Ngobrol 10-2

  Kebatinan dan Kegaiban

 
Halaman ini berisi ringkasan dan editan tanya jawab Penulis dengan pembaca. Mudah-mudahan berguna untuk menambah pengetahuan dan hiburan.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  << Kembali ke Ngobrol 10 - 1                                                                            Lanjut ke Ngobrol 10 - 3 >>  
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



date: Sat, Sep 21, 2013

 A :    
Mohon deteksiannya kangmas...
Saya tidak berniat jadi dukun atau penyembuh orang sakit, pertimbangannya karena rasa kasihan.
Ini foto adik salah seorang pegawai saya yang terbaring di rumah sakit. Kejadiannya sudah seminggu yang lewat. Ada sosok hitam 40 md yang masuk ke badannya, menyebabkan dia hilang kesadaran dan panas tinggi selama 4 hari.
Dari foto itu saya coba 'gusur' sosok hitam itu dengan energi alam yang saya kumpulkan dari meditasi energi.
Energi itu saya salurkan ke tangan dan saya visualisasikan untuk mendorong keluar sosok hitam itu. 
Kemudian anak ini saya beri pagaran.
Kondisi perkembangan selanjutnya dari anak ini saya tidak tahu, karena tidak ada keluarganya yang mengabari saya.

Mohon pencerahannya kangmas, apakah cara saya sudah benar ? Karena biasanya untuk pekerjaan usir mengusir sosok beraura negatif saya sambat kepada khadam saya. Tapi mulai sekarang saya akan berdoa langsung dan mohon Allah memberi kekuatan kepada saya.

 J :     Tadi saya juga mendeteksi masih ada sesosok sukma manusia di kepalanya, sudah saya singkirkan.


--------


 A :    
Ini adalah foto adik sepupu saya.
Tinggalnya sekitar 150 km arah luar kota dari tempat saya. Perjalanan mobil memakan waktu 4 jam.
Sekitar 10 hari yg lewat dia menitipkan mobil kpd saya untuk minta tolong dijualkan.
Keluarga besarnya sedang mengalami kesusahan yang berat. Ibunya sudah dua tahun ini harus cuci darah seminggu 2 kali, karena ginjal yang rusak. Kabarnya beberapa bulan lagi bulek saya ini juga akan operasi mata.

Kakaknya (anak sulung bulek saya) awal bulan lalu operasi tumor di otak, di mana dalam setahun ini sudah 2 kali operasi. Sudah seratusan juta lebih biaya untuk dua kali operasi ini.
Karenanya keluarga ini terlilit hutang sehingga mobilnya terpaksa dijual.
Dari terawangan saya ada sosok spt genderuwo 20 md di kepalanya. Dengan cara seperti di atas sudah saya bersihkan sosok itu.

Saya terenyuh sekali dengan keadaan mereka.
Saya coba mintakan foto rumah dan keluarga mereka, tapi sulit sekali meyakinkan adik saya ini. Dia tidak percaya kepada hal2 mistis seperti ini.

Akhirnya saya coba bayangkan kondisi rumahnya ketika beberapa tahun lalu saya berkunjung ke sana. 
Ada sosok hitam berambut gimbal 80 md di depan pintu masuknya. Seperti ada aroma balas dendam dari gaib di rumah itu. Sosok hitam itu seperti berkata kpd saya: "Akan saya habiskan isi rumah ini, dimulai dari bapaknya kemudian istri dan semua anaknya. Tapi akan saya buat susah dulu".

Memang tahun 2005 lalu bapaknya (om saya) sakit sampai lumpuh karena gangguan gaib. Sakitnya bertahun2 dan berobat ke semua rumah sakit di jawa tengah / yogya (termasuk berobat ke 'orang pintar') tapi tidak sembuh dan akhirnya meninggal. Sebelum meninggalnya beliau sempat di rumah saya selama sebulan untuk berobat.

Di badan adik saya ini seperti ada sukma manusia bersorban 2 krk. Apakah mungkin sukma ini yang melindungi adik saya dari gangguan jahat gaib2 di rumahnya, sehingga dia terkesan 'aman' tak terkena efek negatif ?
Mohon advisnya kangmas.... 
Dan mohon bantuan kangmas untuk bisa menggali informasi melalui sosok sukma di badan adik saya ini..
Apakah ada cara lain untuk mengusir gaib negatif atau memberi pagaran serta memberikan tambahan energi tanpa melalui foto ?  Apakah dengan fokus membayangkan sosok orangnya sugesti kita bisa sampai ?

Terima kasih sekali kangmas buat atensinya.
Selamat pagi dan selamat berakhir pekan...

 J :    
Iya saya mendeteksi sama dgn yg bapak deteksi.
Karena saya tidak sabar ada setan2 penyesat di lingkungan manusia maka sosok sukma bapak2 dan sosok jin hitam itu sudah saya singkirkan.
Selebihnya tolong dibantu pak untuk kesembuhan mereka.

Untuk melakukan suatu perbuatan gaib yg diperlukan adalah kita tahu sasarannya.
Foto, rambut, kuku, pakaian, dsb, adalah alat2 yg biasa digunakan untuk menunjukkan sasarannya, biasanya digunakan dalam keilmuan yg menggunakan khodam.
Tapi kalau sudah tahu orangnya, misalnya kita punya fotonya atau kita ingat pernah bertemu dengan orangnya, kita bisa langsung memfokuskan perbuatan kita kpd orang tsb, tidak perlu lagi alat penunjuk yg lain.

Kepada orang2 yg tidak mengerti gaib, atau yg tidak sepengertian, sebaiknya kita membatasi pengungkapan kita atas hal2 yg berbau gaib. Jangan sampai niat baik kita malah menyusahkan kita.
Cukup katakan saja kita minta fotonya untuk dibantu doa.

terima kasih




date: Tue, Sep 24, 2013

 A :    
Sugeng ndalu kangmas...

Terima kasih banyak kangmas buat bantuannya untuk menyingkirkan gaib2 jahat di keluarga adik saya.
Wah...grand masternya turun tangan...mohon maaf ya kangmas, jadi merepotkan.

Mohon untuk dikoreksi penglihatan batin saya ya kangmas...
Saya takut kalau ini halusinasi...
Tapi jika ini memang benar halusinasi, mohon tips-nya kangmas agar kejadian penglihatan batin dari halusinasi / ilusi ini tidak terus terulang ke saya.

Saya melihat ada sosok putih berjubah panjang terang turun ke halaman rumah adik saya itu, Dia berjalan masuk ke teras rumah, jubahnya yang panjang ngengser di tanah. Dia berdiri di muka rumah.... Yang saya lihat selanjutnya dia menengadahkan kedua tangan seperti berdoa, kemudian terbentuk bola energi yang mencungkupi rumah itu.

Mohon dikoreksi ya kangmas pandangan batin saya ini, sebab sewaktu ada 'rasa' ingin melihat saya mohon kepada Allah memberi penglihatan batin. Saya juga selalu menyambungkan rasa saya dengan Allah ketika lintasan2 gambar itu mengalir begitu saja di batin saya.

Pertanyaan saya berikut ini juga ada hubungannya dengan bagaimana caranya agar kita ingat selalu dan tersambung dengan Allah.

Saya terbiasa untuk berzikir (nafas) dengan Hu...Alloh. 
Setiap saya sendiri dan kesadaran saya terlepas dari duniawi, maka saya akan mendawamkan zikir nafas itu.
Sekarang saya bingung kangmas, saya belum tahu caranya agar bisa menyambungkan batin terus menerus dengan Tuhan. 
Sementara ini cara yang saya pakai adalah dengan mengingat Allah, yang RohNya menyelimuti dan mengisi seluruh tubuh, karena Roh Kudus pun ada di badan saya.
Mohon tuntunannya kangmas...

 J :    
Penglihatan batin bapak sudah benar, hanya saja supaya pasti apakah penglihatan gaib bapak sama dgn yg sesungguhnya mungkin bapak bisa memastikannya dgn melihat wajah sosok tsb.

Untuk bisa menyambungkan batin terus-menerus dengan Tuhan bapak bisa membaca tulisan saya yg berjudul  Kebatinan Dalam Keagamaan  dan dimodifikasi seperlunya untuk mengakomodir jalan kepercayaan bapak. 

Mengenai yg bapak katakan : " yang RohNya menyelimuti dan mengisi seluruh tubuh, karena Roh Kudus pun ada di badan saya ", mungkin itu benar untuk jalan kepercayaan bapak selama ini, tetapi kalau ditinjau kondisi yg sesungguhnya, Roh Kudus yg sesungguhnya, kelihatannya bapak belum menerima Roh Kudus.


 A :    
Beberapa minggu yang lalu, ada dua mimpi saya yang berurutan datangnya :

Kesempatan pertama, ada seorang tua berjubah putih yang memberi rapor pembelajaran spiritual saya. Beberapa point pelajaran saya nilainya jelek bahkan ada yang merah.
Tafsirnya, memang saya akui kemajuan pembelajaran saya (terutama belajar online dengan kangmas) lambat. Selain karena kesibukan dan rutinitas, fokus saya yang utama adalah pencarian "Sosok" Tuhan yang benar. Ketika 'pencarian' itu sampai maka saya akan mulai belajar keilmuan yang lain. 

Mimpi kedua : Ada sesosok pria tua berjubah putih yang menunjukkan jalan kepada saya agar lulus kuliah dan bisa diwisuda. Saya harus mengulang mata kuliah ini, ini dan itu. Di setiap mata kuliah yang harus ditempuh itu ada sosok wanita berpengalaman / matang dan familiar yang menungguinya.
Tafsirnya, saya harus melewati beberapa tahap spiritual dan kebatinan untuk mencapai tujuan menyatu dan manunggal dengan Tuhan. 
Di setiap tahapan itu akan ada beberapa gaib yang mendampingi dan membantu mengajari saya.

Kemarin saya juga bertanya ke papat saya, adakah dewa (utama) yang berkenan dengan saya dan membantu saya untuk belajar olah spiritual dan Ketuhanan ?  Dijawabnya : ada.
Ketika saya tanya lagi dewa siapa ?  Jawabnya : Dewa Wishnu..

Saya jujur agak kurang percaya, saya tanya lagi : coba tunjukkan gambar Dewa Wishnu...
Di batin saya terlihat seorang Dewa bermahkota bertangan empat menunggang burung gelap. Burung ini belum pernah saya lihat di dunia fauna sebelumnya. Paruhnya tidak panjang dan bengkok di ujungnya. Ada mahkota (kuluk) di kepalanya.

Mohon terawangannya kangmas, karena saya tidak ingin ke-geer-an sehingga terjerumus dalam obsesi mencari guru bangsa dewa. 


Membaca dan menyimak email pengalaman teman2 di situs kangmas memberi inspirasi bagi saya. Dengan ketekunannya mereka bisa maju dan berhasil, mengapa saya tidak ?
Saya menyadari setiap orang berbeda latar belakang dan "modal batinnya", sehingga pengalaman yang didapat dan hasil yang diraih pun akan berbeda pula. Seribu orang yang belajar mengenalNya mungkin seribu jalan pula bagi Tuhan memberi anugerahNya. Dan anugerahNya pun bertingkat2 dan tidak sama.

Kalau sebelumnya saya ingin sekali (bahkan sampai terobsesi) bisa 'berbicara' dengan Tuhan, malah akhirnya ada sukma manusia yang menyesatkan saya. 

Kalau sebelumnya saya ingin meditasi agar bisa melihat gaib (dan kangmas memberi tipsnya), tapi sampai sekarang saya tidak pernah beruntung masuk ke frekuensi gaib. 
Malahan ketika saya meditasi energi biasa (tanpa terlintas sama sekali keinginan melihat gaib), sesudahnya saya bisa melihat jelas gaib2 khadam saya, bahkan ornament di tongkatnya pun terlihat begitu jelas. 

Jadi saya menyimpulkan (buat pribadi saya) : Tidak perlu ngoyo karena semua manusia ada jalannya masing2, bahkan tanpa disadari anugerah Tuhan sebenarnya sudah ada di diri kita. Tapi bukan berarti juga saya lemah semangat.
Dalam hati kecil saya pun ingin dapat bola energi, jubah gaib, dan tanda2 kebesaran lain dari Tuhan.
Tapi di sisi lain pun saya mensyukuri dengan dalam anugerah Tuhan untuk menuntun saya ke arah yang benar Tuhan mana yang harus dan benar disembah.
Puji syukur kepada Tuhan yang mempunyai Kerajaan dan Kemuliaan Abadi.

 J :    
Mengenai arti kedua mimpi itu kelihatannya bapak sudah tahu artinya.

Mengenai Dewa Wisnu ....
Secara umum sekarang ini bangsa dewa sudah kenal dan sudah tahu Tuhan, sehingga mereka semua sudah bisa "mengajar".

Saya sudah konfirmasi kpd Dewa Wisnu, katanya benar beliau bersedia mengajar / membimbing bapak.
Sebagai jawabannya beliau juga memberikan suatu benda gaib, mungkin diletakkan di rumah bapak. Silakan diperiksa keberadaannya.
Kelihatannya beliau ada kecocokkan dengan bapak, karena bapak cukup sepuh spiritualnya, juga suka kekuatan gaib dan mau "berbuat".


Mengenai para pembaca yg lain, memang masing2 mempunyai latar belakang, interest dan sikap berpikir sendiri2 yg itu masing2 juga mempengaruhi cara dan kecepatan mereka belajar. Tidak semuanya sama. Begitu juga dengan bapak.

Dan apa yg bapak katakan bhw bapak tidak pernah beruntung masuk ke frekuensi gaib, malahan ketika meditasi energi biasa (tanpa terlintas sama sekali keinginan melihat gaib), sesudahnya bisa melihat gaib dgn lebih jelas, memang itu masalahnya.

Dalam melihat gaib secara kebatinan / spiritual, kalau kita ingin cepat bisa masuk ke alam gaib memang agak susah. Seharusnya kita malah mengendorkan pikiran dan hasrat, sesudahnya, kalau batin kita sudah mulai bekerja, masuk ke alam gaib itu akan terjadi dgn sendirinya.

Dan itu berbeda dgn melihat gaib dgn bantuan khodam yg seringkali tanpa kita perlu berkonsentrasi pengihatan gaib itu sudah mengalir sendiri, hanya saja sayangnya banyak yg berupa ilusi, kita dikelabui oleh gaib.

Saya sendiri lebih banyak menggunakan kepekaan rasa dan melihat secara batin untuk mendeteksi dan "berbuat", karena cara itu lebih mudah untuk saya kontak rasa dan energi.

Kalau penglihatan kita "masuk" ke alam gaib, rasanya memang bisa jelas melihat gaib, tapi rasanya tidak bisa kontak energi, rasanya seperti di dunia manusia yg kita berhadapan dgn orang lain dan tidak ada kontak energi, yg ada hanya kontak fisik saja.

Dari pengalaman saya, mungkin ini juga sudah dialami oleh para pembaca, lebih mudah kita belajar kegaiban dengan lebih dulu menjalani spiritualitas ketuhanan, sesudah itu barulah kita mempelajari kegaiban di sekitar kita.

Artinya, kita belajar dulu naik vertikal lurus ke atas. Kemudian sesuai ketinggian yg berhasil kita capai barulah kita melihat horizontal ke kanan dan ke kiri. Dari tempat yg tinggi lebih mudah untuk kita melihat sekitar kita dan lebih mudah untuk kita mengukur ketinggian dari "sesuatu" yg lain.

Berbeda sekali jika sejak awal kita fokus melihat horizontal ke kanan dan ke kiri, biasanya apa yg mampu kita lihat dan kita capai levelnya rendah, tidak tinggi. Dan kalau kita diajari sesuatu yg tinggi, rasanya seperti mengawang2, atau mungkin malah kita anggap mengada-ada, karena memang level kita masih rendah dan bukan levelnya kita mempelajari / mengetahui sesuatu yg tinggi.

Terima kasih

 A :    
Sugeng enjang Kangmas
Semoga kabar baik selalu menyertai...

Menyambung email sebelumnya tentang sosok terang berjubah putih yang turun ke rumah adik saya...
Hehe...kangmas tau aja ya kekurangan saya. 
Saya memang masih kesulitan untuk fokus berlama2 melihat sosok gaib, terutama apabila yang ingin dilihat adalah bagian wajah. Gambarannya terkadang jelas, tetapi terkadang juga samar2.
Apakah hal ini ada korelasinya dengan kekuatan pancer dan papat saya yang masih rendah. Dalam arti, apakah seseorang yang kekuatan batin dan spiritualnya sudah tinggi maka dalam penglihatan batin gambarannya juga akan tersaji dengan jelas?

Tapi dari yang saya coba konsentrasikan untuk melihat sosok tersebut di atas : jubahnya putih bersinar, rambutnya panjang sampai sebahu dan berombak.
Wajahnya, kangmas... Saya sampai mengedipkan mata berkali2 (karena agak kurang percaya dg yang saya lihat)...wajahnya serupa dengan Tuhan Yesus (?) 
Sosok ini juga dengan golok besarnya yang berbentuk lengkung terlihat di padang Kurusetra. 
Mohon koreksiannya kangmas, apakah benar penglihatan batin saya ini?

 J :    
Sosok berjubah putih terang itu wajahnya sekilas memang mirip seperti Yesus, tapi ia bukan Yesus.
Sosok itu dulunya adalah seorang resi dari jawa. Ia juga kemaren ikut perang. Ia sudah menjadi bagian dari komunitas kerajaan di jawa tengah itu.

Tapi hebat sekali nih yah bapak bisa melihat kehadirannya. Padahal dimensi gaibnya tinggi sekali. Bahkan Ibu Ratu Kidul sendiri pun mungkin tidak bisa melihatnya atau merasakan kehadirannya jika sosok berjubah itu berdiri di hadapannya.


--------


 A :    
Di toko ada beberapa jenis Injil.
Saya yakin kangmas mengetahui muatan 'gaibnya' dari keempat Injil tersebut. 

 J :    
Bapak katakan : "keempat injil tersebut",
apakah itu kitab2 bagian dari kitab Injil  (Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes) ?
Kalau benar begitu, sebaiknya dipilih kitab Injil yg isinya sudah mencakup semuanya itu.

Yg disebut kitab Injil adalah kitab Perjanjian Baru (jaman Yesus).
Ada juga kitab Perjanjian Lama (jaman sebelum Yesus).
Selain kitab Injil di atas, ada Alkitab yg isinya sudah mencakup semuanya, yaitu berisi Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Sebaiknya dipilih Alkitab saja yg isinya sudah mencakup semuanya.

Selain itu ada banyak Alkitab terjemahan dalam banyak bahasa.
Cari saja yg bahasa Indonesia.

Ada Alkitab berbahasa Indonesia yg versi ejaan lama, mungkin dibuat sekitar tahun 1950-an. Mungkin sekarang sudah tidak lagi dijual di toko.
Yg umum adalah Alkitab berbahasa Indonesia yg versi ejaan baru, mungkin dibuat sekitar tahun 1970-an.
Katanya sekarang ada juga Alkitab berbahasa Indonesia yg versi bahasa sehari-hari (ada banyak di alkitab online).

Saya pribadi lebih suka Alkitab versi ejaan baru, bukan yg bahasa sehari-hari.
Karena yg versi bahasa sehari-hari saya merasa tidak terbiasa, dan saya rasakan juga tekanan bahasanya datar, bahasanya kurang padat berisi, tekanan dalam bahasa tulisannya kurang terasa.

Mengenai yg bapak katakan "muatan gaibnya" .......

Kita tidak memandang itu sebagai sebuah kitab yg sedemikian dimuliakan, apalagi disembah2, karena yg menentukan apakah itu adalah sebuah kitab suci atau bukan adalah sugesti batin kita sendiri. Sekalipun statusnya adalah kitab suci, tetapi jika sehari2nya hanya disimpan saja, atau dibiarkan tergeletak tidak diperhatikan, hanya diabaikan saja, maka tidak ada gunanya kita menyebut itu sebagai kitab suci, karena kita tidak meng"suci"kannya.

Muatan gaibnya akan kita rasakan jika selama kita membaca firman-firman Tuhan di dalamnya kita terhubung / tersambung dengan Tuhan yg mengeluarkan Firman.
Jika hanya dibaca datar saja, maka muatan gaibnya tidak terasa, rasanya akan sama seperti buku bacaan biasa.


--------


date: Wed, Oct 2, 2013
subject: Belajar Kepada Dewa

 A :    
Setelah membaca email kangmas tentang pemberian benda gaib dari Dewa Wisnu, saya teringat kejadian beberapa malam sebelumnya. Menjelang dini hari saya seperti melihat Dewa Wisnu dengan burung tunggangannya hadir di ruang tengah rumah saya. Saya juga melihat beliau memegang sebilah tombak, panjangnya sehasta berwarna keemasan. Tombak itu mirip dengan kepunyaan kangmas pada foto profil akun gmail.
Apakah tombak itu yang benar diberikan kepada saya? Khadamnya pria sepuh agak bungkuk berpakaian seperti pertapa dengan rambut digelung atas (70 md). Jenisnya seperti wahyu keris ya kangmas ?

Beberapa hari kemudian saya bermimpi kangmas...
Saya merasa seperti berjalan mendaki. Pada suatu kesempatan saya mampir di suatu tempat yang dipenuhi beberapa orang yang tidak saya kenal. 
Ada suara ibu2 yang tidak terlihat wujudnya yang menuntun saya untuk masuk ke suatu rumah.
Di rumah itu kemudian saya dituntun untuk masuk menuju suatu ruangan. 
Di depan saya terlihat ada dua dipan / pembaringan bertingkat yang bersisian. 
Suara ibu itu terdengar: "Di sini bersemayam permaisuri itu. Banyak orang yang ingin memilikinya"
Kemudian ketika saya hendak berbaring di dipan yang paling rendah, ibu yang menuntun saya berkata: "Nah, permaisuri itu sudah datang"...
Setelahnya muncul sinar terang dari atas dipan yang lebih tinggi. Di balik sinar terang itu saya dapat melihat sosok perempuan lebih muda dari ibu yang menuntun saya sebelumnya.
Yang saya rasakan kemudian, sinar terang itu seperti masuk ke dada saya. 

Siang harinya, ketika ada waktu senggang, saya bertanya kepada papat saya tentang siapa pemberi mimpi itu. Dijawabnya : Dewa Wisnu.
Kemudian saya coba kontak batin dengan beliau, katanya ada wahyu jenis kesepuhan yang diberikan kepada saya.
Mohon krosceknya kangmas, benarkah demikian..?
Kalau memang benar, maka kegunaannya untuk apa ya wahyu kesepuhan tersebut ?

Pertanyaan berikut juga ada hubungannya dengan kesediaan Dewa Wisnu mengajar saya. 
Bagaimanakah caranya saya dapat belajar kepada beliau dan dengan cara apa juga beliau mengajar saya..?
Kalau dengan kangmas sih cara belajarnya dengan tanya jawab email...Nah, kalau yang satu ini saya sedikit bingung...

Beberapa hari ini pun ada tamu2 gaib yang datang.
Ada dua sukma manusia, yang satu mengaku sebagai Raja Melayu berpakaian ala melayu didampingi pria berpakaian putih seperti pertapa (penasihatnya).
Katanya, ingin melihat kegaiban di rumah saya..(Kegaiban apa ya...? Kok saya gak nyambung)

Keesokan hari juga ada sosok seperti prajurit, sosoknya seperti manusia setengah kera berdiri di teras rumah saya.
Pada saat saya menulis email inipun hadir seorang mpu sepuh dan seorang pria berbadan besar dan gagah berpakaian ala kerajaan (spt film Bharatayudha India).
Mohon deteksiannya kangmas dengan fenomena yang saya alami akhir2 ini.


Saya juga banyak mengucapkan terimakasih kepada Kangmas atas bimbingannya selama ini.
Mohon kesediaannya juga kangmas untuk mendoakan saya secara khusus agar jalan saya untuk "belajar" ini lebih mudah dan lapang. 
Yang saya rasakan sih, sepertinya percepatan "belajar" saya agak kurang.
Saya yakin dengan dibantu doa dari kangmas, mudah-mudahan Tuhan lebih banyak membuka hikmat kepada saya. 
Karena saya meyakini bahwa doa kangmas itu mandi.

 J :    
Saya agak kurang jelas melihat bentuk bendanya.
Kelihatannya itu seperti tongkat raja yg diberdirikan, bukan tombak.
Khodamnya sejenis wahyu keris jawa, sosoknya seperti wiku / resi, 125 KRK.

Mimpinya adalah pemberian dari khodam tongkatnya.
Mimpinya adalah pemberitahuan bahwa bapak sudah menerima sebuah wahyu, sifatnya kesepuhan. Wahyu itu pemberian dari manajemen dewa.
Dewa Wisnu sendirian tidak menurunkan wahyu.

Wahyu kesepuhan akan memudahkan orang penerimanya untuk mempelajari keilmuan tingkat tinggi dan membantu mengarahkannya menjadi seorang sepuh yang linuwih dan waskita.

Jika bapak sudah aktif menjalani pencarian pengetahuan gaib tingkat tinggi, mungkin bapak juga akan diberikan wahyu spiritual.
Wahyu spiritual akan memudahkan orang penerimanya untuk memahami pengetahuan gaib yang berdimensi tinggi yang akan sulit sekali jika hanya mengandalkan kemampuan dari diri sendiri saja.

Secara keseluruhan Wahyu Spiritual dan Wahyu Kesepuhan berfungsi untuk membantu membuka pikiran, menginspirasi dan menunjang kemampuan si manusia kewahyon supaya lebih mudah dalam memahami, mempelajari dan menekuni pengetahuan dan keilmuan, dari yang tingkatannya rendah sampai yang tingkatan dan dimensinya tinggi, baik yang bersifat kesaktian, kegaiban, kerohanian / keagamaan, ataupun yang bersifat teknis ilmu pengetahuan modern.
Tentang wahyu dewa bapak bisa baca di tulisan saya berjudul Dewa dan Wahyu Dewa.

Sebelumnya memang ada sosok2 gaib yg datang ke rumah bapak, tapi sekarang ini sudah kosong lagi.

Mengenai cara belajar kepada Dewa Wisnu .... susah juga yah karena sifatnya gaib.
Tapi secara teknis bisa dilakukan dengan sambung rasa, berupa mengalirnya ide dan ilham dan  penglihatan gaib. Nantinya khodam tongkatnya akan memfasilitasi, karena ia berfungsi mewakili keberadaan Dewa Wisnu.

Mengenai ketuhanan sebaiknya bapak selalu berusaha tersambung dengan Tuhan. Dengan begitu bapak akan bisa belajar langsung dari sumbernya, tidak lagi harus lewat perantara.

terima kasih




date: Sun, Oct 6, 2013
subject: Mengenal "Pribadi" TUHAN

 A :    
Sugeng ndalu kangmas...

Sebelumnya saya minta maaf ya kangmas jika ini merupakan suatu kelancangan...
Ketika kemarin kangmas membalas email saya tentang sosok berjubah putih terang yang adalah anggota komunitas kerajaan di Selatan itu, saya mencoba untuk melihat seperti apa bentuk istananya.
Yang terlihat oleh saya, bangunan itu berada di atas awan, tinggi menjulang dan berwarna keemasan. 
Arsitektur bangunannya mengingatkan pada bentuk gedung Kremlin (Moskwa). Lantainya bertingkat ke arah dalam.
Di luar gapura pintu masuknya ada dua sosok berjubah dan berkerudung hitam yang tergantung tinggi. Dada mereka terikat sehingga tak berdaya dan tergantung lemas.
Rasa saya mengatakan bangunan gaib itu di atas kota Purwokerto atau Purworejo.
Saya sih tidak berharap penglihatan batin saya ini benar karena mungkin belum level saya untuk melihat ke arah sana.


"Karakter" Tuhan

Saya mulai membuka Alkitab dari kisah Kejadian halaman per halaman.
Dari beberapa halaman awal ada hal yang ingin saya tanyakan pada kesempatan ini tentang "Pribadi" dan "Karakter" Tuhan yang ada kaitannya dengan beberapa ulasan di tulisan kangmas.
Saya juga memohon ampunan kepada Allah Bapa tentang ikhwal keingintahuan saya ini jika ini merupakan suatu kesalahan.

Allah Bapa itu punya sisi humanis :
Allah Bapa bisa merasa menyesal telah menciptakan manusia dan memilukan hatiNya (Kej 6:6)
Allah Bapa bisa berubah pikiran sehingga kembali kasih kepada manusia walau mereka berbuat jahat dan tak akan lagi membinasakan yang hidup (Kej 8:21). 
Allah Bapa juga merasa perlu 'turun' untuk mengetahui langsung keadaan kaum sodom dari berita2 yang ada tentang penyimpangan kaum itu (Kej 18:21)

Mohon penjelasannya kangmas, karena saya masih terbawa pola pikir tentang "Karakter" Tuhan bahwa Allah itu begitu perfectly sehingga jauh melampaui sifat2 manusia..

Tentang keturunan perempuan yang akan meremukkan kepala ular (Kej 3:15) sudah kangmas babarkan dalam Bharatayudha di Alam Gaib. Tapi ada yang saya belum jelas dengan kelanjutan ayat berikutnya tentang ular itu yang akan meremukkan tumitnya.
Kira-kira maksud terjemahannya apa ya, kangmas ?


Keris Jawa

Saya ada sedikit curhat dan sharing pengalaman tentang keris jawa....

Sekitar tahun 1998 akhir saya diberi kepercayaan oleh guru spiritual saya untuk merawat sebuah keris. Dari bentuknya keris itu tangguh majapahit.
Ada satu ciri yang membuat saya tidak habis pikir. Pada wilahnya ada beberapa pola seperti cap jari tangan lengkap dengan guratan sidik jari yang ndekok pada logamnya. Mungkin pada saat besinya masih panas, sang mpu membentuk pamor kerisnya dengan tangan telanjang (?)

Karena pada masa itu saya masih awam, saya hanya mengikuti petunjuk guru untuk rutin meminyakinya dengan minyak melati. Setiap bulan suro saya mencoba menjamas ala kadarnya.
Jadi pada waktu itu saya masih blank tentang pengetahuan perkerisan dan guru pun tidak bisa memberikan pengetahuan lebih lanjut sehingga saya tidak pernah sambat apalagi meminta tuah dari khadam keris itu.

Tapi dari apa yang saya alami, saya merasakan derajat ekonomi dan kehidupan saya naik secara signifikan. Mayoritas bisnis yang saya rencanakan berhasil dan berbuah manis. Seperti ada hoki yang selalu menyertai saya.

Beberapa tahun berikutnya (ketika mata batin saya mulai tajam) saya bisa melihat bahwa khadam dari keris itu adalah ibu berkebaya seperti manusia umur 50-an tahun. Dia terkadang terlihat di tempat usaha mengikuti saya.

Sewaktu saya masih single sosok ibu itu sering menunggui ketika saya di pembaringan akan berangkat tidur. Dia sering mengelus-elus punggung dan kaki saya. Rasa semilir dan dingin saya rasakan dari elusannya. Dia begitu sayang kepada saya, dan secara batin pun saya menganggap dia ibu angkat saya dari alam gaib.
Seiring berjalannya waktu maka koleksi keris dan benda2 gaib saya banyak. Untuk keris, tombak, badik, rencong dan sejenisnya mencapai lebih dari 30. 

Namun ketika tahun 2008 guru saya meminta kembali keris itu saya mulai merasakan pengaruhnya.
Dengan suatu sebab juga maka koleksi2 keris dan benda2 gaib saya yang lain terlepas semua dari tangan saya.

Usaha dan bisnis saya stagnan dan secara perlahan mulai mengalami kemunduran.
Tahun2 belakangan ini setiap ide bisnis baru yang begitu matang dan terperinci saya rencanakan ketika coba diterapkan macet dan terkadang menjadi blunder besar. Suatu hal yang jarang sekali terjadi pada waktu2 yang lalu.
Saya merasakan "bintang keberuntungan" saya meredup.

Nah, setelah saya menemukan situs kangmas dan membaca tentang bab perkerisan akhirnya saya menyadari bahwa keris majapahit itu secara tidak langsung memang membawa pengaruh (keberuntungan).

Kini saya mencoba ingin memiliki koleksi keris lagi. Selain pengetahuan yang meningkat dari sebab membaca artikel kangmas, juga spirit saya sebagai orang jawa yang harus melestarikan budaya leluhur.
Jujur juga sih terbersit keinginan untuk menaikkan derajat dan taraf ekonomi.

Kemarin saya bertamu ke rumah seorang kenalan kolektor keris. Dia menawarkan saya sebilah keris (foto terlampir) untuk saya mahari. Khadamnya ibu2 jawa berkebaya 70 md.
Mohon penjelasannya kangmas, apakah keris ini cocok buat saya dan mau ikut saya ?
Dari rasa saya sepertinya khadamnya jenis wahyu keris jawa ya kangmas...?

Mohon juga saran kangmas, apakah langkah saya ini selanjutnya akan memperlebar jarak bila saya ingin "membina hubungan yang pribadi' dengan Tuhan.
Artinya, apakah saya termasuk menduakan Tuhan dengan perilaku saya memelihara keris ini nanti ? Walaupun saya tidak akan sambat kepadanya, tetapi jujur dalam hati kecil terbersit pamrih untuk memperoleh tuahnya.  

Saya juga bermimpi tadi pagi...
Alm. ayah saya begitu marah dan melempari saya dengan batu2 besar. Saya mencoba menghindar dan lari menjauh sehingga batu2 itu tidak mengenai saya.
Maksudnya apa ya kangmas ?
Apakah khadam2 saya yang lama tidak terima jika saya punya "pegangan" baru..?

Sekian dulu kangmas, terimakasih sebelumnya.
Sugeng ndalu..


 J :    
Bentuk bangunannya ada kemiripannya dengan yg bapak sampaikan, tetapi tidak persis seperti itu.
Bangunannya berlantai di atas tanah, tidak di atas awan, dan letaknya tidak di kota Purworejo ataupun Purwokerto.

Bangunannya
besar dan tinggi sekali sampai menembus awan, mempunyai 4 pintu masuk utama, masing2 di atasnya digantung sosok2 halus yang sudah dikalahkan, menjadi pernyataan bahwa kekuatan duniawi tidak berlaku disana.


Tentang ayat akitab yg bapak sampaikan itu selengkapnya berbunyi begini : " Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya ".

Alkitab dituliskan berdasarkan jalan sejarah kehidupan bangsa Israel. Di dalamnya banyak terkandung kiasan2 yg artinya tidak selalu sama dgn apa yg tertulis.
Diperlukan hikmat tersendiri untuk mengerti keseluruhan arti dan isi tulisannya.

Ayat yg bapak sampaikan itu adalah kiasan yang artinya menunjukkan akan adanya permusuhan antara manusia dan para iblis penyesat. Para penyesat itu bekerja menyesatkan manusia, memangsa manusia, menjerumuskan, jika tidak berhasil mereka juga akan membunuh dan melenyapkan Anak-Anak Allah dan orang2 yg diutus Tuhan.

Tetapi nantinya akan ada Anak-Anak Allah yang akan mengalahkan iblis.
 

Keris yg fotonya bapak lampirkan itu berkhodam suami istri wahyu keris bersosok bapak2 berjubah dan ibu2 berkemben, 70 md. Kelihatannya tidak ada masalah dengan kecocokkannya dengan bapak.
Jika keris itu dirawat dengan benar nantinya khodam2nya akan menjadi khodam pendamping.

Seperti tulisan saya tentang keris, keris jawa umumnya bersifat dinamis. Khodamnya, dan tuahnya, bisa mengikuti jalan kehidupan manusia pemiliknya karena keris diciptakan untuk mendampingi manusia.

K
alau ingin memiliki keris, sebaiknya jangan didasarkan pada pamrih akan tuahnya. Jangan sampai karena hasrat kita itu kemudian tuahnya malah menjadi tidak terasakan. Tuah mereka tidak sama dengan benda jimat yg akan memberikan tuahnya dengan hanya memakai / membawa bendanya saja dan tidak sama dengan tuah pesugihan yang akan bekerja sendiri mendatangkan kekayaan dan memakmurkan kita. Juga jangan sampai kita menjadi kecewa karena ternyata harapan kita tidak terwujud yang kemudian malah akan semakin menjerumuskan diri kita sendiri ke dalam perbudakan hasrat dan pamrih.

Karena itu, jika kita memiliki keris, jadikanlah mereka sebagai teman dari alam gaib, karena k
hodamnya, dan tuahnya, bisa mengikuti jalan kehidupan manusia pemiliknya. Mereka mempunyai kebijaksanaan sendiri tentang bentuk pendampingan dan bentuk tuah mereka kepada manusia pemiliknya.


Mengenai pertanyaan bapak, apakah langkah bapak memelihara keris akan memperlebar jarak bila bapak ingin "membina hubungan yang pribadi' dengan Tuhan, karena tetap ada terbersit pamrih untuk memperoleh tuahnya ? 

Terkait dengan kepemilikan dan hasrat memiliki, dan hasrat akan pamrih, sebaiknya kita menjauhkan diri dari perbudakan hasrat dan pamrih diri kita sendiri. Yang membuat diri kita layak ataukah tidak di hadapan Tuhan adalah keseluruhan sikap hati dan perilaku kita sendiri. Dan itu tidak hanya sebatas berlaku pada kepemilikan keris ataupun jimat saja, bukan hanya masalah sikap berhala atau mamon, ataupun sikap kita
terhadap kekayaan dan "bentuk" kekayaan, tetapi adalah keseluruhan sikap hati dan perilaku kita sendiri dalam menjalani hidup.

Kemuliaan kita di mata Tuhan sangat dipengaruhi oleh sikap kita sendiri dalam memuliakan Tuhan. Jika sikap kita dalam menjalani hidup sebagai mahluk duniawi jauh dari sifat-sifat hidup mahluk yang sudah mengenal Tuhan nantinya itu juga akan memberatkan jalan kita kepada Tuhan, atau menjadikan hati kita mendua.


Mengenai mimpi bapak, kelihatannya bukan menunjukkan khodam2 bapak yang lama tidak terima jika bapak punya "pegangan" baru. Saya sendiri belum pasti akan arti mimpinya. Nanti bapak sendiri yang akan tahu artinya.

 J :    
Sudah seminggu ini dan sampai hari ini masih berlangsung perang besar di alam gaib melawan aliansi sukma jahat manusia jawa. Sebaiknya bapak berhati2, tajamkan batin. Satukan kekuatan dgn Tuhan, jangan mengandalkan kemampuan sendiri dan khodam.

 A :    
Selamat malam kangmas...

Ya benar kangmas perang itu sedang berlangsung...

Saat malam ini terlihat kejadian perang yang tengah berkecamuk di keremangan malam. 
Dari yang saya lihat :
Sosok2 ksatria berpakaian putih terang dari Kerajaan Gaib sedang bertarung dengan kekuatan sukma jahat itu
Banyak sekali sukma2 jahat manusia jaman dahulu. Banyak dari mereka yang berpakaian pendekar dengan ikat kepala yang khas.
Ada juga sosok2 pertapa.
Jelas terlihat satu sosok pertapa berpakaian yang pundak kanannya terbuka. Alis matanya putih dan tebal. Sinar bengis terlihat dari raut mukanya.
Mungkin dia salah satu pentolan sukma jahat itu.

Terima kasih atas warningnya kangmas...
Saya akan selalu menyambungkan batin dengan Allah Bapa dan Yesus Kristus..


--------


date: Tue, Oct 22, 2013
subject: Keris Jawa

 A :    
Selamat Pagi Kangmas, apa kabarnya..?

Kali ini ngobrol soal keris ya kangmas, boleh kan..

Foto 1

Seminggu yang lalu, kakak saya di Jogja mengirim keris via paket. 
Keris ini pesanan adik saya.
Sewaktu keris ini masih di Jogja (sebelum dipaketkan) ketika saya dikirimkan fotonya via mms, saya coba terawang khadamnya adalah sosok ibu2 berpakaian kebaya merah. Tuahnya kerejekian 40 md, gaibnya sejenis wahyu keris.
Kata khadamnya, keris ini dibuat pada jaman majapahit thn 1364. Pemilik pertama seorang petani.

Begitu sampai di tangan adik saya, fisik keris ini saya pegang dan coba terawang lagi. Terasa energinya kok sedikit berubah, lebih halus dan khadamnya bertambah jadi sepasang suami istri. Yang perempuan berpakaian jawa, dan yang laki2 berpakaian adat bali. Sepertinya mereka sukma manusia.
Apakah khadamnya sudah berganti ya, kangmas..? Ataukah saya yang kurang jeli..?

Jika memang benar khadamnya berganti saya bisa membayangkan kekecewaan adik saya ini, karena untuk memahari keris ini dia sudah berkorban cukup besar. Tapi info ini belum saya sampaikan kepadanya, karena saya merasa masih perlu meminta advis kepada panjenengan.


Foto 2

Keris ini yang tempo hari saya tanyakan kepada kangmas.
Kerisnya sudah jadi saya mahari dan sekarang sudah mulai saya rawat.
Mohon crosceknya kangmas, atas komunikasi saya dengan khadam kerisnya :

Dibuat pada jaman Pajang tahun 1500-an, oleh mpu Sono...
Pemilik pertama adalah seorang pedagang hasil bumi.
Setelah pedagang tersebut meninggal, kemudian diwarisi turun temurun sampai beberapa generasi kepada keturunannya.
Khadam kerisnya tidak cocok dengan pemilik sebelum saya, karena tersinggung pada waktu penjamasan wilah nya diampelas. Mereka ingin saya yang menjamas sendiri, walaupun saya tidak terlalu mengerti cara pewarangan.

Khadam keris ini juga sudah memberi ilham lewat mimpi kepada saya agar melakoni puasa ngebleng guna mencari petunjuk jalan keluar dari problem keuangan yang kini mendera saya.

Sekian dulu kangmas, mohon penjelasannya dan terimakasih sesudahnya.
Selamat pagi...

 J :    
Foto 1

Kira-kira terawangan bapak sudah benar.
Kerisnya memang berisi sepasang suami istri, tapi itu jenis gaib wahyu keris, bukan sukma.
Yg bapak2 berpakaian seperti pedande bali, 70 md.
Yg ibu2 berpakaian kebaya, tapi pakaiannya itu juga seperti ibu2 bali, bukan seperti ibu2 jawa, 60 md.
Katanya dulunya milik seorang bangsawan singasari jaman Sri Rajasa Kertanegara.


Foto 2

Keris bapak itu berkhodam suami istri wahyu keris bersosok bapak2 berjubah dan ibu2 berkemben,
70 md. Kelihatannya khodam2nya sudah mendampingi bapak.

Dulunya dibuat untuk istri seorang bangsawan di Salatiga pada jaman kerajaan Pajang.
Pemilik pertamanya dulu dikatakan seorang pedagang hasil bumi bisa juga. Tapi aslinya adalah seorang bangsawan yang memiliki tanah pertanian dan perkebunan yang luas (tuan tanah).

Khodamnya, dan tuahnya, mengikuti jalan kehidupan bapak, mengikuti jalan sugesti bapak.


--------


date: Wed, Nov 20, 2013

 A :    
Foto ini diambil dari halaman rumah saya.

Tadi siang jam 14.00 di lingkungan rumah saya terjadi angin puting beliung. Karena suaranya yang bergemuruh saya keluar rumah dan di atas terlihat atap2 rumah beterbangan membumbung ke atas. Saya sempat merasakan tekanan di dada. 

Kejadiannya tidak berlangsung lama, hanya sekitar 3 menit dan anehnya kondisi cuaca sebenarnya cerah.
Rumah saya sih aman aman saja.
Beberapa rumah tetangga mengalami kerusakan cukup berarti, dari atap rumah yang beterbangan sampai dapur berantakan karena kejatuhan genting2.

Setelah saya terawang, rupanya ada sosok jin yang wujudnya seperti ikan layur raksasa setinggi + 20 meter. Makhluk ini keluar dari tanah.
Dia sepertinya bertarung dengan dua sosok jin lain berwarna putih, hanya saja saya tidak bisa melihatnya dengan jelas. 

Apakah kalau jin berkekuatan tinggi sedang bertarung mengakibatkan juga kerusakan di alam manusia ?
Bagaimana menurut kangmas..?

Terimakasih kangmas dan selamat malam.

https://sites.google.com/site/thomchrists/Kebatinan-dan-Spiritual/ngobrol-10-kebatinan-kegaiban/Jin%20Tarung.JPG

 J :    
Mahluk halus selain jenis sukma manusia memang sering membuat fenomena alam khusus ketika mereka bertarung, seperti gempa bumi, gunung meletus atau batuk2, angin badai dan puting beliung, atau hujan badai dan kilat sambung menyambung, karena energi mereka besar dan padat yg bisa mempengaruhi alam sekitarnya.

Itu berbeda dgn jenis sukma manusia yang energinya lebih halus tetapi tajam, yg kalau sedang bertarung biasanya hanya menimbulkan hawa mencekam, kesiuran angin dan hawa udara yg terasa tajam yg membuat badan kita meriang panas dingin.

Yg bapak deteksi di udara itu adalah sejenis naga tapa berwujud belut putih, panjang 30 meter, 30 KRK, yg sedang berkelahi melawan sesosok bangsa jin seperti manusia laki2 kekar bertelanjang dada, tinggi 30 meter, 25 KRK.
Ular belut itu menghadang jin kekar tsb yg sedang berjalan melintasi wilayahnya, yg akhirnya memaksa jin kekar itu berbalik berputar arah.
Mungkin itu tidak akan sampai terjadi kalau saja jin kekar itu tidak menonjolkan sikap sok gagah.



-----------


date: Sat, Nov 23, 2013
subject: Peran Leluhur

 A :    
Selamat malam menjelang pagi kangmas...

Mohon maaf jika di tengah kesibukan kangmas saya kirim email.
Jujur saya salut sekali dengan kangmas, di tengah kesibukan dan aktivitas masih tetap telaten dan sabar melayani pertanyaan para pembaca. 
Apakah ini terkait misi kangmas untuk memberikan pencerahan umat manusia ?

Begini kangmas..
Beberapa waktu lalu saya dimintai tolong seorang teman untuk mendeteksi datangnya sinar putih di rumahnya. Setelah saya terawang, itu adalah kehadiran sebuah keris berkhadam ibu2 berkebaya. 
Setelah saya kontak batin dengan gaib kerisnya ternyata keris itu adalah pemberian dari sukma leluhur teman tsb yang berasal dari Demak yang tdk lama kemudian leluhurnya juga ikut hadir.
Teman saya itu membenarkan bahwa memang ada garis leluhur dari sukma tsb yang ternyata adalah orang sakti pada jamannya.

Dari yang dapat saya baca, sbnrnya leluhur tsb memberikan perhatian dan bermaksud membantu jalan kehidupan teman saya. Jalannya melalui kehadiran keris yang walaupun belum mewujud tapi khadamnya bisa disugestikan untuk mendampingi teman saya.
Saya sih siap saja menjembatani dengan pengetahuan yang tentunya saya dapat dari berguru dengan kangmas. 
Dia juga termasuk senang dengan kegaiban.
Tapi teman tsb sptnya kurang interst dan lebih memilih "mendapat ikannya saja daripada repot memancing". "Kalau mau mewujud, ya biar mewujud sendiri", katanya.
Sayang...padahal jalan kehidupan dan ekonomi teman tsb lumayan berat. 

Bagaimana pendapat kangmas tentang peran leluhur dan restunya kepada keturunannya, apakah kasus di atas juga bisa diartikan tanda perhatian leluhur kepada keturunannya ?


2. Foto ini adalah istri saya.
Beberapa hari yang lalu saya berkenalan dengan sukma leluhurnya, 200 KRK. Hidup di Madiun pada jamannya Ratu Tribuana. 
Namanya Eyang Braja Wisesa.
Sepertinya ada yang mendampingi istri saya ini ya kangmas ? Sosok jin ibu2 jawa 80 md.
Katanya sih dikirim oleh Eyang Braja Wisesa ini.
Mohon deteksiannya.

Saya juga pernah bermimpi, dimana dalam mimpi tsb istri saya diberi 3 memo oleh Presiden SBY.
SBY berpesan agar ketiga memo itu dikerjakan, karena hasilnya akan bagus.
Setelah saya tanya ke pemberi mimpi (khadam keris saya) katanya Presiden SBY itu perlambang dari para dewa. 
Mohon crossceknya ya kangmas apakah benar demikian..?

Terimakasih sebelumnya, dan maaf sudah merepotkan kangmas.
Selamat pagi..

 J :    
Tentang teman bapak itu, saya gak bisa komentar banyak.
Kasus yg seperti itu memang adalah salah satu bentuk perhatian dari seorang leluhur.
Sebenarnya teman bapak hanya perlu menghormati dan menghargai bantuan leluhurnya saja.
Mungkin apa yg bapak sampaikan kepadanya itu terlalu tinggi baginya.

Tentang Eyang Braja Wisesa dan pendamping istri bapak betul.
SBY itu perlambang sosok yg berkuasa.
Kelihatannya itu bukan merujuk kpd dewa, tapi melambangkan Eyang Braja Wisesa yg memperhatikannya dari jauh.

terima kasih




-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  << Kembali ke Ngobrol 10 - 1                                                                            Lanjut ke Ngobrol 10 - 3 >>