Obrolan

      Pantangan Ilmu

 


Halaman ini berisi ringkasan dan cuplikan / editan tanya jawab Penulis dengan pembaca dan obrolan santai dengan teman-teman, para pembaca atau orang lain. Mudah-mudahan berguna untuk menambah pengetahuan.


--------------



 A :     Selamat pagi pak,
Setelah membaca artikel2 yang Bapak tuliskan, sepertinya saya belum menemukan artikel tentang pantangan atas suatu amalan ilmu ataupun pantangan untuk pusaka / jimat. Mohon penjelasannya untuk hal tersebut, mengingat saya ada pertanyaan tentang pantangan tersebut:

1. Sebetulnya apa yang terjadi ketika pantangan itu dilanggar, terhadap khodamnya dan terhadap manusia pemilik khodam?

2. Kenapa ketika pantangan itu dilanggar, beberapa pengalaman yang saya tahu orang yang bersangkutan badannya sakit semua?

3. Apa untung ruginya memiliki ilmu / pusaka yang ada embel-embel pantangannya ?

Mohon pencerahannya dan saya ucapkan terima kasih.

 J :    
Sebenarnya saya tidak banyak pengetahuan tentang ilmu dan jimat / pusaka yg ada pantangan di dalamnya. Mungkin sama dgn anda, pengetahuan saya terutama adalah dari dengar2 cerita orang. Pantangan yg tidak boleh dilanggar itu kebanyakan bersifat individual, harus dilihat satu per satu, tidak bisa diseragamkan, sehingga untuk dituliskan mjd satu artikel tersendiri agak susah.

Kebanyakan pantangan ilmu / jimat adalah bersifat perjanjian, antara si pemberi dgn si penerima, khodamnya hanya melaksanakan saja. Misalnya dalam serah terima / menurunkan ilmu / jimat ada perjanjian tentang kesanggupan si penerimanya untuk menjaga perbuatan tertentu dan untuk merawatnya.

Ada memang ilmu2 dan jimat tertentu yg sengaja diberikan pantangan, supaya tidak memberatkan pemakainya kalau ingin melepaskannya. Biasanya khodamnya dari jenis yg tidak baik yg kalau tidak diberikan pantangan, maka nantinya khodamnya akan terus lengket sama orangnya.

Ada juga susuk, ilmu dan jimat yg sengaja diberikan pantangan supaya mudah untuk menangkalnya kalau saja digunakan untuk perbuatan yg tidak baik.

Walaupun sebuah ilmu / jimat sebenarnya tidak ada pantangannya, seringkali si pihak pemberinya ingin supaya ilmu / jimat darinya dihargai, supaya si penerima tidak menyepelekan, sehingga kemudian ilmu / jimat tersebut dibuatkan pantangan. Maka selama pantangannya dihormati, tidak dilanggar, ilmu / jimat itu akan tetap ampuh. Itu juga untuk menguji kepatuhan si penerimanya.

Tapi seringkali penyebab adanya pantangan juga tidak diketahui, karena bersifat tradisi.

Contoh pantangan :

1. Jangan mandi dgn daun kelor, jangan mendekat atau tersentuh bambu kuning, dsb.
Biasanya adalah karena tingkat kegaibannya atau kekuatan khodamnya rendah, shg akan luntur / kalah oleh daun kelor dan bambu kuning.
Susuk, jimat, ilmu pengasihan, ilmu kebal, dsb dgn pantangan seperti itu akan luntur kegaibannya oleh daun kelor, bambu kuning, dsb, apalagi oleh senjata yg berkhodam spt keris.

Kalau itu susuk, kalau kegaibannya luntur, maka energi susuknya akan mati, nantinya bendanya akan mewujud kembali ke benda aslinya dan posisi keberadaannya bisa dirasakan, terasa ada tonjolannya.
Kalau bentuknya kecil seperti jarum kecil, mungkin akan bisa ditarik keluar dgn jari / pinset.
Kalau bendanya agak besar, seperti butiran baja, atau bahkan pelat dan batangan besi / baja, mungkin akan sakit keluarnya, bahkan ada yg terpaksa dikeluarkan dgn jalan bedah operasi.

2. Ada jimat yg tidak boleh dibawa ke dalam kamar mandi / toilet dan tidak boleh dibawa / dipakai ketika buang air kecil / besar dimanapun tempatnya. Terkandung juga larangan terkena kotoran selama membawa / memakai jimatnya.
Ilmu, jimat dan susuk kebal tersebut akan luntur kebalnya kalau orangnya terkena kotoran, dan orangnya akan terluka bila peluru, pisau, golok yg digunakan menyerangnya dioleskan lebih dulu dgn kotoran, seperti kotoran hewan, air comberan, air kencing, dsb.

3. Ada pantangan melakukan perbuatan yg tidak baik, seperti ma 5 (ma lima), terkandung di dalamnya larangan untuk berbuat mencuri, berzinah, berjudi, mabuk-mabukkan, zalim / menindas, sombong, dsb. Tujuannya adalah supaya orangnya tetap menjaga budi pekertinya, dengan demikian diharapkan bahwa ia juga akan menjaga supaya ilmu / susuk / jimatnya tidak digunakan untuk tujuan yg tidak baik.

4. Ada ilmu / susuk / jimat yg diberi pantangan memakan pisang emas, terong, jantung pisang, jantung hewan (jeroan), mulut tertusuk duri ikan, tertusuk bambu / tusuk sate, dsb.

5. Ada ilmu / susuk / jimat yg orangnya tidak boleh lupa memberikan sesaji, kalau dilanggar maka orangnya bisa gila atau meninggal, atau ada anggota keluarnya yg akan mati. Biasanya khodamnya adalah dari jenis golongan hitam.


Kerugian dari yg ada pantangannya terutama adalah akan membuat kita selalu was-was dan harus selalu hati2, jangan sampai ada pantangannya yg tanpa sengaja kita langgar.
Kerugian lainnya adalah ketika tanpa sadar ada pantangannya yg sudah kita langgar, sehingga kita tidak sadar bahwa ilmu, susuk dan jimat kita sudah tidak berfungsi.

Keuntungan yg ada pantangannya terutama adalah akan meringankan kita kalau kita ingin melepaskan ilmu, susuk dan jimat kita, yaitu dengan cara kita melanggar pantangannya. Hanya saja apa efek / akibat dari kita melanggar pantangannya itu yg harus kita cermati, sebagian akibatnya sudah dituliskan di atas.


Mengenai pertanyaan : Kenapa ketika pantangan itu dilanggar, beberapa pengalaman yang saya tahu orang yang bersangkutan badannya sakit semua ?

Biasanya itu hanya terjadi pada ilmu, susuk dan jimat yang kadar kekuatan gaibnya cukup tinggi atau kadar penyatuannya dengan kita kuat.
Dengan memakai ilmu (dan khodam), susuk dan jimat tersebut kita merasa kuat, terasa ada tambahan kekuatan. Ketika semuanya itu dilepas, maka tubuh kita akan merasa lemas, atau bahkan terasa sakit-sakit.

Selain kondisi yg sudah disebutkan di atas, ada juga jenis ilmu / khodam yg tidak baik wataknya, atau dari golongan hitam.
Ketika kita melanggar pantangannya, maka itu adalah tanda bahwa khodamnya itu harus pergi memisahkan diri dari kita. Ada yg khodamnya berwatak jelek, tidak iklas berpisah dari kita, kemudian dengan marahnya ia menutup jalan kerejekian kita, ada bahkan yang dengan marahnya ia memukul kita dengan energinya, sehingga kemudian kita jatuh sakit, bahkan bisa kemudian meninggal. Bisa juga semua anggota keluarga kita diserangnya juga, sehingga semuanya jatuh sakit, atau bisa juga sekeluarga meninggal semua.

Jenis ilmu, susuk dan jimat yg seperti itu biasanya nantinya akan memberatkan proses kematian.

Ini juga pentingnya kita berwaspada, berhati-hati atas sifat dan jenis keilmuan kita, jangan sampai sekalipun ilmu kita ampuh, tapi kemudian kita sendiri menjadi celaka / susah, karena ternyata kita berhubungan dengan gaib yg wataknya tidak baik.




------------------




 








Comments