Kanuragan dan Tenaga Dalam  


 

 1 Olah Raga dan Olah Fisik Kanuragan.


Olah raga, olah fisik dan olah gerak adalah tingkatan yang paling dasar. Yang bersifat kesaktian tujuan latihannya adalah untuk
kekuatan, kelincahan dan kecepatan gerak, ketrampilan (teknik beladiri) dan prestasi, kesehatan dan kebugaran. Biasanya juga ada teknik pernafasan dalam masing-masing gerakan, tetapi teknik pernafasan itu adalah bagian dari olah raga
fisik atau olah gerak tersebut, bukan gerakan-gerakan khusus untuk olah pernafasan. Misalnya dalam gerakan-gerakan karate atau jurus-jurus pencak silat, biasanya juga ada teknik pernafasan yang diajarkan dalam melakukan gerak / jurus tersebut, teknik pernafasan itu adalah bagian dari gerakan / jurus tersebut, bukan khusus untuk melatih olah nafas.

Jenis kekuatan yang dihasilkan dalam olah raga dan olah fisik kanuragan adalah kekuatan fisik / kanuragan atau ada juga yang menyebutnya tenaga dasar / kasar, yaitu kekuatan fisik kanuragan yang dilambari dengan olah nafas tertentu dan kekuatannya menyatu dengan fisik.

Cakra energi tubuh yang bekerja biasanya dominan cakra-cakra yang berada di dada saja. 

Ilmu Kanuragan adalah satu kesatuan ilmu olah fisik dan gerak, termasuk yang dilambari dengan ilmu gaib dan ilmu khodam, olah nafas dan olah kebatinan untuk kanuragan.



 2.  Olah Nafas dan Tenaga Dalam.


Dalam dunia ilmu bela diri dan kesaktian dikenal adanya istilah tenaga dalam. Secara umum pengertian tenaga dalam adalah suatu bentuk energi khusus yang dihasilkan oleh tubuh manusia yang bersumber dari cakra-cakra energi tubuh manusia, ada juga yang menyebutnya sebagai daya gaib.

Secara umum semua manusia di dalam cakra-cakra energi tubuhnya terkandung suatu energi yang setelah diolah secara khusus kemudian energi itu disebut tenaga dalam. Hanya saja dalam kondisi alaminya sehari-hari tenaga dalam itu tidak muncul. Kegaiban / daya gaib dari potensi diri ini baru akan terbentuk menjadi sesuatu yang berarti setelah diolah secara khusus, misalnya dibangun dengan olah pernafasan. Secara umum energi tenaga dalam ini dibangkitkan dan diolah dengan cara olah nafas tenaga dalam, tetapi ada juga pengolahan cakra-cakra energi tubuh yang dilakukan dengan cara lain selain olah nafas, yaitu dengan cara meditasi olah kebatinan / spiritual seperti dengan meditasi pembangkitan kundalini.

Seseorang yang sudah melatih tenaga dalamnya, sudah mapan penguasaannya, dan sudah mahir dalam penggunaannya, dapat memiliki kekuatan tubuh yang luar biasa, yang bisa sampai puluhan atau bahkan ratusan kali lipatnya orang lain yang awam, sehingga ia dapat melakukan perbuatan-perbuatan yang akan mustahil dilakukan oleh orang kebanyakan. Ini adalah suatu bentuk kegaiban, suatu potensi daya gaib yang berasal dari dalam diri manusia sendiri. 

Jenis energi tenaga dalam yang dihasilkan dalam olah nafas tenaga dalam dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :

1. Tenaga Dalam Kanuragan.

2. Tenaga Dalam Murni.

Selain kedua jenis energi tenaga dalam itu ada juga suatu jenis energi yang disebut Hawa Murni yang dihasilkan oleh tulang belakang tubuh manusia. Hawa murni menjadi penunjang munculnya tenaga dalam kanuragan dan tenaga dalam murni dan menjadi pengisi kekosongan energi ketika manusia sedang kelelahan kehabisan tenaga. Hawa murni juga menjadi penunjang metabolisme tubuh.


Cakra-cakra utama tubuh :

https://sites.google.com/site/thomchrists/Kebatinan-dan-Spiritual/tenaga-dalam/Cakra%20utama%20tubuh.jpg

1. Cakra di ujung tulang ekor.
2. Cakra di antara dubur dan alat kelamin.
3. Cakra di antara alat kelamin dan pusar (4 jari di bawah pusar).
4. Cakra di ulu hati (di bawah tulang rusuk).
5. Cakra di tengah dada (sering disebut cakra jantung).
6. Cakra di tenggorokan (di leher)
7. Cakra di antara 2 alis mata (di dahi - cakra mata ketiga).
8. Cakra di ubun-ubun kepala.
9. Cakra mahkota (di atas ubun-ubun kepala).

Cakra-cakra no.1 - 5, yaitu cakra di ujung tulang ekor sampai cakra yang ada di tengah dada adalah yang terkait dengan orang olah nafas latihan tenaga dalam dan kanuragan.

Cakra-cakra no.5 - 9, yaitu cakra di tengah dada sampai cakra mahkota, biasanya bekerja pada orang-orang di kalangan ilmu gaib, kebatinan dan spiritual (baca : Olah Spiritual dan Kebatinan). Pengembangan energi cakra di leher dan di kepala (no.6 - 9) hanya sedikit saja hasilnya bila dibangun dengan olah nafas.


Cakra no.1, yaitu cakra di ujung tulang ekor, adalah cakra utama tubuh yang paling dasar. Cakra ini menjadi pintu utama keluarnya energi dari tulang belakang. Energinya disebut hawa murni.

Pada orang-orang yang energi di cakra ini sudah khusus dilatih dan diolah dan sudah padat energinya, cakranya di ujung tulang ekornya itu akan memunculkan sinar aura berwarna putih terang, diolah dengan cara meditasi (seperti meditasi kundalini), bukan dengan olah nafas, hanya sedikit saja hasilnya bila dibangun dengan olah nafas.

Cakra di ujung tulang ekor ini dilatih dengan cara meditasi seperti meditasi kundalini dengan fokus melancarkan jalan energi di tulang belakang dan memadatkan energi pada cakra di ujung tulang ekor, bukan memadatkan energi dengan cara memompa energi ke dalam cakra seperti di latihan olah nafas tenaga dalam, bukan juga dengan membangkitkan / membersihkan / mengalirkan energi atau memutar cakra saja.

Walaupun orang sudah latihan tenaga dalam dan meditasi dan semua cakranya sudah terbuka, tetapi bila cakra di ujung tulang ekor ini belum pernah diolah secara khusus, dan belum padat energinya, maka sinar aura cakra putih terang itu tidak muncul, yang ada hanyalah sebentuk energi saja.

Secara umum bila dideteksi secara gaib cakra di ujung tulang ekor ini hanya berupa energi saja, sama dengan cakra-cakra yang lain. Tetapi pada orang-orang di kalangan kebatinan dan spiritual yang sudah berhasil memadatkan energi cakranya yang di ujung tulang ekor ini cakranya itu akan beraura putih terang.

Tetapi tentang cakra di ujung tulang ekor ini tidak banyak orang yang mengetahuinya, termasuk bagaimana mengolahnya, sehingga secara umum di dalam penjelasan dan gambar posisi cakra utama tubuh, cakra di ujung tulang ekor ini tidak disebutkan orang.



  1. Tenaga Dalam (Kanuragan)

Secara umum kekuatan tenaga dalam diolah dengan cara olah nafas. Bila latihan olah nafasnya merupakan satu kesatuan dengan olah kanuragan (olah gerak), maka jenis kekuatan yang dihasilkan adalah apa yang disebut sebagai tenaga dalam atau tenaga dalam kanuragan,

Biasanya jenis kekuatan ini hanya disebut tenaga dalam saja. Pada umumnya pelatihannya ditujukan untuk membangun kekuatan tubuh, kecepatan gerak, kekuatan menahan pukulan (tahan pukul), kekuatan pukulan untuk mematahkan kayu, besi, batu, dsb. Kekuatan pukulan yang dilambari dengan tenaga dalam bisa mencapai ratusan kali lipatnya kekuatan pukulan yang hanya mengandalkan kekuatan fisik semata.

Cakra-cakra energi yang bekerja terutama adalah cakra-cakra energi yang berada di bawah pusar sampai ke dada, tetapi penekanan utama olah nafas tenaga dalam kanuragan biasanya adalah pada cakra di ulu hati dan di dada. Pelatihannya harus dilakukan secara hati-hati dan bertahap, jangan dilakukan dengan keras dan memforsir tenaga, karena dapat menimbulkan efek samping berupa pembengkakan jantung dan radang hati / liver, terutama pada orang-orang yang baru ikut pelatihannya dan yang usianya sudah beranjak tua.

Latihan olah nafas tenaga dalam biasanya dilakukan bukan untuk secara khusus membuka dan mengolah cakra-cakra energi tubuh, tetapi ditujukan untuk membangun kekuatan kanuragan, Energi yang terbentuk langsung dijadikan kekuatan untuk kesaktian. Dalam prakteknya tenaga dalam ini dengan olah gerak dan olah nafas dipadatkan dan dikeraskan, untuk ketahanan dan kekuatan tubuh dan untuk kekuatan pukulan, bukan hanya untuk menyerang manusia lain, tetapi juga untuk menghancurkan / mematahkan benda keras seperti besi, kayu dan batu. Karena itu jenis tenaga dalam ini sering disebut sebagai tenaga keras.

Energi tenaga dalam jenis ini biasanya hanya mengalir di dalam tubuh orang yang bersangkutan, tidak memancar keluar tubuh. Tetapi energi ini bisa juga dialirkan keluar tubuh dengan cara merambatkan energinya kepada objek tertentu (harus ada persentuhan langsung antara fisik seseorang dengan objek sasarannya atau dirambatkan melalui suatu benda perantara).

Pada tingkatan yang tinggi, pada tingkatan penguasaan tenaga dalam yang tinggi, tenaga dalam ini dapat  digunakan untuk menyerang dengan merambatkan energinya, dengan hanya menepuk atau menyentuhkan saja tangan atau bagian tubuh lain kepada lawannya, tidak dipukulkan, atau dengan cara membiarkan dirinya dipukul, dan energinya dapat dibentuk untuk melumpuhkan, merusak organ tubuh bagian dalam, meremukkan tulang dan daging, membuat kaku tak dapat bergerak, dsb, cukup dengan cara bersentuhan saja atau bersentuhan dengan benda perantara.


  2. Tenaga Dalam Murni

Bila olah nafas yang dilakukan adalah olah pernafasan murni, yang olah nafasnya tidak menjadi bagian dari olah gerak kanuragan, tetapi dilakukan khusus untuk membangkitkan / memperbesar kandungan tenaga dalam di dalam cakra-cakra tubuh, maka energi yang dihasilkan adalah apa yang disebut sebagai tenaga dalam murni

Dalam olah nafas itu juga ada gerakan, tetapi gerakannya khusus merupakan olah nafas untuk membangkitkan / memperbesar kandungan energi di cakra-cakra tubuh, bukan bagian dari olah fisik atau olah gerak kanuragan. Cakra tubuh yang digerakkan terutama adalah cakra-cakra yang berada di bawah pusar (pernafasan perut bawah). Walaupun teknik gerakannya biasanya juga mencakup sampai cakra di kepala, tetapi hasil pengembangan energi cakra di leher dan di kepala hanya sedikit saja yang berhasil dibangun dengan olah nafas. 

Olah nafas untuk tenaga dalam murni biasanya ditujukan bukan untuk secara langsung membangun kekuatan kanuragan, tetapi khusus untuk membuka dan mengolah energi di dalam cakra-cakra tubuh. Sesudah energinya terbentuk, energi itu kemudian dibentuk lagi, dikonversi untuk menambah tenaga dalam kanuragan atau dibentuk lagi menjadi bentuk energi yang lain. Sesuai kemahiran penggunanya tenaga dalam murni ini bisa digunakan untuk bermacam-macam tujuan penggunaan energi, bisa dibentuk menjadi bermacam-macam sifat dan bentuk energi sehingga sering disebut sebagai tenaga lembut

Energi / kekuatan tenaga dalam murni tidak hanya mengalir di dalam tubuh orang yang bersangkutan, tetapi juga memancar keluar tubuh. Energi ini bisa memancar / dialirkan / dilontarkan keluar tubuh kepada objek tertentu pada jarak tertentu dari tubuh, tidak harus ada persentuhan langsung antara fisik seseorang dengan objek sasaran dan tidak memerlukan suatu benda perantara. Karena sifatnya yang bisa memancar keluar tubuh, maka kekuatan energinya bisa digunakan untuk pukulan jarak jauh, pengisian dan transfer energi, pagaran energi atau untuk penyembuhan jarak jauh.

Berbeda dengan tenaga dalam kanuragan yang menyatu dengan tubuh manusia dan hanya dapat disalurkan keluar tubuh dengan cara dirambatkan, energi tenaga dalam murni dapat memancar keluar tubuh, bahkan bisa digunakan untuk menyembuhkan orang secara jarak jauh dengan mengirimkan energi penyembuhan atau bahkan untuk memukul / mementalkan orang lain dari jarak jauh.

Selain yang digunakan untuk kanuragan, atau yang kemudian dikonversi lagi menyatu dengan tenaga dalam, tenaga dalam murni ini biasanya digunakan untuk vitalitas, kesehatan diri dan penyembuhan. Bisa juga untuk membangun pagaran energi untuk melindungi diri dari serangan mahluk halus dan orang jahat. Energi ini juga dapat digunakan untuk keperluan gaib, misalnya untuk mengusir, memukul atau menangkap mahluk halus tertentu yang mengganggu. Namun penggunaannya yang terkait dengan mahluk halus, untuk pagaran gaib atau untuk menangkap / menyerang mahluk halus, yang terpengaruh oleh jenis energi ini biasanya terbatas hanya jenis mahluk halus kelas bawah saja. Biasanya mahluk halus kelas atas tidak terpengaruh oleh energi ini.

Tenaga dalam murni dihasilkan terutama oleh 2 cakra tubuh di bawah pusar, yaitu cakra di antara pusar dan alat kelamin dan cakra di antara alat kelamin dan tulang ekor. Cakra-cakra tersebut adalah cakra-cakra energi dasar tubuh manusia dan cadangan energi yang tersedia untuk diolah besar sekali sampai sering disebut lautan energi dan jauh lebih besar volumenya dibandingkan yang bisa dihasilkan dalam olah tenaga dalam kanuragan.



 Karakteristik Energi Tenaga Dalam


Masing-masing jenis tenaga dalam, yaitu tenaga dalam kanuragan dan tenaga dalam murni, mempunyai sifat sendiri-sendiri dan cara penggunaannya juga sendiri-sendiri.

Penggunaan tenaga dalam kanuragan biasanya untuk kekuatan, kekerasan dan kesaktian kanuragan, sehingga seringkali disebut tenaga keras. Misalnya, dengan memusatkan kekuatan di tangan, tenaga dalam kanuragan  digunakan untuk memecahkan batu, mematahkan kayu atau besi. Tetapi tenaga dalam kanuragan juga dapat digunakan untuk melatih meringankan tubuh atau untuk kecepatan gerak. Pada tingkatan yang tinggi orang juga dapat membunuh atau melumpuhkan orang lain hanya dengan menyentuhnya (atau merambatkan energinya untuk membunuh atau melumpuhkan). 

Pengolahan tenaga dalam murni biasanya ditujukan untuk mengoptimalkan potensi energi yang dihasilkan oleh tubuh, yaitu dengan membuka cakra-cakra energi di seluruh tubuh dan mengolah energi yang dihasilkan oleh masing-masing cakra tersebut. Jenis tenaga dalam ini seringkali disebut sebagai tenaga lembut, karena sifatnya yang bisa dibentuk menjadi berbagai macam tujuan penggunaan energi sesuai tingkat penguasaan penggunanya.

Orang yang mahir dalam penguasaan tenaga dalam murni akan memiliki kelebihan dalam pemanfaatannya dibandingkan yang hanya melatih tenaga dalam kanuragan saja. Selain bisa juga dikonsentrasikan untuk menjadi tenaga keras, yaitu untuk melakukan perbuatan-perbuatan seperti dalam penggunaan tenaga dalam kanuragan, bisa juga dikonsentrasikan untuk dijadikan pukulan lembut (pukulan yang menyerang bagian dalam tubuh lawan). Dan sifat-sifat dasar tenaga dalam murni yang memancar keluar tubuh, selain dapat digunakan untuk melakukan pukulan jarak jauh, juga dapat digunakan untuk membuat pagaran energi supaya tidak dapat diserang oleh orang lain dengan tenaga dalam kanuragan, untuk transfer energi kepada orang lain, untuk penyembuhan / pengobatan, untuk menghilangkan tenaga dalam seseorang, dan untuk melawan mahluk halus.

Orang yang mahir dalam penguasaan tenaga dalam murni juga dapat mengkonsentrasikan energinya untuk diubah menjadi tenaga dingin atau panas.

Tenaga dingin dapat digunakan untuk pukulan dingin yang membekukan jantung, peredaran darah dan sistem saraf, atau membekukan tenaga dalam lawan, atau dijadikan pagaran dingin yang dapat membekukan peredaran darah dan tenaga dalam lawan yang menyentuhnya.

Tenaga panas dapat dijadikan pukulan panas atau pagaran energi yang akan dirasakan panas oleh orang lain (braja geni). Dengan pukulan panas, objek yang dipukul dapat hancur pecah berantakan dan gosong. Biasanya dilatih dengan memukul pohon pisang. Pohon pisang yang dipukul akan mati layu dan bagian yang terkena pukulan akan tampak gosong. Tetapi jenis pukulan ini akan terbatas manfaatnya bila lawannya memiliki kekebalan (ilmu kebal atau jimat kebal) atau perisai pagaran energi yang kuat.

Pada tingkatan yang lebih tinggi, tenaga panas dapat dikonsentrasikan menjadi ilmu pukulan braja musti.

Ilmu braja musti adalah juga jenis pukulan panas, tetapi ditujukan untuk menyerang bagian dalam tubuh lawan. Sebuah objek yang dipukul dengan ilmu pukulan ini mungkin tetap utuh bagian luarnya, tetapi hancur dan gosong terbakar bagian dalamnya. Tergantung pada tingkatan penggunanya, dengan ilmu ini pagaran atau kekebalan lawan akan dapat ditembus dan objek sasaran yang dipukul dapat kelihatan utuh bagian luarnya, tetapi hancur dan gosong bagian dalamnya. Ilmu pukulan ini dilatih dengan memukul buah kelapa utuh. Tanda keberhasilannya adalah setelah dipukul dengan pukulan braja musti ini, buah kelapanya bisa pecah atau bisa juga tetap utuh, bagian luarnya tidak gosong tetapi bagian dalamnya yang gosong. Itulah bedanya ilmu braja musti dengan braja geni.

Pada tingkat kemahiran yang tinggi kekuatan tenaga dalam murni juga bisa digunakan untuk menghapuskan keilmuan lawan, keilmuan tenaga dalam dan ilmu gaib lawan, dengan mengirimkan energi yang besar untuk menghapuskan keilmuan gaib dan tenaga dalam lawan.

Kekuatan tenaga dalam murni juga bisa untuk menghisap habis tenaga dalam lawan, sehingga akan menambah besar energinya sendiri. Sifat lembut tenaga dalam murni akan bisa mengkonversi tenaga dalam yang dihisap dari lawannya, walaupun keras-lembutnya tenaga dalamnya tidak sama dengan tenaga dalam lawan.

Tenaga dalam kanuragan juga bisa digunakan untuk menghisap tenaga dalam lawan, tetapi resikonya tinggi. Sifat keras tenaga dalam kanuragan sulit untuk bisa mengkonversi tenaga dalam yang dihisap dari lawannya, apalagi keras-lembutnya tenaga dalamnya belum tentu sama dengan tenaga dalam lawan, yang bisa beresiko energi yang dihisap dari tenaga dalam lawannya akan berbenturan dengan tenaga dalamnya sendiri yang jika kondisinya terlalu ekstrim bisa mengakibatkan dirinya terluka dalam dan energinya berantakan.

Semua penggunaan tenaga dalam kanuragan dan tenaga dalam murni akan menjadi berlipat-lipat kekuatannya bila dilambari dengan aji-aji kesaktian atau amalan ilmu gaib dan ilmu khodam untuk kesaktian.


Dalam olah nafas untuk kanuragan sebenarnya juga dihasilkan tenaga dalam murni. Semua cakra tubuh bisa menghasilkan tenaga dalam murni, tapi di kalangan kanuragan biasanya semua tenaga dalam murni yang dihasilkan sudah habis dikonversi menjadi tenaga dalam untuk kanuragan. Bila seseorang dapat memadukan kekuatan tenaga dalam kanuragan dengan tenaga dalam murni, maka kekuatan yang dihasilkannya akan berlipat-lipat, tetapi itu berarti orang tersebut juga harus melatih ke 2 jenis olah nafas ini.

Pada jaman dulu, pengolahan tenaga dalam murni dilakukan oleh orang-orang yang sudah senior (advance), yang sudah matang dan mahir dengan permainan jurus dan sudah memiliki tenaga dalam kanuragan. Pengolahan tenaga dalam murni dengan cara olah nafas dan meditasi dilakukan oleh kalangan pesilat yang sudah tinggi keilmuan tenaga dalamnya sebagai tahapan selanjutnya untuk ia meningkatkan kekuatan kanuragannya atau untuk menambah kekuatan tenaga dalamnya (membangun tenaga dalam murni untuk dikombinasikan / digabungkan dengan tenaga dalam kanuragan yang sudah dimiliki, sehingga kekuatan kesaktian kanuragannya menjadi bertambah tinggi), dan untuk melatih jenis-jenis ilmu baru, atau untuk tujuan menangkal penggunaan tenaga keras.

Olah tenaga dalam kanuragan bisa dipelajari misalnya melalui latihan di perguruan silat Merpati Putih.

Olah tenaga dalam murni bisa dipelajari misalnya melalui latihan di perguruan pernafasan Panca Daya atau Satria Nusantara.

Contoh yang terkenal perguruan silat yang mengolah kedua jenis tenaga dalam ini, tenaga dalam kanuragan dan tenaga dalam murni adalah perguruan silat Shaolin. Di dalam negeri juga ada beberapa perguruan silat / tenaga dalam yang mengolah kedua jenis pernafasan ini. Dalam latihannya mereka mengolah pernafasan murni, tetapi dalam penerapannya juga dilakukan seperti penggunaan tenaga dalam kanuragan, seperti untuk tahan pukul, kekuatan pukulan mematahkan kayu, besi, dsb.

Ada juga perguruan silat / tenaga dalam yang mengolah kedua jenis pernafasan ini yang dikombinasikan dengan ilmu gaib untuk kesaktian, menggunakan amalan-amalan gaib dan aji-aji untuk kesaktian. Biasanya hasilnya lebih kuat dibandingkan pelatihan yang tidak menggunakan amalan gaib dan aji-aji, tetapi seringkali kekuatan asli tenaga dalam orang yang bersangkutan tidak seberapa, yang lebih kuat adalah sugesti amalan gaibnya.

Keilmuan dari negeri Cina (dan yang berlatar belakang agama Budha) dapat dijadikan contoh panutan keilmuan pengolahan tenaga dalam dengan cara olah pernafasan dan meditasi, dan keilmuan dari negeri India dapat dijadikan contoh keilmuan pengolahan tenaga dalam dengan cara meditasi dan tapa brata.



  3. Hawa Murni


Selain energi tenaga dalam kanuragan dan tenaga dalam murni, masih ada lagi jenis energi yang dihasilkan oleh tubuh manusia,
yaitu energi yang dihasilkan oleh tulang belakang dan mengalir keluar melalui cakra di ujung tulang ekor yang disebut hawa murni.

Hawa murni terkait erat dengan aktivitas sukma manusia, menjadi penunjang energi kehidupan tubuh manusia. Hawa murni adalah juga penunjang munculnya tenaga dalam murni dan tenaga dalam kanuragan.

Seringkali orang tidak dapat membedakan istilah tenaga dalam murni dengan hawa murni, sehingga seringkali namanya disebut sama, padahal berbeda. Cakra tubuh sumber energinya pun berbeda.

Tenaga dalam murni dihasilkan oleh cakra-cakra tubuh di antara pusar dan tulang ekor. Itulah yang dihasilkan dari olah nafas yang penekanannya ada pada pernafasan perut bagian bawah.

Sedangkan hawa murni dihasilkan oleh tulang belakang (sumsum tulang belakang) dan mengalir keluar melalui ujung tulang ekor atau mengalir ke atas, ke otak, melalui saluran di pangkal tengkorak (tulang leher bagian atas). Biasanya hawa murni dikembangkan dengan cara meditasi kebatinan / spiritual, dengan cara yang mirip dengan meditasi kundalini, bukan dengan olah nafas. 


Pada para pelaku kebatinan kanuragan biasanya hawa murni dikembangkan dan diolah dengan cara meditasi dan berpuasa.

Jadi selain dengan cara khusus bermeditasi, pada orang awam aktivitas hawa murni ini bisa juga ditingkatkan dengan cara orangnya rajin berpuasa. Dalam kondisinya berpuasa tubuh seseorang tidak lagi mendapatkan suplai energi dari makanan dan minuman, dan sukmanya sendiri bersugesti bahwa dirinya sedang berpuasa, hawa murni akan mengalir keluar dengan sendirinya untuk mengisi kekosongan energi. 

Orang-orang yang rajin berpuasa biasanya tubuhnya lebih hangat / panas dibandingkan bila dirinya tidak rajin berpuasa. Metabolismenya menjadi lebih baik. Tubuhnya lebih tahan terhadap hawa dingin dan penyakit. Tetapi kondisi tubuhnya yang panas itu bisa membuatnya mudah mengalami sakit panas dalam bila ia kurang rajin berolah raga. Jadi orang-orang yang rajin berpuasa sebaiknya mereka juga rajin berolah raga. Lebih baik lagi bila orangnya juga rajin mandi kembang telon, selain ditujukan untuk meng"adem"kan tubuhnya, juga supaya energi-energi tubuhnya yang negatif terselaraskan menjadi positif.

Kandungan dan aktivitas hawa murni ini juga bisa ditingkatkan dengan cara meditasi menurunkan energi alam yang mengisi tubuh. Paling baik adalah energi bumi bulat dan energi langit / alam raya. Energi alam itu akan mengisi seluruh tubuh dan cakra-cakranya, menjadi energi potensial di tubuhnya, termasuk mengisi tulang belakangnya, membantu produksi dan aktivitas hawa murni.

Tetapi bila ditujukan untuk menaikkan kekuatan tubuh, bila hanya tersimpan saja sebagai energi potensial di dalam tubuh pengaruhnya tidak terasa signifikan. Energinya masih harus diolah lagi untuk disatukan dengan energi tubuh dan kekuatannya, misalnya seperti cara di tulisan yang berjudul Kebatinan dan Kanuragan.

Pada orang-orang yang sudah menekuni latihan tenaga dalam, energi alam itu bisa dengan sengaja diturunkan untuk mengisi cakra-cakra tubuhnya. Kemudian energi di cakra-cakranya itu diolah lagi dengan ia latihan olah gerak dan olah nafas tenaga dalam untuk semakin memperbesar kekuatan dan tenaga dalamnya. 

Tetapi untuk tujuan memadatkan energi di tulang belakang dan di cakra ujung tulang ekor tidak bisa dilakukan hanya dengan olah gerak dan olah nafas. Itu harus dilakukan dengan jalan meditasi dengan konsentrasi khusus untuk memadatkan dan melancarkan energinya. Untuk itu orangnya harus bisa merasakan energinya sendiri di tiap-tiap bagian tubuhnya untuk kemudian energi di tiap-tiap bagian tubuhnya itu diisi dan dipadatkannya lagi.


Secara umum hawa murni akan bermanfaat membantu metabolisme tubuh.
Itu akan dapat dirasakan oleh orang-orang yang hidupnya bersemangat dan bergembira dan yang rajin berpuasa.
Tapi pada orang-orang yang menjalani kebatinan kanuragan, pemanfaatannya lebih daripada sekedar membantu metabolisme tubuh, tapi juga ditujukan untuk menambah kesaktian kanuragannya dan kesaktian gaib sukmanya (kebatinan / spiritual), yang kemudian dengan teknik sugesti kebatinan-spiritual energi hawa murni itu diolah dan diperbesar lagi kandungan dan kekuatannya untuk semakin memperbesar energi tubuhnya dan mempertinggi vitalitasnya.

Secara alami energi hawa murni akan mengalir sendiri mengstabilkan kondisi energi tubuh. Aktif tidaknya dan aktivitas alirannya sangat ditentukan oleh kondisi sukma dan batin orangnya.

Secara alami energi hawa murni ini mengalir keluar ketika seseorang menguap (seperti menguap mengantuk). Energi hawa murni keluar dari tulang punggung mengalir ke atas, melewati tulang leher dan pangkal tengkorak menuju ke otak. Kemudian energi ini merangsang saraf-saraf / cakra-cakra di leher dan di kepala, otot-otot dan urat saraf mengejang dan orangnya menguap. Jika hawa murni mengalir keluar melalui ujung tulang ekor dan merangsang cakra-cakra di perut bawah, maka yang mengejang adalah otot-otot di kaki dan perut. Atau hawa murni itu mengalir keluar dan merangsang cakra-cakra di sekitar dada yang mengejang adalah otot-otot di perut, tangan dan dada.

Bila seseorang kehabisan tenaga dalam murni atau tenaga dalam kanuragan, maka hawa murni ini akan bergerak sendiri untuk mengisi kekosongan energi. Begitu juga yang terjadi pada orang-orang yang kelelahan, energi ini akan mengalir dengan sendirinya untuk memulihkan tenaganya. Atau bila seseorang kehabisan daya tenaga untuk bertahan hidup, misalnya dalam kondisi kedinginan yang parah, maka energi ini akan mengalir dengan sendirinya untuk memberikan kehangatan (tetapi bila orangnya berusaha melawan hawa dingin tersebut, maka aliran energi ini akan terhambat dan akibatnya orangnya akan menggigil kedinginan).

Karena itu pada saat anda kehujanan, hujan dan basahnya tak dapat dihindari, bila memang anda harus basah kehujanan, cobalah mengiklaskan bahwa anda memang harus basah kehujanan. Sesudah itu mandilah dengan air hangat. Biasanya tubuh anda akan tetap sehat dan hangat. Energi hawa murni membantu tubuh anda tetap hangat. Lain halnya bila anda basah kehujanan tetapi anda tidak iklas basah kehujanan, biasanya anda akan mengalami demam, masuk angin atau flu.

Saat anda menggigil kedinginan, berarti energi dan kekuatan tubuh anda dalam kondisi tidak mampu melawan hawa dingin yang anda alami. Cobalah untuk menenangkan batin anda. Sambil menahan dan menekan nafas di perut bagian bawah, cobalah untuk mengiklaskan bahwa anda memang harus mengalami kedinginan, mudah-mudahan kemudian ada aliran-aliran energi (hawa murni) yang kemudian membuat anda tidak menggigil lagi. Anda masih tetap kedinginan, tetapi anda tidak menggigil lagi. Setelah tidak menggigil lagi, teruskan menahan nafas dan tekan di perut bagian bawah, cobalah dengan beberapa gerakan tangan sambil tetap menekan nafas, anda alirkan energi ke seluruh tubuh supaya tubuh anda tidak kedinginan lagi, tujuannya adalah untuk membangkitkan dan menyalurkan hawa hangat yang berasal dari energi cakra di ujung tulang belakang, pusar dan dada.

Saat seseorang tidur dalam cuaca dingin (atau tinggal di dataran tinggi), secara alami hawa murni akan bekerja menghangatkan tubuhnya. Itulah sebabnya orang yang tidur dalam cuaca yang dingin, setelah bangun tidur tubuhnya akan terasa lebih hangat dan lebih segar (kecuali bila orangnya kedinginan). Orang yang tinggal di tempat yang bersuhu dingin biasanya memiliki vitalitas tubuh yang lebih baik dibandingkan orang yang tinggal di cuaca yang panas.


Hawa murni menjadi penunjang energi kehidupan tubuh manusia. Energinya mengisi energi kehidupan organ-organ, pembuluh darah, urat saraf dan semua sel-sel tubuh manusia dan menunjang proses metabolisme tubuh.

Aktivitas energi hawa murni terkait erat dengan aktivitas roh / sukma manusia. Karena itu orang yang sedang merogoh sukma tidak boleh kelamaan sukmanya berada di luar tubuh. Jangan sampai kemudian ketika sukmanya kembali energi tubuhnya telah mati, tubuhnya sudah menjadi jenazah.

Aktivitas energi hawa murni akan kuat pada orang-orang yang hidupnya bersemangat dan bergembira, sehingga tubuhnya lebih segar berenergi tidak cepat lelah dan lebih tahan terhadap penyakit.

Kondisi bersemangat dan bergembira itu banyak terjadi pada anak-anak yang senang bermain berlari-larian dan tertawa-tawa gembira. Tubuhnya akan segar bertenaga, dan bila lelah akan cepat pulihnya. Tetapi bila anak-anak itu terlalu sering kelelahan, justru akan mudah sakit, karena tubuhnya kekurangan energi (tekor). Asupan gizinya harus baik.

Kuat lemahnya kondisi psikologis dan sukma manusia menentukan aktif-tidaknya aktivitas energi hawa murni. Kondisi psikologis yang bersemangat dan bergembira akan mendorong tubuh untuk aktif memproduksi hawa murni. Sebaliknya, kondisi psikologis yang lemah, yang orangnya tidak sedang bersemangat, merasa tidak gembira, atau yang merasa dirinya lemah karena sedang sakit, kondisi psikologis dan sukmanya itu akan melemahkan tubuhnya dalam memproduksi hawa murni, tubuh orangnya akan terasa lemah dan mudah sakit-sakitan atau tubuhnya terasa tidak bugar, banyak mengandung energi negatif. Begitu juga terjadi pada orang yang pingsan tak sadarkan diri, atau yang sedang koma, aktivitas energi hawa murni ini akan melemah.

Itulah pentingnya menumbuhkan sugesti positif kesembuhan pada orang yang sedang sakit, supaya tubuhnya tetap menghasilkan energi positif untuk menunjang kesembuhannya, memunculkan energi positif yang akan mengisi sel-sel tubuhnya untuk kelangsungan metabolismenya membangun sel-sel tubuh yang sehat dan menyingkirkan energi negatif penyakitnya. 

Karena itu sebaiknya kita selalu mengkondisikan hidup yang bersemangat dan mengusahakan kondisi psikologis yang bergembira, jangan membesar-besarkan masalah yang bisa menambah kesusahan hati. Dan ada baiknya orang-orang yang sedang sakit jangan dipaksakan untuk ia terus berbaring di tempat tidurnya, jangan dipaksakan untuk ia terus merasakan sakitnya, jangan ia diingatkan terus tentang sakitnya. Ada baiknya ia sesekali waktu dibiarkan beraktivitas lain. Itu berguna untuk mengsugesti orangnya supaya tubuhnya membangkitkan energi positif untuk membantu kesembuhannya. Hanya perlu diingatkan saja supaya ia tidak terlalu memaksakan diri beraktivitas, dan jangan sampai ia kelelahan, jangan sampai itu menambah sakitnya.

Kadangkala terjadi keajaiban. Orang sakit yang berniat datang berobat kepada seorang dokter atau 'orang pinter' dan merasa yakin oleh orang tersebut sakitnya pasti sembuh, maka sekalipun ia belum bertemu dengan dokter atau 'orang pinter' tersebut, tetapi orang tersebut sudah merasa tubuhnya telah sehat, sudah merasa ringan, rasa sakitnya sudah hilang atau berkurang. Terjadi demikian karena sukmanya mengsugesti kesembuhan, menyingkirkan energi negatif penyakit dalam dirinya. Sekalipun kemudian orang tersebut tidak jadi bertemu dengan dokter atau 'orang pinter' tersebut, tetapi sakitnya akan berangsur-angsur sembuh dengan sendirinya, atau sekalipun masih sakit, tetapi sakitnya tidak bertambah parah. Kejadian di atas terjadi pada orang-orang yang mengsugesti dirinya bahwa sakit-penyakitnya pasti sembuh oleh dokter atau 'orang pinter' tersebut. 

Berbeda halnya pada orang-orang yang mengsugesti dirinya bahwa sakitnya hanya akan sembuh setelah bertemu dengan dokter atau 'orang pinter' tersebut, sugesti kesembuhannya hanya akan terjadi setelah bertemu dengan dokter atau 'orang pinter' tersebut. Jika kemudian orang tersebut tidak jadi bertemu dengan dokter atau 'orang pinter' tersebut, maka sakitnya tidak akan berangsur-angsur sembuh dengan sendirinya, mungkin juga sakitnya akan bertambah parah. Begitu juga akan terjadi pada orang-orang yang pasrah kepada dokternya, sakitnya akan lama sembuhnya, apalagi kalau tidak percaya pada dokternya, atau merasa tidak ada orang yang dapat menolongnya.

Begitu juga terjadi pada orang-orang yang merasa hanya akan sembuh setelah meminum obat-obatan dari dokternya, sakitnya akan lama sembuhnya, seringkali juga sakitnya tidak sembuh-sembuh walaupun obat-obatan sudah habis diminum semua.

Si sakit sendiri harus bersugesti positif. Jangan bersugesti negatif, jangan menganggap sakitnya tidak ada yang bisa menyembuhkan, atau menganggap dokter atau  'orang pinter'  yang sedang mengobatinya tidak akan mampu menyembuhkannya. Dengan bersikap begitu ia membangun energi negatif di dalam dirinya, melemahkan semangat juang tubuhnya untuk sembuh dan melemahkan energi penyembuhan dalam dirinya. Atau sekalipun ia sudah sembuh dari sakitnya, ia tetap merasa masih sakit, tidak merasa sudah sembuh, tidak tahu bahwa sakitnya sudah sembuh oleh dokter atau 'orang pinter' tersebut, dan pasti juga tidak akan ia berterima kasih, apalagi bersyukur.



  Karakteristik dan Kegaiban Energi


Ilmu tenaga dalam dapat juga dikatakan sejenis dengan ilmu gaib, karena berada diluar nalar logika awam sekalipun orangnya pintar dan jenius. Dikatakan demikian karena energinya tidak tampak mata dan secara akal pikiran awam tidak mungkin manusia dengan kekuatannya sendiri dapat mematahkan kayu, besi, atau batu. Lebih keras mana, kayu, batu dan besi dengan tangan manusia ?  Sekuat-kuatnya tubuh dan kekuatan manusia seharusnyalah tangan manusia itu yang remuk. Tetapi ternyata tidaklah demikian kejadiannya. Malahan kayu atau besinya yang patah. Batunya yang remuk. Apakah dengan adanya energi itu di tangannya, maka tangannya menjadi lebih keras daripada besi ?

Juga mereka yang mengolah tenaga dalam murni dapat mementalkan orang lain. Banyak orang yang berpendapat itu hanyalah tipuan. Mungkin ada juga orang yang memang berniat menipu. Tapi sebaiknya kita coba dulu ikut pelatihannya, barulah nanti kita dapat dengan valid memberikan pendapat apakah kejadian itu benar atau hanyalah tipuan belaka. (Ada juga sejenis ilmu gaib yang mementalkan orang atau mengendalikan gerakan tubuh orang lain, biasa disebut Ilmu Kontak).

Tenaga dalam, tenaga dalam murni dan hawa murni dihasilkan oleh semua cakra di tubuh manusia, tetapi yang terkait dengan keilmuan tenaga dalam, yang disebutkan hanyalah energi yang dihasilkan oleh cakra-cakra utama dan tertentu saja yang menjadi objek dalam pelatihan tenaga dalam.

Hawa murni, tenaga dalam dan tenaga dalam murni bersumber dari tubuh manusia itu sendiri yang dalam kehidupan alami sehari-hari tidak muncul, atau bahkan tidak disadari keberadaannya. Kegaiban - daya gaib - potensi diri ini baru akan terbentuk menjadi sesuatu yang berarti setelah diolah secara khusus, misalnya dilatih dan dibangun dengan olah nafas, olah kebatinan / spiritual, dsb. Ini adalah juga suatu kegaiban, kegaiban yang berasal dari dalam diri manusia sendiri.

Energi yang dihasilkan tubuh manusia dengan sebutan hawa murni, tenaga dalam, tenaga dalam murni, tenaga dasar, kundalini, prana, dsb, adalah kegaiban dari dalam diri manusia, berupa kekuatan energi yang besar sekali, yang dihasilkan oleh cakra-cakra energi di tubuh manusia. Cakra-cakra energi di tubuh manusia adalah pusat-pusat saraf, yang bila diolah secara khusus dapat membangkitkan kekuatan energi yang luar biasa besar dalam kehidupan manusia. Ada banyak sekali cakra-cakra energi di tubuh manusia, tetapi yang diolah dalam pengolahan energi biasanya adalah cakra-cakra energi yang utama saja sesuai tujuan pengolahannya. Energi tersebut masing-masing memiliki sifat sendiri-sendiri sesuai namanya masing-masing, dan dibangkitkan dan diolah dengan cara yang berbeda-beda.

Sebenarnya yang dibutuhkan bukanlah cakra-cakra yang sudah terbuka, tetapi adalah cakra-cakra yang sudah bergetar, yang sudah aktif bekerja sesuai aktivitas manusia. Setelah cakra-cakra sudah aktif bergetar / bekerja, akan mudah bagi manusia untuk mengisinya / memompanya dengan energi (dengan teknik olah nafas maupun meditasi energi), dan cakra-cakra itu akan bergerak sendiri membuka dan menutup aliran energi sesuai aktivitas si manusia.

Walaupun cakra-cakra energi tubuh belum pernah dibuka dan energinya belum pernah dibangkitkan / diolah, tetapi sebenarnya cakra-cakra tersebut tidak benar-benar tertutup, cakranya tetap bekrja mengalirkan energi sesuai kebutuhan dalam keseharian aktivitas manusia, tetapi dengan telah terbukanya cakra-cakra energi tersebut energinya dapat lebih lancar mengalir. 

Tentang pembukaan cakra, sebenarnya pembukaan cakra akan lebih bermanfaat bagi orang-orang yang sudah menjalani suatu laku tertentu, misalnya sudah mengikuti pelatihan tenaga dalam, sehingga dengan telah terbukanya cakra-cakranya maka aliran energinya itu akan lebih lancar, dan dalam proses latihan berikutnya ia akan lebih mudah dalam mengalirkan energinya. Tetapi pembukaan cakra untuk orang-orang yang masih awam dan yang tidak melakukan pelatihan tenaga dalam tidak akan dirasakan manfaatnya, malah bisa mendatangkan efek negatif.

Dalam hal ini ada perbedaan sifat dan perilaku dari cakra-cakra energi yang telah terbuka.

Pada orang-orang yang masih awam dan yang tidak melakukan pelatihan tenaga dalam, sebenarnya cakra-cakranya tidak benar-benar tertutup, dan tidak perlu dengan sengaja dibuka. Secara alami cakra-cakra energinya tetap bekerja membuka dan menutup aliran energi sesuai kebutuhan keseharian aktivitas manusia.

Jika cakra-cakra itu aktif / terbuka dengan sendirinya, misalnya terbuka sendiri setelah mengikuti latihan pernafasan tenaga dalam, selanjutnya cakra-cakra itu akan bergerak secara otomatis membuka dan menutup aliran energi sesuai aktivitas si manusia. Jika tidak sedang menggunakan tenaga dalam, bukaan cakra-cakra itu akan mengecil dengan sendirinya meng-stabilkan aliran energi.

Jika cakra-cakra itu tidak terbuka dengan sendirinya, misalnya dibuka oleh orang lain atau dibuka sendiri dengan memaksakan memasukkan energi dari luar (misalnya dengan cara meditasi pembukaan cakra dan pembangkitan energi kundalini), cakra-cakra itu kemudian akan lebih kaku, tidak sepenuhnya otomatis bergerak membuka dan menutup aliran energi sesuai aktivitas si manusia. Jika si manusia belum bisa "mem-filter" (menyaring) aliran energi, dengan cakra-cakranya yang kaku terbuka tersebut justru akan memudahkan tubuhnya menyerap energi-energi yang negatif, mudah masuk angin, mudah panas dalam, dan memudahkan energi-energi lain (atau mahluk halus) yang tidak jelas juntrungannya untuk masuk ke dalam tubuh manusia. Jadi, bila kita tidak menjalani suatu keilmuan tertentu yang terkait dengan terbukanya cakra, sebaiknya tidak perlu kita meminta dibukakannya cakra-cakra tubuh kita. Biarkan saja alami.


Masing-masing cakra tubuh dan energinya berhubungan erat dengan saraf-saraf manusia dan sedikit banyak akan juga mempengaruhi psikologis dan kejiwaan orangnya.

Cakra energi di bawah pusar bisa mempengaruhi orangnya menjadi kalem, tenang, teduh. Tapi di sisi lain, energinya juga dapat merangsang saraf-saraf di sekitar pusar dan tulang belakang, bisa menaikkan libido dan syahwat.

Cakra energi di ulu hati dan di dada bisa mempengaruhi orangnya merasa percaya diri, merasa kuat dan gagah, senang dengan kekerasan.

Cakra energi di leher dan di dahi bisa mempengaruhi orangnya menjadi inspiratif dalam berpikir dan berbicara dan dalam menyampaikan ide dan pendapat.

Cakra energi di dahi, ubun-ubun dan cakra mahkota bisa mempengaruhi orangnya menjadi inspiratif dalam dunia kebatinan dan spiritual, senang dengan hal-hal yang bersifat spiritual dan kesepuhan. Bisa juga mempengaruhi orangnya untuk tidak getol atau kurang bersemangat mengejar keduniawian.

Bila dirasakan ada efek pengaruh energi cakra-cakra tersebut yang bersifat negatif secara psikologis sebaiknya orangnya mawas diri dan berusaha mengendalikan / mengalihkan yang negatif itu menjadi sesuatu yang positif, jangan sampai ia dikuasai oleh sesuatu yang negatif.

Secara umum cakra-cakra utama tubuh itu (cakra mayor) adalah pusat-pusat saraf yang mengandung energi yang bentuknya seperti lingkaran cakram dan antar cakra energinya saling tersambung. Masing-masing cakra itu mengeluarkan dan mengsuplai energi kepada cakra-cakra tubuh lain yang lebih kecil (cakra minor) dan kepada organ-organ tubuh di sekitar cakra. Bila ada masalah dengan cakra-cakra itu, seperti adanya infeksi pada cakranya atau adanya penyumbatan pada jalan energinya, selain dapat menyebabkan terjadinya ketidakselarasan energi tubuh yang membuat orangnya sering mengalami sakit panas dalam dan sering masuk angin, juga dapat berpengaruh negatif terhadap organ-organ tubuh di sekitar cakra yang bermasalah itu.

Misalnya :
Masalah pada cakra-cakra di bawah pusar akan dapat berpengaruh negatif pada organ-organ tubuh di dalam perut dan di sekitar perut bawah.
Masalah pada cakra di dada dapat menyebabkan orangnya mengalami lemah jantung, pembengkakan jantung, paru-parunya lemah mudah sesak nafas dan tersengal-sengal.
Masalah pada cakra di tenggorokan dapat menyebabkan orangnya sering mengalami sakit radang tenggorokan.
Masalah pada cakra di ubun-ubun dapat menyebabkan orangnya pikirannya mengambang sering melamun, sulit konsentrasi berpikir dan sering mengalami ilusi / halusinasi.

Karena itu bila orang sering sekali mengalami sakit-penyakit di organ-organ tubuhnya seperti disebut di atas, selain memeriksakan dirinya secara medis, ada baiknya ia juga memeriksakan kondisi cakranya kepada orang yang mengerti, bisa juga memeriksanya sendiri dengan cara yang sama seperti menayuh keris.

Bila ada masalah dengan cakra seperti disebutkan di atas, mengatasinya adalah dengan cara memperlancar energi cakra-cakranya. Orangnya bisa mengikuti latihan olah nafas tenaga dalam murni atau ikut latihan di perguruan kundalini. Dengan meditasi menurunkan energi juga bisa, dengan fokus sugesti mengisi tubuhnya dengan energi positif dari langit menggusur energi-energi negatif dari tubuhnya, kemudian menyelaraskan energinya merata ke seluruh tubuh dari kepala sampai ke kaki.


Seseorang yang ingin memiliki kemampuan tertentu yang terkait dengan pembukaan cakra-cakra tubuh harus datang ke tempat-tempat membuka dan mengolah cakra tubuh yang sesuai dengan tujuan niatnya, karena masing-masing cakra tubuh harus dibuka dan diolah dengan cara / sugesti sendiri-sendiri sesuai masing-masing tujuannya membuka cakra.

- Untuk pengolahan energi, maka sugesti membuka dan mengolahnya haruslah untuk tujuan pengolahan energi.

- Untuk melihat gaib, maka sugesti membuka dan mengolahnya haruslah untuk tujuan kemampuan melihat gaib.

- Untuk olah spiritual, maka sugesti membuka dan mengolahnya haruslah untuk tujuan olah spiritual.


Orang-orang yang sudah ikut pelatihan tenaga dalam di perguruan tenaga dalam, dan energinya juga sudah dibangkitkan dan diolah sehingga orangnya sering disebut sudah memiliki tenaga dalam, biasanya cakra-cakra energinya sudah otomatis terbuka walaupun pembukaan cakranya tidak optimal karena biasanya tidak secara khusus dibuka. Tetapi walaupun cakra-cakra tubuhnya telah terbuka, termasuk cakra-cakra di leher, di dahi atau yang di ubun-ubun, tidak berarti orangnya langsung bisa melihat gaib / mahluk halus.

Kemampuan melihat gaib tidak begitu saja otomatis terjadi pada orang-orang yang telah terbuka cakra mata ketiganya, misalnya yang dibuka dengan olah tenaga dalam / prana atau kundalini. Cakra-cakra tubuh yang dibuka untuk tujuan pengolahan energi tubuh tidak langsung berhubungan dengan alam gaib dan kegaiban. Untuk keperluan melihat gaib cakra-cakra tersebut harus dibuka khusus untuk tujuan kegaiban, bukan untuk tujuan pengolahan energi tubuh. 

Begitu juga dengan cakra di dada, pembukaan dan pengolahan cakra energi di dada biasanya tidak ditujukan untuk yang bersifat gaib, biasanya untuk tujuan kanuragan. Untuk tujuan kegaiban cakra energi di dada tidak diolah dengan olah nafas, tetapi dengan olah rasa dan kebatinan, karena berhubungan dengan kegaiban sukma manusia. Cakra di dada yang diolah dengan olah rasa dan kebatinan akan memunculkan kepekaan rasa terhadap kegaiban. Kepekaan rasa dan kekuatan rasa dan batin adalah dasar dari kekuatan kebatinan / spiritual, berasal dari kekuatan sukmanya ditambah energi dari cakra tubuhnya. Kekuatan yang dibangun dalam olah rasa dan olah batin adalah kekuatan rasa dan kekuatan batin (bersifat gaib), dihasilkan oleh cakra tubuh di bagian dada.

Dalam proses pembelajaran meditasi kundalini diajarkan cara membuka cakra-cakra tubuh, dari cakra yang paling dasar sampai cakra di ubun-ubun. Tujuan utama pembukaan cakra-cakra tersebut adalah untuk mengolah energi yang dihasilkan oleh cakra-cakra tersebut untuk dapat digunakan untuk kesehatan dan vitalitas, dan untuk menambah kekuatan tenaga dalam, kesaktian gaib dan untuk olah spiritual. Pembukaan cakra-cakra tersebut tidak dikhususkan untuk melihat gaib. Dengan telah terbukanya cakra di dahi dan cakra di ubun-ubun tidak berarti orangnya langsung dapat melihat gaib, atau mengetahui seluk-beluk alam dunia spiritual. Melihat gaib harus dilatih sendiri dengan melatih kepekaan indera keenam dan pengetahuan spiritual harus dipelajari sendiri melalui proses “pencarian spiritual”, tetapi telah terbukanya cakra-cakra tersebut akan mempermudah usaha pembelajaran seseorang. Baca juga : Terawangan / Melihat Gaib.


Di banyak tempat umumnya energi-energi tersebut dibangkitkan dan diolah dengan cara olah nafas, karena berhubungan dengan olah kanuragan dan kesaktian / kekuatan. Tetapi di India, kundalini biasanya dibangkitkan dan dibangun dengan cara meditasi (olah pikiran / sugesti) dan yoga untuk menarik / menggerakkan urat saraf. Cara-cara meditasi juga banyak dilakukan di Indonesia, terutama disertai dengan bacaan amalan, zikir dan wirid.

Cara-cara di atas masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Yang terlebih harus diperhatikan adalah faktor resiko dari apapun cara yang dilakukan, dan setelah energi tersebut terbangkitkan, energinya harus dapat dikendalikan dengan semestinya.  

Banyak orang tertarik belajar pembangkitan energi karena adanya harapan yang ditawarkan dalam program pelatihannya, apalagi kalau bisa instan. Keinginan segera mencapai hasil seringkali menyebabkan orang mengabaikan tahapan prosesnya dengan benar. Banyak orang yang ingin cepat bisa memiliki ilmu-ilmu yang tinggi, merasa yakin bahwa dia sudah siap memperoleh pelajaran yang tinggi tanpa harus dengan sabar dan tekun belajar melalui tahapan tingkat dasar dulu dan pembentukan psikologis. Kurang bijaksana kalau seseorang mengira bahwa ia sanggup menghadapi kekuatan yang mungkin timbul dalam dirinya, sedangkan dia sendiri belum mengetahui resikonya.

Energi yang dibangkitkan dengan cara olah pernafasan biasanya dapat dikendalikan dengan relatif lebih mudah, karena proses latihannya memang ditujukan untuk membangun dan mengendalikan energi. Seandainya pun terjadi kesalahan dalam proses latihannya, penyembuhannya relatif lebih mudah dibanding olah energi dengan cara selain dengan olah pernafasan. Tetapi secara fisik ada juga resikonya. Terlalu memforsir pernafasan dada dapat menyebabkan pembengkakan jantung dan radang hati / liver, terutama untuk yang baru ikut pelatihannya (pemula) dan yang usianya sudah beranjak tua, tetapi bisa juga itu terjadi pada orang yang sudah senior, yang menggebu-gebu hasratnya akan kesaktian kanuragan. Pernafasan perut bawah juga dapat menyebabkan usus turun atau perut kendor. 

Pembangkitan energi dengan cara rutin membaca amalan, zikir dan wirid, biasanya akan juga membentuk batin yang kuat. Dengan cara ini juga bisa ditingkatkan menjadi ilmu gaib dan ilmu khodam (walaupun seringkali tidak disengaja dan tidak diketahui terjadinya). Tetapi cara ini juga mempunyai efek samping, yaitu dapat menyebabkan kepala terasa penuh / penat karena terjadi pemusatan energi di kepala dan bagian tubuh lain kekurangan energi yang dapat berujung pada lemah atau sakit organ tubuh bagian dalam. Efek samping lainnya adalah pengaruhnya pada psikologis orangnya, yaitu dapat meninggikan rasa ego manusia, ke-aku-an dan cinta diri, yang bisa mengarah pada pemikiran merasa dirinya paling benar, paling tahu, paling hebat, paling ..... , dsb.  Biasanya orang itu sendiri tidak menyadarinya, orang lain yang menilai. Resiko lainnya adalah bila karena lakunya itu kemudian ada sesosok gaib yang datang kepadanya menjadi khodamnya. Seringkali adanya khodam gaib itu menyebabkan kemampuan ilmunya bagus dan efektif bekerja, tetapi dapat juga berpengaruh negatif terhadap kehidupan sosial, kerejekian dan rumah tangganya (bisa juga menyesatkannya).

Dengan metode meditasi kundalini, orang membangkitkan / membangun energi, mengatur dan menggerakkan energi tubuhnya dengan batin / pikiran (bermain sugesti). Orang yang tekun mengikuti pelatihannya biasanya secara psikologis akan lebih tenang berpikirnya dan lebih kalem sikap perilakunya. Tetapi energi yang dibangkitkan dengan cara olah pikiran / sugesti / meditasi akan lebih sulit untuk dikendalikan, karena orang tersebut sejak awal tidak diajar untuk mengendalikan alam bawah sadar. 

Pada saat kita tidur, tidak sadar, ditambah suasana alam bawah sadar yang diluar kontrol kita (alam mimpi), membuat energi kundalini orang itu dapat bergerak sendiri, mengikuti suasana alam bawah sadar (mengikuti jalannya mimpi), bisa bergerak liar mencari jalan sendiri. Energinya dapat bergerak sesuai jalur, dapat juga berbalik arus, dapat juga saling bertabrakan, atau menumpuk di satu tempat. Energi yang seharusnya terpusat di cakranya masing-masing, dapat berpindah dan menumpuk di kepala (menyebabkan kepala penat, otak terasa sakit dan panas serasa terbakar), masuk ke jalur yang salah di tulang belakang (menyebabkan rasa sakit dan rasa panas terbakar di tulang belakang dan dapat menyebabkan kelumpuhan), dsb.

Dalam kondisi normal, dengan metode meditasi orang mengatur dan menggerakkan energi tubuhnya. Tetapi ketika kondisi abnormal itu terjadi, orang sudah tidak dapat berpikir normal, tidak bisa mengendalikan energi dan rasa sakit yang dialaminya. Resiko yang dialami orangnya bukan hanya secara fisik, tetapi jiwanya juga dapat terganggu. Termasuk bila energi tersebut membuka cakra-cakra / simpul saraf yang berhubungan dengan kemampuan melihat gaib, sedangkan orangnya sendiri secara psikologis belum siap untuk melihat gaib.

Selain itu energi (bola energi) yang dihasilkan dengan sugesti pikiran sifatnya tajam, tidak selaras dengan energi tubuh manusia. Energi yang tajam itu tidak boleh dimasukkan dan diserap ke dalam tubuh karena berpotensi besar bisa merusak saraf.

Hendaknya orang jangan mencoba membangkitkan kundalini tanpa bimbingan seorang guru yang benar mengerti keilmuannya karena bahaya yang ditimbulkan akibat pembangkitan yang salah sangat serius. Bahaya itu bukan hanya yang murni bersifat fisik, tetapi juga batin / jiwa. Kita dapat temukan banyak tulisan atau ajaran melalui buku atau artikel mengenai pembangkitan kundalini dengan cepat tanpa memperhatikan aspek lain yang sebenarnya sangat menentukan, yaitu pembentukan / kesiapan psikologis dan spiritual dan pengetahuan atas pondasi keilmuannya. Tanpa itu pembangkitan kundalini bisa berubah menjadi petaka bagi pelakunya. Apalagi dilakukan tanpa bimbingan guru sejati yang mengajarkan tahap demi tahap proses pembelajarannya. Ditambah lagi penulisnya sendiri juga belum tentu menguasai pengetahuannya dengan benar, hanya meramu teknik dari berbagai tulisan dan buku. Inilah yang kemudian memunculkan berbagai sindrom kundalini. (Berbagai penjelasan mengenai resiko dalam pembangkitan kundalini dapat dicari di internet dengan tema kundalini syndrome ).

Untuk orang-orang yang mengalami kejadian sindrom kundalini bisa dicoba penyembuhannya dengan mengikuti pelatihan resmi di perguruan pernafasan tenaga dalam murni untuk menormalkan dan menyelaraskan kembali energi-energi tubuhnya.

Dalam menurunkan energi, di dalam meditasi kundalini dan reiki sugestinya menggunakan olah pikiran, sehingga energinya bersifat tajam. Energi-energi yang tajam tidak boleh diserap ke dalam tubuh karena energi tajam itu tidak selaras dengan energi alami tubuh manusia. Energi yang tajam hanya baik untuk digunakan keluar, seperti untuk kekuatan pukulan atau untuk membunuh sel kanker, untuk membuat pagaran gaib atau untuk menyerang mahluk halus, tidak untuk dimasukkan / diserap ke dalam tubuh. Jika energi tajam itu dimasukkan dan diserap ke dalam tubuh maka itu bisa menimbulkan efek negatif seperti contoh kasus kundalini syndrome yang sulit disembuhkan bahkan oleh gurunya sendiri.

Sedangkan di dalam semua metode meditasi menurunkan energi Penulis menekankan digunakannya sugesti yang berasal dari batin dan rasa, kekuatan rasa, bukan pikiran, sehingga energi yang diturunkan besar dan padat, tetapi tidak tajam, selaras dengan energi tubuh, energinya boleh dimasukkan ke dalam tubuh, boleh juga diturunkan untuk orang lain (baca :  Meditasi Energi).

Setelah mengetahui perbedaannya seperti tertulis di atas, jika para pembaca berniat menjalankan metode-metode meditasi dari Penulis diharapkan supaya bisa menerapkan kekuatan rasa. Kekuatan pikiran hanya digunakan untuk bervisualisasi saja membentuk energi tertentu yang sifatnya tidak diserap tubuh, misalnya untuk membuat bola cahaya, pagaran gaib, sinar laser, dsb, yang itu tidak untuk dimasukkan ke dalam tubuh, supaya tidak terjadi efek resiko dari adanya kesalahan prosedur.


Pada masa sekarang, metode meditasi dan bacaan mantra / amalan dibuat sesederhana mungkin sesuai kebutuhan manusia pada jaman sekarang yang ingin memiliki keilmuan secara mudah dan dalam tempo yang singkat, sehingga tidak banyak orang yang menyadari bahwa tahapan meditasi, bacaan amalan / mantra dan ajian sebenarnya dulu pada saat manusia masih hidup di jaman kesaktian, itu merupakan pelajaran tingkat tinggi.
Yang melakukannya hanyalah anggota-anggota senior saja yang telah menekuni dan melewati masa-masa pelatihan dasar olah kanuragan, yang untuk tingkatan selanjutnya orangnya mulai banyak melakukan laku tirakat, puasa, berprihatin, meditasi, bahkan tapa brata, untuk memperdalam dan meningkatkan kekuatan keilmuannya, bukan untuk orang-orang yang baru belajar.

Tetapi pada masa sekarang orang terdorong untuk bisa cepat memiliki kesaktian (kanuragan maupun gaib), sehingga pembelajaran amalan-amalan dan mantra, aji-aji, tenaga dalam murni, prana dan kundalini dijadikan objek latihan yang utama, atau bahkan diwujudkan menjadi suatu perguruan khusus yang mengajarkan keilmuan itu. Sekalipun kemudian orangnya merasa berhasil menguasai keilmuan yang tinggi, karena objek yang dilatih itu juga sebenarnya adalah keilmuan tingkat tinggi, tetapi karena materi dasar keilmuannya dan sisi kebatinan / spiritualnya tidak lebih dulu dikuasai, maka kemudian keilmuannya itu tidak dalam, dangkal, dan mudah dipunahkan.

Karena itu Penulis tidak dapat mengerti mengapa seseorang yang merasa memiliki suatu keilmuan, kemudian dengan mudahnya memberikan kursus program ilmu tingkat tinggi tanpa seseorang harus melalui tahap dasar terlebih dahulu dan melalui pembentukan psikologis dan budi pekerti terlebih dahulu, sehingga kemudian banyak muncul orang-orang yang menyombongkan keilmuannya, menjual ilmu, dan banyak keilmuan yang menjadi bahan kesombongan dan bahkan menjadi alat kejahatan. Ditambah lagi ada juga efek-efek negatif dan sindrom-sindrom yang mungkin gurunya sendiri pun tidak mampu menyembuhkannya.



 Tips Untuk Penggunaan Tenaga Dalam Murni


Masing-masing jenis keilmuan di atas semuanya bagus sesuai karakteristik dan tujuannya masing-masing tergantung tingkat penguasaan dan kemahiran para pelakunya dan tidak ada satu pun yang dapat sempurna menggantikan yang lain, jadi tidak perlu diunggul-unggulkan mana yang lebih bagus. Dan kalau kita mempelajari salah satunya, sebaiknya fokus sesuai ilmunya masing-masing. Jangan dibanding-bandingkan atau dicampurkan dengan yang lain, nanti ilmunya malah mengambang, tidak mendalam. Tetapi kalau sudah menguasai bidang keilmuannya dan mengerti intisarinya, antar keilmuan dapat dikombinasikan, sehingga hasilnya akan lebih baik daripada bila hanya sendiri-sendiri. Keilmuan yang satu akan melengkapi / menambah kekuatan ilmu yang lain (bukan saling menggantikan).

Latihan olah nafas segitiga adalah teknik dasar dan umum untuk membangkitkan dan menghimpun tenaga dalam. Gerakan-gerakan dalam olah pernafasan murni juga bertujuan untuk membuka cakra-cakra tubuh. Pembukaan cakra tubuh dan energi yang dihasilkannya sesuai dengan cara dan tujuan latihannya, tidak semuanya berhubungan dengan gaib. Olah pernafasan murni yang menghasilkan energi tenaga dalam murni baik sekali untuk kehidupan sehari-hari. 

Pada jaman dulu pelatihan tenaga dalam murni merupakan pelajaran tingkat tinggi dan tingkat lanjut yang ditekuni selain dengan olah nafas, juga dengan laku puasa, meditasi dan tapa brata, setelah seseorang menguasai / mahir dengan olah jurus / gerak dan tenaga dalam kanuragan. Pelatihan tenaga dalam murni merupakan kelanjutan setelah pelatihan olah gerak / jurus dan tenaga dalam, ditujukan untuk menambah kekuatan tenaga dalam kanuragan (dan melipatgandakannya), untuk menciptakan aji-aji kesaktian dan untuk menangkal serangan tenaga dalam kanuragan. Karena itu mereka menguasai betul teknik penggunaan tenaga dalam murni.

Karena itu pada jaman sekarang ini pelatihan khusus tenaga dalam murni bisa dikatakan sebagai pelajaran ilmu kesaktian yang tidak lengkap, hanya sempalan saja dari pelajaran keilmuan kesaktian yang utuh. Kelemahan metode pelatihan tenaga dalam murni adalah pada kurangnya pembelajaran pemahaman dan teknik penguasaan energi dan kurangnya pengetahuan dalam penggunaannya menyebabkan pelatihan energi ini seringkali dianggap tidak penting dan tidak menarik untuk ditekuni, seringkali pesertanya malah bingung energinya mau digunakan untuk apa. Ditambah lagi gerakan latihannya yang monoton seperti senam pernafasan seringkali dianggap membosankan oleh para pesertanya.

Tulisan mengenai sejarah tenaga dalam murni dan kritik terhadap praktek perguruan tenaga dalam murni di Indonesia dapat dibaca di : http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_tenaga_dalam.


Selain yang sudah dituliskan di atas, energi tenaga dalam murni akan bermanfaat sekali kalau kita bisa mengerti dan menghayati sifat-sifat energi, yang bukan hanya sebatas bermanfaat untuk kesehatan, transfer energi atau membuat mental orang. 

Bagi orang-orang yang sudah menekuni pelatihan tenaga dalam murni sebaiknya dicoba melatih sugesti untuk membentuk tenaga dalam murninya menjadi lebih keras dan padat / tajam. Diumpamakan yang sebelumnya tenaga dalam murninya hanya mengalir memancar keluar seperti hembusan angin, sekarang dilatih / disugesti menjadi lebih keras / padat, diibaratkan seperti air, lebih padat bertekanan. Dengan demikian kondisinya akan menjadi lebih berkualitas dan akan lebih kuat tekanan energinya, lebih padat dan tidak mudah ditembus lawan bila dijadikan pagaran energi, lebih kuat energinya ketika digunakan menyerang / mementalkan orang, dan lebih tajam energinya ketika digunakan "menembak" atau menusuk atau menembus pagaran gaib, dsb. 

Bila tenaga dalam murni ini ingin digunakan untuk berinteraksi dengan mahluk halus, untuk "bermain" di dunia gaib, maka selain melatih energinya supaya menjadi besar dan padat / tajam, diperlukan pengetahuan tersendiri mengenai sifat-sifat energi mahluk halus untuk membentuk energinya supaya dapat selaras dengan "frekwensi" energi mahluk halus.

Untuk berinteraksi dengan roh-roh halus atau mahluk halus seharusnya yang digunakan adalah kekuatan energi dari kebatinan atau spiritual, karena itu adalah kekuatan dari roh / sukma manusia, bukan kekuatan tenaga dalam yang bersifat fisik biologis manusia. Tetapi jika diinginkan menggunakan kekuatan tenaga dalam yang sudah dimiliki untuk berinteraksi dengan roh-roh halus bisa juga dilakukan, hanya saja kita perlu memodifikasinya sedikit supaya energinya dapat berinteraksi dengan energi mahluk halus.

Untuk menjelaskan hal ini Penulis menggunakan istilah "frekwensi" energi. Masing-masing frekwensi energi tenaga dalam murni mempunyai kecocokan dengan situasi tertentu.

- Frekwensi energi tenaga dalam murni yang rendah selaras dengan energi tubuh manusia, cocok digunakan untuk menyatukan energinya dengan tubuh manusia untuk digunakan mengobati, untuk kekuatan tubuh dan kekuatan pukulan (kanuragan) dan dalam kekuatan tertentu energinya bisa dipadatkan dikeraskan menjadi seperti ilmu lembu sekilan atau untuk kekebalan tubuh, atau untuk mementalkan orang lain atau untuk menangkal / mementalkan serangan tenaga dalam kanuragan.

Kebanyakan orang yang sudah ikut pelatihan tenaga dalam murni, yang dilatih adalah upaya untuk memperbesar energinya, volume energinya besar, tapi kekuatannya tidak tinggi, karena mereka tidak melatih kekerasan energinya. Karena itu sebaiknya energi yang sudah berhasil dihimpun dari latihannya kemudian dikeraskan, ditingkatkan kepadatannya dengan latihan tenaga dalam kanuragan atau latihan secara kebatinan, sehingga energinya itu bukan hanya besar, tapi juga berkekuatan tinggi.

- Frekwensi energi mahluk halus lebih tinggi daripada frekwensi tenaga dalam murni yang biasa kita latih. Semakin tinggi kekuatan gaib mahluk halus, frekwensi energinya juga semakin tinggi, semakin sulit dirasakan dan semakin sulit dideteksi. Karena itu untuk keperluan berinteraksi dengan mahluk halus, maka frekwensi tenaga dalam murni ini harus dilatih secara khusus supaya frekwensinya menjadi lebih tinggi dan bisa sejalan dengan frekwensi energi mahluk halus, dilakukan dengan cara menerapkan kepekaan rasa untuk bisa merasakan keberadaan energi mahluk halus dan untuk kemudian frekwensi tenaga dalam murninya diselaraskan dengan frekwensi energi mahluk halus dari yang tingkatan kekuatannya rendah sampai yang kelas atas. 

Jika anda sudah mempelajari tenaga dalam murni dan jika anda juga sudah mempunyai keris atau benda-benda gaib lain, anda bisa mempelajari kekuatan energi keris anda, kemudian dicoba untuk menyelaraskan energi anda dengan energi kerisnya untuk melatih kepadatan dan ketajaman energi anda, sehingga nantinya energi anda bisa meningkat. Caranya bisa dilakukan seperti dalam tulisan berjudul  Olah Rasa & Kebatinan  dan  Meditasi Olah Rasa dan Energi.

- Secara alami frekwensi energi dari kekuatan kebatinan dan spiritual yang adalah kekuatan sukma manusia sudah sejalan dengan frekwensi energi mahluk halus, sehingga bisa digunakan untuk peka rasa suasana gaib, untuk mendeteksi, berinteraksi atau untuk menyerang mahluk halus dari yang kelasnya rendah sampai yang kelas atas. Dengan demikian akan lebih baik bila pelatihan frekwensi tenaga dalam murni ini dapat disatukan menjadi kekuatan kebatinan dan spiritual (dengan olah kebatinan), menyatu menjadi kekuatan sukma, supaya bisa sesuai frekwensinya dengan frekwensi energi mahluk halus.

- Setelah dapat merasakan persentuhan energinya dengan "energi-energi lain", maka energi tenaga dalam ini selain dilatih frekwensinya, disesuaikan frekwensi energinya dengan frekwensi energi mahluk halus, juga dilatih supaya besar, keras dan tajam pancarannya untuk bisa digunakan mendorong, menarik, mementalkan atau perbuatan lain yang sifatnya menundukkan atau menyerang mahluk halus atau untuk membuat pagaran gaib, atau untuk mengobati seseorang dari gangguan gaib seperti pelet, guna-guna, ketempelan gaib, kesambet dan teluh / santet.


Tergantung besarnya kekuatan energi dan penguasaan masing-masing orang, energi tenaga dalam murni (sifat lembut energi) dapat dibentuk / dikondisikan :

  • Olah rasa untuk merasakan energi sendiri, juga untuk merasakan keberadaan "energi-energi" lain.
  • Kekuatan energi bukan hanya ditentukan oleh besarnya energi, tetapi juga kepadatan dan ketajaman energinya.
    Kepadatan dan besarnya energi bisa untuk menolak mahluk halus atau menghapus ilmu gaib seseorang.
    Ketajaman energi bisa untuk menyerang mahluk halus atau menembus benteng gaib seseorang.
  • Untuk membersihkan keberadaan kuman (virus, bakteri dan amuba), atau memagari tubuh supaya mereka tidak dapat masuk ke dalam tubuh sendiri atau tubuh orang lain. Sebelumnya kita harus sudah mengenal sifat-sifat fisik mahluk kecil kuman itu.
  • Untuk membentuk energi positif untuk menyingkirkan energi-energi negatif dari sakit / penyakit dan untuk menolak / mengusir mahluk halus golongan hitam dan yang berenergi negatif. Sebelumnya kita harus sudah mengenal sifat-sifat energi-energi negatif tersebut.
  • Mengenal sifat keras energi. Energi tenaga dalam murni dapat disatukan dengan kekuatan fisik, seperti untuk mengangkat beban berat atau untuk kekuatan pukulan atau untuk kekuatan menahan pukulan.
    Misalnya, melakukan gerakan memukul dengan gerakan yang sangat lambat (slow motion). Selama melakukan itu otot tangan, perut dan dada dikeraskan. Menarik nafas, menekan dan menghembuskan nafas menyatu dengan gerakan tangan. Ketika menghembuskan nafas, lakukan seolah-olah juga mengalirkan energi ke tangan yang
    gerakannya memukul. Setelah dilakukan beberapa kali akan dapat dirasakan pukulan lebih ringan, cepat dan kuat dan tangannya terasa lebih "berisi" dan padat dengan energi.
  • Bila energi dipusatkan di perut, dada, punggung dan tangan, bagus untuk kekuatan pukulan dan kekuatan menahan pukulan dan untuk kekuatan tubuh.
  • Bila energi dipusatkan di pikiran, dapat untuk menusuk mahluk halus, dapat juga untuk hipnotis / gendam.
  • Bila energi memancar dari seluruh tubuh, dengan olah sugesti dapat dikondisikan untuk memancarkan pengasihan, karisma wibawa, penglaris dagangan, keteduhan, ketentraman, pagaran gaib, dsb.
  • Bila energi disatukan dengan energi lawan bisa untuk mengunci gerakan lawan atau untuk menghisap tenaga lawan.

Beberapa tips penggunaan tenaga dalam murni bagi yang sudah menekuninya, terutama untuk yang sudah bisa memadatkan energinya, sbb :

    1. Untuk pagaran dan kekuatan gaib.

Pembentukan pagaran gaib dengan tenaga dalam dapat dilakukan untuk perlindungan dari serangan virus / bakteri / amuba, mahluk halus dan orang-orang yang berniat jahat.

Buatlah bola energi dengan energi yang keras, yang ukurannya cukup besar melingkupi objek yang akan dipagari, untuk anda sendiri, orang lain atau untuk rumah, dsb. Jadikanlah bola itu menyelubungi objek sasaran. Dengan sugesti anda, buatlah bola itu kuat / keras dindingnya dan penuh energi di dalamnya (tidak kosong). Konsentrasikan kekuatan agar bola itu kuat bertahan selamanya, dan mahluk halus dan virus / bakteri yang merugikan kesehatan atau apapun / siapapun yang bersifat tidak baik dan berniat jahat atau menyerang objek akan terdorong keluar dan terpental tidak dapat menembus bola pagaran.

Untuk anda sendiri yang memiliki energi sangat besar, dengan sugesti kebatinan energi anda dapat dipadatkan dikeraskan sampai sejengkal tebalnya dari tubuh anda. Itu yang disebut ilmu Lembu Sekilan. Atau bahkan bisa dipadatkan lagi hingga tebalnya hanya 1 jari dari tubuh anda. Bila energi anda memang sangat besar dan padat, walaupun jarak pagarannya hanya 1 jengkal atau 1 jari dari tubuh anda, jarak itu sudah cukup aman untuk perlindungan anda, dengan catatan, energi tersebut benar-benar dipadatkan dan dikeraskan, bukan sekedar bola pagaran (baca tipsnya dalam tulisan berjudul : Kebatinan dan Kanuragan).


    2. Membersihkan penyakit, kuman, bakteri, virus, mahluk halus, santet, guna-guna.

Untuk pengobatan membersihkan kuman, bakteri, virus, mahluk halus, santet, guna-guna dari tubuh seseorang atau rumah atau objek lainnya, lakukanlah langkah berikut. Salurkanlah energi untuk memenuhi objek yang dimaksud dan selaraskan energinya dengan energi objeknya. Kemudian konsentrasikan bahwa semua bakteri, virus dan hal-hal negatif yang ingin dibersihkan telah masuk semua dan terbungkus di dalam energi itu. Kemudian dorong / geser energi tersebut dan dibungkus menjadi bola energi. Mampatkan bola itu sampai menjadi kecil sebesar kelereng atau bola tenis. Kemudian buang bola energi itu jauh ke luar angkasa atau buang jauh ke dalam bumi.

Lakukanlah beberapa kali jika diperlukan sampai anda yakin bahwa semua yang anda ingin bersihkan sudah terhisap / terdorong semua dan sudah dibuang jauh tak akan kembali. Kemudian isikan kembali energi anda kepada objek dengan konsentrasi untuk memberikan energi hangat yang baik untuk kesehatan dan kesembuhan.

Proses yang sama bisa dilakukan untuk sumber-sumber penyakit lain seperti sakit asam urat, kolesterol, darah tinggi karena penyempitan atau penyumbatan (kerak) di dalam pembuluh darah, penyempitan / penyumbatan pembuluh darah jantung atau otak (stroke), pengapuran, batu ginjal, batu empedu, dsb.

Pada proses terakhir penyembuhan, isikan kembali energi anda kepada objek dengan konsentrasi untuk memberikan energi yang hangat yang baik untuk kesehatan dan kesembuhan dan untuk menambah energi metabolisme tubuhnya supaya dalam proses pembakaran tubuh tidak menyisakan sampah-sampah metabolisme. Lakukan dua kali seminggu sampai sakitnya sembuh dan sehat kembali.

Untuk sakit / penyakit biasa, cara penyembuhan yang sederhana adalah dengan memberikan energi positif untuk kesembuhan. Dengan tangan anda salurkan energi positif dengan cara mengkipas-kipaskan ke bagian tubuh yang sakit untuk menghilangkan energi negatif dari sakitnya sampai anda yakin energi negatifnya telah hilang dan berganti dengan energi positif dari tangan anda. Setelah itu salurkan energi positif dengan sugesti mempercepat kesembuhannya. Lakukan beberapa hari sekali sampai sakitnya sembuh.

Cara sederhana lainnya yang umum adalah dengan langsung memancarkan energi positif ke tubuh atau bagian tubuh yang sakit untuk mendorong energi-energi negatif keluar dari tubuhnya (buang ke tempat yang jauh yang aman untuk manusia lainnya).


    3. Mengobati seseorang dari sakit karena kelemahan / kerusakan organ tubuh.

Contohnya adalah sakit-penyakit yang timbul karena kelemahan metabolisme tubuh. Untuk tujuan penyembuhan jika dilakukan secara alternatif dengan prana / tenaga dalam, atau dengan kekuatan kebatinan / spiritual caranya adalah dengan memberikan energi hangat ke seluruh tubuh dengan sugesti meningkatkan kualitas metabolisme tubuh, untuk memperbaiki kemampuan metabolisme tubuh dalam memproses zat-zat makanan dan supaya dalam proses pembakaran tubuh tidak menyisakan sampah sisa-sisa pembakaran tubuh.

Contoh lainnya adalah sakit perut kembung, sakit maag dan sering mulas buang-buang air. Pengobatan dengan obat-obatan medis biasanya hanya bersifat menormalkan kondisi lambung, tapi tidak menyembuhkan penyebab sakitnya, suatu saat bisa kambuh lagi. Metode pengobatan yang paling baik adalah yang sifatnya menguatkan organ lambung dan usus, sehingga kalau sudah kuat, lambung dan ususnya sendiri yang akan bekerja menormalkan kondisinya sendiri. Pengobatannya harus dilakukan berkala.

Ada banyak sakit-penyakit yang disebabkan oleh kelemahan / kerusakan organ tubuh, misalnya diabetes / kencing manis (kerusakan pankreas), sakit maag kronis, kerusakan ginjal, dsb. Untuk sakit-penyakit jenis ini cukup anda salurkan energi dari anda (energi yang agak panas) ke sumber sakitnya (kelenjar pankreas) dan konsentrasikan bahwa energi dari anda itu akan tinggal lama di situ, menyatu dengan organ tubuhnya untuk menumbuhkan sel-sel yang baru menggantikan sel-sel pankreas yang rusak dan mengkondisikan organ tubuhnya itu supaya menjadi normal kembali. Lakukan seminggu sekali sampai organ tubuhnya sembuh dan sehat kembali.

Tumor dan kanker bukanlah semata-mata virus atau kuman.
Kebanyakan penyebab awalnya adalah karena adanya energi-energi negatif yang kuat di sekitar manusia yang sampai bisa merubah "kepribadian" sel-sel tubuh seseorang menjadi negatif.

Dengan metode penyembuhan alternatif, misalnya dengan prana / tenaga dalam, atau dengan kekuatan kebatinan / spiritual, dalam upaya mengobatinya sikap batin kita berbeda dengan kita membersihkan kuman atau virus, tetapi arahnya adalah membersihkan energi-energi negatif sakitnya dan memberikan energi yang positif yang disugestikan lama berdiam dan menyatu dengan sel-sel tubuh si sakit yang negatif untuk menekan perkembangan sel-sel negatif dan merubah "kepribadian" sel-sel tubuh yang negatif supaya kembali menjadi positif sampai tidak lagi muncul / memunculkan energi-energi yang negatif. Pemberian energi positif ini harus dilakukan berkala sampai sel-sel tubuh yang negatif semuanya kembali menjadi positif. Sesudahnya akan lebih baik lagi kalau kita juga bisa "membunuh" sel-sel yang masih negatif yang tidak bisa diselaraskan menjadi positif supaya tidak mempengaruhi sel-sel lainnya ikut menjadi negatif.

Sesudah atau sebelum upaya pengobatan di atas sebaiknya dicaritahu juga apakah di lingkungan orang si sakit ada tinggal keberadaan gaib-gaib atau energi-energi negatif. Jika ada, sebaiknya gaib-gaib dan energi-energi negatif itu juga dibersihkan, supaya tidak terus-terusan menularkan energi negatifnya kepada si sakit dan orang lain yang tinggal di sekitar situ (lebih baik gaib-gaib dan energi negatif itu dibungkus dengan pagaran gaib dan dibuang jauh).


    4. Mengobati seseorang dari sakit karena gangguan saraf.

Ada banyak sakit-penyakit yang disebabkan oleh kelainan / kerusakan saraf, misalnya sakit akibat stroke, pusing / vertigo dan limbung karena terganggunya saraf keseimbangan, sakit maag kembung dan gangguan nafsu makan, lemah jantung, dsb. Untuk sakit-penyakit jenis ini, selain dilakukan dengan menyalurkan energi untuk kesembuhannya, juga harus dilakukan pemijatan (reflexi) untuk memperbaiki jalur saraf yang "salah" dan untuk mengaktifkan saraf-saraf yang terkait dengan sakitnya dan salurkan energi anda ke titik-titik pemijatan dan sumber sakitnya (energi yang agak panas) dan konsentrasikan bahwa energi anda itu akan tinggal lama di situ, menyatu dengan organ tubuhnya untuk mengkondisikan supaya menjadi normal kembali. Lakukan seminggu sekali sampai organ tubuhnya sembuh dan sehat kembali.


Cara 2 dan 3 bisa dikombinasikan untuk penyakit tumor dan kanker atau penyakit lain yang berat. 
Cara-cara di atas tidak dapat dilakukan untuk sakit yang disebabkan oleh kelainan organ.

Silakan dibaca juga tulisan berjudul  Pembersihan Gaib 2  dan  Pembersihan Gaib 4.
Silakan dibaca juga tulisan berjudul  Penyebab Awal Sakit-Penyakit  untuk menambah pengetahuan.

Untuk diperhatikan :

Ada prinsip dasar dalam laku pengobatan / penyembuhan yang sebaiknya jangan sampai dilanggar, yaitu jangan terlalu "masuk" menjiwai / merasakan suasana sakitnya.
Lebih penting lagi : jangan memposisikan diri sebagai si sakit. Bagaimana kalau tubuh anda ikut sakit dan tidak bisa bergerak ?  Atau anda kerasukan ?

Prinsip dasar lainnya, dalam semua upaya pengobatan dengan kekuatan sendiri, dengan kebatinan atau tenaga dalam, kita harus memposisikan diri kita "di luar" dan dari luar itu kita menyalurkan energi kita untuk kesembuhan si sakit.
Dalam proses itu jangan kita menarik "energi" si sakit, jangan ada bagian si sakit yang masuk ke tubuh kita.
Lebih baik kalau energi sakitnya kita dorong keluar, atau dibungkus dengan energi kita kemudian dibuang jauh.

Selebihnya akan lebih baik lagi kalau kita juga mempelajari teknik penyembuhan secara fisik, misalnya metode penyembuhan dengan cara pijat / urut, pijat refleksi, atau dengan ramuan, karena tidak semua sakit-penyakit dapat tuntas disembuhkan dengan cara pengobatan gaib / energi, terutama untuk sakit-penyakit yang bersifat fisik, dan untuk menindaklanjuti proses penyembuhan sakit-penyakit yang unsur gaibnya atau kuman-kumannya sudah disingkirkan, yang sakitnya sudah bukan karena gaib atau kuman lagi seperti sebelumnya.



-----------


 Tips :

Anda juga bisa membangun dan mengkombinasikan kekuatan tenaga dalam anda dengan kekuatan kebatinan / spiritual dengan cara-cara yang sudah dicontohkan dalam tulisan-tulisan bertema  Meditasi Energi.

Jika anda sudah mempelajari tenaga dalam dan jika anda juga sudah mempunyai keris atau benda-benda gaib lain, anda bisa mempelajari kekuatan energi keris anda, kemudian dicoba untuk menyelaraskan energi anda dengan energi kerisnya untuk melatih kepadatan dan ketajaman energi anda, sehingga nantinya kualitas energi anda bisa terus meningkat dan juga lebih bisa digunakan untuk berinteraksi dengan mahluk halus. Tips pelatihannya sudah dituliskan dalam tulisan berjudul  Meditasi Olah Rasa dan Energi.




------------




   >>>  Olah Rasa & Kebatinan











Comments