https://sites.google.com/site/thomchrists/budaya-kebatinan-jawa-kejawen/ngobrol-masalah-hidup/Clip.JPG



       Obrolan Santai



Halaman ini berisi ringkasan dan editan tanya jawab Penulis dengan pembaca. Mudah-mudahan berguna untuk menambah pengetahuan.


_______



 A  :   
Selamat Sore Mas.

Saya Y, usia menjelang 40 tahun.

Sejak kuliah, saya menyukai meditasi dan keheningan. Sempat belajar meditasi prana.
Beberapa tahun terakhir, saya merasakan kerinduan kepada Entitas yang disebut Allah, Roh Maha Agung. Kerinduan itulah yang mendorong saya melakukan pencarian, jalan menuju Dia.

Saya sempat mengikuti sebuah ritual pemakrifatan, namun saya tidak memperoleh damaiNya disana dan ada keganjilan-keganjilan yang kemudian dialami istri saya. Saya pun menghentikannya.

Kemudian saya mencoba mencariNya dengan mempelajari ilmu dan laku kejawen, memperhatikan gerak ego dalam keseharian, dan melakukan sujud / meditasi-nya. Menurut pamong, saya sudah dibaiat oleh Tuhan sendiri, untuk menjalani sumarah, berserah total kepada Tuhan, kepada Allah.

Namun setelah beberapa waktu, Suster pembimbing saya mengatakan, aura saya jadi gelap, dan memperingatkan ada energi bukan dari Tuhan yang hendak menguasai saya. Saya pun serta merta menghentikan laku sumarah. Saya menanyakan kepada Suster, bagaimana cara mengidentifikasi sebuah laku / jalan itu benar menuju Allah, namun saya belum mendapatkan jawaban yang pasti.

Kemudian saya pun mengikuti sebuah ritual / ruwatan berdasarkan sebuah ilmu jawa kuna, yang intinya adalah menemukan susuhing angin, tempat Tuhan bertahta. Namun setelah sekian waktu saya amati, ada unsur ego yang kuat disana. Jadi saya pun kembali menghentikannya.

Saat ini, saya menjadi ragu. Ternyata kerinduan saja akan Allah, tidak cukup menuntun ke jalan yang aman, dan tetap ada resiko disesatkan, dan parahnya saya tidak sadar jika disesatkan dan untungnya ada Suster yang selalu mengingatkan.

Mohon pencerahannya Mas, ... dan sudah seberapa dalam saya salah jalan ?
Adakah energi2 yang negatif dalam diri saya yang sudah terlanjur masuk selama petualangan saya selama ini?

Saya sudah membaca beberapa tulisan panjenengan tentang spiritualitas dan ketuhanan, dan batin saya mengatakan ... mungkin disini saya menemukan arah yang benar untuk perjalanan saya.

Terima Kasih Mas,.

Salam Hangat Saya,
Y.


 J  :    Kirimkan saja foto anda seluruh tubuh supaya saya bisa menelaah
thanks

 A  :    Ini foto saya.
Matur nuwun.


 J  :    Anda berkhodam jin iblis bertanduk 2 di belakang anda
Untuk mengusirnya mandi saja dengan minyak jafaron seperti di tulisan saya yg berjudul Pembersihan Gaib 2.
Sesudah itu anda bisa bertanya lagi kpd suster itu apakah aura yang bukan dari Tuhan itu masih ada.
thanks


 A  :    Terima kasih atas telaahnya Mas, lalu mohon saran, jalan / laku seperti apakah yang benar dan aman
bagi saya?
Saya kadang melakukan meditasi jantung kembar, mohon energi Illahi untuk membersihkan energi negatif, dan mempersilahkan Allah untuk bertahta dalam batin saya. Apakah itu memiliki resiko salah alamat?


 J :     Iya mas, bisa salah alamat, dan banyak orang yang sudah salah alamat tapi tidak menyadarinya.
Saya ada menulis tentang itu.
Silakan dibaca2 saja dulu.

Yang utama dalam anda menjalankan laku ketuhanan adalah anda harus tahu dulu Tuhan yang mana yang ingin anda tuju, jangan sampai salah. Sesudah itu barulah anda berusaha tersambung denganNya.
Kalau anda tidak bisa fokus kepada Tuhan dan tidak bisa tersambung denganNya, itu sama saja anda mempersilakan siapa saja untuk bertahta dalam diri anda. Bukan Tuhan yang akan bertahta dalam diri anda, tapi sesuatu yang lain yang bukan Tuhan.
terima kasih


 A  :   
Baik Mas, saya sudah membaca artikel panjenengan tentang salah alamat.

1. Untuk mengetahui Tuhan yang mana yang ingin saya tuju, jika saya mengimani Allah Bapa Sang Pencipta, Yesus Kristus Putra TunggalNya dan Roh Kudus. Apakah itu sudah memadai untuk saya dapat menghubungkan dengan DIA tanpa salah alamat ?

2. Mengenai kodam tersebut, sejak diberitahu panjenengan, saya langsung merasakan ketidaknyamanan energi di bagian punggung. Apakah dia tahu kalau saya sudah tahu dan juga tahu bahwa saya punya rencana untuk membersihkan diri saya? Bolehkah saya tahu, sejak kapan dia mengikuti saya? Bagaimana caranya, sehingga saya lebih berhati2 dengan hal2 tersebut.

Matur nuwun sebelumnya Mas.
Berkah Dalem.


 J :    
1. Kalau sudah tahu Tuhan yang anda tuju, yang harus anda lakukan kemudian adalah tersambung denganNya. Barulah sesudah itu kita bisa berharap bahwa kita tidak salah alamat.

2. Mahluk halus bisa membaca pikiran kita. Jadi hati2 saja dengan pikiran kita yg berhubungan dengan mereka. Kalo bisa terbersit saja jangan.
Saya belum tahu sejak kapan dia mengikuti anda.
Tapi ada beberapa pembaca yg berkhodam jin iblis sesudah mereka mengikuti suatu paguyuban atau perguruan ilmu. Mungkin itu karena gurunya atau ada tata lakunya yg bertirakat di tempat2 wingit / angker yang kemudian mahluk halusnya mengikuti orangnya menjadi khodamnya. Mungkin kemudian khodamnya itu menularkan teman2nya kepada orang2 yang berguru ke orang itu.


 A  :    Matur nuwun sanget Mas.
Nanti malam akan saya coba pembersihan dengan mandi minyak jafaron. Kalau itu saya lakukan di rumah, apakah yang perlu saya lakukan untuk mencegahnya 'hinggap' di rumah atau anggota keluarga saya yang lain (saya tinggal dengan istri dan 2 anak yang masih kecil) ?
Apakah perlu sekali menggunakan metode pengasapan Mas?
Mohon petunjuk.

 J :     Kapan2 anda bisa mencoba isi artikel saya Pembersihan Gaib 4.
Dibaca2 saja dulu isinya.
thanks


 A  :    Saya sudah membaca Pembersihan Gaib 4 Mas, akan saya coba untuk melanjutkan setelah
pembersihan menggunakan minyak Jafaron.
Tadi saya mengikuti misa jumat pertama. Namun rasa tidak nyaman di punggung tetap ada.
Mungkin karena penghayatan saya kurang mendalam.




 A  :    Mas, saya sudah mandi dengan minyak jafaron.
Kalau berkenan dan ada waktu, mohon diperiksa lagi, apakah kodamnya sudah pergi atau belum.
Matur nuwun sebelumnya Mas.

Oya, kemarin saya konfirmasi ke Suster, mahluk tsb memang ada sejak saya mendalami ilmu-ilmu saya
meski hanya lewat internet dan blackberry. Dan sesepuh ilmu tersebut mewanti2 para praktisi / pejalan supaya tidak mempelajari ilmu2 gaib, berhubungan dengan gaib, karena akan ada resikonya.

Demikian Mas, terima kasih dan Berkah Dalem.


 J :     Menurut susternya bagaimana pak, apakah mahluk tsb skrg masih ada ?


 A  :    Saya belum kontak beliau lagi Mas, mungkin nanti malam saya kontak beliau.

Oya Mas, waktu itu saya juga mengajarkan teknik hening paguyuban tsb ke Ibu saya, dan sempat hening / meditasi bersama meski dari tempat berbeda.
Apakah kodam tersebut juga bisa menular ke Ibu saya Mas?
Hari ini, sejak pagi ibu merasa gelisah.

 J :     bisa saja
berarti yang anda lakukan itu bukan saja transfer ilmu, tapi juga transfer khodam.

 A  :    Meskipun itu tanpa saya niatkan dan bahkan tanpa saya sadari ya Mas ?
Apakah ibu bisa sekalian diperiksa nanti Mas?
Nanti saya kirimkan foto Ibu.



_______










 

Comments