Keris Kamardikan 

       

Filosofi, Spiritual dan Kebatinan Keris Jawa.  



 Keris Kamardikan


Ada pertanyaan dari seorang pembaca :


 " Mungkinkah keris tangguh kamardikan bisa memiliki tuah yang lengkap ? "


Jika pengertian keris tangguh kamardikan itu dimaksudkan sebagai keris-keris jawa yang dibuat pada jaman sekarang, yang walaupun dibuatnya pada jaman sekarang tetapi tatacara dan filosofi pembuatannya masih sama dengan pembuatan keris jawa tua, maka keris-keris itu digolongkan sebagai keris-keris jawa muda, bukan keris kamardikan. Sisi kegaiban dan tuah keris-keris itu masih sama dengan keris jawa yang umum (keris sepuh).

Tetapi jika
pengertian keris tangguh kamardikan itu dimaksudkan sebagai keris-keris jenis kamardikan, yaitu keris-keris yang dibuat pada jaman sekarang dengan tatacara dan filosofi pembuatan keris yang tidak sama dengan pembuatan keris jawa lama, keris-keris itulah yang dikatakan sebagai keris-keris kamardikan. Sifat kegaiban dan tuahnya tidak sama dengan keris-keris jawa yang umum.

Ulasannya sebagai berikut :




  Bentuk Fisik Keris dan Teknis Pembuatannya


Keris Kamardikan adalah keris-keris yang dibuat pada jaman sekarang (keris-keris jaman kemerdekaan) untuk tujuan melestarikan seni perkerisan.

Filosofi, ritual
dan proses laku pembuatan dan bentuk-bentuk keris kamardikan sudah disesuaikan dengan tatacara dan kreasi manusia pada jaman sekarang, tidak lagi sama dengan pakem perkerisan dan tatacara empu keris jaman dulu dalam membuat keris, sehingga tidak digolongkan sama dengan keris jawa. Teknis pembuatan keris kamardikan mungkin tidak persis sama dengan teknis pembuatan keris jawa, karena sudah mengikuti teknis (teknologi dan kepraktisan) pembuatan keris dan penempaan logam jaman sekarang.

Pada jaman sekarang unsur gaib keris seringkali berbenturan dengan agama dan sikap berpikir manusia jaman sekarang yang tidak mau lagi dikait-kaitkan dengan yang bersifat gaib. Sebagian besar keris-keris kamardikan dalam pembuatannya sudah disesuaikan dengan pertimbangan manusia jaman sekarang itu yang dalam proses pembuatannya tidak lagi dilakukan dengan tatalaku dan ritual yang serupa dengan cara empu-empu keris jaman dulu dalam membuat keris.

Selain filosofi dan tatalaku pembuatan keris yang berbeda, kematangan tempaan logam, bentuk-bentuk dapur dan pamor keris pun berbeda. Pada keris-keris kamardikan ada banyak sekali variasi model dapur dan pamor keris yang kita akan kesulitan jika menghubungkannya dengan pakem perkerisan.

Keris-keris kamardikan dibuat untuk tujuan melestarikan seni perkerisan saja yang dalam pembuatannya sudah disesuaikan dengan pertimbangan kebijaksanaan manusia jaman sekarang yang tidak mau mengagung-agungkan benda gaib. Dengan maksud demikian diharapkan keris-keris kamardikan bisa dinikmati sebagai hasil karya seni yang akan bisa diterima secara global dan bisa diperjual-belikan hingga ke mancanegara, karena tidak termasuk sebagai benda-benda sejarah / purbakala yang harus dilindungi dan dilestarikan, tetapi akan dipandang sebagai benda koleksi hasil karya seni atau untuk cinderamata.

Keris kamardikan tidak termasuk sebagai keris jawa, tidak digolongkan sama dengan keris jawa, walaupun ada yang bentuknya sama dengan keris jawa.



  Sisi Kegaiban dan Pemeliharaannya


Untuk menambah pengertian kita tentang perbedaan keris jawa dan keris kamardikan, berikut ini dituliskan beberapa perbedaan dari sisi kegaibannya.

Di kalangan pemerhati keris jaman sekarang ada pemahaman keris jawa sebagai keris tayuhan dan keris ageman untuk membedakan sisi spiritualitas keris-keris jawa yang dicirikan dari bentuk kerisnya sbb :

Keris Tayuhan adalah jenis-jenis keris yang tujuan pembuatannya lebih dikedepankan sisi isoteri kerisnya (sisi kegaiban sebuah keris) dan sangat diharapkan tuahnya. Bentuk fisiknya tidak selalu bagus / indah dipandang dan kerisnya tidak selalu memiliki atau dipasangi aksesories yang memperindah bentuknya. Dalam pembuatannya jenis keris ini lebih diutamakan sisi kegaibannya, bukan sisi keindahannya.

Keris Ageman adalah jenis-jenis keris yang tujuan pembuatannya lebih dikedepankan sisi keindahan bentuknya (tampak luar sebuah keris / eksoteri).  Jenis keris ageman biasanya memiliki / dipasangi aksesories untuk memperindah penampilan fisiknya.  Walaupun tuahnya juga diharapkan, jenis keris ageman lebih diutamakan keindahan penampilannya.


Pengertian keris tayuhan yang dalam pembuatannya lebih diutamakan sisi kegaibannya dibandingkan sisi keindahannya mungkin lebih cocok untuk dimaksudkan sebagai keris-keris jawa yang tujuan pembuatannya adalah untuk dimiliki secara pribadi,
yang sisi spiritual dalam pembuatannya sudah dicocokkan dengan pribadi manusia si pemilik keris.

Pengertian keris ageman yang dalam pembuatannya lebih diutamakan sisi keindahannya dibandingkan sisi kegaibannya, mungkin lebih cocok untuk dimaksudkan sebagai keris-keris jawa yang tujuan pembuatannya adalah untuk dijadikan keris souvenir / cinderamata atau yang hanya untuk dijadikan hiasan / perlambang saja seperti yang untuk dikenakan sebagai perlengkapan dalam acara hajatan / ritual pernikahan.
(Baca juga : Keris Tayuhan & Keris Ageman).


Pemahaman keris tayuhan dan keris ageman di atas adalah pemahaman para pemerhati keris pada jaman sekarang untuk membedakan sisi spiritualitas keris-keris jawa yang dicirikan dari bentuk kerisnya saja.

Pengertian keris tayuhan dan keris ageman adalah mengenai keris-keris jawa.

Pengertian keris kamardikan adalah mengenai keris-keris yang dibuat pada jaman sekarang, yang tidak digolongkan sama dengan keris jawa, yang dibuat untuk melestarikan seni perkerisan saja, bukan unsur gaibnya.

Dalam pengertian itu keris ageman dan keris kamardikan mempunyai kemiripan, yaitu dalam pembuatan kerisnya sama-sama tidak dinomorsatukan sisi kegaibannya, tetapi dinomorsatukan bentuk fisiknya. Tetapi kedua jenis keris itu tetap memiliki sisi perbedaan yang mendasar.

Keris Ageman tetap dibuat mengikuti tatacara pembuatan keris jawa, sisi kegaibannya (dan khodam kerisnya) juga sama dengan keris jawa, hanya saja sisi spiritualitas dalam pembuatannya tidak sama dengan pembuatan keris-keris jawa yang tujuan pembuatan kerisnya adalah untuk dimiliki secara pribadi.

Sekalipun oleh sang empu ada sebuah keris yang tidak diutamakan sisi kegaibannya, tetapi keris itu tetap dibuat mengikuti tatacara pembuatan keris jawa, sisi kegaibannya (dan khodam kerisnya) tetap sama dengan keris jawa, keris itu tetap akan berfungsi sama dengan keris tayuhan setelah bertemu dengan seorang pemilik yang cocok dengan kerisnya.

Sedangkan keris Kamardikan dibuat hanya untuk melestarikan seni perkerisan saja (keris dari sudut pandang orang jaman sekarang). Seringkali sisi kegaibannya tidak diperhatikan. Teknis pembuatannya juga mungkin tidak sama dengan teknis pembuatan keris jawa, karena mengikuti teknis (teknologi dan kepraktisan) pembuatan keris jaman sekarang.

Karena itu pada keris-keris kamardikan kita tidak bisa mengharapkan kegaiban yang sama seperti halnya keris jawa atau keris-keris tua jaman dulu, karena tujuan pembuatannya memang hanya untuk melestarikan unsur seninya saja, bukan unsur gaib atau mistisnya.












Contoh tombak berdapur banyak angrem
koleksi Museum Pusaka Taman Mini, Jakarta.



Keris jawa, baik keris tayuhan maupun keris ageman, sesuai filosofi pembuatannya sebagai keris jawa, memang sengaja diciptakan dengan kegaiban di dalamnya. Kegaibannya dimaksudkan untuk mendampingi dan menunjang kehidupan si manusia pemilik keris. Isi gaibnya biasanya adalah dari jenis gaib khusus yang secara umum di dunia perkerisan disebut sebagai wahyu keris jawa.

Sedangkan keris kamardikan biasanya dibuat hanya untuk tujuan menciptakan sebentuk keris sebagai sebuah hasil karya seni. Biasanya kerisnya sengaja dibuat kosong tanpa ada isi gaibnya. Dalam pembuatannya juga tidak diperlukan ritual-ritual doa seperti halnya membuat keris jawa. Jika keris itu berpenghuni gaib mungkin adalah karena kemudian ada sesosok halus tertentu yang merasa cocok dengan bendanya yang kemudian masuk dan menghuni keris tersebut.

Seringkali Penulis menemukan keris-keris kamardikan yang kosong tidak berpenghuni gaib. Tetapi di saat yang lain Penulis juga menemukan keris-keris kamardikan yang berpenghuni gaib di dalamnya. Mungkin pada awal pembuatannya kerisnya kosong, tidak berisi gaib, tetapi kemudian ada sesosok gaib tertentu yang masuk dan tinggal di dalam keris itu. Jenis isi gaibnya bukan dari jenis gaib wahyu keris seperti keris-keris jawa, tetapi bisa dari jenis gaib apa saja.

Sosok gaib yang berdiam di dalam keris kamardikan bisa saja memberikan tuah tertentu kepada si pemilik keris, tetapi sebagian besar tidak memberikan tuah apa-apa, karena mereka hanya numpang tinggal saja disitu, hanya bertujuan menjadikan keris itu sebagai rumahnya yang baru, bukan datang untuk memberikan tuah bagi manusia si pemilik keris. Kalau sosok halus tersebut memancarkan hawa aura / energi yang bagi manusia dirasakan baik atau sama dengan tuah, ya itu baik. Tetapi kalau hawa energinya bersifat negatif, atau perwatakan sosok gaibnya tidak baik, maka isi gaib keris itu harus "dibersihkan".

Umumnya khodam yang berdiam di dalam sebuah keris kamardikan adalah karena ia membutuhkan tempat tinggal, tidak untuk mendampingi manusia. Jadi jangan diharapkan khodamnya akan menjadi khodam pendamping. Untuk bisa menikmati tuahnya bendanya harus disambati dulu atau dibacakan amalan gaib dulu dan diberikan sesajinya.

Awal keberadaan dan tujuan sesosok mahluk halus tinggal di dalam sebuah keris kamardikan biasanya adalah karena sosok halus tersebut membutuhkan tempat tinggal, bukan datang untuk tujuan memberikan tuah kepada manusia seperti halnya keris jawa atau jimat isian. Kalau sosok halus di dalam keris itu mau memberikan tuah, maka kegaibannya perlu diarahkan dengan sugesti amalan gaib atau bentuk sugesti yang lain, atau dengan cara sambat, supaya tuahnya bagus dan sesuai dengan yang diinginkan oleh si manusia pemilik keris.


Seandainya sebuah keris kamardikan ada berpenghuni gaib, maka isi gaibnya itu bisa dari jenis apa saja, bisa dari jenis bangsa jin, kuntilanak, gondoruwo, sukma manusia (arwah), atau jenis mahluk halus lainnya, sama seperti benda-benda lain yang berpenghuni gaib. Karena itu orang-orang yang memiliki benda-benda gaib tersebut sebaiknya berwaspada, terutama pada perwatakan mahluk halusnya dan pengaruh negatif dari keberadaannya, jika ada  (misalnya mencari tahu dengan cara yang sama seperti menayuh keris). Jika jelas bahwa perwatakan sosok gaib dalam benda itu tidak baik dan ada memberikan pengaruh negatif, maka sebaiknya segera dilakukan  Pembersihan Gaib.

Seandainya sebuah keris kamardikan berpenghuni gaib bangsa jin di dalamnya, dan sosok gaibnya itu mau memberikan tuah, justru keris itu dapat memberikan tuah yang lengkap, karena jenis gaibnya itu tidak terikat dengan hierarki status dan kelas gaib keris. Secara umum keris-keris kamardikan yang bertuah akan berfungsi sama dengan benda-benda bertuah lain seperti batu akik dan mustika atau jimat isian. Hanya saja sifat dan bentuk tuahnya itu masih harus "digarap" lagi supaya benar bertuah. Tinggal kemampuan si pemilik kerisnya saja untuk mengsugesti kegaiban kerisnya tersebut, dengan mewiridkan amalan gaib untuk tuah tertentu kepada kerisnya itu (amalan gaib bisa dicari di internet), atau dengan cara sambat. Tetapi umumnya keris kamardikan tidak bisa memberikan tuah yang terkait dengan wahyu, dewa, dan leluhur, seperti halnya keris-keris jawa.

Karena itu dalam pemeliharaan keris kamardikan jangan disamakan dengan cara-cara pemeliharaan keris jawa. Keris-keris kamardikan tidak perlu dijamas seperti halnya keris-keris jawa. Untuk pemeliharaan fisik kerisnya cukup dilakukan pembersihan atau pelumasan saja dengan minyak singer untuk menjaga supaya badan kerisnya tidak kotor dan tidak berkarat. Tetapi penjamasan keris perlu dilakukan jika diinginkan adanya pewarangan keris yang akan menambah indah gambar pamor di badan keris (dengan adanya pewarangan keris gambar pamor keris akan tampak lebih kontras). Selain alasan itu penjamasan keris tidak diperlukan.

Khusus untuk keris kamardikan yang mempunyai lapisan emas / keemasan, sebaiknya berhati-hati jika menjamasnya, karena lapisan emas / keemasan itu bisa luntur terkikis oleh jamasan keris.

Jika sebuah keris kamardikan kosong tidak berpenghuni gaib, atau berpenghuni gaib tetapi tidak memberikan tuah tertentu, maka keris itu tidak perlu diberikan sesaji, hanya perlu dirawat saja fisiknya.

Tetapi jika keris itu berpenghuni gaib dan gaibnya itu memberikan tuah tertentu, jika tuah itu memang diinginkan, maka keris itu perlu diberikan sesaji.
Untuk mencaritahu isi gaib dan jenis tuah yang bisa diberikan oleh sebuah keris kamardikan, sesajinya dan cara-cara memberikan sugestinya bisa dilakukan dengan cara-cara yang serupa seperti dalam tulisan berjudul  Ilmu Tayuh / Menayuh Keris.

Untuk keperluan sesajinya, keris-keris kamardikan juga jangan disamakan dengan keris-keris jawa, tetapi harus disamakan dengan benda-benda gaib lain seperti batu akik dan mustika atau jimat isian. Untuk menentukan apa jenis sesaji yang sesuai untuk sebuah keris kamardikan sebaiknya dilakukan dengan terlebih dulu mencari tahu apa jenis gaib yang berdiam di dalamnya, misalnya dengan cara olah rasa atau dengan cara menayuh keris. Sesudahnya barulah jenis sesajinya disesuaikan dengan jenis sosok gaib yang berdiam di dalam kerisnya. Sesajinya paling baik berupa kembang telon atau pengasapan dupa supaya tidak mengotori fisik kerisnya.
Baca juga :
Sesaji












Contoh keris kamardikan milik Penulis.



Tanya :
Bagaimana seumpamanya itu adalah keris reproduksi keris sepuh,
mungkinkah masih bisa bertuah sama seperti waktu pertama kali dibuat?

Jawab :
Semuanya tergantung pada kerisnya dan isi gaib di dalamnya.
Ada keris-keris tertentu yang adalah reproduksi keris tua, artinya keris-keris tua ditempa lagi logamnya dan dibentuk menjadi sebuah keris baru. Sekalipun keris-keris itu adalah bentukan baru, tetapi bisa tampak sebagai keris tua, karena logamnya berasal dari tempaan logam keris tua. Biasanya jenis keris baru ini akan berisi sesosok gaib di dalamnya, tetapi isi gaibnya bisa dari jenis apa saja yang mungkin tidak sama lagi dengan gaib asli kerisnya dulu. Keris-keris ini sering disebut sebagai Keris Reproduksi.

Ada juga keris-keris reproduksi dan keris-keris baru / kamardikan yang bilah kerisnya sengaja dicelup / direndam di dalam cairan tertentu (dikamal) supaya terjadi korosi / pengeroposan supaya logam kerisnya kelihatan seperti keris tua. Kalau kita tidak cukup cermat dalam memilih keris, maka bisa saja kita tertipu, mendapatkan keris baru yang kelihatan seperti keris tua karena bilah kerisnya pernah dikamal.
Isi gaib dan tuah dari keris-keris ini sama dengan uraian keris kamardikan di atas.


Tanya :
Lantas bagaimana seumpamanya itu adalah keris sepuh rekondisi,
mungkinkah masih bisa bertuah sama seperti waktu pertamakali dibuat?

Jawab :
Semuanya tergantung pada kerisnya dan isi gaib di dalamnya.
Ada keris-keris tertentu yang adalah reproduksi keris tua.
Ada keris-keris tua yang direkondisi, karena kondisinya sudah keropos tidak utuh lagi kemudian diperbaiki atau dibuatkan bentukan baru untuk memperbaikinya,
misalnya bilah kerisnya dikikir untuk menghaluskan atau menghilangkan bagian yang keropos / terkikis oleh karat, tetapi ada juga keris-keris tua yang sengaja dibuat bentukan baru, misalnya kembang kacangnya sengaja dibentuk ulang atau dapur kerisnya diubah bentuknya, atau bagian dapur dan badan kerisnya dibuatkan kinatah emas, atau ganjanya diganti dengan yang berhiaskan emas, dsb. Isi gaib dan tuah dari keris-keris ini tergantung isi gaib yang berdiam di dalamnya.

Jika isi gaib kerisnya masih sama dengan aslinya dulu, maka sisi kegaiban keris itu masih sama dengan keris jawa yang umum. Tetapi jika perlakuan-perlakuan terhadap keris itu sudah menyebabkan isi gaib aslinya pergi, yang biasanya kemudian kerisnya itu akan diisi oleh gaib lain yang bukan gaib aslinya dulu, maka kemudian sisi kegaibannya akan tidak sama lagi dengan keris aslinya dulu.


Keris jawa, walaupun itu keris sepuh, belum tentu sekarang ini isi gaib dan kegaibannya masih sama dengan aslinya dulu. Mungkin saja pernah ada perlakuan terhadap keris itu yang menyebabkan isi gaibnya pergi, yang biasanya kemudian kerisnya itu akan diisi oleh gaib lain yang bukan gaib aslinya dulu, maka kemudian sisi kegaibannya akan tidak sama lagi dengan keris aslinya dulu.

Apapun jenis kerisnya, apakah keris kamardikan ataukah keris jawa, sebaiknya diperiksa satu per satu jenis isi gaib yang berdiam di dalamnya, supaya kita tahu masing-masing isi gaib yang berdiam di dalamnya, supaya kita lebih mengerti sifat kejiwaan dan tuah / kegaiban dari benda-benda koleksi kita itu, juga untuk menentukan bagaimana cara pemeliharaannya yang seharusnya. Cara-cara yang sudah dicontohkan dalam tulisan berjudul  Ilmu Tayuh Keris  cukup baik digunakan untuk keperluan itu.


Untuk lebih menegaskan perbedaan keris kamardikan dengan keris jawa kami berikan penjelasan berikut.

Keris Kamardikan adalah keris-keris baru yang dibuat pada jaman sekarang (keris jaman kemerdekaan), yang filosofi pembuatannya tidak lagi sama dengan filosofi pembuatan keris jawa, karena sudah disesuaikan dengan perkembangan jaman. Keris Kamardikan dibuat dengan tujuan untuk melestarikan seni perkerisan, bukan untuk melestarikan unsur gaib atau mistis keris. Dengan demikian tujuan pembuatan keris kamardikan adalah sesuai dengan pengertian Keris Ageman, bukan untuk keris tayuhan, lebih diutamakan unsur fisiknya, bukan kegaiban atau tuahnya. Dalam dunia perkerisan, keris kamardikan ini sering disebut sebagai keris-keris
baru.

Tetapi pada jaman sekarang masih ada empu-empu keris yang membuat keris dengan filosofi, ritual dan proses pembuatan keris yang masih sama dengan empu-empu keris jawa jaman dulu dalam membuat keris. Keris-keris buatannya masih mengandung unsur gaib dan mistis yang sama dengan keris-keris jawa tua. Keris-keris ini tidak termasuk sebagai keris kamardikan, tetapi tetap tergolong sebagai sejenis dengan keris jawa, umurnya saja yang masih muda (sering disebut keris jawa muda, tetapi bukan keris baru ). Sekalipun keris-keris itu masih muda umurnya, belum tua, tetapi oleh Penulis tetap digolongkan sama dengan keris jawa sepuh  yang tidak sama dengan keris kamardikan.

Pengertian keris tayuhan yang dalam pembuatannya lebih diutamakan sisi kegaibannya dibandingkan sisi keindahannya, keris ageman yang dalam pembuatannya lebih diutamakan sisi keindahannya daripada sisi kegaibannya, dan keris kamardikan yang tujuan pembuatannya hanya untuk melestarikan seni perkerisan saja, bukan unsur kegaiban kerisnya, mungkin lebih cocok diterapkan untuk orang-orang jaman sekarang yang ingin mengkoleksi keris. Tuah dan kegaiban keris seringkali menjadi polemik pada masa sekarang ini, karena berbenturan dengan kehidupan yang rasional dan agamis, sehingga seseorang yang ingin membeli atau memesan sebuah keris baru ia harus menentukan terlebih dulu apakah keris yang diinginkannya itu adalah jenis keris tayuhan, jenis keris ageman, ataukah jenis keris kamardikan.

Keris kamardikan mungkin lebih cocok untuk orang-orang jaman sekarang yang ingin mengkoleksi keris-keris baru yang dibuat pada jaman sekarang sebagai sebuah benda karya seni atau untuk hiasan, yang tidak ingin menonjolkan sisi kegaiban keris yang sering menjadi polemik pada masa sekarang ini karena berbenturan dengan kehidupan yang rasional dan agamis.

Pengertian keris ageman mungkin lebih cocok untuk orang-orang di jaman sekarang yang ingin memiliki / membeli sebuah keris tua jaman dulu yang akan diperlakukan sebagai keris ageman yang akan lebih ditonjolkan sisi keindahannya, yang akan ditambahkan aksesoris berupa sarung dan gagang kayu yang bagus dan mahal, pendok, mendak dan salut berlapis emas, atau mengganti ganja keris dengan yang berlapis emas, sehingga keris itu akan menjadi koleksi yang bisa dibanggakan untuk ditunjukkan kepada orang lain.


Contoh keris-keris kamardikan koleksi Museum Pusaka Taman Mini, Jakarta.

 



 
Comments