Ngobrol 4

    Kebatinan dan Kegaiban

 

Halaman ini berisi ringkasan dan editan tanya jawab Penulis dengan pembaca tentang kebatinan dan kegaiban. Mudah-mudahan berguna untuk menambah pengetahuan dan hiburan.

_______



date: Tue, Jun 4, 2013

 A
   Salam Damai Pak...Perkenalkan, nama saya Wawan.
Sebelumnya terima kasih atas artikel2 di webnya, artikel dan tips yg mas tulis bagi saya cukup jelas dan gamblang dibandingkan dengan apa yg pernah saya dpt baik dari offline maupun online.

Sebelumnya, ijinkan saya menceritakan sedikit ttg diri saya. Waktu kecil, saya termasuk anak yg lemah walaupun tidak sampai sakit2an, tp lumayan sering merasa sakit terutama migrain dan pernah mondok juga di rumah sakit.
Waktu kecil pula saya sering tidak nyenyak tidur, sering terasa spt ada yg mengganggu ketika tidur, kadang spt semacam ketindihan. Pada saat tsb beberapa kali ketika terbangun saya tidak dpt bergerak, susah bernapas dan melihat bayangan hitam. Sering pula bermimpi diganggu seperti dipukuli dsb.
Tapi walau begitu saya termasuk berani dibanding anak kecil sebaya, kalau yg lain tidak berani nonton atau diceritakan cerita seram, saya biasa2 saja.
Tidur sendiripun juga tidak jadi masalah bagi saya.

Waktu di SMP akhir sampai dgn SMA, saya mengikuti perguruan silat, yg masih terhitung sepupu dengan Merpati Putih, sehingga cara olah napasnya pun mirip2.
Sejak saat itu, kondisi badan saya menjadi lebih kuat, dan gangguan2 pada waktu tidur pun hilang.
Tetapi setelah berapa lama, saya merasa sudah tidak cocok lagi dengan olah napas di perguruan tsb yg sifatnya memang keras dalam latihannya. Selain memang saya merasa menjadi lebih emosian / berangasan dibanding sebelumnya.

Kemudian jaman kuliah saya non aktif, dan belajar olah napas sendiri, tetap dengan metode napas segitiga, namun sudah tidak mengempos / mengerahkan tenaga lagi dalam getarannya.
Malah kemudian saya sudah tidak melakukan teknik getaran lagi, sehingga menjadi mirip dengan meditasi dengan teknik segitiga.
Yg saya lakukan adalah pertama kali persiapan dgn tarik buang napas, berdoa, lalu napas segitiga, jari jempol dan tengah bertemu (saya sendiri tidak mengerti kenapa posisi jari ini saya lakukan, mungkin insting saja atau ada sebab lain gak begitu jelas juga mas), Mata tertutup tetapi pandangan cenderung ke atas dan terpusat di dahi.
Tetapi latihan tsb tidak rutin saya lakukan, boleh dibilang hanya saya lakukan setiap saya kepingin saja.

Yg sering saya rasakan dalam melakukan meditasi ini adalah:
- Terasa adanya angin
Ini terjadi baik di luar ruangan ataupun di dalam ruangan yg tertutup. Malah sebenarnya kondisi angin ini sudah terjadi sejak kecil, jauh sebelum saya belajar olah napas, biasanya terjadi ketika saya berdoa.
Umumnya sifat anginnya sepoi2 saja, tetapi dalam beberapa kejadian, spt pada waktu saya nyekar ke tempat simbah yg pada waktu itu siang terik tanpa angin, ketika saya berdoa timbul angin yg keras hembusannya seolah spt ingin melawan teriknya matahari. Hal tsb juga dirasakan oleh sepupu saya yg mengantarkan, sampai dia ngeliatin saya dgn ekspresi bingung. Ketika saya berhenti berdoa tidak lama anginnya pun berhenti.
- Badan atas terasa maju mundur
Badan bagian atas saya terasa maju dan mundur dgn jarak kurang lebih 1 cm.
Sedangkan bagian pinggang ke bawah terutama kaki sering bergetar sendiri.
- Kadang bagian dahi dan kening juga berdenyut2 dan terasa tebal.
- Punggung terasa panas dan kadang bergetar dan terasa tebal. Punggung ini walau tidak selalu terjadi tetapi kadang bereaksi bila seseorang mengerahkan kemampuan / "ilmu"nya, spt pada saat sedang ngobrol2 / nongkrong ternyata ada seseorang yg sedang mendeteksi batu cincin kepunyaan seseorang di tempat tongkrongan. Mendadak punggung terasa panas bahkan akhirnya menjalar ke seluruh badan panasnya.
- Area di antara pusar dan dubur malah jarang2 terasa sesuatu. Gak bakat mungkin mas hehehe..

Mohon kangmas menjelaskan arti dari yg saya alami diatas tsb.

Mohon juga dilihat apakah yg saya lakukan secara tidak rutin tsb ada hasilnya atau ukuran energinya? atau tidak menghasilkan sesuatu yg berarti?
Mohon juga dilihat apakah yg ada di dalam badan saya, atau adakah yg mendampingi, atau ada leluhur dan lain sebagainya. Ini saya tanyakan karena waktu bersekolah dulu ada beberapa guru di sekolah saya yg juga belajar kebatinan, meditasi, ilmu khodam, gaib dll. Tetapi guru2 tsb justru terlihat agak segan berurusan dgn saya walau saya termasuk siswa yg badung hehehe. Ini disampaikan oleh salah seorang guru yg dituakan di antara guru2 yg punya "ilmu" tsb. Saat bincang2 dia cuma bilang bahwa guru2 disini (yg punya ilmu), sebenarnya males berurusan sama "bawaan kamu dan yg melindungi kamu". Itulah sebabnya, selama ini kamu paling cuma dinasehati saja (jaman saya sekolah, di sekolah saya sudah biasa seorang guru main tangan kalau ada siswa yg bandel).

Saya sendiri sampai sekarang tidak bisa melihat wujud dari yg gaib, hanya sesekali waktu memang saya bisa melihat bahkan berinteraksi. Tapi hanya bersifat insidentil saja.
Menurut teman saya memang tipikal saya hanya bisa berinteraksi bila terjadi sesuatu yg penting atau gawat sifatnya.

Sekarang saya akan mencoba menjalani olah rasa spt yg sudah diajarkan kangmas di web. Kok saya merasa ini adalah pondasinya utk bisa mengikuti ilmu2 lain yg diajarkan kangmas di web.
Mudah2an bisa berhasil ya mas.

Sebelumnya atas bantuan dan pengajarannya saya ucapkan terima kasih mas.

 J :     
Kelihatannya di badan anda ketempatan jin kembar yg sosoknya berbulu lebat hitam tinggi besar, 70 md. Jin itu bisa mjd khodam anda. Di sisi lain bisa juga suatu saat mjd gangguan untuk anda. Tentang itu silakan dibaca uraiannya dalam tulisan saya berjudul Pengaruh Gaib Thd Manusia.

Selain jin2 itu tidak ada sosok2 halus lain yg mjd khodam / pendamping anda.

Kalau keberadaan jin di badan anda itu dirasakan mengganggu, anda bisa mengusirnya dengan cara mandi dengan campuran minyak jafaron. Tatacaranya silakan dibaca dalam tulisan saya yang berjudul Pembersihan Gaib 2.

Fenomena2 yang anda alami itu sudah umum terjadi pada orang2 yg khodamnya aktif menunjukkan kekuatannya.

Untuk saat ini lebih baik saya tidak mengukur kekuatan anda, karena energi anda menyatu dgn sosok jin yg ada di badan anda.

Tulisan2 saya berlatar belakang kebatinan dan spiritual, olah rasa / kepekaan rasa adalah dasarnya untuk bisa meningkat ke keilmuan yg lebih tinggi. Karena itu kalau anda ingin mempelajarinya, sebaiknya olah rasa dan kepekaan rasa itu dikuasai dulu, jangan disepelekan. Sesudahnya itu akan mjd pondasi anda untuk meningkat ke arah yg lebih tinggi.




date: Mon, Jun 10, 2013

 A :     Terima kasih atas pembabarannya mas...
Kalau berkenan, bisakah dibabar asal dari jin kembar tsb?
Apakah benar asalnya dari daerah sekitar Tawangmangu ?

Setelah saya baca dan renungkan tulisannya, serta kontemplasi atas kejadian2 dalam hidup yg saya alami, akhirnya saya menetapkan hati utk melakukan pembersihan saja mas.
Setelah saya menetapkan hati, terasa ada penolakan2 di dalam. Efek di badan kepala menjadi terasa lebih berat, dan terutama bagian kening terasa spt ditusuk2 walaupun tidak sampai sakit kepala.

Berhubung butuh waktu utk membeli minyak Jafaron merah, saya mengusahakan pembersihan gaib 4 terlebih dahulu semampu dan sepengetahuan saya. Energi yg saya rasakan di pembersihan gaib 4 tsb saya sugestikan utk pembersihan dan pembuatan pagar gaib dengan sugesti spt bola atau telur yg dengan bagian luar yg keras, dan di dalamnya berisikan energi2 positif dan tidak bersifat tajam.

Saya dulu pernah secara tiba2 seolah dibimbing utk melakukan cara pertahanan gaib pada saat ada yg iseng saja bukan maksud mencelakakan, yg stlh saya konfirmasi ke orangnya dia mengatakan iya dia ngetes saja krn tertarik utk istilahnya ngajak sparring partner, tp setelah dia lakukan dia merasa justru berbalik dan merasa terancam, oleh krn itu dia mundur, dia hanya komentar perlawanannya sangat agresif (yg setelah saya renungkan dgn membaca tulisan2 mas karakter pertahanannya adalah bersifat keras, dan melawan balik, agresif, serta tidak perduli siapa saja yg berusaha masuk akan dilawan).

Setelah itu saya memanggil leluhur spt cara yg diajarkan oleh kakek saya, hanya sugestinya saya ganti. Kalau biasanya saya lakukan utk mengusir yg mengganggu, sekarang saya sugestikan utk membantu membersihkan badan unsur2 negatif, bila mampu, bila tidak mampu saya minta utk membantu menyempurnakan pagaran gaibnya. Karena saya memang tidak bisa melihat gaib, dan memang tidak peka, maka itulah yg saya lakukan.

Setelah selesai, saya merasa dorongan yg sangat kuat utk ke Gereja mas. Utk pergi ke gereja pada misa paling pagi. Sempet kepikiran wah berat ini, pagi2 harus ke gereja hehehe. Tapi saya pasrah saja dan tidur saja kurang lebih jam 1.00 pagi dengan pemikiran kalau pun bangun kesiangan saya akan ke gereja sore harinya.
Ternyata sebelum jam 4 saya terbangun, jadi saya anggap memang sudah diberi jalan dan tidak ada alasan lagi utk menunda melakukan dorongan hati saya.

Misa saya ikuti dengan rasa pasrah saja, untuk merasakan kehadiran dan kedekatan dengan Yesus. Setelah misa ternyata badan terasa sejuk, punggung juga tidak terasa panas lagi spt biasanya berganti dengan rasa sejuk dan adem selama beberapa jam.
Dalam perjalanan pulang, entah ilusi saya saja atau tidak, saya merasa ada yg mendekat tapi tidak bisa masuk, dan merasa bahwa ada yg berbisik tidak mau mengganggu hanya ingin pamit saja, karena sudah lama bersama. Saya katakan saja ya sudah, ada saatnya bersama, skrg sudah saatnya utk berpisah. Pergilah dengan damai...

Siangnya saya beli minyak jafaron merah dan menjelang sore saya mandi dengan minyak jafaron tsb. Sekali lagi badan terasa sejuk. Setelah itu saya tidur beberapa jam. Waktu bangun badan terasa agak lemas dan meriang, tapi hanya sekitar satu jam lah, setelah itu biasa lagi.

Mohon diperiksa mas, apakah sekarang saya sudah bersih? dan apakah sugesti pemagaran saya berhasil atau hanya perasaan saya saja alias tidak ada pagar gaibnya?

Oh iya saya sudah mulai melatih olah rasa sedikit2. Awalnya agak susah merubah sikap dari fokus ke nafas segitiga dan getaran2 yg terjadi. Tapi setelah saya biasakan melakukan utk spt di tulisan mas, ternyata malah bisa dibilang cepat utk bisa merasakan aliran2 listrik di jari dan di kepalan tangan. Malah sudah mulai bisa utk merasakan pada saat telapak dibuka, tp belum saya teruskan karena masih ingin mendalami tahap awal ini sampai betul2 matang dulu dan tidak tergesa-gesa.

Ternyata dalam meditasi olah rasa ini cara yg saya sudah lakukan bertahun-tahun ternyata kurang tepat ya ?  Dasarnya memang lambat saya utk belajar hal2 spt ini hehehe..

Terima kasih utk ajaran2 di tulisan2nya yg menurut saya lebih mudah dimengerti dibanding tulisan2 di web lain, dan jangan bosen2 ya mas utk njawab saya ya hehehehe..


 J :    
Wah ... saya salut dgn keteguhan anda,
hanya saja saya nilai laku anda itu terlalu berbahaya untuk orang umum, yaitu mengeraskan hati untuk melakukan pembersihan sendiri mengusir jin kembar itu. Untung saja jin kembar itu wataknya tidak jahat, karena ada banyak kejadian orang yg ingin mengusir keberadaan mahluk halus di tubuhnya, dgn caranya sendiri atau melalui orang lain, mahluk halus itu akan melawan, bahkan banyak yg kemudian mengambil alih kesadaran orangnya, membuatnya kesurupan, atau bahkan menyerang orang yang akan mengusirnya. Apalagi mahluk halus bisa membaca jalan pikiran orangnya sebelum orangnya berbuat. Saya sendiri lebih menganjurkan cara yg aman, yaitu mandi dgn campuran minyak jafaron.

Saya belum tahu darimana asalnya jin kembar itu.

Saya melihat kondisi anda sekarang sudah bersih. Malah sekarang ada pagaran gaib, Roh Kudus yg semula pasif, sekarang sudah aktif memberikan pagaran gaib, melambangkan perlindungan dari Tuhan. Aktif tidaknya akan mengikuti sugesti batin anda. Roh Kudus itu juga bisa mjd khodam anda, tapi jangan digunakan untuk hal2 yg tidak patut. Jadi sebaiknya anda jangan mencari2 khodam tambahan, juga dalam hal anda beribadah, jangan lagi melakukannya sebagai rutinitas, tapi anda harus bisa bersugesti langsung kpd Tuhan yg anda tuju. Justru ibadah anda bisa mempertajam kemampuan gaib anda. Saya ada menguraikannya dalam tulisan saya berjudul Kebatinan Dalam Keagamaan.

Kalau keberadaan jin kembar sebelumnya di badan anda sudah membuka saraf-saraf kepekaan anda, menjadikan anda peka rasa, insting tajam, atau bahkan bisa melihat gaib, sesudah jin kembar itu keluar dari badan anda, maka anda masih bisa peka rasa, insting tetap tajam, bisa melihat gaib. Hanya saja sekarang tidak lagi dibantu oleh jin kembar itu, jadi anda harus mengasahnya sendiri. Dan tulisan2 saya kelihatannya tidak sulit untuk anda ikuti.

 A    Terima kasih atas pembabarannya mas.
Sukurlah ternyata cara yg saya lakukan membawa hasil. Iya agak ndableg ternyata cara saya ya mas hehehe..Karena saya merasa selama ini ke 2 jin kembar tsb tidak bermaksud jahat paling tidak terhadap saya, maka saya sugestikan juga apa yg saya lakukan bukan bertujuan mengusir dengan paksa, namun memang sudah waktunya saja utk berpisah dengan baik2 untuk kemudian menjalani jalannya masing2 saja. (Saya merasa jin kembar ini memang sudah sangat lama bersama dengan saya).
 
Mengenai pertanyaan saya soal asalnya, ini utk antisipasi kalau2 cara saya gagal shg perlu saya analisa lagi utk lebih jelasnya. Yg ada di pikiran saya soal Tawangmangu karena kalau memang benar berasal dari sana, maka akan jelas sebab musababnya. Tapi krn ternyata cara pembersihannya berhasil maka soal asal usulnya menjadi tidak begitu penting lagi, paling2 hanya unsur penasarannya saja sekarang hehehe..

Iya mas, saya akan berusaha menjauhi hal2 yg tidak patut semampu saya sebagai manusia yg memang lemah dalam menghadapi godaan, semoga saya bisa tetap waspada dan eling.
Iya mas, soal khodam memang saya tidak pernah dengan sengaja mencari. Dulu memang spt banyak (tidak semua) orang yg mendalami beladiri spt silat ini memang saya senang bergaul dengan pelaku aliran2 kebatinan dan gaib walau tidak mempelajarinya secara khusus dan spt anak muda lain yg memang kurang bisa berpikir faktor resiko, memang beberapa kali melakukan spt sparring partner dgn mereka.

Saya lupa kapan tepatnya, tapi yg pasti di atas 10 tahun yg lalu saya merasa sudah waktunya untuk tidak mencari lagi yang namanya kesaktian kanuragan, oleh sebab itu saya melakukan pembersihan pribadi dgn cara yg saya tahu (pernapasan segitiga, getaran, ditambah doa). Oleh karena itu, jujur saja saya kaget atas pembabaran mas bahwa masih ada jin kembar di badan saya, berarti pembersihan yg saya lakukan dulu itu tidak sepenuhnya berhasil.

Setelah saya renungkan memang ada beberapa kejadian yg agak tidak masuk akal. Salah satunya saya pernah berkelahi karena dipukul terlebih dahulu, reaksinya adalah adanya dorongan kuat utk menghabisi lawan dan adu kuat dengan tidak mempedulikan apa yg lawan lakukan kepada saya (paling tidak saya jadi kebal pukulan, karena pukulan2 lawan yg dilakukan hanya terasa spt orang menepuk saja, tidak berarti, bahkan tidak ada bekasnya, sementara pukulan saya ke dia akibatnya lumayan berat, terlihat dari bekas2 lukanya).

Perlu 5-6 orang utk memegangi supaya saya berhenti menyerang orang tsb. Pada kejadian ini saya tidak kesurupan alias masih sadar, karena saya hanya berniat menyerang lawan saya, tidak ada niat saya menyerang orang2 yg berusaha melerai, hanya berusaha membebaskan diri saja (sadar apa yg terjadi, tidak blank spt orang yg kesurupan)

Yg ingin saya tanyakan, bila mas berkenan, mohon diukur energi yang ada pada saya. Bukan untuk sombong2an dan kebanggaan diri (semoga saya selalu dijauhi dari hal2 tsb), tapi sebagai ukuran untuk mengetahui apakah ada kemajuan dalam latihan yg akan saya lakukan nanti..

Oh iya mas, saya mencoba melakukan olah rasa di luar ruangan malam hari seperti saran mas di tulisannya. Saya lakukan di halaman belakang rumah karena relatif lebih sepi karena terletak di gang dibanding halaman depan yg dekat dengan jalan raya. Kondisi rumah pada waktu itu hanya saya sendirian karena yg lain sedang pergi menginap.

Tidak lama setelah berolah rasa, suasana yg tadinya hening mulai menjadi relatif berisik, pertama ada suara burung malam yg mulai bercicit, tidak lama mulai terjadi suara benda2 jatuh. Saya masih terus melatih olah rasa alias saya abaikan karena saya memang merasa tidak ada niat mengganggu.

Kemudian di langit2 atau di atap rumah berbunyi berisik sekali spt ada orang yg berlari-lari, rasanya bisa2 roboh atap teras kalau terus2an begitu. Ini masih saya abaikan saja masih terus berolah rasa.

Tiba2 tubuh terasa bergetar, dan dalam hati saya spt terasa ada sosok bayangan yg padat datang dan mendekat. Wujudnya tidak jelas krn samar2  dan sekilasan saja (saya melakukan dalam kondisi mata tertutup, krn sudah terbiasa).

Pada saat ini saya merasa ini bisa gawat kalau diteruskan, biasanya secara insting saya akan mengempos tenaga lewat napas segitiga dan menggunakan cara yg diajarkan alm. kakek saya untuk memanggil leluhur. Tapi tiba2 saya ingat bahwa saya sekarang ini dalam kondisi melatih rasa, bukan niat untuk bertarung atau mengusir.
Akhirnya saya teruskan saja melatih rasa walau terasa hawanya sudah semakin berat, saya pasrahkan saja terus berolah rasa tanpa berusaha adu kuat.

Nah, pada saat ini terjadi fenomena yg baru pertama kali saya rasakan, yaitu tekanan di dada yg mas uraikan dalam tulisan, jelas sekali terasa bukan hanya di pikiran tapi juga di badan / fisik. Betul-betul dada terasa ditekan bukan spt orang kehabisan napas karena ngos-ngosan spt yg saya bayangkan. Tapi susah bernafas karena dada ditekan. Saya teringat bahwa bukan mengendalikan nafas yang harus dilakukan tapi menekan nafas. Karena saya tidak tahu spt apa menekan nafas itu, saya hanya menelan ludah saja sambil sugesti bahwa hal tsb adalah menekan nafas (ngawur ya mas? hehehe).

Bayangan itu terasa semakin mendekat, pada saat sudah sangat dekat sampai hampir menyentuh badan, tiba2 saya spt berada dalam kondisi bisa melihat / berada di luar diri saya sedang bersila tsb dan dari badan saya keluar aliran2 listrik yg menyambar-nyambar. Kejadiannya sangat cepat, hanya sedetik mungkin karena kemudian saya berada dalam diri saya kembali.

Saya tidak tahu apa kejadian selanjutnya, karena setelah itu teras tempat saya berlatih kembali dalam kondisi semula yaitu sepi, tidak ada suara2 yg terdengar lagi, hawanya juga biasa2 saja tidak berat lagi..

Yg ingin saya tanyakan:
Apakah hal tsb biasa terjadi pada orang yg berlatih mengolah nafas? Ataukah hanya ilusi saya saja?
Kalau memang ada makhluk halus yg berinteraksi pada saat itu, mohon dijabarkan makhluk apakah tsb dan sifat2 energinya. Sebagai bahan pembelajaran saya soal karakter energi yg dirasakan. Paling tidak kalau ada perasaan spt tsb saya bisa memperkirakan spt apa sifat dan karakter makhluk halusnya.

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih mas...

Tambahan:
Baru saja ibu saya bercerita, bahwa ada beberapa tetangga di lingkungan saya tinggal yg resah, karena akhir2 ini sering ada gangguan makhluk halus di gang depan teras rumah belakang.
Dari yg saya dengar, gangguan tsb terjadi setelah pohon nangka di halaman teras ditebang (terpaksa ditebang karena dicomplaint tetangga yg lantainya rusak kena akar pohon nangka tsb).


 J :    
Saya belum tahu metode meditasi olah rasa apa yg anda jalani, kelihatannya kok berbeda dgn yg saya tulis. Atau mungkin anda menjalani ilmu lama anda, ataukah ada yg anda campurkan dgn metode saya.
Fenomenanya kelihatannya sama dgn orang yg sedang ngelmu gaib.

Tapi yg datang kpd anda saat meditasi itu adalah khodam leluhur anda yg ditugaskan untuk melindungi anda, bangsa jin gol.putih, sosoknya seperti ksatria laki2 tinggi besar, tingginya sekitar 2,5 meter. Kekuatannya sekitar 2 KRK.
Sekarang mendampingi di belakang anda.

Kekuatan sukma anda saat ini masih sama dgn orang lain yg umum.
Kita lihat lagi nanti apa yg berhasil anda capai.



date: Thu, Jun 20, 2013

 A    Terima kasih mas,
Setelah saya analisa lagi mas, ternyata memang ada satu perbedaan dalam meditasi olah rasanya, yaitu pada waktu merasa ada yg mengancam, ketika mas sarankan utk berhenti demi sama2 selamat, saya justru terus meneruskan olah rasa. 
Dalam hal ini saya terus meneruskan olah rasa saja, dan tetap berusaha hening, tanpa pengaturan nafas segitiga, nyambat, bahkan berdoa saja tidak (kalau baca amalan atau mantra, sedari kecil kok saya sudah tidak tertarik mas)

Pada saat dada terasa tertekan, memang fokus saya jadi memperhatikan saja tanpa reaksi lain karena getaran di tangan tanpa dirasakan lagi memang sudah terasa keras aliran2 spt listrik mengalir.
Mungkin itu sebabnya ada khodam leluhur yg datang krn melihat saya tidak bereaksi apa2 ketika ada kejadian yg dianggap gawat. Jadi teringat ucapan alm kakek yg mengatakan "Kalau memang dianggap perlu akan datang sendiri, tidak usah dipanggil".
 
Memang ada beberapa kejadian di keluarga kami, spt contohnya adik saya yg naik bus dan ketiduran. Pada saat tidur ia spt dibangunkan dengan keras oleh alm.kakek dan didesak untuk turun. Ternyata memang bis yg dinaikinya mengalami kebakaran, untung saja adik saya turun dari bis tsb.
Tapi mungkin saja analisa saya salah, karena memang masih belum paham betul soal ini hehehe..

Bila tidak berkeberatan, mohon dijabarkan khodam leluhur tsb berasal dari pihak ayah atau ibu mas?
Dan yg terpenting apakah akan bertabrakan dengan jalan KeTuhanan yg berusaha saya tempuh atau bisa selaras?
Sementara ini karena sifatnya mendampingi, bukan bersemayam di badan, saya rasa oke2 saja kali ya?

Sharing sedikit mas,

Ternyata meditasi olah rasa baru satu tahap saja walaupun sudah bisa lancar tetap harus sabar dan pelan2 dalam melakukannya alias tidak cepat2 naik atau pindah ke tahap lain, paling tidak bagi saya.

Suatu malam, saya mendapat dua pertanda. Pertandanya bukan berupa mimpi tetapi justru ada fenomena yg membuat saya terbangun dari tidur. Bangunnya spt tersentak atau digusrah bahasa jawanya? (bahasa jawa saya terbatas ).

Pertanda pertama ternyata ada kerabat saya yg sedang kritis di RS,
Pertanda ke 2 terjadi setelah saya kembali dari RS yg ternyata kerabat tsb meninggal dunia.
(setelah saya renungkan pertanda2 tsb terjadi kurang lebih 1-2 jam sebelum kejadiannya).

Tetapi ternyata saya tidak / belum bisa bertindak secara cepat dan tepat atas pertanda tsb, hanya merasa ada sesuatu yg buruk yg akan terjadi (atau mungkin disisi lain kalau saya tanggap dan bertindak cepat bisa saja akan menyebabkan kehebohan2 yg tidak perlu kepada famili2 yg lain nantinya)

Kesimpulan saya sementara ini adalah meditasi olah rasa atau olah rasa secara umum akan meningkatkan kepekaan seseorang, tapi soal tanggap atau tidaknya adalah hal lain lagi yg diperlukan pemahaman dan pengalaman tersendiri..

Sementara itu dulu mas,
Terima Kasih


 J :    
Yang anda katakan : " Kesimpulan saya sementara ini adalah meditasi olah rasa atau olah rasa secara umum akan meningkatkan kepekaan seseorang, tapi soal tanggap atau tidaknya adalah hal lain lagi yg diperlukan pemahaman dan pengalaman tersendiri.."  itu benar sekali. Semua yg bersifat kebatinan akan tergantung orangnya sendiri apakah ia akan mengedepankan rasa kebatinannya ataukah tidak.

Kepekaan rasa dan tanggap firasat sebaiknya selalu dijaga dan dihargai, siapa tahu itu adalah suatu bentuk pemberitahuan kepada kita atas sesuatu yg sifatnya penting. Nantinya kita sendiri yg akan menikmati manfaatnya. Selanjutnya tinggal dicaritahu apa artinya.

Mengenai laku olah rasa anda itu, saya masih belum tahu tepatnya apa saja "isi" dari latihan meditasi olah rasa anda itu.
Karena seharusnya kalau mengikuti tulisan saya yg berjudul Olah Rasa dan Kebatinan, meditasinya tidak akan mengundang datangnya mahluk halus, justru kita yang mendatangi mahluk halusnya.
Atau mungkin anda berlama-lama bermeditasi sehingga mengundang datangnya / reaksi mahluk halus, atau mungkin tanpa sadar anda sudah mengkombinasikan metode saya dengan metode anda sendiri, mengingat sebelumnya anda sudah menjalani suatu keilmuan sendiri.

Yang saya tekankan dalam banyak tulisan saya untuk berhenti bermeditasi ketika dirasakan ada sesosok gaib yang datang adalah ketika kita merasakan rasa takut atau kita merasakan adanya sesuatu yang berbahaya. Secara awam, karena belum tahu siapa sosok gaib yang datang itu, sebaiknya kita hentikan saja meditasinya, untuk menghindari hal-hal yg berbahaya.

Mahluk halus ada dimana-mana, juga ada di sekitar kita. Sebagian akan bereaksi ketika kita melakukan sesuatu yg bernuansa gaib. Yang ditekankan adalah kehati-hatian kita sendiri, jangan melakukan sesuatu yg beresiko tinggi yg kita sendiri tidak mampu mengatasinya.

Mahluk halus yg bereaksi itu tidak semuanya bersifat negatif. Sebagian ada yg positif.
Jika ada sesuatu yg negatif biasanya insting / feeling kita akan memberitahu bhw ada sesuatu yg bersifat negatif dan berbahaya. Itulah tanda bagi kita untuk berhati-hati. Jadi bukan sekedar ada mahluk halus yg datang kemudian kita menghentikan meditasi kita, tetapi ketika feeling kita merasakan sesuatu yg berbahaya maka sebaiknya kita menghentikan meditasi kita, untuk kehati-hatian.

Adanya rasa merinding dan takut juga sebenarnya bisa dibedakan antara rasa takut karena nyali kita ciut, dengan rasa takut yang "sengaja" dimunculkan oleh mahluk halusnya sebagai tanda untuk kita.
Tapi secara umum, kalau ada muncul rasa takut sebaiknya jangan diteruskan, untuk menghindari hal-hal yg tidak baik.


Khodam anda itu katanya asalnya dari seorang kakek leluhur anda dari garis bapak, 4 generasi sebelum anda.
Soal apakah akan bertentangan dengan jalan keagamaan anda, itu tergantung anda sendiri. Anda harus bisa membuang pikiran2 dan pamrih yg sifatnya berhala, dan jangan memperlakukan / memanfaatkannya seperti orang yg menguasai ilmu perdukunan.

Sebaiknya ia diperlakukan sbg teman dari alam gaib. Ketika anda beribadah, sebaiknya ia juga diajak beribadah supaya ia mengetahui jalan kerohanian anda. Selebihnya sebaiknya anda mengoleskan minyak jafaron merah di belakang bawah telinga anda sebulan sekali, selain berfungsi sebagai sesaji sbg bentuk penghormatan anda atas keberadaannya, juga untuk menjauhkan anda dari mahluk halus yang berenergi negatif dan golongan hitam.


 A   
Terima kasih mas atas pembabarannya, iya saya masih terus berusaha utk tanggap, dan pelan2 masih belajar utk mengenal karakteristik dari mahluk gaib yg berinteraksi dengan saya. Paling tidak saya tidak akan mencap semua yg datang itu bersifat jahat dan diperangi spt yg saya lihat di acara2 tv (agak heran saya, mediumisasi yg sejatinya adalah mengundang, habis itu malah marah2 aja hehehee). 
Mungkin memang sudah bawaan saya dari kecil yg tidak pernah takut akan hal2 yg bagi banyak orang serem-serem itu mas, tapi saya akan mencoba utk lain kali lebih berhati-hati / waspada.
Terima kasih untuk sarannya

Ternyata dengan olah rasa, pada saat saya mencoba membuat bola energi di telapak tangan, hasilnya lebih cepat dan konsisten dibanding dengan cara melalui tenaga dalam / napas segitiga yg saya pelajari.
Dgn napas segitiga bola energinya terasa mengikuti pernapasannya,
Dengan olah rasa bentuknya bisa tetap, tidak membesar dan mengecil lagi, plus ada getaran spt listrik yg tidak terasa bila saya hanya pernapasan saja.

Oh iya mas, adik saya sendiri sering kerawuhan leluhur2 baik dari pihak ayah maupun ibu. Ini sering terjadi pada saat sedang melakukan doa rosario bersama keluarga besar. Saya sendiri selama ini bersikap netral, karena memang yg saya lihat dia banyak membantu selama kondisinya ini. Hanya memang kalau kondisi kerawuhan ini berlangsung dalam waktu yang lama akan saya bangunkan / sadarkan (bila saya sedang berada di lokasi, tapi saya tidak setiap saat ikutan / berada di lokasi) karena saya kasihan karena dia akan menjadi lemas / lemah bila keadaan ini berjalan terlalu lama.

Dengan cara pernapasan dan doa butuh sekitar beberapa menit bagi saya, tetapi membangunkannya dengan cara menyatukan diri dengan Allah Bapa, Yesus dan Roh Kudus dan membisikkan di telinganya " hai ..... (nama adik saya) Demi Yesus bangunlah", langsung bisa sadar adik saya. Saya sendiri takjub akan betapa cepat cara ini bereaksi.

Iya mas, saya akan berusaha utk tetap menganggap khodam leluhur tsb sebagai teman sekaligus sbg penghargaan terhadap leluhur. Doakan juga ya supaya saya tidak terjebak dalam hal spt berhala dan perdukunan yg mas terangkan.

Wah mesti pulang ke kampung ayah saya ini utk lihat jalur silsilah dari keturunan ke empat di atas saya he he (Wah..... tiba2 pas ngetik ini ada yg spt memberi tahu, bahwa gak usah jauh2, nama dari leluhur tsb sama dengan nama dari alm bapak saya) nanti saya crosscheck lagi deh hehehe....

Nanti saya usahakan kasih minyak jafaron merah lagi deh, mesti beli lagi nih tinggal sedikit karena kemaren terlalu semangat mencampurnya ke air waktu pembersihan gaib kemarin.

Sekali lagi jangan bosen2 diganggu lewat pertanyaan2 saya ya mas..

Terima kasih


 J :    
Untuk sesajinya, sebenarnya ia lebih menyukai misik putih dan kemenyan jawa, tetapi diberi minyak jafaron juga mau, selain berfungsi sebagai sesaji untuk penghormatan anda atas keberadaannya, juga untuk menjauhkan anda dari mahluk halus yang berenergi negatif dan golongan hitam.

Dan sebagai teman yang sifatnya mendampingi, ia juga akan membantu anda peka rasa dan membantu memberitahukan segala sesuatu yang dianggapnya penting kepada anda. Jadi diharapkan anda juga tanggap, peka rasa dan bisa berinteraksi dengannya dgn kontak rasa / batin. Dengan demikian ia juga akan lebih antusias dalam mendampingi anda, merasa berguna, tidak merasa sbg khodam yg hanya diinginkan tuahnya saja dan harus selalu mengikuti tuannya kemana pun ia pergi.

Anda juga bisa memanfaatkannya untuk olah rasa dan bermain energi, terutama dalam laku anda "membangun" kekuatan. Kekuatan khodam anda bisa menjadi target pencapaian untuk anda bisa menyamai kekuatannya. Anda bisa mengajaknya berlatih dorong-mendorong atau tarik-menarik energi, sehingga kemudian anda bisa mengukur kekuatan anda sendiri dibanding kekuatan khodamnya.

Ia juga bisa mengajarkan anda bagaimana caranya menggunakan energi untuk mengusir mahluk halus, membuat pagaran energi, untuk mengobati, atau untuk tujuan lainnya.

Oh iya, mengenai adik anda yg sering kerawuhan leluhur, sebaiknya anda cermati.
Kalau ia sendiri yg sengaja supaya kerawuhan, mungkin tidak masalah. Mungkin ia sengaja menjadikan dirinya wadah kegaiban.

Tapi kalau itu diluar kendalinya, mungkin ada "sesuatu yg gaib" dalam dirinya. Yg perlu dicermati adalah sosok2 halus yg selama ini datang yg dianggap adalah leluhur, mungkin saja sebenarnya bukan, mungkin hanya tipuan saja. Kalau itu yg terjadi berarti ada "sesuatu" yg tidak baik dalam dirinya. Dan kalau ada petunjuk2 yg diberikan, mungkin juga hanya tipu muslihat saja, tidak sungguh2 berasal dari leluhur.


 A   
Ok, minyak jafaron masih ada sedikit mas, minyak misik putih nanti bisa dibeli sekalian dengan pembelian minyak jafaron. Nanti akan dipakai selang-seling lah. Kalau kemenyan Jawa, nah ini agak susah ini mas, selain karena gak tahu belinya dimana, juga  karena mesti dibakar, agak kawatir sama baunya, ntar disangka yg aneh2 lagi sama orang rumah dan tetangga hehehe..

Iya, nanti saya coba sarannya mas, sebisa saya dulu, karena memang belum terlalu sensitif saya. Terima kasih atas sarannya terutama soal dorong-mendorong dan tarik-menarik energinya.

Mengenai adik saya, dari penuturannya sebelum kerawuhan, beberapa hari sebelumnya ada semacam pemberitahuan lewat mimpi, bisikan, dll, biasanya 1-2 hari sebelumnya.
Beberapa kali juga membersihkan beberapa kerabat yg katanya kena serangan gaib buruk dll. Pernah juga muntah paku yg asalnya dari kerabat yg diserang semacam santet yg diambil dan dipindahkan ke badannya utk dibuang. Dan beberapa kejadian lain.

Sampai sekarang sih saya belum merasa adanya energi yg buruk dari dia, hanya saja saya kasihan kalau kondisinya berlangsung lama, jadi saya bangunkan saja kalau saya anggap sudah terlalu lama waktunya. Agak nekat juga mungkin saya ya mas hehehe
Semoga suatu waktu nanti bila rasa saya sudah lebih tajam, saya bisa mendeteksi apakah hal tsb merupakan hal yg buruk atau tidak.


 J :    
Soal sesajinya, minyak jafaron atau misik saja sudah cukup, tidak harus pakai kemenyan, hanya saja dulu leluhur anda suka bakar / merokok menyan.

Soal adik anda, mudah-mudahan tidak ada dalam dirinya yg bersifat negatif.


 A    iya mas, mudah2an tidak ada yg bersifat negatif dalam diri adik saya..



date: Wed, Jun 26, 2013

 A   
Oh iya mas, berhubung agak susah jaman sekarang untuk menyediakan waktu khusus buat olah rasa, saya juga sering berolah rasa / merasakan getaran di jari2 dengan diam2 dengan mata terbuka saja dan posisi jari agak mengepal, ditempat ramai bila ada kesempatan.

Beberapa kali saya merasa ada gangguan dan biasanya saya menoleh ke arah yg membuat olah rasa saya terputus. Biasanya pada saat saya menoleh, saya bertatapan dengan seseorang yg spt sedang melihat ke arah saya. Apakah ada orang2 yg bisa aware bila ada seseorang yg sedang melakukan spt yg saya lakukan walau saya tidak berniat untuk menunjukkan bila saya sedang berolah rasa?

Saya juga mencoba bersugesti untuk merasakan energi dari khodam leluhur yg mendampingi. Yg saya rasakan hawanya tidak padat tetapi getaran2 spt listrik terasa sampai ke bahu, kadang merambat sampai ke arah pipi dan leher. Hawanya sendiri belum saya rasakan, hanya terasa spt angin sejuk saja (posisi di dalam rumah).

Saya sekarang mencoba melangkah ke tahap 1 dalam meditasi olah rasa ini mas, pelan2 saja semampu saya. Ini ada 2 cincin yg akan saya jadikan obyek latihan. Mohon dicek utk bahan pembelajaran saya mas. Ke2 cincin tsb sudah lama saya dapatkan. Tapi boleh dibilang tidak pernah secara khusus saya manfaatkan. 

Cincin pertama saya agak lupa, tapi seingat saya berasal dari daerah puncak (Gadog) waktu saya main ke tempat teman yg ortunya punya bengkel kerajinan batu alam. Saya tertarik dengan salah satu bahan cincin shg saya bawa pulang (minta izin yg punya tentunya hehehe).
Bila dipakai pernah terasa bergetar lumayan kencang di jari manis kanan tempat cincin tsb saya pakai. Kadang juga hawa dingin terasa dari jari manis yg merambat sampai ke siku. Tapi biasanya tidak ada rasa lain alias biasa2 saja.

Cincin ke 2 pemberian dari seorang teman yg belajar ilmu tenaga dalam murni dan kebatinan (dari pengamatan saya pribadi). Seingat saya ada hubungannya dengan gaib kerajaan Sriwijaya (karena sudah lama mungkin saja saya salah).
Pernah saya coba deteksi getarannya tipis2 saja apa mungkin khodamnya sedang tidak ditempat?
Reaksi yg saya pakai beberapa kali ketika saya membeli barang, walau tidak menawar atau hanya menawar sedikit malah dikasih tambahan atau harga lebih rendah dari saya tawar. Walau demikian saya tidak pernah sengaja memakainya untuk menawar suatu barang jadi mungkin hanya ilusi saya saja.

 J :    
Katanya lagi olah rasa ....
Dideteksi dulu saja semuanya sampai lengkap, barulah kemudian ditanyakan kecocokkannya dgn pendapat saya.



date: Wed, Jul 3, 2013

 A   
iya mas, sampai skrg memang belum bisa melihat sosok2 yg datang..
Kalo kondisi sehari-hari hanya kadang sekelebatan bayangan atau asap dan kilatan cahaya saja. 

Dari hasil olah rasa tahap 1 yg saya lakukan terhadap cincin no.1 hasilnya adalah:

Energinya padat spt dinding. Beda dengan kalau merasakan energi dari mahluk hidup yg terasa lentur energinya (spt bola karet kira2), kalau diteruskan akan terasa setruman yg lumayan kencang dan tajam, bila diteruskan lagi akan timbul rasa tertekan / mencengkeram di dada dan rasa meremang di kepala bagian atas / ubun2, tapi tidak terasa membahayakan / negatif (mungkin karena saya yg belum sampai tahap kesana belajarnya).
Hawanya terasa dingin tapi tipis2 saja, bila tidak difokuskan tidak terasa hawa apa2, hanya terasa padat saja.
Yg saya rasakan khodamnya dari jenis jin, tuahnya sesuai sugesti tapi tuah terkuatnya utk kekuatan badan dalam hal ini stamina. Bisa dikembangkan menjadi untuk kekuatan untuk berkelahi atau untuk pengobatan tergantung mana yg akan dipilih.

Sedangkan mengenai sosoknya, jenis hitam atau putihnya dan level kekuatannya dan asalnya dari mana belum bisa saya deteksi mas, baru sampai tahap 1 olah rasanya. Kemarin saya sambat sebelum tidur tapi belum berhasil hehehe..

Oh iya mas, mungkin utk pembersihan atau sesaji menggunakan minyak jafaron merah, bagi orang yg mengalami susah tidur / gejala insomnia, sebaiknya melakukan ritualnya pagi hari saja mas, kalo sebelum tidur hasilnya malah jadi tambah susah tidur tuh kalau yg saya alami hehehehe..

Bila berkenan mohon dicrosscheck mas dari hasil yg sudah saya lakukan sementara ini..

Cincin ke 2 belum saya deteksi, masih fokus dulu belajar dengan cincin yg pertama ini..

 J :    
Kalau ingin sampai tahu sosoknya, jangan keras berpikir, biarkan ilham mengalir sampai tergambar sosoknya.
Sesudah tergambar sosoknya, samar-samar, barulah batinnya difokuskan kpd sosoknya itu spy lebih jelas lagi gambarannya.

Terus : untuk pembersihan atau sesaji menggunakan minyak jafaron merah .... yg mbikin nambah susah tidur itu bentuk perbuatannya seperti apa ?

 A   
Iya mas, memang belom ketemu sosoknya... hanya sampai di bayangan2 kabur yg berubah-ubah bentuk saja .. belum sampai tergambar sampai sekarang, begitu coba difokuskan malah jadi spt orang berpikir, jadi hilang fase spt melamunnya..
Kemarin hampir satu jam saya coba masih sama yg tergambar, bayangan kabur yg berubah-ubah bentuk. Ada saran mas? Dari yg nanggung itu sudah ada benarnya atau masih ngawur ya mas?

Soal minyak jafaron, cuma dioleskan di belakang telinga sblm tidur, mau gak mau tercium baunya, malah jadinya timbul semangat dan ide2.. berhubung besoknya harus pergi pagi2 jadinya malah merasa gelisah saya. Kalau pas besoknya gak kemana-mana atau libur malah bagus mungkin utk meditasi ya hehehe..



date: Thu, Jul 4, 2013

 A   
Mas, tadi saya mendapat ilham untuk menayuh cincinnya.. Jadi saya ikuti cara di artikel mas mengenai menayuh keris, hanya sekarang saya gunakan utk batu akik..

Dari jawaban yg didapat, cincin tsb berkhodam sejenis sukma manusia dari golongan putih, energinya positif, dengan sosok lelaki kekar telanjang dada, kekuatannya 70 md, bukan khodam asli dari batunya, tidak berpotensi menjadi khodam pendamping, dan harus dibawa agar dapat tuahnya.
Tuahnya sendiri bisa untuk pengasihan, kerejekian, dan penjagaan gaib.
Sedang sesajinya mau menerima misik putih dan jafaron merah. Misik hitam tidak mau, kopi tidak mau, tapi kemenyan jawa mau.
Apakah sudah benar atau masih salah mas?

Satu lagi, menayuh dengan cara spt meditasi olah rasa ternyata memakan energi juga ya mas? badan agak lemas spt baru mengeluarkan energi. Atau memang hanya karena belum terbiasa saja?
Terima kasih

 J :    
Cincin yg pertama berkhodam bgs jin putih laki2 ksatria tinggi besar, 80 md.
Tuah utamanya untuk kewibawaan dan untuk kekuatan berkelahi.
Energinya keras, padat, kuat, menonjolkan kegagahan.

Cincin yg kedua berkhodam bgs jin putih bapak2 berjubah 80 md.
Tuahnya mengikuti sugesti pemiliknya.

Keduanya tidak mau misik hitam, lebih suka misik putih atau kemenyan jawa.
Keduanya harus dipakai / dibawa spy mendapatkan tuahnya.

Menayuh dgn olah rasa memang cukup melelahkan karena terlalu banyak berkonsentrasi dgn pikiran. Kalau santai spt melamun, atau seperti hendak tidur, malah tidak capek.


Istilah sosok bertelanjang dada, dengan sosok ksatria mungkin agak kabur pengertiannya.

Yg saya maksud sosok bertelanjang dada adalah sosok seperti laki2 kekar bertelanjang dada, tidak memakai baju, asli bertelanjang dada. Biasanya kepalanya botak, atau bagian atas kepalanya botak.

Yg saya maksud sosok ksatria adalah yg sosoknya spt wiro sableng, pendekar 212. Memakai baju, tapi biasanya bagian depan bajunya terbuka memperlihatkan dadanya yg gagah.

Jadi dalam bertanya menayuh itu perlu ditegaskan, apakah sosok bertelanjang dada itu asli tidak memakai baju, ataukah memakai baju tapi bagian depannya terbuka ?

Mengenai tuahnya, sebaiknya ditanyakan apa tuah utamanya.
Karena ada tuah yg sifatnya adalah tuahnya yg utama, ada tuah yg sifatnya tambahan.

Tuah utamanya adalah tuah yg asli berasal dari khodamnya tanpa perlu diminta, berupa pancaran energi khodamnya atau tindakan khodamnya yg bermanfaat untuk manusia, misalnya untuk kewibawaan, kekuatan berkelahi, penjagaan gaib, pengasihan atau kerejekian / membantu pergaulan.

Sedangkan tuah lainnya bersifat tambahan yg akan diberikan bila diminta. Tuah tambahan itu bisa bermacam-macam, dan tidak selalu sejalan dengan tuah utamanya, tergantung kemampuan khodamnya.

Ada juga khodam yg tidak memberikan tuah tertentu. Biasanya tuahnya hanya akan didapatkan jika kita memintanya, atau khodamnya akan memberikan manfaatnya sejalan dgn kebutuhan dalam aktivitas kita.

Dicoba saja lagi menayuhnya spy mendapatkan pandangan bagaimana menayuhnya seharusnya.

 A :    
Terima Kasih mas atas penjelasannya..
Iya nanti saya coba lagi mas biar lebih lancar lagi dalam menayuhnya..

Nanti kalau ada perkembangan saya kabari lagi.
Terima kasih



date: Sat, Jul 6, 2013

 A :   
Salam mas,
kemarin saya berdoa mendoakan ayah, kakek, nenek, saudara dan leluhur baik yg masih bisa ditelusuri maupun belum.
Setelah itu pada saat tidur antara sadar dan tidak beberapa kali terbangun karena terasa ada energi besar yg datang dan seluruh badan meremang. 
Paginya saya spt merasa bahwa ada beberapa leluhur yg datang sekedar menengok keturunannya.
Mohon dicrosscheck apakah terawangan saya sudah benar atau belum (ada sosok lain yg datang atau malah gak ada yg datang) mas?

Terima kasih sebelumnya..

 J :   
Kelihatannya benar ada yg datang sosok leluhur anda bapak2 dan kakek2, ada juga khodam2 mereka bangsa jin.
Sebaiknya interaksinya dilanjutkan mas, barangkali saja ada pesan2 dari mereka.
terima kasih

 A :    
Iya mas akan saya coba melanjutkan interaksinya, moga2 berhasil..
Terima Kasih




date: Thu, Jul 18, 2013

 A
:    

Salam mas..

Gimana kabarnya? Mudah2an baik2 saja ya..

Saya mencoba melanjutkan interaksi dengan leluhur spt saran mas, tp belum ada interaksi yg lumayan jelas, hanya terbangun satu kali pada saat tidur. Besoknya badan terutama kepala terasa melayang spt tekanan darah rendah, tapi dicek ternyata normal2 saja. Mungkin sambung rasanya belum sempurna ya mas.

Oh iya mas,

Saya mulai melakukan meditasi olah rasa tahap dua dengan menggunakan cincin berkhodam sbg medianya.

Pada awalnya saya kesulitan untuk merasakan energinya walaupun dengan jarak dekat, energinya terasa timbul tenggelam antara terasa dan tidak.

Setelah itu ada ilham yg menurut feeling saya berasal dari khodam leluhur yg berada di belakang saya untuk jangan hanya sekedar memberi / mendorong dgn energi, tapi juga disambung rasa atau disamakan frekwensinya.

Setelah itu juga ada bisikan : “Gerakan tanganmu sedikit pada saat merasakan, terserah ke arah atas, bawah, kiri, kanan, berputar, yg penting digerakkan sedikit saja kurang lebih 1 cm”

Dan benar saja setelah itu jadi terasa dengan jelas energinya (membal spt bola karet). Pada latihan tsb saya berhasil merasakan sampai jarak 1 m.

Pada latihan ke 2 dihari yg lain, saya berhasil merasakan sampai dengan jarak kira-kira 3 m, baik dalam kondisi mata terbuka ataupun terpejam. Karena saya masih terfokus pada merasakan energinya, maka saya tidak berusaha untuk melihat sosoknya, baru sampai mendeteksi apakah ada energi yg bisa saya rasakan saja.

Setelah itu saya melakukan latihan mendorong dan menarik energi dengan khodam leluhur yg berada di belakang saya sesuai dengan saran mas.

Saya sugestikan untuk pindah dulu ke sebelah depan. Yg saya rasakan energinya lebih kuat dari cincinnya mas, spt mendorong tembok aja rasanya hehehe..

Pada saat saya minta pindah ke depan, pada saat mata terpejam saya dpt gambaran samar spt gambar TV yg antenanya jelek dan hitam putih, ada sosok laki2 yg menggunakan ikat kepala atau topi (kurang jelas) yg tersenyum.

Yg saya rasakan sepertinya khodam leluhur tsb senang dan bersemangat saya ajak latihan tarik dorong tsb. Ada spt ilham lagi bahwa kekuatannya meningkat sejak diajak bersama-sama dalam meditasi dan sepertinya senang juga bila diajak beribadah.

Yg ingin saya tanyakan, apakah latihan olah rasa tahap ke 2 yg saya lakukan tsb sudah di jalur yg benar mas ?

Mengenai rasa tertekan di dada tidak saya rasakan pada latihan tsb, mungkin karena saya berlatih dengan gaib yg memang sudah akrab / kenal dengan saya ya ?

Mesti cari tempat angker nih kayaknya untuk tempat latihannya hehehe..

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih

Terima kasih


 J :   
Kelihatannya anda sudah berada di jalur yg benar.
Khodam anda senang, karena yg anda lakukan itu sejalan dgn interestnya, karena mereka memang bergelut dgn dunia kesaktian.

Untuk merasakan rasa berat di dada sebenarnya tinggal anda fokuskan batin ke arah itu.
Sambil anda merasakan energinya, anda usahakan untuk bisa merasakan getarannya di dada.
Tapi kalau kekuatannya tidak cukup tinggi, mungkin rasa di dada juga kurang terasa.
Juga untuk tujuan itu memang lebih baik dilakukan di luar ruangan, atau di tempat yg tidak biasanya anda berada.

Nantinya pada saat anda berlatih memancarkan energi, anda bisa meminta khodam anda, selain sukma manusia, untuk membuat bola pagaran energi untuk dijadikan objek serangan, untuk mengukur seberapa kekuatan anda dan apakah anda mampu menembus atau menghapuskan pagaran gaibnya itu.

Kalau anda sudah bisa melihat sosok wujud khodam anda seharusnya diusahakan untuk terus melihat sosok wujudnya, untuk memperkuat pandangan batin anda.

 A :    
Terima kasih atas pembabarannya mas..
Iya setelah saya baca lagi artikelnya saya memang terlalu terpaku sama tahapannya, sehingga pada saat seharusnya ada kesempatan untuk masuk tahapan berikutnya malah jadi tidak siap sayanya. Nanti coba saya perbaiki lagi..
Jangan bosen2 untuk saya tanya lewat email ya mas..

Terima kasih

 J :     Oke thanks






-------------------




 










Comments