Kebatinan dan Kanuragan 




Pada jaman dulu kebatinan dan laku kebatinan yang dilakukan orang ada 2 penggolongan besarnya, yaitu :
1. Kebatinan dan spiritual untuk tujuan kerohanian (penghayatan ketuhanan / kesepuhan)
2. Kebatinan dan spiritual untuk tujuan keilmuan (untuk kanuragan dan kesaktian gaib).

Pada jaman dulu kebatinan yang bersifat kerohanian (ketuhanan / kesepuhan) secara umum tujuannya adalah untuk kebatinan pribadi, merupakan jalan yang ditempuh orang untuk lakunya berketuhanan / berkeagamaan. Jika itu dilakukan di dalam suatu kelompok yang sehaluan, maka kelompok itu akan menjadi sebuah kelompok / paguyuban kebatinan yang pada masa sekarang kelompok itu sering disebut sebagai kelompok aliran kebatinan atau aliran kepercayaan, atau pada masa sekarang menjadi aliran dan perkumpulan agama (aliran dan sekte agama, ormas-ormas, dsb) yang masing-masing tokohnya mempunyai umat / pengikut.

Sedangkan laku kebatinan yang bersifat keilmuan tujuan utamanya adalah untuk mengolah potensi kebatinan manusia (kekuatan sukma) untuk dijadikan sumber kekuatan yang melandasi kesaktian kanuragan maupun kesaktian gaib.


Sebagai pemahaman dasar, keilmuan kebatinan adalah jenis keilmuan berdasarkan olah kebatinan untuk mengolah potensi kebatinan manusia, mengolah potensi kegaiban sukma manusia, kegaiban rohnya, jangan disamakan dengan aliran ilmu gaib yang hanya mengedepankan amalan gaib dan mantra, atau yang hanya mengandalkan kekuatan khodam, jimat dan pusaka, dan jangan disamakan konotasinya seperti cerita perdukunan di televisi. 

Ilmu kebatinan adalah jenis keilmuan yang mengolah potensi kebatinan manusia, mengolah potensi kegaiban sukma manusia, kegaiban rohnya. Dan itu tidak selalu mudah bagi semua orang, karena tidak semua orang mampu "masuk" ke dalam dirinya yang terdalam, lebih banyak orang yang hanya mampu mengolah apa yang ada di luar saja, kulitnya saja (ilmu kulit), bukan yang ada di dalam (ilmu dalaman). Dan jangan berharap ada jalan pintas atau belajar cara mudah dengan hanya menghapalkan dan mewirid amalan gaib dan mantra saja, berpuasa, berprihatin, tirakat atau mengandalkan keampuhan khodam, jimat dan pusaka saja.

Olah rasa dan olah sugesti adalah dasar-dasar di dalam keilmuan kebatinan-spiritual. Kemampuan olah rasa dan olah sugesti harus lebih dulu bisa dikuasai sampai mahir sebelum orang mempelajari keilmuan lain yang lebih tinggi, karena itu adalah pondasinya. Jika olah rasa dan olah sugesti tidak lebih dulu bisa dikuasai orang akan kesulitan ketika ia ingin mempelajari keilmuan kebatinan lain yang lebih tinggi,

Dalam rangka mempelajari ilmu kebatinan orang harus bisa mengedepankan batinnya, bukan pikirannya, untuk bisa peka rasa merasakan apa yang ada di dalam batinnya yang terdalam. Dengan olah kebatinan potensi kegaiban kebatinan / sukma manusia itu digali dan ditingkatkan kualitasnya, yang bila berhasil mencapai tingkatan tertentu yang tinggi, orang tidak lagi perlu mengandalkan diri pada adanya khodam, karena kegaiban sukma manusia akan dapat melebihi kegaiban roh-roh gaib apapun yang ada di bumi ini.


Olah Kebatinan  berkaitan dengan pengolahan potensi kebatinan manusia, potensi kegaiban sukma manusia.

Olah batin, yang bersifat keilmuan, adalah tingkatan selanjutnya dari olah rasa. Kekuatan yang dihasilkan juga bukan lagi kekuatan fisik atau tenaga dalam, tetapi kekuatan batin. Dalam olah batin ini orang hanya sedikit saja melakukan olah gerak atau olah nafas. Yang banyak dilakukan adalah olah laku penghayatan untuk mempertajam kepekaan dan meningkatkan kekuatan kebatinan, dengan perenungan-perenungan, berpuasa, menyepi, tirakat dan laku prihatin, amalan-amalan dan doa-doa kebatinan, semadi, tapa brata, dsb.  Cakra tubuh yang bekerja adalah cakra yang berada di bawah pusar sampai ke ubun-ubun.

Dalam olah batin kita mengolah potensi kebatinan, yaitu mengolah potensi kekuatan dan kegaiban roh kita, sukma kita, kesatuan kesadaran (pancer) dan roh sedulur papat yang menyatu di dalam tubuh kita, yang menjadi bagian dari kekuatan kebatinan kita. Di dalamnya terdapat olah rasa dan olah sugesti, olah kepekaan rasa untuk tanggap firasat dan sasmita, dan olah kekuatan, kepekaan dan ketajaman kebatinan, dan mengolah kekuatan penghayatan keyakinan kebatinan dan pengolahan ilmu-ilmu kebatinan.

Seperti yang sudah kita ketahui, ada roh gaib di dalam diri kita sendiri, yaitu sukma kita, kesatuan roh sedulur papat dan pancer kita  (baca: Sedulur Papat Kalima Pancer).  Kekuatan dan kegaiban dari sukma / roh kita sendiri itulah yang diolah dalam olah batin. Jadi Inti dari olah kebatinan, yang bersifat keilmuan, adalah mengolah kekuatan kita sendiri, yaitu kekuatan dari roh / sukma / batin kita sendiri. Kegaiban yang kemudian dihasilkan adalah dari diri kita sendiri, dari sukma kita sendiri, bukan dari gaib lain seperti jin atau gondoruwo (khodam / prewangan). 

Unsur penting dalam ilmu kebatinan adalah  rasa  dan  sugesti  (untuk meng-sugesti diri sendiri atau orang lain).  Olah rasa dan olah sugesti biasanya diawali dengan melatih kepekaan batin (olah rasa) dengan mempelajari kegaiban alam, mendatangi tempat-tempat yang angker / wingit, bertirakat, dan melatih peka lingkungan gaib seperti dalam tulisan Olah Rasa dan Kebatinan  dan mempelajari kegaiban benda-benda pusaka dan jimat dan melatih mengsugesti kegaibannya seperti dengan cara-cara yang dicontohkan dalam tulisan  Ilmu Tayuh / Menayuh Keris.

Setelah mendalami pemahaman-pemahaman, dasar-dasar dan tujuan kerohanian / kebatinan, tahapan laku selanjutnya dalam olah keilmuan kebatinan adalah melakukan laku-laku tertentu, tirakat dan amalan-amalan tertentu untuk meningkatkan kekuatan sugesti, kekuatan kebatinan, untuk mendapatkan pencerahan-pencerahan dan memahami sisi kegaiban (sisi yang tidak tampak mata) dalam kebatinan. Tirakat dan amalan-amalan juga dilakukan untuk memperdalam ilmu-ilmu tertentu, seperti ilmu untuk kekuatan, kesaktian, kekebalan, melihat gaib, terawangan gaib, berkomunikasi dengan roh halus, dsb


Pada jaman dulu, di Jawa, mayoritas keilmuan kesaktian tingkat tinggi, baik keilmuan kesaktian orang-orang dari golongan putih maupun golongan hitam (golongan yang baik maupun yang jahat), dominan didasari oleh kekuatan kebatinan, bukan ilmu gaib / khodam dan bukan tenaga dalam. Tetapi jenis dan aliran kebatinan yang ditekuni / dijalani oleh masing-masing orang tidak sama, tergantung alirannya masing-masing dan tergantung juga pada jenis keilmuannya masing-masing.

Sebagian orang yang mendalami ilmu kebatinan juga mempunyai khodam pendamping atau khodam ilmu yang berfungsi sebagai penambah kekuatan kegaiban ilmu kebatinannya. Tetapi kegaiban ilmu pada orang-orang kebatinan tersebut dominan berasal dari kekuatan sugesti dan kekuatan kebatinannya sendiri, bukan dari khodamnya, karena kekuatan gaib dari roh-roh lain, termasuk amalan gaib dan mantra, hanyalah sebagai tambahan saja, bukan sesuatu yang diandalkan kegaibannya, bukan menjadi tempat bergantung ampuhnya ilmu.

Bila kita sudah menguasai suatu laku kebatinan, maka kita akan memiliki kekuatan gaib tertentu dari kebatinan kita sendiri untuk bermacam-macam keperluan. Bahkan penggunaan tenaga dalam pun akhirnya akan bermuara menjadi tenaga batin, karena dalam menggunakan tenaga dalam tidak lagi menggunakan perasaan atau pikiran, tetapi menggunakan rasa batin. Begitu juga adanya khodam, itu akan menambah sisi kegaiban dari perbuatan-perbuatan kebatinannya, yang untuk menggerakkan khodamnya itu tidak dilakukan dengan japa mantra atau amalan-amalan gaib, tetapi cukup dengan sambat saja (perintah langsung) atau khodamnya akan bekerja sendiri mengikuti apa yang diperbuat oleh orangnya (mengikuti sugesti kebatinan orangnya) tanpa orangnya perlu terlebih dulu membacakan amalan dan mantra.

Pada tingkatan yang tinggi, kekuatan kebatinan ini dapat mewujudkan suatu kekuatan yang bahkan lebih kuat daripada kekuatan tenaga dalam dan khodam dan melakukannya pun tidak perlu lagi dibantu dengan amalan-amalan, gerakan-gerakan tangan atau kaki atau mengatur nafas, tetapi dilakukan dengan konsentrasi batin saja, bahkan dalam posisi tiduran atau duduk bersemedi pun bisa dilakukan. Bahkan ucapan-ucapan yang dilambari niat batin untuk terjadi, akan dapat benar terjadi, saking kersaning Allah. Kegaiban sukma dari kekuatan kebatinan itulah yang mewujudkan itu terjadi. Orang-orang yang sudah menjadi sedemikian itu sering disebut ucapannya mandi (manjur / berkaromah). Walaupun pewujudan kata-kata itu bisa juga dilakukan oleh orang-orang yang berkhodam, atau orang-orang yang dirinya ketempatan mahluk halus, atau yang menekuni ilmu gaib dan ilmu khodam (dan perdukunan), tetapi kemanjuran ucapannya itu bukan berasal dari kekuatan kebatinannya, tetapi dari khodamnya yang mewujudkan terjadinya kata-katanya itu.



  Kebatinan dan Kegaiban Sukma


Pada orang-orang yang mendalami kebatinan ada 2 jenis kekuatan gaib yang berasal dari laku penghayatan kebatinannya, yaitu kekuatan kebatinan dan kekuatan sukma, tetapi dalam sehari-harinya kedua jenis kekuatan gaib itu menjadi satu kesatuan yang saling mengisi tak dapat dipisahkan, yang secara keseluruhan akan menjadi kegaiban sukma yang memampukan seseorang melakukan banyak perbuatan gaib dan mengantarkan seseorang menjadi linuwih dan waskita.

Kekuatan kebatinan  akan dirasakan di dada sebagai suatu getaran atau tekanan di dada yang dapat diwujudkan menjadi energi yang mengisi kekuatan tangan dan tubuh (kanuragan) dapat diwujudkan menjadi seperti penggunaan tenaga dalam, atau menjadi kekuatan pikiran sebagai kekuatan gaib yang tajam untuk menusuk menembus benteng pagaran gaib atau menyerang menusuk sukma manusia lain atau mahluk halus. Dengan kepekaan kebatinannya orang juga akan dapat mengetahui kegaiban-kegaiban alam, kegaiban hidup, mendeteksi keberadaan mahluk halus, peka rasa, firasat dan bisikan gaib (peka sasmita) dan weruh sak durunge winarah dan kekuatan kebatinannya dapat mengendalikan kegaiban, tanpa perlu amalan gaib dan mantra.

Kekuatan sukma  akan dirasakan sebagai kekuatan energi yang besar yang rasanya mirip seperti tenaga dalam, tetapi jauh lebih kuat daripada tenaga dalam, menyelimuti dan mengisi tubuh, membuat tubuh terasa "tebal" berselimut energi. Energi ini bukan hanya mengisi tubuh, mengisi badan, tangan dan kaki, tetapi juga mengisi hati menjadikan kehendak batin dan ucapan-ucapannya jadi ! saking kersaning Allah.  Selimut energi ini melindungi seseorang dari berbagai bentuk serangan fisik dan gaib, bisa difungsikan seperti penggunaan tenaga dalam murni, bisa digunakan untuk kekuatan fisik (kanuragan), membuat pagaran gaib atau untuk mengusir / menyerang mahluk halus, untuk menghapuskan (menghilangkan) keilmuan seseorang, mengendalikan pikiran / kesadaran seseorang (hipnotis / gendam), dapat juga disatukan dengan tenaga dalam yang sudah dimiliki. Kekuatan sukma itu akan melipat-gandakan kekuatan kanuragan dan kegaiban seseorang.

Kegaiban sukma merupakan gabungan dari kekuatan kebatinan dan kekuatan sukma dan kegaibannya akan mendatangkan banyak ilham dan wangsit dan mengantarkan seseorang menjadi linuwih dan waskita dan mengenal rasa mengenai kejadian-kejadian yang akan terjadi, peka sasmita  dan  weruh sak durunge winarah.


Seseorang yang peka dan tajam kebatinannya akan dapat mengukur apakah kekuatan sukmanya cukup untuk mewujudkan suatu kehendak perbuatan gaib,
dapat mengukur kekuatan orang lain, atau mengukur kekuatan sukmanya dan keilmuannya sendiri apakah lebih tinggi ataukah lebih rendah ketika sedang berhadapan dengan seseorang atau berhadapan dengan mahluk halus tertentu.

Getaran perbawa kebatinan seseorang akan dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya (kecuali orang tersebut merendahkan hati dan menutupi / menyembunyikan kekuatan kebatinannya)  dan kegaiban sukma mereka akan menjadikan mereka orang-orang yang linuwih dan waskita.

Orang-orang yang mendalami kebatinan di atas menemukan suatu kekuatan yang tumbuh di dalam diri mereka, yaitu  kekuatan Sukma Sejati , roh agung yang diciptakan Tuhan dalam pribadi manusia.  Mereka merasakan adanya suatu energi yang menyelimuti tubuh mereka, suatu kekuatan yang rasanya mirip seperti tenaga dalam, tetapi jauh lebih kuat daripada tenaga dalam, membuat tubuh terasa "tebal" berselimutkan energi, dan energi ini bukan hanya mengisi tubuh, mengisi badan, tangan dan kaki, tetapi juga mengisi hati menjadikan kehendak batin dan ucapan-ucapannya jadi !  saking kersaning AllahKekuatan ini tidak dapat dipelajari dengan cara latihan fisik atau olah nafas. Kekuatan ini terbangkitkan ketika seseorang mesu raga mengesampingkan kekuatan biologis dan hasrat keduniawian. Kekuatan ini berasal dari jiwanya yang paling dalam, dari sukmanya, dari  jiwa yang menyembah Tuhan.

Awalnya kekuatan ini tidak bisa dikendalikan dengan pikiran, hanya dibiarkan saja mengalir mengisi tubuh, tetapi kemudian bisa dikendalikan secara batin. Kekuatan ini jelas bukan bagian dari kekuatan fisik, tenaga dalam atau pun khodam. Kekuatan ini adalah kekuatan sukma manusia. Kekuatan ini terkendalikan dengan menyatukannya dengan kehendak dan niat batin, merasuk menyatu dengan hati, menjadi kekuatan dan kegaiban sukma. 

Sesuai tingkat kedalaman pemahaman dan keyakinan pada kesejatian diri dan pencapaian kekuatan kebatinan masing-masing penganutnya, kesatuan roh pancer dan sedulur papat sebagai  Sukma Sejati  seseorang akan mampu meniadakan roh-roh dan pribadi lain dalam diri seseorang, menjadi perisainya dari serangan roh-roh lain, dan menempatkan dirinya tidak di bawah pengaruh atau kuasa roh-roh duniawi lain, bahkan roh-roh gaib kelas atas seperti dewa dan buto pun tidak berani datang mendekat untuk maksud menyerang. Bahkan banyak di antara mereka yang selain mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit, juga mampu menghidupkan kembali orang yang sudah mati, walaupun sudah berhari-hari mati (yang belum waktunya mati).

Ketika kekuatan ini sudah menyatu merasuk dalam diri seseorang, maka dengan kekuatan niat batin dan kehendaknya seseorang bisa menjadikan suatu kejadian gaib hanya dengan mengkonsentrasikan batinnya saja, tanpa perlu amalan gaib atau aji-aji dan khodam, sekti tanpo aji !   Kegaiban seorang yang linuwih dan waskita.  Dan semua perkataannya jadi ! saking kersaning Allah

Dan ketika kekuatan ini sudah menyatu dengan kesaktian fisiknya, maka sulit sekali ada orang umum yang dapat menandinginya, karena kesaktiannya menjadi berlipat-lipat ganda kekuatannya setelah dilambari dengan kekuatan sukmanya dan dirinya sendiri diliputi oleh suatu kegaiban yang tidak dapat ditembus oleh ilmu gaib dan tenaga dalam. Sekalipun orangnya tidak memiliki ilmu kesaktian kanuragan, tetapi kekuatan fisiknya akan menjadi jauh lebih kuat ketika dengan sengaja dilambari dengan kekuatan sukmanya, suatu kekuatan yang jelas tidak semata-mata berasal dari kekuatan fisiknya saja. Selain diri mereka sendiri diliputi oleh suatu kegaiban yang tidak dapat ditembus oleh ilmu gaib dan tenaga dalam, kegaiban mereka pun dapat menenggelamkan (menghapuskan) keampuhan ilmu gaib dan ilmu khodam (ilmu sihir dan guna-guna) dan memunahkan berbagai macam bentuk serangan gaib.

Kemampuan kegaiban tersebut di atas memang tidak mudah mendapatkannya. Seseorang harus menempa dirinya, mesu raga penuh keprihatinan untuk menempa batin dan sukmanya (puasa hati dan batin).  Laku puasanya pun berbeda dengan puasa yang biasa dilakukan orang kebanyakan. Jenis puasanya adalah yang disebut puasa ngebleng. Puasa ngebleng banyak dilakukan oleh orang-orang yang bergelut dalam dunia kebatinan / spiritual dan tapa brata. Kegaiban dalam puasa ngebleng tidak dapat disamakan dengan puasa bentuk lain. Puasa ngebleng terkait dengan kekuatan niat batin dan kegaiban sukma manusia. Semakin gentur laku puasa seseorang, semakin kuat sukmanya dan semakin kuat kegaibannya (baca : Laku Prihatin dan Tirakat).

Orang-orang yang menekuni dan mendalami kebatinan ini memiliki kegaiban dan kekuatan sukma yang tinggi yang berasal dari keselarasan batin dan sukmanya dengan ke-maha-kuasa-an Tuhan, menjadikannya memiliki kegaiban tinggi, dan menjadikannya orang-orang yang linuwih dan waskita. Mereka membentuk pribadi dan sukma yang selaras dengan keillahian Tuhan, membebaskan diri dari belenggu keduniawian, berpuasa dan berprihatin tidak makan dan minum berhari-hari bukanlah beban berat bagi mereka. Melepaskan keterikatan roh dari tubuh biologis mereka, melolos sukma, bukanlah sesuatu yang istimewa. Bahkan banyak di antara mereka yang kemudian moksa, bersama raganya berpindah dari alam manusia ke alam roh tanpa terlebih dulu mengalami kematian.

Pada orang-orang yang tekun mendalami kebatinan / spiritual dan tapa brata, peka rasa dan batin, weruh sak durunge winarah, secara batin melihat gaib dan terawangan gaib, melolos sukma, medhar sukma, dsb, biasanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kemampuan gaib mereka, merupakan suatu kemampuan yang menyatu dalam diri mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang linuwih dan waskita. Biasanya kemampuan atas ilmu-ilmu tersebut tidak secara khusus dipelajari, tetapi terjadi dengan sendirinya sebagai efek dari ketekunan penghayatan kebatinan / spiritual, laku prihatin dan tapa brata mereka.

Selain menjadi mumpuni dalam kesaktian fisik, kegaiban sukma mereka juga menjadikan mereka mengerti dunia kegaiban tingkat tinggi, mahluk-mahluk halus tingkat tinggi, dewa dan wahyu dewa, dan weruh sak durunge winarah, dan kekuatan gaib sukma mereka menjadikan mereka berkuasa di alam gaib, mengalahkan kekuasaan roh-roh dan mahluk halus tingkat tinggi sekalipun, dan kegaiban sukma mereka menjadikan mereka berkuasa menciptakan kegaiban-kegaiban, tanpa perlu mantra, amalan gaib, aji-aji dan khodam.

Orang-orang yang menekuni kebatinan dan spiritual, terutama kebatinan yang bersifat kesejatian diri, akan mengandalkan kekuatan dari dirinya sendiri, bukan dari gaib lain, sehingga mereka akan menempa diri untuk bisa memiliki kekuatan dengan kemampuan sendiri, menyandarkan dan menyelaraskan kebatinannya dengan penghayatan ke-maha-kuasa-an Tuhan, dan seringkali kekuatan keilmuan mereka menjadi jauh di atas kekuatan ilmu-ilmu gaib dan khodam kebanyakan orang yang menyelaraskan diri dengan kegaiban roh-roh  duniawi.

Orang-orang yang menekuni kebatinan, perhatian kebatinan mereka lebih ditujukan "ke dalam" (ke dalam batin sendiri), berupa penghayatan kebatinan yang juga menyentuh relung batinnya yang paling dalam, jiwanya, sukmanya, sehingga proses laku mereka "membangunkan" inner power, yaitu kekuatan dari batin, jiwa, sukma, yang setelah dijalani dengan olah laku kebatinan menjadikan kekuatan sukma dan kebatinan mereka tinggi. Dan kekuatan kegaiban sukma pada diri mereka jelas berbeda dibandingkan orang-orang lain yang tidak menekuni kebatinan.

Banyak orang yang benar mendalami penghayatan kebatinan, misalnya dengan mengikuti aliran-aliran kebatinan kejawen yang mengajarkan kesejatian manusia, dalam dirinya sudah terkandung kegaiban yang ketika pasrah menerima dirinya diserang dan dianiaya, justru dirinya menjadi tidak dapat diserang dan tidak dapat dikenai pukulan, dan bila berniat memberi pelajaran kepada penyerangnya, orang itu hanya perlu mengkonsentrasikan kegaiban sukmanya bahwa ketika seseorang menyerangnya, menyentuhnya, maka penyerangnya itu akan kehilangan kekuatannya, kehilangan ilmunya, diam mematung tak dapat bergerak, lumpuh tak dapat berdiri, dsb. Kegaiban sukma mereka juga memusnahkan keampuhan ilmu gaib dan ilmu khodam (ilmu sihir dan guna-guna) dan berbagai macam bentuk serangan gaib.

Seseorang yang sudah sedemikian itu, yang sadar dirinya sudah seperti itu, maka istilah-istilah sekti tanpo aji, digdaya tanpa japa mantra, ngluruk tanpa bala, suro diro jaya ningrat lebur dening pangastuti, menang tanpo ngasorake, dsb, bukan lagi menjadi slogan-slogan filosofis kebatinan saja, tetapi sudah menyatu dengan kepribadian dan diterapkan dalam kehidupan mereka yang harus senantiasa selaras dengan ke-maha-kuasa-an Tuhan. Segala bentuk kekuatan jahat dan kesombongan akan luluh dan tunduk oleh perbawa pengayoman, kebaikan dan kerendahan hati.



  Kekuatan Rasa dan Sugesti


Di dalam semua jenis keilmuan dan aktivitas manusia, ada satu hal mendasar yang seringkali pengertiannya dikesampingkan orang, yaitu adanya unsur kebatinan. Unsur kebatinan hadir pada semua aspek kehidupan manusia, bukan hanya dalam mempelajari dan menekuni berbagai jenis keilmuan batin, tetapi juga dalam semua aktivitas keseharian dan pekerjaan teknis modern. Unsur kebatinan itu adalah apa yang biasa disebut sebagai penjiwaan atau penghayatan yang sangat erat hubungannya dengan rasa dan sugesti.


Ilmu Tenaga Dalam, Kebatinan dan Spiritual, sejatinya menggunakan potensi kekuatan dari diri sendiri, yaitu kekuatan tenaga dalam, kekuatan sukma dan kekuatan spiritual dari diri sendiri. Ilmu yang mendayagunakan potensi kekuatan diri sendiri inilah yang disebut ilmu sejati. 

Sejatinya kesempurnaan penguasaan ilmu seseorang ada pada menyatunya suatu ilmu dengan diri seseorang. Artinya, untuk mengetrapkan suatu ilmu, dengan telah menyatunya suatu ilmu dengan diri seseorang, orang tersebut bisa melakukannya secara spontan, atau cukup dengan kehendak dan konsentrasi batinnya saja untuk mewujudkannya, dan bisa dilakukan kapan saja. Dengan demikian orang tersebut bisa dikatakan sudah sempurna menguasai suatu ilmu, bukan sekedar memiliki koleksi ilmu, karena ilmu-ilmu tersebut sudah merasuk, menyatu dengan dirinya, tinggal niatnya saja untuk mengetrapkannya. Dengan telah menyatunya suatu ilmu dengan seseorang, maka orang itu bisa kapan saja mengetrapkannya, dan keilmuannya itu tidak akan hilang hanya karena ia lupa bunyi mantranya, atau karena hilang khodam ilmunya, atau karena lupa membawa jimat dan pusaka.

Menyatunya ilmu itu akan menjadi suatu perbawa yang bisa dirasakan oleh orang lain yang juga berilmu atau peka batinnya, sehingga masing-masing akan saling menghormati dan menjaga jarak. Dan dengan kepekaan rasa seseorang akan dapat mengukur kekuatan dirinya sendiri ketika sedang berhadapan dengan kekuatan orang lain atau ketika sedang berhadapan dengan kekuatan suatu mahluk halus.

Karena itu dalam filosofi Jawa dikatakan ilmu tertinggi manusia adalah digdoyo tanpo aji, digdaya tanpa perlu tambahan jimat / khodam dan mantra dan tidak perlu menunjukkan ilmu kesaktian yang kelihatan mata, karena semua kekuatan bersumber dari dirinya sendiri dan dengan perbawa kebatinan, menang dan menundukkan tanpa harus mengalahkan atau unjuk kesaktian. Seandainya pun terpaksa harus mengetrapkan ilmunya, dengan kekuatan kebatinannya seseorang hanya perlu mengkonsentrasikan suatu kejadian, atau mengkonsentrasikan kemauan terlaksananya suatu perbuatan gaib, tanpa harus bergantung pada suatu bentuk amalan ilmu atau mantra, khodam jimat atau pusaka.

Pada orang-orang yang mendalami kebatinan, kepekaan / ketajaman rasa dan kekuatan kebatinan akan dapat dirasakan di dada sebagai suatu getaran atau tekanan di dada yang dapat disalurkan menjadi kekuatan tangan dan tubuh atau kekuatan kata-kata. Seseorang yang tajam batinnya juga dapat mengukur apakah kekuatan sukmanya cukup untuk mewujudkan kehendak terjadinya suatu perbuatan gaib, atau untuk mengukur apakah kekuatan batinnya dan keilmuannya lebih tinggi ataukah lebih rendah ketika sedang berhadapan dengan seseorang atau ketika sedang berhadapan dengan mahluk halus tertentu.

Secara alami, kekuatan sukma akan dirasakan sebagai kekuatan energi yang besar berupa getaran rasa dan tekanan rasa di dada, dan sebagai kekuatan yang menyelimuti tubuh, merasuk sampai ke hati, dan tergantung pada tingkat penguasaan masing-masing orang, selain melalui amalan kebatinan, kekuatan sukma dapat diwujudkan menjadi kekuatan tangan dan tubuh, kekuatan kehendak perbuatan dan kata-kata, dan getaran perbawa kebatinannya juga akan dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya (kecuali orang tersebut merendahkan hati dan menutupi / menyembunyikan kekuatan kebatinannya).

Tergantung pada kekuatan kebatinan dan tingkat penguasaan masing-masing orang, ketika kekuatan rasa dan sugesti sudah menyatu dengan kekuatan fisik, seseorang dapat memecahkan batu, mematahkan kayu atau besi. Kekuatan kebatinan ini juga bisa digunakan untuk menguatkan tubuh dan kebal senjata tajam, untuk menggerakkan tubuh dan batin / pikiran seseorang (gendam / hipnotis / ilmu sugesti) dan bisa juga diwujudkan menjadi seperti ilmu sihir. Tergantung pada kekuatan kegaiban sukma masing-masing pelakunya, kekuatan gaib dari kebatinan akan bisa jauh melebihi kekuatan tenaga dalam, kekuatan ilmu gaib dan ilmu khodam, ataupun kekuatan susuk dan jimat. Pada tingkat keilmuan yang tinggi dalam olah kanuragan, kekuatan kebatinan dapat menggantikan kekuatan tenaga dalam.

(Hati-hati bagi yang menggunakan kekuatan kebatinan untuk kekebalan yang permanen. Kekuatan kebatinan yang berhasil digunakan untuk kekebalan kekuatannya jauh melebihi kekuatan ilmu gaib dan ilmu khodam, atau susuk dan jimat kebal, sehingga dapat menyebabkan seseorang yang sudah meninggal jasadnya tidak dapat hancur dan membusuk seperti layaknya jasad manusia pada umumnya dan rohnya sendiri tidak dapat lepas keluar dari tubuhnya, terkunci di dalamnya. Jasad dengan roh di dalamnya tersebut akan menjadi mumi dan beratus-ratus tahun kemudian akan dapat menjadi yang sekarang disebut jenglot dan batara karang. Lebih baik bila kekuatan kebatinan itu dijadikan ilmu lembu sekilan saja, yaitu ilmu kekuatan dan pertahanan tubuh dengan memadatkan dan mengeraskan kekuatan kebatinan / sukma / tenaga dalam mengisi tubuh hingga setebal sejengkal dari tubuh, selain akan menjadikan tubuh berkekuatan besar, juga akan menjadi perisainya dari adanya serangan gaib, pukulan ataupun senjata tajam).


Ketika lambaran kekuatan kebatinan digunakan untuk membentak orang lain, itu akan membuat orang lain itu menjadi sangat ketakutan. Bentakan kemarahan yang dilambari dengan kekuatan sukma akan sangat berbeda pengaruhnya, karena akan menjadi serupa seperti pengaruh aji senggoro macan atau aji gelap ngampar  atau aji gelap saketi, yang membuat orang lain luar biasa ketakutan, walaupun orang lain itu berbadan besar. Apalagi bila orang itu dengan sengaja menggunakan kekuatan kebatinannya untuk mengetrapkan ilmu-ilmu itu, pada jenis keilmuan yang sama kekuatan ilmunya akan jauh di atas kekuatan ilmu orang-orang yang mengandalkan kekuatan khodamnya.

Kekuatan batin / sukma dan kekuatan rasa / sugesti bisa juga digunakan untuk membuat pagaran gaib atau untuk pembersihan gaib, cukup dengan bersugesti mengeluarkan energi untuk membuat bola pagaran gaib saja atau memancarkan energi gaib untuk mengusir roh-roh halus. Kekuatan gaib dari kebatinan ini jauh lebih tinggi kekuatannya dibandingkan tenaga dalam, sehingga bukan hanya dapat untuk menghadapi mahluk halus kelas bawah, tetapi juga bisa untuk menghadapi mahluk halus kelas atas.

Untuk mengusir mahluk halus dari dalam suatu rumah / pohon misalnya, bila kita sudah terbiasa olah rasa dan batin, kita akan dapat mengukur apakah kekuatan kebatinan kita lebih tinggi ataukah lebih rendah dibandingkan kekuatan gaib para mahluk halus yang ada di rumah / pohon tersebut.

Bila kekuatan kebatinan kita lebih rendah, akan bijaksana bila kita tidak memaksakan kekuatan untuk mengusir mereka. Lebih baik bila kita memberi sesaji untuk "merayu" mereka supaya mau pindah. Tetapi bila kekuatan kebatinan kita jauh di atas mereka, dengan menyalurkan kekuatan kebatinan, dengan menekan rasa di dada, tepuk saja 3 kali rumah / pohon tempat mereka tinggal dengan niat menyuruh mereka pergi (seperti mengusir burung di pohon). Lebih bijaksana bila mereka kita arahkan untuk pergi ke tempat tertentu yang jauh dari pemukiman manusia, supaya tidak bubar begitu saja, jangan sampai malah mengganggu orang lain yang tidak tahu-menahu.


Rahasia kekuatan rasa adalah adanya penyatuan kekuatan roh sedulur papat dengan roh pancer kita (secara satu kesatuan menjadi kekuatan sukma). Dengan bersugesti menggunakan kekuatan rasa itu berarti kita sudah menyatukan kekuatan roh sedulur papat dan pancer kita, menjadi satu kesatuan kekuatan sukma, menjadi satu kesatuan perbuatan yang mempunyai efek kegaiban tersendiri, yang hasilnya akan berbeda dibanding hanya menggunakan kekuatan fisik saja walaupun dilakukan sepenuh tenaga.
 

Kekuatan rasa menjadi dasar dari kekuatan kebatinan.

Contoh-contoh di atas adalah contoh-contoh penggunaan sugesti kekuatan rasa dan batin pada tingkatan dasar yang pada tingkatan kemampuan kebatinan yang tinggi (dengan olah kebatinan) kekuatan rasa ini dapat digunakan untuk segala perbuatan yang berhubungan dengan kegaiban, untuk menyembuhkan / mengusir sakit / penyakit seseorang, mengusir / menyerang / menundukkan / menangkap mahluk halus tingkat rendah sampai yang kelas atas, untuk mempengaruhi / mengendalikan pikiran seseorang ataupun mahluk halus, untuk memusnahkan keilmuan gaib, khodam dan tenaga dalam seseorang, dan untuk mendatangkan ide / ilham dan wangsit dan pengetahuan spiritual tingkat tinggi yang mengantarkan seseorang menjadi linuwih dan waskita.

Kekuatan rasa adalah bagian dari kegaiban sukma manusia.

Contoh-contoh di atas adalah contoh-contoh penggunaan sugesti kekuatan rasa dan batin yang disengaja. Pada saat yang lain ketika orang sudah terbiasa menggunakan kekuatan kebatinan / spiritualnya kekuatan rasa itu akan mengalir sendiri menjadi semacam ide dan ilham untuk si manusia melakukannya, menjadi semacam tuntunan untuk berbuat.



  Kebatinan dan Kesaktian Kanuragan


Dalam hal keilmuan kesaktian, di tanah Jawa, termasuk Jawa Barat, sebelum berkembangnya agama Islam, secara umum sifat kesaktian kanuragan manusianya mengedepankan olah gerak (pencak silat) yang dilambari dengan kekuatan kebatinan. Secara umum penekanan penggunaan kekuatan tenaga dalam sangat minim, tenaga dalam bersifat intrinsik menyatu dengan kekuatan kanuragan, tidak secara khusus dipelajari, mungkin malah sama sekali tidak ada pelajaran dan pengetahuan tentang itu, karena kekuatan yang mendasari kesaktian dominan berasal dari olah kebatinan.

Sebelum berkembangnya agama Islam, di Jawa banyak perguruan silat yang mendasarkan pengajaran kesaktian dengan lambaran keilmuan kebatinan. Selain mengajarkan kesaktian, mereka juga mengajarkan kebatinan kerohanian untuk membentuk kepribadian yang berbudi pekerti dan berwatak ksatria. Umumnya dalam keilmuan kesaktian di Jawa sejak awal pelajarannya maupun sesudah mereka mencapai tataran keilmuan yang tinggi olah kebatinan menjadi sesuatu yang utama sebagai pengganda kekuatan kesaktian, bukan tenaga dalam (tenaga dalam tidak secara khusus dipelajari), yang laku kebatinan itu sekaligus juga menjadi jalan keagamaan manusia saat itu, sehingga laku tirakat, semadi, meditasi, bahkan tapa brata menjadi sesuatu yang biasa dijalani orang.

Perguruan-perguruan itu mengajarkan keilmuan persilatan dan keilmuan gaib, didasarkan pada ajaran kebatinan kerohanian. Adanya unsur olah batin menyebabkan kekuatan batin dan sukma mereka menjadi tinggi, yang juga menjadi unsur kegaiban yang melipatgandakan kekuatan kanuragan. Dalam hal ini selain mereka menguasai kesaktian kanuragan, diri mereka sendiri juga mengandung kegaiban dari kebatinan yang menjadikan kekuatan gaib dan kanuragan mereka menjadi tinggi, yang jelas berbeda dengan orang-orang yang hanya mempelajari olah kanuragan saja atau ilmu gaib saja.

Olah kebatinan adalah sesuatu yang utama yang mendasari kekuatan kesaktian di Jawa, termasuk Jawa Barat, sejak awal mereka belajar ilmu kesaktian / kanuragan maupun sesudah mereka mencapai tataran keilmuan yang tinggi, bukan tenaga dalam, yang laku kebatinan itu sekaligus juga menjadi jalan keagamaan manusia saat itu, sehingga laku berprihatin, tirakat, semadi, meditasi, bahkan tapa brata menjadi sesuatu yang biasa dijalani orang sejak masih muda. Ilmu gaib dan khodam dan aji-aji kesaktian umumnya berasal dari olah kebatinan, bukan dari mantra-mantra ilmu gaib dan ilmu khodam (ilmu gaib kejawen) atau perdukunan yang umumnya ilmu-ilmu itu saat itu hanya berkembang di kalangan bawah saja dan orang melakukannya dengan bersembunyi, tidak ditampakkan di hadapan orang-orang berilmu kebatinan.

Tokoh-tokoh dunia persilatan pada masa itu umumnya adalah tokoh-tokoh kebatinan, baik dari golongan putih maupun yang dari golongan hitam (golongan yang baik maupun yang jahat). Mereka juga mengenal mahluk halus tingkat tinggi untuk dijadikan khodam ilmu mereka, dan mampu menyatukan kegaiban dari pusaka-pusaka mereka (keris) dengan kesaktian mereka (baca juga : Keris dan Kesaktian).

Olah kebatinan menjadikan kekuatan sukma manusia jawa jauh lebih tinggi daripada manusia lain di manapun di dunia, dan sudah juga menjadikan kesaktian kanuragan mereka menjadi tinggi, sehingga orang-orang dari tanah Mongol dan Cina yang terkenal sekali dengan ilmu kesaktian kanuragannya pun sulit sekali untuk bisa menaklukkan Jawa dengan kesaktian mereka.

Daerah India dan sekitarnya sampai sekarang tetap merupakan daerah dengan budaya kebatinan dan spiritual nomor 1 tertinggi di dunia. Tetapi itu adalah budaya , yang masyarakatnya disana sangat kental kehidupannya dengan kebatinan dan spiritual berdimensi tinggi dan mengenal juga mahluk-mahluk halus berdimensi gaib tinggi seperti dewa dan buto dan wahyu-wahyu dewa, yang laku kebatinan dan spiritual itu adalah juga jalan keagamaan mereka.

Tetapi di seluruh dunia olah laku dan pencapaian kebatinan tertinggi per individu dicapai oleh orang-orang jawa, baik kebatinan kanuragan maupun kebatinan ketuhanan. Begitu juga dengan pencapaian kekuatan sukma di alam gaib, kekuatan sukma orang-orang jawa itu adalah yang tertinggi di dunia. Sekalipun seringkali dikatakan bahwa kebatinan dan keagamaan manusia jawa itu banyak dipengaruhi oleh ajaran agama Hindu (pengenalan dewa-dewa dan wahyu dewa) dan Budha, tetapi pencapaian per individu orang-orang Jawa itu jauh melebihi orang-orang Hindu dan Budha dimanapun di dunia.


Tetapi setelah berkembangnya agama Islam, di tanah Jawa, orang sudah mulai beralih memeluk agama Islam dan meninggalkan jalan ketuhanan sebelumnya yang berupa penghayatan kebatinan. Olah laku kebatinan yang untuk kesaktian juga sudah mulai ditinggalkan, digantikan dengan ilmu gaib dan ilmu khodam. Ada orang yang masih menekuni pencak silat yang sama dengan ajaran lama aslinya, biasanya menjadi ilmu keluarga yang diajarkan turun-temurun, tetapi olah lakunya sudah tidak sama lagi dengan aslinya dulu. Kekuatan ilmunya tidak sama lagi dengan ilmu aslinya dulu. Ada juga pada masa sekarang orang mengkombinasikan tenaga dalam dengan amalan gaib, tetapi banyak kejadian sekalipun mempelajari tenaga dalam, kebanyakan tenaga dalam orangnya tidak seberapa, yang lebih kuat adalah sugesti amalan gaibnya. Pada jaman ini kekuatan gaib dari keilmuan lebih banyak mengandalkan kekuatan khodam, bukan mengolah kekuatan yang asli dari dirinya sendiri.

Pada jaman ini manusia sudah tidak lagi mampu mengenal mahluk halus berkesaktian tinggi dan berdimensi tinggi, karena tidak menguasai kebatinan dan spiritual yang tinggi, sehingga pengetahuan tentang mahluk halus dan kegaiban berdimensi tinggi lebih banyak hanya berupa dongeng, dogma dan pengkultusan saja. Kegaiban pusaka juga sudah tidak lagi menyatu dengan kesaktian. Kekuatan gaib pusaka lebih banyak digunakan untuk keperluan ilmu gaib dan perdukunan. Kekuatan kebatinan dan kegaiban pusaka sebagai pengganda kesaktian manusia sudah banyak digantikan dengan susuk dan jimat untuk kekuatan dan kekebalan.

Pada jaman dulu kehidupan manusia kental berhubungan dengan kesaktian. Pada tingkat kesaktian yang tinggi orang tidak melulu melatih keilmuannya dengan olah kanuragan dan tenaga dalam, tetapi juga dengan laku kebatinan. Laku prihatin, berpuasa bahkan tapa brata akan mengisi lakunya. Karena itu orang-orang jaman dulu yang sangat dalam menekuni olah kebatinan biasanya adalah juga orang-orang yang berilmu kesaktian tinggi, yang sudah melewati masa-masa pelatihan olah kanuragan dan tenaga dalam. Bahkan banyak kemudian yang pada masa tuanya mengaso meninggalkan keduniawiannya, mandito, dan menepi, menjadi seorang pertapa atau panembahan, untuk lebih menekuni kerohanian / kebatinan dan spiritual ketuhanan.

Di halaman berjudul  Olah Sukma dan Kebatinan  dan  Terawangan / Melihat Gaib  Penulis sudah menuliskan contoh-contoh keilmuan jawa yang mendayagunakan sedulur papat. Di bawah ini juga dituliskan beberapa contoh amalan dan doa kebatinan kejawen yang sudah umum dilakukan oleh mereka yang menjadi penghayat kebatinan / ketuhanan jawa atau yang menggeluti dunia kesaktian kebatinan kanuragan jawa yang kegaibannya terutama adalah berasal dari kekuatan kebatinan / roh sukma seseorang (roh pancer dan sedulur papat), bukan khodam.


 1.
 Marmarti Kakang Kawah Adi Ari-Ari 
 Kadhangku kang lahir bareng sedino lan
 
Kadhangku kang lahir bareng sewengi
 Sang rojo bardah ingsun
 Ingsun arso ……..  (sebutkan apa yang akan anda lakukan / inginkan)
 Ewang-ewangono ingsun.

Amalan di atas tujuan sugestinya adalah untuk mengajak roh sedulur papat melakukan suatu perbuatan bersama-sama (perbuatan / pekerjaan yang dianggap penting), sehingga kegaibannya / tingkat keberhasilannya menjadi lebih tinggi dibanding jika hanya dilakukan sendirian. Amalannya dibacakan ditujukan ke dalam batin kita sendiri (kepada sedulur papat kita sendiri).

Amalan tersebut di atas juga dapat dilakukan sebagai tambahan usaha untuk terkabulnya suatu keinginan khusus yang dilakukan dengan berpuasa weton untuk memperkuat kegaiban dari lakunya (baca juga : Laku Prihatin dan Tirakat).



 2.
 Sukma ingsun sukma sejati
 Sukma sejatining urip
 Urip sejatining manungsa
 Tiluhur tak usap dampal
 Di tengah puser udel
 Serbudi aptoroso diroso keno kuoso
 Ya Alloh kul goib kulo nyuwun ijin
 Ya Alloh kulo nyuwun kekuatan
 Ya Alloh kulo nyuwun kesaktian
 Ya Alloh kulo nyuwun kegaiban
 Ya Alloh kulo nyuwun ..............
 Mugi-mugi Alloh kul goib ngabulaken panyuwun kulo
 Hong wilaheng sekare bahwono langgeng (3x)

Amalan doa di atas sifatnya adalah permohonan dan tujuan yang secara kebatinan ingin dicapai.
Di amalan tersebut di bagian titik-titiknya bisa diisi dengan hal-hal yang berhubungan dengan keilmuan kebatinan / kegaiban, misalnya kewaskitaan, penglihatan gaib, wahyu / wangsit, pencerahan spiritual, dsb. Tapi amalan itu bisa juga digunakan untuk keperluan pribadi, untuk laku pribadi, jadi titik-titiknya bisa diisi dengan sesuatu yang ingin dicapai dalam hidup kita. Jika digunakan untuk laku pribadi, paling baik diamalkan bersamaan dengan laku prihatin dan tirakat.

Amalan di atas tujuan sugestinya adalah untuk memohonkan terkabulnya suatu keinginan, selain permohonan kepada Tuhan, kegaiban sukma orang ybs juga akan membantu mewujudkan keinginan itu.
Secara umum, sugesti di atas, yang bersifat kebatinan, akan dapat membangkitkan kemampuan kegaiban dari kebatinan seseorang, mengantarkan seseorang menjadi linuwih dan waskita secara kebatinan.


Amalan sugesti di atas adalah bagian dari laku penghayatan kebatinan ketuhanan jawa, dan hasil lakunya akan lebih terasa jika amalan itu dilakukan dengan penghayatan kebatinan ketuhanan, jangan sekedar mewiridkan amalannya, tetapi memohon kepada Tuhan dengan bersugesti rohnya tersambung dengan Tuhan di atas sana, dalam upaya manembah. Sesuai ajaran kejawen, berdoalah di luar rumah menghadap ke timur. 



 3.
 Sun matek aji Lembu Sekilan
 Hawa, geni, banyu, angin lan lemah
 Kakang Kawah, Adi Ari-ari, Getih lan Puser
 Yo Aku Sang Ratu Jagad, Sang Ratu Herang Putih
 Dulur bathin, sanak bathin, Papat Kalima Pancer

 (paling sedikit dibaca 3x, masing-masing dengan menahan dan menekan nafas).

Amalan di atas tujuan sugestinya adalah untuk kekuatan badan, kekuatan pukulan dan kekuatan menahan pukulan (tahan pukul). Sugestinya adalah untuk menjadikan tubuh kuat padat dengan energi dan energinya juga keras padat mengisi dan melindungi tubuh.

Amalan kebatinan di atas sugestinya adalah untuk menggerakkan kegaiban sukma pelakunya. Kekuatan gaibnya berasal dari energi kanuragan dan tenaga dalam, hisapan pada energi alam, kekuatan sukma dan kebatinan si manusia ybs, yang semuanya akan menyatu menjadi kekuatan tubuh dan sukma. Amalan kebatinan di atas juga berfungsi untuk menyatukan kekuatan gaib roh sedulur papat untuk menyatu dengan kekuatan tubuh dan sukma si manusia ybs.

Setelah menghimpun dan mengumpulkan semua energi di dada, kemudian sambil menekan nafas badan / tangan dikeraskan, barulah bacaan amalan di atas dilakukan sambil melakukan gerakan-gerakan untuk kekuatan badan dan pukulan.

Selain bisa dengan cara duduk bersila, amalan di atas paling baik dilakukan dalam posisi berdiri. Bacaan amalan di atas dilakukan sambil menekan nafas, badan / tangan dikeraskan dan membuat gerakan-gerakan untuk kekuatan badan dan pukulan seperti halnya dalam latihan pencak silat / karate. Jika anda sudah mengikuti pelatihan pencak silat atau karate sugesti lembu sekilan itu sangat baik jika dilakukan sambil menerapkan jurus-jurus karate / pencak silat. Dilakukan dengan gerakan-gerakan yang lambat ditahan seperti slow motion akan lebih baik.

Tangan dikepalkan, semua kekuatan dibangkitkan mengisi tangan dan badan, seluruh tubuh. Kemudian kendorkan energi anda dengan posisi membuka diri dan tangan dijulurkan (tangan tetap dikepalkan). Sesudahnya sambil mengeraskan badan dan tangan tetap dikepalkan, dengan menghisap nafas dan menarik tangan energinya ditarik kembali dipusatkan ke badan untuk dipadatkan. Barulah kemudian anda melakukan gerakan-gerakan memukul dengan tangan tetap dikepalkan sambil mengamalkan bacaan di atas.

Dalam amalan di atas terkandung makna yang kita menekankan bahwa kita sebagai pancer adalah yang harus sedulur papat junjung tinggi, perintah kita harus mereka turuti. Mereka harus menyatukan diri dan kekuatannya kepada kita sebagai pancer. Amalan itu jangan diwirid seperti amalan gaib, tetapi harus ditujukan ke dalam diri sendiri, langsung kepada sedulur papat, sambil kita sendiri juga menyatukan kekuatan kepada sedulur papat kita (kita mengajak mereka melakukan suatu perbuatan bersama-sama), sekaligus kita juga menghisap energi alam dari sekitar kita untuk menambah kekuatan kita (ambil energi alam yang baik).

Dalam latihannya amalan dan gerakan-gerakannya jangan dilakukan terburu-buru. Masing-masing baris kalimat amalannya bisa diulang-ulang, gerakan-gerakannya bisa diulang-ulang, bisa juga berbeda-beda gerakannya. Penghayatan dan sugesti pada masing-masing baris amalannya akan membangkitkan kekuatan tersendiri.

Misalnya,
Baris amalan yang berbunyi :

 Sun matek aji Lembu Sekilan
Amalannya dan gerakan-gerakannya bisa diulang-ulang sambil kita fokus menghayati bentuk keilmuan dan bentuk energi / kekuatan yang kita niatkan untuk diwujudkan (sebelumnya anda harus sudah menentukan aji lembu sekilan itu akan menjadi seperti apa, apakah hanya untuk kekuatan badan saja untuk menjadikan tubuh anda berkekuatan besar, apakah juga untuk membuat badan keras tahan pukul, apakah cukup sebatas ada pagaran energi pelindung, atau apakah juga supaya kebal senjata tajam, dsb sambil divisualisasikan sendiri hasilnya, olah sugesti).

 Hawa, geni, banyu, angin lan lemah.
Amalannya dan gerakan-gerakannya bisa diulang-ulang sambil kita fokus menghayati hisapan kita pada energi alam (untuk kekuatan kanuragan, energi bumi lebih baik).

 Kakang Kawah, Adi Ari-ari, Getih lan Puser
 Yo Aku Sang Ratu Jagad, Sang Ratu Herang Putih
 Dulur bathin, sanak bathin, Papat Kalima Pancer

Amalannya dan gerakan-gerakannya bisa diulang-ulang sambil kita fokus menghayati penekanan kita sebagai pancer yang harus sedulur papat junjung tinggi, untuk mereka menyatukan diri dan kekuatannya kepada kita sebagai pancer. Kita mengajak para sedulur papat melakukan perbuatan itu bersama-sama.


Pada latihan-latihan pertama laku di atas dilakukan untuk tujuan mengisi tubuh dengan energi dan mengeraskan kekuatan badan dan kelebihan energinya melapisi tubuh kita dengan selapis energi.

Pada latihan-latihan berikutnya, jika anda rasa energi anda sudah cukup besar dan kuat ( hanya sesudah energi anda sudah cukup besar dan kuat), energinya disugestikan bukan hanya kuat mengisi dan melapisi tubuh, tetapi juga disugestikan energinya keras dan padat hingga melapisi bagian luar tubuh anda, energinya keras dan padat bukan hanya mengisi tubuh, tapi juga melapisi hingga sejengkal jaraknya dari badan anda.

Dalam semua laku olah energi, sebaiknya anda menahan dan menekan nafas, lepaskan nafas dengan perlahan dan teratur, jangan melepaskan nafas dengan keras (kecuali untuk menyerang), supaya semua energi dan kekuatan yang sudah terhimpun dan terbentuk tidak terbuang lagi sia-sia, supaya tetap tersimpan menyatu dengan tubuh dan sukma anda.

Setelah latihannya selesai lepaskan nafas dengan perlahan dan teratur, jangan melepaskan nafas dengan keras dan jangan mengendorkan badan, supaya semua energi dan kekuatan yang sudah terhimpun dan terbentuk tidak mengendor dan berkurang kekerasan dan kekuatannya.
Walaupun nantinya akan mengendor juga seiring jalannya waktu, tetapi jangan kita sendiri yang sengaja mengendorkannya, biarkan saja terjadi secara alami. Sesudahnya anda bisa beraktivitas kembali dengan normal.


Jika penghayatan anda benar, selama melakukannya anda akan merasakan bulu kuduk atau seluruh tubuh anda meremang / merinding yang adalah reaksi dari roh pancer dan sedulur papat anda yang tersugesti oleh laku anda. Sesudah latihannya anda akan merasakan tubuh anda segar bertenaga. Hasil laku tersebut tergantung juga pada penghayatan anda, apakah nantinya semua kekuatan akan menjadi kekuatan sukma ataukah akan menjadi kekuatan kanuragan seperti tenaga dalam.

Cara di atas baik untuk menyatukan semua energi yang pernah dihimpun, baik energi dari kekuatan kebatinan, energi dari kanuragan dan tenaga dalam atau energi hasil olahan meditasi energi atau dari hasil penghayatan kebatinan dalam keagamaan, semuanya akan disatukan dengan kekuatan sugesti kebatinan, menyatu menjadi kekuatan kanuragan, kekuatan batin dan sukma.


Amalan kebatinan jawa di atas adalah bersifat kebatinan, karena itu dalam mengamalkannya juga harus dengan sugesti kebatinan. Sebelumnya anda harus sudah menentukan aji lembu sekilan itu akan menjadi seperti apa.

Karena bersifat kebatinan, maka amalan lembu sekilan itu hasilnya akan bergantung pada sugesti kebatinan anda, apakah lembu sekilannya hanya untuk kekuatan badan saja untuk menjadikan tubuh anda berkekuatan besar, apakah juga untuk membuat badan tahan pukul, apakah cukup sebatas ada pagaran energi pelindung saja, atau apakah juga supaya kebal senjata tajam, dsb. Jadi, karena bersifat kebatinan, maka amalannya sama, tetapi sugesti kebatinannya anda sendiri yang menentukan (sambil memvisualisasikan sendiri hasilnya, olah sugesti). Karena itu dalam keilmuan kebatinan tidak ada banyak amalan, karena amalan yang sama bisa dilakukan dengan banyak macam sugesti dan bisa diamalkan untuk banyak macam tujuan.

Jika anda sudah menekuni olah kanuragan / tenaga dalam, hasilnya akan lebih baik lagi kalau juga menekuni laku kebatinan untuk kekuatan badan, baik dengan amalan kekuatan di atas, ataupun dengan amalan-amalan kejawen lain yang bisa dicari di internet (bukan amalan yang untuk memukul, menyerang atau kekebalan, tapi yang untuk kekuatan badan). Dengan laku olah kebatinan tenaganya disatukan selain dengan tubuh juga dengan sukma / batin. Sejalan dengan penghayatan dan pencapaian latihan anda nantinya akan terasa tenaga anda menjadi lebih keras dan padat, ibaratnya anda akan merasa seperti berotot kawat bertulang besi.



 4.
 Watu tego banyu pertiwi
 Wesi tego banyu pertiwi
 Kayu tego banyu pertiwi
 Tanpo nyowo tanpo sukmo
 Lipa lipuk empuk dadi kapuk
 Santek pandelong landawek landawed

 (paling sedikit dibaca 3x, masing-masing dengan menekan nafas).

Amalan di atas tujuan sugestinya adalah untuk kekuatan tangan, misalnya untuk meremas / membengkokkan sebuah benda, benda yang semula keras akan menjadi lebih lunak. Bisa juga digunakan untuk memukul / mematahkan / memecahkan benda keras (sebaiknya hati-hati dalam penggunaannya, jangan anda sampai mengalami cidera karena kekuatan anda belum cukup kuat atau karena sugestinya belum tepat).

Amalan di atas diamalkan sambil menahan nafas dan tangan mengepal dikeraskan. Dalam mempraktekkannya, sambil menahan nafas amalan itu dibaca, sesudahnya ketika meremas / membengkokkan sebuah benda sambil mengalirkan tenaga ke tangan nafas dihembuskan keras lewat hidung (dan dalam batin sambil membaca amalan itu sugestikan benda yang diremas itu lunak).

Intinya adalah pemusatan kekuatan di tangan dan dilakukan sambil bersugesti batin bahwa kita berkuasa atas bendanya, bersugesti benda yang keras akan menjadi lunak di tangan kita. Selain kekuatan fisik, kekuatan batin dan sukma juga akan bekerja mengikuti sugesti batin kita yang berkuasa terhadap bendanya (jangan bersugesti bahwa bendanya keras atau tangan kita lebih lemah daripada bendanya).



Secara umum amalan-amalan ilmu / ajian berfungsi untuk mengarahkan dan memfokuskan pikiran dan batin supaya selaras dengan isi dan bunyi amalannya (untuk memfokuskan sugesti), atau untuk mengarahkan kerja khodamnya, menjadi perintah kerja bagi khodamnya (jika menggunakan khodam).

Pada orang-orang aliran ilmu gaib dan khodam amalan dan mantra berfungsi sebagai perintah kerja untuk mengarahkan kerja khodamnya. Amalan dan mantra menjadi perintah kerja bagi khodamnya. Karena itu untuk ilmu yang sama orang akan menciptakan banyak variasi mantra dari yang kadar perintah kerjanya biasa saja sampai yang kadarnya tinggi dan ampuh. Dan untuk ilmu yang berbeda-beda orang akan menciptakan amalan dan mantra yang berbeda. Karena itu orang akan terdorong untuk mempelajari dan mengkoleksi banyak amalan ilmu dan akan bergantung kepada banyak guru yang menurunkan amalan dan ilmunya itu (beserta khodamnya).

Tetapi para pelaku kebatinan sudah terbiasa bermain sugesti (olah sugesti), sugestinya hanya ada di dalam batin dan pikiran mereka saja, tidak diwujudkan dalam bentuk formal amalan dan mantra, sehingga dalam keilmuan kebatinan tidak ada banyak variasi amalan / mantra. Amalan hanya digunakan untuk memicu / memancing munculnya kekuatan dan kegaiban kebatinan, dan satu itu saja amalan ilmunya dengan kemampuannya bersugesti bisa digunakannya untuk banyak macam bentuk keilmuan yang orang lain harus melakukannya dengan banyak macam amalan dan mantra yang berbeda-beda.

Karena itu para pelaku kebatinan, dan yang sedang belajar ilmu kebatinan, dituntut untuk menguasai olah rasa dan olah sugesti, untuk mengolah kekuatan rasa, untuk mengolah dan mengukur kekuatannya sendiri, dan dengan olah sugesti mereka melatih membentuk kekuatan kebatinan mereka supaya menjadi seperti apa yang mereka inginkan.

Karena itu tingkat pencapaian masing-masing orang dalam olah kebatinan tidak bisa hasilnya disama-ratakan, masing-masing orang akan memiliki kelebihan sendiri-sendiri. Ketekunan seseorang dalam latihan dan kekuatan rasa dan kekuatan sugesti akan menentukan hasil yang dicapai seseorang dalam mempelajari hal yang sama, tetapi selain ketekunan, faktor interest, kecerdasan batin dan kreativitas batin dalam bersugesti akan menentukan apa saja yang mampu dilakukan oleh seseorang dibandingkan orang lain.

Amalan-amalan kebatinan jawa di atas adalah bersifat kebatinan, karena itu dalam mengamalkannya juga harus dengan sugesti kebatinan, sambil memvisualisasikan hasil yang diinginkan, sugestinya diucapkan di dalam hati dan ditujukan ke dalam diri sendiri untuk membangkitkan inner power,  yaitu kekuatan kebatinan / roh / sukma.

Amalan-amalan kebatinan di atas, terutama yang no.3 dan 4, mungkin awalnya akan terasa susah bagi para pemula pelaku kebatinan, apalagi yang sudah terbiasa hanya mewirid amalan saja, karena kekuatannya bukan pada wiridannya, tapi pada penghayatannya dan pada kekuatannya bersugesti, sehingga mungkin amalan itu tidak akan banyak bermanfaat bagi mereka, mungkin efeknya juga tidak terasa. Jadi mereka harus belajar menghayati dan belajar bersugesti (dan bervisualisasi).

Tapi bagi para pelaku kebatinan, yang sudah memiliki kekuatan kebatinan, dan yang sudah mampu bersugesti, amalan satu itu saja sudah cukup untuk mencakup semua jenis keilmuan kanuragan. Ilmu lembu sekilan, tameng waja, kebal sejati, kalacakra, lumpuh lampah, pukulan besi, lebur saketi, pukulan penghancur tulang, pukulan jarak jauh, pukulan panas, pukulan dingin, dsb, semuanya bisa diwujudkan hanya dengan satu amalan itu saja. Kuncinya selain ada pada kekuatan kebatinan yang sudah dimiliki, juga pada kemampuannya bersugesti.

Dan jika dilakukan dalam praktek yang sesungguhnya dengan kemampuannya bersugesti (merubah-ubah sugesti rasa dan pikiran) seseorang bisa dalam waktu singkat bergantian mengetrapkan ilmu lembu sekilan, pukulan besi, lebur saketi, pukulan panas dan dingin, atau bergantian antara lembu sekilan, tameng waja, kebal sejati, atau sekaligus semuanya digabungkan menjadi satu, tanpa perlu lebih dulu merapal amalan dan tidak perlu mengkoleksi dan menghapal banyak amalan.

Amalan-amalan kebatinan jawa di atas akan baik sekali jika diamalkan dalam keadaan berpuasa dan dilakukan secara rutin untuk menjaga supaya kegaibannya tidak melemah. Jika anda juga mempunyai khodam ilmu / pendamping, sebaiknya disugestikan supaya khodam pendamping anda itu ikut menjalankan laku itu bersama anda, sehingga sesudahnya selain khodam itu menjadi lebih kuat dan bugar, keberadaannya juga akan semakin menambah kekuatan kegaiban anda.


Berikut ini dituliskan contoh-contoh keilmuan lainnya untuk menambah wawasan keilmuan tentang kebatinan kanuragan jawa yang bentuk latihannya serupa dengan contoh latihan ilmu lembu sekilan di atas.


Ilmu gajah atau ilmu lembu sekilan adalah suatu ilmu kesaktian ciptaan Gajah Mada untuk memadatkan dan mengeraskan kekuatan kebatinan dan tenaga dalam yang bukan hanya mengisi tubuh, tetapi juga melapisi bagian luar tubuhnya hingga setebal sejengkal dari tubuhnya, suatu jenis ilmu kesaktian kekuatan dan pertahanan tubuh yang diilhami filosofi gajah yang berbadan besar, kuat dan berkulit tebal, yang menjadikannya jaya tak terkalahkan dalam setiap pertarungan (ilmu itu juga diilhami oleh Dewa pujaannya, Ganesha).

K
epadatan dan kekerasan energi di dalam tubuh membuat tubuhnya kuat, berkekuatan besar untuk bertahan dan berkekuatan besar untuk menyerang. Kepadatan dan kekerasan energi di lapisan luar tubuhnya membuatnya tak dapat dikenai pukulan dan segala macam senjata tajam dan pusaka, dan tak mempan sihir dan santet

Jadi ilmu lembu sekilan itu bukanlah semata-mata ilmu pertahanan tubuh, tetapi juga adalah ilmu menyerang, membuat tubuhnya kuat ketika harus bertahan dan membuat tubuhnya kuat ketika menyerang dan lapisan luar energinya juga melindunginya dari berbagai macam bentuk serangan.

Karena itu dalam latihan ilmu lembu sekilan itu sugestinya adalah untuk mengisi, memadatkan dan mengeraskan energi di badan, untuk mengeraskan kekuatan tubuh, mengeraskan kekuatan tubuh untuk menahan pukulan (tahan pukul) dan mengeraskan kekuatan tubuh untuk menyerang (memukul / menendang), dan lapisan luar energinya melindungi tubuh, seperti gajah yang berbadan besar, kuat dan berkulit tebal. Sejauhmana ilmu itu jadinya semuanya ditentukan oleh kemampuan orangnya sendiri dalam mengolah kekuatannya sendiri dan ditentukan juga oleh kemampuannya dalam bersugesti.

Dalam dunia persilatan tanah jawa ada banyak bentuk ilmu kesaktian yang mirip dengan ilmu lembu sekilan itu, yaitu ilmu pertahanan dan ilmu untuk menyerang, tapi kebanyakan nama-nama ilmunya tidak seterkenal ilmu lembu sekilan. Ilmu lembu sekilan sangat terkenal karena terkait dengan tokohnya Gajah Mada yang saat itu jaya tak terkalahkan dalam setiap pertarungan (terutama yang terkait dengan pertarungan / peperangan dalam tugas kerajaan, bukan pertarungan individu di dunia persilatan di luar ketentaraan).

Ilmu tameng waja dan kebal sejati adalah juga ilmu pertahanan tubuh, menjadikan orangnya tahan pukul dan tak mempan diserang pusaka dan senjata tajam. Tetapi ilmu-ilmu itu lebih banyak bersifat ilmu pertahanan / kekebalan, tidak seperti ilmu lembu sekilan yang bukan hanya untuk pertahanan, tapi sekaligus juga menguatkan tubuh untuk memukul / menyerang.

Orang yang memukul orang lain yang mengetrapkan ilmu lembu sekilan, pukulannya itu akan meleset jika arah pukulannya menyamping, dan orangnya akan merasa memukul sesuatu yang kenyal padat seperti daging jika arah pukulannya tegak lurus, tetapi pukulannya itu baru mengenai lapisan luar energinya saja, belum menyentuh kulit orang yang diserang.

Tetapi orang yang memukul orang lain yang mengetrapkan ilmu tameng waja, baik arah pukulannya menyamping ataupun tegak lurus, ia akan merasa memukul sesuatu yang keras seperti baja seolah-olah lawannya itu memakai baju baja.
Sedangkan jika memukul orang lain yang mengetrapkan ilmu kebal sejati, baik arah pukulannya itu menyamping ataupun tegak lurus, bisa ia merasa memukul sesuatu yang keras, bisa juga kenyal seperti daging, tergantung sifat keilmuan lawannya itu apakah keras atau lembut.

Ilmu lumpuh lampah dan sejenisnya adalah ilmu menyerang, tetapi lebih ditujukan untuk menundukkan / melumpuhkan, tidak untuk membunuh atau menciderai. Jenis ilmu ini banyak digunakan oleh kalangan resi, panembahan, begawan, dsb  yang kepada lawan-lawannya mereka tidak ingin berbuat kejam, tapi melumpuhkan saja untuk menundukkan dan memberinya pelajaran. Ilmu ini bisa dilakukan dengan dipukulkan, bisa juga dengan sentuhan saja, bisa juga dengan membiarkan dirinya disentuh / dipukul.

Ilmu kalacakra dan sejenisnya mirip dengan ilmu lumpuh lampah, banyak digunakan oleh kalangan panembahan resi dan begawan, bisa untuk menyerang, bisa juga untuk bertahan. Sifatnya menundukkan / melumpuhkan, tidak untuk membunuh atau menciderai, bisa dilakukan dengan dipukulkan, bisa juga dengan sentuhan saja, bisa juga dengan membiarkan dirinya disentuh / dipukul.

Ilmu tangan besi dan sejenisnya adalah sejenis ilmu menyerang, menjadikan orangnya seolah-olah tangan dan kakinya keras dan berat seperti besi, ampuh untuk memukul orang lawannya, juga untuk menghancurkan benda keras.

Ilmu pukulan penghancur tulang dan sejenisnya adalah juga ilmu menyerang, tetapi lebih ditujukan untuk menghancurkan bagian dalam tubuh lawannya dan bagian tubuh yang keras seperti tulang dan persendian, bisa dilakukan dengan dipukulkan, bisa juga dengan sentuhan saja. Tujuannya membuat kematian atau luka parah yang permanen pada lawannya.

Ilmu lebur saketi adalah juga ilmu menyerang. Sifatnya menghancurkan / mematikan. Kekuatannya difokuskan di sisi telapak tangan. Orang yang dikenai ilmu lebur saketi akan merasa seolah-olah dirinya dihantam oleh suatu kekuatan seberat 1 ton (dipukul martil 0,2 kg saja sudah membuat orang kesakitan, apalagi dihantam palu 1 kg, apalagi dihantam yang beratnya 1 ton).

Ilmu sasrabirawa adalah juga ilmu menyerang. Sifatnya menghancurkan / mematikan. Kekuatannya difokuskan di sisi telapak tangan. Efek akibatnya mirip seperti ilmu lebur saketi.

Ilmu brajageni adalah juga ilmu menyerang, menggunakan tenaga panas, menjadikan orangnya seolah-olah tubuhnya, tangan dan kakinya panas seperti api. Objek yang dipukulnya akan hancur dan gosong terbakar. Tetapi jenis pukulan ini akan terbatas keampuhannya bila lawannya memiliki kekebalan (ilmu kebal) atau perisai lapisan energi yang kuat.

Ilmu brajamusti adalah juga ilmu menyerang, menggunakan tenaga panas juga, tetapi tidak seperti brajageni, orangnya sendiri tidak panas. Sasarannya adalah bagian dalam tubuh lawannya. Ilmu ini lebih ditujukan untuk lawan yang memiliki ilmu pertahanan / kekebalan. Objek sasaran yang dipukul bisa tetap utuh bagian luarnya, tetapi hancur dan gosong terbakar bagian dalamnya, rontok isi dadanya.
Ilmu pukulan ini dilatih dengan memukul buah kelapa utuh. Tanda-tanda keberhasilannya adalah setelah dipukul dengan pukulan brajamusti ini buah kelapanya bisa pecah, bisa juga tetap utuh, bagian luarnya tidak gosong tetapi bagian dalamnya yang gosong. Itulah bedanya ilmu brajamusti dengan brajageni.

Ilmu pukulan jarak jauh biasanya lebih ditujukan kepada lawan yang kekuatannya lebih rendah daripada dirinya, bukan kepada lawan yang kekuatannya setingkat atau lebih tinggi yang mempunyai ketahanan yang sama atau lebih terhadap efek pukulan jarak jauh, atau digunakan untuk mementalkan kepungan lawan setingkat prajurit dengan mengerahkan gelombang energi yang besar.


Nama-nama ilmu kanuragan di atas adalah nama-nama keilmuan yang masih dikenal pada masa sekarang. Ilmu pukulan dan bertahan di atas keampuhannya setingkat jika orang-orangnya juga kekuatannya setingkat. Lebih bermanfaat untuk melawan orang yang kekuatannya lebih rendah. Tapi sesungguhnya ada banyak ilmu kesaktian yang mirip dengan ilmu-ilmu di atas, hanya saja nama-nama ilmunya itu tidak dikenal orang pada masa sekarang, karena orang penggunanya juga mungkin dulunya tidak terkenal.

Dalam praktek yang sesungguhnya dengan kemampuannya bersugesti (merubah-ubah bentuk sugesti) orang bisa dengan singkat mengetrapkan ilmu lembu sekilan bergantian menjadi ilmu kalacakra atau lumpuh lampah, atau menggabungkannya menjadi satu kekuatan ilmu pertahanan tubuh (misalnya ilmu lembu sekilan yang lapisan luar energinya ditambahkan sifatnya menyengat atau melumpuhkan orang yang menyentuhnya).

Atau mengetrapkan ilmu lembu sekilan ditambah memusatkan kekuatannya di tangan menjadi ilmu pukulan panas, pukulan besi atau lebur saketi (kekuatan pertahanan ditambahkan fokus kekuatannya di tangan / kaki menjadi kekuatan menyerang dengan memukul atau menyentuh). Semuanya itu dilakukan dengan merubah-ubah bentuk sugestinya, merubah-ubah aliran energi dan bentuk energinya tanpa perlu merapal amalan dan tidak perlu menghapal dan mengkoleksi banyak amalan.

Jadi sebenarnya ilmu lembu sekilan itu adalah suatu ilmu dasar untuk pertahanan tubuh sekaligus juga untuk menyerang, yang dalam prakteknya selain mengetrapkan ilmu lembu sekilan yang membuat dirinya tak dapat dikenai pukulan orangnya juga mengetrapkan ilmu lain untuk menyerang, sehingga ilmunya menjadi berlapis-lapis menjadikan orangnya benar-benar mumpuni melebihi lawan-lawannya.

Sebenarnya orang-orang lain yang setingkat dengan Gajah Mada juga mempunyai ilmu ketahanan tubuh yang pada prakteknya juga dilambari dengan ilmu lain untuk menyerang. Hanya saja sifat keilmuannya itu tidak persis sama dengan ilmu lembu sekilan dan mungkin ilmunya itu tidak terkenal karena orangnya juga tidak terkenal. Orang-orang jaman dulu itu dalam kondisi normalnya ketika sedang bertarung dirinya sendiri sudah mempunyai kandungan energi untuk kekuatannya bertahan maupun untuk menyerang yang tanpa ia menggunakan aji-aji pun akibatnya fatal bagi orang-orang awam.

Selain ilmu lembu sekilan yang adalah ilmu dasar yang selalu diterapkan selama bertarung, secara umum nama-nama ilmu di atas adalah nama-nama keilmuan kesaktian yang tidak dilakukan orang dalam kondisi bertarung yang biasa, tapi adalah ilmu-ilmu kesaktian yang dilakukan orang dengan mengerahkan kekuatan energinya yang terbesar, menjadi ilmu terakhir (ilmu pamungkas) ketika seseorang berhadapan dengan lawan yang setingkat atau yang lebih kuat untuk mengakhiri lawannya dengan mengadu kekuatan ilmu yang tertinggi pada pertarungan yang menentukan apakah dirinya akan tetap hidup atau mati.

Jadi ilmu-ilmu di atas bukanlah ilmu-ilmu biasa, tetapi adalah ilmu-ilmu pamungkas, terutama ketika seseorang berada dalam kondisi akan tetap hidup atau mati. Dalam kondisi normalnya mereka sudah mempunyai kekuatan untuk bertahan dan menyerang yang akibatnya fatal bagi orang-orang awam, sehingga tanpa ilmu-ilmu itu pun sebenarnya orangnya itu sudah mumpuni.

Untuk melatih ilmu-ilmu di atas secara kebatinan, maka selain orangnya harus sudah mempunyai kandungan energi yang besar, yang kemudian energinya itu dipadatkan dan dikeraskan lagi, ia juga harus bisa berimprovisasi dalam bersugesti membentuk kekuatan energinya mengikuti bentuk dan sifat masing-masing keilmuan di atas.


Pada keilmuan tenaga dalam jaman sekarang, memakai khodam maupun tidak, orang sudah biasa mengukur kekuatan ilmunya dengan kemampuannya mematahkan papan kayu, tumpukan batu bata, balok es, besi gligen, dsb.

Pada jaman dulu orang-orang yang berguru kanuragan, ketika dirinya sudah mulai masuk ke dalam tahapan kebatinan kanuragan, yang sudah tidak lagi melulu latihan olah fisik dan jurus, sudah mulai menjalani laku puasa, meditasi, semedi dan tapa brata, dalam latihannya batu kali sebesar kepala kerbau adalah objek sasaran yang biasa untuk dihancurkan. Dan ketika seseorang sudah sampai pada tingkatan boleh menerima ilmu-ilmu / ajian seperti lebur saketi atau sasrabirawa dalam latihannya batu kali sebesar kerbau berdiri adalah objek sasaran yang umum untuk dihancurkan.

Bagaimana kita bisa membayangkan kedahsyatan ilmu-ilmu mereka itu dengan kekuatan sukma dan kebatinan mereka yang sampai ribuan KRK. Padahal pada jaman sekarang ini banyak orang yang khusus menekuni ilmu-ilmu itu dengan amalan dan khodam yang umumnya kekuatannya tidak lebih dari 1 KRK saja sudah menjadikan orangnya dianggap sakti dan mumpuni jika sudah menguasai ilmunya.

Di dunia keilmuan jaman sekarang yang kebanyakan sifatnya adalah ilmu gaib / khodam banyak dituliskan tentang ilmu-ilmu di atas. Tetapi kebanyakan seperti contoh ilmu lembu sekilan di atas, sifat ilmunya pada jaman sekarang akan menjadi sama seperti ilmu kebal, kebal kulitnya saja (ilmu kulit), orangnya sendiri tidak punya kekuatan apa-apa tanpa amalan dan khodamnya, bukan menjadi ilmu lembu sekilan yang adalah ilmu gajah, yang benar-benar menjadikan orangnya berkekuatan besar (ilmu dalaman). Tetapi mungkin sugesti di dalam amalan dan mantra ilmu gaib itu ada yang bisa ditiru sebagai bahan pembelajaran bersugesti (mantranya dijadikan alat mengsugesti batin).


(Hati-hati bagi yang menggunakan kekuatan kebatinan untuk kekebalan yang bersifat permanen. Kekuatan kebatinan yang berhasil digunakan untuk kekebalan kekuatannya jauh melebihi kekuatan ilmu gaib dan ilmu khodam atau susuk dan jimat kebal, sehingga dapat menyebabkan seseorang yang sudah meninggal jasadnya tidak dapat hancur dan membusuk seperti layaknya jasad manusia pada umumnya dan rohnya sendiri tidak dapat lepas keluar dari tubuhnya, terkunci di dalamnya. Jasad dengan roh di dalamnya tersebut akan menjadi mumi dan beratus-ratus tahun kemudian akan dapat menjadi yang sekarang disebut jenglot atau batara karang. Lebih baik bila kekuatan kebatinan itu dijadikan ilmu lembu sekilan saja, yaitu ilmu kekuatan dan pertahanan tubuh dengan memadatkan dan mengeraskan kekuatan kebatinan / sukma / tenaga dalam hingga setebal sejengkal dari tubuh, selain menjadikan tubuh berkekuatan besar, juga akan menjadi perisainya dari adanya serangan pukulan ataupun senjata tajam).



 Tips :

Sugesti kebatinan untuk membuat pagaran gaib bisa dilakukan dengan sambil mewiridkan amalan / aji kalacakra, gunakan saja yang berbahasa Indonesia, bahasa yang kita mengerti untuk kita bersugesti.
(Baca : Ilmu / Rajah Kalacakra).

Mewiridkan amalan lembu sekilan di atas dapat juga dilakukan untuk benda-benda gaib yang tuahnya terutama untuk kekuatan dengan sambil digenggam bendanya untuk mengakomodir keinginan kita supaya tuahnya menjadi lebih ampuh bertuah, sesuai tuah aslinya yang untuk jimat kekuatan.

Jika anda juga mempunyai sebuah benda gaib bertuah kekuatan, sugesti kebatinan lembu sekilan di atas juga dapat digunakan untuk menyatukan kegaibannya dengan anda. Amalan kebatinan jawa itu adalah bersifat kebatinan, karena itu dalam mengamalkannya juga harus dengan sugesti kebatinan. Sebelumnya anda harus sudah menentukan aji lembu sekilan itu akan menjadi seperti apa, apakah cukup sebatas tahan pukul, atau juga anti gores / sabet / tusuk (kebal sejati), ataukah sebatas ada energi pelindung saja. Sugesti aji lembu sekilan anda itu juga akan menentukan sejauhmana kegaiban yang harus dilakukan oleh benda gaibnya.

Benda gaibnya digenggam, disatukan seolah-olah sudah menjadi satu kesatuan dengan diri anda. Sesudah menentukan bentuk sugestinya, amalannya diwirid di dalam hati dan selain ditujukan ke dalam diri sendiri, juga ditujukan kepada benda gaibnya, menjadi satu perbuatan bersama-sama. Lebih baik lagi kalau sambil bendanya digenggam anda mengamalkan doanya dan melakukan olah gerak latihan seperti diuraikan di atas. Jika cara anda benar, sesudahnya anda sendiri menjadi semakin kuat dan bugar, benda gaibnya juga akan semakin keras getaran dan kegaibannya.

Dalam mewiridkan amalan kalacakra dan lembu sekilan itu atau amalan lainnya sebaiknya dilakukan dengan kepekaan rasa, sehingga apakah mewiridnya cukup 1x, 10x, dsb, nantinya dicocokkan dengan penilaian
kita sendiri, apakah kondisi pagarannya sudah sesuai dengan keinginan kita dan apakah bendanya sudah bertuah dan kadar tuahnya sama dengan yang kita inginkan. Kalau dianggap masih kurang, nantinya wiridannya ditambah lagi.

Begitu juga di hari-hari yang lain, kalau kita rasakan pagarannya atau tuah benda kita kurang greng ... kalau perlu kita wiridkan lagi amalannya.


Amalan lembu sekilan itu bisa juga untuk tuah pengasihan / kerejekian kalau sambil mengamalkan amalannya kita bisa mengsugestikan tuah pengasihan dan kerejekian (sambil divisualisasikan apa saja yang dilakukan oleh khodamnya dalam melaksanakan tuah pengasihan / kerejekian).

Begitu juga dengan benda-benda kita yang lain yang tuahnya untuk pengasihan / kerejekian ataupun yang untuk kekebalan, sebaiknya kita rajin mewiridkan amalan yang sesuai dengan tuahnya (amalannya bisa dicari di internet) supaya tuahnya lebih greng ....



 Tambahan :

Untuk menjawab banyaknya pertanyaan dari para pembaca mengenai apakah mungkin pada jaman sekarang ini manusia bisa mempunyai kekuatan sukma yang tinggi, dan untuk mengakomodir banyak pembaca yang ingin mempunyai kekuatan sukma yang tinggi, Penulis sudah menuliskan cara-cara melatihnya dengan metode meditasi yang sederhana dan praktis untuk keperluan itu.

Kalau hanya untuk menaikkan kekuatan sukma saja lakunya sangat mudah, hanya diperlukan kemauan dan ketekunan menjalaninya, tidak berat. Tetapi kalau itu juga ditujukan untuk kesaktian kanuragan, maka lakunya akan jauh lebih berat.

Penulis tidak bermaksud memberikan panduan untuk kesaktian kanuragan, karena Penulis memandang bahwa jaman sekarang bukan lagi jamannya kesaktian yang praktek penggunaannya malah akan mendatangkan kesulitan karena akan bermasalah dengan hukum dan aparat kepolisian.

Bagi yang berminat melatihnya sendiri ketekunannya pada keilmuan seperti contoh-contoh di atas itu akan menunjang kesehatan, stamina dan kekuatan yang latihannya bisa sebagai sampingan saja agar tidak sampai mengganggu rutinitas kesibukannya sehari-hari. Tulisan ini dimaksudkan untuk menambah pengetahuan saja tentang kebatinan kanuragan yang asalnya adalah dari potensi diri kita sendiri yang untuk melakukannya tidak harus kita bergantung pada adanya khodam dan koleksi ilmu gaib dan tidak harus berguru kepada banyak guru.

Jika berminat dengan kesaktian kanuragan sebaiknya mengikuti juga pelatihan resminya di perguruan-perguruan ilmu beladiri, untuk mendapatkan pelatihan olah gerak dan bimbingan memfokuskan sugesti / konsentrasi membentuk kekerasan tenaganya untuk memukul benda keras maupun untuk ketahanan tubuh (tahan pukul), sehingga dengan pembimbingan itu adanya kekuatan tambahan dari laku kebatinan akan sangat signifikan terbentuk manfaatnya untuk tujuan kanuragan.

Di dalam halaman-halaman bertema  Meditasi Energi sudah dituliskan laku meditasi kebatinan spiritual untuk usaha "membangun" kekuatan fisik maupun kekuatan sukma dengan cara "mengisi" tubuh dengan energi alam, yang nantinya diharapkan energi itu juga akan diserap oleh roh pancer dan sedulur papat manusia pelakunya, sehingga keseluruhan kekuatan tubuh dan sukmanya akan meningkat.

Dalam latihan meditasi-meditasi itu untuk tahap awalnya diajarkan berlatih meditasi untuk belajar bersugesti "menurunkan energi" untuk diserap oleh tubuh. Pada tahap latihan selanjutnya diharapkan kita juga belajar memperbesar kapasitas tubuh kita dalam menerima energi, tips-tips-nya sudah dituliskan di bagian akhir tulisan-tulisan bertema  Meditasi Energi , sehingga nantinya kemampuannya untuk "menampung" dan menghimpun energi akan menjadi lebih baik dan jumlah energi yang berhasil dihimpunnya juga akan semakin besar, tidak luber keluar dan tidak terbuang lagi sia-sia.


Sukma manusia terdiri dari 2 unsur pokok, yaitu roh pancer dan sedulur papatnya. Dengan demikian kekuatan sukma manusia juga adalah kombinasi dari kekuatan roh pancer dan sedulur papatnya itu, dan untuk menaikkan kekuatan sukmanya, maka keseluruhan roh pancer dan sedulur papatnya itu harus ditingkatkan kekuatannya. Tetapi untuk tujuan kanuragan kekuatan tubuhnya harus juga ditingkatkan.

Dalam laku meditasi energi, energi yang sudah berhasil diturunkan sebagian akan menyatu dengan tubuh, menjadi energi potensial, tidak semuanya bisa langsung diserap oleh roh pancer, sehingga peningkatan kekuatan roh pancer tidak bisa cepat. Roh sedulur papat lebih bebas, tidak terikat dengan fisik manusia, sehingga sebagai roh mereka akan lebih mudah dalam menyerap energi dan biasanya kemudian roh sedulur papatnya akan lebih tinggi kekuatannya daripada pancernya.

Kalau tujuan lakunya adalah untuk menaikkan kekuatan sukma, maka sebaiknya dicoba dalam menurunkan energi itu anda secara roh (pancer) menyerap langsung energinya, energinya dibuat langsung menyatu dengan roh pancer anda, sama seperti sedulur papat anda yang menyerap langsung energinya, hasilnya akan lebih efektif menaikkan kekuatan sukma. Sedangkan kelebihan energinya yang tidak terserap oleh roh anda akan tertampung di tubuh anda menjadi energi potensial tubuh yang sewaktu-waktu kekuatannya akan keluar sendiri ketika anda beraktivitas.

Setiap sesudah menghimpun energi sebaiknya dicoba untuk menaikkan kekuatan roh pancer anda supaya menjadi seimbang kekuatannya dengan roh sedulur papatnya dengan cara bermeditasi kembali sebentar, sugestikan supaya roh sedulur papat menyatukan kekuatannya dengan roh pancernya, sehingga kemudian pancernya itu akan terdongkrak naik kekuatannya mengimbangi kekuatan sedulur papatnya.

Jika pada hari-hari selanjutnya si manusia sudah jarang atau tidak lagi melakukan pengisian kekuatan, maka kekuatan sukma yang sudah dibangunnya itu dapat kembali melemah kekuatannya karena secara alami tubuh dan sukma kita sehari-harinya mengeluarkan energi. Karena itu sebaiknya selain berlatih membangun kekuatan, juga dilatih untuk menambah kekerasan kebatinannya, misalnya dengan laku dalam tulisan berjudul Kebatinan dalam Keagamaan, atau dengan laku olah spiritual, supaya kekuatan sukmanya itu tidak mudah kembali melemah.

Selain yang sudah secara khusus dituliskan, ada banyak tips membangun dan melatih kekuatan sukma yang terkandung di dalam banyak tulisan. Selain itu sebaiknya juga dibaca komen / pengalaman dari pembaca lain yang mudah-mudahan bisa dijadikan inspirasi dalam rangka pembelajaran.

Seperti sudah dituliskan sebelumnya bahwa secara umum kondisi asli sukma manusia kekuatannya tidak lebih tinggi daripada kekuatan kuntilanak yang di alam gaib termasuk sebagai mahluk halus yang kekuatannya paling rendah. Nantinya setelah menjalankan laku membangun kekuatan sukma itu bisa dibuktikan sendiri dengan teknik penggunaan kekuatan gaib bahwa kekuatan sukmanya akan jauh lebih baik daripada sebelumnya, bahkan bisa jauh melebihi kekuatan gaib Ibu Ratu Kidul yang sering dipuja-puja orang sebagai tokoh sakti dari alam gaib.

Selain ditujukan untuk mempertinggi kekuatan sukma, laku itu juga akan mengisi kekuatan energi tubuh manusia, sehingga pelakunya akan bisa merasakan bahwa sesudah lakunya itu tubuhnya akan lebih bugar bertenaga. Bagi orang-orang yang sudah ikut pelatihan tenaga dalam, laku kebatinan tersebut juga dapat dilakukan untuk tujuan menambah kekuatan tenaga dalamnya.

Selebihnya, kekuatan sukma dan energi yang sudah berhasil dibangun dan dihimpun dapat dimanfaatkan untuk banyak keperluan energi dan keilmuan gaib. Diharapkan para pelakunya juga mempunyai pengetahuan tambahan mengenai cara-cara dan teknik penggunaan energi dan kekuatan gaib, baik dari situs ini maupun dari sumber lain, supaya apa yang sudah berhasil dicapainya itu dapat menjadi lebih bermanfaat dan bisa diimplementasikan secara nyata, bukan hanya menjadi sesuatu yang potensial.




_________


Comments