Ngobrol 10-4

  Kebatinan dan Kegaiban


Halaman ini berisi ringkasan dan editan tanya jawab Penulis dengan pembaca. Mudah-mudahan berguna untuk menambah pengetahuan dan hiburan.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
<<  Kembali ke Ngobrol 10 - 1                                                                          Lanjut ke Ngobrol 10 - 5  >>
     
  <<  Kembali ke Ngobrol 10 - 3    -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



date: Tue, Jan 7, 2014
subject: Jin berkelahi

 A :     Selamat malam kangmas
Kejadiannya tadi sore jam 15.45.
Hujan deras dengan angin menderu2, awan gelap.
Saya lihat naga tapa berwujud belut putih yg kemarin itu berkelahi lagi dengan sosok jin 30 meter, tinggi besar berwarna kelabu. Kepalanya bertanduk dan tangannya kok banyak.
Apa mungkin ini jenis iblis ya kangmas ?
Ada juga serangkaian kereta kuda hitam panjang ikut masuk dalam arena perkelahian.
Sebelumnya juga datang kereta kuda tapi lebih kecil.
Mereka mengeroyok belut itu.

Mohon deteksiannya kangmas.
Terimakasih sebelumnya

https://sites.google.com/site/thomchrists/Kebatinan-dan-Spiritual/ngobrol-10-kebatinan-kegaiban/ngobrol-10-3/atas%20rumah.jpg


 J :     Iya
Lawannya belut putih itu bangsa jin raksasa yg badannya seperti manusia bertangan 4, kepalanya seperti kerbau minotour.
Itu bukan jenis iblis.
Saya tidak mengelompokkan itu sebagai hitam atau putih, tapi itu termasuk jenis yg harus diwaspadai. Intelijensinya tinggi seperti manusia, tapi karakternya keras sekali.
Kekuatannya setingkat. Kira2 sama-sama 30 KRK.
Yang kereta2 kuda itu kelihatannya dari sebuah kerajaan gaib, teman2nya si belut putih.
Kira-kira 20 KRK. Mereka mengeroyok si raksasa.

 A :     terimakasih kangmas
Mungkin kasusnya sama ya spt tempo hari, jin raksasa ini adigang-adigung berjalan melewati wilayahnya si belut putih.
Sempat saya melihat lontaran energi mereka seperti mercon2 yang meletus.

 J :     Iya mungkin kasusnya begitu.

 A :     Ok, kangmas
Maturnuwun sanget penjelasannya.
Semoga kalau si belut ini besok berkelahi lagi tdk menimbulkan kerusakan di lingkungan rumah kami.



----------


date: Mon, Jan 13, 2014
subject: Mengikat sukma penyesat dengan sugesti Ketuhanan


 A :     Selamat malam dan salam sejahtera kangmas.
Mohon maaf mengganggu waktunya.
Barusan ada jin2 jahat berlindung dengan sukma manusia 1000 krk. Sukma ini menyesatkan hasil tayuhan saya. Khadam2 saya tdk ada yg berani mengusir jin2 jahat tsb.

Setelah saya berdoa mohon kuasa Yesus, kemudian terlihat bola energi kecil di telapak tangan. Saya visualisasikan bolanya berekor benang energi dan saya lontarkan ke sukma tsb utk melilitnya. Kemudian saya dia ikat di tiang reklame di atas ruko ini. Sptnya dia meronta-ronta.

Mohon koreksinya kangmas, apakah sugesti saya kpd Tuhan mohon kuasaNya sdh berhasil ?

Terimakasih sebelumnya kangmas
Selamat malam.

https://sites.google.com/site/thomchrists/Kebatinan-dan-Spiritual/ngobrol-10-kebatinan-kegaiban/ngobrol-10-4/sukma%20terikat.JPG


 J :     Saya belum tahu apakah sugesti bapak kpd Tuhan benar sudah berhasil,
tapi memang di tiang itu ada yg diikat,
1 sukma bapak2 berjubah 50 KRK dan 3 jin begundal di bawah 1 KRK.
terima kasih

 A :     terimakasih kangmas.
Kekuatan sukma saya kan belum sampai 50 krk, kira2 energi yang saya dapat utk mengikat mereka di dapat dari mana ya ?
jadi bingung...

 J :     ha ha ha kalau bapak pelakunya saja bingung apalagi orang lain pak.

 A :     Hehe...jadi malu...
Kalau saya memohon kuasa Tuhan dan ada kekuatan besar sesudahnya yg di luar kekuatan saya utk menjawab doa saya, berarti memang doa saya diperkenankan Tuhan...kenapa saya jadi bingung dan mjd tidak yakin ?  Bukankan begitu, kangmas ?
Mohon pencerahannya...
Terimakasih

 J :     Bukan begitu pak.
Kalau hanya melihat / merasakan saja, atau mengawang2, tidak fokus kpd sumbernya, seringkali kita tidak bisa membedakan sumbernya darimana, apakah dari diri sendiri ataukah dari sumber lain.

Kalau kita bisa fokus batin, kalau memang asalnya dari diri kita sendiri nantinya kita akan tahu apakah itu dari kekuatan kebatinan kita, dari dada atau dari kepala, atau dari energi potensial, atau dari kekuatan sugesti dan visualisasi.

Kalau asalnya dari sesuatu yg lain nantinya kita bisa tahu juga apakah itu benar berasal dari Tuhan ataukah dari khodam.

Karena itu dalam latihan olah rasa dan melihat gaib ditekankan juga supaya kita bisa fokus batin, jangan mengawang-awang.

 A :     Ya kangmas, terimakasih pencerahannya.
Super sekali dan detail...

Nah yang semalam itu, ketika sukma penyesat itu tidak mau pergi juga, saya sadar kekuatannya di atas saya. Maka saya berdoa dan fokuskan kepada Tuhan Yesus.
Saya mengangkat tangan kanan saya mohon kuasaNya untuk menyingkirkan sukma tsb.

Setelah sekitar 1 menit saya fokus dan memohon, terasa tangan saya kesemutan dan ada bola energi kecil ditelapak tangan. Kemudian saya turunkan tangan dan dengan kekuatan pikiran saya visualisasikan
bolanya berekor benang. Selanjutnya saya lontarkan ke arah sukma itu melilitnya dan saya ikat di atas tiang itu.

Terus terang kangmas saya baru ini mencoba utk menangani gaib jahat dg sugesti memohon kpd Tuhan. Biasanya sih dengan khadam atau kekuatan sendiri.

Karenanya saya croscek dg kangmas, karena kangmas adalah guru yg kompeten dan mumpuni.
Hehe.. Ibarat ahli persenjataan, kangmas akan tahu kalau rudal ini made in USA, China atau buatan PINDAD. Apakah energi di benang yang mengikat sukma itu cita rasa makhluk duniawi atau Ilahi.

Sehingga kalau menurut kangmas benar kekuatannya dari sugesti ketuhanan, saya sudah punya pengalaman dan kapan2 bisa mempraktekannya lagi.

Nyuwun pangapunten kangmas kalau kesannya saya pengen tau banget.
Jujur, kalau sudah interst suatu keilmuan saya akan mencari basic pengetahuan tsb sampai detail.
Selanjutnya tentang variasi dan pengembangan akan berjalan kalau hakikat keilmuannya sudah saya pahami benar2.

Terimakasih sebelumnya kangmas.
Selamat sore.

 J :     Saya ukur kekuatan dari talinya itu sekitar 150 KRK. Tidak hidup, hanya energi saja, jadi itu bukan
sesuatu yg illahi. Mungkin itu adalah hasil dari kekuatan sugesti dan visualisasi bapak dalam menerima dan menggunakan energi dari alam. Itu adalah salah satu contoh kekuatan spiritual.

Energi alam raya sangat besar dan berlimpah. Itu adalah berkat yg sudah diberikan Tuhan untuk semua kehidupan di bumi. Sekalipun kita meminta langsung kpd Tuhan, mungkin yang kita terima adalah berkatnya yg sudah disediakannya untuk semua mahluk. Itu juga adalah dari Tuhan.
Dalam kasus ini kita menyebut Tuhan sebagai Roh Agung Alam Semesta.

 A :     Terimakasih kangmas atas pencerahannya
Sangat teliti dan menambah wawasan.

Jadi pointnya sugesti saya kepada Tuhan sbg Pribadi belum sampai ya kangmas.
Bisa jadi karena saya belum punya berkat Roh Kudus di diri saya.
Tetapi tetap ada jawaban atas permohonan saya dari Roh Agung Semesta Alam.

Nah untuk mendapat parameter berapa kekuatan yg diperlukan utk menangani gaib jahat bagaimana caranya kangmas ?
Kasus yang ini kan saya tdk tahu harus membentuk energi brp KRK utk mengusir sukma tsb, akhirnya bisa mjd 150 KRK.
Dari mana bisa terbentuk energi 150 KRK tsb ?
Apakah sudah otomatis bila kita memohon kpd Tuhan utk menangani gaib bermasalah, maka energi yang turun bakalan lebih dari kekuatan lawan kita itu.

Mohon pencerahannya kangmas.

Mohon deteksinya juga kangmas utk kekuatan pancer dan papat saya sekarang.

Terimakasih sebelumnya kangmas.

 J :      Roh pancer bapak 6 KRK
Sedulur papat 13 KRK

Saya belum bisa memastikan apakah sugesti bapak kepada Tuhan sbg Pribadi sudah sampai atau belum.
Dan kalaupun belum sampai saya yakin penyebabnya bukan karena bapak belum punya Roh Kudus di diri bapak, karena orang2 yg sudah menerima tanda baptisan pun belum tentu bisa bersugesti tersambung dgn Tuhan.

Saya juga tidak bisa menentukan parameter berapa kekuatan yg diperlukan utk menangani gaib jahat. Seharusnya kita bisa mengukur kekuatan lawan kita, barulah kita gunakan kekuatan yg lebih tinggi untuk menaklukkannya. Tapi untuk mudahnya ya kita gunakan saja kekuatan setinggi2nya yg kita mampu.


Dari mana bisa terbentuk energi 150 KRK tsb ?
Apakah sudah otomatis bila kita memohon kpd Tuhan utk menangani gaib bermasalah, maka energi yang turun bakalan lebih dari kekuatan lawan kita itu ?

Saya belum tahu apakah energi yg bapak gunakan itu ada hubungannya langsung dengan Tuhan. Bisa iya, bisa juga tidak. Dan mungkin juga itu adalah kombinasi dari kekuatan sugesti dan visualisasi bapak sendiri dalam menerima dan menggunakan energi dari alam. Mungkin dalam sugestinya itu bapak bersugesti menghimpun kekuatan yg maksimal yg dipusatkan di tangan bapak dan dibentuk seperti laser.

Kekuatan sukma belum tentu menggambarkan batas kekuatan gaib yg bisa kita gunakan. Yg lebih menentukan adalah kemampuan kita sendiri dalam menggunakannya, dengan sugesti kebatinan atau spiritual atau juga dengan sugesti ilmu gaib. Apalagi kalau kita bisa juga mengambil energi dari sumber lain selain energi kita sendiri (alam).

Diibaratkan energi kita seperti segentong air.
Airnya bisa disalurkan halus untuk menyirami tanaman.
Airnya bisa juga digelontorkan sekaligus untuk membersihkan sampah.
Tapi ada kotoran2 bandel yg tidak begitu saja bisa dimentalkan dgn gelontoran air, tapi bisa dikikis dgn semprotan selang, apalagi kalau airnya dibuat menyemprot kecil tajam.
Lebih bagus lagi kalau kita bisa mendapatkan sumber dari tempat lain, tidak mengambil air dari gentong itu, misalnya menggunakan air dari pompa air yg debit airnya besar. Manfaatnya lebih banyak kalau kita bisa mendayagunakannya.


Memang selama ini saya sering menghindar dari menjawab pertanyaan2 para pembaca yg menanyakan apakah ia sudah bisa bersugesti langsung kpd Tuhan. Kalaupun saya menjawabnya, dasar jawaban saya adalah dari pengamatan saya pada orangnya apakah ada tanda2 keillahian pada dirinya, bukannya langsung menanyakannya kpd Tuhan (kecuali pada orang itu ada tanda2 keillahian, barulah saya menanyakan kebenarannya kpd Tuhan). Saya tidak mau itu menjadi sesuatu yg tidak patut. Apalagi kalau nantinya itu memunculkan pencitraan pada orangnya bhw ia sudah bisa tersambung langsung dgn Tuhan. Takutnya itu akan berlanjut menjadi sesuatu yg tidak patut.

Hubungan dengan Tuhan seharusnya menjadi hubungan yg pribadi antara orangnya dgn Tuhannya. Kalau dirasa masih ada yg kurang seharusnya orangnya sendiri yg semakin bertekun kpd Tuhan dgn laku yg patut. Dengan begitu ia sudah memuliakan Tuhan, bukan sekedar mengejar sensasi tersambungnya dirinya dengan Tuhan, apalagi sampai ia menganggap kalau sudah tersambung, apalagi manunggal, nantinya segala sesuatu yg diinginkannya akan terkabul.

Tapi saya tidak menyebut bapak begitu. Saya memahami, begitu juga dengan pertanyaan2 serupa dari pembaca yg lain. Saya hanya menyampaikan saja alasan saya yg tidak langsung menjawab pertanyaan2 sejenis itu.

Saya sendiri lebih banyak mengolah dan mendayagunakan apa yg sudah saya terima, karena saya yakin tanpa saya memintanya Tuhan sendiri yg akan memberikannya, karena Ia tahu apa yg saya perlukan. Kalau dianggap kurang Ia pasti akan melengkapkannya.

 J :     Barusan saya mendapat bisikan bahwa sugesti bapak kpd Yesus ternyata sampai, dan energi itu adalah
yg diberikan yg dianggap cukup untuk keperluan bapak saat itu.
terima kasih

 A :     Ya kangmas, terimakasih sekali atas koreksinya.
Mohon maaf sebesar2nya pertanyaan2 saya membuat kangmas kurang nyaman.

Terimakasih juga atas pencerahannya.
Kangmas menyadarkan saya akan laku saya yang bisa menjerumuskan saya kepada perbuatan2 yang tidak patut kepada Tuhan dan bahkan bisa mendatangkan murkaNya.

Seharusnya saya tdk perlu ngopeni apakah sugesti saya sdh sampai kepada Tuhan atau belum.
Semoga Tuhan mengampuni kesalahan dan kedegilan hati saya.

Sekali lagi saya mohon maaf membuat kangmas kurang nyaman.
Jangan bosan2 untuk mengkoreksi dan melempengkan jalan saya, apalagi untuk jalan ketuhanan, agar saya tidak semakin jauh menyimpang dari Tuhan.

Berarti memang sulit untuk implementasikan sikap berdoa yang memuliakan Tuhan dan tidak mengedepankan pamrih pribadi.
Bukankah dengan kita berdoa mohon kekuatan Tuhan utk mengusir gaib jahat sebenarnya juga hakikatnya mengedepankan kepentingan duniawi kita ?
Bagaimana menurut kangmas ?

 A :     Tentang energi yang diberikan oleh Tuhan Yesus itu, jujur saya sekarang jadi malu hati kangmas.
Tuhan Yesus sudah terlalu baik dan begitu kasih kepada saya. Saya jadi terenyuh dan hati saya berguncang. Jujur saya sekarang menangis kangmas atas perhatian Tuhan Yesus kepada saya.

 J :     Walaupun awalnya saya merasa kurang sreg, selain karena alasan2 yg saya sebutkan itu, saya juga
tidak ingin ada pencitraan atau pengkultusan bahwa saya sudah tersambung dgn Tuhan, kenal Tuhan, sudah bertemu Tuhan, apalagi dianggap menjadi perantara manusia dengan Tuhan. Apalagi kalau itu dipandang orang secara miring / sinis. Tapi kelihatannya tadi itu memang saya disuruh membuka itu kepada bapak, tapi juga ditambahkan supaya jangan sampai yg saya khawatirkan itu terjadi.

Secara pribadi saya mengerti bahwa para pembaca ingin mengetahui posisinya apakah benar ia sudah tersambung dengan Tuhan atau belum dalam hubungannya dengan agama dan ketuhanannya. Jadi memang perlu, dan saya memahami, bahwa bapak juga ingin tahu apakah benar bapak sudah bisa bersugesti kepada Tuhan. Tapi saya juga merasakan bahwa ada sebagian orang yang hanya mengejar sensasinya saja dari ketersambungan atau kemanunggalan dengan Tuhan, yang itu tidak dijadikannya motivasi untuk ia semakin bersungguh-sungguh dalam berketuhanan.

Apalagi ada perilaku orang yang memohonkan segala sesuatunya kepada Tuhan dgn menganggap kalau tidak terkabul ya berarti Tuhan belum berkenan mengabulkan, tapi kalau terkabul keinginannya dianggap itu perkabulan dari Tuhan, yang itu kemudian memunculkan pengkultusan tentang Tuhan yang semakin mendorong orangnya untuk semakin mengatasnamakan Tuhan atas semua perbuatan2 dan permohonan, entah perbuatannya itu baik ataupun tidak, seolah-olah kalau sudah mengatasnamakan Tuhan maka itu "halal" dan baik. Tapi itu sudah membuat Allah semakin berpaling darinya, sehingga yang didapatkannya hanyalah berkah duniawi saja, bukan berkat yg dari Tuhan.

Tapi Allah melihat hati.
Kepada orang2 tertentu yg dinilaiNya bersungguh2 dalam berketuhanan Allah sendiri yang membuka diriNya kepada orang itu dan menunjukkan tanda2 kepadanya bahwa orang itu sudah berhubungan dengan sesuatu yg illahi yg tidak sama dan berbeda dengan sesuatu yg duniawi. Disitu juga ada harapan dari Tuhan supaya orang itu semakin bersungguh2 dalam ia berketuhanan, karena Allah sudah berkenan membuka diriNya kepadanya yang orang lain belum tentu mendapatkan kesempatan yg sama dgn dia.

Saya percaya bahwa bapak sudah cukup sepuh untuk mengerti dengan dalam atas apa yang saya sampaikan ini.

terima kasih

 A :     Ya kangmas, terimakasih sekali atas wejangannya.
Semoga dengan ini bisa menjadikan jalan saya untuk berketuhanan menjadi lurus, tidak berbelak belok karena hasrat dan ambisi pribadi saya yang tidak patut di mata Tuhan.
Amin..

Dan atas semua berkat yang Allah berikan kepada saya, itu semua adalah kemurahanNya kepada saya, bukan karena usaha saya pribadi mendekat kepada Tuhan.
Semoga Allah Bapa dan Yesus Kristus berkenan selalu memberkati saya.

Oya, terus sukma terikat itu sebaiknya bagaimana ya kangmas..?
Terimakasih.

 J :     Ya terserah bapak saja.
dibiarkan juga tidak apa2 pak
thanks

 A :     Kalau saya mau buang jauh apa hrs saya bungkus dg pagaran absolut yg kekuatannya di atas kekuatan
sukma tsb yg 50 KRK, atau malahan di atas kekuatan tali pengikatnya yg 150 KRK ?  
Terimakasih

 J :     Tadi sudah saya bungkus sih pak,
tapi baik juga untuk bapak bungkus lagi, untuk latihan.
thanks

 A :     Hehe...besok aja lah, skrg posisi saya sudah di rumah. Gaib2 itu di seberang toko saya kok.
Lagipula gak enak dg kangmasnya, jam segini belum istirahat... Sebenarnya mau saya kirimkan seporsi buat makan malam kangmas, cuma bingung mau kirimnya gimana...hehe




date: Thu, Jan 16, 2014
subject: Membungkus Sukma

 A :    
Selamat sore dan salam sejahtera kangmas.

Mohon crosceknya kangmas perihal sukma tempo hari yang saya ikat di tiang.
Sudah saya bungkus dengan pagaran absolut.
Terimakasih sebelumnya.

 J :     Pagaran absolut yg dari bapak 4 KRK
thanks

 A :     Terimakasih buat deteksiannya, kangmas.
Barusan saya pertebal energinya, mohon crosceknya kangmas.. 
Terimakasih sebelumnya

 J :     Masih 4 KRK


 A :     kok belum nambah ya ? agak susah juga..
Kalau sekarang bagaimana kangmas, apakah ada penambahan ?
Terimakasih

 J :     Masih 4 KRK

 A :     wah nyerah deh..
Saya sudah ambil energi alam raya bermacam2. Saya bentuk dan kumpulkan di tangan, kemudian saya salurkan utk mempertebal pagarannya.
Tapi kok belum berhasil ya ?

Mohon koreksinya kangmas..
Terimakasih

 J :     Pagarannya bapak buat setebal apapun, atau dibuat berlapis2 sebanyak apapun, kekuatannya sbg
pagaran gaib akan tetap sama, 4 KRK.
Pagarannya tebal atau tipis sama saja, berlapis2 juga sama saja, karena yg 5 KRK akan bisa menembusnya.

Kalau ingin ditambah kekuatannya, maka energi di dindingnya harus dibuat lebih keras dan lebih tajam, kalau perlu setajam sinar laser.

Sebaiknya jangan cuma menyalurkan energi pak, tapi diolah lagi dgn sugesti kebatinan, energinya dibentuk menjadi tajam atau panas, atau tajam terang bercahaya.

 A :     terimakasih kangmas.
Kalau yang ini bagaimana, apakah cukup tajam dan terang ?

 J :     7 KRK.
Mungkin bapak bisa coba membuat sugesti yg sama dgn yg kemaren bapak membuat tali energi.
Dicoba juga untuk menyatukan energi baru bapak dgn pagaran yg lama, sehingga pagaran yg baru tidak membuat lapisan2 pagaran, tapi membentuk pagaran yg lama menjadi pagaran baru. Kekuatannya juga seharusnya lebih baik karena energinya berasal dari energi pagaran yg lama + energi pagaran baru bapak.

 A :     terimakasih kangmas
wah, super sulit ya...

Kalau yang sekarang bagaimana, kangmas...
terimakasih

 J :     8 KRK
thanks

 A :     terimakasih kangmas.
ampun deh...nyerah
Sudah capek dan dada rasanya ngap.
Kerja keras dari tadi mentoknya cuma dapet 8 KRK.
Hehe..

 A :     Maaf kangmas, kalau yang terakhir ini bagaimana ?

 J :     Masih 8.

Yg menyebabkan kekuatan pagarannya tidak naik adalah karena bentuk sugestinya yg kurang pas.
Kalau yg sebelumnya energinya tebal, tapi kurang padat.
Sesudahnya energinya lebih padat, tapi masih kurang keras.
Sesudahnya energinya lebih keras, lebih panas, tapi tidak cukup panas, dan pori-porinya masih besar, masih bisa ditembus.

Paling baik untuk latihan sekarang ini energinya disugestikan tajam panas membakar, sehingga walaupun pori-porinya masih besar, tapi yg bisa menembusnya hanya yg kekuatannya tinggi saja, yg tahan terhadap efek panas membakarnya.
Sesudahnya tinggal dilatih mengsugesti energinya tajam panas membakar, ditambah keras dan padat seperti kaca akuarium yg air tidak bisa merembes.



 A :     Selamat malam dan salam sejahtera kangmas.
Terimakasih banyak atas arahannya, pagaran di sukma ini buat PR dulu.
Saya akan coba praktek soal sugesti kepadatan, ketajaman dan efek panasnya dengan object yg lain dulu.

Mohon croscek utk sukma jahat lain lagi yang di baliho ini kangmas.
Kekuatannya apa benar 40 KRK ?
Terimakasih sebelumnya.

https://sites.google.com/site/thomchrists/Kebatinan-dan-Spiritual/ngobrol-10-kebatinan-kegaiban/ngobrol-10-4/Foto0693.JPG


 J :     Deteksian saya 25 KRK.
Hati-hati pak. Kelihatannya dia tinggal di dalam komunitas yg isinya jauh lebih kuat daripada dia.
thanks

 A :     Ya kangmas, terimakasih warningnya
Sukma yang satu ini memang masih ada hubungannya dg yg kemarin. Dia tdk terima temannya sudah saya ikat di atas ruko. Ada fenomena yang buat saya agak bingung, mungkin kangmas berkenan menjelaskan.

Setelah sebelumnya sukma di atas ruko itu saya ikat, besoknya saya merasa nyeri tajam dan sakit di dada. Papat saya memberi gambaran ada sukma lain yang datang menyerang.

Rasa sakit di dada saya rasakan sekitar 20 menit. Nah waktu itu saya sedang melayani pembeli. 
Setelah selesai, saya hanya melamun dan membayangkan mengambil energi bulan dan membentuknya menjadi tali. Seolah ada yang mengontrol kesadaran saya utk kemudian talinya saya lilitkan ke sukma itu dan mengikatnya di atas baliho.

Yang buat saya bingung, saya sungguh2 tidak berkonsentrasi penuh, hanya sekedar melamun dan rentetan kejadiannya tidak lebih dari 5 detik. Tapi kok nyata memang ada sukma yang kemudian terikat?
Apakah mungkin papat saya yang mengambil kontrol dan kendali ?

Terimakasih sebelumnya kangmas

 J :     Mungkin memang benar papat bapak yg memberikan ilham dan petunjuk pelaksanaannya.
Kelihatannya bapak hanya ditembak energi saja.

 A :     Terimakasih kangmas
Apa bisa ya kangmas metode pelibatan sedulur papat utk menghimpun energi dan menangani gaib jahat selanjutnya kita terapkan ?
Rasanya kok gampang banget, hanya melamun nggak ngoyo dan relatif sangat cepat.

 J :     Itu yg disebut kekuatan rasa.

 A :     terimakasih kangmas..

Barusan yang di baliho saya bungkus dengan pagaran absolut, sepertinya lumayan panas dan keras.
Mohon koreksinya..
Terimakasih

 J :     Pagarannya absolut, 11 krk.

 A :     terimakasih kangmas..
kepadatan atau ketajamannya bagaimana ya ?

 J :     Untuk latihan sekarang ini yg dipentingkan adalah belajar membuat pagaran absolut dgn kekuatan
tertinggi.
Dicoba saja improvisasi sampai menemukan kekuatan pagaran yg tertinggi, nanti akan tahu sendiri baiknya membuat pagarannya bagaimana.

 J :     Talinya yg untuk mengikat sukma itu sekitar 50 krk.
Jadi bapak bisa mencoba terus membentuk energi seperti tali itu.
Hanya saja untuk pagaran gaib absolut, yg semula energinya dibuat tipis panjang, sekarang dibuat melingkar2 membentuk dinding bola. Tapi diperlukan extra kerja keras untuk bisa konsentrasi begitu.
Tapi kalau berhasil berarti bapak akan bisa membentuk energi setingkat 50 krk.

 A :     ya kangmas, terimakasih sekali atas tipsnya.
akan saya coba kembali.
jadi semangat lagi nih


----------


 A :     Selamat malam dan salam sejahtera kangmas
Barusan memperkuat pagarannya dengan teknik seperti kangmas ajarkan.
Mohon koreksinya kangmas, semoga ada peningkatan dan gak malu-maluin.
Terimakasih sebelumnya.

 J :     Yg sekarang pagaran absolut 40 krk.
Energinya tipis padat, tapi tidak tajam.
Kalau bisa dibuat tajam panas membakar pasti kekuatannya bertambah.

 A :     Terimakasih kangmas
Rupanya agak susah juga ya, terutama buat tetap fokus konsentrasinya.
Kalau yang sekarang apakah ada peningkatan ?

 J :     Sudah lebih tajam, 45 krk
Dicoba pak dindingnya tipis padat seperti kaca bohlam

 A :     terimakasih kangmas
Kalau yang sekarang ini ?

 J :     Yg sekarang 60 krk pak. hebat.

 A :     terimakasih kangmas
Kalau mau buat 1000 krk, yang harus saya perbaiki apa ya ?
Metode pembuatan pagarannya atau memperbesar kapasitas pada saat menurunkan energi ?

 J :     Semuanya pak.
Volume energinya diperbesar, sesudahnya diolah kepadatan, kekerasan dan ketajamannya.
thanks

 A :     terimakasih kangmas
Berarti volume energi yang saya turunkan belum besar ya ?
Kalau tentang kepadatan, kekerasan dan ketajamannya apakah bisa sekali sugesti pembuatan pagar ya, mengingat yang tadi saya kerjakan kan harus diulang2 utk membuat sugesti yang pas buat karakter pagaran absolutnya.

Mohon deteksinya juga kangmas tentang kekuatan pancer dan papat saya. Sudah seminggu ini belum lagi menurunkan energi, apa ada pengaruhnya ketika berkonsentrasi membuat pagaran ?

Terimakasih sebelumnya.

 J :     Sekarang ini :
Roh pancer bapak 6 KRK
Sedulur papat 7 KRK

Kelihatannya yg berkurang kekuatannya adalah sedulur papatnya.
Tapi nanti kalau sudah bisa murni memantulkan energi alam kekuatan sukma kita tidak akan berkurang banyak.

Volume energi yg bapak turunkan / gunakan dilatih secara terpisah.
Kepadatan, kekerasan dan ketajaman energinya bisa bapak latih tersendiri sampai nanti bapak tahu bagaimana bentuk energi yg harus bapak buat kalau bapak ingin membuat pagaran absolut.
Nantinya berapapun besarnya energi yg bapak turunkan / gunakan akan bisa bapak bentuk kepadatan, kekerasan dan ketajamannya untuk membuat pagaran absolut.

terima kasih

 A :     Ya kangmas,
terimakasih banyak atas ketelatenannya buat membimbing saya belajar membuat pagaran energi.
Saya akan matangkan lagi teknik2 menghimpun energi dan seterusnya belajar membuat pagaran dengan bermacam variasi.

Sekali lagi terimakasih kangmas, semoga berkat dan sejahtera Tuhan selalu ditambahkan kepada kangmas.
Amin...

Selamat malam.


________



date: Wed, Jan 22, 2014
subject: Serangan dari Komunitas Gaib ?

 A :     Selamat malam kangmas
Sudah semingguan terakhir ini tempat usaha adik saya diganggu oleh jin2 begundal.
Dalam satu harinya saya bisa melakukan 4 kali pembersihan. 
Sudah 100 lebih yang berhasil saya jerat, dan tidak pernah berhenti serangannya sampai detik ini. 
Khadam penjaganya juga sepertinya responnya kurang aktif.

Mohon deteksiannya kangmas, karena sepertinya urusannya sekarang menjadi antara saya dengan komunitas jin2 tsb berasal, bukan lagi dengan dukun yang mengirim mereka.

Terimakasih sebelumnya kangmas.

 J :     Benar pak, sekarang urusannya bukan dgn orang lain, tapi dengan komunitas gaibnya.
Komunitasnya itu bukan komunitas jin, tapi komunitas sukma / arwah.
thanks

 A :     Terimakasih kangmas atas penjelasannya.
Mungkin jin2 kroco yg suka dtg mengganggu itu suruhan mereka. Wah jadi repot juga... Apa yg harus saya lakukan ya kangmas, bos mereka mungkin tinggi kekuatannya.
Kasihan adik saya ini, omsetnya jauh menurun..

 J :     Ya kalau sudah terlanjur perang ya dituntaskan sekalian pak. Mau gak mau memang harus begitu.

 A :     Terimakasih kangmas.
Wah, jadi perang beneran, gak kebayang sebelumnya...
Siap gak siap ya harus siap !

Mungkin prioritas pertama adalah membuat pagaran absolut (cukup luas radius cakupannya) dengan isi di dalamnya energi positif buat penolakan dari golongan hitam. Tapi ini berarti khadam2 pendamping juga tidak bisa masuk ya, kangmas?
Mohon sarannya kangmas..

Dari tayuhan saya, komunitas sukma tsb kekuatannya ada yang lebih dari 5000 KRK ya, kangmas ?

 J :     Sejak awal, kalau hanya mengandalkan kemampuan dari diri sendiri, bapak tidak mampu melawan.


________



date: Sat, Jan 25, 2014
subject: Jubah Energi ?

 A :     Selamat malam kangmas
Mohon deteksiannya kangmas, saya seperti melihat diri saya memakai jubah putih dan terang.
Apakah saya yang berilusi ?
Terimakasih sebelumnya.

 J :      Iya benar pak, bapak dipakaikan jubah putih terang. Itu dari Dewa Wisnu.
Sekarang ini di warung bapak di bagian belakang saya deteksi sedang ada Batara Guru.
thanks

 A :     terimakasih kangmas atas deteksiannya.
Apa mungkin ini sebagai bentuk perlindungan Betara Wisnu kepada saya atas berbagai serangan gaib dari sukma2 manusia.
Tentang kedatangan Betara Guru tadi sore....wah, justru tadi sore itu saya sedang repot banget, jadi sama sekali gak ngeh. Dari yang saya lihat sekarang, memang beliau datang dengan beberapa pengawalnya.
Kira2 ada pesan buat saya gak ya, kangmas?

 J :     Dewa Wisnu memang sudah memberi tanda bahwa beliau menaungi bapak,
berarti kalau diperlukan bantuannya bapak bisa juga meminta bantuannya.
Mengenai Batara Guru itu saya belum tahu maksud kedatangannya ataupun pesan2nya.
terima kasih

 A :     terimakasih kangmas.
Apa jubah itu harus disugesti lagi ya ? Atau sudah otomatis menangkal semua serangan gaib, mengingat beberapa hari lalu saya dua kali ditembak energi oleh jin kepala botak 8 krk, dan energinya lumayan terasa di dada.
Berarti saya kan masih kecolongan.
Setelah beberapa waktu cukup bersabar, akhirnya saya lumpuhkan jin itu.

 J :     Saya belum tahu fungsi dari jubah putih itu.



________





-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
<<  Kembali ke Ngobrol 10 - 1                                                                          Lanjut ke Ngobrol 10 - 5  >>