Pasar Batu Akik Rawa Bening 

(Jakarta Gems Center / JGC) 

 


Sebagai informasi untuk penggemar batu akik, di Jakarta ada pasar khusus batu akik, yaitu Pasar Batu Akik Rawa Bening. Posisinya di seberang Stasiun Jatinegara. Pasar ini selain menjual batu yang sudah siap pakai, juga menyediakan jasa untuk mengkilapkan batu dan mengasah / membentuk batu mentah menjadi batu siap pakai. Ada juga toko-toko yang menyediakan aksesories untuk dijadikan kalung batu dan tasbih atau menjual keris. Katanya ada juga pasar batu akik di daerah Klender - Pondok Kopi - Buaran, tetapi Penulis belum pernah berkunjung kesana.


Menariknya, di pasar ini juga dijual bermacam-macam benda antik dan bertuah selain batu akik dan batu mulia, seperti keris, akar-akaran, dan fosil yang telah berumur hingga ratusan tahun. Keunikan benda-benda yang ditawarkan inilah yang menyedot perhatian pecinta batu alam dan benda-benda antik untuk berburu di tempat ini. Tetapi diperlukan pengetahuan dan kejelian khusus untuk bisa mendapatkan benda-benda yang benar-benar berkualitas.









Sebelum dipugar dulu pasar ini terkesan kumuh dan rawan. Ratusan perajin batu permata dan barang-barang antik menempati lantai dasar yang kumuh dan panas. Tempat parkir kendaraan pun tidak memadai, sehingga menyulitkan para pengunjung untuk memarkir kendaraannya, bahkan banyak yang terpaksa harus memarkir kendaraannya di tempat lain di luar area pasar.




Setelah dipugar dan diberi nama Jakarta Gems Center (JGC) Rawa Bening, pusat penjualan batu permata terbesar di Indonesia ini semakin nyaman dan menyenangkan bagi pengunjung.

Setelah renovasi, pasar ini menjadi gedung mal 4 lantai yang nyaman dan teratur, lapak-lapak pedagang tertata rapi, ruangan ber-AC, ruang pengasahan batu tersendiri, dan tempat parkir kendaraan memadai.


Walaupun AC-nya tidak terasa dingin, tetapi lebih baik daripada kondisi sebelumnya yang terasa kumuh dan penuh dengan asap rokok.





Sebelum berganti nama menjadi Jakarta Gems Center, pasar ini terkenal sebagai Pasar Batu Aji Rawa Bening.

Pasar ini ternyata sudah terkenal hingga ke mancanegara. Katanya pasar ini adalah pasar batu akik terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Gem Tower and Building di Thailand, sehingga pasar ini banyak didatangi turis-turis lokal maupun luar negeri, baik yang sekedar berjalan-jalan saja maupun yang memborong belanjaan untuk dijual lagi di tempat asalnya. Hingga sekarang setiap harinya pasar ini dipenuhi oleh pedagang dan penggemar batu akik.







Anda  juga dapat berkeliling pasar melihat-lihat kegiatan jual-beli batu akik. Anda akan tertarik untuk memiliki salah satu batu-batu cantik itu. Bentuk, warna, serat dan urat yang terdapat di dalam batu, kilauannya, selain harganya, akan menggoda anda untuk merogoh uang di kantong. Batu-batu cantik ini harganya bervariasi mulai dari Rp 5.000 sampai jutaan rupiah.



Selain batu-batu lokal, di sini juga bisa dijumpai batu-batu mulia impor yang sangat terkenal seperti ruby (mirah), sapphire (safir), cat eye (mata kucing), emerald (zamrud), dan jade (giok). Batu-batu berharga jutaan hingga ratusan juta rupiah ini didatangkan dari luar negeri, seperti dari Myanmar, Sri Lanka, atau Kolombo. 

Di sini juga ada dijual jenis batu-batu mulia di atas dengan harga yang lebih murah, tetapi itu adalah jenis batu lokal yang digolongkan sebagai batu akik, tidak mahal dan tidak dimuliakan sama seperti batu permata dan kualitasnya juga tidak seperti batu mulia.




Ada juga batu-batu lokal yang dalam penjualannya dilakukan seperti menjual batu-batu permata, yaitu harganya tidak ditentukan untuk per 1 butir batu, tetapi dihitung per gram berat batu tersebut (ditimbang).

Pengunjung yang datang biasanya mencari perhiasan yang sudah jadi, misalnya cincin dan batunya yang sudah siap pakai, atau mencari bahan untuk membuat perhiasan, misalnya bahan untuk membuat kalung batu atau tasbih, atau mencari batu yang kemudian akan diperkecil lagi disesuaikan ukurannya dengan bentuk tangannya.





Baik penjual maupun pembeli sudah saling mengerti bahwa sulit mematok harga baku untuk sebuah batu. Jika pembeli sudah merasa cocok dengan sebuah batu, seringkali mereka tidak keberatan dengan harganya, walaupun agak mahal.

Batu akik umumnya disukai karena warna dan kilaunya yang indah, juga disukai karena gambar atau motif yang muncul di dalam atau di permukaan batu. Nama yang diberikan kepada sebuah batu pun sesuai dengan fisiknya, sehingga kita akan dapat segera mengerti jenis batunya.






Para pembeli yang datang ke pasar batu itu tampak betah berlama-lama. Setidaknya butuh satu jam hanya untuk memilih sebuah batu.

Memang untuk memilih sebuah batu yang sesuai dengan selera dan keinginan butuh imajinasi dan ketelitian. Dan seperti juga di pasar tradisional, jika sudah cocok dengan bendanya, maka pembeli harus  mencocokkan harganya dengan cara tawar-menawar dengan penjualnya. Inilah yang membuat berbelanja di pasar JGC tidak bisa sebentar.




Untuk mendapatkan batu yang bagus dan berkualitas tidak mudah, anda harus kuat beradu pengetahuan dengan para pedagang. Dan tentu saja dibutuhkan kejelian, ketelitian, dan wawasan yang cukup untuk memilih batu-batu itu, karena ada juga batu-batu yang bukan batu asli.

Para pedagang yang kami temui rata-rata jujur mengatakan bila sebuah batu memang tidak asli. Karena itu jika anda sudah menentukan sebuah batu untuk dibeli jangan segan-segan untuk menanyakan keaslian batu tersebut. Jika bukan batu asli, seharusnya harganya tidak semahal batu aslinya.






Contohnya ada istilah batu olahan atau masakan atau suntikan, sistetis, atau jenangan (campuran). Batu-batu tersebut diproses dan diolah sedemikian rupa sehingga menyerupai batu aslinya.

Dengan proses pengolahan yang begitu canggih batu olahan tersebut tidak beda jauh dengan batu aslinya. Bila kita melihat sebuah batu Topaz, sulit kita dapat membedakan yang asli dengan yang jenangan (campuran). Begitu pula dengan batu safir dan batu mata kucing.





Contoh dagangan batu dan ikatan cincin (emban cincin).




Selain batu, dijual juga ikatan cincin (emban cincin) yang belum dipasangi mata cincin dengan bahan perak, baja putih (monel), dan stainless steel. Di pasar itu juga banyak toko yang menjual cincin dengan ikatan berbahan emas dan emas putih (platina). Juga ada toko yang menyepuh ikatan cincin atau melapis dengan emas / krom.

Model ikatan batu cincinnya pun beragam. Ada yang disebut dengan gigi bajing, yakni ikatan cincin berupa gigi tupai yang melingkar menjepit di sekeliling batu cincin. Juga ada ikatan cincin model tanam.

Motif bentuk ikatan pun beragam, misalnya ada ikatan batu cincin yang dikelilingi oleh batu-batu kecil silikon seperti model berlian. Ikatan cincin berbahan perak juga ada yang bermotif bunga, atau naga.












Mengkoleksi batu cincin dan benda antik, apalagi batu mulia, bukanlah hobi yang tergolong murah. Batu-batu tersebut bagi para penggemarnya selain sebagai benda koleksi, juga menjadi tempat kepuasan dan gengsi digantungkan.

Para pedagang di Pasar Rawa Bening ini hidup dari mereka yang bersedia mengeluarkan sejumlah uang demi hasrat dan kepuasan itu. Pasar ini bukan hanya sebagai tempat wisata, tapi banyak keunikan yang dapat ditengok bila kita menyempatkan waktu sejenak berkunjung kesana.





Toko yang menjual perlengkapan kalung dan tasbih.



Harga dari sebuah batu perhiasan selain ditentukan oleh jenis, corak, sinar kilauan, keindahan, dan keunikannya, kelangkaannya juga turut menentukan. Tetapi pada akhirnya justru hasrat si calon pembeli untuk memiliki batunya yang membuat harga batu menjadi tidak mengenal patokan, karena sudah bersifat harga psikologis. Apalagi jika batu tersebut dipercaya mempunyai tuah tertentu. Semuanya tergantung pada pertimbangan si pembeli sendiri.









Proses pengerjaan memperkecil / mengasah / mengkilapkan batu.



Di tempat pengasahan batu akik, para pengunjung juga dapat melihat proses pengolahan batu yang masih mentah hingga menjadi batu siap pakai yang indah dan berharga tinggi.


Hanya sayangnya, ruangan pengolahan batu ini terkesan sempit, sehingga tidak cukup nyaman untuk para konsumen yang ingin duduk santai menunggu selesainya proses pengerjaan batu cincin mereka.












Pengunjung yang datang biasanya mencari perhiasan yang sudah jadi, tetapi ada juga yang mencari batu cincin yang kemudian akan dibentuk ulang atau diperkecil lagi disesuaikan ukurannya dengan bentuk tangannya.
Keperluan itu bisa dilakukan disini.




https://sites.google.com/site/thomchrists/Benda-Benda-Gaib-dan-Bertuah/pasar-batu-akik-rawa-bening/Batu%20Mentah.jpg







Bila mempunyai batu mentah atau untuk memperkecil batu cincin anda bisa langsung datang ke sini. Proses pengolahan untuk memperkecil atau menjadikan batu bahan mentah menjadi batu cincin siap pakai dilakukan dengan peralatan tradisional seperti mesin gerinda, bambu, dan serbuk intan hanya memerlukan waktu sekitar 15 - 30 menit saja.









Dalam permrosesannya, batu mentah akan dipotong-potong tipis kira-kira seukuran batu cincinnya. Potongan batu mentah itu kemudian diasah menggunakan gerinda batu untuk dibentuk menjadi batu cincin.

Setelah menjadi berbentuk batu cincin dengan ukuran yang diinginkan oleh si pemesan, batu itu akan diasah lagi menggunakan potongan bambu atau langsung digosok menggunakan kertas yang mengandung serbuk intan supaya batunya mengkilat.
















Tidak hanya memperdagangkan batu akik dan permata, di Pasar Rawa Bening ini juga terdapat para pedagang benda-benda pusaka, seperti keris, tombak,
kujang, pedang dan badik, atau juga benda-benda tertentu yang dianggap bertuah, seperti bambu pethuk, wesi kuning, paku bumi, akar-akaran, kayu fosil dan batu fosil. Juga ada dijual perlengkapan yang biasa digunakan orang untuk ritual gaib, seperti minyak-minyak arab, minyak serimpi, dupa, menyan, dsb.











Seperti halnya barang dagangan berbentuk batu, harga keris pun beragam, tergantung pada bentuknya, perlengkapan aksesories kemewahannya, histori pemiliknya dan anggapan daya magisnya. Untuk sebuah keris harga jualnya bisa mulai dari rupiah ratusan ribu sampai jutaan bahkan ratusan juta.
















Keris-keris tersebut, ada yang memang asli tua, ada juga keris-keris yang adalah hasil kreasi manusia jaman sekarang (keris kamardikan). Ada keris-keris yang kondisinya masih sesuai aslinya, ada juga yang sudah diganti komponen-komponennya untuk menaikkan harga jualnya. Konon juga ada keris-keris rekondisi dan reproduksi dan keris-keris muda yang bentuk fisiknya diproses ulang supaya tampak tua.






Untuk jenis-jenis benda yang dianggap antik dan bertuah ini si calon pembeli harus mengerti betul dengan benda yang akan dibelinya.

Begitu juga untuk benda-benda lain yang dianggap bertuah, seperti bambu pethuk, wesi kuning, paku bumi, akar-akaran, kayu fosil dan batu fosil, dsb, atau minyak arab, minyak serimpi, dupa, menyan, dsb. Tidak semua benda-benda tersebut benar bertuah dan berkualitas bagus secara kegaiban.

Mungkin benda-benda tersebut lebih cocok untuk dibeli oleh orang-orang yang biasa menjual benda-benda bertuah, yang akan memprosesnya lagi untuk dijadikan benda-benda berkhodam yang bertuah.


Jika anda berminat untuk membeli salah satu benda disana, jangan sungkan untuk menanyakan keasliannya dan menawar harganya.







-------------------










Comments