-apa,....khan siapa tahu yaa pak orientasi lebih cepat terarah jika mengikuti sebuah wadah lembaganya....ini pemikiran saya pribadi lho pak....

Mengenai sosok ghoib penghuni keris akan saya tayuh dengan cara yang sudah bapak tuliskan di blog bapak serta metode latihan olah kebatinan dan kepekaan rasa...minta ijin juga pak...mengikuti uraian yang bapak tuliskan....

Mohon jika nanti bapak ada luang waktu melihat kembali apakah memang sukma manusia itu sudah dibersihkan dari diri saya ataukah masih bersarang di kepala saya mohon dideteksi kembali ya pak....


 A :     
Salam Rahayu,...

Setelah kemaren saya minyaki seluruh pusaka dengan minyak zafaron sesuai saran bapak termasuk ada beberapa batuan dan taring harimau pemberian salah satu guru saya sudah juga saya olesi minyak zafaron.... mudah2an jenis ghaib negatifnya sudah pergi..... 

Saya mencoba mengulang kembali sugesti kepada salah satu keris (Tilam Upih Pajajaran) dan melakukan semedi menghimpun seluruh kekuatan bathin dengan sugesti energi yang lembut kuat dan padat saya sugestikan 10 kali dari kekuatan sukma yang bertempat di kepala saya, adapun energi alam saya serap dengan tarikan rasa bathin melalui tangan dengan posisi terbuka di atas lutut terasa mengalir energinya seperti merayap / kesemutan dan saya fokuskan terkumpul di dada dan saya padatkan  berbentuk bola energi. Setelah yakin dengan kekuatanya berasa berat di dada kemudian saya berikan afirmasi dengan dorongan rasa menuju ke tengah pusat otak untuk membungkus mendesak keluar dari ubun2....selanjutnya saya sedot kembali dengan rasa bathin dengan tangan selanjutnya saya lepas ke alam bebas di depan rumah....
mohon dideteksi yaa pak,... apakah sukma tersebut sudah benar-benar keluar dari kepala saya jika belum saya akan mencobanya kembali,....hal yang saya rasakan memang lebih enteng dan fokus untuk berfikir tidak melayang-layang lamunan,....

Saya mencoba menekuni mengenai olah rasa yang bapak tuliskan di blog dan saya praktekkan mengikuti kaedah dan rambu-rambunya, mudah2an ada peningkatan dalam pembelajaran kebatinan saya... mohon dideteksi yaa pak apakah nama dari leluhur saya yang sekarang mendampingi bernama ......... dan apakah secara silsilah urutan tiga keatas dari kakek saya garis ibu ?
Mohon informasi jika bapak mengetahui....


 J :     
Yg di kepala bapak kemaren sebenarnya kekuatannya rendah, shg sekali saja bapak minta dibersihkan oleh keris bapak, sosoknya sudah langsung pergi.
Saya lihat sekarang memang sudah tidak ada lagi.

Sosok leluhur bapak sekarang sudah mendampingi di sebelah kanan bapak.
Namanya benar ....., tapi masih ada kepanjangannya dan ada gelar bangsawannya, tapi sifatnya pribadi, hanya bapak saja yg boleh tahu.
Katanya benar secara silsilah urutan tiga ke atas dari kakek bapak garis ibu.

Keris luk 5 bapak yg dulu, karena khodamnya sudah menyatu dgn kebatinan bapak, caranya yg mudah adalah ketika bermeditasi, bapak "masuk" ke dalam diri bapak, mudah2an nantinya bapak bisa bertemu dgn khodam kerisnya, juga dengan sedulur papat bapak. Nantinya mereka akan tampak duduk bersila di hadapan bapak.

 A :     
Rahayu,....
Alhamdulillah,.... kalo begitu keadaanya pak saya lega sekali kalo sukma tersebut sudah pergi.

Jadi ceritanya tadi malam saya menerapkan petunjuk bapak dari blog untuk semedi mengendapkan seluruh rasa hanya dalam bathin sedangkan fikiran menyesuaikan sendiri tidak berfikir apa-apa hanya fokus pada bathin sendiri sampai mencapai ketenangan dan rasa hening. Setelah itu muncul cahaya dalam bathin saya sekejap dan kemudian gelap dan mulai muncul remang2, tiba2 hadir sosok orang tua dengan wajah lonjong tersenyum yang saya lihat secara bathin memakai udeng2 kurang teratur berbaju hitam lengan panjang, mungkin beskap dan berjarik batik lurik warna gelap... kemudian langsung sepertinya berkata dgn saya ..."patrapmu kuwi keleru "....patrapmu itu keliru" sepertinya beliau mengambil posisi berdiri sekan-akan meluruskan / membenarkan punggung saya dengan tangannya. Rupanya baru saya sadari juga kalo punggung saya terlalu melengkung ke depan, lalu saya turuti. 

Setelah posisinya beliau duduk kembali saya menanyakan kepada beliau "maaf penjenengan itu siapa ? Dijawabnya dengan pengakuan nama "Aku ....... simbahmu urut ping telu seko simbah."
Setelah itu saya mengamati dengan sedetil-detilnya dari mulai iket sampai dengan jarik lurik yang dipergunakan lalu saya ucapkan terima kasih sudah mau membimbing saya.

Makanya pak hal ini saya konsultasikan dengan bapak supaya mendapatkan kejelasan memastikan apa yang saya terima ini memanglah dari pengalaman bathiniah dan tidak terjebak lagi pada rekayasa fikiran / halusinasi....

Baik pak arahan dan petunjuk bapak akan saya lakukan dalam latihan olah kebatinan ini termasuk mengetahui khodam keris saya dan sedulur saya sendiri mudah2an ya pak berhasil dan ada peningkatan spiritual saya...

Berikut saya keris saya,....berjumlah tiga,....yaitu luk 5 dapur pendowo lare mungkin tangguh senopaten, kemudian luk 7 dapur jaran guyang kemungkinan tangguh demak / peralihan mojopahit dan sebilah tombak luk 13 dapur korowelang tangguh cirebon....

Luk 5 saya koq kurang jelas mendapat gambarannya dulu sewaktu saya mendeteksi....jadi tidak berani komentar hanya rasanya seperti mengeluarkan hawa dingin di tangan ....

Luk 7 saya diberi gambaran orang tua dengan sorban besar seperti orang arab dan sosok ibu-ibu sepertinya menggendong anak... keris tersebut kadang2 juga mengeluarkan hawa dingin....

Sedangkan tombak korowelang ini saya juga kurang jelas dapat ilafat gambaranya hanya saja hawa yang saya rasakan agak kuat dan tajam mungkin jenis untuk penunggu rumah...


 J :     
Penglihatan batiniah bapak tentang sosok leluhur bapak itu sudah benar, bukan palsu.

Keris-keris bapak :

Keris luk 5 dapur pendowo lare
Kelihatannya keris itu tidak berkhodam, hanya berisi energi doa saja.
Saya tidak tahu penyebabnya, mungkin itu adalah besi bahan keris atau keris yg belum selesai pembuatannya.

Keris luk 7 dapur jaran guyang
Keris itu berisi sepasang suami istri bgs jin gol.putih yg sosoknya spt bapak2 berjubah dan ibu2 jawa dgn satu anak kecilnya laki2. Tuahnya untuk membantu keamanan rumah. 70 md.
Khodamnya tidak sama dgn khodam keris jawa, penyebabnya mungkin sama dgn keris luk 5 di atas.

Mata tombak luk 13 dapur korowelang
Kelihatannya keris itu tidak berkhodam, hanya berisi energi doa saja.
Tapi ada satu sosok bgs jin bapak2 berjubah yg kadang masuk, lalu keluar lagi.
Kelihatannya dia ingin tinggal di benda itu, tapi bendanya tidak cukup nyaman ditinggali.
Penyebabnya mungkin sama dgn keris luk 5 di atas.


 A :     
Terima kasih sekali atas tinjauan, ulasan dan uraian penglihatan bathin bapak, semoga tidak merepotkan bapak saja,...tentang pusaka-pusaka yang saya rawat saya sudah mulai melatih diri kembali karena ulasan dan uraian dari tulisan bapak di blog javanese 2000. Beberapa tulisan bapak saya copy mohon ijin sekalian yaa pak untuk tujuan membantu pembelajaran saya pribadi,. untuk peningkatan kualitas pribadi ... baik pengetahuan maupun tekhnik aplikasi prakteknya. Saya mulai berurutan dari mulai semedi dasarnya dan semedi inti sampai nanti mantap dan bisa beralih latihan ke semedi selanjutnya namanya juga sedang tahapan pengenolan kembali pak,,.....sekarang ini saya banyak menggunakan rasa bathin saja untuk menghindari imajinasi fikiran....

Atas penjelasan bapak kemaren bahwa leluhur saya memiliki gelar bangsawan dan mungkin masih ada sangkut pautnya dengan keraton,....kayaknya koq kemungkinan benar pak maaf karena menyangkut masa silam jadi saya menggunakan kata "kemungkinan' walaupun dalam penglihatan saya itu leluhur memakai pakaian spt org desa biasa sekali dan tidak yg berwibawa dan mengenakan pakaian ala kratonan,.. jika saya melihat kembali soro silah mengenai nama beliau tersebut terdapat pada putra ke-3 ........... Tapi memang saat ini saya belum bertemu dan berkomunikasi lebih lanjut dengan beliau. Mudah2an beliau berkenan memberi penjelasan,....

Baik...pak saya lanjutkan kembali keris saya untuk dilakukan tinjauan lebih jauh.

Keris luk 7 dapur balebang mungkin dari tangguh kediri akhir peralihan jaman majapahit. Gambaran bathiniah dahulu yang saya terima adalah saya melihat seorang sepertinya ada 3 sosok berpenampilan spt ksatria dgn rambut panjang menunggang kuda, lalu gambaran itupun lenyap. Sesaat kemudian hadir gambaran seperti wiku orang tua perkiraan usia sekiatar 60-70 th (pemuka agama) dgn jubah warna kuning tua agak kemerahan dan ikat kepala, pandangan matanya teduh dan tidak berkata-apapun,..... Benarkah sosok tersebut ? dan apa kegunaanya dan jika benar apakah sosok tersebut dari bangsa jin atau sukma manusia ?  Berapa ukuran dayanya dan apa kegunaanya diciptakan pusaka tersebut ?,....

Ini adalah pusaka yang saya maksud, mungkin saja dapur balebang, atau sumpono bungkem....luk 7 mungkin dahulu adalah pegangan pendeta / pemuka agama....tapi saya tidak tahu persis....

Berikutnya ada tombak semaran / berbentuk semar dan tombak perkiraan saya berdapur pleret.

Untuk yang tombak pleret ini koq dulu saya sepertnya lupa-lupa ingat samar-samar melihat seperti orang tinggi besar badan biasa berkepala botak memegang senjata gada diacungkan di atas kepala....
Apakah penglihatan saya ini benar ataukah tidak soalnya memang pada waktu itu belum berlatih dari keilmuan bapak di blog...masih dengan mantaram ilmu ghaib dan semedi yang sebisa saya,....

Yang tombak berbentuk semar tersebut telah saya coba dengan saran bapak untuk mengetahui khodam pusakanya tersebut, dalam gambaran bathin saya agak samar-samar saya melihat seorang berpakaian pendeta dengan kumis jenggot panjang seleher sedang duduk menghadap ke kanan.
Yang saya tanyakan apakah gambaran tersebut benar adanya,...jika benar mohon penjelasan lebih lanjut mengenai tuahnya maupun daya khodamnya,....

Apakah keris saya yang luk 5 buatan empu dari Bali berisikan khodam dari ghoib wahyu ? atau dari kalangan jin ? ataukah sukma manusia... karena istri saya koq mimpi saya berjalan berdampingan dengan seseorang mirip sekali dengan saya tetapi wajah lebih sangar dan badan lebih tinggi, mimpi istri saya ini juga setelah beberapa malam yang lalu keris saya mintai bantuan untuk teman berlatih dalam olah rasa dan kebatinan saya,... apakah sudah ada pengaruhnya karena sekarang rasanya ada peningkatan belajar saya ?
Terimakasih....

 J :     
Mengenai leluhur bapak itu saya tidak melacak silsilah beliau, hanya saja katanya dulu sempat mjd lurah, tapi di usia tuanya hidup sbg orang biasa saja.

Keris luk 7 dapur balebang
Khodamnya sama dgn yg bapak lihat, seorang wiku tua berumur sekitar 80 tahunan.
Beliau adalah seorang wiku yg dulu hidup di daerah Singasari pd jaman kerajaan Mataram Senopati.
Kekuatan gaibnya sekitar 200 kalinya ibu ratu kidul.
Katanya dulunya keris itu adalah miliknya, dibuat di Jawa Timur pd jaman kerajaan Mataram Senopati.
Sampai sekarang keris itu bersifat kesepuhan, hanya saja khodamnya sudah ganti dgn wiku itu.
Sang wiku akan membantu dlm hal keilmuan kebatinan / spiritual.

Tombak Pleret
Khodamnya mirip spt yg bapak lihat, tapi tidak persis sama.
Khdamnya yg sekarang itu bukan khodam aslinya.
Khodamnya yg sekarang itu adalah sejenis bgs jin yg sosoknya spt patung dwarapala, bersosok prajurit gempal gendut, tinggi sekitar 2 meter, memegang gada, kekuatannya sekitar 10 kalinya ibu ratu kidul.

Tombak Semar
Katanya itu bukan tombak semaran, tapi banyak angrem.
Khodamnya sejenis dgn khodam keris jawa, sepasang suami istri kakek2 dan nenek2, kekuatannya 2 kalinya ibu ratu kidul.
Tuahnya bisa untuk apa saja, kesepuhan, kerejekian, kewibawaan, .......
Katanya tombak itu dibuat di daerah Wonosobo, Jawa Tengah, pada jaman kerajaan Mataram Senopati.

Keris bapak yang luk 5 buatan empu dari Bali berisikan khodam gaib wahyu keris, sejenis dgn khodam keris jawa, sosoknya spt laki2 gagah tinggi besar, karakternya menonjolkan kekuatan dan wibawa kekuasaan.
Kekuatan gaibnya 2 kalinya ibu ratu kidul.
Bentuk tuahnya akan mengikuti sugesti kebatinan bapak.
Untuk keperluan latihan akan lebih baik kalau bapak bersugesti bhw khodamnya menyatu dgn bapak, shg nantinya akan terasa bhw badan bapak lebih kuat, lebih padat bertenaga, lebih peka dan bisa lebih mudah dalam melihat gaib.


 A :     
Terimakasih bapak sudah saya repotin untuk mengulas beberapa pusaka saya. Tentunya hal itu juga membutuhkan penyaluran energi bathin yang tidak sedikit dari bapak,...maaf ya pak merepotkan sekali atas pertanyaan saya karena memang saya tidak ada partner berkonsultasi karena ya memang hal ini saya rasakan tidak banyak orang yang yg bisa mengolah batinnya dengan tatacara dan metode yang runtut, sistematis...meskipun memiliki guru kebatinan...karena setahu saya hal ini berlangsung secara alamiah dan banyak saudara lain, termasuk saya kurang dapat tuntunan....

Kenapa pak dalam posisi tergambarnya ghoib misalnya dalam tombak banyak angrem ada ketidak-samaan yang terjadi pada gambaran bathin saya dengan bapak (mungkin presepsi saya juga mempengaruhinya) misalnya terlihat sosok orang tua berbaju putih saya anggap itu perwujudan pendeta, tapi bisa saja orang tua biasa yang memang keseharianya dulu berpenampilan seperti pendeta.... Memang yang istrinya nenek tua tidak terlihat oleh bathin saya entah faktor penyebab apa,.....

Dari perbedaan pandangan ini apakah memang karena sekarang ini baru saya latih kembali ataukah faktor penyebab yang lain ? mungkin bisa juga yaa pak kurangnya kepekaan daya bathin dan suasana bathin saya....apakah hal itu perlu diulang beberapa kali dalam pendeteksianya....? ataukah memang tatacara melihatnya masih tergesa-gesa...karena memang pada saat malam itu saya coba hanya sekitar 5-7 menit.....saja...

Nasehat dan petunjuk bapak mengenai penyatuan dengan khodam keris pribadi saya akan saya lakukan dan terapkan dalam belajar dan berlatih tentang olah kebatinan, sebenarnya dulu saya pernah diajarkan oleh guru spiritual kejawen saya untuk berlatih menempuh berbagai jenis semedi pada perguruan kejawen kuno "elmu sujud sejati alam qodrat" di daerah Kartosuro, dan beberapa guru elmu ghoib berbasic kejawen jg tapi karena alam fikiran saya pada waktu itu hanya pengennya cepet berhasil dan ilmu dapat dibuktikan scr nyata saja...maka berbagai macam tata cara semedi itupun tidak saya olah lagi dan hanya banyak laku tirakat ngebleng puasa mutih pati geni nglowong dsb bahkan pernah berpuasa kurang lebih satu tahun....tapi sampai sekarang saya sikapi dengan positif saja bagian pembelajaran dalam berspiritual njiih pak karena toh pernah mengalami...sendiri kenyataanya..... jenis-jenis elmu ghoib ini.....

Bagaimana ya pak cara mengsugesti supaya khodam keris saya dari Bali tersebut supaya terjadi keserasian dan keseimbangan saling menyesuaikan, selaras serasi dengan saya sebagai partner tentunya,... walaupun saya jg tahu sekarang ini keris tersebut bagian dari diri saya,...apakah ghoib kelas wahyu ini tidak menimbulkan efek negatif misalnya...dalam waktu lama bisa menimbulkan penyakit baik lahir maupun jiwa....saya koq agak trauma dgn kejadian tempo hari...ketempelan khodam di otak saya.....he...he...he...kalo dihitung2 sdh lama mungkin sekitar 1 tahun..ini serius lho pak...

Nah.....perihal leluhur saya tersebut saya ingat pernah mendapat cerita dari ibu saya yang dituturkan oleh kakek saya di Wonogiri waktu saya masih remaja memang ada darah keturunan dari eyang .....
tapi kalaulah benar informasi ghoib dr eyang tsb...berarti cerita masa silam leluhur saya sedikit-demi sedikit mulai nyambung dan terbuka,...setidaknya ada benang merah yg saya bisa telusuri kembali... karena dari sejarah kraton surakarta ini tidak banyak data sorosilah yang teradministrasikan dgn baik, mungkin karena dulu banyak naskah kuno yg ikut terbakar dalam 2 kali kejadian jadi wajar banyak yang hilang... Mudah2an jalur tsb mempererat persambungan tali ruhani dengan kiriman alfatehah yang saya sebut nama-nama beliau jika saya mengerti. Itu saja koq pak...yang akan saya lakukan...syukur bisa dibimbing jg oleh para ruhani eyang saya dalam menekuni kebatinan....selain guru laku seperti bapak.... walaupun bapak tidak suka dikenal....tetapi tetap saja saya ini mengutamakan sebuah adab dalam belajar termasuk kepada bapak melalui email maupun blog bapak...pak tolong bantu saya untuk membuat kalimat sugesti penyatuan keris saya dengan diri saya....suwuuun

 A :     
Perkenankan saya menanyakan kembali berkaitan dengan ghoib wahyu dalam pusaka garapan empu Bali sahabat saya tersebut. Pada pagi hari sebelum berangkat bekerja saya telah mengikuti saran bapak yaitu meminta kepada ghoib keris saya untuk menyatu dan menyelaraskan energinya dengan energi saya serta wataknya dan watak saya kemudian saya test dengan menayuh keris saya sejenak model pendulum. Singkatnya jawaban yg diberikan tersebut telah menyatu ke tubuh saya dengan sugesti saya.

Nah pada saat siang hari pada saat istirahat di kantor saya mencoba menggunakan olah rasa untuk berkomunikasi melalui rasa bathin menanyakan nama ghoib wahyu tersebut...dan aliran dari bathin ke fikiran saya mengatakan sebuah nama seperti kemaren nama agak mirip dengan yang pernah disebutkan empu pembuat kerisnya, nama depannya.......

Kemudian malam ini saya mencoba menayuh dengan keris ingin memastikan apakah nama tersebut sudah benar, ternyata jawaban ayunan keris membenarkan, dan saya tanyakan dulunya apakah dia seorang resi dijawab dengan ayunan "tidak,"
Selanjutnya saya tanyakan kembali apakah sebagai ksatria? dijawab "ya",...
Kemudian saya sugestikan kembali untuk menyatu dengan diri saya dan menyelaraskan energi dan wataknya kepada saya lalu saya minta memberikan tanda ke badan saya....selanjutnya terasa ada hawa dingin mengalir dari tangan kanan sampai ke punggung dan menyambung sampai ke tangan kiri, kemudian hawa dingin merayap sampai ke paha saya, setelah itu saya sugestikan cukup memberikan sensasi tanda penyatuan ke badan saya.

Yang saya tanyakan kepada bapak apakah yang saya lakukan ini sudah benar, artinya dari mulai saya menanyakan nama ghoib tersebut sampai memintanya memberikan tanda sensasi ke badan saya tidak berlebihan,?...karena yaa jujur saja pak saya membutuhkan bukti yg bisa menambah keyakinan saya dan sekaligus belajar ada partner ghoib yang bisa sy ajak berlatih...

Jika sudah terjadi penyatuan dimana ya pak posisinya apakah masuk ke badan ataukah diluar mendampingi saya........suwuuun


 J :     
Mengenai pertanyaan bapak tentang adanya ketidaksamaan gambaran batin antara bapak dgn saya ketika memeriksa keris2 bapak, jawabannya bersifat relatif.

Dalam hal melihat / menerawang gaib, dgn cara langsung ataupun melalui meditasi, kita harus bisa membedakan antara melihat gaib dengan menerima penglihatan gaib.

Dengan cara melihat gaib kita bisa melihat secara langsung sosok gaibnya dan bisa juga berkomunikasi.
Belajar melihat gaib secara langsung dgn cara batin bisa diikuti latihannya spt contoh dalam tulisan saya berjudul  Ilmu Tayuh Keris  dan  Olah Rasa.

Untuk tujuan melihat gaib, dgn cara2 latihan spt disebutkan di atas, setelah mendapatkan gambaran awal tentang sosok gaibnya, kemudian perhatian batin kita fokuskan kpd sosok gaibnya. Kalau dibiarkan melantur saja nantinya kondisinya akan sama spt menerima penglihatan gaib, bukan melihat gaib.

Ketika dulu dalam bermeditasi bapak berhasil "bertemu" dengan kakek leluhur bapak itu, kelihatannya itu adalah melihat gaib, karena dari cerita bapak tentang proses meditasinya, saya nilai dengan kondisi itu bapak berhasil secara batin masuk ke dalam "frekwensi gaib".
Kalau kondisi meditasi dalam frekwensi gaib itu diteruskan, nantinya bisa membuka cakra penglihatan mata ketiga bapak.
Ketika sedang berada dalam frekwensi gaib itu, kita juga bisa meneruskannya untuk "masuk" ke alam gaib, merogoh sukma. Tapi sebaiknya jangan merogoh sukma tanpa adanya sosok pembimbing dan pendamping.

Selain yg dgn cara melihat gaib, gambaran gaib juga bisa didapatkan dgn menerima penglihatan gaib. Penglihatan gaib ini bisa kita terima dari sesosok gaib tertentu, bisa khodam kita ataupun sedulur papat kita. Gambaran gaib dari penglihatan gaib ini bisa sama dgn kondisi gaib aslinya, bisa juga merupakan sebuah simbol / perlambang gaib yg arti dan maksudnya masih harus dicaritahu (mudah-mudahan bukan gambaran gaib fiktif).

Uraiannya sbb.
Misalnya dalam usaha menerawang isi gaib dari tombak berbentuk semar :

1. Saya berusaha melihat langsung sosok gaibnya dan ditemukanlah sosok sepasang suami istri kakek2 dan nenek2.  Kakek2nya berjubah dan nenek2nya memakai kain kemben.
Dari melihat dan "bertemu" dgn sosok2 gaibnya itu saya juga mendapatkan jawaban bhw katanya itu bukan tombak semaran, tapi berdapur banyak angrem, khodamnya sejenis dgn khodam keris jawa, kekuatannya 2 kalinya ibu ratu kidul, tuahnya bisa untuk apa saja, tetapi dominan bersifat kesepuhan, sesuai sosok dan perwatakan isi gaibnya yg kakek2 berjubah dan nenek2,
katanya juga tombak itu dibuat di daerah Wonosobo, Jawa Tengah, pada jaman Mataram Senopati.

2. Tentang tombak itu bapak mendapatkan gambaran bathin melihat seseorang berpakaian pendeta dengan kumis jenggot panjang seleher sedang duduk menghadap ke kanan .......
Dari situ bisa dinilai bhw yg bapak lihat itu adalah bentuk gambaran gaib dari menerima penglihatan gaib.
Penglihatan gaib itu mengindikasikan bhw tombak itu memang berkhodam sosok orang tua, dan  penampilan orang tua itu menggambarkan bhw tuah utama tombak itu adalah bersifat kesepuhan.


Dalam mencaritahu / menayuh sebuah keris, sebenarnya tidak masalah apakah dilakukan dengan cara melihat gaib ataukah dengan menerima penglihatan gaib, karena masing-masing cara juga mempunyai kelebihan dan kelemahan sendiri2 dari sisi keakuratannya, dan mengenai informasi tambahan tentang sebuah keris juga tergantung kemampuan si manusianya dalam mendapatkannya.


Mengenai usulan saya dulu untuk sugesti menyatukan bapak dengan keris Bali luk 5 bapak, sebenarnya itu dimaksudkan untuk keperluan latihan dalam meditasi bapak, spy secara kebatinan bapak dapat menjadi lebih peka, bisa lebih mudah dalam melihat gaib dan lebih mudah dalam mendapatkan informasi tambahan tentang objek yg sedang diterawang, dan lebih bisa melihat sosok2 gaib berdimensi tinggi.

Sedangkan untuk sehari-harinya cukup bapak bersugesti "nyambung" dgn kerisnya, ada kontak rasa dan batin, bisa mendengarkan suara dan bisikan gaib dari kerisnya, dan bisa merasakan adanya energi gaib kerisnya yang diberikan ke badan bapak. Untuk keperluan itu tidak diperlukan amalan apapun, hanya perlu sugesti kebersamaan saja antara bapak dgn kerisnya.

Khodam keris bapak itu termasuk jenis gaib yg tidak menjadi khodam pendamping, tetap berdiam di dalam kerisnya, tidak keluar mendampingi pemiliknya, tetapi tetap mengawasi bapak, bisa selalu kontak rasa dan batin, dan bisa datang sewaktu2 jika diperlukan.

Sebagai tanda bentuk penyatuannya dengan bapak adalah adanya energi gaib yg diberikannya ke badan bapak, yg bisa bapak rasakan sbg kekuatan badan. Energi itu juga menjadi tanda bagi mahluk halus lain bahwa bapak ada di bawah naungannya. Energi itu juga berfungsi sebagai tanda jejak, sehingga sekalipun bapak dan kerisnya berjauhan jaraknya, tetapi khodam kerisnya bisa selalu mendeteksi posisi keberadaan bapak, bisa selalu kontak rasa dan batin, dan bisa datang sewaktu2 jika diperlukan.

Sesuai sifat tuah dan karakter khodamnya, energi di badan bapak itu beraura kekuatan dan karisma wibawa kekuasaan.

Jadi bentuk penyatuan gaib kerisnya sehari-hari dgn bapak bukan dengan cara memasukkan khodamnya ke badan bapak.


 A :    
Wah,... terima kasih sekali pak atas pencerahan dan penjelasan bapak...he..he..he...luar biasa di sela-sela waktu kesibukan pekerjaan bapak ... tapi di tengah kesibukan bapak masih menyempatkan waktu membalas email saya maupun saudara2 yang lain,... sebenernya agak jauh yaa pak porsi rasionalitasnya pekerjaan bapak dgn ilmu kebatinan .....

Saya sudah mulai setahap demi setahap melakukan latihan untuk membiasakan diri, seperti belajar nyopir semakin lama digunakan akan semakin tahu kondisi kendaraan, perawatan mesin, kecepatan rambu-rambu, maupun kondisi jalanannya.... hanya nantinya saya berniat menempuh berbagai laku kebathinan untuk menambah pendalaman. Sebenarnya saya ingin total dalam penghayatan kebatinan ini pak,... tapi saat ini ya itu tadi persoalannya klise, dihadapkan oleh berbagai aktivitas pekerjaan saya jg yg tentunya menyita banyak energi....
mungkin menunggu tekadnya saja...

O, jadi penyatuan yang bapak maksudkan   adalah penyatuan untuk sambung rasa menjalin kontak dan komunikasi dengan keris saya ya pak... saya kira kemaren khodam keris saya disugestikan untuk mendampingi atau masuk ke badan ,...baik pak nanti akan saya coba dengan bersugesti dgn sosok khodamnya. Memang kemaren itu setelah saya sugestikan ada terasa semangat ketika bangun pagi dan badan agak segar rasanya.... saya juga akan coba lagi semedi untuk bisa kontak dengan leluhur saya untuk minta pelajaran dalam hal kebatinan...

Saya akan latih terus pak untuk kepekaan bathin saya ini,... kalau dari penjelasan bapak saya menarik sebuah kesimpulan sepertinya sama saja seperti orang yang melihat secara nyata / kasat mata ada yang sepintas kilas melihat suatu objek, ada juga orang yang tidak sekedar melihat tapi memperhatikan / mencermati tentunya lebih jauh menanyakan sebuah informasi.. berlainan juga kayaknya pak ketika orang yang bertanya adalah orang biasa dan yang bertanya adalah seorang intel kepolisian... untuk memperjelas posisi kasusnya...he..he..he..saya pelan2 dapat memahami penjelasan bapak....
terima kasih sekali pak sudah diberitahu nama khodam keris saya,....menurut saya kira2 koq lebih mudah kontak langsung kalo tahu namanya karena yang dipanggil lebih khusus / spesifik ditujukan pada pemilik nama....ini cuma pendapat saya aja lho pak....

suwuun...


 J :    
He he he
wah .... bapak ini kritis sekali, bisa langsung menguraikan maksud saya ...

Mengenai yg bapak sampaikan tentang niat menjalani kebatinan, tapi terhalang kesibukan, memang itu mjd kendala bagi banyak orang, termasuk saya. Karena itu sebaiknya kita melakukan sebatas yg sesuai saja dgn kita, yg menjadi interest kita.
Jadi jangan memandang laku kebatinan akan dijalani dgn paket kurikulum pembelajaran kebatinan, laku ritual, puasa, meditasi, tapa brata, dsb, yg tentunya akan memerlukan konsentrasi dan waktu khusus. Saya juga tidak menjalani sampai yg sedemikian itu.

Sebaiknya dikuasai saja intinya, yaitu olah rasa dan olah sugesti. Selebihnya, dgn mendayagunakan aliran ide dan ilham, ditambah interaksi kontak rasa dan batin dengan sosok2 pendamping kita, kita akan bisa menjalaninya tanpa perlu laku yg khusus. Hanya saja arahnya mungkin tidak jelas, karena tidak didasarkan pada kurikulum pembelajaran. Tapi sisi baiknya, penguasaan kita atas sesuatu yg mjd interest kita akan dalam, tidak mengambang.

Mengenai nama khodam keris bapak itu, memang dgn cara menyebut / memanggil namanya kita akan merasa lebih dekat, dan reaksi sugesti kita akan lebih terasa. Itu juga yg biasa dilakukan dalam aliran ilmu gaib dan ilmu khodam, yg dalam membacakan amalannya sering menyebut nama khodamnya, sehingga reaksi dari amalan gaibnya lebih terasa. Itu cocok untuk khodam ilmu.

Untuk khodam keris sebaiknya kita jangan terlalu sering memanggil namanya.
Jika kita ada perlu dgn khodam kerisnya sebaiknya dilakukan dgn sugesti kebatinan, dgn kontak rasa dan batin kepada sosoknya atau kpd fisik kerisnya, kemudian disampaikan sugestinya / keperluannya. Atau jika kita tahu di sebelah kanan kita ada khodam pendamping, jika ada perlu dengannya, cukup dgn kontak rasa kita sampaikan keperluan kita kepada khodam yg di sebelah kanan itu. Selebihnya mereka akan bergerak sendiri mengikuti sugesti kebatinan kita.

Sering menyebut nama khodamnya dapat berefek nantinya jika tidak disebut namanya, maka dia akan pasif, tidak aktif bertindak.
Mungkin sama seperti jika kita mempunyai seorang ajudan / asisten.
Jika sudah ada rasa saling mengerti, dengan cara kita membuat kode tertentu ajudan kita sudah mengerti maksud kita dan dia langsung bertindak sesuai sugesti yg diterimanya.
Tetapi jika dalam memberikan perintah kita sering memanggil namanya, nantinya kalau tidak dipanggil namanya, maka dia akan pasif, menunggu untuk dipanggil namanya, dan kalau tidak dipanggil namanya dan tidak diberi perintah khusus, maka dia merasa sedang tidak dibutuhkan.

Contohnya, ketika sedang turun hujan, saya ingin berjalan ke suatu tempat tetapi terhalang hujan, dengan cara saya memandang ke langit, memandangi hujan dan awan mendung, dan ingin hujannya berhenti, para pendamping saya sudah mengerti bhw saya terhalang hujan, shg mereka langsung berinisiatif memberhentikan hujan. Berbeda sekali jika saya sering memanggil mereka atau sering membacakan amalan gaib untuk memberhentikan hujan, mereka tidak akan bertindak jika mereka tidak dipanggil atau jika amalannya tidak dibacakan.

Ini untuk share tukar pengalaman saja loh pak .... , bukan menggurui.
Terima kasih

 A :    
Iya,..terimaksih sebelumnya pak,.... maklum dulu memang saya ini berputar-putar terus di keilmuan ghoib yang jadi interest saya dan meremehkan tentang kebatinan, padahal nyesel juga pak dulu diajarin oleh mendiang guru saya mbah ...... untuk banyak laku bathin olah kadang sejatinya sendiri, tapi karena cepat-cepat pengen berhasil akhirnya setelah beliau wafat pelajaranya saya tinggalkan dan beralih ke ilmu2 ghoib baik yang beramalan arab / jawa sampai berbagai laku ilmu ghoib versi kejawen,.....
Saya coba nanti akan saya bangun kembali tata laku yg masih saya ingat mungkin nanti kita akan sharing banyak hal semoga bapak tidak bosan ....

Malam ini setelah saya melakukan kembali semedhi untuk keperluan melihat ghoib telah saya runtut kembali metode-metodenya ketika dulu berhasil komunikasi bathin dengan eyang leluhur saya sesuai yang bapak ajarkan, hanya memang agak memakan waktu untuk menepnya bathin saya hingga benar2 hening sehingga alur fikiranpun segera menyesuaikan perhatian bathin saya dan fikiran saya setelahnya tetap dalam kondisi fresh tidak penat ataupun spaneng...

Saya mulai saja pak, pusaka pertama ini berdapur pasopati. Estimasi saya mungkin dari tangguh mataram sultan agungan, berhawa dingin,... Pada saat semedhi yang saya lakukan kemaren saya tidak berhasil masuk ke frekwensi ghoib pusaka, jadinya yaa .... cuman tenang, padahal sudah satu jam lho pak..he..he..he.... tapi karena terdorong rasa penasaran keris saya letakkan jauh, kemudian saya sambil tiduran dan membayangkan kerisnya,... nha lha koq malah nampak dalam bathin saya gambaran orang tua mungkin berkisar usia 60 tahunan berbeskap lengkap blangkon dan memang berpakaian ala kraton menggandeng anak perempuan usia sekitar 10 tahunan,.. karena tanpa komunikasi apapun saya akhiri semedhi sambil tiduran yang kurang tahu juntrungannya ini pak,... mohon penjelasan dan pandangan bapak tentang keris ini,...tentang tuah maupun khodam ataupun daya kekuatannya,....

Pusaka yg kedua ini menurut estimasi sy berasal dari segaluh berdapur brojol, hanya gonjonya sudah hilang, mungkin dulunya dicopot untuk diterapkan pada keris lain,...
Dalam penglihatan bathin saat saya melakukan semedi : saya melihat rumah gubuk dari anyaman bambu / gedhek lumayan bersih teratur, kemudian dalam rumah tersebut saya melihat orang tua paruh baya mungkin berusia 50-60 tahun berbadan kekar berjenggot dan kumis lebat berambut panjang diurai belah tengah dengan pakaian hitam-hitam spt pencak silat lengkap dengan gelang bahar dan batu cincinnya. Setelah saya salam saya menanyakan nama,  dijawab nama awalannya saya terlupa tapi belakangnya seingat saya ....... maklum pak kondisi semedhi agak susah.

Ketika menarik ingatan dalam kesadaran fisik..katanya dahulu keris brojol itu merupakan pusakanya dan siapa yang merawatnya akan dinaunginya....begitu katanya. Juga beliau ini dulunya sering dimintai membantu kerabat kerajaan untuk mengamankan perseteruan di wilayah kerajaan,... mungkin salah satu guru kesaktian pada zaman itu atau setidaknya jawara kerajaan.... itu dugaan saya lho pak.

Selain menganalisa sisi penampilanya juga saya sempat meminta beliau mengalirkan energinya pada tangan kanan yang saya julurkan ke depan,.. dan energi tersebut terasa tebal dan berhawa panas,... Kemudian saya ucapkan terima kasih dan saya minta beliau untuk meneduhkan hawa energinya demi kebaikan kami sekeluarga, dan tidak berapa lama terasa di tangan saya terasa angin berhembus dingin sampai sebatas siku,....entahlah pak....tapi inilah senyatanya yang saya alami....
Bagaimana  tentang pendapat maupun pandangan bapak mengenai latihan saya kali ini....
Mohon masukan...dan pendapat bapak....

Selanjutnya saya melakukan kembali semedi yang kedua untuk melihat ghoib keris berdapur tilam putut kembar, keris ini saya mahari dari pedagang keris madura, maklum pak bisanya cuman narik dari pasar,... he..he..he... Setelah saya tenggelam dalam semedi .... pelan2 saya melihat 2 orang, laki2 berpakaian jubah nampaknya dan perempuan tapi tidak memakai kemben, berbaju biasa saja duduk di pinggir sebuah pendopo. Setelah saya uluk salam saya menanyakan nama keduanya dijawab ........ nampaknya kyai ini bilang tidak suka dengan orang yang mengubah-ubah keris ini hanya untuk uang tidak seberapa, sehingga bentuk asli brojol menjadi berbentuk putut, mungkin tidak sesuai lagi dengan pembuatan aslinya.

Kalau pun benar yang dia katakan ...lha saya juga baru tahu....koq ya berani-beraninya orang itu sampai mengubah-ubah bentuk keris....dalam bathin saya, sedangkan ibu2 hanya senyum dan bilang sudah lama tidak ada orang yang menyapa dan menemui mereka,...
Saya ucapkan terimakasih dan saya minta mengalirkan daya energinya ke kulit saya .... Tidak berapa lama saya merasakan hembusan angin sejuk di telapak tangan yg saya julurkan.... Kemudian saya minta didampingi oleh beliau berdua... dan saya akhiri semedhi.

mohon bantuan pak untuk mengetahui selengkapnya,....maaf kalo sekiranya pandangan saya keliru, yang jelas saya sudah berusaha tidak mengimajinasikan gambaran2 tersebut...tapi berharap bapak mengkoreksi terhadap latihan saya bila ada yang tidak tepat.....
....suwuun....

Sesuai saran-saran bapak saya tidak menyebut nama khodam pada keris-keris saya walaupun beliau2 ini sudah cukup terbuka dan sangat bersahabat dengan saya dan keluarga,...
Apakah isi ghoib dalam ketiga keris saya merupakan sukma manusia tempo dulu ?  apabila memang ada benarnya tentang penglihatan bathin saya ini .....
Perwatakan khodam keris saya yang segaluh tadinya tajam dan terasa panas ini kemudian melembut setelah saya sugestikan / mintakan kpd khodamnya apakah bukan merupakan upaya merubah watak atau sifat dan karakter kerisnya ?
Adakah ketiga keris tersebut yang berisi khodam jin,.... karena keris yang segaluh ini ketika akan saya simpan mengeluarkan hawa merinding agak keras, dan berapa daya kekuatan masing2 khodam keris tersebut ? Mohon penjelasan karena saya tidak mengerti ukurannya,... dan belum beranjak dari latihan olah rasa dan meditasi energi.

Beberapa malam yang lalu saya selalu juga berlatih meditasi grounding pembersihan limbah eterik tubuh,...saya sugestikan tersalur melalui tangan saya terbuang seluruh limbah dan terbakar di inti bumi...dan saya berlatih untuk membuat pagaran badan sesuai tulisan dalam blok bapak,...
Apakah bapak dapat mengukur apakah yang saya sugestikan ini terbentuk energi benteng tersebut secara padat dan tidak mudah untuk ditembus makhluk ghoib berniat jahat,....

Sekarang ini seluruh latihan olah rasa sedang saya tingkatkan kepekaannya dan saya merasa ada peningkatan pengolahan energi,....mohon nanti bapak dapat memberikan pandangan masukan yang perlu buat saya,....untuk menambah kualitas pembelajaran saya...

....suwun.....

 J :    
Keris pasopati bapak berisi sukma manusia pemiliknya dulu, bapak2 berusia sekitar 50 - 60-an tahun, kekuatan kebatinannya sekitar 25 kalinya ibu ratu kidul, seorang sesepuh desa di lereng gunung Bromo, bersama anak perempuannya. Tapi tadi sukma istrinya datang, kemudian mereka pergi bersama.
Katanya mereka dulu menjadi korban pasukan Demak yang melakukan pengejaran terhadap Prabu Brawijaya sampai ke gunung Bromo.
Mengenai benar-tidaknya pengakuannya nantinya bapak bisa melakukan pemeriksaan kembali.

Keris segaluh dapur brojol bapak berisi sukma manusia seorang ........, hidup di daerah Ponorogo. Kekuatan kebatinannya 50 kalinya ibu ratu kidul. Dulunya hidup sebagai tokoh persilatan golongan hitam.
Beliau tewas dalam pertarungan melawan Mahesa Jenar (Rangga Tohjaya), seorang anggota pasukan khusus Demak. Tokoh bernama Mahesa Jenar ini menjadi tokoh utama dalam buku novel silat karangan S.H.Mintarja yg berjudul Nagasasra - Sabuk Inten.

Katanya, ganja kerisnya memang sudah dipindahkan ke keris lain, dan orang yg melakukannya sudah dibunuhnya.
Mengenai benar-tidaknya pengakuannya nantinya bapak bisa melakukan pemeriksaan kembali.

Energi khodam keris segaluh berdapur brojol bapak yg semula tajam dan terasa panas kemudian melembut setelah dimintakan kpd khodamnya, kelihatannya bukan merupakan upaya merubah watak atau sifat dan karakter kerisnya. Bagi orang2 yg sudah menguasai penggunaan kekuatan kebatinan, merubah energi panas dan keras menjadi dingin dan lembut adalah perkara mudah, tidak perlu dilakukan dengan merubah karakter kepribadian.

Keris segaluh berdapur brojol bapak berenergi keras, panas dan tajam, menandakan khodamnya yang sangat menonjolkan kekuatannya, dan mengeluarkan hawa merinding agak keras
ketika akan disimpan adalah tanda dari khodamnya yg menunjukkan bhw dia berwatak keras dan sangat mengagungkan kekuatannya, dan dia ingin spy bapak tahu kekuatannya itu. Sebaiknya bapak berhati2 dalam memiliki keris itu.

Keris tilam putut kembar bapak khodamnya benar, sama dgn penglihatan bapak.
Katanya dulunya keris itu adalah keris bethok.
Ganjanya juga sudah diganti, ganjanya yg skr itu bukan lagi aslinya.
Katanya mereka dulunya adalah bangsawan kerabat Prabu Brawijaya terakhir (Majapahit).
Kekuatan gaibnya sekitar 350 kalinya ibu ratu kidul.
Katanya mereka akan membantu penjagaan gaib dan pengayoman.


Pagaran energi bapak berbentuk bola dgn jari-jari 1 meter.
Dindingnya keras dan padat dengan energi, kekuatannya sekitar 30 md.
Bagian dalamnya kosong, tidak mengandung energi pagaran.
Sifat energi pagarannya panas. Sebaiknya energinya dibuat sejuk, karena energi panas itu dapat membuat rasa tidak nyaman bagi orang lain yg berdekatan dengan bapak.


 A :    
Terimakasih, atas petunjuk dan ulasan secara jelas, gamblang dari bapak mengenai ketiga buah pusaka saya tersebut,....untuk yang keris segaluh ini pak...saya dapatkan dari seorang teman dari daerah Purwokerto kalau tidak salah ingat ya pak,..bersamaan dengan ketiga pusaka yang lain,....dua yang lain sudah pernah saya konsultasikan dengan bapak,...dulu...yaitu dapur tilam yang berkhodam remaja india dan keris kebo lajer...

Saya tidak mengira kalau yang saya temui dalam penglihatan saya pada keris segaluh tersebut adalah tokoh dari ponorogo,...kalau memang petunjuk dari bapak beliau merupakan seteru dari Rangga Tohjaya tentulah dugaan saya beliau inilah warok simorodra yang menjadi cerita legenda sampai sekarang,... Kalau dulu saya pernah nonton lakon ketopraknya, beliau ini digambarkan memang menjadi pimpinan warok dalam kadipaten dan ikut memperebutkan keris nagasasra sabuk intennya Demak, terlibat peperangan dengan Mahesa Jenar, terbunuhnya beliau ini dalam adu kesaktian tersebut dipukul menggunakan aji sasra birawa milik Mahesa Jenar, ceritanya saya koq lupa2 inget...he..he..he...

Keris segaluh tersebut belum saya buatkan warangkanya pak mungkin nanti saya akan tanyakan dulu mau apa tidaknya dibuatkan warangka dan kalo semisal mau tentulah bahannya dari kayu jenis apa yang dia sukai,...bagaimana ya pak baiknya kehati-hatian saya dalam merawat keris ini kalau nantinya minta sesaji yang aneh2 tentu saja tidak saya turuti dan sebaiknya berpisah saja....saya kembalikan ke teman saya tersebut tapi...bahaya juga kalo nanti dia ga ngerti apa2 tentang hal ini, bisa2 kalo terjadi kesalahan memperlakukan kerisnya dibunuhnya juga....... kalau boleh saya minta saran dari bapak ttg hal ini sebaiknya bagaimana ? saya juga sudah menghubungi teman saya empu yang di Bali nampaknya dia sanggup merawat kalau saya berat membawa keris itu,...

Maklum ya pak yang namanya juga saya sekarang baru belajar olah rasa dan olah bathin dari tulisan di blog bapak jadi kalo semisal daya kepekaan indra bathin saya ini juga belum terbentuk masih
sering
ngawurnya atau malah semrawut, sehingga banyak salahnya mohon dimaklumi saja pak karena saya baru belajar merangkak tahap satu...tentunya banyak membutuhkan bimbingan bapak dalam latihan olah rasa dan kebatinan.

Saya sudah berlatih dengan tujuan untuk mendinginkan dan melembutkan pagaran badan saya dan memberikan sugesti untuk menambah pagaran lapisan di dalam pagaran yang diluar dan memberikan sugesti daya penguatan energi pagaran  tersebut dan menarik energi semula yang memancar 1 meter sehingga hanya sejengkal dari kulit tubuh, apakah kira2 sudah menunjukkan hasil sesuai sugesti saya ya pak,...mohon pandangan dan penjelasan bapak....

Pak ini ada beberapa gembolan saya dulu yang waktu masih remaja saya pake dalam beberapa pertarungan fisik... mohon untuk dideteksi, kalo sekiranya tidak baik akan saya amankan....

....suwuun....

 J :    
Mungkin sebelumnya tidak terduga yah pak oleh siapapun tentang sisi gaib keris2 bapak itu, apalagi kalau hanya melihat dari bentuk kerisnya saja yg kelihatannya sama dgn keris2 lain. apalagi kalau hanya melihat bentuk dapur dan pamornya saja.

Terhadap semua keris2 bapak, terutama yg isinya dari jenis sukma manusia, sebaiknya bapak menerapkan kehati2an yg tinggi, bukan semata2 karena karakternya yg bersifat berbahaya / mengancam, tapi terutama adalah pada kekuatannya  yg "nggegirisi",  yg mungkin orang2 pada jaman sekarang tidak akan mampu menangkalnya dgn segala macam keilmuannya.
Apalagi sebenarnya sukma2 tsb tidak merasa ada ikatan apa2 dgn bapak, mereka bukan siapa2nya bapak, mereka hanya berkepentingan dengan kerisnya masing2, yg tidak masalah jika suatu saat mereka menurunkan tangan besi kpd bapak atau keluarga.

Biasanya orang menginginkan benda2 dan khodam yg ampuh dan berkekuatan tinggi, karena kebanyakan orang hanya menginginkan tuahnya saja, mencari yg tuahnya ampuh, tapi tidak banyak orang yg menerapkan kehati2an yg cukup dlm memilih dan memilikinya.
Terhadap semua benda gaib dan khodam ilmu / pendamping kita harus berhati2, terutama pada faktor resiko dari memilikinya. Itulah juga perlunya kita mengenal kesejatian dari benda2 dan khodam kita, terutama pada faktor resiko memilikinya, yg sbg pertimbangan awal kita bisa menilainya dari sisi karakternya, pengaruh energi keberadaannya dan kekuatannya.

Untuk sekarang ini kelihatannya hanya bapak saja yg mampu merawat keris2 itu. Selain karena sudah tahu tentang sisi kegaibannya, mudah2an dgn merawatnya scr pantas bapak bisa meredam efek resikonya.

Keris yg segaluh itu sebaiknya jangan dipindahkan ke luar jawa, juga jangan dipindahkan kembali ke daerah ponorogo.
Katanya beliau itu bukan simarodra.
Lagipula simarodra ilmunya adalah ilmu macan, sedangkan beliau itu ilmunya bukan ilmu macan.

Sebaiknya bapak mendekatkan diri kpd keris tilam putut kembar bapak yg khodamnya dulunya adalah bangsawan kerabat Prabu Brawijaya terakhir (Majapahit).
Selain karena kekuatan gaibnya yg sangat tinggi (sekitar 350 kalinya ibu ratu kidul), juga mereka akan membantu penjagaan gaib dan kelihatannya cukup arif untuk memberikan pengayoman.
Mereka juga bersedia mengajarkan laku kebatinan kerajaan majapahit kalau bapak ingin menjalaninya.

Pagaran gaib yg bapak buat kira2 kondisinya sama spt yg bapak sampaikan. Tebalnya sejengkal saja dari tubuh. Hawanya sudah lebih sejuk. Kekuatannya masih sama dgn sebelumnya, 30 md.

Sebaiknya selain membuat keras dindingnya, pagarannya juga dibuat berisi penuh dan padat dengan energi positif, untuk menolak mahluk halus golongan hitam dan yg berenergi negatif. Jika di dalamnya penuh dgn energi positif, walaupun dindingnya kekuatannya 30 md, tapi energi positifnya dapat menolak yg golongan hitam dan yg berenergi negatif yg kekuatannya lebih dari 30 md.

Batu2 bapak itu :
1. Yg sebelah atas berkhodam kakek2 berjubah, 70 md.
2. Yg sebelah kiri bawah berkhodam bapak2 berjubah, 60 md.
3. Yg sebelah kanan bawah berkhodam ibu2, 60 md.

Semuanya dari jenis bgs jin gol.putih.
Tuahnya bisa untuk apa saja sesuai sugestinya, termasuk untuk berkelahi, tapi kelihatannya tidak ada yg bisa untuk kekebalan. Seandainya pun bisa, kelihatannya tuah kekebalannya itu tidak akan stabil.
Kelihatannya batu2nya dari jenis batu muda, bukan batu tua, shg tidak ada yg berpotensi mjd jimat kebal.


 A :    
Semua uraian dan saran-saran bapak akan saya jalankan dan perhatikan baik2.
Tentulah semua ini menjadi bahan pembelajaran bagi saya, ketemu dengan berbagai pengalaman baik bersifat ghoib maupun nyata.

Coba pak nanti pusaka segaluh itu akan saya tayuh dulu sekiranya mau saya pasang gonjo penggantinya,... dan saya buatkan sarung kerisnya jika ghoibnya mau...dan terima kasih lho pak sudah diberitahu jenis dan kekuatan khodam dalam gembolan saya dulu,...dulu saya dapatkan katanya dari penarikan alam ghoib yang dilakukan oleh guru saya di daerah boyolali,..tapi entahlah...pak ttg kebenaranya walaupun saya beberapa kali pernah ikut dalam usaha penarikan benda2 ghoib,..dahulu saya pernah akan dibimbingnya dalam ilmu tarik menarik ini,..kalau tidak salah memakai aji anjan kumayan tetapi mengingat puasanya harus dilakukan dengan puasa miji (1 hari makan 1 pisang) selama 40 hari saya belum siap jadi waktunya ditunda sampai saya ke jakarta sekarang ini...puasa ilmu jawa ini lumayan berat2 ya pak...,

perkembangan apapun dalam latihan tetap akan saya konsultasikan dengan bapak, yang jelas saya sekarang ini merasakan insting saya lebih tajam daripada yang dulu,...dan lebih bisa melakukan penghayatan dan merasakan banyak tambahan ilmu dan informasi khususnya perawatan keris dari artikel blog bapak maupun dalam perenungan-perenungan saya...yg jelas sekarang ini saya baru konsentrasi dahulu dengan tata cara yg bapak tuliskan di blog dan belum mahir namun entahlah kalo nantinya saya berminat memperdalam kebatinan ala majapahit secara khusus akan saya jalankan saran bapak tersebut untuk mendekatkan bathin ke keris saya putut kembar tersebut,....
suwuuun...


 J :    
Usulan dari saya pak, sebaiknya keris segaluh itu tidak usah diberi tambahan perlengkapan, selain belum tentu cocok dgn gaibnya, juga memang tidak perlu. Untuk sarungnya sebaiknya diberikan dlm bentuk kain putih selubung saja, shg jelas kelihatan berbeda dari keris2 bapak yg lain, dan orang lain juga akan dgn cepat melihat perbedaannya, dan bapak bisa menjelaskan kalau keris itu memang berbeda, yaitu berbahaya dan tidak boleh sembarangan memeliharanya atau membukanya. Tapi semuanya harus dilakukan dgn menayuhnya lebih dulu, spy tidak ada kesalahan.

Mengenai kebatinan majapahit itu, maksud saya hanya menunjukkan saja bhw kebatinan majapahit itu adalah ilmu tua dan langka, sebenarnya bukan maksud saya untuk bapak mempelajarinya sbg paket pelajaran kebatinan, tetapi bapak bisa minta diberikan tips2 pembelajarannya yg praktis yg sesuai dgn kondisi masa kini.

Mudah2an perkiraan saya benar, bhw ilmu mereka benar ilmu kebatinan, bukan spt keilmuan orang jaman sekarang, yg lakunya memang mirip dgn laku kebatinan, tapi tujuannya ternyata sama dgn ilmu gaib dan ilmu khodam yg sumber kekuatannya adalah dari khodam ilmu, bukan dari kekuatan kebatinan si manusia ybs.


 A :    
Baik pak, saran bapak akan saya lakukan sebaik-baiknya nantinya akan saya lakukan tayuh terlebih dahulu dengan kerisnya secara langsung selanjutnya hasilnya akan saya konsultasikan dengan bapak,...

Baik pak nantinya saya akan coba menemui beliau kembali dan meminta ajaran tata laku kebatinan majapahit tentunya sesuai dengan saran bapak tata laku yang bisa disesuaikan dengan keadaan jaman sekarang,...tapi pak apakah itu tidak mengurangi daya ghoib sukma kita ya pak, karena sepengertian saya untuk yang berhaluan ilmu ghoib saja persyaratan laku ilmunya juga sudah berat2,

Tapi nanti coba saya lakukan pendekatan terlebih dahulu yaa pak jika beliau itu berkenan mudah2an  bersedia memberikan tata cara yang mudah untuk jaman sekarang yang bisa saya pelajari....

 J :    
Ilmu jaman sekarang, ilmu gaib kejawen atau ilmu Islam kejawen, aslinya memang adalah ilmu kebatinan jawa, sehingga tata lakunya masih berat, masih mengikuti tatacara lama, hanya saja orientasinya bukan lagi pada kebatinan, tapi ke arah jalan pintas untuk bisa cepat menguasai keilmuan gaib, yg kemudian arahnya mjd ilmu gaib dan ilmu khodam.

Tata laku kebatinan lama biasanya memang berat, karena tujuannya juga untuk kesaktian kanuragan.
Kalau hanya untuk murni kebatinan / kerohanian lakunya tidak seberat itu.

Tatalaku kebatinan lama, kalau memang bisa diambil yg praktisnya saja, intisarinya saja untuk kebatinan pribadi, mungkin juga bisa cepat menaikkan kekuatan gaib sukma kita. Walaupun lakunya praktis, tapi tidak akan mengurangi kegaiban ilmunya, karena sudah disesuaikan dgn tujuan lakunya.
Tulisan2 saya juga lebih banyak bersifat intisarinya saja, yg kalau dijalani dgn tekun akan sangat efisien dan efektif untuk menaikkan kekuatan gaib sukma kita. Tapi kalau ada keinginan untuk kesaktian kanuragan, ya .... lakunya juga akan semakin berat.

Tapi seberat2nya laku kebatinan, biasanya lakunya tidak ada yg aneh2, tidak seperti laku orang yg menuntut ilmu gaib dan ilmu khodam ( / perdukunan).


 A :    
Berikut adalah 2 bilah keris saya, keris yang pertama saya dapatkan memahari dari teman saya dan yang kedua tangguh mataram saya mahari dari pedagang. Kedua keris tilam upih ini kemungkinannya tangguh surakarta tua. Sedikit yang saya ketahui tentang pusaka2 ini sebagai berikut ;

Dalam penglihatan saya ketika melakukan semedhi pada keris pertama pada saat saya semedi untuk menemui khodam keris ini sepertinya saya melihat orang tua / laki2 memakai baju adat kejawen dan seorang gadis dengan memakai sanggul berkulit kuning langsat dan memakai baju biru terlihat rapi dgn tersenyum seperti menyapa saya kemudian katanya mereka dari keraton solo,...dan menyebutkan nama...tetapi saya sudah lupa....benar dan tidaknya pengakuan tersebut saya tidak tahu.
Apa manfaat dan tuah keris ini ya pak dan apakah benar bahwa mereka khodam kerisnya, berapa kekuatannya,... mohon penjelasan dari bapak mengenai hal tersebut  serta masukan serta saran2 dari bapak,...

Yang kedua saya bertemu dengan orang tua / nenek-nenek namun dengan penampilan kurang terurus. Agak menakutkan kalo sepintas memperhatikan wajahnya dan seakan2 kurang suka diketahui jati dirinya dengan isyarat tanganya, sehingga saya tidak berusaha menayakan apapun, dan segera mengakhiri semedi saya,...
Mohon bapak bisa membantu saya apa tuah dan manfaat dari pusaka ini dan berapa daya kekuatannya,... Apakah keris ini memberatkan kehidupan saya sekeluarga bila saya merawatnya ?
Saya merasakan energi tajam sampai merinding separo badan tetapi tidak terasa panas,  mohon penjelasan tentang hal ini,...



 J :   
Keris bapak yg pertama, sosok penghuni kerisnya benar seperti yang bapak sampaikan.
Sebenarnya mereka adalah seorang kakek dengan cucunya.
Si kakek mempunyai kekuatan gaib sekitar 100 kalinya ibu ratu kidul, sedangkan si gadis hanya orang biasa yang tidak pernah mempelajari keilmuan kebatinan / kesaktian.
Si gadis itu dulunya meninggal karena pembunuhan.
Sebenarnya pakaian mereka tidak terlalu mewah, tapi memang kelihatan bahwa mereka dari keluarga ningrat. Mereka masih ada hubungan kerabat dengan keraton Solo. Katanya mereka hidup sekitar 300 tahun yang lalu. Tapi kelihatannya mereka tidak ada hubungan garis keturunan dengan bapak.
Mereka bukanlah khodam asli kerisnya. Katanya keris itu adalah kerisnya orang lain.
Mereka tinggal disitu karena mereka butuh tempat tinggal.

Keris bapak yg kedua, memang benar berisi sesosok sukma nenek2, sekitar usia 70 tahunan. Penampilannya memang kurang urus.
Beliau dulunya adalah seorang tokoh kebatinan dan kesaktian golongan hitam yang hidup pada jaman Adiwijaya (Jaka Tingkir) masih menjadi Adipati Pajang. Beliau bermarkas di lereng gunung Lawu.
Memang benar beliau tidak ingin diketahui jatidirinya dan sikapnya memang juga tidak bersahabat.
Kekuatan gaibnya sekitar 150 kalinya kekuatan kesaktian ibu ratu kidul.
Rasa merinding bapak kemungkinan adalah sama dengan yg bapak alami dgn keris segaluh bapak, yaitu merupakan tanda (dan ancaman), supaya bapak berhati-hati terhadap mereka, karena mereka kuat, supaya bapak tidak melakukan kesalahan.


Keris2 bapak yg berisi sukma manusia secara umum tidak memberikan tuah apa2, karena keberadaan mereka di dalam kerisnya adalah karena mereka membutuhkan tempat tinggal, bukan untuk menjadi khodam jimat / pusaka bagi manusia.
Sehari-harinya mereka hanya sekedar tinggal menghuni kerisnya, tidak memberikan pengaruh langsung kepada bapak, baik pengaruh negatif maupun positif.
Tuahnya hanya akan bapak dapatkan jika bapak bisa menjalin hubungan pribadi yang baik dengan masing2 sosoknya.

Selebihnya sebaiknya bapak memberikan catatan atau tanda tersendiri mengenai keris-keris bapak yang berpenghuni sukma manusia, dan memberitahukan kepada semua anggota keluarga bapak supaya berhati-hati dengan keris2 tsb, dan supaya jangan ada keinginan dari anggota keluarga bapak untuk memilikinya. Lebih baik kalau nantinya keris2 itu diserahkan kepada orang2 yg mampu memeliharanya.


 A :    
Berikut ini adalah keris saya berupa keris patrem berdapur brojol dan keris sajen.

Sebelum saya melakukan semadi untuk mengetahui keris patrem ini saya melakukan tayuh keris dan agak membingungkan ketika saya tanyakan apa
fungsi & tujuan keris ini dulunya diciptakan. Tapi sedikit jawaban dari hasil tayuh keris ini adalah sebagai pelancar persalinan .....
Pada saat saya melakukan semedi untuk mengetahui khodam ghoibnya koq saya melihat seperti puteri duduk di sebuah ruangan goa ya pak, lalu setelah itu muncul wujud ibu2 jawa berpakaian lengkap berwarna hijau memakai sanggul / konde berperawakan agak gemuk, kulit kuning langsat, duduk di depan saya dan saya tanyakan tentang fungsi tuah dari keris tersebut dan katanya benar dia yang akan membantu memperlancar persalinan sewaktu dibutuhkan dengan cara disambat,... dan mengaku bernama Nyai Sri Kemuning.....
Mohon masukan dari bapak tentang khodam keris ini ,..dan berapa perkiraan kekuatannya....

Keris kedua saya dapatkan dari teman saya. Pada waktu saya melakukan tayuh keris saya mendapat jawaban khodam yang menunggui keris adalah golongan jin, dan saya coba dengan semedi olah rasa sampai melihat wujud seperti kakek tua berambut putih panjang memakai selempang juga berwarna putih seperti seorang pertapa,....
Apakah penglihatan saya tersebut benar ataukah tidak,... saya minta bapak bisa memberikan masukan tentang keris sajen ini. Energi keris ini terasa tajam tetapi memiliki getaran halus di tangan saya.
Berapa kira2 kekuatanya ya pak dan untuk apa tuahnya mengingat keris sajen ini digunakan sbg pelengkap upacara bukan berfungsi untuk lain hal....
Terima kasih sebelumnya atas jawaban bapak.....suwuun

 J :   
Saya berusaha bertanya jawab dgn sosok-sosok yg berdiam di dalam keris patrem, dan didapatkan informasi bahwa sang putri dulunya adalah anak seorang bupati di Jawa Timur yg hidup pada jaman Majapahit Hayam Wuruk. Sedangkan si mbok adalah embannya yg merawatnya sejak lahirnya.

Dulunya mereka bukanlah orang-orang yg menjalani laku kebatinan ataupun kesaktian, sehingga kekuatan gaib mereka tidak tinggi, hanya sekitar 20 md saja. Mereka membutuhkan keris itu sebagai tempat perhentian mereka. Mereka akan sangat menghargai jika dianggap bagian dari keluarga, dan sesuai sifat-sifat mereka, mereka akan senang membantu dalam hal-hal yg berhubungan dengan perempuan dan keluarga, seperti membantu persalinan, menjaga anak-anak dan melindungi mereka dari gangguan dedemit, dan membantu menjaga ketentraman keluarga.

Yang keris sajen, isinya adalah sesosok sukma manusia. Kekuatan gaibnya sekitar 450 kalinya ibu ratu kidul. Beliau adalah paman dari Prabu Brawijaya majapahit yg sempat ikut mengantar sang prabu sampai ke gunung Lawu. Dulunya beliau adalah seorang pertapa dan menjadi sesepuh kerohanian keluarga raja.

 A :    
Wah, terimakasih atas penjelasan dan masukan dari bapak,... saya akan memperhatikan dan menganggap mereka bagian dari keluarga saya.

Perkiraan saya ternyata masih salah ttg khodam pusaka keris sajen ini pak, mungkin karena minimnya perbandingan saya antara energi sukma manusia dengan energi jin,... adakah pembedaan langsung yang mudah yg bisa saya gunakan tolok ukur memastikan perbedaan antara jin dengan sukma manusia, tentunya tanpa tayuh keris, jika cara satu-satunya hanya dengan kepekaan olah rasa untuk membedakannya ya ... apa boleh buat ... memang saya hrs giat berlatih kembali,...

Sebenarnya saya koq agak judeg setelah mengetahui koq ya rata2 pusaka yang saya miliki isinya sukma2 manusia berkesaktian tinggi ya pak ? Padahal dulu saya sebenernya cuman karena ketertarikan saja dengan pusaka kuno, sebabnya kalo pusaka baru koq saya jarang (bukanya tidak ada) merasakan energi hidupnya atau daya spiritnya,...terlepas daya itu positif atau negatif,  atas masukan dari bapak sekarang ini memang
saya sudah extra hati2 merawatnya dan sudah saya tandai pusaka yang berisi sukma / roh manusia dan yang bukan.
Sekali lagi terima kasih atas bantuan bapak,...

 J :   
Ya .... itulah fenomena kehidupan di alam roh, tentang kehidupan manusia sesudah kematian.
Masih lebih baik mereka tinggal di dalam keris, daripada tinggal di dalam tubuh manusia yg masih hidup.

Memang kalau melihat fisik keris / bendanya saja, seringkali kita tidak mengetahui isi dalamnya, apalagi kalau hanya mengikuti pakem keris di masyarakat. Itulah juga sebabnya saya lebih prefer melihat langsung bendanya spy bisa lebih jelas mendeteksi "dalamnya".

Mengenai cara membedakan sukma manusia dan bangsa jin, kalau hanya melihat perwujudannya saja memang kita akan kesulitan untuk melakukan pembedaan.
Ibaratnya banyak orang sunda dan orang jawa yang sosok tubuh dan wajahnya mirip, pembedaannya harus dilakukan lebih dalam, misalnya mendengarkan suara dan bahasanya, melihat asal-usul keluarganya, dsb.

Begitu juga dengan kambing dan domba, walaupun dianggap sejenis, tapi rasa dagingnya berbeda.
Begitu juga ayam, bebek dan burung, walaupun sama2 jenis unggas, tapi rasa dagingnya berbeda.

Begitu juga dengan sukma manusia dan bangsa jin. Banyak yg sosok wujudnya sama, tapi sebenarnya mereka berbeda jenis.
Untuk membedakan apakah sesosok halus adalah sukma manusia atau sebenarnya adalah bangsa jin, kita harus menelisik lebih dalam. Perlu pengalaman latihan yang banyak untuk bisa dengan cepat membedakannya.
Yg paling mudah adalah dgn merasakan energinya.
Secara alami, walaupun tingkat kesaktiannya sama, energi sukma manusia biasanya lebih halus, lebih tipis, tetapi lebih tajam. Sedangkan yg dari bgs jin biasanya energinya terasa lebih padat dan lebih bertekanan.


 A :    
Malam ini saya habis berlatih dengan semedhi yg bapak ajarkan di blog untuk menemui sedulur sejati saya. Setelah saya berdoa memohon kpd tuhan untuk dipertemukan dgn sedulur sejati kemudian saya lafalkan pamantram yg dulu pernah saya konsultasi ke bapak hanya sy tidak menyebut pagaran tiap2 keblat,... tetapi saya sebut dgn rasa bathin "jumudulo hing pangarsaku".... lalu saya mulai memasuki ke dalam bathin sendiri....beberapa saat setelah tenang didahului rasa merinding di dada kiri halus sekali sampai ke leher dan mulai samar2 hingga jelas sekali terlihat berwujud plek seperti saya...

Dalam penglihatan saya tersebut keempatnya walaupun kembar tapi nampak ada perbedaan antara lain :
1. Posisi berhadapan dgn saya sebelah kanan menyebut dirinya kawah, bentuk badan agak lebih besar
    dari yang lain tetapi berkulit kuning bersih
2. Posisi kedua dari kanan menyebut dirinya getih, tinggi sejajar dengan saya, kulit agak kemerahan
    spt lombok rawit muda
3. Ketiga lebih gelap dari kulit saya walaupun tidak sampai spt angus, tinggi sejajar dgn saya,..
4. Keempat paling kiri menyebut dirinya ari2, berkulit putih bersih, potongan lebih kecil dari yang lain.

Dalam komunikasi antara saya dengan mereka saya minta kepada mereka untuk menyalurkan dan menyatukan rasa bathinnya dengan saya dan scr naluri saya balik telapak tangan saya di atas lutut menghadap ke atas. Sepertinya mereka saling menempelkan telapak tangannya satu sama lain, hingga ke telapak tangan kiri si kawah ditelungkupkan di tangan kanan saya begitu juga sebaliknya tangan kanan ari ditempelkan di atas telapak kiri saya,.... sampai terasa berat kelihatanya mereka menyalurkan energi sampai terasa mengalir masuk lembut energi tsb di dada kiri saya,...

Setelah itu saya minta mereka selalu mendampingi dalam kehidupan saya dan membantu latihan peningkatan kekuatan dan kepekaan bathin saya,...Kemudian dari kawah sepertinya memberi saran kpd saya untuk menemui guru sejati..... Semedi saya akhiri, terasa getaran aliran lembut sekali di dada kiri.... Kemudian saya renungkan sambil istirahat sejenak,....meluruskan kaki yg mulai kesemutan....

Kemudian setelah selesai istirahat saya memulai patrap menyatukan semedi kedua dgn sepenuh niat ingin bertemu guru sejati saya sendiri,.... dengan pamantram yang pernah saya dapatkan dulu dari guru saya tapi tidak pernah benar2 mencobanya... baru malam ini sepenuh rasa bathin saya memanggil berulang-ulang " Roh suci, guru sejati, kang lungguh ono sukmo sejati ...... "

Selanjutnya mulai samar-samar saya melihat bayangan putih sampai akhirnya jelas plek mirip saya, tetapi koq berpakaian sepertinya memakai blangkon putih, bajunya putih, jaritnya juga putih dan badannya seperti ada kabut putih terang tapi tidak silau, lalu memberi ucapan salam kepada saya, kemudian menyarankan untuk memperkuat kekuatan dan rasa bathin saya dengan lafal "yaa bathin" sebanyak 17 kali,....tanpa petunjuk lakunya,...yaa hanya itu yg saya dapatkan pak....

Apakah memang dalam menampakkan wujudnya guru sejati itu seperti dalam penglihatan saya ataukah tidak pak,....mohon pencerahan dan masukan dari bapak atas benar dan tidaknya peristiwa dalam semedi saya tersebut soalnya saya koq seperti ada kemantapan bahwa wujud tersebut asli bukan imajinasi saya tapi siapa tahu ini hanya ilusi saya saja,....

 J :   
Mengenai semadi bapak bertemu dengan sosok-sosok sedulur papat bapak, pandangan saya sbb :

Penampakkan para sedulur papat memang seperti itu pak, sama dengan yang bapak lihat. Dan kalau masih ada sedulur papat yang terpisah, maka yg muncul hanya dua, tidak empat.

Kalau sedang menjalani keilmuan, menghimpun energi ataupun mengamalkan amalan gaib, atau laku yang lain, termasuk dalam pekerjaan sehari2, sebaiknya dilakukan dgn bersugesti mengajak semua sedulur papat untuk ikut bersama2 melakukannya. Selain mereka juga akan tambah kuat dan berilmu, juga tingkat kegaiban perbuatannya akan menjadi lebih tinggi. Selebihnya mereka juga dapat mengajari kita, dalam hal keilmuan maupun pengetahuan teknis modern, dalam bentuk ide dan ilham yang mengalir dalam pikiran kita, dan bisa tanpa kita sadari mereka berhubungan dengan sosok-sosok halus atau dengan sukma orang2 tertentu yg masih hidup yg terkait dengan pengetahuannya.


Sebagian besar orang yang sudah pernah bertemu dengan sosok halus sedulur papatnya, kebanyakan penglihatannya sifatnya hanya perlambang saja, yang terlihat hanya satu saja, yang sosoknya mirip dengan dirinya. Dalam hal ini yg dilihatnya itu bukanlah sosok-sosok aslinya, tetapi adalah penglihatan gaib dalam bentuk "pencitraan" terhadap sosok sedulur papat, yang sosoknya mirip dengan dirinya.

Dengan kata lain, "pencitraan" itu adalah mirip dengan orang yang mendapatkan gambaran gaib yang bukan dengan cara melihat gaib, tapi dengan cara menerima penglihatan gaib, atau sama seperti melihat gaib dengan bantuan khodam. Kebanyakan kasus ini terjadi pada orang2 yg melihat gaib dengan bantuan khodam, atau dengan menggunakan amalan gaib untuk melihat gaib.

Dengan cara itu maka semua yang dilihatnya adalah berupa "pencitraan" atas sesuatu yang menjadi objeknya, yang biasanya bentuk gambaran gaibnya sesuai dengan isi sugesti dalam amalan gaibnya, atau berupa gambaran perlambang sesuai maksud dan arti objeknya.


Mengenai perjumpaan bapak dgn sosok guru sejati, kelihatannya kok kasusnya klasik, sama dgn fenomena kebatinan yg umum saya dengar.

Kelihatannya sosok guru sejati yg bapak jumpai itu adalah salah satu bentuk "pencitraan", yang bentuk gambaran gaibnya sesuai dengan isi sugesti dalam amalan gaibnya, atau berupa gambaran perlambang sesuai maksud dan arti objeknya.

Saya belum tahu siapa sosok halus yg memberikan gambaran gaib itu kpd bapak, bisa sedulur papat bapak sendiri, bisa juga sosok2 halus yg bersama bapak, tapi gambaran sosok guru sejati dalam pandangan bapak itu kelihatannya melambangkan suatu sosok "sepuh" dalam diri bapak.


Tentang sejatinya Guru Sejati, gambaran sosok guru sejati dalam pandangan orang-orang keilmuan kebanyakan adalah suatu sosok dalam diri kita yg sepuh, yg mengajarkan segala sesuatunya kepada kita. Itu adalah "citra" kita sendiri tentang sosok Guru Sejati.

Ada juga yg berpandangan bhw guru sejati kita adalah suatu pribadi yg illahi, yg diberikan Gusti Allah kpd masing2 manusia dalam dirinya, shg sosok itu dicitrakan sbg sosok yg suci dan mulia, berpakaian putih dan bersinar spt roh-roh illahi.

Ada juga yg berpandangan bhw guru sejati kita adalah Gusti Allah sendiri, sehingga orang-orang di kalangan ini akan memuliakan bisikan2 gaib, wisik / wangsit,  guru2 dan ajaran2 yg diterimanya, karena dianggap berasal langsung dari sosok guru sejatinya yg adalah Gusti Allah sendiri. Biasanya kalangan ini adalah kalangan agamis.


Pandangan2 itu berbeda dgn pandangan orang2 yg sudah menjalani kebatinan / spiritual tingkat tinggi.
Di kalangan ini yg dimaksudkan sbg guru sejati adalah sosok2 yg benar2 sudah mengajarnya, sosoknya nyata ada, bukan gambaran gaib, bukan pencitraan, dan bukan pengkultusan.
Di kalangan ini orang2 tsb tahu benar siapa yg menjadi guru sejatinya masing2, dan sosok guru sejati itu bisa banyak, bukan hanya satu, dan bisa siapa saja sesuai hubungan masing2 guru sejati itu dengan orangnya.

Misalnya :
Seseorang berguru pencak silat A, maka guru sejati pencak silatnya itu adalah guru A.
Orang itu kemudian juga berguru pencak silat B, maka guru sejati pencak silat B itu adalah guru B.
Kemudian orang itu berguru ilmu pukulan Brajamusti kpd guru C, maka guru sejati ilmu itu adalah guru C.
Orang itu juga berguru ilmu Lembu Sekilan kpd guru D, maka guru sejati ilmu itu adalah guru D.
Pada tingkatan olah batin / spiritual yg tinggi orang itu mendapatkan pengajaran dari sesosok sukma leluhurnya, maka guru sejati olah batin / spiritual-nya itu adalah leluhurnya tsb.
Seandainya dalam lakunya itu orang itu juga mendapatkan pengajaran langsung dari sesosok Dewa, atau perbuatan tidak langsung para Dewa dlm bentuk pemberian wahyu keilmuan dan spiritual, maka wahyu / Dewa itu juga mjd guru sejatinya.

Sebenarnya tentang guru sejati ini sudah juga terkandung dalam filosofi pewayangan jawa.
Contohnya adalah para Pandawa yg mendapatkan didikan kesaktian dan kerohanian dari Resi Dorna, maka di mata para Pandawa, Resi Dorna itu adalah sosok guru sejati mereka.
Begitu juga para Dewa, resi dan pertapa lain yg juga mengajarkan para Pandawa ilmu2 kesaktian dan kerohanian, mereka juga dipandang sbg guru sejati oleh para Pandawa.
Dengan demikian para Pandawa itu mempunyai banyak Guru Sejati yg telah menjadikan mereka sosok seperti yg sekarang ini dan mereka menghormati dan menjaga hubungan yg baik (bakti) kpd guru-guru sejati mereka itu.
Begitu juga dgn Arjuna yg sangat menghormati Prabu Kresna ( / Dewa Wisnu) yg telah memberikannya pencerahan tentang kehidupan manusia.

Dengan demikian yg dimaksudkan sbg guru sejati di kalangan ini adalah sosok-sosok yg nyata2 sudah mengajarnya, sosoknya nyata, bukan gambaran gaib, dan bukan pengkultusan. Guru sejati itu adalah sesuai hubungan masing2 guru sejati itu dengan seseorang.

Dalam pengertian di atas, maka kita harus mencari lebih dulu suatu sosok yg bisa memberi kita ajaran, dan kita menjalani ajaran2nya, sesudahnya sosok itu bisa disebut guru sejati kita sesuai hubungan kita dengannya.
Dengan demikian guru sejati itu nyata, ada sosoknya, dan bisa mengajar kita, bukan gambaran gaib yang dicari-cari atau hanya sebatas pengkultusan dan tidak bisa mengajar kita.

Tapi terlepas mana versi pandangan tentang Guru Sejati yg kita prefer, nantinya kita sendiri akan bisa tahu siapa sesungguhnya sosok guru sejati kita masing2.


 A :    
Selama saya mempelajari olah rasa dan kebatinan dari bapak, memang sedikit demi sedikit dan pelan-pelan bisanya pak,...mungkin karena daya tangkepnya masih lemot pak, mungkin proses saya begitu meskipun saya sebenarnya kagum dengan banyak pembaca yang sudah mahir dalam olah kebatinannya dari email2 yang bapak tampilkan di blog,...iri juga rasanya saya pak...bahkan ada yang sudah memiliki kekuatan bathin yang berlipat-lipat dari ratu kidul,...bagaimana ya pak caranya dapat membangun kekuatan seperti itu ? karena sepemahaman saya selain dengan penghayatan kepada Tuhan juga banyak melakukan laku bathin seperti mesu rogo, dan laku ilmu....

Pak apakah dalam setiap posisi meditasi misalnya dengan tiduran dapat juga untuk menghimpun kekuatan bathin ? karena apabila itu bisa berarti pada tiap kondisi khan bisa dijadikan wahana berlatih,.... walaupun selama ini kebiasaan saya berlatih dalam posisi duduk bersila meditasi / semedhi biasa.

Sekalian mencocokkan pandangan ya pak tentang keris saya ini (terlampir), keris ini mungkin tangguh Tuban tetapi tidak nggigir sai, tapi tipis biasa dan rata dapur tilam upih dengan rondo nunut, nampaknya bagian gonjo bukan aslinya,...
Dalam semedhi saya koq melihat sosok manusia dengan rambut di kepang ke belakang seperti jago kungfu, bertelanjang dada berbadan tegap seperti satria lengkap dengan kumis dan jenggot, tetapi di samping kanannya ada seekor macan tidak begitu besar mendampingi,...

Apakah penglihatan saya benar seperti itu wujud khodam keris tilam ini,... apakah keduanya dari golongan jin ? karena pada saat keris ini saya tempelkan di kepala energinya terasa berat dan tajam sesaat membuat kepala seperti ngliyeng, tapi keris ini mengeluarkan hawa sejuk dan getaran pada kerisnya halus.

Pertanyaan saya apakah tuah keris ini untuk penjagaan ataukah kesaktian, jika khodam keris ini berisi roh manusia kenapa energinya berat dan bertekanan ?
Mohon masukan dari bapak mengenai pusaka saya ini,...terima kasih.

 J :   
Dari deteksian saya, keris bapak itu berisi sukma seorang laki-laki muda orang cina, 30 tahunan, rambut setengah botak dan dikepang ke belakang, bertelanjang dada, hanya mengenakan sepatu dan celana hitam spt untuk latihan kungfu. Kekuatan gaibnya sekitar 3 kalinya ibu ratu kidul. Energinya menonjolkan kekuatan, tapi tidak panas.
Ia ada didampingi seekor harimau loreng, bangsa jin, 60 md.
Katanya dulunya hidup di jaman awal Kerajaan Demak, tewas ketika terjadi pembunuhan besar-besaran terhadap orang tionghoa.
Mengenai kebenaran pengakuannya itu nantinya bapak bisa melakukan pemeriksaan kembali.
Kerisnya bisa dimintai bantuannya untuk penjagaan gaib.


Mengenai pertanyaan bapak tentang pembaca2 yg sudah bisa olah batin dan bisa memiliki kekuatan batin / sukma yg tinggi, sebenarnya sifatnya relatif pak, tidak semuanya bisa seperti itu. Ada juga yg untuk latihan olah rasa saja sudah mengalami kesulitan. Tapi secara garis besarnya bisa saya katakan bhw keberhasilan mereka mempelajarinya adalah karena mereka belum pernah menjalani keilmuan yg lain, atau mungkin juga pernah menjalani keilmuan yg lain, tetapi mereka bisa mengesampingkan dulu tatacara keilmuan yg lain, shg ketika interest untuk menjalani tatacara latihan dalam tulisan saya, mereka bisa fokus mengikuti arahannya. Itu adalah hal yg pokok dalam kita mempelajari sesuatu, spy hasilnya bisa sama seperti yg diajarkan.

Juga pertanyaan bapak mengenai bagaimana : caranya dapat membangun kekuatan seperti itu ? karena sepemahaman saya selain dengan penghayatan kepada Tuhan juga banyak melakukan laku bathin seperti mesu raga, dan laku ilmu .......

Pada jaman dulu laku kebatinan (olah batin) dilakukan orang untuk 2 tujuan laku yg utama, yaitu sebagai laku ketuhanan dan sebagai laku untuk meningkatkan kekuatan kesaktian kanuragan.

Pada jaman dulu, dalam laku olah batin, yg ditekankan adalah kesaktian kanuragan dan kegaiban sukma orangnya, tidak ditekankan pada usaha meningkatkan kekuatan gaib sukmanya sendiri, karena tidak semua orang tertarik untuk mengukur kekuatan sukmanya, mungkin juga mereka tidak tahu mau diperbandingkan dgn apa dan untuk tujuan apa.

Dalam laku olah batin itu tidak ditekankan usaha untuk meningkatkan kekuatan sukma / batin, karena kekuatan batin dan kegaiban sukma dianggap akan otomatis terjadi sebagai efek dari beratnya laku kebatinannya. Yang ditekankan dalam laku kebatinannya adalah kekuatan kanuragan, sesuai jamannya yang adalah jamannya kesaktian, sehingga laku kebatinan mereka berat, yang orang jaman sekarang mungkin tidak ada yg mampu menjalani seperti yang mereka jalani. Dan kesaktian mereka itu jelas berbeda sekali dgn kesaktian orang2 yg mengandalkan tenaga dalam, ilmu gaib dan khodam saja.
Tapi kalau lakunya hanya untuk ketuhanan saja atau untuk menyerap / menghimpun energi saja saya kira lakunya tidak seberat itu.

Ide untuk meningkatkan kekuatan sukma / batin yang ukuran2-nya juga sudah saya sebutkan dalam tulisan2 saya sebagai ukuran kekuatan gaib roh / sukma seseorang, adalah ide saya sendiri.
Konsep dasarnya adalah dengan mengoptimalkan energi untuk banyak keperluan manusia, bisa untuk kekuatan kanuragan, bisa untuk meningkatkan kekuatan dan kegaiban sukma manusia, bisa juga untuk langsung digunakan untuk banyak keperluan penggunaan energi.

Tapi saya tidak mengajarkan kesaktian kanuragan. Lebih baik kalau orangnya sendiri yang ikut olah kanuragan (latihan beladiri), yang jika bisa menggabungkan kekuatannya dgn laku kebatinan saya, orang itu akan bisa secara drastis menaikkan kekuatan kanuragannya.

Saya juga tidak mengajarkan ilmu2 dan amalan2 ilmu, karena saya tidak ingin mengarahkan orang yg nantinya prakteknya adalah sama dgn perbuatan2 yg sejenis dgn perdukunan.

Tapi kalau orang sudah mempunyai benda2 gaib dalam bentuk pusaka, batu akik dan mustika, dsb, atau tertarik dengan dunia gaib dan kegaiban, mereka bisa belajar dari tulisan2 saya untuk lebih mengerti tentang kegaiban benda2 gaibnya dan tentang dunia gaib, dan tidak perlu lagi bergantung pada orang lain yg seringkali malah menjadikan mereka masuk ke dunia pengkultusan.

Jadi yg berhubungan dgn kegaiban dan dunia gaib, saya ingin supaya manusia mampu mengerti dan bisa mempunyai kekuatan gaib sendiri, tidak lagi lemah dan bergantung pada jimat dan khodam untuk melindungi dirinya sendiri dari gangguan gaib. Ditambah adanya kesadaran ketuhanan yg jika manusia mampu tulus berkebatinan dalam berketuhanan, yang bukan hanya sekedar mengedepankan laku keagamaan formal saja, maka manusia bisa juga berkuasa atas roh-roh duniawi, tidak lagi harus bergantung pada khodam dan jimat.


Yang berhubungan dengan usaha menaikkan kekuatan gaib sukma / roh manusia caranya adalah dengan mengkombinasikan olah kebatinan dengan olah spiritual. Metodenya dibuat sesederhana mungkin, efisien tapi efektif. Sesuai kehidupan jaman sekarang yang sudah modern, agamis, dan manusia sangat disibukkan dengan aktivitas sehari-hari duniawinya, tidak perlu seseorang berlama-lama menjalani olah kebatinan, apalagi mempelajarinya sebagai paket pelajaran, kecuali ia berniat berkarir di bidang itu.

Contohnya bapak bisa mengikuti lakunya seperti dalam tulisan2 saya yg berjudul :
- Meditasi Energi
- Pembersihan Gaib 4
- Olah Spiritual dan Kebatinan

Konsep dalam Meditasi Energi itu ada kesamaan dgn meditasi kundalini dan reiki, hanya saja "bentuk" energi dalam latihan meditasi kundalini dan reiki tidak terasakan oleh tubuh, lebih banyak bersifat dunia spiritual, sedangkan "bentuk" energi dalam Meditasi Energi ini lebih bisa dirasakan oleh tubuh. Laku dalam tulisan Meditasi Energi ini juga bermanfaat untuk melatih kemampuan tubuh dalam menerima dan menampung energi.

Konsep dalam halaman berjudul Pembersihan Gaib 4 adalah didasarkan pada olah kebatinan ketuhanan.
Konsep ini didasarkan pada kepercayaan adanya Kuasa Tuhan. Bapak akan bisa merasakan energinya yg jauh lebih besar dan lebih kuat daripada energi alam manapun. Dasar dari laku Pembersihan Gaib 4 ini adalah tulisan di halaman berjudul  Kebatinan dalam Keagamaan, yang jika seseorang benar-benar menghayatinya dan menjalankannya, ia akan mendapatkan dasar pondasi ketuhanan yg lebih kuat untuk menjalankan laku dalam tulisan di halaman Pembersihan Gaib 4.

Semua energi yg berhasil dihimpun bisa disatukan dengan tubuh menjadi kekuatan kanuragan, atau disatukan dengan kekuatan sukma / roh dengan olah spiritual, bisa juga langsung digunakan untuk semua keperluan penggunaan energi, tergantung kemampuan orangnya masing-masing.

Sebenarnya dalam setiap halaman penulisan saya sudah menuangkan sugesti roh saya, yang pengaruh gaibnya akan bersifat positif membukakan pengertian pembacanya dalam memahami isi tulisannya, apalagi jika pembacanya berniat mempelajari / menjalani apa yg tertulis di dalamnya, dan pengaruh positif lain sesuai konteks isi tulisannya masing2.  Jika seseorang khusyuk membacanya, jika mereka sensitif maka mereka akan bisa merasakan efeknya.

Selebihnya bapak bisa juga membaca komen / pengalaman pembaca2 yg lain, barangkali saja ada teknik / ilham untuk ditiru.

Sebenarnya tulisan2 saya saling terkait dan materinya saling berhubungan dan jika seseorang benar mempelajari dan menjalaninya, bisa digunakannya untuk tujuan kanuragan, kebatinan dan spiritual, atau murni untuk tujuan ketuhanan.


Mengenai pertanyaan bapak apakah dalam setiap posisi meditasi, misalnya dengan tiduran, dapat juga untuk menghimpun kekuatan bathin ? karena apabila itu bisa berarti pada tiap kondisi kan bisa dijadikan wahana berlatih,.... walaupun selama ini kebiasaan berlatih adalah dalam posisi duduk bersila meditasi / semedhi biasa.

Yang paling diutamakan adalah kondisi batin kita sendiri untuk bisa menjalankan sugesti yg diinginkan, sehingga dengan posisi, situasi dan kondisi bagaimana pun orang akan tetap bisa berlatih dan bisa mengetrapkan keilmuannya selama ia bisa fokus mengsugesti batinnya.

Saya sendiri sebenarnya lebih suka dengan cara berdiri santai, atau sambil berjalan hilir mudik. Dengan cara itu saya merasa pikiran saya lepas, imajinasi mengalir lancar. Cara itu memudahkan saya untuk mendapatkan ide dan ilham, atau untuk menyerap dan menghimpun energi, atau untuk mengeluarkan energi. Tapi cara orang memang berbeda2 sih yah pak, tidak semuanya sama.


Sejalan dengan ulasan saya di atas, yaitu tentang pembaca2 yg berhasil mempelajari isi tulisan2 saya yang secara garis besarnya bisa dikatakan bhw keberhasilan mereka mempelajarinya adalah karena mereka belum pernah menjalani keilmuan yg lain, atau mungkin juga pernah menjalani keilmuan yg lain, tetapi mereka bisa mengesampingkan dulu tatacara keilmuan yg lain, shg ketika interest untuk menjalani tatacara latihan dalam tulisan saya, mereka bisa fokus mengikuti arahannya. Itu adalah hal yg pokok dalam kita mempelajari sesuatu, spy hasilnya bisa sama seperti yg diajarkan.

Dalam banyak hal itu berlaku juga untuk bapak.

Misalnya dalam hal bermeditasi.
Saya perhatikan bapak selalu menggunakan mantra2 untuk melihat gaib. Dan dari uraian bapak, apa yg bapak lihat dalam meditasi bapak itu lebih banyak berupa gambaran gaib perlambang. Sifatnya sama dengan "pencitraan" gambaran gaib yg sama dgn penglihatan gaib orang2 yg menggunakan khodam atau menggunakan amalan gaib.

Dalam banyak tulisan saya tentang meditasi atau usaha melihat gaib, saya menekankan supaya tidak menggunakan amalan apapun, termasuk amalan untuk melihat gaib. Jika ingin berdoa, cukup doa tulus saja dalam hati (zikir).

Coba saja bapak berlaku begitu. Dalam bermeditasi coba bapak tidak mengamalkan amalan gaib apapun. Untuk tujuan melihat gaib, atau melihat isi khodam keris, coba saja bapak menerapkan apa yg tertulis dalam tulisan Olah Rasa, yaitu tidak menggunakan amalan gaib, tetapi menekankan pada kepekaan rasa untuk bisa menangkap ide dan ilham. Kalau kemudian bapak menangkap gambaran sosok gaibnya, barulah bapak fokuskan batin kepada sosok tersebut. Proses itu sama dengan melihat gaib secara batin.

Kalau sudah bisa fokus kepada sosok gaibnya, kita bisa mendeteksi keberadaannya dengan cara kontak rasa energi, baik jaraknya jauh maupun dekat, bisa juga kemudian berkomunikasi batin.

Tapi mohon maaf ya pak, ini bukan maksudnya saya menggurui .... , hanya untuk bertukar pikiran saja.


 A :    
Terimakasih, pak tentang pandangan bapak mengenai keris saya. Ini ada kesamaan dengan penglihatan saya pak hanya saja saya belum menjalin komunikasi, hanya bisa mencocokkan wujud dulu dalam penglihatan bathin,...jadi memang yang berat energinya menekan ini dari bangsa jinnya ya pak berwujud macan / harimau. Nantinya saya akan coba menjalin komunikasi kembali dengan mereka,....
Terima kasih pak sudah banyak merepotkan dan mengganggu waktu bapak.

Baik pak, saran dan petunjuk bapak akan saya perhatikan dan saya jalankan baik-baik sesuai dengan tulisan di blog bapak, sebenarnya saya sudah tidak lagi mengedepankan mantra maupun amalan ghaib yang dulu pernah saya pelajari lho pak,...
Sebenernya pada saat saya berlatih kemaren itu tujuan saya melafal mantra sebenernya untuk memperkuat sebuah sugesti dalam bathin saya saja, tapi justru malah keliru ya pak,...yg muncul dalam penglihatan saya justru terjadi penerimaan seperti penggunaan khodam ilmu,..

Baik kalo begitu pak, mulai sekarang akan saya kesampingkan apa yang dulu pernah saya pelajari supaya hasilnya bisa sama dengan siswa bapak yang lain,... tentu saja saya ini juga siswa bapak lho,..mohon bimbinganya ya pak jangan bosan dengan konsultasi saya mengenai tahap pembelajaran pengolahan kebatinan, karena saya sangat membutuhkan wewarah sebenar-benarnya tentang kebatinan supaya tahu yang benar,...tentu saja kesalahan2 dalam berlatih kalau sudah saya ketahui akan segera saya benarkan sesuai petunjuk dan wewarah dari bapak tentunya.

Saya sangat bersyukur mendapat wejangan maupun bimbingan dari bapak, maksud saya berkonsultasi dengan bapak ini memang untuk banyak mendapat wewarah dari bapak.
Memang dalam kebatinan ini khan riskan dan rawan ya pak, misalnya kita berolah raga kalo keseleo ya paling2 ototnya, tapi kalo berolah bathin bisa saja yang keseleo / minger adalah bathinnya, sehingga saya juga harus waspada meningkatkan kehati2an soal pengolahan bathin ini,....

Mungkin hadirnya sosok guru yang saya pikir perwujudan guru sejati ini mungkin bentukan dari alam bawah sadar saya sendiri yang terjadi dengan sendirinya, atau mungkin sebuah objek bayangan fikiran saya saja yang terbangun dalam alam bawah sadar ya pak, tapi apapun itu tetap menjadikan sebuah proses pembelajaran saya,...terlepas dari latihan yang saya jalani ini masih banyak kesalahan-kesalahan,.... Memang pak kalo saya tidak mengenal salah lha nanti juga saya ga ngerti benernya, bahkan bisa-bisa nantinya  saya beranggapan semuanya bentuk latihan bener,..he...he...he... bercanda lho pak...

Saya kira bapak bisa banyak memaklumi, tidak semua siswa bapak termasuk saya lho pak tentunya,... berangkat dari realitas yang sama, ada yg langsung bisa mematuhi sebagaimana tulisan di blog bapak, ada yang masih terikat dengan kebiasaan lamanya kadang-kadang, lha wong memang dulunya belajar saya itu ya kelas mantra lho pak,...

Memang saya sudah berusaha meninggalkan mantra yang sedikit banyak justru mengganggu dengan hadirnya bayangan semu / dengan gambaran pencitraan saja,.... ulasan maupun pencerahan dari bapak sangat berguna bagi saya dan jangan bosan-bosan ya pak memberi pengarahan maupun petunjuk-petunjuk kepada saya untuk berlatih kebatinan yang sebenarnya,.... walaupun hanya melalui media ini saya bisa bertukar fikiran dengan bapak. Sekali lagi terima kasih sekali atas perhatian dan pencerahan dari bapak,....saya akan menjalankan sesuai saran petunjuk dan bimbingan bapak,....suwuun


 J :   
Saya ada menggaris-bawahi tulisan bapak yg menyentuh kesadaran saya :
" Memang dalam kebatinan ini khan riskan dan rawan ya pak, misalnya kita berolah raga kalo keseleo ya paling2 ototnya, tapi kalo berolah bathin bisa saja yang keseleo / minger adalah bathinnya, sehingga saya juga harus waspada meningkatkan kehati2an soal pengolahan bathin ini,.... "

Lah ... kalo yang keseleo / minger adalah bathinnya ..... gimana ya ngobatinnya ?

Juga dulu sewaktu masih awam soal olah batin saya sudah berhubungan dgn gaib2 kelas atas. Yang sekelas ibu ratu kidul saja sudah dipuja-puja dalam keilmuan gaib, dianggap tokoh gaib kelas satu, sedangkan saya sudah berhubungan dgn yg kelasnya lebih dari itu.
Bagaimana kalau saya mendapatkan efek resikonya ?  Siapa yg mampu menangkalnya ?
Untungnya sejak awal saya sudah menerapkan kehati-hatian yg tinggi untuk belajar membedakan mana yg kecenderungannya berbahaya dan mana yg baik. Saya juga menerapkan disiplin yg tinggi untuk tidak berhubungan dgn yg tidak baik, walaupun mereka bisa memberikan manfaat duniawi yg banyak.


Sebenarnya saya banyak sekali belajar dari tanggapan / pertanyaan dari para pembaca, termasuk dari bapak, karena semuanya itu menjadi bahan bagi saya untuk dipelajari lebih lanjut.
Awalnya bagi saya semuanya adalah bersifat pribadi, hanya cukup untuk keperluan pribadi saja, tetapi ternyata ada banyak hal yang sebelumnya tidak terpikirkan. Itu juga menambah kematangan saya.

Juga ada banyak sekali email dari pembaca yg sebenarnya bagus untuk diupload, untuk menambah pengetahuan pembaca yg lain, tapi tidak saya upload, karena saya nilai sangat bersifat pribadi. Tapi itu sudah membantu saya mematangkan pengetahuan dan kesadaran diri saya.
Saya ucapkan terima kasih kepada bapak dan kepada semua pembaca yang sudah bersimpati dan membantu saya mematangkan diri.







------------------




 


Comments