Keilmuan Batin 

    dan Tradisi Keilmuan

  
 

Ada beberapa surat dari pembaca yang isinya senada, yaitu pertanyaan dan meminta penjelasan mengenai tatacara dalam mempelajari keilmuan batin dan tentang kesulitan-kesulitan mereka dalam mempelajarinya.

Pada prinsipnya semua jenis keilmuan sebaiknya ditekuni berdasarkan rasa interest masing-masing, tidak harus bisa sama seperti orang lain. Orang tidak harus ahli dalam satu bidang saja. Sebaiknya juga mempelajari bidang-bidang keilmuan yang lain, selain sebagai perbandingan dan alternatif pembelajaran, juga bisa menjadi sumber pencerahan tentang keilmuan yang sedang ditekuni. Dengan cara itu selain kita akan ahli dalam bidang tertentu, kita juga mempunyai wawasan yang luas mengenai bidang-bidang yang lain.

Kalau ingin belajar dari situs ini tinggal diikuti saja tulisan-tulisannya dan dibaca komen / pengalaman para pembaca yang lain. Dari situ kita akan bisa mendapatkan gambaran dan tips-tips pembelajarannya.

Sebaiknya dimulai dengan rasa interest.
Kalau belum ada yang menjadi interest sebaiknya ditunda saja dulu. Baca-baca saja dulu untuk menambah pemahaman. Mungkin ada bagian-bagian atau tips-tips yang bisa dipraktekkan.
Jika interest dengan kepemilikan jimat, batu akik, mustika atau keris, ada tulisan-tulisan sendiri mengenai itu.
Jika tertarik dengan amalan-amalan gaib, sebaiknya mencarinya di internet, karena Penulis tidak mempunyai banyak koleksi amalan gaib.
Jika tertarik dengan kanuragan, pencak silat, olah nafas tenaga dalam, dsb, sebaiknya mengikuti pelatihannya di perguruannya masing-masing, supaya mendapatkan pelatihan dan bimbingan yang intensif dan terarah.
Jika tertarik dengan mahluk halus dan kehidupannya, ada tulisan yang bertema Dunia Gaib dan Mahluk Halus.
Jika tertarik dengan olah batin, ada banyak tulisan tentang olah batin, dari olah rasa, olah batin, olah .... , dst.

Semua tulisan pada halamannya masing-masing sebenarnya saling terkait, saling berhubungan, karena ada bagian yang sifatnya membabarkan pengetahuan, ada juga bagian yang memaparkan bagaimana caranya mempelajari pengetahuan itu. Sebaiknya dibaca juga isi komen / pengalaman para pembaca yang lain. Dari situ kita akan bisa mendapatkan gambaran dan tips-tips pembelajarannya.

Memang tidak selalu mudah untuk menguasai apa yang diajarkan, walaupun itu baru dasarnya saja, dan tidak selalu bisa dicapai keberhasilannya dalam waktu singkat, tapi bukannya mustahil untuk dicapai, karena buktinya sudah banyak pembaca yang dengan ketekunannya berhasil mempelajarinya. Yang diperlukan hanyalah rasa interest pada bidang tertentu dan rasa interest untuk mempelajarinya. Dan apa yang bisa kita capai tidak harus sama dengan orang lain, karena tiap-tiap orang kan tidak sama.

Jika anda berminat mempelajari suatu keilmuan, sebaiknya anda memulai dari jenis keilmuan yang menjadi interest anda, dimulai dari yang paling mudah dulu. Walaupun kelihatannya sepele, tapi jangan disepelekan. Sesudah bisa menguasai dasar dan intisari keilmuannya barulah kemudian meningkat ke yang lebih tinggi lagi. Walaupun kelihatannya remeh tapi nantinya anda bisa mengevaluasi diri sendiri, dulu bisa apa, sekarang sudah bisa apa. Yang sekarang anda bisa, apakah dulu juga sudah bisa. Dari situ akan bisa diketahui peningkatan dan kualitas keilmuan yang sudah anda jalani.

Faktor terbesar penghambat para pembaca dalam mempelajari keilmuan-keilmuan dari situs ini adalah kurangnya niat dan usaha belajar dan rendahnya sikap kemandirian dalam belajar. Belajar dari sebuah tulisan tanpa bertemu dan mendapatkan bimbingan langsung dari gurunya disamping sikap mandiri juga sangat dibutuhkan usaha yang keras untuk mempelajarinya. Jangan banyak berharap dan bergantung kepada guru si pemberi ilmu. Dan bila ada materi yang belum bisa dikuasai, itu juga harus diusahakan secara mandiri bisa diatasi. Kurangnya usaha dan kurangnya kemandirian akan membuat belajarnya tidak maksimal, apalagi bila ada keinginan untuk bisa instan menguasai keilmuannya tanpa perbuatan nyata usaha keras dan mandiri mempelajarinya (hanya mengejar sensasinya saja).

Masing-masing jenis keilmuan, baik kanuragan, kebatinan, spiritual, maupun ilmu gaib dan ilmu khodam, sebenarnya jika dirangkaikan akan saling terkait satu dengan lainnya dan keilmuan yang satu dapat dirangkap atau dikombinasikan dengan keilmuan yang lain, sehingga hasilnya akan menjadi lebih baik dibandingkan jika keilmuan itu hanya berdiri sendiri-sendiri. Karena itu sebaiknya kita jangan hanya terpaku pada satu jenis keilmuan saja, karena sebenarnya suatu keilmuan bisa juga dikombinasikan dengan jenis keilmuan yang lain, dan bisa juga dikombinasikan dengan belajar dari sumber lain supaya keilmuan kita menjadi lebih baik. Tetapi juga jangan semua jenis ilmu dijalani sekaligus, jangan sampai penguasaannya malah ngambang, sehingga tidak ada bidang ilmu yang benar-benar dikuasai dan tidak ada bidang ilmu yang menjadi keahlian.

Seseorang yang menekuni olah beladiri kanuragan dan olah gerak, kekuatan ilmunya akan bertambah berlipat-lipat puluhan atau ratusan kali setelah dilambari dengan kekuatan tenaga dalam. Yang telah memiliki tenaga dalam, kekuatan ilmunya juga akan berlipat-lipat bila dilambari dengan kekuatan kebatinan dan spiritual, atau dilambari dengan ilmu gaib dan ilmu khodam. Karena itu, biasanya pada penguasaan tingkat lanjut, seseorang memperdalam kekuatan keilmuannya tidak lagi melulu dengan olah gerak dan pernafasan, tetapi mulai banyak melakukan laku tirakat, semadi, meditasi atau bahkan tapa brata.

Di bawah ini ada beberapa masukan dan uraian singkat mengenai keilmuan batin, dan tentang tatacara dan sikap mempelajarinya.

Di dalam keilmuan kebatinan dan spiritual, yang harus lebih dulu bisa dikuasai adalah kepekaan rasa dan batin, sudah aktifnya indera keenam, bukan melihat gaib, bukan amalan-amalan, bukan juga sudah terbukanya cakra-cakra tubuh.

Kepekaan rasa dan batin, mengaktifkan indera keenam, bisa dipelajari dalam tulisan berjudul Olah Rasa & Kebatinan dan Ilmu Tayuh Keris.

Kepekaan rasa dan kemampuan menayuh sebaiknya sudah lebih dulu bisa dikuasai, karena itu adalah satu kesatuan kemampuan dasar dalam kita mempelajari keilmuan kebatinan, spiritual dan kegaiban.



Kemampuan melihat gaib ada beberapa cara :

1. Melihat dengan cakra mata ketiga (cakra di tengah 2 alis mata).
    Dengan cara ini kita bisa melihat mahluk halus dengan cukup jelas. Tetapi karena cakra energi ini adalah
    bagian dari fisik manusia, maka kemampuannya terbatas, biasanya hanya dapat untuk melihat mahluk
    halus tingkat rendah saja. Apalagi setelah mampu melihat gaib biasanya orangnya sudah merasa puas,
    sukmanya tidak dilatih supaya lebih kuat dan tidak melatih batin supaya lebih tajam.

2. Melihat secara batin, adalah melihat gaib dengan mengandalkan kepekaan rasa / batin
    Kalau tidak kuat lama berfokus pada kepekaan batin, seringkali yang kelihatan hanyalah gambaran gaib
    sekelebatan-sekelebatan saja, dan untuk mendapatkan informasi gambaran gaib yang lengkap banyak
    mengandalkan bisikan wangsit / ilham dari sedulur papatnya. Tetapi jika kemampuan ini dapat dilatih
    menjadi lebih sempurna, dengan cara ini orang juga dapat melihat sosok-sosok gaib berdimensi tinggi.

3. Melihat secara roh.
    Dengan melihat secara roh kita dapat melihat dengan roh pancer kita saja, atau melihat gaib dengan
    menerima penglihatan dari roh sedulur papat, atau kedua-duanya. Bila cara ini ditekuni akan bisa
    mengantar ke tingkatan spiritual yang tidak terhingga dan bisa sampai pada aspek pengetahuan gaib
    berdimensi tinggi. Melihat secara roh memiliki peluang yang lebih luas untuk dikembangkan.


Catatan : 

Prinsip dasar melihat gaib adalah menerima sinyal berupa gambaran gaib yang dikirimkan oleh sukma / roh kita ke dalam pikiran kita. Dalam hal ini konsentrasinya ada pada penerimaan batin, bukan pikiran. Kalau setelah kita menerima penggambaran itu kemudian kita memperjelas gambarannya dengan berpikir, biasanya kemudian gambarannya akan hilang. Karena itu tetaplah fokus pada batin, bukan pikiran. Biarkan gambarannya terus mengalir terbayang dalam pikiran kita dan kita usahakan bisa lama berkonsentrasi batin seperti itu, jangan terus beralih menggunakan pikiran (istirahatkan pikiran, batin yang bekerja).
Uraian tentang cara-cara melihat gaib ada dalam tulisan Terawangan / Melihat Gaib.

Kelemahan melihat gaib secara batin adalah sifat penglihatannya yang tidak langsung, dan seringkali terjadi pada para pemula, penglihatannya hanya bisa dibatin saja, mengawang-awang, hanya sekelebatan saja, tidak bisa dipastikan apakah yang dilihatnya itu sungguhan atau hanya halusinasi saja. Kelemahan ini bisa diatasi kalau saja kita dapat berinteraksi langsung secara energi dengan sosok-sosok gaib yang kita lihat, seperti dengan cara-cara olah energi dan olah rasa, sehingga kita dapat memastikan bahwa sosok itu benar ada di tempat keberadaannya yang kita lihat dan kita juga bisa berinteraksi secara energi dengannya.

Pada orang-orang kebatinan jaman dulu, kegaiban batin dan sukma mereka bisa untuk mendeteksi suasana gaib di lingkungan mereka berada, selain itu mereka juga dapat menggerakkan kekuatan batin dan sukma mereka untuk mengusir / menyerang / menarik / menundukkan atau berkomunikasi dengan sosok-sosok gaib, sehingga kelemahan melihat gaib secara batin itu tidak berlaku bagi mereka. Kelemahan itu hanya terjadi pada orang-orang yang hanya mengandalkan kepekaan rasa dan batin saja, dan tidak mempunyai kemampuan lain yang lebih dari itu.

Karena itu sebaiknya kita melatih olah rasa dan olah energi, dengan melatih kepekaan rasa, tenaga dalam murni atau meditasi energi, atau cara-cara lain yang ada. Satu hal yang perlu diperhatikan, gunakan selalu sebelumnya untuk pagaran diri, dan jika naluri anda merasakan hal berbahaya, sebaiknya jangan diteruskan. Lebih baik : sama-sama selamat.



Pada jaman sekarang ini, untuk mempelajari keilmuan batin dan spiritual akan lebih sulit terkait dengan kehidupan dan sikap berpikir manusia pada jaman sekarang. Untuk mempelajarinya, sebaiknya dilakukan bertahap. Misalnya dimulai dengan belajar sendiri kepekaan rasa batin seperti dalam tulisan Olah Rasa & Kebatinan. Kepekaan rasa batin dapat menjadi modal yang utama dalam mempelajari semua jenis ilmu, dan dalam melatihnya juga tidak perlu sampai mengorbankan aktivitas pokok sehari-hari. Kita bisa belajar mengolah kepekaan rasa batin dengan mencari keheningan di dalam keramaian.

Dalam mempelajari aspek pengetahuan keilmuan dapat dilakukan dengan banyak belajar dari orang lain, dan tidak harus berguru. Sumber belajar yang paling banyak berasal dari ide / ilham. Sesuai perjalanan spiritual berikutnya, usahakan untuk dapat berkenalan dengan gaib-gaib sakti dan berspiritual tinggi, termasuk para leluhur dan dewa-dewa, dan belajar pengetahuan dari mereka.

Sesuai pencapaian seseorang, akan banyak pengetahuan yang terlalu tinggi bagi orang lain pada jaman sekarang ini dan hanya akan baik untuk diketahui sendiri saja. Apalagi bila hasil yang didapat berkenaan dengan pencarian ketuhanan, yang sangat bersifat pribadi. Dan sebaiknya kita membatasi diri untuk tidak mengungkapkan hal-hal yang langsung menjurus pada agama. Agama penuh dengan dogma dan doktrin yang tidak boleh dibantah, apalagi dipertentangkan, jadi sebaiknya tidak menyampaikan pendapat yang bertentangan dengan dogma dan doktrin agama. Jadi sebaiknya kita mengulas masalah ketuhanan saja, karena ketuhanan bersifat universal, berbeda dengan agama yang bersifat eksklusif, walaupun mungkin banyak orang yang masih tidak bisa membedakan agama dengan ketuhanan. Tapi seandainya bahasannya ternyata terkait dengan agama tertentu, bila ulasannya tidak secara agama, tapi secara sudut pandang ilmu, mungkin akan lebih dapat diterima.


Untuk mempelajari ilmu gaib dan kegaiban, kalau mempunyai perkumpulan teman-teman sesama penggemar gaib / ilmu atau mengikuti suatu perguruan, itu bisa untuk menambah ilmu dan pengetahuan.
Tetapi secara pribadi usahakan melakukan secara bertahap laku spiritual :
1. Mengasah kepekaan rasa batin  (Olah Rasa & Kebatinan).  Kepekaan rasa batin adalah modal dasar.
2. Belajar menayuh untuk belajar mencaritahu sendiri jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kita,
    belajar berkomunikasi dengan gaib (secara tidak langsung), belajar mengerti sifat-sifat mahluk gaib, dan
    mencaritahu kesejatian mahluk halus  (baca: Menayuh Keris).
3. Dengan kepekaan rasa dan dengan cara menayuh itu carilah khodam pendamping yang sakti, terutama
    dari leluhur sendiri, yang baik, bijaksana dan berspiritual tinggi dan belajar berkomunikasi dengannya
    sebagai guru spiritual anda. Dengan berkomunikasi dan belajar darinya, kita akan dapat lebih cepat
    mengetahui hal-hal yang akan lebih sulit untuk kita ketahui bila hanya mengandalkan pencarian sendiri.
    Khodam pendamping bisa juga didapatkan dari khodam keris atau benda-benda gaib lain milik kita yang
    khodamnya keluar mendampingi kita, yang tidak terus berada di dalam benda gaibnya.
4. Perkembangan selanjutnya : belajar melihat secara batin / roh, atau dengan cakra mata ketiga.
5. Latihan olah energi untuk menghimpun dan "membangun kekuatan"  misalnya seperti dalam tulisan :
    Meditasi Energi dan Kebatinan dalam Keagamaan, terutama untuk kemahiran menghimpun energi dan
    mendayagunakannya.
6. Belajar dari banyak sumber, misalnya pelatihan tenaga dalam, ikut kumpulan teman-teman yang suka
    dengan hal-hal gaib atau ilmu gaib, dan mencari amalan ilmu yang diperlukan.
7. Belajar mempraktekkan apa yang sudah dikuasai untuk mengukur kemajuan hasil belajar.

Kalau langkah-langkah di atas dapat anda jalankan, anda akan lebih mudah dalam mempelajari sesuatu ilmu, dan keikutsertaan dalam perkumpulan atau perguruan akan semakin memperkaya keilmuan anda.


Di dalam keilmuan kebatinan dan spiritual, puasa dan tirakat sifatnya tidak wajib, bukan keharusan. Puasa dan tirakat sifatnya hanya sebagai laku tambahan saja.
Puasa dalam rangka laku prihatin tidak sama dengan puasa untuk tujuan ngelmu.
Puasa dalam rangka laku prihatin tujuannya untuk menahan diri, menjauhi perilaku hidup bersenang-senang, supaya hidup keberkahan (baca : Laku Prihatin dan Tirakat)

Puasa ngelmu tujuannya :
1. Untuk memenuhi persyaratan suatu ilmu (bersifat keharusan).
2. Memperkuat batin / niat batin. Puasa adalah makanan jiwa. Dengan berpuasa itu seseorang dengan niat
    batinnya mengendalikan kemauan duniawinya, sehingga batin / sukmanya mempunyai kekuatan lebih.
    Orang-orang yang sudah terbiasa berpuasa akan memiliki kekuatan dan kekerasan batin yang lebih
    dibandingkan yang tidak pernah berpuasa. Ilmu batin yang dilandasi dengan kekuatan batin dan sugesti
    yang kuat hasilnya akan lebih dibanding yang tidak dilandasi kekuatan batin yang kuat.
3. Orang yang sukmanya kuat, akan ada banyak mahluk gaib yang juga kuat yang ingin untuk bergabung
    dengannya, dan banyak mahluk gaib yang kekuatannya rendah yang ingin jadi pengikut. Kalau orang itu
    juga mempunyai ilmu khodam, maka kelimuannya akan kuat karena khodamnya bukan gaib abal-abal.
4. Berpuasa sambil menyepi akan dapat lebih cepat membangkitkan kemampuan batin dan spiritual pribadi
    dan akan banyak mendapatkan ilham / wangsit. Kalau sudah menguasai aspek olah rasa, olah batin dan
    olah spiritual, walaupun hanya sedikit, orang akan lebih mudah mempelajari ilmu apa saja, karena akan
    lebih mengerti latar belakang aspek keilmuannya. Bahkan bisa juga menciptakan ilmu-ilmu baru tanpa
    harus berguru. Walaupun tidak tahu mantra atau bacaan amalannya, asal tahu cara kerja ilmunya, orang
    juga bisa mengetrapkan suatu keilmuan dengan caranya sendiri.
    Biasanya orang-orang yang berguru ilmu akan banyak diarahkan untuk menjalankan tradisi ilmu.
    Penekanannya ada pada jurus-jurus, amalan-amalan, tradisi tirakat dan sesaji, puasa, dsb, sehingga
    ilmunya sendiri tidak berkembang dan akan sangat bergantung pada ajaran gurunya.



=====



Ada pembaca mengirimkan pertanyaan via email sbb:



from  : X
date : Sat, Dec 3, 2011

Terimakasih atas informasinya.
Sebelumnya dalam hati saya ini berkata ingin mampu mengetahui isi alam ini selain dari yg nyata. Tapi kenapa baru lewat tempat yg agak gelap sudah muncul rasa merinding. Ditambah membayangkan wujud2 mahluk halus yg menakutkan, menambah semakin merinding. Apakah orang yg baru punya kemampuan melihat gaib tidak akan kaget bila melihat sesuatu yg muncul menyeramkan?
ataukah nanti akan terbiasa tidak takut?
Semoga sesepuh berkenan membalas kembali email saya ini.Terimakasih.

Javanese2000 :

Kalau kita melewati suatu tempat tertentu dan kita merasa merinding takut, biasanya itu adalah getaran dari sukma kita yang kontak dengan gaib tertentu. Dan seringkali dalam kejadian itu si mahluk gaib sengaja menunjukkan sinyal kepada kita bahwa dia tidak suka dengan keberadaan kita di tempat itu. Sebaiknya kita jangan menunjukkan per
ilaku yang tidak pantas, misalnya sok berani tidak takut, dsb. Sebaiknya kita berhati-hati dan menghormati keberadaannya. Lebih baik kita menyingkir saja, cari aman. Yang penting sama-sama selamat.

Setiap ada penampakkan sosok mahluk halus biasanya akan membuat seseorang merasa takut, termasuk juga orang yang sudah biasa melihat gaib. Apalagi kalau sengaja membayang-bayangkan sosok yang seram-seram.

Bila ada keinginan untuk bisa melihat gaib sebaiknya kita melatih kesiapan batin kekerasan mental kita dulu dengan cara kita membiasakan diri berada di lingkungan gaib.

Orang yang pertama kali bisa melihat gaib dengan cakra mata ketiganya biasanya akan merasa takut ketika melihat suatu sosok gaib. Sosok gaibnya cantik / ganteng saja sudah membuat takut, apalagi kalau sosoknya menakutkan. Malah ada juga yang dalam tahap awal itu sampai terganggu jiwanya. Sosok-sosok gaib di sekitarnya akan menghantuinya dimanapun dia berada, karena mahluk gaib ada dimana-mana dan dia juga tidak bisa mengendalikan penglihatannya. Sebenarnya yang membuat takut bukan hanya penampakkannya, tetapi terutama adalah pancaran psikologis / sugesti mereka ke dalam pikiran kita yang sengaja membuat kita takut.

Karena itu, seperti sudah kami tuliskan sebelumnya, sebaiknya dalam pembelajarannya dimulai dengan mengolah kepekaan rasa batin (baca: olah rasa dan kebatinan), kemudian belajar mendeteksi keberadaan gaib (bukan melihat gaib). Sesudah itu, bila kita memang ingin bisa melihat gaib, sebaiknya menggunakan cara melihat secara batin / roh (baca: Terawangan / Melihat Gaib). Sambil menjalankan semuanya itu, kita juga belajar mengolah kesiapan dan kekuatan batin kita.

Dengan rasa batin kita dapat mendeteksi / merasakan keberadaan suatu mahluk gaib. Tetapi kita tidak akan merasa terlalu takut, karena kita hanya merasakan keberadaannya saja, bukan melihat sosoknya.
Dengan meilihat secara batin / roh, kita hanya melihat secara sekelebatan saja dan kualitas kemampuan kita akan meningkat bertahap, jadi juga tidak menakutkan. Dengan melakukan itu kita belajar membiasakan diri berada di lingkungan gaib, melatih kesiapan batin kita.

Apakah sesudah itu akan dikembangkan lagi pada melihat gaib dengan pembukaan cakra mata ketiga atau ke tingkatan yang lebih tinggi atau cukup segitu saja, selanjutnya terserah anda.


=====


from : Nikoagussetiawan
date: Thu, Apr 5, 2012

Mas, Tips dari saya. Kalo ada penggemar gaib yang lagi belajar melihat gaib secara batin / roh, kalau lagi menerawang, agar cepat dapat gambarannya, dengan salah satu teknik yaitu dengan menempelkan telunjuk jari tangan kanan kita ke dahi dengan sedikit ditekan.
Itu sudah saya buktikan.
Gambarannya terasa lebih jelas..


Javanese2000 :

Iya betul.
Itu memang membantu supaya fokus konsentrasinya, sama seperti supaya fokus berpikir.
Thanks.


=====


from: Galuh E.

Pak sakderenge dalem nate latian tenaga dalam hawamurni, nembe tingkat dasar pelatih/guru pun sedo. Pun ngantos 90% ulasan panjenengan dalem prakteaken. Metode ingkang panjenengan beberaken dalem rumaos cocok, olahan hawa/prana pun saget dirobih asrep utawi anget. Wedal 3 sasih kpengker nembe Siam/poso 20 sasih. Roso umpami wonten mahluk/hal ghoib geh kraos. Nangin perkawis sdulur papat limo pancer tasih dereng saget ngolah, ugi tasih dereng saget mirsani alam ghoib, nopo malih lintune ingkang gadah derajat langkung inggil.
Dalem nyuwun ikhlase panjenengan mbeberaken sejatine dalem, kalian kekirangane perkawis ilmu mniko kalian saget nyampurnaaken nopo ingkang tasih kirang.

Javanese2000 :

Waduh... lain kali pakai bahasa indonesia saja yah
saya kan gak fasih bahasa jawa he he

Sebenarnya yg saya ceritakan di web adalah intisarinya saja, tapi justru itu sebenarnya tingkat tinggi atau pengetahuan yg paling dalam, karena orang yg belajar melalui perguruan biasanya tidak diajarkan yg seperti itu, apalagi yg masih pemula, sedangkan yg sudah senior pun malah banyak yg tidak tahu. Jadi sebenarnya itu adalah tuntunan bagi yg sudah pernah menekuni suatu jenis keilmuan, supaya tahu intisari keilmuannya, supaya bisa meningkatkan kualitas ilmunya. Tapi bagi para pemula yg interest juga bisa mempelajarinya, karena saya membeberkannya dengan cara2 yg sangat sederhana dan dengan bahasa yg sederhana juga.

Tapi saya memang tidak secara khusus mengajarkan teknik2nya. Karena itu kalau ingin mempelajarinya sebaiknya mengikuti pelatihan lewat perguruan2 supaya mendapatkan pelatihan yg rutin dan mendapatkan bimbingan yg benar.
Misalnya belajar pencak silat ada banyak perguruan pencak silat.
Belajar tenaga dalam kanuragan bisa lewat perguruan Merpati putih.
Belajar tenaga dalam murni bisa lewat perguruan Panca Daya atau Satria Nusantara
Belajar ilmu gaib ada banyak perguruan ilmu gaib (di internet banyak iklannya)
Sesudah itu bisa mengambil rujukan tulisan saya untuk tambahan pengetahuan.

Tapi kalau mau belajar sendiri tentang kegaiban lewat tulisan saya, silakan saja, hanya saja harus sabar dan telaten, karena mungkin tidak dapat dicapai dalam waktu singkat.

Yg pertama dan utama harus dimiliki dahulu adalah kemampuan peka rasa batin (bukan melihat gaib dan bukan pembukaan cakra).
Untuk melatih peka rasa bisa dipelajari melalui tulisan Olah Rasa dan Kebatinan dan Menayuh Keris.
Selebihnya bisa membaca tulisan saya berjudul Terawangan / Melihat Gaib untuk menambah pemahaman tentang melihat gaib. Itu saja dulu dipelajari sampai bisa sebelum mempelajari yg lain.
Tapi jangan menggebu-gebu ingin cepat bisa, jangan sampai hasrat dan emosi menutupi kebersihan batin, sehingga menghalangi upaya peka rasa.

Sesudah kemampuan peka rasa dicapai, barulah belajar "membangun kekuatan gaib", misalnya dengan olah kebatinan, atau lewat tulisan Meditasi Energi dan Kebatinan dalam Keagamaan.

Dicoba saja dulu seperti itu sebelum meningkat ke tingkatan yg lebih tinggi
Sesudah olah rasa dikuasai, dan sudah bisa membangun kekuatan gaib, kemudian belajar cara-cara penggunaannya.

Kalau proses-proses di atas sudah anda jalani dan bisa anda kuasai, anda sudah bisa bermain seperti tim pemburu hantu di tv, malah kekuatan anda akan lebih, dan bisa berhadapan dgn mahluk halus yg lebih tinggi kekuatannya.

Mengenai sedulur papat lan pancer tidak perlu dipelajari secara khusus, karena mereka akan menyatu dengan pancer sehingga menjadi kekuatan sukma. Kalau anda bisa mengedepankan sifat2 sukma sejati dalam hidup anda, dan jika anda juga mempelajari kegaiban, suatu saat anda akan dapat bertemu dgn sedulur papat. Tetapi sebenarnya tidak sulit untuk melihat / bertemu dengan sedulur papat dan cara-cara mengoptimalkan keberadaan mereka jika dilakukan dengan cara-cara kebatinan. Tapi memang ada caranya sendiri.


=====



from: M.Munir.
date: Fri, Nov 23, 2012

Maaf mohon deteksi dan penjelasannya kangmas,
Apakah ada peningkatan energi sukma saya ataukah justru melemah karena ketumpukan energi negatif?
Terima kasih kangmas . . .

Javanese2000 :

Kalau dilihat dari foto anda, ibaratnya bangunan rumah, sekarang ini anda baru membangun pondasinya. Bangunannya belum jadi, sehingga belum bisa dinilai kekuatannya, tetapi pondasinya / wadahnya sudah terbentuk, shg nantinya bangunannya akan menjadi seperti apa sudah ada gambarannya, dibandingkan sebelumnya yg tidak jelas gambarannya akan mjd apa.

Untuk meningkatkan kekuatan sukma / batin harus dilakukan dengan usaha untuk membangun kekuatan batin. Sekarang ini anda baru membuka wawasan pengetahuan tentang kebatinan dan kegaiban, baru membangun pondasinya. Dengan wawasan pengetahuan itu anda sudah mempunyai gambaran nantinya ingin menjadi seperti apa, dan olah kebatinan apa yg ingin anda jalani, dibanding sebelumnya yg tidak jelas wawasannya dan tidak jelas akan melakukan olah batin apa. Tetapi secara kebatinan sekarang ini kondisinya sudah lebih baik dan lebih kuat karena pondasinya sudah terbentuk, tinggal usaha untuk membangun bangunannya.

Ada banyak tulisan saya yg bisa mjd acuan untuk meningkatkan kekuatan batin / sukma. Untuk meningkatkan kekuatan sukma / batin, harus dibangun dgn olah kebatinan, bisa dgn jalan keilmuan batin, olah rasa, olah batin, dsb, bisa juga dgn meditasi energi atau dgn olah kebatinan dalam keagamaan.

Selain itu menaikkan kekuatan batin / sukma juga harus disertai usaha meningkatkan kekerasan batin dan kekerasan watak, shg kegaiban batinnya mjd bulat menyatu dgn kepribadian anda, tidak mengambang dan tidak mudah melemah.

Misalnya anda bisa melatih kekerasan batin untuk tidak takut dgn kegelapan / kesunyian, tidak takut dgn keberadaan sosok2 halus, tetapi harus ditekankan bhw cara ini tidak dimaksudkan untuk menantang atau sok berani, hanya sebagai usaha untuk meningkatkan kekerasan batin dan kekuatan batin untuk ketahanan jiwa.

Rasa takut itu alami dan bisa dialami oleh siapa saja, termasuk orang-orang sakti dan yang sudah menekuni kebatinan. Tetapi harus disadari bahwa kalau kita masih takut dengan kegelapan / kesunyian dan masih takut dengan kehadiran sosok-sosok halus, berarti kekerasan batin kita lemah.

Untuk tujuan melatih kekerasan batin, untuk menekan rasa takut itu jangan digunakan amalan-amalan gaib atau doa-doa pengusir mahluk halus, tetapi digunakan penghayatan dan kedekatan kita dengan Tuhan, yakin bahwa Tuhan memberikan kuasa dan kekuatan kepada kita untuk menjadi lebih kuat daripada sosok-sosok halus yang ada di sekitar kita.

Ditekankan sekali lagi bahwa usaha menguatkan kekerasan batin ini tidak dimaksudkan untuk menantang atau sok berani, hanya sebagai usaha untuk meningkatkan kekerasan dan kekuatan batin untuk ketahanan jiwa. Kalau ingin mencoba melatihnya, bisa dicoba untuk "berkuasa" di lingkungan rumah anda sendiri, jangan langsung mendatangi tempat-tempat yang angker dan berbahaya.

Bisa juga dilatih dengan cara lain. Sekarang ini anda sudah mempunyai keris. Dengan cara meditasi atau kontak rasa cobalah untuk merasakan kekuatannya dan dicoba untuk menyamakan kekuatan kebatinan anda dengan kekuatannya. Dengan cara ini sama saja anda berlatih dengan menggunakan lawan tanding, sehingga diharapkan kekuatan anda juga akan meningkat dan bisa menyamai kekuatan kerisnya.

Terima kasih.


=====



from: Kurnia Gotama

Kalo pengen mengolah batin itu lebih detailnya gimana mempelajarinya mas ?
Hehehe ... Maaf pertanyaan saya nyeleneh krn saya belum begitu memahami artikel mas yg olah batin dan kebatinan.
Rahayu

Javanese2000 :

Untuk komunikasi dgn gaib anda harus belajar kontak batin.
Selain melatih Olah Rasa, anda juga bisa latihan menayuh seperti dalam tulisan saya berjudul Ilmu Tayuh / Menayuh Keris untuk belajar menyampaikan kontak batin dan menerima / mendengarkan kontak batin. Dilatih dgn cara yg mudah, yaitu kontak rasa dan batin dgn benda2 gaib, sesudah itu barulah ditingkatkan belajar kontak batin dgn sosok2 halus yg lain.

Untuk belajar olah batin saya memang tidak memberikan arahan khusus untuk itu, jadi jangan berpikir ada paket belajar atau ada kurikulum pelajarannya seolah2 anda belajar melalui perguruan kebatinan.

Tapi ada banyak tulisan saya seperti olah rasa, olah batin, olah sukma, belajar keilmuan batin, ilmu gaib dan ilmu khodam, kebatinan keagamaan, meditasi energi, dsb. Semuanya bersifat pengetahuan, bukan pelajaran, tapi di dalamnya ada tips2 dan pelajaran yg bisa diikuti untuk dilatih sendiri.

Karena sekarang sudah jaman modern, maka saya mengharapkan pembelajaran kebatinan ini hanya menjadi sampingan saja, spy tidak mengganggu kehidupan duniawi. Jadi cara belajarnya sebaiknya adalah dengan membaca2 banyak tulisan untuk menambah pengetahuannya dulu, sesudah itu diikuti tips2 pelajarannya sesuai yg menjadi interestnya, sesuai bidang2 yg anda merasa tertarik, supaya belajarnya terasa menyenangkan. Nantinya tidak terasa bahwa sebenarnya sudah banyak kemampuan yg anda pelajari, dibanding sebelumnya.

Kalo mau belajar keilmuan, memang sebaiknya mempunyai pengetahuan dasarnya dulu. Sesudah itu baru anda jalankan mana yg anda minati, karena dalam dunia kebatinan dan keilmuan gaib masing2 interest orang berbeda2. Ada yg suka olah kebatinan, ada yg suka mantra dan amalan2 ilmu gaib dan ilmu khodam, ada yg suka dengan benda2 pusaka atau benda2 jimat. Masing-masing interest orang tidak sama dan anda juga tidak harus sama dengan yg lain. Jalankan saja yg anda minati, spy enjoy dan menyenangkan, sehingga anda bisa lebih mudah menjalaninya, sehingga apa yg anda jalani bisa menjadi kemampuan yg sempurna, tidak mengambang setengah-setengah.


=====


from: Erdin K.

puh,
saya mau tanya lagi nih,
bisa gak puh lihatin saya ini berbakatnya dimana ? ato lebih cenderung ke arah ilmu yang mana puh?
kalo saya interest sekali dengan tulisan2 panjenengan.
saya minat sekali dengan kebatinan puh.

Javanese2000 :

Soal bakat itu relatif, tergantung siapa yg memandang dan bagaimana memandangnya, apa kriteria penilaiannya, dsb.
Saya sendiri dulu ada beberapa orang pinter / paranormal / orang berilmu yg mengatakan bhw saya tidak berbakat, tidak punya wadah, katanya. Tapi ternyata saya bisa juga, walaupun hanya sedikit.

Memang ada tipe2 orang yg mudah dalam mempelajari sesuatu, dan ia dikatakan berbakat.
Tapi apakah orang lain yg tidak dikatakan berbakat, maka ia tidak bisa berhasil ?

Menurut saya yg paling utama mjd patokan awal adalah rasa interest, kemudian tinggal sejauhmana orangnya mau mempelajari dan menjalaninya. Rasa interest dan kemauan itulah yg seringkali menentukan apakah seseorang akan berhasil menjalani apa yg diinginkannya, bukan bakat.

Biasanya ketertarikan orang adalah pada suatu jenis kemampuan yg dia ingin bisa menguasai. Sesudahnya tinggal sejauhmana orang itu mau mempelajari dan menjalaninya.

Tapi seringkali juga jenis kemampuan yg ingin dikuasainya itu terlalu tinggi tingkatannya, shg walaupun dipaksakan, tetap saja sulit baginya menjalaninya, apalagi mencapainya. Biasanya ini terjadi karena orang belum menguasai dasarnya, tetapi sudah ingin cepat mempelajari yg tingkat tinggi.

Tapi keinginan atas ilmu yg tinggi2 juga bisa menyebabkan orang terjebak dalam keilmuan yg "tidak baik" pengaruhnya sampai2 saya terpaksa harus membantu beberapa orang pembaca untuk "membersihkan" dirinya dari ilmu2 dan khodamnya karena ternyata malah membuat susah hidupnya.

Karena itu sebaiknya kita membuat beberapa sasaran dulu, beberapa objek latihan sbg batu dasar loncatan, barulah nantinya pelan2 mengarah kpd tujuan utamanya. Kemampuan dasarnya dulu yg harus dikuasai, barulah kemudian mempelajari ilmu yg mjd tujuan utamanya. Jadi diperlukan kesabaran dan ketekunan dalam menjalaninya, dan diperlukan evaluasi diri untuk menilai sekarang posisinya sudah berada dimana.

Nah sekarang yg mjd interest anda apa ?

Kalau interest-nya ilmu gaib dan ilmu khodam yg menggunakan amalan2 gaib, saya tidak mengajarkan itu. Anda bisa mempelajari dari internet. Ada banyak situs yg menuliskan amalan2 gaib dan mengajarkan keilmuan gaib. Hanya saja anda harus cermat dgn jenis khodam yg nantinya datang / digunakan.

Kalau interest dgn kebatinan / spiritual, anda bisa memulai latihan dgn mengikuti tulisan saya berjudul Olah Rasa, Menayuh Keris, Meditasi Energi, dst.

Kalau interest dgn kebatinan ketuhanan, maka anda harus mendekat kpd Tuhan, jangan menggunakan amalan2 doa dan jangan menggunakan khodam, fokus kpd Kuasa Tuhan. Anda bisa memulai dgn mengikuti tulisan saya berjudul Kebatinan Dalam Keagamaan, Pembersihan Gaib 4, dst.



=====


from: Nikadek Y

Selamat siang romo,
Sudah lama saya membaca tulisan romo di internet dan saya tertarik sekali belajar ilmu kebatinan.
Saya mau tanya apakah ada potensi saya untuk belajar kebatinan ?.

Javanese2000 :

Tentang potensi belajar kebatinan saya menganggap itu adalah sesuatu yg dibentuk sendiri oleh si manusia. Potensi dasar selalu ada, hanya saja kemudian apakah potensi itu akan ditumbuhkembangkan ataukah akan diabaikan, ya.. terserah orangnya. Saya menganggap faktor interest dan ketekunan lebih besar pengaruhnya daripada apa yg sering disebut sbg potensi atau bakat.



=====


from: Luthy A.

Selamat siang Mas...
Salam kenal dari saya, Luthy A.
Menarik sekali apa yang sudah mas tulis pada web pribadi mengenai kebathinan dan keghaiban. Kalo boleh ada yang ingin saya tanyakan mengenai prihal tsbt.

1. Bagaimana cara yang efektif dalam mengolah bathin serta raga menurut pengalaman mas sendiri.

2. adakah amalan yg cocok yg bisa saya amalkan menurut pribadi mas?

Demikian yg bisa saya sampaikan, terimakasih atas informasi yang mas sdh tuliskan di Javanese 2000. mohon izin untuk mengamalkan.

Salam hormat,

Luthy A.


Javanese2000 :

Mengenai pertanyaan anda :

Bagaimana cara yang efektif dalam mengolah bathin serta raga menurut pengalaman mas sendiri ?

Masing2 laku seharusnya disesuaikan dgn tujuan lakunya, kemudian dicarikan cara yg efisien dan efektif.

Untuk kanuragan, paling baik latihannya dilakukan dengan sugesti diri.
misalnya kita sudah ikut latihan karate atau pencak silat,
pada saat latihan di perguruannya kita ikuti latihannya dgn semestinya
pada saat sedang sendiri, kita bisa mengulangi latihannya dgn tambahan sugesti diri, misalnya dgn lambaran amalan Lembu Sekilan seperti yg sudah dituliskan dalam tulisan saya berjudul Kebatinan dan Kanuragan.
Latihan sugesti diri di atas bisa juga dilakukan sendiri walaupun kita tidak ikut latihan beladiri, anggap saja fitness pribadi.

Sugesti diri di atas sebaiknya dijadikan kebiasaan, sehingga suatu saat diperlukan, tanpa perlu khusus mengsugesti diri, kemampuan itu bisa muncul dengan sendirinya.
Untuk mencapai kekuatan kanuragan yg tinggi, lakunya digabungkan dengan kekuatan kebatinan.


Untuk batin, berarti sebagai dasarnya kita harus mempunyai kemampuan kebatinan lebih dulu.
Itu bisa dilakukan awalnya dgn melatih kepekaan rasa dan batin sebagai kemampuan dasar kebatinan yg harus dikuasai lebih dulu sebelum melangkah ke tingkatan yg lebih tinggi, misalnya melatihnya dgn contoh yg sudah dituliskan dalam tulisan saya berjudul Olah Rasa dan Kebatinan dan Ilmu Tayuh Keris.

Sesudah kemampuan dasar itu dikuasai kita bisa melatih "membangun" kekuatan kebatinan, misalnya dilakukan dgn mengikuti contoh2 dalam tulisan2 bertema kebatinan dan spiritual dan meditasi energi.

Untuk bisa efisien dan efektif, laku membangun kekuatan kebatinan itu bisa ditambahkan dengan laku kebatinan ketuhanan, misalnya dengan laku seperti dalam tulisan saya yg berjudul Kebatinan Dalam Keagamaan  dan  Pembersihan Gaib 4  yg lakunya disesuaikan dgn tujuan untuk membangun kekuatan kebatinan.



Adakah amalan yg cocok yg bisa saya amalkan menurut pribadi mas?

Saya tidak mempunyai banyak koleksi amalan, karena saya sendiri tidak bergantung pada amalan ilmu, jadi saya tidak bisa merekomendasikan amalan apapun untuk anda.

Tapi kalau anda interest, anda bisa mulai melatih kepekaan rasa batin seperti sudah dituliskan di atas, setidaknya itu bisa menjadi kemampuan pribadi anda. Selanjutnya, apakah cukup segitu saja ataukah akan dilanjutkan kepada kemampuan yg lebih tinggi lagi, itu terserah anda.

Mudah-mudahan bermanfaat
terima kasih



=====

from: Devina A.

Selamat pagi,
Saya membaca-baca tulisan Bapak di internet, sungguh menarik Bapak menjelaskan banyak hal tentang "kejawen".

Saya ingin mendapatkan pendapat Bapak mengenai diri saya (saya lampirkan foto), khususnya tentang sedulur papat lima pancer, dan potensi saya di bidang "kebatinan".
Saya merasa pernah mengalami beberapa hal supranatural, termasuk mukjijat, misalnya saya pernah tidak terluka sama sekali dalam sebuah kecelakaan lalu-lintas, yang "logika"-nya saya akan terluka serius, namun pengalaman itu "berlalu begitu saja", hanya sebagai pengalaman hidup, sedangkan yang saya harapkan adalah "kemampuan spiritual" saya meningkat dari waktu ke waktu, syukur-syukur bisa bertemu sedulut papat itu.

Terima kasih atas perhatian dan perkenan Bapak.
Salam hormat saya.

Javanese2000 :

Sedulur papat anda masih 2, belum 4.
Anda berkhodam di dalam badan anda bangsa jin laki2 kekar bertelanjang dada, 60 md. Berfungsi utama sbg khodam kekuatan.

Dengan adanya khodam di badan anda itu seharusnya mudah sekali untuk anda mempelajari ilmu gaib, amalan dan mantra. Tapi untuk kebatinan seperti dalam tulisan2 saya mungkin ada sedikit ganjalan. Misalnya dalam terawangan atau bermeditasi mata terpejam mungkin anda akan mendapatkan gambaran2 gaib yg tidak sejalan dengan kenyataan.

Karena itu anda perlu belajar untuk bisa membedakan mana gambaran2 gaib yg benar dan mana yg fiktif, ilusi dan halusinasi. Jangan terbawa yg fiktif, ilusi dan halusinasi.

terima kasih


=====


from: Suto Wihayat

Selamat sore Pak.,
Salam kenal, Saya sangat tertarik dengan tulisan Bpk. di web.
Dari dulu sampai sekarang saya tertarik dan berminat dengan hal2 yang bersifat spiritual dan kebatinan, saya ingin belajar tapi kepada siapa? saya belum diketemukan dengan orang yang mau mengajarkan kepada saya,
saya sering browsing di internet tentang hal2 yang bersifat spiritual dan kebatinan, saya ingin mempelajarinya lewat internet, tapi ada kekawatiran kalau mempelajari hal kebatinan tanpa guru langsung akan berakibat gila,

Pertanyaan saya Pak,
1. Apa benar belajar kebatinan tanpa guru langsung / pembimbing, akan berakibat gila ?
2. Amankah buat saya belajar & melatih olah batin / olah rasa sendiri, mengikuti tulisan di web.Bpk ?

Bersama ini saya lampirkan foto dan batu cincin saya,
Pak,saya minta tolong ditrawang ada sosok siapa di diri saya, bagaimana keadaan sedulur papat saya, dan satu lagi Pak, apa isi / khodam batu cincin saya, berpengaruh positif kah buat saya ?

Mohon maaf, apabila merepotkan Bpk, saya sangat menunggu jawaban dari Bpk,
Oh iya Pak, akhir2 ini saya sering melakukan puasa senin kamis,dan sore ini juga mau melakukan puasa weton 1 hari, apakah puasa yang sudah aku lakukan berpengaruh positif terhadap kebatinan saya Pak?
Terima kasih ..

Javanese2000 :

Apa benar belajar kebatinan tanpa guru langsung / pembimbing akan berakibat gila ?
Amankah buat saya belajar & melatih olah batin / olah rasa sendiri mengikuti tulisan di web.Bpk ?

Secara umum saya tidak bisa menjawab pertanyaan2 bapak itu dengan pasti karena kasusnya harus dilihat dulu satu per satu. Di samping itu juga kita harus bisa membedakan apa sebenarnya jenis keilmuan yg dijalani oleh seseorang, apakah benar itu jenis ilmu kebatinan, ataukah itu sebenarnya jenis ilmu gaib atau ngelmu gaib.

Ilmu kebatinan berbeda dengan ilmu gaib pak, walaupun banyak orang menganggapnya sama.
Olah batin juga berbeda dengan ngelmu gaib, walaupun banyak orang menganggapnya sama.
Perbedaannya sudah saya uraikan dalam tulisan2 saya.

Ada banyak tulisan saya tentang penyebab orang menjadi gila atau kerasukan atau mengalami gangguan pikiran, kesehatan, dsb. Bila itu penyebabnya adalah gaib, maka kasusnya, dan penanggulangannya, harus dilihat satu per satu, tidak bisa disamaratakan.

Yg sering dikatakan bisa membuat gila / kesurupan kebanyakan adalah ngelmu gaib, mantra2 atau keilmuan yg berhubungan dengan gaib dan pengaktifan khodam, apalagi kalau di badan orangnya sebelumnya sudah ada ketempatan mahluk halus yg dengan laku keilmuannya itu tanpa sadar orangnya sudah membuat mahluk halus di dalam badannya aktif dan menguasai dirinya.
Kalau kasusnya seperti itu, sudah membuat orangnya gila, maka belajarnya didampingi oleh gurunya ataupun tidak tetap saja bisa membuatnya gila.

Tapi kalau bapak dengan benar olah batin mengikuti isi tulisan saya seharusnya tidak ada efek seperti yg bapak sampaikan itu, kecuali selama menjalankannya bapak mempunyai pikiran lain, punya tujuan sendiri yg tidak sama dgn isi panduan dalam tulisan saya, atau bapak mencampurkan metode saya dgn metode orang lain. Dalam hal ini kalau ada efek seperti yg bapak sampaikan itu penyebabnya adalah bapak sendiri yg sudah menyimpang dalam menjalankannya.

Tapi memang ada beberapa pembaca yg merasakan adanya efek tertentu yg berhubungan dgn gaib, baik yg berasal dari dalam dirinya sendiri maupun yg dari sekitarnya.

Dari pantauan saya sebenarnya itu sudah dialaminya sejak lama, tapi ia tidak merasakannya. Kalau sakit pun ia hanya minum obat saja atau pergi ke dokter, tidak menyadari bahwa dirinya ketempelan, ketempatan, diganggu gaib, dsb.

Tetapi setelah mengikuti tulisan saya kemudian orangnya menjadi lebih peka terhadap hal-hal gaib, ia menjadi bisa merasakan bahwa ada "sesuatu" dalam dirinya atau di sekitarnya yg baru sekarang ia merasakannya. Kalau sudah begitu saya harapkan orangnya bukan hanya peka rasa, tapi juga punya kemampuan untuk menangkalnya.

Jadi kalau bapak berminat menjalankan laku kebatinan dalam tulisan2 saya seharusnya bapak menjalankannya sesuai metode dan tujuan dalam halamannya masing2, jangan ada tahapan laku yg diabaikan dan jangan mencampurkannya dgn metode orang lain, dan jangan punya tujuan yg berbeda dgn isi halamannya, karena tujuan yg berbeda mungkin metode lakunya juga seharusnya berbeda. Jangan metode saya untuk suatu tujuan digunakan untuk tujuan lain yg berbeda.

Silakan tulisan2 saya dibaca2 saja dulu pak, sekalian juga dibaca2 komen dari para pembaca untuk menambah pemahaman bapak. Kalau ada yg ingin bapak mencobanya sebaiknya dicoba yg mudah dulu.

Batu cincin bapak berkhodam suami istri bangsa jin ksatria, 80 md.
Tuah utamanya untuk membantu kewibawaan dan kepangkatan.
Baik untuk bapak
Kalau diinginkan tuahnya batunya dioleskan misik putih sebulan sekali.

Sedulur papat bapak sudah lengkap 4
tapi kekuatan pancer dan sedulur papat bapak masih sama dgn orang lain yg umum

Bapak berkhodam di sebelah kanan bapak bangsa jin bapak2 berjubah 70 md
Fungsi utamanya untuk penjagaan gaib
Sebaiknya bapak sebulan sekali mengoleskan misik putih di belakang bawah telinga bapak untuk menghormatinya.

Kelihatannya laku puasa bapak tidak secara langsung menambah kekuatan sukma bapak, tapi mungkin sudah menambah kekerasan batin bapak,
Mungkin khodam bapak datang karena laku puasa bapak, atau mungkin karena bapak ada menjalankan laku keilmuan / doa yg lain.

terima kasih


=====



Mengenai kesulitan-kesulitan dalam mempelajari keilmuan batin, berikut ini adalah masukan dari Penulis.

Setiap orang mempunyai kepribadian yang berbeda-beda dan sikap berpikir yang juga berbeda-beda.
Ada orang yang sangat menonjolkan logika, sikap berpikir kritis, dsb. Orang-orang yang seperti ini akan lebih mudah dalam mempelajari keilmuan modern.
Di sisi lain, ada orang-orang yang lebih mengedepankan perasaan, tenggang rasa, rasa batin dan menjaga ajaran tradisi. Orang-orang yang seperti ini akan lebih lambat dalam urusan keduniawian modern, tidak menggebu-gebu hasratnya akan kekayaan, dsb, tetapi akan lebih mudah untuk mempelajari hal-hal kegaiban.

Tidak masalah mengenai mana sikap kepribadian yang lebih baik untuk jaman sekarang ini, tetapi untuk mempelajari sesuatu yang bersifat roh dan kegaiban seseorang harus bisa mengedepankan kepekaan rasa batinnya, bukan mengedepankan sikap berpikir atau nalar dan logika.

Segala sesuatu yang bersifat roh dan kegaiban seringkali tidak bisa dinalar dan tidak masuk logika (nalarnya yang tidak sampai), sehingga untuk mempelajarinya juga jangan mengedepankan nalar atau logika. Sesuatu yang bersifat roh hanya bisa dirasakan dengan rasa, dengan batin, sehingga untuk mempelajarinya juga harus mengedepankan kepekaan rasa dan batin. Istirahatkan pikiran, batin yang bekerja. Sesudah bisa merasakan sesuatu yang hanya bisa dirasa dengan batin, barulah kemudian dinalar dengan pikiran.


Dalam laku kebatinan dan dalam mempelajari keilmuan supranatural, ada sikap-sikap perilaku dan cara-cara yang diikuti orang sesuai ajaran yang diterimanya sebagai pendekatan / cara menekuni dan memahami kegaiban / supranatural.

Ada orang-orang yang tekun menjalankan laku prihatin dan tirakat seperti yang diajarkan kepadanya. Orang-orang yang seperti ini biasanya lebih peka dan lebih bisa memahami unsur gaib dari lingkungannya berada.

Ada orang-orang yang suka mengkoleksi benda-benda gaib yang ampuh dan bertuah, tetapi belum mengerti sisi kegaibannya dan belum bisa merasakan tuahnya. Kalau sudah memiliki benda-benda gaib akan lebih mudah untuk mempelajari sisi kegaibannya, misalnya dijalani dengan cara Menayuh Keris, sesudah itu dilanjutkan dengan mempelajari olah rasa dan kebatinan.  Bila pelajaran-pelajaran itu bisa dikuasai, maka kemampuannya akan menjadi lebih berkualitas (dan bisa berperan sebagai konsultan keris / supranatural).

Ada orang-orang yang sudah mengikuti pelatihan pencak silat tenaga dalam atau tenaga dalam murni, dan juga sudah mengikuti berbagai prosesi ritual tirakatan di tempat-tempat sakral, tetapi sama sekali belum bisa merasakan energinya dan belum mengerti cara-cara penggunaan energinya, apalagi penggunaan yang berhubungan dengan mahluk halus.

Untuk yang sudah melatih tenaga dalam (kanuragan), dia hanya perlu melembutkan tenaganya, dan dengan menekan nafas di perut bawah (bukan di dada atau ulu hati) energi disalurkan ke telapak tangan, kemudian disugestikan energinya memancar keluar. Selebihnya latihannya sama dengan latihan tenaga dalam murni. Kendorkan pikiran, rasa dan batin yang bekerja.

Untuk yang sudah melatih tenaga dalam murni, dia perlu melatih memadatkan energinya, mengeraskannya dan melatih cara-cara penggunaan energi. Dengan latihan yang serupa seperti ditulis dalam olah rasa dan kebatinan dan Meditasi Olah Rasa dan Energi energinya akan lebih bisa difokuskan untuk yang berhubungan dengan mahluk gaib, dan dengan peka rasa dan batin dia juga akan dapat mempelajari melihat gaib dengan batin.

Ada juga orang yang cenderung hanya akan menerima sesuatu yang bisa langsung dirasakan, bukan yang diawang-awang. Bukannya tidak mengerti yang diawang-awang, hanya saja merasa lebih sreg kalau bisa merasakan langsung. Misalnya sambil tangannya mengurut / pijat, bisa juga merasakan titik-titik simpul saraf, atau bisa merasakan apa penyebab sakitnya. Penyebabnya karena sakit fisik biasa atau karena adanya unsur gaib biasanya bisa dirasakannya. Atau kalau di rumah atau di lokasi tertentu ada "sesuatu" , dia juga bisa merasakannya. Tinggal kemauannya saja untuk mengembangkan kepekaannya supaya dapat lebih jelas mengetahui bentuk kegaibannya, bukan hanya sekedar merasakannya.

Ada juga orang yang lebih cenderung ke arah ilmu terapan, artinya orang itu cenderung untuk menerapkan apa yang sudah ditunjukkan / diajarkan, misalnya lebih suka dengan mewirid amalan-amalan, atau mengikuti laku tertentu yang sudah dicontohkan, dsb. dan kurang bisa mengolah yang bersifat diawang-awang, karena sejak awal cara belajarnya sudah terbentuk seperti itu. Dengan sikap pendekatan yang seperti itu maka orang itu tinggal memperdalam kemampuannya fokus pada laku atau pada sugesti amalan gaibnya dan melatih peka rasa untuk memperhatikan (dengan rasa) hasil dari lakunya, sehingga akan bisa melakukan usaha sugesti dengan lebih efektif. Dan itu akan lebih cepat tercapai kalau bisa mengendorkan pikiran, batin yang bekerja.



Tidak masalah kondisi psikologis dan sikap seperti apa masing-masing individu dalam hal kegaiban, itu adalah kondisi dan gambaran dari kepribadian masing-masing orang, sikap berpikir seseorang, yang pasti tidak akan sama pada setiap orang. Tinggal kemauan masing-masing orang saja untuk mengembangkannya.

Tiap-tiap orang kan sendiri-sendiri, tidak sama, dan tidak harus sama. Tinggal kemauan masing-masing orang saja untuk menekuni bidang interest-nya masing-masing, lebih bagus kalau mau juga mempelajari bidang yang lain, sehingga selain ahli di bidangnya masing-masing, juga berpengetahuan luas.

Kalau kita merasa harus bisa seperti orang lain, biasanya akan menjadi terasa berat dan menyusahkan. Tapi semuanya akan menjadi lebih mudah kalau kita merasa interest dengan sesuatu hal, sehingga mempelajarinya juga akan lebih mudah. Jadi kalau tidak interest dengan sesuatu hal sebaiknya tidak usah dipaksakan. Tapi kalau ada rasa interest, maka apa saja yang dipelajarinya akan terasa lebih menarik, lebih menantang, dan bisa menjadi hobby atau kemampuan sampingan yang bisa dinikmati, bisa enjoy.

Jadi dalam mempelajari hal-hal gaib, sebaiknya dilakukan sesuai kondisi dan sikap kepribadian masing-masing, dan sesuai bidang yang menjadi interest-nya, supaya merasa enjoy, lebih bisa menikmatinya, sehingga upaya untuk mengembangkannya akan terasa lebih mudah.

Dengan kondisi dan sikap kepribadian anda yang bermacam-macam, kalau memang berminat, tinggal dikembangkan saja ke arah rasa dan sugesti, sesudah itu semuanya akan lebih mudah. Anda akan lebih bisa cepat ke arah itu kalau mau mengendorkan pikiran, batin yang bekerja. Anda sendiri bisa fokus memperhatikan (dengan rasa) hasil dari laku anda, sehingga akan bisa melakukan usaha sugesti dengan lebih efektif. Penggunaan amalan-amalan gaib akan membantu melatih kemampuan sugesti (amalan gaib bisa dicari di internet), tetapi sebaiknya diusahakan supaya tidak berpegang / bergantung pada amalan gaib, karena nantinya anda akan menjadi sangat bergantung pada adanya amalan gaib dan pada guru yang memberi amalannya, bukan pada kemampuan anda sendiri untuk bersugesti. Sesudah itu pengembangannya akan menjadi seperti apa tinggal kita lihat saja nanti.


Mempelajari sesuatu yang bersifat roh / kebatinan  (termasuk dalam hal ketuhanan dan keinginan terkabulnya suatu keinginan) tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa, terburu-buru, bernafsu ingin cepat tercapai, dan juga tidak bisa dipaksakan dengan amalan ilmu gaib. Untuk mempelajarinya orang harus belajar mengheningkan cipta (termasuk mencari keheningan di dalam keramaian), mendengarkan suara hati, memperhatikan ilham dan ide yang mengalir di dalam pikiran dan belajar bersugesti.

Itulah sebabnya banyak orang mengatakan bahwa keilmuan kebatinan akan lebih mudah dipelajari saat seseorang sudah berumur 40 - 50 tahun. Artinya orang akan lebih mudah mempelajarinya jika perwatakan dan kepribadiannya sudah matang, bijaksana, tidak emosional, bisa meredam hasrat yang menggebu-gebu dan sudah tidak disibukkan dengan urusan rutin keduniawian. Karena itu orang-orang yang mempelajari keilmuan sejak muda, kebanyakan arahnya pada keilmuan kanuragan dan ilmu gaib / khodam, karena hasrat jiwa mudanya. Tetapi itu tidak bersifat mutlak, karena orang juga bisa mempelajari keilmuan kebatinan walaupun usianya masih muda, tergantung perwatakan dan kepribadiannya dan pengendalian dirinya.

Penulis tidak bisa membukakan secara instan kemampuan melihat gaib dengan mata ketiga. Jika itu yang anda inginkan, maka anda harus mencari orang lain yang bisa melakukannya (bisa dicari iklannya di internet atau di majalah mysteri). Tetapi jika anda tekun dan mau mengikuti petunjuk di atas, mungkin anda juga akan bisa mempelajari keilmuan batin.

Seperti yang sudah dituliskan dalam halaman-halaman sebelumnya, kepekaan rasa dan batin adalah modal dasar (kemampuan dasar yang harus lebih dulu sudah dikuasai). Latihannya dengan olah rasa, olah batin, dsb. Tujuannya adalah supaya semua kemampuan supranatural yang kita miliki adalah kemampuan kita sendiri yang menyatu dengan diri kita, dengan jiwa kita, dan kita tidak perlu bergantung pada adanya mantra dan amalan, khodam dan jimat, tetapi jika kita sudah memilikinya, dengan kemampuan olah rasa dan sugesti (dengan amalan gaib atau dengan cara yang serupa seperti menayuh keris) kita akan bisa dengan mudah mendayagunakannya. Sesudah itu pengembangannya akan seperti apa, apakah akan mengarah pada tenaga dalam, keilmuan batin atau pada ilmu gaib dan ilmu khodam akan tergantung pada interest masing-masing.

Memang tidak semua orang akan mendapatkan hasil yang sama. Diperlukan ketekunan dan kesabaran untuk mempelajarinya, karena hasilnya mungkin tidak dapat dicapai dalam waktu yang singkat.

Potensi dan bakat tidak penting.
Yang lebih penting adalah rasa interest untuk menjalaninya.



Tambahan :

Orang yang sering bermain energi,
yang bukan tenaga dalam, yang biasanya dari hasil meditasi, biasanya ada ketidak-stabilan energi di badannya. Selain karena energinya tidak menyatu dengan badannya seperti halnya tenaga dalam, juga kadang energinya menumpuk di satu tempat (biasanya di kepala) atau malah terkuras keluar. Jadi seharusnya energinya bisa menyatu di badan dan merata, tidak menumpuk di satu tempat dan tidak terkuras keluar. Karena itu biasanya orang jaman dulu selain mengolah kebatinan, juga mengolah energi kebatinannya menjadi kekuatan kesaktian kanuragan.

Sering bermeditasi bisa menyebabkan terjadinya penumpukan energi di kepala yang bisa menyebabkan ketidak-seimbangan energi tubuh.
Efek samping kepala berat / pening / pusing, bisa dihilangkan dengan cara mengkipas-kipaskan energi seperti dalam tulisan berjudul Meditasi Inti.

Ketambahan energi atau energinya terkuras juga dapat menimbulkan efek samping kepala berat / pening / pusing, tekanan darah turun, badan meriang dan masuk angin.
Dalam hal ini sebaiknya si manusia juga rajin berolah raga atau melatih olah nafas dan tenaga dalam untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuhnya.



=========



 Biasanya ada 3 cara seseorang memiliki kemampuan dan menguasai ilmu gaib / supranatural, yaitu:

1. Menjalankan laku dan tirakat.
    Ada proses pembelajaran dan pembangkitan ilmu gaib dan ditambah laku tirakat berupa bacaan doa,
    mantra, pantangan, puasa atau laku tertentu atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut.   
 
   Berhasil atau tidaknya seseorang menjalankan laku dan tirakat hingga menguasai suatu ilmu tergantung
    sepenuhnya pada dirinya sendiri. Dalam hal ini guru hanya memberikan bimbingan dan penguatan.
2. Pengisian.
    Pengisian adalah pemberian ilmu, khodam ilmu atau energi supranatural dari Guru kepada Murid.
    Dengan begitu sang murid langsung memiliki kemampuan ilmu tertentu seperti gurunya, hanya
    kedalaman dan ketinggian ilmunya saja yang berbeda.
3. Warisan / Keturunan.
    Secara gaib seseorang mewarisi / menerima ilmu kakek-buyutnya / leluhur atau ilmu orang lain yang sama
    sekali tidak dikenalnya, tanpa belajar dan tanpa dimintanya, disebut “ilmu tiban”.


Dalam hal menurunkan suatu ilmu, biasanya seseorang atau seorang guru tidak begitu saja menurunkan ilmunya kepada seseorang. Biasanya akan dilihat dahulu kecocokkan seseorang dengan ilmu yang akan diturunkannya. Bila dianggap cocok pun masih akan diujinya lagi dengan suatu laku tertentu, selain sebagai syarat tradisi untuk mendapatkan suatu ilmu, juga untuk melihat sejauhmana keteguhan hati dan kematangan pribadi si penerima ilmu. Walaupun mungkin sebenarnya tanpa menjalani laku dan tirakat pun sang murid dapat menerima ilmu tersebut, tetapi itu dilakukan karena sang guru memandang apa yang akan diturunkannya adalah sesuatu yang penting dan berharga, sehingga tidak akan begitu saja diberikannya kepada seseorang, walaupun orang itu adalah murid atau anak-cucu keturunannya.

Berbeda sekali kondisinya dengan jaman sekarang yang dengan mudah orang bisa mendapatkan suatu ilmu tanpa harus lebih dahulu menjalani laku tertentu, apalagi yang berat. Orang lebih memilih cara yang mudah dan syarat yang ringan, apalagi yang syaratnya hanya membayar sejumlah rupiah. Itulah sebabnya dunia keilmuan batin semakin lama semakin dangkal, karena orang lebih suka secara cepat mendapatkan ilmu yang dicarinya, walaupun hanya sepotong saja. Dan orang suka pamer dan bangga atas ilmu yang dimilikinya, walaupun hanya sepotong atau baru sebatas kulitnya saja, semakin menjauhkan orang dari usaha memperdalam atau mengembangkan keilmuannya.

 Ngelmu iku kelakone kanthi laku.

Memang dalam upaya memiliki suatu kemampuan tertentu sebaiknya kita menjalani sendiri semua usaha mendapatkannya, dari tahap awal sampai tahap akhir, beserta semua persyaratan dan berat-lelahnya usaha, sehingga keilmuannya menjadi matang dan menyatu dengan dirinya. Tetapi kebanyakan manusia inginnya serba instan, maunya yang praktis dan cepat saja, sehingga banyak yang tergiur membayarkan sejumlah rupiah untuk mendapatkan ilmu tertentu. Sekalipun orang itu berhasil mempraktekkan ilmunya dan bisa menguasainya, seringkali biasanya hanyalah kulitnya saja, sifatnya dangkal, tidak dalam, ilmunya karbitan, dan untuk menguasai banyak ilmu orang akan mencari banyak guru dan mengkoleksi berbagai macam ilmu, tetapi tidak dapat mengembangkannya.

Para spiritualis dan praktisi kebatinan mendapatkan Wahyu ataupun Wisik (petunjuk gaib) melalui laku prihatin terlebih dahulu. Dan tradisi itu masih terus dilestarikan orang hingga jaman sekarang. Sampai sekarang pun banyak orang masih meyakini dengan laku prihatin dan puasa orang akan memperoleh keberkahan dan kemudahan hidup, inspirasi baru, intuisi / wangsit, dsb. Banyak para spiritualis yang memiliki kedalaman dan keunikan dalam ilmu batin bukan karena banyaknya ilmu dan banyaknya amalan yang dibacanya, melainkan karena laku prihatin yang dilakukannya.




-----------------------









Comments