Related Topics

 Seputar Kekhawatiran Melihat Gaib

 


Ada beberapa pertanyaan yang serupa dari para pembaca yang ulasannya akan kita sajikan sebagai sharing informasi yang berguna untuk kita semua sebagai berikut :


 Tanya :

Wah, ingin belajar penglihatan gaib, tapi saat fokus melihat sudut ruangan di rumah sendiri yang gelap,malah timbul halusinasi seperti melihat bentuk wajah yang menyeramkan, dan teringat seperti di video hantu... Dan terbayang: ''bagaimana nanti kalo sudah bisa melihat hantu, sering melihat muka menyeramkan? dan mereka menyerang kita?" pertanyaan seperti ini sering muncul di hati...jadi rada-rada takut belajar penglihatan gaib...
Bagaimana mengatasi takut ini? Yang gak punya pagaran gaib bagaimana??


 Ulasan :

Ya begitulah kira-kira. Gambarannya ganteng atau cantik saja sudah membuat takut. Apalagi kalau gambarannya menyeramkan.
Karena itulah banyak yang sampai terganggu jiwanya setelah bisa melihat gaib.
Kalau memang ingin bisa, sebaiknya dipersiapkan dulu mental psikologisnya. Jangan dipaksakan. Jangan buru-buru ingin bisa. Nanti malah menyusahkan.
Sambil melatih kesiapan dan memperkuat mental sebaiknya olah rasa saja dulu. 
Bisa juga dengan mengikuti petunjuk dalam tulisan: Keilmuan Batin dan Tradisi.


 
 Tanya :

Saya ingin bertanya lagi, mohon bisa ditanggapi...

Mengapa saat kita di tempat yang biasanya menakutkan, di siang hari kita tidak merasa takut,ya''?? sedangkan di malam hari,pasti takut ya?
Apakah makhluk gaib tidak berkeliaran di siang hari? lalu,saat siang, di manakah mereka?

Mungkin pertanyaan saya sama dengan orang lain. Bila berkenan, mohon tim javanese 2000 untuk dijawab...
Saya ucapkan terimakasih.


 Ulasan :

Mengapa di malam hari lebih menakutkan daripada siang hari, yang pasti tergantung pada sugesti kita sendiri. Malam hari memang lebih sepi dan gelap dan batin kita juga lebih sensitif pada malam hari, sehingga terasa lebih menakutkan.

Selain itu juga memang para mahluk halus, selain sukma manusia dan yang tinggal dalam kerajaan gaib, memang lebih aktif pada malam hari. Pada saat magrib, terutama saat bunyi azan magrib, banyak para mahluk halus yang keluar dari tempat tinggalnya, seolah-olah bunyi azan itu membangunkan tidur mereka. Banyak yang jalan-jalan keluyuran atau berkumpul dengan komunitasnya. Jadi kalau pas azan magrib jangan keluar rumah, banyak setan, ha ha ha.

Siang atau malam tidak begitu berbeda buat mereka. Cuma memang mereka lebih aktif pada malam hari. Dan pada malam hari pancaran energi manusia berkurang, lebih nyaman bagi mereka, dibanding siang hari yang berisik dan manusia aktif beraktivitas. Dan pada malam hari kita sendiri juga lebih sensitif, lebih bisa merasakan keberadaan mereka. Itu saja.

Thanks.

 

 Tanya :

Selamat pagi sesepuh...

Mohon info apakah ada perbedaan perlakuan makhluk halus kepada saya ketika sebelum bisa melihat makhluk halus dan setelah bisa melihat makhluk halus (seperti magnet bagi makhluk halus)?  Apakah perilaku mereka lebih agresif ketika saya memiliki kemampuan supranatural daripada saya menjadi orang biasa?

Mohon arahan dan bimbingan sesepuh...terimakasih

 
 
 Ulasan :

Sebenarnya hubungan manusia dengan mahluk halus hampir sama dengan hubungan manusia dengan binatang, atau hubungan manusia dengan manusia lainnya.

Ada beberapa jenis binatang yang suka berhubungan dekat dengan manusia dan akan mengikut manusia bila si manusia bersikap bersahabat atau menunjukkan sikap memperhatikan mereka, atau si manusia memelihara mereka. Misalnya kucing, anjing, burung, ayam, atau hewan ternak lain, dsb.

Begitu juga mahluk halus. Ada yang suka berhubungan dekat dengan manusia, biasanya bangsa jin yang seringkali menjadi pendamping atau prewangan, atau tinggal di sekitar rumah manusia yang seringkali keberadaannya tidak disadari oleh si manusia, apalagi bila si manusia menghormati keberadaan mereka, suka memberi sesaji atau merawat tempat tinggal mereka (termasuk gaib dari jimat / pusaka).

Tetapi ada juga jenis hewan tertentu yang berbahaya bila manusia mendekatinya, atau bila manusia melewati tempat tinggal / sarangnya, seperti ular atau hewan liar lainnya. Begitu juga para mahluk halus. Ada di antara mereka yang berwatak keras dan tidak bersahabat dengan manusia, bisa menyerang manusia sewaktu-waktu, terutama di tempat-tempat yang jauh dari permukiman manusia, yang biasanya keberadaan manusia di tempatnya akan dianggap mengganggu, atau mahluk halus tertentu yang sulit ditebak jalan pikirannya.

Jadi sebenarnya hubungan manusia dengan mahluk halus hampir sama dengan hubungan manusia dengan binatang, atau hubungan manusia dengan manusia lainnya. Ada yang harus diwaspadai, ada juga yang bersahabat. Hanya saja karena berbeda jenis, berbeda alam dan tidak familiar, ditambah banyak manusia melebih-lebihkan cerita, menyebabkan keberadaan mahluk halus menjadi menakutkan.

Tetapi, adakalanya setelah mereka tahu bahwa kita dapat melihat mereka, maka yang bersifat memusuhi manusia akan semakin menunjukkan sifat memusuhi dan yang bersikap bersahabat akan semakin mendekat, bahkan banyak yang akan mengikuti dan menemani kita kemanapun kita pergi, terutama yang sosoknya anak-anak, yang suka mengajak bermain dan bercanda atau mengobrol (tetapi itu juga kalau kita menunjukkan sikap bersahabat dengan mereka). Tetapi ada juga yang suka usil, misalnya suka memanggil-manggil, menampakkan diri, menakut-nakuti, dsb.

Tetapi biasanya sih aman-aman saja bila kita bisa menjaga jarak, artinya kita tidak menunjukkan sikap bersahabat, juga tidak menunjukkan sifat memusuhi. Kita netral saja, karena mereka juga bisa membaca jalan pikiran kita. Mereka sudah terbiasa kontak batin, jadi mereka bisa membaca pikiran dan perasaan kita.

Di dunia manusia dan di dunia mahluk halus aturan dasarnya sama, yaitu kita harus mempunyai kekuatan atau wibawa tertentu. Kalau kekuatan dan wibawa kita rendah, mereka akan menyepelekan kita dan bisa menyerang atau mengusir kita. Kalau kekuatan dan wibawa kita tinggi, maka mereka akan menjaga jarak. Tetapi kalau kekuatan kita tinggi dan kita juga bersikap bersahabat, maka biasanya akan banyak yang mau mengikut kita, terutama yang kekuatannya di bawah kita, dan kita juga akan lebih mudah untuk berteman dengan mereka, terutama dengan yang kekuatannya sejajar atau di bawah kita.

Kalau ingin bersosialisasi dengan mereka, maksudnya kita bisa melihat dan berkomunikasi dengan mereka, sebaiknya jangan tanggung-tanggung. Kita harus juga mempunyai kekuatan gaib yang cukup.

Ada teman saya yang bisa melihat gaib, tetapi dia tidak mempunyai kekuatan gaib yang cukup. Seringkali dia harus menyingkir bila melewati tempat yang "berbahaya" baginya, padahal orang lain biasa-biasa saja (karena tidak tahu). Atau bila ada gangguan gaib, dia sering dimintai tolong, tetapi dia tidak bisa membantu karena tidak punya kekuatan. Jadi kemampuannya melihat gaib seringkali malah menyusahkan baginya.

Jadi kita harus punya kekuatan tertentu untuk eksis di dunia gaib, bisa berupa tenaga dalam atau kekuatan ilmu gaib, terutama kemampuan penguasaannya untuk melindungi diri dan mengusir gaib yang mengganggu. Cara lain yang lebih mudah adalah dengan mencari saudara atau leluhur kita (yang sudah meninggal), biasanya mereka akan bersikap bersahabat dengan kita. Kita bisa belajar banyak darinya tentang dunia gaib, minta diajari mengusir setan, minta dicarikan guru gaib, atau minta dicarikan sosok gaib yang bisa membantu melindungi kita. Selanjutnya terserah anda.


 
 Tanya :

Terimakasih atas jawaban sesepuh...saya ingin mengajukan 1 pertanyaan lagi terkait jawaban sesepuh, sesepuh mengatakan seandainya saya bisa melihat gaib tapi tidak punya kekuatan gaib kadang malah menyusahkan karena tidak memiliki kekuatan dan wibawa yg cukup untuk bersosialisasi dengan gaib, apakah hanya dengan bermodal doa dan keberanian tanpa kekuatan gaib saya bisa eksis di dunia gaib? Seperti di TV kan biasanya dengan doa saja makhluk halus bisa kalah dan kabur. Mohon arahan selanjutnya dari sesepuh... terimakasih...

 
 Ulasan :

Apa yang sudah saya tuliskan itu adalah supaya kita tidak hanya ikut-ikutan asal bisa, tetapi juga bisa ikut "bermain" dan enjoy, tidak harus selalu merasa was-was / takut, dan yang penting : aman selamat.

Seperti yang sering kita lihat di TV, semua kemampuan yang dimiliki oleh para personelnya sebenarnya sudah dilatih dan dikhususkan untuk berhadapan dengan energi-energi lain atau untuk berhadapan dengan mahluk halus.

Misalnya tenaga dalam, maka tenaga dalam itu harus dilatih khusus untuk mendeteksi dan berhadapan dengan mahluk halus. Bukan tenaga dalam yang sehari-harinya kita jalani.

Begitu juga dengan doa-doa, sudah dilatih dan dikhususkan untuk mengusir mahluk halus. Doa-doa itu harus dilatih, berisi keyakinan doa untuk mengusir mahluk halus, supaya doa-nya benar mempunyai kekuatan gaib untuk mengusir mahluk halus, jadi bukan sekedar doa atau hafal doanya. Hasilnya akan berbeda bila doa itu dilakukan oleh mereka, dengan bila doa itu dilakukan oleh orang biasa yang tidak mengerti urusan gaib.

Sebuah doa untuk mengusir mahluk halus, bila dilakukan oleh mereka benar bisa ampuh untuk mengusir mahluk halus. Tapi bila orang biasa yang melakukannya, bisa-bisa dia celaka karena diserang oleh mahluk halus. Padahal doanya sama.

Jadi tenaga dalam dan doa-doa itu harus dilatih dan diyakini secara khusus untuk berhadapan dengan mahluk halus, bukan tenaga dalam dan doa-doa yang sehari-harinya kita jalani. Setelah dilatih secara khusus, maka tenaga dalam dan doa-doa itu akan menjadi suatu kekuatan gaib bagi kita, menjadi kekuatan dan keyakinan batin bahwa tenaga dalam dan doa-doa kita akan manjur untuk mengusir mahluk halus. Yang membedakannya adalah keyakinan dan sugesti batin pada masing-masing para pelakunya.

Sebenarnya tidak apa-apa kalau kita tidak punya kemampuan mengusir mahluk halus. Tetapi akan lebih baik kalau kita punya kemampuan khusus yang bisa digunakan di dunia mahluk halus, untuk berjaga-jaga.


 

 Tambahan :

Ada beberapa hal tambahan yang perlu kita perhatikan. Para mahluk halus sudah terbiasa melakukan kontak batin sebagai cara mereka berkomunikasi dengan sesamanya. Karena itu mereka juga bisa membaca dan mengerti pikiran, batin dan perasaan kita. Karena itu di lingkungan keberadaan mahluk halus sebaiknya kita bisa menjaga perilaku, ucapan-ucapan, pikiran dan perasaan kita. Usahakan bersikap netral, jangan bersikap negatif atau sikap-sikap lain yang mungkin akan menimbulkan reaksi negatif mereka. Hati-hati entar kesambet !

Ada sebagian dari mereka yang suka menguji kita, apakah kita merasa takut atau tidak. Kalau kita merasa takut, itu tidak apa-apa, karena mereka hanya menakut-nakuti saja, tidak menyerang.
Berbeda halnya bila kita bersikap sok berani, tidak takut, apalagi menantang, atau kita merasa berani karena mempunyai pengandalan jimat atau tenaga dalam, misalnya. Biasanya mereka akan terpancing untuk mengetes ilmu kita, menyerang, bukan hanya menakut-nakuti. Apalagi kalau kita membuat "kesalahan".

Tetapi, walaupun kita sengaja menantang, tidak selalu mereka akan menjawab tantangan kita dan menyerang. Karena sama halnya dengan manusia, tidak semua dari mereka suka berkelahi. Walaupun begitu banyak juga golongan mahluk halus kelas bawah, yang berkekuatan rendah, dan yang memang suka ber-ulah, kadangkala menjawab tantangan kita. Tetapi mahluk halus kelas atas, yang berkekuatan tinggi, biasanya lebih stabil emosinya dan tidak mudah terpancing, lebih bisa menahan diri, mereka bisa mengukur kekuatan kita dan jika menurut mereka kekuatan kita ada di bawah mereka, mereka tidak akan bereaksi, karena dalam pandangan mereka, kita tidak cukup layak untuk dihadapi. Jadi yang menjawab tantangan kita biasanya adalah mahluk-mahluk halus kelas bawah, bukan yang kelas atas yang bahkan keberadaannya pun tidak terdeteksi oleh kita.

Tulisan ini dimaksudkan sebagai informasi untuk menambah wawasan kita tentang mahluk halus dan untuk menambah kebijaksanaan kita dalam bersikap mengenai keberadaan mereka.




----------------








Comments