Sedulur Papat  Lan  Kalima Pancer  




Ada banyak pertanyaan dari pembaca mengenai Sedulur Papat, cara-cara mendayagunakannya dan bagaimana caranya supaya bisa melihat sedulur papat.

Secara umum istilah sedulur papat memang sudah banyak disebutkan orang dan tentang itu kelihatannya tidak ada yang istimewa. Kelihatannya hanya pengetahuan / kepercayaan biasa saja. Ada juga yang menganggap itu hanyalah kepercayaan tahayul saja.

Tetapi yang tidak disadari orang adalah bahwa pengetahuan tentang Sedulur Papat dan Pancer sebenarnya adalah pengetahuan gaib yang berdimensi tinggi. Tidak banyak orang yang sungguh-sungguh mampu melihat / bertemu dengan sedulur papatnya sendiri walaupun mereka sudah bisa melihat gaib atau bahkan sudah bertahun-tahun berpraktek sebagai paranormal. Lebih mudah melihat kuntilanak daripada melihat sedulur papat. Bahkan mahluk halus pun belum tentu bisa melihat roh sedulur papat manusia. Tetapi walaupun para mahluk halus tidak bisa melihat roh sedulur papat manusia, mereka masih bisa mendeteksi keberadaannya dari adanya rasa energi dari keberadaan sedulur papat.

Sedulur papat termasuk salah satu jenis kegaiban berdimensi tinggi. Tidak banyak orang yang menguasai pengetahuannya dan keilmuannya dengan baik. Dan untuk bisa bertemu langsung dengan sedulur papat tidak mudah. Bahkan orang yang sudah puluhan tahun bisa melihat gaib pun belum tentu pernah melihat / bertemu dengan sedulur papatnya.

Kebanyakan orang bisa melihat gaib adalah karena ia dibantu oleh khodamnya. Melihat gaibnya dengan bantuan khodam. Tetapi karena khodam dan mahluk halus pun belum tentu bisa melihat sedulur papat manusia, maka tidak banyak orang yang sungguh-sungguh bisa melihat sedulur papat. Karena itu lebih banyak orang yang bisanya hanya memunculkan pencitraan saja dan pengkultusan tentang sedulur papat, memunculkan banyak konsep, bahkan menciptakan amalan-amalan pengaktifan sedulur papat, tapi mereka sendiri belum pernah melihatnya dan tidak tahu benar-tidaknya pengetahuannya tentang sedulur papat.

Kita bisa mendapati banyak sekali tulisan tentang sedulur papat. Tetapi karena sifatnya adalah pengetahuan dari mulut ke mulut, yang penulisnya sendiri mungkin tidak mengetahui kebenaran dan kesejatian dari sedulur papat, maka tulisan-tulisan itu lebih banyak hanya bersifat konsep saja. Lebih banyak hanya mengupas kulitnya saja. Ada juga yang tulisannya bersifat pengkultusan yang jauh sekali kebenarannya dari sejatinya sedulur papat yang sungguh-sungguh ada dan nyata ada.


Pengetahuan tentang sedulur papat berasal dari kebatinan jawa. U
ntuk bisa melihat sendiri / bertemu dengan sedulur papatnya atau untuk menguasai pengetahuan tentang sedulur papat orang harus menguasai kebatinan yang tinggi.

Sedulur papat bersifat roh / gaib. Untuk bisa melihat sedulur papat kita harus bisa melihat gaib dulu. Tetapi bila melihat gaibnya dilakukan dengan cara melihat gaib biasa kita akan kesulitan untuk bisa melihat
sedulur papat.

Untuk bisa melihat sedulur papat lebih mudah bila dilakukan dengan sugesti kebatinan, minimal melihat gaibnya secara batin. Kita harus mengedepankan rasa untuk bisa berkomunikasi dengan sedulur papat dan untuk bisa mendeteksi keberadaan mereka dari keberadaan energinya. Caranya, kita sampaikan niat kita untuk melihat sedulur papat, kita minta para sedulur papat duduk di sekitar kita. Kemudian kita deteksi energi
keberadaan mereka dengan rabaan tangan. Sesudah terdeteksi keberadaan energinya barulah penglihatan kita terhadap keberadaan sedulur papat di sekitar kita itu dipertegas lagi dengan cara melihat gaib.

Jadi dengan sugesti kebatinan kita mengedepankan rasa untuk lebih dulu mendeteksi energi keberadaan sedulur papat. Sesudah terdeteksi energi keberadaannya barulah ditegaskan lagi penglihatannya dengan cara melihat gaib.

Jadi tidak mudah untuk kita bisa bertemu / melihat sedulur papat kita sendiri, juga tidak mudah untuk mengetahui apakah sedulur papat kita sebenarnya sudah lengkap 4 ataukah belum.
Kita harus bisa melihat gaib dulu. Dan masih diperlukan latihan yang panjang sampai kita menguasai kebatinan untuk kita bisa melihat sedulur papat. Bila hanya sekedar bisa melihat gaib saja, kita akan kesulitan untuk bisa melihat sedulur papat, karena dimensi fisiknya lebih halus daripada kuntilanak dan gondoruwo, bahkan masih lebih halus daripada dewa dan buto. Tapi mungkin bisa anda coba untuk minta bertemu dengan mereka di dalam mimpi.

Kita bisa mencaritahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kita tentang sedulur papat dengan cara yang lebih mudah, yaitu dengan cara menayuhnya seperti dicontohkan di tulisan berjudul Ilmu Tayuh Keris.  Keakuratan kita menayuh itu akan lebih baik lagi kalau juga dilengkapi dengan deteksian gaib, minimal dengan rabaan tangan, seperti dicontohkan di tulisan berjudul Olah Rasa dan Kebatinan

Kalau kita ingin mempelajari dunia kebatinan dan spiritual, untuk awalnya sebaiknya dipelajari dulu isi dari tulisan-tulisan yang berjudul  Olah Rasa dan Kebatinan  dan  Ilmu Tayuh Keris.  Itu adalah satu kesatuan kemampuan dasar yang sebaiknya bisa kita kuasai lebih dulu sebelum mempelajari keilmuan yang lain.

Pengetahuan mengenai sedulur papat yang masih terpisah, yang belum lengkap 4, sudah dituliskan di dalam tulisan yang berjudul Sedulur Papat Yang Terpisah , dan upaya kita untuk melengkapkannya silakan juga diikuti panduannya di dalam tulisan tersebut.




 Karakteristik Roh Pancer dan Sedulur Papat


Sejak jaman dulu masyarakat dan spiritual Jawa meyakini bahwa setiap manusia mempunyai saudara-saudara halus yang mendampinginya. Mereka tidak kelihatan oleh mata biasa. Mereka tergolong sebagai roh-roh halus. Saudara-saudara halus ini banyak yang menyebutnya dengan istilah
 Saudara Kembar,  atau disebut juga  Roh Sedulur Papat. 

Konsep tersebut secara umum dipercaya dan dihayati oleh masyarakat jawa. Dalam kehidupan sehari-harinya di masa sekarang pun banyak orang Jawa yang masih melakukan laku prihatin dan tirakat tertentu untuk menjaga kedekatan mereka dengan roh Sedulur Papat itu.

Hakekat dan sejatinya roh pancer dan sedulur papat adalah satu kesatuan roh / sukma manusia.

Manusia diciptakan / dilahirkan tidak sendirian. Roh Sedulur Papat adalah yang diberikan kepada manusia sebagai pendampingnya.

Roh Sedulur Papat mempunyai sebutan Kakang Kawah (paling tua), Adi Ari-ari (paling muda), Getih (darah), dan Pusar, sedangkan kita sendiri disebut Pancer

Kita adalah Pancer (pusat), sedangkan roh sukma kita yang lain (sedulur papat) disebut sedulur pendamping kita. Artinya, para sedulur kita itu keberadaannya mengikuti / mendampingi kita sebagai Pancer. Para sedulur ini secara halus sosok dan wajahnya mirip dengan masing-masing orangnya yang bersangkutan.


Kepercayaan terhadap sedulur papat ini tatalaku dan ritualnya dimulai ketika seorang ibu melahirkan bayi. Selain atas kelahiran anaknya itu dilakukan syukuran / selametan, terhadap ari-ari si jabang bayi juga dilakukan suatu "perawatan". Ada tatacara dan ritual tersendiri untuk merawat dan menyimpan / memakamkan ari-ari anak, yang selain dibacakan doa-doa, biasanya juga diberikan sesaji kembang, diberikan lampu penerangan selama 7 atau 40 hari di tempat ari-ari dimakamkan, dan dijaga supaya tidak diganggu hewan dan tidak langsung terkena hujan. 

Pada hari-hari berikutnya biasanya sang orang tua akan tekun memelihara sedulur papat anak-anaknya dengan menyajikan bubur merah putih atau jajan pasar pada hari weton masing-masing anaknya (atau sebulan sekali).

Setelah anak-anaknya beranjak dewasa, maka anak-anaknya itu sendiri yang harus memelihara sedulur papatnya sendiri dengan cara rajin berpuasa weton setiap hari wetonnya (hari kelahirannya sesuai kalender jawa).

Sampai sekarang dalam masyarakat Jawa masih ada kepercayaan dan tradisi yang dilestarikan untuk melakukan semacam ritual, puasa dan doa dan memberi sesaji untuk sedulur papat, seperti ritual / puasa wetonan, dengan sesaji bubur merah-putih, atau jajan pasar, mandi kembang, atau memberi kembang di makam ari-ari anak, dsb. Tradisi ini baik sekali bila dilakukan, supaya sukma orang yang bersangkutan terpelihara, sehat secara kejiwaan, sehat tubuhnya tidak mudah sakit-sakitan, dan supaya lancar segala urusan hidupnya. Bahkan ada juga orang yang secara khusus menyimpan ari-arinya (yang sudah kering) di dalam lemari atau di dalam dompetnya, dengan harapan sedulur papatnya aktif mendampinginya dan membantunya dalam kehidupannya sehari-hari.

Kepercayaan dasar atas laku dan ritual di atas adalah pada adanya kepercayaan tentang roh sedulur papat yang selalu mendampingi seseorang sejak orang itu lahir. Karena itu orang jawa yang masih memelihara kepercayaan kejawen akan menghormati kepercayaan itu, bahkan masih banyak yang tekun menjalankan tatalaku dan ritual yang terkait dengan sedulur papat.

Telah diuraikan di atas, sedulur papat kita itu mempunyai sebutan Kakang Kawah (paling tua), Adi Ari-ari (paling muda), Getih (darah), dan Pusar, sedangkan kita sendiri disebut Pancer.  Kita adalah Pancer, sedangkan sukma kita yang lain disebut sedulur pendamping kita. Artinya, para sedulur kita itu keberadaannya mengikuti kita sebagai Pancer. Pancer ini juga bersifat roh / sukma.

Sebagai penjelasan, manusia terdiri dari 2 unsur pokok, yaitu tubuh biologis dan roh.

Roh manusia terbagi menjadi 2, yaitu roh Pancer dan roh Sedulur Papat. Roh Sedulur Papat mendampingi Pancer karena adanya ikatan kuat di antara mereka. Tetapi mereka tidak sungguh-sungguh menyatu, mereka terpisah (kecuali setelah si manusia meninggal, roh-roh itu menyatu menjadi arwah). 

Dalam kehidupan sehari-hari roh manusia ada di dalam tubuh biologisnya. Roh itu menentukan ada tidaknya energi kehidupan di dalam tubuh manusia. Roh itu yang menentukan berfungsinya bagian-bagian tubuh manusia, organ-organ dan saraf dan otak / pikiran manusia, menghidupkan saraf-saraf motorik sehingga manusia bisa berjalan, dsb. Roh menjadi penunjang kehidupan manusia. 

Roh Pancer hadir secara biologis manusia. Berpikir dan berperasaan, berlogika, merencanakan kehidupan, merasa lapar, merasa sakit, ingin kaya, ingin hidup mulia, dsb. Semuanya itu adalah aktivitas biologis manusia. Dalam hal ini Roh Pancer manusia hadir dan bertindak sebagai mahluk biologis.

Pancer  hadir di dalam kesadaran, perasaan dan pikiran kita. 

Roh Pancer hadir di dalam kesadaran, hati dan pikiran, sehingga yang dominan berperan dalam sehari-harinya kehidupan manusia adalah Roh Pancer.

Roh Sedulur Papat keberadaannya bersifat mendampingi Pancer dan membantunya menginspirasi kebijaksanaan dan memberikan peringatan-peringatan (dalam bentuk ide dan ilham, bisikan hati / nurani dan mimpi).

Roh Pancer hadir di dalam kesadaran dan berpikir manusia, tetapi roh sedulur papat tidak menentukan jalan berpikir manusia. Roh sedulur papat tidak menyatu dengan pikiran manusia, tetapi hanya bersifat membantu menginspirasi kebijaksanaan dan memberikan peringatan-peringatan dalam bentuk rasa dan firasat, bisikan dan penglihatan-penglihatan gaib dan ide-ide dan ilham yang mengalir di dalam pikiran manusia, dan mimpi.


Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita sok berlogika, atau tidak peduli situasi, mengesampingkan bisikan hati dan kebijaksanaan, atau lebih mengutamakan dogma dan doktrin, pemikiran sendiri, pendapat sendiri dan ke-Aku-an. Itulah sebabnya kita tidak akrab dengan rasa dan firasat. Tetapi bila kita mau peka dan memperhatikan rasa dan firasat, ide-ide dan ilham, maka kita akan memiliki naluri dan insting yang tajam. Dengan cara demikian kita sudah mengakrabkan diri dengan para Sedulur Papat dan sudah memperhatikan komunikasi yang mereka lakukan.

Seseorang yang dalam hidupnya dominan mengutamakan sikap berpikirnya atau sok berlogika, menonjolkan kepandaiannya, mengutamakan pendapat sendiri dan ke-Aku-an atau dogma / doktrin, atau tidak peduli situasi, dan mengesampingkan bisikan hati dan kebijaksanaan, maka ia lebih mengutamakan aspek biologisnya, aspek manusia keduniawiannya, sehingga tidak peka terhadap sesuatu yang bersifat roh, tidak peka rasa dan firasat. Tetapi seseorang yang selalu peka batin, memperhatikan rasa dan firasat, ia akan tajam nalurinya, dan mungkin juga mengerti tentang kegaiban alam, karena ia kental berhubungan dengan rohnya.

Roh kita sebagai Pancer sebenarnya juga bersifat roh, sehingga sebenarnya kita juga dapat mengetahui hal-hal yang bersifat roh dan bisa melihat roh-roh lain. Secara alami seharusnya kita bisa melihat roh-roh lain. Tetapi sehari-harinya roh Pancer ini terbelenggu dalam kehidupan biologis manusia, terbelenggu dalam sikap berpikir duniawi manusia, sehingga manusia tidak peka lagi dengan hal-hal yang bersifat roh, apalagi atas hal-hal yang bersifat ke-Allah-an (hal-hal yang bersifat illahi). Karena itu seringkali orang harus bisa membersihkan hati, pikiran dan batinnya, harus bisa melepaskan belenggu keduniawiannya, untuk bisa mendalami hal-hal yang bersifat roh dan keTuhanan.

Kepekaan atas hal-hal yang bersifat roh lebih banyak dialami ketika manusia masih kanak-kanak, karena kanak-kanak belum aktif berpikirnya, lebih mengedepankan rasa dan perasaan. Tetapi seiring berjalannya waktu dengan telah semakin aktifnya sikap berpikir duniawi manusia, kepekaan itu juga semakin lama semakin melemah.

Bila kita dekat dengan para Sedulur Papat (peduli / memperhatikan), karena sifat keberadaan mereka adalah mendampingi kita sebagai Pancer, mungkin kita juga akan bisa peka rasa mengenai keberadaan roh-roh lain dan dapat peka rasa mengenai sesuatu kejadian sebelum kejadiannya terjadi (weruh sakdurunge winarah) melalui pemberitahuan dari para sedulur papat sebelumnya. Pemberitahuan / peringatan dari para Sedulur Papat ini bisa berupa suatu kejadian perlambang, rasa, firasat, mimpi, wangsit / penglihatan / bisikan gaib, ide-ide dan ilham, dsb. Diperlukan kepekaan rasa dan batin untuk dapat menangkap sinyal komunikasi dari para Sedulur Papat dan untuk bisa mengetahui maksud dan artinya.

Dalam kehidupan sehari-hari manusia roh sedulur papat aktif hadir di dalam perenungan-perenungan dan dalam pencarian ide dan ilham. Roh sedulur papat aktif memberikan ide-ide pemikiran, nasehat-nasehat dan ajaran yang bersifat keduniawian (berupa ide-ide dan ilham) yang mengarahkan seseorang menjadi memiliki kecerdasan batin di dalam perbuatan-perbuatannya, kaya dengan ide dan ilham, bisa menemukan jawaban-jawaban dari permasalahannya (feeling / intuisinya tajam) dan tidak akan menemukan jalan buntu dalam setiap permasalahan. Dalam hal ini para sedulur papat berperan sebagai pendamping kehidupan duniawi manusia.

Roh sedulur papat aktif hadir di dalam perenungan-perenungan kerohanian dan spiritual, memberikan ide-ide pemikiran, nasehat-nasehat dan ajaran yang bersifat kerohanian maupun spiritual, yang mengarahkan seseorang menjadi memiliki hikmat kebijaksanaan kesepuhan di dalam dirinya. Dalam hal ini para sedulur papat berperan sebagai penasehat spiritual , yang pada tingkatan yang tinggi akan menjadi guru sejati , mengantarkan seseorang menjadi waskita, mengerti kebijaksanaan hidup dan mungkin juga weruh sak durunge winarah.

Dalam hal kita akan menghadapi suatu kesulitan atau pun musibah, para sedulur papat ini akan memberikan peringatan sebelumnya (dalam bentuk bisikan hati nurani atau mimpi). Apapun yang dilakukan oleh si manusia (pancer), roh sedulur papat ini akan selalu memberikan peringatan, menjauhkan manusia dari kesulitan dan marabahaya. Dan ketika si manusia melakukan atau akan melakukan suatu perbuatan yang tidak baik atau yang akan mengakibatkan kesulitan, roh sedulur papatnya akan memberinya peringatan yang mengarahkannya untuk selalu berbuat baik dan menjauhkan manusia dari perbuatan yang mengarah pada kesulitan atau musibah. Dalam hal ini kebatinan jawa memandang keberadaan para roh sedulur papat itu sebagai teman seperjalanan kita sekaligus menjadi Pamomong  (pembimbing), yang mengarahkan perilaku dan perbuatan si manusia supaya selalu baik dan tidak mengarah pada kesulitan atau musibah.

Sebaiknya kita semua mengenal dan mengakrabkan diri dengan para saudara kembar kita. Mereka itu selalu membantu kita, disadari ataupun tidak. Apalagi bila kita selalu berbuat baik dan berhati lurus. Perlu diketahui bahwa para saudara halus tersebut merasa senang bila kita percaya akan keberadaan mereka, terlebih lagi bila kita memperhatikan mereka. Kalau mereka merasa diperhatikan tentu mereka akan lebih dekat dan senang membantu. Hubungan akrab dengan semua saudara halus bisa dilakukan dengan sering melakukan komunikasi dan memperhatikan rasa dan firasat, ide-ide dan ilham. Seperti juga dalam pergaulan antar manusia, kalau sering terjadi komunikasi dan saling memperhatikan, tentulah hubungannya menjadi lebih dekat dan akrab.

Seandainya kita tidak mempedulikan komunikasi mereka, apalagi kita menganggap cerita tentang saudara papat ini hanya tahayul dan mitos saja, maka mereka juga akan merasa bahwa keberadaan mereka tidak diperhatikan dan tidak diperlukan. Mereka akan tidak antusias mendampingi dan membantu kita. Maka janganlah kesal kalau pada saat kita mengalami kesulitan, apes, nasib jelek, dsb, kita tidak mendapatkan peringatan atau tanda-tanda sebelumnya.


Pendampingan para roh sedulur papat ini bukan hanya ada dalam bidang keilmuan batin / spiritual, tetapi ada pada semua bidang kehidupan kita sehari-hari. Kita sendiri juga dapat merasakan adanya ajaran-ajaran berupa ilham dan ide-ide yang mengalir di dalam pikiran kita dalam segala bidang kehidupan kita. Begitu juga manusia yang hidup di negara maju. Mereka yang menjadi penemu, peneliti, atau pengembang suatu teori ilmiah, ilmu pengetahuan ataupun peralatan modern dan canggih, mereka tidak semata-mata mendasarkan diri pada kecerdasan otak mereka, tetapi terutama mendasarkan diri pada kecerdasan mereka untuk mendayagunakan mengalirnya ide dan ilham di dalam pikiran mereka sebagai sumber inspirasi untuk ditindaklanjuti. Mereka tidak mempunyai pemahaman tentang roh sedulur papat, tetapi mereka sudah mengimplementasikan kecerdasan batin mereka sebagai  Guru Sejati  dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Ketika masih dalam kondisi awam, roh para sedulur papat akan bersama-sama dengan kita dalam proses belajar (mereka juga ikut belajar). Dalam tahapan ini dipahami mereka adalah kawan seperjalanan kita. Tetapi perkembangan belajar mereka jauh lebih cepat daripada kita, karena secara roh mereka bisa mengetahui hal-hal yang secara fisik biologis tidak kita ketahui, dan dapat kemudian memberitahukan pengetahuan mereka kepada kita dalam bentuk ide-ide dan ilham atau penglihatan gaib yang mengalir dalam pikiran kita. Mereka mengerti seluk-beluk kehidupan kita, termasuk pekerjaan kita yang terkait dengan teori dan alat berteknologi tinggi atau pun teori-teori ilmiah tingkat tinggi. Karena itu bila kita aktif memperhatikan dan berkomunikasi dengan mereka, kita akan lebih mudah dalam mempelajari sesuatu apapun dalam kehidupan kita, ide dan ilham akan mengalir setiap saat dan kita tidak akan menemukan jalan buntu di dalam setiap permasalahan. Mereka akan aktif hadir di dalam perenungan-perenungan.


Roh kita sebagai Pancer, sebenarnya juga bersifat roh, sehingga seharusnya juga dapat mengetahui hal-hal yang bersifat roh, tetapi secara duniawi roh Pancer ini terbelenggu dalam kehidupan biologis manusia, terbelenggu dalam sikap berpikir duniawi manusia, sehingga manusia tidak peka lagi dengan hal-hal yang bersifat roh, apalagi atas hal-hal yang bersifat illahi, sehingga kemudian untuk menutupi kelemahannya itu banyak orang sengaja memunculkan dogma dan pengkultusan tentang hal-hal gaib dan Tuhan seolah-olah mereka benar tahu. Karena itu seringkali seseorang harus bisa membersihkan hati, pikiran dan batinnya, harus bisa melepaskan belenggu keduniawiannya untuk bisa mendalami hal-hal yang bersifat roh dan keTuhanan. Jika tidak bisa membersihkan hati, pikiran dan batinnya, maka dalam hal-hal yang bersifat roh dan keTuhanan, yang kemudian muncul adalah sifat-sifat ke-Aku-an, sok suci, sok beriman, sok tahu, sok benar, dan akan mudah sekali terpancing rasa sentimen dan ego keAkuannya.

Di dalam proses pencarian spiritual, roh sedulur papat akan berinteraksi dengan roh-roh lain dan dengan roh-roh para leluhurnya, bersama-sama menjadi Guru Sejati yang berperan mendatangkan / mengajarkan ilmu dan pengetahuan kepadanya, walaupun orang yang bersangkutan seringkali tidak mengetahui siapa sajakah pribadi-pribadi yang sudah menjadi guru sejatinya. Itulah sebabnya orang yang mempunyai garis keturunan orang ilmu akan lebih mudah mempelajari sesuatu ilmu dibanding orang lain yang tidak mempunyai garis keturunan orang ilmu.

Aspek penting Guru Sejati hadir di dalam keilmuan kebatinan dan spiritual dengan penekanan pada usaha untuk mengenali siapa saja yang menjadi guru sejatinya dalam proses keilmuannya, supaya orang bertekun kepada gurunya itu untuk mendapatkan bimbingan yang mendalam. Dan ketika sudah tidak ada lagi suatu sosok yang dapat menjadi guru pembimbingnya, maka roh sedulur papatnya akan menjadi pembimbingnya yang utama, yang memberinya ide dan ilham, penglihatan gaib, dan jawaban dari berbagai pertanyaan untuk ditindaklanjuti, dan menuntunnya pada pengetahuan yang lebih tinggi.

Ini adalah salah satu aspek penting dalam dunia kebatinan jawa yang menekankan pengenalan pada roh sedulur papat, sehingga muncul konsep Sedulur Papat sebagai Guru Sejati, yang penekanannya adalah pada penyatuan interaksi antara seseorang (Pancer) dengan para roh sedulur papatnya. Dan bila saja para dewa berkenan sehingga seseorang memiliki suatu wahyu keilmuan / spiritual / kesepuhan dalam dirinya, maka keberadaan wahyu itu akan melipatgandakan kemampuan orang tersebut dalam mempelajari pengetahuan yang berdimensi tinggi (termasuk pengetahuan yang bersifat teknologi modern).

Dalam proses belajar banyak pihak yang menjadi Guru Sejati kita, terutama adalah pihak-pihak yang nyata-nyata sudah mengajar kita, yang sudah menjadikan kita menguasai suatu ilmu atau pengetahuan. Konteks Sedulur Papat sebagai Guru Sejati kita muncul ketika tidak ada lagi pihak yang menuntun dan memberi kita ajaran, sehingga kita harus mempelajarinya sendiri. Dalam kondisi ini kita mempelajari segala sesuatunya sendiri, mengandalkan kecerdasan pikiran dan kecerdasan batin kita sendiri. Dalam kondisi ini interaksi dengan sedulur papat akan lebih intensif berupa mengalirnya ide dan ilham sebagai inspirasi untuk ditindaklanjuti, walaupun kita sendiri tidak menyadari bahwa ide dan ilham itu berasal dari para roh sedulur papat.

Tidak selamanya dalam semua hal yang kita tekuni kita akan menemukan suatu sosok yang dapat mengajar atau membimbing kita. Aspek roh sedulur papat menjadi penting karena mereka selalu ada bersama kita, dan apapun kebaikan dan kekuatan yang dimiliki oleh sedulur papat kita itu, efeknya akan selalu berimbas kepada kita, menjadi kebaikan dan kekuatan kita juga, karena mereka adalah bagian dari diri kita sendiri. Kekuatan mereka dan keyakinan kita pada kebersamaan mereka, akan mewujudkan suatu kekuatan batin dan kegaiban tersendiri yang akan berguna dalam melandasi keberhasilan perbuatan-perbuatan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Keilmuan dan pengetahuan yang didasarkan pada kesadaran akan kesejatian manusia akan dapat dengan lebih cepat berkembang dan meningkat, karena manusia yang menyadari kesejatiannya akan juga mengenal potensinya sebagai mahluk biologis dan sebagai mahluk roh. Pengetahuan yang tidak diketahui secara fisik biologis manusia akan dapat diketahui secara roh. Dan apa yang sudah diketahui secara roh akan menunjang pengetahuan duniawi manusia.


Di bawah ini ada beberapa ajaran bila kita ingin menyampaikan sesuatu kepada mereka, para roh Sedulur Papat, beberapa contoh cara dan doa (amalan) untuk komunikasi dan mendekatkan diri kepada mereka. 

Misalnya kita akan melakukan sesuatu yang sifatnya penting bagi kita, kita dapat berkata kepada mereka, (mengucap dalam hati kepada mereka seolah-olah mereka ada di sekitar kita) :


Contoh 1 (kejawen) :  Marmarti Kakang Kawah Adi Ari-Ari  …… (sebutkan nama anda)
                                kadhangku kang lahir bareng sedino lan kadhangku kang lahir bareng sewengi              
                                Sang rojo bardah ingsun
                                Ingsun arso ……..  (sebutkan apa yang akan anda lakukan)
                                Ewang-ewangono ingsun.

Contoh 2 (umum) :     Saudara-saudara kembarku semua, bantulah saya dalam bekerja, sehingga
                                pekerjaan saya lancar dan benar. Kalau ada kesalahan, tolong beritahu saya.

Contoh 3 (umum) :     Saudara-saudara kembarku semua, bantulah saya. Niat saya akan pergi keluar kota.
                                Bantulah saya supaya tidak ada kecelakaan, kejahatan atau gangguan apapun di jalan.

Contoh 4 (umum) :     Saudara-saudara kembarku semua, bantulah saya. Anak saya sedang sakit.
                                Bantulah saya, tunjukkan kepada saya di dalam mimpi, obat atau cara untuk
                                menyembuhkan anak saya.


Sebenarnya, yang namanya sedulur papat itu selalu menyatukan diri dengan pancernya. Dalam hal ini tanpa usaha penyatuan apapun, tanpa laku kebatinan ataupun berbagai macam amalan dan doa, roh sedulur papat selalu menyatukan dirinya dengan pancernya dan aktif berinteraksi dengan pancernya, walaupun karena ketidaktahuannya (atau sok tahu) ada orang yang menganjurkan dilakukannya tata dan laku kebatinan, puasa, laku prihatin dan tirakat, juga amalan dan doa, untuk mendekatkan, atau mengaktifkan sedulur papat.

Tanpa laku apapun sedulur papat selalu mendekatkan diri kepada pancernya karena sedulur papat adalah bagian yang tak terpisahkan dari pancernya, karena roh sedulur papat merupakan salah satu unsur yang membentuk sukma manusia. Justru pancernya itu (kita sendiri) yang seringkali tidak peduli kepada sedulur papatnya.

Dengan demikian harus dimengerti bahwa segala macam laku olah rasa dan kebatinan, amalan dan doa, dan laku prihatin, adalah upaya manusia untuk mendekatkan dirinya sendiri (pancer) kepada sedulur papatnya itu, upaya kita sendiri sebagai pancer untuk lebih perhatian kepada sedulur papat kita, untuk kita bisa lebih peka rasa / tanggap atas semua bentuk interaksi dan komunikasi dari sedulur papat, bukan sebaliknya, bukan untuk mendekatkan sedulur papat kepada pancernya, dan jangan dipaksakan untuk itu.

Begitu juga dalam hal peka rasa, harus kita sendiri sebagai pancer yang berusaha peka rasa, misalnya dengan latihan olah rasa. Sedulur papat sudah membantu dengan memberikan gambaran dan bisikan gaib supaya kita lebih ngeh dengan sesuatu yang gaib. Jangan berpikiran sebaliknya. Jangan memaksakan pemikiran bahwa sedulur papat harus diaktifkan. Kita sendiri yang harus peka rasa untuk bisa merasakan aktifnya mereka kepada kita. Jangan menganggap sedulur papat kita tidak membantu bila kita sendiri tidak cukup peka rasa, karena sebenarnya mereka sudah membantu, kita-nya saja yang tidak menyadari bantuan mereka. Kita sendiri yang harus berusaha peka rasa (itu juga bila kita punya keinginan untuk peka rasa).

Sesuai kondisi jaman sekarang, olah rasa dan firasat dapat dilakukan dengan cara sederhana tanpa harus banyak mengorbankan waktu dan aktivitas, misalnya seperti yang dicontohkan dalam tulisan : Olah Rasa dan Kebatinan.

Sebagai pelengkap cerita sedulur papat dan laku prihatin dalam budaya jawa yang terkait dengan sedulur papat anda dapat membaca tulisan berjudul : Laku Prihatin dan Tirakat.


D
alam kehidupan sehari-hari usaha kita untuk mendekatkan pancer (diri kita sendiri) dengan sedulur papat kita salah satunya adalah dengan cara kita peka rasa untuk mendengarkan bisikan ide / ilham dan peka rasa untuk memperhatikan tanda / firasat yang diberikan oleh para sedulur papat kita.

Biasanya cara sedulur papat berinteraksi / berkomunikasi dengan kita adalah dengan cara memberikan mimpi atau rasa dan firasat tentang akan terjadinya sesuatu kejadian, atau berupa ide dan ilham yang mengalir dalam pikiran kita. Rasa dan firasat seringkali muncul berupa perlambang rasa. 

Dalam kehidupan manusia sehari-hari, apalagi dalam kehidupan modern ini, rasa dan firasat seringkali diabaikan. Namun bila orang memperhatikan rasa dan firasatnya, ia sendiri yang akan mendapatkan manfaatnya.

Misalnya, seseorang yang akan bepergian ke luar kota, karena merasa tidak enak hati kemudian ia membatalkan keberangkatannya. Ternyata kemudian ia mendapat berita bahwa kendaraan yang seharusnya ditumpanginya, mengalami kecelakaan. Untunglah dia tidak jadi berangkat. Apakah ini kebetulan saja?

Mungkin kita tidak akan terburu-buru berangkat kerja, walaupun sudah terlambat / kesiangan, seandainya saja sebelumnya kita tahu atau dapat merasakan bahwa pada hari itu ada anggota keluarga kita yang akan mengalami musibah.


Seringkali rasa dan firasat ini dianggap tahayul dan klenik, karena itu kita harus bisa membedakan sesuatu rasa, apakah itu hanya rasa biasa saja ataukah itu adalah rasa yang merupakan suatu  pertanda  tentang sesuatu kejadian yang akan terjadi. Belajarlah peka terhadap bisikan-bisikan nurani, firasat, dsb. Jangan mengabaikan bisikan hati dan firasat, tetapi juga jangan mengada-ada, jangan melebih-lebihkan, jangan ber-ilusi.

Mengenai pengapesan, apes / sial, semua orang mengalaminya, bentuk kejadiannya saja yang tidak sama.
Sebaiknya kita peka rasa untuk bisa tanggap firasat, sehingga bila ada suatu kejadian yang tidak mengenakkan, kita sudah lebih dulu mendapatkan pemberitahuan / tanda sehingga kita bisa menghindarinya dan bisa mengambil suatu tindakan untuk meminimalisir resiko negatifnya.

Ada juga sisi manfaat lain jika kita peka rasa.

Misalnya, sudah umum sebenarnya, walaupun sering diabaikan atau dianggap tahayul, tapi sebenarnya sudah sering sekali terjadi di kehidupan manusia di manapun di dunia, yaitu kasus orang kesambet, ketempelan, atau ketempatan mahluk halus. Pengaruh negatifnya bisa berdampak pada kesehatan, psikologis dan pikiran (psikis), bisa juga berpengaruh negatif terhadap jalan hidup, kerejekian dan rumah tangga.

Bila kasus ini sudah menyebabkan kita (atau anggota keluarga kita) sakit, baik pegal-pegal, pusing, sakit organ dalam atau bahkan tumor dan kanker, umumnya kita hanya mengupayakan pengobatannya secara medis saja, ke dokter atau minum obat saja. Tapi kesembuhannya hanya sementara saja, nantinya akan muncul lagi, apalagi bila penyakitnya parah yang bahkan bisa berujung kematian. Sakit-penyakit yang sumbernya karena gaib tidak semuanya bisa ditangani oleh medis, menambah panjang antrian pasien di rumah sakit, tetapi tidak semuanya bisa tuntas disembuhkan secara medis.

Tapi kalau kita peka rasa mungkin kita akan bisa membedakan sakit-penyakit yang asli medis dengan yang asalnya adalah pengaruh gaib, sehingga yang sakitnya asli medis kita akan mengobatinya secara medis, dan yang asalnya dari pengaruh gaib kita akan menambahkan penyembuhannya dengan cara-cara kegaiban atau dengan pembersihan gaib.

Dengan demikian kita menjadi lebih tahu bagaimana harus bersikap jika ada sesuatu yang negatif menimpa diri kita (atau keluarga kita), apakah penanganannya harus secara modern duniawi ataukah harus ditambahkan dengan cara-cara kegaiban. Begitu juga bila ada dampaknya yang negatif terhadap psikologis dan pikiran (psikis), atau terhadap jalan hidup dan kerejekian dan rumah tangga. Baca juga : Pengaruh Gaib Thd Manusia.

Dari membaca tulisan itu kita juga menjadi tahu bahwa bisikan dan penglihatan gaib yang kita terima tidak semuanya berasal dari sedulur papat kita, karena bisa juga itu berasal dari khodam kita atau dari mahluk halus di dalam tubuh kita (ketempatan mahluk halus). Karena itu diperlukan juga kekritisan kita dan pengetahuan tentang kegaiban. Tidak semua bisikan dan penglihatan gaib berasal dari sedulur papat kita karena itu bisa juga berasal dari adanya pribadi lain di dalam diri kita.


Ada pertanyaan dari seorang pembaca mengenai ide dan ilham yang ada kalanya muncul saling berlawanan. Ketika sedang hening berusaha mencari jalan keluar dari masalah kehidupan muncul ide / ilham yang saling bertentangan. Di satu sisi mengingatkan bahwa bila kita percaya kepada Kuasa Tuhan, maka masalah apapun bisa diselesaikan. Di sisi lain ada suara yang sifatnya melemahkan, menjadi merasa terlalu muluk untuk meminta hal yang besar kepada Tuhan. Mana yang harus dipilih sebagai jawaban batin ? Apa yang menjadi ciri dari ide / ilham dari batin yang harus diikuti ? 

Ulasannya sbb :

Ide dan ilham dimengerti sebagai suatu bisikan gaib yang berasal dari luar kesadaran manusia yang diterima di dalam pikiran manusia. Jika bisikan gaib itu tidak berasal dari sesosok gaib lain, maka diartikan bisikan itu berasal dari batin / sukma si manusia sendiri, umumnya berasal dari roh sedulur papatnya.

Roh manusia terdiri dari 2 unsur, yaitu roh pancernya dan roh sedulur papatnya.
Roh pancer hadir secara biologis manusia, melambangkan kesadaran si manusia secara biologis duniawi.
Roh sedulur papat hadir secara gaib sebagai pendamping roh pancernya.

Dalam kondisi manusia sadar berpikir, maka ide / ilham itu berasal dari sedulur papatnya.
Dalam kondisi pikiran manusia mengambang, atau seperti sedang melamun, atau berada di alam bawah sadar, kadang-kadang terjadi semacam percakapan antara pancer dan sedulur papatnya yang kita rasakan sebagai
ide / ilham yang mengalir di pikiran kita.

Jika itu terjadi, maka biasanya roh sedulur papatnya akan memberikan masukan-masukan yang bersifat positif, membangun kualitas diri si manusia ke arah yang positif. Sedangkan roh pancernya, yang lebih banyak bersifat biologis manusia, seringkali memunculkan kata-kata yang sifatnya melemahkan, bisa juga malah mengarahkan si manusia untuk berbuat yang tidak baik, untuk mengoptimalkan aspek biologis / keduniawiannya, malahan bisa menjadi iblis baginya.

Dalam hal ini sedulur papatnya itu berfungsi sebagai alat kontrol diri bagi si manusia, untuk membangun kesadaran diri dan kualitas kepribadian yang tinggi.
Selebihnya tergantung si manusianya sendiri apa saja yang akan diperbuatnya.
Pilih saja
yang sifatnya membangun kualitas diri, jangan yang jelek.

Jadi seharusnya kita selalu menggunakan kesadaran
yang tertinggi, dalam hal apapun, baik dalam hal duniawi maupun ketuhanan, jangan menggunakan kesadaran yang rendah, yang menjadikan manusia hidup dalam kepribadian, perilaku dan kehidupan yang rendah.



  Keilmuan Sedulur Papat Kalima Pancer


Pada masa sekarang ini sudah jarang ada orang yang menekuni olah kebatinan, bahkan jarang sekali pada jaman sekarang ini ada orang yang memiliki pemahaman yang benar tentang kebatinan, apalagi yang memiliki kemampuan kebatinan yang tinggi dan bisa mengajarkan / menularkan keilmuan kebatinannya kepada orang lain. Pemahaman tentang kebatinan saja belum tentu benar, apalagi memiliki kemampuan kebatinan yang tinggi.
Kebanyakan yang masih dipelajari orang adalah ilmu gaib kejawen (dan perdukunan), bukan kebatinan.

Pada masa sekarang ini lebih banyak orang yang hanya bisa membuat dogma dan pengkultusan saja tentang kebatinan dan elemen-elemen di dalamnya, tetapi tidak mampu menelisik benar-tidaknya, apalagi kesejatiannya, karena tidak menguasai kebatinan dan spiritual yang tinggi yang menjadi syarat dasarnya.

Karena tidak menguasai kebatinan dan spiritual yang tinggi yang menjadi syarat dasarnya kebanyakan orang hanya bisa memunculkan pengkultusan saja, pengkultusan yang tinggi-tinggi. Padahal dalam dunia kebatinan dan spiritual tidak ada banyak pengkultusan, karena sifatnya adalah menggali dari sesuatu yang walaupun dalam, dan masih tersembunyi, tetapi nyata ada, bisa dibuktikan, bukannya mengkultuskan, karena itu adalah bagian dari tujuan dan laku keilmuan yang mereka harus bisa mengetahuinya sendiri, harus bisa membuktikan sendiri kebenarannya, bukannya malah mengkultuskan.

Dan sama dengan kebanyakan orang jaman sekarang, terutama tentang sesuatu yang sifatnya gaib, orang hanya bisa membuat dogma dan pengkultusan saja, tetapi tidak mampu menelisik benar-tidaknya, apalagi mengetahui kesejatiannya, termasuk juga tentang kebatinan dan elemen-elemen di dalamnya, aspek roh pancer dan sedulur papat ini juga lebih banyak yang hanya berupa pengkultusan saja. 

Di halaman ini sudah dituliskan mengenai sedulur papat dan pancer. Tetapi pemahaman tentang keberadaan sedulur papat hanyalah pengetahuan dasar saja. Kalau kita ingin menguasai kemampuan yang terkait dengan pemanfaatan sedulur papat kita masih harus mempelajari dan menjalani olah laku kebatinan yang lain.


Dalam dunia kebatinan jawa istilah roh sedulur papat lan kalima pancer  selalu disebutkan, karena pengetahuan dan pengertian tentang itu sifatnya sangat mendasar, melandasi kekuatan batin dan sukma manusia, yang bila diyakini, dihayati dan diolah dengan mendalam akan memunculkan suatu kegaiban dan kekuatan gaib yang berasal dari dalam diri manusia sendiri, yang adalah potensi dari kekuatan kebatinan dan kegaiban sukma manusia, yang kekuatannya bahkan bisa melebihi kekuatan mahluk halus tersakti di bumi, yang diolah melalui ketekunan kepercayaan dan penyelarasan hidup dan pemujaan kepada Gusti Allah. Termasuk ucapan-ucapan yang dilandasi kekuatan dan keyakinan batin akan terjadi, maka itu akan benar terjadi, saking kersaning Allah. Orang yang sedemikian itu sering disebut ucapannya mandi (manjur / idu geni).

Tetapi tidak banyak orang yang mengetahui dan menyadari bahwa pengetahuan tentang Sedulur Papat Kalima Pancer dan konsep-konsep kebatinan lain seperti Manunggaling Kawula Lan Gusti, Sangkan Paraning Dumadi, Sukma Sejati, Guru Sejati, dsb, sebenarnya adalah puncak-puncak dari keilmuan kebatinan dan spiritual jawa, jauh sebelum datangnya agama Islam di pulau Jawa. Konsep-konsep tersebut adalah terminologi asli kebatinan kejawen dan adalah hasil pencapaian kebatinan dan spiritual tokoh-tokoh kejawen, yang kemudian diajarkan kepada para pengikutnya dan akhirnya berkembang menjadi ajaran kebatinan jawa atau menjadi aliran kepercayaan / kerohanian kejawen.

Pemahaman dan pengetahuan tentang roh sedulur papat memang adalah pengetahuan gaib yang berdimensi tinggi yang sampai sekarang tidak sembarang orang mampu melihatnya, mengetahui, apalagi mengembangkan keilmuannya, walaupun mereka sudah bertahun-tahun menjadi praktisi supranatural, sampai-sampai ada orang yang kurang mengerti tentang Sedulur Papat kemudian memberikan pandangan-pandangan lain yang keliru, misalnya menyamakan artinya sebagai sifat-sifat tanah, air, api, dsb dalam diri manusia. Atau dalam penyebaran agama Islam di tanah jawa dulu, sebagai tandingan dari ajaran kejawen dan untuk menghapuskan pengaruh ajaran Syech Siti Jenar yang telah diterima secara umum di masyarakat Jawa, arti sedulur papat sering disamakan sebagai empat jenis nafsu manusia atau disamakan dengan malaikat-malaikat pendamping manusia (juga untuk kepentingan penyebaran agama Islam, arti kata pusaka kalimasada dalam cerita pewayangan dibelokkan artinya menjadi kalimah syahadat (Wikipedia)).

Tanpa bermaksud menyalahkan atau merendahkan pandangan-pandangan lain tersebut, Penulis hanya ingin mengingatkan saja bahwa konsep-konsep kejawen tersebut di atas adalah asli terminologi kebatinan jawa dan memiliki arti dan makna sendiri yang tidak dapat disamakan atau digantikan dengan arti dan makna dalam pandangan-pandangan lain tersebut. Arti dan makna roh pancer dan sedulur papat dalam konsep pandangan lain tersebut sama sekali berbeda arti dan maknanya dengan konsep kejawen di masyarakat bila dihubungkan dengan laku prihatin dan tirakat, wetonan, dsb. Apalagi bila diterapkan dalam keilmuan kebatinan kejawen atau keilmuan kanuragan jawa, arti dan makna roh pancer dan sedulur papat dalam pandangan lain tersebut sama sekali tidak berguna. Dengan demikian menjadi jelas bahwa konsep-konsep kejawen itu sama sekali tidak dapat disamakan atau digantikan dengan konsep-konsep keliru pandangan lain tersebut.

Walaupun pada masa sekarang pemahaman tentang sedulur papat sudah menyebar ke banyak tempat dan daerah dan masyarakat di banyak daerah mempunyai nama dan penyebutan sendiri-sendiri tentang sedulur papat, tetapi sejak awalnya dulu di seluruh dunia pemahaman dan pengetahuan tentang sedulur papat adalah hasil temuan olah laku kebatinan / spiritual orang-orang jawa. Bahkan di tanah India, Cina dan Tibet, daerah-daerah yang terkenal berbudaya spiritual tinggi pun tidak ada pengenalan tentang sedulur papat. Dan walaupun ada banyak bentuk keilmuan yang mirip, tetapi keilmuan yang asli didasarkan pada pendayagunaan sedulur papat hanya ada di jawa.

Walaupun pada masa sekarang pemahaman yang dalam dan keilmuan yang terkait dengan sedulur papat sudah banyak berkurang sesudah berkembangnya agama modern, dan pemahaman tentang sedulur papat yang sampai sekarang masih dilestarikan orang hanyalah berdasarkan tradisi saja, tetapi sejak awalnya dulu di seluruh dunia hanya manusia jawa saja yang memiliki pemahaman yang dalam tentang sedulur papat. Walaupun orang di tempat-tempat lain, di daerah-daerah lain selain di Jawa sudah tahu juga dan punya penyebutan sendiri-sendiri tentang sedulur papat, tetapi budaya kebatinan dan spiritual yang terkait dengan sedulur papat tidak mengakar dalam kehidupan masyarakatnya, karena pengetahuan tentang sedulur papat memang bukan berasal dari sana, mereka hanya sekedar tahu saja (mendengar).


Berdasarkan jalannya sejarah, budaya kebatinan jawa terbagi dalam 2 periode jaman, yaitu jaman sebelum berkembangnya agama Islam dan jaman sesudah berkembangnya agama Islam.

Sebelum berkembangnya agama Islam orang jawa mengikuti tradisi kebatinan jawa dalam hal berketuhanan. Jalan keagamaannya masih murni mengikuti ajaran ketuhanan kejawen. Sekalipun berkembang juga ajaran agama Hindu dan Budha, dan orang jawa memeluk agama itu, tetapi orang jawa tetap mempunyai pengertian sendiri tentang kejawaan dan ketuhanan.

Setelah berkembangnya agama Islam orang jawa mulai meninggalkan ajaran jawa, digantikan dengan ajaran dan peribadatan Islam. Sebagian ajaran filosofi jawa ada yang sengaja dibelokkan, orang-orang memasukkan unsur Islam ke dalam ajaran jawa, menjadi ajaran Islam jawa, yang seringkali ajarannya malah menjadi dangkal, tidak dalam, tidak mengakar pada filosofi jawa yang asli, juga tidak mengakar pada filosofi Islam yang asli. Tatalaku dan ritual dalam budaya jawa juga sudah banyak dimasukkan unsur Islam, menjadi budaya Islam kejawen. Puasa wetonan, syukuran / selametan, bersih desa, sedekah bumi, dsb, sudah banyak bernuansa Islam. Akibatnya, pada masa ini orang sudah tidak lagi memiliki pemahaman yang benar dan dalam tentang budaya dan filosofi jawa, sudah tidak lagi murni dan asli seperti yang seharusnya.

Dalam tulisan-tulisan di halaman lain Penulis sudah menuliskan hubungan sedulur papat dengan kemampuan seseorang dalam keilmuan batin / gaib (misalnya dalam tulisan  Olah Rasa dan KebatinanOlah Sukma dan Kebatinan  dan  Terawangan / Melihat Gaib ). Namun seringkali para praktisi kebatinan, termasuk orang-orang yang mampu melihat gaib, tidak menyadari keberadaan roh sedulur papat dan tidak mampu melihatnya, sehingga tidak mempunyai pemahaman yang dalam tentang roh sedulur papat dan juga tidak dapat mendayagunakan kemampuan roh-roh itu atau mendayagunakan kombinasi kesatuan roh Sedulur Papat dan roh Pancer.

Memang tidak semua orang, termasuk para spiritualis kawakan yang mampu melihat gaib, mampu juga untuk melihat roh sedulur papat, karena dimensinya jauh lebih halus dan lebih sulit dilihat daripada jenis kuntilanak, gondoruwo atau roh-roh halus tingkat rendah lainnya yang biasa dilihat orang (sehingga sekalipun di sekitarnya ada banyak roh sedulur papat yang terpisah milik orang lain, mereka tidak melihatnya). Roh Saudara Kembar / Sedulur Papat menjadi sesuatu yang sulit untuk dilihat, sehingga bila seseorang pernah melihat / bertemu dengan roh sedulur papat-nya sendiri seringkali itu dianggap sebagai suatu keberuntungan dan keistimewaan tersendiri.

Bahkan seringkali dikatakan, dalam hubungannya dengan keilmuan kebatinan jawa, bahwa ilmu seseorang sudah mencapai puncaknya apabila sudah dapat menemui wujud  Guru Sejati, yang tidak lain adalah sedulur papatnya, yang wujudnya secara halus benar-benar mirip dengan orang yang bersangkutan. Tetapi sebenarnya itu barulah awal dari suatu tahapan penting yang masih harus dikembangkan lagi ke tingkat yang lebih tinggi. Hanya sekedar pernah melihat / bertemu dengan roh sedulur papat tidak akan berarti apa-apa dan tidak akan memberi manfaat apa-apa. Bahkan sebenarnya tidaklah terlalu sulit untuk melihat / bertemu dengan roh sedulur papat kalau itu dilakukan dengan laku dan rasa kebatinan. Tetapi manfaat akan didapatkan jika seseorang bisa mendayagunakan kesatuan roh sedulur papat dengan orang itu sendiri dalam setiap sisi kehidupannya.

Pendayagunaan roh sedulur papat, selain secara keilmuan kebatinan, dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dengan memperhatikan semua pemberitahuan dari mereka yang berupa rasa dan firasat, ide dan ilham, penglihatan gaib dan jawaban dari berbagai pertanyaan dan permasalahan, atau menjadikannya sebagai suatu kekuatan batin dan sukma yang mendasari perbuatan-perbuatan, atau pada tingkatan yang lebih tinggi dapat mendayagunakannya sebagai sosok pribadi yang bisa diajak berpikir dan berkomunikasi seolah-olah mereka adalah sosok-sosok roh lain yang berdiri sendiri-sendiri.

Karena itu dalam doa dan amalan kejawen selalu disebutkan :
 Niat Ingsun .......................
 Saking kersaning Allah.

Artinya, dalam doa dan niat seseorang melakukan suatu perbuatan yang dianggap penting selalu disatukan dengan kebersamaan para sedulur papatnya menjadi satu kesatuan perbuatan bersama-sama, menjadi satu kebatinan yang lebih kuat dibandingkan jika hanya dilakukan dengan keinginan sendiri, sehingga hasilnya akan lebih baik dan pengaruhnya secara kebatinan dan kegaiban akan menjadi lebih kuat, walaupun ucapan: kakang kawah adi ari-ari, kadhangku kang lahir nunggal sedino lan kadhangku kang lahir nunggal sewengi, Ingsun arso ….... Ewang-ewangono ingsun ....... tidak selalu disebutkan, karena sugesti istilah Ingsun adalah mewakili kesatuan Sedulur Papat Lan Kalima Pancer.

Tetapi doa dan amalan itu hanya akan berarti jika seseorang memiliki pemahaman dan kepercayaan tentang keberadaan roh sedulur papat dan kesatuan mereka dengan sukmanya. Tanpa itu doa-doa dan amalan itu tidak akan banyak memberi manfaat, walaupun sering diucapkan berulang-ulang atau diwirid sebagai suatu amalan ilmu. 


Di kalangan pelaku kebatinan jawa, yang sudah bisa bertemu dengan sedulur papatnya dan sudah bisa mendayagunakannya, pancer dan sedulur papat ini bukan lagi hanya sebatas kepercayaan saja, tetapi adalah pengetahuan. Mereka sendiri tahu, punya kemampuan untuk mengetahui, dan punya kemampuan untuk mengembangkan pengetahuannya itu bersama aspek kesejatian lain di dalamnya.

Di kalangan masyarakat umum jawa pemahaman sedulur papat ini adalah kepercayaan yang bersifat tradisi turun-temurun dan sebagian orang masih melestarikannya bersama dengan ritual-ritual tradisional yang terkait dengan sedulur papat. Tetapi di sisi lain, di kalangan orang-orang ilmu, kepercayaan itu berkembang menjadi dogma dan pengkultusan yang kebenarannya mereka sendiri tidak mengetahuinya, tapi meyakininya sebagai benar, dan itu ditularkan kepada orang-orang lain.

Penulis ingin meluruskan salah satu dogma dan pengkultusan tentang sedulur papat berupa pandangan beberapa kalangan yang mengatakan bahwa roh sedulur papat kita mempunyai kekuatan gaib yang tinggi, sehingga kalau kita bisa mendayagunakannya sebagai khodam ilmu, maka ilmu kita akan ampuh, lebih ampuh daripada kita menggunakan khodam-khodam yang lain.

Di halaman berjudul  Kesaktian Manusia  dan  Kesaktian Mahluk Halus  Penulis sudah menuliskan bahwa kekuatan sukma seseorang terutama adalah berasal dari kekuatan laku kebatinan / spiritual seseorang semasa hidupnya (selain kebatinan / spiritual yang bersifat keilmuan, juga kekuatan dari penghayatan kebatinan kerohanian dan keagamaan / ketuhanan).

Ketika masih dalam kondisi awam, roh para sedulur papat akan bersama-sama dengan kita dalam proses belajar (mereka juga ikut belajar). Dalam tahapan ini dipahami bahwa mereka adalah kawan seperjalanan kita. Tetapi perkembangan belajar mereka jauh lebih cepat daripada kita, karena secara roh mereka bisa mengetahui hal-hal yang secara fisik tidak kita ketahui, dan dapat kemudian memberitahukan pengetahuan mereka kepada kita dalam bentuk ide-ide dan ilham atau penglihatan gaib yang mengalir dalam pikiran kita. 

Jika olah laku kita mempunyai efek yang menguatkan sukma kita, menguatkan pancer dan sedulur papat, sejalan dengan perkembangan laku kebatinan dan spiritual kita kekuatan gaib roh Pancer dan Sedulur Papat kita juga akan meningkat. Kekuatan roh Pancer dan Sedulur Papat kita secara satu kesatuan akan menjadi kekuatan sukma kita. Karena itu kekuatan gaib roh sedulur papat akan sejalan dengan perkembangan laku kebatinan dan spiritual kita. Setelah kekuatan kebatinan kita kuat, dan kekuatan gaib sedulur papat kita juga kuat (karena mengikuti laku Pancer-nya), barulah kekuatan gaib dari para sedulur papat kita itu bisa menjadi "khodam" kita yang berkekuatan tinggi. Tetapi sebagai roh perkembangan sedulur papat lebih cepat daripada orangnya, dan biasanya kekuatan gaib mereka juga lebih tinggi daripada Pancernya.

Dengan demikian bisa dimengerti bahwa secara umum dan alami kondisi kekuatan gaib Roh Pancer dan Sedulur Papat manusia umum adalah lemah, bahkan kekuatannya masih lebih lemah dibandingkan kuntilanak yang di alam gaib termasuk sebagai roh halus yang kekuatan gaibnya paling lemah. Setelah orang tersebut menempa kebatinannya (dengan laku kebatinan atau kebatinan keagamaan / ketuhanan) yang efeknya memperkuat sukma, barulah kemudian kekuatan kebatinan (kekuatan sukma) orangnya menjadi kuat. Karena itu kebatinan dan spiritual kita harus ditempa terlebih dahulu supaya mempunyai kekuatan yang tinggi, barulah roh sedulur papat kita mempunyai kekuatan gaib yang tinggi karena mengikuti laku yang dilakukan oleh Pancernya.

Ringkasnya, sehebat apapun fisik kita, setinggi apapun ilmu kita, jika kita sendiri belum pernah menekuni suatu laku yang efeknya meningkatkan kekuatan sukma (pancer dan sedulur papat kita) kemungkinan besar kondisi kekuatan sukma kita masih rendah, masih sama dengan kekuatan sukma orang-orang yang umum dan awam yang biasanya tidak lebih tinggi daripada kekuatan gaib kuntilanak. Sekalipun kita mengamalkan keilmuan yang amalan-amalannya ada menggunakan istilah sedulur papat dan pancer, kemungkinan besar kegaiban yang bekerja adalah dari khodam yang sudah kita miliki atau khodam yang dibekalkan kepada kita dan para peserta lainnya, bukan dari sedulur papat dan pancer kita yang masih lemah itu.


Ada pertanyaan :

Mengenai penjelasan tentang sedulur papat yang berpotensi menjadi khodam, apakah hal tersebut terjadi secara otomatis, atau butuh dipupuk, dilatih dan disugesti ?

Ulasan :

Berdasarkan pengetahuan Penulis pribadi, roh sedulur papat yang berpotensi menjadi khodam hanya terjadi pada orang-orang yang mengerti kegaiban dan yang menguasai ilmu gaib, kebatinan dan spiritual.

Pada orang-orang awam biasanya itu tidak terjadi, karena secara alami sedulur papat manusia kekuatannya lemah, sebanding dengan kekuatan sukma / pancer si manusia itu sendiri yang biasanya juga lemah, yang bahkan masih lebih lemah daripada kuntilanak yang di alam gaib termasuk jenis mahluk halus yang paling lemah (walaupun orang itu merasa dirinya tinggi berilmu, kuat agamanya atau merasa beriman), sehingga sedulur papatnya itu belum mampu untuk menjadi khodam pelindungnya.

Karena kekuatannya masih lemah kebanyakan yang mampu dilakukan oleh sedulur papatnya itu hanyalah sebatas memberikan peringatan-peringatan, ide dan ilham, bisikan-bisikan dan gambaran gaib. Itu juga kalau orangnya peka rasa dan tanggap firasat.

Sukma manusia umumnya kekuatan gaibnya berasal dari kekuatan kebatinan dan spiritualnya semasa hidupnya. Seorang manusia awam / umum yang belum pernah melakukan olah laku kebatinan / spiritual atau laku lain yang efeknya memperkuat sukma, kekuatan sukmanya (kesatuan roh pancer dan sedulur papatnya) umumnya tidak lebih tinggi daripada kekuatan kuntilanak. Karena itu kekuatan gaib setingkat kuntilanak saja bisa membunuh manusia (baca juga : Kesaktian Mahluk Halus). Sesudah orang tersebut menjalani laku kebatinan / spiritual atau laku lain yang efeknya memperkuat sukma, barulah sukma orang itu terbentuk kekuatannya, dan dari sifat kekuatan sukmanya itu akan bisa diketahui juga apakah kekuatannya itu berasal dari laku kebatinan ataukah dari laku spiritual.

Ada juga orang-orang tertentu yang menguasai ilmu medhar sukma dengan amalan gaib. Dalam contoh ini roh sedulur papatnya menjadi khodam orang itu karena "dipaksa" dengan amalan gaib. Tapi kalau sedang tidak dibacakan amalan gaibnya, sedulur papatnya akan pasif, tidak menjadi khodamnya.

Ada juga orang-orang tertentu yang menguasai ilmu merogoh sukma dengan amalan gaib. Dalam contoh ini keseluruhan roh orang tersebut bisa keluar dari tubuhnya dan masuk ke alam gaib. Tapi kalau sedang tidak merogoh sukma, sedulur papatnya akan pasif, tidak menjadi khodamnya.

(Dengan catatan, keilmuan merogoh sukma dan medhar sukma di atas adalah yang benar-benar terjadi, bukan yang bersifat ilusi dan halusinasi. Baca juga : Terawangan / Melihat Gaib).

Apapun jenis keilmuan seseorang, setinggi apapun ilmunya, apapun amalan dan doa yang diamalkannya, walaupun mengatasnamakan roh pancer dan sedulur papat, selama lakunya itu tidak secara langsung mengolah sisi kekuatan kebatinan dan sukmanya, maka kemungkinan besar kekuatan sukmanya tetap rendah, sehingga tidak bisa menjadi khodam pelindungnya. Dalam kondisi yang seperti itu maka yang menjadi pelindung gaibnya biasanya adalah khodam ilmu / pendamping yang dibekalkan atau yang diperoleh seseorang ketika menimba ilmu, bukan roh sedulur papatnya.

Pada orang-orang yang menekuni laku kebatinan / spiritual, biasanya mereka merasakan adanya kekuatan gaib dan perlindungan gaib yang berasal dari kegaiban sukmanya. Kekuatan gaib itu sebagian berasal dari kegaiban roh pancernya, sebagian lagi berasal dari kegaiban roh sedulur papatnya.

Ketika roh sedulur papatnya sudah sampai pada tingkat kekuatan tertentu, sudah merasa kuat, maka akan ada saat-saat tertentu roh sedulur papatnya itu berinisiatif  medhar, keluar dari badan si manusia, menunjukkan bahwa mereka sudah cukup kuat untuk menjadi sosok pelindung gaib si manusia pancernya, biasanya terjadi sesudah roh sedulur papatnya berkekuatan di atas 20 kalinya kekuatan gaib Ibu Ratu Kidul (dengan demikian diartikan bahwa kekuatan gaib di bawah 20 kalinya kekuatan gaib Ibu Ratu Kidul secara kebatinan kekuatan setingkat itu masih dianggap rendah).

Dalam contoh kasus ini biasanya roh sedulur papatnya mendapatkan peningkatan kekuatan sejalan dengan laku kebatinan / spiritual yang dijalani oleh orang tersebut. Sejalan dengan bertambahnya kekuatannya, roh sedulur papatnya akan aktif berfungsi sebagai khodam gaib yang menjaganya, mengikuti sugesti orangnya untuk menolak roh-roh jahat dan serangan gaib dan akan aktif mendatangkan ide / ilham dan bisikan gaib / wangsit (selain mengsugesti sedulur papatnya untuk juga berbuat begitu, orangnya sendiri harus aktif menolak roh-roh jahat dan serangan gaib supaya sedulur papatnya tersugesti untuk juga berbuat begitu).

Jadi roh sedulur papat yang berpotensi menjadi khodam tidak otomatis terjadi pada semua orang. Biasanya hanya terjadi pada orang-orang yang menggeluti dunia kegaiban, kebatinan dan spiritual.

Ketika sudah tidak ada lagi suatu sosok yang dapat menjadi guru pembimbing, maka roh sedulur papat akan menjadi pembimbing yang utama, yang akan aktif memberikan ide dan ilham, penglihatan gaib, dan jawaban dari berbagai pertanyaan dan permasalahan, dan menuntun pada pengetahuan yang lebih tinggi untuk ditindaklanjuti.

Inilah aspek penting dalam dunia kebatinan jawa yang menekankan pengenalan pada roh sedulur papat, sehingga muncul konsep Sedulur Papat sebagai  Guru Sejati  bagi seseorang yang penekanannya adalah pada penyatuan interaksi antara seseorang (Pancer) dengan para roh sedulur papatnya. Dan bila saja para dewa berkenan sehingga seseorang menerima suatu wahyu keilmuan / spiritual / kesepuhan dalam dirinya, maka keberadaan wahyu itu akan melipatgandakan kemampuan orang tersebut dalam memahami dan mempelajari pengetahuan yang berdimensi tinggi (termasuk pengetahuan yang bersifat teknologi modern masa depan).


Ada pertanyaan dari seorang pembaca, sewaktu ngebleng terutama saat weton, apakah kekuatan sukma bisa sampai 2 x lipat dari keadaan normal ataukah tidak.

Dengan syarat selama berpuasa menjauhi kondisi / suasana bersenang-senang / hiburan dan puasanya sebelumnya sudah diniatkan (bukan asal puasa), ngebleng hari apa saja sesuai niatnya, termasuk wetonan :
 - ngebleng 1 hari bisa menaikkan kekuatan sukma menjadi 1,5 kali kondisi normalnya
 - ngebleng 3 hari bisa menaikkan kekuatan sukma
menjadi 3 kali kondisi normalnya

Tapi sesudahnya ketika sudah tidak lagi berpuasa kondisi kekuatan sukmanya bisa melemah lagi, apalagi bila sehari-harinya sering menonton hiburan, televisi, atau hidupnya banyak bersenang-senang.

Karena itu kalau diniatkan puasanya untuk menaikkan kekuatan sukma, maka puasanya itu harus dijadikan kebiasaan rutin. Lebih bagus lagi kalau sehari-harinya tidak mengumbar kesenangan hidup.



Ada juga pertanyaan,
puasa apa yang efektif meningkatkan kekuatan batin / sukma.

Kalau tujuannya untuk meningkatkan kekuatan sukma, kalau hanya berpuasa saja, efek peningkatannya tidak signifikan. Efek dari puasa lebih banyak bersifat "membangkitkan" kekuatan dan kegaiban sukma dan menambah "kekerasan" batin manusia.

Kalau tujuannya untuk meningkatkan kekuatan sukma seharusnya lakunya adalah untuk "membangun" kekuatan sukma, misalnya dengan olah batin dan oleh energi untuk kekuatan sukma. Selama menjalankan olah batin itu, laku berpuasa itu sangat baik untuk memperkuat meningkatnya kekuatan sukma.

Secara umum kondisi sukma manusia adalah lemah, bahkan masih lebih lemah dibandingkan mahluk halus kuntilanak yang di alam gaib termasuk jenis halus yang paling lemah, sehingga sekuat apapun fisiknya, orang akan mudah untuk dipengaruhi atau diserang secara gaib, juga gampang kesambet. Sukmanya akan kuat jika orangnya menjalankan laku yang efeknya memperkuat sukma.

Olah Rasa dan Olah Batin akan menjadi dasarnya.
Setelah itu bisa dilanjutkan dengan laku "membangun" kekuatan sukma, misalnya dengan olah batin dan olah energi untuk kekuatan sukma, seperti dicontohkan dalam tulisan-tulisan bertema
Meditasi Energi.
Selama menjalankan olah batin itu laku berpuasa sangat baik untuk membantu meningkatnya kekuatan sukma.


Perhatian :

Seandainya selama anda membaca isi tulisan atau amalan dan doa di halaman ini atau pun di halaman lain anda merasakan bulu kuduk atau rambut kepala anda meremang, itu tidak apa-apa. Itu adalah reaksi dari roh pancer dan sedulur papat anda yang tersugesti oleh tulisan yang anda baca.

Atau jika anda merasakan adanya rasa berat / sesak di dada atau rasa tertekan / berdenyut / gerakan di ubun-ubun kepala setelah menghayati membaca tulisan-tulisan bertema kebatinan dan spiritual, itu juga tidak apa-apa. Itu adalah reaksi getaran dari cakra-cakra tubuh yang akan mempermudah anda jika berniat mempelajari kebatinan dan spiritual.

Tetapi jika anda terlalu khusyuk menghayati, sehingga kemudian anda merasakan bergetar kencang di seluruh tubuh, sebaiknya segera dihentikan, jangan sampai kemudian menjadi tidak terkendali dan roh anda merogoh sukma, lepas kontrol diluar kemauan anda. Sebaiknya jangan melakukan rogoh sukma tanpa bimbingan dan pendampingan seorang guru yang benar menguasai keilmuannya.


Di halaman berjudul  Olah Sukma dan Kebatinan  dan  Terawangan / Melihat Gaib  Penulis sudah menuliskan contoh-contoh keilmuan jawa yang mendayagunakan sedulur papat.

Di halaman berjudul Kebatinan dan Kanuragan Penulis juga sudah menuliskan beberapa contoh amalan dan doa kebatinan kejawen yang sudah umum dilakukan oleh mereka yang menjadi penghayat kebatinan / ketuhanan jawa atau yang menggeluti dunia kesaktian kanuragan jawa yang kegaibannya terutama adalah berasal dari kekuatan kebatinan / roh sukma seseorang (roh pancer dan sedulur papat), bukan khodam.




-----------------

Comments