https://sites.google.com/site/thomchrists/Benda-Benda-Gaib-dan-Bertuah/sesaji-untuk-benda-gaib/Sesaji%20Dupa.JPG



 

Sesaji Untuk Benda Gaib 

 


Ada 2 jenis benda gaib berdasarkan asal-usul kegaibannya sbb :
 1. Benda gaib yang kegaibannya berasal dari energi alami benda gaibnya.
 2.
Benda gaib yang kegaibannya berasal dari keberadaan sesosok mahluk halus yang berdiam di dalamnya.

Ada benda-benda gaib yang kegaibannya berasal dari energi alami bendanya, bukan karena adanya sesosok gaib di dalam bendanya, tetapi adalah karena benda-benda itu secara alami memancarkan suatu aura energi tertentu yang bermanfaat bagi manusia, sehingga disebut bertuah. Benda-benda ini lebih mudah dalam penggunaannya dan tidak memerlukan sesaji. Dalam pemeliharaannya hanya perlu dijaga saja jangan sampai ada perbuatan kita yang dapat mengurangi pancaran energinya, misalnya benda gaibnya jangan dicat, dipernis / dipolitur dan jangan dibungkus dengan plastik. Sebagian benda gaib itu energi gaibnya bersifat jangka panjang dan tidak cepat hilang, seperti fosil kayu kelor, kayu setigi dan sada lanang. Sebagian lagi energi gaibnya perlahan-lahan akan memudar, seperti bambu kuning, daun kelor dan benda-benda gaib yang berisi energi kekuatan doa / asma'an.

Sedangkan benda-benda gaib yang kegaibannya berasal dari keberadaan sesosok mahluk halus yang berdiam di dalamnya (khodam) seringkali ada tata aturan dalam penggunaannya dan memerlukan pemberian sesaji tertentu supaya kegaibannya tetap bekerja. Pemberian sesaji itu sebaiknya diberikan secara berkala, minimal sebulan sekali, bisa hari apa saja, untuk menjaga supaya kegaibannya tetap bekerja. Lebih sering juga tidak apa-apa.

Panjangnya waktu di dunia mahluk halus berbeda dengan waktu di dunia manusia. Tetapi untuk mahluk halus yang sudah berada di dunia manusia, misalnya mahluk halus yang sering berinteraksi dengan manusia, atau yang sudah menjadi khodam benda gaib atau khodam ilmu / pendamping, waktu bagi mereka di dunia manusia secara umum sudah sesuai dengan perhitungan waktu dalam kalender jawa, yaitu bersiklus 35 hari sekali. Karena itu ada orang yang rajin memberikan sesaji setiap bulannya setiap malam Jum'at Kliwon, atau Selasa Kliwon, dsb. Untuk memberikan sesaji sebaiknya kita juga mengikuti kalender jawa itu, yaitu 35 hari sekali. Tetapi untuk mudahnya, sebaiknya dilakukan paling sedikit sekali saja setiap bulan.

Sesaji diberikan paling sedikit sekali setiap bulan, bisa hari apa saja. Paling baik adalah hari atau malam Jum'at. Hari pasarannya bisa hari apa saja. Lebih mudah kalau kita melakukannya misalnya setiap tanggal 1 - 10 setiap bulannya, supaya tidak lupa.

Terlepas dari urusan pandangan pribadi dan agama masing-masing manusia tentang pemberian sesaji ini, ada yang ingin Penulis sampaikan kepada para pembaca untuk menambah kebijaksanaan bersikap.

Pada jaman sekarang ini sebaiknya kita tidak terbawa-bawa pengkultusan tentang benda gaib dan khodam.
Kepemilikan benda-benda pusaka, benda-benda gaib, atau khodam pendamping, jangan sama dengan kita berperilaku berhala, dan jangan juga kita memberhalakan diri dengan memelihara mereka.

Bila anda ingin memiliki benda gaib / khodam sebaiknya jangan karena anda mengharapkan tuahnya. Itu sama saja dengan perbuatan ngalap berkah, muja, berhala. Juga jangan sampai anda kecewa bila anda tidak bisa merasakan tuahnya. Bila sekarang ini anda tidak memiliki benda gaib / khodam, Penulis tidak menganjurkan anda memilikinya. Tulisan ini lebih ditujukan untuk orang-orang yang sudah memiliki benda gaib / khodam untuk menambah pengetahuan mereka dan bagaimana seharusnya mereka memelihara benda gaib / khodamnya itu.

Tanpa perlu kita berpikiran klenik dan berpamrih berhala, sisi kegaiban dan tuah benda gaib / khodam adalah sesuatu yang menyatu dan ada di dalam sebuah benda gaib / khodam. Memang kita perlu tahu manfaatnya, juga kita perlu tahu tentang kecocokkan benda gaib / khodam itu dengan kita dan itu bisa dicaritahu sendiri dengan cara menayuhnya seperti contoh di tulisan yang berjudul : Ilmu Tayuh Keris. Sesudah tahu manfaatnya dan kecocokkannya, jangan lagi kita berpamrih kesitu. Kita hanya perlu menjaga sugesti batin sebagai pemiliknya.

Dan dalam hal
pemeliharaan dan pemberian sesajinya kita harus mengkondisikan batin kita untuk tidak melakukan itu sebagai persembahan seperti halnya pemujaan berhala. Apakah perilaku kita terhadap benda gaib / khodam kita itu termasuk sebagai perbuatan berhala, kita sendiri yang harus bisa menilainya. Sebaiknya kita sendiri juga harus sadar dan rela melepaskan pamrih yang bersifat berhala.

Bila memberi sesaji dianggap sama dengan perbuatan musryik dan berhala, maka janganlah kita menyimpan / memelihara khodam, benda-benda berkhodam, ilmu gaib dan doa-doa amalannya.

Pada masa sekarang sebaiknya kita merubah sikap berpikir dan perilaku kita, jadikanlah pemberian sesaji itu sebagai bentuk perhatian dan penghormatan kita kepada si gaib, sama seperti kita memperlakukan dengan baik seorang tamu / teman dan menyuguhkan makanan dan minuman kepadanya, atau seperti kita menawarkan rokok kepada teman seperjalanan. Dan supaya tidak sama dengan berhala maka pemberian sesaji itu jangan dilakukan dengan sikap hati yang sama dengan pemujaan berhala atau karena kita mengharapkan tuahnya seperti orang yang sedang ngalap berkah.

Jadikanlah mereka sebagai teman dari alam gaib. Dengan demikian kita juga dituntut untuk menjadi teman bagi mereka, diharapkan kita juga memperhatikan mereka dan bisa secara batin berinteraksi dengan mereka. Jangan kita hanya sekedar menginginkan tuahnya saja, mengharapkan mereka bekerja sendiri seperti bertuah pesugihan.
Pemberian sesaji adalah salah satu bentuk pemberian perhatian kita kepada mereka.

Jangan mengkondisikan hati dan pikiran kita untuk bergantung kepada tuah mereka, karena seharusnya yang bekerja, yang sakti, yang ampuh bertuah dan menghasilkan manfaat adalah diri kita sendiri. Mereka hanya membantu melengkapi kekurangan kita, jangan malah kita yang bergantung kepada tuah mereka, dan jangan kita terjebak dalam perilaku ngalap berkah.

Jangan kita berharap mereka akan bekerja sendiri memberikan tuahnya seolah-olah sama dengan tuah pesugihan. Jadi kita tetap harus bekerja. Mereka bersifat membantu kelancaran dan keberhasilan usaha dan pekerjaan kita dan membantu menjauhkan kita dari kesulitan. Di sisi lain kita tetap harus dekat secara batin dan mengsugesti supaya khodam dan benda-benda gaib kita membantu kelancaran dan keberhasilan semua pekerjaan dan usaha kita. Di sisi lain kita juga harus selalu waspada dan peka rasa jangan sampai kita sendiri yang masuk ke dalam kesulitan.


Dalam tulisan berjudul  Kekhawatiran Melihat Gaib  Penulis sudah menuliskan bahwa sebenarnya hubungan manusia dengan mahluk halus hampir sama dengan hubungan manusia dengan manusia lainnya, atau hubungan manusia dengan binatang.

Ada banyak manusia yang suka berkomunitas, bergaul dengan sesamanya, saling menghormati, memberi dan menerima, saling memberi manfaat / bantuan adalah sesuatu yang umum dalam kehidupan manusia, tetapi ada juga yang lebih suka hidup sendiri, menyendiri. Ada juga manusia-manusia yang hanya ingin bergaul / berkomunitas dengan sesamanya saja, membentuk kelompok sendiri.

Ada banyak manusia yang suka memelihara binatang, dan ada banyak binatang yang suka berhubungan dekat dengan manusia dan akan mengikut manusia bila si manusia bersikap bersahabat atau menunjukkan sikap memperhatikan mereka, apalagi bila si manusia memelihara mereka, walaupun awalnya mereka adalah hewan liar. Misalnya kucing, anjing, burung, ayam, hewan ternak, dsb. Hewan-hewan itu memberikan manfaat bagi manusia (tuah) secara langsung maupun tidak langsung, dan manusia bisa menerima manfaat dari keberadaan mereka.

Begitu juga mahluk halus. Banyak mahluk halus yang hidup menyendiri atau hidup mengelompok dengan sejenisnya saja. Tetapi banyak juga mahluk halus yang suka hidup dekat dengan manusia, seperti bangsa jin yang sering menjadi pendamping / prewangan, atau mereka yang tinggal di dalam atau di sekitar rumah manusia yang seringkali keberadaannya tidak disadari oleh manusia, apalagi bila si manusia menghormati keberadaan mereka, suka memberi sesaji atau merawat tempat tinggal mereka (termasuk mahluk halus yang menjadi khodam jimat / pusaka). Bahkan ada banyak mahluk halus yang suka bertempat tinggal di dalam tubuh manusia (kasus ketempatan mahluk halus).

Tetapi ada juga manusia yang memilih menjadi mahluk liar dan menjadi ancaman / gangguan bagi orang lain di luar kelompoknya. Begitu juga dengan hewan, ada hewan tertentu yang berbahaya bila manusia mendekatinya, atau bila manusia melewati tempat tinggal / sarangnya, seperti ular dan hewan liar lainnya. Begitu juga mahluk halus. Ada di antara mereka yang berwatak keras dan perilakunya tidak bersahabat terhadap mahluk halus lain, juga tidak bersahabat terhadap manusia, bisa menyerang manusia sewaktu-waktu, terutama di tempat-tempat yang sepi dan jauh dari permukiman manusia, yang biasanya adanya keberadaan manusia di lingkungan tempat tinggal mereka dianggap mengganggu. Ada juga mahluk halus tertentu yang sulit ditebak jalan pikirannya, yang harus diwaspadai, karena sewaktu-waktu naluri / instingnya membuat mereka menyerang manusia.

Jadi sebenarnya hubungan manusia dengan mahluk halus / khodam hampir sama dengan hubungan manusia dengan manusia lainnya, atau hubungan manusia dengan binatang. Ada yang harus diwaspadai, ada juga yang sikapnya bersahabat. Hanya saja karena berbeda jenis, berbeda alam dan tidak familiar, ditambah ada banyak orang melebih-lebihkan cerita, menyebabkan banyak muncul dogma dan pengkultusan tentang mahluk halus.


Karena itu sama dengan hubungan manusia dengan manusia lainnya atau manusia dengan binatang, jadikanlah khodam dan mahluk halus itu sebagai teman dari alam gaib. Dengan demikian kita harus merubah sikap berpikir kita, yaitu bahwa pemberian sesaji itu adalah bentuk perhatian kita kepada sosok-sosok halus yang sudah bersama kita, bukan sebagai persembahan dan jangan melakukannya dengan sikap batin seperti itu. Kita juga harus rela melepaskan pamrih yang bersifat berhala, jangan berpamrih yang sama seperti ngalap berkah. Dengan demikian kita telah menempatkan diri kita tidak di bawah kungkungan perilaku dan pemikiran berhala, dan kita tidak terjerumus ke dalam perbudakan dan kesesatan (perbudakan pamrih / hasrat dan kesesatan kita sendiri).

Kita juga harus rela untuk membuang benda-benda gaib dan khodam ilmu / pendamping atau mahluk-mahluk halus lain yang bersifat tidak baik untuk kita (pembersihan gaib), sehingga nantinya benda-benda dan khodam-khodam kita dan mahluk halus lain di sekitar kita hanyalah yang baik saja, hanya yang benar menjadi teman kita, yang tidak akan berbuat negatif dan tidak memunculkan efek / resiko negatif. Juga jangan kita terdorong untuk mengumpulkan banyak khodam atau mengumpulkan sembarang benda-benda berisi gaib, karena perilaku yang seperti itu sama saja dengan kita mengumpulkan mahluk halus. Jangan sampai koleksi kita itu ternyata menjadi faktor yang nantinya merugikan / mencelakakan kita sendiri atau ada pengaruh mereka yang menghambat / memberatkan jalan hidup kita / keluarga.

Selama mereka bersama kita, walaupun kita tidak peka rasa, tidak bisa merasakan tuahnya, mereka sudah memperhatikan kita, sudah memberikan tuahnya sesuai fungsinya masing-masing. Sesaji yang kita berikan akan menjadi tanda sikap perhatian kita dan tanda terima kasih kita kepada mereka, sehingga mereka akan menjadi antusias untuk selalu membantu kita.


Pengertian sesaji bagi para mahluk halus adalah sama dengan makanan dan minuman bagi manusia. Para mahluk halus di alam roh, fisik mereka bersifat energi, sehingga untuk keperluan mereka, mereka melakukan segala sesuatu yang bersifat energi, bukan materi.

Untuk keperluan makan-minumnya mereka mengambil semua yang bersifat energi, termasuk energi dari makanan / minuman yang kita suguhkan, energi dari sesaji minyak, sesaji kembang, dupa, kemenyan, energi alam (energi bumi dan bulan dan energi dari situs / lokasi tertentu), dsb. Sebagiannya juga ada yang menyerap energi manusia (menempel di tubuh manusia / ketempelan mahluk halus), menghisap energi darah manusia dan hewan (palasik) dan menyerap energi mahluk halus lain yang lebih sakti (berkumpul menjadi bawahannya). Tetapi ada juga di antara mereka yang gemar memakan / meminum makanan dan minuman manusia, ada juga yang mencuri beras dan bahan mentah manusia untuk keperluan mereka.

Walaupun arti sesaji bagi para mahluk halus adalah sama dengan makanan dan minuman bagi manusia seperti tertulis di atas, sekalipun kita memberikan sesaji banyak, tetap saja semua sesaji dari kita itu tidak mencukupi semua kebutuhan "makan dan minum" mereka. Karena itu mereka memandang pemberian sesaji dari kita adalah bentuk perhatian kita kepada mereka, sehingga dengan bentuk pemberian sesaji itu kemudian terjalin rasa saling memberikan perhatian dan penghormatan, sedangkan kekurangan makan dan minum mereka, mereka sendiri yang akan mencari sendiri pemenuhannya.

Kalau kita sudah memiliki sebuah benda gaib, atau diri kita berkhodam, kalau tuahnya diinginkan sebaiknya sesajinya juga rutin kita berikan, minimal sebulan sekali. Penulis sering sekali melihat benda-benda gaib dan khodam (termasuk milik para pembaca) yang khodamnya pasif tidak menunjukkan penyatuannya dengan si manusia pemiliknya, dan tidak bertuah (khodamnya tidak memberikan tuahnya) hanya karena sesajinya tidak diberikan, padahal orangnya sangat mengharapkan tuahnya, dan orangnya juga sering membangga-banggakan bendanya itu sebagai benda bertuah. Karena itu kalau tuahnya memang diinginkan sebaiknya sesajinya juga rutin kita berikan, minimal sebulan sekali. Jangan kita menginginkan tuahnya tapi kita sendiri tidak memberikan perhatian apa-apa kepada khodamnya.

Di sisi lain ada juga orang-orang yang mendapatkan teguran dari khodamnya karena sesajinya tidak pernah diberikan. Tegurannya ada yang berupa pemberitahuan di dalam mimpi, ada juga yang berupa sakit-penyakit, naas dan kesialan, rejeki seret, pertengkaran keluarga, ada juga yang sampai mengakibatkan kematian pada anggota keluarganya. Ditambah lagi, selain ada yang orangnya hanya mengharapkan tuah / berkah tapi tidak mengerti urusan sesaji, juga banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya berkhodam. Juga ada banyak orang pinter dan spiritualis yang ditegur oleh khodamnya karena tidak pernah memberikan sesaji, karena orangnya hanya mengamalkan ilmunya saja, tapi tidak tahu (atau tidak mau mengakui) bahwa dirinya berkhodam.

Pada awalnya adanya khodam akan membuat kita merasakan keberuntungan-keberuntungan dan khodam itu membantu kehidupan kita sesuai fungsi dan tuahnya. Tapi kemudian bisa saja kita mengalami sakit-penyakit, apes, naas dan kesialan, rejeki seret, pertengkaran keluarga, atau ada anggota keluarga kita yang sampai mengalami kematian karena kita ditegur oleh khodamnya karena sesajinya tidak pernah kita berikan. Karena itu bila kita sadar diri kita berkhodam, atau kita sering mengamalkan doa-doa atau amalan, sebaiknya kita juga mengerti urusan sesaji. Jangan sampai kita ditegur oleh khodam kita.


Di kalangan mahluk halus masing-masing jenis sesaji mempunyai penggemar sendiri-sendiri. Tidak sembarang sesaji cocok untuk semua jenis mahluk halus.

Masing-masing jenis sesaji yang kita berikan mengandung energi yang bisa dikonsumsi oleh mereka, dan masing-masing jenis energinya memberikan pengaruh gaib sendiri-sendiri terhadap kekuatan gaib mahluk halus dan benda gaib.

Aroma dan rasa energi dari sesaji yang kita berikan akan menentukan jenis-jenis asal energi yang akan menjadi favorit / kegemaran mereka, atau sebaliknya rasa energi dan aroma suatu sesaji juga bisa tidak disukai oleh sosok halus tertentu (tidak doyan), sehingga satu jenis sesaji mungkin tidak bisa diberikan untuk banyak macam benda gaib dan tidak semua jenis minyak atau kembang akan cocok untuk menjadi sesaji benda gaib.

Dalam memberikan sesaji, apa pun jenis dan rupa sesajinya, sebaiknya dilakukan berdasarkan permintaan sosok gaibnya (sebatas yang kita pandang baik), bukan semata-mata didasarkan pada keinginan kita sendiri untuk menentukan apa sesajinya, supaya sesaji yang kita berikan dapat benar bermanfaat baginya dan bisa menjaga kegaibannya, tidak malah mengurangi kegaibannya, misalnya kita cari tahu dengan cara menayuhnya apakah sesaji yang kita berikan itu cocok dengan keinginan gaibnya  (baca :  Ilmu Tayuh Keris ).

Ada sebagian kalangan yang memandang minyak sesaji yang asli impor, yang kental, yang harganya mahal, adalah yang terbaik kualitasnya dan paling baik untuk menjadi sesaji dan akan membuat khodamnya ampuh, dibandingkan sesaji minyak buatan lokal dan yang murah harganya.

Menurut pandangan Penulis, sesaji impor dan yang mahal harganya itu mungkin memang yang paling baik kualitasnya, tetapi apakah juga yang terbaik untuk menjadi sesaji, itu masih harus diperiksa lagi kebenarannya. Sebaiknya kita mencaritahu jawabannya dengan menanyakan langsung kepada sosok gaib yang kita berikan sesaji.

Sebagai contoh, ada jenis minyak jafaron merah asli impor, yang satu berwarna merah, satunya lagi berwarna merah keemasan (yang harganya mahal sekali). Minyak-minyak itu dijejerkan dengan 2 macam minyak jafaron merah buatan lokal. Kemudian khodam-khodam dari koleksi benda-benda gaib dan khodam pendamping dari jenis bangsa jin golongan putih dipanggil, disuruh memilih, mana dari minyak-minyak itu yang mereka pilih untuk menjadi sesaji mereka. Ternyata kemudian khodam-khodam itu bersama-sama memilih salah satu botol yang berisi minyak jafaron merah buatan lokal yang harganya murah (yang oleh manusia, termasuk penjual minyaknya, dianggap minyak murahan dan tidak berkelas).

Begitu juga ketika beberapa jenis minyak misik putih asli impor dijejerkan dengan 2 macam minyak misik putih buatan lokal. Kemudian khodam-khodam bangsa jin di atas disuruh memilih, mana dari minyak-minyak itu yang mereka pilih untuk menjadi sesaji mereka. Ternyata kemudian khodam-khodam itu bersama-sama memilih salah satu botol yang berisi minyak misik putih buatan lokal yang harganya murah (yang oleh manusia, termasuk penjual minyaknya, dianggap minyak murahan dan tidak berkelas).

Tetapi ketika mereka disuruh memilih antara minyak misik putih dan minyak misik hitam (warnanya coklat gelap), khodam yang laki-laki dan berkarakter keras dan berhawa kekerasan memilih minyak misik hitam, karena minyak misik hitam memberikan efek kegaiban yang lebih besar daripada minyak misik putih. Tetapi baik yang laki-laki maupun yang perempuan, yang bapak-bapak maupun yang ibu-ibu, selain mereka yang berkarakter keras dan berhawa kekerasan, memilih misik putih. Minyak misik hitam lebih kental dan lebih pekat baunya dibandingkan minyak misik putih. Tetapi karena semuanya juga senang menerima minyak misik putih, maka dibanding minyak misik hitam, Penulis menganjurkan penggunaan minyak misik putih supaya tidak terlalu mengotori bendanya.

Tetapi ketika mereka disuruh memilih antara minyak misik putih dan minyak jafaron, mereka memilih minyak misik putih, karena minyak itu memberikan efek kegaiban yang lebih besar daripada minyak jafaron.

Tetapi ketika mereka ditanya apakah mereka mau minyak cendana, mereka tidak mau. Bangsa jin tidak doyan minyak cendana. Hanya gaib-gaib wahyu keris jawa saja yang suka dengan minyak cendana.

Begitu juga ketika ditanyakan apakah mereka mau diberi sesaji minyak melati, ternyata hanya para mahluk halus perempuan berkarakter halus saja yang mau menerima minyak melati, sedangkan yang laki-laki dan yang karakternya keras tidak mau.

Begitu juga ketika beberapa jenis minyak cendana dijejerkan dan khodam-khodam dari keris-keris jawa (termasuk khodam dari keris-keris koleksi teman-teman) dipanggil untuk memilih, mana dari minyak-minyak itu yang mereka pilih untuk menjadi sesaji mereka. Ternyata kemudian khodam-khodam keris itu bersama-sama memilih salah satu botol yang berisi minyak cendana yang katanya penjualnya buatan India, pilihan kedua adalah minyak cendana yang katanya penjualnya adalah minyak cendana Kupang, yang kebetulan harganya murah (yang oleh manusia, termasuk penjual minyaknya, dianggap minyak murahan dan tidak berkelas).

Begitu juga ketika ditanyakan kepada para khodam jin dan khodam keris itu tentang jenis-jenis kembang yang cocok untuk menjadi sesaji mereka, mereka menyebutkan hanya kembang-kembang yang merupakan unsur dari kembang telon (kembang kenanga, kantil dan melati) dan kembang tujuh rupa / setaman saja yang cocok untuk sesaji mereka. Berarti tidak semua kembang cocok untuk menjadi sesaji.

Dari kejadian-kejadian di atas Penulis menyimpulkan bahwa pemikiran manusia tidak sama dengan pemikiran para mahluk halus. Apa yang menurut kita lebih baik, lebih berkelas, ternyata mereka tidak mau, mereka ternyata malah memilih yang menurut anggapan kita barang murahan. Selera mereka terhadap jenis-jenis sesaji memang hanya mereka saja yang tahu dengan pasti, sehingga Penulis tidak ingin merekomendasikan sesuatu yang bukan kesukaan mereka, supaya mereka tidak kecewa, supaya tidak hilang antusiasnya, dan supaya manfaat kegaiban mereka tidak menurun.


Kehidupan mahluk halus di alam gaib mirip dengan kehidupan manusia jaman kerajaan dulu. Bila mereka membangun sebuah bangunan gaib untuk tempat tinggal mereka, bangunannya mirip dengan istana kerajaan atau rumah manusia jaman dulu. Perilaku, bahkan pakaian mereka juga mirip dengan perilaku dan pakaian manusia jaman dulu. Itulah juga sebabnya bila kita melakukan tayuhan lewat mimpi, biasanya mereka akan memberikan jawaban mimpi yang bersifat perlambang, karena manusia jaman dulu juga, sesuai tatakrama yang berlaku, kalau memberikan nasehat atau petunjuk biasanya tidak secara langsung, tetapi dalam bentuk kiasan atau perlambang yang dengan bijaksana harus kita mengerti lagi artinya.

Secara umum psikologis mahluk halus bersifat konservatif, agak sulit untuk mengikuti trend baru, agak sulit untuk menerima jenis-jenis sesaji baru. Dan biasanya kondisi kegaiban mereka, aktif atau pasif, selain dipengaruhi oleh sugesti kita, juga sejalan dengan "kegembiraan" mereka menerima sesaji yang kita berikan sebagai bentuk perhatian kita kepada mereka.

Mungkin bisa diibaratkan bahwa sebagian dari kita menganggap ayam goreng di KFC (Kentucky Fried Chicken) atau McDonald lebih enak dan berkelas. Tetapi sebagian orang lain (terutama orang-orang tua yang konservatif) mungkin tidak suka dibelikan ayam goreng KFC atau McDonald, atau spaghetti atau pizza, walaupun menurut kita lebih berkelas. Mereka lebih suka memilih ayam goreng biasa atau ayam bakar yang dibeli di warung pecel lele di pinggir jalan, atau memilih dibelikan nasi pecel atau gado-gado atau nasi goreng, walaupun menurut kita makanan itu tidak berkelas.

Dan hewan peliharaan kita, kambing, sapi dan kerbau suka diberi makan rumput, tetapi anjing, kucing, dan ayam, tidak mau memakannya (tidak doyan).

Jadi tidak selalu benar bahwa sesaji yang impor, yang kental, yang mahal harganya dan menurut kita lebih berkelas, akan lebih baik sebagai sesaji dan dapat membuat khodamnya lebih ampuh. Jangan-jangan malah khodamnya tidak doyan. Mungkin minyak-minyak impor itu lebih cocok untuk diberikan kepada khodam-khodam yang asalnya dari negeri asal minyak-minyak itu.


Dalam pemberian sesaji untuk benda-benda jimat atau benda bertuah lain, karena kepraktisan penggunaannya, pada masa sekarang banyak digunakan sesaji berbentuk minyak, seperti minyak jafaron, minyak misik, minyak duyung, minyak melati, dsb.

Jenis-jenis minyak arab biasanya dipakai oleh pengguna ilmu gaib aliran Islam, tetapi sekarang sudah secara umum digunakan, karena penggunaannya lebih praktis, cukup dioleskan saja pada benda gaibnya, tidak merepotkan seperti membakarkan kemenyan atau dupa, menyediakan kembang telon atau kembang setaman, apalagi membuatkan nasi tumpengan.

Dalam banyak hal, tulisan tentang sesaji ini juga berlaku untuk khodam ilmu dan khodam pendamping.
Untuk khodam ilmu dan khodam pendamping, penggunaan sesaji berbentuk minyak dilakukan dengan cara mengoleskannya di belakang bawah telinga orang pemiliknya kanan-kiri, atau diasapkan atau bisa juga diteteskan beberapa tetes di seember air untuk mandi, diaduk, dan digunakan untuk mandi guyuran.

Sedangkan sesaji berbentuk kembang telon atau kembang tujuh rupa, jika digunakan mandi, bisa dimasukkan ke dalam seember air dan digunakan untuk mandi guyuran (mandi kembang), tetapi pemberian sesaji kembang ini lebih baik ditempatkan dengan dasar daun pisang di atas piring / mangkuk dan disampaikan bahwa kembang itu adalah untuk khodam pendampingnya.

Ada sebagian benda-benda gaib yang khodamnya akan keluar dari benda gaibnya untuk mendampingi manusia pemiliknya. Dengan demikian, selain sebagai khodam benda gaib, sosok gaib itu juga berperan sebagai khodam pendamping, dengan demikian dalam memberikan sesaji untuk jenis benda-benda gaib itu perlakuannya sama dengan kombinasi memberikan sesaji untuk benda gaib dan khodam pendamping.

Untuk benda-benda gaib, penggunaan sesaji berbentuk minyak biasanya dioleskan pada benda gaibnya, selain itu sebaiknya juga dioleskan di belakang bawah telinga si manusia pemiliknya untuk benda-benda gaib yang khodamnya keluar mendampingi si manusia (pengecualian untuk pemilik keris). Sedangkan sesaji berbentuk kembang telon atau kembang tujuh rupa ditempatkan dengan dasar daun pisang di atas piring / mangkuk dan diletakkan di dekat benda gaibnya atau benda gaibnya diletakkan di atas kembangnya.

Khusus untuk khodam ilmu gaib, sesaji yang disebutkan di atas adalah sesaji yang bersifat rutin sehari-hari. Sedangkan pada saat menggunakan / mengamalkan ilmunya, sesaji yang diberikan adalah sesuai dengan persyaratan ilmunya dan harus diberikan setiap saat ilmu itu digunakan / diamalkan.

Untuk benda-benda gaib yang bisa dibersihkan dengan air seperti batu akik atau jimat-jimat kecil dari kuningan, jika sesajinya berupa olesan minyak, jika diinginkan, sehari sesudah minyaknya dioleskan bendanya sudah bisa dicuci bersih kembali. Sebaiknya jangan menggunakan sabun cuci. Lebih baik menggunakan sikat gigi dan odol / pasta gigi sebagai pembersihnya.

Untuk jimat rajahan dan benda-benda lainnya yang tidak ingin kotor oleh minyak, sesajinya sebaiknya berbentuk pengasapan / asap bakaran, supaya tidak mengotori bendanya.


Sebaiknya benda-benda anda itu ditayuh dulu, ditanyakan apakah benda-benda gaib anda itu sudah aktif bertuah. Kalau ternyata masih belum aktif bertuah sebaiknya ditanyakan juga sebabnya. Kalau penyebabnya adalah karena perawatan dan sesajinya yang kurang pas, yang masih kurang tepat, berarti sisi itu harus diperbaiki supaya benda-benda anda itu benar aktif bertuah.

Secara keseluruhan Penulis menganjurkan, supaya tuahnya lebih aktif dan benda-benda gaib anda menjadi lebih bermanfaat bagi anda pemiliknya :

Untuk keris-keris Jawa / Bali dan keris-keris lain yang sisi perkhodamannya sama dengan keris jawa sebaiknya perawatan dan sesajinya mengikuti isi tulisan yang berjudul Perawatan Keris Jawa.

Untuk benda-benda gaib lain selain keris jawa, misalnya untuk keris kamardikan, batu akik berkhodam, mustika, jimat-jimat dan khodam pendamping sebaiknya perawatan dan sesajinya mengikuti isi tulisan di halaman ini.

Itu bisa juga ditayuh, anda tanyakan langsung kepada keris-kerisnya dan benda-benda gaib anda apakah sekarang ini tuahnya masih pasif, dan apakah nantinya sesudah perawatan dan sesajinya mengikuti isi tulisan-tulisan itu (sebutkan juga cara perawatannya dan sesajinya) keris-kerisnya dan benda-benda gaib anda itu akan menjadi aktif bertuah (tanyakan juga pendapatnya tentang perbedaannya sebelum dan sesudah perawatannya mengikuti tulisan itu).

Sambil kita memberikan sesaji, sebaiknya kita juga menuangkan doa-doa dan sugesti atau membacakan amalan gaibnya, jika ada, karena kekuatan benda-benda gaib dan khodam menyatu dengan sugesti pemakainya. Semakin kuat dan sering seseorang menuangkan sugesti ke dalam benda-benda gaib dan khodamnya, kekuatan gaibnya akan semakin kuat bekerja. Bila seseorang tidak memperhatikannya, apalagi seperti jimat rajahan yang hanya dipajang di dinding saja atau hanya dibawa-bawa di dalam dompet saja, maka lama-kelamaan kekuatan gaibnya akan melemah. Sama juga dengan ilmu gaib / khodam, jika jarang dibaca amalannya, kekuatan gaibnya akan memudar. Semua benda gaib yang kita miliki, dalam bentuknya keris dan pusaka, batu cincin / akik, mustika, dsb, akan hidup dan kuat kegaibannya bila kita sering menuangkan doa dan sugesti ke dalamnya.

Sesaji berbentuk minyak akan memberikan efek kegaiban yang lebih baik sebagai sesaji dengan cara dibakar (yang menjadi sesaji adalah asapnya). Bisa dilakukan dengan cara diteteskan ke dalam bakaran arang kayu, atau dioleskan di sekeliling 3 - 5 batang rokok yang kemudian rokok-rokok itu dinyalakan sekaligus dan diberdirikan (bisa rokok merk apa saja, tapi jangan rokok putih / rokok impor, ditusukkan lidi di ujung mulut botol kecil atau ditancapkan pada lilin atau gabus). Kemudian benda gaibnya diasapkan di atasnya atau bisa juga diletakkan di dekatnya. Untuk khodam ilmu dan khodam pendamping, sugestikan bahwa asap bakaran itu adalah sesaji untuk mereka.



  Sesaji Bernuansa Jawa

Untuk benda-benda gaib dan khodam yang isi gaibnya berasal dari pulau jawa atau yang asal-usulnya terkait erat dengan pulau jawa, sebaiknya menggunakan sesaji yang bernuansa jawa, karena tidak semuanya menyukai jenis-jenis minyak arab, yang walaupun lebih praktis dalam penggunaannya, tetapi tidak akan menambah kuat kegaibannya, kecuali sosok gaibnya mau menerima dan menyukai jenis sesaji tersebut.

Contoh jenis sesaji yang bernuansa jawa adalah sesaji bakaran kemenyan jawa.

Penggunaan kemenyan jawa sebagai sesaji adalah dengan cara dimasukkan ke dalam bakaran arang kayu atau langsung dinyalakan dengan korek api. Diusahakan supaya apinya tidak menyala, hanya berasap saja. Yang menjadi sesaji adalah asap bakarannya.

Setelah asapnya keluar, paling baik adalah bendanya diasapkan di atas kemenyan itu. Tapi boleh juga bendanya diletakkan di dekatnya dan disugestikan bahwa bakaran kemenyan itu adalah untuknya.



Contoh kemenyan jawa.

K
emenyan jawa memberikan pengaruh kekuatan gaib yang besar pada benda-benda gaib dan khodam, efek pengaruh kekuatan gaibnya lebih daripada minyak madat arab dan kemenyan arab, tetapi mahluk halus yang menyukai kemenyan jawa jumlahnya terbatas, terutama hanyalah dari jenis gaib wahyu keris, bangsa jin, khodam dan mahluk halus yang berasal dari pulau jawa saja (selain yang dari jenis sukma manusia / leluhur).

Di pasaran Penulis ada menemukan kemenyan jawa (kemenyan madu) bermerk 555 yang sangat baik dan disukai mahluk halus dibandingkan kemenyan jawa dari merk yang lain.


K
emenyan jawa memberikan pengaruh gaib yang besar pada benda-benda gaib yang dapat juga membuat tuahnya lebih ampuh terasa dan aura wibawanya menjadi lebih menonjol keluar. Cocok untuk benda-benda yang tuahnya khusus, seperti yang untuk kekuatan, kekebalan, pengasihan, dsb, supaya tuah khususnya itu lebih terasa keampuhannya. Tetapi sekalipun jenis sesaji kemenyan ini efek pengaruh gaibnya besar, tetapi pada masa sekarang penggunaannya sangat tidak nyaman, karena bau asapnya kentara sekali dan akan dikatakan orang sebagai klenik.



Contoh dupa.

Contoh lainnya adalah sesaji bakaran dupa.
Sesaji dupa ini disukai oleh semua jenis mahluk halus secara umum, termasuk khodam keris jawa, keris kamardikan, bangsa jin, dedemit, dsb, selain yang dari jenis sukma manusia / leluhur.

Pada jaman dulu umumnya sesaji dupa ditaburkan ke dalam bakaran arang kayu, tetapi di pasaran Penulis ada menemukan jenis dupa berbentuk kerucut dari sebuah merk, yang kotaknya berwarna merah lebih baik daripada yang kotaknya berwarna biru. Dupa kerucut itu bisa dibakar di dalam bakaran arang kayu, bisa juga dupanya langsung dibakar dengan korek api, tidak menggunakan bakaran arang kayu lagi. Diusahakan supaya apinya tidak menyala, hanya berasap saja. Yang menjadi sesaji adalah asap bakarannya.

Sama dengan kemenyan, pada masa sekarang penggunaan sesaji dupa ini sangat tidak nyaman, karena bau asapnya kentara sekali dan akan dikatakan klenik.


Sesaji kembang.
Kembang telon (kantil, kenanga dan melati) atau kembang setaman / tujuh rupa (kembang tujuh rupa lebih baik daripada kembang telon), adalah contoh sesaji yang sangat umum digunakan dalam masyarakat jawa dalam berbagai ritual. Sesaji kembang tersebut bersifat netral dan cocok untuk semua jenis benda gaib dan mahluk halus (selain yang dari jenis sukma manusia / leluhur), baik yang berkarakter keras, maupun yang berkarakter halus. Untuk sesaji benda-benda gaib, termasuk keris, sesaji kembang ini ditempatkan dengan dasar daun pisang di atas piring / mangkuk dan diletakkan di dekat benda gaibnya (bisa juga benda gaibnya diletakkan di atas kembang tersebut).

Untuk diri sendiri dan khodam pendamping, kembang telon atau kembang setaman atau tujuh rupa juga dapat digunakan dengan cara mandi kembang. Kembang-kembang itu direndam satu atau dua menit dalam seember air mandi, kemudian diaduk supaya aura energinya larut merata di dalam air. Kemudian digunakan mandi guyuran basah semua dari kepala sampai kaki. Selain dapat untuk membersihkan tubuh dari aura-aura negatif dan untuk menyelaraskan aura-aura negatif supaya menjadi positif, juga sangat baik untuk "menyehatkan" sukma (pancer) dan roh sedulur papat manusia yang bersangkutan. Selain itu, mandi kembang ini juga akan dipandang sebagai sesaji oleh roh-roh halus yang bersama manusia, akan menguatkan kadar kegaibannya, jika itu adalah khodam ilmu / pendamping, dan supaya mahluk-mahluk halus yang bersifat menyerang (kesambet, teluh / santet)  mau untuk melepaskan / mengendorkan serangannya.

Tentang kembang telon dan kembang setaman / tujuh rupa ini silakan dibaca pada penjelasan tentang kembang sesaji di halaman berjudul Laku Prihatin dan Tirakat.

Ada perilaku unik dari para mahluk halus yang tidak mau mengambil sendiri kembang-kembang yang mereka butuhkan, walaupun di halaman rumah kita ada banyak tanaman kembang yang sesuai untuk sesaji mereka. Mereka tidak akan mengambil sendiri, karena mereka akan menganggap itu sebagai perbuatan "mencuri", kecuali kita sendiri yang khusus memberikannya kepada mereka sebagai sesaji,


Ada juga minyak melati dan minyak mawar (minyak melati lebih baik daripada minyak mawar).
Sesaji minyak ini biasanya digunakan sebagai pengganti sesaji kembang, tetapi kadar efek kegaibannya tidak sebaik sesaji kembang itu sendiri.
Minyak-minyak kembang itu sebaiknya digunakan untuk khodam-khodam yang berkarakter halus saja, terutama yang sosoknya adalah perempuan / ibu-ibu, misalnya yang untuk kerejekian, pengasihan, dsb, jangan untuk yang berkarakter keras, seperti yang untuk kekuatan, kewibawaan, penjagaan gaib, dsb, karena akan dapat berefek negatif menurunkan kadar kegaibannya (mempengaruhi karakter keras khodamnya menjadi berkarakter halus).


Ada juga jenis sesaji seperti kopi tubruk dan teh tubruk manis panas, buah-buahan, makanan / kue jajan pasar, bubur merah-putih dan nasi tumpengan. Jenis-jenis sesaji itu biasanya adalah untuk roh-roh leluhur atau roh sukma manusia lain, dan untuk roh pancer dan roh sedulur papat.

Jika jenis sesaji itu khusus diberikan untuk roh sedulur papat kita, maka sugestikan bahwa sesaji tersebut adalah untuk para roh sedulur papat kita, kemudian kita memakannya dengan bersugesti memakannya bersama-sama dengan para roh sedulur papat kita.

Begitu juga jika jenis sesaji itu khusus diberikan untuk roh sedulur papat anak kita, maka sugestikan bahwa sesaji tersebut adalah untuk para roh sedulur papat anak kita, kemudian anak kita memakannya dengan kita bersugesti anak kita dan roh sedulur papatnya bersama-sama memakannya.

Jika sesaji itu khusus diberikan untuk roh-roh leluhur, termasuk sukma leluhur yang sudah mendampingi kita, maka sesaji-sesaji itu diletakkan di atas meja dan sugestikan bahwa sesaji itu adalah untuk mereka. Anggap saja para leluhur datang bertamu ke rumah kita. Jika sukma leluhur itu lebih dari satu mungkin perlu sesajinya beberapa gelas. Sajikan di dalam gelas tanpa tutup dan diletakkan di atas meja. Biarkan sesajinya demikian selama semalam. Esok harinya sudah bisa dibuang.

Sukma leluhur yang mendampingi kita statusnya sama dengan kakek-nenek kita sendiri. Perlakukanlah mereka seperti kakek-nenek kita yang datang dan mendampingi kita. Akan lebih baik kalau kita latihan olah rasa untuk melatih kedekatan batin dengan mereka.

Mengenai sesaji untuk mereka, itu harus dipandang sama seperti kita memberikan minuman untuk kakek / nenek kita sendiri.
Jika sosok-sosok leluhur itu adalah orang laki-laki, biasanya mereka menyukai sesaji kopi tubruk manis panas. Jika perempuan biasanya suka teh tubruk manis panas.
Kalau mereka adalah suami istri, sesajinya tinggal dipilih saja kopi atau teh manis, bisa salah satu, bisa juga dua-duanya.
Kalau kita ada didampingi oleh sesosok sukma leluhur, dan hubungan kita dekat, mungkin kapan-kapan kita juga akan merasakan adanya tarikan rasa untuk memberikan sesaji yang lain, misalnya makanan ayam goreng / bakar, dsb.

Dalam memberikan sesaji untuk sukma leluhur yang mendampingi kita waktunya bisa kapan saja, sifatnya adalah untuk menghormati keberadaan mereka bersama kita, sifatnya tidak mengikat, setiap hari juga boleh, tergantung kedekatan hati kita dengan leluhur kita itu.

Yang paling penting adalah kita sendiri menunjukkan sikap sudah tahu perihal kedatangan mereka dan kita menghormati keberadaan mereka. Syukur-syukur kita juga sudah bisa berinteraksi batin dengan mereka. Kalau ada waktu kita bisa memberikan kopi manis panas untuk mereka. Tapi bentuk penghormatan yang utama adalah sikap kita sendiri kepada mereka, jangan sampai mereka merasa seperti tamu yang tidak diperhatikan oleh si tuan rumah.

Yang dimaksud kopi tubruk adalah minuman kopi seperti di kampung, kopi tradisional, bisa juga kopi bermerk Kapal Api, bukan kopi modern seperti Nescafe. Dan yang dimaksud teh tubruk adalah minuman teh tradisional yang berbentuk daun teh kering, bukan jenis teh celup.

Kopi tubruk bisa juga diberikan sebagai sesaji untuk jenis mahluk halus lain, untuk khodam jimat, pusaka dan mustika dan khodam pendamping, kalau terpaksa karena tidak punya sesaji jenis lain.

Untuk roh-roh leluhur ada juga sesaji berupa rokok klembak / kemenyan (lintingan). Khodam-khodam gaib yang dulunya mengikut kepada seorang leluhur banyak juga yang menyukai sesaji kopi dan rokok kemenyan, karena semasa sang leluhur masih hidup, khodam-khodam itu juga ikut menikmati minuman kopi dan asap rokok kemenyan sang leluhur. Jenis-jenis mahluk halus lain yang biasanya tinggal di sekitar permukiman manusia dan di daerah pedesaan / pedalaman juga menyukai sesaji minuman kopi / teh, rokok kemenyan dan nasi tumpengan.


Ada juga sesaji kayu cendana jawa dan cendana kupang.
Secara umum mahluk halus yang menyukai kayu / minyak cendana hanyalah pusaka-pusaka yang khodamnya dari jenis gaib wahyu keris. Kayu cendana kupang lebih disukai karena baunya yang lebih harum.

Pada jaman dulu biasanya kayu cendana ini dijadikan serbuk atau dijadikan serpihan-serpihan kayu kecil dan penggunaannya sebagai sesaji keris-keris jawa dilakukan dengan cara ditaburkan ke dalam bakaran arang kayu. Biasanya dikombinasikan dengan kemenyan jawa dan dupa.

Pada masa sekarang sudah ada minyak cendana yang penggunaannya cukup dioleskan pada badan kerisnya, sehingga penggunaannya lebih praktis daripada yang dibakar. Walaupun lebih merepotkan, penggunaan minyak cendana yang dibakar dalam bakaran arang kayu memberikan efek yang lebih baik pada kegaiban keris-keris jawa dibanding yang penggunaannya dioleskan, juga supaya tidak mengotori bendanya.

Secara umum jenis mahluk halus yang menyukai sesaji minyak cendana hanyalah khodam keris jawa, keris Bali, dan pusaka-pusaka yang khodamnya dari jenis wahyu keris. Biasanya jenis mahluk halus lain tidak menyukai minyak cendana.
Untuk sesaji keris jawa baca juga : Perawatan Keris Jawa.

Khusus untuk jenis keris kamardikan, biasanya pembuatan keris kamardikan dan isi gaibnya tidak sama dengan keris jawa, sehingga pemeliharaan dan sesajinya juga jangan disamakan dengan keris jawa. Untuk sesajinya sebaiknya diperlakukan sama dengan jenis benda gaib lain selain keris jawa. Untuk pemeliharaan fisik kerisnya sebaiknya dibersihkan dengan minyak singer dan dijaga jangan sampai kotor / berkarat. Untuk sesajinya sebaiknya diolesi saja tipis-tipis dengan minyak misik putih di bagian ganja dan dapur kerisnya. Tetapi bentuk sesajinya paling baik dilakukan dengan cara pengasapan, supaya tidak mengotori bendanya. Paling baik adalah dengan lebih dulu mencaritahu jenis khodam isi gaibnya, sehingga sesudahnya kita bisa memberikan jenis sesaji yang sesuai dengan jenis gaibnya.

Sesaji-sesaji model jawa tersebut di atas terkesan merepotkan dan dapat mendatangkan tanggapan negatif dari orang lain di sekitar kita. Jika diinginkan penggunaan sesaji minyak sebagai sesajinya, bisa dilakukan dengan panduan dasar sbb :

  1. Minyak misik, sebaiknya digunakan minyak misik yang berwarna putih supaya tidak terlalu mengotori bendanya dan supaya tuahnya lebih kuat. Secara umum benda-benda gaib dan khodam pendamping (selain jenis sukma manusia dan gaib wahyu keris) dapat menerima dan menyukai minyak misik putih. Minyak misik cukup baik digunakan untuk menjaga kegaiban benda-benda gaib dan sosok-sosok halus pendamping manusia, terutama yang berkarakter keras.
  2. Minyak melati, digunakan untuk benda-benda gaib dan khodam pendamping yang berkarakter halus, yang khodamnya bersosok perempuan / ibu-ibu yang berfungsi untuk pengasihan, kerejekian, penglarisan, dsb. Jenis minyak ini jangan digunakan untuk yang berkarakter keras, seperti yang berfungsi untuk penjagaan gaib, kekuatan, wibawa, dsb, karena dapat menurunkan kadar kegaibannya (mempengaruhi sosok gaibnya menjadi berkarakter halus).
  3. Jika khodamnya suami istri, atau laki2 dan perempuan, sebaiknya sesajinya minyak misik putih.
  4. Minyak jafaron (merah) digunakan untuk semua jenis khodam bergolongan putih dan berenergi positif, selain yang dari jenis sukma manusia.
  5. Untuk keris-keris jawa, yang isi gaibnya dari jenis wahyu keris, berikan saja minyak cendana kupang, jangan diberi minyak misik atau jafaron (tidak doyan).
Untuk semua jenis benda gaib dan khodam, jika sesajinya menggunakan jenis minyak, paling baik dilakukan dengan cara pengasapan, selain akan memberikan efek kegaiban yang lebih baik, juga tidak akan mengotori bendanya, dibanding yang penggunaannya dengan cara dioleskan. Hanya saja bau asapnya kentara sekali dan akan dikatakan klenik.



  Sesaji Lain

Dalam pemberian sesaji untuk
benda-benda jimat atau benda bertuah lain, karena kepraktisan penggunaannya, pada masa sekarang banyak digunakan sesaji berbentuk minyak, seperti minyak jafaron, minyak misik, minyak duyung, minyak melati, dsb. Sesaji berupa minyak arab penggemarnya terutama adalah dari jenis bangsa jin.

Dalam penggunaannya biasanya minyak-minyak itu cukup dioleskan saja pada benda gaibnya. Sesaji minyak untuk khodam ilmu atau khodam pendamping dilakukan dengan mengoleskan minyaknya di belakang bawah telinga kanan-kiri si manusia yang bersangkutan.

Walaupun lebih merepotkan, penggunaan minyak-minyak tersebut di atas yang diasapkan, dibakar dalam bakaran arang kayu memberikan efek kegaiban yang lebih baik dibanding yang penggunaannya dengan cara dioleskan.


Minyak misik hitam lebih kental dan berminyak, berwarna hitam / coklat gelap, akan lebih mengotori bendanya dibanding misik putih. Walaupun baunya lebih tahan lama dan minyaknya lengket melekat, tapi besoknya sudah bisa dicuci bersih, karena "energi" dari minyaknya hanya dikonsumsi selama sehari / semalam saja sesudah minyaknya dioleskan.

Minyak misik hitam lebih baik efek kegaibannya daripada misik putih, menjadikan khodamnya merasa lebih "bertenaga", Jadi kalau menginginkan khodamnya lebih kuat bertenaga sebaiknya dipilih minyak misik hitam, lebih cocok untuk khodam yang berkarakter keras, seperti yang untuk kekuatan dan penjagaan gaib. Minyak misik hitam sebaiknya hanya diberikan kepada khodam-khodam berjenis laki-laki, karena yang berjenis perempuan dan ibu-ibu tidak doyan. Tetapi jenis khodam yang suka dengan misik hitam hanya sedikit. Tidak semua khodam suka dengan misik hitam, walaupun jenisnya adalah laki-laki dan tuahnya untuk kekuatan atau penjagaan gaib.

Minyak misik putih lebih cair dan lebih harum. Disukai oleh banyak macam mahluk halus dan khodam (selain keris jawa dan jenis sukma manusia). Bisa untuk khodam bangsa jin, bisa juga untuk bermacam-macam benda gaib. Misik putih cukup baik digunakan untuk memelihara kegaiban sebuah benda gaib, bisa untuk khodam-khodam yang berkarakter halus, seperti yang untuk kerejekian, maupun yang berkarakter keras, seperti yang untuk kekuatan, kewibawaan, penjagaan gaib, dsb.

Minyak misik putih mempunyai kelebihan dibandingkan misik hitam, yaitu menjadikan khodamnya lebih "galak" tuahnya, lebih terasa tuahnya. Untuk benda-benda gaib dan khodam sebaiknya digunakan minyak misik putih supaya tidak terlalu mengotori, juga supaya tuahnya lebih terasa.









Contoh minyak jafaron merah,
minyak misik hitam dan
minyak misik putih.



Minyak jafaron efek kegaibannya tidak sekuat minyak misik, tetapi baunya lebih enak dibanding minyak misik. Minyak jafaron digunakan untuk benda-benda gaib yang khodamnya dari golongan putih dan berenergi positif.

Minyak melati, minyak mawar, minyak fanbo dan minyak duyung (atau air mata duyung) disukai oleh benda-benda gaib dan khodam yang karakternya halus, terutama yang khodamnya bersosok perempuan / ibu-ibu yang bertuah untuk pengasihan dan kerejekian.

Penulis menganjurkan sebaiknya jangan menggunakan minyak kasturi, minyak fanbo dan minyak duyung, karena minyak-minyak itu disukai juga oleh jin dan dhanyang golongan hitam dan jin iblis dan dapat mengundang datangnya mahluk-mahluk halus jenis itu.

Penggunaan minyak melati dan minyak mawar akan mempengaruhi sosok-sosok halus untuk menjadi berkarakter halus, mengarah pada sifat pengasihan. Sebaiknya tidak digunakan untuk benda-benda gaib dan khodam yang berkarakter keras, seperti yang untuk kekuatan, kewibawaan, penjagaan gaib, dsb, karena akan dapat menurunkan kadar kegaibannya, mempengaruhi khodamnya untuk menjadi berkarakter halus.



Contoh candu arab dan menyan jawa.




Biasanya sesaji jenis minyak cukup dioleskan saja pada benda gaibnya. Ada juga jenis sesaji yang penggunaannya dengan cara dibakar dalam bakaran arang kayu, seperti minyak candu, madat, dan kemenyan arab.


https://sites.google.com/site/thomchrists/Benda-Benda-Gaib-dan-Bertuah/sesaji-untuk-benda-gaib/Menyan%20arab-2.jpg

Contoh menyan arab.







Kemenyan arab berwarna putih seperti kristal garam, tetapi banyak juga yang berwarna kekuningan. Kemenyan arab biasanya digunakan untuk benda-benda gaib yang diharapkan ampuh tuahnya.


https://sites.google.com/site/thomchrists/Benda-Benda-Gaib-dan-Bertuah/sesaji-untuk-benda-gaib/Menyan%20arab.jpg











Contoh menyan arab.



Kemenyan arab dan minyak madat arab
memberikan pengaruh kekuatan gaib yang besar pada benda jimat dan khodam lebih daripada minyak misik, terutama yang khodamnya adalah dari jenis bangsa jin.

Untuk
perintah-perintah kerja yang berat, untuk keperluan ritual khusus yang berat, seperti untuk penarikan pusaka dan mustika yang kekuatan gaibnya tinggi, pengangkatan harta harun, mendatangkan uang gaib, dsb, biasanya pengguna aliran ilmu gaib Islam menggunakan kombinasi sesaji kemenyan arab, minyak candu dan minyak madat arab. Untuk penggunaan sehari-hari sebaiknya minyak madat dan candu arab tidak digunakan, karena dapat mempengaruhi khodamnya menjadi berwatak tidak baik dan dapat memberikan efek kecanduan.

Ada juga jenis dupa, kemenyan cina dan hio cina. Biasanya penggunaannya adalah untuk roh-roh halus / khodam dan roh-roh leluhur manusia dari negeri Cina.

Selain yang sudah disebutkan di atas, ada banyak jenis dan rupa sesaji yang digunakan orang, tetapi yang umum digunakan adalah jenis-jenis minyak arab yang bisa didapatkan di toko-toko minyak arab atau minyak wangi arab di pinggir jalan (di Jakarta bisa dibeli di Condet, Cililitan, Jakarta Timur). Ada banyak sekali jenis sesaji minyak arab, dan yang sudah disebutkan di atas adalah jenis-jenis yang sudah umum digunakan dan secara umum bisa diterima oleh banyak mahluk halus.

Selain yang sudah disebutkan di atas, ada jenis-jenis mustika yang menginginkan sesaji tersendiri yang tidak mau bila diberi sesaji lain seperti di atas. Contohnya adalah mustika telor dan mustika beras yang menginginkan sesaji berupa sejumput beras (tetapi kalau tidak ada beras, sesaji kembang telon juga mau).



Panduan umum :

Kalau kita mempunyai benda-benda gaib atau khodam pendamping dan tidak tahu apa jenis sesajinya, untuk amannya bisa kita berikan bakaran dupa, bakaran menyan jawa atau kembang telon / setaman saja.

Untuk keris jawa dan pusaka-pusaka yang khodamnya dari jenis wahyu keris gunakan saja minyak cendana kupang, bakaran dupa atau kemenyan jawa untuk sesajinya. Sebaiknya diikuti panduannya dalam tulisan berjudul Perawatan Keris Jawa.

Selain keris jawa :
Untuk yang khodamnya berkarakter keras, seperti yang tuahnya untuk kewibawaan, penjagaan gaib, dsb, berikan saja minyak misik putih.
Untuk yang khodamnya berjenis laki-laki berikan saja minyak misik putih.
Untuk yang khodamnya suami istri, atau laki2 dan perempuan, sesajinya minyak misik putih.
Untuk yang khodamnya perempuan / ibu-ibu, yang berkarakter halus, yang tuahnya untuk pengasihan atau kerejekian, bisa diberikan minyak melati.
Kalau kita menginginkan khodamnya hanya dari golongan putih dan berenergi positif saja, berikan saja minyak jafaron merah.
Kalau kita mempunyai banyak benda gaib dan jenisnya juga bermacam-macam, ada batu akik, mustika, keris, dsb, untuk praktisnya gunakan saja bakaran dupa atau kembang telon sebagai sesajinya. Benda-bendanya diletakkan di sampingnya atau ditempatkan di atas sesajinya.
Untuk khodam pendamping, jika menggunakan sesaji jenis minyak seperti misik putih dan jafaron, minyaknya dioleskan di belakang bawah telinga kanan-kiri. Jika digunakan sesaji bentuk lain, sugestikan bahwa sesaji itu adalah untuk mereka.
Untuk para leluhur dan sukma leluhur yang menjadi pendamping, berikan saja teh / kopi tubruk manis panas.



_______




Sesaji khodam golongan hitam dan jenis jin iblis.

Uraian mengenai mahluk halus dan khodam dari jenis golongan hitam dan jin iblis sudah Penulis tuliskan di halaman berjudul  Penggolongan Mahluk Halus dan Setan-Iblis dan Roh Penyesat. Silakan dibaca-baca lebih dulu untuk membuka pengertiannya.

Ada mahluk-mahluk halus yang aslinya memang dari jenis iblis. Ada banyak bentuk sosok wujudnya. Yang paling mudah dikenali adalah yang wujudnya mirip manusia, tetapi bertanduk di kepalanya. Ada yang bertanduk satu, tetapi lebih banyak yang bertanduk dua seperti tanduk kerbau. Jin-jin iblis ini selain mempunyai markas sendiri biasanya juga tinggal di tempat-tempat pesugihan / ngalap berkah dan di makam-makam keramat yang banyak diziarahi orang yang berdoa meminta berkah.

Selain itu ada banyak dhanyang-dhanyang di tempat-tempat pesugihan / ngalap berkah dan di makam-makam keramat yang banyak diziarahi orang yang berdoa meminta berkah, yang aslinya bukan golongan hitam, tetapi terpaksa akhirnya ikut menjadi golongan hitam karena terintimidasi oleh mahluk halus golongan hitam atasannya yang lebih sakti dari mereka. Orang-orang yang datang ke tempat-tempat itu biasanya kemudian diikuti atau menjadi berkhodam jin iblis atau dhanyang golongan hitam.

Di bawah ini Penulis tuliskan jenis-jenis sesaji yang biasanya disukai / diminta oleh jenis golongan hitam dan jin iblis untuk tujuan menambah kehati-hatian kita seandainya saja ada permintaan sesaji yang seperti itu. Walaupun belum bisa dipastikan bahwa permintaan sesaji yang seperti itu adalah karena khodamnya dari jenis golongan hitam, karena harus diperiksa dulu khodamnya yang bekerja, tetapi itu cukup untuk menambah bahan kehati-hatian kita (bisa juga dicaritahu dengan cara ditayuh, baca : Ilmu Tayuh Keris).

Seperti sudah dituliskan di atas, walaupun belum bisa dipastikan bahwa sesaji yang seperti itu adalah karena khodamnya dari jenis golongan hitam, karena harus diperiksa dulu khodamnya, tetapi banyak orang pinter / spiritualis yang selalu menggunakan sesaji seperti itu khodamnya adalah golongan hitam. Bila ada orang pinter / spiritualis yang meminta sesaji seperti itu sebaiknya ditolak saja.

Dan untuk kebaikan anda sendiri bila anda tahu ada orang pinter / spiritualis yang selalu menggunakan sesaji seperti itu sebaiknya jangan anda datangi, walaupun hanya untuk tujuan berkunjung / main saja, supaya jangan kemudian anda diikuti khodam yang golongan hitam. Dan jangan anda sendiri yang sengaja minta diberikan / ditransfer khodam. Juga supaya khodam pendamping dan khodam jimat / akik anda tidak pergi menghilang, karena khodam anda yang dari golongan putih tidak mau berdekatan dengan yang golongan hitam.

Khodam ilmu dan pendamping dari jenis jin iblis dan golongan hitam dalam praktek ilmunya biasanya meminta jenis-jenis sesaji minyak arab seperti minyak misik hitam, menyan arab, minyak madat dan candu arab.

Selain itu ada juga yang meminta sesaji hewan seperti :
- Ayam warna putih (melambangkan manusia perempuan).
- Ayam warna hitam (melambangkan manusia laki-laki).
- Ayam warna lurik (melambangkan manusia bisa laki-laki bisa juga perempuan).
- Ayam cemani.
- Kambing sepasang (melambangkan sepasang manusia suami istri).
- Kambing kendit.

Banyak sesaji-sesaji hewan seperti itu melambangkan bahwa nantinya akan ada orang laki-laki atau perempuan atau ada anak-anak yang akan menjadi tumbal, tetapi belum bisa dipastikan siapa calon korbannya apakah orang itu yang meminta jasa si spiritualis dan anggota keluarganya, ataukah orang lain yang akan menjadi korbannya.


Ada juga khodam jin iblis yang tidak meminta sesaji. Biasanya orang yang diikutinya adalah seorang agamis atau seorang spiritualis agamis. Khodamnya itu lebih berperan sebagai penyesat, menyesatkan orangnya dan menyesatkan orang-orang pengikutnya. Walaupun tidak memakai sesaji tetapi ilmu orangnya tetap ampuh.

Ada juga jin iblis yang datang kepada seseorang yang kuat doanya karena kondisi yang terpaksa (selalu hidup dalam kemiskinan, ingin kaya, usaha ekonomi / rejeki memburuk, dililit hutang, dsb). Biasanya khodamnya itu tidak meminta sesaji. Biasanya orang-orang yang diikutinya itu adalah seorang agamis atau yang rajin beribadah. Khodamnya itu lebih berperan sebagai penyesat. Walaupun tidak memakai sesaji tetapi kerjanya tetap ampuh. Orangnya akan mengalami sendiri jalan rejekinya naik drastis lebih daripada yang pernah ia bayangkan. Dengan kondisi itu ia sudah masuk dalam kategori pesugihan.

Jin dan dhanyang golongan hitam dan jin iblis yang berasal dari tempat-tempat pesugihan / ngalap berkah dan dari makam-makam keramat yang banyak diziarahi orang yang berdoa meminta berkah yang biasanya mengikut kepada orang-orang yang datang ke tempat-tempat itu biasanya tidak meminta sesaji khusus, tetapi biasanya ada tarikan rasa pada orangnya untuk kembali datang ke tempat-tempat asal khodamnya itu. Biasanya diharapkan orangnya datang kembali kesana setahun sekali. Ini juga menjadi bahan kehati-hatian jika kita mengalami sendiri ada tarikan rasa untuk kembali ke tempat-tempat itu, jangan-jangan kita sudah diikuti / berkhodam jin iblis / gplongan hitam. Bila orangnya tidak datang kembali kesana biasanya ada saja kesialan / naas / musibah yang dialami oleh orang itu atau anggota keluarganya.

Penulis menganjurkan sebaiknya jangan kita menggunakan minyak kasturi, minyak fanbo atau minyak duyung, karena minyak-minyak itu disukai oleh jin dan dhanyang golongan hitam dan jin iblis dan dapat mengundang datangnya mahluk-mahluk halus jenis itu. Jangan sampai khodam benda-benda gaib anda atau khodam ilmu / pendamping anda kemudian berganti dengan yang golongan hitam.

Cerita dan tanda-tanda yang disebutkan di atas sebaiknya menjadi bahan kehati-hatian kita seandainya kita sendiri mengalaminya. Walaupun belum bisa dipastikan bahwa kita yang mengalami begitu berarti kita diikuti / berkhodam jin iblis atau golongan hitam, karena harus diperiksa dulu benar-tidaknya kita diikuti mahluk itu, tetapi itu bisa menjadi bahan untuk kehati-hatian kita.

Mahluk halus dan khodam golongan hitam dan iblis pasti akan menolak bila diberikan sesaji minyak jafaron merah (baca : Pembersihan Gaib 2). 


_______




Penulis dulu mempunyai beberapa orang teman yang suka mengkoleksi benda-benda jimat. Yang menjadi perhatian Penulis adalah cara tidak tepat mereka dalam memberikan sesaji untuk benda-benda jimat koleksi mereka itu.

Cara mereka
memberikan sesaji adalah dengan menaruh sebotol minyak sesaji dengan tutupnya dibuka di dekat benda-benda gaib mereka. Mereka menganggap itu adalah cara praktis untuk memberikan sesaji kepada banyak benda sekaligus, dan dianggap minyak di botol itu akan terus menjadi sesajinya selama minyaknya masih ada.

Tetapi dari pengetahuan Penulis yang menjadi sesaji bagi khodam dan benda-benda gaib bukanlah minyaknya, tetapi adalah kandungan energi dari minyak sesaji itu, dan apa saja yang
kita berikan kepada mereka sebagai sesaji akan dikonsumsi selama sehari / semalam.

Kalau kita berikan sebotol minyak sesaji, maka sebagai sesaji sebotol minyak itu akan dikonsumsi selama sehari / semalam. Sesudahnya minyak di botol itu, walaupun minyaknya masih ada tidak habis-habis, sudah tidak bisa lagi dijadikan sesaji, karena kandungan energinya sudah habis dikonsumsi
dalam sehari / semalam. Dengan demikian khodam benda-benda gaib tersebut hanya mendapatkan sesaji sekali itu saja, yaitu ketika diberikan sebotol minyak itu, dan pada masa berikutnya mereka tidak lagi menerima sesajinya, karena minyaknya belum diganti dengan yang baru.

Karena itu walaupun cara mengoleskan minyak sesaji kepada banyak benda gaib dirasakan cukup merepotkan (dan membosankan), tetapi itu adalah cara yang benar. Mungkin akan lebih praktis mengoleskan minyaknya dengan menggunakan kuas lukis. Sesudah botolnya ditutup,
sisa minyaknya bisa dijadikan sesaji pada masa berikutnya.

Sama juga ketika kita memberikan sesaji segelas kopi manis panas untuk roh leluhur. Keesokan harinya air kopi itu sudah bisa dibuang, karena minuman kopinya hanya dikonsumsi selama sehari / semalam saja. Walaupun airnya masih ada, tapi sudah tidak layak lagi dijadikan sesaji berikutnya.




  Tambahan 1 :

Ada pertanyaan sbb :

Dalam setiap hajatan, entah itu selametan ataupun hajatan-hajatan yang bersifat ritual, kenapa kebanyakan harus menggunakan ayam (ingkung ayam) dan dalam beberapa kasus ritual sesajinya harus menggunakan ayam yang berbulu / berwarna ini dan itu (tidak asal ayam).

- bagaimanakah cerita sebenarnya sehingga ayam itu menjadi syarat dalam suatu hajatan / ritual yang
  kebanyakan dilakukan oleh orang jawa ?


- Mengenai ayam cemani (ayam yang berbulu hitam lekat, bulu dan tubuhnya bahkan darahnya) apakah
  ayam ini mengandung sisi kegaiban tersendiri sehingga banyak sekali dicari orang yang sedang ada
  hajat.


 Ulasan :

Untuk orang2 yg masih memegang adat istiadat tradisional biasanya ketika menyelenggarakan suatu hajatan ada sesaji tersendiri khusus untuk yang mbahurekso di tempat itu. Bentuk sesajinya mengikuti adat yg berlaku disitu.

Ayam cemani sifatnya khusus.
Yang suka dengan ayam cemani biasanya adalah jenis jin iblis, jin gol.hitam, gondoruwo, jin berbulu hitam lebat dan jin-jin begundal gol.hitam dan abu2. Jadi ritual yang menggunakan ayam cemani biasanya adalah
yang menggunakan jasa mahluk2 halus jenis itu. Khodam2 jenis itu mau melakukan apa saja selama sesajinya dipenuhi.

Ayam cemani biasanya digunakan untuk ritual2 yang berhubungan dengan perbuatan2 yang tidak baik menurut norma umum, seperti untuk pesugihan, pengangkatan harta karun, mendatangkan uang gaib, santet dan teluh yang mematikan, atau perbuatan2 lain yang khodam golongan putih biasanya tidak mau melakukannya.
Ayam cemani ada juga yang untuk pengobatan santet yang khodam santetnya adalah jin iblis gol.hitam untuk merayunya supaya mau melepaskan serangannya.

Sebaiknya kita hati2 kalau ada syarat sesaji berupa ayam yang khusus.
Ayam warna putih melambangkan manusia perempuan
Ayam warna hitam melambangkan manusia laki2.
Ayam warna lurik melambangkan manusia bisa laki2 bisa juga perempuan.
Ayam putih atau hitam atau lurik itu melambangkan nantinya ada orang laki2 atau perempuan atau ada anak2 yang akan menjadi tumbal.




  Tambahan 2 :

Terkait dengan tanya-jawab via email dengan para pembaca, ada beberapa pertanyaan serupa dari para pembaca mengenai minyak cendana yang tertulis di atas, dan sebagian perlu diungkapkan disini sebagai bahan informasi untuk pembaca yang lain sbb :


 Tanya :

Sesaji dengan model pengasapan baiknya berapa banyak dan berapa lama ?

 Ulasan :

Ya sampai sesaji bakarannya habis.

Jadi sebelumnya ditentukan dulu seberapa banyak yang akan dibakar.
Misalnya sepotong kemenyan jawa, sebelumnya ditentukan dulu seberapa banyak yang akan dibakar, apakah semuanya, ataukah hanya setengahnya ataukah seperempatnya saja. Sesudah ditentukan, kemenyannya dipotong-potong sesuai ukuran yang akan dibakar.

Setelah sesajinya dibakar dan keluar asapnya, paling baik adalah bendanya kita pegang dan diasapkan di atasnya, tapi juga tidak harus begitu, bisa juga bendanya diletakkan di samping pengasapannya. Kalau bendanya itu adalah keris, paling baik sesudah kerisnya dikeluarkan dari sarungnya, kemudian kerisnya kita pegang dan bilahnya diasapkan di atasnya, tapi bisa juga kerisnya diletakkan di samping pengasapannya.

Kalau yang dibakar adalah jenis dupa, hio, dsb, sebaiknya dupa atau hio yang dibakar itu jumlahnya ganjil, yaitu 1 atau 3 atau 5, dst.



 Tanya :
Ada pandangan bahwa untuk khodam-khodam gaib kelas atas, bangsa jin maupun mustika, sebaiknya sesajinya adalah minyak cendana merah, bukan minyak misik.

 Ulasan :
Sebenarnya masalah jenis / bentuk sesaji ini tidak bersifat pasti dan mengikat, kecuali sebelumnya ada perjanjian tertentu antara manusia dengan khodam benda gaibnya.

Jika pun ada jenis sesaji yang kita berikan ternyata tidak cocok dengan keinginan khodamnya, pada awalnya khodamnya itu tidak suka dengan bentuk sesaji yang kita berikan, tapi lama-kelamaan sesaji itu akan juga diterimanya, karena dia sadar tidak ada bentuk sesaji lain yang kita berikan kepadanya, walaupun sesaji itu tidak disukainya.

Semua bentuk sesaji akan diterima sebagai bentuk penghormatan kita kepada sosok gaib tertentu, tetapi bentuk sesaji yang kita berikan, yang disukai atau tidak disukainya, juga akan menentukan kadar penghormatan sosok gaibnya kepada kita dan mempengaruhi juga kadar aktif tidaknya (antusiasme) ia bekerja untuk kita. Karena itu kalau kita mengetahui bentuk sesaji yang disukainya dan kita memberikannya, itu akan lebih baik, sepanjang bentuk sesaji itu pantas dan tidak memberatkan hati kita.

Sebagai patokan dasar, sesuai pengetahuan Penulis, minyak cendana hanya disukai oleh jenis gaib wahyu keris, untuk keris jawa, sedangkan jenis mahluk halus lain tidak suka minyak cendana.

Sedangkan secara umum jenis-jenis gaib lain, bangsa jin dan khodam mustika, mau menerima minyak misik putih, minyak jafaron dan kembang telon / setaman (kecuali sosok-sosok gaib golongan hitam dan yang berenergi negatif yang menolak minyak jafaron). Jadi kalau kita mempunyai benda-benda gaib atau khodam pendamping dan tidak tahu apa jenis sesajinya, untuk amannya bisa kita berikan minyak misik putih atau kembang telon / setaman saja.

Tetapi ada jenis-jenis gaib yang hanya mau menerima bentuk sesaji tertentu saja, misalnya mustika telor yang hanya mau menerima sesaji berbentuk sejumput beras, atau sosok ratu walet dan mustika walet yang hanya mau menerima sesaji berbentuk ikan-ikan laut kecil.

Selain yang menuntut sesaji khusus tersebut, untuk keperluan sehari-hari sebaiknya diberikan sesaji minyak misik putih, minyak jafaron atau kembang telon / setaman saja.

Kembang telon / setaman dan minyak misik cocok untuk jenis khodam kelas bawah sampai yang kelas atas.

Minyak misik secara umum lebih disukai dan memberikan efek kegaiban yang lebih tinggi daripada minyak jafaron.
Minyak misik hitam memberikan efek kegaiban yang lebih tinggi daripada minyak misik putih, tetapi tidak semua mahluk halus menyukai misik hitam. Untuk penggunaan sehari-hari Penulis menganjurkan minyak misik putih saja supaya kegaibannya terjaga dan tidak terlalu mengotori bendanya dibanding minyak misik hitam.

Kalau dikehendaki, untuk sosok gaib kelas atas dan untuk benda-benda yang ampuh tuahnya (misalnya batu anti cukur) bisa diberikan bakaran kemenyan jawa, kemenyan arab, minyak candu arab dan minyak madat arab. Sesaji-sesaji itu memberikan efek kegaiban yang tinggi dibandingkan sesaji lainnya.

Minyak candu arab dan minyak madat arab biasanya digunakan untuk perintah-perintah kerja yang berat, seperti sesaji pada proses pengangkatan harta karun gaib, mendatangkan uang gaib, atau penarikan pusaka dan mustika yang tinggi kadar kegaibannya. Tetapi minyak candu arab dan minyak madat arab dapat memberikan efek yang tidak baik terhadap perwatakan sosok gaibnya dan dapat memberikan efek kecanduan. Untuk penggunaan sehari-hari sebaiknya digunakan kemenyan jawa atau kemenyan arab saja.

Semua sesaji berbentuk minyak di atas, minyak misik, jafaron, kemenyan, candu arab dan madat arab, dsb, akan memberikan kadar efek kegaiban yang lebih kuat jika sesajinya diberikan dalam bentuk pengasapan, yaitu minyaknya diasapkan dibakar dalam bakaran arang kayu (yang menjadi sesaji adalah asap bakarannya).
Untuk khodam kelas atas dan mustika-mustika kekebalan bentuk pengasapan itu lebih cocok.



 Tips :

Jenis-jenis sesaji minyak arab, minyak cendana, dupa, dsb, bisa dibeli di toko-toko minyak wangi arab di pinggir jalan atau di toko-toko yang menjual perlengkapan haji atau perlengkapan agama Islam (di Jakarta bisa dibeli di Condet, Cililitan, Jakarta Timur). Di pinggir jalan biasanya juga ada toko-toko yang menjual minyak jafaron, misik, dsb, terutama yang menjual minyak wangi non-alkohol. Minyak cendana, selain bisa dibeli di toko minyak arab di pinggir jalan, bisa juga dicari di pasar di tempat orang menjual keris, biasanya ada yang menjual minyak cendana.

Masing-masing minyak dan jenisnya ada harganya sendiri-sendiri, tapi dari yang Penulis ketahui masing-masing minyak itu di toko-toko pinggir jalan tanpa memperhatikan merknya variasi harganya sbb :
Yang murah sekitar Rp. 3.000 per cc nya,
Yang menengah sekitar Rp. 5.000 - 10.000 per cc nya,
Yang mahal juga ada yang lebih dari Rp.10.000 per cc nya.
Mahal tidaknya harganya tergantung toko penjualnya dan tergantung jenis / asal minyaknya.
Yang mahal biasanya jenis candu dan madat arab.

Kalau anda sedang berada di tokonya untuk membeli minyak sesaji, usahakan bisa interaksi batin, anda fokuskan bertanya kepada salah satu benda gaib atau khodam pendamping anda apakah minyak yang anda pilih itu kualitasnya bagus, dan mana dari semua minyak sejenis di toko itu yang paling baik untuk anda beli.
Misalnya di toko itu ada beberapa macam minyak misik, anda minta dikeluarkan contoh semua minyak misik dan satu per satu contoh itu anda tanyakan kepada khodam benda gaibnya. Gunakan kepekaan rasa untuk mendengarkan jawabannya.

Atau anda beli saja 1 cc dulu untuk contoh. Kemudian di rumah anda tayuh apakah minyak yang anda beli itu bagus kualitasnya dan bisa digunakan. Di lain waktu anda bisa membeli contoh lain sampai anda menemukan yang paling bagus kualitasnya.

Atau anda beli saja 1 cc untuk masing-masing contoh. Kemudian di rumah anda tayuh mana dari contoh-contoh minyak yang anda beli itu yang paling bagus kualitasnya dan baik untuk digunakan.



-------------



  Kekhususan Minyak Jafaron

Mungkin tidak ada orang yang mengetahui bahwa minyak jafaron (merah) bisa dijadikan petunjuk awal tentang sifat mahluk gaib yang berdiam di dalam sebuah benda gaib jimat, batu akik, mustika, jimat rajahan, pusaka, keris kamardikan, khodam ilmu ataupun khodam pendamping. apakah dari jenis yang berenergi negatif ataukah positif, dan apakah dari golongan putih ataukah golongan hitam. Tetapi ini bukanlah sesuatu yang pasti untuk menilai sifat mahluk halus, hanya merupakan petunjuk awal saja, karena untuk menilai sifat perwatakannya golongan hitam atau putih secara akurat haruslah dengan melihat kejiwaan dan aura psikologisnya, dan untuk menilai apakah energinya bersifat negatif bagi manusia haruslah dengan kepekaan rasa untuk merasakan pengaruh energinya untuk dinilai keselarasannya dengan manusia.

Bila mahluk gaibnya berasal dari golongan putih, biasanya mau menerima minyak jafaron. Walaupun mungkin gaibnya itu juga meminta minyak dan sesaji jenis lainnya, tetapi biasanya mau untuk menerima minyak jafaron.
Tetapi mahluk gaib dari golongan hitam biasanya akan menolak, tidak mau diberi minyak jafaron.
Bukan berarti semua mahluk gaib yang meminta minyak selain minyak jafaron adalah dari golongan hitam, tetapi yang jelas-jelas menolak minyak jafaron biasanya adalah yang dari golongan hitam.


Bila anda menghendaki
benda-benda gaib anda hanya berisi khodam dari golongan putih saja, maka bisa dicoba meminyakinya dengan minyak jafaron (merah), karena khodam gaib yang dari golongan hitam biasanya akan pergi setelah bendanya diminyaki dengan minyak jafaron. Mengolesi minyak jafaron bisa dilakukan pada saat pertama anda memiliki benda gaib tersebut, atau melakukannya secara berkala atau berselang-seling dengan penggunaan minyak yang lain.

Bila anda mempunyai benda-benda koleksi pribadi atau ada bagian rumah anda yang kira-kira berpenghuni gaib, sebaiknya anda oleskan sedikit dengan minyak jafaron, sambil anda oleskan sedikit di jari-jari tangan anda, supaya kalau isi gaibnya ada yang dari golongan hitam atau ada yang berenergi negatif, maka mahluk halus itu akan pergi menjauh, untuk menjauhkan anda dari resiko negatif keberadaannya.

Baca juga :  Pembersihan Gaib 2.

Catatan :  bila kegaiban benda gaib anda berasal dari khodam gaib golongan hitam dan yang berenergi negatif, mungkin kemudian kegaiban benda gaib anda itu akan hilang, karena khodamnya akan pergi jika diberi minyak jafaron.


 *)
Tentang minyak jafaron merah dan minyak-minyak lain di atas, anda tidak perlu membeli yang mahal.
Yang murah saja, asalkan minyaknya asli, tidak palsu.
Yang harganya murah, asalkan asli, tidak palsu, tetap berfungsi sebagai sesaji atau sebagai bahan pembersihan gaib.





Contoh minyak jafaron merah,
misik hitam dan misik putih.
 
Pengasapan minyak jafaron dengan
cara dioleskan pada sekeliling
5 batang rokok.
 
https://sites.google.com/site/thomchrists/Benda-Benda-Gaib-dan-Bertuah/sesaji-untuk-benda-gaib/Sesaji%20Dupa.JPG
Bakaran Dupa.
 
https://sites.google.com/site/thomchrists/Benda-Benda-Gaib-dan-Bertuah/sesaji-untuk-benda-gaib/Minyak%20Sesaji%20(3).JPG
Minyak Sesaji
 
Toko Minyak Sesaji
 
Toko Minyak Sesaji
Comments