Ngobrol 3

    Kebatinan dan Kegaiban

 

Halaman ini berisi ringkasan dan editan tanya jawab Penulis dengan pembaca tentang kebatinan dan kegaiban. Mudah-mudahan berguna untuk menambah pengetahuan dan hiburan.


---------------



 A
   Salam Damai Pak...
Perkenalkan Saya Brilli dari Banyuwangi,,,,
Umur saya 18 tahun...
Saya orang Jawa asli. Saya beragama Hindu.

Saya Ingin bertanya:
1. Apakah bapak tidak membuka bimbingan bagi yang ingin mempelajari olah Batin ?
2. Saya sangat tertarik dengan ulasan bapak mengenai Dewa2 (sesuai dengan kepercayaan saya),
dan tempat2 sakral yang biasa didatangi Dewa.
Dari tulisan2 Bapak, apakah bapak memiliki referensi mengenai Dewa ? atau apakah bapak bisa merasakan keberadaan para Dewa?

Ulasan Bapak sangat menarik ....
Terima Kasih

 J :     Dewa .....

Saya memang tidak memberikan bimbingan khusus mengenai olah batin.
Bimbingan yg saya berikan hanyalah apa yg sudah tertulis di dalam artikel2 saya.
Jadi sebaiknya orangnya sendiri yg menjalankannya dgn kemauan dan ketekunannya sendiri.
Selebihnya kalau ada yg ingin ditanyakan, pertanyaannya bisa disampaikan kpd saya, hanya saja mungkin saya tidak bisa cepat menjawabnya.

Mengenai Dewa ......
Sepengetahuan saya bangsa Dewa yg benar2 ada adalah Dewa dan Dewi yg asalnya dari India, ada memang sosoknya, saya juga sering kontak dgn mereka, tapi hanya dengan Dewa2 tertentu saja sesuai keperluannya.
Semua yg saya ketahui tentang Dewa sudah saya tuliskan, hanya saja yg sifatnya pribadi tidak semuanya saya ungkapkan.

Bangsa Dewa termasuk jenis halus yg berdimensi tinggi, jarang sekali manusia bahkan mahluk halus dgn kemampuannya sendiri bisa melihat Dewa. Tapi dengan cara peka rasa olah batin, bukanlah sesuatu yg mustahil untuk melihat Dewa.
Sudah ada beberapa pembaca yg dgn ketekunannya olah batin peka rasa, mereka bisa melihat Dewa, sesuai perkenan Dewa mereka bisa bertemu dan berkomunikasi dengan Dewa.

Hanya saja untuk maksud itu kita harus bisa netral, jangan membawa2 pencitraan dan pengkultusan. Adanya unsur pemujaan akan cenderung menjauhkan manusia dari sosok yg mereka puja.
Termasuk mengenai keagamaan formal ketuhanan, adanya unsur pemujaan akan cenderung menjauhkan manusia dari Tuhan, menjauhkan manusia dari pengenalan yg benar tentang Tuhan, karena hati dan pikirannya dipenuhi dgn pencitraan dan pengkultusan.

Sama dengan yg sudah saya tuliskan dalam artikel2 bertema ketuhanan, dgn Dewa juga implisit sama. Adanya unsur pemujaan mungkin akan membuat anda sungkan untuk bertemu Dewa.

Untuk bisa melihat dan bertemu dgn mereka kita harus netral, jangan ada unsur pencitraan dan pengkultusan. Sesudah bisa bertemu Dewa mungkin saja ada tata laku peribadatan yg dianjurkan oleh para Dewa untuk kita jalankan yang mungkin berbeda dengan yang selama ini sudah kita jalankan, atau mungkin merupakan koreksi.

 A :     Sungkan bertemu dewa....
Mungkin karena terlalu mengagung-agungkan ya...

1. Saya juga ingin bertanya, Sudah lumayan lama saya melakukan latihan meditasi, tapi sampai saat ini ketika melakukan meditasi, fikiran saya selalu melayang-layang dan tak fokus kepada Tuhan (terkadang fokus, terkadang memikirkan sesuatu) padahal saya sudah berusaha fokus tapi tetap saja lama kelamaan fikiran akan mengembara. Bagaimana saya harus melakukan meditasi untuk ke depannya agar lebih fokus.... ???

2. Manfaat Meditasi yang saya rasakan sampai sekarang : menjadi lebih sabar, nafsu syahwat lebih terkendali. Tapi sampai saat ini saya belum pernah mendapat sasmita. Bagaimana saya bisa mencapai kondisi meditasi yang sebenarnya untuk mendapat sasmita ???

3. Mengenai jawaban anda, jika kita memasukkan unsur pemujaan akan cenderung menjauhkan kita dari Tuhan. Lalu kita harus bagaimana untuk mengenal Tuhan yang sesungguhnya ?

 J :     Apa yg anda maksud dgn sasmita ?
dan sasmita apa yg anda inginkan ?

 A    Sasmita adalah petunjuk dari Tuhan.
Biasanya arahan agar kita menjadi orang yang lebih baik dalam hidup.
Karena Sasmita berbeda-beda sesuai kehendak Tuhan

kalau sasmita seperti apa yang saya inginkan. saya tidak tahu ....
karena saya hanya ingin mengolah rasa dan Terhubung Dengan Tuhan.....

 J :     Maksud saya sebenarnya bukannya secara harfiah anda sungkan untuk bertemu Dewa, tapi mungkin
di dalam hati anda merasa agak "berlebihan" untuk anda bertemu langsung dengan Dewa, karena menganggap urusannya sakral.
Para Pandawa atau orang2 India jaman dulu, mereka memuja Dewa di dalam peribadatan mereka. Tapi bukannya mustahil untuk mereka bisa bertemu Dewa, kalau para Dewa berkenan.

Jadi bukannya berarti mustahil anda bisa melihat / bertemu Dewa, hanya saja untuk keperluan itu anda harus netral. Kalau anda merasa terlalu berlebihan untuk anda bertemu Dewa, karena menganggap urusannya sakral, maka itu akan menjauhkan anda dari usaha bertemu Dewa.

Adanya unsur pemujaan biasanya akan memunculkan pencitraan yg baik.
tapi yg namanya pencitraan seringkali keliru, tidak sesuai kondisi aslinya,
kalau pencitraannya buruk, maka akan kelihatan buruk,
kalau pencitraannya baik maka akan kelihatan baik
walaupun kondisi yg sebenarnya mungkin tidak persis seperti itu.

Unsur pencitraan hadir dalam banyak bidang di kehidupan kita, bukan hanya dalam bidang kepercayaan dan agama.

Misalnya saja saat kita pacaran,
karena ada unsur menyenangi, maka pencitraan kita tentang pacar kita itu baik, ada yg jelek pun kita tidak peduli, nantinya sesudah menikah barulah ketahuan bhw ternyata tidak semuanya persis sama dengan yang semula kita citrakan.
begitu juga dgn kita sendiri, karena ingin pacar kita suka dgn kita, maka kita akan mencitrakan diri sbg orang yg baik dan menarik, walaupun seringkali menyusahkan tapi kita akan menampilkan diri sbg sosok yg baik, nantinya sesudah menikah barulah kelakuan kita yg jelek mulai kelihatan.

Begitu juga kalau kita punya atasan,
pencitraan yg baik membuat pandangan kita kepadanya baik
pencitraan yg buruk membuat pandangan kita kepadanya buruk
pencitraan yg terlalu tinggi akan menyebabkan kita terlalu menghormatinya, sungkan untuk bertemu dengannya.
pencitraan yg terlalu buruk akan menyebabkan kita menjauhinya, takut untuk bertemu dengannya.
padahal mungkin aslinya tidak persis seperti itu

Begitu juga pandangan kita tentang mahluk halus, tentang ibu ratu kidul misalnya,
pencitraan yg baik membuat kita tidak takut kepadanya
pencitraan yg buruk membuat kita sangat takut kepadanya
pencitraan yg terlalu tinggi akan menyebabkan kita suka, bahkan memujanya
pencitraan yg terlalu buruk akan menyebabkan kita takut untuk bertemu dengannya.
padahal mungkin aslinya tidak persis seperti itu

Karena itu dalam hidup beragama / berkepercayaan akan lebih baik jika suatu saat kita bisa netral, kita tetap bersikap menghormati, tetapi netral, tidak berlebihan, untuk mencoba olah batin / spiritual untuk "menangkap" citra yg sesungguhnya, mungkin nantinya kita akan menemukan kalau saja ada sesuatu yg salah dalam cara kita berkepercayaan / beribadah, sesudah itu barulah kita membentuk sikap untuk menghormatinya dgn perilaku yg semestinya, tidak berlebihan, juga tidak kurang dari yg seharusnya.


Soal meditasi, para penganut agama Hindu / Budha biasanya sudah terbiasa bermeditasi.
Ada baiknya jika suatu saat meditasinya digunakan untuk olah batin / spiritual untuk menangkap citra2 yg sesungguhnya. Dalam agama Budha ini sering disebut meditasi untuk mendapatkan "Pencerahan".

Coba saja nanti laku meditasinya dilakukan dengan dasar sugesti seperti dalam tulisan saya berjudul  Kebatinan dalam Keagamaan  mungkin anda akan bisa menemukan sesuatu yg baru, yg mungkin sebelumnya terpikirkan saja tidak.

Masalah pencitraan ini memang sudah umum, apalagi dalam hal keagamaan yg sifatnya sakral.
Banyak orang yg sulit untuk berdoa bersugesti fokus batin langsung kpd Tuhan, karena sebelumnya sudah terbiasa melakukan pencitraan Tuhan (dan pengkultusan). Bahkan akhirnya dianggap mustahil manusia bisa mengenal Tuhan secara pribadi, apalagi berkomunikasi langsung dengan Tuhan, mustahil sekali ....


Mengenai sasmita dan laku meditasi anda untuk mendapatkan sasmita .....

Sasmita / wisik / wangsit .... dimengerti sebagai suatu bentuk pemberitahuan yg diterima oleh seseorang dari "sesuatu" yg gaib. Bentuknya bisa bisikan gaib, bisa juga berupa gambaran / penglihatan gaib.
Asalnya bisa dari banyak sumber, bisa dari Tuhan, Dewa, sosok gaib tertentu yg kita tuju, sosok halus di sekitar tempat kita bermeditasi, bisa juga dari dalam diri kita sendiri (dari kesadaran roh pancer atau sedulur papat).

Ada banyak macam bentuk dan tujuan orang bermeditasi, misalnya :

1. Meditasi mengheningkan cipta,
Dalam dunia keilmuan, dalam laku meditasi ini biasanya ada istilah untuk mengosongkan pikiran, rasa dan karsa, menidurkan panca indera, hening menuju titik nol, suwung, tidak ada apa2, tidak ada siapa2, kosong, yang jika titik nol itu tercapai biasanya si manusia kemudian akan mendapatkan suatu "kesadaran baru" atau "pengetahuan" tertentu atau kondisi tubuh tertentu.

Dalam masyarakat umum biasanya jenis meditasi ini digunakan untuk relaksasi, untuk penyembuhan, untuk melatih mengendalikan pikiran dan panca indera, untuk melatih konsentrasi berpikir, untuk melatih menyelaraskan pikiran dan energi tubuh, dsb.

2. Meditasi untuk tujuan kebatinan / spiritual,
Meditasi ini sering digunakan sebagai jalan mendapatkan sasmita / wangsit / wahyu.
Meditasinya difokuskan kepada sosok2 tertentu yg diharapkan darinya ada wangsit / wahyu yg turun.
Biasanya dilakukan bersama dgn laku berpuasa, menjadi sarana untuk berdoa meminta petunjuk untuk dikabulkannya suatu permohonan.

Pada jaman dulu meditasi ini sering digunakan untuk mendapatkan wangsit / wahyu, dilakukan dgn bertapa brata, dan orangnya tidak akan menghentikan tapanya sebelum ada wangsit / wahyu yg turun kepadanya (sebelum ada pemberitahuan bhw permohonannya dikabulkan atau tidak dikabulkan).

Jenis meditasi ini juga dilakukan dalam laku kebatinan ketuhanan, selain sbg laku yg rutin, juga untuk meminta diturunkannya wahyu / ajaran / pengetahuan, dan untuk mendapatkan "Pencerahan" .

3. Meditasi untuk kanuragan / kesaktian
Contohnya adalah meditasi pembangkitan kundalini, meditasi memutar cakra / tenaga dalam, meditasi untuk membangkitkan kekuatan kebatinan dan tenaga dalam, atau untuk menurunkan "energi".
Biasanya meditasinya dilakukan bersamaan dgn berpuasa, dan untuk tujuan tertentu dilakukan juga dgn olah gerak dan olah nafas tertentu.


Kalau anda bertujuan mendapatkan sasmita, maka bentuk meditasinya seharusnya adalah yg nomor 2 di atas, meditasinya difokuskan berdoa kpd sosok2 tertentu untuk dimintakan sasmitanya, juga lebih baik kalau dilakukan dgn berpuasa.


Tapi seringkali bentuk dari sasmita / wisik / bisikan gaib tidak secara nyata langsung datang kepada kita. Kalau wangsit / sasmitanya bentuknya khusus berupa bisikan gaib atau mimpi, mungkin kita akan ngeh, kemudian kita akan berusaha mencari artinya.
Tapi ada banyak wisik yang bentuknya adalah kejadian / tanda2 alam tertentu, atau awalnya didahului oleh kejadian2 perlambang. Dalam hal ini berarti kita harus belajar tahu bagaimana caranya sesuatu yang gaib itu berkomunikasi dengan kita.

Misalnya saja kita berdoa meminta diberikan suatu petunjuk.
Sudah ditunggu2 lama petunjuknya tidak juga datang.
Tapi suatu saat ketika kita sedang santai sendirian, tiba2 ada seekor kucing mendekat dan mengeong,
Kalau kita peka rasa, peka firasat, mungkin kita akan tahu bahwa kucing itu adalah perantaraan dari petunjuk yg sedang kita tunggu dan kita akan langsung berusaha mencaritahu artinya, atau mungkin saja sebenarnya saat itu sedang hadir sesosok gaib yg membawakan kita petunjuknya.

Dalam hal ini kalau kita tidak peka rasa, tidak peka sasmita, maka kita tidak bisa menerima datangnya wangsitnya, tidak ngeh.
Kesulitannya, kalau kita memperhatikan tanda-tanda seperti itu seringkali secara awam orang akan menganggap perilaku kita ini klenik, atau dianggap terlalu melebih2kan sesuatu yg gaib, atau dianggap kita selalu menghubung2kan suatu kejadian dgn gaib, karena menurut mereka kejadian itu hanyalah kejadian biasa saja.

Tapi kalau sadar bahwa kita sedang menantikan suatu petunjuk gaib, maka kita juga harus peka akan sesuatu yang gaib. Dalam hal ini berarti kita harus belajar tahu bagaimana caranya sesuatu yang gaib itu berkomunikasi dengan kita.
Termasuk juga bila yang kita harapkan itu adalah petunjuk dari Tuhan, maka kita juga harus belajar tahu bagaimana caranya Tuhan menyampaikan petunjukNya kepada manusia.

Misalnya saja ada cerita.
Ki Pamanahan saat dalam tidurnya pernah mendapatkan wangsit bahwa ada wahyu keprabon yang sedang turun dan hinggap di dalam buah kelapa di pohon kelapa di belakang rumahnya. Dalam mimpinya itu ia diberitahu bahwa siapapun yg meminum habis air buah kelapa itu nantinya akan menjadi raja jawa.

Setelah memetik kelapanya, Ki Pamanahan tidak langsung meminum habis air kelapanya, karena ia baru saja sarapan pagi, takut kekenyangan dan takut tidak bisa meminum habis air kelapanya.
Kemudian buah kelapanya ditaruhnya di bawah amben di dapur rumahnya dan dipesankannya istrinya supaya melarang siapapun yg akan meminum air kelapa itu, karena ia sendiri yg akan meminumnya nanti sepulang dari sawah.

Tetapi beberapa saat kemudian datanglah Sutawijaya, anak tirinya, pulang dari sawah, sesudah mengantarkan kerbau untuk dipakai ayahnya membajak di sawah dan menemukan ada buah kelapa muda di bawah amben di dapur rumahnya. Langsung saja diminumnya habis airnya.

Siangnya sepulang Ki Pamanahan dari sawah, sia-sia saja ia marah-marah kepada istrinya dan kepada Sutawijaya, karena toh air kelapanya sudah habis. Wahyu raja tidak jadi turun kepadanya, tapi sudah masuk kepada Sutawijaya.

Dari cerita itu ada pelajaran yg bisa kita ambil.

Tidak semua orang mengerti sasmita, tetapi sebagai orang yang mengerti sasmita gaib, ketika sudah diberi sasmita seharusnya Ki Pamanahan sedapat mungkin segera melaksanakan apa yang sudah ditunjukkan kepadanya, kalau memang ia ingin mewujudkannya, jangan sampai karena kelalaiannya berkahnya hilang berlalu begitu saja.

Kalau memang sedemikian pentingnya sasmitanya, dan ingin diwujudkannya, sebenarnya tidak masalah Ki Pamanahan perutnya kekenyangan kebanyakan minum, dan tidak masalah ia menunda kepergiannya ke sawah, bahkan sebenarnya kalau memang terpaksa, seharian itu ia tidak perlu pergi ke sawah, karena kesusahannya tidak akan sebanding dengan kemuliaannya nanti sesudah ia menjadi raja.


Dalam hal kita diberi petunjuk lewat mimpi, sedapat mungkin kita harus bisa ingat mimpinya, jangan sampai lupa, kemudian dicaritahu artinya, karena kalau petunjuknya sudah diberikan, biasanya petunjuk itu tidak akan diberikan dua kali.

Begitu juga dalam hal kita meminta diberi petunjuk lewat mimpi (termasuk menayuh keris), sedapat mungkin kita harus bisa ingat mimpinya, jangan sampai lupa, kemudian dicaritahu artinya, karena kalau petunjuknya sudah diberikan, biasanya petunjuk yg sama tidak akan diberikan dua kali.

Kalau kita sudah mendapatkan petunjuk atas sesuatu yang penting dan kita ingin mewujudkannya, janganlah kita menyepelekannya, atau menunda2 melaksanakan petunjuknya. Kesempatan tidak selalu datang dua kali.

 A   
Mengenai Dewa Wisnu dan Wahyu Dewa...
saya ingin berbagi pengetahuan pak...

Sampai saat ini Dewa Wisnu masih menitis menjadi manusia ( disebut Avatar ), ini terjadi di India.
Dewa Wisnu menitis menjadi sosok Sirdi Sai Baba, Sri Satya Sai Baba, dan masih akan menitis ke manusia selanjutnya... Dewa Wisnu menitis dari masa kemasa..
Yang saya ketahui,
Sirdi Sai Baba lahir pada keluarga Muslim,
Sri Satya Sai Baba lahir pada keluarga Hindu, dan
Sai Baba yang akan datang akan beragama Kristen (sudah diramalkan oleh Sai Baba yg sebelumnya),
hal ini yang membuat saya semakin yakin bahwa semua agama benar...

Dalam kepercayaan Hindu juga menyebutkan bahwa Budha juga merupakan Avatar ( Dewa Wisnu yang menitis untuk menyebarkan kebenaran ). Dewa Wisnu Selalu Menitis pada setiap Jaman dari masa kemasa hanya manusia tidak mengetahuinya...

Saya juga mendapati suatu yang unik dalam beberapa agama...
Pada saat akhir jaman, dimana moral2 manusia telah rusak, perilaku manusia telah menyimpang dari kebenaran, beberapa Agama meramalkan kemunculan sosok2 besar....

Agama Hindu Meramalkan munculnya Kalki Avatar yang akan menegakkan Kebenaran di dunia
Agama Bhuda Meramalkan kemunculan Bhuda Maitreya di akhir jaman yang juga menegakkan kebenaran
Agama Kristen dan Islam meramalkan kemunculan Yesus Kristus / Nabi Isa yang akan memerangi kejahatan dan menegakkan kebenaran


Maaf jika tulisan saya ini memiliki kesalahan atau persepsi yang salah
Saya hanya ingin berbagi pengetahuan saja

Terima Kasih...

 J   
Terima kasih atas atensinya.
Pada jaman ini dewa Wisnu sedang tidak menitis kpd siapapun. Saya sering melihatnya sedang berada di atas seekor burung mirip rajawali besar tunggangannya.

Sejak sekarang Dewa Wisnu sudah tidak akan menitis lagi, karena tugasnya menitis sudah selesai.
Itu yg saya ketahui berdasarkan pengenalan scr pribadi kpd sosok pribadinya, bukan berdasarkan kepercayaan / keagamaan.
Kalau masih ada penitisan yg lain, mungkin itu hanya pencitraan saja dan pengkultusan saja, bukan sungguh2 sosok Dewa Wisnu yg menitis kpd seseorang.

Mengenai Sai Baba, saya hanya tahu Sai Baba yg kemarin sudah meninggal.
Beliau memang penitisan dari "sesuatu", tapi bukan Dewa Wisnu.

Mungkin pengetahuan saya tentang Dewa Wisnu sangat sedikit, karena saya mengenalnya hanya secara pribadi, bukan berdasarkan jalan dan cerita kepercayaan yg banyak berkembang di masyarakat di banyak negara,

terima kasih


 A   
Pak..
dapatkah orang hidup untuk selamanya (langgeng). Tidak Mati, dia bisa hidup terus bersama dengan tubuh fisiknya... ?
karena ada orang di Banyuwangi, di gunung Srawet tepatnya, dia mengaku dapat hidup langgeng abadi selamanya (dengan Tubuh Fisiknya)
@ Saya pernah berkunjung ke rumahnya
memang ajarannya sulit di mengerti. Tapi yang membuat saya heran adalah Ia hidup menyendiri (mengasingkan diri) dari keramaian masyarakat. Dia hidup vegetarian (tidak memakan daging) umurnya lebih dari 100 tahun. Dia sangat menghargai perbedaan agama (dia menganggap perbedaan agama adalah ciptaan Tuhan agar manusia saling menghargai), dia berpendapat bahwa di setiap makhluk hidup terdapat Tuhan yang bersemayam....
tutur katanya sangat halus,,,
Dia bercerita kalau dia mendapat anugrah dari Tuhan bisa Hidup Langgeng bersama Tubuhnya...
Ia juga menganjurkan meditasi pada semua orang

Tapi ajarannya tentang kehidupan abadi membuat saya Ragu .....

 J   
Hidup abadi ?
Untuk apa orang hidup abadi ?
Apa yg dicarinya dgn hidup abadi ?

Saya tidak bisa berkomentar tentang hidup abadi, karena itu bertentangan dengan pandangan umum yg menganggap itu mustahil, hanya mitos dan dongeng, dan juga tidak sejalan dgn pandangan agama yg umum.

Tapi saya pernah menelusuri cerita tentang Master Khuda Ji yg tinggal di G. Himalaya ....
Master Khuda Ji, seorang wiku / pendeta Budha, menurut riwayatnya tidak akan mati sebelum menunaikan amanat wahyu yg diterimanya, beliau harus menunggu sampai bertemu dgn orang yg akan diturunkannya ajarannya ....
Menurut riwayatnya, Guru Khuda Ji berumur 450 tahun pada waktu menginisiasi dan mengajarkan Suma Ching Hai suatu metode meditasi ......

Dari penelusuran saya beliau sudah hidup selama 600 tahun, kemudian beliau moksa.

Jadi ... mungkin benar ada ajaran / ilmu untuk hidup abadi.
Tapi .... untuk apa ?



 A   
Saya ingin bertanya lagi pak...
Apakah Baik, jika orang yang beragama non Muslim mempelajari Makrifat...
Karena saya ingin menguasai Asma Raja Diraja...
Bagaimana menurut Bapak...

 J   
Ilmu Asma Raja Diraja yg saya baca di internet memang berkembang di kalangan orang ilmu aliran Islam. Tapi diluar urusan agama, karena sifatnya adalah ilmu berkhodam, sebenarnya siapa saja yg berkhodam bisa menjalankannya, tinggal dicari saja amalannya yg bahasanya anda mengerti.

Khodamnya bisa darimana saja, bisa dari khodam pendamping maupun khodam batu akik/ jimat, dsb.
Kapan2 coba deh dikirimkan foto diri anda untuk dilihat apakah anda sudah mempunyai khodam.
Kalau punya simpanan jimat / batu akik sekalian saja dikirimkan.
thanks

 A   
Saya hanya pernah mengamalkan ilmu Pengasihan saja pak..
yang lainnya hanya sekedar meditasi saja...
tadi saya sudah mengirim foto saya melalui email saudara saya...
Mohon bantuannya...

 J   
Di belakang anda ada sukma nenek2 leluhur anda, sifatnya mengayomi.
Kelihatannya anda belum mempunyai khodam pendamping untuk keilmuan.
Tapi karena anda masih sangat muda, sebaiknya jangan mengamalkan ilmu khodam yg tinggi2, karena ilmu2 itu ada efek sampingnya juga, yaitu bisa memberatkan jalan kehidupan anda, kecuali anda ingin menjadi dukun atau ingin berkarir di bidang ilmu gaib.
Lebih baik cari ilmu yg sifatnya membantu / membuka jalan hidup dan untuk memudahkan anda menggapai cita2, misalnya ilmu pengasihan (pengasihan umum, bukan pelet) atau kewibawaan spy tidak disepelekan orang.

 A   
Terima Kasih pak...
Bagaimana dengan sedulur Papat saya ??
Sudah seberapa kuat tingkat kekuatannya?? , karena saya saat bersembahyang selalu mengirim doa untuk mereka

Lalu bagaimana untuk berterima kasih kepada leluhur di belakang saya ini?? apakah menggunakan minyak tertentu??

Saya ingin bersungguh-sungguh dalam dunia spiritual,
memang tidak ingin menjadi dukun tapi saya berkeinginan mencapai MOKSA dan MANUNGGALING KAWULO LAN GUSTI suatu saat nanti...
karena saya yakin itu adalah tujuan hidup manusia...
Saya akan berusaha mencapainya..

 J   
Moksa seringkali dianggap sbg kesempurnaan jalan hidup, tetapi itu bukanlah tujuan hidup
Tetapi Manunggaling Kawula Lan Gusti benar, itu tujuan hidup.
Tapi sebelumnya anda harus sudah tahu lebih dulu Tuhan yg menjadi tujuan anda manunggaling

Nenek di belakang anda kelihatannya sayang sekali kpd anda.
Kirimkan juga doa untuk beliau
Sesekali kalau sempat berikan juga segelas teh tubruk manis panas untuk beliau

Kondisi sukma anda masih sama dgn orang lain yg umum

Sebaiknya belajar juga olah rasa spt dalam tulisan saya berjudul Olah Rasa dan Kebatinan, untuk belajar mendeteksi dan berinteraksi dgn yg gaib2.
Suatu saat anda juga bisa minta kpd si nenek untuk mengembalikan 2 sedulur papat anda yg terpisah.

terima kasih

 A   
kalau Manunggaling Kawulo lan Gusti artikel yg mana di Blog Javanese 2000 pak??
terima kasih

 J    Olah Roh, Manunggaling Kawula Lan Gusti
 A    Kalau begitu, Saya ijin mempraktekan tulisan2 bapak yang ada di Javanese2000
Terima kasih

 J    Silakan saja mas.
Lebih baik mempelajari dulu olah rasa dan laku kebatinan keagamaan seperti dicontohkan dalam tulisan saya yg berjudul Olah Rasa dan Kebatinan dan Kebatinan Dalam Keagamaan , karena itu bersifat jangka panjang dan sejalan juga dgn kehidupan anda sehari2.
terima kasih


______



 A   
Selamat Siang pak...
Salam Sejahtera...

Mohon Pencerahannya pak....
saya sempat membaca artikel di internet,,
Bahwa, Setiap Keilmuan pasti memiliki kekurangan...
Seperti: Ilmu ...... memiliki kelemahan menimbulkan Nafsu Syahwat yang besar pada penggunanya..
Juga Ilmu ...., Penggunanya akan Terkena Musibah secara tiba2.

Yang ingin saya tanyakan:
Apakah Benar semua itu ???
Apakah Pengguna Ilmu ...... akan terkena musibah secara tiba-tiba ???
karena saya gemar menggunakan itu

Pertanyaan saya yg kedua::
Buluh Perindu berasal dari bulu genderuwo (salah satu versi).
Apakah buluh perindu berenergi negatif bagi manusia ??
Lalu bagaimana merubah energinya manjadi positif tanpa harus menghilangkan tuahnya ???
Bagaimana cara memaksimalkan tuah buluh perindu (digunakan untuk kewibawaan, pengasihan, dll) ???

Terima Kasih,
Mohon Pencerahannya


 J   
Saya belum begitu tahu tentang ilmu2 yg anda sebutkan, karena saya memang tidak banyak mengamalkan ilmu.
Kalau ada efek sampingnya, selain dari sifat keilmuannya sendiri, juga tergantung jenis khodamnya. Mungkin juga ada pantangan2nya.

Yg namanya musibah ya tiba-tiba, masak iya sih direncanakan
tapi kita belum tahu apakah itu karena pengaruh ilmu kita, ataukah memang kita sedang apes.

Saya pernah membaca bhw bulu perindu itu asalnya dari tumbuhan seperti rumput
kalau asalnya dari bulu gondoruwo, kasihan sekali itu gondoruwo bulunya dicabutin
bulunya bagian mana yg dicabutin ?
Soal penggunaannya sebaiknya dicari di internet.
Saya sendiri tidak pakai begituan.

thanks


 A    Selamat Sore Pak Javanese...
Dulu saya masih melakukan ilmu2 wirid dan semacamnya.
Setelah membaca lebih banyak lagi Javanese2000, saya berubah pikiran
Akhir2 ini saya mulai mempraktekan tulisan bapak (Olah Rasa dan Kebatinan + Ilmu Tayuh Keris)
Saya sudah bisa Menayuh dengan Cara Mimpi, dengan Ayunan Keris dan dengan Ayunan Bandul....

Mimpi yg pertama, saya didatangi 5 atau 6 wanita memakai baju kuning... Kemudian 3 dari wanita itu pindah ke belakang saya seperti menjaga... dan yang 2 ada di depan saya menghadap saya..

Mimpi yang kedua, saya mimpi di kepala saya, di bagian ujung bawah rambut yang menempel di kepala berwarna putih dan lengket, tapi rambut bagian atas tetap hitam...
Kira2 apa arti mimpi yg kedua ini ya pak ??

Oya pak, saya lampirkan keris milik kakek saya...
Saya sudah ijin meminjamnya kepada kakek untuk belajar menayuh....
kata kakek saya pamornya : Blarak sineret, fungsinya menjaga rumah..
mohon diterawang berapa besar kekuatan keris ini pak ???
Saya juga kemarin meminta tolong kepada keris ini untuk menyatukan sedulur papat saya...
Apakah sudah dilaksanakan ya pak?

Pertanyaan terakhir...
Dalam Olah Rasa, saya masih belum bisa merasakan getaran listrik pada tangan saya...
Kadang malah merasakan denyut nadi di tangan saya... kadang bisa merasakan ada listrik tapi sangat2 tipis (kadang terasa, kadang hilang)
kalo merasakan getaran listrik di keris sama sekali belum bisa...
Mungkin saya masih terikat dengan pikiran...
Bagaimana saya selanjutnya untuk bisa olah rasa pak ??
Mungkin ada penjelasan tambahan ??

Terima Kasih,
Maaf banyak merepotkan, karena saya interest kepada dunia gaib...


 J   
Sedulur papat anda sudah lengkap 4.

Mimpi tentang rambut putih anda itu artinya anda sudah memiliki pengertian tentang nilai2 kesepuhan
Ada sukma seorang kakek2 sepuh leluhur anda yg memperhatikan anda dari jauh
Beliau menanamkan nilai2 kesepuhan dalam diri anda
sehingga anda juga mengerti nilai2 dan perilaku kesepuhan
itu juga akan mempermudah anda jika ingin menjalani sesuatu yg sepuh.

Di sekeliling anda ada 5 perempuan bangsa jin yg dulunya tinggal di rumah kakek anda
Yg 2 di depan anda, 3 di belakang anda. Rata2 kekuatannya 60 md.
Mereka tergerak datang karena adanya nilai2 kesepuhan dalam diri anda.
Mereka akan menjaga anda, bisa juga menjadi khodam anda kalau anda mengamalkan suatu keilmuan.

Keris luk 5 kakek anda itu termasuk sbg keris keningratan. Sudah cocok dgn kakek anda.
Tuah utamanya adalah membantu mempermudah jalan hidup, mempermudah kerejekian, menaikkan derajat dan membantu perlindungan gaib.
Khodamnya sejenis dgn khodam keris jawa, bapak2 berjubah dan ibu2 berkemben, 70 md.

Untuk latihan merasakan setruman, sebaiknya anda meminjam batu akik kakek anda, kalau ada.
kalau tidak ada, anda bisa mencari batu di jalanan desa, batu kinyang yg warnanya putih atau batu ati ayam yg warnanya merah marun, biasanya banyak yg ada "isi"nya.
kalau sudah dapat nantinya ditayuh dgn keris anda apakah isinya baik
kalau isinya baik nantinya batu itu bisa anda pakai latihan olah rasa untuk belajar merasakan setruman listriknya.

terima kasih


 A   
Maaf merepotkan lagi pak....

Saya telah menjalankan Laku Kebatinan dalam keagamaan.
Sekarang bagaimana kondisi sukma saya ?
Seberapa besar kekuatan sukma dan sedulur saya ??
Apakah masih sama dengan orang pada umumnya ??

Lalu, bagaimana sukma nenek leluhur saya? apakah masih bersama saya??
Apakah kekuatannya meningkat??

Terima kasih,

 J    Dimatangkan saja dulu mas
kapan2 kalau sudah banyak terasa bedanya, barulah diperiksa kondisinya.
terima kasih





-------------------




 










Comments