Ngobrol 10-5

  Kebatinan dan Kegaiban


Halaman ini berisi ringkasan dan editan tanya jawab Penulis dengan pembaca. Mudah-mudahan berguna untuk menambah pengetahuan dan hiburan.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
<<  Kembali ke Ngobrol 10 - 1                                                                          Lanjut ke Ngobrol 10 - 6  >>

  <<  Kembali ke Ngobrol 10 - 4
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



date: Tue, Feb 4, 2014

 A :     Mohon deteksiannya untuk kasus ini kangmas.
Dalam sebulan ini sudah 3 kali saya melakukan pembersihan gaib ke nenek teman saya.
Yang pertama dulu adalah sekelompok jin jahat yang bersemayam di badan.
Setelahnya sepasang sukma suami istri.
Dan yang tadi sore adalah sukma bapak2.
Nenek ini kalau kumat, mengamuk dan beberapa orang yang memegangi akan kalah.
Apakah ada yang terlewatkan oleh saya ?
Mohon koreksinya kangmas.
Terimakasih sebelumnya.

 J :     Sekarang ini saya deteksi di dalam badannya masih ada sekitar 11 sukma.
Barusan saya isolasi, tapi belum saya buang, untuk membantu bapak mendeteksinya.
terima kasih

 A :     Terimakasih kangmas untuk deteksian dan pagaran isolasinya.

Dalam 3 hari ini ada 4 sukma yang saya keluarkan, tadi sore pun ada satu kekuatannya 45 krk. Sepertinya mereka ini rombongan garong ya kangmas ?
Ada pertanyaan kangmas, kalau misalnya saya baru bisa melihat 1 atau 2 sosok sukma, padahal disana nyatanya ada 11 sosok, bisakah kita mengisolasi atau melakukan tindakan terhadap mereka secara keseluruhan ?
Maksudnya, untuk mengeliminir keterbatasan penglihatan gaib kita, tapi sugesti "tindakan" kita adalah menyeluruh terhadap sosok gaib yang luput dari pandangan kita.

 J :    
Ya .... untuk melengkapi kekurangan dalam penglihatan gaib, barangkali saja ada yg lolos dari pantauan, biasanya saya lengkapi dgn teknik tayuhan.

Kalo gak jelas jumlahnya atau sosoknya, diisolasi saja dgn pagaran absolut dgn ukuran yg besar melingkupi badan atau kepala si pasien, disugestikan / dikondisikan pagarannya menangkap semua jenis mahluk halus di dalam tubuhnya selain sukma si pasien.
Kemudian pagarannya dibuat mengecil dan dibuang beserta isinya.

Sesudahnya diperiksa kembali apakah masih ada musuh yg tersisa.

terima kasih

 A :     wah terimakasih banyak kangmas..
mantap sekali tekniknya...bisa menambah pengetahuan baru nih.

Pantas saja, setiap selesai saya lakukan pembersihan kemudian saya cek terkadang masih terasa energinya. Saya pikir itu bekas energinya.
Besoknya saya dapat laporan si nenek kumat lagi, saya lakukan pembersihan lagi, dan kumat lagi.. hehe..rupanya saya kecolongan.
Terus, untuk mengecilkan pagaran bagaimana caranya ya kangmas, apakah dengan visualisasi seperti kita menge-press bentuk pagarannya ?

Mohon dicek juga kangmas, saya sambat juga kepada leluhurnya untuk mendampingi.
Deteksian saya ada bapak berjubah yang sudah hadir, apakah bapak ini leluhurnya ?
Juga saya mintakan agar sedulur papatnya berkumpul, apakah telah komplit ?

Terimakasih sebelumnya kangmas..

 J :     Iya skrg sudah ada sukma kakek2 leluhurnya.
Sedulur papatnya sebenarnya semalam sudah saya lengkapkan.
Sebelumnya sedulur papatnya yg terpisah itu dikuasai oleh gaib lain, itu yg membuatnya mengamuk seperti ingin berkelahi, tapi sudah saya bebaskan.

Iya pak, mengecilkan pagarannya dgn sugesti / visualisasi saja.

thanks

 A :     Maturnuwun sanget kangmas buat melengkapkan sedulur papatnya.
Kira kira sebulan yang lalu saya mintakan khadam saya menjemput papatnya, rupanya belum berhasil.

Kakek leluhurnya ini lumayan kuat ya kangmas, setruman di jari saya terasa kencang, mungkin sekitar 8500 krk.
Sukma yang mengganggu tsb berapa kekuatannya ya kangmas?
Dari tayuhan saya, yang berhasil saya keluarkan tempo hari ada yg sekitar 4000 krk.
Apa iya sekuat itu mereka?

Ada satu lagi pertanyaan kangmas, cara paling mudah mendeteksi sedulur papat yang terpisah itu bagaimana ya ?
Selama ini saya hanya mengandalkan kepekaan rasa, bahwa papat seseorang yang terpisah itu ada di tempat lain. Tentang dimana tempatnya dan apakah ada gaib lain yang menyanderanya saya belum tahu
caranya.

 J :    
Iya, kakek leluhurnya itu sekitar 8500 krk.

Sukma yang mengganggu yg skrg masih ada di badannya sekitar 4000 krk.
Yg sudah bapak keluarkan saya belum tahu.


Cara paling mudah mendeteksi sedulur papat yang terpisah itu bagaimana ya ?

Cara yg lebih pasti hasilnya memang dgn cara melihat gaib, dilihat apakah sedulur papatnya sudah lengkap 4.
Cara lain yg paling mudah adalah dgn ditayuh, tapi kita harus bisa menentukan apakah tayuhannya itu benar.
Lebih bagus lagi kalau kita bisa kontak rasa dgn sedulur papatnya.

Untuk memanggil sedulur papatnya orang lain yg terpisah adalah dgn lebih dulu kita kontak rasa dgn sedulur papat dan pancer orangnya. Nantinya pancer dan sedulur papat orangnya itu akan kontak dgn sedulur papatnya yg terpisah. Kalau tidak ada yg menahannya, nantinya sedulur papat yg terpisah itu akan kembali kepada pancernya.

Dengan kontak rasa itu nantinya kita akan tahu juga dimana posisi sedulur papatnya yg terpisah itu berada dan kita bisa juga menentukan apakah sedulur papatnya yg terpisah itu ditahan oleh mahluk halus lain dan siapa yg menahannya. Sesudahnya barulah kita lakukan tindak lanjut untuk mengatasinya.

Jadi, kalau menggunakan kemampuan kita sendiri terhadap sedulur papat yg terpisah kontak rasa itu adalah pokok, harus lebih dulu dikuasai berikut teknik2 penggunaannya.

Itu juga berlaku untuk diri kita sendiri.
Untuk mendeteksi sedulur papat kita sendiri yg masih terpisah dilakukan dgn kita lebih dulu kontak rasa dengan sedulur papat kita yg sudah bersama kita, barulah kemudian bersama2 dgn mereka kita kontak rasa dgn sedulur papat kita yg terpisah.

 A :     Selamat malam dan terimakasih banyak kangmas atas pencerahannya tentang teknik mendeteksi
sedulur papat yang terpisah. Sangat inspiratif dan bermanfaat.

Ada beberapa pengalaman saya dalam hal mendeteksi melalui sedulur papat.
Mungkin kangmas bisa mengevaluasi dan berkenan memberikan tuntunan yang lebih baik.

1. Dalam hal menafsirkan mimpi dari teman2 saya, biasanya saya bertanya kpd sedulur papatnya. Karena papatnya pasti mengetahui siapa gaib yg memberi mimpi tsb. Setelah gaib pemberi mimpi tsb terbayang di batin saya, selanjutnya saya bertanya apa maksud mimpinya.
Nah, penjelasan tafsir mimpi dari gaib itu yg kemudian saya ceritakan kepada si teman. Biasanya teman saya tsb akan membenarkan peristiwa2 nyata yang terjadi berkaitan dengan mimpinya tsb.

2. Pernah suatu kesempatan seorang teman menanyakan tentang "keterbelakangan" yang dialami seorang adik kenalannya (A). Waktu itu tidak ada foto si A, yang ada adalah foto si B (kakak si A).
Si B inipun saya tidak kenal. Akhirnya saya ada ide utk bertanya kepada sedulur papat si B melalui fotonya tentang keadaan si A karena saya yakin sedulur papat B pasti tahu tentang kondisi si A.
Akhirnya saya deskiripsikan tentang keadaan si A kepada teman tentang ciri2 fisiknya begini....begini... yang dibenarkan oleh teman tersebut. Juga tentang penjelasan papat si B tentang keadaan adiknya yang "terbelakang" karena memang cacat bawaan / lahir.

3. Ada juga seorang teman yang baru selesai takziyah datang kepada saya menanyakan bayi baru lahir anak temannya yang baru semalam meninggal dunia.
Kesulitannya sama juga kangmas, tidak ada foto ibu bayi, dan keluarganya tidak sempat memfoto jenazah bayi.
Saya putar otak bagaimana caranya.
Ada ide saya untuk bertanya kepada sedulur papat teman di hadapan saya itu tentang ibu si bayi. Setelah tergambar ciri fisik si ibu perawakannya begini...begini..yang dibenarkan oleh teman saya, akhirnya saya kontak kepada bayangan si ibu di batin saya itu. Penjelasannya: bayi tsb sudah meninggal di dalam kandungan karena
ada sosok gaib ibu berkebaya yang melilitkan usus ke leher si bayi. Dan teman itu juga membenarkan bahwa bayi tsb lahir memang dalam kondisi terlilit usus dan badannya sudah kaku.

Mohon koreksinya kangmas, apakah cara2 saya di atas ada yang salah.
Terimakasih sebelumnya.


 J :     Wah bapak bakat nih jadi paranormal.

 A :     ahh kangmas, bisa aja...Kan kangmas yang ngajarin ilmunya, grandmasternya.
Nggak mau lah...Nanti tenar, masuk tv...hehe...
Saya kan cuma pengen bantu keluarga terdekat dengan teman2 saja.
Btw, ada yang salah gak ya kangmas dengan teknik2 saya di atas ?

 J :     Caranya sudah benar pak.
Kalau itu dilakukan dgn kemampuan sendiri, maka apa yg sudah bapak capai itu adalah pencapaian atas kemampuan yg tinggi.
Biasanya orang lain untuk bisa begitu mereka melakukannya dgn khodamnya.

 A :     Terimakasih kangmas
Saya hanya berimprovisasi saja kok.
Dan terimakasih juga buat semua bimbingan dan pencerahan2 yang luar
biasa selama ini  kepada saya. Mohon doa restu dan bimbingannya
selalu.

Maturnuwun sanget, selamat malam.


 J :     Oh iya pak ada tambahan lagi pak, tentang kita menyembuhkan orang yg kerasukan.

Saya beberapa kali mendapatkan kasus orang yg kerasukan yg sebelumnya sudah ditangani oleh banyak spiritualis, paranormal dan orang pinter, tapi tidak berhasil disembuhkan.

Setelah saya tindaklanjuti, ternyata penyebab kerasukannya bukan semuanya karena ada mahluk halus yg baru datang kpd seseorang, tapi juga adalah karena di dalam badannya sebelumnya sudah ada ketempatan mahluk halus. Jadi penyebabnya adalah mahluk halus yg baru datang ditambah dgn yang sudah ada di badannya itulah yg menguasai kesadarannya.

Dalam kasus itu walaupun oleh para spiritualis lain mahluk halus yg baru datang itu sudah diusir pergi, kerasukannya masih terus kambuh, karena kerasukannya adalah tambahan dari mahluk halus yg sudah ada di dalam badannya yg juga menguasai kesadarannya, yang itu tidak terdeteksi oleh spiritualis lain. Apalagi mahluk halus yang di dalam badannya itu kekuatannya tinggi, jauh lebih tinggi kekuatannya daripada ilmu dan khodam spiritualisnya.

Jadi kasus kerasukan orang di atas itu adalah juga salah satu efek negatif dari orang yang di badannya atau kepalanya ada ketempatan mahluk halus. Kasus kerasukannya komplikasi.

Di saat yg lain pernah juga saya menangani kasus kerasukan yg lebih complicated, yang juga tidak tersembuhkan oleh spiritualis sebelumnya.
Sesudah semua mahluk halus di badan orangnya diusir pergi, baik yg baru datang maupun yg berdiam di dalam tubuhnya, ternyata kerasukannya masih suka kambuh.

Setelah saya selidiki lebih lanjut, ternyata sedulur papatnya yg terpisah itu disandera dan disiksa oleh mahluk halus lain. Itulah yg membuat orangnya kerasukannya kambuh. Orangnya berontak teriak2 mengamuk karena ia ada kontak dgn sedulur papatnya yg sedang disiksa, dikejar2 atau sedang berkelahi mempertahankan diri.
Ini adalah salah satu efek negaftif dari masih terpisahnya sedulur papat.

Jadi penyebab orang kerasukan bukanlah semuanya karena ada mahluk halus yg datang dan menguasai kesadaran seseorang, tetapi ada juga yg komplikasi karena ada juga yg kasus kerasukannya ternyata ketambahan dari adanya kasus ketempatan mahluk halus dan kasus sedulur papat yg terpisah.


Di saat yg lain saya juga pernah menangani kasus orang yg sesudah berguru ilmu gaib kemudian gila.
Pada masa sekarang karena ketidaktahuannya banyak orang yg menganggap ilmu gaib sama dengan kebatinan. Jadi kalau kita baca kasusnya di internet, orang itu gila sesudah ia belajar ilmu kebatinan.
Gila karena ilmu kebatinan ?

Dari yg saya pelajari, kasus orang itu sama saja penyebabnya dgn kasus kerasukan komplikasi di atas.
Uraian penyebabnya :

1. Orangnya kerasukan karena kedatangan mahluk halus yg kemudian menguasai kesadarannya.
Walaupun mahluk halus itu datang menjadi khodamnya, ternyata mahluk halus itu juga menguasai kesadarannya dan membuatnya gila (terutama yg masuk ke dalam badan / kepalanya). Ditambah lagi dengan adanya tambahan2 khodam kelas rendah karena orangnya ngelmu gaib di tempat2 angker yg isinya mahluk2 halus bergajulan.

2. Orangnya kerasukan karena sebelumnya di dalam badannya atau kepalanya sudah ketempatan mahluk halus yg kemudian menguasai kesadarannya.
Amalan2 dan mantra2 keilmuan yg diamalkannya ternyata sudah mengaktifkan mahluk2 halus di dalam tubuhnya menjadi aktif dan agresif, dan orangnya dihantui gambaran2 gaib fiktif, membuat orangnya hilang kesadarannya, merasa ketakutan, atau justru malah menjadi beringas.

3. Orangnya sedulur papatnya yg terpisah disandera dan disiksa oleh mahluk halus lain. Orangnya kesurupan, gila, merasa dihantui, dikejar2 atau diganggu setan karena ia ada kontak dgn sedulur papatnya yg sedang disiksa, dikejar2 atau sedang berkelahi mempertahankan diri.

Dalam kasus itu sebelumnya sedulur papat orangnya yg terpisah sudah disandera dan disiksa oleh mahluk halus lain. Kondisi itu menyebabkan orangnya hatinya selalu merasa takut dan selalu was-was, orangnya menjadi lebih peka terhadap mahluk halus dan kegaiban, merasa bisa melihat atau mendeteksi mahluk halus dan mendorongnya untuk belajar ilmu gaib untuk kekuatan dan keselamatan dan penjagaan gaib. Karena dirinya selalu merasa terancam, ia terdorong untuk mengejar ilmu dan khodam yg tinggi-tinggi.

Tapi ternyata selain tetap merasa selalu dihantui, dibayangi dan dikejar-kejar setan, amalan2 dan mantra2 keilmuan yg diamalkannya ternyata malah mengaktifkan juga mahluk2 halus di dalam tubuhnya menjadi aktif dan agresif, ditambah lagi orangnya juga dihantui gambaran2 gaib fiktif, membuat orangnya hilang kesadarannya, merasa ketakutan, atau justru malah menjadi beringas.


Dari kasus2 itu kita mendapatkan pengetahuan yg dalam bahwa kasus kerasukan dan gila karena gangguan mahluk halus ternyata tidak semuanya kasusnya sederhana, ada banyak penyebabnya yg lebih dalam dan berbahaya. Walaupun dalam uraian penjelasan ini kelihatannya kasusnya sederhana, tapi sebenarnya ini termasuk kegaiban tingkat tinggi yang rahasianya belum terungkap yg membuat kasusnya tidak mudah disembuhkan walaupun sudah ditangani oleh orang2 sakti dan spiritualis2 kawakan dengan ilmunya yang tinggi2 dan khodamnya yang sakti2.

Kasus ketempatan mahluk halus sudah banyak terjadi di masyarakat di seluruh dunia. Kita juga sering mendengar kasus orang yg ketempatan mahluk halus, tapi selama ini lebih banyak dianggap orangnya ketempatan khodam leluhur. Orang tidak punya pengetahuan yg lebih tentang detail mahluk halus yg masuk ke badan / kepala manusia, apalagi tentang sifat2nya dan potensi masalahnya bagi manusia.

Begitu juga dgn sedulur papat, kebanyakan orang hanya tahu sebatas tradisi saja. Tapi banyak juga orang yg tidak tahu tapi sok tahu, sok membuat konsep dan teori, ujung2nya dogma dan pengkultusan.
Itu sangat menyesatkan, membuat orang menjadi semakin tidak tahu hakekat dan kesejatian dari sedulur papat, apalagi kalau ada kasus yg berkenaan dgn sedulur papat.

Dalam kasus2 kerasukan di atas penyebab utama kesulitan penanganannya adalah karena kurangnya pengetahuan atas masing2 unsur penyebab kerasukan di atas yang menyebabkan sumber masalahnya tidak terdeteksi. Terdeteksi saja tidak, apalagi menuntaskan kasusnya.

Pembersihannya tidak cukup hanya dengan pembersihan gaib sederhana yg sudah umum dilakukan.
Pembersihannya harus menyeluruh, baik terhadap yg diluar maupun yang di dalam tubuhnya. Selain itu kita juga harus membebaskan sedulur papatnya. Sesudahnya orangnya diberikan pagaran gaib untuk menolak gaib2 yg ingin kembali mengganggu atau ingin masuk ke tubuhnya.

Rencananya itu nantinya akan saya buat tulisan dalam halaman tersendiri supaya orang lebih aware dan lebih mengerti penyebab2nya, selain supaya lebih bisa menindaklanjuti masalahnya, juga berguna untuk mereka mencegah sumber masalahnya itu jangan sampai mereka mengalami sendiri kasusnya dan supaya tidak menyepelekannya bila mereka mengalami sendiri sumber masalahnya ada pada diri mereka.


 A :     Selamat malam kangmas
Wah super dan detail sekali mengupas masalah dan teknik2 solusinya kangmas.
Semoga segera release tulisannya ya kangmas, sehingga kami punya SOP buat menangani kasus2nya yang bisa saja terjadi terhadap keluarga atau orang2 terdekat di lingkungan kami.

Nah, kalau orangnya kerasukan dan akhirnya menjadi gila untuk jangka waktu yang sudah lama bagaimana ya kangmas ?
Saya mendapati beberapa kasus pada keluarga teman.
Saya sih belum mengambil tindakan kepada mereka.
Tapi menimbang dari sisi waktu kejadian yang menyebabkan kerasukan / gila sudah berlangsung belasan bahkan puluhan tahun, saya punya hipotesis bahwa bisa jadi gaib2 yang merasukinya sudah menimbulkan kerusakan yang masif terhadap sistem syaraf di tubuhnya. Sama halnya pada kasus orang2 yang pernah ketempatan gaib di badan atau di kepalanya, yang akhirnya membukakan kepekaan syaraf dalam hal penglihatan gaib.

Atau malahan pengaruh obat2 penenang yang diberikan sebagai tindakan medis (yang keliru) pada tahap awal "gangguan jiwa" yang bisa menyebabkan kemunduran sistem syaraf, ditambah pengaruh energi negatif dari gaib2 yang sudah terakumulasi sekian lama yang walaupun kemudian gaib2 tersebut dikeluarkan, mungkin tidak akan berpengaruh signifikan terhadap kesembuhan pasiennya. Orangnya kemudian tetap akan berperangai aneh, walaupun kesannya lebih "cool".

Tapi ini sih baru hipotesis saya pribadi lho...
Mungkin kangmas punya pendapat yang lain.


Tentang sukma leluhur yang saya sugestikan hadir untuk mendampingi pasien pada kasus di atas. Saya punya pertimbangan bahwa dengan kedatangan leluhurnya (terutama yang punya kesepuhan dan spiritual tinggi) untuk mendampingi keturunannya, seharusnya tugas penjagaan bisa mereka handover. Kita kan hanya pihak luar yang berusaha mencarikan solusi. Bukan berarti berniat lepas tangan lho...
Di samping itu juga kalaupun sudah "waktunya", mungkin leluhurnya ini yang akan membawa si nenek ke tempat komunitas mereka.

Mohon koreksinya kangmas jika ada kekeliruan dengan pertimbangan saya untuk menghadirkan dan memintakan peran leluhur buat menjaga keturunannya pada kasus ini.


 J :     Mengenai memanggil leluhurnya, itu tidak apa2.
Itu berguna sekali pada orang2 yg mengalami diserang gaib, sehingga leluhurnya itu bisa membantu melindunginya
Pada kasus orang2 yang ketempatan mahluk halus lebih baik kalau leluhurnya itu sendiri yang membersihkannya,
tapi mungkin sesudahnya diperlukan bantuan kita juga untuk membuatkan pagaran gaib supaya tidak kembali orangnya ketempatan mahluk halus.

Yg bapak sampaikan itu benar
Pada prinsipnya kita hanya membantu saja, bukan mengambil alih masalah
Apalagi ada banyak kasus yg tidak bisa kita tangani semuanya
Dan yg kita usahakan untuk bisa ditangani adalah sumber2 penyebab kasusnya
kalau sumber2nya sudah bisa disingkirkan, untuk pemulihannya perlu dibantu oleh orang lain yg mengerti tindaklanjutnya, dan punya waktu untuk itu.

Misalnya saja kita menangani orang yg sakit karena kesambet atau diguna-guna
sesudah sumber gaibnya kita singkirkan, untuk penanganan selanjutnya tidak lagi secara gaib, tapi harus secara fisik untuk memulihkan kondisi tubuhnya atau kondisi saraf dan mentalnya.
penanganan selanjutnya seharusnya dilakukan oleh pihak keluarga dengan bantuan dokter atau pengobatan alternatif dgn pijat saraf, ramuan herbal, dsb.

Tapi untuk kasus yg orang sudah bertahun2 kehilangan kesadarannya, mungkin tidak bisa seketika orangnya kembali menjadi manusia normal, karena pikiran dan perasaannya sudah terlanjur beradaptasi dgn kondisi "sakitnya", orangnya harus dituntun dan diadaptasikan untuk ia kembali ke kehidupan normal.

Ibaratnya kita sudah membebaskan Tarzan dari hutan,
sesudahnya tidak bisa begitu saja ia beralih ke kehidupan normal manusia modern, karena pikiran dan perasaannya sudah beradaptasi dgn kehidupannya sbg manusia hutan
Ia harus dituntun dan diadaptasikan dgn kehidupan manusia yg normal

Tapi memang ada juga kasus2 yg sangat mengecewakan
dimana sesudah kita bantu bersihkan sumber2 penyebabnya ternyata pihak keluarganya tidak mau melakukan upaya yg lebih untuk membantu pemulihan si sakit, mungkin karena mereka berharap sesudah kita tangani kemudian si sakit bisa instan langsung normal lagi, atau mungkin juga mereka sudah pasrah dgn kondisi si sakit, atau mungkin mereka tidak percaya bhw kita sudah membersihkan sumber2 sakitnya, apalagi sesudah kita tangani itu si sakit tidak langsung tampak normal.


 A :     O iya kangmas, hampir lupa..
Tentang teknik membungkus / mengisolasi gaib dengan cakupan pada tubuh pasien yang kemudian visualisasinya makin diperkecil.

Apakah pagaran absolut itu harus disugestikan tajam dan terang bercahaya agar lebih kuat ? Bukankah ini bisa membuat tidak nyaman sukma pasien tsb ?
Atau cukup sugestikan dindingnya keras dan tebal dengan asumsi pagarannya akan lebih rendah kekuatannya dari pagaran absolut yang tajam-terang dan panas.
Atau biarlah dibuat tajam-terang dan panas tapi ketika selesai maka pagaran isolasinya segera kita buang jauh ?

Mohon pencerahannya kangmas..
Terimakasih

 J :     Mengenai pagaran absolut,
itu sih tinggal kemampuan kita saja, yg penting pagarannya harus lebih kuat daripada lawannya
kalau lawannya lebih kuat daripada pagaran absolut yg kita buat, ya terpaksa pagarannya ditambah lagi kekuatannya,
tapi kalau lawannya ternyata masih juga lebih kuat daripada pagaran absolut maksimal yg bisa kita buat,
ya terpaksa pagarannya ditambah lagi kekuatannya salah satunya dengan memberi efek panas atau energinya dibuat tajam.
tapi kalau kita sudah bisa membuat pagaran absolut yg kekuatannya lebih tinggi daripada lawannya,
itu sudah cukup, tidak perlu ditambah efek panas

Kalau pagaran absolutnya tujuannya untuk menangkap musuh, kalau lawannya sudah terkunci, langsung saja pagarannya dibuang beserta isinya.

Tapi kalau untuk memagari diri sendiri atau orang lain, adakalanya pagarannya ditempeli oleh gaib2 yg ingin masuk ke badan / kepala,
Itu terutama terjadi sesudah kita membersihkan orang yg pernah ketempatan mahluk halus.
Sesudah mahluk halusnya dibuang, kemudian ada mahluk halus lain yg ingin masuk menggantikan posisi mahluk halus yg sudah dibuang. Karena belum bisa menembus pagarannya, mahluk halusnya menempel di pagarannya menekan ingin masuk. Yg seperti itu pagarannya perlu ditambahkan efek panas atau energi di dindingnya dibuat tajam supaya pagarannya tidak ditempeli gaib.

 A :     Siip banget kangmas..
Dengan pencerahan2 kangmas ini justru membuat saya semakin menyadari
banyak PR yang harus dibenahi untuk memperbaiki kemampuan saya.

Wawasan saya semakin luas dan terbuka dengan pencerahan2 dari kangmas.
Akan saya jadikan rujukan baku apabila nanti melakukan pembersihan2 gaib.
Karena terkadang masalahnya tidak sesimple yang kita bayangkan di awal.
Justru dengan banyak menangani masalah2 begini jam terbang kita
semakin banyak, secara tidak langsung kematangan dan kesepuhan kita
bertambah luas serta dalam.
Mohon bimbingannya selalu.

Terimakasih sebesar-besarnya kangmas

 J :     Iya pak, semakin banyak kasus yg ditangani wawasan kita juga semakin bertambah.


_____



date: Fri, Feb 7, 2014
subject: Sedulur Papat yang Terpisah

 A
:    
Selamat Malam kangmas...
Mohon deteksiannya kangmas, saya coba untuk melihat sedulur papat istri saya (foto 1) dan ibu saya (foto 2)

Istri saya.
Sedulur papatnya masih 2.
Papat yang terpisah berada di gaib dijaga oleh sekelompok jin perempuan jahat 20 md.
Penguasa wilayah ini sesosok jin golongan hitam berkepala botak 50 krk.
Sedulur papat istri yang terpisah ini sepertinya menjadi budak di wilayah gaib itu ya kangmas ?

Ibu saya.
Sedulur papat di badannya masih 2.
Sedang yang dua lagi berada di wilayah gaib penguasaan jin / iblis tua 5000 krk.

Mohon crossceknya kangmas, apakah benar terawangan saya ?
Yang saya perhatikan dunia gaib kok seperti itu ya kangmas, remang2 / redup,  cahaya yang menyinari seperti matahari tapi tersaput awan. Atau malahan seperti bulan purnama yang tersaput awan ?

Terimakasih sebelumnya..

 J :     Terawangan bapak benar.
Kondisi sedulur papat mereka yg terpisah itu bisa mempengaruhi orangnya selalu berpikiran tidak baik. Karena kemungkinannya kondisinya complicated, tadi sudah saya bebaskan semua pak.

Suasana alam gaib kira2 seperti itu, ada yg seperti itu tapi tidak semuanya persis seperti itu.

terima kasih

 A :     Selamat malam kangmas...
Terimakasih banyak kangmas buat bantuannya membebaskan sedulur papat yang terpisah dari ibu dan isteri saya.

Tadi sore sudah saya crosscek dengan melihat langsung sedulur papat mereka, sudah komplit.
Istri saya malahan merasakan badannya agak berat dan kepalanya sedikit pusing, efek ketambahan energi sedulur papatnya yang menyatu.

Ada beberapa point yang ingin saya ketahui lebih lanjut, mohon pencerahannya kangmas.

1. Tentang yang kangmas katakan : kondisi sedulur papat mereka yg terpisah itu bisa mempengaruhi orangnya selalu berpikiran tidak baik.

Yang dapat saya mengerti adalah suasana di alam gaib dimana penguasanya adalah jin golongan hitam dan energinya negatif, dimana sedulur papat yang terpisah itu selalu berpikiran penuh kecurigaan dan
diliputi rasa was-was apalagi bila papatnya dalam kondisi ketakutan atau malahan mengalami penyiksaan terus-menerus.
Nah mungkin sinyal yang diterima sedulur papat di badan orangnya ini yang mengakibatkan suasana psikologis menyebabkan orangnya selalu berpikiran negatif.

2. Tentang sosok2 gaib dan angka2 kekuatan mereka di atas apakah sudah benar kangmas?
Sebab untuk kasus ini angka2 kekuatan gaib itu saya dapatkan berupa ilham di benak saya. Tujuan selanjutnya kan untuk menghimpun seberapa kekuatan yang kita perlukan untuk menghadapi lawan kita.

3. Apabila pada kesempatan lain saya ingin membebaskan sedulur papat yang terpisah dari seseorang yang wilayah gaibnya dalam penguasaan gaib jahat, agaknya memang harus kita lumpuhkan dulu penguasanya ya kangmas, sebab mustahil dengan cara persuasif kita minta secara baik-baik. Hehe..

Terimakasih sebelumnya kangmas..

 J :     Penguasa gaibnya sebenarnya bukan dari jenis bangsa jin, tapi dari jenis sukma / arwah.
Angka2 kekuatannya kira2 benar, walaupun masih ada selisih dgn perkiraan saya.
Semuanya sifatnya perkiraan saja, tidak sungguh2 akurat terukur.
Mudah2an selisihnya tidak banyak.

Orang yg sedulur papat terpisahnya sering diganggu / disiksa gaib biasanya ada kontak rasa yg bisa menyebabkan orangnya juga merasa takut, was-was, dsb, yg bisa mendorong orangnya berpikiran jelek.
Jadi berpikiran jeleknya itu bukan semata2 karena dipengaruhi oleh watak jeleknya si penguasa gaibnya, tapi karena ada dorongan dari orangnya sendiri yg merasa was-was atau takut.

Kalau memang kondisinya dikuasai oleh gaib lain memang terpaksa kita harus menundukkan penguasanya. Tidak akan mereka sukarela melepaskannya, apalagi kalau mereka merasa lebih kuat.
Karena itu bagi orang awam diperlukan juga adanya bantuan lain dari khodam jimat / pusaka atau khodam pendamping.
Kalau penguasanya dari jenis bangsa jin, mungkin bisa dirayu dgn sesaji.
Tapi kalau penguasanya jenis sukma / arwah, ya ... gak tahu juga yah
Lebih baik kalau orangnya tersambung doa permintaannya kpd Tuhan.

 A :     Selamat malam kangmas
Wah datang juga balasan emailnya, mohon maaf mungkin kangmas lagi sibuk banget sehingga saya gak mau nambahin kirim email yg lain.

Tentang penguasa gaibnya ternyata dari jenis sukma manusia, padahal yg terlihat dalam terawangan saya adalah bangsa jin. 
Yang jadi pertanyaan : apakah karena sinyal yg dikirim papat saya beserta papat orang yang dideteksi yang keliru, atau karena jenis sukma manusia punya kecendrungan utk menutupi keberadaannya dengan teknik halusinasi atau menarik gaib lain buat menutupi sosok dirinya ?

Kalau sekiranya kemungkinan kedua yang benar mungkin ini mjd tantangan bagi saya untuk lebih mempertegas gambarannya dengan lebih fokus.

Dari beberapa pengalaman saya terakhir ketika mencoba mendeteksi dan menyatukan sedulur papat, ada papat yang terpisah itu berupa satu sosok, kadang2 juga dua sosok dengan posisi tempat yang berbeda.

Mohon koreksinya kangmas
Maturnuwun..

 J :     Iya pak, emailnya ketelingsut, he he

Kemungkinannya yg kedua pak, karena jenis sukma memang lebih sulit untuk dilihat / dideteksi, apalagi kalau dia sadar sedang dideteksi, mungkin akan menyamarkan dirinya, ditambah lagi mungkin telusuran bapak tidak tuntas, hanya deteksian sesaat saja.

Sedulur papat memang ada kecenderungan untuk menyatu menjadi satu ketika mereka berada bersama di satu tempat.

terima kasih

 A :    
Terimakasih penjelasannya kangmas..

Memang dari beberapa kasus yg pernah saya coba tangani, ada yang ketika di alam gaib papat yg terpisah itu dua sosok, ada juga yg cuma satu sosok. 
Tapi khusus untuk yg menyatu menjadi satu sosok setelah saya bebaskan papat yg terpisah itu dan kembali ke raga orangnya, di badannya ternyata memang ada empat sosok.

Wah, buat saya pribadi banyak pengalaman unik yang menambah khasanah spiritual setelah menangani kasus2 melengkapkan sedulur papat yang terpisah ini, kangmas.


Beberapa waktu yang lalu saya pernah deteksi seseorang yang membuat saya miris karena banyak sekali orang yang kena dipengaruhinya sehingga menjadi tersesat.
Saya pernah deteksi di kepalanya ada sukma 2 md bapak2 berjubah dan bersorban spt orang pakistan. Pikir saya mungkin inilah penyesatnya.
Sukma itu saya isolasi dan saya buang, kemudian kepada orang ini saya beri pagaran absolut sekitar 100 krk.

Beberapa hari kemudian saya cek lagi ternyata di kepalanya ada lagi sukma bapak berjubah dan pagaran absolut saya kok hilang.
Setelah saya tanya ke sedulur papat orang ini rupanya pagarannya dimusnahkan oleh iblis bertanduk dua berbadan merah gelap. Kekuatannya sekitar 4000 krk.
Tadinya mau coba saya tangani...hehe... tapi sampai sekarang saya masih mikir2.
Apakah iblis ini lolos dari razia anggota komunitas kerajaan, kangmas ?

Terimakasih sebelumnya..

 J :    
Iya saya deteksi di dlm kepalanya memang ada yg bapak sebutkan itu, tadi sudah saya isolasi, tapi belum saya buang, hanya saya pinggirkan saja di depan kepalanya, sbg peringatan spy tidak dimasuki lagi oleh yg lainnya.
Yg bertanduk 4000 krk itu ada di belakang orangnya, barusan juga sudah saya isolasi, tapi juga tidak saya buang.
Memang jenis itu masih banyak yg berkeliaran, karena dulu tidak ikut berperang dan karena ada yg dulu ikut berperang tapi berhasil melarikan diri.

Memang saya juga mendeteksi ada banyak orang yg disesatkan, dari berbagai kalangan dan agama.
Kalau orangnya itu berada di dalam sebuah ikatan dan sistem yg terorganisir, mungkin pengaruh penyesatannya tidak meluas, karena akan mendatangkan reaksi dari yg lainnya.
Tapi kalau orangnya tidak berada di dalam sistem, yg orangnya bekerja sendiri dan punya pengikut sendiri, yg seperti itu penyesatannya bisa meluas.

Kasihan sekali mereka yg agamis dan yakin berketuhanan, ternyata diri mereka sendiri sudah disesatkan.
Lebih baiklah kalau orangnya sesat dari dirinya sendiri, karena itu adalah keputusan dan tanggung jawabnya sendiri, daripada sesat karena disesatkan tapi tidak tahu kalau dirinya sesat dan sudah berhasil disesatkan.

 A :    
Ya benar kangmas, justru mereka merasa mendapat pencerahan dari Tuhan padahal itu sebenarnya adalah penyesatan.
Bagi orang awam yang sudah berketuhanan dengan benar mungkin yang diperlukan adalah kesadaran tertinggi tentang keimanannya kepada Tuhan agar terjaga dari setan2 penyesat ini.

Kalau rasa saya sih sepertinya iblis 4000 krk di belakangnya ini adalah bagian dari suatu sistem, karena mengingat kekuatannya yang lumayan besar untuk "mengawal" orang sekelas dia ini yang pengaruh dan daya pesonanya bisa membuat banyak orang mudah sekali terpikat dengan kotbahnya sehingga akhirnya menanggalkan keimanannya dan berpaling.

Terimakasih.

 J :     Mungkin masing2 orang ada kelasnya sendiri2 ya pak

Kadang2 fanatisme yg dianggap sbg kekuatan iman dan agama justru menjadi petaka ketika orangnya tidak tahu bahwa ia sudah salah jalan, karena tidak bisa melihat dan menerima kebenaran lain selain kebenarannya sendiri.


_____



date: Mon, Mar 10, 2014
subject: Pedang Gaib ?

 A :    
Selamat malam kangmas

Mohon deteksiannya, saya kok merasa seperti menyandang pedang di punggung.
Dan pedangnya dipakaikan setelah jubah.

Terimakasih sebelumnya...

 J :     Kelihatannya itu tongkat / tombak yg dulu ditaruh di rumah bapak.


 A :     selamat malam kangmas
terimakasih atas balasan emailnya...

Mau bertanya kangmas, kalau sukma manusia yg sudah manunggal itu tampak seperti apa ya..?
Seorang teman kristiani pernah bertanya tentang fenomena gaib yg ia alami sewaktu berdoa.
Setelah coba saya terawang, ia didatangi dua sukma biarawati. Setelah coba saya fokuskan pandangan dan pertegas gambarnya, nampak pada keduanya sosok burung merpati putih dan terang.
Apakah mungkin itu tanda bahwa sukma mereka termasuk yg sudah manunggal dengan Tuhan?

Terimakasih sebelumnya kangmas

 J :     Mungkin saat itu teman bapak itu tersambung doanya dengan Tuhan.


 A :     Ya kangmas, terimakasih..
Kalau boleh mohon dicek kangmas..
Di kening saya seperti nampak tanda putih, saya tidak tahu itu tanda apa, atau hanya halusinasi saya saja.
Terimakasih sebelumnya.

 J :     Kelihatannya Dewa Wisnu membukakan cakra mata ketiga bapak supaya bapak bisa melihat gaib,
tapi apakah bapak skrg sudah bisa melihat gaib seperti harapan beliau hanya bapak saja yg tahu.
terima kasih

 A :     Ya kangmas, terimakasih
Saya sih merasa akhir2 ini ada peningkatan dalam kemampuan melihat gaib. Tapi sejauh manakah peningkatan kemampuan saya ini terhadap harapan Dewa Wisnu saya belum mengetahuinya.


_____



date: Wed, Mar 19, 2014
subject: Pagaran Seluas Lapangan Bola

 A :    
Selamat malam kangmas

Mohon koreksinya buat pagaran memfilter di sekitar tempat usaha saya. Saya bentuk kubah besar dengan ukuran sekitar 90 meter x 70 meter, seluas lapangan sepak bola.

Sepertinya diperlukan penurunan energi yg luar biasa besar untuk membentuk dinding dan mengisinya dengan energi positif.

Ide ini berangkat dari rasa capek akibat selalu berurusan dengan gaib2 keroco yg selalu mengganggu warung. 
Walaupun mereka tdk bisa menembus pagaran absolut di warung saya, tetapi energi mereka tetap berpengaruh thd aura di luar pagaran absolut.
Akhirnya saya hadang saja mereka di lingkaran terjauh radius 50 meter di luar warung.

Terimakasih sebelumnya.

 J :     Iya pak ada pagarannya seperti yg bapak katakan, sifatnya absolut 1 KRK, bentuknya kubah setengah
bola. Mudah2an tidak ada yg masuk lewat bawah tanah.

Kelihatannya efektif untuk menahan khodam2 kiriman orang lain yg biasanya kekuatannya di bawah 1 KRK, tapi yg jenis sukma harus dihadapi sendiri karena biasanya kekuatannya lebih dari 1 KRK.

Pagarannya berisi energi positif, netral.
Kalau untuk tempat usaha sebaiknya ditambahkan aura yg baik untuk mendorong orang senang mampir berbelanja / makan.

terima kasih

 A :     Selamat malam kangmas
Terimakasih buat penjelasannya.

Sebenarnya sugesti awal saya adalah membuat pagaran filter, kok malah jadinya pagaran absolut.

Wah, saya nggak kepikiran kalau makhluk halus juga bisa mengambil jalan lewat bawah tanah.
Kenyataannya terkadang juga masih saya dapati gangguan dari makhluk halus begundal2 tsb di dalam kubah. Kemungkinan mereka menembusnya dari bawah tanah.

Mungkin karena seringnya kemasukan gaib2 begundal akhirnya kekuatan pagaran saya tambah terus sehingga tanpa sadar dan gk disengaja sugestinya terbayang menjadi pagaran absolut.

Kalau yg sekarang ini bagaimana kangmas, mohon koreksinya.

Saya bentuk 2 kubah.
Kubah pagaran pertama berdiameter 25 meter, pagarannya filter energinya positif dan saya pancarkan energi pengasihan. Di dalam pagarannya saya tambahkan aura buat kenyamanan.
Kubah kedua berdiameter 100 m, pagarannya juga memfilter dengan energi positif utk menolak gaib negatif dan golongan hitam. Di dalam pagarannya saya isi energi positif.
Di bagian bawah kedua pagarannya juga saya lapis energi positif buat memfilter.

Pada lampiran, foto tampak depan di seberang jalan ini merek dagang saya adalah SB.

Terimakasih sebelumnya

 J :     Pagaran yg di bawah seharusnya absolut juga supaya tidak diterobos.
Skrg ini di warung bapak berdiri bangsa jin tinggi besar melebihi tiang listrik.
Coba dicek pak.

 A :     Terimakasih kangmas..
Iya kangmas, saya kecolongan...barusan saya singkirkan.
Sekarang bagian bawahnya sudah saya perkuat mjd pagaran absolut, kalau dinding kubahnya memang saya sugestikan hanya memfilter saja.
Bagaimana pendapat kangmas..

 J :     Jinnya itu sih sebenarnya tidak mengganggu, mungkin cuma tertarik saja pada pagarannya.
Skrg kelihatannya kondisinya sudah bagus.
thanks

 A :     Ya kangmas, terimakasih.
Pantas saja semalam saya mimpi memasukkan jin ke dalam toples...hehe

Tentang dinding pagaran pada kubah besarnya saya buat sekedar memfilter bagaimana menurut kangmas..?
Salah satu pertimbangannya karena usaha2 tetangga saya di sebelah2 juga saya perhatikan ditunggui khadam baik positif maupun golongan hitam dan berenergi negatif.
Nah, kalau saya buat pagaran memfilter kan yg berjenis positif masih bisa bertahan.
Sementara yg menggunakan jasa golongan hitam atau berenergi negatif...terpaksa deh mereka cari jasa spiritualis lain.

 J :     Untuk keperluan sehari2 pagarannya sudah cukup baik.
Tapi mungkin selain masih perlu menambahkan lagi energi positif supaya orang suka mampir makan dan berbelanja, perlu juga bapak tambahkan pagaran positif memfilter yg padat isi energinya sampai ke seberang jalan untuk meminimalisir efek berkesiurannya energi dari putaran mobil di depan warung yang lama-kelamaan mengikis habis energi positif di dalam warung.
terima kasih

 A :     Ya kangmas, terimakasih penjelasannya.
Memang tentang keseimbangan pagaran berikut energinya juga terlintas dlm pikiran saya, karena desiran lalu lalang kendaraan juga merupakan suatu bentuk energi. Akan saya perbaiki lagi kualitas pagarannya.

Mohon krosceknya untuk yang satu ini kangmas. Tapi sebelumnya saya mohon maaf...
apakah ada tanda baptis di dahi saya, karena rasanya saya seperti melihat tanda salib putih ?

Terimakasih sebelumnya..

 J :     Maaf bapak, sampai sekarang saya belum melihat adanya tanda baptisan di dahi bapak.
terima kasih

 A :     Ya kangmas, terimakasih banyak buat deteksiannya.
Buat pribadi saja kangmas, mohon nasehat dan pitutur bijak dari kangmas...

Kangmas pernah mengatakan kepada saya: "... Saya tidak mengarahkan kepada bapak agar minta dibaptis kepada pastur / pendeta..."
Sementara kepada teman pembaca yg lain, seingat saya kangmas pernah menyarankan kpd yg bersangkutan agar minta dibaptis ulang kepada pastornya, karena pada baptisan pertama, kangmas tidak mendeteksi adanya Roh Kudus.
Jujur, saya agak bingung utk memaknainya..?

Apakah saya yg agak lola utk memahami kalimat kangmas "hubungan yg pribadi" antara manusia dan Tuhan ketika si manusia "mulai mendekat dan bersungguh2 kepada Tuhan".

Untung saja saya sempat membaca obrolan tentang seorang teman yg dibaptis langsung oleh Yesus. Tapi mungkin dgn berbagai pertimbangan kangmas akhirnya men-delete.
Nah, terinspirasi oleh pengalaman teman pembaca itu, terkadang pada saat saya berdoa kepada Tuhan, saya memohonkan agar Tuhan mengirimkan Roh Kudus kepada saya utk mjd Penolong dan Penghibur, penunjuk jalan kepada Tuhan.

Jujur, dalam hati kecil saya ingin sekali diakui sebagai anak Allah...tapi mungkin Tuhan punya rencana lain kpd saya. Dan saya juga merasa, terlalu banyak dosa dan aib saya di masa lalu, masa dimana saya sering bersundal dengan tuhan yg lain.
Dalam doa kepada Tuhan, saya juga menerima dan mengakui kesalahan masa lalu, sungguh2 ingin bertobat, dan bilamana kesulitan2 ini akibat dari dosa lalu dan bentuk hukuman Tuhan, saya akan terima dengan sabar.

Karena saya ingat dengan Firman Yesus, bukankah tabib itu datang kepada orang yang sakit.... Saya adalah orang sakit, dan saya ingin sembuh. Dan saya percaya kepada Kasih dan Janji Tuhan.

Terkadang juga malu hati kepada Tuhan utk berulang2 memohon anugerah Roh Kudus, karena mungkin di mata Tuhan saya belum layak.
Sementara, utk menerima baptisan kepada Romo cenderung agak ribet, mesti ikut katekumen 2 tahun. Sedang utk masuk kelas setiap minggu...hehe saya kok merasa
kurang mampu lagi.
Mungkin inilah beban duniawi saya.
Dan juga saya terpikir seolah2 saya ikut katekumen hanya sekedar pamrih mencari tanda baptis.
Lagi2 saya malu kepada Tuhan utk pamrih ini.

Ada juga seorang teman yg mengajak saya utk datang ke pastur teman akrabnya, agar gak perlu katekisasi dan langsung dibaptis. Utk yang terakhir ini saya tambah malu kepada Tuhan.

Bagi saya, kristen dan katolik atau ortodoks atau apapun sektenya bukanlah satu2nya tujuan...karena dari kangmas saya memahami dengan benar ajaran Yesus Kristus dalam injil / keselamatan dan jalan Ketuhanan.

Pilihan agama bagi saya adalah hubungan sosial / kemasyarakatan, karena orang beragama kristen / katolik atau apapun namanya belum tentu mengantarkan dirinya kepada Tuhan, dan belum tentu menjadi pribadi yang layak di mata Tuhan.

Pertanyaan tentang tanda baptis pada email saya sebelum ini muncul ketika seorang teman yg bisa melihat gaib melihat tanda sayap merpati pada dahi saya.
Akhirnya utk memastikannya, saya bertanya kepada kangmas.

Mohon maaf kangmas kalau email saya kepanjangan. Tentang balasannya kangmas tidak perlu buru-buru....selonggarnya waktu kangmas saja.

Terimakasih sebelumnya..
Selamat malam.


 J :     Masing2 perkataan dan nasehat saya kepada orang lain ada konteksnya sendiri2, ada latar belakangnya
sendiri2.

Ada orang yg sudah sejak lahirnya beragama kristen karena lahir di keluarga kristen. Orangnya sendiri merasa dirinya kristen. Sayang sekali kalau kekristenannya itu tidak lengkap hanya karena dirinya tidak mempunyai tanda baptisan. Karena itu jika orangnya memang mantap kepada agama dan ketuhanannya itu saya menganjurkan supaya ia minta dibaptis ulang.

Ada orang lain lagi yg non-kristen, tapi ia sudah percaya kepada Tuhan dan Yesus dan sudah juga mempelajari ajaran dan firman2Nya.

Ada juga orang yg diberiNya tanda2 sebagai bukti bagi orangnya bahwa ia sudah terhubung dengan sesuatu yg illahi, yg bukan duniawi. Itu adalah tanda bahwa Tuhan sendiri sudah membuka diriNya kepadanya yang kalau ia bersungguh2 kepada Tuhan, maka ia akan terhubung dengan Tuhan yg benar, bukan dengan tuhan2 palsu. Saya sendiri tidak menyuruh dia masuk kristen, karena dia sendiri masih belum mampu menanggung beban tekanan dunia ini. Tapi atas kesungguhan hatinya itu Allah sendiri yg turun tangan membaptis dirinya, melangkahi birokrasi agama di dunia manusia. Itu juga bukti bahwa Allah ada di atas agama, tidak di bawah agama. Allah yg berkuasa atas agama, bukan manusia.

Sejak awal saya tidak bermaksud mengajak orang masuk agama kristen. Saya juga tidak sedang berdakwah agama, apalagi menjual agama, karena agama saja tidak cukup. Lagipula itu akan menimbulkan banyak pertentangan di dunia manusia dan juga bagi saya sendiri itu adalah suatu kemunduran jika saya berorientasi kepada agama, karena agama itu derajatnya rendah bagi orang2 yg sudah mengenal Tuhan, karena Tuhan lebih daripada agama. Tapi juga jangan kita mengabaikan agama, karena agama itu adalah juga sarana kita berketuhanan. Tuhan dan agama masing2 ada tempatnya sendiri2, jangan disamakan dan jangan dicampur-adukkan.

Sejak awal saya hanya ingin mengenalkan Tuhan yang benar kepada semua orang sesuai pengetahuan saya pribadi tentang Tuhan. Saya tidak mengajak
orang masuk agama, tapi saya ingin orang benar2 mengenal Tuhannya yg benar, kemudian datang sendiri dan beribadah kepadaNya dengan jalan yg benar. Selanjutnya terserah orangnya itu sendiri sejauhmana ia akan berketuhanan, karena itu akan menjadi hubungannya yg pribadi dgn Tuhan.

Saya pribadi, sekalipun juga beragama, tapi saya tidak menempatkan diri saya di bawah agama. Saya tidak mengabaikan agama, tapi saya juga tidak mau mengikat diri pada agama jika itu (dan aturan2nya) menghalangi / merintangi saya datang kepada Tuhan. Secara pribadi agama dan ketuhanan adalah jalan saya kepada Tuhan, saya tidak mengabaikannya, tetapi hubungan saya yang pribadi dengan Tuhan lebih daripada agama. Itu berbeda dengan orang2 yg menganggap hubungannya dengan Tuhan hanya sebatas agama saja, sehingga mereka akan mempertuhankan agama.

Saya memahami kekecewaan bapak dan memahami juga beratnya bapak menanggung beban tekanan dan rintangan dunia ini untuk bapak melaluinya untuk bisa datang kepada Tuhan. Tapi kesungguhan niat dan usaha bapak itu mendapatkan poin tersendiri di mata Tuhan, apalagi kalau bapak benar2 mampu menanggung dan melaluinya. Tidak akan ada yang sia2.

Kepada bapak dan semua orang yang mengalami sama dengan bapak saya memberikan nasehat seperti yg sudah tertulis di dalam :
Injil Matius 13,
Markus 4,
Lukas 8,
yaitu perumpamaan mengenai benih Firman tentang Kerajaan Sorga (Tuhan) yg ditaburkan kpd banyak orang.

Ada
benih itu yg jatuh di pinggir jalan, ada yg jatuh di tanah berbatu, ada yg jatuh di semak-semak, dan ada yg jatuh di tanah yg baik.

Yang dimaksudkan dengan tanah tempat menabur benih firman Tuhan itu adalah kita sendiri, manusia.

Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengar firman itu, kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.

Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang yang setelah mendengar firman itu kemudian menerimanya dengan gembira, tetapi firman itu tidak berakar, mereka percaya
sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.

Yang jatuh di semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu yang dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh tekanan hidup dan kekuatiran atau kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah kepercayaan yang matang, atau malah tidak berbuah.

Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang yang setelah mendengar dan menyambut firman itu menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan. Ada yang berbuah tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.

Saya berharap bahwa bapak dan semua orang yang mengalami sama dengan bapak mampu membentuk diri menjadi tanah yg baik yang setelah menerima firman itu kemudian percaya dan menghasilkan buah-buah kepercayaan dan imannya tidak layu di dalam pencobaan dan tekanan dunia.


Mengenai kesulitan bapak yg lain itu juga dialami oleh orang lain juga.

Memang ada orang2 yg berusaha menjaga kesakralan baptisan suci, sehingga baptisan itu hanya mereka berikan kpd orang2 yg menurut mereka sudah benar2 matang di dalam kepercayaannya kepada Yesus, Tuhan dan Firman2Nya.

Tetapi mungkin ada juga orang yg bukan semata2 ingin menjaga kesakralan baptisan suci, tetapi karena menganggap agamanya eksklusif kemudian bermegah diri menciptakan aturan tentang baptisan dan keanggotaan yg aturan itu tidak boleh dilanggar. Yang seperti itu akan sama dengan yg tertulis di dalam Perjanjian Baru: Matius: 23:13 tentang orang2 yang menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Mereka sendiri tidak masuk ke dalamnya dan mereka merintangi orang lain yang berusaha untuk masuk.

Tetapi sama dengan firman perumpamaan jika ada yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersamanya sejauh dua mil. Jangan itu sengaja dipertentangkan dan jangan itu dijadikan masalah yg memberatkan.

Kepada bapak dan semua orang yang mengalami sama dengan bapak saya menganjurkan supaya mencari solusi yg memudahkan jalan berketuhanan dan jangan sampai kesungguhan dan kepercayaannya itu suam2 kuku.

terima kasih


 A :     Ya kangmas, terimakasih banyak untuk nasehat dan pituturnya.
Sungguh sangat bermakna dan merupakan mutiara hidup.

Terhadap birokrasi agama di dunia ini memang terkadang membuat saya sedikit masygul.
Secara pribadi sebenarnya saya tidak terlalu kecewa, hanya agak bingung saja dengan alasan2 yang mereka kemukakan.
Dan terhadap setiap pertanyaan2 pihak gereja yang menanyakan alasan saya ingin mengimani injil, saya hanya menjawab formil2 saja...perjalanan rohani dan ketuhanan. 
Karena tidaklah mungkin saya jabarkan alasannya berupa hal2 spiritual yg tingkatannya tinggi atau pengetahuan kegaiban2 yg mereka tidak akan mampu mencernanya.
Saya menyadari yang saya dapatkan dari kangmas adalah suatu pengetahuan spiritual tingkat tinggi. 

Dan saya memang harus mengikuti regulasinya.

Pertanyaan saya ini juga sebenarnya juga titipan seorang teman.
Dirinya mengalami hal yang lebih galau dari saya.
Di umurnya yang menginjak kepala 6, dia belum dibaptis. Padahal dia terlahir dari keluarga katolik, dan semua saudaranya sudah dibaptis, bahkan kedua anaknya pun sudah mendapat baptisan.
Mungkin karena kesibukan duniawinya sehingga dia "tercecer".
Dan ketika kesadarannya penuh untuk mendapat pengakuan anak Allah dan ingin dimateraikan, kembali soal katekumen yg menjadi penghalang.
Mungkin suatu saat nanti dia ingin ngangsu kawruh dengan kangmas.

Tapi nasehat kangmas memang harus saya tindak lanjuti.
Jika ada orang yang memaksamu berjalan satu mil, maka berjalanlah bersamanya dua mil.
Seperti dalam Mat 13: 45-46...saya belum menjual apapun untuk mendapatkan mutiara itu.
Saya belum melakukan sesuatu yang berarti untuk membuktikan kekerasan hati saya.
Mungkin Tuhan ingin melihat totalitas saya.
Dan saya akan menebalkan tekad serta memohon Tuhan membimbing langkah saya kepadaNya.

Terimakasih sekali lagi kangmas untuk bimbingannya yang berharga ini, dan mohon doa restu selalu.

Selamat malam.


 J :     Untuk urusan keagamaan mungkin akan lebih baik kalau kita menjawabnya secara keagamaan juga,
jangan dengan sudut pandang lain, karena tidak semua orang bisa menerima sesuatu yg lain walaupun mereka tahu itu benar. Ada juga orang yg lebih suka kita fokus pada konteks yg lebih sempit lagi, yaitu hanya sebatas gereja mereka saja, bukan pada kepercayaan dan keagamaan kristen secara umum.

Kepada bapak, teman bapak dan semua orang yang mengalami sama dengan bapak saya menganjurkan supaya mencari solusi yg memudahkan jalan berketuhanan dan jangan sampai kesungguhan dan kepercayaannya itu menjadi layu karena banyaknya rintangan.

terima kasih

 A :     Ya kangmas, terimakasih buat nasehat dan anjurannya...akan saya tindaklanjuti.
Selamat malam kangmas.

 J :     Selamat malam pak.


______



date: Fri, May 9, 2014
subject: Belajar Hikmat

 A :    
Selamat pagi dan salam sejahtera kangmas..
Mohon penjelasannya kangmas tentang hikmat.
Amsal :
1:7. Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.
1:20. Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya,
14:33. Hikmat selalu ada di dalam pikiran orang berbudi; tapi tertindas dalam pikiran orang bodoh.
19:20. Jika engkau suka belajar dan mendengar nasihat, kelak engkau menjadi orang yang berhikmat.

Yeremia 10:12. TUHAN menciptakan bumi dengan kuasa-Nya, membentuk dunia dengan hikmat-Nya, dan membentangkan langit dengan akal budi-Nya

Apakah hikmat itu ada bersama dengan Firman Allah, ataukah hikmat itu ada bersama Roh Agung Alam Semesta..?

Kalau dikatakan sumber hikmat yang tertinggi adalah dari Tuhan, apakah semisal kita mendengarkan khotbah dan membuka2 buku pengetahuan, atau seperti membaca2 web kangmas ini juga bisa disebut belajar hikmat walau bukan dari sumber yg tertinggi ?

Terimakasih sebelumnya kangmas.
Selamat pagi...


 J :     Hikmat di tulisan itu bisa diartikan pengetahuan dan kebijaksanaan yang diberikan Tuhan kepada
manusia.

Sebagian hikmat terkandung di dalam "Cahaya"-Nya yang terpancar ke seluruh penjuru bumi sehingga manusia di seluruh bumi dimana pun mereka berada bisa memiliki kebijaksanaan ketuhanan, tentang Tuhan sebagai Penguasa Alam (Roh Agung Alam Semesta) dan tentang pengetahuan duniawi.

Pada masa sekarang kita memahami bahwa ada tangan2 gaib yang ikut bekerja dan berperan di dalam kehidupan manusia, yang memberikan hikmat / inspirasi / pengetahuan / kebijaksanaan.
Tetapi Hikmat yang tertinggi adalah yang diberikan langsung kepada manusia dari Tuhan, langsung dari Pribadi2 yang menjadi Tuhan.

Dari kita mendengarkan khotbah, membuka2 buku pengetahuan, atau membaca2 web saya ini bisa juga disebut belajar hikmat / pengetahuan / kebijaksanaan, walaupun bukan langsung dari sumber yg tertinggi.
Sesudahnya seharusnya kita membuka diri lagi untuk meminta dan menerima hikmat dari sumber hikmat yg tertinggi, Tuhan.

Hikmat selalu ada di dalam pikiran orang berbudi; pada orang2 sepuh dan bijaksana, tapi tertindas dalam pikiran orang bodoh.
Semua orang merasa dirinya berbudi, merasa pintar, merasa mengerti hikmat dan memiliki kebijaksanaan.
Tapi itu sifatnya hanya pemikiran sempit manusia saja, yang dirinya merasa pintar, merasa tahu, sehingga manusia tidak mampu menelisik sesuatu yang sifatnya "dalam" sekaligus "tinggi", hanya mampu mengetahui sebatas kulitnya saja tapi merasa sudah tahu.

Hikmat tertindas dalam pikiran orang bodoh.
Hikmat tidak tumbuh subur di dalam pikiran orang2 bodoh, yang membodohi dirinya sendiri dengan dirinya merasa pintar, merasa tahu. Itu yang di dalam agama kristen disebut kedegilan.

Itu juga yang membuat manusia jauh dari pengenalan dan pengetahuan yang benar tentang Tuhan, tapi dirinya merasa tahu dan mengerti.

Hikmat tumbuh subur pada orang2 yang suka belajar dan mendengar.



 A :    
Selamat malam kangmas.
Ada yang ingin saya tanyakan lebih lanjut, kangmas...mohon penjelasannya.

Dikatakan bahwa sumber hikmat yang tertinggi adalah dari Tuhan, langsung dari Pribadi2 yang menjadi Tuhan. Berarti kebenaran Hikmat yang tertinggi adalah yang dari Tuhan atau Pribadi2 yang menjadi Tuhan.

1. Apakah boleh saya menyimpulkan bahwa hikmat itu identik dengan kebenaran ? Kebenaran yang hakiki (intisari) tentang pengetahuan, kebijaksanaan, termasuk juga pengetahuan tentang Ketuhanan.

2. Misalnya kita mendengarkan hikmat dari bukan sumber yang tertinggi (Tuhan), seperti orang bijak, cendekia, atau bahkan dewa, apakah itu berarti kadar kebenaran dari hikmatnya menjadi kurang karena bukan berasal dari sumber hikmat yang tertinggi ?

Yang saya pahami bahwa seperti Rasul Petrus dan Rasul Paulus dan juga seperti Nabi Yehezkiel dan Nabi Yesaya, masing2 mempunyai latar belakang dan gaya / masa kehidupan yang berbeda yang tentunya juga mempengaruhi cara / gaya bahasa mereka mengajarkan hikmat.
Nah, tentunya ini sedikit banyak bisa menjadikan persepsi yg bias bagi para pendengar / penyimaknya.
Hal yang sama juga berlaku untuk orang2 jaman sekarang.

Yang kangmas katakan: Sesudahnya seharusnya kita membuka diri lagi untuk meminta dan menerima hikmat dari sumber hikmat yg tertinggi, Tuhan.
Akan menjadi masalah terhadap orang2 yang belum mengerti bagaimana menyambungkan diri dengan Tuhan, atau lebih berat lagi bagi orang2 yg tidak mengerti kepada tuhan mana yang akan ia terhubung.
Saya pribadi mengalami hal yang semacam itu, kangmas.

Manakala saya ingin mengetahui dan mendengar jawaban pertanyaan2 (apakah itu tentang spiritualitas ketuhanan, atau tentang Firman2 dalam Perjanjian Lama dan perjanjian Baru) dari sumber Hikmat yang
Tertinggi (Tuhan).
Saya cukup menyadari dan "menakar diri sendiri" yang belum mempunyai berkat Roh Kudus baptisan sehingga terkesan ragu2 menerjemahkan setiap lintasan2 ilham dalam batin saya, walaupun saya cukup yakin (dlm rasa saya) sudah tersambung dengan Tuhan.
Jadi masalahnya saya kurang percaya diri menerima ilham2 dalam batin atas pertanyaan2 yang saya tanyakan kepada Tuhan, walaupun saat itu saya yakin sudah tersambung dengan Tuhan. Kurang pede-nya karena menyadari saya memang belum dibaptis. Bukankan Roh Kudus pada baptisan bisa mjd "penghubung" antara manusianya dengan Tuhan.

Mungkin bisa saya berikan contoh kasusnya kangmas:

A. Tentang maksud perumpamaan kantong anggur dalam Mat 9: 16-17.
Saya pernah bertanya kepada Yesus tentang FirmanNya itu.
Yang terlintas dalam batin saya bahwa seseorang yang sudah percaya / iman kepada Tuhan harus mau meninggalkan gaya hidup yang lama dan menerima tubuh barunya (selaras dengan Tuhan) agar jiwanya bisa selamat.
Waktu itu saya masih bingung dan ragu2 kangmas dengan lintasan dalam benak saya itu.
Tetapi beberapa waktu kemudian ada rekan pembaca (kalau gak salah di obrolan kebatinan-8) yang menanyakan hal yg sama kepada kangmas.
Menyimak jawaban kangmas kepada rekan itu saya menyimpulkan bahwa jawabannya secara garis besar sama dengan yang terlintas dalam pikiran saya dulu.

B. Tentang ayat2 berbau pornografi di Perjanjian Lama.
Karena saya pernah mengalami dipojokkan oleh beberapa teman tentang ayat2 tersebut dalam PL.
Saya pernah bertanya kepada Bapa tentang maksud ayat2 tersebut.
Ketika ada rasa tersambung dengan Tuhan, yg mengalir dalam benak saya adalah, bahwa Tuhan adalah Kudus, sifat dan kecendrungan tentang nafsu syahwat dan birahi adalah pada manusia, sehingga Tuhan bebas dari birahi. Sehingga tidak patut berpikiran bahwa Tuhan juga berpikiran mesum seperti manusia.

Ayat2 seperti dalam kisah Yehezkiel justru menggambarkan bagaimana geram dan murkanya Tuhan terhadap bangsa israel yang bersundal/berselingkuh dengan sesembahan lain yang dianggap tuhan meninggalkan YAHWE, Tuhan Semesta Alam.

Setelah itu saya membuka2 web tentang kristologi dan kajian2 ayat2 Alkitab. Jawaban mereka di web2 itu tidak sama, atau sedikit2 yang menyerempet dari jawaban yang terlintas dalam benak saya ketika saya bertanya kepada Tuhan.
Jawaban yang umum di beberapa web adalah bahwa gaya satir adalah gaya bahasanya Nabi Yehezkiel, sehingga adalah wajar bila nabi Yehezkiel mengungkapkan dengan kalimat2 berbau pornografi ketika menerima ilham dari Tuhan.

Nah, untuk kasus yang kedua ini apakah sudah tepat juga kita mengambil kebenaran pendapat (berhikmat) seperti apa2 yang dituliskan dalam web tersebut ?

Mohon penjelasan dan koreksinya kangmas.
Terimakasih sebelumnya.
Selamat malam.


 J :    
1. Arti kata Hikmat .........
Di tulisan berjudul Bharatayudha Di Alam Gaib saya pernah memberikan penjelasannya kpd seorang pembaca. Berikut ini saya tampilkan lagi jawaban saya itu dgn ditambah sedikit editan.

Hikmat jangan diartikan sempit sebagai Kebenaran, atau Kebenaran Tuhan, jangan dogmatis.
Kebenaran Tuhan adalah apa yang sudah difirmankan Tuhan.

Tuhan memang adalah sumber Hikmat yang tertinggi, tetapi jangan dianggap hikmat yg tidak langsung berasal dari Tuhan kadar kebenarannya lebih rendah.

Hikmat yang dari Tuhan lebih diutamakan untuk hal2 yang bersifat ketuhanan dan atas sesuatu yang berada jauh dari jangkauan pikiran manusia untuk mengetahuinya. Tetapi tidak menutup kemungkinan hikmat Tuhan itu diberikan juga untuk hal2 yang bersifat duniawi.

Misalnya saja pengetahuan tentang isi alam semesta.
Pengetahuan itu menjadi bahan penelitian dan memicu perkembangan ilmu pengetahuan manusia, tetapi orang2 yg tidak bergelut dalam penelitiannya bisa juga mengetahui isi alam semesta dengan dirinya menerima Hikmat yang dari Tuhan.

Begitu juga dengan virus dan bakteri, orang2 yg tidak bergelut dgn kedokteran dan laboratorium biologi bisa juga mengetahui bentuk dan wujud virus dan bakteri, tanpa perlu mikroskop, dan bisa juga tahu bagaimana solusi penanganannya.

Hikmat yg dibutuhkan manusia adalah sesuai konteksnya sendiri2. Ada hikmat keduniawian, ada juga kihmat ketuhanan. Tidak semua hikmat harus langsung berasal dari Tuhan, karena detail isi kehidupan manusia tidak semuanya terkait langsung dengan Tuhan. Minimal orang memiliki kebijaksanaan untuk tidak memaksakan kebenarannya sendiri, karena mungkin saja ada kebenaran lain yang tidak sama dengan kebenaran menurut pendapatnya. Dengan demikian ilmu pengetahuan bisa terus berkembang, tidak terhambat oleh adanya sikap2 fanatis dogmatis.

Secara kamus umum Hikmat diartikan sbg kemampuan untuk berpengertian dan mampu memahami sesuatu dgn benar dan berakal budi.

Arti kata Hikmat yg saya maksud adalah kemampuan orangnya sendiri untuk menyelami maksud, arti, makna dari sesuatu yang sifatnya tinggi dan dalam yang akan sulit sekali diketahui oleh manusia dengan mengandalkan pikirannya sendiri, dan itu lebih daripada sekedar kebijaksanaan atau kepandaian.

Hikmat sangat dibutuhkan untuk bisa memahami suatu masalah atau pengetahuan yang sifatnya dalam atau tinggi dan yg berdimensi tinggi, apalagi yg bersifat ketuhanan, karena kemampuan berpikir manusia sifatnya terbatas, tidak semua orang mampu menyelami sesuatu yg tinggi.

Kebijaksanaan atau kepandaian saja tidak cukup untuk bisa memahami isi dari sesuatu yg sifatnya tinggi dan dalam,
terutama untuk hal2 yg bersifat ketuhanan, apalagi bila hanya menonjolkan keyakinan sendiri saja, menonjolkan fanatisme, atau yg dogmatis selalu mengkait-kaitkan sesuatu dgn agama.

Hikmat harus dibangun, bukan dengan mengedepankan kebijaksanaan dan kepandaian pribadi, tetapi terutama adalah dengan menyesuaikan pemahaman / pengertiannya dengan sesuatu yang menjadi sumber pengetahuannya. Sesudah itu barulah dinalar dengan pikiran.

Artinya, atas suatu objek pengetahuan tertentu orang harus mau
menyesuaikan pemahaman / pengertiannya, mau menanyakan penjelasannya kepada sesuatu yang menjadi sumber hikmat / pengetahuannya. Sesudah itu barulah dinalar dengan pikiran.

Menggali hikmat artinya kita menggali kemampuan kita untuk berhikmat.

Kalau hanya mengandalkan kebijaksanaan / kepandaiannya sendiri,
apalagi pada orang2 yg egosentris, ia bisa salah mengerti, akan mudah salah paham, merasa tahu tapi ia tidak tahu bahwa ia sudah salah paham, atau malah sudah tersesat pengetahuannya.

Orang2 yg memiliki hikmat akan mudah berpengertian atas suatu pengetahuan yg dalam, sedikit saja ditambahkan pengetahuan kpd mereka, kebijaksanaan dan pengetahuan mereka akan semakin tinggi, berbeda dgn orang2 pandai yg atas suatu pengetahuan yg dalam biasanya hanya mampu mencerna kulitnya saja, tetapi isinya / kesejatiannya tidak terungkap.

Contohnya adalah hikmat untuk bisa mengetahui kebenarannya, bukan sekedar memahami saja, tentang isi dan maksud dari ramalan jawa seperti ramalan Jayabaya.
Itu juga sebabnya dalam Jangka Jayabaya ditambahkan bait 171 : " .... ya hanya dia itu yang bisa memberi petunjuk tentang arti dan makna ramalan saya ....... ".

Sekalipun banyak orang bisa mengerti dan bisa menterjemahkan tulisan Jangka Jayabaya, tapi tidak semua orang bisa mengerti isi dan kesejatian dari ramalannya, karena isinya jauh lebih tinggi dan lebih dalam daripada apa yg mampu dituliskannya. Dan ia yakin bahwa hanya satu orang itu saja yang mampu dengan benar mengerti dan mengetahui kebenaran, arti dan maksud di dalam ramalannya.

Karena itu seharusnya yg diterjemahkan adalah "isi" ramalannya, bukan sekedar menterjemahkan kalimat2 tulisannya.
Walaupun kalimat2 terjemahannya tidak persis sama dgn kalimat aslinya, apalagi gaya bahasa penyampaian bisa berbeda2, tetapi "isi" -nya harus bisa diterjemahkan dgn benar, sehingga
akan dijawab benar bila dikonfirmasikan kepada penulis asli ramalannya, dan terjemahannya itu harus tidak mendangkalkan arti dan isi tulisan aslinya.


2. Mengenai hikmat ketuhanan .....

Mengenai arti, isi dan maksud tentang sesuatu yg diucapkan oleh pihak lain paling baik adalah meminta penjelasannya dari pihak yg mengucapkannya.

Arti, isi dan maksud suatu ramalan paling baik adalah meminta penjelasannya langsung dari orang yg meramalkannya.

Arti, isi dan maksud suatu firman / ayat dalam kitab suci paling baik adalah meminta penjelasannya langsung dari Tuhan yang mengeluarkan firman itu (karena orang / Nabi yang menyampaikan firmanNya itu sendiri belum tentu mengerti maksudnya, karena ia hanya menyampaikan saja).

Kalau ingin dinalar dengan pikiran sendiri, setidaknya atas adanya ayat / firman di dalam kitab suci kita harus tahu bahwa ayat / firman itu dikeluarkan dalam konteks tertentu, jangan sembarangan dihubungkan dengan semua masalah. Jangan memunculkan dogma. Sesudahnya tinggal kita berusaha mengikuti jalan pikiran Tuhan ketika mengucapkan itu. Untuk mengerti maksudnya jangan kita menggunakan pemikiran kita sendiri, tetapi kita harus mengikuti jalan pikiran Tuhan ketika mengucapkan itu. Sesudah itu barulah kita nalar.

Yang dulu pernah saya katakan : Untuk mengerti arti dan maksudnya kita harus membuka diri lagi untuk meminta dan menerima hikmat dari sumber hikmat yg tertinggi, Tuhan.

Itu akan menjadi masalah terhadap orang2 yang belum mengerti bagaimana menyambungkan diri dengan Tuhan, atau lebih berat lagi bagi orang2 yg tidak mengerti kepada tuhan mana yang ia akan terhubung.

Memang tidak semua orang mempunyai hikmat dalam dirinya, apalagi untuk sesuatu hal yg tinggi, apalagi kalau sudah terbiasa berpikiran dangkal dan sempit.

Walaupun orang tidak menyadarinya, karena menganggapnya sama dgn agama, semua hal mengenai Tuhan dan ketuhanan, itu adalah materi spiritual yg tinggi, tidak bisa dibahas dan dijelaskan hanya dari sudut pandang agama saja, apalagi dengan menonjolkan fanatisme yang sempit dan dangkal.
Karena itu lebih mudah untuk orang berpikiran agama, dan meninggikan agama, mempertuhankan agama, bukannya meninggikan Tuhan dan mempertuhankan Tuhan. Bahkan ada orang yang tidak tahu bagaimana memuliakan dan mangagungkan Tuhan, sehingga ada perbuatan2 tidak patutnya yang dianggap dengan melakukan itu ia memuliakan Tuhan.

Roh Kudus memang difungsikan menjadi perantara manusia dengan Tuhan, dan Roh Kudus akan aktif jika orangnya aktif menyambungkan dirinya dengan Tuhan. Roh Kudus akan membukakan pengertian orangnya tentang ketuhanan.

Tetapi Roh Kudus akan pasif jika orangnya tidak aktif menyambungkan dirinya dengan Tuhan.
Karena itu tidak semua orang kristen atau orang2 lain yg sudah menerima Roh Kudus memiliki Hikmat Tuhan dalam dirinya. Tidak semua Roh Kudus yg sudah mereka terima aktif bekerja. Apalagi sehari2nya orangnya lebih banyak berpikiran agama, tidak interest untuk menggali Hikmat yg dari Tuhan.

Roh Kudus memang adalah sesuatu yg luar biasa istimewa, kalau orang2 penerimaNya bisa mengetahui, mengimani, dan memanfaatkan yg istimewa itu. Kalau tidak, maka itu tidak banyak berguna. Orang2 penerimaNya mungkin malah tidak menyadariNya, tidak mengimaniNya, dan tidak bisa mengambil manfaat dari dirinya sudah menerima Roh Kudus. Sudah diterimanya Roh Kudus tidak menjadi jaminan bahwa orangnya pasti akan bisa berperan sebagai Anak Allah Yang Maha Tinggi. Selama ini sebutan Anak Allah hanya manis di bibir saja. Hanya menjadi dogma agama saja.

Belum diterimanya Roh Kudus tidak menghalangi orang untuk mengenal Tuhan, karena Tuhan sudah memberikan berkatNya ke seluruh bumi, dan "Energi"Nya dalam sebutan Roh Agung Alam Semesta sudah terpancar ke seluruh penjuru bumi, sehingga semua orang di bumi bisa memiliki kearifan ketuhanan, mempunyai rasa ketuhanan, ada tarikan rasa untuk berketuhanan. Roh Agung Alam Semesta itu bisa menyambungkan manusia dengan Tuhan. Selebihnya tinggal orangnya saja bagaimana ia akan berketuhanan.


A. Tentang maksud perumpamaan kantong anggur baru dalam Mat 9: 16-17.

Orang2 yg ingin memeluk suatu agama, seharusnya bukanlah semata2 karena ia ingin beragama, atau karena ia menilai suatu agama sebagai agama yg benar, karena agama saja tidak cukup.
Agama tidak menyelamatkan.

Seharusnya orangnya lebih dulu
dengan benar mengenal Tuhan yang benar (berikut Hukum dan kehendak2Nya), sesudah itu barulah ia menganut agama / peribadatan yg sejalan dengan ketuhanannya itu sebagai sarana ia berketuhanan.

Dan sebagai orang yg sudah mengenal Tuhan sudah seharusnya mereka hidup baru sebagai orang yg sudah mengenal Tuhan, jangan lagi hidup sebagai orang yg tidak mengenal Tuhan.
Sesudah itu barulah bisa dikatakan bahwa orang itu sudah mengenal Tuhan (bukan sekedar mengenal agama saja).
Hidup barunya itulah yang akan menyelamatkannya.


B. Tentang ayat2 berbau pornografi di Perjanjian Lama.

Memang saya ada membaca di internet celotehan orang tentang beberapa ayat di Perjanjian Lama yang dikatakan porno, atau berbau pornografi.

Tetapi secara pribadi, saya sendiri tidak menilai ayat2 yg disebutkan itu sebagai porno, atau berbau pornografi. Mungkin itu karena orang yg membacanya hatinya tidak putih dan tidak kudus.

Perjanjian Lama dan Baru dituliskan berdasarkan cerita jalannya sejarah bangsa Israel. Semuanya dituliskan, termasuk cerita kehidupan bangsa Israel, entah baik ataupun tidak, dituliskan juga tentang Nabi2 yg dikirimkan kepada mereka berikut Firman2 Tuhan yang mereka sampaikan.

Bangsa Israel bukanlah bangsa yg suci bebas dari dosa, karena bangsa Israel adalah juga manusia, sama dengan manusia lainnya.

Dan Nabi2 Tuhan yg dikirmkan kpd bangsa Israel juga bukanlah semuanya orang2 yg suci dan kudus dan mulia tidak pernah berbuat salah dan kuat imannya seperti yg dikultuskan banyak orang tentang Nabi2.
Mereka juga punya rasa takut dan pernah juga berbuat salah, ada juga yg dihukum Tuhan, tetapi selama mereka menjalankan apa yg dikehendaki Tuhan salah dan dosa mereka diabaikan Tuhan karena Tuhan memerlukan mereka.

Kitab suci harus dibaca dengan hati yang putih dan kudus.
Kekudusan di dalam kitab suci tidak akan ditemukan oleh orang2 yg hatinya tidak putih dan tidak kudus.




-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
<<  Kembali ke Ngobrol 10 - 1                                                                          Lanjut ke Ngobrol 10 - 6  >>

  <<  Kembali ke Ngobrol 10 - 4