Ngobrol 10-6

  Kebatinan dan Kegaiban


Halaman ini berisi ringkasan dan editan tanya jawab Penulis dengan pembaca. Mudah-mudahan berguna untuk menambah pengetahuan dan hiburan.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
<<  Kembali ke Ngobrol 10 - 1                                                                          Lanjut ke Ngobrol 10 - 5  >>

  <<  Kembali ke Ngobrol 10 - 5
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------




date: Wed, May 21, 2014
subject: Tirakatan Menjelang Purnama Waisak

 A :    
Selamat malam kangmas..
Salam sejahtera

Membaca tulisan kangmas tentang Turunnya Wahyu dewa, kami bertiga mendapat inspirasi. Kami mencoba melakukan tirakat dua hari menghabiskan waktu di tengah malam menjelang bulan purnama tanggal 13 dan 14 Mei lalu menjelang Tri Suci Waisak.

Dengan membekal doa kepada Tuhan dan keyakinan supaya dewa memberi pangestu, tirakatan kami lakukan dua hari di rumah Mas Hari. Hari pertama kami lakukan berdua, tanggal 13 (foto 1) dan hari kedua tanggal 14 kami bertiga, ditambah Pak Yudhi (foto 2).
Malam pertama malah justru saya lihat banyak dewa dan gaib2 berkuatan tinggi yg datang.

Mohon crossceknya kangmas tentang kondisi kami.
Terima kasih banyak sebelumnya kangmas,
Selamat malam.

 J :     Tirakatnya tujuannya apa pak ?

 A :     Kalau saya pribadi ingin mendapat kelapangan jalan rejeki.
Kalau teman2 yg lain saya kurang paham dengan tujuan mereka masing2.

 J :     Semua orang di dalam foto itu kelihatannya mendapatkan semacam berkat / restu, kecuali yg sebelah
kanan di foto yg berdua.
terima kasih

 A :     Terimakasih kangmas...
Yg foto berdua dari kiri ke kanan: Mas Hari dan saya (baju gelap).
Yg foto bertiga dari kiri ke kanan: Pak Yudi, saya, Mas Hari.

Membaca jawaban email kangmas, berarti yg tidak mendapat berkat atau restu adalah saya, dong ?

 J :     Betul pak.
Tapi pengertiannya tidak persis seperti itu.

Yg di foto bertiga saya lihat secara rata2, memang ada aura berkat, walaupun saya tidak tahu apa saja spesifik berkatnya, tapi ada auranya.

Sedangkan pada bapak, personal, berkat itu menyatu dgn yg sudah ada di dalam diri bapak, bukan menjadi sesuatu yg baru.
Kan bapak dinaungi Dewa Wisnu. Berkat itu menyatu dgn semua yg sudah diberikan Dewa Wisnu kpd bapak, bukan menjadi sebuah berkat baru, sifatnya menambah mapan apa yg sudah ada. Justru bapak yg harus menumbuhkembangkan berkat yg sudah bapak terima dari Dewa Wisnu itu, supaya berkatnya aktif bertuah untuk bapak, dan bisa juga itu bapak tularkan kpd yg lain, atau bisa dijadikan katalisator untuk laku mengundang Dewa.

Mas Hari juga sebenarnya dinaungi Dewa Wisnu, tetapi hubungan pribadinya dgn Dewa Wisnu masih kurang intens, sehingga berkat itu adalah sesuatu yg baru baginya.

terima kasih

 A :    
Ya kangmas, terimakasih penjelasannya.

Untuk menumbuhkembangkan berkat dari dewa itu laku-laku apa yang harus saya optimalkan supaya berkat Dewa Wisnu aktif bertuah kepada saya ?

Kemudian utk ke depannya, apakah tidak berlebihan seandainya malam2 menjelang purnama kami lakukan lagi tirakat seperti yang kemarin.?
Atau mungkin kangmas ingin memberi tips kepada kami bagaimana kami perlu menyiapkan sikap batin, atau bahkan ada yang perlu dikoreksi dan diperbaiki dari laku tirakat kami yang kemarin itu.?

Terimakasih sebelumnya kangmas.

 J :     Soal menumbuhkembangkan berkat dari dewa itu silakan direnungkan sendiri, karena sifatnya pribadi
untuk bapak dan tujuannya juga hanya bapak yg tahu.

Seperlunya saja pak.
Jangan dijadikan sarana ngalap berkah.

terima kasih

 A :     Siap kangmas, pertanyaan tentang tirakat ini diajukan oleh teman2.
Kami juga menghindari kesan terjebak dalam prilaku dan sikap batin ngalap berkah.
Sekali lagi kami ucapkan terimakasih banyak kangmas buat pencerahannya.
Selamat malam



______



date: Sat, Jul 19, 2014
subject: Wahyu pada Jokowi ?

 A :     Selamat malam dan salam sejahtera kangmas.

Maaf kangmas karena kesibukan, sudah lama enggak berkirim email.
Semoga sejahtera dan sukses selalu buat kangmas.

Ada yang mau saya tanyakan, kangmas
Dini hari menjelang hari pencoblosan pilpres kemarin, saya mendeteksi di badan Pak Jokowi ada sebuah bola sebesar bola basket berwarna putih. Apakah itu wahyu dewa ya kangmas ?
Sewaktu beliau masih belum maju sebagai capres, yg saya deteksi di badannya adalah bola berwarna biru berukuran lebih kecil. Apakah itu juga wahyu dari dewa kangmas ?

Terimakasih sebelumnya..
Selamat malam.

 J :     Bukan pak.
Itu aura energi dari khodam2 jin kiriman para pendukungnya untuk melindunginya.
thanks


 A :    
Terimakasih kangmas.

Menyimak jawaban kangmas, ada beberapa point yg ingin saya tanyakan:

1. Kalau menurut kangmas itu adalah aura dari para jin kiriman, benarkah yang saya deteksi auranya melingkupi seluruh tubuh pak Jokowi, dan kekuatan jin tertinggi itu sampai 45 KRK ?

2. Semisal beliau terpilih sebagai presiden, berarti presiden kita besok itu tidak mempunyai wahyu keprabon ?
Sebab saya membaca di tulisan kangmas, semua presiden Indonesia mempunyai wahyu keprabon, walaupun kapasitasnya kecil.

3. Kemudian bola biru di badan beliau yang beberapa bulan yg lalu saya deteksi itu jenis apa ya kangmas..? Apakah jenis wahyu derajat atau kepangkatan ?

Terimakasih kangmas.


 J :    
1. Posisi khodam2 itu mengelilinginya, membentuk pagar betis. Energinya menyelimutinya. Tapi tidak ada yg lebih dari 1 KRK

2. Sampai sekarang ini beliau tidak menerima wahyu keprabon.

Semua presiden indonesia awalnya menerima wahyu keprabon, tapi kemudian ada wahyunya yg dicabut kembali. Kita bisa lihat kemudian orangnya kembali ke aslinya, kehilangan karisma wahyunya, tidak jelas visinya / kebijakan2nya dalam memimpin negara (tidak kelihatan karisma wibawanya yang menonjol di mata rakyatnya).

3. Saya tidak memeriksa dgn seksama kondisi beliau sebelumnya.
Yang jelas sebelumnya beliau mendapatkan wahyu keraton untuk tingkatan kepala daerah (wali kota dan gubernur). Tapi sekarang wahyu2 itu sudah tidak ada lagi.




______



date : Mon, Nov 10, 2014
subject : Kabur dari Rumah

 A
:    
Selamat malam kangmas, semoga kabarnya baik selalu.
Mohon maaf kangmas, mau merepotkan.

Ini anak teman saya. Umurnya sudah 33 tahun dan seperti mengalami keterbelakangan kepribadian. Pendiam dan jarang sekali mau bicara, dalam sehari bisa makan sampai 8 kali. Anak ini tidak bisa dinasehati, pasti melawan bahkan terhadap orangtuanya.
karena kondisinya ini dia akhirnya tidak punya perkerjaan dan belum menikah.

Beberapa hari yg lalu saya deteksi ada jin minotour 15 krk di belakangnya (katanya sudah 15 thn). Sudah saya bersihkan dan saya beri pagaran positif di badannya.

Sore tadi saya dapat laporan bhw anak ini kabur dari rumah, dan sampai saat ini kerabatnya masih mencari2 di mana keberadaannya.
Saya deteksi di kepalanya ada sukma, di badannya juga ada gerombolan sukma manusia kekuatannya sekitar 15rb krk.
Kakinya juga dibelit oleh ular gaib.

Mohon bantuannya kangmas.
Terimakasih sebelumnya, selamat malam.

 J :     Saya deteksi di dalam badannya masih ada sekitar 15 sukma penyamun, tadi sudah saya keluarkan
thanks

 A :     terimakasih kangmas atas bantuannya mengeluarkan gerombolan sukma tersebut.

Dari laporan ayahnya, anak ini sekarang sudah banyak berubah dan menjadi lebih penurut. Ia juga mulai mau banyak bercerita.
Sesuai saran kangmas dalam tanya jawab kita dahulu, setelah gaib sumber masalahnya kita singkirkan, maka penanganan selanjutnya saya minta kepada keluarganya untuk mengadaptasikan atau meniru cara2 para konsultan psikologis / psikiater untuk terapi mental anak tersebut. Sebab kalau menggunakan jasa konsultan formal mungkin berbiaya besar.

Terimakasih dan selamat pagi kangmas.

 J :     Terima kasih pak


______



date : Thu, Dec 4, 2014
subject: Menyatukan Sedulur Papat

 A :     Selamat malam dan salam sejahtera Kangmas

Mohon pencerahannya kangmas, bagaimana sebaiknya kebijakan kita dalam menyatukan sedulur papat terutama buat orang2 yang keadaannya sudah "sulit".

Beberapa kasus belakangan ini saya menangani orang2 yang sakitnya sudah parah, bahkan ada yang dalam keadaan koma sampai berhari-hari dirawat di ICU.

Setelah gaib2 yang mengganggunya saya bereskan, kemudian saya lengkapkan sedulur papat mereka yang sebelumnya ada dalam penguasaan komunitas2 jahat.

Setelah papatnya komplit, dari beberapa kasus itu saya mendapati ada beberapa yang sukmanya sudah mengambang naik-turun. Sukmanya sendiri mengatakan kalau harapannya tinggal beberapa jam atau beberapa hari lagi, dan memang kejadiannya tepat demikian.

Terkadang hal ini membuat saya gamang kangmas. Saya mengerti benar emosional mereka yang masih mengharapkan keluarganya dapat sembuh (paling tidak umurnya lebih lama lagi).
Tapi ada beberapa kasus itu yang bahkan di sekitar orangnya yang sakit sudah hadir kerabat atau leluhurnya yang akan menjemput dan membawa arwahnya.

Terhadap keluarga mereka yang meminta bantuan, hanya saya pesankan kepada mereka agar lebih kasih dan telaten merawat si sakit, agar mereka juga mengumpulkan saudara2, sanak kerabat mumpung masih ada kesempatan bertemu.
Pesan yang sebenarnya maknanya "dalam".

Mohon koreksi dan pencerahannya kangmas.
Terimakasih sebelumnya
Selamat malam


 J :     Memang begitu kejadiannya yang umum
bapak harus menempatkan diri sebagai orang yang membantu saja, bukannya mengambil alih masalah kesembuhan, kecuali memang bapak ingin menjadi / dipandang sebagai penyembuh.
thanks

 A :     hehe..
Justru saya menghindari benar anggapan sebagai penyembuh. Saya hanya fokus untuk menyingkirkan gaib2 di orangnya yang menjadi sumber masalah.
Proses selanjutnya biarlah orangnya yang menjalani pengobatan melalui medis atau metode terapi2 yang lain.

Yang membuat saya gamang kangmas, adalah pilihan untuk melengkapkan papat orangnya yang sakit tersebut. Jangan2 setelah saya lengkapkan papatnya, orangnya malahan sayonara...

Kadang ada dalam pikiran saya  untuk tidak mengambil tindakan melengkapkan papat orang yang sedang sakit berat itu, ketika saya deteksi sedulur papat yang terpisah itu dalam penguasaan komunitas jahat. Hitung2nya mungkin hidup orangnya bisa sedikit lebih lama.
Tapi di batin saya menjadi tidak tega membayangkan orangnya akan tergeletak dalam kondisi payah (walaupun mungkin kondisi itu yang diinginkan keluarganya, yang penting si sakit masih hidup) 
Bagaimana pendapat kangmas ?

Terimakasih sebelumnya..

 J :     Itu memang pilihan yang berat,
Bapak ingin menolong orangnya atau ingin menyenangkan keluarganya ?

 A :     ya benar kangmas.
Itu hanya pikiran liar saya saja.
Terimakasih kangmas.

Tapi memang ada yang menjadi pertanyaan saya. Seandainya dari semua kejadian sedulur papat orangnya ada yang menahan, sehingga menjadikan orangnya mengalami kesulitan dalam proses kematiannya, nah yang kemudian menjadikan orangnya ternyata kemudian bisa meninggal dunia itu apa ya kangmas ?
Apakah ada campur tangan gaib, atau mekanisme hukum alam itu sendiri yang berjalan dengan semestinya?

Saya juga pernah mendapati kasus ketika ada orang yang minta dilakukan pembersihan gaib. Saya lihat orangnya diikuti jin dari tempat pesugihan. Setelah saya telusuri juga ternyata sedulur papat orang itu ditawan juga oleh komunitas pesugihan tempat jin itu berasal.

Seandainya waktu itu saya atau ada kekuatan lain yang tidak membebaskan papat orangnya yang ditawan itu, apakah mungkin kejadiannya ketika orangnya mendekati waktu meninggalnya maka ada gaib dari tempat pesugihan itu yang membawa papatnya (kakang kawah dan adik ari2) kembali ke badan manusianya kemudian ketika arwahnya keluar maka segera dibawa ke tempat pesugihan itu ? 

Mohon pencerahannya kangmas buat menambah spiritualitas.
Terimakasih sebelumnya.
Selamat malam.

 J :     Wah terus terang saja saya belum pernah menyelidiki secara mendetail seperti itu.
Ada banyak kejadian yang sifatnya khusus, tidak bisa disamakan dengan yang umum berlaku
Jadi harus diperhatikan satu per satu kejadiannya, tidak bisa disamaratakan
jadi saya tidak bisa banyak komentar

 A :     Baik kangmas, terimakasih atas penjelasannya.
Selamat malam kangmas.



________



date: Mon, Feb 9, 2015
subject: Kondisi Diri

 A :    
Selamat malam dan salam sejahtera Kangmas

Mohon deteksiannya kangmas buat keadaan saya.

Belakangan ini saya lebih banyak menggunakan cara2 pada pembersihan gaib 4 pada diri sendiri maupun dalam membantu orang-orang yang terkena gangguan gaib dan yang sampai mengalami sakit.

Terakhir ada sukma pertapa 90rb krk yang saya bersihkan dari badan seseorang. Kepadanya saya tidak lagi menghimpun energi untuk melakukan isolasi tetapi dengan langsung mengusirnya dalam nama Tuhan, mengandalkan Kuasa Tuhan.
Setelahnya di badan orang itu saya deteksi bersih dan saya lihat sukma jahat itu tergeletak di tanah.

Ketika malam rutin membaca alkitab dan berusaha tersambung dengan Tuhan, memang ada sepintas aliran ilham2 tentang isi firman2 tersebut di pikiran saya.
Tapi sekali-dua kali juga terkadang telinga berdenging denging menandakan adanya sukma2 penyesat di sekitaran saya.

Mohon deteksiannya kangmas, karena saya ingin selalu waspada dan tidak ingin terjebak dengan penyesatan2 halus dari setan2 penyesat tersebut. Karena beberapa hari yang lalu saya bermimpi diserang dua ekor ular ganas dan salah satunya berhasil menggores telapak tangan saya. Tapi saya tidak merasakan efek dari goresan itu dan langsung sembuh. Kedua ekor ular itupun berhasil saya pites.

Terimakasih sebelumnya kangmas dan selamat malam.


 J :     Kelihatannya memang ada sukma2 negatif di sekitaran bapak
Kelihatannya maksudnya bukan untuk menyesatkan, tapi untuk menyerang
mungkin mereka ingin balas dendam karena ada hubungannya dengan sukma teman2nya yg lalu
terima kasih


 A :     Terimakasih kangmas.

Memang benar kangmas tentang seliwerannya sukma2 negatif itu. Dari auranya memang terasa mereka dari golongan yang negatif. Tetapi saya tidak mendalami tujuan mereka di sekitaran saya, apakah jenis penyesat atau ingin mengetes dan membalas dendam.

Saya juga menyadari dan mengalami sendiri kenyataan2 bahwa dari pembersihan2 gaib selama ini dalam membantu orang2 yg bermasalah dengan gaib efeknya adalah menambah panjang deretan musuh yang mengincar saya.
Karenanya saya ingat selalu dengan pesan kangmas agar kita selalu tersambung dengan Tuhan dan jangan hanya semata2 mengandalkan kemampuan sendiri.

Dari yang saya amati sukma2 jahat ini semakin pintar dalam berupaya mencari titik kelemahan kita guna membalas dendam. Kelihatannya mereka akan terus menyerang di antaranya dengan mengganggu jalan usaha / rejeki saya.


 J :     Kalo kita berhadapan dengan bangsa jin atau mahluk halus lain, biasanya kalo mereka sudah kalah,
maka urusannya selesai.
Beda urusannya dgn jenis sukma arwah, teman2 komunitasnya akan balas menyerang.
Jadi thd jenis sukma kita harus ekstra hati2. Perangnya tidak akan selesai sebelum mereka dihabisi semua.


 A :     Benar kangmas.
Bangsa jin atau makhluk halus lain jika mereka berdiri sendiri atau berkelompok / komunitas dimana ratu mereka dari golongan yang sejenis biasanya akan kapok kalau yang terkuat (ratu) di antara mereka berhasil dilumpuhkan.
Tetapi komunitas jin itu jika pemimpinnya adalah sukma manusia jahat, maka pemimpinnya akan terus menerus memaksa bawahannya untuk menyerang kita.

Dan apabila sukma jahat pemimpinnya itu akhirnya kita lumpuhkan, maka ada saja teman2nya dari jenis sukma manusia dari kelompok lain (sekutunya) atau mungkin gurunya yang tidak terima dan menuntut balas.
Jadi memang perangnya tidak akan selesai.

Tapi saya masih berpikir bagaimana caranya menghabisi mereka semua.?
Selama ini saya hanya menangani sukma2 negatif yang terang2an menyerang. Terhadap mereka yang masih mengintai, saya belum mengambil tindakan.

Terkadang saya merenung sendiri kangmas.
Terhadap orang2 yang saya bantu pembersihan dari gangguan gaib yang penyebabnya langsung atau tdk langsung dari akibat sukma manusia. Setelah orangnya berangsur sembuh sakitnya, mereka akan senang.
Tetapi saya pribadi merasa waswas dan waspada akan adanya serangan balik dan tindakan balas dendam terhadap saya.
Orangnya sembuh tapi saya nya yang menyimpan potensi menerima getah, serangan balasan.

Yah...sudah resiko ya kangmas, jalani saja.


 J :     Ya itulah sebabnya banyak dukun / spiritualis dan orang pinter yang meninggal karena sakit keras
diserang gaib

 A :     wah kangmas bikin ngeri aja..
ngeri-ngeri sedap...hehe..
Yang jelas saya tidak menempatkan / memposisikan diri saya seperti sebutan kangmas di atas.

Terimakasih banyak kangmas, selamat malam.

 J :     he he he
ya itu untuk menambah wawasan kita saja pak
jangan lupa pagaran dan radar diri
thanks



______




date:    Sun, Jun 21, 2015
subject:    Agar Nama Tuhan Dipermuliakan

 A :    
Selamat malam kangmas dan salam sejahtera.

Mohon nasehatnya kangmas buat ganjalan dalam hati saya..

Setelah sekian lama belajar dan menekuni dari kangmas tentang isi situs ini mulai dari olah rasa, kegaiban, olah batin, spiritual, dan spiritual ketuhanan. Wawasan juga semakin kaya dan bertambah dengan praktek langsung menangani gaib2 terutama yg menyebabkan sakit-penyakit dan gangguan psikologi dan kejiwaan pada orang2.

Dengan mempelajari teknik2 kangmas tentang olah energi, sudah banyak orang yang bisa disembuhkan dari sakit berat pada organ2 dalam tubuhnya tanpa orangnya perlu melakukan operasi. Tentunya saya lakukan dengan diam2 dan telaten tanpa orangnya tahu karena saya tidak memposisikan diri sebagai penyembuh penyakit.

Pertimbangannya dengan meringankan kesusahan orang lain saya sudah cukup senang tanpa orangnya sadar mengapa ia bisa sembuh dari penyakitnya. Dan sesuai prinsip bahwa saya bukan menganggap ini sebagai jalan mata pencaharian saya, maka tidak ada pemberian apapun yang saya terima dari mereka.

Dalam praktek penanganan, sumber kekuatannya saya ambil dari energi alam raya atau bahkan tersambung dengan Tuhan agar Tuhan mencukupi apa yang menjadi kekurangan saya. 

Tapi suatu saat saya merasa pernah "ditegur" olehNya.
Ketika mencoba berhikmat, yang terlintas dalam batin adalah apa yang saya lakukan seharusnya adalah dalam rangka memuliakan Tuhan, bukan memuliakan diri sendiri.

Sedari awal memang saya selalu berhati-hati dalam menjaga sikap batin agar tidak terjerumus dalam sifat bermegah diri. Tapi dari perenungan saya sebenarnya mungkin tersirat pesan agar saya dapat "keluar" untuk menyatakan kepada mereka tentang bagaimana Tuhan dan KuasaNya kepada orang2 yang saya bantu yang sebenarnya mereka itu belum mengenal Tuhan. Harapannya mungkin agar mereka itu tahu bagaimana mengenal Tuhan dan berTuhan dengan benar, walaupun saya sadar saya bisa saja dijauhi bahkan dibenci oleh mereka oleh karena pemahaman keTuhanan yang saya imani.

Tapi itu bukan masalah bagi saya....
Karena ketika saya pernah curhat dengan Tuhan Yesus, dikatakan bahwa tugas saya adalah mengajar dan mewartakan. Tentang apakah orangnya percaya dan menjadi beriman itu di luar urusan saya.

Saya sendiri akhir2 ini merasa tidak nyaman dan merasa menanggung beban ketika orang2 yang berhasil saya beri solusi akhirnya hanya "lenggang kangkung" tanpa mendapat "pencerahan".

Terimakasih sebelumnya kangmas,
Selamat malam.

 J :    
Apa yg bapak sampaikan itu memang saya mengalaminya juga. Bukan ditegur, tapi diberikan pengertian bahwa semua kesusahan itu memang harus terjadi sebagai efek dari manusia hidup sebagai mahluk duniawi. Dan dari adanya semua kesusahan itu seharusnya menjadikan manusia semakin menyandarkan diri pada Kuasa Tuhan dan pertolonganNya sehingga dengan demikian nama Tuhan akan semakin dipermuliakan. 

Tapi yg terjadi malah banyak orang yg mengeluarkan dogma bahwa itu adalah cobaan dan ujian (atau hukuman) dari Tuhan. Dalam hati saya itu termasuk fitnah kepada Tuhan seolah2 Tuhan sendiri yg sengaja membuat manusia sakit dan susah. Padahal semuanya itu sebenarnya adalah kejadian biasa saja sebagai konsekuensi manusia hidup sebagai mahluk duniawi, sama seperti mahluk duniawi lainnya yg mengalaminya juga.

Saya juga diberikan pengertian bahwa tidak semua orang layak ditolong, apalagi kita menolongnya dengan cara meminjam Kuasa Tuhan, karena tidak semua orang tahu berterima kasih, apalagi bersyukur.

Begitu juga dalam hal agama dan ketuhanan.
Walaupun banyak orang merasa dirinya baik dan mulia dan menganggap hanya agamanya sajalah yg benar, tapi di mata Tuhan tidak semua orang layak bagiNya.
Tidak semua orang merasa terpanggil untuk dengan benar mengenal Tuhan dan datang dan berbakti kepadaNya dengan jalan yang benar. Karena itu di mata Tuhan tidak semua orang layak datang kepadaNya.

Dari beberapa orang pembaca yg dulu pernah saya berikan pagaran gaib, setelah orangnya menjalankan sendiri Pembersihan Gaib 4, ternyata pagaran gaib yg dari saya itu hilang. Dari situ saya mengerti bahwa memang seharusnya orangnya sendiri yg datang kepada Tuhan meminta pertolongan dan perlindunganNya, bukan memintanya kepada saya. Karena itu saya berharap tulisan saya Kebatinan Dalam Keagamaan dan Pembersihan Gaib 4 tekun dijalankan oleh para pembaca untuk memperbaik laku ketuhanan mereka.

Kalau bapak bertemu langsung dengan orang yang ingin ditolong, ada baiknya bapak ajak berdoa seperti di tulisan Pembersihan Gaib 4. Bila orangnya tidak sejalan agama dan kepercayaannya, cukup diarahkan supaya ia fokus batin kepada Tuhan di atas sana. Mudah2an dari situ ada tambahan kesadaran ketuhanan bagi orangnya dan lain hari ia mau sendiri meminta tolong kepada Tuhan. Sesudah itu bapak bisa menambahkan laku2 lain untuk melengkapi pertolongan bapak.

Tapi kalau kita sendiri tidak ingin "tampil", memang tidak setiap saat kita bisa mengajak orang berbuat begitu. Lebih banyak yg kita terpaksa melakukan pertolongan secara diam2. Mudah2an itu juga akan menambah baik kesadaran orangnya untuk bersyukur kepada Tuhan. Minimal kemampuan kita sendiri menjadi lebih terasah.

Dan bila kita sendiri sudah bisa menolong orang, jangan itu dijadikan bahan bermegah diri bahwa kita "mampu" menolong dan berbuat. Sebaiknya kita jadikan pemicu untuk memperbaik laku ketuhanan kita.

Tapi kalau bapak ingin menjadikan kemampuan itu sebagai jalan kerejekian, tidak apa-apa pak, tidak haram. Untuk saya juga tidak haram. Lebih baik orangnya diajak berdoa seperti di tulisan Pembersihan Gaib 4. Sesudah itu kita bisa tambahkan laku2 lain untuk melengkapi pertolongan kita. Dan diusahakan supaya jangan kita memasang tarif. Biarkan saja orangnya yang suka rela memberi. Keiklasan dirinya akan membangun energi positif di dalam dirinya. Keiklasan diri kita akan menambah deras energi positif kita kepadanya dan juga akan memperbesar kandungan energi positif kita sendiri.

Karena saya sendiri pernah juga terpaksa menerima pemberian orang yang orangnya bisa merasakan bedanya setelah saya tangani dibandingkan sebelum2nya yg dirinya ditangani oleh orang2 pinter dan spiritualis lain (walaupun yg ia berikan tidak sebesar yg sudah ia bayarkan kepada orang2 pinter dan spiritualis lain itu, he he). Juga tidak mengapa bila orang itu menganggap saya "orang ilmu" sama seperti orang2 pinter dan spiritualis lain. Setidaknya bagi saya sendiri itu menjadi sarana saya berbuat baik.

terima kasih










-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
<<  Kembali ke Ngobrol 10 - 1                                                                          Lanjut ke Ngobrol 10 - 5  >>

  <<  Kembali ke Ngobrol 10 - 5