Keris yang Dikosongkan Isi Gaibnya


    Filosofi, Spiritual dan Kebatinan Keris Jawa.
 


Ada banyak kejadian dialami orang yang ketika datang berkonsultasi kepada seorang spiritualis atau pergi menanyakan perihal kegaiban keris atau benda-benda gaib lainnya kepada seseorang yang dianggapnya mengerti tentang kegaiban, seringkali dijawab bendanya itu kosong, tidak ada isi gaibnya. Walaupun kecewa dengan jawaban spiritualis itu yang tidak sesuai dengan harapannya, sebagian orang juga tidak percaya dan penasaran ketika benda gaibnya itu dikatakan kosong, karena dia sendiri dapat merasakan adanya kegaiban tertentu dari benda gaibnya, ataukah itu hanya perasaannya saja ?

Penulis sendiri sering sekali ditanyai tentang benda-benda gaib milik seseorang yang sebelumnya oleh orang lain sudah dikatakan kosong tidak ada isi gaibnya. Dalam beberapa kejadian memang Penulis mendapati bahwa benda-benda tersebut asli kosong tidak berpenghuni gaib. Walaupun merasa tidak enak hati karena yakin akan mengecewakan orang pemiliknya, tetapi fakta itu memang harus diungkapkan dengan sebenarnya. Lebih tidak enak lagi adalah keterpaksaan Penulis untuk menyatakan bahwa isi gaib benda gaib seseorang adalah dari golongan hitam, yang tendensinya negatif dan jahat (baca : Penggolongan Mahluk Halus), padahal pemiliknya sama sekali tidak merasakan adanya sifat jahat dari benda gaibnya itu, malahan benda itu sangat baik untuknya, menjaga dan melindunginya dan sering sekali mendatangkan keberuntungan.

Dalam beberapa kejadian Penulis mendapati bahwa benda-benda milik seseorang memang asli kosong tidak berpenghuni gaib. Tetapi pada kejadian yang lain Penulis mendapati pada benda-benda yang dikatakan kosong tidak berpenghuni gaib itu ada suatu jejak energi gaib, yang setelah ditelusuri ternyata kemudian diketahui bahwa benda itu sebenarnya berpenghuni gaib, hanya saja sosok gaibnya tidak berada di dalam benda gaibnya, tetapi berada di luar, mendampingi manusia pemiliknya, atau mungkin sedang berada di tempat lain.

Dalam kejadian di atas adanya energi gaib di dalam benda gaibnya merupakan jejak tanda bahwa benda itu ada penghuninya, supaya diketahui dan tidak ditempati oleh sosok halus lain. Hal ini sama dengan perilaku hewan-hewan tertentu yang menandai daerah wilayahnya. Jadi, walaupun bendanya kosong tidak ada sosok gaibnya, tetapi benda itu ada pemiliknya. Seringkali hal ini tidak diperhatikan oleh orang-orang yang walaupun bisa melihat gaib, tapi tidak mempunyai pemahaman yang cukup tentang perilaku mahluk halus.

Selain benda-benda tertentu yang kosong seperti diceritakan di atas, di dalam halaman ini diceritakan tentang benda-benda gaib, khususnya keris, yang pada awalnya ada berpenghuni gaib, tetapi kemudian sengaja dikosongkan isi gaibnya oleh si pemilik keris, atau menjadi kosong karena sebab-sebab lain.


Ada seorang pembaca bertanya: "Apakah keris tua isi gaibnya adalah pasti wahyu?  Atau apakah tergantung si empunya, bisa juga diisi jin atau siluman oleh si empu pembuatnya?"

Ulasannya sbb:

Mengenai isi gaib keris tua bisa apa saja tergantung si empu pembuatnya. Tetapi sepengetahuan saya, keris tua jaman dulu pada saat pembuatannya oleh si empu keris terutama ditujukan untuk dipadukan dengan wahyu dewa yang sudah ada pada diri seseorang, dan kegaibannya khusus dimintakan kepada dewa-dewa sesuai agama kepercayaan pada masa itu, sehingga gaib kerisnya adalah gaib wahyu keris, bukan jin atau siluman. Seandainya pun si pemesan keris tidak memiliki wahyu dewa dalam dirinya, tetap saja si empu keris akan mendatangkan jenis gaib yang sama untuk keris-keris buatannya.

Tetapi kondisi keris tua pada jaman sekarang ada juga yang sudah berubah "khodam"nya.

Saya punya pengalaman.
Ada seorang teman dari suku Jawa yang tinggal di daerah Gunung Puteri, Jawa Barat. Dia menyimpan 2 buah keris peninggalan orang tuanya. Keris-keris itu dikonsultasikannya kepada kenalannya seorang spiritualis. Oleh kenalannya itu disarankan supaya keris-keris tersebut dikosongkan saja isinya supaya tidak musyrik. Teman saya setuju. Maka kemudian
keris-keris itu pun dikosongkanlah isinya.

Beberapa tahun kemudian saya bertemu dengan teman tersebut. Dia minta diperiksa kondisi rumahnya karena anaknya sering sakit-sakitan dan suka rewel di malam hari. Di rumahnya saya deteksi ada aura negatif yang berasal dari dalam lemarinya di ruang tamu. Setelah diperiksa, ternyata aura negatif tersebut berasal dari 2 buah keris tersebut di atas. Setelah keris-keris itu dikeluarkan dari dalam lemari dan diperiksa, ternyata keris-keris tersebut berisi gondoruwo. Saya heran. Kok bisa?  Barulah kemudian si teman tersebut menceritakan sejarahnya bahwa
keris-keris tersebut dulu pernah dikosongkan isi gaibnya.

Dalam hal ini saya tidak menyalahkan dia dan kenalannya sang spiritualis yang telah mengosongkan isi gaib
keris-kerisnya. Tetapi disitu ada kesalahan prosedur. Setelah keris-keris tersebut dikosongkan, seharusnya kemudian juga dipagari supaya tidak kemudian diisi oleh sosok gaib lain yang justru tidak jelas juntrungannya. Sama dengan kandang ayam yang sudah dikosongkan isinya, kalau tidak ditutup pintunya akan kembali didatangi dan dihuni oleh ayam lain yang tidak jelas ayam milik siapa.

Itulah yang terjadi kemudian. Setelah keris-keris tersebut dikosongkan isi gaibnya dan tidak dipagari, kemudian di dalamnya bersemayam jenis gondoruwo yang energinya bersifat negatif bagi manusia. Karena keberadaan mahluk halus negatif tersebut anaknya menjadi sering sakit-sakitan
dan suka rewel di malam hari.

Kemudian teman saya tersebut setuju dengan saran saya untuk saya kembalikan isi gaib aslinya, supaya tidak diisi oleh gaib lain dan bisa membantu keamanan rumah. Soal musyrik tidaknya tergantung dia sendiri dan perbuatannya. Setelah dia setuju, maka gondoruwo-gondoruwo itu saya suruh pergi dan isi keris aslinya dipanggil lagi untuk tinggal di dalam keris-keris tersebut.

Kebetulan waktu itu kami juga bersama dengan seorang teman dari teman saya tersebut yang mampu melihat gaib. Keberadaannya diperlukan sebagai saksi. Pada saat proses kami mengeluarkan gondoruwo-gondoruwo tersebut, teman kami tersebut memberi kesaksiannya. Pertamanya yang keluar dari keris-keris tersebut adalah sosok perempuan. Tetapi kemudian perempuan tersebut berubah rupa menjadi seekor ular hijau. Kemudian ular tersebut pergi menghilang. Dari kejadian tersebut bisa disimpulkan bahwa pada saat itu isi gaibnya berwatak tidak baik, karena telah sedapat mungkin berusaha menipu kami.

Setelah kondisi kerisnya telah kosong, maka kami panggillah isi gaib asli dari keris-keris tersebut. Tetapi tentang datangnya gaib-gaib
keris tersebut, teman saya itu tidak dapat mengetahui sosoknya, karena yang kelihatan di matanya hanyalah berupa sekelebatan cahaya saja.

Demikianlah kejadiannya. Memang gaib keris dapat dikeluarkan, dikosongkan, atau diganti isi gaibnya, sehingga kondisinya tidak sama lagi dengan kondisi pertama keris itu dibuat. Tetapi sebaiknya diperhatikan juga tentang kemungkinan kejadian berikutnya yang mungkin dapat terjadi, jangan sampai malahan menjadi petaka. Jika keberadaan suatu keris tidak diinginkan dengan alasan agama atau alasan apapun juga, sebaiknya keris tersebut diserahkan saja ke museum. Walau bagaimana pun juga, keris merupakan benda purbakala yang memiliki nilai seni tinggi. Mungkin saat ini kita tidak menghargainya dan tidak menginginkan keberadaannya. Tetapi jika suatu saat nanti keris-keris sudah habis dibuang, atau malah dimiliki oleh orang-orang dari luar negeri, kita sendiri yang akan rugi.



------------------



Penulis juga menemukan ada keris jawa tertentu yang sosok isi gaibnya adalah dari jenis bangsa jin, atau sukma manusia / arwah, bukan mahluk halus sejenis gaib wahyu keris. Ada banyak sebab yang menjadikan sebuah keris jawa kehilangan isi gaib aslinya. Contoh kerisnya adalah keris milik Penulis sendiri yang gambarnya ada di sebelah atas halaman ini.


Ada beberapa keris yang pernah dikosongkan isi gaibnya, sehingga mahluk gaib yang kemudian masuk dan tinggal di dalam keris tersebut bukan lagi sosok aslinya. Atau ada keris-keris yang didapatkan dari hasil penarikan gaib, yang prosedurnya tidak tepat, sehingga ketika kerisnya telah mewujud di alam nyata manusia, sosok gaib kerisnya tidak ikut serta (kerisnya kosong). Mahluk gaib yang kemudian masuk dan tinggal di dalam keris tersebut bukan lagi sosok aslinya. Jika keris-keris tersebut kemudian menjadi milik anda, maka anda mendapatkan keris yang isi gaibnya bukan aslinya. 


Ada juga seorang spiritualis yang berkhodam bangsa jin golongan hitam. Karena keberadaan khodamnya itu maka jika orang itu memegang benda-benda gaib milik orang lain yang datang berkonsultasi kepadanya, maka benda-benda itu akan menjadi kosong isi gaibnya. Atau jika orang itu melakukan suatu penarikan gaib, maka semua benda-benda gaib yang berhasil ditarik dan diwujudkannya, bendanya akan kosong tidak berkhodam. 


Kejadian-kejadian tersebut terjadi karena khodam-khodam dan mahluk halus yang dari golongan putih tidak mau bergaul / berdekatan dengan yang golongan hitam. Karena khodam spiritualis tersebut adalah dari jenis golongan hitam, maka khodam-khodam benda gaib yang golongan putih akan pergi setelah dipegangnya, karena tidak mau berdekatan dengan khodamnya yang golongan hitam.

Terlepas dari perdebatan mana yang lebih baik mengenai jenis sosok isi gaib keris, Penulis hanya ingin menekankan bahwa ternyata tidak semua keris jawa tua sosok isi gaibnya adalah dari jenis gaib wahyu keris. Jadi pada masa sekarang tidak pasti bahwa semua keris jawa tua isi gaibnya adalah dari jenis gaib wahyu keris, ada kejadian-kejadian yang menyebabkan isi gaib kerisnya bukan lagi sosok gaib aslinya. Jika anda ingin mencoba mengetahui perihal isi gaib keris anda bisa dilakukan dengan menayuhnya dengan mengikuti cara-cara seperti dicontohkan dalam tulisan berjudul  Ilmu Tayuh / Menayuh Keris.






----------------










Comments