Fenomena

   Kebatinan dan Kegaiban

 


Halaman ini berisi ringkasan, editan dan cuplikan tanya jawab Penulis dengan pembaca dan obrolan santai dengan teman-teman atau orang lain tentang kebatinan dan kegaiban. Mudah-mudahan berguna untuk menambah pengetahuan dan hiburan.


---------------



 A
Senang dapat membaca tulisan-tulisan Mas di Javanese 2000 yang telah menambah wawasanku walau saya sendiri tidak memiliki kemampuan sebagaimana dimaksud dalam banyak tulisan Mas. Dan saya penasaran dengan itu.

Sehubungan dengan itu, saya ada beberapa pertanyaan yang saya rasa berkaitan dengan dunia gaib. Tahun 2006 suatu malam saya bermimpi melihat keris dalam sarungnya dengan motif tumbuh-tumbuhan, semua warna kuning emas dengan aura bening terang, mengambang di atas tanah dalam posisi gagang keris di atas. Dalam mimpi tersebut saya membatin inilah keris saya, tetapi tidak saya ambil, toh ini milik saya. Dan keris itu lenyap bergantikan seorang muda dengan pakaian selempang putih seperti pendeta dengan rambut digelung di atas kepalanya dan selalu mengiring jalanku di belakang sebelah kiri. Pendeta ini menarik dari jantung pisang dan memberikan semacam barang warna hitam berbentuk daun dengan gerigi di pinggirnya dan di tengahnya ada semacam simbol kecil seperti huruf S warna kuning emas. Tetapi saya tidak mau. Pada malam itu juga istriku melihat di dalam kamar kami ada seseorang berpostur tinggi berpakaian warna putih, saat itu istriku tidak takut, tetapi ia merasa damai / teduh.

Sejak mengalami mimpi itu, saya sering bermimpi, yang seolah-olah itu nyata dan biasanya terjadi antara tidur dan sadar, tentang orang-orang yang rata-rata berpakaian selempang mirip pendeta, barang-barang, dll. Sering disertai nama orang yang datang tersebut, nama barang, tempat / asal, atau keterangan lainnya. Dalam mimpi2 tersebut saya sering menolak kalau diberi sesuatu oleh mereka.

Saya punya seorang kakak kandung (sulung) yang telah dapat berkomunikasi dengan gaib (setahu saya tanpa belajar), saya sering menceritakan mimpi2 saya kepadanya dengan harapan dia dapat menjelaskan, tetapi dia cuma bilang apa yang saya mimpikan memang ada sebagaimana mimpi itu. Selebihnya dia tidak dapat menjelaskan, pun dipaksakan perutnya mual / sakit.

Yang ingin saya tanyakan kepada Mas adalah:
  1. Apakah mimpi2 saya tersebut sekadar bunga tidur atau memang berhubungan dengan gaib (leluhur) ?
  2. Kalo memang ada hubungan dengan gaib, apa yang sebaiknya saya lakukan? Memang adalah keinginan saya bila saya memiliki kemampuan batin / gaib, saya ingin menolong sesama dengan kemampuan tersebut.
  3. Kalo memang ada hubungan dengan leluhur, kenapa bukan kakak saya yang sering dimimpikan ? Bukankah dia memiliki kemampuan gaib, sehingga lebih mengerti maksudnya.
  4. Walau tulisan Mas gamblang tapi saya khawatir mempelajari gaib / kebatinan tanpa seorang guru / pembimbing, karena itu saya berharap Mas dengan kewaskitaannya berkenan memberikan petunjuk tentang keberadaan guru / pembimbing di Palembang yang kepadanya saya dapat menimba ilmu (arah, ciri-cirinya, dan terpenting adalah yang tulus mengalirkan ilmunya).
 J :    
  1. Kelihatannya mimpi2 bapak memang berhubungan dengan gaib.
  2. Di sekeliling bapak ada 3 sosok sukma manusia pendeta jaman dulu. Mereka bukan leluhur bapak. Katanya saat ini bapak tinggal di situs pertapaan mereka (ada bangunan gaibnya). Mereka ingin bapak mengetahui itu, spy bapak dan keluarga bisa ikut menjaga kesakralan tempat itu.
  3. Kegaibannya tidak berasal dari leluhur, dan kegaiban itu hanya berhubungan dgn bapak saja.
  4. Saya tidak punya kenalan orang ilmu di Palembang, shg saya tidak bisa menunjukkan orangnya.
Kalau bapak ingin belajar kegaiban, sebaiknya bapak membuka diri thd sesuatu yg bersifat gaib, sosok2 pendeta itu akan membantu bapak mempelajari kegaiban.
Sekalipun bapak belum mengerti apa2 tentang kegaiban, tapi bapak bisa mencaritahu jawaban2 dari pertanyaan2 bapak dgn cara menayuh spt dicontohkan dlm tulisan saya berjudul Ilmu Tayuh Keris. Selebihnya bapak bisa meningkatkan kemampuan dan pengetahuan ke arah yg lebih tinggi lagi.

 A :     Terima kasih. Semoga saya lebih bisa terbuka tentang hal gaib.
Tetapi jujur dalam menyikapi hal gaib saya cenderung mengedepankan logika. Karena ini juga saya telah ditegor oleh kakak saya, tapi sampai saat ini saya beranggapan hal gaib hanyalah fenomena yang belum dapat dijelaskan secara ilmu pengetahuan, karena itu saya lebih menyikapinya secara kritis dan mengedepankan logika. Seperti hypnotis dan tenaga dalam tidak lagi dianggap hal gaib.
Tetapi mulai sekarang saya akan belajar untuk menyikapi sebagaimana mestinya terhadap hal gaib. Semoga saja. Dan saya akan mencoba sebagaimana saran Mas.

Sambil berjalan mengikuti saran Mas, mohon dijelaskan, berkenaan dengan mimpi2 juga :
  1. Tidak semua pemberian saya tolak, ada beberapa yg saya terima, kenapa selalu lenyap di genggaman? Apa ada bahasa simbol / makna tersirat dari kejadian itu ?
  2. Beberapa mimpi sedikit / tanpa gambaran tetapi lebih ke suara, seperti:
    1. "Minta tolong saudara tuamu untuk membukakan punyamu" . Kemudian terlihat ada jari telunjuk menyentuh dada kiri, dan terlihat seperti ada gelombang berbentuk lingkaran warna putih memancar dari titik sentuh itu.
    2. "Bayu sugema sastro jatayu"
    3. Saya pernah dikasih nama panggilan kehormatan Yugo/ Hugo/ Jugo oleh sekelompok orang, sepertinya kumpulan pendekar, .............., terus saya diajak oleh seorang perempuan paruh baya berpakaian serba hitam dan memberikan barang yang kemudian lenyap di tanganku, saya bertanya" Kenapa ini diberikan kepadaku, toh aku bukan keturunan kalian?" dia menjawab" Benar, tetapi sudah lama kami menunggu kamu".
  3. Kenapa cuma saat terbangun tengah malam saya dapat melihat sosok gaib / energi walaupun sebentar (kakak saya membenarkan apa yang terlihat oleh saya).
  4. Antara sadar dan tidur saya merasakan ada dan saya dapat menyentuh dengan tangan sosok berbentuk seperti telur dan kenyal (lebih lembut dari balon) yang ngusel di perut, badan dan wajah samping kiriku, memberi tahu namanya kemudian pergi. Itu sosok apa? 
Saya luruskan agar Mas mendapat gambaran lebih jelas untuk pertanyaan saya, yaitu:
1. selengkapnya "bayu sugema sasto jatayu, minta tolong saudara tuamu untuk membuka punyamu".
2. tentang melihat fenomena gaib tersebut tidaklah setiap terbangun di setiap tengah malam, tetapi hanya sesekali.
3. tentang nama mana yang benar Hugo / Yugo / Jugo ?  apa memiliki arti ?

 J :    
Pemberian di dalam mimpi selalu lenyap di genggaman tangan.
Kebanyakan mimpi bersifat perlambang, ada makna / arti yg masih harus dimengerti lagi. Yg tahu pasti arti mimpinya adalah sosok gaib yg memberikan mimpi itu, shg harus dicaritahu dulu siapa sosok
gaib yg memberikan mimpinya itu untuk bisa tahu arti mimpinya.
Tidak semua pemberian benda di dalam mimpi adalah sungguh2 ada bendanya.
Ada yg hanya berupa energi saja yg mempunyai kegunaan tertentu,
ada juga yg hanya berupa aura tertentu yg hanya bisa diketahui artinya oleh kalangan gaib saja,
atau bisa juga berupa sosok halus yg diberikan sbg pendamping / penjaga.
Sebagian lagi memang ada bendanya. Sebagian besar bendanya masih berbentuk gaib, hanya sebagian kecil yg mewujud di dunia manusia.
Benda yg masih berbentuk gaib itu contohnya adalah kembang yg spt terbuat dari kertas emas di atas telinga kanan bapak.
Kalau masih ada benda gaib lain atau sosok halus penjaga mungkin posisinya ada di rumah bapak, bukan di badan bapak.

Bayu sugema sastro jatayu, itu adalah sejenis amalan gaib kuno, tapi saya kurang tahu artinya. Hubungan ilmunya adalah untuk membuka / mengaktifkan kekuatan roh / sukma seseorang.

Mengenai : " Minta tolong saudara tuamu untuk membukakan punyamu ..........
"   Apakah bapak beragama Kristen / Katolik ?

 A :     Saya beragama Katolik, apa itu berpengaruh atas apa yg sy alami?

 J :     Yg dimaksud saudara tua bapak adalah Roh Kudus yg sudah ada pd diri bapak.
Sekalipun bapak tidak mengetahuinya, secara spiritual mereka bisa mendeteksi keberadaannya, dan mereka menghormati itu, dan mereka tidak akan berbuat lebih daripada yg diizinkan oleh Roh Kudus itu.

Di dada bapak ada sebentuk energi dari mereka yg fungsinya untuk mengaktifkan sukma bapak (pancer dan sedulur papat).

Yugo / Hugo / Jugo, saya juga kurang tahu pastinya mana yg benar, karena saya tidak menguasai bahasa dan aksara kuno, tapi saya juga pernah mendengar sebutan itu. Kalau tidak salah itu adalah sebutan kehormatan yg kira2 artinya sama dgn Pemimpin Besar atau Pangeran.

Kenapa cuma saat terbangun tengah malam bapak dapat melihat sosok gaib/ energi walaupun sebentar?
Biasanya secara awam kita bisa melihat sesuatu yg gaib adalah ketika kita dlm kondisi di bawah alam sadar, antara sadar dan tidak, atau ketika kita berada dlm frekwensi gaib.

Saya tidak bisa menjelaskan secara mendetail semua arti mimpi bapak, karena yg tahu pasti artinya adalah sosok2 gaib yg memberikan mimpi2 tsb yg hubungannya adalah pribadi dgn bapak, tapi dari uraian singkat saya di atas kira2 bapak bisa menghubung2kannya dan
bisa merangkaikan artinya.

Mengenai hal2 gaib memang kita perlu menyikapi secara logis dan positif, spy tidak terpengaruh pemikiran negatif dan pengkultusan.
Tetapi tidak bisa kita memaksakan pendapat bhw semua hal2 gaib hanyalah mitos dan pengkultusan.

Kekeliruan sikap berpikir manusia sudah bisa diluruskan dgn logika dan ilmu pengetahuan, tetapi logika awam dan ilmu pengetahuan belum bisa menjelaskan semua fenomena gaib yg terjadi di dunia manusia.

Kalau dulu orang yg sakit karena meminum air mentah dari sungai atau sendang dikatakan sbg kesambet karena tempatnya angker, sekarang sudah bisa dijelaskan dgn alat bantu mikroskop bhw penyebabnya adalah kuman di dalam air, bukan kesambet atau angker.

Manusia sudah bisa menciptakan alat untuk mengukur besarnya suara atau kepadatan cahaya, tapi belum menciptakan alat untuk mendeteksi keberadaan energi2 gaib. Mungkin nanti kalau manusia sudah bisa menciptakan alat yg bisa mendeteksi keberadaan energi, yg jika bisa menyesuaikan frekwensinya dgn energi mahluk halus, mungkin manusia bisa mendeteksi keberadaan mahluk halus dgn alat ciptaannya itu. Tetapi itu nanti, belum sekarang.

Sekarang ini logika awam dan ilmu pengetahuan belum bisa digunakan untuk menjelaskan semua fenomena gaib, walaupun fenomenanya jelas ada dan terjadi. Sebaiknya jangan dipaksakan. Mungkin metode logikanya saja yg tidak tepat, atau memang logikanya yg tidak sampai.

Mahluk halus dan fenomena2 kegaiban (yg benar2 terjadi) adalah nyata, merupakan bukti2 empiris yg harus didapatkan / diperoleh dgn olah rasa dan batin, sesudahnya barulah dinalar dgn pikiran.

Kalau kita terlalu mengedepankan pikiran, maka hal2 gaib yg mudah diinderai oleh orang2 yg peka rasa akan sulit sekali diinderai oleh orang2 yg tidak peka rasa.

Kalau belum bisa menalar kegaiban, kemudian dgn itu kita menyatakan pendapat, walaupun kita merasa logis, sebenarnya dgn berbuat begitu kita sudah bertindak tidak logis, kita belum mempunyai kemampuan untuk bersikap logis thd kegaiban,
karena kita belum mempunyai dasar untuk menyampaikan pendapat scr logis.

Seharusnya orang bisa menginderai kegaiban dengan rasa dan batin, sesudahnya barulah dinalar dgn pikiran. Itulah metodenya sehingga kemampuan gaib dan ilmu2 kegaiban bisa dikembangkan.

 A :  

Terima kasih atas penjelasannya, sy msh berusaha untuk menyikapi gaib scr jujur dan sebagaimana mestinya. Sulit memang, krn sy selama ini lebih mengedepankan fikiran / logika. Tp patutlah sy coba untuk mengurangi / mengendorkan fikiran / logika dlm pengalaman dg gaib. Mohon bimbingan dan kesabaran Mas selalu.

  1. Sy sedang mencoba melatih kepekaan rasa, apakah penekanannya di dada? Sebaiknya disertai zikir atau tdk?
  2. Tentang zikir sy jg mendapatkan dr gaib berpakaian pendeta rambut gelung ke atas yg sll zikir 'Om', yg ketika berhadapan sy merasa dia adalah sy walau beda penampilan. Kami menyatu. Sy sontak terbangun dan mulut terus melafazkan 'Aum / Om'. Apa bisa menggunakan zikir yg dikenal dlm Hindu? Khususnya berkenaan dg keberadaan Roh Kudus dlm diri. Apa pendeta itu adalah saudara kembar sy? Kalo memang ya, apa berarti sy & 4 sdr kembar sdh bersatu?
  3. Bgmn sy mendayagunakan energi yg ada di dada untuk mengaktifkan sukma sy? Terutama dlm hubungan dg Roh Kudus
  4. Pertanyaan saya belum terjawab tentang gaib / energi berbentuk bulat telur setinggi kurang lebih sekilan org dewasa, yg kalo dipegang terus membal. Itu jenis apa?  Dia mendatangi sy dlm antara tidur-sadar, membisikkan namanya dan pergi.
  5. Sy pernah bertemu (mimpi) dg sosok mirip manusia laki2 ramping berkulit kuning langsat telanjang dada bersayap merpati putih (semu pink di pinggiran setiap.bulunya). Sy berdiri di tengkuknya kemudian di 2 telapak tanganya. Ukuran manusia normal, sekali waktu ukurannya berubah besar, kakinya di dasar jurang yg dalam dan kepalanya menjulang menandingi puncak gunung. Sy ceritakan kpd kakak sy. Kakak sy cb melihat tp dia tiba2 tersungkur dan menggigil dlm posisi sujud, lama. Ketika sadar ia bilang belum bertemu, tp baru mau lihat sudah gagal. Tahu deh mas, itu jenis apa?  Apa ada hubungan dg Roh Kudus?  Berdiri di tengkuk & telapak tangannya, bermakna apa?
       
 J :    
1. Belajar melatih kepekaan rasa ikuti saja cara mudah dlm tulisan saya tentang Olah Rasa dan Kebatinan atau Ilmu Tayuh Keris. Sasarannya memang adalah rasa di dada, tetapi diharapkan nantinya juga mengalir ide / ilham tentang yg dirasakan.

2. Pendeta itu bukan sedulur bapak.

Amalan Om sifatnya keilmuan dan kerohanian mereka, tidak ada hubungan langsung dgn Roh Kudus. Om, jika dibacakan dgn intonasi khusus akan bisa membuka cakra2 tubuh dan mengaktifkan energinya, juga akan mengaktifkan kegaiban sukma pelakunya.

3. Energi yg ada di dada bapak akan aktif dengan sendirinya mengikuti sugesti bapak dlm olah rasa dan olah kebatinan.
Roh Kudus akan aktif jika bapak menghayati tulisan saya berjudul Olah Roh, Manunggaling Kawula Lan Gusti. Karena bersifat kerohanian, selebihnya tergantung kemampuan bapak mendayagunakannya.


4. Tentang
gaib / energi berbentuk bulat telur setinggi kurang lebih sekilan org dewasa, yg kalo dipegang terus membal, saya tidak menemukannya di tubuh bapak. Kalau ada bendanya, atau sosok gaibnya, mungkin berada di rumah bapak.


5. Kelihatannya itu adalah mimpi yg diberikan oleh Roh Kudus yg ada pd diri bapak.
Jaman dulu sering disebut Penglihatan / Wahyu.

Maknanya, secara kegaiban Roh Kudus itu menopang bapak.

 A :    
Tentang hugo / yugo / jugo memang dijelaskan oleh mereka, sebagai tamu kehormatan & dianggap sbg
guru besar. Scr garis besarnya sama dg yg Mas terangkan. Ini kan membingungkan, sy yg tdk tahu apa2 kok diberi yg sedemikian..
Kedepan, semoga sy dpt menemukan jawabnya. Mohon doa, bimbingan dan bantuan Mas. Tak lupa mohon kesabaran Mas, karena sy orangnya ngeyel, bodoh dan tebal rasa / kurang peka dlm hal gaib.

 J :    Tentang hugo / yugo / jugo sebenarnya bukanlah semata2 tentang diri pribadi bapak, tetapi adalah
tentang kesatuan Roh Kudus yg sudah bersama dgn bapak, shg mereka menyebut bapak begitu.

Mereka adalah sukma dari orang2 yg mengerti kebatinan, spiritual dan kegaiban, shg mereka bisa mendeteksi suatu kekuatan gaib yg ada bersama bapak. Mereka tidak mengenal Roh Kudus, tapi mereka bisa mendeteksi kekuatannya (Roh Kudus) pada diri bapak, padahal bapak sendiri mungkin tidak mengimani kebersamaan Roh Kudus itu, dan tidak mampu mendayagunakannya, karena kebanyakan orang memang hanya sebatas mengimani secara agama saja.
Kelihatannya bapak sendiri belum menyadari tentang keberadaan Roh Kudus itu, shg mereka menyuruh bapak untuk meminta kpd "saudara tua" bapak itu spy membukakan pemahaman bapak.

Semuanya sejalan dgn apa yg sudah saya tulis dalam judul Olah Roh, Manunggaling Kawula Lan Gusti.
Mereka itu termasuk orang2 yg menjalani laku kebatinan spiritual ketuhanan, orang2 yg mencari Tuhan, dan mereka bisa memahami bhw Roh Kudus itu adalah mewakili kekuatan Tuhan.
Mungkin dulu sudah ada yg meramalkan kedatangan bapak kesitu, shg mereka yakin bhw penantian mereka sekarang sudah berakhir, mereka sudah menemukan sosok manusia yg disebutkan dlm ramalan itu, sosok yg sudah lama mereka tunggu.
Karena mereka sudah mengakui dan menghormati bapak sbg Pemimpin Besar dan Pangeran  (Gusti, Anak Allah), selayaknya bapak bisa mengajarkan kpd mereka tentang Tuhan yg benar, sesuai yg mjd penantian mereka selama ini.

 A :    
Terima kasih Mas, plong rasanya. Memang selama ini terhadap apa yg sy alami timbul pertanyaan
sesungguhnya siapa sy ini. Jawaban dari Mas ibarat lilin dan menambah motivasi sy untuk menemukan jawaban lebih lanjut dan untuk mengalaminya scr pribadi.
Sy msh dan akan trs berusaha untuk menjalani saran Mas, mohon sll doa, bimbingan dan bantuannya.

Membaca tulisan Mas ttg Olah Roh, Manunggaling kawulo lan Gusti, spt sy diingatkan kembali ttg pemahaman2 sy akan hal tsb yg biasanya mengalir begitu saja bila ada pertanyaan atau masalah yg sedemikian, ttp selama ini hanya sy simpan krn sy tiada kenal orang yg tepat untuk berdiskusi. Entahlah, jawaban2 mengalir begitu saja walau hal tsb adalah baru bagi sy. Slm ini sy anggap angin lalu, karena sy tdk tahu kebenarannya.

Memang banyak juga hal baru (bagi saya) yg didapat dari tulisan Mas tsb, yang semoga menambah kebijaksanaan sy dlm bersikap dan bertindak.
Sy coba refleksi penyebab kekurang-pekaan sy maupun kealpaan sy akan Roh Kudus dlm diri, krn sy masih terbelenggu akan duniawi yg masih mengedepankan, mengandalkan indera-indera dan beribadah sebatas rutinitas. Pun pd saat kebaktian sy merasakan hambar. Sy cuma merasakan kehadiran Allah / Yesus pd saat doa syukur agung (katolik), saat pastor mengangkat Hosti dan piala Anggur sbg lambang tubuh dan darah Yesus. Sy seakan merasakan kehadiranNya. Itu saja. Hal2 tersebut yg skrg coba sy redam / kendurkan. Semoga sy mampu.

Dulu sy senang koleksi pusaka / barang gaib terutama dari penarikan gaib, senang akan hal2 yg bersifat kesaktian, kegagahan, dll. Tidak banyak memang, dan itu sdh sy lepas, buang. Seiring waktu itu semua tidak menarik lagi, semua itu sia2, toh semua orang, semua yg dianggap sakti atau paling sakti pun hrs tunduk pd hukum alam, mati. Toh orang yg moksapun masih mencari Dia. Terus untuk apa sy mencari dan mengejar itu semua. Krn itu sy tdk lagi menanyakan ttg barang / gaib dlm mimpi sy tuahnya untuk apa, dan kekuatannya bgmn? Sy lebih bertanya ke simbol / makna dr mimpi sy, krn simbol / makna bagi sy itu penting, krn ia seperti rambu2 akan suatu maksud / tujuan.

Skrg sy cm ingin Dia, sy merindukan Dia, dan sy ingin kembali pada Nya sebagaimana dulu sy datang dari Nya. Memang sulit mencapai itu, apalagi sy tdk ada kemampuan gaib, yg bg sy amatlah penting tuk memahami scr lebih mendalam dan pribadi, tp setidaknya sy dpt merasakan damaiNya (membesarkan hati sendiri krn ketidakmampuan mode on, hik..hik...hik...). Sy coba saran berikut tulisan Mas ttg itu.
Mohon selalu doa, bimbingan dan bantuan Mas.
Terima kasih

 J :     Memang kehidupan yg modern berkecenderungan mendorong manusia untuk semakin bersikap kritis
dan logis, yg kecenderungannya akan meninggalkan rasa batin, mengedepankan sikap berpikir rasional dengan hanya menganalisa sesuatu yg bisa dinalar, shg akan membelakangkan sesuatu yg walaupun nyata ada tetapi tidak tampak mata, yg tidak bisa dinalar, yg akhirnya akan menumpulkan kemampuan menginderai sesuatu yg nyata ada tetapi tidak tampak mata.

Sikap kehidupan modern juga mendorong manusia untuk bersikap tidak menghargai hal2 yg bersifat kebatinan, yg akhirnya juga akan membelakangkan sikap kebatinan kpd Tuhan, sekalipun beragama dan beribadah, tetapi hanya mjd rutinitas saja, segala sesuatunya dianggap harus dilakukan berdasarkan kemampuan rasional manusia, tidak mau membawa2 sikap kebatinan ketuhanan dlm kehidupan sehari2, malah ada yg mengolok2 sesuatu yg bernuansa keimanan, bahkan ada yg sampai menghinakan iman. Dalam kondisi yg ekstrim juga menjadikan manusia tidak mau percaya akan Tuhan dan tidak mau berketuhanan (atheism).

Kecenderungan kehidupan modern akan mendorong manusia untuk semakin menyombongkan manusia biologisnya, dan mengedepankan pencapaian keduniawian sbg standar kualitas hidup. Seperti yg bapak sampaikan bhw semua manusia harus tunduk pd hukum alam, mati, kalau memang logis seharusnya manusia menyadari bhw kehidupannya pendek, hanya hitungan tahun saja, seharusnya manusia mencaritahu bagaimana kehidupannya sesudah mati itu. Kehidupan setelah kematian jauh lebih panjang drpd kehidupannya sbg mahluk biologis yg bisa sampai ratusan bahkan ribuan tahun, kecuali jika manusia menganggap dirinya tidak mempunyai roh, seperti binatang yg jika sudah mati maka semua urusannya selesai.

Sebenarnya tidak masalah tentang bagaimana masing2 manusia bersikap dlm kehidupannya, karena itu adalah urusan pribadinya masing2 manusia. Tapi sebaiknya manusia juga bisa bersikap logis untuk tidak hanya mengedepankan kehidupan pendeknya dan mengorbankan kehidupan panjangnya di alam kematian.

Sebagai masukan pribadi, silakan bapak baca2 tulisan saya berjudul Kebatinan Dalam Keagamaan.


 A :    
Jikalau seseorang mengalami diliputi dan ada dalam cahaya putih terang tapi tdk menyilaukan, cahaya
terang yg sejuk, cahaya yg menyelimuti / menutupi segala sesuatu yg turun perlahan dr atas (langit) dan menyelimuti orang itu. Dalam cahaya itu dia merasakan kedamaian, merasakan inilah yg ia cari selama ini. Ia hanya menginginkan hal ini, tdk lainnya.
Itu situasi / kondisi / pengalaman apa?

 J :     Fenomena itu banyak terjadi, tetapi belum bisa dipastikan kegaibannya, harus diperiksa satu per satu
kejadiannya.
Yg jelas ketika kejadian itu terjadi, ada sosok gaib tertentu yg datang dan menaungi seseorang, shg orang tsb merasakan rasa spt yg bapak sampaikan itu. Tapi sumber kegaibannya bisa datang dari banyak sumber.

Sosok-sosok gaib yg seringkali menjadi sumber kegaibannya contohnya Buddha Gautama, Dewi Kuan Im, Dewa-Dewa India, Roh Kudus yg dari Allah dan Yesus Kristus, dan sosok halus yg bersemayam di dalam kepala seseorang (yg seringkali memberikan penglihatan gaib fiktif).
Jadi dalam setiap kejadian harus dilihat dulu satu per satu kejadiannya untuk tahu sumber kegaibannya.


 A :    
Bbrp hr ini, sy mencoba olah rasa dg penekanan di dada, tp anehnya doa saya terputus di tengah jalan,
lupa kalimat selanjutnya.  Sy coba bbrp kali untuk mengulang dari awal, selalu sama hasilnya, blank.... Saya cuma diam, cuma mengingat Dia,  tanpa kata2. Dan biasanya akan merasakan situasi ketika kita akan tidur, kosong. Apa ini normal?  Kalo tidak, gimana solusinya?

Oh ya, semalam diajak kawan tuk menarik barang gaib,, tuk pengalaman sy ikut, di lokasi sy coba menyatu dg situasi tp blm bisa merasakan sensasi / pengalaman sprt kawan2.. padahal kawan2 terburu2 pulang, katanya ada yg marah. Entahlah, sy tdk merasakan apa2, sy cuma percaya Dia berserta sy.
Apa sikap / keyakinan sy itu dpt membahayakan diri sy dlm situasi yg demikian itu? Bgmn solusinya biar aman? Sy penasaran tuk melihat proses materialisasinya.


 J :     Itu biasa terjadi dan normal.

Dalam kondisi meditasi atau berdoa wiridan biasanya pada awalnya kita aktif mengedepankan pikiran dan perasaan. Seiring waktu kemudian pikiran kita akan mengendor, kemudian perasaan dan batin mulai lebih
aktif berperan. Jika doa bapak terputus di tengah jalan, lupa kalimat selanjutnya, itu menandakan bapak sudah mulai masuk ke alam batin, bukan lagi pikiran. Biarkan saja mengalir alami, asal jangan sampai pikiran mengambang tidak karuan.

Setelah semakin dalam kita masuk dalam frekwensi batin, maka ada saatnya kita akan masuk ke alam bawah sadar, tandanya adalah kondisi kepala berat dan mengantuk, kondisi yang akan mengantar kita ke alam mimpi. Dalam kondisi ini biasanya jika diteruskan maka orangnya akan tertidur. Yang sering terjadi adalah ketika kondisi mengantuk itu, atau setelah tertidur, kemudian orangnya menghentikan lakunya itu untuk kemudian pergi tidur, karena kepala sudah terasa berat mengantuk dan badan juga sudah pegal duduk bermeditasi.

Jika memang diniatkan bermeditasi, sesudah sampai pada tahapan di atas, sebaiknya meditasinya dilanjutkan. Tetaplah menjaga kondisi secara batin, jangan berganti berkonsentrasi dgn pikiran. Berdoalah di dalam hati (zikir / wirid di dalam hati) sampai bapak merasa tenang, nyaman dan hening.
Teruskan saja berdoa sampai bapak masuk ke dalam suasana gaib (frekwensi gaib)

Tanda-tanda bapak sudah masuk ke dalam "frekwensi gaib" adalah ketika bapak sudah sampai pada kondisi meditasi yang terasa suasananya hening dan gelap, tetapi dalam kegelapan itu bapak merasa bisa "melihat".

Setelah bapak berada dalam suasana gaib itu, suasana hening dan gelap, tapi bapak bisa "melihat", kalau ada sosok gaib yg ingin diajak berkomunikasi, maka panggillah supaya sosoknya masuk ke dalam penglihatan gaib bapak dan supaya duduk di hadapan bapak.

Sesudah sosok gaibnya masuk ke dalam penglihatan batin bapak, berkomunikasilah, misalnya ajukan
pertanyaan seperti siapa namanya, tinggalnya dimana, pesan-pesannya, atau pertanyaan2 lain yg bapak ingin cari jawabannya, dan "dengarkan" jawabannya. Sesudahnya, jika dianggap cukup, ucapkan terima kasih atas bantuannya.

Komunikasi dilakukan dengan aliran rasa batin, bisa juga menyampaikan kata-kata dengan cara berbicara dengan mulut seperti orang mengobrol, tapi tetap saja nantinya jawaban dari sosok itu adalah kontak rasa / batin, walaupun bapak merasa mendengar jawabannya dengan telinga bapak.

Meditasi di atas adalah dikhususkan untuk bisa melihat dan berkomunikasi secara langsung dengan sosok-sosok gaib tertentu, seperti khodam dari benda-benda jimat, keris atau khodam pendamping atau roh sedulur papat atau sosok lain yg kita inginkan. Gunakanlah insting atau kepekaan rasa untuk bisa menilai sosok-sosok yang bersifat tidak baik atau jahat, jangan sampai bapak berinteraksi dengan yang tidak baik.

Meditasi ini sudah saya tuliskan di bagian akhir tulisan saya berjudul  Terawangan / Melihat Gaib.
Uraian lengkapnya bisa bapak baca di tulisan itu.


Dalam kejadian bersama teman2 bapak itu, kalau bapak ingin bisa merasakan kegaiban di tempat itu, ingin bisa mengikuti kegaiban dari proses penarikan gaibnya, maka bapak harus mengedepankan rasa batin, bukan pikiran, dan netral, jangan berdoa meminta perlindungan Tuhan, karena bisa menjauhkan bapak dari usaha mengetahui kegaiban tempat / kejadian disitu. Doa-doa bapak juga bisa mendatangkan kemarahan sosok2 gaib disitu, karena mereka merasa terganggu, merasa terusik, merasa ada yg ingin mengusir mereka.

Kepercayaan bapak atas perlindungan dan kebersamaan Tuhan, jika kegaibannya bekerja, bisa melindungi bapak dari gangguan dan serangan gaib. Jika kegaibannya bekerja, maka akan ada suatu kekuatan gaib yg menaungi / melingkupi bapak, yg para mahluk halus bisa mengenali kekuatan itu shg mereka akan menghindar.

Tetapi kepercayaan bapak itu juga bisa membahayakan bapak jika ternyata kegaibannya tidak bekerja. Bukan berarti kepercayaan bapak lemah, atau Tuhan tidak datang melindungi, tetapi kita harus bisa membedakan antara rasa percaya dengan kekuatan sugesti.

Jika hanya sekedar percaya saja, maka itu hanyalah rasa di hati, rasa di pikiran, termasuk doa-doa, biasanya kegaibannya tidak banyak. Sekalipun ada kekuatannya, biasanya tetap akan bisa diganggu oleh mahluk gaib kalau kita tidak bisa menggunakannya untuk melindungi diri kita atau kita tidak bisa menggunakan kekuatan itu untuk mengusir mereka  Dalam kondisi itu rasa percaya kita pada perlindungan Tuhan itu sama saja dgn kita berilusi.

Kondisi ini sama saja spt kita yakin / percaya bhw kita memiliki pistol / senjata api, yg dgn senjata itu orang2 jahat akan menjauhi kita. Tetapi itu hanya rasa percaya kita saja, yg justru akan ditertawakan oleh orang2 jahat itu karena sesungguhnya kita tidak memiliki pistol itu. Atau mungkin benar kita mempunyai kekuatan itu, mempunyai pistol itu, tetapi ini juga akan ditertawakan oleh orang2 jahat itu karena mereka tahu bhw pistol itu tidak menyatu dengan kita, kita hanya membawa2nya saja, tidak bisa menggunakannya, tidak tahu cara menggunakan pistol itu.

Tetapi jika kepercayaan bapak itu adalah kekuatan sugesti, bukan sekedar doa atau rasa percaya, tetapi adalah keyakinan roh yg tersambung dgn Tuhan, maka kegaibannya akan bekerja.
Rasanya juga akan berbeda antara kekuatan sugesti kita itu dengan rasa yg "sekedar" percaya saja. Jika itu adalah kekuatan sugesti kepercayaan kita bhw Tuhan melindungi dan bersama dgn kita, maka kita akan bisa merasakan bhw ada rasa tebal di kulit kita yg adalah energi untuk perlindungan kita. Rasa tebal itu bisa adalah kekuatan sukma kita yg tersambung dgn Tuhan, atau kegaiban Tuhan sendiri yg turun kpd kita.

Kondisi ini sama spt kita benar2 memiliki / membawa pistol, yg dgn senjata itu orang2 jahat akan menjauhi kita, karena mereka tahu senjata itu sudah menyatu dgn kita dan mereka tahu kita bisa menggunakannya, atau senjata itu akan bertindak sendiri ketika keadaan memaksanya.

Pemahaman yg sama dgn uraian di atas ada juga dalam tulisan saya berjudul Kekhawatiran Melihat Gaib. Silakan juga dibaca2 untuk bahan bacaan dan menambah pengertian.


 A :     Terima kasih Mas, slm ini kalo kondisi spt itu terjadi, bagi sy itu adalah tanda untuk tidur. Sy fikir saya
mengantuk atau krn capek (maklum kantor sy + 45 km dari rumah). Wah saya salah menafsirkan, hal sederhana saja salah mengartikan, apalagi yg rumit. Weleh weleh weleh.

Oh ya, apakah dlm keheningan dan kegelapan itu akan ada kilatan cahaya (sprt lampu blitz) ? Tanda ini yg biasa sy artikan sy tersentak dr kantuk, tuk hentikan meditasi.

Tentang mencari pengalaman gaib itu, sy sendiri merasakan tdk takut & tdk pula berani / menantang. Tetapi saran Mas akan sangat sy perhatikan.

 J :     Biasanya saat masih baru belajar meditasi di kegelapan kita akan merasa melihat kilatan2 cahaya, atau
garis2 menyala yg bergerak melingkar atau berputar. Gerakan2nya tidak beraturan. Itu adalah gambaran gelombang energi dari pikiran kita.
Jika sudah terbiasa bermeditasi biasanya sinar2 itu tidak tampak lagi, karena pikiran kita sudah bisa beradaptasi untuk selaras menuju keheningan.

Di sisi lain bisa saja kilatan2 cahaya itu adalah energi2 gaib dari tempat kita berada. Mungkin kita sedang berada di suatu tempat yg mengandung kegaiban.

Tapi jika kita melihat bola2 cahaya yg sinarnya tidak menyilaukan, entah besar atau kecil, apapun warnanya, bisa jadi itu adalah bola2 wahyu dewa yg sedang bergerak turun kpd seseorang.

 A :     Oh ya, sebelum sy konsultasi dg Mas, dulu sy sering bertanya kepada kakak saya, tp mengapa kakak
saya kalo ditanya ttg gaib / mimpi yg saya alami, sering merasakan sakit perut dan bersendawa, dan kalo itu terjadi dia akan diam. Jd pertanyaan2 sy banyak tanpa jawab. Tapi anehnya orang lain yg ditanya ttg hal yg sama tdk ada masalah. Ini kan aneh. Apa penyebabnya? Bgmn solusinya untuk kakak sy ?

 J :     Mengenai kakak bapak itu, memang ada orang2 tertentu yg sensitif thd gaib.
Memang ada orang yg kalau ingin melihat atau merasakan sesuatu yg gaib maka dia akan bersendawa, bahkan ada yg hendak muntah. Biasanya ini terjadi karena selain sensitifnya itu, juga karena belum punya kekuatan gaib.

 A :     Terima kasih tuk penjelasan ttg fenomena atas kakak saya, dan saya meyakini kebenaran akan jawaban
Mas krn beberapa alasan yg sy lihat / alami terhadap kakak sy.
Mudah2an penjelasan ini bermanfaat bg kakak sy.

Mas, sy msh berlatih dan smg ttp tekun melatih kepekaan rasa, rata2 latihan meditasi +- 15 mnt perhari, walau blm ada hasil yg signifikan, setidak-tidaknya sy merasa tenang / damai dlm aktifitas sehari-hari.... dan itu suatu anugerah tersendiri bagi sy.
Mohon Mas berkenan menjelaskan bagaimana membedakan sesuatu itu ilusi atau fenomena gaib sebenarnya?

 J :   
Dari melihat foto bapak, kelihatannya ada sosok2 pendeta / wiku yg mengikuti bapak.

Dari melihat foto rumah bapak, kelihatannya lokasi di tempat rumah bapak berdiri dulunya adalah tempat semacam padepokan atau pertapaan. Lokasinya bersifat sakral krn mjd tempat orang2 berdoa dan beribadah. Di lokasi itu dan sekitarnya ada berdiri bangunan2 gaib rumah2 manusia jaman dulu dan ada banyak benda2 gaib.

Menurut perkiraan saya, gambaran gaib yg selama ini bapak lihat adalah gambaran gaib yg diberikan oleh sosok halus tertentu, biasanya sifatnya adalah perlambang, spt mimpi, yg arti dan maknanya masih harus dicaritahu.
Sulit membedakan gambaran gaib itu dengan ilusi.


 A :     Sy beberapa kali mengalami dalam latihan meditasi, badan bergerak kadang lembut kadang bertenaga.
Tetapi selalu putus napas / tenaga seperti menekan dinding yg tdk terlihat. Seperti gerakan yg akan memukul lantai tapi tertahan, sekuat tenaga sy berusaha tdk jg berhasil, sampai sy kehabisan nafas / tenaga..
Itu pengaruh apa? Seandainya gerakan itu bukan ilusi ataupun krn kurang fokus / lepas, terus bagaimana caranya agar sy berhasil menuntaskan gerakan itu tanpa menguras atau kehabisan tenaga / nafas?

 J :     Dalam meditasi itu seharusnya gerakannya diikuti saja, tapi tetap menjaga kesadaran.

 A :     Ttg gerakan sewaktu meditasi, sy memang mengikuti gerakannya, yg menjadi masalah sy ada suatu
waktu seperti ada dinding yg tdk terlihat yg menahan gerakan tangan sy walaupun sy berusaha sekuatnya. Contohnya bbrp hari lalu, ketika sy mengikuti adanya gerakan itu, scr naluri seperti dpt membaca gerakan selanjutnya, yaitu menepuk lantai dg tenaga serta menahan nafas, tetapi tapak tangan sy terhenti kira2 sekilan dr lantai, seperti ada tolakan dr lantai, pun sy berusaha dg sekuat tenaga. Semakin kuat sy menekan tolakannya semakin kuat jg.
Bagaimana sy mengatasi tolakan / dinding tenaga seperti itu? Bikin capek dan ngos-ngosan.

 J :     Untuk mengatasi tolakan itu adalah dgn mengosongkan tenaga. Ini sering disebut sbg pukulan kosong.
Dalam teknik pukulan kosong, dalam cara itu tangan kita kosong, tidak mengandung tenaga, shg tidak mengalami penolakan. Setelah tangan kita sampai pada sasarannya barulah diisi tenaga kembali untuk memukul.

 A :     Terima kasih untuk penjelasannya, smg sy dpt melakukannya.

 A :     Sy msh trs dan smg tetap tekun berlatih meditasi, melatih rasa.
Cuma sy jd penasaran ttg apa penyebab adanya gerakan ketika meditasi? Kok bisa sedemikian?
Kalo kmrn Mas menjelaskan ttg pukulan kosong tuk solusi atas fenomena yg sy alami, skrg bgmn dg fenomena gerakan seperti menarik sesuatu tetapi tertahan dan jg fenomena gerakan seperti menarik sesuatu tp ktk hendak dimasukkan ke badan menjadi tertahan?

 J :     Saya tidak bisa menjelaskan semuanya kpd bapak karena yg mengetahui pasti kejadiannya dan tujuan
dari gerakan2 itu adalah bapak sendiri.
Mungkin akan lebih baik kalau ditanyakan langsung kpd gaib2 yg memberikan gerakan2 tsb.


 A :     Mas, sy mo minta tlg & smg Mas nya berkenan.
Ini berkaitan dg silsilah keluarga, sejarah keluarga kami yg hilang.
Keluarga sy sebenarnya kepaten obor, silsilah yg kami ketahui cuma sampai buyut, plus minimnya info seputar sejarah keluarga. Maklum ibu bapak kami ditinggal mati ortu masing2 ketika masih kecil. Terlebih kedua ortu stlh menikah merantau ke Sumatera, skrg d Palembang.
Kakak sy pernah mimpi mendapat daun dewa daru, yg diartikan oleh seseorang yg telah kami anggap klg bhw kami adalah masih keturunan kraton yogya.
Mbak sy sering mimpi bahkan bbrp kali ditemui scr sadar oleh seorang perempuan yg tampilannya menurut mbak sy seperti orang kraton.

Sy sendiri pernah bermimpi datang ke sebuah candi dan ada suara bahwa di sinilah leluhur saya bersemayam, yg menurut orang yg menjelaskan mimpi kakak sy di atas itu adalah candi muara takus. Sy disarankan sowan kesana, dan dia kembali menguatkan bhw kami ada keturunan kraton jogja. Sy pernah menceritakan ini kpd teman, katanya dia lebih merekomendasikan agar sy ke Muaro Takus Riau drpd menelusuri jejak leluhur di Jogja tanpa menjelaskan lebih lanjut dg alasan dia tdk berhak.
Ttp sy pernah jg bermimpi ttg pusaka, yg stlh dilacak teman itu berasal dr kraton solo. Kalo memang benar, ini agak membingungkan.

Mohon Mas berkenan membuat terang tentang benar tdk nya hal2 di atas? Kalo benar, darimana kami bisa memulai menelusurinya? Terutama identitasnya.
Ttg yg di candi muaro takus apa mmg ada sedemikian? Kalo benar, siapa identitas beliau?

Mohon maaf kalo sll merepotkan Mas, ttp ini adl salah satu faktor utama yg mendorong sy belajar gaib.
Kenapa sy mohon bantuan Mas, krn sy sendiri smp saat ini blm bisa dan tdk tahu smp kpn sy punya kemampuan untuk itu.
Ini bkn krn kbr ttg msh trah kraton yg blm diketahui kebenarannya, toh kalo benar tdk akan memberikan pengaruh apapun krn jaman tlh berubah. Tp ini lbh dr itu krn sy menganggap penting mengetahui silsilah, mengetahui leluhur berikut sejarahnya. Sy tdk ingin kegalauan sy berulang kepada keturunan sy.


 J :     Mengenai leluhur bapak yg di candi muara takus, kelihatannya memang benar ada mereka bersemayam
disana. Sosok2nya adalah wiku / pendeta Budha dan orang2 biasa.
Di Palembang ada raja dan keluarganya dan para pengikutnya yg asalnya dari jawa, juga ada ikatan keluarga dari perkawinan dgn orang jawa. Tapi kelihatannya bapak tidak ada keturunan langsung dgn raja dan keluarganya, tapi garis keturunannya adalah dari pengikut dan para rohaniwannya, kelihatannya jarak keturunannya jauh sekali, shg mungkin sulit untuk merunut silsilahnya.

Saya tidak bisa menjelaskan silsilah bapak dgn sosok2 di atas, mungkin bapak dgn teman bapak bisa mencaritahu sendiri.

Mengenai silsilah bapak dgn keraton jogja dan solo, kelihatannya bapak tidak ada keturunan langsung dgn rajanya, tapi ada keturunan dari kerabat2 keluarga raja. Keluarga keraton jogja dan solo memang ada kaitan keluarga, shg kalau bapak ada keturunan dari keluarga jogja, mungkin juga ada keturunan dari solo.

Saya tidak bisa menjelaskan mengenai silsilah bapak tsb, dan tidak berkompeten menjawabnya, tetapi saya ada memanggil salah satu leluhur bapak, sosoknya bapak2 berpakaian tradisional jawa, sekarang ada di rumah bapak. Selama beliau berada disitu, bapak atau bersama teman bapak bisa menanyakan segala sesuatu yg mjd pertanyaan bapak selama ini tentang sejarah dan silsilah keluarga bapak.


 A :     Terima kasih untuk penjelasannya, tapi memang kawan saya pun menyampaikan bahwa dia juga tidak
berkompeten untuk itu,, dari jawaban teman saya menangkap maksud (entah kalo saya yang keliru menafsirkan) agar saya serius belajar komunikasi gaib agar bisa melacak sendiri.

Saya jg menelusuri silsilah keluarga terutama jalur bapak, baru dpt info dari keponakan bhw mereka ada emblem tanda sbg keturunan kraton. Keponakan juga menyarankan agar segera pulang ke jogja untuk menelusuri itu,, agar semua menjadi jelas. Simbol emblem katanya gambar ular melilit keris, ada 2 versi. Yg pertama keris perak ularnya emas, yg kedua keris emas ular perak. Itu sbg simbol dr keturunan mataram atau majapahit.

Jauh hari sblm dpt info ini saya jg telah diperlihatkan via mimpi akan simbol itu,. Sayangnya saya tidak ingat versi yg mana, krn dulu sy berfikir itu cuma gaib numpang lewat.

Oh ya, apakah penampakan gaib awalnya tidak jelas?
2 hr yg lalu ketika lagi latihan meditasi seperti ada bayangan pake baju putih bergerak cepat mendekat dari arah samping kiri, saya terkejut karena gambaran itu muncul tiba2, gambaran itu hilang walau saya terus melanjutkan latihan meditasi. Tapi dari sekejap itu saya kok berkesimpulan itu dari golongan manusia. Mohon bimbingannya bagaimana menyikapi hal ini bila kembali terulang


 J :     Mengenai leluhur2 bapak memang seharusnya bapak sendiri yg mencaritahu, karena saya dan teman
bapak itu kan orang luar. Para leluhur juga akan lebih menghargai kalau keturunannya sendiri yg berusaha mencaritahu. Apalagi bapak sudah banyak diberi bisikan / gambaran gaib untuk ditindaklanjuti.

Ketika bapak bermeditasi bapak bisa memfokuskan batin ke candi muara takus, siapa tahu sosok2 leluhur bapak masuk ke dalam frekwensi meditasi bapak dan menyampaikan komunikasi lebih lanjut.

Mengenai gambaran bayangan putih ketika bapak bermeditasi, detailnya bapak lebih tahu.
Tapi ada suatu rambu yg perlu diperhatikan,
jika dalam kondisi mata terpejam / bermeditasi bayangan yg muncul berwarna putih biasanya (mudah2an selalu begitu) adalah golongan yg baik.
Tapi kalau gambarannya berwarna hitam, biasanya (mungkin tidak selalu) adalah tanda bhw sosoknya tidak baik atau kondisinya masih liar sesuai aslinya di alamnya.
Kondisi bayangan itu adalah dalam kondisi kita mendapatkan "citra" bayangan gaib, bukan dalam kondisi melihat gaib.

 A :     Hari minggu kemarin, dari pagi sampai malam saya bawaannya lemas & maunya tidur saja.
Antara sadar dan tidur saya diperlihatkan sepasang pusaka warna kuning seperti keris berukir naga  (kuat dugaan bukan keris karena bilahnya tebal) yg disimpan / dipegang oleh seseorang yg belum tua.
Dalam mimpi itu sy sempat bertanya (disertai rasa sedikit dongkol) 'kenapa barang ini masih kamu simpan?  Kenapa kamu belum lepas?  Tapi dia hanya diam dan memandang saya tanpa ekspresi.
Ketika saya bangun jam baru menunjukkan pukul 9 malam. Masih sore.

Sy menceritakan itu kpd kakak dan diketahui adik (keluarga dari perkawinan kakak, dia juga punya kemampuan gaib). Anehnya saya dipersalahkan mereka & menyesalkan kenapa saya tidak mengambil barang itu. Kata mereka cocok tidak cocok, tua atau muda, baik atau tidak baik itu urusan belakang yg penting ambil dulu. Tapi ketika saya tanya itu barang apa, mereka semua bilang mereka dilarang mengungkapkan itu. Memang itu barang apa?
Sekaitan dengan itu, saya akui dlm mimpi saya terlalu sering menolak pemberian gaib, biasanya ada rasa untuk menolak itu, apakah sikap penolakan sy ini salah?  Sebaiknya bagaimana?

 J :     Mengenai mimpi, sebaiknya memang ditanyakan langsung artinya kpd yg memberi mimpi.
Belum tentu orang lain, termasuk saudara2 bapak bisa menterjemahkan artinya.

Secara umum kalau di dalam mimpi diberi sebuah benda jimat / pusaka biasanya memang benar pemberian itu ada. Tapi bendanya itu belum tentu mewujud, bisa saja masih terus dalam kondisi gaib.
Benda2 yg masih gaib itu tidak banyak manfaatnya untuk bapak, kecuali bapak memang bisa memanfaatkannya.

Soal di dalam mimpi bapak menolak menerima pemberian benda2, itu sih terserah bapak saja, lagipula seandainya pun diterima, belum tentu bendanya kemudian mewujud mjd benda nyata.
Hanya saja dalam menolak itu sebaiknya bapak tidak menunjukkan sikap yg tidak simpatik.

 A :     Terima kasih untuk penjelasannya.
Tentang penolakan itu, seringkali ada bisikan atau petunjuk lainnya yg menyatakan bahwa barang / ilmu yg ditawarkan atau yg akan diambil adalah muda. Umumnya begitu.
Saya ingat waktu thn 91 / 92, sewaktu masih mahasiswa kami satu rombongan ke jogja untuk satu kegiatan. Disela-sela itu, kami sepakat akan mengambil suatu keilmuan yg menurut beberapa orang yg kami tanya ilmu itu adalah ilmu tua. Sesudah bertemu sesepuhnya, dijabarkan tentang konsekuensi, terus disuruh pulang untuk merenungkan kesanggupan atas konsekuensi tadi. Esoknya cuma sy yg tidak jadi ambil ilmu itu,. Malam itu saya dimimpikan bhw ilmu itu masih muda, petunjuk berupa suara dan gambaran yg gamblang.

Sekarang, setelah terjadi berulang-ulang timbul pertanyaan sy tentang:
1. Kenapa ketika saya ditawari atau minat mengambil suatu barang / ilmu, umumnya diberi petunjuk
    barang / ilmu itu masih muda?
2. Apa yg dimaksud tua / mudanya suatu barang atau ilmu?
3. Apa ada perbedaan kualitas tuah atau power dari barang / ilmu yg dikatakan tua atau muda?

 J :     Pengertian mengenai ilmu tua dan muda ada banyak pengertiannya, tergantung konteksnya dan
tergantung versinya siapa.

Mimpi2 bapak kemungkinan berasal dari sukma sosok2 sepuh yg sudah menjalani ilmu kesepuhan dan ketuhanan, yg bukan lagi keilmuan yg orientasinya kejayaan keduniawian.
Dalam konteks mereka, ilmu tua sering disebut kesepuhan, dan ilmu muda sering disebut kanoman. Istilah itu berlaku juga untuk benda2 yg dianggap ber-yoni, apakah bersifat kesepuhan ataukah tujuannya untuk kejayaan duniawi / pamrih duniawi.

Ada juga ilmu jawa yg walaupun tatacara lakunya mirip dgn ilmu jawa tua, tapi sebenarnya adalah ilmu aliran gaib kejawen, hanya tatacaranya saja yg mirip dgn ilmu tua kejawen, misalnya dijalani dengan berpuasa, laku tirakat dan berprihatin, meditasi bahkan tapa.
Bagi yg tidak mengerti, maka ilmu itu akan dianggap sbg ilmu kebatinan jawa atau ilmu jawa tua.

Kualitas tuah atau kekuatan gaib dari barang / ilmu yg dikatakan tua atau muda bisa saja sama, bisa juga berbeda, tapi yg disebut tua akan mengandung kebijaksanaan kesepuhan, bukan lagi berorientasi pada kejayaan keduniawian, bukan kanoman lagi.

 A :     Rupanya begitu, jadi wajar kalo kakak saya, adik atau teman beda pendapat dgn saya.
Padahal mereka yakin bhw barang2 yg ada dlm mimpi2 saya adalah tua adanya. Baru dong. Penjelasan Mas singkat, padat & bikin plong. Terima kasih.


 J :     Jawaban saya adalah berdasarkan pandangan dunia keilmuan kebatinan.
Tapi kan tidak semua orang menginginkan kesepuhan.
Lebih banyak orang menginginkan yg bisa menunjang kejayaan keduniawian / pamrih duniawi.
Jadi sebenarnya tidak masalah bapak akan menerima atau menolak barang / ilmunya, semuanya tergantung pada keinginan hati bapak sendiri.

 A :     Entah bgmn ke depannya, sampai saat ini saya hanya menuruti bisikan, petunjuk atau rasa yg ada.

Jujur harus saya akui, kadang bahkan sering, ada penasaran, ada keinginan untuk memilki. Tapi dimentahkan oleh pertanyaan: Untuk apa ?  Bla bla bla dan pertanyaan lainnya yg bikin surut keinginan. Apa melawan bisikan, petunjuk atau rasa bisa menimbulkan kerugian atau hal negatif?

Oh ya, apa naga bumi bisa diartikan sebagai energi bumi?

 J :     Sebenarnya tidak masalah bila bapak menolak suatu tawaran, selama tidak merasa dirugikan.
Tapi kalau tidak ada efek negatifnya, tidak ada salahnya menerima pemberian.

Tentang naga bumi, ada banyak pengertian tentang naga bumi, tergantung konteksnya dan tergantung orang yg menyebutnya
Dalam ramalan fengshui / hongshui cina atau fengshui versi jawa ada juga istilah naga bumi, maksudnya adalah posisi keberadaan energi alam yg besar
Dalam cerita tentang sosok2 mahluk halus juga ada nama naga bumi
Kalau itu adalah mahluk halus, saya juga ada sendiri mahluk halus naga yg saya sebut naga bumi / naga gini, yg adalah pasangan dari naga langit. Ulasannya saya tuliskan dalam tulisan saya berjudul Bangsa Jin Udara

 A :     Sebenarnya ini terlalu dini untuk saya ketahui, ibarat bayi yg baru melek mata ingin langsung bisa
berlari. Tapi sbg pengetahuan saya pikir tidak masalah, plus selagi ada kesempatan.
Besok2 saya tidak tahu apa masih ada kesempatan seperti ini.
Tentang naga bumi kejadiannya sdh lama, saya ada diperlihatkan, tapi anehnya pelakunya saya sendiri, tentang jurus atau rangkaian gerakan yg berkesinambungan dgn pola meliuk atau melingkar, & pada posisi inti saya spontan membatin ini jurus naga bumi. Jurus untuk menarik & mewujudkan scr fisik barang gaib. Sayangnya tidak utuh diingat, karena dalam hal2 seperti ini saya anggap angin lalu.
Tapi mengapa penerapan jurus ini terkesan berbahaya (menarik dan mewujudkan barang gaib) ?
Atau saya yg salah menafsirkan ?

 J :     Kalau yg bapak maksudkan adalah istilah jurus naga bumi ......
ada banyak versi tentang jurus naga bumi
kebanyakan itu adalah sejenis ilmu gerak yg dasar kekuatannya menggabungkan kekuatan tenaga dalam dan kekuatan bumi sbg dasar berpijak, kekuatannya besar dan gerakannya juga meliuk dan melingkar seperti gerakan naga.

Tapi mengenai jurus naga bumi bapak itu ....., bapak lebih tahu daripada saya

 A :     Apa yg Mas sampaikan memang seperti itu adanya, tapi sayangnya saya tidak punya pengetahuan lebih
kecuali yg diperlihatkan / dijelaskan kpd saya dalam kondisi antara sadar dan tidur. Kalo tidak Mas jelaskan, saya tidak tahu kalo jurus ini memang ada, plus ada versi jurus naga bumi yg lainnya berikut manfaatnya.
Saya cuma diberi tahu bhw ini untuk menarik dan mewujudkan barang gaib. Saya juga diberi tahu bhw menarik dan mewujudkan barang gaib berbahaya, tanpa ada keterangan lebih lanjut dimana atau bagamana bahayanya. Mohon Mas berkenan membabarkannya.

 J :     Kelihatannya yg dimaksud berbahaya adalah bhw dalam penarikan gaib itu kita akan berhadapan dgn
sosok2 gaib penjaga benda gaibnya. Inti kekuatan di bawah pusar yg tersambung dgn tenaga bumi memang besar kekuatannya, tapi kalau digunakan untuk melawan / menghisap / menarik kekuatan energi lain (kekuatan khodam benda gaib dan penunggunya), kalau sampai kalah bisa beresiko tinggi, energi kita bisa terhisap habis keluar, bisa mengakibatkan kelumpuhan, bahkan nyawa juga bisa melayang.

Penggunaan tenaga dalam yg besar mungkin bisa untuk menghilangkan kegaiban benda2 gaib dgn memindahkannya ke frekwensi energi dunia manusia, shg bisa mewujud di dunia manusia,
tapi ada faktor sosok2 penjaga benda gaibnya yg harus diwaspadai.
tapi ....... bapak lebih tahu lah daripada saya
 A :    

Terima kasih untuk penjelasannya, tapi dlm hal ini, ttg kebatinan / kegaiban saya memang tidak tahu & belum bisa apa2. Saya berkata jujur, & saya berusaha selalu untuk itu.
Jadi menilik penjelasan Mas, adalah hal wajar waktu itu ada bisikan jangan jauh dari sesosok gaib yang memang bbrp kali saya lihat dlm mimpi. Sekarang saya lebih mengerti.
Maaf Mas, kalo saya bertanya terkesan ngeyel / ngotot, itu semata-mata saya ingin beroleh pemahaman secara utuh. Tidak ada maksud laiin. Penjelasan Mas tentang jurus itu telah melengkapi & memantapkan pemahaman saya.

Sebenarnya jurus naga bumi (versi lain) biasanya untuk keperluan apa?


 J :     Secara garis besarnya ilmu / jurus naga bumi adalah bagian dari ilmu kanuragan yg dalam sugestinya
menggunakan kekuatan tenaga dalam yg besar dan padat, diibaratkan spt naga atau ilmu gajah, yg penggunaannya disatukan dgn energi kekuatan bumi. Jadi dalam latihannya orangnya juga harus mengerti tentang kekuatan bumi, dan dalam penggunaan jurusnya juga banyak menapak ke bumi, tidak banyak melompat, lebih banyak hanya menggeser kakinya saja, untuk menyatukan tenaganya dgn tenaga bumi spy mjd lebih besar kekuatannya.
Variasi tujuan penggunaannya tergantung kemahiran orangnya.


 A :     Terima kasih untuk penjelasannya, & maaf kalo saya banyak bertanya,, tapi penjelasan Mas telah
melengkapi mozaik yg memang perlu saya pahami.

Terkait hal lain, mohon dijelaskan ttg:
Bagaimana cara menyempurnakan roh manusia yg masih gentayangan / penasaran?
Selain berdoa, mungkin ada tata cara tersendiri yg memang teruji untuk itu ?

 J :     Memang ada banyak arwah manusia yg tidak siap meninggalkan kehidupannya yg lama sbg manusia.
Kalau hanya mendoakan saja untuk mengantarkan sesosok arwah manusia ke dunianya yg seharusnya, seringkali memang tidak bisa menghilangkan sebab-penyebab yg membuat sang arwah masih penasaran, walaupun kalau dibiarkan saja lama-kelamaan arwah itu juga akan menghilang dari kehidupan manusia.

Untuk bisa menyempurnakan roh manusia yg masih gentayangan / penasaran ya ..... kita harus tahu apa yg menyebabkan roh itu gentayangan / penasaran. Sesudahnya kita bantu dia menyelesaikan masalahnya itu.
Kalau masalahnya sudah terselesaikan, biasanya roh itu tidak akan gentayangan / penasaran lagi.


 A :     Apakah boleh / bisa kita membebaskan gaib dari suatu pusaka dari / karena penyalahgunaan oleh
pemilik pusaka?  Bagaimana caranya?

 J :     Sebenarnya soal boleh atau tidak itu tergantung pada kebijaksanaan masing2 orang, dan tergantung juga
pd kebijaksanaan masing2 orang untuk menilai apakah suatu perbuatan termasuk sbg penyalahgunaan.

Dan soal bisa atau tidak itu juga tergantung kemampuan orangnya masing2, tentunya orangnya harus menguasai keilmuannya.

Sebenarnya bukan perkara sulit untuk membebaskan / memindahkan isi gaib pusaka dan benda jimat kalau seseorang mempunyai kekuatan gaib yg besar.


 A :     Gaib kuda putih bersayap dan bertanduk (seperti unicorn) itu biasanya bangsa apa?
Bagaimana kekuatan atau kelebihannya dalam hal apa?

 J :     Saya belum tahu yg bapak maksud tentang sosok gaib seperti unicorn itu, apakah itu yg ada di cerita
fiksi, film, atau yg lain.
Tapi saya ada mengetahui satu keluarga jenis bangsa jin yg sosoknya seperti itu. Mereka berdiam di puncak gunung Lawu. Masing2 kekuatannya 1000 kalinya kekuatan gaib Ibu Ratu Kidul.


 A :     Saya ada membaca bbrp tulisan ttg satria piningit, termasuk tulisan Mas, serta ttg harta nusantara.
Saya tdk menilai mana yang benar, ttp dr beragamnya pendapat yg katanya hasil pelacakan gaib masing-masing, mohon penjelasan Mas ttg:
  1. Apakah dunia gaib / kebatinan memang bersifat dualisme yg muncul dari sudut pandang dan keyakinan masing2, seperti sdh lahir atau belum, kalo sdh lahir apa sdh dewasa atau belum, jenis kelaminnya laki2 atau perempuan, agamanya islam atau lainnya, trah majapahit atau pajajaran atau trah lainnya, dll.
  2. Ttg harta nusantara apakah memang ada? Dimana? Mengapa bisa gaib? Terpendam itu disengaja atau tidak disengaja (misal krn bencana alam)? Tidakkah harta nusantara adalah manusianya, manusia yg "merdeka" sebagaimana maksud kedatangan sabdopalon dg agama budhi nya? Atau memang harta nusantara adalah harta sbgmn harta benda?

 J :   
1. Mengenai sosok satria piningit, sosok itu adalah berangkat dari ramalan Jayabaya tentang suatu sosok manusia di masa depan mereka yg akan terwujud pd jaman yg sudah modern, ketika pulau jawa sudah berkalung besi, kapal berlayar di udara, dsb. Sosok manusia itu sangat istimewa yg menurut mereka tak ada tandingannya, sampai2 dikatakan sbg dewa berwujud manusia.

Ramalan itu dicetuskan oleh seseorang yg dianggap mumpuni dan waskita di jamannya shg ramalan itu dipercaya benar akan terjadi, shg kemudian berkembang mjd mitos dan legenda, yg bahkan kemudian manusia lain memunculkan banyak interpretasi atas ramalah tsb. Dengan demikian kita akan banyak menemukan tulisan2 yg sejenis dgn ramalan itu dan ada banyak versi pendapat orang tentang ramalan itu.

Tetapi ramalan itu bukanlah ramalan biasa. Ramalan itu sangat tinggi bernuansa gaib.
Untuk bisa dgn valid kita menemukan jawabannya adalah dgn kita memiliki kemampuan gaib dan menanyakan langsung jawabannya kpd sosok yg membuat ramalan itu tentang kapan perwujudannya dan siapa orangnya.
Seandainya pun si pencetus ramalannya sendiri tidak tahu siapa sosok manusia ramalannya, karena mungkin dia hanya mengungkapkan saja wisik / wangsit ramalan yg diterimanya, jika ada subyek sesosok manusia, kita bisa menanyakan apakah manusia itu yg dimaksudkan dalam ramalannya.

Paling baik memang adalah dgn menanyakan langsung jawabannya kpd sosok yg membuat ramalan itu. Sama juga ketika bapak mendapatkan mimpi atau firasat gaib, paling baik adalah menanyakan langsung kpd si pemberi mimpi tentang maksud dan artinya, karena dia yg paling tahu tentang arti mimpi yg diberikannya itu.

Tetapi secara awam, untuk menentukan apakah sosok satria piningit tersebut benar telah muncul adalah dengan memeriksa apakah ada sesosok manusia yg benar2 memenuhi semua isi ramalannya, bukan sekedar mengangkat cerita dan legenda dan menyebut2 seseorang sbg sosok satria piningit.

2. Mengenai harta nusantara, saya belum bisa menjawabnya, karena ada banyak versi dan pengertian tentang itu, tergantung siapa yg mencetuskan istilah itu.





-------------------




 










Comments